Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category

17
Dec
14

IpTek : Makhluk Laut Misaterius Raksasa di Teluk Selandia Baru

Makhluk Laut Misterius Raksasa Terlihat di Teluk Selandia Baru!

DREAMERSRADIO.COM – Seekor makhluk laut misterius raksasa diperkirakan telah terlihat di perairan pirus di salah satu teluk yang paling indah di Selandia Baru. Sesuatu yang besar yang tidak dapat dijelasakan terlihat pada gambar Google Earth Oke Bay di Bay of Islands, suatu daerah di pantai timur Far North District negara North Island, tertangkap oleh satelit sekitar pukul 11:30 waktu setempat pada 30 Januari lalu.

Dilansir dailymail.co.uk, insinyur Pita Witehira yang melihat itu di Google Earth kini tengah menelitinya lebih lanjut, dan mengatakan bahwa hal itu bisa saja ditinggalkan oleh makhluk dengan ukuran sekitar 12 meter.

Witehira juga mengatakan, “TheNative Maori akan menyebutnya ‘Tanihwa’ karena itu tidak seperti paus dan terlalu besar jika diduga ikan hiu. Benda tersebut juga bergerak terlalu cepat dan memutar terlalu tajam jika dikatakan sebagai paus.”

Hal ini juga dipastikan bukan gelombang yang diciptakan oleh perahu atau kapal karena menurut Witehira tidak ada buih putih seperti yang biasa ditimbulkan oleh perahu atau kapal bermotor.

“Saya melihat itu sekitar seminggu yang lalu. Kami memiliki beberapa properti di dekat Oke Bay dan Saya akan membangun chalet pantai di sana. Saya memperbesar tampilannya dan menemukan itu,” katanya.

“Ini terlalu besar untuk hiu dan terlalu panjang. Ini harus memiliki banyak berat badan di bawah air untuk membuat tarikan seperti itu.” Oke Bay sendiri memiliki pantai pasir putih yang indah dan airnya tetap dangkal sampai 40 meter ke laut dengan penurunan dalam yang tiba-tiba ke dalam teluk.

“Ada banyak semak belukar di bagian yang lebih dalam dari teluk itu,” Witehira menjelaskan.

(zia)

Berita Lainnya :

Jalani Operasi Plastik Karena Dibully, Gadis SMA di Korea Ini Malah Semakin Tertindas?

Pesepeda Telanjang Ini Ditilang Namun Bukan Karena Tak Berpakaian, Kenapa Ya?

17
Dec
14

Kenegaraan : SBY Berternak, JokoWi Memotong

SBY yang berternak, Jokowi yang memotong

MERDEKA.COM. Tindakan Presiden Jokowi yang membubarkan 10 lembaga non struktural pekan lalu, mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang biasanya nyinyir atas apa pun yang dilakukan presiden, kali ini ikut angkat jempol. Ini merupakan langkah baik dari pemerintah, katanya.

Fahri juga mendorong untuk terus melakukan kajian terhadap sejumlah lembaga non struktural. Kalau fungsinya tumpang tindih dengan kementerian, bubarkan saja. Selanjutnya perkuat kementerian terkait demi penghematan. DPR setuju.

Banyaknya lembaga non struktural yang tumbuh selama 15 tahun terkahir, memang luar biasa. Menurut KemenPAN, kini jumlahnya menjacapai 87 lembaga. Lembaga ini mulai dibentuk pada era Gus Dur, Megawati, hingga SBY. Karena SBY paling lama berkuasa, SBY pula paling banyak membentuknya.

Ibarat berternak, SBY terus melahirkan dan memelihara lembaga non struktural. Imbauan dan peringatan agar tidak meneruskan peternakan, bukannya tidak ada. Tapi diabaikan. Maklum, lembaga non struktural bisa jadi tempat pengabdian bagi orang-orang yang menurut SBY memang masih diperlukan negara.

Sejak 2010, KemenPAN dan RB, sudah melakukan kajian terhadap keberadaan dan efektivitas lembaga-lembaga non struktural. Bahkan kementerian itu langsung merekomendasikan agar sejumlah lembaga dibubarkan. Tapi, SBY membiarkan saja. Bahkan, terus menambah lembaga baru.

Apa yang dilakukan Jokowi hanya menindaklanjuti rekomendasi KemenPAN dan RB. Jokowi membuktikan omongannya: kajian sudah banyak, diskusi dan seminar sudah sering, rekomendasi juga sudah jelas; yang dibutuhkan hanya eksekusi.

Kini, Jokowi dan timnya tengah mempelajari kembali hasil kajian KemenPAN dan RB untuk membubarkan 40 lembaga non struktural lagi. Seperti dituturkan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, yang sedang dibahas pemerintah adalah dampak dari pembubaran lembaga-lembaga non struktural tersebut.

Pertama, soal anggaran yang sudah telanjur dialokasikan kepada lembaga-lembaga tersebut. Kedua, soal penyelesaian jika lembaga-lembaga tersebut sudah terikat kontrak pengadaan barang dan jasa dengan pihak lain. Ketiga, soal pengalihan pegawai.

Meskipun nilai anggaran tidak seberapa jika dibandingkan kementerian, demikian juga dengan jumlah pegawainya, namun karena jumlah lembaga non struktural ini banyak, maka hasil kalinya juga signifikan dalam menghemat anggaran. Pemerintah juga tidak perlu rekrut pegawai lagi, karena bisa memanfaatkan para pegawai yang sudah ada.

Ingat, total jumlah belanja untuk pegawai di negeri ini masih tinggi. Bahkan di beberapa daerah, jumlah belanja pengawai mencapi 75% dari total pengeluaran APBD. Hal ini tidak hanya membebani anggaran negara, tetapi juga membuat negara tidak bisa investasi, menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif.

Lahirnya lembaga negara baru awalnya memang diperlukan guna menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh lembaga negara yang ada. Misalnya untuk memerangi korupsi diperlukan KPK, untuk menghadapi pencucian uang diperlukan PPATK, dan untuk menyelenggarakan pemilu yang bebas diperlukan KPU.

Namun dalam perjalannya kemudian, pembentukan lembaga-lembaga ini tidak terkendali, terutama lembaga non strutural yang difungsikan untuk mengimbangi tugas-tugas kementerian. Apalagi pembentukan lembaga ini cukup membutuhkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden.

Dilihat dasar pembentukannya, lembaga negara (baru) bisa dibedakan atas tiga jenis: pertama, lembaga yang bentuk oleh konstitusi, seperti MK, KY, dan KPU; kedua, lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang, seperti KPK, PPATK, KPI, dan KIP; dan ketiga, lembaga yang dibentuk berasarkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden, seperti Dewan Penerbangan Nasional, Dewan Buku Nasional, dan Komisi Hukum Nasional.

Terhadap lembaga negara yang dibentuk berdasarkan konstitusi, tentu tidak bisa diutak-atik. Tetapi terhadap lembaga yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden, Jokowi tidak perlu berpikir panjang. Jika hasil kajian KemenPAN merekomendasikan pembubaran, ya dibubarkan saja.

Yang agak sulit adalah menyangkut lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Selain diperlukan kajian mendalam dan konprehensif, presiden perlu membahasnya dengan DPR. Bagi lembaga yang jelas manfaatnya, seperti KPK perlu dipertahankan dan dikembangkan. Tetapi bagi lembaga yang tidak jelas kontribusinya tapi menghabiskan dana negara, seperti Bawaslu, ya jangan ragu untuk membubarkan.

Baca Berita Selanjutnya:
Golkar akan kerdil ditelan zaman
Menteri politik Jokowi berwatak Orde Baru
Bukan artis, Jokowi-JK tak buru popularitas
Jokowi harus kembalikan rel diplomasi
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

17
Dec
14

Bencana Lapindo : Dua Bukti Kelalaian Bakrie

Infografik : Dua Bukti Kelalaian Bakrie di Lapindo

KATADATA – Desakan Presiden Joko Widodo kepada PT Minarak Lapindo Jaya untuk membayar sisa ganti rugi korban lumpur memunculkan kembali kontroversi penyebab semburan yang menenggelamkan Kecamatan Porong, Sidoarjo itu. Apalagi, belakangan muncul wacana pemerintah akan membeli aset Lapindo supaya perusahaan itu memiliki dana untuk membayar ganti rugi.

Meski pengadilan menyatakan semburan lumpur disebabkan faktor alam (gempa Yogya), sejumlah dokumen justru mengatakan sebaliknya. Surat Medco kepada Lapindo Brantas Inc. delapan tahun silam yang dimiliki Katadata, misalnya, mengindikasikan bencana semburan lumpur panas Lapindo merupakan akibat faktor manusia alias kelalaian dalam proses pengeboran.

Dokumen kedua adalah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007. Laporan BPK menyebutkan indikasi inkompetensi kontraktor pengeboran, antara lain tidak berpengalaman, kualitas kru yang rendah, serta kualitas peralatan di bawah standar. PT ETTI, yang menjadi konsultan BPK, juga melaporkan sejumlah kelalaian pengeboran.

Sumber : Infografik : Dua Bukti Kelalaian Bakrie di Lapindo

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Menjaga Pelemahan Rupiah, BI Mengaku Telah Intervensi Pasar

Kementerian Perhubungan Serahkan Proyek Pelabuhan kepada BUMN

Antisipasi Rupiah Turun Lebih Dalam, BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Katadata on Facebook | Twitter | Google +

16
Dec
14

Mata Uang : Peringkat Dunia Rupiah dan JokoWi

MINGGU, 14 DESEMBER 2014 | 16:45 WIB

Rupiah Masuk Lima Besar Mata Uang Tak Dihargai

Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti
TEMPO.COJakarta – Mata uang rupiah termasuk lima alat tukar yang tak dihargai di dunia. Saat ini, kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah 12.260. Adapun mata uang yang diakui secara internasional oleh PBB berjumlah 180. 

Dilansir dari The Richest, dari 180 mata uang, Indonesia masuk ke dalam urutan keempat mata uang dengan nilai tukar yang paling rendah terhadap dolar AS. Majalah The Economistmenyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. (Baca: Akhir Pekan, Pelemahan Rupiah Terparah Se-Asia)

Pada urutan pertama mata uang yang tak diminati adalah riyal, yang merupakan mata uang Iran. Penghasil minyak ini mata uangnya masih terhitung lemah. Nilai tukar US$ 1 setara dengan 26.905,00 riyal. Adapun peringkat kedua, adalah mata uang Vietnam, Dong, dengan nilai tukar 21.393,96 per dolar AS. (Baca: Rupiah Melemah, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

Adapun Dobra yang merupakan mata uang negara Sao Tome, berada di peringkat ketiga dengan kurs 19.750 per dolar AS. Peringkat kelima yaitu rubel yang merupakan mata uang Belarus yaitu 10.869 per dolar AS. 

Nilai rupiah lebih buruk bila dibandingkan leone, mata uang Sierra Leone, dengan kurs 4.363 per dolar AS. Adapun riel, mata uang Kamboja, kursnya setara 4.058 per dolar AS.

Kurs rupiah terhadap dolar AS, terus melemah dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, 12 Desember 2014, dibandingkan mata uang Asia lain, rupiah melesak paling dalam. Rupiah anjlok 117 poin (0,95 persen) ke level 12.467 per dolar Amerika.

Analis dari PT Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir, mengatakan penguatan dolar di pasar global dan lonjakan permintaan korporasi dalam negeri memicu pelemahan rupiah. “Rupiah kini mendekati level terendah dalam enam tahun terakhir.”

DEVY ERNIS

http://sinarharapan.co/news/read/141217026/mata-uang-garuda-makin-tak-berharga

 

Mata Uang Garuda Makin Tak Berharga

17 Desember 2014 19:13 Faisal Rachman Nusantara dibaca: 14

Rupiah kini menduduki posisi keempat nilai mata uang terendah di dunia.

Terpuruknya nilai tukar rupiah ke level mendekati Rp 13.000 per dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah makin tak berharga. Lebih mengenaskan lagi, dengan posisi nilai tukar seperti saat ini, rupiah menduduki posisi keempat nilai mata uang terendah di dunia dari total 180 mata uang yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam daftar terbaru yang dirilis The Richest, posisi rupiah hanya lebih baik dibandingkan mata uang Iran, rial, yang dihargai 26.905 per dolar AS, Vietnam, dong, dengan nilai tukar 21.393,96 per dolar AS, serta dobra, mata uang Sao Tome, dengan kurs 19.750 per dolar AS. Lebih memalukan, nilai tukar rupiah kini lebih buruk bila dibandingkan leone, mata uang Sierra Leone, dengan kurs 4.363 per dolar AS, serta riel, mata uang Kamboja yang kursnya setara 4.058 per dolar AS.

Beberapa bulan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tren negatif. Bahkan, pada perdagangan, Selasa (16/12), rupiah sempat menyentuh angka Rp 12.900 per dolar AS.

Rupiah terakhir kali menyentuh level Rp 12.900 per dolar AS di akhir era Orde Baru 16 tahun lalu, tepatnya pada 17 Agustus 1998. Kala itu pairing US$/IDR mencapai Rp 12.900 per dolar AS. Gejolak politik setelah Soeharto turun di bulan Mei 1998 sempat membuat rupiah menyentuh rekor pelemahan di level Rp 16.650 per dolar AS pada 17 Juni 1998.

Melihat fenomena yang terjadi pada rupiah, sejumlah kalangan mempertanyakan langkah yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas mata uang garuda tersebut. Ini lantaran kebijakan moneter ketat yang dilakukan pemerintah dan BI, dengan alasan menjaga defisit neraca transaksi berjalan, juga dinilai tak berhasil. Sebaliknya, laju ekspor yang diharapkan ternyata masih saja lebih kecil dibandingkan impor sepanjang tahun.

Padahal, kebijakan yang diambil jelas membuat ekonomi makin melambat. Perusahaan tak bisa lagi melakukan ekspansi bisnis akibat likuiditas bank mengetat. Imbasnya, lapangan kerja baru yang seharusnya terbuka pun menjadi terhambat. Rakyat juga yang akhirnya terkena dampak.

“Ini semua karena fundamental ekonomi kita yang rapuh dan terus dibiarkan. Pemerintah selama ini kerap terlena hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang semu, tanpa melakukan pembenahan sistematis. Jangan heran jika kurs rupiah dan ekonomi kita gampang diobok-obok,” kata ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam kepada SH di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, terlepas dari sejumlah faktor yang membuat rupiah melemah, fluktuasi kurs yang sangat tinggi seminggu belakangan menunjukkan rapuhnya fundamental ekonomi kita. Hal ini tak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang memanfaatkan banyaknya celah menjadi kesempatan meraup keuntungan sendiri.

 

Fenomena Global

Namun, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, pelemahan nilai tukar lebih bersifat temporer dan lebih dipengaruhi kondisi eksternal alias fenomena global. Dikatakan, per 15 Desember 2014, pelemahan rupiah harian baru mencapai 2 persen. Fluktuasi rupiah masih lebih baik ketimbang rubel Rusia yang mengalami pelemahan 10,2 persen, ataupun lira Turki yang mengalami pelemahan harian 3,4 persen. Secara year to date pelemahan rupiah baru mencapai 4,5 persen, lebih baik dibandingkan pelemahan yang dialami rubel 48,8 persen, lira 8,9 persen, dan real 12,4 persen.

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVI) Muhamad Idrus menuturkan, akibat fluktuasi kurs yang tinggi, para pedagang valas mengambil posisi masing-masing agar tak mengalami kerugian besar. “Saat ini spread antara posisi jual dan beli rata-rata sekitar Rp 100. Sebelumnya spread paling hanya sekitar 15-20 poin,” ujarnya.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) seperti tidak memiliki strategi ataupun konsep pasti untuk menyelamatkan rupiah. “Mereka se­ngaja memperlambat ekonomi dengan sejumlah kebijakannya. Jadi, wajar saja jika rupiah akhirnya seperti ini,” katanya. Menurutnya, dengan pelemah­an rupiah yang disengaja dan terus berlanjut, ekonomi terus melambat dan memengaruhi sektor riil. “Kalau demi alasan memperbaiki current account, lalu pertumbuhan hanya jadi 5 persen, apanya yang untung? Untuk menambah lapangan kerja itu setidaknya dibutuhkan pertumbuhan di atas 6,5 persen,” tuturnya.

Purbaya mencatat sejak 2010-2014, rupiah melemah sekitar 25-30 persen dibandingkan mata uang negara lain. Dengan anjloknya rupiah, timbul sejumlah dampak negatif, di antaranya beban utang luar negeri yang meningkat, impor barang modal yang menjadi lebih mahal, dan peluang forex lost dari perusahaan.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, BI telah melakukan intervensi di pasar, sehingga bisa terlihat pergerakan nilai tukar rupiah mulai membaik dan kini sudah kembali ke sekitar Rp 12.600-an per dolar AS.
Sumber : Sinar Harapan

++++

 

http://sinarharapan.co/news/read/141217022/-div-jokowi-jangan-khawatirkan-rupiah-div-div-div-div-div-

 

Jokowi: Jangan Khawatirkan Rupiah

17 Desember 2014 19:00 Ninuk Cucu Suwanti/Toar S Purukan Nusantara dibaca: 2

 

Proyeksi pertumbuhan industri 2015 diyakini meleset.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kian terpuruk membuat iklim usaha dalam negeri semakin tidak kondusif. Namun, Presiden Joko Widodo atau yang kerap disapa Jokowi mengatakan, lemahnya nilai tukar rupiah tidak perlu menjadi hal yang dikhawatirkan.

Dalam rapat terbatas, Rabu (17/12), ia memban­dingkan kondisi RI dengan sejumlah negara lain yang nilai mata uangnya tak beruntung melawan dolar AS. “Dari sisi fundamental ekonomi, saya kira tidak perlu banyak hal yang dikhawatirkan.

Memang semua negara ini mendapatkan pelemahan nilai tukar. Kita melihat, negara kita bila dibandingkan Jepang, Malaysia, apalagi Rusia kita masih berada dalam kondisi baik,” ucap Jokowi dalam rapat bersama menteri-menteri bidang ekonomi, membahas nilai tukar dan strategi pencapaian target pertumbuhan ekonomi, serta anggaran dan rencana kerja pemerintah, di kantor kepresidenan, Rabu.

Ia mengatakan, justru naiknya nilai dolar bisa dijadikan kesempatan. Sisi industri harus didorong dan diberikan insentif agar industri-industri yang berorientasi ekspor lebih maju.
Sebaliknya, kalangan pe­ngusaha mendesak pemerintah mengambil langkah cepat strategis terhadap pelemahan rupiah. Terlebih, mayoritas pengusaha lokal justru meng­andalkan pinjaman modal dalam bentuk dolar.

 

Implikasinya, pada akhir tahun yang menjadi batas jatuh tempo utang, kalangan pengusaha menjadi kelimpungan membayar.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto kepada SH menyatakan, selain pengusaha yang meng­andalkan pinjaman dalam bentuk dolar, pelemahan rupiah sangat dirasakan para importir karena barang yang mereka impor menjadi lebih mahal.

“Kedua pihak itulah (importir dan peminjam) yang lebih banyak terkena penga­ruh,” ujarnya dalam perbincangan, Selasa (16/12).

Ia mengakui, saat ini eks­portir sedikit lebih untung karena harga barang menjadi murah. Tetapi, saat yang sama, harga komoditas lain juga sangat lemah atau turun sehingga manfaat yang didapat tidak begitu berarti.

Jika dibiarkan berlarut, pelemahan rupiah akan semakin merepotkan pengusaha, terutama dalam merencanakan bisnis. Proyeksi  pertumbuhan industri pelayaran nasional adalah salah satu yang terimbas. Semula yang ditarget mencapai 5 persen per tahun, kini  diperkirakan meleset menyusul melemahnya pendapatan pengusaha pelayaran yang tergerus hingga 25 persen.

Sebagaimana Suryo, Carmelita menegaskan, untuk industri berbasis barang impor, seperti galangan kapal yang masih harus membeli komponen dari luar negeri, pelemahan rupiah sangat memukul. Di bidang pelayaran, industri pelayaran internasional adalah yang pa­ling terdampak.

Dalam struktur biaya ope­rasional, biaya perawatan menjadi salah satu pos yang terdampak. “Pengusaha pelayaran harus menanggung biaya operasional lebih tinggi, meliputi biaya perawatan, pembelian suku cadang, dan bahan bakar kapal. Semua itu menggunakan mata uang dolar AS. Sementara itu, pendapatan perusahaan dalam negeri mayo­ritas transaksi rupiah,” tutur Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, Rabu.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengamini pernyataan Kadin dan INSA. Ia mengakui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup berpengaruh kepada industri yang masih menggunakan bahan baku impor. Terhadap ini, pihaknya terus mendorong agar ke depan industri harus mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan komponen lokal. “Butuh waktu satu atau dua tahun untuk menekan ketergantung­an impor bahan baku dan kompenen yang persentasenya masih sekitar 70 persen,” ucapnya.

Terhadap pelemahan, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito mengungkapkan, salah satu dampaknya adalah terjadinya penjualan oleh investor asing di bursa saham dan obligasi. “Ada penjualan di obligasi negara sekitar Rp 10 triliunan sehingga mengakibatkan nilai tukar mendadak melemah terhadap dolar AS. Itu diikuti investor saham,” katanya.

Pada perdagangan kemarin, investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senuilai Rp 1,24 tri­liun. Namun, sisa pembelian bersih oleh investor asing (foreign net buy) sebesar Rp 46,2 triliun sejak awal 2014 sampai dengan kemarin masih mengompensasi, bahkan tercatat sebagai sejarah tertinggi di bursa saham Indonesia. “Kita tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengakui, bank sentral sejak Senin (15/12) sudah mengintervensi pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN), dengan melakukan pembe­lian. Senin, BI membeli hingga Rp 1,5 tri­liun dan Selasa pagi membeli kembali sebesar Rp 200 miliar.

Menurutnya, pembelian kali ini menjadi yang tertinggi tahun ini. Pasalnya, baru saat ini juga terjadi capital outflow di SBN yang butuh intervensi sebesar itu. (Faisal Rachman/Ellen Piri)

 

On 12/16/2014 10:48 PM, Awind wrote:

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/16/087628988/Strategi-Jokowi-Atasi-Pelemahan-Rupiah

Selasa, 16 Desember 2014 | 21:45 WIB

Strategi Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah

Strategi             Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Widodo saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan telah mempersiapkan langkah untuk mengatasi pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Jokowi yakin pelemahan rupiah tidak akan berlangsung lama karena fundamental ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan. (Baca: Alasan Jokowi, Pelemahan Rupiah Tidak akan Lama)

Menurut Jokowi, pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia. Tekanan di Indonesia, kata Jokowi, disebabkan oleh tingginya arus modal keluar. “Mulai ada penarikan dana lagi ke Amerika Serikat,” kata Jokowi dalam penutupan Rapat Kerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa, 16 Desember 2014.

Demi menahan laju penurunan rupiah, Jokowi mengatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah perbaikan kinerja perdagangan dengan meningkatkan ekspor di sektor industri dan menekan laju impor. Selain itu, menurut Jokowi, Bank Indonesia sudah melakukan intervensi pasar agar rupiah tidak semakin terpuruk. (Baca: Jokowi Hadiri Penutupan Raker BPK)

Secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena megatren global. “Tanggal 19 Desember ada rapat The Fed, jadi wajar kalau orang berspekulasi,” ucap Sofyan.

Secara statistik, kata dia, selama periode Desember 2013-2014, depresiasi rupiah mencapai 2,5 persen. Angka ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan pelemahan yen Jepang yang sebesar 15 persen, dolar Singapura 6 persen, dan ringgit Malaysia 6 persen. Sofyan menolak jika kondisi saat ini disamakan dengan 1998. “Saat itu kan ada guncangan politik. Kalau sekarang kan aman,” katanya.

Pendapat berbeda disampaikan Direktur Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati. Menurut Enny, depresiasi rupiah bisa lebih buruk lantaran tingkat ekspor Indonesia terhadap impor masih lebih rendah dibanding negara lain di Asia. Selain itu, utang luar negeri Indonesia relatif lebih tinggi. “Karena itu, jika dilihat secara tahunan, depresiasi rupiah bisa lebih buruk ketimbang mata uang lain,” kata Enny kepada Tempo.

ANGGA SUKMAWIJAYA | ROBBY IRFANI

 

 

http://sinarharapan.co/news/read/141217020/jokowi-minta-pengusaha-manfaatkan-kenaikan-nilai-dolar-div-div-div-div-

 

Jokowi Minta Pengusaha Manfaatkan Kenaikan Nilai Dolar

17 Desember 2014 12:00 Finansial

 

Banyak negara juga mengalami nasib serupa dengan RI.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta kalangan pengusaha untuk tak mengkhawatirkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, presiden meminta pengusaha memanfaatkan momentum fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar untuk mendorong peningkatan ekspor.

“Kesempatan seperti ini, dari sisi industri di dorong diberi insentif sehingga industri yang berorintasi ekspor bisa bergerak lebih cepat sehingga mengambil keuntungan dari pelemahan rupiah ini,” kata Presiden yang akrab disapa Jokowi, saat membuka rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu pagi.

Kepala Negara mengatakan pelemahan mata uang lokal terhadap dolar  tidak hanya dialami Indonesia, namun juga dialami oleh negara lainnya.

“Kita melihat negara kita dibandingkan dengan Jepang, Malaysia dan Rusia, kita pada posisi yang sangat baik,” katanya.

Presiden mengatakan meski demikian komunikasi antara pemerintah, Bank Indonesia dan juga Otoritas Jasa Keuangan terus dilakukan untuk mengelola fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

 

Tunggu Kebijakan Minyak Murah dan Jebloknya Rupiah

Oleh FUAD AL ATHOR (TANGERANG), TEROPONGSENAYAN
Rabu, 17 Desember 2014 – 08:20:51 WIB

BENARKAH kesempatan emas rendahnya harga minyak mentah di pasaran internasional tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Indonesia. Dihimpit oleh lemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dolar membuat pemerintah kelimpungan menyikapi situasi. Padahal, dengan harga minyak yang mencapai US$ 57 per barel seharusnya pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tidak hanya untuk mendapatkan keringanan pada beban APBN, akan tetapi juga guna mengamankan stok nasional sebanyak mungkin.

Harga minyak dunia terjun bebas di akhir tahun ini, menyusul lonjakan produksi minyak serpih alias shale oil di AS. Selain itu, pertumbuhan permintaan akan minyak di Asia dan Eropa juga tersendat, sementara produsen besar di Timur Tengah yang tergabung di OPEC –yang paling ngotot adalah Arab Saudi- enggan melakukan pemangkasan pada pasokan global.

Pada pembukaan perdagangan Senin (15/12) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2015 dibuka melemah 1,28 persen ke posisi US$ 57,07 per barel. Sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2015 berada di posisi US$ 62,08 per barel.

Terjun bebasnya harga ini sejatinya adalah perang harga di pasar minyak antara negara-negara Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) dengan Amerika Serikat (AS). Booming produksi minyak serpih (shale oil) AS menyebabkan pasokan minyak dalam negeri AS melimpah. Kuota impor minyak AS turun drastis. Dampaknya harga komoditas ini turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Otomatis penurunan harga ini menggerus pendapatan negara-negara yang selama ini bergantung pada minyak, termasuk negara anggota OPEC. Negara OPEC yang paling tergantung pada minyak adalah Venezuela dan Iran.

Dasar dari hitungan perang harga ini adalah perkiraan dengan harga di bawah US$ 70 per barel Amerika masih akan lebih memilih mengonsumsi minyak impor sebab rata-rata biaya produksi Shale Oil masih berada di antara US$ 70 sampai US$ 77 per barel. Sementara negara seperti Arab Saudi produksi di darat (on shore) hanya menelan biaya produksi sekitar US$ 10-17 per barel. Ini adalah sebuah kekuatan besar yang mampu menentang AS.

Di sisi lain, pasar minyak Asia seperti Jepang dan Korea malah melirik USA untuk mendapatkan pasokan minyak nasionalnya. Mereka mulai mengimpor dari USA sebab dianggap lebih murah ongkos pengirimannya ketimbang membeli ke Timur Tengah. Hal ini menambah potensi perang harga semakin menghebat. Pada September dan Oktober, Korea Selatan telah mengimpor 1,6 juta barel minyak dari AS dan Kanada. Lalu, Jepang juga mulai mengimpor minyak dari AS sejak Oktober silam. Hal itu membuat produsen Timur Tengah terus memotong harga demi pangsa pasar.
Posisi Indonesia terhadap situasi harga minyak global ini?

Indonesia masih akan sulit untuk ikut menikmati penurunan harga minyak dunia. Penyebabnya tak lain adalah tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang masih tinggi tidak menyurutkan impor minyak. Apalagi, kurs rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sehingga membuat beban impor juga tinggi. Pada hari selasa (16/12/14) rupiah mencapai Rp. 12.900 per US Dolar. Ini nilai paling jeblok semenjak 1998 yang sampai di kisaran Rp. 16.000 per dolar AS. Pelemahan ini semakin mengantarkan ekonomi Indonesia ke ambang krisis atau kondisi ekonomi rentan.

Untuk bisa keluar dari kategori ekonomi rentan, Indonesia harus mampu memanfaatkan pelemahan rupiah untuk meningkatkan ekspor manufaktur. Namun, hal itu pun belum menjamin keuntungan yang lebih bagi Indonesia. Ini karena impor bahan baku juga akan meningkat. Kendati demikian, penurunan harga minyak dunia dipastikan akan menurunkan defisit transaksi berjalan.

Penguatan nilai tukar rupiah sangat diperlukan. Rupanya prediksi pasar bahwa rupiah akan menguat jika Jokowi terpilih meleset. Hal ini tentu dipengaruhi oleh kondisi politik dalam negeri. Meskipun ada analis yang menilai bahwa penguatan ekonomi di AS juga sebagai faktor menguatnya nilai dolar AS.

Mengentalnya kubu oposisi dalam KMP disinyalir menjadi penyebab yang membuat pasar agak khawatir akan stabilitas politik dalam negeri. Beberapa momentum politik di DPR menjadi gambaran politik Indonesia masih fragile. Dan ini akan sangat berpengaruh pada proses pengajuan APBN-P 2015 mendatang.

Pemerintahan Jokowi dinilai gagal memanfaatkan momentum “hangatnya” pemerintahan baru untuk segera melakukan konsolidasi di level elit politik. Politik yang semasa kampanye dititik-beratkan pada alur massa pasca pilpres alur berubah menjadi antara elit. Politik mobilisasi massa beralih pada politik negosiasi. Di sinilah letak lingkungan strategis pemerintahan Jokowi yang terlambat dikondisikan. Bahkan, kepresidenan terkesan cuek dan abai terhadap terbelahnya politisi Senayan.

Dampaknya, Pemerintahan akan sulit untuk segera memberikan stabilitas pada pasar yang cenderung wait and see pada keadaan makro politik dalam negeri. Agar tak terjebak di kemudian hari ada baiknya kepresidenan segera membuat langkah-langkah agar semua cabang Trias Politika berjalan dengan bergotong royong. Sebagai kepala pemerintahan ia boleh-boleh saja tancap gas kabinetnya dengan sedikit mengejek “kekanak-kanakan” DPR, namun sebagai kepala negara ia berkewajiban menciptakan kondusivitas semua cabang kekuasaan.

Sementara di sisi kebijakan energi, pemerintah masih belum akan membuat langkah-langkah yang radikal mengingat hambatan utamanya adalah ada pada minimnya infrastruktur. Bagaimana hendak menimbun stok minyak mentah yang sedang murah, Kalau kapasitas kilang saja masih punya 7 kilang dan yang bisa dioperasikan hanya 6, semuanya bisa menampung sekitar 800 ribu barel.

Dengan kondisi seperti ini pemerintah tak akan mengambil langkah yang menentukan pada saat-saat perang harga minyak mentah ini. Sangat disayangkan memang. Tapi menjaga kestabilan ekonomi makro yang tampaknya sangat tergantung pada stabilitas politik ini juga perlu dijadikan prioritas oleh pemerintah. Jangan sampai kita terjatuh pada krisis ekonomi untuk kali kedua seperti pada tahun 1998 lagi. Wassalam. (b)

(Fuad al Athor, tinggal di Tangerang, adalah associate writers of LiPI (Lingkar Pemikir Indonesia)

  

5 Sebab yang Bikin Rupiah Terus Jeblok

By Siska Amelie F Deil on Dec 15, 2014 at 12:29 WIB

Liputan6.com, Jakarta- Dalam sepekan terakhir nilai tukar rupiah tercatat terus anjlok. Hingga awal pekan ini, nilai tukar rupiah bahkan menyentuh level terendah sejak November 2008 di kisaran 12.600 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Senin (15/11/2014), nilai tukar rupiah tercatat melemah 1,04 persen ke level 12.597 pada perdagangan pukul 9.05 waktu Jakarta. Sebelumnya nilai tukar rupiah anjlok parah hingga menyentuh level 12.610 per dolar AS.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah kian menyusut terhadap dolar, antara lain penguatan dolar hingga spekulasi perusahaan lokal yang melakukan aksi beli dolar sebelum akhir tahun.

Sejumlah investor asing tercatat telah menarik dana hingga Rp 10,09 triliun dari obligasi berdenominasi rupiah bulan ini sejak 11 Desember.

Ekonom Standard Chartered Eric Alexander Sugandi menjelaskan, terdapat kombinasi sejumlah faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus menurun.

“Faktor pertama yaitu data ekonomi AS yang semakin membaik dan memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan,” ungkap Eric saat dihubungi Liputan6.com.

Kekhawatiran akan penguatan dolar AS karena peningkatan data ekonomi Faktor lain menurut Eric yaitu perputaran uang atau Great Rotation di mana dana asing yang berendar kembali masuk ke Amerika Serikat menjelang akhir tahun.

Dua sentimen tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh pada pergerakan rupiah belakangan ini. Selain itu, faktor berikutnya adalah kebutuhan dolar yang meningkat di akhir tahun.

“Kebutuhan dolar di akhir tahun dari korporasi lokal juga aliran dana yang berkaitan dengan penjualan obligasi belakangann ini tampak memberatkan rupiah,” ungkap Chief Trader Asian and Emerging Markets di Mizuho Bank Ltd, Shigehisa Shiroki.

Menurutnya, nilai tukar rupiah kini benar-benar berada di bawah tekanan. Eric juga menjelaskan, faktor keempat adalah persepsi pasar saat rupiah menembus level tertentu yang dengan cepat memicu aksi beli dolar.

“Namun mendekati natal dan akhir tahun, transaksi dolar akan berkurang karena sudah banyak pelaku pasar yang berlibur,” tuturnya.

Faktor kelima yang menekan nilai tukar rupiah adalah defisit transaksi berjalan yang terbilang masih cukup besar. Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$ 6,8 miliar di kuartal ketiga dan Bank Indonesia berharap adanya penurunan defisit sebesar US$ 24 miliar sepanjang tahun ini.

“Kalau dilihat dari nilai fundamentalnya, seharusnya rupiah masih berada di kisaran 12.000-12.200 per dolar AS,” ungkap Eric.

Di tengah kondisi ini, BI diprediksi akan mulai melakukan intervensi dan mengambil tindakan untuk menahan rupiah melemah lebih jauh. Terlebih lagi saat ini, nilai tukar rupiah melemah melampaui nilai fundamentalnya.

Hal ini tentu saja memicu market panic, tapi tak akan lama dan rupiah dapat segera berbalik.

Eric awalnya memprediksi nilai tukar rupiah dapat bertahan di kisaran 12.200 per dolar AS di akhir tahun. Tapi dengan sejumlah faktor tersebut, nilai tukar rupiah masih akan terperosok lebih jauh ke kisaran 12.500-12.700 per dolar AS selama sepekan ke depan. (Sis/Nrm)

Jakarta45
Kamis, 11/12/2014 06:30 WIB

Ungguli Obama, Jokowi Finish di Posisi 8 ‘Person of The Year’ Majalah TIME

Ayunda W Savitri – detikNews
Jakarta – Nama Presiden Joko Widodo masuk dalam polling Person of The Year yang digelar Majalah TIME. Meski tidak menduduki puncak peringkat, Jokowi berhasil menggunguli Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dikutip dari situs TIME, Rabu (10/12/2014) malam, pejuang Ebola berada di peringkat teratas pilihan redaksi majalah asal Paman Sam tersebut. Disusul oleh Ferguson Protesters di peringkat kedua dan Vladimir Putin di peringkat ketiga. Sementara Massoud Barzani berada di peringkat keempat disusul Jack Ma.

Sedangkan untuk pilihan pembaca melalui polling, gelar jawara Person of The Year 2014 disabet Perdana Menteri India Narendra Modi dengan perolehan suara mencapai 16,2 persen. Ferguson Protesters berada di posisi kedua dengan raihan suara 9,2 persen.

Nah, untuk posisi Jokowi yang juga mantan Gubernur Jakarta, pembaca menempatkannya di urutan kedelapan dengan mengantongi suara 2,7 persen. Sementara Obama yang sebelumnya telah dua kali terpilih menjadi Time of The Year berada di peringkat ke-11 dengan suara 2,2 persen.

Sebelumnya dalam polling yang dibuka sejak pertengahan November hingga 6 Desember 2014 itu, Jokowi pernah menempati peringkat ke-7 dengan 2,8 persen dan Obama di peringkat ke-12 dengan 2,3 persen. Sayang posisi tersebut bergeser hingga penutupan polling yang disampaikan melalui Twitter, Facebook dan situs TIME.com sendiri.

Berikut 15 besar Person of The Year versi pilihan pembaca TIME:
1. Narendra Modi (16,2%)
2. Ferguson Protestors (9,2%)
3. Joshua Wong (7%)
4. Malala Yousafzal (4,9%)
5. Ebola Doctors and Nurses (4,5%)
6. Vladimir Putin (4,3%)
7. Laverne Cox (3,4%)
8. Joko Widodo (2,7%)
9. Pope Francis (2,6%)
10. Chibok Girls (2,5%)
11. Barack Obama (2,2%)
12. Beyonce (2,1%)
13. Jennifer Lawrance (2%)
14. Angela Merkel (1,8%)
15. Taylor Swift (1,7%)

(aws/fdn)

16
Dec
14

Maritim : Badan Keamanan Laut (BAKAMLA)

http://www.antaranews.com/berita/469384/presiden-resmi-bentuk-badan-keamanan-laut?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Presiden resmi bentuk Badan Keamanan Laut

Selasa, 16 Desember 2014 00:29 WIB |
Pewarta: Muhammad Arief Iskandar
Presiden           resmi bentuk Badan Keamanan Laut

Ilustrasi. Konferensi Pers Pertama Presiden Jokowi. Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kedua kiri), Kapolri Jenderal Pol Sutarman (kanan), KSAU Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia (kiri), KSAL Laksamana TNI Marsetio (ketiga kiri), KSAD Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ketiga kanan), dan Kepala BIN Marciano Norman (kedua kanan) berfoto bersama sebelum konferensi pers pertama sebagai presiden di bawah pohon Ki Hujan, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/10). Presiden Joko Widodo menyatakan pertemuan tersebut untuk mengetahui kebutuhan dan proyeksi program di tubuh TNI, Polri dan BIN. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta (ANTARA News) – Bertepatan dengan peringatan Hari Nusantara 2014 yang diselenggarakan di Kotabaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin, Presiden Joko Widodo secara resmi mengumumkan pembentukan Badan Keamanan Laut (Bakamla).Sekretaris Kabinet Andi Wijayanto seperti dikutip dari laman sekretaris kabinet mengatakan, pembentukan Bakamla berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014 tentang Badan Keamanan Laut. Bakamla memiliki tugas pokok melakukan patroli keamanan dan keselamatan di wilayah perairan dan yurisdiksi Indonesia.”Pembentukan Bakamla menandakan era baru sinergitas operasi keamanan laut yang didukung oleh Sistem Peringatan Dini dan Unit Penindakan Hukum yang terpadu,” kata Andi.Bakamla bermula dari Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pertahanan dan Keamanan/ Panglima Angkatan Bersenjata, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, Menteri Kehakiman, dan Jaksa Agung Nomor : KEP/B/45/XII/1972; SK/901/M/1972; KEP.779/MK/III/12/1972; J.S.8/72/1;KEP-085/J.A/12/1972 tentang Pembentukan Badan Koordinasi Keamanan di Laut dan Komando Pelaksana Operasi Bersama Keamanan di Laut.Guna meningkatkan koordinasi antar berbagai instansi pemerintah di bidang keamanan laut, pada tahun 2003 melalui Keputusan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Nomor Kep.05/Menko/Polkam/2/2003 maka dibentuk kelompok Kerja Perencanaan Pembangunan Keamanan dan Penegakan Hukum di Laut.Selanjutnya melalui serangkaian seminar dan rapat koordinasi lintas sektoral, pada 29 Desember 2005, maka ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2005 tentang Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) yang menjadi dasar hukum dari Badan Koordinasi Keamanan Laut.Kini, dengan terbitnya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 178 Tahun 2014, maka Bakorkamla telah berubah nama menjadi Bakamla dengan kekuasaan yang lebih besar dalam mengamankan laut di seluruh tanah air.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2014

http://www.antaranews.com/berita/469209/menteri-susi-terjunkan-tujuh-kapal-perang-di-arafura?utm_source=populer_home&utm_medium=populer&utm_campaign=news

Menteri Susi terjunkan tujuh kapal perang di Arafura

Senin, 15 Desember 2014 06:11 WIB |
Pewarta: Imam Hanafi
Menteri Susi           terjunkan tujuh kapal perang di Arafura

Pemberantasan Penangkapan Ikan Ilegal. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bergegas dengan membawa data badan pusat statistik terkait pemberantasan penangkapan ikan ilegal setibanya di Gedung KPK Jakarta, Rabu (3/12). Kedatangannya untuk berkoordinasi mengenai upaya pemberantasan penangkapan ikan ilegal yang digalakkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Ini kemenangan masyarakat yakni para nelayan tangkap Indonesia, semoga laut kita yang merupakan 2/3 dari wilayah Negara ini, sepenuhnya menjadi milik kita rakyat Indonesia, dinikmati rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat.”

Kotabaru (ANTARA News) – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, menegaskan bahwa pihaknya bersama TNI Angkatan Laut menerjunkan tujuh kapal perang di Laut Arafura untuk memburu dan memberantas praktik pencurian ikan oleh kapal-kapal asing.

“Jika sebelumnya jumlah kapal asing banyak di perairan Natuna, setelah diburu dan ditangkap keberadaan mereka terus berkurang, namun yang masih bandel mereka yang beroperasi di perairan Arafura,” ujarnya
di sela dialog dengan para nelayan budidaya kepiting soka dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kabupaten Kotabaru, Minggu .

Menurut dia, kapal-kapal asing yang beroperasi itu memiliki kapasitas besar di atas 200 GT, karena itu pihaknya meminta kepada Panglima TNI AL untuk menerjunkan tujuh kapal besar ke perairan tersebut.

“Alhamdulillah, kabar bagus yang saya terima dari bapak panglima laut, tadi pagi, telah menangkap kapal asing asal Thailand di Perairan Makassar,” ungkap Susi.

Ia menjelaskan puluhan tahun terakhir, aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing begitu merajalela yang nilainya mencapai triliunan rupiah. Untuk itu perlu keberanian dan sikap tegas untuk membasmi mereka dengan melibatkan segenap komponen bangsa, khususnya TNI/Polri.

Upaya yang dilakukan kini membuahkan hasil yakni cenderung berkurangnya kapal-kapal asing yang mengeruk kekayaan ikan di laut Indonesia, meski belum sepenuhnya bersih. Setidaknya dari 1.200 buah, kini berkurang dan tinggal 138 kapal asing itu.

Keberhasilan ini bukan semata-mata milik kementerian atau TNI, tapi ini merupakan kemenangan rakyat Indonesia. Hal ini dimaksudkan agar luasan laut 2/3 dari wilayah Indonesia ini berikut kekayaan di dalamnya dapat sepenuhnya dinikmati oleh rakyatnya.

“Ini kemenangan masyarakat yakni para nelayan tangkap Indonesia, semoga laut kita yang merupakan 2/3 dari wilayah Negara ini, sepenuhnya menjadi milik kita rakyat Indonesia, dinikmati rakyat dan untuk kesejahteraan rakyat,” ungkap dia.

Susi mengingatkan jangan sampai harga diri bangsa Indonesia diinjak-injak oleh bangsa asing, bahkan mengeruk kekayaan Indonesia.

“Sebenarnya, dari intervensi melalui laut itu, banyak kejahatan yang mereka bawa, di antaranya trafficking, narkoba, semua kedoknya kapal ikan,” katanya.

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/15/090628539/Susi-Jangankan-Cina-Amerika-pun-Kita-Lawan

Senin, 15 Desember 2014 | 06:55 WIB

Susi: Jangankan Cina, Amerika pun Kita Lawan

Susi:           Jangankan Cina, Amerika pun Kita Lawan

Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti membuka puncak perayaan Hari Ikan Nasional pertama di Jakarta, 30 November 2014. Susi mengusulkan kepada pemerintah untuk menetapkan 21 November sebagai Hari Ikan Nasional (Harkanas). Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Kotabaru – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Indonesia harus tegas memberantas maling-maling ikan. Ia menilai, hal ini bukan urusan hubungan bilateral antar negara. Tapi urusan Indonesia dengan pelaku pencuri yang maling ikan di laut Indonesia. (Jokowi Ancam Pencuri Ikan, Ini Respons Thailand)

“Jadi kita harus berani. Jangankan Cina, Thailand sama Amerika sekali pun, kalau mereka maling ya harus kita lawan,” kata Susi di hadapan para nelayan budi daya dan nelayan tangkap di Desa Sigam, Kotabaru, seperti dilaporkan kantor berita Antara, Senin, 15 Desember 2014. (Ryamizard: Pencurian Ikan Puluhan Tahun Didiemin)

Susi mentargetkan beberapa tahun ke depan Indonesia akan terbebas dari penjarahan ikan oleh kapal asing yang selama ini mengeruk kekayaan laut nasional. “Karena itu perlu tindakan tegas untuk menangkap mereka tanpa harus takut dengan negara asal mereka,” Susi menambahkan. (Susi Giatkan Pengadilan Perikanan, tapi Begini Faktanya)

Ia menjelaskan selama ini banyak kapal asing masuk Indonesia, bertahun-tahun mengeruk kekayaan di dalamnya. “Ini yang harus diberantas.” (JK: Tembak Langsung Kapal Pencuri Ikan!)

Susi menjelaskan dampak nyata dari sikap tegas yang dilakukan dengan menangkap dan menenggelamkan kapal asing. Dari hari ke hari jumlah mereka terus berkurang. Di perairan Natuna misalnya, dari 1.200 kapal asing yang selama ini leluasa mengeruk ikan Indonesia, kini tinggal 138 kapal saja yang terpantau. (Amerika Dukung Menteri Susi Tenggelamkan Kapal)

Susi menyebut berbagai modus yang dilakukan kapal asing besar (di atas 200 GT). Mereka berasal dari Cina dan Thailand, tapi memakai nama dan bendera Indonesia untuk mengelabui.

“Kementerian Kelautan dan Perikanan berkoordinasi dengan TNI dan Polri memburu mereka. Alhamdulillah dari hari ke hari mereka bisa diusir dan ditangkap, bahkan tadi pagi saya mendapat sms dari panglima laut telah menangkap lagi kapal asing di Natuna,” ujarnya. (Ini Modus Mafia Pencurian Ikan di Natuna)

RETNO

can-stock-photo_csp17923787

Indosiar.com, Ambon (Senin : 15/12/2014) Tindakan tegas pemerintah Indonesia terhadap para pelaku pencuri ikan agaknya belum membuat para pencuri ikan jera. Minggu kemarin, petugas TNI Angkatan Laut di bawah Komando Armada Timur Indonesia atau Kormatim kembali menangkap 8 kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia tepatnya di laut Arafuru yang berbatasan dengan Papua Nugini.
Beginilah situasi saat tim patroli Komando Armada Timur Indonesia atau Kormatim, melakukan pengejaran, terhadap beberapa kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, tepatnya di laut Arafuru, Maluku.
Petugas yang menaiki KRI Abdul Halim Perdana Kusuma 355, memperingatkan kapal itu untuk berhenti, namun karena terlihat mencoba kabur, petugaspun melakukan tembakan peringatan. Akhirnya, delapan kapal asing pencuri ikan berhasil ditangkap. Masing-masing dua berasal dari kapal eks Thailand berbendera Papua Nugini bernama KM Century Empat dan KM Century Tujuh, serta enam kapal eks Cina berbendera Indonesia.
Diantaranya KM Sino 15, KM Sino 26, KM Sino 36, KM sino 33, KM Sino 35 dan KM Sino 37. Kapal berikut para abk, digiring ke Lantamal IX, Ambon, dengan pengawalan ketat KRI Halim Perdana Kusuma, untuk di proses hukum, karena terbukti melakukan pencurian ikan dan tidak memiliki dokumen resmi pada saat beroperasi melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia.
Menurut Arie, sebenarnya petugas patroli banyak mendapati kapal asing yang melakukan pencurian ikan terutama di laut Arafuru, namun petugasnya tak bisa menangkap semua karena keterbatasan bahan bakar minyak. Karena kendalan itu, hanya KRI Halim Perdana Kusuma inilah yang bisa dioperasikan, padahal wilayah yang harus diawasi sangat luas. Ia berharap, ini jadi perhatian pemerintah, agar hasil operasi mereka lebih maksimal. (Juhri Samanery/Sup)
On 12/14/2014 09:56 PM, Awind wrote:

http://www.antaranews.com/berita/469187/menteri-susi–kapal-10-gt-tak-perlu-izin?utm_source=topnews&utm_medium=home&utm_campaign=news

Menteri Susi : kapal 10 GT tak perlu izin

Minggu, 14 Desember 2014 22:20 WIB |
Pewarta: Imam Hanafi
Menteri             Susi : kapal 10 GT tak perlu izin

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Kotabaru (ANTARA News) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, menyatakan, kapal di bawah 10 Gross Tonnage (GT), tidak perlu memakai izin beroperasi.Hal itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi di Kotabaru, Minggu, usai penyebaran bibit udang Windu di tambak nelayan Desa Sigam, Pulaulaut Utara, binaan perusahaan PT. Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO), yang merupakan rangkaian peringatan Hari Nusantara ke-14 di Kotabaru.”Tolong pemerintah daerah, tidak memungut retrebusi terhadap kapal-kapal nelayan yang berkapasitas di bawah 10 GT, agar mereka bisa beroperasi,” pinta Susi.Sebagai gantinya, pemerintah daerah diminta untuk mendapatkan atau memungut retrebusi atau pajak penghasilan (PPH) dari perusahaan besar yang beroperasi di KotabaruMenteri Kelautan dan Perikanan meminta pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Kotabaru, memberi kesempatan kepada nelayan tangkap untuk tumbuh menjadi besar terlebih dahulu.

“Belum lagi dia bisa berjalan, sudah ‘dicubit’, lalu kapan dia bisa berjalan,” katanya.

Ia berharap, setelah besar dan sudah mampu nanti, nelayan bisa memberikan pendapatan bagi negara, bukan saat usahanya masih kecil sudah dibebani pajak atau retrebusi.

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © ANTARA 2014

On 12/14/2014 10:34 PM, Awind wrote:

http://www.gatra.com/ekonomi-1/110775-pemerintah-cabut-2-166-izin-impor-produk%E2%80%8F.html

On 12/13/2014 09:16 PM, Awind wrote:

http://www.antaranews.com/berita/469078/menteri-susi-poros-maritim-kedaulatan-ekonomi-nkri

Menteri Susi:

Poros Maritim kedaulatan ekonomi NKRI

Sabtu, 13 Desember 2014 21:14 WIB |
Pewarta: Jimmy Ayal
Menteri             Susi: Poros Maritim kedaulatan ekonomi NKRI

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (ANTARA FOTO/Alviansyah Pasaribu )

Poros Maritim adalah sebuah cita-cita bersama untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim terbesar dan terkuat di dunia,”

Ambon (ANTARA News) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, visi Indonesia tentang “Poros Maritim” yang dikumandangkan Presiden Joko Widodo merupakan cita-cita akan berdampak besar terhadap penegakan kedaulatan ekonomi dan wilayah negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).”Poros Maritim adalah sebuah cita-cita bersama untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim terbesar dan terkuat di dunia,” kata Menteri Susi dalam sambutan tertulis dibacakan Gubernur Maluku Said Assagaff pada puncak peringatan Hari Nusantara provinsi Maluku yang dipusatkan di Langgur, ibu kota kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu.Menteri Susi menegaskan peringatan Hari Nusantara menjadi pengingat bahwa dua pertiga wilayah Indonesia merupakan laut mengandung sumber daya alam sangat melimpah dan luar biasa. Peringatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan atas kedaulatan bangsa Indonesia sebagai negara maritim.

Pemerintah Indonesia pada 13 Desember 1957 mendeklarasikan laut pedalaman adalah bagian dari wilayah Indonesia. Deklarasi ini menyatukan seluruh pulau dan kepulauan ke dalam satu kesatuan NKRI.

Dengan pandangan visionernya para pendiri republik melihat bahwa laut teritorial yang hanya dibatasi sejauh 3 mil akibat warisan imperialisme akan membawa dampak negatif. Hal ini berbahaya karena pada akhirnya wilayah kita dikotak-kotakkan dan ada jarak antara pulau satu dengan yang lain.

Sebagai Negara Kepulauan, wilayah Nasional Indonesia adalah suatu hamparan perairan laut luas dengan puluhan ribu pulau yang tersebar di dalamnya yang merupakan suatu wilayah kesatuan laut Nusantara (Mare Nostrum) dan pulau yang bulat dan utuh dengan wilayah udara di atasnya.

Perjuangan mempertahankan kepentingan nasional tersebut berujung pengakuan Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia (The Biggest Archipelagic State) pada tahun 1982 pada Konvensi Hukum Laut Internasional. “Oleh karenanya tidak beralasan bagi kita untuk tidak memperingatinya setiap tahun, karena deklarasi tersebut mengandung makna dan arti sebagai penyatuan wilayah NKRI,” katanya.

Peringatan Hari Nusantara juga bertujuan mengingatkan kembali serta mengubah pola pikir anak bangsa mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Jokowi mengenai Poros Maritim Dunia yang diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim yang bersatu, sejahtera, dan berwibawa.

“Poros maritim dapat dipahami sebagai sebuah doktrin yang memberi arahan mengenai tujuan bersama. Ini mengandung arti bahwa bangsa Indonesia diharapkan dapat melihat dirinya sebagai Poros Maritim dunia, kekuatan di antara dua Samudra,” katanya.

Presiden Joko widodo, tandas Menteri Susi, saat pidato pelantikan sebagai Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa Indonesia sudah telah terlalu lama memunggungi laut, samudra, selat dan teluk. Sebagai Negara maritim, samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban bangsa.

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2014

On 12/12/2014 09:33 PM, Awind wrote:

http://sp.beritasatu.com/home/buntut-penenggelaman-kapal-nelayan-tanjung-balai-diserang-nelayan-malaysia/71689

Buntut Penenggelaman Kapal, Nelayan Tanjung Balai Diserang
Nelayan Malaysia

Jumat, 12 Desember 2014 | 20:35

Kapal ikan             asing ditangkap oleh tim gabungan karena beroperasi secara             ilegal di perairan Indonesia. [Puspen TNI} Kapal ikan asing ditangkap oleh tim gabungan karena beroperasi secara ilegal di perairan Indonesia. [Puspen TNI}

[MEDAN] Sikap tegas pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atas penenggelaman kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, ternyata berbuntut panjang. Diduga sebagai aksi balas dendam, nelayan diduga berasal dari Malaysia menyerang kapal nelayan asal Tanjung Balai di perairan Selat Malaka, Sumatera Utara (Sumut).

Kapal nelayan dengan awak penumpang 13 orang, meliputi nakhoda dan anak buah kapal tersebut, diserang enam kapal nelayan asal Malaysia. Kapal nelayan Tanjung Balai dilempari benda keras dan tajam. Tidak hanya itu, pelaku penyerangan mau menabrak kapal nelayan Tanjung Balai. Kasus itu sudah dilaporkan ke Angkatan Laut.

“Penyerangan di perairan Selat Malaka itu, terjadi saat nelayan sedang menangkap ikan. Nelayan baru dua hari berada di tengah laut. Biasanya, nelayan seminggu mencari ikan di tengah lautan. Serangan nelayan Malaysia membuat nelayan kami memutuskan tali jaringan dan kemudian menyelamatkan diri,” ujar pemilik kapal nelayan Tanjung Balai, Riswati, Jumat (12/12).

Riswati mengatakan, ada seorang nelayan yang mengalami luka akibat penyerangan tersebut. Selain itu, penyerangan oleh nelayan negeri jiran itu membuat pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 200 juta. Penyerangan itu juga membuat nelayan asal Tanjung Balai tidak berani melaut. Bahkan, korban penyerangan masih trauma atas kejadian itu.

Riswati mengkhawatirkan, kejadian yang sama bisa terulang kembali jika aparat keamanan tidak meningkatkan pengamanan di tengah perairan Indonesia. Bahkan, penyerangan itu bisa membuat nelayan Indonesia akan melakukan sama, menyerang nelayan Malaysia jika ketemu di tengah perairan. Serangan nelayan itu menjadi ancaman buat nelayan.

Menurutnya, serangan oleh nelayan Malaysia itu terjadi, Minggu (7/12) sekitar pukul 18.00 WIB. Serangan itu datangnya tiba – tiba. Enam kapal penyerang dengan awak kapal diduga mencapai pululan orang, melaju dengan kecepatan tinggi. “Jika tidak memotong jaring ikan maka kemungkinan nelayan yang diserang tidak akan selamat,” sebutnya. [155/N-6]

Pemerintah Cabut 2.166 Izin Impor Produk‏

  • Print
  • Email
Created on Saturday, 13 December 2014 20:02
alt

Rachmat Gobel (Antara/Puspa Perwitasari)

Jakarta, GATRAnews - Usai mencabut izin 24 importir terdaftar (IT) telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet, tidak tanggung-tanggung Pemerintah melalui Kementeri Perdagangan mencabut izin 2.166 IT Produk Tertentu seperti makanan dan minuman, obat tradisional dan suplemen makanan, kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga, elektronika, pakaian jadi, alas kaki, dan mainan anak.

“Sebanyak 2.166 IT Produk Tertentu telah dicabut izinnya, atau 43,17% dari total 5.017 IT. Pencabutan izin impor ini dikarenakan kelalaian IT menjalankan kewajibannya dalam menyampaikan laporan secara tertulis atas realisasi pelaksanaan impor,” kata Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian Perdagangan, hari ini, Jumat (12/12).

 

Adapun rincian IT yang dicabut izinnya yaitu 836 IT elektronika, 321 IT pakaian jadi, 290 IT makanan dan minuman, 256 IT kosmetik dan perbekalan kesehatan rumah tangga, 179 IT mainan anak, 133 IT obat tradisional dan suplemen makanan, serta 151 IT alas kaki.

 

Lebih lanjut, Mendag menyampaikan bahwa dasar pencabutan izin IT Produk Tertentu ini adalah Pasal 14 Peraturan Menteri No.83/M-DAG/PER/12/2012 sebagaimana telah diubah beberapa kali dengan Peraturan Menteri Perdagangan No.73/M-DAG/PER/10/2014 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

 

Dalam peraturan tersebut tertulis bahwa Perusahaan yang telah mendapatkan penetapan sebagai Importir Terdaftar (IT) Produk Tertentu wajib menyampaikan laporan secara tertulis atas pelaksanaan impor produk tertentu (terealisasi/tidak terealisasi) melalui http://inatrade.kemendag.go.id setiap 3 (tiga) bulan paling lambat tanggal 15 (lima belas) triwulan berikutnya kepada koordinator dan pelaksana Unit Pelayanan Perdagangan (UPP) dan Direktur Impor.

 

“Kami tidak main-main dalam menegakkan hukum di sektor perdagangan. Setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pencabutan IT ini juga merupakan upaya Pemerintah dalam menciptkan tata kelola impor nasional secara tertib guna menciptakan ruang yang luas bagi pembangunan nasional,” kata Rachmat.

 

Ia menambahkan dengan pencabutan yang ditunjukkan oleh Kementerian Perdagangan, diharapkan agar semua pemegang izin impor menjadi lebih tertib dalam mematuhi ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan sehingga tercipta importir yang andal dan bersih,” kata Rachmat.


Penulis: Januar Rizki

Editor: Nur Hidayat

11
Dec
14

IpTek : Kisah Musa Belah Laut dan Kota2 Besar Dunia Terancam Tenggelam

Penjelasan Ilmiah Kisah Musa Membelah Laut

VIVAnews – Kisah Nabi Musa yang menyelamatkan Bani Israel dari kejaran Firaun merupakan bukti adanya keajaiban Tuhan. Namun dari sisi sains disebutkan, kisah pembelahan Laut Merah terjadi karena fenomena alam dan pengetahuan yang dimiliki Nabi Musa.

Mantan kepala Ilmuwan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) National Ocean Service di Amerika, Dr. Bruce Parker, menceritakan versi ilmiah kejadian itu di laman Wall Street Journal, Kamis 11 Desember 2014. Menurutnya, Nabi Musa memiliki perhitungan tepat dalam memprediksi pasang surut yang terjadi di Laut Merah.

Kisah dalam alkitab menjelaskan jika Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya dan membiarkan bagian tengah laut kering. Dengan demikian, kaum Israel bisa menyeberang laut untuk menghindari tentara Firaun. Setelah semua orang menyeberang, tentara Firaun masih berada di dalam laut yang mengering itu. Tidak lama air mulai kembali menyatu dan menenggelamkan para tentara tersebut.

Banyak yang mengatakan jika secara realistis, Nabi Musa mendapatkan bantuan dari alam berupa fenomena tsunami yang muncul setelah gempa bumi terjadi di laut tersebut. Biasanya, sebelum tsunami muncul, air akan menjauh terlebih dahulu sebelum akhirnya menghantam daratan dengan arus yang tinggi dan menenggelamkan semuanya.

Dari sisi ilmiah, menurut Parker, Nabi Musa tidak benar-benar membelah laut. Bahkan bukan juga karena tsunami karena air akan kembali muncul dalam kurun 20 menit dan itu tidak memberikan kaum Israel cukup waktu untuk menyeberang.

“Nabi Musa sepertinya tidak akan bisa memprediksi kapan gempa dan tsunami datang. Namun saya percaya jika dia menggunakan pengetahuan lokalnya terhadap pasang surut air laut. Di Teluk Suez, pasang surut berarti bagian-bagian di bawah laut bisa mengering selama berjam-jam sebelum air akhirnya kembali.

Pengalamannya tinggal di padang gurun, membuat Musa dapat memprediksi kapan pasang surut itu terjadi dengan melihat bulan. Awan debu yang muncul dari kereta kuda tentara juga dijadikan perhitungan untuk mengukur waktu kedatangan tentara.

Pengetahuan ini tentu saja tidak dimiliki oleh para tentara yang tinggal di sepanjang sungai Nil. Sungai itu terhubung dengan laut Mediterania dan tidak memiliki pasang surut yang seperti laut merah.

“Dengan mengetahui kapan pasang surut laut terjadi, berapa lama dasar laut akan mengering, dan kapan air akan kembali menyatu, dijadikan sebagai perhitungan Musa dalam misi penyelamatan kaum Israel,” ujar Parker.

Dalam alkitab disebutkan jika pelarian dramatis itu terjadi saat bulan purnama penuh. Ini artinya, air surut sampai ke titik terendah sehingga air laut bisa kering dalam waktu lebih lama. Ini memberikan waktu yang cukup untuk mereka menyeberang. Jika air surut di titik terendah, ini juga berarti jika pasang berada di titik yang tertinggi sehingga sangat mungkin untuk menenggelamkan tentara Firaun.

Kisah Alkitab itu juga menyebutkan jika ada bantuan angin kencang dari arah timur yang membantu mendorong air kembali dengan kuat. Meski Parker percaya dengan kedatangan angin itu, tetap saja, ia merasa jika prediksi pasang surut air laut yang diperhitungkan Musa merupakan pertimbangan waktu yang tepat dan menjadi faktor utama misi penyelamatan itu sukses.

Penjelasan Parker ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejarawan kuno pda tahun 80 dan 40 sebelum masehi, bernama Artapanus, mengatakan ‘Musa telah berkenalan dengan negara ini. Dia menunggu datangnya pasang surut dan membawa orang-orang saat laut mengering’.

Baca Juga:Riset: Tiongkok Dalang Kejahatan Phising Dunia

10 Status Paling Banyak Di-RT di Indonesia

Penemu LTE Raih Penghargaan Achmad Bakrie Award

8 Kota Besar di Dunia yang Terancam Tenggelam

Mencairnya es di kutub utara akibat pemanasan global makin lama makin memprihatinkan. Tiap tahunnya, permukaan air laut naik 1-3 mm. Bila tidak segera diantisipasi, naiknya permukaan air laut tentu berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia yang tinggal di permukaan bumi. Yang lebih berbahayanya, beberapa kota besar di dunia ternyata terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, pondasi yang rapuh, maupun penyedotan air tanah. Berikut 8 kota besar di dunia yang terancam tenggelam tersebut.

Shanghai

1. Shanghai, China

Shanghai dahulunya hanyalah sebuah tempat yang dikelilingi rawa. Kebutuhan akan tempat tinggal dan jumlah penduduk yang membengkak membuat bangunan pencakar langit makin banyak di daerah  tersebut. Tak heran, tiap tahunnya permukaan tanah di Shanghai turun setengah inchi. Berdasarkan data PBS, permukaan tanah di Shanghai turun sekitar 2,4 meter dalam rentang waktu tahun 1921 hingga 1965. Para ahli memperkirakan, tanah di Shanghai tak mampu lagi menahan beban berat bangunan di atasnya. Diprediksi suatu saat Shanghai akan tenggelam apabila Sungai Yangze meluap.

Ho Chi Minh City

2. Ho Chi Minh City (Saigon), Vietnam

Salah satu kota terpadat di Asia Tenggara ini juga terancam tenggelam. Menurunnya permukaan tanah membuat daerah ini rawan banjir. Setiap tahunnya, ketinggian banjir meninggi setinggi 2cm.

Bangkok

3. Bangkok, Thailand

Kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand, Smith Dharmasaroja, memprediksi pada tahun 2100 Bangkok akan menjadi Atlantis kedua. Kota ini akan tenggelam disebabkan beberapa faktor, seperti: perubahan iklim akibat efek rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, serta pergeseran tanah. Ditambah lagi letak kota yang rendah menyebabkan Bangkok setiap tahunnya selalu mengalami banjir.

Mumbai

4. Mumbai, India

Tak jauh berbeda dengan Bangkok, kelompok aktivis Greenpeace memperkitakan pada tahun 2100 kota Mumbai akan tenggelam oleh air laut. Naiknya air laut hingga 5 meter menyebabkan kota ini masyarakat di kota terancam kelangsungannya.

Meksiko City

5. Meksiko City, Meksiko

Kota yang satu ini tiap tahunnya tenggelam sedalam 20cm bila terjadi banjir. Letaknya yang berada di lembah ditambah sistem drainase yang buruk membuat Meksiko City terancam tenggelam. Sejak tahun 1975, kapasitas drainase kota tersebut turun 30 persen. Namun kini pemerintah sedang mengusahakan pembuatan terowongan drainase raksasa yang diklaim dapat menampung air cukup banyak.

New York

6. New York, Amerika Serikat

Naiknya permukaan air laut ternyata turut mengancam kota di Amerika Serikat ini.  Posisinya yang berada di mulut sungai Hudson yang terhubung langsung ke samudera Atlantik turut menjadi pemicunya. Science Daily memprediksi, air laut kota tersebut naik dua kali lipat dibanding lautan lainnya. Tak hanya itu, erosi pantai, penurunan lapisan tanah dan perusakan lingkungan juga bisa memicu luapan air di kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dunia tersebut.

Venesia

7. Venesia, Italia

Akhir tahun 2012, kota ini terendam banjir parah. Fenomena ini hadir karena gabungan dari hujan lebat dan angin dari selatan. Setidaknya 70 persen daratan di kota kanal ini terendam banjir dengan kedalaman hingga mencapai 1,5 meter di atas normal. Banjir itu rupanya salah satu indikasi bahwa kawasan Venesia terus tenggelam. Christian Science Monitor bahkan mencatat, kota itu turun permukaan tanahnya sepanjang 30 cm selama 100 tahun terakhir. Meningkatnya ketinggian air di Laut Mediterania menambah besar kemungkinan kota kanal itu tenggelam.

Jakarta

8. Jakarta, Indonesia

Selain letak geografis yang berada di bawah permukaan air laut, kebutuhan akan air tanah yang tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab tenggelamnya daratan Jakarta. Populasi penduduk yang terus meningkat menjadi alasan utama kebutuhan akan air tanah. Dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, diperkirakan jumlah penduduk di Ibukota meningkat hingga 40 juta jiwa.

Pakar hidrologi asal Belanda, JanJaap Brinkman menjelaskan jika proses penyedotan air tanah  terus-menerus dilakukan, di penghujung abad ke-21, Jakarta akan tenggelam sedalam lima hingga enam meter. Tinggal menunggu waktu Jakarta akan tenggelam di bawah air laut sebagaimana kota Atlantis.

Kota-kota tersebut terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut dan pemanasan global. Jika kita tak mengubah cara kita memperlakukan bumi, kota-kota tersebut akan benar-benar tenggelam tanpa kita bisa berbuat apapun. Yuk, mulai peduli kepada lingkungan.

11
Dec
14

Keamanan Nasional : Perspektif Militer Indonesia soal KKB di tanah Papua

 

http://suarapapua.com/read/2014/12/07/2141/perspektif-militer-indonesia-soal-kkb-di-tanah-papua

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

 

Perspektif Militer Indonesia soal KKB di tanah Papua?

 

Oleh : Yosep Walilo | Minggu, 07 Desember 2014 – 07.12 WIB |

Perspektif Militer Indonesia soal KKB di tanah Papua?

Anggota TPN Papua Barat (Foto: Ist)

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat

Wakapolda Papua: Pelaku Penembakan Dua Anggota Brimob Adalah KKB

Goliath Tabuni: “Saya Bertanggung Jawab atas Penembakan Dua Anggota Brimob”

Gelar Upacara Bendera, TPN-PB di Paniai Minta Semua Faksi Perjuangan Bersatu!

Ini Seruan Markas Pusat TPN-PB; 24 Kodap Akan Rayakan di Markas Masing-Masing

Oleh: Yosep Walilo*

Pada dasarnya pemahaman manusia yang sempit membuat situasi tidak aman dan pola yang dibangun dalam aspek kehidupan bermasyarakat khususnya di bumi Papua semakin sulit. Kesulitan itu lahir karena ketidaktahuan manusia itu sendiri.

Konteks situasi kongkrit yang diperlihatkan dalam penggalan kata-kata dari pihak keamanan sangat tidak benar. Ketidakbenaran itu muncul dikarenakan adanya pandangan yang salah terhadap situasi yang dianalisis.

Salah memahami situasi itu karena ketidaktahuan aparat keamanan terhadap kondisi lingkungan yang ada. Terkadang aparat keamanan hanya terkutat pada kemapanan dirinya dan tidak mampu keluar untuk melihat dari sudut pandang situasi yang ada. Kalau seperti demikian, apa yang menjadi keutamaan dan tanggung jawab dari keamanan tersebut?

Salah seorang mengatakan, keutamaan dari aparat keamanan adalah menjaga kondisi tetap aman dan menciptakan suasana tenteram. Tetapi bagaimana dengan kondisi realnya? dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan keutamaan mereka sebagai penjaga kondisi aman.

Aparat keamanan bukan menjaga, tetapi mencari masalah dan sering mempersulit diri, orang lain dan lingkungan sekitar. Mereka mesti mengatasi ketegangan-ketegangan yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat demi menjamin sumber persoalan yang terjadi. Bukannya mencari masalah dan membuat pandangan buruk terhadap orang lain.

Seperti yang dituliskan dalam Koran Cenderawasih Pos (Cepos) edisi Senin, 13 Oktober 2014, merupakan sebagian kecil kinerja dari aparat keamanan yang tidak sesuai dengan kinerjanya keamanan.

Peristiwa kontak senjata antara pihak keamanan gabungan TNI/Polri dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi julukan dari aparat keamanan Indonesia terhadap orang Papua.

Kontak senjata terjadi tepat di wilayah Kepulauan Yapen bagian pantai utara pada Sabtu, (11/10/2014) pagi. Dalam peristiwa ini berbagai pihak dan khususnya aparat keamanan memandang peristiwa kontak senjata tersebut berdasarkan pandangan mereka.

Akhirnya mereka memberi model cap yang tidak rasional. Proses permasalahan yang dibuat tidak benar, karena aparat keamanan memakai pendekatan observasi-historis. Artinya bahwa mereka menggunakan pendekatan ini untuk membuat orang Papua tetap pihak yang salah. Juga tentu mereka memberi stigmatisasi yang tidak benar terhadap orang Papua.

Stigma terhadap orang Papua yang selalu dikeluarkan dari mulut aparat keamanan adalah Separatisme, KKB dan OPM. Stigma ini melegalkan dan melegitimasi pembunuhan dan penangkapan secara sewenang-wenang bagi pihak-pihak yang dicurigai adalah KKB, OPM dan Separatis.

Dengan adanya stigma itu, pikiran masyarakat Papua terus dipengaruhi, dikuasai, apalagi didukung dengan undang-undang anti KKB, OPM dan Separatisme. Sehingga jika aparat penegak hukum bertindak, menangkap dan membunuh orang-orang yang dicurigai tersebut, masyarakat dengan sendirinya dapat membenarkan tindakan itu.

Pikiran mereka telah dipengaruhi dan ditundukkan oleh stigma yang dilegitimasi oleh undang-undang. Pembunuhan dan penangkapan sewenang-wenang menjadi hal yang wajar. Persis disinilah secara tidak disadari timbul ketakutan orang Papua untuk melawan ketidakadilan yang ada, sebab mereka akan diberikan stigma KKB, OPM atau Separatis.

Pada posisi ini ketidakberdayaan menghantui mereka. Adanya tahap stigma-mistis penyimpangan pun terjadi. Stigma ini digunakan untuk mempengaruhi pikiran dan perbuatan orang lain. Pada tahap ini juga terjadi penyimpangan substansialisme.

Manusia dipandang sebagai manusia lain dari kelompok itu dan berdiri sendiri tanpa ada hubungan dengan yang lain. Manusia Papua yang dicap sebagai KKB, OPM dan Separatis, dipisahkan menjadi yang lain dan berbahaya bagi masyarakat sekitar. Sehinggga mereka itu harus dimusnahkan agar tidak membahayakan yang lainnya. Inilah situasi yang tidak benar dalam kinerja aparat keamanan Indonesia.

Substansial yang diangkat di sini, bagi saya adalah soal dinamika penyelesaian masalah. Di mana cara yang dipakai cenderung dari dirinya sebagai orang Indonesia. Sebenarnya itu merupakan kecenderungan negatif yang sering dipandang keamanan Indonesia.

Kalau kita menggunakan kebiasaan yang ada pada kita, saya berpikir bahwa akar persoalan tidak akan pernah terselesaikan dengan baik karena pikiran yang selalu muncul dan tetap distigmakan tetap bersalah.

Proses ini yang berlaku di kalangan aparat keamanan yang mana semua itu dibuat demi kepentingan tertentu di bumi Papua. Sehingga pandangan yang salah terhadap orang Papua tetap dan terus ada dalam pergumulan orang Indonesia.

Saya secara pribadi berharap bahwa Indonesia harus mengerti dengan baik situasi dan kondisi yang terjadi di Tanah Papua.

*Yosep Walilo adalah wartawan di suarapapua.com




Blog Stats

  • 2,338,371 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 132 other followers