Archive for May, 2013

30
May
13

Tatakota : Kawasan Segitiga Emas Surakarta

Surakarta Bikin Kawasan Segitiga Emas

TEMPO.CO, Surakarta – Pemerintah Surakarta tengah membangun kawasan terpadu untuk bisnis di Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah. Kawasan tersebut membentang antara Monumen 45, Pura Mangkunegaran, dan Stasiun Solo Balapan di Kecamatan Banjarsari. Kawasan terpadu ini disebut kawasan segitiga emas.

»Kawasan segitiga emas ini potensial untuk pengembangan ekonomi dan budaya,” kata Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo seusai membuka seminar bisnis inklusif, Kamis, 30 Mei 2013.

Dia menjelaskan, kawasan terpadu tersebut tidak hanya untuk bisnis, tetapi juga ruang publik. »Kami memilih membuat kawasan segitiga emas di Banjarsari karena banyak ruang publik yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, banyak terdapat usaha jasa perdagangan,” ujarnya. Menurut Achmad, ciri khas Surakarta sebagai kota budaya tidak boleh ditinggalkan meski kini kota itu tengah merancang kawasan bisnis.

Sebagai pendukung ekonomi, saat ini tengah dibangun pasar elpabes (elektronik, pakaian, dan besi) dengan anggaran Rp 8,9 miliar. Pasar tiga lantai tersebut ditargetkan selesai pada 2014 dan mampu menampung 160 pedagang. Dalam waktu dekat akan ditata Kali Pepe sebagai tempat wisata air. »Setelah semua penataan selesai, baru bisa dibilang kawasan terpadu,” katanya.

Dia mengaku hanya sebatas menyiapkan rancangan kawasan dan membangun fasilitas dasar seperti pasar dan ruang publik. Selanjutnya dia mempersilahkan investor untuk meramaikan kawasan segitiga emas di Banjarsari.

Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta Lukman Hakim menilai segitiga emas yang di dalamnya mencakup kawasan bisnis bisa diwujudkan di Surakarta. Namun, dia meminta tidak meniru segitiga bisnis di kota besar. »Jangan diisi dengan bangunan kantor bertingkat. Itu tidak sesuai dengan karakter Solo,” katanya.

Dia menyarankan segitiga emas dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis jasa dan perdagangan yang selama ini menggerakkan ekonomi Surakarta. Misalnya, membuat pasar tradisional yang nyaman dan membentuk pusat-pusat perdagangan yang selama ini menyebar. »Jadi, masyarakat bisa mendapatkan berbagai macam barang di kawasan segitiga emas, tapi tanpa mematikan perdagangan yang sudah ada,” ucapnya.

Purnomo mengatakan akan fokus pada pengembangan usaha mikro-kecil dan menengah di kawasan segitiga emas. Terutama dengan menggalakkan usaha kuliner. »Kami akan memfasilitasi pelaku usaha kecil dengan membangun kawasan bisnis,” katanya.

UKKY PRIMARTANTYO

29
May
13

MiGas : Daftar Harga BBM Dunia

http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTEVYpafU2wrTYIuICVbvjzboRjKeqGRlbloY5FI6A3-VQrv9-lYA

Inilah Daftar Harga BBM

Dunia:

Indonesia Lebih Mahal

Ketimbang Amerika

Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara yang membanderol harga bahan bakar minyaknya cukup murah, karena tingginya subsidi yang diberikan negara.Namun, jika mencermati daftar harga BBM di sejumlah negara yang disusun Bloomberg, Jumat (15/2), ternyata pandangan tersebut tidak sepenuhnya benar. Pasalnya, jika dibandingkan negara adidaya semacam Amerika Serikat, atau negeri jiran Malaysia, harga BBM di Tanah Air justru lebih mahal.Dalam laporan yang dibuat Bloomberg Rankings, menggunakan data yang dikompilasikan oleh Bloomberg, Associates for International Research Inc, Portal Energi Eropa, Dana Moneter Internasional (IMF), dan Badan Enegi Amerika Serikat, Indonesia menempati peringkat 49 dengan harga BBM sebesar US$3,68 per galon (satu galon sama dengan 3,7 liter), di atas AS dan Malaysia yang masing-masing menempati posisi 51 dan 53.

Harga BBM di Amerika Serikat selama penelitian tersebut, yang dilakukan pada periode 3-18 Januari sebesar US$3,29 per galon, sementara di Malaysia mencapai US$2,36.

Namun, jika dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya, seperti Singapura, Filipina atau Thailand, harga BBM di Indonesia masih lebih murah. Singapura menempati peringkat 37 dalam daftar tersebut dengan harga US$6,29 per galon, diikuti Filipina di tempat ke-43 (US$4,87) dan Thailand di posisi 47 (US$4,42).

Bahkan, jika dibandingkan Turki atau negara-negara zona euro yang saat ini tengah dihantam badai krisis utang, semacam Belanda, Italia, Portugal, Yunani, Belgia, Prancis dan Jerman, harga BBM di Indonesia terhitung sangat murah.

Turki menempati posisi puncak yang menjual BBM dengan harga paling mahal, yakni sebesar US$9,89 per galon, diikuti Norwegia (US$9,63), Belanda (US$9,09), Italia (US$8,87), Portugal (US$8,82) dan Yunani (US$8,62).

Sementara, negara-negara yang selama ini dikenal sebagai eksportir minyak dunia, memberikan harga yang sangat murah untuk BBM-nya. Di posisi teratas, harga BBM paling murah dinikmati rakyat Venezuela, yang hanya membayar US$0,06 per galon, selanjutnya Arab Saudi (US$0,45), dan Kuwait (US$0,81).

Nah, inilah daftar harga BBM di 60 negara, mulai dari yang termahal hingga termurah dalam hitungan galon:

1. Turki (US$9,89)
2. Norwegia (US$9,63)
3. Belanda (US$9,09)
4. Italia (US$8,87)
5. Portugal (US$8,82)
6. Yunani (US$8,62)
7. Swedia (US$8,50)
8. Belgia (US$8,41)
9. Prancis (US$8,38)
10. Denmark (US$8,22)
11. Hong Kong (US$8,15)
12. Finlandia (US$8,12)
13. Inggris (US$8,06)
14. Irlandia (US$8,05)
15. Jerman (US$7,96)
16. Israel (US$7,67)
17. Slovakia (US$7,61)
18. Slovenia (US$7,60)
19. Malta (US$7,44)
20. Hungaria (US$7,21)
21. Swiss (US$7,19)
22. Spanyol (US$7,06)
23. Austria (US$7,03)
24. Republik Ceko (US$6,97)
25. Lithuania (US$6,94)
26. Siprus (US$6,88)
27. Latvia (US$6,83)
28. Luksemburg (US$6,81)
29. Korea Selatan (US$6,77)
30. Selandia Baru (US$6,73)
31. Estonia (US$6,70)
32. Jepang (US$6,70)
33. Rumania (US$6,70)
34. Polandia (US$6,67)
35. Bulgaria (US$6,53)
36. Australia (US$6,31)
37. Singapura (US$6,29)
38. Cile (US$6,20)
39. Brasil (US$5,40)
40. Argentina (US$5,39)
41. Afrika Selatan (US$5,06)
42. India (US$5)
43. Filipina (US$4,87)
44. Kanada (US$4,76)
45. China (US$4,74)
46. Kolombia (US$4,72)
47. Thailand (US$4,42)
48. Pakistan (US$3,98)
49. Indonesia (US$3,68)
50. Rusia (US$3,47)
51. Amerika Serikat (US$3,29)
52. Meksiko (US$3,22)
53. Malaysia (US$2,36)
54. Nigeria (US$2,34)
55. Iran (US$2,15)
56. Uni Emirat Arab (US$1,77)
57. Mesir (US$1,24)
58. Kuwait (US$0,81)
59. Arab Saudi (US$0,45)
60. Venezuela (US$0,06)

Lantas, apakah data itu menunjukkan harga minyak di Indonesia relatif rendah sehingga harus dinaikkan guna menekan subsidi BBM? Kita tidak bisa serta-merta menyebutkan harga minyak di Indonesia cukup murah sebelum melihat data “pain at the pump” atau daya beli masyarakat terhadap harga minyak yang dibeberkan di atas.

Pada kesempatan ini, Bloomberg juga merilis daftar peringkat negara berdasarkan persentase pendapatan harian rata-rata yang dibutuhkan untuk membeli segalon BBM.

Dan ternyata Indonesia masuk dalam daftar sepuluh besar, artinya masyarakat harus mengeluarkan uang yang cukup banyak dari pendapatan rata-rata mereka sehingga bisa membeli BBM.

Berbanding terbalik dengan Belanda (3) atau Italia (4), yang masuk dalam jajaran dengan harga minyak termahal di dunia, tetapi menduduki peringkat 40 dan 31 dalam hal pendapatan yang harus dikeluarkan warganya untuk membeli BBM. Indonesia hanya lebih baik dari Pakistan, India Filipina dan Bulgaria. Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Singapura atau Malaysia, yang dalam daftar ini menempati urutan 50 dan 38.

Daftar peringkat negara berdasarkan persentase pendapatan harian rata-rata untuk membeli BBM (pain at the pump):

1. Pakistan
2. India
3. Filipina
4. Nigeria
5. Bulgaria
6. Indonesia
7. Turki
8. Rumania
9. China
10. Thailand
11. Afrika Selatan
12. Kolombia
13. Hungaria
14. Lithuania
15. Polandia
16. Latvia
17. Portugal
18. Slovakia
19. Argentina
20. Brasil
21. Yunani
22. Estonia
23. Republik Ceko
24. Malta
25. Cile
26. Mesir
27. Slovenia
28. Iran
29. Meksiko
30. Siprus
31. Italia
32. Korea Selatan
33. Spanyol
34. Israel
35. Rusia
36. Hong Kong
37. Prancis
38. Malaysia
39. Inggris
40. Belanda
41. Belgia
42. Jerman
43. Irlandia
44. Finlandia
45. Selandia Baru
46. Swedia
47. Austria
48. Denmark
49. Jepang
50. Singapura
51. Norwegia
52. Swiss
53. Kanada
54. Australia
55. Luksemburg
56. Amerika Serikat
57. Uni Emirat Arab
58. Arab Saudi
59. Kuwait
60. Venezuela

20 Negara dengan Harga Bensin Termahal dan Termurah di Dunia

Bahan bakar minyak (BBM) sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di dunia manapun. Meski berasal dari sumber yang sama di dasar bumi, bbm atau lebih dikenal bensin memiliki harga bervariasi di berbagai belahan dunia karena perbedaan banyak faktor.

Ada sejumlah negara yang terkenal dengan harga bensin yang tinggi. Sebaliknya, ada pula negara yang memiliki harga bensin yang murah.

Bloomberg melansir harga bensin di 60 negara. Ternyata, Indonesia menempati urutan ke 49 dari 60 negara di dunia yang memiliki harga bensin tertinggi.

Harga per galon bensin RI adalah US$ 3,68. Sementara rata-rata pendapatan harian adalah US$ 11. Artinya 33% pendapatan harian orang Indonesia digunakan untuk membeli bensin.

Indonesia mengkonsumsi 0,08 galon BBM per hari, kurang dari sepertiga rata-rata konsumsi global.

Berikut daftar 10 negara yang memiliki harga BBM lebih murah dari Indonesia dalam hitungan galon, berdasarkan peringkat data yang dikutip dari Bloomberg, Sabtu (23/2/2013), yakni:

1. Russia, US$ 3,47
2. United States, US$ 3,29
3. Meksiko, US$ 3,22
4. Malaysia, US$ 2,36
5. Nigeria, US$ 2,34
6. Iran, US$ 2,15
7. Uni Emirat Arab, US$ 1,77
8. Mesir, US$ 1,14
9. Kuwait, US$ 0,81
10. Saudi Arabia, US$ 0,45

Jika Anda mengira biaya transportasi yang Anda keluarkan tiap hari sangat besar?, Coba lihat dulu daftar negara dengan harga bensin termahal berikut ini dan penyebabnya. Anda pasti akan tercengang.

1. Turki, harga bensin per galon: US$ 9,89

Turki adalah negara ekonomi terbesar di Eropa Timur dengan pendapatan mencapai US$ 800 miliar. Meski demikian, harga bahan bakarnya yang paling mahal di dunia, juga membuat negara ini cenat-cenut.

Rata-rata pendapatan harian orang Turki adalah US$ 30, dan sepertiganya sendiri untuk beli satu galon bensin.

Turki mengalami masalah pajak yang sangat berat. Sekitar 40% pendudukan bekerja di sektor informal dan tidak membayar pajak. Hanya sekitar 4% dari total populasinya yang membayar pajak penghasilan.

Dalam beberapa tahun terakhir Turki telah meningkatkan basis pendapatan melalui pajak konsumsi seperti pajak bahan bakar, yang relatif mudah untuk diterapkan.

Negara ini memiliki salah pajak bahan bakar yang tertinggi, yang menyumbang lebih dari setengah dari biaya untuk bahan bakar.

2. Norwegia, harga bensin per galon: US$ 9,63

Norwegia adalah negara penghasil minyak yang tetap menjual dengan harga mahal, meski di negaranya sendiri. Daripada memberikan subsidi BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum, negara ini lebih memilih menggunakan keuntungan minyak tersebut untuk layanan, seperti pendidikan tinggi gratis, dan tabungan untuk perbaikan infrastruktur.

Pendapatan rata-rata harian adalah US$ 280. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 3,4%.

3. Belanda, harga bensin per galon: US$ 9,09

Belanda memiliki pengguna sepeda kayuh paling banyak di dunia. Parkir sepeda berderetan di stasiun kereta api, museum dan taman nasional. Infrastruktur besar jalur sepeda dan jalur, terowongan dan sinyal lalu lintas membuat akses bersepeda lebih mudah.

Pendapatan rata-rata harian di Belanda adalah US$ 125. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 7,3%.

4. Italia, harga bensin per galon: US$8,87

Harga bensin mulai melompat tak lama setelah Perdana Menteri Mario Monti berkuasa pada November 2011. Italia menaikkan pajak BBM sekitar 25 %, kedua tertinggi di Eropa Barat setelah Belanda, sebagai bagian dari upaya penghematan untuk mengendalikan anggaran negara.

Italia kini menghabiskan anggaran yang sama setiap minggunya untuk BBM dan makan.

Menurut kelompok perdagangan, Coldirettu, kenaikan biaya tangki 60 liter (16 galon) mobil sekitar US$ 142, kira-kira sama dengan rata-rata anggaran satu rumah tangga Italia pada makanan.

Pendapatan rata-rata harian di Italia adalah US$ 88. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 10%.

5. Portugal, harga bensin per galon: US$8,82

Pajak menyumbang 64% dari harga BBM di Portugal. Itu lebih tinggi daripada di negera tetangganya, Spanyol. Kondisi ini menyebabkan banyak pengemudi memilih menyeberangi perbatasan untuk mengisi bensin, yang harganya jauh lebih murah.

Pajak BBM adalah salah satu dari beberapa pungutan yang ditingkatkan di Portugal sejak 2001, yang bertujuan untuk melindungi lingkungan. Pajak kendaraan memperhitungkan emisi karbondioksida karbon dan kapasitas silinder, dengan maksud armada yang lebih efisien di jalan.

Pendapatan rata-rata harian di Portugal adalah US$ 53. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 17%.

6. Yunani, harga bensin per galon: US$8,62

Di tengah krisis finansial yang sedang berlangsung, upah di Yunani mengalami penurunan. Sementara itu pajak BBM sejak 2009 naik, ketiga tertinggi di Eropa.

Rata-rata penghasilan harian orang Yunani US$ 58. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon bahan bakar adalah 15 %.

7. Swedia, harga bensin per galon: US$ 8,50

Harga energi di Swedia dikenakan pajak atas polusi knalpot, termasuk karbondioksida, gas rumah kaca yang paling berbahaya. Tidak terpengaruh dengan hal tersebut, Swedia tetaplah konsumen 10 terbesar bensin di dunia.

Dengan pendapatan harian yang tinggi rata-rata US$ 153, pangsa upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 5,5%.

8. Belgia, harga bensin per galon: US$ 8,41

Pendapatan rata-rata harian di Belgia adalah US$ 117. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon gas adalah 7,2%. Belgia mengkonsumsi 0,15 galon gas per hari, kurang dari rata-rata 60 negara yang sebesar 0,25 galon.

9. Perancis, harga bensin per galon: US$ 8,38

Dari peringkat 60 negara, Perancis menduduki peringkat kesembilan negara dengan harga bensin tertinggi.

Pada 2012, para politisi mendorong untuk memotong pajak untuk mengurangi harga eceran. Namun, dengan penghasilan rata-rata harian sebesar US$110, dan tingkat konsumsi bensin yang di bawah rata-rata, Perancis menghabiskan proporsi yang relatif kecil dari gaji mereka. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon bensin 7,6%.

10. Denmark, harga bensin per galon: US$ 8,22

Pendapatan rata-rata harian adalah US$ 151. Bagian upah sehari yang dibutuhkan untuk membeli satu galon bahan bakar adalah 5,4%.

Pemerintah Eropa biasanya memiliki pajak BBM tertinggi, sehingga meningkatkan biaya untuk konsumen ritel. Denmark menempati peringkat ketujuh negara Eropa dalam hal pajak BBM tertinggi. (Est/Nur)

Baca juga :
BBM dan Proses yang Destruktif ==> http://jaringanantikorupsi.blogspot.com/2013/05/medianusantara-bbm-dan-proses-yang.html

29
May
13

Ideologi : Ajaran Nasionalisme Bung Karno

Senin, 27 Mei 2013

Soekarno Bukan Pembelah dan Ajaran Nasionalismenya Masih Relevan!

UNTUK MENYONGSONG HARI ULTAH LAHIRNYA PANCASILA DAN BUNG KARNO TAHUN 2013 “INDONESIA BERJUANG” AKAN MENAYANGKAN ARTIKEL-ARTIKEL BERKAITANNYA (3) 

http://indonesiaberjuang-gerpindo.blogspot.nl/2011/07/soekarno-bukan-pembelah-dan-ajaran.html

 

Soekarno Bukan Pembelah dan Ajaran Nasionalismenya Masih Relevan!


BERDIKARI ONLINE, Jumat, 29 Juli 2011 | 6:19 WIB

Opini

Oleh : Rudi Hartono
 

Bung Karno Pidato Di Hadapan Massa Rakyat 

Sebuah tanggapan terhadap tulisan Max Lane, “Soekarno: Pemersatu Atau Pembelah?”
Max Lane, seorang indonesianis dari University of Sydney, Australia, menulis sangat baik tentang Bung Karno dan gagasan-gagasan politiknya. Salah satu tulisannya yang terbaru diberi judul “Soekarno: Pemersatu Atau Pembelah.” 
Artikel itu membongkar satu keyakinan umum orang-orang Indonesia dan sebagian penulis dari luar:Soekarno sebagai tokoh pemersatu. Ternyata, setelah menyelami tulisan Bung Karno yang berjudul “Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme”, Max Lane menemukan bahwa Bung Karno juga adalah pembelah.
Selain itu, jika anda tuntas membaca artikel itu, maka pesan utama yang hendak disampaikannya hanya satu hal: nasionalisme sebagai ideologi perlawanan sudah tidak relevan. Alasannya, nasionalisme berseru buat semua elemen bangsa untuk satu kepentingan yang sama, sedangkan fakta menunjukkan bahwa jarang sekali elemen-elemen sebuah bangsa mempunyai kepentingan yang sama: Yang dieksploitasi berkepentingan menghentikan eksploitasinya; yang melakukan eksploitasi berkepentingan meneruskan eksploitasinya. 
Saya tidak setuju dengan kesimpulan itu. Lagi pula, tanpa sebuah elaborasi yang memadai, Max Lane tiba-tiba mengajak kita untuk sampai pada kesimpulan yang masih memerlukan perdebatan panjang. 

‘Membelah Demi Persatuan?’

Salah satu rujukan Max Lane dalam membangun argumentasinya adalah tulisan Bung Karno yang berjudul “Nasionalisme, Islamisme, dan Marxisme”. Menurutnya, orang yang menganggap tulisan itu mengusung persatuan adalah orang yang berfikiran dangkal dan menyesatkan.
Sebaliknya, bagi Max Lane, tulisan “Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme” sejatinya adalah tulisan pembelahan, bukan penyatuan. Max menyebut Bung Karno Sukarno ‘membelah demi sebuah persatuan’. Sebuah kalimat yang kontradiktif.
Argumentasi pokok Max Lane, kalau boleh saya sederhanakan, adalah bahwa tulisan Bung Karno itu menuntut setiap golongan (nasionalis, islamis, dan Marxist) untuk memilih: bersatu atau tidak. Hanya saja, lanjut Max, landasan untuk bersatu itu bukan hanya Indonesia Merdeka, tetapi analisa terhadap dan sikap anti-kapitalis.
Artinya: Soekarno mengajak setiap golongan nasionalis, islamis, dan Marxist untuk bersatu atas dasar Indonesia merdeka dan sekaligus anti-kapitalis. 
Di sinilah letak masalahnya: Max Lane terkesan memaksakan bahwa basis persatuan yang dikehendaki Bung Karno adalah persatuan untuk Indonesia merdeka dan sekaligus anti-kapitalisme (asing dan bangsa sendiri).
Ini gampang dijelaskan secara teoritis, tetapi sulit diterapkan dalam aplikasi strategi politiknya. Soekarno berseru untuk persatuan demi pelipatgandaan kekuatan melawan kolonialisme, sedangkan kecenderungan kesimpulan Max adalah politik mengisolasi perjuangan nasional menjadi segelintir “anti-kapitalis”.
Pertanyaannya: Apa mungkin mencapai Indonesia merdeka dengan mengandalkan persatuan segelintir orang, dalam hal ini kalangan anti-kapitalis ansich, untuk melawan musuh dari luar (kolonialis) dan sekaligus musuh dari dalam (feodalisme dan kapitalisme)?

Beberapa Ketidaksetujuan

Menurut saya, ada beberapa kekeliruan mendasar yang dilakukan Max Lane dalam tulisannya.
Pertama, penggunaan kata “pembelah” kurang tepat, sebab istilah itu hampir dekat dengan kata “pecah-belah”, sebuah politik yang dipergunakan kolonialisme untuk menancapkan kukunya selama ratusan tahun di Indonesia.
Kedua, Soekarno dalam tulisan itu memang menganjurkan pemilahan, menyuruh setiap golongan memilih, tetapi pilihannya adalah: bersatu atau terpecah-belah. Di sini, Soekarno mengajak ketiga kekuatan untuk bersatu mencapai Indonesia merdeka. Jelas sekali, sebagaimana juga dalam tulisannya lainnya, Soekarno selalu menekankan perjuangan nasional untuk mencapai Indonesia merdeka. 
Ketiga, Max mengabaikan konteks situasi saat lahirnya tulisan itu. 

Terkait konteks situasi itu, ada beberapa hal yang patut dicatat sebelum kelahiran kelahiran tulisan Bung Karno itu:

Pada jaman itu, di hampir seluruh Asia termasuk Indonesia, tiga kekuatan itu (nasionalis, islamis, dan marxis) tampil menonjol sebagai azas pergerakan melawan kolonialisme. 
Bung Karno sendiri menulis: 

    “….tiga haluan ini dalam suatu negeri jajahan tak guna berseteruan satu sama lain, membuktikan pula, bahwa ketiga gelombang ini bisa bekerja bersama-sama menjadi satu gelombang yang maha-besar dan maha-kuat, satu ombak-taufan yang tak dapat ditahan terjangnya, itulah kewajiban yang kita semua harus memikulnya..”

Tiga kekuatan itu sama-sama dimulutnya anti-kolonialisme, tetapi, pada lapangan politik, ketiganya sulit sekali bersatu. Satu contoh paling maju adalah pembentukan konsentrasi radikal 1918 guna melawan Volksraad. Sekalipun berhasil menyatukan berbagai spectrum politik nasional, termasuk yang moderat sekalipun, tetapi persatuan ini tidak bertahan lama.
Kemudian, Bung Karno juga menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri keretakan dan saling serang di kalangan pergerakan pembebasan nasional itu sendiri. Dalam tahun 1921, di dalam Sarekat Islam (SI), organisasi politik terbesar saat itu, telah terjadi perpecahan yang tak terhindarkan. Para pemimpin sayap kanan (SI putih) telah berhasil memaksa keluar pengikut-pengikutnya yang kiri (SI-merah)—yang sangat dipengaruhi oleh ISDV/PKI.

Pemuda Bung Karno juga menyaksikan bagaimana gurunya, Tjokroaminoto, diserang secara pribadi oleh Haji Misbach, tokoh haji merah yang berfikiran radikal dan anti-kolonial. Dalam kongres PKI itu, pemuda Bung Karno berdiri dan meminta Haji Misbach untuk meminta maaf.

Penekanan Pada Perjuangan Nasional

Pada bagian lainnya tulisannya, Max juga menulis begini: “dengan menyatakan bahwa Indonesia Merdeka adalah prioritas tidak ada pelunturan sedikit pun dengan tekanannya pada diteruskannya propaganda anti-kapitalis.”
Secara sepintas lalu, tidak ada masalah dengan argumen itu. Tapi, ketika diterjunkan ke dalam strategi politik, baik saat itu maupun saat ini, akan tetap muncul masalah; bisakah kita mencapai Indonesia merdeka dan sekaligus merobohkan kapitalisme? Bisakah itu berjalan secara sekaligus?
Soekarno, dalam tulisan “Kapitalisme Bangsa Sendiri”—yang juga dikutip separuhnya saja oleh Max Lane—berkata: 

    “Di dalam karangan saya yang lampau saya katakan, bahwa kita harus anti segala kapitalisme, walaupun kapitalisme bangsa sendiri. Tetapi di situ saya janjikan pula untuk menerangkan, bahwa kita dalam perjuangan kita mengejar Indonesia-merdeka itu tidak pertama-tama mengutamakan perjuangan kelas, tetapi harus mengutamakan perjuangan nasional.”

Jadi, dalam pemikiran Soekarno, sekalipun ia konsisten anti-kapitalis, tetapi tetap ada ‘penekanan’ terhadap perjuangan nasional. Ini adalah persoalan strategi politik, yaitu bagaimana menggabungkan kekuatan nasional yang anti-penjajahan untuk selekas-lekasnya mencapai Indonesia merdeka.
Kenapa mendahulukan perjuangan nasional? Soekarno punya analisa menarik untuk menjawab pertanyaan semacam ini. Dalam tulisan “Kapitalisme Bangsa Sendiri”, Soekarno menceritakan mengapa perjuangan kelas cocok untuk eropa saat itu, tetapi tidak cocok untuk negara jajahan seperti Indonesia.

Kata Soekarno, dua golongan yang bertentangan di eropa, yaitu pemodal versus buruh, berasal dari dari satu bangsa, satu kulit, satu ras. Kaum buruh dan pemodal berasal dari satu natie. “Karena itulah maka disesuatu negeri yang merdeka antithese tadi tidak mengandung rasa atau keinsyafan kebangsaan, tidak mengandung rasa atau keinsyafan nasional, tetapi adalah bersifat zuivere klassenstrijd, –perjuangan klas yang melulu perjuangan klas,” kata Soekarno.
Tetapi, di negara jajahan seperti Indonesia saat itu, menurut Bung Karno, yang “menang” dan yang “kalah”, yang “diatas” dan yang “dibawah”, yang menjalankan kapitalisme dan yang dijalani kapitalisme, adalah berlainan darah, berlainan kulit, berlainan natie , berlainan kebangsaan. Antithese didalam negeri jajahan adalah “berbarengan” dengan antithese bangsa, –samenvallen atau coїnsederen dengan antithese bangsa. Antithese didalam negeri jajahan adalah, oleh karenanya, terutama sekali bersifat antithese nasional.”
Di sini, Soekarno menjelaskan perjuangan nasional sebagai prasyarat atau tahapan menuju perjuangan selanjutnya. Penuntasan perjuangan nasional itu mutlak diperlukan sebagai basis atau material untuk perjuangan selanjutnya.

Nasionalisme Tidak Relevan?
Di bagian akhir tulisannya Max Lane menulis begini: “nasionalisme berseru buat semua elemen bangsa untuk satu kepentingan yang sama, sedangkan fakta menunjukkan bahwa jarang sekali elemen-elemen sebuah bangsa mempunyai kepentingan yang sama: Yang dieksploitasi berkepentingan menghentikan eksploitasinya; yang melakukan eksploitasi berkepentingan meneruskan eksploitasinya.”

Dari situlah Max Lane mengambil kesimpulan bahwa nasionalisme tidak relevan.
Saya rasa, sebelum memvonis relavan dan tidaknya, ada baiknya melihat dua kecenderungan nasionalisme: nasionalisme negara-negara kapitalis maju dan nasionalisme negara-negara jajahan (semi-kolonial).
Ini penting, karena seperti kita ketahui, Soekarno pun membedakan antara nasionalisme borjuis di eropa dan nasionalisme yang dianut oleh pejuang anti-kolonial di dunia ketiga: Gandhi dan Sun Yat Sen.

Terkait dengan dua bentuk nasionalisme itu, ada baiknya kembali melihat fikiran Bung Karno. Katanya, nasionalisme di eropa itu nasionalisme borjuis, yaitu suatu ‘nasionalisme yang bersifat serang-menyerang, suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri, suatu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi’. Sedangkan nasionalisme Indonesia, yang disebutnya sosio-nasionalisme, adalah nasionalisme masyarakat atau nasionalisme yang mencari keberesan dalam kepincangan masyarakat, sehingga tidak ada lagi kaum yang sengsara dan ditindas. (Baca selengkapnya di Demokrasi Politik dan Demokrasi Ekonomi, buku DBR I).
Dalam perkembangan terbaru, misalnya pertemuan G-20 tahun lalu, terlihat jelas bahwa nasionalisme telah menjadi langgam baru kapitalisme global. Negara-negara kapitalis maju berbicara “kepentingan nasional” untuk kepentingan ekonomisnya: perdagangan dan ekspansi pasar. Sedangkan negara dunia ketiga juga berbicara nasionalisme sebagai bentuk pertahanan terhadap serbuan tersebut (proteksionisme, dll).
Dalam era neoliberal sekarang ini, penghancuran negara nasional justru menjadi proyek kaum neoliberalis, sebagai prasyarat untuk menjalankan agenda mereka. Sebaliknya, sebagai bentuk melawan dominasi neoliberal, beberapa bentuk gerakan anti-neoliberal mempergunakan sentimen ‘penguatan peran negara nasional’ khususnya dalam urusan kesejahteraan rakyat.

Jika ditanyakan, apakah nasionalisme masih relevan? Maka jawab saya: Sangat relavan. 
Dimana relevansinya dengan situasi sekarang? Menurut saya, dalam perjuangan melawan imperialisme saat ini, tidak bisa tidak perjuangan kita mengambil karakter perjuangan nasional atau revolusi nasional. Karena, dalam negara terjajah seperti Indonesia, sangat sulit berbicara revolusi anti-kapitalis, sementara ekspresi penindasannya sebagian besar karena eksploitasi dari luar.
Terhadap pertanyaan ini, saya mengutip pidato Njoto sebagai berikut: “Fasensprong (faham melompat) tidak mau tahu akan revolusi nasional dan demokratis. Fasensprong mau langsung ke sosialisme, sekalipun syarat-syarat untuknya belum tersedia. Fasensprong mengobrak-abrik pengusaha-pengusaha nasional dan pengusaha-pengusaha kecil, tetapi membiarkan pengusaha-pengusaha imperialis seperti BPM-Shell, Stanvac, Caltex dan Unilever. Mereka lebih hebat daripada “sosialisme dengan kemiskinan” – mereka mau “sosialisme dengan imperialisme”!

Diposkan oleh IB di  14.04
29
May
13

Kenegarawanan : Oligarki Politik Mengancam RI

Oligarki Politik Mengancam RI

Sunday, 26 May 2013 10:18
Written by Bowo

B1

 

JAKARTA Segenap elemen bangsa ini, terutama partai politik, hendaknya segera mengakhiri sistem oligarki politik yang terjadi di setiap parpol. Sebab oligarki yang terjadi sekarang sangat menghambat bergulirnya proses kaderisasi dan kepemimpinan di tubuh parpol itu sendiri.

Demikian diuraikan mantan ketua Mahkamah Konstitusi Dr Mahfud M.D. saat menjadi pembicara tunggal dalam diskusi yang digelar Forum Tanah Air Abadi (Foradi) dengan tema’Refleksi Hukum dan Politik 15 Tahun Perjalanan Reformasi’ yang dimoderatori Raldi Doy di Gedung Juang 45 Jakarta Pusat, Sabtu (25 Mei 2013.)

Menurut Mahfud, pasca Presiden Gus Dur atau sejak 2001 terjadi sentralisasi kekuasaan sehingga menyebabkan negara mengalami disorientasi.  ”Sejak 2001 itu politik menjadi tidak demokratis lagi, tapi telah tergiring ke oligarki politik. Ini yang menyebabkan penegakan hukum sekarang menjadi lebih buruk,” imbuhnya.

Menurutnya, sistem politik oligarki membuat keputusan politik dilakukan secara kolutif oleh elite penguasa dan sangat feudal, yang dampaknya tidak ada lagi upaya perbaikan penegakan hukum. ”Hal itu berakibat pada mandegnya proses regenerasi kepemimpinan.  Mandeg juga proses pembangunan kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Sistem politik yang oligarkis itu, menurut Mahfud, mengakibatkan negara mengalami dua persoalan utama. Pertama adalah disorientasi kerangka hukum dan kepemimpinan yang tidak jalan, dan kedua, muncul ketidakpercayaan publik. ”Saat ini, parpol tertata secara oligarki dan rakyat cenderung anarkis karena disorientasi memunculkan ketidakpercayaan publik. Tidak ada lagi kepercayaan kepada hukum itu sendiri,” urainya.

 Padahal dalam sistem oligarki itu terlalu banyak simpul kekuasaan yang tidak jelas dan karena itu rakyat berjalan sendiri-sendiri saja. ”Sesuai teori, hal itu akan memunculkan negara tiran atau pada akhirnya sebuah negara akan bubar. Kalau itu terjadi maka akan berbahaya,” tukasnya.

Bahkan, Mahfud memperkirakan sebentar lagi akan terjadi  ”pembangkangan” massal terhadap keberadaan hukum dan negara. ”Itu karena orang-orang sudah gak percaya lagi kepada negara. Makanya kalau ini dibiarkan terlalu lama, maka bisa muncul disintegrasi. Kita semua mungkin akan menangis,” bebernya.

Mahfud mengatakan, sebenarnya kunci menyelesaikan masalah itu salah satunya terletak di parpol. ”Ironisnya, hampir semua parpol menjadi sumber masalah. Karena itu, tambahnya, penataan parpol dan kesadaran pimpinan politik penting dilakukan. Oligarki ini dihentikan dan harus dikembalikan ke demokrasi,” tegasnya.

Dia pun menilai parpol yang masih saja mengusung jargon keagamaan untuk menegaskan identitasnya sudah tidak relevan lagi di era belakangan ini, ”Sebab yang dibutuhkan rakyat adalah parpol yang benar-benar bersih dari korupsi. Artinya sudah tidak ada lagi partai yang Islam dan yang tidak Islam,” lontarnya.

Contohnya, beberapa partai Islam yang selalu mengusung berbagai jargon agama, namun justru belakangan beberapa tokoh partainya malah terlibat korupsi. ”Tapi di partai yang tidak Islam pun koruptornya banyak juga. Padahal di partai yang tidak Islam itu ada ahli agamanya juga,” pungkas mantan Menhan di era Presiden Gus Dur ini.

Usai menyanmpaikan pokok-pokok pikirannya, Mahfud menyatakan kesediaannya untuk bertarung dalam Pilpres 2014 mendatang. Dia pun siap untuk ikut sertaa dalam Konvensi Nasional Partai Demokrat yang rencananya akan mulai digelar bulan depan.

”Tentunya, semua orang yang ingin maju capres menyatakan bersedia. Tinggal rakyat menilai sendiri, apakah orang tersebut layak atau tidak untuk menjadi capres,” ujarnya. (ind)

__._,_.___
29
May
13

Kebudayaan : Menjaga Seni Budaya Pun Kini Dilarang

Menjaga Seni Budaya Pun Kini Dilarang

Junaidi Hanafiah | Selasa, 28 Mei 2013 – 14:28:41 WIB


(SH/Junaidi Hanafiah)
Melarang perempuan dewasa menari tarian adat Aceh sama dengan menghilangkan tarian itu dari muka bumi

Nur Aini terduduk lesu di sebuah warung kopi di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Senin (27/5) sore, padahal sejumlah rekan yang duduk satu meja dengan dirinya sibuk bercengkrama sambil berdiskusi tentang berbagai isu di provinsi paling barat Indonesia.

Hanya sesekali perempuan dua anak kelahiran 1979 tersebut tertawa. Namun, tawa Nur Aini itu hanya karena terpaksa untuk tidak merusak suasana keceriaan teman-temannya.

“Kamu gelisah Aini, apakah karena pernyataan Bupati Aceh Utara yang melarang perempuan dewasa menari?” tanya salah seorang temannya sambil tertawa.

Nur Aini tidak menjawab. Dia bangkit dari duduknya dan menuju ke kamar mandi yang disediakan warung kopi. “Sepertinya Aini benar-benar gelisah setelah bupati kampungnya menyampaikan bahwa perempuan dewasa menari melanggar syariat Islam,” sambung rekan Aini yang tadi.

Tidak sampai 10 menit, Nur Aini telah kembali dari kamar mandi, namun wajahnya belum bisa menghilangkan kegelisahan. “Kita pindah saja ke meja itu,” ungkap Aini kepada SH sambil menunjukkan meja sedikit jauh dari hiruk pikuk penikmat kopi.

Alumni Fakultas Tarbiyah Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry Banda Aceh itu bukan perempuan biasa yang kuliah setelah itu bekerja dan menikah. Saat kuliah, Aini yang selalu menggunakan jilbab telah berkunjung ke berbagai negara untuk memperkenalkan seni tari tradisional Aceh.

Dari pengakuannya, Aini juga telah bergelut dengan seni tari sejak masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kabupaten Aceh Utara. Saat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, Aini juga bergabung dengan sanggar seni yang terdapat di IAIN Ar-Raniry.

“Saat kuliah, kami sudah pernah menampilkan tarian adat Aceh ke beberapa negara, seperti Malaysia, kalau diundang ke berbagai acara di Jakarta, mungkin hampir setiap tahun,” ungkap Aini.

Setelah tamat kuliah, Aini menjadi guru di salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Berbekal ilmu tentang seni tari dan musikalisasi puisi yang dia dapat saat kuliah, Aini juga mengajarkan anak didiknya menari. Tidak hanya itu, agar seni tari tradisional Aceh tidak hilang, dia juga membentuk satu sanggar seni.

Ketika SH bertanya pendapatnya tentang pernyataan Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib yang menyebutkan akan melarang perempuan dewasa menari di depan publik karena tidak sesuai dengan syariat Islam, Aini terdiam, wajahnya kembali gelisah.

“Saya bingung, di mana salahnya tarian adat Aceh yang dimainkan oleh perempuan dewasa sehingga bupati melarang perempuan dewasa menari di depan umum? Tidak ada gerakan tarian adat Aceh yang erotis, pakaian adat Aceh juga sangat sopan, syair yang dibawa juga semuanya tentang nasihat, khususnya tentang syiar Islam,” ujarnya.

Menurut Aini, dia pernah menari hampir semua tarian adat Aceh; Likok Pulo, Ranup Lampuan, Ratoh Duk, Seudati Inoeng, dan Tarek Pukat. Namun belum pernah dia menemukan tarian tersebut gerakannya erotis dan mengundang nafsu penontonnya.

“Saya juga telah menari ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, belum pernah setelah kami menari datang orang mengganggu atau bernafsu dengan kami. Mereka berdecak kagum bukan kepada kami, tetapi kepada tarian Aceh yang kami mainkan. Gerakan tarian yang membuat mereka kagum karena hal tersebut tidak jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat Aceh,” sambung Aini.

Larangan Bupati

Larangan menari di depan publik bagi perempuan dewasa yang akan diterapkan di Kabupaten Aceh Utara menurut Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib karena perempuan dewasa menari di depan publik bertentangan dengan syariat Islam. “Perempuan menari tarian apa pun di depan laki-laki itu bertentangan dengan hukum syariah. Beda kalau yang menari itu anak-anak,” ungkap Muhammad Thaib, Sabtu (25/5).

Menurut pria yang kerap disapa dengan Cek Mad tersebut, apa pun kegiatan yang melanggar syariat Islam yang sedang diberlakukan di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara, harus dicegah, termasuk perempuan dewasa dilarang menari di depan publik. “Pada acara-acara formal pemerintahan, tarian adat untuk menyambut tamu atau kegiatan lainnya akan kita larang dimainkan oleh perempuan dewasa,” sambungnya.

Cek Mad menambahkan, jika ingin menampil tarian adat saat penyambutan tamu maka akan lebih baik jika tarian itu dimainkan oleh anak-anak perempuan yang belum dewasa. Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara menyatakan sangat setuju dan mendukung kebijakan yang dibuat oleh bupati Aceh Utara tersebut. Menurut MPU Aceh Utara, menari di depan orang banyak yang juga terdapat laki-laki bagi perempuan dewasa sama saja dengan maksiat.

“Kebijakan yang dibuat oleh bupati itu hal yang sangat positif, semua pihak khususnya ulama di Aceh Utara sangat mendukung aturan tersebut, karena Islam melarang perempuan dewasa di hadapan laki-laki, karena hal tersebut dapat mengundang pikiran macam-macam dari pria yang menyaksikan tarian tersebut,” ungkap Ketua MPU Aceh Utara Teungku Mustafa Ahmad.

Namun, bagi Aini, melarang perempuan dewasa menari tarian adat Aceh sama saja dengan menghilangkan tarian tersebut dari muka bumi. “Kami tidak meminta uang kepada pemerintah untuk menjaga warisan nenek moyang. Kami terus menari karena kami sadar hanya seperti itu seni budaya Aceh akan terus bertahan,” ujarnya.

Dia juga membantah jika untuk menjaga agar seni tari tradisional Aceh dapat diteruskan kepada anak-anak tanpa harus dimainkan oleh penari dewasa. Menurutnya, tidak semua tarian Aceh dapat dimainkan oleh anak-anak. Ada beberapa tarian Aceh jika dimainnya oleh anak-anak maka sangat berisiko anak-anak tersebut terluka.

Sebagian besar tarian adat Aceh merupakan hasil ciptaan sejumlah ulama saat mengembangkan Islam di berbagai daerah di Aceh. Tari Saman misalnya. Tarian ini berasal dari Kabupaten Gayo Lues yang dikembangkan oleh salah seorang ulama atau syekh saat mengembangkan Islam di daerah Gayo Lues. Tidak hanya tari Saman, tarian Likok Pulo juga tidak jauh berbeda. Tarian Likok Pulo berasal dari Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Sesuai dengan nama, likok artinya “gerak”, sementara pulo artinya “pulau”. Tarian ini juga diciptakan oleh seorang ulama yang terdampar ke Pulau Aceh.

Seudati juga sama. Seudati berasal dari kata “syahadat” atau “bersaksi”. Tarian yang berasal dari pantai Timur Aceh tersebut juga diciptakan oleh ulama. Sebagian besar syairnya merupakan kesaksian bahwa Tuhan itu hanya Allah dan Nabi Muhammad SAW merupakan utusan Allah SWT. Tarian tanpa musik tersebut juga mengajarkan taktik-taktik dalam perang dengan gerakan yang tidak bisa diperkirakan oleh musuh atau penonton.

“Jika ulama zaman dulu membolehkan tarian ini dimainkan, bahkan mereka menciptakan tarian tersebut, kenapa malah sekarang dilarang karena alasan tidak sesuai dengan syariat Islam. Ini kan aneh. Kami menjaga seni budaya Aceh bukan untuk mencari uang. Kami tidak kaya dan tidak akan pernah kaya dengan menari tarian Aceh. Kami melakukan ini semua hanya untuk menjaga agar anak cucu kita kenal yang mana tarian indatu atau nenek moyangnya,” ujarnya.

29
May
13

IpTek : Gempa Megatrust Selat Sunda Selatan

Selatan Selat Sunda Simpan Potensi Gempa “Megathrust”

Ilustrasi (Foto: Thinkstock)

Jakarta (ANTARA) – Wilayah perairan barat Pulau Sumatera, selatan Selat Sunda hingga Laut Jawa, termasuk daerah yang memiliki sumber-sumber gempa besar (megathrust) dengan kekuatan getaran di atas 8 skala Richter, kata peneliti Irwan Meilano.

“Maka dari itu perlu disiapkan bentuk penanggulangan dampak gempa yang memadai dan juga studi-studi gempa,” kata Irwan yang juga Guru Besar Madya Institut Teknologi Bandung pada diskusi bertema Ancaman Gempa Megathrust di Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Senin.

Gempa megathrust, kata Irwan, pada umumnya berkekuatan di atas 8 SR dengan kisaran mencapai 9 SR dan berpotensi menimbulkan gelombang tsunami.

Meilano mengatakan bahwa lokasi rawan gempa besar di Sumatera hingga selatan Jawa memang selama ini banyak dipelajari oleh para peneliti gempa. Wilayah sumber gempa besar ini terbentuk ketika terdapat subduksi lempeng Indoaustralia dengan lempeng Eurasia.

Untuk mengantispasi dampak dari terjadinya gempa, kata dia, Pemerintah perlu benar-benar memperhatikan kesadaran warga akan peringatan dini gempa dan tsunami (early warning), pengadaan konstruksi bangunan untuk terdampak gempa seminimal mungkin, dan juga berbagai riset tentang gempa.

Ia mengemukakan bahwa studi gempa yang dapat menghasilkan informasi tentang potensi kekuatan dan daerah terjadinya gempa harus terus digiatkan lagi untuk melihat maksimum kekuatan gempa.

“Hal ini juga harus menjadi hasil penelitian yang dikomunikasikan antara ahli gempa dengan ahli-ahli teknik bangunan,” ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Profesor Sri Widiyantoro dari Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan bahwa pembangunan bangunan di sekitar kawasan sumber gempa juga perlu mempelajari dari negara-negara berpengalaman di bidang yang sama, seperti Jepang.

Contohnya, dalam pembangunan jembatan antarpulau yang dapat mempelajari pembangunan jembatan antarpulau Honshu-Shikoku.

Pembangunan jembatan antarpulau di Jepang itu membutuhkan waktu bertahun-tahun dengan penelitian yang mendalam. Namun, lanjut dia, menghasilkan konstruksi yang baik.

Indonesia pernah beberapa kali dilanda gempa besar atau disebut gempa megathrust dengan kekuatan di atas 8 SR. Salah satu bencana itu adalah ketika terjadi gempa besar dan tsunami yang melanda Aceh dan negara Asia Tenggara lainnya serta mengakibatkan sekitar 200.000 korban jiwa.

Sementara itu, Profesor Phil Cummins dari Universitas Nasional Australia mengatakan bahwa Indonesia sebagai wilayah rawan gempa memerlukan kesiapan khusus untuk mengantisipasi dampak gempa besar dan tsunami yang tidak dapat diprediksi kedatangannya.

“Konstruksi bangunan yang kuat dan dapat menahan gempa serta peringatan dini merupakan salah satu uapaya yang harus terus digiatkan,” kata Cummins.(ar)

24
May
13

Ekonomi : Revitalisasi Pasar Tradisional bagi EkoKesRa

 

https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Gita Wirjawan Resmikan Dua Pasar di Jawa Tengah

TEMPO.CO 

Konten Terkait

Antara

TEMPO.CO, Semarang – Menteri Perdagangan Gita Wirjawan hari ini dijadwalkan meresmikan dua pasar tradisional di Jawa Tengah. Keduanya adalah Pasar Boja di Kabupaten Kendal dan Pasar Bintoro di Demak.

Kedua pasar tersebut sebelumnya telah direvitalisasi dari anggaran Kementerian Perdagangan. “Hasil evaluasi terhadap kinerja 10 pasar percontohan yang dibangun pada 2011 menunjukkan adanya peningkatan omzet 33-85 persen dibanding sebelum direvitalisasi,” ujarnya, Jumat 24 Mei 2013.

Pasar Boja dijadikan percontohan sebab letaknya yang dinilai strategis di pusat kota Kendal. Pasar ini menjadi tujuan belanja warga Semarang, Temanggung, Batang, dan sekitarnya.

Sementara Pasar Bintoro, yang letaknya di antara Masjid Agung Demak dan Makam Sunan Kalijaga, menjadi ikon pusat oleh-oleh. “Diharapkan pasar ini mampu menggerakkan sektor usaha mikro, kecil dan menengah serta mendukung sektor wisata,” kata Gita.

Sejak 2011, Kementerian Perdagangan telah merevitalisasi 447 pasar tradisional di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 28 unit diantaranya berada di Provinsi Jawa Tengah dengan anggaran sebesar Rp 180 miliar atau 9,12 persen dari total anggaran nasional.

PINGIT ARIA

 




Blog Stats

  • 3,148,238 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…