POLITIK BANGSA INDONESIA 2012 (PBI’2012)

2012 Tahun BINA KARAKTER BANGSA (BINKARSA)

DR Ir Pandji R Hadinoto, MH / Ketua Umum Komite PAKTA45 / GASAKNAS

Mencuatnya berbagai ragam penyimpangan (malpraktek) sikap keutamaan sebenarnya bukti daripada kekerdilan pemahaman akan martabat diri, dan terapi terhadap situasi ini diyakini dapat dilakukan dengan pembelajaran berbagai upaya yang beraroma Bina Karakter Bangsa (BinKarSa).

Penyimpangan itu contohnya seperti 5 (lima) kasus ketidakadilan pada tahun 2011 yakni Kasus2 Prita, iPad, Ngecharge HP, Susu Formula Berbakteri, Sandal Polisi. Demikian pula penyimpangan yang berakibat terjadinya tindak kekerasan yang berujung kejahatan kemanusiaan seperti korban tewas di Mesuji dan Bima. Belum lagi penyimpangan di bidang2 kejahatan korporasi, korupsi, kejahatan narkoba, kejahatan perbankan, dlsb.

Kesemuanya itu sesungguhnya masih dapat diluruskan sepanjang pemantapan paham tentang berbagai tolok ukur keutamaan hidup selalu mengendap di nalar dan nurani anak bangsa sehingga mampu kendalikan sikap kearah baik dan manfaat.

Adapun tolok ukur itu adalah seperti Jiwa Semangat Nilai2 (JSN45) sebagaimana dapat dirujuk dari Pembukaan Statuta PAKTA45. Artinya, bilamana seseorang ataupun sekelompok orang menjalani dengan tulus, ikhlas dan keteguhan hati upaya2 penegakan JSN45 , maka dengan sesungguhnya yang bersangkutan berhak menyandang status Pejuang JSN45, bahkan bilamana yang bersangkutan tewas dalam perjuangannya itu maka yang bersangkutan berhak dianugerahi status Pahlawan JSN45. Aktualisasi JSN45 dengan demikian menjadi kontekstual dan manfaat bagi upaya2 perbaikan karakter bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Demikian pula upaya2 seperti praktek penerapan Piagam PAKTA (Politik Anti Korupsi Tanah Air) Indonesia (PPI) yang bermateri (1). Jangan ingkari janji konstitusional, (2). Jangan koruptif terhadap Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, (3). Jangan korupsi APBN/APBD, BUMN/BUMD dan Pajak, maka akan diperoleh tambahan antara lain resep obat perbaikan Indeks Persepsi Korupsi yang pada gilirannya adalah dalam rangka agenda pembudayaan BinKarSa.

Selain itu, praktek pemberian Penghargaan Penegak Hukum (PPH) akan pula berkerangka pembudayaan BinKarSa sekaligus pembudayaan hukum itu sendiri.

Sedangkan konflik tata guna lahan akibat ragam benturan politik2 hukum agraria, investasi agro, investasi pertambangan dan kehutanan seyogyanya dilakukan harmonisasi politik2 hukum terkait dilandasi secara kental oleh pembudayaan Pembukaan UUD 1945 berkerangka praktek pembelajaran melalui pola BinKarSa.

Ditengah ketidakpastian ekonomi global terkini terdampak zona euro dan zona dolar amerika, maka kemantapan zona rupiah seharusnya berpeluang ruang gerak lebih dinamis bagi upaya2 BinKarSa guna pemantapan amanat Pembukaan UUD 1945.

Jakarta, 30 Desember 2011

[Catatan : Jailani, SH / Sekretaris Jenderal GASAKNAS, Jl. Bazar No. 105, Bugih, Pamekasan, Madura]

PEMBUKAAN STATUTA PAKTA45

https://jakarta45.files.wordpress.com/2012/01/logo.jpg

Bahwa sesungguhnya maraknya Tindak Pidana Korupsi yang merupakan bentuk Kejahatan Luarbiasa termasuk pembiaran dan peringanan melalui remisi, adalah wajar mendorong kreatifitas pembentukan satu kebijakan publik luar biasa guna sistim penangkalan dini niatan, sikap dan tindakan Ingkar Janji Konstitusional, Koruptif terhadap Pancasila dan UUD45, Korupsi terhadap APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak.

Seperti diketahui, Pakta Integritas yang berdimensi personal sebagai perangkat anti korupsi bagi kalangan birokrat yang digagas tahun 2007, ternyata kini terbukti diakui tidak ampuh menekan niatan, sikap dan tindakan super jahat koruptor, sehingga saatnya perlu diganti dengan perangkat lain berdimensi kebijakan publik semisal Politik Anti Korupsi Tanah Air Indonesia (PAKTA Indonesia) demi mempertimbangkan percepatan akan pembangunan Indonesia Mulia, dan memperhatikan kebutuhan tentang aktualisasi 7 (tujuh) pilar Strategi Ketahanan Bangsa yaitu (1) Kehidupan bidang agama tidak rawan, (2) Kehidupan bidang ideologi tidak retak, (3) Kehidupan bidang politik tidak resah, (4) Kehidupan bidang ekonomi tidak ganas, (5) Kehidupan bidang budaya tidak pudar, (6) Kehidupan bidang hankam tidak lengah, (7) Kehidupan bidang lingkungan tidak gersang.

Adapun promosi tentang PAKTA Indonesia sebagai ‘safe haven’ ini dikedepankan adalah yang berdasarkan pada Jiwa, Semangat, dan Nilai-nilai 45 (JSN45) yang telah diakui terbukti membangun Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, yakni (1) Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Jiwa dan Semangat Merdeka, (3) Nasionalisme, (4) Patriotisme, (5) Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, (6) Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, (7) Persatuan dan Kesatuan, (8) Anti Penjajah dan Penjajahan, (9) Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri, (10) Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya, (11) Idealisme kejuangan yang tinggi, (12) Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara, (13) Kepahlawanan, (14) Sepi ing pamrih rame ing gawe, (15) Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan, (16) Disiplin yang tinggi, (17) Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.

Promosi PAKTA Indonesia merujuk juga pada upaya-upaya Pembudayaan BIJAK (Bina Jiwa Anti Korupsi tanggal 12 Oktober 2009 yakni yang mencakupi antara lain (1) 9 Pusaka Bangsa Indonesia, (2) 123 Tatanilai Kearifan Lokal, (3) Kebangkitan Jiwa Benteng Pancasila, (4) Pekik MERDEKA (MERaih DEmokrasi Kerakyatan yang Amanah), (5) Sikap BUNG (Berjoang Untuk NeGara), (6) Tekad PETA (PEjoang Tanpa Akhir), (7) Semangat Perang Rakyat Semesta, (8) 7 Resolusi Sumpah Pemuda 2008, (9) Seruan Gasak Koruptor, Gasak Khi MunaJat (Khianat, Munafik, Jahat), demi terciptanya peta jalan penguatan daya tangkal nuraniah niatan Suap dan Korupsi atau anti moral hazard, sekaligus penguatan pro sistim Pemerintahan Bersih di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dan dengan bersyukur seraya senantiasa memohonkan ke hadlirat Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kiranya generasi penerus Angkatan 45 pembela Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 berkesempatan dapat lebih memantapkan JSN45 terutama bagi energi perlawanan agar dapat memerdekakan masyarakat, bangsa dan negara dari Politik Koruptor, melalui keorganisasian Lembaga Swadaya Masyarakat bernama : PAKTA 45 sebagai Perjanjian Mulia atau Komitmen Mengusung JSN45 sekaligus juga dapat sebagai singkatan dari Pejuang Anti Korupsi Tanpa Akhir 45.

[Catatan : Penulis juga Anggota DHD45 DKI Jakarta, KTA No. CB.04.05.01866]


0 Responses to “PBI 2012”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,148,238 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: