Archive for May, 2011

31
May
11

Politik : SMS Warfare

Selasa, 31/05/2011 08:32 WIB
Sewot SMS Bodong
Djoko Suud Sukahar – detikNews

Sewot SMS Bodong

Jakarta – SMS bodong menyulut kemarahan SBY. Sang pengirim ditantang tampil. Disebut sebagai pengecut yang tidak ksatria. Dan pastinya tidak ada yang mengacungkan telunjuk. Mengaku sebagai pengirimnya.

Kalau membaca SMS itu sudah kelihatan tipu-tipunya. Sebab sang pengirim yang mengaku M Nazaruddin itu seperti anak kecil yang marah pada temannya. Mau membongkar kejelekan orang-orang penting Partai Demokrat (PD). Memfitnah sang Ketua Dewan Pembina secara keji. Dan hampir semua orang paham, itu semua tidak betul.

Bagi rakyat, SMS ini tak beda dengan penipuan yang meminta pulsa. Pelacur yang dagang diri via SMS nyasar. Atau kabar baik yang menyakitkan, pemberitahuan dapat hadiah agar tergiur menyetor sejumlah dana untuk ditipu. Ini rutin. Hampir tiap bulan mampir ke HP kita. Dan itu semua memang amat menjengkelkan.

Sebagai rakyat, kita sudah terbiasa dengan SMS macam itu. Harapan yang hanya bisa diharap, kejadian itu ditindaklanjuti. Diberangus. Aparat keamanan mampu memberi kenyamanan. Melek teknologi. Dan dengan kemelekan itu keresahan itu bisa ditangani.

Rakyat sudah lama jengkel dan marah dengan tindak orang tak bertanggungjawab itu. Tapi mau bilang apa? Mau lapor ke siapa? Kita hanya bisa pasrah terhadap ulah itu. Toh belum ada yang mampu menelisik. Paling-paling sebagai tindakan preventif, saban mendapat kabar bahagia dapat undian, benar atau tidak benar anggap saja tidak benar.

Nah SMS yang biasa mengganggu kenyamanan rakyat itu kali ini menjadikan SBY sebagai obyeknya. Isi SMS itu mengadopsi kisruh suap dalam negeri dan kisruh politik di negeri tetangga. Itu memang amat menyakitkan. Yang membuat dan menyebarkan SMS itu juga amat barbar. Tidak hanya menyakiti SBY secara pribadi, tapi juga merendahkan bangsa ini. Sebab SBY adalah presiden RI.

Sebagai petinggi negeri yang jarang menerima SMS keji, SBY langsung bereaksi keras. Menyebut pengirimnya pengecut, tidak ksatria, tidak berani berhadapan, dan tentu saja semua cap yang dilontarkan SBY itu benar. Sebab jika tidak benar tentulah sang pelaku sudah meringkuk di penjara. Atau dalam penjara tetap usil, seperti kebanyakan bandar narkoba yang bisnisnya tetap jalan di luar atau dalam bui?

Ketika membaca kiriman SMS ngawur itu terus terang siapa saja ikut mengumpat dan mencaci pengirimnya, termasuk saya. Tapi saat melihat reaksi Bapak Presiden yang marah dan serius marah, kita tiba-tiba menjadi tertawa. Apalagi isi SMS yang nyata-nyata tidak benar itu juga dibantah pula.

Sebagai Presiden dan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, kemarahan itu seperti instruksi. Bantahan demi bantahan mengalir. Kecaman demi kecaman menggelinding. Maka hari-hari ini entah sampai kapan, koor bantahan dan kecaman itu belum ketahuan akan berakhir. Memang, siapa saja yang menerima SMS fitnah seperti itu akan geram. Siapa saja juga tahu, pengirimnya pastilah negator. Tidak suka dengan Partai Demokrat atau ‘salah satu faksi’ di partai yang mulai tidak solid ini. Atau bisa pula pihak lain yang merasa dirugikan dengan kebijakan-kebijakan SBY.

Namun sebagai presiden dan Ketua Dewan Pembina partai politik, harusnya SBY tidak reaktif seperti itu. Ini tidak baik untuk SBY, dan tidak menguntungkan bagi Partai Demokrat. Sebab lawan jadi tahu letak kelemahan SBY plus partainya, dan itu sama dengan memberi senjata pada lawan maupun calon lawan-lawannya.

Politik memang kotor. Kekotoran itu ada yang tampil telanjang, kendati terbanyak ditutupi. Politikus sempurna itu mblebes. Tidak terbakar dibakar dan tidak basah disiram air. Jika SBY dan orang-orang Demokrat gampang basah dan terbakar, selalu memperruncing persoalan internal yang digunjingkan, maka eksistensi partai ini ke depan layak dipertanyakan.

Adakah itu pertanda Partai Demokrat belum dewasa secara politik? Atau ada yang salah dalam kaderisasi? Machiavelli bilang, politik itu merebut kekuasaan. Bukan untuk yang lain. Adakah SMS fitnah itu implementasi dari ini?

Kalau diindikasikan ya, maka rasanya kita perlu menyikapinya dengan cara sama, berpura-pura tidak terganggu dan tidak sewot karena memang sedang dikerjai orang-orang yang ingin merebut kekuasaan.

*) Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati sosial budaya, tinggal di Jakarta.

(vit/vit)

Selasa, 31/05/2011 07:48 WIB
Tanggapi Isu Dirinya, SBY Harus Hentikan Bersikap Reaktif 
Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

Tanggapi Isu Dirinya, SBY Harus Hentikan Bersikap Reaktif

Jakarta – Tanggapan langsung yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap isu SMS fitnah dari pengirim yang mengaku M Nazaruddin justru akan mengurangi kredibilitasnya sebagai seorang pemimpin. SBY harus segera berhenti bersikap reaktif seperti ini.

“Kalau ditanggapi dengan gusar seperti itu, kredibilitas dia akan semakin lemah. Seharusnya dia memilih apa yang akan dikomentari,” ujar Pengamat Komunikasi dari Universitas Indonesia (UI), Ade Armando saat dihubungi detikcom, Senin (30/5/2011) malam.

Selama ini SBY memang dianggap terlalu reaktif dalam menghadapi isu-isu yang dirasa mendiskreditkan dan merusak reputasinya sendiri. Seperti dalam isu SMS fitnah ini, dimana SBY malah menantang si pembuat SMS tersebut untuk menampakkan diri dan berhadapan dengannya secara langsung.

“Kalau dengan cara semacam ini, dia berusaha menyerang balik mereka yang merusak reputasi dengan reaktif, emosional, dan egosentris, justru pencitraan malah akan hancur dengan sendirinya,” tutur Ade.

Ade melihat, keberadaan teknologi modern memang membuat segala hal, termasuk isu-isu tak bertanggung jawab, menjadi cepat tersebar. Dan SBY seharusnya sadar bahwa hal ini merupakan konsekuensi dari adanya kebebasan informasi di masyarakat.

“Dia harus berhenti bersikap reaktif, berhenti tersinggung, berhenti bersikap seperti ini,” tandasnya.

Sebelumnya SBY menggelar jumpa pers mengenai SMS fitnah yang beredar di BBM dan social media. SBY menantang yang membuat SMS tersebut untuk menampakkan diri.

“Muncullah secara ksatria! Mari kita berhadapan!” tantang SBY dalam keterangan pers di Base Ops Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Senin (30/5/2011).

“Fitnah yang dilemparkan seseorang dari hati yang gelap, itu sungguh keterlaluan,” ujar SBY yang berusaha tetap tenang.

“Bukannya teknologi informasi, media online dipakai untuk menyebarkan fitnah, pembunuhan karakter, caci maki, bukan cuma saya tapi siapa pun yang menjadi korban teknologi informasi dewasa ini,” ujarnya.

(nvc/mok)

Selasa, 31/05/2011 04:40 WIB
Kasus Nazaruddin
SBY Diminta Jangan Campur Aduk Urusan Negara & Partai 
Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

SBY Diminta Jangan Campur Aduk Urusan Negara & Partai

Jakarta – Dalam memburu M Nazaruddin yang kini diketahui berada di Singapura, pemerintah akan mengerahkan Kapolri, Menlu dan Kepala BIN. Hal ini dianggap tidak pantas karena seperti mencampuradukkan urusan negara dengan urusan partai.

“Di aspek yang lain ada upaya mencampuradukkan urusan negara sama urusan partai. Untuk Nazaruddin melibatkan Menko Polhukam, karena Demokrat atau karena Presiden?” ujar aktivis ICW, Emerson Yuntho saat dihubungi detikcom, Senin (30/5/2011) malam.

Hal ini sangat bertolak belakang perkara yang menjerat Nunun Nurbaeti, istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun. Nunun sejak lama diketahui berada di Singapura dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pemilihan Dewan Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia.

Namun, tidak ada upaya dari pemerintah untuk ‘memburu’ dan memulangkan Nunun ke Indonesia. Hal ini sangat bertolak belakang dengan perlakuan pemerintah terhadap Nazaruddin.

Menurut Emerson, Presiden SBY harus menjelaskan ‘perbedaan perlakuan’ terhadap Nazaruddin dan Nunun ini kepada publik.

“Presiden harus menjelaskan kenapa ini ada perbedaan perlakukan. Itu yang kita pertanyakan, ini kan urusan internal, urusan Demokrat, tidak perlu bawa-bawa Menko Polhukam atau Kepala BIN segala,” tuturnya.

Dikatakan Emerson, presiden SBY juga harus bisa memisahkan urusan partai dengan urusan negara. Jika berkaitan dengan urusan Partai Demokrat, SBY harusnya tidak melibatkan aparatur negara dan tidak menggunakan fasilitas negara.

“Harus dipertegas, kalau urusan Demokrat jangan menggunakan aparatur negara. Kalau urusan Demokrat, jangan menggunakan fasilitas negara, kan konferensi pers tentang isu SMS Nazaruddin di Halim Perdanakusumah, jangan menggunakan fasilitas negara. Bisa di kantor PD atau di Cikeas,” tegas Emerson.

Sekali lagi Emerson meminta agar SBY tidak mencampuradukkan urusan partai dengan urusan negara. Jika Nazaruddin diburu oleh pemerintah, seharusnya Nunun juga diperlakukan sama.

“Jangan campuradukkan urusan partai sama urusan negara. Ketika Nunun tersangka, tidak pernah dia memerintahkan Kepala BIN atau Menko Polhukam,” tandasnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam, Djoko Suyanto menyatakan pihaknya telah meminta Kapolri, Menlu, Kepala BIN melalui upaya di institusinya, untuk bisa segera menghadirkan Nazaruddin ke Indonesia, apabila KPK memanggil yang bersangkutan. Djoko pun menyebut keselamatan Nazaruddin harus dijaga, karena dia merupakan kunci penting untuk membongkar kasus suap di Kemenpora.

(nvc/mok)

Selasa, 31/05/2011 15:02 WIB
Nazaruddin Ancam Lawan-lawannya Lewat Nazaruddin78.blogspot.com 
Elvan Dany Sutrisno – detikNews
Jakarta – Dari Singapura, mantan Bendahara Partai Demokrat (PD) M Nazaruddin benar-benar melakukan perlawanan. Dia terang-terangan akan membuka semua hal melalui blognya Nazaruddin78.blogspot.com.

“Saya akan ceritakan semuanya di situ,” ancam Nazaruddin saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (31/5/2011).

Nazaruddin menjelaskan, segala hal akan dia beberkan dalam blognya. Mulai dari pihak-pihak yang sering berhubungan dengan dia sampai yang melakukan ancaman kepadanya.

“Saya akan ceritakan perjalanan sampai permasalahan ini ada, saya dipanggil siapa, diancam siapa,” terang Nazaruddin.

Blog itu dibuat pada Mei 2011, dan hanya ada satu postingan pada 30 Mei 2011. Isi tulisan posting itu berjudul ‘Bertepuk Tanganlah Partai Lain (Testimoni 1)’. Isinya adalah melawan tudingan kepada yang dinilainya sebagai pembusukan karakter.

Nazaruddin berada di Singapura sejak 23 Mei 2011. Dia pergi satu hari sebelum keluar surat pencegahan dari Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM yang diminta KPK pada 24 Mei. Nazaruddin namanya santer dikait-kaitkan dengan kasus dugaan suap Kemepora dan pemberian uang 120 ribu dollar Singapura kepada Sekjen MK Janedjri.

(ndr/nrl)

Rabu, 01/06/2011 08:27 WIB
Dewan Kehormatan PD Pantau Blog Nazaruddin 
Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Dewan Kehormatan PD Pantau Blog Nazaruddin
foto: detikcom

Jakarta – Dewan Kehormatan Partai Demokrat sudah memantau blog milik mantan bendahara umum PD, Muhammad Nazaruddin. Dewan Kehormatan PD mengimbau Nazaruddin tak melempar bola panas lewat blognya.

Blog yang dipantau adalah nazaruddin78.blogspot.com. Melalui blog ini Nazaruddin menulis testimoni terkait banyak hal yang dianggapnya sebagai rekayasa untuk menjatuhkannya dari posisi bendahara umum PD.

“Ya saya sudah membacanya. Isi testimoni ini tidak persis sama dengan yang diberikan kepada Dewan Kehormatan PD. Isi testimoni yang diberikan oleh Nazaruddin kepada Dewan Kehormatan tidak boleh dipublikasikan,” ujar Sekretaris Dewan Kehormatan PD, Amir Syamsuddin, kepada detikcom, Rabu (1/6/2011).

Testimoni yang disampaikan Nazaruddin dalam blog tersebut, menurut Amir, menimbulkan multitafsir. Kalau Nazaruddin merasa orang paling benar, menurut Amir, harusnya Nazaruddin tidak menebar ancaman melalui blognya dari luar negeri.

“Kalau testimoni dia bilang itu paling benar, dia yakin paling tepat, ketidakberadaannya di Jakarta membuat orang berpikir macam-macam,” tuturnya.

Karena itu, menurut Amir lebih baik Nazaruddin pulang ke Indonesia. Membuat testimoni melalui blog justru mengesankan Nazaruddin benar-benar bermasalah dan memilih ke luar negeri.

“Yang paling elegan adalah dia saat ini berada di tanah air dan jangan membuat blog itu di luar, seperti dia sengaja menghindar,”tandasnya.

Nazaruddin membenarkan blog nazaruddin78.blogspot.com adalah miliknya. Nazaruddin mengaku akan melakukan ‘perlawanan’ lewat blog.

“Iya itu blog saya,” kata Nazaruddin saat dikonfirmasi detikcom lewat telepon, Selasa (31/5/2011).

Nazaruddin menjelaskan, melalui blognya itu dia akan menceritakan semua hal yang dia ketahui, termasuk kehidupan pribadi, partai, dan kasus hukumnya.

“Saya akan ceritakan banyak hal, mulai perjalanan pribadi saya, perjalanan di partai, perjalanan sampai permasalahan ini ada,” jelasnya.

(van/gah)

31
May
11

Lingkungan : Emisi Gas CO2 Buka Rekor Baru

Selasa, 31/05/2011 07:48 WIB
Emisi gas CO2 buka rekor baru 
BBCIndonesia.com – detikNews

Kegiatan industri di Cina dan India memuntahkan banyak CO2 ke atmosfir bumi Kegiatan industri di Cina dan India memuntahkan banyak CO2 ke atmosfir bumi

Emisi karbon dioksida (CO2) dunia mencapai rekor baru tahun lalu, kata Badan Energi Internasional (IAE).

IAE mengatakan, emisi meningkat lagi setelah penurunan akibat krisis keuangan pada tahun 2009, dan emisi akhirnya 5 persen lebih tinggi dari catatan pada tahun 2008.

Cina dan India menjadi sebagian besar sumber kenaikan, meski emisi juga naik di negara-negara maju.

Kenaikan ini memperbesar keraguan apakah rencana untuk menekan emisi gas rumah kaca akan tercapai, kata IAE.

Dalam pertemuan tahun lalu di Cancun, Meksiko, para pemimpin dunia sepakat bahwa pengurangan tajam diperlukan untuk membatasi kenaikan suhu bumi ke 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industrial.

Namun, menurut estimasi IAE, emisi CO2 mencapai 30,6 juta ton atau mencatat tingkat rekor baru pada tahun 2010.

Fatih Birol dari IEA mengatakan temuan itu panggilan lain untuk bangun.

Dunia secara luar biasa mendekati tingkat emisi yang semestinya baru akan dicapai pada tahun 2010 jika target 2C dikehendaki untuk dicapai, kata Birol.

Kecuali keputusan yang berani dan menentukan diambil segera, berhasil mencapai target global yang disepakati di Cancun ini luar biasa menantang, ujarnya.

(bbc/bbc)

31
May
11

Politik : Kekuasaan Gaddafi Dihajar NATO

Kekuasaan Gaddafi

Senin, 30 Mei 2011 16:28 WIB |

NATO : Kekuasaan Gaddafi Akan Berakhir

Varna, Bulgaria (ANTARA News/Reuters) – Operasi militer Pakta Pertahanan Atlantik Urata (NATO) di Libya mendekati sasaran dan pemerintahan Muammar Gaddafi akan segera berakhir, kata Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Senin.

“Operasi kami di Libya telah mencapai tujuan … Kita membuat kemampuan Gaddafi tergerus serius untuk membunuhi warganya sendiri”, kata Rasmussen pada sebuah forum NATO di Varna.

“Pemerintahan teror Gaddafi akan datang berakhir. Dia kini semakin terisolasi di dalam dan di luar negeri. Bahkan orang-orang terdekatnya pun sudah berangkat, lari, atau meninggalkannya,” kata petinggi NATO itu.

Sementara itu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Organisasi Konferensi Islam (OKI), Liga Arab dan Uni Afrika (AU) dijadwalkan bertemu di Kairo, Mesir, pada Senin (30/5), untuk mencari penyelesaian krisis Libya.

“Pertemuan badan-badan dunia itu akan memfokuskan pembahasan mengenai Libya,” kata Sekretaris Jenderal Liga Arab, Amr Moussa, kepada suratkabar Al Hayat, Sabtu.

Amr Moussa saat ini masih menjabat sebagai Sekjen Liga Arab kendati sekjen baru organisasi regional beranggotakan 22 negara Arab itu telah terpilih, yaitu Menteri Luar Negeri Mesir Nabil Al Arabi dalam pertemuan tingkat Menlu Liga Arab di Kairo belum lama ini.

Sekjen baru Liga Arab akan resmi menjabat setelah mendapat pengesahan dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Liga Arab yang belum ditentukan.

Di sisi lain, Sekjen Moussa mendesak pemerintah Tripoli dan gerilyawan yang bermarkas di Benghazi untuk melakukan gencatan senjata.

“Penyelesaian tidak bakal terwujud bila pertempuran terus berlangsung,” katanya.

Sementara itu, pesawat-pesawat tempur NATO terus membombardir posisi-posisi strategis pasukan yang loyal kepada Presiden Muammar Gaddafi.

Jaringan televisi pan Arab, Al Jazeera, melaporkan bahwa terdengar ledakan dahsyat di Bab Al Aziziya, Tripoli, yang berdekatan dengan kediaman Gaddafi pada Sabtu pagi.

Pasukan NATO dilaporkan telah beberapa kali menargetkan serangannya di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.

Tekanan internasional semakin kuat setelah Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Jumat (27/5) mendesak pemimpin flamboyan Libya itu untuk mengundurkan diri. (H-AK/A023)(*)

Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2011

  • Video Aktivis Perlihatkan Demonstrasi Besar Anti-Gaddafi di Tripoli Selasa, 31 Mei 2011 07:08 WIB

    Sebuah video yang disiarkan di Internet Senin memperlihatkan ratusan orang berkabung yang marah, menyanyikan slogan-slogan anti-pemimpin Libya Muamar Gaddafi, dalam kejadian yang para aktivis katakan sebagai bukti protes meningkat di ibu kota..

  • 100 Lebih Anggota Militer Libya Membelot Selasa, 31 Mei 2011 05:46 WIB

    Delapan perwira militer berpangkat tinggi Libya tampil di Roma, Senin, mengatakan mereka adalah bagian dari satu kelompok sebanyak 120 perwira dan prajurit militer yang telah membelot dari pihak Muamar Gaddafi dalam beberapa hari belakangan ini..

29
May
11

Hikmah : Hakikat Takut Kepada Allah

Hakikat Takut pd Allah

Sabtu, 28 Mei 2011 11:53 WIB

Oleh: Imron Baehaqi Lc

Kalau dinasihati untuk jangan melakukan kejahatan, karena semua perbuatan dicatat malaikat, tetap saja kejahatan demi kejahatan dilakukan. Akan tetapi kalau ada tanda peringatan bahwa kamera CCTV memantau Anda, barulah  takut untuk berbuat salah.

Masih banyaknya manusia yang melakukan kejahatan dan kemaksiatan adalah disebabkan oleh tingkatan imannya  yang masih rendah dan belum mencapai kepada tahap keyakinan total kepada perkara-perkara yang gaib. Seseorang lebih takut kepada CCTV yang memantaunya secara temporer dan kondisional daripada takut kepada malaikat pencatat amal yang memantaunya setiap saat, tanpa batas waktu, dan tempat; malaikat.

Orang lebih menjaga dari perilaku kejahatan atau perbuatan dosa yang apabila diketahui oleh publik akan menimbulkan efek yang tidak menguntungkan bagi pelakunya. Seseorang akan merasa lebih takut apabila dosa dan kejahatannya itu diketahui oleh orang lain, daripada takut diketahui oleh Allah.

Namun, adanya rasa malu pada jiwa seseorang disebabkan perbuatan dosanya diketahui oleh orang lain masih lebih baik daripada melakukan dosa atau kejahatan secara terang-terangan, tanpa rasa malu. Karena perasaan malu mengindikasikan adanya keimanan pada diri orang tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis, “Malu itu adalah cabang daripada iman.” (HR Bukhari).

Hakikatnya, iman yang kuat akan mendorong seseorang untuk lebih bertaqwa atau takut kepada Allah, sehingga segala godaan untuk melakukan laranganNya dan godaan untuk meninggalkan perintahNya dapat dikalahkan.  Sebaliknya iman yang lemah akan menjadikan seseorang lebih liar, dan bahkan rasa takutnya kepada Allah dapat dilumpuhkan oleh selainNya, sehingga segala rayuan Syaitan yang datang kepadanya tidak dapat dihindarkan. Perintah agama diabaikan sedangkan larangannya dikerjakan.

Semua kenyataan ini kembali kepada kata kunci atau muaranya, yaitu kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT.

Orang-orang yang takut kepada Allah ialah golongan yang selamat dari keinginan untuk melakukan aksi jahat dan berbuat maksiat.  Alquran sudah menegaskan, bahwa orang yang paling takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya tidak lain adalah orang-orang yang berilmu. (QSFathir:28)

Diriwayatkan dari Abu Hayyan At-Taimy, bahwa dia berkata, “Orang-orang yang berilmu terdiri dari tiga golongan: Pertama, orang yang mengetahui Allah namun tidak mengenal perintah Allah. Kedua, orang yang mengetahui perintah Allah namun tidak mengenal Allah. Ketiga, orang yang mengetahui Allah dan juga mengetahui perintah Allah.”  (Kitabul Iman, Imam Ibn Taimiyah).

Sedangkan Imam Ibn Taimiyah menegaskan, “Selagi seseorang melakukan sesuatu, sementara dia juga mengetahui bahwa sesuatu itu mendatangkan mudharat kepadanya, maka orang seperti ini layaknya orang yang tidak berakal. Sebab, ketakutan kepada Allah mengharuskan ilmu tentang Allah, maka ilmu tentang Allah juga mengharuskan ketakutan kepadaNya. Dan takut kepada Allah harus melahirkan ketaatan kepadaNya. Orang-orang yang takut kepada Allah adalah orang-orang yang mengerjakan perintah-perintahNya serta menghindari segala bentuk larangan-Nya.” Wallahu’alam bisshowab.

*Penulis adalah Ketua Bidang Dakwah & Tarjih Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kuala Lumpur

29
May
11

Lingkungan : Sungai Yangtze Mengering, Tiongkok Terancam Kelaparan

Musim Kemarau Berkepanjangan

Sungai Yangtze Mengering, Tiongkok Terancam Kelaparan
Sabtu, 28 Mei 2011 | 11:56

Sungai Yangtze Sungai Yangtze

[BEIJING] Pemerintah Tiongkok mengatakan, musim kemarau membuat sungai Yangtze mengalami pendangkalan dan mengakibatkan usaha sektor pertanian dan peternakan terancam gagal total. Menteri Hubungan Masyarakat mengatakan, lebih dari 4,23 juta orang akan menghadapi kesulitan suplai air minum, sementara lebih dari lima juta orang membutuhkan bantuan untuk melewati musim kemarau ini.

“Bencana kekeringan ini akan berlangsung dalam waktu yang lama dan air minum untuk masyarakat dan pertanian akan mengalami dampak yang serius,” katanya.

Tingkat curah hujan dari bulan Januari hingga April di daerah aliran Sungai Yangtze, sungai terpanjang dan sangat penting bagi perekonomian Tiongkok berkurang sebanyak 60 persen dari rata-rata curah hujan dalam 50 tahun terakhir.

“Sebagian besar area lahan pertanian yang kekeringan mengeras, dan retak, yang membuatnya mustahil untuk ditanam padi,” kata Menteri tersebut.

Dampak di sektor pertanian ini akan berdampak pada kenaikan harga barang, termasuk beras yang telah meningkat di pasar global dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut China Daily, tingkat air di danau dan waduk yang kebanyakan berada di provinsi Jiangsu, Anhui, Jiangxi, Hubei, dan Hunan mengancam usaha bidang perikanan. Autoritas Banjir nasional dan kekeringan telah memerintahkan petugas Bendungan Three Gorges, proyek hidrolik terbesar di dunia, untuk meningkatkan pengurangan air yang digunakan untuk mengairi wilayar hilir.

Seorang petugas di bendungan mengatakan, jika kekeringan ini terus berlanjut dan tidak ada hujan sebelum 10 Juni, Bendungan akan kehilangan kapasitasnya untuk membantu mengatasi kekeringan.

Sementara Lembaga Meteorologi setempat memrediksi bahwa tidak akan ada hujan hingga 2 Juni di region tersebut. Tiongkok bagian utara telah mengalami kekurangan hujan hampir 15 tahun terakhir, sebagian besar akibat dari global warming. [AFP/FFS/A-21]

29
May
11

Politik : Visi Obama Soal Palestina

Visi Soal Palestina

Minggu, 29 Mei 2011 02:32 WIB |

Obama Tegaskan Konsisten Dengan Visinya Soal Palestina

Kairo (ANTARA News) – Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Liga Arab Amr Moussa di sela Konferensi Tingkat Tinggi G8 di Deauville, Prancis, Jumat menyatakan, ia akan konsisten dengan visinya menyangkut Palestina kendati Israel menolaknya.

“Presiden Obama kepada saya menegaskan bahwa ia akan tetap mempertahankan sikapnya untuk mengusahakan kemerdekaan Palestina dengan perbatasan 1967,” kata Sekjen Moussa seperti dikutip suratkabar Al Hayat, Sabtu.

Dalam pidatonya di Washington mengenai Timur Tengah pada Kamis (19/5) silam, Obama untuk pertama kalinya mengatakan perbatasan antara Israel dan negara mendatang Palestina harus berdasarkan atas garis perbatasan 1967, merujuk pada Perang 1967 saat semua wilayah Palestina diduduki oleh Israel.

Pidato Obama itu disambut hangat oleh Palestina dan dunia Arab, sebaliknya Israel mengecam keras sikap Kepala Negara Paman Sam tersebut.

Netanyahu yang bertemu dengan Obama di Gedung Putih tak lama setelah pidato Obama itu secara tegas menyatakan menolak sikap Obama karena hal itu akan merugikan Israel.

“Israel memberikan sebagian tanah kepada Palestina, namun tidak semuanya berdasarkan perbatasan 1967,” kata Netanyahu, dan menegaskan bahwa “sikap Obama itu bertolak belakang dengan pendahulunya, Presiden George W Bush yang mendukung posisi Israel.”

Di samping dunia Arab, visi Obama juga didukung oleh Kuartet — kelompok pemrakarsa proses perdamaian Palestina-Israel beranggotakan PBB, Uni Eropa, AS, dan Rusia.

Sementara itu dalam pidatonya di KTT G8, Amr Moussa –yang diyakini calon kuat presiden Mesir itu– meminta para pemimpin negara-negara berpengaruh itu untuk berpikir ulang dalam mendorong terbentuknya negara Palestina merdeka. (M043/Z002/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

29
May
11

Kepemimpinan : Ekonomi Berbudaya dan Percepatan Pembangunan Ekonomi

Ekonomi Berbudaya

Salah satu begawan ekonomi yang calon salah satu pejabat tertinggi negara itu dahulu bertanya kepadaku, “Apa yang saya bisa bicarakan, Dik, tentang kebudayaan?” Wajahnya menyimpan penegasan, bidang kerjanya tak berkait sama sekali dengan hal yang pada saat itu harus ia bincangkan. Aku tersenyum, menyentuh lengannya yang berkain batik sederhana, dan menukas, “Justru ekonomi tanpa kebudayaan takkan berarti apa-apa.”

Pernyataan itu secara spesifik lebih bermakna dalam konteks negeri ini, Indonesia. Ia berangkat dari realitas historis-kultural, di mana rakyat negeri ini, rakyat yang nelayan (maritim) juga sebagian agraris, menjalankan tugas ekonomisnya sebagai kebutuhan yang alamiah dan dasariah sebagai manusia. Dan tugas itu, baik yang paling dasar (memenuhi kebutuhan hidup) maupun yang lanjutan (meningkatkan taraf kesejahteraan), tidak dapat dilepaskan dari realitas alamiah dari lingkungan yang ada di sekitarnya.

Artinya, irama kerja tugas itu tidak akan melawan atau berlawanan dengan irama hidup alam di mana ia mendapatkan semua sumber penghidupannya, sumber semua kebutuhan spesiesnya untuk survive, berkembang, dan beregenerasi. Maka, darinya akan tercipta sebuah simbiosis yang mutualistik di antara keduanya, sehingga tak terjadi dominasi atau subordinasi, terlebih hubungan yang penuh eksploitasi.

Manusia tradisi Indonesia akan memperhatikan batas di mana ia dapat memanfaatkan dan mendayagunakan alam, mengambil secukupnya, mengembalikan yang berlebih, atau mengganti apa yang telah ia habiskan sebagai pemenuhan konsumsi. Irama kerjanya pun akan mengikuti irama hidup alam. Ada saatnya ia bekerja keras, ada saatnya ia menuai, dan ada saatnya ia diam tak melakukan apa-apa. Seperti tanaman yang tumbuh, berbuah, kemudian diam, untuk memulai siklus hidup berikutnya.

Di titik akhir itulah, manusia pekerja Indonesia berada dalam situasi vacant, kosong dalam arti sepi dari kerja. Lalu ia memanfaatkannya untuk berpesta, bepergian, bersilaturahmi, ber-vacantie. Berlibur. Liburan manusia tradisi kita adalah masa di mana lingkungan tempat kita bekerja juga libur, entah itu peternak, peladang, petani, nelayan, dan seterusnya. Di titik ini, produktivitas luar biasa bisa kita dapatkan, karena manusia dan alam saling mendukung kerja demi hasil atau produksi terbaik.

Persoalan akan muncul ketika hari libur itu ditetapkan berdasarkan alasan kultural yang sama sekali berbeda. Seperti menetapkan hari libur Minggu dan Sabtu yang notabene berbasis kultural-historis Eropa dengan adab daratan atau kontinentalnya.

Dapat dibayangkan, bila masyarakat yang agraris dan maritim dipaksa menjalankan libur adab daratan yang industrialistik. Mereka, tentu saja, akan kehilangan irama kerja, irama hidupnya. Irama di mana alam –biasanya– ikut menari bersama. Di sini relasi environmental, sosial, hingga kultural antara manusia dan alam sebagai sumber hidupnya pun menjadi retak. Tercipta situasi yang saling mengasingkan pada awalnya, dominatif dan eksploitatif di giliran berikutnya. Simbiosis itu tak lagi mutualistik, tapi parasitik, imperialistik.

Bagaimana kita mengharapkan produksi hebat dari relasi semacam itu? Bagaimana seorang manusia pekerja dapat diharapkan kreatif dan produktif? Tak mengherankan jika dalam ekonomi kapitalistik kita, budaya industri itu tak segera tumbuh, karena ia melawan dasar dari disiplin tubuh tradisional kita. Tak mengherankan bila kita tak kunjung berswasembada, bahkan pada produk-produk agrikultural andalan kita, ketika mayoritas pekerja yang masih berkultur agraris dan maritim mesti mengikuti pola dan gaya hidup masyarakat industri (urban) yang tak sampai 30% jumlahnya.

Mungkin jumlah penduduk kota kita telah mencapai angka 50%, sebanding dengan masyarakat rural. Tapi tidak berarti tradisi hari libur kerja oksidental dapat diterapkan begitu saja. Terlebih penerapan “harpitnas” yang sembrono. Sebab bukan saja petani dan nelayan yang bekerja sepanjang minggu, melainkan juga tukang bakso, toko kelontong, tukang ojek, warung tegal, dan semua usaha mikro dan kecil tetap bekerja ketika para buruh dan karyawan berleha membelanjakan penghasilannya.

Apalagi ketika kita mafhum, penetapan libur kerja itu tidak lain merupakan adopsi dari keyakinan religius masyarakat Eropa. Minggu untuk ibadah Kristiani dan Sabtu untuk ibadah Yahudi, hari di mana –konon– Tuhan beristirahat atau tidak bekerja. Jumat yang merupakan hari ibadah agama mayoritas negeri ini malah tidak disertakan.

Tradisi bangsa kita memiliki perhitungan spiritual sendiri untuk kerja-kerja ekonomis yang mesti kita lakukan. Tapi biarlah kertas lain menjawab hal itu kemudian. Yang penting jernih sudah, mengapa produktivitas kita tak bisa maksimal dan pertumbuhan ekonomi kita tak sepesat Cina –walau sesungguhnya mudah melampauinya. Sebab ternyata proses kita berekonomi telah begitu lama meninggalkan dasar kebudayaannya.

Radhar Panca Dahana
Pekerja seni dan pemerhati budaya
[Perspektif, Gatra Nomor 28 Beredar Kamis, 19 Mei 2011]

Sabtu, 28 Mei 2011
BURAS

Percepatan Pembangunan Ekonomi!

H. Bambang Eka Wijaya

“JUMAT kemarin, Indonesia masuk tahapan baru: Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi 2011-2025,” ujar Umar. “Itu ditandai dengan peresmian empat proyek oleh Presiden SBY, salah satunya di Koridor Sumatera pabrik sawit modern bernilai Rp2,5 triliun di PTPN 3 Sei Mangke, Sumut!”

“Empat proyek itu bagian dari 17 proyek tahap pertama program percepatan yang bernilai Rp186 triliun!” timpal Amir. “Total nilai proyek untuk program percepatan itu Rp1.998 triliun dengan jumlah proyek 881.”

“Ironisnya, kalau pada level nasional program percepatan dicanangkan lewat proyek nyaris Rp2.000 triliun, pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan I 2011 menurut data BI justru melambat sekitar 0,5% dibanding triwulan IV 2010!” tukas Umar. “Bahkan, BI memperkirakan pelambatan pada triwulan II 2011 akan lebih signifikan lagi!”

“Lebih ironis, pelambatan pertumbuhan ekonomi Lampung itu layak diduga terjadi akibat kebijakan pusat!” timpal Amir. “Salah satunya, kebijakan pembatasan impor sapi bakalan yang ditetapkan akhir 2010, efektif dirasakan dampaknya pada PDRB awal 2011. Lampung pusat penggemukan sapi skala nasional, penyuplai daging ke Jakarta dan kota-kota di Sumatera sampai Medan!”

“Tapi tujuan pembatasan impor sapi bakalan itu baik, untuk mendorong pengembangan sapi lokal, terutama di Jawa dan Nusa Tenggara!” sambut Umar. “Selama ini daging sapi lokal kalah bersaing karena lebih mahal, timbang hidup Rp26 ribu/kg, sedang sapi eks bakalan impor Rp20 ribu/kg!”

“Itulah, berarti konsumen dipaksa membayar lebih mahal!” tegas Amir. “Padahal, penggemukan sapi bakalan itu di Lampung separuhnya dilakukan rakyat, peternak plasma! Akibat kebijakan itu yang dirugikan rakyat plasma, karena inti jadi lebih memprioritaskan penggemukan di kandangnya sendiri! Selain itu, peternak sapi lokal kita tak dididik bersaing global, mengefisienkan usaha menekan biaya produksi! Efisiensi yang terbukti bisa dilakukan peternak plasma itu sebaiknya yang ditularkan ke peternak sapi lokal! Bukan keunggulan peternak plasma malah dibabat habis!”

“Begitulah ekses ‘kabinet politisi’! Dengan usaha menambah pemilih partainya lewat kebijakan yang ‘populer’, tak peduli berakibat negatif merusak sisi lain perekonomian yang justru sudah berjalan baik!” timpal Umar. “Jangan-jangan begitu juga pada tambak AWS yang selama ini diisolasi sebagai urusan pusat, plasma dicecar janji ada investor baru memberi belanja bulanan Rp3 juta! Produksi yang meningkat 10 kali lipat sejak revitalisasi pun, jadi macet dan absen di PDRB triwulan I 2011.” ***




Blog Stats

  • 3,146,654 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…