Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category

22
Oct
14

Kemasyarakatan : Sukseskan JokoWi-JK 2014-2019

Sukseskan JokoWi-JK 2014-2019

Selasa, 21 Oktober 2014 – 09:08 WIB

Suara Pembaca:
Sukseskan JokoWi-JK 2014-2019

Warga Bintaro diprakarsai Tim PKP Indonesia berkumpul nonton bareng TV Pesta Rakyat MoNas di Kafe Tenda Sedep Malem, Pasar Bintaro Sektor-2, Tangerang Selatan pada malam hari Senin 20 Oktober 2014, untuk ber-sama2 turut bersyukur dan sukseskan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Spontanitas warga ini juga senafas dengan semangat bagian terakhir Pidato Perdana Presiden JokoWi di MPRRI pagi hari 20 Oktober 2014 yakni :

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

 

Jakarta, 21 Oktober 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila 45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
20
Oct
14

Kerakyatan : Pidato Presidensiil dan Pesta Rakyat JokoWi

Isi Pidato Lengkap Jokowi Saat Pelantikan Presiden

Inilah isi pidato lengkap Joko Widodo saat menyampaikan pidato singkat di acara pelantikan. Dia hanya bicara selama 10 menit. Namun isinya jelas, padat dan penuh semangat. Bahkan diakhiri dengan pekik ‘merdeka!’.

Acara pelantikan digelar di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014). Jokowi bicara sejak 11.40 WIB sampai 11.50 WIB. Jokowi mengucapkan setiap kalimat di pidatonya itu dengan penuh semangat. Bahkan ada momen menarik ketika Jokowi menyebut bekas pesaingnya di Pilpres lalu, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, sebagai sahabat.

Berikut pidato lengkap Jokowi saat pelantikan presiden di MPR yang berjudul ‘Di Bawah Kehendak Rakyat dan Konstitusi’

 PIDATO “DI BAWAH KEHENDAK RAKYAT DAN KONSTITUSI”

JAKARTA, 20 OKTOBER 2014

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya

Yang saya hormati, para Pimpinan dan seluruh anggota MPR,
Yang saya hormati, Wakil Presiden Republik Indonesia,
Yang saya hormati, Bapak Prof Dr. BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke 3, Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia ke-5, Bapak Try Sutrisno, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9, Yang saya hormati, Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Republik Indonesia ke-6, Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden Republik Indonesia ke-11

Yang saya hormati, ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid,
Yang saya hormati, rekan dan sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto. Yang saya hormati Bapak Hatta Rajasa
Yang saya hormati, para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara,
Yang saya hormati dan saya muliakan, kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat,
Para tamu, undangan yang saya hormati,
Saudara-saudara sebangsa, setanah air,
Hadirin yang saya muliakan,

Baru saja kami mengucapkan sumpah, sumpah itu memiliki makna spritual yang dalam, yang menegaskan komitmen untuk bekerja keras mencapai kehendak kita bersama sebagai bangsa yang besar.

Kini saatnya, kita menyatukan hati dan tangan. Kini saatnya, bersama-sama melanjutkan ujian sejarah berikutnya yang maha berat, yakni mencapai dan mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Saya yakin tugas sejarah yang berat itu akan bisa kita pikul bersama dengan persatuan, gotong royong dan kerja keras. Persatuan dan gotong royong adalah syarat bagi kita untuk menjadi bangsa besar. Kita tidak akan pernah besar jika terjebak dalam keterbelahan dan keterpecahan. Dan, kita tidak pernah betul-betul merdeka tanpa kerja keras.

Pemerintahan yang saya pimpin akan bekerja untuk memastikan setiap rakyat di seluruh pelosok tanah air, merasakan kehadiran pelayanan pemerintahan. Saya juga mengajak seluruh lembaga Negara untuk bekerja dengan semangat yang sama dalam menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing. Saya yakin, Negara ini akan semakin kuat dan berwibawa jika semua lembaga negara bekerja memanggul mandat yang telah diberikan oleh Konstitusi.

Kepada para nelayan, buruh, petani, pedagang bakso, pedagang asongan, sopir, akademisi, guru, TNI, POLRI, pengusaha dan kalangan profesional, saya menyerukan untuk bekerja keras, bahu membahu, bergotong rotong. Inilah, momen sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama untuk bekerja…bekerja… dan bekerja

Hadirin yang Mulia

Kita juga ingin hadir di antara bangsa-bangsa dengan kehormatan, dengan martabat, dengan harga diri. Kita ingin menjadi bangsa yang bisa menyusun peradabannya sendiri. Bangsa besar yang kreatif yang bisa ikut menyumbangkan keluhuran bagi peradaban global.

Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk.

Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Kerja besar membangun bangsa tidak mungkin dilakukan sendiri oleh Presiden, Wakil Presiden ataupun jajaran Pemerintahan yang saya pimpin, tetapi membutuhkan topangan kekuatan kolektif yang merupakan kesatuan seluruh bangsa.

Lima tahun ke depan menjadi momentum pertaruhan kita sebagai bangsa merdeka. Oleh sebab itu, kerja, kerja, dan kerja adalah yang utama. Saya yakin, dengan kerja keras dan gotong royong, kita akan akan mampu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, meningkatkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Atas nama rakyat dan pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Yang Mulia kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat.

Saya ingin menegaskan, di bawah pemerintahan saya, Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sebagai negara kepulauan, dan sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, akan terus menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, yang diabdikan untuk kepentingan nasional, dan ikut serta dalam menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya, atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dan atas nama bangsa Indonesia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono dan Bapak Prof. Dr. Boediono yang telah memimpin penyelenggaraan pemerintahan selama lima tahun terakhir.

Hadirian yang saya muliakan,

Mengakhiri pidato ini, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung.

Sebagai nahkoda yang dipercaya oleh rakyat, saya mengajak semua warga bangsa untuk naik ke atas kapal Republik Indonesia dan berlayar bersama menuju Indonesia Raya. Kita akan kembangkan layar yang kuat. Kita akan hadapi semua badai dan gelombang samudera dengan kekuatan kita sendiri. Saya akan berdiri di bawah kehendak rakyat dan Konstitusi. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa merestui upaya kita bersama.

Merdeka !!!
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Semoga Tuhan memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya

Pidato Jokowi sebagai presiden ini disusun oleh mantan anggota Tim 11. “Pak Jokowi minta tim, ya ada beberapa orang,” kata mantan anggota Tim 11 Ari Dwipayana, yang juga terlibat dengan penyusunan pidato itu. Ari mengatakan itu saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (18/10/2014).

Ari menuturkan bahwa naskah pidato tetap ditulis dan difinalisasi sendiri oleh Jokowi. Anggota tim hanya menjadi rekan berdiskusi pria asal Solo itu.

Awalnya, MPR memberikan alokasi waktu 45 menit bagi Jokowi untuk berpidato. Namun, durasi itu dipangkas karena Jokowi yang selama ini lebih suka berpidato pendek hanya akan memanfaatkan waktu sebanyak 7 menit. Dalam realisasinya Jokowi menyampaikan pidato selama 10 menit, tidak terlalu jauh dengan durasi yang diinginkannya.

Serba 7 untuk Jokowi, Presiden ke-7

Serba 7 untuk Jokowi, Presiden ke-7

Gubenur DKI Jakarta sekaligus Presiden terpilih Joko Widodo membacakan surat pegunduran diri di rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, 2 Oktober 2014. Setelah pengunduran diri Jokowi, secara otomatis Basuki Tjahaja Purnama selaku wakil naik menjadi Gubenur. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta – Joko Widodo atau Jokowi akan dilantik sebagai presiden ketujuh RI di gedung MPR/DPR hari ini, Senin 20 Oktober 2014. Setelah dilantik, Jokowi akan menyampaikan pidato kenegaraan pertamanya di gedung parlemen. (Baca: Jokowi dan Jas Baru untuk Pelantikan)

Deputi Tim Transisi Jokowi-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, menyatakan naskah pidato telah disiapkan Tim 11. Tim ini juga yang menyusun naskah pidato kemenangan Jokowi pada pemilihan presiden lalu. Pidato tersebut disampaikan Jokowi di sebuah kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, pada 22 Juli 2014. (Baca: Jokowi Dilantik, Tol Dalam Kota Padat)

“Tim ini sudah bisa membaca bagaimana Jokowi ingin melakukan komunikasi politiknya,” kata Andi Widjajanto di kantor Tim Transisi di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 17 Oktober 2014. (Baca: Pesan Ibunda Jokowi: Tetap Jujur ya Nak)

Awalnya, kata dia, Jokowi bakal mendapat kesempatan berpidato sekitar 45 menit. Namun, Jokowi tidak setuju dengan rencana tersebut. Lelaki yang gemar blusukan ini hanya ingin berpidato selama tujuh menit. (Baca: Perias Iriana Widodo Tiba Sejak Jam 05.45)

Setelah dilantik, Jokowi-JK bakal diarak ke Istana. Jokowi kemudian membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat untuk masuk ke Istana Merdeka. “Setelah melepas Pak SBY, Pak Jokowi akan menggelar open house,” ujar panitia acara syukuran rakyat, Zuhairi Misrawi, Sabtu, 18 Oktober 2014. (Baca: Berapa Anggaran Pelantikan Jokowi JK?)

Warga yang diperbolehkan masuk akan diseleksi sesuai protokoler istana. Minimal berpakaian rapi, tidak boleh pakai jaket, atau celana pendek. “Siapa saja boleh masuk, tapi hanya untuk 700 orang,” kata Zuhairi.

SINGGIH SOARES | PRAGA

Topik terhangat:
Pelantikan Jokowi Koalisi Jokowi-JK Kabinet Jokowi Pilkada oleh DPRD

Berita terpopuler lainnya:
Pesan Yenny Wahid ke Jokowi: Istana Banyak Hantunya
Ketika Iriana Widodo Emoh Digeguyu Pitik
Mau Makan Gratis di Pelantikan Jokowi, Perhatikan Tanda Ini

  • Terpopuler Harian
  • Terpopuler Mingguan

Pesta Rakyat Jokowi, Warga Bilang Lebay Sampai Luar Biasa

TEMPO.CO, Jakarta – Pesta Syukuran Rakyat #Salam 3 Jari yang digelar seusai pelantikan presiden dan wakil presiden baru, Joko Widodo-Jusuf Kalla, pada Senin, 20 Oktober 2014, menuai beragam opini masyarakat.

Abdul Majid, 55 tahun, mengamati panggung besar yang akan jadi panggung utama presiden baru menyapa rakyat dari dekat di Monas. “Menarik sekali, ini kebanggaan besar untuk kami rakyat Indonesia,” kata Majid kepada Tempo, Ahad 19 Oktober 2014.

Menurut dia, belum ada pesta penyambutan presiden baru semeriah ini. Majid menganggap sosok Jokowi memang begitu dekat dengan rakyat. “Ya dia memang seperti itu, warga disuruh datang ke sini lihat dari dekat. Luar biasa,” ujar dia.

Ketika ditanya rencananya untuk ikut serta pesta besok, Majid mengungkapkan keinginan besarnya. Sayangnya, ia tidak memastikan rencana itu karena harus bekerja. “Insya Allah, kalau memang besok ada kesempatan saya ajak keluarga semua menonton,” kata warga Jakarta Timur ini.

Tak hanya Majid yang menyambut positif pesta yang digawangi personel band Slank, Abdee Negara ini. Sri Mulyani,48 tahun, tertarik melihat keramaian Monas di tengah persiapan pesta. Ia datang bersama suami dan anak-anaknya.

“Ini mumpung masih sepi lihat-lihat dulu, kalau ramai, besok mau nonton,” kata dia. Sri berharap bisa melihat Jokowi dari dekat karena dia belum mengenal betul sosok Jokowi. “Ingin tahu presiden baru kayak apa. Semoga sih benar-benar bisa lebih baik,” ujar warga Kalianyar Jakarta Barat ini.

Besok, tim relawan presiden baru akan menggelar pawai budaya, pesta kuliner, dan konser musik. Sekitar 1.600 orang akan melakukan pawai budaya dari Bundaran Hotel Indonesia ke Istana Negara. Presiden dan wakilnya akan diarak bersama mereka. Relawan juga menyediakan 124.500 porsi makanan dan 700 ribu minuman yang bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Selain itu, mereka menjadwalkan ada sekitar 30 pengisi acara konser rakyat yang diadakan di Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Bagi Ilal, 21 tahun, warga Halim, Jakarta Timur, pesta semacam ini hiperbola. Di hari pertama menjabat sebagai presiden, tak seharusnya Jokowi menggelar acara yang terlampau mewah. “Sepertinya dulu SBY dua kali periode enggak pernah seperti ini, lebay lah,” kata dia. Ia menilai kemenangan Jokowi syarat dengan kontroversi sehingga tak pantas dirayakan berlebihan.

Ilal menyarankan agar tim relawan Jokowi seharusnya bisa menggelar acara yang lebih bermanfaat. “Daripada menghabiskan uang banyak, mending dibuktikan dulu kerjanya,” katanya. Ketika ditanya rencana untuk menonton acara ini, ia memilih menonton di rumah. “Ah saya enggak doyan keramaian begitu. Lebih baik menonton lewat televisi,” ujarnya.

Serupa dengan Ilal, Yunan, 55 tahun, mengatakan acara semacam ini rentan mengundang cap buruk dari kubu Prabowo. “Ya harusnya nanti dulu, takutnya kubu sebelah menganggap jelek,” kata dia.

PUTRI ADITYOWATI

Topik terhangat:

Pelantikan Jokowi Koalisi Jokowi-JK Kabinet Jokowi Pilkada oleh DPRD

Berita terpopuler lainnya:

Pesan Yenny Wahid ke Jokowi: Istana Banyak Hantunya 

Ketika Iriana Widodo Emoh Digeguyu Pitik  

Mau Makan Gratis di Pelantikan Jokowi, Perhatikan Tanda Ini

Berita Lainnya

 

Foto Raksasa Jokowi-Prabowo Akan Diarak dari Bundaran HI Menuju Istana

KIRAB budaya, pesta rakyat dan konser Salam 3 Jari siap menyambut Jokowi-JK usai pelantikannya sebagai orang nomor satu dan nomor dua di Republik ini.

Pelantikan Jokowi-JK sendiri dijadwalkan dilangsungkan pagi menjelang siang hari ini, Senin (20/10), di Gedung MPR RI, Senayan, Jakarta.

Sejumlah komponen kesenian akan ikut menyemarakkan kirab budaya yang rencananya akan dimulai pukul 12.50 WIB dari Bundaran HI menuju Istana Presiden.

Seperti Reog Ponoroggo, Tarian Papua, Tarian Sumedang, Tarian NTT, Perkusi, Barongsai, Karnaval Batik, Tor Tor, Marching Band, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Foto raksasa yang menampilkan Jokowi dan Prabowo tengah bersalaman pun siap diarak sepanjang Bundaran HI menuju Istana Negara sebagai simbol kebersamaan dan persatuan.

Perseteruan dua tokoh ini memang cukup panjang buah dari pertarungan saat Pilpres lalu. Keduanya baru pertama kalinya bertemu usai Pilpres pada 17 Oktober kemarin.

“Foto yang mau diarak kebetulan ada relawan yang telepon kemarin. Dia bilang saya melihat peristiwa 17 Oktober pemimpin besar kita berkumpul penuh hangat membawa canda,” kata Olga Lydia, saat ditemui di Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/10).

“Relawan ini jadi tersentuh, mau bawa ah ikut diajak arak-arakan. Ya kita terima langsung,” sambung Olga yang masuk di jajaran panitia syukuran rakyat.

Selain itu, Jokowi dan JK juga akan diarak menggunakan kreta kencana diantarkan rakyat menuju Istana.

(man/gur)

Jelajahi Konten Terkait

Pengamat: Mana Mau SBY Diarak Pakai Andong Seperti Jokowi

Kegembiraan rakyat semakin membuncah kala mendengar sang Presiden dan Wakil Presiden baru Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan diarak dengan andong. Pasalnya ini adalah kali pertama pemimpin negara membaur, menggelar syukuran bersama dengan rakyat Indonesia.

Guru Besar Ilmu Administrasi Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Miftah Thoha saat berbincang dengan Liputan.com menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang enggan atau gengsi menumpang andong di hadapan rakyat.

“Jokowi-JK mau diarak pakai andong. Tapi ini tidak akan terjadi dengan SBY. Mana mau dia naik andong. Yang ada dikawal pakai tank (kendaraan tempur),” celetuk dia saat di Jakarta, seperti ditulis Senin (20/10/2014).

Acara syukuran, pesta rakyat, naik andong sampai kirab yang akan dilakukan Jokowi-JK hari ini, kata Miftah merupakan yang pertama kali di Indonesia. Sebelumnya tidak ada pemimpin negara menggelar rangkaian kegiatan merakyat usai pelantikan dan mengucap sumpah jabatan Presiden dan Wapres.

“Ya ini pertama kalinya karena Jokowi merasa dipilih oleh rakyat, sehingga harus kembali ke rakyat. Walaupun disadarinya ada rakyat yang tidak mendukungnya sebagai Presiden,” tegas dia.

Saking merakyatnya, dirinya mengaku, pemimpin Amerika Serikat (AS) sangat memberi perhatian lebih pada figur Jokowi yang kerap blusukan ini. “Mudah-mudahan perhatian yang diberikan negara lain tidak ada maksud buruk di belakangnya. Jangan juga karena perhatian ini, kita bisa diintervensi negara lain,” pungkas Miftah.

Sekadar informasi, selepas dilantik, Jokowi-JK akan menumpang andong dan diarak dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Istana Negara.

Pasangan pemimpin baru Indonesia itu akan diarak dengan 2 andong yang berbeda. Jokowi akan menaiki kereta berwarna merah, sementara JK menaiki kereta yang dominan warna hitam. Kedua kereta itu dibuat menggunakan gaya Solo. (Fik/Ndw)

20
Oct
14

Politik Ekonomi : Badan Usaha Milik Rakyat ?

Opini

Oleh: Justiani (Liem Siok Lan)*

 

Tulisan Tanri Abeng di Kompas 10 Oktober 2014 berjudul ‘Solusi Tuntas Utang Negara’ intinya menawarkan agar sejumlah BUMN prima yang mewakili 97% aset dan 99,8% profit dikelompokkan dalam 5 (lima) kategori holding yang lantas dipoles, dibedaki, dilipstiki biar cantik untuk dijual ke pasar modal (istilah manajemennya depolitisasi, debirokratisasi, delink asset, derailing, profitisasi, public offering, dan seterusnya) untuk melunasi hutang NKRI selama lima tahun pemerintahan Jokowi.

 

Gagasan tersebut, secara manajemen tepat sekali, namun dari kerangka (sudut pandang) Trisakti Bung Karno, salah sasaran. Karena ketika dijual, dapat dipastikan pembelinya bukan 99,9% rakyat Indonesia, mengingat pemain pasar modal dengan semua derivatifnya hanya 0,02% rakyat Indonesia (elite) sementara mayoritas rakyat 99,8% aktivitasnya sektor informal dan UMKM yang tidak pernah bermain di sektor spekulatif ekonomi tersebut.

Sepakat dengan Tanri perlunya dilakukan depolitisasi, debirokratisasi, delink asset, derailing, profitisasi, public offering, dan seterusnya, namun sebelumnya wajib diadakan dulu restrukturisasi korporasi (corporate restructuring) dari BUMN menjadi BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat), sesuai dengan tuntutan proses demokratisasi ekonomi,  dengan cara menyuntikkan dua (2) hal yakni  pertama  teknologi kerakyatan yang canggih (state of the art),  dan kedua model keuangan yang mengubah kepemilikan negara menjadi kepemilikan rakyat secara ‘koopetitif’. (kooperatif sekaligus kompetitif)

Inilah esensi dari networking economics (people cybernomics) dimana transformasi dari model konglomerasi menjadi aglomerasi kerakyatan melalui teknologi skala kecil-kecil mandiri yang dirangkai dengan jaringan telematika sehingga tetap memiliki ‘value’ raksasa sebagaimana disarankan oleh Tanri dengan pembentukan holding company agar skala (volume) dari segi asset maupun income (revenue) juga besar.

Jokowi mewakili CEO NKRI (Negara Korporasi Rakyat Indonesia) tinggal tandatangan dengan Mark Zuckenberg pemilik (CEO) facebookuntuk melakukan public offering ke 10 (sepuluh) pasar uang global. Ketika BUMR berbasis telematika sudah dilaksanakan dengan merujuk paradigma baru yang go green, go clean, blue energy, zero waste, balance food and energy, organic, agglomerative model, dan environmental accounting system, dan lainnya yang semuanya dimiliki Indonesia sebagai berkah Tuhan YME. Hal serupa dilakukan oleh  RRC sehingga dapat memposisikan cadangan devisanya sebesar USD 3 Triliun  dengan cara perusahaan-perusahaan RRC membuka marketing office di USA dan Eropah lalu melakukan public offering di top ten money markets. 

Kapitalisme Kerakyatan

Inti soalnya, BUMN telah menyimpang dari missi awal untuk mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. BUMN kini malah jadi sapi perahan partai dan elit yang berkuasa. Bahkan, ratusan BUMN menurut Mayjen TNI (Purn) Saurip Kadi, adalah ciri negara otoriter (komunis) karena negara ikut berbisnis, seharusnya seperti RRC, rakyatnya disantuni sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, diberi pekerjaan, bukan sebaliknya rakyatnya harus tender melawan BUMN seperti macan dan kambing diadu dalam satu kandang sehingga rakyatnya penyet.

Alhasil hampir semua BUMN menjadi pemain rente-ekonomi dari rakyatnya yang ngesubkontrak berbagai pekerjaan. Kalau BUMN, proyek negara, pinjam dari bank negara, kalau rugi yang nanggung negara, sementara rakyat ngutang sendiri kalau rugi asetnya disita.

Sebenarnya, dalam economy circle (lingkaran ekonomi) di era pasar bebas, dimana kekuatan kapital sangat dominan, maka peran pemerintah adalah penyeimbang lingkaran ekonomi tersebut. Yang kalau diterjemahkan secara kongkrit, maka tugas besar pemerintah adalah pelindung lapisan masyarakat yang paling bawah melalui berbagai bentuk insentif kesejahteraan sosial ekonomi (welfare program) tidak hanya melalui sumbangan pajak dari mereka yang kuat. Namun lebih dari itu melalui korporasi kerakyatan yang terorganisir dengan sistem berbasis telematika dan multimedia sehingga rakyat juga bisa merasakan nilai tambah secara langsung tanpa melalui tangan-tangan elite politik dan partai-partai ataupun manajemen atas nama negara yang terbukti korup.

Bagi Indonesia sesungguhnya sangat relevan dengan model koopetitif, bahkan para pendiri Republik sudah mencanangkan secara nyata dalam bentuk BUMN dan Koperasi sebagai soko guru perekonomian bangsa. Namun karena tuntutan jaman, bentuk BUMN dan Koperasi perlu direstrukturisasi menjadi BUMR (Badan Usaha Milik Rakyat). BUMR yang berbasis manajemen online yang ramping, efisien, kualitas standard, dan kompetitif. Inilah model ‘kapitalisme kerakyatan’ yang pada esensinya juga berupa ‘sosialisme demokrat’.

Bisnis kerakyatan yang terorganisir dengan manajemen digital inilah bentuk demokrasi kerakyatan yang sesungguhnya, karena rakyat ikut aktif dalam kegiatan bisnis yang menyangkut nasib dan kehidupannya melalui manajemen dan teknologi yang mampu bersaing dengan korporasi secara global. Teknologi telematika & multimedia yang memungkinkan rakyat kembali berkuasa telah diramalkan akan menjadiplatform masyarakat digital masa depan. Inilah esensi dari people cybernomics.

Kebebasan Sesungguhnya

Dengan cara ini gagasan untuk melahirkan kesetaraan dalam bidang politik otomatis menjadi teruji secara obyektif rasional.   Bangsa ini menyia-nyiakan berkah Tuhan berupa negeri khatulistiwa yang menjadi paru-paru dunia, plus menyia-nyiakan peluang yang didatangkan globalisasi. Padahal globalisasi akan terus berjalan tak peduli Indonesia siap atau tidak siap.  Bangsa ini tidak memanfaatkan kemajuan tehnologi terlebih dibidang ICT dan Multimedia.

Dengan rancang bangun perekonomian yang mensinergikan kekuatan global dengan kerakyatan tanpa beban manajemen politik negara yang sarat korupsi, maka bangsa kita akan masuk dalam era baru yaitu era kesetaraan dibidang ekonomi yang ikutannya adalah kesetaraan dalam bidang politik. Disanalah nanti demokrasi dalam arti kedaulatan rakyat (hak tertinggi untuk  mengatur negara) dapat diwujudkan tanpa tirani.

Kelak akan terwujud kebebasan (liberal) dalam arti yang sesungguhnya, yaitu kebebasan bagi segenap rakyat Indonesia dalam kesetaraan, tanpa mengurangi atau mengganggu hak orang lain.

Sehingga liberalisasi yang kita laksanakan bukanlah liberalisasi tanpa kesetaraan ibarat mencampur antara “kambing dan macan”, sebagaimana selama ini.  Sementara di negara asal paham liberalisme sendiri, sudah memberi perlindungan kepada si kecil yaitu dengan Undang-undang Anti Monopoli, Anti Trust, Anti Dumping dan lainnya.

Dan yang terpenting, pesan yang disampaikan dalam startegi Samudra Biru (Blue Ocean Strategy)  adalah sikap kepemimpinan, yang harus pandai mengubah segala macam persoalan menjadi peluang dan tantangan. Disini diharapkan kepemimpinan Jokowi yang yang tegas dan berwawasan global namun tetap kerakyatan.

Inilah impian Trisakti Bung Karno dapat diwujudkan pada era revolusi senyap (silence revolution) yang didorong oleh telematika dan multimedia, sebagaimana kemenangan Jokowi yang diusung oleh gerakan netizens WNI se dunia yang mayoritasnya apolitis menjadi aktivis pembawa perubahan dahsyat akan perbaikan.

Mustahil lahir kesetaraan dalam bidang politik tanpa adanya jaminan kesetaraan dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi. Inilah soal utama negara ini ketika bicara demokrasi tanpa menyentuh esensi pemerataan sumberdaya untuk rakyat selama ini. Inilah kunci untuk mewujudkan demokrasi yang sejati. Inilah solusi revolusi mental melalui sistem yang berpihak kepada kerakyatan dan bertaraf global.

Hutang NKRI

Soal hutang NKRI ada banyak cara mudah untuk melunasi asalkan Jokowi siap membalik paradigma dan memposisikan Indonesia, sang paru-paru dunia, untuk kembali hijau dan menghasilkan oksigen bagi dunia.

1. Debt Swap dengan negara-negara penghasil CO2 untuk program pendidikan hijau (green revolution through education), kesehatan preventif ‘back to nature’, poverty alleviation through conglomerative paradigm shift into agglomerative model,  industries transformed into green business,  local wisdom cultural promotion, green island model, global environmental accounting system model in Indonesia, dan masih seabreg agenda global yang ramuannya dimiliki Indonesia.

2. Tagihan Carbon Credit dari pergeseran bisnis lama menjadi green business yang menerapkan berbagai teknologi penghematan, teknologi pemurnian, teknologi enzyme, teknologi nano, dan lainnya untuk aplikasi banyak sektor yang semuanya menyelamatkan bumi serta seisinya.

3. Program Penghijauan berbasis telematika, sebagaimana dilakukan oleh Pemerintah Papua New Guinea, dimana pohon-pohon dipasangichips (seperti simcard) sehingga penghasilan oksigen bisa dipantau lewat satelit oleh software dimana saja, dengan bisnis model yang mensinergikan tanaman pangan dan tanaman energi mengacu kepada model hutan amazone yang masih perawan, dimana sudah dimodelkan suatu ekosistem yang komplit dari berbagai organisme nano, micro, mini, meso, sampai mega cosmics yang semua mempunyai peran dalam keterkaitan holistik.

Akan dengan senang hati Go Green Go Clean bersama Algore Foundation membantu merestrukturisasi hutang NKRI kepada negara-negara penghasil CO2 terbanyak di dunia yang sekarang menjadi pemberi kredit kepada NKRI melalui dasar penerapan environmental accounting system, dimana Oksigen dihitung, dan Indonesia paru-paru dunia belum pernah memperhitungkannya,  hal mana  sudah disepakati dunia.

Hal tersebut sudah pernah kami sampaikan kepada Presiden SBY, dan beliau sangat apresiasi, serta antusias dengan komitmen menurunkan emisi 26% yang ditandatangani di Earth Summit, sayangnya pemahaman tidak komprehensif karena peradigma lama yang polutif, ekstraktif eksesif, konglomeratif yang bertentangan dengan paradigma baru tersebut tidak disinkronkan sehingga hambatan lebih dominan daripada kesuksesan yang dijanjikan SBY kepada dunia. Semoga Jokowi bisa menjadi penyelamat bagi stigmatisasi tentang ‘SBY The Liar’.

* Penulis Direktur Eksekutif Go Green Go Clean Indonesia dan Direktur Eksekutif LP3ES Consultant. 

18
Oct
14

Kenegarawanan : Manifesto Politik Rakyat Indonesia

Manifesto Politik (Manipol) Rakyat Indonesia

Kamis, 16 Oktober 2014 – 20:36 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Manifesto Politik (Manipol) Rakyat Indonesia

Menyongsong peralihan rezim kepemimpinan negara 20 Oktober 2014 dan peringatan hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014, sertamenimbang pentingnya Strategi Ketahanan Bangsa (1) Kehidupan Agama tidak Rawan, (2) Kehidupan Ideologi tidak Retak, (3) Kehidupan Politik tidak Resah, (4) Kehidupan Ekonomi tidak Ganas, (5) Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, (6) Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, (7) Kehidupan Lingkungan tidak Gersang, maka TRISAKTI dan NAWACITA sebagai kerangka kerja pemerintahan JokoWi-JK 2014-2019 perlu juga perkuatan upaya-upaya optimal berupa harmonisasi politik TRISTRATEGI Bina Mental Kebajikan Negarawan Kerakyatan yang cakupi implementasi kearifan lokal yang juga jatidiri bangsa sebagai berikut :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,

(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta

(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Harmonisasi tersebut diatas adalah tumpuan arah kepastian bagi keterpaduan TRIMATRA (NawaCita-1), pemberdayaan TRIKARYA  yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat, dan capaian TRICITA kenegaraan (a) Indonesia Mulia (2015-2025) terkait Indonesia Pintar (NawaCita-5), (b) Indonesia Bermartabat (2025-2035) senafas dengan Indonesia Kerja (NawaCita-5), (c) Indonesia Sejahtera Lahir & Bathin (2035-2045) seiring dengan Indonesia Sejahtera (NawaCita-5) menuju Indonesia Jaya pada saat 100 tahun Indonesia Merdeka 2045.

Jakarta, 17 Oktober 2014

Badan Musyawarah Koalisi Rakyat Indonesia

(1) Pandji R Hadinoto, (2) HR Abdi Rakyat,
(3) Andre Lukman, (4) Urai Zulhendrie
(5) Abdul Halim, (6) Arie Wiryawan Al Rasyid, (7) Erwin Broto Amidarmo, (8) Sucipto Harimurti, (9) Alif Kamal, (10) Gigih Guntoro, (11) Joyo Priyoski, (12) Suyanto Ducko, (13) Ki Bondan, (14) Adipurnawidgdo, (15) Surya Hadjar, (16) Suryadi, (17) Dharmo L Mertaperwira, (18) Rohadi Subardjo, (19) Greg Wisnu Rosariastoko, (20) RDK Errianto, (21) Bagus Satriyanto, (22) Ali Koesno Soeryoprojo, (23) Jimmu Goh, (24) Regina Oesman, (25) J. Sandjaja Darmawan, (26) Igbal Daut Hutapea, (27) Ading Sutisna, (28) Rizky Tri

Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-manifesto-politik-manipol-rakyat-indonesia.html#ixzz3GTkWge79

http://forum.viva.co.id/showthread.php?t=1777012

Sejarah Bung Karno Melawan Kepentingan Asing


alt

Di tahun 1960, Sukarno bikin gempar perusahaan minyak asing, dia panggil Djuanda, dan suruh bikin susunan soal konsesi minyak “Kamu tau, sejak 1932 aku berpidato di depan Landraad soal modal asing ini? soal bagaimana perkebunan-perkebunan itu dikuasai mereka, jadi Indonesia ini tidak hanya berhadapan dengan kolonialisme tapi berhadapan dengan modal asing yang memperbudak bangsa Indonesia, saya ingin modal asing ini dihentiken, dihancurleburken dengan kekuatan rakyat, kekuatan bangsa sendiri, bangsaku harus bisa maju, harus berdaulat di segala bidang, apalagi minyak kita punya, coba kau susun sebuah regulasi agar bangsa ini merdeka dalam pengelolaan minyak” urai Sukarno di depan Djuanda.

Lalu tak lama kemudian Djuanda menyusun surat yang kemudian ditandangani Sukarno. Surat itu kemudian dikenal UU No. 44/tahun 1960. isi dari UU itu amat luar biasa dan memukul MNC (Multi National Corporation). “Seluruh Minyak dan Gas Alam dilakukan negara atau perusahaan negara”.

Inilah yang kemudian menjadi titik pangkal kebencian kaum pemodal asing pada Sukarno, Sukarno jadi sasaran pembunuhan dan orang yang paling diincar bunuh nomor satu di Asia. Tapi Sukarno tak gentar, di sebuah pertemuan para Jenderal-Jenderalnya Sukarno berkata “Buat apa memerdekakan bangsaku, bila bangsaku hanya tetap jadi budak bagi asing, jangan dengarken asing, jangan mau dicekoki Keynes, Indonesia untuk bangsa Indonesia”.

Ketika laporan intelijen melapori bahwa Sukarno tidak disukai atas UU No. 44 tahun 1960 itu Sukarno malah memerintahkan ajudannya untuk membawa paksa seluruh direktur perusahaan asing ke Istana. Mereka takut pada ancaman Sukarno. Dan diam ketakutan.

Quote:
Pada hari Senin, 14 Januari 1963 pemimpin tiga perusahaan besar datang lagi ke Istana, mereka dari perusahaan Stanvac, Caltex dan Shell. Mereka meminta Sukarno membatalkan UU No.40 tahun 1960. UU lama sebelum tahun 1960 disebut sebagai “Let Alone Agreement” yang memustahilkan Indonesia menasionalisasi perusahaan asing, ditangan Sukarno perjanjian itu diubah agar ada celah bila asing macam-macam dan tidak memberiken kemakmuran pada bangsa Indonesia atas investasinya di Indonesia maka perusahaannya dinasionalisasikan.

Para boss perusahaan minyak itu meminta Sukarno untuk mengubah keputusannya, tapi inilah jawaban Sukarno “Undang-Undang itu aku buat untuk membekukan UU lama dimana UU lama merupaken sebuah fait accomply atas keputusan energi yang tidak bisa menasionalisasikan perusahaan asing.

UU 1960 itu kubuat agar mereka tau, bahwa mereka bekerja di negeri ini harus membagi hasil yang adil kepada bangsaku, bangsa Indonesia” mereka masih ngeyel juga, tapi bukan Bung Karno namanya ketika didesak bule dia malah meradang, sambil memukul meja dan mengetuk-ngetukkan tongkat komando-nya lalu mengarahkan telunjuk kepada bule-bule itu Sukarno berkata dengan suara keras :”Aku kasih waktu pada kalian beberapa hari untuk berpikir, kalau tidak mau aku berikan konsesi ini pada pihak lain negara..!” waktu itu ambisi terbesar Sukarno adalah menjadikan Permina (sekarang Pertamina) menjadi perusahaan terbesar minyak di dunia, Sukarno butuh investasi yang besar untuk mengembangkan Permina.

Quote:
Caltex disuruh menyerahkan 53% hasil minyaknya ke Permina untuk disuling, Caltex diperintahkan memberikan fasilitas pemasaran dan distribusi kepada pemerintah, dan menyerahkan modal dalam bentuk dollar untuk menyuplai kebutuhan investasi jangka panjang pada Permina.

Bung Karno tidak berhenti begitu saja, ia juga menggempur Belanda di Irian Barat dan mempermainkan Amerika Serikat, Sukarno tau apabila Irian Barat lepas maka Biak akan dijadikan pangkalan militer terbesar di Asia Pasifik, dan ini mengancam kedaulatan bangsa Indonesia yang baru tumbuh. Kemenangan atas Irian Barat merupakan kemenangan atas kedaulatan modal terbesar Indonesia, di barat Indonesia punya lumbung minyak yang berada di Sumatera, Jawa dan Kalimantan sementara di Irian Barat ada gas dan emas. Indonesia bersiap menjadi negara paling kuat di Asia.

Hitung-hitungan Sukarno di tahun 1975 akan terjadi booming minyak dunia, di tahun itulah Indonesia akan menjadi negara yang paling maju di Asia , maka obesesi terbesar Sukarno adalah membangun Permina sebagai perusahaan konglomerasi yang mengatalisator perusahaan-perusahaan negara lainnya di dalam struktur modal nasional. Modal Nasional inilah yang kemudian bisa dijadikan alat untuk mengakuisisi ekonomi dunia, di kalangan penggede saat itu struktur modal itu diberi kode namanya sebagai ‘Dana Revolusi Sukarno”.

Kelak empat puluh tahun kemudian banyak negara-negara kaya seperti Dubai, Arab Saudi, Cina dan Singapura menggunakan struktur modal nasional dan membentuk apa yang dinamakan Sovereign Wealth Fund (SWF) sebuah struktur modal nasional yang digunakan untuk mengakuisisi banyak perusahaan di negara asing, salah satunya apa yang dilakukan Temasek dengan menguasai saham Indosat.

Kelabakan dengan keberhasilan Sukarno menguasai Irian Barat, Inggris memprovokasi Sukarno untuk main di Asia Tenggara dan memancing Sukarno agar ia dituduh sebagai negara agresor dengan mengakuisisi Kalimantan.

Mainan lama ini kemudian juga dilakukan dengan memancing Saddam Hussein untuk mengakuisisi Kuwait sehingga melegitimasi penyerbuan pasukan Internasional ke Baghdad. Sukarno panas dengan tingkah laku Malaysia, negara kecil yang tak tau malu untuk dijadikan alat kolonialisme, namun Sukarno juga terpancing karena bagaimanapun armada tempur Indonesia yang diborong lewat agenda perang Irian Barat menganggur. Sukarno ingin mengetest Malaysia.

Tapi sial bagi Sukarno, ia justru digebuk Jenderalnya sendiri. Sukarno akhirnya masuk perangkap Gestapu 1965, ia disiksa dan kemudian mati mengenaskan, Sukarno adalah seorang pemimpi, yang ingin menjadikan bangsanya kaya raya itu dibunuh oleh konspirasi. Dan sepeninggal Sukarno bangsa ini sepenuhnya diambil alih oleh modal asing, tak ada lagi kedaulatannya dan tak ada lagi kehormatannya.

Kalau SBY sih…….bukan bandingannya Jokowi, terlalu jauh untuk dibandingkan….hehehehe…
On Friday, October 17, 2014 12:07 PM, “Yoseph T Taher ariyanto@bigpond.com [temu_eropa]” <temu_eropa@yahoogroups.com> wrote:

Susilo Bambang Yudoyono-pun tidak punya kerendahan hati seperti yang dipunyai Jokowi ini. Selamat Pak Jokowi, Presiden kita! Horas Bapak Presiden R.I…….!!!

On 17/10/2014 6:50 PM, iwamardi iwamardi@yahoo.de [temu_eropa] wrote:
Setelah dihujat, difitnah, dilecehkan, ….dia tetap menang !

Sekarang Jokowi malahan mendatangi lawan politiknya yang mencidrainya, tanpa berpikir dia akan dilecehkan orang sebagai manusia lemah, atau akan kehilangan gèngsinya .
Adakah selama ini seorang pemimpin bangsa yang semacam ini ?
BK pun, sebagai pemimpin besar bangsa yang jasanya tak ternilai besarnya itupun, tak pernah berbuat begini !
Dibenak Jkw hanya ada satu : kecintaannya yang tidak terbatas kepada tanah air dan bangsanya .
Maka bila sang  Ibu Pertiwi sedang bersusah hati dan air matanya berlinang, tak ada dalam pikirannya kecuali bagaimana sekuat tenaga membuatnya tenang dan gembira lagi !
Untuk itulah dia tak segan2 berbuat sesuatu yang orang lain tak mungkin melaksanakannya karena past dia nilai akan menyinggung  kehormatannya, gèngsinya.
Tapi apa yang diperbuat Jkw ? Kemarin dia “sowan” , berkunjung kerumah Prbw. di Kebayoran dia  bertemu dan berusaha menjadikan suasana panas menjadi sejuk kembali ….dan dia telah berhasil !
Rugikah dia ? Tidak sama sekali. Geste ini telah dengan sekejap mata mengubah suasana atmosfer politik menjadi menyejuk lagi setelah dibakar dalam pilleg, pilpres dan langkah2 derivasinya , protes2 ke KPU. MK dan lain2nya…
Kejadian ini telah “menyulap” temperatur politik di Indonesia kembali ke kenormalannya lagi, udara menjadi sejuk kembali, paling sedikit disekitar para pendukung kedua pihak.
Nama  dan reputasi Jokowi bukannya anjlok karena dianggap lemah, sebaliknya dia dinilai sebagai negarawan yang bijak,cerdas dan dewasa, yang nuraninya penuh dengan rasa welas asih kepada sesama manusia, walau itu lawan politiknya  !
Prbw sendiri mendapatkan hikmah dari langkah Jokowi ini, dengan sambutan positiv dia terhadap kunjungan Jkw ini, dia telah mendapatkan nilai bonus dimasyarakat dan tidak akan menjadi bulan2an lagi, yang mana sangat sukar( atau tak mungkin) lepas dari penilaian buruk masyarakat terhadap sikapnya yang tidak lagi rasional itu.
Sekarang suasana sudah menyejuk, walau orang tahu, tak akan ada perubahan2 sikap politik dari kedua belah pihak.

Jokowi dalam hal ini telah dengan cerdas dan tepat mengaplikasikan ajaran filsafat Jawa peninggalan nenek moyangnya, satu pepatah yang berbunyai :


Menang Tanpo Ngasorake


Artinya: “Menyerang tanpa bala(tentara), sakti tanpa aji2, kaya tanpa harta, menang tanpa merendahkan (lawan).”

 Dia telah menaklukkan dendam,iri dan  kenbencian  dengan kebijaksanaan dan welas asih !

Maju terus pantang mundur dan berhenti Jokowi-JK , dalam mengelola negara RI ini dengan baik demi kesejahteraan Rakyat Indonesia dan Perdamaian Dunia !

iwa

News / Nasional

Aria Bima, “Sutradara” di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo

Jumat, 17 Oktober 2014 | 13:36 WIB
altTRIBUNNEWS / DANY PERMANAPresiden Republik Indonesia terpilih Joko Widodo mengunjungi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga mantan pesaingnya dalam Pilpres lalu, Prabowo Subianto, di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Aria Bima menjadi “otak” di balik pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Aria menginisiasi dan merancang pertemuan sehingga Jokowi-Prabowo bisa bertemu pada Jumat (17/10/2014) ini. 

Aria awalnya menghubungi Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Edhy Prabowo. Secara terbuka, ia meminta agar Jokowi dan Prabowo bisa bertemu sebelum pelantikan pada 20 Oktober mendatang. 

altTRIBUNNEWS/DANY PERMANAAria Bima.

“Pak Aria bilang ke saya, kenapa sih Pak Prabowo enggak mau ketemu Jokowi?” kata Edhy seusai pertemuan, di kediaman keluarga Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

“Saya bilang, loh siapa yang enggak mau ketemu? Pak Prabowo selalu terbuka,” ujar Edhy.

Akhirnya, keduanya pun sepakat untuk mengatur pertemuan. Pada Kamis (16/10/2014) lalu, Edhy mempertemukan Aria dengan Prabowo di Apartemen Dharmawangsa. 

“Dari pertemuan itu, Pak Prabowo sepakat, hari Jumat pukul 10.00 WIB, tempatnya bisa di sini (Kertanegara), bisa di Hambalang,” ujar Edhy. 

Akhirnya, Jokowi pun memilih Kertanegara karena lebih terjangkau dari rumah dinasnya di daerah Taman Surapati, Jakarta Pusat. Sesai pertemuan, Prabowo pun sempat menyapa Aria Bima yang turut hadir di lokasi. 

“Ini dia ini otak pertemuannya,” kata Prabowo sambil tertawa dan merangkul Aria. 

Aria hanya tersenyum menanggapi ucapan Prabowo itu.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo memang tak berlangsung lama, tetapi berlangsung hangat. Keduanya pun sempat bercanda terkait usia Prabowo, yang pada hari ini berulang tahun ke-63. Dalam pernyataannya, Prabowo meminta para pendukungnya untuk bersatu, menerima, dan mendukung pemerintahan Joko Widodo.

__._,_.___

Posted by: Chalik Hamid <chalik.hamid@yahoo.co.id>

Gerindra: Jokowi-Prabowo Bersua Patut Dicontoh, Jangan Seperti SBY dan Mega

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra Arif Poyuono menilai pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto adalah sebuah langkah positif. Hal tersebut patut diteladani tidak seperti SBY yang dibesarkan oleh Megawati Soekarnoputri tetapi enggan menemui Mega hingga saat ini.

“Tidak seperti SBY yang dibesarkan oleh Megawati tapi tidak mau mendatangi Mega pada saat pelantikannya tahun 2004. Dan kami juga berharap hubungan antara ibu Mega dan Prabowo juga makin kondusif agar dapat sama sama membangun negara yang sudah hampir hancur sejak dipimpin SBY,” ujar Arif dalam pernyataannya kepada Tribunnews.com, Jumat(17/10/2014).

Arif mengatakan, datangnya Jokowi ke Prabowo sebelum dilantik menjadi presiden adalah bentuk penghormatan yang besar bagi Gerindra dan Prabowo. Apa yang dilakukan oleh Jokowi lanjut Arif, menunjukkan bahwa Joko Widodo adalah orang yang sangat menghormati Prabowo.

“Joko Widodo punya sifat yang lebih baik dan tahu diri dibandingkan Ahok yang kurang mengerti adat ketimuran. Ya semoga Jokowi bisa benar benar menjalankan amanat rakyat dan program Trisaktinya untuk kemajuan bangsa,” ujar Arif.

Ke depan kata Arif, Joko Widodo juga harus berani menindak tegas para koruptor dan mafia migas yang banyak merugikan negara selama pemerintahan SBY.

“Mari kita lupakan masalah selama pilpres dan kita move on untuk bersama sama mendukung pemerintahan Jokowi- JK dan terus mengkritisi dan menolak setiap program pemerintah dan kebijakan Jokowi- JK yang pro neolib dan merugikan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Baca Juga:

Prabowo: ‘Insya Allah Saya Datang’

Pertemuan Jokowi-Prabowo Bisa Memutus Rasa Dendam

Prabowo Ucapkan Selamat Atas Pelantikan Jokowi

16
Oct
14

IpTek : Gunung Bulan Meletus Saat Dinosaurus Kuasa Dunia

Gunung di Bulan Meletus Saat Dinosaurus Jadi ‘Penguasa Bumi’

Sains
  • Internasional
  • 2
  • 15 Okt 2014 13:29

Deposit batuan vulkanik di permukaan Bulan

Deposit batuan vulkanik di permukaan Bulan (NASA/GSFC/Arizona State University)

Liputan6.com, Dinosaurus pernah jadi penguasa dunia, sebelum ‘kiamat’ terjadi 65 juta tahun lalu, kala meteor raksasa lolos dari atmosfer dan menghantam Bumi lalu memicu kepunahan. Seandainya mereka mampu menemukan teleskop saat itu, makhluk purba tersebut mungkin bisa menyaksikan lava mengalir di permukaan Bulan.

Para ilmuwan awalnya menduga, aktivitas vulkanik di Bulan mati sekitar 1 miliar tahun lalu. Namun data dari Lunar Reconnaissance Orbiter (LRO) milik Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA menunjukkan, lava mengalir di permukaan satelit Bumi mungkin kurang dari 100 juta tahun lalu.

“Temuan ini adalah sejenis pengetahuan, yang secara harfiah, akan membuat para ahli geologi menulis ulang buku mereka yang membahas tentang Bulan,” kata John Keller, ilmuwan pada proyek LRO di Goddard Space Flight Center NASA di Greenbelt, Maryland, Amerika Serikat, seperti dikutip dari situs sains SPACE.com, Kamis (15/10/2014).

Saat mengorbit Bulan pada tahun 1971, astronot Apollo 15 mengambil gambar deposit vulkanik di permukaan satelit bumi, yang disebut Ina. Para peneliti menduga, Ina masih sangat muda dan mungkin terbentuk dalam ledakan lokal dari aktivitas vulkanik, meski kebanyakan vulkanisme Bulan terjadi antara 3,5 miliar hingga 1 miliar tahun lalu.

Namun, kini, foto dari satelit LRO —  pengorbit yang tiba di Bulan pada 2009 — menunjukkan Ina tak sendirian. Ia punya banyak ‘teman’. Para ilmuwan menemukan 70 pola yang sama di dataran vulkanik gelap di sisi Bulan yang menghadapi Bumi.

Deposit batuan unik itu disebut juga pola mare yang tak beraturan (irregular mare patches). Mare adalah dataran basalt yang luas dan gelap di Bulan, dibentuk oleh pembekuan dari banjir magma karena proses erupsi vulkanik purba beberapa miliar tahun yang lalu.

Keberadaan mereka ditandai oleh gundukan bulat yang terlihat halus yang bercampur dengan tonjolan kasar, formasi batuan. Ukurannya kurang dari 500 meter. Terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang dari Bumi.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik di Bulan menyebar dalam waktu relatif tak begitu lama — setidaknya dalam istilah geologi. Tiga deposit diperkirakan berusia kurang dari 100 juta tahun. Dan Ina mungkin umurnya kurang dari 50 juta tahun.

Para ilmuwan melakukan studi dengan teknik yang mengaitkan pengukuran kawah Bulan dengan usia sampel debu Bulan yang diambil selama misi Apollo dan misi robotik Luna milik Uni Soviet. Temuan tersebut dijelaskan secara detil dalam jurnal Nature Geoscience edisi 12 Oktober 2014.

Temuan deposit tersebut juga bisa mengubah cara pikir ilmuwan tentang temperatur bagian dalam atau interior Bulan.

“Keberadaan dan usia pola mare yang tak teratur menginformasikan bahwa mantel Bulan pastilah cukup panas, yang memungkinkan magma keluar dalam letusan bervolume kecil yang menciptakan fitur tersebut,” kata Sarah Braden dari  Arizona State University yang memimpin studi. (Mut)

Credit: Elin Yunita Kristanti

16
Oct
14

Kepemimpinan : JokoWi Inspirasi Rakyat

Pelantikan Jokowi, Ada Makanan Gratis untuk Rakyat

Pelantikan Jokowi, Ada Makanan Gratis untuk Rakyat  

Jokowi menunjuk seorang pendukungnya, pada saat syukuran atas terpilihnya pasangan Jokowi-JK sebagai presiden Indonesia 2014-2019 di Taman Proklamasi, Menteng, Jakarta, 23 Juli 2014. AP/Dita Alangkara

TEMPO.CO, Jakarta - Relawan Jokowi-Jusuf Kalla akan menyiapkan aneka hidangan dalam syukuran rakyat pada 20 Oktober 2014 mendatang. Di sepanjang jalan yang dipakai untuk mengarak Jokowi-JK, dari Bundaran HI hingga Istana Negara, akan disediakan makanan gratis.

“Makan gratis sampai habis. Kalau ada yang membayar, itu seharusnya ilegal,” kata koordinator Syukuran Rakyat Salam 3 Jari, Jay Wijayanto, dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu, 15 Oktober 2014.(Baca: Amien Rais Ingin Hadir di Pelantikan Jokowi)

Jay mengatakan masyarakat yang memeriahkan acara syukuran rakyat boleh saja menambah makan berulang-ulang, tapi dengan satu syarat: “Tidak boleh take away,” katanya. Makanan yang dibagikan gratis tersebut disediakan oleh asosiasi pedagang bakso, siomai, dan ketoprak.(Baca: Sambut Pelantikan Jokowi, Gedung-gedung Bersolek)

Setelah dilantik MPR pada 20 Oktober mendatang, Jokowi-JK diagendakan langsung menemui rakyat yang terkonsentrasi di Bundaran HI. Relawan dan simpatisan akan melakukan iring-iringan atau kirab untuk mengantar Jokowi-JK menuju Istana Negara. Di sepanjang rute menuju Istana akan terdapat berbagai macam hiburan dan makanan rakyat.(Baca: Teka-teki Kehadiran Prabowo di Pelantikan Jokowi)

NURIMAN JAYABUANA

Berita Lain
Ngopi Bareng Ical, Ini Isi Pebincangan Jokowi
Tahir Beri Megawati Penghargaan dan Uang Rp 1 M
Pemenang Cover Maroon 5 Penggembala Kambing
Jokowi Ajukan Satu Pertanyaan ke Ical

  • Terpopuler Harian
  • Terpopuler Mingguan

Sosok Setya Nevanto Untungkan Jokowi

Laporan Arif Wicaksono

Tribunnews.com, Jakarta - Faisal Basri, ekonom, mengatakan bahwa sosok Setya Nevanto sebagai ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merupakan sosok yang menguntungkan bagi pemerintahan Jokowi – JK, hal ini karena sosoknya yang dianggap tidak bersih.

“Sosok Setya bagus untuk Jokowi, kalau ada masalah banyak hal yang bisa dilakukan karena Setya bukan sosok yang bersih,” kata Faisal Basri, ekonom di jakarta, Rabu (15/10/2014).

Dia menuturkan alangkah tidak baiknya jika sosok pimpinan DPR diisi oleh sosok yang bersih. Karena akan menyulitkan lobi Jokowi dalam menelurkan beberapa kebijakan yang dianggap bertentangan dengan legislatif.

“Kalau begini kan akan mudah karena memang banyak kartu yang bisa dibuka, untuk Setya Novanto, jadi kelemahanya banyak,” katanya.

Sosok Setya sendiri kerap menjadi pergunjingan karena kerap diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setya sendiri sempat diperiksa dalam beberapa kasus seperti kasus dugaan suap Revisi Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2010 tentang penambahan Biaya Area menambak Riau yang juga .
menjerat Gubernur Riau, Rusli Zainal, yang juga politikus Partai Golkar.

Baca Juga:

Di Bawah Jokowi-JK, Pelaku Bisnis Optimistis Iklim Usaha Membaik

Jelang Pelantikan Jokowi, Pimpinan MPR Temui Hatta, Ical, dan SBY Hari Ini

Polri: Jakarta Kondusif Jelang Pelantikan Jokowi-JK

Berita Lainnya

 

http://indonesiasatu.kompas.com/read/2014/10/15/19252161/jelang.lengser.sby.angkat.beberapa.orang.dekatnya.jadi.dubes?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

 

Jelang Lengser, SBY Angkat Beberapa Orang Dekatnya Jadi Dubes

Rabu, 15 Oktober 2014 | 19:25 WIB

 

sabrina/Kompas.com Presiden Susilo Bambang Yudhyono mengumumkan pemerintah resmi menerbitkan Perppu nomor 1 tahun 2014 yang membatalkan Undang-undang nomor 22 tahun 2013 tentang pemilihan kepala daerah dan Perppu nomor 2 tahun 2014 yang membatalkan Undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah di Istana Merdeka, Kamis (2/10/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melantik 22 orang duta besar baru menjelang lima hari masa tugasnya berakhir, Rabu (15/10/2014). Beberapa di antaranya yang dilantik adalah orang-orang dekat SBY, seperti Staf Khusus bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah dan Direktur Eksekutif Partai Demokrat Toto Riyanto.

Faizasyah ditempatkan sebagai Duta Besar RI di Kanada dan Toto menjadi Duta Besar RI di Brasil. Tak hanya itu, beberapa di antaranya juga adalah orang-orang di lingkar Istana, seperti Mohammad Oemar yang merupakan Sekretaris Wakil Presiden. Sebelum menjadi Setwapres, Oemar pernah menjadi Duta Besar Italia. Kini, ia ditempatkan SBY sebagai Duta Besar RI di Belgia.

Tak hanya orang-orang dekat SBY, duta besar yang baru dilantik juga ada yang berasal dari pegawai karier di Kementerian Luar Negeri, yakni mantan Wakil Menteri Luar Negeri Wardana dan Direktur Perlindungan WNI dan BHI di Luar Negeri Tatang Budie Utama Razak. Wardana ditempatkan sebagai Dubes RI di Turki dan Tatang menjadi Dubes RI di Kuwait.

Berikut daftar lengkap 22 duta besar yang dilantik Presiden SBY hari ini:
1. Dr Teuku Faizasyah, MSi (Kanada)
2. Bambang Hendrasto (Korea Utara)
3. Marsdya TNI (Purn) Toto Riyanto (Brasil)
4. Drs Dominicus Supratikto (Suriname)
5. Imam Santoso (Etiopia)
6. Wardana (Turki)
7. Jhonny Sinaga (Argentina merangkap Republik Paraguay dan Republik Orientas Uruguay)
8. Drs Endang Dwi Syarief Syamsuri, MSi (Maroko)
9. Letjen TNI (Purn) Hotmangaradja Pandjaitan (Republik Perancis merangkap Kepangeranan Andorra, Kepangeranan Monako, dan UNESCO)
10. Dra Wening Esthyprobo Fatandari, MA (Hongaria)
11. Drs Philemon Arobaya (Cile)
12. Harry Richard James Kandou (Serbia)
13. Yusra Khan (Meksiko merangkap Belize, Republik El Salvador, Republik Guatemala, dan Republik Honduras)
14. Mohamad Oemar (Belgia merangkap Luksemburg, European Union, World Customs Organization (WCO) dan organisasi-organisasi internasional lain yang berkedudukan di Brussels)
15. Ronald Josef Pariaman Manik (Papua Niugini merangkap Solomon)
16. Joko Harjanto (Arab dan Suriah)
17. Aulia Aman Rachman (Republik Ceko)
18. Harry Purwanto (Nigeria merangkap Liberia)
19. Tatang Budie Utama Razak (Kuwait)
20. Peter Frans Gontha (Polandia)
21. Anak Agung Gde Alit Santhika (Republik Uzbekistan)
22. Stephanus Yuwono, SH (Republik Zimbabwe)

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

res : Apakah bisa DPR (akan) perkuat kelembagaan Komnas HAM, jika lebih dari 200 anggotanya terkait pelanggaran hukum? Apakah ini bukan mimpi?

http://id.beritasatu.com/home/dpr-akan-perkuat-kelembagaan-komnas-ham/97363

 DPR akan Perkuat Kelembagaan Komnas HAM

Rabu, 15 Oktober 2014 | 18:29

Komnas HAM. Foto: setara-institute.org

Berita Terkait

  • Komnas HAM Desak Komitmen Kebebasan Beragama Jokowi-JK
  • Komnas: Kecurangan Pemilu Langgar HAM
  • Komnas HAM Turunkan Tim Pemantau di Lampung
  • Komnas: Perintah Penculikan Aktivis Seharusnya Tertulis
  • Komnas HAM akan Panggil Paksa Kivlan Zen

JAKARTA – Pimpinan DPR RI bertemu dengan perwakilan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam upaya memperkuat kelembagaan Komnas HAM terkait dengan kewenangan dalam penyelidikan dan penyelesaian kasus pelanggaran HAM.

“Sebagai contoh, kami akan memperkuat kelembagaan Komnas HAM melalui penyempurnaan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU Nomor 26 Tahun tentang Pengadilan HAM,” kata Ketua DPR Setya Novanto pada konferensi pers di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (15/10).

Ia menjelaskan, tadinya kewenangan Komnas HAM tidak melalui penyelidikan dan rekomendasi tetapi lembaga yang berwenang memutuskan adanya pelaksanaan pengadilan HAM sehingga kami akan melalukan penyempurnaan Undang-Undang tersebut.

“Penyempurnaan tersebut secepatnya akan ditindaklanjuti setelah Komisi III DPR terbentuk,” katanya.

Selain itu, menurut Setya, DPR juga akan memperkuat Komnas HAM dari segi anggaran dan penyediaan tenaga ahli pendukung Komnas HAM.

Hari ini, enam komisioner dari Komnas HAM yang terdiri atas Hafid Abbas, Siane Indriani, Anshori Sinungan, Manager Nasution, Rochyatul Aswidah, dan Natalius Pigai bertemu dengan Ketua DPR, Setya Novanto dan wakilnya, Agus Hermanto di Gedung MPR/DPR Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut dicapai, bahwa DPR akan memperkuat kelambagaan Komnas HAM dan memberikan perhatian khusus terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM. (ID/ant/ths)

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

res : Dibutuhkan orang-orang bercatatan buruk supaya status  DPR  sebagai “Dewan Penipu Rakyat” tidak berubah! Lihat saja semua partai politik yang duduk dalam DPR tidak ada bersih dari koruptor.

 

http://sp.beritasatu.com/home/kontras-242-anggota-dpr-periode-2014-2019-memiliki-catatan-buruk/67011

 

KontraS: 242 anggota DPR Periode 2014-2019 Memiliki Catatan Buruk
Selasa, 14 Oktober 2014 | 21:26

Ilustrasi pelantikan anggota DPRD. [Google]

[JAKARTA] Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mencatat ada 242 anggota DPR periode 2014-2019 yang memiliki catatan buruk. Mereka diduga terlibat dalam sejumlah kasus, dari kasus pelanggaran HAM sampai kasus korupsi.

“Jenis-jenis catatan buruk anggota DPR ini, antara lain, pernah menjadi tersangka korupsi, mereka juga diduga terlibat kasus korupsi, aktif membela terdakwa kasus korupsi, pernah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, pernah terlibat kasus tindak pidana, pernah terlibat kasus pelanggaran pemilu, juga pernah merima sanksi etik oleh BK DPR, hingga memililki catatan absen yang buruk sejak menjabat sebagai angoota DPR pada periode sebelumnya,” beber Deputi KontraS Farah Fathurrahmi i kantor Kontras, Menteng, Jakarta, pada Selasa (14/10)

Farah mengungkapkan bahwa berdasarkan catatan KontraS, anggota DPR-RI yang memiliki catatan buruk berasal dari fraksi PDIP (57 orang), fraksi Golkar (44 orang), fraksi Demokrat (37 orang), fraksi Gerindra (24 orang), fraksi PPP (20 orang), fraksi PKS (18 orang), fraksi PAN (16 orang), fraksi PKB (11 orang), dan fraksi Nasdem (9 orang).

Terkait kasus korupsi, KontraS mencatat sedikitnya terdapat 160 nama yang berhasil lolos menjadi anggota DPR-RI periode 2014-2019. Dari jumlah tersebut, 5 nama pernah tercatat menjadi terdakwa dalam sejumlah kasus korupsi, meski dibebaskan, nama-nama terebut antara lain; Rachmat Hidayat, Mukhamad Misbakhun, Azam Azman Natawijana, Krisna Mukti, dan Achmad Dimyati Natakusumah. Sisanya, sejumlah 16 nama pernah menjadi tersangka kasus korupsi, 63 orang pernah diperiksa oleh KPK,

“KontraS juga menemukan 4 nama anggota DPR yang cukup getol membela terdakwa-terdakwa kasus korupsi, antara lain: Rufinus Hotmaulana Hutauruk dari fraksi Hanura, Junimart Girsang dari fraksi PDIP, John Kenedy Azis dari fraksi Golkar, dan Heri Gunawan dari fraksi Gerindra,”katanya.

Selain terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, lanjut Farah, catatan buruk lainnya dari anggota DPR-RI periode ini ialah diduga terlibat dalam sejumlah kasus pelanggaran hak asasi manusia.

“Sebut saja nama Mukhamad Misbakhun dan Tifatul Sembiring yang pernah terlibat dalam kasus pelanggaran hak kebebasan berekspresi di Indonesia, Ahmad Noor Supit anggota Pansus Trisakti dan Semanggi II yang dianggap tidak memiliki komitmen dalam penegakan HAM karena memutuskan tidak ada pelanggaran berat dalam kasus Trisakti, Mulyadi yang pernah terlibat kasus intimidasi terhadap jurnalis,”bebernya.

KontraS juga mencatat sedikitnya 19 nama pernah terlibat dalam kasus tindak Pidana seperti; pengeroyokan, pemukulan, intimidasi, hingga penipuan, dan 38 nama terlibat dalam kasus pelanggaran Pemilu, seperti; dugaan terlibat politik uang, pemasangan APK sebelum massa kampanye, pemanfaatan ruang publik untuk kampanye, hingga eksploitasi anak di bawah umur dalam kampanye dan kegiatan kampanye yang tidak ramah lingkungan. Sedangkan 16 nama tercatat pernah menerima hukuman dari Badan Kehormatan (BK) DRP, dan 52 nama memiliki catatan absensi yang buruk.

“Buruknya catatan (track record) para anggota Dewan seakan memproyeksikan nasib masa depan penegakkan demokrasi negara ini. Sejumlah regulasi pun dipersiapkan untuk memuluskan jalan para perompak politik untuk membelokkan arah demokrasi Indonesia ke dermaga lama Orde Baru seperti disahkannya UU MD3 dan UU Pilkada,”jelasnya.

Farah mengharapkan rakyat terus mengkawal proses demokrasi yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dengan menggunakan seluruh saluran yang ada untuk mempengaruhi posisi politik rakyat.

“Selain itu, aparat penegak hukum sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah juga harus lebih berani dan tegas dalam upaya penegakkan hukum dengan menyeret para pelaku pelanggaran HAM ke pengadilan dan menangkap serta mengadili koruptor, demi keberlanjutan agenda demokrasi dan hak asasi manusia di negara ini,”tuturnya. [YUS/N-6]

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

Progress 98: Jokowi & istri punya 52 rekening di luar negeri

MERDEKA.COM. Ketua Progress 98, Faizal Assegaf memiliki data tentang kepemilikan rekening di luar negeri atas nama Joko widodo (Jokowi) dan istrinya, Iriana. Jokowi memiliki rekening di luar negeri yang berjumlah 36 rekening, sementara istrinya memiliki 16 rekening yang tersebar di beberapa negara.

Progress 98 mempermasalahkan Rekening tersebut yang tidak dilaporkan Jokowi ke dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Rekening itu ada Singapore, Malaysia, New Zealand, Hong Kong, jumlahnya sekitar USD 8 juta untuk rekening Jokowi,” ujar Faizal saat konferensi pers di kediaman Rachmawati Soekarnoputri, Jl Jatipadang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (15/10)

Hasil temuan dari Progress 98 jumlah uang di rekening Jokowi yang ada di luar negeri, yaitu USD 8,514,725 sedangkan rekening istrinya, Iriana berjumlah USD 4,666,689.

Senada dengan Progress 98, pendiri Front Pelopor, Rachmawati Soekarnoputri meminta KPK untuk menyelidiki temuan dari Progress 98 itu. Namun, Adnan Pandu Praja, Wakil Ketua KPK menanggapi bahwa tidak ada satu pun rekening di luar negeri atas nama Jokowi.

“Saya minta semua pimpinan KPK diganti, mereka pasti ada muatan politis. Tidak memeriksa tapi sudah klaim tidak ada satupun rekening atas nama Jokowi,” ujar Rachma.

Dalam data yang disampaikan oleh Progress 98, Jokowi disebut memiliki sejumlah rekening di luar negeri, di antaranya di Westpac Banking Corp Honiara, Australia, New Zealand Bancaria Group Limited dan Shanghai Bank Corporation Limited. Sementara Iriana disebut memiliki rekening di Bank Kontrakt, First Caribbean International Bank LT Grand Cayman, dan Fiest Gulf Bank.

Baca Berita Selanjutnya:
Jokowi temui Dahlan Iskan di Kementerian BUMN
Jokowi bakal ‘cegat’ mobil masuk Jakarta
Jokowi minta Dahlan bangun infrastruktur dan transportasi
Pakai kets & kemeja putih, Jokowi bantah ikuti gaya Dahlan
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

13
Oct
14

IpTek : Kamera Tangkap Hantu Kastil Tua

Hantu Penghuni Kastil Tua Tertangkap Kamera

Kastil Dudley di Birmingham, Inggris, memang dikenal cukup anker. Sudah banyak cerita yang beredar mengatakan bahwa ada sesosok hantu yang bergentayangan di kastil tersebut.

Bahkan baru-baru ini sepasang suami istri asal Birmingham mengaku berhasil mengambil foto penampakan sang hantu yang berwujud seperi nyonya tua bergaun abu-abu usang.

Dean dan Amy Harper awalnya hanya berniat untuk mengambil foto pemandangan sejumlah bagian bangunan di dalam wilayah Kastil Dudley. Salah satu bangunan yang kerap dikunjungi wisatawan adalah bangunan Sharington Range.

Namun hasilnya mengejutkan, foto di bagian bangunan Sharington Range ternyata juga menangkap penampakan hantu nyonya tua bergaun abu-abu.

“Ketika gambar kami perbesar, di antara tiang pilar ada penampakan seorang wanita dan gadis kecil,” ungkap Dean seperti yang dilansir laman Mirror, Senin (13/10/2014).

The Grey Lady of Dudley Castle A shot of the Sharington Range Tudor palace, taken from the top of Dudley Castle tower, showed a red glow to the upper rooms and a ghostly figure in the archway beneath.

Kastil Dudley sendiri sudah berdiri sejak tahun 1071 silam. Warga masyarakat Birmingham memiliki segudang cerita horor terkait kastil tersebut. Namun yang paling populer adalah kisah seorang wanita bernama Dorothy Beaumont yang meninggal bersama bayinya, sesaat setelah melahirkan.

Menurut cerita, sebelum menemui ajal Dorothy mengajukan dua wasiat. Pertama, ia meminta untuk dikuburkan di samping putrinya. Sementara permintaan kedua, ia ingin sang suami menghadiri pemakamannya.

Namun sayang, kabarnya tak satu pun permohonan Dorothy yang terlaksana. Kejadian tersebut menyulut mitos Dorothy yang akan menghantui kastil Dudley selamanya.




Blog Stats

  • 2,251,183 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 124 other followers