Posts Tagged ‘Science & Technology

05
Feb
15

IpTek : Misteri Kapal Batavia Abad 17

TEKNOLOGI

Jawaban Misteri Nasib Awak Kapal Batavia Abad 17

Ternyata para awak kapal itu dibunuh secara massal.

Kamis, 5 Februari 2015 | 07:00 WIB
Oleh : Siti Sarifah Alia
Jawaban Misteri Nasib Awak Kapal Batavia Abad 17
Ilustrasi kapal Batavia yang kandas di laut Australia Barat dalam perjalan dari Belanda ke Jawa tahun 1629 (nfsa.gov.au)

VIVA.co.id – Sebuah kuburan massal yang berada di lepas pantai sebelah barat Australia memberikan pandangan baru terkait nasib awak kapal Batavia yang karam di abad 17. Ternyata para awak kapal itu dibunuh secara massal empat abad lalu.

Dalam kuburan yang berlokasi di Pulau Beacon itu ditemukan 11 tengkorak milik penumpang kapal yang masih berusia remaja. Dua bola senapan juga ditemukan dekat jasad mereka.

“Ini adalah penguburan manusia pertama yang ditemukan dan belum terjamah penyelidikan arkeologi. Di sini merupakan kesempatan besar untuk bisa merekonstruksi peristiwa seputar kematian ratusan orang di kapal tersebut,” ujar Dr. Daniel Franklin dari UWA Centre for Forensic Science, seperti dikutip dari IB Times UK, Kamis 5 Februari 2015.

Detail dari rekonstruksi ini secara tidak langsung diharapkan dapat memberikan pencerahan terhadap waktu dan kehidupan para pelaut yang ada di kapal Batavia. Selain itu, bisa digambarkan bagaimana mereka bisa tewas.

Dipaparkan Franklin, kapal Batavia milik Dutch East India ini sedang dalam perjalanan membawa emas dan perak untuk ditukar dengan rempah-rempah ke Jawa. Saat karam di Morning Reef pada 1629, di dalamnya terdapat sekitar 300 penumpang, termasuk anak-anak dan wanita.

Diketahui, 40 orang tenggelam sedangkan sisanya bisa bertahan ke menuju pantai dengan berenang ke dekat Pulau Beacon. Sayangnya, nasib beberapa orang tidak beruntung. Mereka terlibat cekcok dan saling berkhianat untuk mendapatkan cadangan makanan yang ada.

“Lebih dari setengah awak kapal bisa bertahan karena mengkhianati satu sama lain. Awalnya diperkirakan semua orang meninggal di laut, namun ternyata mereka meninggal di pantai itu dan kebanyakan jasadnya dibuang ke laut dan sebagian lagi dikubur. Buktinya ada kuburan kuno di wilayah ini,” papar arkeolog UWA, Profesor Alistair Paterson.

Dipercaya jika sang kapten berhasil selamat dan membentuk kelompok kecil untuk mencari bantuan ke Jawa. Sayangnya, sebagian dari kelompok tersebut mulai membuat aksi pembunuhan dan perkosaan.

Sejatinya, kuburan massal ini ditemukan di Pulau Beacon pada 1999. Namun, untuk memulai penelitian, arkeolog harus menunggu sekitar 15 tahun karena ada gubuk tua milik nelayan yang ada di atas kuburan tersebut. Arkeolog harus menunggu gubuk itu dipindah untuk menyisir petunjuk yang tersembunyi.

Dalam sejarahnya di Indonesia, diyakini jika kapal Batavia kandas menerjang karang di gugusan pulau karang di lepas pantai Australia Barat pada 4 Juni 1629, menenggelamkan 341 awak yang terdiri atas pelaut, prajurit, pedagang VOC, anak dan wanita. Kapal itu berangkat dari Pelabuhan Texel, Belanda, pada 28 Oktober 1628, untuk memulai pelayaran perdananya menuju Batavia, atau sekarang Jakarta. (art)

Baca Juga:

Misteri Kehidupan Yahudi di Era Babilonia Terkuak

Perusahaan Swasta Ini Ingin Bangun SPBG di Bulan

Inggris Kaji RUU Bolehkan Anak Punya DNA 3 Orang

TERKAIT

Misteri Kehidupan Yahudi Era Babilonia Terkuak

Kisah Kasiyo, Penemu Fosil Gajah Purba Stegodon

Kota Bawah Tanah Berusia 5.000 Tahun Ditemukan di Turki

Menguak Lingkaran Batu Misterius di Timur Tengah

Situs Purbakala Ditemukan di Kebun Kopi di Sumatera Selatan

Arkeolog Temukan Harta Karun di ‘Titanic’ Usia 2.000 Tahun

REKOMENDASI
26
Jan
15

IpTek : Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

http://www.edisinews.com/berita-kelas-eksekutif-magister-hukum-di-istana.html

Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

Minggu, 25 Januari 2015 – 19:45 WIB

Logo PARRINDO

Suara Pembaca:
Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

Ketidakpastian kiprah hukum tatanegara terasa istimewa terjadi saat munculnya peristiwa hukum seperti perkara saling terbitkan keputusan tersangka diantara para petinggi institusi penegak hukum, dalam kasus terkini yakni diantara KPK dan Kepolisian.

Terlihat gamblang bahwa Kepala Negara setiap kali perlu memanggil rapat konsultasi bersama ring-1 istana untuk mencari solusi kebijakan presidensiil terbaik. Hal ini tentunya dapat menyita waktu kontra produktif bagi tugas2 kenegaraan lainnya apalagi bila sering terjadi benturan kepentingan diantara institusi-nilai yudikatif satu sama lain akibat daripada dinamika ketatanegaraan itu sendiri yang memang dapat meningkat tinggi dan cepat berlangsungnya.

Terobosaan kearah hemat waktu kedepan adalah antara lain pembekalan hukum tatanegara misal melalui program kelas eksekutif magister hukum di istana yang diikuti oleh para petinggi istana.

Rekomendasi ini diutarakan dengan niat baik bagi kepentingan mutu penyelenggaraan negara terbaik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman menyaksikan jalannya penyelenggaraan negara kedepan yang lebih teratur, taat azas dan tertib manfaat.

Bagaimanapun juga, memang wawasan kenegaraan perlu selalu diremajakan dan diperkaya sehingga performa daripada nilai-nilai kenegarawanan dapat selalu tampil dengan se-baik2nya secara VELOX (cepat) et EXACTUS (tepat) pasca 100 hari usia Kabinet Kerja.

Jakarta, 25 Januari 2015

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA
17
Dec
14

IpTek : Makhluk Laut Misaterius Raksasa di Teluk Selandia Baru

Makhluk Laut Misterius Raksasa Terlihat di Teluk Selandia Baru!

DREAMERSRADIO.COM – Seekor makhluk laut misterius raksasa diperkirakan telah terlihat di perairan pirus di salah satu teluk yang paling indah di Selandia Baru. Sesuatu yang besar yang tidak dapat dijelasakan terlihat pada gambar Google Earth Oke Bay di Bay of Islands, suatu daerah di pantai timur Far North District negara North Island, tertangkap oleh satelit sekitar pukul 11:30 waktu setempat pada 30 Januari lalu.

Dilansir dailymail.co.uk, insinyur Pita Witehira yang melihat itu di Google Earth kini tengah menelitinya lebih lanjut, dan mengatakan bahwa hal itu bisa saja ditinggalkan oleh makhluk dengan ukuran sekitar 12 meter.

Witehira juga mengatakan, “TheNative Maori akan menyebutnya ‘Tanihwa’ karena itu tidak seperti paus dan terlalu besar jika diduga ikan hiu. Benda tersebut juga bergerak terlalu cepat dan memutar terlalu tajam jika dikatakan sebagai paus.”

Hal ini juga dipastikan bukan gelombang yang diciptakan oleh perahu atau kapal karena menurut Witehira tidak ada buih putih seperti yang biasa ditimbulkan oleh perahu atau kapal bermotor.

“Saya melihat itu sekitar seminggu yang lalu. Kami memiliki beberapa properti di dekat Oke Bay dan Saya akan membangun chalet pantai di sana. Saya memperbesar tampilannya dan menemukan itu,” katanya.

“Ini terlalu besar untuk hiu dan terlalu panjang. Ini harus memiliki banyak berat badan di bawah air untuk membuat tarikan seperti itu.” Oke Bay sendiri memiliki pantai pasir putih yang indah dan airnya tetap dangkal sampai 40 meter ke laut dengan penurunan dalam yang tiba-tiba ke dalam teluk.

“Ada banyak semak belukar di bagian yang lebih dalam dari teluk itu,” Witehira menjelaskan.

(zia)

Berita Lainnya :

Jalani Operasi Plastik Karena Dibully, Gadis SMA di Korea Ini Malah Semakin Tertindas?

Pesepeda Telanjang Ini Ditilang Namun Bukan Karena Tak Berpakaian, Kenapa Ya?

11
Dec
14

IpTek : Kisah Musa Belah Laut dan Kota2 Besar Dunia Terancam Tenggelam

Penjelasan Ilmiah Kisah Musa Membelah Laut

VIVAnews – Kisah Nabi Musa yang menyelamatkan Bani Israel dari kejaran Firaun merupakan bukti adanya keajaiban Tuhan. Namun dari sisi sains disebutkan, kisah pembelahan Laut Merah terjadi karena fenomena alam dan pengetahuan yang dimiliki Nabi Musa.

Mantan kepala Ilmuwan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) National Ocean Service di Amerika, Dr. Bruce Parker, menceritakan versi ilmiah kejadian itu di laman Wall Street Journal, Kamis 11 Desember 2014. Menurutnya, Nabi Musa memiliki perhitungan tepat dalam memprediksi pasang surut yang terjadi di Laut Merah.

Kisah dalam alkitab menjelaskan jika Nabi Musa membelah laut dengan tongkatnya dan membiarkan bagian tengah laut kering. Dengan demikian, kaum Israel bisa menyeberang laut untuk menghindari tentara Firaun. Setelah semua orang menyeberang, tentara Firaun masih berada di dalam laut yang mengering itu. Tidak lama air mulai kembali menyatu dan menenggelamkan para tentara tersebut.

Banyak yang mengatakan jika secara realistis, Nabi Musa mendapatkan bantuan dari alam berupa fenomena tsunami yang muncul setelah gempa bumi terjadi di laut tersebut. Biasanya, sebelum tsunami muncul, air akan menjauh terlebih dahulu sebelum akhirnya menghantam daratan dengan arus yang tinggi dan menenggelamkan semuanya.

Dari sisi ilmiah, menurut Parker, Nabi Musa tidak benar-benar membelah laut. Bahkan bukan juga karena tsunami karena air akan kembali muncul dalam kurun 20 menit dan itu tidak memberikan kaum Israel cukup waktu untuk menyeberang.

“Nabi Musa sepertinya tidak akan bisa memprediksi kapan gempa dan tsunami datang. Namun saya percaya jika dia menggunakan pengetahuan lokalnya terhadap pasang surut air laut. Di Teluk Suez, pasang surut berarti bagian-bagian di bawah laut bisa mengering selama berjam-jam sebelum air akhirnya kembali.

Pengalamannya tinggal di padang gurun, membuat Musa dapat memprediksi kapan pasang surut itu terjadi dengan melihat bulan. Awan debu yang muncul dari kereta kuda tentara juga dijadikan perhitungan untuk mengukur waktu kedatangan tentara.

Pengetahuan ini tentu saja tidak dimiliki oleh para tentara yang tinggal di sepanjang sungai Nil. Sungai itu terhubung dengan laut Mediterania dan tidak memiliki pasang surut yang seperti laut merah.

“Dengan mengetahui kapan pasang surut laut terjadi, berapa lama dasar laut akan mengering, dan kapan air akan kembali menyatu, dijadikan sebagai perhitungan Musa dalam misi penyelamatan kaum Israel,” ujar Parker.

Dalam alkitab disebutkan jika pelarian dramatis itu terjadi saat bulan purnama penuh. Ini artinya, air surut sampai ke titik terendah sehingga air laut bisa kering dalam waktu lebih lama. Ini memberikan waktu yang cukup untuk mereka menyeberang. Jika air surut di titik terendah, ini juga berarti jika pasang berada di titik yang tertinggi sehingga sangat mungkin untuk menenggelamkan tentara Firaun.

Kisah Alkitab itu juga menyebutkan jika ada bantuan angin kencang dari arah timur yang membantu mendorong air kembali dengan kuat. Meski Parker percaya dengan kedatangan angin itu, tetap saja, ia merasa jika prediksi pasang surut air laut yang diperhitungkan Musa merupakan pertimbangan waktu yang tepat dan menjadi faktor utama misi penyelamatan itu sukses.

Penjelasan Parker ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejarawan kuno pda tahun 80 dan 40 sebelum masehi, bernama Artapanus, mengatakan ‘Musa telah berkenalan dengan negara ini. Dia menunggu datangnya pasang surut dan membawa orang-orang saat laut mengering’.

Baca Juga:Riset: Tiongkok Dalang Kejahatan Phising Dunia

10 Status Paling Banyak Di-RT di Indonesia

Penemu LTE Raih Penghargaan Achmad Bakrie Award

8 Kota Besar di Dunia yang Terancam Tenggelam

Mencairnya es di kutub utara akibat pemanasan global makin lama makin memprihatinkan. Tiap tahunnya, permukaan air laut naik 1-3 mm. Bila tidak segera diantisipasi, naiknya permukaan air laut tentu berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia yang tinggal di permukaan bumi. Yang lebih berbahayanya, beberapa kota besar di dunia ternyata terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, pondasi yang rapuh, maupun penyedotan air tanah. Berikut 8 kota besar di dunia yang terancam tenggelam tersebut.

Shanghai

1. Shanghai, China

Shanghai dahulunya hanyalah sebuah tempat yang dikelilingi rawa. Kebutuhan akan tempat tinggal dan jumlah penduduk yang membengkak membuat bangunan pencakar langit makin banyak di daerah  tersebut. Tak heran, tiap tahunnya permukaan tanah di Shanghai turun setengah inchi. Berdasarkan data PBS, permukaan tanah di Shanghai turun sekitar 2,4 meter dalam rentang waktu tahun 1921 hingga 1965. Para ahli memperkirakan, tanah di Shanghai tak mampu lagi menahan beban berat bangunan di atasnya. Diprediksi suatu saat Shanghai akan tenggelam apabila Sungai Yangze meluap.

Ho Chi Minh City

2. Ho Chi Minh City (Saigon), Vietnam

Salah satu kota terpadat di Asia Tenggara ini juga terancam tenggelam. Menurunnya permukaan tanah membuat daerah ini rawan banjir. Setiap tahunnya, ketinggian banjir meninggi setinggi 2cm.

Bangkok

3. Bangkok, Thailand

Kepala Pusat Peringatan Bencana Nasional Thailand, Smith Dharmasaroja, memprediksi pada tahun 2100 Bangkok akan menjadi Atlantis kedua. Kota ini akan tenggelam disebabkan beberapa faktor, seperti: perubahan iklim akibat efek rumah kaca, naiknya permukaan air laut, erosi pantai, serta pergeseran tanah. Ditambah lagi letak kota yang rendah menyebabkan Bangkok setiap tahunnya selalu mengalami banjir.

Mumbai

4. Mumbai, India

Tak jauh berbeda dengan Bangkok, kelompok aktivis Greenpeace memperkitakan pada tahun 2100 kota Mumbai akan tenggelam oleh air laut. Naiknya air laut hingga 5 meter menyebabkan kota ini masyarakat di kota terancam kelangsungannya.

Meksiko City

5. Meksiko City, Meksiko

Kota yang satu ini tiap tahunnya tenggelam sedalam 20cm bila terjadi banjir. Letaknya yang berada di lembah ditambah sistem drainase yang buruk membuat Meksiko City terancam tenggelam. Sejak tahun 1975, kapasitas drainase kota tersebut turun 30 persen. Namun kini pemerintah sedang mengusahakan pembuatan terowongan drainase raksasa yang diklaim dapat menampung air cukup banyak.

New York

6. New York, Amerika Serikat

Naiknya permukaan air laut ternyata turut mengancam kota di Amerika Serikat ini.  Posisinya yang berada di mulut sungai Hudson yang terhubung langsung ke samudera Atlantik turut menjadi pemicunya. Science Daily memprediksi, air laut kota tersebut naik dua kali lipat dibanding lautan lainnya. Tak hanya itu, erosi pantai, penurunan lapisan tanah dan perusakan lingkungan juga bisa memicu luapan air di kota yang dikenal sebagai pusat bisnis dunia tersebut.

Venesia

7. Venesia, Italia

Akhir tahun 2012, kota ini terendam banjir parah. Fenomena ini hadir karena gabungan dari hujan lebat dan angin dari selatan. Setidaknya 70 persen daratan di kota kanal ini terendam banjir dengan kedalaman hingga mencapai 1,5 meter di atas normal. Banjir itu rupanya salah satu indikasi bahwa kawasan Venesia terus tenggelam. Christian Science Monitor bahkan mencatat, kota itu turun permukaan tanahnya sepanjang 30 cm selama 100 tahun terakhir. Meningkatnya ketinggian air di Laut Mediterania menambah besar kemungkinan kota kanal itu tenggelam.

Jakarta

8. Jakarta, Indonesia

Selain letak geografis yang berada di bawah permukaan air laut, kebutuhan akan air tanah yang tinggi ditengarai menjadi salah satu penyebab tenggelamnya daratan Jakarta. Populasi penduduk yang terus meningkat menjadi alasan utama kebutuhan akan air tanah. Dalam kurun waktu 20 tahun ke depan, diperkirakan jumlah penduduk di Ibukota meningkat hingga 40 juta jiwa.

Pakar hidrologi asal Belanda, JanJaap Brinkman menjelaskan jika proses penyedotan air tanah  terus-menerus dilakukan, di penghujung abad ke-21, Jakarta akan tenggelam sedalam lima hingga enam meter. Tinggal menunggu waktu Jakarta akan tenggelam di bawah air laut sebagaimana kota Atlantis.

Kota-kota tersebut terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut dan pemanasan global. Jika kita tak mengubah cara kita memperlakukan bumi, kota-kota tersebut akan benar-benar tenggelam tanpa kita bisa berbuat apapun. Yuk, mulai peduli kepada lingkungan.

08
Dec
14

IpTek : Waspada Satu Juta Asteroid Siap Hantam Bumi

Waspada Satu Juta Asteroid Siap Hantam Bumi

Laporan Wartawan Tribun Manado Charles Komaling

TRIBUNNEWS.COM – Sejumlah ahli astronomi, fisikawan, dan ilmuwan menyerukan agar dunia tidak abai dan tidak lupa terhadap potensi ‘serangan’ satu juta asteroid dari luar angkasa.

“Kita tidak siap untuk mencegah asteroid mematikan (menghantam bumi)” ujar Fisikawan Brian Cox seperti dilansir oleh Mirror.

Seratus nama terkenal, termasuk astronot, astronomer royal hingga gitaris rock Brian May, telah menyerukan peningkatan 100 kali lipat serang asteroid terhadap bumi.  Ada satu juta asteroid di tata surya yang memiliki potensi untuk menyerang bumi, tetapi hanya 10.000 telah ditemukan lintasannya..

Para ahli juga meminta agar tanggal  30 Juni menjadi Hari Asteroid. Hal ini, untuk selalu mengingatkan manusia sekaligus terus mempromosikan upaya-upaya untuk mencegah dampak serang asteroid.

Pada tanggal pada tahun 1908, sekitar 1.287 kilometer persegi  hutan di Tunguska, Siberia, hancur  oleh serangan asteroid. Para ilmuwan percaya, jika kembali terjadi maka  bisa menghapus seluruh kota.

Para ahli menyatakan, peristiwa yang terjadi di  Tunguska adalah kurang dari 1 persen dari ukuran pada umunya asteroid. Tidak seorang pun yang tahu kapan yang besar berikutnya akan datang menghantam bumi.

“Orang-orang  dahulu memahami bahwa langit dan gerakan tubuh astronomi mempengaruhi kehidupan di bumi, hanya saja tidak dengan cara yang mereka bayangkan.  Inilah sebabnya mengapa kita harus membuat misi untuk menemukan asteroid ,sebelum mereka menemukan kita,” ujar Astronomer Royal Lord Martin Rees

Ed Lu, astronot yang telah tiga kali keluar angkasa menjelaskan bahwa persoalan dunia saat ini belum memiliki data akurat soal lintasan asteroid untuk peringatan awal.

“Kami memiliki teknologi untuk membelokkan asteroid berbahaya melalui impactors kinetik dan traktor gravitasi tetapi hanya jika kita memiliki peringatan terlebih dahulu lintasan mereka. Sekarang kita perlu sepakat bahwa ini adalah satu-satunya bencana alam yang kita tahu bagaimana mencegah,”  ujar Ed Lu seperti dilansir Mirror.

Baca Juga:

Waspada Satu Juta Asteroid Siap Hantam Bumi

Blitz Tarigan Yakin Rahmad Darmawan Bakal Bawa Persija Gelar Juara

FITRA: Biaya Reses DPR itu Mahal, Tapi Fungsinya Mandul

30
Nov
14

IpTek : Keahlian Dominasi Dunia, 4 Virus Anti Kaya, Ancaman Nuklir Alien

Jakarta45

Keahlian yang Diperlukan Untuk Mendominasi Dunia

Sebenarnya Untuk Sukses Dalam Berbagai Bidang, Keahlian Apa yang Anda Butuhkan?

*Catatan Editor: Tiap hari Sabtu dan Minggu, Studentpreneur akan menerbitkan artikel bersifat tips dan opini milik ahli-ahli luar negeri yang disegani. Para ahli mengirimkan naskah dalam bahasa inggris, dan kami terjemahkan untuk Anda. Kali ini penulis adalah James Faghmous, praktisi teknologi, Ph.D, serta pengajar di Universitas Minnesota, Amerika.* 

Dalam usaha keras saya di bidang akademik dan kewirausahawanan, Saya secara terus menerus mencoba mengidentifikasi sifat-sifat apa yang membentuk seseorang sebagai self-starter yang sukses, semacam skill penting di dalam lingkungan yang tidak terstruktur seperti lab riset atau saat mencoba membangun suatu perusahaan. Tolak ukur yang kebanyakan orang pakai ketika mencoba mengetahui keahlian seseorang adalah kesuksesan orang tersebut pada waktu lampau. Ketika anda menunjukkan kesuksesan anda pada masa lalu, orang akan beranggapan bahwa anda juga akan sukses di masa depan. Contoh kecilnya saja, banyak profesor yang tidak akan membimbing penelitian mahasiswanya bila si mahasiswa tidak mengambil mata kuliahnya dan mendapatkan nilai yang tinggi. Meskipun begitu, pedoman ini tidak serta merta benar. Sebaliknya, fokus saya disini adalah satu keahlian seseorang yang bisa jadi terbaik pada salah satu hal.

Keahlian yang Diperlukan Untuk Mendominasi Dunia mendominasi dunia keahlian yang diperlukan keahlian untuk sukses Keahlian yang Diperlukan Untuk Mendominasi Dunia [Studentpreneur]

Hal ini agak diluar nalar, terutama bagi para pemula yang seharusnya mencari seseorang yang memiliki banyak keahlian untuk sebuah perusahaan baru. Meskipun begitu, di berbagai aspek, orang-orang yang paling sukses biasanya adalah orang yang ahli dalam satu hal. Karena jika anda bisa membuktikan bahwa anda ahli dalam satu hal, kemungkinannya besar, dalam situasi yang tepat, anda akan menjadi ahli dalam hal lain di masa yang akan datang.

Coba anda pikirkan. Pelajar lulusan terbaik adalah seseorang yang pada saat dia lulus dia ahli dalam topik tertentu-bahkan lebih ahli dari pembimbing dan rekan-rekannya. Wirausahawan yang sukses adalah mereka yang benar-benar memahami pasar, pelanggan, dan tren terbaru. Lebih dari investor, pesaing, dan anggota dewan.

Saat Saya masih menempuh studi saya di New York, saya bekerja sambilan sebagai bagger (seseorang yang memasukkan barang belanjaan ke kantong belanjaan) di sebuah supermarket lokal. Saya mempunyai rekan kerja yang bernama Muhammed. Dia adalah sesorang pria setengah baya yang pendek berbadan gempal dan memakai sabuk penopang punggung, mungkin karena dirinya sewaktu muda sering mengangkat benda berat. Sabuk itu juga berfungsi untuk menyimpan segala macam benda-benda menarik (semacam sabuk Batman). Muhammed adalah seorang karyawan lama yang sering menggunakan guyonan lama kepada setiap pelanggan saat akan pulang. “Karena anda pelanggan favorit saya, saya akan memberi anda tanda terima gratis, jangan bilang siapa-siapa!”. Meskipun anda mungkin tidak peduli dia kasir lawas atau bukan, Muhammed sangat hebat dalam menyimpan uang pelanggan. Kapan pun ketika pelanggan mengecek sesuatu (meskipun dia sedang tidak di depan mesin kasir) dia segera mengidentifikasi barang-barang belanjaan yang sedang promo dan segera mengambil kupon promo untuk barang-barang tersebut dari “Sabuk Kelelawar”-nya. Skill semacam itu sangat jarang untuk ditemukan. Jika saya ingin mempekerjakan Mohammed, tantangan utama saya adalah memposisikan dirinya di posisi yang sama menyenangkannya seperti “membagikan kupon”. Entah itu layak atau tidak, Muhammed mengajarkan saya bagaimana menjadi seorang pengusaha dengan tenang, rendah hati, dan secara terus menerus menjadi yang terbaik di satu hal.

Jadi, apa yang diperlukan untuk menjadi seorang ahli adalah: kerendahan hati, akal, dan fokus (bekerja lebih keras dan lebih serius ketimbang orang lain). Penjelasan semua itu akan dibahas di postingan selanjutnya. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Hancock]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Gadis Cilik yang Dianggap Anak Ajaib di Bisnis Fashion Indonesia

Inspiratifnya Pendiri Aqua yang Dulu Dihina-hina dan Diremehkan

Cara Menjadi Kaya Ala Milliarder Luar Negeri (Graphical)

James Faghmous

James H. Faghmous, Ph.D. adalah praktisi teknologi dan juga pengajar di Department Teknik Komputer, Universitas Minnesota

 

Berita Lainnya

Garuda Mabur4

4 Hal yang Bikin Anda Susah Kaya

Menjadi sukses dan kaya raya mungkin menjadi impian sebagian besar orang di dunia. Sayangnya, hanya segelintir orang yang beruntung dan bisa menjadi pengusaha sukses hingga miliarder terkaya dunia.

Lantas mengapa Anda merasa begitu sulit untuk menjadi kaya?

Anda hanya bisa menjadi kaya ketika memiliki niat dan tekad yang bulat. Jangan pernah takut untuk mencoba dan selalu memanfaatkan peluang yang ada merupakan salah satu kunci untuk menjadi kaya.

Bahkan berpikir negatif bisa menjadi salah satu hambatan yang membuat Anda tak pernah bisa kaya. Hindari berbagai sikap yang dapat menjauhkan diri dari kekayaan besar.

Berikut empat hal yang dapat membuat Anda susah kaya seperti mengutip laman wallstcheatsheet.com, Sabtu (29/11/2014):

Tak punya rencana

1. Tak punya rencana masa depan
Banyak orang ingin kaya, tapi jika Anda tak pernah merencanakannya dengan matang, itu hanya akan menjadi impian belaka. Tanpa rencana yang matang, Anda tak akan pernah kaya dan Anda hanya akan mencari alasan betapa banyak kebutuhan pribadi yang harus dipenuhi.
Anda bisa menyewa perencana keuangan jika sulit mengatur keuangan pribadi.

2. Pengeluaran lebih besar dari pemasukan

Anda tak akan pernah bisa kaya jika mengeluarkan uang lebih banyak daripada pemasukan. Itulah mengapa Anda harus membuat rencana pengeluaran uang.

Semua itu dilakukan agar Anda bisa mengendalikan pengeluaran dan menyisakan uang untukk ditabung. Mulai dari sekarang, jika Anda punya hobi membeli barang-barang mewah, hindari menggunakan kartu kredit dan mulai menabung.

Tak punya investasi

3. Tak punya investasi

Selain tabungan, investasi sejumlah uang juga harus dilakukan setiap bulan. Anda dapat memilih bisnis mana yang akan digeluti dan mulai serius berinvestasi ke dalamnya.

Berinvestasi merupakan bentuk pengeluaran uang yang justru akan menambah pemasukan.

4. Tak yakin bisa kaya

Anda harus yakin ingin kaya, dan dengan begitu Anda bisa kaya. Beberapa orang merasa tak bisa kaya karena orangtuanya miskin atau tak punya gelar sarjana.

Orang-orang yang berpikir seperti tak akan pernah kaya. Ingat, banyak juga miliarder sukses yang tak pernah lulus kuliah seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs.

Berpikir negatif akan menjadi hambatan bagi orang tercerdas sekalipun untuk menjadi kaya. Jika terus berpikir tak punya modal, tak pantas kaya, tak cukup hebat atau pintar, maka selamanya Anda tak akan pernah sukses. (Sis/Ndw)

Berita Lainnya

merah-putih

Bumi Diprediksi Dibom Nuklir oleh Alien karena Berisik Seperti Mars

Laporan Wartawan Tribunnews.com Reza Gunadha

TRIBUNNEWS.COM, AMERIKAT SERIKAT – Penduduk Bumi diprediksi bakal musnah, karena ledakan bom nuklir mahadahsyat yang ditembakkan ras cerdas dari luar angkasa (alien).

Prediksi tersebut, seperti dilansir Mirror.co.uk, diutarakan Fisikawan Plasma Dr John Brandenburg, dalam Rapat American Physical Society di Illinois, Amerika Serikat, Sabtu (22/11/2014) pekan lalu.

“Ini bukan mengada-ada. Ada bukti penduduk Planet Mars dulu juga musnah karena ditembak bom nuklir oleh ras alien yang lebih cerdas. Alasannya sepele, karena Mars terlalu berisik, seperti Bumi saat ini,” tutur John.

Teori itu, kata dia, didasarkan data yang didapat Xenon-129 (robot NASA) di atmosfer Mars. Juga terdapat kepingan uranium dan thorium di permukaan Mars. “Itu adalah contoh adanya ledakan akibat termonuklir,” imbuhnya.

John menuturkan, Mars dulu sama seperti Bumi. Misalnya, memiliki iklim, rumah, tanah bercocok tanam, kehidupan hewan, dan peradaban semaju orang Mesir kuno.

“Tapi, akibat planet itu terlalu berisik, karena penduduknya banyak, ada ras alien yang kami yakini lebih cerdas tak suka. Untuk memastikannya, kita harus pergi ke Mars melakukan penelitian lapangan,” tandasnya.

Baca Juga:

Bumi Diprediksi Dibom Nuklir oleh Alien karena Berisik Seperti Mars

Marcell Siahaan Tak Masalah Dicap Pria Melow

Aksi Profit Taking Bikin Dana Kelolaan Reksadana Turun

04
Nov
14

IpTek : Lubang Awan Raksasa Aneh Hebohkan Australia

Lubang Awan Raksasa Aneh Hebohkan Australia

VIVAnews – Kemarin siang cuaca di wilayah Wonthaggi, Gippsland Victoria, Australia cukup cerah. Tapi tiba-tiba, beberapa warga sekitar melihat penampakan aneh di langit. Mereka melihat lubang awan raksasa yang aneh.

Fenomena awan itu semakin menarik saat lubang raksasa dihiasi dengan bercak pelangi di dalamnya. Tak pelak, fenomena aneh itu langsung memunculkan kekaguman sekaligus kebingungan warga di media sosial.

Fenomena awan langka itu dikenal sebagai Fallstreak Hole, atau lubang awan. Pengguna media sosial pun berbondong-bondong mengklaim fenomena itu sebagai ‘pengangkatan’ awan, dilansirDaily Mail, Selasa 4 November 2014.

“Pengangkatan di sini!. Awan aneh dengan pelangi terjadi di Wongthaggi saat ini,” tulis salah satu pengguna Twitter. Sementara itu, pengguna yang lain pun penasaran dengan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi di wilayah itu.

Fenomena awan aneh di AustraliaFenomena awan aneh di Australia

Fenomena aneh itu, menurut para ahli yang dikutip Science Magazine, disebabkan oleh fenomena yang disebut ‘pembenihan’. Hal ini terjadi, saat pesawat terbang melalui awan yang menyebabkan partikel es membekukan di udara.

Sedangkan Biro Meteorologi Australia mengatakan fenomena aneh awan itu terbentuk, saat suhu air pada awan di bawah titik beku.

“Tetapi, air belum membeku karena kurangnya partikel inti es,” jelas Michael Efron dilansir dariFairfax Media.

Terkait fenomena warna pelangi yang ada di tengah lubang awan aneh itu, Efron menjelaskan, flek warna itu sering disebut dengan permainan warna yang juga bisa ditemukan pada benda alam seperti kerang laut, gelembung sabun, dan sayap kupu-kupu.

“Jenis permainan warna awan itu terjadi pada awan tingkat tinggi dengan lenturan. Ini berarti, tetesan air merupakan kumpulan cahaya,” terang dia.

Kesaksian warga

Salah satu warga yang menyaksikan fenomena aneh itu, Ben Stewart mengaku sedang bersama keluarganya di Phillip Island.

“Kami hanya melihat ke atas dan ada hal ini yang tampak seperti sesuatu yang muncul dari Hari Kemerdekaan,” katanya.

Stewart yang bekerja sebagai konsultan IT dari Melbourne, mengatakan bahwa ia dan keluarganya sempat menatap langit untuk sementara waktu, mencoba untuk mencari tahu apa itu.

“Orang lain juga melihat itu dan sebagian besar teori tentang apa yang menyebabkannya. Memang telah dilakukan dengan pesawat terbang, atau helikopter, pasti buatan manusia,” katanya.

Fenomena awan aneh di AustraliaFenomena awan aneh di Australia

Stewart mengaku ia sering melihat pola cuaca yang tidak biasa, saat dia tumbuh besar di bagian utara Victoria. Tetapi, lubang awan raksasa itu merupakan salah satu fenomena lebih aneh yang pernah dilihat.

Catatan Biro Meteorologi Australia menunjukkan fenomena awan aneh itu memang jarang terjadi, sehingga wajar membuat takjub warga sekitar.

Fenomena awan aneh sebelumnya terjadi pada awal Oktober di wilayah Perth. Sedangkan pada Mei lalu, juga terjad fenomena awan aneh yang terbentuk di California Utara, yang kemudian memicu perdebatan konspirasi UFO.

Baca juga :

Penampakan UFO Bingungkan Warga AS

Korea Utara Mata-matai Korea Selatan Lewat Ponsel?

(asp)

 

Penampakan UFO Bingungkan Warga AS

VIVAnews – Penampakan yang diduga objek terbang misterius (UFO) kembali tertangkap di langit Colorado, Amerika serikat, baru-baru ini.

Kali ini penampakan itu muncul dalam bentuk piringan bercahaya putih diabadikan warga Hooper, Colorado. Bahkan penampakan piringan bercahaya disebutkan sudah muncul dalam beberapa bulan lalu.

Penampakan terakhir muncul pada Oktober lalu. Menurut salah satu warga pengamat UFO setempat, Judy Messoline, wilayah langit bukit San Luis di kota Colorado, memang sudah terkenal sebagai tujuan penampakan benda terbang asing. Banyak orang berbondong untuk menemukan objek terbang itu.

“Di area ini, mereka telah mendokumentasikan penampakan UFO sejak 1970-an,” ujar Messoline kepada 9News sebagaimana dilansir IBTimes, Selasa 4 November 2014. Selain itu, kata dia, Colorado, juga dikenal sebagai lokasi aktivitas alien.

Messoline mengatakan misteri UFO berbentuk piringan putih bercahaya telah muncul dalam beberapa kali kesempatan pada bulan lalu dan kadang melayang dekat di langit Colorado dalam beberapa menit.

“Seringkali, cahaya itu muncul dalam beberapa menit, terdeteksi sampai ke langit selatan kemudian berhenti dan bercahaya di langit timur. Ini susah untuk dijelaskan,” kata dia.

Sementara laporan lain menunjukkan penampakan yang dimaksud itu kemungkinan balon udara, namun perilaku objek itu tak sama dengan perilaku balon pada umumnya.

Penampakan objek UFO sudah sering muncul di AS. Misalnya pada Juni tahun lalu. Seorang saksi dari Pennsylvania mengaku melihat penampakan misterius di depan rumahnya. Objek terbang misterius berbentuk bola jeruk itu melayang 40 kaki di atas rumah saksi tersebut.

Kesaksian itu pun kemudian dimasukkan dalam Mutual UFO Network (MUFON) dan terdaftar dalam kasus 61106 menyebutkan. Saksi saat itu mengaku tengah duduk di teras rumah pada dini hari dan kemudian tiba-tiba melihat penampakan cahaya terang asing itu. Laporan menyebutkan gambar asing itu sempat direkam selama 40 detik sebelum lenyap dari pandangan.

“Cahaya itu sangat terang, membuat saya sampai tak bisa meihat lampu depan saya. Saya melanjutkan langkah ke jalan depan rumah untuk melihat itu,” ujar saksi yang tak disebutkan namanya.

Penampakan UFO berbentuk segitiga juga terlihat oleh puluhan orang pada pertengahan bulan lalu. Menurut laporan dari 10 orang saksi itu, yang semuanya laki-laki, mereka melihat UFO berbentuk segitiga. Ada 3 buat UFO yang melayang saat mereka sedang berada pabrik batubara di sepanjang jalan Winifrede Hollow, dekat Marmet. Marmet merupakan sebuah kota yang berada di Kanawha County, Virginia, AS.

Penampakan di Virginia didaftarkan di Mutual UFO Network (MUFON) dengan nomor kasus 60631. (ita)

 

 

01
Nov
14

IpTek : Alat Kurangi Polusi Udara Temuan Pemuda Usia 14 Tahun

http://health.detik.com/read/2014/10/31/195916/2735987/763/wuih-masih-smp-dua-bocah-ini-mampu-buat-alat-untuk-kurangi-polusi-udara?l992203755

Penemuan Peneliti Muda

Wuih! Masih SMP,

Dua Bocah Ini Mampu Buat Alat untuk Kurangi Polusi Udara

M Reza Sulaiman – detikHealth
Jumat, 31/10/2014 19:59 WIB
Asma
Alkoholik
Jakarta, Jika dilihat, kedua bocah ini tak ada bedanya dari bocah SMP lainnya di Indonesia. Namun siapa sangka, kedua bocah ini sudah mampu membuat alat untuk mengurangi polusi udara dari kendaraan bermotor. Wuih!

Budiman Halim (14) dan Fernando Augustin (14) adalah dua bocah tersebut. Murid kelas 9 Narada School di Kosambi, Jakarta Barat ini menciptakan alat yang dapat mengurangi kadar karbon dioksida dari asap kendaraan bermotor sehingga aman dihirup manusia.

“Prinsipnya memecah gas karbon dioksida (CO2) dari asap kendaraan bermotor menjadi karbon monoksida (CO), oksigen (O2) dan hidrogen (H2) jadinya nggak terlalu bahaya kalau dihirup,” tutur Budiman kepada detikHealth di acara International Exhibition for Young Inventor (IEYI) di Gedung SMESCO, Jl Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (31/10/2014).

‎Bukan hanya itu saja, alat dibuat dengan modal tak lebih dari Rp 500 ribu juga dapat menangkap debu dan partikel halus lainnya yang dikeluarkan oleh kendaraan bermotor. Budiman menjelaskan bahwa hal ini terjadi akibat arus listrik yang dihasilkan oleh taser (alat penyetrum) dapat menangkap komponen cahaya yang ada di zat kimia pada debu dan partikel halus.

“Prinsipnya semakin dekat jaraknya semakin besar hasilnya. Makanya taser yang menghasilkan listrik saya taruh di dalam paralon. Jadi kalau ditempel di motor atau mobil kena listrik langsung terpecah CO2-nya dan partikelnya ditangkap,” tuturnya.

Bukan itu saja, dengan mengaplikasikan prinsip yang sama, Budiman membuat alat serupa untuk mengurangi polusi udara di jalanan. Bedanya, alat ini tak ditempel di paralo‎n, namun dimasukkan ke dalam kotak dari kardus dan disambungkan ke kipas exhaust.

“Jadi alatnya saya keluarin dan di sampingnya bisa ditempel exhaust fan. Nanti kan dia menyedot udara dan istilahnya disaring di alat ini, keluarnya sudah tak berbahaya lagi,” sambungnya.

Sayangnya, alat ini memiliki bentuk yang besar dan berat. Budiman mengatakan bahwa alat bisa ditempelkan ke motor atau mobil, namun harus disolder sehingga tak akan kendor dan akhirnya terlepas di tengah jalan.

Baik Budiman maupun Nando mengaku mendapat dukungan dari orang tua mereka untuk mengikuti pameran. Dijelaskan Budiman bahwa dirinya memang suka bereksperimen sejak kecil, sementara Nando adalah sahabatnya yang memiliki hobi yang sama.

“Bedanya kalau dia (Budiman) lebih suka sama fisika-fisika. Kalau saya lebih kepada kimianya, he he,” tutur Nando.

NEXT »

Foto: M Reza (detikHealth)

(mrs/vit)

26
Oct
14

IpTek : PUNA untuk Maritime Watch dan Visi Maritim JokoWi

Jakarta45

VIVAnews – “Jalesveva Jayamahe…di laut justru kita jaya.” Semua hadirin di ruang sidang paripurna MPR bertepuk tangan ketika Presiden Joko Widodo bertekad mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai kekuatan maritim.

Saat itu Jokowi menyampaikan pidato pertama beberapa saat setelah dilantik menjadi presiden baru Republik Indonesia, 20 Oktober 2014. Sebagai negara pemilik belasan ribu pulau, ironis sekali melihat pemerintah sekian puluh tahun tidak sungguh-sungguh menggarap potensi negeri ini sebagai kekuatan maritim.

Tidak mudah mewujudkan ambisi Jokowi. Teknologi di negeri ini masih sangat minim dan riset kelautan masih bisa dihitung dengan jari akibat kurang seriusnya perhatian pemerintah.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang juga baru saja dilantik, Iskandar Zulkarnain, menyatakan seharusnya porsi perhatian negara terhadap kelautan sudah ada sejak dulu. Komitmen Jokowi sulit untuk dilakukan jika riset dan teknologi dianggap tidak penting. Dalam beberapa tahun kemarin saja, dana yang digelontorkan untuk penelitian kelautan tergolong sangat terbatas.

“Penelitian di darat itu lebih mudah daripada di laut, kita berhadapan bukan hanya persoalan dengan perilaku alam, tapi juga kondisi tak berdaya seperti badai,” ungkap Iskandar.

Oleh karena itu, lanjut dia, dibutuhkan kapal riset di setiap wilayah. Saat ini kapal riset yang dimiliki Indonesia tak sebanding dengan luas lautan yang ada.

Idealnya, kata Iskandar, dibutuhkan tiga hingga empat kapal riset per wilayah, baik Barat, Tengah, maupun Timur karena karakteristik kelautan yang berbeda-beda. Meski sekarang beberapa lembaga memiliki kapal sendiri, tidak semua diperuntukkan bagi riset.

Selain itu, kebanyakan kapal riset yang dimiliki berusia 16 tahun, tergolong tua. Idealnya, usia kapal riset maksimal 10-12 tahun.

“BPPT punya Baruna Jaya 1,2,3, LIPI punya Baruna Jaya 7,8. (Kementerian) ESDM punya Geomarin 2 buah, KKP ada beberapa, saya kurang tahu pasti. Sayangnya, tidak semua merupakan kapal riset murni, mereka punya tugas dan fungsi masing-masing,” ungkap Iskandar.

Hal ini diamini oleh Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam, Ridwan Djamaluddin. BPPT pada tahun 2010 juga memiliki Kapal Riset Baruna II yang sudah dipasangi perangkat seismik, yang kemudian menjadi kapal survei seismik pertama nasional yang memiliki kemampuan eksplorasi migas.

Walaupun bukan sebagai kapal yang paling canggih, tapi sudah bisa eksplorasi migas. Sayangnya, secara nasional kapal ini tidak dijadikan sebagai sebuah aset yang harus dimaksimalkan.

“Jadi ada tiga yang harus diperbaiki, yaitu pemanfaatan teknologi, menghilangkan kesenjangan antara litbang dan pemanfaatan, serta sumber daya manusia yang harus diperbaiki,” kata Ridwan.

Teknologi yang dimiliki oleh armada kapal riset Baruna Jaya tidaklah ketinggalan. Dengan upgrading Multi-beam EM 122 D di Baruna Jaya III, serta instalasi Multi-beam baru Elac SEABEAM 1050 D di Baruna Jaya IV mampu melakukan penjejakan atau pemetaan 3-D (3 Dimensi) secaraterinci terhadap dasar laut dan obyek-obyek di laut dari kedalaman 4.5 m sampai ribuan meter.

Menurut dia, selain kapal riset, Indonesia juga membutuhkan kapal pengawas, baik di laut maupun di udara. Tidak heran jika dia menyarankan untuk memperkuat angkatan laut Indonesia, baik dengan memodernisasi kapal, menambah jumlahnya, sampai meningkatkan kemampuan personil dalam memanfaatkan teknologi kelautan.

“Dalam konteks yuridiksi, saya kira Indonesia harus memperkuat angkatan laut. Karena, wilayah laut Indonesia yang sangat luas dan tidak mudah dijangkau, memerlukan teknologi pemantauan dan pengamanan yang handal. Saat ini, saya kira Indonesia belum sampai  tahap maksimal sehingga perlu banyak dukungan pengamanan dan keselamatan laut yang kuat,” kata Ridwan.

Teknologi Pemantau

Untuk urusan perlengkapan teknologi kelautan yang dimiliki, BPPT, LIPI dan LAPAN telah memiliki banyak fasilitas yang bisa dimanfaatkan. Misalnya drone, satelit, radar, kapal selam, sampai aplikasi pelacak posisi ikan atau sumber alam kelautan lain. Sayangnya, ada beberapa fasilitas yang memiliki fungsi terbatas.

Misalnya, kata Ridwan, adalah drone atau Pesawat Udara Nir Awak (PUNA). Meski teknologi pemantauan menggunakan PUNA ini cukup bagus namun jarak terbangnya masih terbatas, bahkan untuk menerbangkannya membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu, lanjut Ridwan, penggunaan PUNA atau pesawat patroli bisa dibarengi dengan pemanfaatan satelit.

“Satelit akan menjadi pelengkap untuk melakukan pemantauan laut Indonesia yang sedemikian luas. Satelit ini secara berkala yang memantau wilayah perairan dan memberikan informasi yang dibutuhkan.

Jika suatu ketika ada kegiatan mencurigakan di atas laut kita, kapal patroli atau PUNA bisa dikirim untuk memeriksa. Satelit juga bisa memantau ilegal fishing. Dan untuk urusan ilegal fishing ini, harus diperkuat implementasi penegakan hukumnya,” ujar Ridwan.

Untuk PUNA, Lapan telah mengembangkan 5 jenis LSU 01,02,03,04, dan 05 dengan jarak terbang bervariasi, mulai dari 100 sampai 500 kilometer dan beberapa jam durasi terbang. Sedangkan BPPT mengembangkan juga PUNA Wulung bekerja sama dengan TNI AU.

Sedangkan perangkat pemantau lain, Indonesia juga memiliki radar, namun dengan jumlah yang masih minim. Menurut Ridwan, wahana yang digunakan untuk pemantauan bukan hanya yang berada di permukaan laut tapi, dalam konteks pengamanan wilayah dari penyusup asing, kita juga harus melihatnya dari dalam permukaan laut.

“BPPT mengembangkan Akustiktomografi, teknologi  radar yang bisa dipasang di selat-selat Indonesia untuk melakukan pemantauan di bawah permukaan air.

Teknologi ini tidak hanya memantau kapal-kapal yang ada di atas permukaan laut, tapi juga kapal-kapal selam. Cara kerjanya mengirim sinyal dari suatu sumber dan diterima oleh sumber lain.

Ada peralatan yang bertugas mengirim sinyal dan ada peralatan yang menerima sinyal. Sinyal-sinyal ini yang kemudian akan terdeteksi dan menampilkan obyek-obyek yang ada di bawah air,” papar Ridwan.

Sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) juga telah menjadi perhatian penting BPPT dalam beberapa tahun terakhir. Dengan dukungan empat kapal riset Baruna  Jaya milik BPPT, selama ini sudah terlaksana pemasangan buoy Tsunami di 9 lokasi perairan laut Indonesia yang berpotensi terjadi gelombang tsunami.

Sayangnya, tidak ada fasilitas pemantau untuk melindungi perangkat ini dari vandalisme yang mengakibatkan tidak berfungsinya early warning system. Tantangan ke depan untuk buoy tsunami Indonesia adalah optimalisasi efektivitas deteksi dan konfirmasi tsunami lokal/jarak dekat (near field tsunami)

Pesawat Terbang Tanpa Awak

Meski teknologi pemantauan menggunakan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) ini cukup bagus namun jarak terbangnya masih terbatas. (Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin)

Bantu Nelayan

Selain pemantauan kedaulatan laut di Indonesia, penting juga mengeksplorasi keindahan dalam laut Indonesia. Dalam hal ini, Ridwan menjelaskan, jika BPPT telah melakukan penelitian sejak 2006 untuk membuat terowongan layang bawah air (submerge floating tunnel/SFT) untuk memberikan sensasi wisata maritim.

Dari sekian banyak tempat di Indonesia yang memenuhi prasyarat, Pulau Panggang dan Pulau Karya yang terletak di wilayah Kepulauan Seribu yang paling cocok untuk dijadikan tempat perdana pemasangan SFT. Sayangnya, belum ada keseriusan dari pemerintah untuk merealisasikan proyek ini, termasuk keseriusan pemerintah daerah.

BPPT dan Lapan, keduanya menunjukkan pentingnya pemanfaatan sumber daya alam dengan membantu nelayan mendapat lebih banyak hasil tangkapan, termasuk menghentikan aksi ilegal fishing.

BPPT memiliki Sistem Informasi Knowledge-Based Fishing Ground (SIKBES-FG) merupakan aplikasi database estimasi hasil tangkapan ikan. Aplikasi ini disusun dengan menggunakan pendekatan Knowledge-Based Expert Systems (KB-ES) yang diintegrasikan dengan sistem berbasis spasial (Sistem Informasi Geografis/GIS) untuk menentukan dan mengestimasi lokasi penangkapan ikan (fishing ground), khususnya ikan pelagis ekonomis.

BPPT sudah mengembangkan sebuah teknologi yang dapat membantu nelayan untuk mengetahui posisi ikan. Upaya itu BPPT lakukan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya yang dikerahkan oleh para nelayan.

Jadi, teknologi ini bisa menyediakan informasi berdasarkan karakteristik laut. Misalkan, potensi lokasi sumber makanan ikan berupa klorofil di wilayah tertentu.

Dengan teknologi ini kita bisa menginformasikan kepada nelayan bahwa hari ini dan beberapa hari kemudian di daerah ini berpotensi banyak ikannya. Jadi, para nelayan bisa langsung menuju ke posisi yang ikannya banyak tanpa harus mencari-cari tanpa hasil.

Sedangkan di LAPAN, teknologi yang dimiliki masuk ke dalam keantariksaan yang terbagi menjadi 3, yaitu komunikasi, pemantauan dan navigasi. Kemudian, pemantauan satelit, aspek fisika dan biologi laut, suhu, kandungan klorofil dari ikan, bisa juga mengambil informasi terkait potensi tangkapan ikan dengan satelit, jadi tidak hanya sekedar mengarahkan.

Lapan menyebutnya zona potensi penangkapan ikan (ZPPI). Lapan memberikan ke nelayan terakit laporan pencarian ikan di wilayah itu, jadi produktifitasnya bisa ditingkatkan lagi.

Sekarang yang dikembangkan adalah teknologi antariksa dan aeronautika, untuk pengamanan laut. Selama ini kasus pencurian ikan dan kekayaan laut RI oleh pihak asing sulit terkontrol.

“Kapal laut tidak bisa menjelajahi wilayah indonesia dan itu bisa dibantu teknologi antariksa dan teknologi aeronotika, bisa dengan satelit  tapi bisa dibantu dengan teknologi aeronautika pesawat yang mahal sekali tapi kalau pesawat kecil tanpa awak itu bisa, yang bisa diinformasikan kepada angkatan laut mengenai penangkapan ikan ilegal,” ungkap Kepala LAPAN, Thomas Djamaluddin.

Ditambahkan Iskandar, fenomena yang terjadi sekarang, adalah peningkatan asam yang memicu kerusakan pada terumbu karang. Selama ini terumbu karang menjadi ekosistem bagi ikan.

Jika rusak maka ikan pergi ke lokasi lain yang terumbunya masih bagus. “Nelayan yang biasa mendapat ikan hanya dengan lokasi berapa mil, sekarang semakin jauh,” kata Iskandar.

Pengetahuan Minim

Indonesia, lanjut Iskandar, dipandang terlambat untuk menyadari rencana menjadikan negara ini sebagai poros maritim. Seharusnya sejak dulu sudah berkumandang karena nenek moyang Indonesia adalah seorang pelaut.

“Kita sangat sedikit pengetahuan akan laut, jadi agak lalai. Makanya orang mencuri  begitu saja karena kita tidak terlalu memperhatikannya,” ujar dia.

Thomas dan Ridwan sepakat jika yang dibutuhkan Indonesia adalah modernisasi atau peningkatan alutsista serta teknologi pendukungnya. Namun LAPAN lebih mengutamakan teknologi alutsista khusus keantariksaan.

“Untuk tahap pertama, potensi sumber daya alam, pemantauan dan lainnya, kalau menggunakan teknologi konvesional dari kapal-kapal itu, memerlukan jumlah yang sangat banyak.

Menurut saya, pemantaua antariksa menjadi alternatif awal untuk bisa diperkuat dulu. Dengan teknologi antariksa ini pemantauannya bisa dilakukan secara sistematik, integratif, dan relatif murah.

Dari sana bisa menentukan skala prioritas, mana yang mau dikembangkan, atau wilayah mana yang berpotensi dikembangkan,” kata Thomas. (ren)

Mimpi Visi Maritim Jokowi

Indonesia telah lama memunggungi laut. Memunggungi samudra.

Jum’at, 24 Oktober 2014, 21:14 WIB
Mustakim, R. Jihad Akbar, Erick Tanjung, Arie Dwi Budiawati, Arjuna Nusantara (Padang), Hudzaifah Kadir (Makassar), Kusnandar (Mataram), Daru Waskita (Yogyakarta)

 

VIVAnews – Hari beranjak siang. Udara di pesisir pantai Bintaro, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai memanas. Namun, Muhamad Saleh (40) tetap bertahan, duduk di bibir pantai beralaskan pasir.

Ia hanya mengenakan kaus butut, celana yang tak lagi utuh dan berselempang sarung yang sudah tampak kusam.

Muhamad Saleh merupakan salah satu nelayan di Kampung Bugis, Ampenan. Siang itu, ia sedang melepas penat, setelah semalaman mengolah lautan mencari ikan. Ia sendirian, hanya ditemani secangkir kopi dan rokok di tangan, serta perahu tempel miliknya yang sudah tampak tua dimakan usia.

“Nelayan di sini yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap miskin,” ujar Saleh membuka percakapan saat VIVAnews menemuinya Selasa, 21 Oktober 2014.

Ia mengeluh, karena hasil tangkapan ikan terus menurun. Nelayan tradisional macam dia hanya mengandalkan kebaikan alam dan keberuntungan.

Keluhan senada disampaikan Muslim (42), kolega Saleh sesama nelayan di Ampenan. Ia menilai, pemerintah tak serius memperhatikan nelayan. Para nelayan menjadi terkotak-kotak dan mengarah pada persaingan yang tak sehat dan rebutan lahan tangkapan.

Akibatnya, nelayan yang hanya bermodal jala dan perahu kecil macam dia akan tersingkir. Tak jarang, nelayan pulang dengan hasil tangkapan yang tak sebanding dengan pengeluaran.

“Tidak seperti dulu bisa tiap hari dapat ikan, sekarang dapat sehari libur 2 sampai 5 hari, begitu seterusnya,” ujarnya saat ditemui VIVAnews di tempat yang sama.

Kondisi itu diamini Idep (39). Nelayan asal Padang, Sumatera Barat ini mengatakan, pendapatannya sebagai nelayan seringkali tak mampu memenuhi biaya hidup sehari-hari. Padahal, ayah dua anak ini sudah menjadi nelayan sejak 20 tahun silam. Ia menghabiskan waktu 15 sampai 18 hari sekali melaut.

Namun, maksimal ia hanya bisa mendapatkan satu ton ikan. Kadang, hanya separuhnya. Sementara itu, biaya untuk sekali melaut mencapai Rp9 juta. “Sering kami pulang hanya balik modal,” katanya kepada VIVAnews, Kamis, 23 Oktober 2014.

Idep melaut menggunakan kapal orang lain. Karenanya, hasil tangkapan dibagi dengan pemilik kapal.

“Kami menjalankan kapal saja. Dapat tidak dapat ikan, itu tanggung jawab kami. Kalau dapat banyak, kami dapat uang. Kalau dapat sedikit, kami juga dapat sedikit, bahkan kadang tidak dapat apa-apa,” ujarnya.

Kondisi itu diperparah dengan sulitnya nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut. Soal sulitnya mendapatkan BBM juga dirasakan Bachril (40), nelayan asal Makassar, Sulawei Selatan.

Menurut dia, kebanyakan nelayan mengeluh terkait kebijakan pemerintah yang melarang membeli solar menggunakan jeriken di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). BBM untuk nelayan jadi sangat terbatas dengan adanya larangan membeli solar menggunakan jeriken.

Lain lagi yang dikeluhkan Hendri, nelayan asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Ia menyesalkan banyaknya kapal di atas 15 groos ton (GT) yang beroperasi sekitar tiga mil dari bibir pantai. Menurut dia, hal itu sangat merugikan nelayan yang melaut dengan kapal jukung. Sebab, yang panen ikan adalah kapal besar yang memiliki peralatan lebih memadai.

“Kondisi itu sering kami temui ketika musim ikan tiba. Mereka beroperasi saat malam hari dan aparat tak berbuat banyak,” ujarnya saat ditemui VIVAnews, Rabu 22 Oktober 2014.

Nelayan Tradisional Tetap Bertahan di Jakarta

 Nelayan yang hanya bermodal jala dan perahu kecil akan tersingkir. Tak jarang, nelayan pulang dengan hasil tangkapan yang tak sebanding dengan pengeluaran. (Foto: VIVAnews/Frenando Randy) 

Kemiskinan Nelayan
Sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, nelayan Indonesia seharusnya bisa hidup sejahtera.Namun, fakta berbicara lain. Jika memasuki kampung-kampung pesisir yang tercium adalah bau amis dengan pemandangan permukiman padat penduduk yang kumuh dan jorok. Kampung nelayan sangat identik dengan kemiskinan.

Serikat Nelayan Indonesia (SNI) menyatakan, sebagian besar nelayan Indonesia adalah nelayan tradisional dengan bobot perahu tak lebih dari 10 GT. Mereka adalah nelayan pantai dengan jangkauan tak lebih dari 12 mil dan hanya mengandalkan alam.

Sekretaris Jenderal SNI, Budi Laksana, mengatakan, sejumlah masalah seringkali dihadapi nelayan mulai dari cuaca, teknologi, ketersediaan bahan bakar, penjualan ikan hingga keamanan di laut. Tengkulak juga masih menjadi momok bagi nelayan. Hampir semua nelayan tradisional secara permodalan sangat tergantung pada tengkulak.

Sekjen Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (Kiara) Abdul Halim mengatakan, nelayan miskin karena negara absen. Sejumlah program yang diniatkan guna mengatasi kemiskinan nelayan mentok pada oknum Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta elite nelayan.

Ia mencontohkan kasus pengadaan seribu kapal untuk nelayan. Dana untuk program ini cukup besar yakni mencapai Rp1,5 triliun. Namun, program ini tak banyak membantu nelayan karena penerima kapal bukan nelayan.

Selain itu, speknya tak sesuai dengan kebutuhan. Akibatnya, kapal bantuan pemerintah tersebut mangkrak karena tak digunakan. Tak hanya itu, investasi di sektor perikanan 95 persen dikuasai oleh asing. Maka tak heran jika nelayan nusantara masih berkubang kemiskinan.

Pakar kelautan Rohmin Dahuri mengatakan, kemiskinan nelayan terjadi karena tata niaga perikanan yang memojokkan nelayan. Hal ini membuat nelayan dan masyarakat pesisir semakin termarjinalkan. Bekal nelayan melaut tak seimbang dengan pendapatan.

“Mereka butuh BBM dan kebutuhan lain untuk melaut. Selama ini nelayan maju kena, mundur kena. Kalau minim ikan harganya mahal, kalau lagi panen melimpah harga tangkapan ikan nelayan murah karena daya serap warga setempat,” ujar mantan menteri kelautan dan perikanan ini kepada VIVAnews, Kamis, 23 Oktober 2014.

KKP membantah dianggap abai terhadap nelayan. Sekjen KKP Syarief Widjaja mengatakan, pihaknya telah membantu nelayan. Misalnya, pemerintah membantu proses kepemilikan tanah nelayan. KKP juga mengklaim telah membantu permodalan, peralatan tangkap, serta pendidikan dan kesehatan.

KKP juga mengatakan telah membangun seribu kapal nelayan guna membantu kelompok nelayan. Kredit usaha rakyat juga dikucurkan.

Potensi Kelautan
KKP menyatakan, Indonesia memiliki potensi maritim yang sangat besar. Potensi maritim Indonesia berupa 17.504 pulau, garis pantai 95.181 kilometer, dan luas laut 5,8 juta km2. Lalu, 80 persen industri dan 75 persen kota besar terletak di wilayah pesisir.

“Ada 60 cekungan migas yang 70 persennya ada di laut,” ujar Sekjen KKP, Syarief Widjaja kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis 23 Oktober 2014.

Tak hanya itu, cadangan migas Indonesia sebanyak 9,1 miliar barel juga ada di laut. Objek wisata laut dan wilayah pesisir juga ada. Indonesia juga dikenal sebagai marine mega biodiversity karena memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies terumbu karang.

Sementara itu, potensi perikanan laut tangkap sebanyak 6,5 juta ton per tahun, budidaya perikanan payau seluas 2,96 juta hektare, dan budi daya laut seluas 12,55 juta hektare per tahun.

Sayangnya, potensi itu belum tergarap optimal. Swasta maupun pemerintah belum banyak yang memaksimalkan potensi tersebut. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, ada sejumlah kendala yang dihadapi pengusaha saat akan mengoptimalkan potensi kelautan dan perikanan di Indonesia.

Misalnya, tumpang tindihnya peraturan dan zonasi perikanan serta sulitnya mendapat suntikan modal dari perbankan.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kelautan dan Perikanan, Yugi Prayanto mengatakan, pengusaha yang berkecimpung di sektor ini sangat kecil. Sebab, sektor ini berisiko tinggi meski perikanan membuahkan keuntungan yang tinggi.

“Industri ini penuh risiko. Perbankan takut investasi besar-besaran,” ujarnya kepada VIVAnews, Selasa 21 Oktober 2014.

Hal itu diamini Rohmin Dahuri. Ia  mengatakan, pemanfaatan potensi kelautan terkendala anggaran dan pendanaan. Menurut dia, perbankan hanya memberikan pinjaman untuk sektor kelautan 0,2 persen. Dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga kecil. Selain itu, karena keterbatasan teknologi dan sumber daya manusia (SDM).

“Jadi, itu penyebabnya. Kalau kami hitung baru 20 persen tingkat pemanfaatannya,” ujarnya.

Visi Maritim Jokowi
Dalam pidato perdananya usai dilantik menjadi presiden, Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai Negara Maritim.

“Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk. Kini saatnya kita mengembalikan semuanya.”  Demikian, sebagian kutipan pidato Jokowi.

Sejumlah kalangan menyambut baik tekad dan janji Jokowi tersebut. Rohmin Dahuri misalnya. Menurut dia, komitmen Jokowi tersebut merupakan sesuatu yang dahsyat. Sebab, selama ini pembangunan Indonesia lebih fokus ke darat. Padahal 3/4 wilayah Indonesia adalah laut.

Rohmin mengatakan, Jokowi berusaha menghidupkan kembali Tri Sakti-nya Soekarno. Menurut dia, Soekarno pernah memperkuat maritim.

Namun, pada masa Orde Baru tak ada kementerian kelautan. Visi kelautan kembali bangkit era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan berdirinya kementerian kelautan dan berlanjut hingga era Presiden Megawati Soekarnoputri.

Sayangnya, di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kementerian kelautan direduksi lagi. Menurut dia, hal itu berimplikasi pada kebijakan publik.

SNI berharap semangat Jokowi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia bukan hanya semangat atas petunjuk pengusaha. Poros maritim hanya dijadikan pencitraan dan menguntungkan pengusaha semata.

Sebab, sepanjang garis pantai dari Sabang sampai Merauke ada keluarga nelayan yang menggantungkan hidupnya pada usaha pesisir dan lautan.

Untuk itu, Jokowi harus mendorong nelayan pantai menjadi nelayan lepas pantai. sehingga dapat mencegah pencurian ikan oleh kapal asing. Selain itu, harus ada alih teknologi kepada para nelayan guna meningkatkan sumber daya manusia.

Dari sisi permodalan, nelayan juga harus dikuatkan. Perbaikan infrastruktur atau penambahan pelelangan ikan, SPBN, dan kuota BBM untuk nelayan juga harus ditambah. Selain itu, harus ada perlindungan di wilayah laut Indonesia termasuk mengakui zonasi wilayah tangkap nelayan.

Pakar hukum laut internasional, Hashim Djalal, menambahkan, luas laut di Tanah Air saat ini belum sebanding dengan pengamanannya. Hashim pernah menghitung kebutuhan untuk pengamanan wilayah laut itu.

“Butuh sekian ratus kapal dan sekian ratus prajurit, misalnya. Tapi, kan kita tidak punya sebanyak itu. Menurut saya, ini yang penting diperhatikan,” ujarnya.

Dari dulu sampai sekarang, dia selalu mengingatkan tentang kemampuan untuk memanfaatkan, mempertahankan, dan mengembangkan potensi kelautan yang ada. Tujuan akhirnya adalah pengembangan ekonomi kawasan maritim dapat mendorong perekonomian nasional.

Matahari semakin menyengat. Muhamad Saleh beranjak pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 7 meter dari bibir pantai. Rumah yang tak seberapa besar dengan dinding yang sudah mulai retak serta sisa cat yang tak jelas lagi warnanya. Sementara itu, di depan rumah tampak tumpukan keranjang dan seperangkat alat untuk menjemur ikan.

Bagi Saleh, siapa pun presidennya, ia tetap harus bekerja seperti biasa. Presiden datang dan pergi. Namun, mereka tetap menggantungkan hidupnya di laut. Ia tak berharap uang dari pemerintah, namun alat untuk bekerja.

“Jangan berikan kami sumbangan berupa uang, tapi lebih baik barang atau fasilitas pelayaran berupa perahu, mesin, jala, dan BBM bersubsidi,” ujarnya. (art)

Usai dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) langsung diarak dengan pawai bersama masyarakat dari Gedung DPR/MPR menuju ke Istana Negara. Namun, ada sosok Makhluk halus yang mengikuti Jokowi dan JK saat pawai.Hal itu dituturkan Sara Wijayanto, artis yang dikenal memiliki indra keenam sekaligus bisa berkomunikasi dengan mahluk gaib. Saat melihat tayangan berita di televisi, Sara melihat ada sosok Makhluk gaib yang ikut mengawal Jokowi dan JK.

“Saya lihat ada sosok dua sosok makhluk gaib mengenakan baju kerajaan lengkap mendampingi Pak Jokowi dan JK saat pawai,” ucap Sara Wijayanto saat ditemui disela-sela perayaan ulang tahun Melanie Subono di Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/10/2014) malam.

Istri pesulap Demian Aditya itu mengatakan, mata batinnya melihat dua sosok makhluk gaib berbaju kerajaan mendampingi Jokowi dan JK diatas kereta pawai. Namun, yang terjadi selanjutnya lebih mengejutkan.

“Karena begitu saya lihat lagi, kedua orang (makhluk gaib) berbaju kerajaan yang ada dibelakang Pak Jokowi dan JK juga membawa seperti pasukan yang jumlahnya cukup banyak,” papar Sara.

Dari penglihatannya, Sara meyakini jika ‘mahluk tak kasat mata’ yang mendampingi Jokowi dan JK saat pawai merupakan sinyal dari sebuah kebaikan yang akan segera terjadi.

“Istilahnya seperti blessing gitu, mudah-mudahan memang seperti itu. Apa yang tadi saya lihat seperti menunjukkan pemerintahan yang baru ini diberkahi, diberi berkat,” tutup Sara Wijayanto.

25
Oct
14

IpTek : Tercatat Letusan Besar Matahari

Jakarta45

Ilmuwan Austria Catat Letusan Besar Matahari

Wina (Antara/Xinhua-OANA) – Ilmuwan dari University of Graz di Austria pekan ini mencatat satu letusan paling kuat radiasi Matahari, yang terjadi selama 10 tahun belakangan sehingga mengakibatkan gangguan radio, demikian laporan ORF pada Kamis (23/10).

Letusan tersebut dicatat oleh Kanzelhoehe Observatory di Universitas itu. Para ilmuwan mengatakan letusan energi dari Matahari dapat mengakibatkan gangguan pada medan magnet Bumi, sehingga mempengaruhi sistem teknik di Bumi dan antariksa.

Letusan Matahari, seperti penyemburan massa korona, menarik energinya dari medan kuat magnet pada bintik Matahari, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Kepala Observatorium tersebut Astrid Veronig mengatakan kelompok bintik Matahari saat ini yang menghadap ke Bumi dan berada dbagian selatan Matahari memiliki diameter 125.000 kilometer. Bintik itu sangat besar sehingga dapat dilihat tanpa orang menggunakan teleskop.

Namun, itu tetap saja cuma separuh dari ukuran total bintik Matahari yang tercatat pada Oktober 2013, masa yang ditandai oleh kemunculan ekstrem pijar Matahari yang muncul pada aurora yang dilihat dari Austria sekalipun.

Para ilmuwan tersebut mengatakan gangguan lain pada medan magnet Bumi melalui gejolak cuaca antariksa mungkin masih terjadi lagi dalam beberapa pekan ke depan. (bd)

Berita Lainnya

Seperti Ini Tempat Tinggal Manusia di Planet Mars

Tinggal di Mars bukan sekedar impian. Suatu hari koloni manusia akan dikirimkan ke Planet Merah. Hawaii Space Exploration Analog and Simulation atau Hi-Seas sedang menggarap sebuah proyek yang disponsori Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Untuk menyediakan rumah layak bagi orang Bumi yang akan tinggal di sana.

Seperti apa rumah di Mars?

Meski masih berupa konsep, rumah berbentuk kubah akan dilengkapi panel surya sebagai pengumpul energi. Langit-langit yang tinggi akan membuat para penghuni merasa nyaman di dalamnya. Dan tak ketinggalan printer 3 dimensi untuk membuat segala peralatan.

“Beberapa orang mungkin menganggapnya mengada-ada, namun skrenario seperti itu mungkin akan terjadi tak lama lagi di masa depan, ketika misi pertama ke Mars diberangkatkan — dan NASA sedang mempersiapkan keberangkatan itu dengan melakukan studi baru di Hawaii,” demikian pernyataan Hi-Seas seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (25/10/2014).

Dua dari 3 misi yang direncanakan sudah diselesaikan. Dan yang ketiga, yang akan berlangsung selama 8 bulan, baru saja dimulai.

Misi ketiga melibatkan 6 kru yang tinggal di sebuah kubah raksasa di wilayah terpencil di Hawaii, Mauna Loa.

Di sana, kru tinggal di kubah selebar 11 meter, dengan luas sekitar 93 meter persegi. Demikian menurut jurnalis sains Kate Greene, yang ikut dalam proyek itu, kepada Wired.

“Kuncinya adalah membuat semua orang tetap waras di sini. Merasa tetap dikelilingi udara,” kata dia.

Semua kru harus menjalani misi di dalam kubah itu. Mereka hanya boleh keluar menggunakan pakaian luar angkasa khusus — seperti yang akan dipakai para astronot Mars.

Untuk mencegah para kru mengalami claustrophobic atau sesak di dalam tempat tinggal mereka, kubah itu sengaja dibuat dengan langit-langit tinggi dan bertingkat dua. Mereka juga diminta untuk berolahraga teratur agar tetap sehat.

Dalam proyek tersebut, juga diterapkan penundaan komunikasi 24 menit pada para kru — seperti yang akan terjadi dalam misi Mars di masa depan.

Di dalam kubah itu ada 6 kamar, berbentuk mirip potongan pie, dengan matras, kursi, dan bangku. Untuk memastikan mereka memiliki akses perlengkapan yang cukup, disediakan printer 3D.

Suplai energi mengandalkan tenaga surya, sementara listrik dari sel bahan bakar hidrogen disiapkan sebagai cadangan.

Sebelumnya, NASA memberikan dana US$ 1,2 juta pada program Hi-Seas untuk melanjutkan studinya mempelakari faktor-faktor manusia yang bisa mempengaruhi awal masa depan di Mars.

Melalui studi ini, para peneliti akan mempelajari apa yang dihadapi manusia dalam misi sekali jalan ke Mars. Tak ada kesempatan untuk pulang.

Riset tersebut akan sangat berharga dalam misi nyata ke Planet Merah, yang diperkirakan akan berlangsung di tahun dalam dua dekade mendatang.

Proyek Mars One bertujuan mengirim empat Marstronot (sebutan untuk astronot ke Mars) setiap dua tahun sekali, dimulai pada 2025, hingga terbentuk koloni beranggotakan 40 orang. (Tnt)




Blog Stats

  • 4,137,728 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Harta Amanah B…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Harta Amanah B…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Harta Amanah B…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Harta Amanah B…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Harta Amanah B…