Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category

31
Oct
14

Politik : Utamakanlah Persatuan Indonesia, bersatulah KIH dan KMP

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/30/20404951/presiden.jokowi.berharap.kih.dan.kmp.bersatu?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

Presiden Jokowi Berharap KIH dan KMP Bersatu

Kamis, 30 Oktober 2014 | 20:40 WIB
altKOMPAS.com/SABRINA ASRIL Presiden Joko Widodo, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (28/10/2014).


JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo berharap agar Dewan Pimpinan Rakyat bisa kompak sehingga bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Terkait pertikaian antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih di parlemen, diharapkan ada solusi bersama untuk menjaga keutuhan parlemen. Hal itu disampaikan mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto.

“Presiden sebagai eksekutif itu sangat berharap DPR bisa segera mencari solusi-solusi politik sehingga pilar-pilar kenegaraan bisa langsung berfungsi secara utuh untuk bisa menjalankan peran masing-masing,” kata Andi, yang pekan depan resmi menjabat sekretaris kabinet, di Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Hingga saat ini, menurut Andi, Presiden Jokowi belum mempertimbangkan usulan Koalisi Indonesia Hebat untuk menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) yang membatalkan UU MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Menurut Andi, usulan itu belum disampaikan secara resmi kepada Presiden.

“Belum ada usulan konkret ke arah sana ya. Jadi, biasanya bila ada usulan seperti itu akan muncul beberapa kajian dari beberapa lembaga, seperti Menko Polhukam dan Lembaga Ketahanan Nasional. Sampai sekarang belum ada,” kata dia.

Seperti diberitakan, DPR belum juga bekerja secara efektif karena masih adanya tarik ulur kekuatan dari dua kubu, yakni Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. KIH akhirnya membentuk pimpinan DPR tandingan karena merasa tidak diakomodasi dalam proses pemilihan alat kelengkapan Dewan yang dikuasai mutlak oleh Koalisi Merah Putih.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

31
Oct
14

Kenegarawanan : Rekonstruksi Situs Proklamasi Indonesia Merdeka 17845

jsn45

Situs Proklamasi Indonesia Merdeka 17845

Kamis, 30 Oktober 2014 – 11:02 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
Situs Proklamasi Indonesia Merdeka 17845

Episode kejuangan bangsa di tahun 1945 seperti 1) perlawanan PETA (Pembela Tanah Air) terhadap pemerintahan pendudukan Jepang di Blitar dipimpin oleh Shodancho Supriyadi pada tanggal 14 Pebruari, 2) Rapat BPUPKI yang melahirkan Pancasila Dasar Negara pada tanggal 1 Juni, 3) Proklamasi Indonesia Merdeka pada tanggal 17 Agustus, 4) pembentukan Undang Undang Dasar Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus, pendirian Badan Keamanan Rakyat pada tanggal 23 Agustus, 5) Rapat Raksasa Rakyat Surabaya di Tambaksari 18 September, 6) Rapat Raksasa Rakyat Jakarta di Ikada 19 September, 7) perlawanan Rakyat Surabaya terhadap invasi Tentara Sekutu 10 Nopember adalah diyakini sebagai terakumulasi menjadi Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45) atau Roh Indonesia Merdeka. JSN45 itu kemudian dirumuskan kedalam 17 butir kejuuangan bangsa yakni 1) Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) Jiwa dan Semangat Merdeka, 3) Nasionalisme, 4) Patriotisme.

Kemudian, 5) Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, 6) Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, 7) Persatuan dan Kesatuan, 8) Anti Penjajah dan Penjajahan, 9) Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri, 10) Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya, 11) Idealisme kejuangan yang tinggi, 12)  Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara, 13)  Kepahlawanan, 14) Sepi ing pamrih rame ing gawe, 15) Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan, 16)  Disiplin yang tinggi, 17) Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

Oleh sebab peristiwa kebangsaan 17 Agustus 1945 itu adalah tonggak kenegaraan yang penting dan strategik maka aspirasi banyak pihak berjiwa patriotik berpendapat perlunya rekonstruksi situs bangunan rumah Proklamasi Indonesia Merdeka yang notabene adalah rumah tinggal Proklamator Bung Karno kala itu, dan artinya kedepan tidak cukup ditandai dengan Tugu Proklamasi saja.

Dalam pengertian itulah adalah sangat dimohonkan kepada Kabinet Kerja JokoWi-JK dapat memprogramkerjakan rekonstruksi situs bangunan rumah Proklamasi Indonesia Merdeka itu demi kokohnya JSN45 dalam olah bina Revolusi Mental yang dicanangkan JokoWi dimasa kampanye JokoWi-JK 2014.

Jakarta, 30 Oktober 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila 45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
30
Oct
14

Politik : Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern

Logo Garuda Merah Putih

Imperialisme Kuno dan Imperialisme Modern

Imperialisme ditinjau dari segi etimologis berasal dari kata Latin imperare yang artinya memerintah atau menguasai. Kekuasaan untuk memerintah (imperare) disebut imperium dan raja yang memerintah disebut imperator. Pada periode penaklukan kebesaran seorang raja diukur berdasarkan luas daerahnya, maka raja suatu negara ingin selalu memperluas kerajaannya dengan merebut negara-negara lain. Tindakan raja inilah yang disebut imperialisme, dan selanjutnya berkembang pengertian lain sebagaimana yang kita kenal sekarang ini.

Imperialisme menurut isitilah (terminologis) ialah politik menguasai negara lain untuk kepentingan negara penjajah.

Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism) 
Imperialisme kuno adalah upaya suatu negara mencari tanah jajahan karena terdorong 3G (gold, gospel, glory). Gold adalah mencari kekayaan berupa logam mulia, emas dan perak, termasuk rempah-rempah, gospel, yaitu menyebarkan agama Nasrani, dan glory, yakni untuk kejayaan negeri induknya. Imperialisme kuno melakukan praktek penjajahan yang amat buruk, mereka mengangkut sebesar-besarnya kekayaan alam tanah jajahan ke negara penjajah, tanpa memedulikan nasib rakyat jajahan. Pelopor imperialisme kuno adalah Portugis dan Spanyol.

Imperialisme Modern (Modern Imperialism) 
Imperialisme modern timbul setelah revolusi industri, pertama kali di Inggiris lalu menyebar ke negara Eropa lainnya. Kemajuan industri berdampak pada masalah pemenuhan kebutuhan bahan mentah dan pasar yang luas. Negara penjajah mencari tanah jajahan untuk kepentingan ekonomi dan memenuhi kebutuhan industri yaitu sebagai tempat pengambilan bahan mentah dan pasaran hasil industrinya, sehingga ekonomi merupakan inti dari imperialisme modern. Inggris adalah pelopor imperialisme modern.
Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Italia La Prima
•  Gerakan Nasionalisme Mahatma Gandhi
•  Kongres Wina (1814-1815) dan Akibatnya bagi Indonesia
•  Sikap Bangsa Indonesia terhadap Kedatangan Sekutu
•  Tujuan Kedatangan Sekutu di Indonesia
•  Kedudukan Hindia Belanda Berdasarkan Perjanjian Potsdam
•  Latar Belakang Revolusi Perancis
•  Latar Belakang Lahirnya Reformasi
•  Pertumbuhan dan Perkembangan Humanisme
•  Pengaruh Kebudayaan Islam di Andalusia (Spanyol) terhadap Perkembangan Eropa
•  Latar Belakang Renaissance
•  Pengertian Humanisme
•  Pengertian Sejarah
•  Awal Perkembangan Islam di Cina
•  Korte Verklaring (Perjanjian Pendek)

29
Oct
14

Kenegarawanan : Blusukan Situs2 Kejuangan Bangsa

Blusukan Situs-situs Kejuangan Bangsa

Jkw-JK

Jakarta – Sungguh elok deklarasi pasangan JokoWi-JK dilakukan di Gedung Joang 45, Jl Menteng Raya 31, Jakarta Pusat, pada tanggal 19 Mei 2014 yang lalu dan berujung sukses di KPU tanggal 22 Juli 2014 serta disempurnakan di pelantikan MPRRI 20 Oktober 2014 yang lalu.

“Sebagai satu pembelajaran publik, peristiwa berkonteks politik kenegaraan diatas tidak saja elok, namun juga bermakna pembinaan mental dan perkuatan karakter kebangsaan,” ungkap Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia Dr Ir Pandji R Hadinoto MH yang juga Inisiator sekaligus Koordinator Parlemen Rakyat Indonesia (PARRINDO ), Rabu (29/10/2014).

Dalam pengertian itulah, lanjut Pandji, sungguh akan lebih bermakna bagi nation & character building sekiranya praktek “blusukan” juga dilakukan di situs2 kejuangan bangsa, seperti Situs Sumpah Pemuda di Jl Kramat Raya 106, Jakarta Pusat pada tiap tanggal 28 Oktober, Situs Kelahiran Pancasila di Pejambon, Jakarta Pusat (sekarang kompleks KemLu) pada tiap tanggal 1 Juni, Situs Rapat Raksasa Rakjat Djakarta di Lapangan Ikada (sekarang lapangan MoNas), Jakarta Pusat tiap tanggal 19 September, Situs Naskah Proklamasi di Jalan Imambonjol, Jakarta Pusat tiap tanggal 16 Agustus, Situs Boedi Oetomo di gedung Kebangkitan Nasional (d/h gedung Stovia), Kwitang, Jakarta Pusat, termasuk ke situs-situs kejuangan bangsa di luar ibu kota seperti Situs Hari Pahlawan 10 Nopember yang akan datang di kota Surabaya, dan lain sebagainya.

“Blusukan-blusukan ke Situs Kejuangan Bangsa ini kesemuanya akan juga dapat berdampak positif konstruktif bagi upaya-upaya Revolusi Mental yang telah menjadi platform politik kenegaraan terkini,” ujar tokoh Nasionalis Pancasila yang juga Pendiri Poros Koalisi Proklamasi 17845.

“Di tanggal-tangal bersejarah kejuangaan bangsa itulah, wejangan-wejangan bernuansa kerakyatan dan kenegarawanan akan lebih memberikan keteduhan hati tersendiri bagi rakyat kebanyakan sekaligus memantapkan citra kepemimpinan bangsa,” tandas Alumni Sipil 1968 ITB yang dianugerahi atribut Mahasiswa Teladan Institut Teknologi Bandung (ITB) 1973, yang kini berbagai tulisannya termuat dalam situs online http://www.jakarta45.wordpress.com. (Pur)

http://obsessionnews.com/blusukan-situs-situs-kejuangan-bangsa/

jsn45

Banyak Menuai Kritikan, Ini Catatan untuk Jokowi

KIB Parapat

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk kabinetnya dengan nama kabinet kerja. Namun dibalik itu, banyak kritikan muncul dari para relawan, karena menggangap Jokowi tidak bisa mengunakan hak prerogatifnya untuk memilih menteri yang kredibel, bersih dan juga berintegritas.

Alasan tersebut justru menurut salah satu relawan Jokowi dari Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) bisa dijadikan catatan bagi Jokowi untuk membuktikan bahwa tahapan-tahapan yang sudah ia lalui dalam mempersiapkan pemerintahan yang baru akan berdampak positif bagi kemajuan masyarakat.

“Karena jika itu berbeda dengan kepentingan pro rakyat akan jadi penilaian sendiri, ‎dan merugikan Jokowi secara tidak langsung,” ujar Ketua KIB, Reinhard Parapart, di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

‎Reinhard juga menilai, kritikan yang disampaikan oleh para relawan bisa dijadikan sebagai tantangan bagi Jokowi untuk merealisasikan janj-janji kampanyenya yang dianggap pro dengan rakyat. Karena jika tidak, kritikan itu bisa jadi bom waktu yang kapan saja bisa meledak.

‎”Ini yang sebenarnya menjadi tantangan, dan dibuat sedemikian rupa‎ agar program Jokowi yang pro rakyat bisa terlaksana,”‎ terangnya.

Mengenai postur kabinet yang dianggap tidak ideal, KIB sendiri tidak mau terlalu jauh mempersoalkan hal itu. Pasalnya, proses seleksi calon menteri yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi juga tidak bisa terbuka, sehingga susah untuk menilai apakah orang tersebut layak dijadikan sebagai menteri.

Reinhard juga meyakini, dalam pembentukan kabinet ini, banyak sekali konflik kepentingan yang mencuat. Hal itu bisa diliat dari sikap Jokowi yang terus menarik ulur pengumuman kabinet, sehingga selalu ditunda. Namun ia anggap itu wajar, karena Jokowi juga tidak mungkin bisa memberikan kepuasan kepada semua pihak.

“Tidak ada yang sempurna, dimana pun tidak ada yang sempurna tapi saya yakin program yang akan ditargetkan oleh kementerian ini akan maksimal,”terangnya.

Kalaupun tidak maksimal, lanjut Reinhard Jokowi haru berani memberi keputusan kepada para menteri untuk dipecat dari jabatannya, karena dianggap gagal menerjemahkan janji-janji Jokowi dalam kerja yang yang nyata. ‎”Dan itu apabila tidak bisa diselesaikan dalam waktu dua tahun. Bahkan sebelum dua tahunya ganti,” jelasnya. (Abn)

http://obsessionnews.com/banyak-menuai-kritikan-ini-catatan-untuk-jokowi/

Logo PARRINDO

Investor Pantau Reformasi Ekonomi Jokowi, Rupiah “Loyo”

bursa

Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta turun lagi pada Selasa sore, melemah 39 poin menjadi Rp12.147 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp12.108 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan nilai tukar rupiah kembali mengalami depresiasi di tengah antisipasi pelaku pasar uang di dalam negeri terhadap hasil pertemuan the Federal Reserve Amerika Serikat pekan ini.

“Secara fundamental, investor global cenderung bersikap waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter AS dengan melepas sebagian aset mata uang berisiko, salah satunya rupiah,” katanya.

Ia mengemukakan bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) diperkirakan mengakhiri program pembelian obligasi dan bersiap untuk mulai menaikkan suku bunga pada pertengahan tahun 2015.

Di sisi lain, lanjut dia, investor cenderung menunggu dan berhati-hati melangkah seraya memantau rincian kebijakan ekonomi Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla yang baru dibentuk.

“Investor masih perlu melihat apakah kabinet tersebut dapat menjalankan kebijakan reformasi struktural yang diperlukan oleh perekonomian Indonesia dan juga kejelasan atas rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi,” katanya.

Sementara kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa (28/10) menunjukkan rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.158 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp12.042 per dolar AS.

http://obsessionnews.com/investor-pantau-reformasi-ekonomi-jokowi-rupiah-loyo/

Logo NasPan45

http://www.ambonekspres.com/index.php/aeberita/aeopini/item/3343-kabinet-nano-nano

 

Kabinet ‘Nano Nano’

  • Rabu, Okt 29 2014
  • Ditulis oleh  amex
  • ukuran huruf

 

CetakEmail

Oleh: Refly Harun, adalah Pengajar dan Praktisi Hukum Tatanegara

Sejuta rasanya. Manis, asam, asin, semua ada. Mirip iklan pernen nano nano. Begitulah yang saya rasakan ketika menyimak nama-nama menteri yang diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), 26 Oktober lalu. Tidak tahu harus mengapresiasi atau mencela. Ada nama yang sama sekali tidak dikenal publik, tetapi nama yang dikenal pun tidak semuanya ditempatkan pada bidang dan passion-nya selama ini. Seorang jurnalis televisi bertanya kepada saya berapa nilai yang pantas diberikan untuk Kabinet Jokowi dalam skala 1-10. Saya menyebut 6, tetapi Presiden Jokowi tidak lulus karena passing grade (nilai kelulusan) minimal 8.

Harus dipahami mengapa nilai kelulusan itu begitu tinggi, karena ekspektasi terhadap Jokowi sangat besar. Setelah inaugurasi yang sangat menggairahkan pada hari pelantikan tanggal 20 Oktober, baik di Rapat Paripurna MPR, kirab di jalan utama Ibu Kota, maupun pidato rakyat di Monumen Nasional (Monas), rakyat menunggu kesan pertama yang menggoda dari pilihan Presiden Jokowi atas menteri-menteri.

Ekspektasi besar tersebut ternyata tidak bertemu dengan fakta yang membesarkan hati. Tidak ada “wow factor” dari kabinet yang diumumkan tersebut yang dapat membuat publik tersenyum ceria. Kabinet Jokowi masih terlalu banyak mengakomodasi arus di luar dirinya, masih terlalu longgar menampung orang-orang partai, masih tercium didikte orang sekitar. Bayangan publik sebelumnya, kendati orang-orang parpol diakomodasi, tetapi tetap dengan prinsip the right person on the right place karena Jokowi sebelumnya hanya menyebut dua kelompok menterinya, yaitu profesional partai dan profesional murni. Tidak ada yang abal-abal alias tidak profesional.

Nyatanya tidak demikian, ada kesan orang-orang parpol yang diajukan sekadar dicarikan slot agar tetap menjabat menteri. Semacam ‘jatah’ bagi partai pendukung. Tidak terbukti omongan Jokowi soal koalisi tanpa syarat, walaupun dari perspektif politik memang tidak ada makan siang yang gratis (no free lunch), karena “politics is the science of who gets what, when, and why” (Sidney Hillman, 1944). Politik adalah ilmu tentang siapa mendapatkan apa, kapan, dan mengapa. Partai pendukung Jokowi tentu dari awal telah berimajinasi tentang slot kementerian yang bakal didapat bila mendukung wong Solo tersebut.

Kendati begitu, publik sesungguhnya tetap berharap bahwa mereka yang ditunjuk tersebut ada passion, ada track record yang panjang, ada catatan yang jelas selama ini, akan bidang yang akan ditangani. Bila ujug-ujug seseorang ditanam di area yang tidak pernah ia menjejak, negeri ini terlalu mahal untuk memberikan kesempatan pada unprofessional person menjabat jabatan mahapenting sekelas menteri, yang akan menakhodai banyak urusan di republik ini. Jokowi juga tidak benar-benar menempatkan profesional nonparpol – sering disebut profesional murni—pada jabatan yang tepat, yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan passion-nya selama ini.

Tidak lulus dengan lima catatan
Secara umum ada lima catatan penting bagi Kabinet Jokowi. Pertama, masih kuat kesan akomodasi politik. Kedua, tidak semua yang direkrut ditempatkan pada posisi the right person on the right place. Ketiga, masih ada menteri yang latar belakangnya potensial bermasalah, baik dalam kasus korupsi maupun soal hak asasi manusia (HAM). Keempat, ada menteri yang diragukan kemampuannya, tetapi ditempatkan pada posisi menteri utama. Kelima, ada pula menteri yang berasal dari masa lalu, yang harusnya istirahat saja untuk memberi jalan bagi yang muda, bagi generasi sekarang.

Mengenai potensi korupsi, penting dikonfirmasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apakah ada menteri yang diberi stabilo merah atau kuning, tetapi tetap direkrut. Gosip-gosipnya, konon, ada, malah orang tersebut ditempatkan pada kementerian strategis, dan cukup kuat juga perannya sehingga sulit untuk dicoret. Semua catatan tersebut menjadikan saya harus menyatakan bahwa Presiden Jokowi belum lulus dalam ujian pertama terkait rekrutmen para menteri.

Kendati demikian, ada catatan yang perlu diapresiasi. Jokowi setidaknya berhasil ‘mencoret’ petinggi parpol semacam Wiranto (Hanura) dan Muhaimin Iskandar (PKB) yang telah menyorongkan diri sendiri untuk dipilih. Protes-protes masyarakat tentang kedua sosok tersebut, yang sangat ramai di media-media sosial, kiranya didengarkan sehingga Muhaimin memilih kembali ke pangkuan PKB ketimbang tetap ngotot masuk kabinet. Itu pun setelah KPK menyampaikan catatan-catatan soal calon menteri, dan publik tidak tahu apakah Muhaimin masuk barisan yang mana, apakah yang bertinta merah, kuning, atau tidak bertinta sama sekali. Sementara Wiranto, yang pada saat-sat terakhir sebelum pengumuman kabinet masih juga santer disebut akan menduduki kursi Menko Polhukkam, akhirnya juga tergusur.

Sayangnya, Jokowi rupanya juga mencoret ‘a few good men’ yang santer pula disebut akan masuk kabinet, bahkan sudah diundang untuk beraudiensi, seperti Saldi Isra, Komaruddin Hidayat, dan Mas Achmad Santosa. Ketiga sosok ini sangat dekat dengan kalangan civil society, tidak berpartai, tetapi kiprahnya bisa dijejaki. Saldi, misalnya, disebut akan menduduki kursi Menkumham setelah Hamid Awaluddin dicoret. Hamid semula kandidat kuat, tetapi lumayan kontrovesial karena pernah menjadi

Menkumham ‘separuh jalan’ dalam kabinet Presiden SBY pertama. Saldi pun akhirnyaterpental karena pos itu menjadi milik PDIP dalam diri seorang Yasonna Laoly.
Pembuktian dengan kerja dan kerja

Terlepas dari kekecewaan sebagian publik, nama-nama sudah diumumkan. Mereka yang sudah ditunjuk Presiden Jokowi itu harus membuktikan bahwa publik salah dalam menilai mereka. Pilihan Presiden Jokowi terhadap mereka bukan karena sang Presiden menghadapi banyak tekanan, tetapi murni karena mereka orang yang tepat. Pembuktiannya mudah saja. Buatlah hal-hal yang mengesankan publik pada rentang jabatan tersebut, terutama pada hari-hari pertama mereka bekerja, misalnya dalam 100 hari pertama.

Kerja lebih akan berdaya guna ketimbang sanggahan verbal. Namun, publik juga harus bersabar untuk menunggu gebrakan mereka, paling tidak dalam 100 hari pertama. Bila tidak ada perubahan berarti dalam 100 hari pertama, baiknya mereka langsung diganti. Carilah orang-orang yang memang betul-betul profesional dan ada passion (kegairahan) dalam bekerja.

Pengumuman kabinet oleh presiden mana pun pasti akan mencuatkan pro dan kontra. Tidak mungkin bisa memuaskan semua pihak. Terlebih Jokowi adalah presiden yang disokong justru oleh kekuatan nonparpol, oleh para relawan. Ekspektasi publik terlalu tinggi untuk sosok yang mengenal medan politik Ibukota baru dua tahun itu.

Dalam hari-hari ke depan setelah kabinet terbentuk, Jokowi plus JK harus membuktikan bahwa Jokowi-JK adalah kita, Jokowi-JK tetap kita, sesuai dengan klaim mereka. Jangan menjadi “Jokowi-JK bukan kita” yang akan menjauhkan dua sosok itu dari kita semua. Jangan pernah berubah karena rakyat akan kecewa dan marah. (***)

Logo REPINDO

 

http://www.ambonekspres.com/index.php/aeheadline/item/3342-maluku-memang-dicuekin-jokowi

 

Maluku Memang Dicuekin Jokowi

  • Rabu, Okt 29 2014
  • Ditulis oleh  amex
  • ukuran huruf

CetakEmail

AMBON,AE.—  Partai pengusung Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Hanura dan PKPI, berdalih sudah melakukan berbagai upaya negosiasi dan komunikasi politik dengan Presiden, agar anak Maluku bisa diakomodir dalam kabinet kerja.

Wakil ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Maluku, Lucky Wattimury menegaskan,  “Segala upaya sudah kami lakukan. Baik melalui DPD partai dengan orang per orang dalam partai dengan tim Jokowo-JK termasuk dengan Jokowi-JK sendiri. Bahkan kelompok masyarakat atas inisiatif sendiri pun sudah bertemu dan menyampaikan aspirasi itu. Termasuk pemerintah daerah. Namun, sekali lagi harus kami katakan bahwa kewenangan ada pada  presiden melalui hak prerogatifnya. Oleh karena itu, salah kalau ada yang menyalahkan kita,”ujar Wattimury kepada Ambon Ekspres di ruang Fraksi PDIP di DPRD Maluku, Selasa (28/10).

Sebagai kader PDIP yang mengusung Jokowi-JK, anggota DPRD Maluku dua periode ini mengaku kecewa atas kebijakan dan pertimbangan politik Jokowi secara nasional dengan tidak mengakomodir satupun orang Maluku dalam kabinetnya. “Marah dan menyesal boleh saja. Tapi tidak bisa mengintervensi presiden. Jangankan kita, Jusuf Kalla dan Megawati saja tidak bisa mengintervensi presiden. Padahal ibu Megawati adalah ketua umum PDIP yang memenangkan presiden,”katanya.

Politisi senior PDIP Maluku ini menyatakan, jalan satu-satunya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemerataan bagi masyarakat Maluku hanyalah politik anggaran. Masyarakat kata dia, yang harus menjadi sasaran dan tujuan perjuangan, bukan lagi menteri atau jabatan lainnya.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Wilayah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Maluku, Abdullah Marasabessy. Kata dia, akumulasi kekecewaan masyarakat Maluku menjadi beban moril bagi partai pengusung. “Selaku partai pengusung, kita menyampaikan kekecewaan atas tidak terpilihnya orang Maluku sebagai menteri.  Segala upaya komunikasi, baik melalui lisan maupun tertulis sudah kita lakukan, namun hasilnya seperti saat ini,” kata Marabessy di ruang kerja di DPRD Maluku, kemarin.

Bahkan lanjut anggota DPRD asal Maluku Tengah in, komunikasi juga sudah dilakukan langsung oleh  Koordinator Wilayah Partai Nasdem, Nono Sampono secara langsung kepada Jusuf Kalla dan ketum Nasdem untuk memediasi kepentingan Maluku, dalam hal ini mentri. “Tapi mungkin ada pertimbangan lain yang menjadi alasan putra Maluku belum diakomodir sebagai salah satu Mentri,”ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Maluku Asmin Matdoan menegaskan, keliru kalau meminta pertanggungjawaban partai pengusung, relawan dan pemerintah daerah. Sebab kata dia, semua langkah-langkah strategis telah dilakukan, namun hak prerogatif presiden yang menjadi penentu.

Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda (KNPI) Maluku ini menegaskan, masih ada banyak hal yang bisa diperjuangkan untuk kepentingan Maluku. Akan tetapi, kegagalan mendapatkan kursi Mentri harus dijadikan bahan evaluasi. “Ini kan baru awal dan masih ada beberapa etape lagi yang harus kita lalui sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat Maluku di pemerintahan Jokowi-JK,” kata dia.

Dia juga berharap, pemerintahan yang baru ini harus memperhatikan Maluku. Kata dia, semua komponen di Maluku berkepentingan untuk memperjuangkannya. Bukan hanya partai pengusung, namun semua elemen masyarakat Maluku.”Jadi dalam konteks ini tidak boleh kambing hitamkan partai pengusung. Sebab representasi masyarakat Maluku adalah pemerintah daerah danDPRD. Belajar dari kegalalan ini, maka kita harus pastikan agar  tidak kecolongan lagi kedepannya,”kuncinya.

Koordinator Mollucas Democratization Watch (MDW), Mohamad Ikhsan Tualeka mengatakan, Menteri itu jabatan politik, pola rekrutmennya paling tidak lewat dua jalur, profesional (representasi intelektual) dan partai politik (representasi dukungan politik). Sebenarnya spektrum latar kedaerahan juga bisa dijadikan pertimbangan tapi itu tidak mutlak, sebab apa jadinya bila semua daerah minta jatah yang sama.

“Pertanyaan kemudian adalah, berapa banyak profesional/akademisi Maluku yang menasional? Yang buku, jurnal dan tulisan ilmiahnya beredar dan bisa dibaca dimana-mana. Atau seberapa banyak politisi dan orang Maluku yang terdistribusi dalam jabatan strategis di parpol, khususnya parpol koalisi pemenang pilpres? Saya kira dalam konteks ini semua orang Maluku bisa menjawabnya,” kata dia.

Lebih lanjut dia  mempertanyakan relevansinya jabatan menteri dengan kemajuan Maluku. “Yang terpenting itu justru adalah soal keadilan dan distribusi anggaran. Bukan jabatan politik yang cenderung dinikmati oleh individu atau kelompok. Meminta jabatan menteri dengan alasan historis saja, hanyalah gerakan advokasi simbolis untuk menghibur diri dan menenangkan psikologis orang-orang yang kalah dalam pertarungan subtantif,” tandas dia.

Pertarungan subtantif adalah soal bertarung gagasan, kontribusi, sumber daya, sosial kapital, dan lain-lain. Dan yang terpenting sebetulnya adalah orang Maluku, khusus pemudanya mau bersatu. “Jangan sedikit-sedikit mau berantem, sumbu pendek, tak mampu kelola emosi. Kesadaran kolektif perlu diretas, lihat kemajuan dan perdaban yang telah dibangun dan disusun anak-anak muda daerah lain. Kita di Maluku pola advokasinya masih reaksioner, pragmatis dan situasional. Belum strategis, terstruktur dan visioner,” pungkas Tualeka. (CR2)

AISI 68 ITB

Sulit, Indonesia Timur Kembali Percaya Pada Jokowi


Selasa, 28 Oktober 2014

JAKARTA- Susunan Kabinet Kerja yang dibentuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang minim partisipasi dari rakyat Indonesia Timur, mengecewakan para pendukungnya dari Indonesia Timur. Dikuatirkan Jokowi akan kehilangan kepercayaan dan dukungan dari Indonesia Timur. Hal ini ditegaskan oleh Mantan Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Laode Ida kepada Bergelora.com di Jakarta, Selasa (28/10).
“Yang menyedihkan adalah postur kabinet jokowi ini sangat pincang identitas budaya berbasis kawasan. Seolah-olah negara ini menolak eksistensi figur-figur dari kawasan timur Indonesia,” ujarnya.
Sulit dibayangkan menurutnya, kabinet ini bisa menjadi perekat bangsa dan  perekat keragaman speerti yang gembar-gemborkan selama kampanye lalu.
“Indonesia Hanya milik Jawa dan Sumatera. Dominasi itu akan terus terjadi pada posisi jabatan-jabatan strategis lainnya di bawah menteri. Kalau itu tak segera disadari jokowi, maka potensial menimbulkan perpecahan bangsa.” tegasnya.
 
Menurutnyanya yang sangat menarik adalah begitu kuatnya penghargaan terhadap pemodal yang skaligus melecehkan sumberdaya manusia yang berasal dari Indonesia timur.
 
“Bukti konkretnya. Susi Puji Astuti, pemilik Susi Air yang jenjang pendidikannya gak jelas, justru dianggap jauh lebih hebat ketimbang sejumlah pakar handal di bidang kelautan dan perikanan di negeri ini. Misalnya saja, dari Maluku ada Prof. Dr. Ir. Aleks Retraubun, MSc, lulusan Inggeris yang pernah jadi rektor, dirjen di kementrian kelautan dan terakhir berposisi sebagai wamen perindustrian, justru dikalahkan oleh seorang Susi. Wah, bagaimana ini,” ujarnya.
 
Kepercayaan publik terhadap Jokowi akan memudar. Kabinetnya pun tak akan banyak diapresiasi publik. Khususnya dari Indonesia timur akan sulit untuk kembali percaya pada jokowi.
Jakarta45
29
Oct
14

Kebangsaan : Bendera Merah Putih Nabi Muhammad SAW

Benarkah Merah Putih Adalah Bendera Muhammad SAW ?

Minggu, 10 Agustus 2014, 19:11 WIB

 

Bendera Merah Putih

REPUBLIKA.CO.ID,  Dalam buku berjudul ‘Api Sejarah’ karya Ahmad Mansur Suryanegara, disebutkan bendera Republik Indonesia (RI), Sang Saka Merah Putih, adalah Bendera Rasulullah Muhammad SAW.

Para ulama berjuang untuk mengenalkan Sang Saka Merah Putih sebagai bendera Rasulullah SAW kepada bangsa Indonesia dengan mengajarkannya kembali sejak Abad Ketujuh Masehi atau abad kesatu Hijriah. Masa ini bertepatan dengan masuknya agama Islam ke Nusantara.

Mansyur menyatakan para ulama membudayakan bendera merah putih dengan berbagai sarana antara lain tiga cara berikut:

Pertama, setiap awal pembicaraan atau pengantar buku, sering diucapkan atau dituliskan istilah Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Bukankah kapur dengan sirih akan melahirkan warna merah? Lalu, apabila buah pinang diiris atau dibelah, akan terlihat di dalamnya berwara putih?

Kedua, budaya menyambut kelahiran dan pemberian nama bayi serta Tahun Baru Islam senantiasa dirayakan dengan menyajikan bubur merah putih?

Ketiga, pada saat membangun rumah, di susunan atas dikibarkan Sang Merah Putih. Setiap hari Jum’at, mimbar Jum’at di Masjid Agung atau Masjid Raya dihiasi dengan bendera merah putih.

Mansyur pun menyatakan pendekatan budaya yang dilakukan para ulama telah menjadikan pemerintah kolonial Belanda tidak sanggup melarang pengibaran bendera merah putih oleh rakyat Indonesia.

Mansyur menegaskan bendera Rasulullah SAW berwarna Merah Putih seperti yang ditulis oleh Imam Muslim dalam Kitab Al-Fitan, Jilid X, halaman 340. Dari Hamisy Qasthalani,

Rasulullah SAW Bersabda: “Innallaha zawaliyal ardha masyaariqaha wa maghariba ha wa a’thonil kanzaini Al-Ahmar wal Abjadh”.

Artinya: “Allah menunjukkan kepadaku (Rasul) dunia. Allah menunjukkan pula timur dan barat. Allah menganugerahkan dua perbendaharaan kepadaku: Merah Putih”.

Informasi ini didapat Mansyur dari buku berjudul Kelengkapan Hadits Qudsi yang dibuat Lembaga Al-Qur’an dan Al-Hadits Majelis Tinggi Urusan Agama Islam Kementerian Waqaf Mesir pada 1982, halaman 357-374. Buku ini dalam versi bahasa Indonesia dengan alih bahasa oleh Muhammad Zuhri.

Mansyur mengemukakan sejumlah argumen pendukung untuk memperkuat pendapatnya, yakni merah putih adalah bendera Rasulullah Muhammad SAW.

 

Menurut Mansyur, Rasulullah Muhammad SAW memanggil istrinya, Siti Aisyah ra, dengan sebutan Humairah yang artinya merah.

Busana Rasulullah SAW yang indah juga berwarna merah, seperti disampaikan oleh Al Barra: “Kanan Nabiyu Saw marbua’an wa qadra ataituhu fi hullathin hamra-a, Ma raitu syaian ahsana min hu”

Artinya: “Pada suatu hari Nabi SAW duduk bersila dan aku melihatnya beliau memakai hullah (busana rangkap dua) yang berwarna merah. Aku belum pernah melihat pakaian seindah itu”.

Mansyur pun menyatakan busana warna putih juga dikenakan oleh Rasulullah SAW, sedangkan pedang Sayidina Ali ra berwarna merah dan sarung pedang Khalid bin Walid berwarna merah-putih.

Redaktur : Joko Sadewo
Reporter : c57
BERITA TERKAIT
Sebagian ummat islam ada yang beranggapan bahwa bendera indonesia yang berwarna merah dan putih adalah bendera ummat islam. biasanya mereka mengajukan dalil:

Dari Tsauban radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ وَإِنِّي سَأَلْتُ رَبِّي لِأُمَّتِي أَنْ لَا يُهْلِكَهَا بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا يُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ فَيَسْتَبِيحَ بَيْضَتَهُمْ وَإِنَّ رَبِّي قَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي إِذَا قَضَيْتُ قَضَاءً فَإِنَّهُ لَا يُرَدُّ وَإِنِّي أَعْطَيْتُكَ لِأُمَّتِكَ أَنْ لَا أُهْلِكَهُمْ بِسَنَةٍ عَامَّةٍ وَأَنْ لَا أُسَلِّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ سِوَى أَنْفُسِهِمْ يَسْتَبِيحُ بَيْضَتَهُمْ وَلَوْ اجْتَمَعَ عَلَيْهِمْ مَنْ بِأَقْطَارِهَا أَوْ قَالَ مَنْ بَيْنَ أَقْطَارِهَا حَتَّى يَكُونَ بَعْضُهُمْ يُهْلِكُ بَعْضًا وَيَسْبِي بَعْضُهُمْ بَعْضًا

“Sesungguhnya Allah menggulung bumi untukku sehingga aku bisa melihat timur dan baratnya. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan untukku. Sku diberi dua harta simpanan: Merah dan putih. San sesungguhnya aku meminta Rabbku untuk ummatku agar Dia tidak membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar Dia tidak memberi kuasa musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Rabbku berfirman, “Hai Muhammad, sesungguhnya Aku bila menentukan takdir tidak bisa dirubah, sesungguhnya Aku memberikan untuk umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh dan Aku tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain diri mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh mengeepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka (umatmu) membinasakan sebagaian lainnya dan saling menawan satu sama lain.” (HR. Muslim no. 2889)

dan yang paling populer adalah dengan mengutip tulisan Prof.Ahmad Mansur Suryanegara

{Warna Merah dan Putih ternyata juga melekat erat dengan atribut Rasulullah. Seperti yang diriwayatkan oleh Jabir bin Samurah ra yang berkata: “Saya ketika itu melihat Nabi berpakaian merah. Kemudian saya membandingkannya dengan melihat bulan. Ternyata dalam pengamatan saya, beliau lebih indah daripada bulan.” (HR. Abu Ya’la dan Al-Baihaqi). Dan juga yang diriwayatkan oleh Ibnu Qudamah yang berkata, “Pakaian yang paling utama adalah pakaian yang berwarna putih karena Nabi bersabda, ‘Sebaik-baik pakaian kalian adalah yang berwarna putih. Gunakanlah sebagai pakaian kalian dan kain kafan kalian.” (al Mughni, 3/229).

Bahkan Rasulullah juga pernah bersabda seperti yang dijelaskan oleh Imam Muslim, “Allah menunjukkan kepadaku bumi. Aku ditunjukkan pula Timur dan Baratnya. Allah menganugerahkan kepadaku warna yang indah. Yaitu Al Ahmar Wal Abyadh (Merah dan Putih).” (Kitab Al Fitan Jilid X hal. 340). Dan atas dasar inilah para Ulama yang notabene adalah motor utama perintis kemerdekaan bangsa ini sejak abad ke-7 M mulai mengembangkan bendera merah putih menjadi bendera umat Islam yang merupakan komponen mayoritas bangsa Indonesia. Mereka juga mulai membudayakan warna merah dan putih sebagai lambang penyambutan kelahiran bayi dan tahun baru Islam dengan bubur merah putih. Dan dilazimkan pula pada saat membangun rumah agar dikibarkan bendera Merah Putih di bubungan atap rumah yang sedang dibangun. (Api Sejarah, karya Prof.Ahmad Mansur Suryanegara )}

sedangkan menurut para ulama makna merah putih tersebut adalah sebagai berikut:

Ahli hadits. Al Mubarakfuri, dalam kitab Tuhfatul Ahwazi bi Syarh Sunan Abi Dawud, menjelaskan: “Harta merah dan putih di sini merujuk pada 2 hal yang disebutkan sebelumnya (timur dan barat), harta merah artinya emas, harta putih artinya perak. At Turbasyti berkata: Maksudnya adalah harta kerajaan Kisra (timur) dan Romawi (barat). Karena secara umum alat transaksi Kisra adalah dinar (emas) dan Romawi dirham (perak)”
Imam An Nawawi juga menjelaskan di kitab Syarh Shahih Muslim: “Para ulama berkata: yang dimaksud harta merah dan harta putih adalah emas dan perak, yaitu harta dari Kisra dan Romawi”

lalu yang manakah sebenarnya Bendera Rasulullah (bendera ummat islam)?

Apakah anda tahu bahwa Islam memiliki bendera yang khas? Ya, Islam merupakan dien yang lengkap yang mengatur segala aspek hidup salah satunya dalam masalah tata negara, termasuk pengaturan bendera. Bendera Islam telah dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Bendera Rasulullah terdiri dari:
1. Al-liwa (bendera putih)
2. Ar-rayah (panji hitam)

Di dalam bahasa Arab, bendera dinamai dengan liwa (jamaknya adalah alwiyah). Sedangkan panji-panji perang dinamakan dengan rayah. Disebut juga dengan al-‘alam 1. Rayah adalah panji-panji yang diserahkan kepada pemimpin peperangan, dimana seluruh pasukan berperang di bawah naungannya. Sedangkan liwa adalah bendera yang menunjukan posisi pemimpin pasukan, dan ia akan dibawa mengikuti posisi pemimpin pasukan.

Liwa adalah al-‘alam (bendera) yang berukuran besar. Jadi, liwa adalah bendera Negara. Sedangkan rayah berbeda dengan al-‘alam. Rayah adalah bendera yang berukuran lebih kecil, yang diserahkan oleh khalifah atau wakilnya kepada pemimpin perang, serta komandan-komandan pasukan Islam lainnya. Rayah merupakan tanda yang menunjukan bahwa orang yang membawanya adalah pemimpin perang 2.

Liwa, (bendera negara) berwarna putih, sedangkan rayah (panji-panji perang) berwarna hitam. Banyak riwayat (hadist) warna liwa dan rayah, diantaranya :

“Rayahnya (panji peperangan) Rasul SAW berwarna hitam, sedang benderanya (liwa-nya) berwarna putih”. (HR. Thabrani, Hakim, dan Ibnu Majah)
كَانَتْ رَايَةُ رَسُوْلِ اللهِ –صلعم- سَوْدَاءَ وَلِوَاؤُهُ أَبْيَضَ
Panji (rayah) Nabi saw berwarna hitam, sedangkan liwa-nya (benderanya) berwarna putih3.

Meskipun terdapat juga hadist-hadist lain yang menggambarkan warna-warna lain untuk liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang), akan tetapi sebagian besar ahli hadits meriwayatkan warna liwa dengan warna putih, dan rayah dengan warna hitam.

Panji-panji Nabi saw dikenal dengan sebutan al-‘uqab, sebagaimana yang dituturkan:
إِسْمُ رَايَةِ رَسُوْلِ اللهِ –صلعم- الْعُقَابُ
Nama panji Rasulullah saw adalah al-‘uqab4.

Tidak terdapat keterangan (teks nash) yang menjelaskan ukuran bendera dan panji-panji Islam di masa Rasulullah SAW, tetapi terdapat keterangan tentang bentuknya, yaitu persegi empat.

“Panji Rasulullah saw berwarna hitam, berbentuk segi empat dan terbuat dari kain wol”. (HR. Tirmidzi)

Al-Kittani5 mengetengahkan sebuah hadist yang menyebutkan :

Rasulullah saw telah menyerahkan kepada Ali sebuah panji berwarna putih, yang ukurannya sehasta kali sehasta.

Pada liwa (bendera) dan rayah (panji-panji perang) terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah. Pada liwa yang berwarna dasar putih, tulisan itu berwarna hitam. Sedangkan pada rayah yang berwarna dasar hitam, tulisannya berwarna putih. Hal ini dijelaskan oleh Al-Kittani6, yang berkata bahwa hadist-hadist tersebut (yang menjelaskan tentang tulisan pada liwa dan rayah) terdapat di dalam Musnad Imam Ahmad dan Tirmidzi, melalui jalur Ibnu Abbas. Imam Thabrani meriwayatkannya melalui jalur Buraidah al-Aslami, sedangkan Ibnu ‘Adi melalui jalur Abu Hurairah.

Begitu juga Hadist-hadist yang menunjukan adanya lafadz Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah , pada bendera dan panji-panji perang, terdapat pada kitab Fathul Bari7.

Berdasarkan paparan tersebut diatas, bendera Islam (liwa) di masa Rasulullah saw adalah berwarna putih, berbentuk segi empat dan di dalamnya terdapat tulisan Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah dengan warna hitam. Dan panji-panji perang (rayah) di masa Rasulullah saw berwarna dasar hitam, berbentuk persegi empat, dengan tulisan di dalamnya Laa illaaha illa Allah, Muhammad Rasulullah berwarna putih.

Bendera inilah yang akan membebaskan negeri negeri Islam dari penjajahan AS di Iraq, Afgahanistan, dll serta penjajahan Zionis Yahudi di Palestina. Akan mempersatukan Ummat dalam Negara Khilafah dan membebaskan mesjidil Aqsha, dan akan menjadi bendera Negara Khilafah yang di Janjikan oleh Rasulullah, Insya Allah.[khoirunnisa-syahidah.blogspot.com]
====
1 Dr. Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujaili., al-‘Alamu an-Nabawiyu asy-Syarif., p. 33-34., Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam
2 Dr. Abdullah bin Muhammad bin Sa’ad al-Hujaili., op cit., p. 37, 40-41., Maktabah al-‘Ulum wa al-Hikam
3 Iman asy-Syaibani., as-Siar al-Kabir., jilid I/71
4 Ibnu Asakir., Tarikh ad-Dimasyq., jilid IV/225-226
5 al-Kittani., Tartib al-Idari., jilid I/320
6 al-Kittani., op cit., jilid I/322
7 Ibnu Hajar al-Asqalani., Fathul Bari., jilid VII/477

Title: ..**Benarkah Bendera Merah Putih Adalah Bendera Rasulullah?**..
Posted by:Yulia Nisa
Published :2012-04-30T13:32:00+07:00
Rating: 5
Reviewer: 564953 Reviews
..**Benarkah Bendera Merah Putih Adalah Bendera Rasulullah?**..

Artikel Terkait

27
Oct
14

PusKesMas : Multi Manfaat Kulit Pisang

Jangan Buang Kulit Pisang! Lakukan Hal Berguna Berikut

DREAMERSRADIO.COM – Setelah makan pisang, pastinya kita langsung membuang kulit pisang ke tong sampah. Tapi, jangan dulu membuang kulit pisang, Dreamers! Karena banyak kegunaan yang dapat dilakukan hanya dengan kulit pisang.

Dilansir dari SustainableAmerica, ternyata kulit pisang dapat berguna untuk banyak hal seperti berikut.

Menjadi Pupuk Potong kulit pisang, dan letakkan di tanah sekitar tanaman tomat. Karena kulit pisang mengandung nutrisi untuk pertumbuhan tanaman.

Menyembuhkan Luka Luka seperti gigitan serangga, atau nyamuk dapat disembuhkan dengan kulit pisang lho! Cukup dengan menggosokan kulit pisang ke tempat luka, maka akan mengurangi rasa gatal dan mempercepat penyembuhan.

Melunakkan Daging Kulit pisang ternyata dapat membantu untuk melunakkan daging yang sedang direbus!

Rebus Kulit Pisang Tak hanya pisangnya saja yang dapat dimakan, tapi kulit pisangnya juga dapat dimakan lho, Dreamers! Rebus kulit pisang selama 10 menit, lalu jus ditambah buah lainnya.

Semir Sepatu Tak perlu repot membeli alat semir sepatu, cukup dengan kulit pisang ternyata dapat mengembalikan kesan mengkilap yang terdapat di sepatu kulit. Cukup campurkan kulit pisang dengan sedikit air, lalu usapkan ke sepatu.

Nah, Dreamers, jangan buang dulu kulit pisang! Karena dapat berguna untuk beragam hal. Selamat mencoba! ^^

Berita Lainnya :

Wah, Meja Serba Guna Ini Terbuat Dari Karton!

Hii.. Inilah 11 Boneka Terseram Sepanjang Masa

27
Oct
14

Kepemimpinan : Tri Politika Indonesia Jaya 2045

  jsn45

Tri Politika Indonesia Jaya 2045

Senin, 27 Oktober 2014 – 10:12 WIB

Pandji R Hadinoto

Tri Politika Indonesia  Jaya 2045 :

Pelantikan Kabinet “Kerja” JokoWi-JK pada 27 Oktober 2014 yang berseragam Batik cermin jatidiri budaya kearifan lokal, semoga merupakan runtutan daripada amanat Trisakti yang unsur2nya telah diungkapkan oleh pidato RI1 pada 20 Oktober 2014 yakni paragraph “Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan” dan dapat selalu berkiprah merujuk Manifesto Politik Rakyat Indonesia [Badan Musyawarah Koalisi Rakyat Indonesia 17 Oktober 2014].

Dan bilamana Politik adalah ibarat Lokomotif sedangkan Hukum adalah ibarat Relnya maka kebijakan Politika Indonesia Jaya 2045 seyogjanya juga menjadi perangkat pedoman kerja Kabinet JokoWi-JK sejak hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014.

Politik seringkali juga diperlakukan sebagai perangkat tatanilai pengarah/penggerak kehidupan bernegara dan tatanilai itu dapat menjadi rujukan bagi upaya2 rekayasa sosial pembangunan masyarakat, bangsa, negara.

Seperangkat ikrar kepemudaan “mengakoe bertoempah darah satoe, berbangsa jang satoe, menjoenjoeng bahasa persatoean Indonesia” rekaan tertulis pemuda berusia 25 tahun, Muhammad Yamin yang sekretaris sidang saat Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Rumah Indonesia, Jalan Kramat Raya 106, Jakarta Pusat, sejatinya adalah cerminan politik tatanilai Tri Cita Kebangsaan Indonesia yang kemudian diakui telah turut gelorakan jiwa semangat nilai2 Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.

Kini dalam rangka menggapai Indonesia Jaya 2045 (saat 100 tahun Indonesia Merdeka 1945) perlu seperangkat strategi tatanilai, seperti “Tri Politika Indonesia Jaya 2045″ :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,
2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,
3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku penggerak mula baik nalariah maupun nuraniah, daya dukung praktek politik harmonisasi TRISTRATEGI Bina Mental Kebajikan Negarawan Kerakyatan yang cakupi implementasi kearifan lokal yang juga jatidiri bangsa adalah tumpuan dan bekal bagi karakter penyelenggaraan negara sebagai berikut :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Hukum2 Negara dan kerja2 lembaga2 tinggi negara serta lembaga2 negara/daerah oleh karenanya perlu selalu berkerangka Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar misalnya berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan bangsa.

Jakarta, 28 Oktober 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-tri-politika-indonesia–jaya-2045.html#ixzz3HLbAMxBD

Home » Sejarah » Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Sejarah Singkat Sumpah Pemuda

Pada tanggal 27 Oktober 1928 dilangsungkan Kongres Pemuda II di Jakarta. Kongres ini diprakarsai oleh PPPI (Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia) yang didirikan di Jakarta pada tahun 1926, anggotanya kebanyakan mahasiswa sekolah hukum dan beberapa mahasiswa kedokteran di Batavia.1) Kongres ini dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang paling terkemuka, yaitu Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamienten, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan PPPI.2)

Selain para pemuda, kongres juga dihadiri oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional dari partai politik, diantaranya Soekarno, Sartono, dan Sunaryo.3) Selain itu, hadir pula 2 orang utusan volksraad dan 2 orang wakil pemerintah Hindia Belanda, yaitu Dr. Pijper dan Van der Plas. Keduanya adalah tokoh Inlandsche Zaken.4)

Susunan panitia kongres adalah sebagai berikut: Ketua adalah Sugondo Djojopuspito dari PPPI, Wakil Ketua dari Jong Java (Djoko Marsiad), Sekretaris dari Jong Sumatranen Bond (Muh. Yamin), Bendahara dari Jong Bataks Bond (Amir Syarifuddin), Pembantu I dari Jong Islamienten Bond (Djohan Muh Tjai), Pembantu II dari Pemuda Indonesia (Kotjosungkono), Pembantu III dari Jong Celebes (Senduk), Pembantu IV dari Jong Ambon (J. Leimena), dan Pembantu V, Rohjani dari Pemuda Betawi.5)

Pokok persoalan yang dibahas dalam kongres tersebut adalah bagaimana cara mendapatkan bentuk persatuan di antara pemuda-pemuda Indonesia yang sudah lama dicita-citakan oleh para pemuda dan mahasiswa Indonesia, baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.

Kongres Pemuda II berlangsung dalam rapat umum terbuka di tiga tempat yang berbeda, menampilkan tiga prasaran, yaitu “Persatuan dan Kebangsaan Indonesia” oleh Muh. Yamin, “Pendidikan” oleh Nn. Purnomowulan, Darwono dan S. Mangunsarkoro, “Kepanduan” oleh Ramelan, dan Mr. Suaryo.6)

Pada rapat umum yang ketiga yang juga merupakan sidang penutup kongres, bertepatan dengan hari Minggu malam Senin 28 Oktober 1928, dibacakan hasil keputusan kongres. Intinya berbunyi:

Pertama : Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, tanah Indonesia
Kedua: Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia
Ketiga: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.7)

Inilah yang kemudian dikenal sebagai Sumpah Pemuda, dan dibacakan kembali pada setiap upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober setiap tahun.

Pada sidang penutupan itu pula diperdengarkan Lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya di depan umum, oleh paduan suara yang terdiri dari anggota-anggota PPPI, dipimpin oleh Bintang Sudibyo (Ibu Sud), diiringi gesekan biola oleh penciptanya sendiri, Wage Rudolp Supratman.

Pernyataan ikrar, satu tumpah darah, satu bangsa, dan satu bahasa oleh peserta kongres, disusul dengan tekad dan keyakinan bahwa asas itu wajib dipakai oleh segala perkumpulan kebangsaan Indonesia.

Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda, pada dasarnya merupakan kelanjutan dari Kongres Pemuda I yang dilaksanakan 2 tahun sebelumnya. Kongres Pemuda I dilaksanakan oleh sebuha komite yang bernama Jong Indonesia Kongres Komite, di bawah pimpinan Tabrani. Anggota-anggotanya teridiri dari wakil-wakil organisasi pemuda yang ada waktu itu.

Tujuan Kongres Pemuda I adalah menanamkan semangat kerjasama antar perkumpulan pemuda di Indonesia untuk menjadi dasar bagi persatuan Indonesia, dalam arti yang lebih luas.8) Diharapkan kongres akan membentuk suatu badan perhimpunan massa pemuda Indonesia yang merupakan gabungan dari seluruh perkumpulan pemuda pada waktu itu. Kongres yang berlangsung dari tanggal 30 April sampai 2 Mei 1926 itu ternyata tidak mencapai tujuannya. Beberapa bulan setelah berlangsungnya Kongres Pemuda I, berdiri perkumpulan pemuda yang baru, bernama Jong Indonesia (31 Agustus 1926). Pada awal 1927 Algemene Studie Club di Bandung yang dipimpin oleh Soekarno, mendirikan pula organisasi pemuda yang juga diberi nama Jong Indonesia yang kemudian diganti menjadi Pemuda Indonesia.

Kenyataan semakin bertambahnya organisasi pemuda ini, mendorong pemuda yang tergabung dalam PPPI mengambil prakarsa untuk melaksanakan Kongres Pemuda II. Dengan demikian Kongres Pemuda II sesungguhnya merupakan kelanjutan dari Kongres Pemuda I.

Daftar Referensi:
1)  John Ingleson. 1983. Jalan ke Pengasingan Pergerakan Nasionalis Indonesia Tahun 
     1927-1934. Jakarta: LP3ES, hal. 72
2)  Koencoro Purbopranoto dan Nyoman Dekker. 1973. Sejarah Indonesia dalam Abad ke XX.
FKIS-IKIP Malang, hal 47
3)  John Ingleson. Loc.cit.
4)  Koencoro Purbopranoto dan Nyoman Dekker. Op.cit.
5)  Ibid. hal. 36
6)  Ibid. hal. 37
7)  Ibid. hal. 47
8)  Sartono Kartodirdjo, et.al. 1983. Sejarah Nasional Indonesia V. Jakarta: Depdikbud, hal. 196

Artikel Terkait dengan Sejarah
•  Sejarah Singkat Istana Kepresidenan Bogor
•  Lahirnya Demokrasi Terpimpin
•  Sejarah Singkat Perguruan Taman Siswa
•  Perkembangan Pers di Indonesia Hingga Terbentuknya Pers Nasional
•  Peranan Pers dalam Pergerakan Nasional Indonesia
•  Perjuangan Melalui Volksraad
•  Sifat dan Strategi Perjuangan Organisasi Pergerakan Nasional pada Periode Bertahan
•  Tindakan Pemerintah Hindia Belanda Terhadap Organisasi Pergerakan Radikal
•  Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour
•  Sikap Kaum Pergerakan Menghadapi Kedatangan Jepang
•  Periode Radikal Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Ekstern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Faktor Intern Timbulnya Pergerakan Nasional Indonesia
•  Politik Luar Negeri Jepang Setelah Kegagalan Ekspansinya ke Cina
•  Ekspansi Jepang Ke Cina
•  Latar Belakang Imperialisme Jepang

Label: Sejarah

Inilah Kabinet Kerja Jokowi-JK

Joko Widodo dan Jusuf Kalla

LINTAS7.COM – JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didamping Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengumumkan susunan kabinetnya yang diberi nama Kebinet Kerja, di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Minggu (26/10/14).

Pelantikan Menteri Kabinet Kerja

Pelantikan 34 menteri pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang tergabung dalam Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 27 Oktober 2014. Setelah dilantik para menteri mulai bekerja, dengan mengikuti sidang kabinet perdana yang akan dipimpin Presiden Jokowi. [TEMPO/Subekti; SB2014102705]

Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK :

Menteri Sekrestaris Negara (Mensesneg) : Pratikno.

Bappenas : Andrinof Chaniago.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman : Indroyono Susilo.

Menteri Perhubungan : Ignatius Jonan.

Menteri Kelautan dan Perikanan : Susi Puji Astuti.

Menteri Pariwisata : Arif Yahya.

Menteri ESDM : Sudirman Said

Menkopolhulkam : Tedjo Edi

Menteri Dalam Negeri : Cahyo Kumolo

Menteri Luar Negeri : Retno Marsudi.

Menteri Pertahanan : Ryamizard Ryacudu.

Menteru Hukun dan HAM : Yasona Laoli

Menteri Komnukasi dan Informasi : Rudiantara

Menteria PAN : Yuddy Chrisnandi.

Menteri Koordinator Perekonomian : Sofyan Jalil.

Menteri Keuangan : Bambang Projonegoro

Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) : Rini Soemarno

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah : Puspa Yoga.

Menteri Perindustrian : Saleh Husin

Menteri Perdagangan : Rahmad Gobel.

Menteri Pertanian : Amran Sulaiman

Menteri Tenag Kerja : Hanif Dakiri

Menteri Pekerja Umum : Basuki

Menteri Lingkungan dan Kehutanan : Siti Nurbaya

Menteri Agraria : Ferry Mursyidan Baldan

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Puan Maharani

Menteri Penberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Yohana Yamise

Menteri Agama : Lukman Hakim

Menteri Kesehatan : Nila Moloek

Menteri Sosial : Khofifah Indar Parawansa

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah : Anies Baswedan

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi : M Nasir

Menteri Pemuda dan Olahraga : Imam Nachrowi

Menteri Desa dan Transmigrasi : Marwan Jafar. (*)

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berfoto bersama dengan calon menteri di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2014). Hari ini Presiden Joko Widodo mengumumkan nama-nama calon menteri untuk mengisi Kabinetnya yang diberi nama Kabinet Kerja. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Tri Politika Indonesia Jaya 2045




Blog Stats

  • 2,263,296 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 125 other followers