Archive for July, 2014

31
Jul
14

PusKesMas : Manfaat Ciuman, Jin Ketat Tak Sehat, Ciri Sperma Sehat

merah-putih

5 Manfaat Berciuman

KlikDokter – Rab, 30 Jul 2014 13:26 WIB

Related Content

  1. com – Berciuman merupakan suatu bentuk tanda kasih sayang terhadap seseorang. Memang terkadang kita berpikir berciuman itu tidak ada efek baik untuk tubuh, malah kadang kita berpikir berciuman itu justru buruk karena salah satu efeknya adalah terjadi penularan beberapa jenis kuman. (Baca: Risiko Sembarangan Ciuman)

Namun, ternyata ada lho efek sehat dari berciuman, apakah efek-efek itu?

  1. Berciuman Baik Untuk Kesehatan Gigi

Berciuman menstimulasi produksi ludah yang ternyata dapat membantu membasmi bakteri-bakteri di gigi sehingga mencegah pembentukan dari karang gigi.

  1. Membakar Kalori

Memang tidak sembanding dengan olahraga namun berciuman ternyata dapat juga membakar kalori. Berciuman dapat membakar 2 -6 kalori per menit. Saat berciuman Anda juga memperkerjakan otot-otot wajah yang dapat membantu melawan kerutan wajah. (Baca: 6 Alasan Kenapa Seks  Menyehatkan Tubuh)

  1. Menghilangkan Stres

Perasaan relaksasi setelah berciuman bukan hanya merupakan pikiran Anda. Sebuah studi kecil pada tahun 2009 menunjukkan bahwa pria dan wanita menunjukkan penurunan kadar hormonn kortisol (hormon untuk relaksasi) yang tinggi pada saat berciuman dibandingkan saat mereka berpegangan tangan.  (Baca: Pria Juga Butuh Cuddling untuk Kesehatan)

  1. Menghilangkan Alergi

Sebuah studi kecil yang dilakukan di Jepang menunjukkan bahwa pasangan yang berciuman selama 30 menit memiliki kadar antibodi IgE yang lebih rendah. Dimana antibodi ini yang memicu reaksi alergi.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](EA)

 

Baca juga:

Apakah HIV-AIDS Menular Lewat Berciuman?

Tindakan Awal Ketika Mimisan

3 Solusi Bebas Nyeri Ketika Berhubungan Seks

 

Ditulis oleh:

  1. Alvin Nursalim

Anggota Redaksi Medis

  1. com

Artikel Pilihan Redaksi

5 Keunggulan Susu Kedelai

Begini Cara Mengatasi Balita Susah Makan

Apakah Bayi Perlu Suplemen Zat Besi?

Rayakan Idul Fitri Bersama Keluarga di Lima Restoran Ini

Hati-hati Infeksi Saluran Kencing

Celana Jins Ketat dapat Mengganggu Kesehatan Pria

KlikDokter

Related Content

  • Lihat FotoCelana Jins dapat Mengganggu Kesehatan Pria
  1. com – Apakah Anda senang memakai celana jins ketat? Para pria mungkin ingin mempertimbangkan kembali hal ini. Bukan hanya memberikan konsekuensi kesehatan jangka pendek seperti rasa tidak nyaman hingga sakit, namun juga dapat menyebabkan efek jangka panjang pada kesehatan. (Baca: 4 Penyakit Akibat Pakaian Dalam Ketat)

Pada sebuah survey pada 2000 pria di Inggris yang dilakukan oleh dr. Hilary Jones untuk TENA Men, ditemukan bahwa 1 dari 10 orang pria yang memakai celana jins ketat mengalami konsekuensi kesehatan yang tidak nyaman.

Secara medis, menggunakan celana jins ketat dan juga pakaian dalam yang terlalu ketat pada pria dapat memicu terjadinya:

infeksi saluran kemih,

overactive bladder (kandung kemih yang terlalu aktif, sehingga terlalu sering berkemih),

menurunnya jumlah produksi sperma dan infeksi jamur di daerah selangkangan.

Proses pembentukan sperma sangat sensitif terhadap suhu. Dibutuhkan suhu optimal sekitar 34-35 derajat Celcius, sesuai dengan suhu tubuh manusia, untuk terjadinya pembentukan sperma yang baik. Adanya masalah jumlah sperma dan pembentukan sperma yang kurang baik pada pria juga diduga karena adanya peningkatan suhu di daerah genital. (Baca: Inilah Ciri-ciri Anda Memiliki Sperma yang Sehat)

Dalam hal ini disebabkan karena suhu yang meningkat di daerah selangkangan karena jins atau pakaian dalam yang terlalu ketat. Peningkatan suhu di daerah sekitar testis telah diteliti dapat menyebabkan menurunnya gerakan sperma, meningkatnya kerusakan sperma dan menurunnya fungsi sperma untuk pembuahan. Gaya hidup tidak sehat dan tidak aktif, lebih sering duduk dan penumpukan lemak di sekitar perut juga merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan peningkatan suhu di sekitar testis.

Selain itu, celana jins yang terlalu ketat juga dapat menyebabkan cedera testis pada pria. (Baca: Inilah yang Terjadi Jika Seorang Pria Kehilangan Penisnya)

Untuk itu, disarankan bagi para pria untuk memakai celana jins yang lebih longgar dan memberikan ruangan yang cukup untuk Anda bergerak serta nyaman untuk Anda. Dan, bagi Anda yang ingin berkeluarga, menggunakan celana yang lebih longgar dapat membantu menjaga kesuburan Anda.

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](JF)

Inilah Ciri-ciri Anda Memiliki Sperma yang Sehat

KlikDokter – Sel, 29 Jul 2014 19:52 WIB

Related Content

  • Lihat FotoInilah Ciri-ciri Anda Memiliki Sperma yang Sehat
  1. com – Sperma merupakan cairan yang dikeluarkan pria saat ejakulasi. Cairan ini mengandung sel spermatozoa dan penting dalam proses pembuahan. Sperma akan bersatu dengan sel telur untuk selanjutnya berkembang menjadi bakal bayi. Untuk terjadinya pembuahan, diperlukan kualitas sperma yang baik.

Bagaimana kualitas sperma yang baik? Mari kita simak beberapa karakteristik sperma yang normal. (Baca: 5 Hal Penyebab Sperma Sehat)

  1. Volume Cairan Sperma

Volume sperma yang dikeluarkan oleh pria saat ejakulasi adalah sekitar 2-5 ml. Cairan sperma yang baik adalah sperma yang kental dan tidak cair. Jika sperma yang keluar kurang dari 1,5 cc maka volume sperma sedikit dan membuat ejakulasi menjadi kering.

  1. Warna cairan sperma

Sperma umumnya berwarna putih keabuan. Jika air mani berwarna kemerahan, maka diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter untuk menentukan penyebab dari warna kemerahan tersebut. Salah satu penyebab warna kemerahan dari sperma adalah adanya darah pada sperma, yang dapat disebabkan oleh sumbatan saluran kencing atau infeksi. Sedangkan jika warna sperma menjadi kuning, bisa jadi disebabkan oleh infeksi di saluran kencing.

  1. Bau Cairan Sperma

Cairan sperma yang normal berbau seperti daun akasia. Jika sperma Anda menjadi berbau amis, maka perlu diwaspadai adanya infeksi pada saluran kencing, prostat atau struktur lain sepanjang saluran kencing. (Baca: Bahayakah Bila Sperma Tertelan?)

  1. Komposisi Sperma

Hanya sebagian kecil cairan sperma yang terdiri dari sel sperma, namun sekitar 95% dari cairan sperma adalah cairan yang dikeluarkan oleh prostat atau vesikula seminalis. Untuk mengetahui kesehatan sel sperma, diperlukan analisis cairan sperma. Analisis sperma dilakukan dengan mengamati cairan sperma dibawah mikroskop. Sperma yang sehat haruslah cukup banyak, yaitu dalam 1 ml mengandung berkisar 20 juta sel sperma, berbentuk  normal dan bergerak cepat ke depan. (Baca: 5 Makanan untuk Sperma Sehat)

Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman website kami.[](AN)

 

Baca juga:

Ketika Air Mani Terus Menerus Keluar

Bahayakah Bila Sperma Tertelan?

5 Makanan untuk Sperma Sehat

 

Ditulis oleh:

  1. Alvin Nursalim

Anggota Redaksi Medis

  1. com

 

Artikel Pilihan Redaksi

5 Keunggulan Susu Kedelai

Begini Cara Mengatasi Balita Susah Makan

Apakah Bayi Perlu Suplemen Zat Besi?

Rayakan Idul Fitri Bersama Keluarga di Lima Restoran Ini

Hati-hati Infeksi Saluran Kencing

 

Baca juga:

Inilah yang Terjadi Jika Seorang Pria Kehilangan Penisnya

5 Tanda Kelainan Penis

Bahayakah Bila Sperma Tertelan?

 

Ditulis oleh:

  1. Jessica Florencia

Anggota Redaksi Medis

  1. com

Baca Juga

Artikel Pilihan Redaksi

5 Keunggulan Susu Kedelai

Begini Cara Mengatasi Balita Susah Makan

Apakah Bayi Perlu Suplemen Zat Besi?

Rayakan Idul Fitri Bersama Keluarga di Lima Restoran Ini

Hati-hati Infeksi Saluran Kencing

Asma, Diabetes, Kanker Minggir Berkat Bawang Bombai

TRIBUNNEWS.COM – Dari rupanya saja, bawang bombai terlihat kurang menarik. Belum lagi bau mulut dan rasa perih pada mata yang muncul setelah mengonsumsinya atau saat mengolahnya.

Namun jangan remehkan khasiat bombai bagi kesehatan.

“Bombai mengandung komponen sulfur yang cukup tinggi sehingga kaya akan kandungan agen detoksifikasi. Ini pula alasan mengapa baunya sangat menyengat,” ujar ahli gizi Dr. Jonathan Stegall dari Johns Creek, Amerika, seperti dikutip Tribunnews.com dari MedicalDaily.com.

Lantas apa saja manfaatnya? Nah, berikut lima manfaat bombai untuk kesehatan.

1. Peredam Asma

Bombai memiliki seperti efek antihistamine karena kandungan quercetin, antioksidan yang berfungsi sebagai agen antiperadangan. Dalam sebuah penelitian, quercetin terbukti mampu mencegah sel imuno mengeluarkan  histamine, bahan kimia penyebab reaksi alergi, salah satunya asma.

2. Kanker

Bombai juga dapat menurunkan risiko kanker. Efeknya bakal maksimal bila dikombinasikan dengan kunyit. Sebuah penelitian pada 2006 yang dipublikasikan Clinical Gastroenterology and Hepatology menyebutkan sinergi keduanya mampu menurunkan jumlah dan ukuruan sel kanker pada usus. Di samping itu, kombinasi bombai dan kunyit membantu tubuh mendetoks sel-sel penyebab kanker.

3. Diabetes

Allyl propyl disulphide, minyak esensial dalam bombai, diketahui dapat memicu produksi insulin dalam tubuh sehingga menurunkan tingginya kadar gula darah (glukosa) yang disinyalir sebagai penyebab diabetes.

4. Penyakit Jantung

Quercetin dalam bombai diketahui juga berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Demikian hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan The Journal of Nutrition. “Bombai berperan penting dalam menjaga tekanan darah, pembekuan darah di arteri dan menjaha keelastisan arteri,” ujar Stegall.

5. Karies Gigi (Pembusukan Gigi)

Baunya memang tidak enak, namun bombai sangat berkhasiat bagi kesehatan gigi. Cukup menguyah bombai mentah dapat menguatkan gigi dan membunuh bakteri penyebab pembusukan. (Daniel Ngantung) 

Baca Juga:

Hasil Uji Kebohongan dan Medis Jadi Bukti Pendukung

31
Jul
14

Kerakyatan : Temu 53 Persen versus 47 Persen Rakyat Indonesia

Logo NasPan45

Jimly: Pertemuan Jokowi-Prabowo Itu 53 Persen Versus, 47 Persen Rakyat Indonesia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie, menilai pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto bukan pertemuan kedua belah pihak saja. Tetapi juga pertemuan antara 53 persen versus 47 persen masyarakat Indonesia.

“Jadi kita harus mengendalikan semuanya. Bukan dua pribadi atau empat pribadi. Ini persoalan 47 persen versus 53 persen rakyat Indonesia. Masing-masing ini emosi,” ujar Jimly di kediaman rumahnya, Pondok Labu Indah, Jakarta Selatan, kemarin.

Jimly pun berandai, jika 53 persen tersebut lebih banyak di masyarakat kelas menengah ke atas dan 47 persennya mayoritas kelas menengah ke bawah.

Diperlukan, kesabaran dalam mempertemukan kedua belah pihak. Sehingga, dirinya pun menyarankan jangan terburu-buru mempertemukannya seakan waktu sudah mulai habis.

“Yang biasanya itu pandai ribut, membangun keributan itu. Ini yang kelas menengah ke atas. Jadi musti sabar, kalau rakyat di bawah kan ikut-ikut saja,” tutur Jimly.

Lebih jauh dirinya mengatakan, pertemuan antara Joko Widodo dan Prabowo yang baik ketika Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan hasil persidangan hasil Pilpres 2014. “Ya, sehabis keputusan MK, kan masih ada waktu,” ucapnya.

Diketahui, kedua pasangan tersebut sehabis keputusan pengumuman hasil Pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bertemu secara pribadi. Namun, ketika pada bulan Ramadan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempertemukannya di Istana Negara sembari berbuka puasa bersama.

Baca Juga:

Soal Foto Dua Jari, Mahfud MD: Itu Foto Kampanye PKB

Ketua MK: Putusan Sengketa Pileg 2014 Minim Keluhan Dibandingkan 2009

Rumah Sederhana di Solo, Buah Cicilan Jokowi dan Iriana

31
Jul
14

Historia : Pandai Besi Nusantara dan Jejak Manusia Purba Asia Tenggara

Posisi Pandai Besi dalam Sejarah Nusantara

HISTORIA.CO.ID – Ia dipandang sebagai candala (tukang) dan empu.ANN Dunham, antropolog Amerika Serikat dan ibu Presiden Amerika Barack Obama, terpaku heran melihat dua pembesar desa menunjukan sikap takzim pada perajin keris, Pak Djeno. Mereka berbicara dengan nada yang direndahkan. Kepala mereka seringkali menunduk ketika mendengar Pak Djeno berbicara. Tak seperti yang Ann kenal, sikap mereka berbeda; tak ada kelakar dan tawa dari mereka sebagaimana biasa. Dua pembesar itu menemani Ann yang sedang menyusun disertasi mengenai pandai besi di Indonesia. Pada 1988, Ann menyambangi desa di Sleman, Yogyakarta, untuk menambah bahan-bahan penulisan.Sebelumnya, Ann tak tahu bahwa pandai besi memiliki posisi yang tinggi meski secara kelas sosial wong cilik. Dia baru tahu saat menatap rajah silsilah di dinding rumah Pak Djeno. Rajah itu menunjukan Pak Djeno sebagai generasi keempatbelas keturunan pandai besi Kerajaan Mataram di Jawa Tengah. Ann terkesiap. Di tengah rasa kejutnya, Ann disodorkan beberapa keris oleh Pak Djeno. Dia memutuskan membeli salah satunya. Sikap dua pembesar desa terhadap Ann pun berubah. Kejadian ini dia tuangkan dalam disertasinya yang telah dibukukan, Pendekar-Pendekar Besi Nusantara.

Pandai besi telah ada sejak berpuluh abad lampau. Menurut arkeolog Titi Surti Nastiti dalam Pasar di Jawa Masa Mataram Kuna, cukup banyak prasasti yang menyebut keberadaan mereka. Kala itu, mereka dikenal sebagai pandai wsi (besi).

Beberapa desa di Jawa Tengah seperti Tanggung dan Kedok dikenal sebagai asal pandai besi sedari abad ke-8. Mereka mengolah bijih besi yang terdapat di dekat tempat tinggalnya, terutama wilayah perbukitan. Dari sini terbentuk jejala industri besi rumah tangga. Di pasar, mereka menjual karyanya berupa pisau, parut, loyang, cetakan kue, dan alat-alat pertanian.

Waktu itu, masyarakat Jawa menempatkan pandai besi pada posisi unik. Ada yang menganggap keahlian mereka tak lebih dari tukang sehingga status dan kelas sosialnya rendah. “Dalam beberapa naskah kesusastraan seperti Slokantara (abad ke-14) dan Agama Adigama, kelompok pandai dimasukkan ke dalam kelompok candala, yaitu kelompok masyarakat yang kedudukannya paling rendah,” tulis Titi.

Naskah Tantri Kamandaka, yang ceritanya diabadikan dalam relief Candi Jago (abad ke-13) di Malang Jawa Timur, memuat hal-ihwal musabab masuknya pandai besi ke kelompok candala. Mulanya, seorang pandai besi terlibat pencurian. Seorang brahmana lalu menolongnya. Namun pandai besi itu bukannya berterimakasih, malah menimpakan tuduhan pencurian ke brahmana. Raja marah dan menghukum brahmana ke penjara. Beberapa lama, barulah raja tahu kisah sebenarnya. Brahmana dibebaskan dan pandai besi dijatuhi hukuman mati.

Di sisi lain, menurut Titi, pandai besi memiliki kedudukan penting dalam masyarakat. Keterangan itu antara lain tersua dalam salah satu prasasti masa Sindok (abad ke-9). Termaktub pula di dalamnya sebutan bagi mereka, ‘mpu’. Gelar ini tak mungkin disematkan jika mereka hanya menjadi kelompok rendahan.

Indolog CF Winter mengemukakan, kedudukan pandai besi dapat terlihat dalam penamaan Candi Prambanan. Dia menduga kata Prambanan berasal dari Parambanan atau Poerambanan, yang berarti empu Rombo atau Rombo sang pandai besi. Karena itu, dia berpendapat pandai besi berkedudukan tinggi. “Namun Winter tidak membahas hubungan yang barangkali cuma kebetulan belaka antara seorang pandai besi semacam itu dan candi dimaksud,” tulis Roy Joordan, “Candi Prambanan Sebuah Pendahuluan Mutakhir,” termuat dalam Memuji Prambanan.

Sementara itu, menurut sejarawan Anthony Reid, keahlian mengolah besi dapat menjadi sarana penciptaan kekuasaan. “Pengerjaan barang-barang dari logam merupakan penciptaan kekuasaan, sebab alat-alat dari logam pertama-tama diperlukan untuk perang, baru sesudahnya untuk pertanian,” tulis Reid dalam Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga. Reid mencontohkan, cerita Ciung Wanara yang menyertakan pandai besi, dengan kekuatan magisnya, sebagai tokoh penting dalam perebutan tahta Kerajaan Galuh (abad ke-7-8).

Logam, khasnya besi, kerapkali dipandang sebagai simbol keteguhan dan kekuatan. Untuk mengolah besi, seseorang tak cukup hanya mempunyai keahlian kasar, tapi juga kehalusan batin agar besi tertempa sempurna. Tak heran, sebagian masyarakat kala itu menilai pandai besi menyimpan aura suci. Pada masa Majapahit, mereka dikumpulkan di ibukota untuk menjamin kekuatan perang balatentara Majapahit. Mereka dilindungi raja dan dijamin kesejahteraannya.

Ketika Majapahit perlahan runtuh, sebagian pandai besi memilih bertahan dan menurunkan keahliannya. Kelak, Kesultanan Demak dan Mataram menggunakan jasa mereka untuk memperkuat persenjataannya. Tak sedikit pula pandai besi yang menyebar ke wilayah pedesaan. Dua yang terkenal adalah kakak-adik, Empu Supo dan Empu Suro. Bersama pelarian lainnya, mereka menuju ke selatan lalu berhenti di sebuah hutan tak berpenghuni yang dirasa aman. Bangunan untuk tempat tinggal pun didirikan hingga tempat itu menjadi desa.

Empu Supo dan Empu Suro meneruskan usahanya membuat aneka pusaka besi seperti keris dan tombak. Pesanan mulai berdatangan. Penasaran, sejumlah orang segera mendatangi tempat itu yang kemudian disebut Kampung Pandean. Nama itu bertahan hingga sekarang untuk menyebut sebuah desa kecil di Umbulharjo, Yogyakarta. Keahlian mengolah besi pun lestari hingga kini pada segelintir penduduk. Beberapa di antaranya menisbatkan diri sebagai keturunan pandai besi zaman Majapahit. Status yang meninggikan mereka meski pekerjaannya dianggap kasar.

(Historia – Hendaru Tri Hanggoro)

Berita Terkait:
Aceh-Ottoman dalam Koin Emas
Kanibalisme di Nusantara
Perbudakan di Nusantara
Kitab Lelaki Sejati
Jejak Leluhur Manusia
Kisah Pemburu Kepala
Pengobatan Nusantara
Desa Pandai Besi yang Hilang
Yang Mati Yang Bercerita
Sumber : historia.co.id

Follow Historia : Facebook Facebook Pages Twitter

Berita Lainnya

Jejak Manusia Purba Asia Tenggara di Padangbindu. Pertanda Gugurnya Teori Out of Taiwan?

Perubahan fisik lingkungan alam di Indonesia tidak menyurutkan munculnya berbagai bukti tinggalan artefak budaya dan bukti kehidupan yang sekarang telah hilang musnah. Mongabay Indonesia dalam tulisan ini ingin mengajak pembaca untuk menelusuri masa-masa awal jejak awal manusia (homo sapiens) yang mendiami kepulauan Nusantara.

Jurnalis Mongabay-Indonesia, Taufik Wijaya menuliskan perjalanannya ke Goa Harimau, salah satu lokasi ekskavasi arkeologis penting di Sumsel yang mungkin suatu saat nanti akan mengungkap kebenaran dan merevisi teori utama yang dipercaya saat ini.

Motif lukisan dinding Goa Harimau mirip motif kain songket khas Palembang. Foto Taufik Wijaya

 

Goresan berwarna merah buatan Homo sapiens di dinding belakang Goa Harimau tampak sederhana.  Motifnya antara lain lingkaran, duri ikan, kotak-kotak, zig zag, serta guratan yang tak beraturan.  Sederhana tapi mampu menciptakan beragam imajinasi. Motif zig zag, kotak-kotak, maupun duri ikan mengingatkan saya pada pinggiran motif kain songket khas Palembang.

Melihat lukisan ini, mau tak mau sosok pun terbawa ke masa ribuan tahun yang silam.  Dalam visi imajinasi, saya melihat Homo sapiens yang sedang membawa kerabatnya yang telah meninggal, menggunakan sebuah rakit. Beberapa kali rakit mereka sulit menepi, terhempas derasnya air sungai Air Kaman Basa yang mengalir ke Sungai Ogan. Bagai pemanjat dinding batu, mereka membawa jasad ke dalam Goa Harimau yang lebarnya 45 meter dan tinggi sekitar 25 meter. Mereka pun mengubur jasad dan melakukan ritual memoriam, termasuk melukis di dinding goa.

 

***

 

Terkuaknya keberadaan kompleks goa di Padangbindu sebagai tempat hunian manusia purba, dimulai tahun 1999 saat dilakukan eksplorasi penelitian oleh Hubert dan Jatmiko di goa-goa karst di wilayah Desa Padangbindu.

Goa Harimau merupakan satu dari lima goa yang terdapat di karst Bukitbarisan di Desa Padangbindu. Goa lainnya Goa Putri, Selabe 1, Akar dan Karang Pelaluan. Goa yang paling besar yakni Goa Putri, yang letaknya di tengah dari empat goa lainnya. Diperkirakan kedalaman Goa Putri mencapai 150 meter, dan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar 20-30 meter. Di Goa Putri ini terdapat goa lainnya, yakni Goa Penjagaan dan Goa Lumbung Padi.

Nama Goa Harimau sendiri diyakini berasal dari masyarakat setempat yang konon dulu sering mendengar auman harimau dari dalam goa ini.  Sebelum dibuka kembali oleh para arkeolog beberapa tahun silam, goa ini banyak dipenuhi semak, dan ditutupi sejumlah pohonan besar.

Berbagai penemuan artefak dan kerangka manusia purba yang diteliti para arkeolog, menyimpulkan hunian ini berlangsung sekitar masa 10.000-2.000 tahun lalu di sepanjang Sungai Ogan, terutama di Padangbindu. Kelima goa tersebut ditemukan bukti hunian manusia purba, baik ras mongolid maupun austromelanesid.

Selain goa-goa dan ceruk, juga dilakukan pengamatan terhadap sejumlah aliran sungai yang mengandung indikator temuan alat paleolitik seperti kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, alat serpih, alat serut, kelompok alat jenis pick yang sudah mengalami rounded akibat arus sungai.

Alat tersebut berbentuk segitiga, agak meruncing di bagian ujungnya, dan dibuat dari fragmen fosil kayu. Selain itu didapatkan juga batu pukul dan kelompok batu inti yang bahan bakunya terbuat dari gamping kersikan dan chert (Jatmiko & Hubert Forestier, 2002 ).

 

Beragam artefak yang ditemukan di Goa Harimau. Foto Arkenas

 

Dari sejumlah goa hunian tersebut, saat ini yang paling menarik perhatian para arkeolog maupun sejarawan yakni Goa Harimau. Sejak 2008 hingga saat ini sudah ditemukan 78 kerangka Homo sapiens oleh Arkeologi Nasional (Arkenas) yang diperkirakan  usianya sekitar 3.500 tahun lalu. Menurut hasil ekskavasi posisi jasad yang dikuburkan beragam, ada yang menghadap barat, utara, timur, dan tidak sedikit yang dikuburkan berpasangan. Berbagai bentuk posisi kubur pun bermacam dari primer, sekunder, sampai terlipat dan terlentang.

M. Ruly Fauzi selaku koordinator Lapangan Ekskavasi Goa Harimau dari Center of Prehistory and Austronesian Studies (27/05/2014), menjelaskan pada kedalaman 1,2 meter penguburan Homo sapiens, ditemukan tulang belulang hewan, seperti ikan, monyet, babi, rusa, landak, badak, kerang, gading gajah, hingga kerbau. Di bagian bawahnya, terdapat artefak berupa serpihan batu obsidian, alat pipisan, dan alat tumbuk.

Menurut Ruly, artefak-artefak tersebut diperkirakan buatan Homo sapiens, sebab sebagian serpihan memiliki sisi tajam yang berfungsi sebagai pemotong. Terdapat pula tulang fauna, yang diduga dikonsumsi, yang dipotong menggunakan alat-alat tersebut. Ditemukan pula kerang-kerangan laut yang pecah, dibakar, dan dipotong. Termasuk jejak pengolahan hewan buruan seperti landak dan ikan air tawar. Penemuan kerang-kerangan laut ini memungkinkan indikasi bahwa lingkungan sekitar Goa Harimau sebelumnya adalah tepi lautan.

Selain lokasi penguburan, keunikan dari goa-goa karst Padangbindu adalah adanya temuan lukisan dinding gua yang mengindikasikan goa-goa ini telah ditinggali, sebelum akhir Zaman Es atau sekitar 20.000-10.000 tahun lalu.

Adhi Agus Oktaviana, Ketua Tim Penelitian Goa Harimau dari Pusat Arkeologi Nasional, Kamis (29/5/2014), mengatakan lukisan dinding itu diperkirakan berjumlah 34 motif. Lukisan tersebut diduga bagian dari ritual penguburan.

Berdasarkan catatan sejarah, sebelumnya lukisan dinding goa hanya ditemukan di timur Indonesia. Antara lain di Sulawesi Tenggara. Tepatnya di Mentanduro, La Kabori, Kolumbo, Toko, dan wa Bose, sedangkan ceruk-ceruknya di La Sabo, Tangga Ara, La Nasrofa, dan Ida Malangi. Lukisan dinding goa juga ditemukan di Papua dan Maluku. Penemuan lukisan di dinding goa ini adalah kali yang pertama di Pulau Sumatera.

Artefak logam juga ditemukan, usianya sekitar 3.500 tahun. Artefak logam ini sangat mirip dengan logam Dongsom di Vietnam. Ini menimbulkan dugaan Homo sapiens di Padangbindu telah melakukan hubungan dengan dunia luar, yang saat itu jaraknya sangat jauh.

Jika ekskavasi dihentikan saat ini, maka penemuan kerangka manusia hanya sampai pada kesimpulan bahwa di Padangbindu pernah menetap manusia pada masa penutur Austronesia (Mongolid Selatan). Pertanyaan pentingnya, apakah mungkin di Goa Harimau pernah hidup manusia modern, manusia modern awal, hingga manusia purba?

 

Mematahkan Teori  Out of Taiwan?

Sampai saat ini manusia purba tertua di Asia Tenggara ditemukan di Pulau Jawa yakni Pithecantropus Erectus. Tetapi penemuan tersebut belum meyakinkan para arkeolog maupun sejarawan, sebab hanya ditemukan dua kerangka. Bahkan salah satunya berupa tulang rahang, beberapa gigi, dan sebagian tulang tengkorak. Bukan sekelompok kerangka Homo sapiens yang lengkap seperti di Goa Harimau.

Itupun ekskavasi Goa Harimau baru dilakukan sekitar 4,8 meter. Jika tinggi Goa Harimau dari bibir sungai sekitar 30 meter, ada kemungkinan jika terus digali secara vertikal, bukan tidak mungkin akan ditemukan kerangka manusia purba dari masa palaeotik. Hal ini diperkuat dengan temuan artefak masa palaeotik di Sungai Ogan dan sekitarnya, seperti kapak genggam dan kapak pembelah.

Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi Badan Tenaga Nuklir Nasional pada 2013 berhasil mengidentifikasi lapisan tanah berusia 14.825 tahun pada kedalaman dua meter dimana didapati serpihan batu obsidian, alat pipisan, dan alat tumbuk.

Artinya, setidaknya ada manusia dari tiga tingkat budaya yang memanfaatkan Goa Harimau. Guna memastikan alur genetika Homo sapiens yang ditemukan tersebut, para peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, mengambil sampel gigi dan tulang Homo sapiens di Goa Harimau.

 

Kubur sekunder di Goa Harimau. Foto Arkenas

 

Pengarah Ekskavasi Goa Harimau dari Pusat Arkeologi Nasional Prof Harry Truman Simanjuntak, dalam wawancara tertulisnya dengan Mongabay Indonesia menjelaskan ada empat periode hunian di Goa Harimau.

Pertama, hunian pertama dan tertua oleh manusia modern awal berlangsung pada akhir Plestosen. Pertanggalan tertua yang tersedia hingga kini dari sekitar 14.500 tahun yang lalu. Periode ini masih terus diteliti untuk memperoleh kronologi hunian yang lebih tua lagi. Bukti-bukti hunian dari periode ini berupa artefak litik (dari bahan batu) dan sisa fauna buruan. ​

Kedua, hunian awal Holosen sekitar 12.000-3.500 tahun yang lalu. Sisa manusianya belum ditemukan, tapi jika membandingkan dengan wilayah lain pada periode itu kemungkinan besar dari ras Australomelanesid. Bukti-bukti hunian antara lain peralatan litik, alat tulang, sisa pembakaran, sisa hewan.

Ketiga, hunian Penutur Austronesia awal (leluhur Bangsa Indonesia yang pertama menghuni wilayah itu) dari sekitar 3.500-2.000 tahun yang lalu. Bukti-bukti hunian antara lain kubur-kubur manusia, tembikar, sisa fauna, perhiasan, alat tulang dan sisa pembakaran. Kemungkinan lukisan yang ada dibuat pada periode ini walaupun masih terbuka kemungkinan dibuat pada periode kedua.

Keempat, hunian Penutur Austronesia lanjut dengan pengaruh budaya logam pada masa protosejarah, dari sekitar 2.000-1.500 tahun yang lalu. Bukti-bukti hunian sama dengan yang ketiga di atas, tetapi ditambah dengan kehadiran benda-benda logam (perunggu dan besi) sebagai bukti telah berkembangnya hubungan dengan dunia luar.

​“Jadi seperti disinggung di atas, penelitian di Goa Harimau masih akan berlanjut terutama mencari hunian yang lebih tua di lapisan yang lebih dalam. Ini sangat penting untuk mengetahui kronologi lengkap hunian gua, sehingga bukti-bukti yang ada akan mengisi kekosongan hunian Sumatera selama periode ini,” tulisnya.

 

***

 

Kristantina Indriastuti, arkeolog dari Balai Arkeolog (Balar) Palembang, Jumat (18/7/2014),  bahkan yakin penemuan kerangka manusia purba yang usianya jauh lebih tua (Pithecantropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus) dapat ditemukan di Goa Putri.

“Sebagai goa yang paling luas dibandingkan goa lain, jelas memungkinkan ditemukan kerangka manusia atau artefak lainnya di goa tersebut. Misalnya di Goa Lumbung Padi,” jelasnya.

Goa Lumbung Padi merupakan salah satu goa yang berada di teras Goa Putri. Pintu masuknya di sebelah timur. Ruangan ini cukup ideal untuk bertempat tinggal, karena kondisi lantai cukup kering dan sinar matahari cukup menerangi ruangan.

Goa Lumbung Padi mempunyai ukuran luas lantai 150 meter, tinggi mulut goa 9 meter dan lebar mulut goa sekitar 25 meter. Adapun komponen alami dalam goa terdapat stalaktit dan stalakmit, formasi ruang bertingkat dan sumber air terdekat terletak tidak jauh dari goa yaitu Sungai Semuhun. Sungai ini mengalir di depan Goa Putri dan mengalir keluar masuk melalui celah-celah goa.

 

Lokasi ekskavasi Goa Harimau. Foto Taufik Wijaya

 

“Kalau dilakukan ekskavasi saya percaya akan ditemukan kerangka manusia purba dan bukti kehidupan purba lainnya,” tegas Kristantina.

Kepala Balai Arkeologi (Balar) Palembang Nurhadi Rangkuti mengatakan penggalian juga akan dilakukan goa-goa lain di Padangbindu. “Prioritas ekskavasi di Goa Harimau karena manusia yang ditemukan bukan hanya ras mongolid juga austromelanesid, dan satu-satunya ditemukan lukisan dinding manusia purba di Sumatera,” katanya. Selain itu, lantai Goa Harimau jauh lebih dalam, sehingga membutuhkan penggalian dan penelitian yang lebih lama.

​Jika akhirnya ditemukan kerangka Pithecantropus Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Padangbindu, kian mematahkan teori sebaran manusia dari utara ke selatan (Out of Taiwan) oleh Peter Bellwood di wilayah Asia Tenggara. Teori ini berdasarkan penyebaran bahasa. Sekarang teori ini banyak bertentangan dengan fakta.

“Menurut hemat saya dari fakta-fakta baru, baik berupa arkeologi, genetika atau DNA, dan lainnya, lebih mendukung sebaran sebaliknya, dari selatan ke utara,” kata Dr. Danny Hilman Natawidjaya, pakar gempa dari Puslit Geoteknologi LIPI, Jumat (18/7/2014). “Ahli yang mengusung teori sebaliknya atau yang sering disebut teori Out of Sundaland antara lain arkeolog Wilhelm Solheim, S. Oppenheimer dari Oxford, Richard Martin, dan masih banyak lagi,” tutur Hilman.

“Kesalahan terbesar yang sering terjadi, orang sering terlalu cepat menyimpulkan  dan fanatik dengan satu konsep saja, misalnya kalangan arkeolog umumnya selalu mencocok-cocokan dengan teori Out of Taiwan. Padahal belum tentu benar. Yang terpenting teliti sampai tuntas isi Gua Harimau itu. Saya dengar masalah umurnya saja kisarannya masih sangat panjang, dari 1.000-3.000-an sampai 6-10.000-an (tahun). Umur penting, misalnya ada kerangka yang berasosiasi dengan artefak alat atau barang pertanian dan berumur lebih dari 4.000 tahun lalu, maka jelas tidak cocok dengan teori Out of Taiwan,” pungkasnya.

Apakah persebaran manusia purba berasal dari Padangbindu? Untuk kemudian menyebar ke berbagai wilayah di Asia Tenggara melalui Sungai Ogan yang bermuara di Sungai Musi, terus mengikuti arus menuju ke Selat Bangka, yang dari sini, menuju selatan ke Laut Jawa dan ke utara menuju Laut China Selatan?  Suatu saat nanti diharapkan sains akan mampu menjawabnya.


Jejak Manusia Purba Asia Tenggara di Padangbindu. Pertanda Gugurnya Teori Out of Taiwan? was first posted on July 30, 2014 at 12:51 am.

31
Jul
14

PARRINDO : Sarankan Badan Pembinaan Maritim Indonesia

  Logo PARRINDO

 Perlu Dibentuk Badan Pembinaan Maritim Indonesia

Senin, 28 Juli 2014 – 08:36 WIB

Suara Pembaca:

Badan Pembinaan Maritim Indonesia

Dalam rangka pembangunan Poros Maritim Dunia maka perlu dibentuk tersendiri Badan Pembinaan Maritim Indonesia yang sungguh berkewenangan melakukan keterpaduan perencanaan, perancangan, prnelitian, pengkajian, pemberdayaan, pengembangan, pengelolaan, pengawasan, pengendalian kegiatan-kegiatan berkaitan dengan program2 poros maritim Indonesia.

Keberadaan peran Dewan Maritim Indonesia dan Kementerian-kementerian Teknis Sektoral dengan demikian akan dapat lebih dioptimalkan.

Penguatan pembudayaan United Nation Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 dengan demikian juga akan terfokus, sehingga sebagai negara maritim, RI akan lebih berdaya optimasikan sumber2 daya kelautan dan kemaritimannya guna capaian sejahterakan rakyatnya sekaligus sebagai pusat perdagangan dunia yang handal.
Semoga semangat seperti “bagi Indonesia, laut adalah masa depan dan iptek adalah jawabannya” dapat terealisasi segera.

Jakarta, 27 Juli 2014

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila

PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia

 

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-perlu-dibentuk-badan-pembinaan-maritim-indonesia.html#ixzz391wV6dov

Salam Pancasila ..
Setuju .. Utk itu perlu penetapan Otoritas Maritim Indonesia dibawah Presiden Langsung. Indonesia mempunyai 3 status Maritim yaitu Coastal state, Port State dan Flag state. Didunia ini hanya 2 negara yg mempunyai 3 status itu, yaitu Indonesia dan Filipina. Kami dari Yayasan Pendidikan Maritim Indonesia telah mengkaji dan mempunyai sylabusnya.
Demikian disampaikan ..
Soraya Djajakusuma

SEBELAS KEBIJAKAN DAN STRATEGI MAKRO PEMBANGUNAN MARITIM

 

Indonesia Poros Maritim Dunia

Selasa, 05 Agustus 2014 – 11:27 WIB

Pandji R Hadinoto

Suara Pembaca:

Indonesia Poros Maritim Dunia

Aspirasi Presiden Terpilih KPU, Joko Widodo tentang Indonesia Poros Maritim Dunia ternyata mendulang opini komplementer seperti pentingnya pembentukan Badan Pembinaan Maritim Indonesia, juga opini penting lainnya yaitu pemberdayaan Pelabuhan Bitung di Manado yang adalah berpotensi bahari untuk container yard mengingat kedalaman selatnya +/- 22-30m` dan lautnya tenang karena didepannya ada pulau Lembe, sehingga kalau dikembangkan akan menghidupkan kawasan timur Indonesia menimbang sebagai negara kepulauan sebesar ini harusnya tidak kalah dengan Taiwan yang punya Kyusung, Jerman punya Hamburg sebagai pelabuhan container dan selain optimasi jalur Tanjung Priok – Bitung yang aksesnya langsung Pacific, juga bangun saja Tol Menado-Bitung 42 km saja yang setara Cipularang sebagai pendukung, dan pulau Lembe juga bisa dikembangkan seperti Suramadu yaitu sebagai Hub Makassar, Ambon, Sorong, Surabaya kebarat, begitu dikemukakan oleh sobat Sucipto Harimurti di sosmed SOMALINDO (Solidaritas Masyarakat Lokal Indonesia).

Lebih lanjut sobat Hari Setiawan yang juga di sosial media yang sama, beropini bahwa Bitung – Sorong – Biak sebenarnya ideal untuk dikembangkan sebagai Pelabuhan & Kawasan Ekonomi dengan fokus & orientasi ke Negara2 Kepulauan di Pasifik yg selama ini pasarnya dikuasai Aussie & New Zealand. Kalau saja di Kawasan Timur tersebut dapat terbangun infrastruktur & diprioritaskan juga Industri Pengemasan bagi semua produk liquid/cair bisa di kemas di kawasan tersebut & lalu dipasarkan ke Nauru – Palau – PNG-Bougenville – Fiji – Solomon & sekitarnya, maka produk2 seperti Kecap-Olie-Detergen-Semen-Saus-Pasta Gigi dapat diangkut dalam bentuk curah dan dikemas di Bitung -Sorong – Biak. Jadi paradigmanya memang perlu dirubah bahwa Indonesia Timur juga merupakan Serambi Depan NKRI menghadap ke Pasifik. Hal ini barangkali bisa menjawab permasalahan kawasan Timur Nusantara yg selalu merasa “ditinggalkan” itu.

Tentunya sumbang pikir ini tidak berhenti di ketiga opini tersebut diatas saja, suasana batin kerakyatan yang dibangun oleh Presiden Terpilih KPU, Joko Widodo, rupanya akan terus mendulang opini2 lain guna memperkaya dan memperkuat aspirasi Poros Maritim Dunia yang terhitung cemerlang itu.

Pandji R Hadinoto, Dewan Pakar PKPI,

PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia

 

BERITA LAINNYA

 

 

 

26
Jul
14

Kepemimpinan : Sejak 2006 Ramalkan Jokowi Presiden

Orang Ini Sejak 2006 Ramalkan Jokowi Bakal Jadi Presiden

Sabtu, 26 Juli 2014 11:51 WIB
Orang Ini Sejak 2006 Ramalkan Jokowi Bakal Jadi Presiden
Tribun Jateng/Galih Priyadi
Sukiyat, warga Klaten, Jawa Tengah, yang mengaku sejak tahun 2006 sudah meramalkan Jokowi menjadi Presiden RI.

Laporan Wartawan Tribun Jateng Galih Permadi

TRIBUNNEWS.COM, KLATEN – Percaya atau tidak, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi sudah sejak lama diramalkan menjadi Presiden RI.

Adalah Sukiyat, pemilik Body Repair Kiat Motor, Klaten, Jawa Tengah, yang pernah meramalkan Jokowi kelak menjadi presiden.

Dalam wawancara majalah “Saudagar” edisi Agustus 2006, menurut Sukiyat, pengganti Susilo Bambang Yudhoyono merupakan keturunan rakyat biasa, bukan orang terkenal, dan berasal dari Solo.

“Presiden masa depan itu kini masih jadi Satria Piningit,” kata Sukiat, yang dikabarkan mempunyai ketajaman batin, kala itu. Satria Piningit yang dimaksud Sukiyat ternyata Jokowi.

“Saya dulu belum mau menyebut Jokowi, takut mendahului kehendak tuhan. Jokowi dipingit jadi wali kota, kemudian jadi gubernur, dan sekarang akhirnya keluar menjadi presiden. Sekarang bukan lagi Satria Piningit tapi disebut pangeran,” ujarnya.

Langkah Jokowi menjadi presiden menurut Sukiyat sudah menjadi kehendak alam. Segala rintangan yang dihadapi Jokowi selama proses menjadi presiden pun bisa dilalui.

“Ini sudah kehendak alam. Semoga Pak Jokowi bisa melaksanakan tugasnya. Reformasi, peningkatan teknologi, dan penegakan hukum harus dikerjakan dengan tertib. Negara menjadi bermasalah akibat orang-orang tidak tertib menjalankan kewajibannya. Semoga Pak Jokowi bisa menertibkan Indonesia,” ujar Sukiyat.

Editor: Reza Gunadha
berita POPULER

ILUNI FHUI: Hasil Pilpres 100% Sah Secara Hukum

Tribunnews.com, Jakarta – Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) Melli Darsa menyatakan bahwa Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 (Pilpres) telah berjalan dengan demokratis dan konstitusional.

“Penyelenggaraan Pilpres 2014 serta hasilnya adalah seratus persen sah secara hukum, sekalipun ada salah satu Capres peserta Pilpres menyatakan menarik diri pada saat proses rekapitulasi perhitungan perolehan suara sedang berlangsung di KPU,” tegas Melli di Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Melli dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (26/7/2014)  juga menyatakan mendukung dan menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah menetapkan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih periode 2014-2019.

Pada kesempatan yang sama, Melli juga menyampaikan harapannya kepada Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga yang berwenang memeriksa dan memutus sengketa Pilpres.

Dalam hal salah satu Capres peserta Pilpres yang menyatakan menarik diri pada saat proses rekapitulasi perhitungan perolehan suara sedang berlangsung di KPU mengajukan gugatan kepada MK, ILUNI FHUI sangat berharap para hakim konstitusi, termasuk mereka yang sebelumnya merupakan kader partai politik tertentu, akan bersikap independen dan imparsial dalam memeriksa dan memutus sengketa Pilpres.

Para hakim konstitusi benar-benar harus mampu menjadi penjaga nilai-nilai negara hukum yang paling mendasar di negeri ini yaitu, demokrasi berdasarkan pemilu yang jujur dan adil.

“Jangan sampai MK mengkhianati ekspresi hati nurani ratusan juta rakyat Indonesia semata-mata hanya karena mengedepankan dan mementingkan ambisi kekuasaan orang-orang tertentu yang tidak tercapai dalam Pilpres 2014 dan juga menjaga kepentingan tertanam (vested interest) hakim konstitusi sendiri sebagai pribadi,” ungkap Melli.

ILUNI FHUI berharap MK sebagai sebagai benteng keadilan terakhir dalam rangkaian proses Pilpres, mampu membuktikan dirinya sebagai lembaga peradilan yang kredibel dan dapat diandalkan untuk menyelesaikan sengketa Pilpres dengan arif dan bijaksana dalam peran yang independen dan obyektif.

“Pada momen bersejarah ini, ILUNI FHUI berharap MK bisa menunjukkan integritasnya. Di tengah maraknya perilaku koruptif dan mencari keuntungan pribadi yang dilakukan banyak pejabat publik di Indonesia, termasuk baru-baru ini di MK sendiri. MK jangan sampai mengobrak-abrik demokrasi yang sudah diperjuangkan oleh segenap rakyat dengan amat susah payah dan mahal harganya, termasuk melalui Pemilu ini. MK harus membuktikan kepada semua pihak baik di Tanah Air maupun luar negeri bahwa Indonesia sebagai Negara Hukum masih berdiri tegak dan terhormat dan MK sebagai lembaga masih bisa diandalkan untuk mengatasi masalah-masalah nasional dengan tepat, bijak, dan mengutamakan demokrasi dan kesatuan serta persatuan Indonesia,” tegas Melli.

Sementara itu, Sekretaris Umum ILUNI FHUI Mohamad Kadri mengatakan bahwa Pemilu Legislatif dan Pilpres tahun ini telah menunjukkan antusiasme rakyat yang dahsyat dalam kehidupan berdemokrasi.

“Jangan sampai hal ini berakhir mengecewakan di MK dan menjadi suatu tragedi dan sejarah hitam kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Kita semua harus menjaga jangan sampai itu terjadi,” kata Kadri. (***)

Baca Juga:

Mahfud: Bukan Saya yang Minta, Tapi Pak Prabowo yang Datang ke Saya

Pakar Hukum Tata Negara: MK Harus Bebas Intimidasi

Mahfud: PKS Tak Pernah Tunjukkan Data ke Saya

Berita Lainnya

26
Jul
14

PusKesMas : Lembah Herbal, Apotek Hidup

http://megapolitan.kompas.com/read/2014/07/24/23341111/Lembah.Herbal.Hijaukan.Halaman.dengan.Apotek.Hidup?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Penghijauan

Lembah Herbal, Hijaukan Halaman dengan Apotek Hidup

Kamis, 24 Juli 2014 | 23:34 WIB
altKompas Lembah Herbal

JAKARTA, KOMPAS.com – Penghijauan di Jakarta dapat dilakukan oleh setiap warga kota ini. Dengan demikian tidak perlu menunggu pemerintah. Di pinggir Tol Jagorawi, Jakarta Timur, seorang pensiunan memanfaatkan halaman rumah kontrakan miliknya untuk apotek hidup yang diberi nama Lembah Herbal.

Mahmud Ujang (56), pensiunan itu mengaku, apotek hidup Lembah Herbal tidak hanya berguna untuk pengobatan tradisional. Namun, fungsi lainnya adalah untuk menghalau okupasi hunian liar.

Halaman rumah kontrakan Mahmud berada tepat di pinggir Tol Jagorawi, hanya dipisahkan saluran air selebar 3 meter dari jalan tol. Karena itu, halaman itu sangat mudah diakses siapa pun sehingga rawan dijadikan tempat hunian liar.

”Namanya Jakarta, ada lahan kosong sedikit langsung didirikan bedeng. Lebih baik saya duluan yang menggunakannya,” kata Mahmud, Betawi asli dari Pinang Ranti ini.

Areal rumah kontrakan milik Mahmud memang cukup luas, 500 meter persegi. Lahan itu memanjang mengikuti tepian jalan tol. Sebanyak 14 rumah petak kontrakan dibangun berderet menghadap halaman yang berdampingan dengan jalan tol.

Di halaman rumah kontrakan itu Mahmud memanfaatkan untuk apotek hidup dengan menggunakan lahan seluas 150 meter persegi. Di halaman itu ditanam tak kurang dari 100 jenis tanaman obat, seperti kumis kucing, mahkota dewa, pagagan, binahong, keji beling, miyana, cakar ayam, daun salam, hingga kapulaga, dan temulawak.

Dari beragam jenis tanaman di halaman itu, Mahmud meracik obat-obatan herbal. Pasiennya datang dari teman-temannya, keluarga, dan anggota kelompok pengajian.

Salah satu racikan Mahmud yang cukup manjur adalah pengobatan herbal untuk penyembuhan ambeien serta batu ginjal. Untuk pengobatan ambeien, Mahmud menggunakan 9 jenis tanaman, salah satunya yang utama adalah handeuleum.

Andi (50), salah satu pasien, menyatakan cocok dengan racikan herbal buatan Mahmud untuk mengobati penyakit ambeien yang dia derita.

Andi tidak hanya kawan Mahmud, tetapi juga anggota satu kelompok pengajian dengan Mahmud. ”Ini bukan pengajian Al Quran, tetapi pengajian iqro, baru tahap mengeja karena teman-teman saya ini dulunya bandel, tak pernah belajar mengaji,” kata Mahmud.

Pengajian itu diadakan Mahmud sekali seminggu di saung bambu yang didirikan di areal apotek hidup miliknya. Dari saung bambu itu pengunjung dapat menyaksikan rimbun pepohonan di kanan-kiri jalan tol.

Berada di tengah area apotek hidup milik Mahmud ini memang terasa tak sedang di Jakarta. Rimbun pepohonan di kanan dan kiri tol dan hijaunya areal apotek hidup memberikan rasa teduh.

Untuk menjaga kebersihan, Mahmud mewajibkan semua penghuni kontrakan membuang sampah pada tempatnya. Bahkan, dia menyediakan pojok khusus merokok.

”Kasihan anak-anak jika mereka terkena asap rokok. Makanya saya sediakan pojok merokok ini,” katanya.

Tinggal botolnya

Meskipun terlahir sebagai orang Betawi yang dikenal mewarisi tanah yang luas, lahan rumah kontrakan itu diperoleh Mahmud dengan jerih payahnya sendiri. ”Orangtua saya Betawi miskin. Ibaratnya, saya itu parfum yang tinggal botolnya doang,” ujarnya.

Berkat kerja kerasnya semasa bekerja sebagai pegawai PT PLN, Mahmud bisa memiliki lahan di pinggir tol itu. Selama bekerja di PT PLN itu pula dia memperoleh kesempatan untuk mengembangkan hobinya berkebun dengan menata taman di kawasan pembangkit listrik tenaga gas dan uap di Muara Karang dan Muara Tawar, Jakarta Utara, tempatnya bekerja.

Dengan hobinya itu, Mahmud memperkaya pengetahuannya dengan mengikuti latihan meracik obat herbal di Cilangkap, Jakarta Timur. Dua tahun setelah pensiun, pada 2011, kemampuannya meracik herbal untuk pengobatan mulai digunakan.

Mahmud pun tak menarik biaya sedikit pun untuk pengobatan herbal itu. ”Hidup dari sewa kontrakan sudah cukup. Dari obat herbal ini saya cari pahala,” katanya.

Bagi Mahmud, apotek hidup yang dia kembangkan juga menjadi tempat melepas lelah. ”Melihat hijaunya pepohonan itu memberikan rasa tenang,” ujarnya. (MDN)


Editor : Hindra Liauw
Sumber : KOMPAS CETAK
26
Jul
14

Pengamat Politik : Jokowi Lebih Menjanjikan Daripada Prabowo

On 07/24/2014 08:22 PM, Awind wrote:

http://internasional.kompas.com/read/2014/07/24/10141211/Prof.Emmerson.Jokowi.Lebih.Menjanjikan.daripada.Prabowo?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kpopwp

Prof Emmerson: Jokowi Lebih Menjanjikan daripada Prabowo

Kamis, 24 Juli 2014 | 10:14 WIB
altVOA Prof. Donald K. Emmerson

KOMPAS.com — Profesor Donald K Emmerson adalah Direktur Forum Asia Tenggara di Shorenstein Asia dan seorang profesor di Stanford University, AS. Dia optimistis melihat kondisi politik di Indonesia. Berikut ini merupakan wawancara VOA (Voice of America) dengan Prof Emmerson terkait pelaksanaan Pilpres 2014, terpilihnya Joko Widodo, serta peluang dan tantangan Joko Widodo nanti sebagai presiden.

Rakyat Indonesia kelihatan semakin percaya diri dan dewasa mengikuti pilpres langsung tahun ini, tetapi ada suatu fenomena baru yang terjadi, yaitu sikap Prabowo Subianto, salah satu calon presiden, yang menolak hasil rekapitulasi pemilu dan menarik diri dari proses pemilu hanya beberapa jam sebelum hasilnya diumumkan. Melihat kedua hal itu, bagaimana Anda melihat pelaksanaan demokrasi di Indonesia?

Saya seorang yang sangat optimistis melihat kondisi politik di Indonesia meski ada kontroversi dan ketegangan yang terjadi terkait sikap Prabowo Subianto yang menolak hasil pemilu karena menilai telah dicurangi. Saya mempertaruhkan penilaian saya, tetapi memang ada indikasi kuat bahwa Jokowi akan tetap dilantik sebagai presiden berikutnya dan Prabowo Subianto akan terisolasi jika tetap berkeras menolak hasil pemilu. Saya tetap yakin Jokowi tetap memiliki legitimasi sebagai pemenang pemilu yang jujur dan adil meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa melihat luasnya wilayah Indonesia dan banyaknya pemilih, hampir tidak mungkin pemilu berlangsung 100 persen secara jujur dan adil. Namun, melihat selisih suara di antara Jokowi dan Prabowo sekitar 8 juta suara, sulit membayangkan bahwa 8 juta suara itu merupakan hasil rekayasa atau dicurangi.

Namun, saya juga ingin melihat pelaksanaan demokrasi di Indonesia dalam jangka waktu yang lebih panjang, bukan sekadar berdasarkan pemilu kali ini saja. Ada penilaian bahwa demokrasi dianggap berhasil jika sudah menjadi satu-satunya aturan main di negara tersebut atau bahasa yang suka saya pakai adalah “the only game in town“. Tentu saja maksudnya ini lebih dari sekadar “permainan” atau “aturan”. Namun, dengan kata lain, tidak ada alternatif yang punya legitimasi di negara tersebut, dalam hal ini Indonesia, selain demokrasi.

Melihat konteks itu, menarik mencermati pidato-pidato Prabowo Subianto semasa kampanye yang menunjukkan bahwa dia tidak suka pada pemilu langsung, baik di tingkat provinsi maupun di tingkat nasional. Ini bisa diterjemahkan bahwa Prabowo tidak punya komitmen pada demokrasi.

Jadi, ada baiknya dia tidak terpilih sebagai presiden baru Indonesia karena bisa-bisa dia justru membuat demokrasi mundur. Namun, kembali ke pertanyaan awal soal “apakah demokrasi sudah menjadi satu-satunya aturan permainan di Indonesia dan apakah sudah diinstitusionalisasikan”, maka ada sejumlah kriteria yang bisa dijadikan ukuran.

Salah satu di antaranya adalah sudah berapa banyak pemilu yang diselenggarakan. Awal tahun ini Indonesia menyelenggarakan pemilu langsung keempat, yaitu pemilu legislatif dan disusul dengan pemilu presiden langsung ketiga pada tanggal 9 Juli lalu. Memang belum ada batas perolehan suara (threshold) yang ditetapkan untuk menunjukkan “wah memang demokrasi sudah dilembagakan di Indonesia,” tetapi pertambahan jumlah pemilih setiap tahun ini menunjukkan bahwa demokrasi memang mulai menjadi kisah sukses di Indonesia. Demokrasi menjadi cara efektif serah terima kekuasaan secara damai dalam sistem politik.

Kriteria kedua adalah transparansi. Dalam hal ini kita patut memuji rakyat Indonesia, termasuk pemilih-pemilih muda, yang sudah semakin dewasa. Bahkan, dalam pemilu kali ini mereka menggunakan teknologi lewat berbagai media sosial, quick count, exit poll, dll. Untuk menghindari terjadinya kecurangan dan pelanggaran pemilu, mereka tidak segan-segan melakukan cek dan recheck lewat berbagai media sosial tadi. Ini suatu hal yang menggembirakan terlebih melihat semangat kaum muda Indonesia yang kelak mewarisi masa depan Indonesia.

Kriteria ketiga adalah legitimasi dan ini sangat penting. Indonesia cukup beruntung karena dalam dua pilpres langsung sebelumnya, Yudhoyono memenangkan pemilu secara mutlak dengan selisih suara sangat besar, baik di Pemilu 2004 maupun Pemilu 2009. Sulit mempersoalkan selisih suara yang sangat besar yang diraih Yudhoyono. Hal ini membantu mempersiapkan rakyat Indonesia menghadapi perolehan selisih suara Jokowi yang lebih sedikit. Perolehan suara Jokowi yang 53 persen dengan Prabowo yang 47 persen, jadi ada selisih suara 6 persen, tetapi merupakan hal yang substansial. Namun, tetap memicu pertanyaan soal apakah Prabowo akan berhasil mempersoalkan selisih suara tersebut ke pengadilan dan akankah hal ini memicu terjadinya aksi kekerasan.

Kita sama-sama tahu Indonesia sudah mengalami banyak pengalaman dengan terjadinya beragam aksi kekerasan. Saya bahkan baru saja berbicara dengan beberapa teman yang baru kembali dari Indonesia. Mereka mengatakan menemui banyak warga Indonesia keturunan Tionghoa yang bersiap menuju ke Singapura, Hongkong, atau negara-negara dekat lainnya karena khawatir terjadinya aksi kekerasan bernuansa ras pasca-pemilu. Ini sangat miris meskipun hingga saat wawancara ini terbukti tidak terjadi aksi kekerasan apa pun di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa kekhawatiran itu tidak terbukti, menunjukkan bahwa rakyat Indonesia sudah dewasa dan menunjukkan keabsahan hasil pemilu.

Jika ketiga kriteria itu dinilai sudah terpenuhi, dapatkah dikatakan demokrasi Indonesia sudah berhasil?

Nah itu dia. Demokrasi baru dinilai benar-benar berhasil jika berhasil membuktikan kepada para peserta demokrasi, dalam hal ini rakyat Indonesia, bahwa hasil demokrasi itu manjur bagi mereka. Bahwa tokoh atau pemerintahan yang dihasilkan dari proses demokrasi itu benar-benar kompeten. Ini masih harus diuji karena Jokowi juga baru saja terpilih.

Jokowi memang belum membuktikan kompetensinya, tetapi setidaknya rakyat Indonesia telah membuktikan bahwa mereka lebih dewasa dalam berdemokrasi dibanding elite politiknya, bukan?

Ha-ha-ha… Penggambaran yang Anda sampaikan cukup baik. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa sejumlah elite politik terlibat dalam korupsi, manipulasi, ada yang mengklaim bahwa Indonesia adalah negara oligarki yang tidak bisa melakukan reformasi, negara yang hanya menghasilkan pemimpin-pemimpin yang korup, dan jika kemudian kita melihat beberapa elite politik tertentu yang keluar masuk dalam kabinet pemerintahan selama ini, memang benar yang Anda katakan.

Namun, Anda juga harus mengetahui bahwa Jokowi berasal dari latar belakang yang sama sekali berbeda. Dia adalah satu-satunya presiden di Indonesia yang latar belakangnya berasal dari dunia bisnis. Ia memang pernah menjadi Wali Kota Solo dan kemudian Gubernur Jakarta, tetapi pada dasarnya dia adalah pebisnis. Dia seorang eksportir mebel dari Solo. Dia berasal dari luar lingkaran elite yang korup. Rakyat Indonesia tampaknya tahu betul bahwa jika mereka memang ingin melakukan reformasi secara serius, terutama reformasi ekonomi yang memang luar biasa penting, maka sangat rasional untuk tidak memilih seseorang yang pernah duduk di lingkaran kekuasaan, tetapi memilih seseorang yang benar-benar berasal dari luar sistem.

Apa masalah yang menjadi target pekerjaan utama Jokowi setelah dilantik? Reformasi ekonomi atau justru mengatasi intoleransi beragama dan minimnya perlindungan terhadap kaum minoritas?

Saya kira kita harus bedakan antara prioritas dan masalah. Dalam hal prioritas, saya kira prioritas utama Jokowi adalah reformasi ekonomi. Harus diakui bahwa makro-ekonomi Indonesia tidak terlalu baik, angka pertumbuhan masih di bawah 6 persen. Angka ini sebenarnya, jika ingin jujur, merupakan hal yang tidak seharusnya. Artinya, angka pertumbuhan ini masih bisa didorong lebih tinggi lagi jika Indonesia berniat tidak sekedar jadi negara berkembang.

Infrastruktur merupakan prioritas penting lain terkait reformasi ekonomi. Indonesia dikenal sebagai negara yang punya sumber daya beragam, minyak, emas, mineral, dll, sehingga infrastruktur merupakan hal vital. Jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, dll. Infrastruktur merupakan hal yang sangat vital. Tanpa infrastruktur yang memadai, Indonesia akan tertinggal secara domestik dan luar negeri. Padahal, ini sangat penting untuk mendorong angka pertumbuhan. Hal lain adalah anggaran. Hampir seperlima anggaran habis untuk subsidi BBM. Saya tahu mencabut subsidi BBM akan sangat menyakitkan rakyat, tetapi saya juga yakin  legitimasi Jokowi akan membuat rakyat memahami kebijakan ini jika ia memutuskannya pada tahun pertama setelah berkuasa.

Prioritas penting lain setelah ekonomi adalah pendidikan. Untuk mencegah terperangkap dalam kemiskinan secara terus-menerus, Indonesia harus meningkatkan kualitas pendidikan. Sebenarnya kebijakan pendidikan Indonesia sejak zaman Soeharto sudah cukup baik, terutama dari sisi kuantitas atau banyaknya jumlah anak yang bisa sekolah. Namun, dari sisi kualitas, saya kira perlu ada terobosan. Jika Indonesia tidak bisa membuat SDM-nya bersaing di pasar global, masa depannya akan kurang cerah.

Sementara itu, dari sisi tantangan, yang paling utama adalah intoleransi yang Anda sebut tadi. Meningkatnya jumlah kelompok Islam garis keras dan kekebalan hukum yang mereka miliki setelah melakukan aksi kekerasan terhadap kelompok Kristen, kelompok Islam-minoritas dll merupakan tantangan utama yang harus diatasi Jokowi. Saya sangat gembira ketika menyadari pidato kemenangan Jokowi di Pelabuhan Sunda Kelapa, yang tampaknya dimaksudkan untuk menunjukkan Indonesia memiliki akses maritim global, menggunakan beragam bahasa. Salam pembuka Jokowi dalam pidato itu tidak saja menggunakan bahasa Arab “Assalammualaikum“, tetapi juga bahasa Buddha, Hindu, dll. Ini menunjukkan bahwa Jokowi sejak awal punya keberanian untuk mengatasi intoleransi beragama di Indonesia.

Tantangan kedua Jokowi adalah korupsi. Survei terbaru Gallup menunjukkan bahwa 91 persen warga Indonesia yakin bahwa korupsi meluas dari pemerintahan dan 86 persen warga yakin korupsi meluas dari dunia bisnis. Ini merupakan salah satu tantangan utama bagi Jokowi untuk memberantasnya dan menurunkan angka korupsi. Saya yakin Jokowi mampu karena dalam salah satu pernyataannya dia mengatakan “jika ada menteri yang kinerjanya tidak baik, termasuk melakukan korupsi, maka dia akan memecatnya.” Ini tidak terjadi pada pemerintahan Yudhoyono, terutama pada masa jabatan keduanya. Momentum pemberantasan korupsi yang digalakkan pada masa jabatan pertama pupus begitu muncul sejumlah kasus korupsi pada masa jabatan keduanya, yang bahkan menjadi wabah tidak saja di pemerintahannya, tetapi juga partai politiknya.

Jika Jokowi menyadari masalah dan tantangan yang dihadapinya, pastinya akan terjadi perubahan kebijakan besar-besaran dalam pemerintahan Jokowi?

Ya. Namun, saya harus jujur menganalisis karena saya independen dan tidak partisan. Jokowi memang jauh lebih menjanjikan sebagai pemimpin baru dibanding Prabowo, tetapi jangan lupa partai yang mengusungnya ke puncak kekuasaan. PDI-Perjuangan dan pimpinannya Megawati Soekarnoputri bukanlah orang luar. Ia adalah orang dalam. Setidaknya pernah berada dalam lingkaran kekuasaan. Demikian pula Jusuf Kalla yang kini akan berjuang bersama Jokowi, patut diakui dia memiliki rekam jejak yang baik dalam menangani berbagai isu, terutama konflik di Aceh dan Poso, tetapi dia juga orang dalam. Dia juga bagian dari elite politik. Latar belakangnya di Golkar, partai yang kini justru mendukung Prabowo. Jadi, saya optimistis, tetapi juga waspada, berhati-hati melihat pengambilan kebijakan Jokowi nantinya. Jika Anda mencoba memosisikan diri dalam posisi Jokowi dan menjadi incumbent, banyak hal akan berubah. Dalam arti, dia akan menyadari bahwa banyak hal yang harus dilakukan dan tanggung jawab yang harus dipikul lewat kompromi.

Apakah mungkin terjadi kompromi, atau saya lebih suka menggunakan kata “rekonsiliasi”, di antara kubu Jokowi dan Prabowo? Mungkinkah Jokowi menawarkan sejumlah posisi bagi Prabowo?

Ini topik yang krusial. Karena begini, setelah pengumuman KPU dan ada penetapan pemenang secara sah, tanpa gejolak, mungkin banyak warga dan pemimpin dunia merasa lega. Mereka mulai mengalihkan perhatian ke Ukraina, krisis Israel-Palestina, dll. Tetapi, saya tidak. Menurut saya, masa di antara saat pengumuman KPU 22 Juli hingga pelantikan Oktober nanti justru merupakan masa-masa genting. Jelas bahwa partai-partai yang mendukung Prabowo bisa akan bubar atau keluar dari koalisi yang mereka ciptakan. Mereka akan mencari kesempatan untuk bergabung dengan Jokowi yang saat ini hanya menguasai 37 persen kursi di DPR.

Harus diakui bahwa meskipun Jokowi jadi presiden, dia adalah presiden minoritas karena partai-partai yang mendukungnya hanya merupakan kelompok kecil di DPR. Sementara itu, sistem politik Indonesia adalah campuran antara presidensial dan parlementer. Jokowi akan menghadapi kesulitan jika dia menemui tantangan dari koalisi besar yang berada di belakang Prabowo. Kabar baiknya adalah koalisi permanen Prabowo itu justru akan bubar. Namun, jangan salah, hal ini juga berpotensi menimbulkan masalah baru karena jika kita belajar dari era pemerintahan Yudhoyono yang merangkul begitu banyak partai pendukung dan merasa “kuat”, padahal hanya dalam tanda petik. Dukungan yang diperoleh Yudhoyono semu dan banyak anggota kabinetnya yang mengambil kebijakan sendiri-sendiri karena merasa loyalitasnya diukur dari sikap loyal kepada partai politiknya, bukan kepada presiden.

Alhasil, pemerintahannya kacau dengan begitu banyak politisi independen dan Yudhoyono tidak bisa membuat kabinetnya kompeten. Sudah tidak kompeten, dipenuhi skandal korupsi pula. Jadi, saya kira sebaiknya hanya melakukan koalisi secara minimal, 53 hingga 54 persen, sehingga bisa mempertahankan kekuatan mayoritas tadi tanpa perlu diganggu oleh mereka yang hanya loyal pada partai politik dan bukan pada presiden. Saya menilai Jokowi cukup mampu mewujudkan hal ini karena dia pernah mengatakan bahwa hanya 20 persen dari kabinetnya yang berasal dari partai politik. Jika itu yang terjadi, saya yakin kompetensi pemerintah Jokowi akan tinggi dan korupsi bisa ditekan.

Adakah kebijakan luar negeri yang perlu diubah Jokowi?

Dari kampanye-kampanya saya melihat Jokowi menekankan perlunya memperkuat hubungan antara Indonesia dan Palestina, yaitu dengan membuka kedutaan Indonesia di Palestina. Namun, di luar Timur Tengah, saya kira banyak pihak menanti bagaimana sikap Indonesia mengatasi beragam tantangan baru di Asia Tenggara, termasuk pendekatan apa yang akan dilakukan terhadap China. Kini ada anggapan bahwa “Anda bisa mendekat ke China untuk meningkatkan kemakmuran dan mendekat ke Amerika untuk memperkuat keamanan”.

Jika Jokowi benar-benar tulus saat mengungkapkan rencana untuk menjadikan Indonesia sebagai “poros maritim dunia” atau “global maritime access“,dia harus mempersiapkan kebijakan untuk menghadapi China, terkait krisis di Laut China Selatan, dan tentu saja pada ASEAN. Indonesia adalah “natural leader” ASEAN, tetapi herannya dalam beberapa tahun ini Indonesia tidak suka memainkan peran penting. Kebijakan luar negeri Indonesia malah bisa dibilang “naif”.

Kita dengar dari Yudhoyono bahwa kebijakan luar negeri Indonesia berlandaskan “million friends zero enemy“. Itu bukan strategi, itu kontes popularitas. Saya harap Jokowi memahami luasnya Indonesia, signifikannya peran yang dimainkan, bahkan negara kepulauan terbesar di dunia dengan beragam sumber daya, sehingga kebijakan luar negerinya lebih baik. Saya kira Indonesia tidak bisa bersikap pasif saja terhadap banyak hal, terutama terhadap China. Karena jika hal ini terus terjadi, dari perspektif Amerika, jika Amerika diminta Vietnam dan Filipina untuk membantu menghadapi China, sebenarnya Amerika justru mempertanyakan peran Indonesia dan ASEAN terlebih dulu. Jika negara-negara di Asia Tenggara tidak peduli dengan konflik yang terjadi di Laut China Selatan, kenapa Amerika harus peduli?

Pendekatan yang sekarang ini terjadi ialah “mendekat ke China untuk meningkatkan kemakmuran dan mendekat ke Amerika untuk memperkuat keamanan” bukanlah pendekatan yang baik untuk jangka panjang, apalagi bagi Amerika yang pastinya tidak ingin “dimintai” membantu menjaga keamanan Asia Tenggara, tetapi ditinggal saat Asia Tenggara mencari kemakmuran ke China. Pernyataan ini bisa jadi kontroversial, tetapi saya rasa Indonesia di bawah Jokowi harus memikirkan hal ini. Banyak pihak, termasuk Amerika, yang menunggu inisiatif Indonesia dalam berbagai isu.

__._,_.___

http://pemilu.tempo.co/read/news/2014/07/24/269595559/Jokowi-Bawa-500-Pengacara-Lawan-Prabowo-di-MK

Jokowi Bawa 500 Pengacara Lawan Prabowo di MK

Kamis, 24 Juli 2014 | 21:02 WIB
Jokowi Bawa 500 Pengacara Lawan Prabowo di MK

Aktivis memainkan Barongsai saat aksi damai membawa pesan TRI TURA (Tiga Tuntutan Rakyak) di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, (21/01). Mereka menuntut agar pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden dalam waktu yang bersamaan. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Tim Hukum Jokowi-JK, Trimedya Panjaitan, menyatakan telah menyiapkan sekitar 500 pengacara untuk menyanggah gugatan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi. Mereka telah dilengkapi bukti pembelaan baik dokumen maupun saksi-saksi. “Segala dokumen dan saksi sudah siap dibawa ke MK,” kata Trimedya saat dihubungi Kamis, 24 Juli 2014.

Trimedya meyakini dokumen pembelaan maupun saksi-saksi itu akan sangat membantu Komisi Pemilihan Umum sebagai tergugat untuk mementahkan tuduhan tim Prabowo-Hatta. Sebab dia mengklaim alat bukti tersebut sudah menjawab segala kecurigaan yang diungkapkan Prabowo-Hatta.”Ada bukti untuk di Jawa Timur, Jawa Barat, dan daerah lainnya,” katanya. (Baca: Tim Hukum Merah Putih Lengkapi Data Gugat ke MK)

Prabowo Subianto menyatakan tidak menerima hasil pemilu karena menuding terjadi kecurangan yang cukup masif. Dia, melalui tim hukumnya, lantas berencana menggugat Komisi Pemilihan Umum. Diperkirakan sekitar 2000 pengacara digunakan untuk gugatan tersebut.

Trimedya yang juga anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat itu mengatakan tidak khawatir akan ada kejutan yang diungkapkan tim Prabowo-Hatta di Mahkamah. Hal itu karena Trimedya tak menemukan keberatan yang cukup banyak dari saksi calon presiden dan calon wakil presiden nomor satu itu di tempat pemungutan suara. “Keberatan tidak sampai 10 persen di seluruh TPS,” ucap dia. (Baca: Hatta Sambangi Kantor DPP PKS Soal Gugatan MK)

Oleh karena itu dia yakin tim Prabowo-Hatta akan kalah. Keyakinan itu juga tak lepas dari jumlah selisih suara yang cukup besar antara dua pasang calon presiden itu. “Menggugat 500 ribu suara saja buktinya bisa lima kontainer. Apalagi menggugat 8,4 juta suara,” katanya, “Bagi saya, mereka hanya menunda kekalahan.”

Trimedya menambahkan tim hukumnya juga tidak hanya akan menyanggah dengan pembelaan, tetapi juga menunjukkan bukti dugaan kecurangan yang ditemukan timnya di sejumlah daerah. “Intinya asumsi harus didasari bukti bukan ilusi,” ujar dia.

TRI SUHARMAN

On 07/23/2014 04:31 PM, Awind wrote:

http://www.gatra.com/politik-1/57509-pernyataan-prabowo-sempat-jadi-blunder.html

Pernyataan Prabowo Sempat Jadi Blunder

  • Print
  • Email
Created on Wednesday, 23 July 2014 10:51

Jakarta, GATRAnews – Penyataan capres Prabowo Subianto menarik diri dari proses pilpres 2014 yang sedang berlangsung dalam konferensi persnya di Rumah Polonia, Jakarta Timur, sempat menjadi blunder.

Demikian Poempida Hidayatulloh, Anggota Tim Pemenenangan Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menyampaikan penilaiannya di Jakarta, Selasa malam (22/7), menanggapi pernyataan Prabowo.

Eks politisi Partai Golkar ini menegaskan, keputusan Prabowo juga menimbulkan kesan negatif dari masyarakat Indonesia karena meminta Pemungutan Suara Ulang (PSU) juga tidak menjamin pasangan capres-cawapres nomor urut 1 menang pilpres 2014.

“Jika diadakan pemilu ulang, Jokowi-JK menang dengan perolehan suara lebih tinggi sementara suara Prabowo tergerus,” kata Poempida.

Juru bicara JK ini menilai ada beberapa blunder sikap Prabowo menarik diri dari semua proses pilpres 2014. Pertama, menunjukkan sikap antitesa dari sifat negarawan sejati dan diduga ingin menghindari kesan kalah dan enggan akui kemenangan Jokowi-JK.

“Keputusan sempat mundur justru menjadi bomerang, terlebih ada konsekuensi hukum yang mengikuti,” tandasnya.

 

Kesalahan kedua, kata Poempida, Prabowo tak mempertimbangkan konsekuensi pidana yang timbul apabila mundur dari pemilu presiden. Tindakan Prabowo dan koalisi bisa melanggar Undang-Undang Pilpres Pasal 246. Atas tindakan itu, Prabowo dapat dikenai sanksi pidana dengan ancaman penjara 36 bulan dan denda minimal Rp 50 milyar.

 

“Tak hanya capres, partai koalisi juga terancam hukuman penjara minimal 36 bulan dan denda minimal Rp 50 milyar,” tegasnya.

Kesalahan ketiga, cara capres Prabowo itu tak efektif untuk mengulur waktu atau mempengaruhi hasil pemilu presiden, karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib menyelesaikan rekapitulasi tepat waktu. “Apabila ditunda, maka KPU terancam sanksi dan diragukan kredibilitasnya,” tandasnya.

 

Sebelumnya, saksi dari kubu Prabowo-Hatta walk out dari sidang pleno rekapitulasi suara nasional yang diselenggarakan di KPU karena mengklaim kecurangan yang tak ditindaklanjuti dengan baik sebagai landasan aksi walk out.

 

Di Polonia, Prabowo menyatakan pengunduran diri dari pemilu presiden dengan alasan demokrasi di Indonesia yang dianggap tak demokratis, bertentangan dengan UUD 1945, dan KPU melanggar aturannya sendiri.

Kubu Prabowo-Hatta akhirnya mengklarifikasi sikapnya, yakni hanya mundur dari proses rekapitulasi suara di KPU, bukan mengundurkan diri dari pilpres, setelah berbagai pihak menanggi langkah Prabowo-Hatta itu.


Penulis : Iwan Sutiawan

Editor : Dani Hamdani


Posted by: Awind <j.gedearka@upcmail.nl>

PLAN B PRABOWO: DISINTEGRASI SOSIAL + DISINTEGRASI BANGSA

#BarjiBarbeh
Upaya Plan A untuk bermain-main kecurangan di bawah bendera legalisasi konstitusi tampaknya gagal dilakukan oleh Prabowo dan tim suksesnya. Kecurangan-kecurangan yang dituntut oleh Prabowo dalam Mahkamah Kontitusi nanti ternyata banyak menimbulkan perlawanan dari internal maupun eksternal Koalisi Merah Putih. Prabowo sadar, Mahkamah Konstitusi tidak akan mampu menjawab kepentingan dan ambisi pribadinya menjadi presiden.
Karena PLAN A gagal, Prabowo mulai masuk PLAN B. Yudi Syamhudi Suyuti (Caleg DPR RI Jateng VI No.6. Partai Gerindra, Wonosobo, Magelang, Purworejo, Temanggung ) meminta kepada Presiden RI agar mengeluarkan Dekrit Presiden. “Kalau sekarang diteruskan sampai dilantik tidak di keluarkan dekrit, maka yang terjadi perlawanan-perlawanan sosial dan dapat mengkhwatirkan, disintegrsi sosial, maupun disintegrasi bangsa. Karena saat ini kedua kandidat mempunyai kekuatan terpolarisasi untuk bertindak terhadap proses pemilu yang inkostitusional (terjadi kecurangan dan rekayasa),” tandasnya.
Demi memperoleh Kekuasaan Desain DISINTEGRASI SOSIAL DAN DISINTEGRASI BANGSA sepertinya sedang dipersiapkan oleh Prabowo Subianto 
Apa saja yang di Persiapkan : 1. meMinta Presiden SBY Buat Perppu Perpanjangan Kepemimpinan, 2. Koalisi Merah Putih sedang mempersiapkan dan merencanakan untuk membentuk Pansus Kecurangan Pipres 2014 di DPR RI agar Pilpres dapat diUlang. 3. Yudi Syamhudi Suyuti (Caleg DPR RI Jateng VI No.6. Partai Gerindra) : SBY diminta Terbitkan Dekrit. 4 Gerakan fitnah yang mengarah ke adu domba TNI / Polri dgn masyarakat didahului oleh pernyataan umar abduh seorang mantan narapidana kasus woyla, kasus cicendo jamaah imron tentang terlibatnya institusi TNI / Polri dalam kemenangan Jkw Jk
baca :
Yudi Syamhudi Suyuti (Caleg DPR RI Jateng VI No.6. Partai Gerindra), Pilpres Kacau Balau, SBY diminta Terbitkan Dekrit
Jakarta, Aktual.co — Persatuan Rakyat Indonesia (PRI) menyakini bahwa intrik dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 ini belum berakhir, bahkan akan menjadi sangat berpotensial terjadinya sejumlah permasalahan yang besar, khususnya yang berkaitan dengan kehidupaan berbangsa dan bernegara.
Meskipun, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan pasangan Jokowi-JK sebagai calon presiden-calon wakil presiden terpilih.
Demikian disampaikan oleh Ketua PRI, Yudi Syamhudi Suyuti dalam acara konprensi persnya, di Hotel Blessing Residence, Jalan Komando Raya I No.19, Karet Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (23/7).
“Kita PRI melihat kesalahan dari awal pemilu, memang bagi beberapa kelompok atau orang dalam menjalankan praktek pemilu menyadari bahwa Mahkamah Konstitusi (MK) memaksakan kehendak dengan menetapkan UU Nomor 42/2008 yang  dinyatakan konstitusional untuk dilakukan serentak, namun diberlakukan pada 2019, sehingga terjadi polarisasi dua kekuatan yang kemudian berpotensi terjadi benturan keras,” kata Yudi.
Benturan keras itu, sambung Yudi bisa terjadinya kemungkinan disintegrasi terhadap wilayah di Indonesia, apalagi bila hasil pemilu dengan sistem yang banyak menimbulkan sekerumit kecurangan.
“Kita melihat sistem yang membuat negara tidak stabil, jadi mau tidak mau sebelum terlambat harus di ulang dan yang bisa melakukan itu hanya presiden dengan mengeluarkan dekrit atau Perpu untuk memperpanjang masa jabtannya dengan membubarkan KPU sementara dan kemudian semua proses pemilu 2014 di batalkan,” ujarnya.
“Kalau sekarang diteruskan sampai dilantik tidak di keluarkan dekrit, maka yang terjadi perlawanan-perlawanan sosial dan dapat mengkhwatirkan, disintegrsi sosial, maupun disintegrasi bangsa. Karena saat ini kedua kandidat mempunyai kekuatan terpolarisasi untuk bertindak terhadap proses pemilu yang inkostitusional (terjadi kecurangan dan rekayasa),” tandasnya.
Sumber : Yudi Syamhudi Suyuti (Caleg DPR RI Jateng VI No.6. Partai Gerindra), Pilpres Kacau Balau, SBY diminta Terbitkan Dekrit
__._,_.___
 Posted by: Al Faqir Ilmi <alfaqirilmi@yahoo.com>

Bukti Pilpres Prabowo-Hatta Pakai 15 Mobil Lapis Baja

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Anggota tim hukum capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa, Habiburohman menyatakan dalam membawa bukti pelaksanaan Pilpres untuk diserahkan ke Mahkmah Konstitusi (MK), menggunakan 15 mobil berlapis baja.

“Semua bukti sudah siap, saya duluan ke sini untuk melihat lokasi. Nanti kita bawa bukti semua dengan 15 mobil seperti mobil security dengan lapir baja,” kata Habiburohman di gedung MK, Jakarta, Jumat (25/7/2014).

Menurut Habib, bukti tersebut berupa 52 ribu formulir C1 yang falid dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan rekaman video dari masyarakat serta tim Prabowo-Hatta saat pelaksanaan Pilpres 2014.

“Nati kita serahkan semuanya ini dan sekarang sedang menuju ke sini (MK) dari DPP PKS,” ucap Habib.

Dirinya pun berharap, MK dapat mengabulkan permintaannya untuk dilakukannya Pemungutan Suara Ulang (PSU), dengan dibawanya berbagai bukti yang dinilainya falid atas kejadian kecurangan yang masif di seluruh 33 propinsi.

“Ini akan merubah suara kita signifikan jika ini dikabulkan,” ucap Habib.

Baca Juga:

Pendukung Prabowo-Hatta Minta MK Perkarakan KPU

Jokowi Punya Jurus Tunggal Hadapi Gugatan di MK

Demo di Depan MK, Jalan Medan Merdeka Barat Macet


 




Blog Stats

  • 3,147,453 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…