Archive for April, 2016

24
Apr
16

Infrastruktur : Kontroversi Reklamasi Pantai Jakarta

Guru Besar IPB: Reklamasi Teluk Jakarta Sudah Telanjur

Sabtu, 23 April 2016 | 14:38 WIB
KOMPAS/SAIFUL RIJAL YUNUS Warga berbaris di gunungan pasir Pulau G, saat melakukan aksi penyegelan pulau, Minggu (17/4/2016). Aksi yang diikuti ratusan warga pesisir Jakarta ini merupakan bentuk penolakan reklamasi Teluk Jakarta yang tengah berlangsung.

JAKARTA, KOMPAS.com — Guru Besar Manajemen Pembangunan Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri menilai, reklamasi Teluk Jakarta boleh saja dilanjutkan. Namun, ia menyarankan agar semua aturan dan kaidah hukum mengenai reklamasi ditinjau ulang.

Rokhmin mengemukakan hal itu dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/4/2016).

Menurut dia, reklamasi Teluk Jakarta sudah telanjur.

“Jadi, sekali lagi karena sudah kadung atau telanjur, untuk reklamasi Jakarta saja, ya silakan diteruskan, tetapi harus satu kata dengan pemerintah, untuk me-review dulu secara menyeluruh dan melihat lingkungan sosial, ekonomi, terutama nelayan,” kata Rokhmin.

Rokhmin menyatakan, di negara maju, reklamasi harus dilakukan dengan kaidah hukum yang benar. Hanya, di Teluk Jakarta, reklamasi menurut dia tidak mengikuti aturan, khususnya soal analisis mengenai dampak lingkungannya (amdal).

“(Di Teluk Jakarta) amdalnya per proyek, harusnya kawasan terpadu, seluruhnya. Tapi, ini parsial, yang membuat segala sesuatunya jadi kacau-balau,” ujar Rokhmin.

Di sisi lain, Rokhmin sebenarnya setuju reklamasi di Teluk Jakarta dihentikan. Namun, ada implikasi bagi Jakarta kalau megaproyek itu dihentikan.

“Konsekuensinya kita harus mengurangi jumlah penduduk sampai 7 juta,” ujar Rokhmin.

Ia menyadari kebutuhan ruang di DKI Jakarta memang hanya punya opsi meningkatkan bangunan ke atas, atau melihat lautan sebagai kawasan untuk memperluas daratan.

“Kalau ke selatan tidak bisa lagi karena bisa merusak kawasan hutan,” ujar Rokhmin.

Ia pun berharap reklamasi Teluk Jakarta jadi yang terakhir di Pulau Jawa.

“Catatan saya, sudah, jangan ada lagi reklamasi. Ini the last reclamation project in java island. Seluruh stake holder harus duduk bersama dan jangan arogan,” ujarnya.

Hadir dalam diskusi itu Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan Laksmi Wijayanti, Staf Khusus Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Bidang Air dan Sumber Daya Air Firdaus Ali, Dewan Daerah Walhi Jakarta Moestaqiem Dahlan, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Viva Yoga Mauladi.

Penulis : Robertus Belarminus
Editor : Egidius Patnistik
22
Apr
16

Jokowi Diminta Selamatkan Museum Radyapustaka Solo

Jokowi Diminta Selamatkan Museum Radyapustaka Solo

Jokowi Diminta Selamatkan Museum Radyapustaka Solo
Pandji R Hadinoto

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Dewan Harian Daerah (DHD) 45 DKI Jakarta Dr Ir Pandji R Hadinoto MH mengungkapkan, museum tertua di Indonesia, Museum Radyapustaka Solo, terancam tutup karena kekurangan dana perawatan maupun operasionalnya.

“Pada pagi 15 April 2016 kami terima berita dari Pengurus Museum, Bu Soemarni Wijayanti bahwa Museum Tutup dalam 3 (tiga) hari ini karena dana hibah 2016 belum cair sehingga operasional museum tersendat,” ungkap Pandji R Hadinoto dalam rilisnya kepada Obsessionnews, Jumat (15/4/2016).

Oleh karena itu, Pandji memohon agar Presiden Jokowi segera turun tangan untuk ikut menyelamatkan kelanggengan museum yang beradd I Kota Solo, Jawa Tengah tersebut. Mantan Aktivis ITB ini pun telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi untuk sudi membenahi keberadaan museum tersebut.

“Atas perhatian dan perkenan Bapak Presiden Joko Widodo membumikan Revolusi Mental melalui Nation & Character Building, tiada lain diucapkan penghargaan se-tinggi-nya,” ujar Pandji, KBP45 KelBes Pejoang45.

Berikut surat yang dikirim Pandji kepada Presiden Jokowi:

Bapak Presiden Joko Widodo, Mantan Walikota Solo Yth,

Pertama-tama disampaikan rasa syukur ke hadlirat Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa Bapak Presiden Joko Widodo selalu dibekaliNya kesehatan lahir dan bathin.

Lebih lanjut, pagi 15 April 2016 kami terima berita dari Pengurus Museum, Bu Soemarni Wijayanti bahwa Museum Tutup dalam 3 (tiga) hari ini karena dana hibah 2016 belum cair sehingga operasional museum tersendat

Sehari sebelumnya ikhwal Museum Tutup ini dibahas di Pusat Studi Budaya SURYANUSA yang kami pimpin antara lain oleh DR Tri S Boedjonagoro, alumnus SMP 3 / SMA Margoyudan Solo, Bpk Sucipto Harimurti, alumnus Bruderan Margoyudan Solo, Bung Budiawan, alumnus ITB, dll.

Museum ini tertua di Indonesia, diresmikan Presiden Soekarno th 1953 dengan membuka selubung patung dada Pujangga Besar R. Ng. Ronggowarsito.

Bersama 300an Museum-museum yang lain, dalam kesempatan ini, perkenankan kami rekomendasikan terbitnya Peraturan Presiden (PerPres) tentang Corporate Social Responsibility (CSR) bagi Keberdayaan Museum-museum sebagai perangkat strategik Nation & Character Building, seperti juga bagi Jiwa Semangat dan Nilai-nilai 45 sebagai Roh Indonesia Merdeka yang dikenali semacam Ethos Bushido.

Atas perhatian dan perkenan Bapak Presiden Joko Widodo membumikan Revolusi Mental melalui Nation & Character Building, tiada lain diucapkan penghargaan se-tinggi-nya.

Jakarta, 15 April 2016

Tetap MERDEKA dan Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45

Editor www.jakarta45.wordpress.com

Kemendikbud Bantu Atasi Persoalan Museum Radya Pustaka

Kamis,  21 April 2016  −  06:48 WIB

Kemendikbud Bantu Atasi Persoalan Museum Radya Pustaka
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jendral Kebudayaan Kemendikbud Hari Widianto dan Kepala Disbudpar Solo Solo Eny Tyasni Suzana di Museum Radya Pustaka Solo, Rabu (20/4/2016). (Ary Wahyu Wibowo/KORAN SINDO)
A+ A-
SOLO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya turun tangan untuk menyelesaikan persoalan keuangan yang membelit Museum Radya Pustaka di Kota Solo. Kemendikbud rencananya mengucurkan anggaran Rp2 miliar untuk revitalisasi manajemen museum tertua di Indonesia tersebut.

Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hari Widianto mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban mengurus sekitar 400 museum yang ada di Indonesia.

“Radya Pustaka merupakan museum tua karena telah berdiri sejak tahun 1890 hingga sekarang,” kata Hari Widianto di Museum Radya Pustaka, Rabu (20/4/2016).

Ketika Radya Pustaka kembali dirundung persoalan hingga mengakibatkan tutup selama tiga hari pada pekan lalu, pihaknya harus turun tangan guna melakukan upaya penyelamatan. Pihaknya bersyukur dan memberi apresiasi kepada Pemkot Solo telah mencairkan anggaran operasional agar museum dapat kembali beroperasi.

Kemendikbud memiliki tanggung jawab mengurusi museum agar kembali bergerak lagi. Anggaran akan kembali dikucurkan untuk revitalisasi manajemen di tahun 2016. Dengan demikian, ke depan museum dapat kuat dalam manajerial dan bisa menghadapi perkembangan.

Museum yang berdiri di era Raja Keraton Kasunanan Surakarta Pakoe Boewono IX ini diharapkan dapat lebih fleksibel.

“Dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang mengamanatkan PP (Peraturan Pemerintah) Nomor 66 Tahun 2015 tentang Permuseuman, pemerintah pusat dan daerah wajib menyelamatkan museum dalam keadaan genting, siapa pun pemiliknya,” tandas Hari.

Mengenai revitalisasi manajemen museum, keberadaannya sudah diatur di antaranya harus ada kepala, petugas teknis, administrasi, hingga kurator.

Kepala Disbudpar Solo Solo Eny Tyasni Suzana mengatakan, pihaknya akan membentuk unit pelaksana teknis daerah (UPTD) untuk penanganan perawatan museum. Selain dari kalangan PNS, UPTD juga melibatkan para pengelola museum dan tenaga ahli.

“Untuk UPTD, pengelola museum tetap akan diseleksi terlebih dulu,” terang Eny.

(zik)

Pemkot Solo Gamang Tentukan Institusi Pengelola Radya Pustaka

Pythag Kurniati    •    21 April 2016 15:33 WIB

museum

Pemkot Solo Gamang Tentukan Institusi Pengelola Radya Pustaka

Museum Radya Pustaka, Solo, Jawa Tengah. (Metrotvnews.com/Pythag Kurniati)

Metrotvnews.com, Solo: Pemerintah Kota Solo, Jawa Tengah berencana membentuk badan yang khusus menangani masalah museum. Namun, pemerintah belum memastikan apakah akan berbentuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengungkapkan masih akan melakukan kajian mendalam mengenai hal ini. “Saat ini masih dikaji antara UPTD atau BLUD. Jika BLUD kan tidak profit oriented, melainkan ada fungsi-fungsi sosialnya,” ungkap pria yang akrab disapa Rudy, Kamis (21/04/2016).

Rudy menargetkan pembentukan rampung pada Agustus 2016. “Itu satu hari, dua hari selesai. Kita juga punya pengalaman pernah membuat UPTD Sarana dan Prasarana Olahraga yang merupakan peralihan dari Yayasan Gelora Manahan,” paparnya.

Badan ini nantinya akan memayungi dua museum yakni Museum Radya Pustaka dan Museum Keris. Pemkot mengklaim hal ini merupakan solusi paling tepat agar pendanaan museum tidak lagi terkendala.

Selama ini museum dikelola oleh Komite Radya Pustaka. Namun, sejak UU No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah terbit, Komite tak bisa lagi mendapat dana hibah. Menurut UU itu, penerima dana hibah haruslah mengantongi badan hukum. Sementara Komite Radya Pustaka tidak memiliki itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Eny Tyasni Suzana mengatakan, Komite tetap akan dilibatkan dalam pengelolaan meski UPTD atau BLUD terbentuk. Alasannya, Komite telah berpengalaman mengelola Radya Pustaka. Komite dapat dilibatkan sebagai tenaga ahli.

“Museum masih memerlukan tenaga ahli pendamping, ahli cagar budaya. Sehingga tidak menutup kemungkinan komite dilibatkan kembali,” ungkap dia.

(SAN)


KRA SOSRODININGRAT IV. Museum Radya Pustaka terletak di Jalan Slamet Riyadi, bertempat didalam kompleks Taman Wisata Budaya Sriwedari.



Blog Stats

  • 3,243,105 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…