Archive for January, 2012

31
Jan
12

Keuangan : Cadangan Devisa Indonesia Rp 23,34 Triliun

Cadangan devisa

Selasa, 31 Januari 2012 05:38 WIB |

Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono. (FOTO ANTARA)
Jakarta (ANTARA News) – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Hartadi A. Sarwono mengungkapkan total penerimaan dari pengelolaan cadangan devisa mencapai Rp23,34 triliun sepanjang 2011 lalu.”Karena cadangan devisa meningkat dari 96 miliar dolar AS pada akhir Desember 2010 menjadi 110 miliar dolar AS pada akhir Desember 2011,” kata Hartadi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (30/1).Menurut Hartadi, pengelolaan cadangan devisa sepanjang 2011 adalah sebesar 69,6 persen, yakni dengan total nilai Rp23,34 triliun, sedangkan total penerimaan operasional BI mencapai Rp28,95 triliun.

“Total penerimaan operasional BI tersebut diperoleh dari beberapa surat berharga, sistem pembayaran, perbankan serta administrasi,” kata Hartadi.

Total penerimaan cadangan devisa pada 2012, lanjut Hartadi, diperkirakan 2,07 persen lebih rendah dibanding 2011, yakni Rp22,86 triliun.

“Menjadi lebih rendah karena turunnya suku bunga acuan di beberapa negara tujuan utama tujuan investasi,” kata Hartadi.

Hartadi menambahkan target penerimaan anggaran BI adalah Rp27,36 triliun. Sementara dari surat-surat berharga, BI memasang target sebesar Rp4 triliun. (R027/S006)

Editor: B Kunto Wibisono

31
Jan
12

Kepemimpinan : Satrio Piningit muncul di 2014 ?

Permadi SatrioPiningit

RepublikaRepublika –

Permadi : Satrio Piningit Muncul di 2014

  • Permadi
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dalam kisah masyarakat Jawa kuno, dikenal seorang pemimpin yang dapat membawa rakyatnya menuju perbaikan, yakni Satrio Piningit. Sosok itu, kata Politisi Senior Permadi, akan hadir pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2014.

“Pasti akan ada sosok itu. Tapi kita belum tahu dari mana,” kata dia, usai memberikan materi Amandemen dan Kondisi Bangsa Saat Ini, di acara ‘Pekan Konstitusi UUD 1945, Amandemen, dan Masa Depan Bangsa’, di Sekretariat International Conference of Islamis Scholars (ICIS), di Jakarta, Senin (30/1) malam.

Ia mencontohkan seperti kisah Nabi Musa. Dalam kisah itu, jelas dia, Allah telah memfirmankan bahwa telah lahir seorang umat untuk menjadi pemimpin dan akan menjadi penyelamat bangsa.

Ketika itu, sambung pria yang kerap memakai pakaian serba hitam ini, semua anak laki-laki dibunuh oleh Firaun. Tapi karena Musa telah difirmankan Tuhan, maka beliau selamat.

Lalu ketika firman kedua turun, lanjut Permadi, kemudian diketahui muncul sepuluh perjanjian atau //ten commandment//, baru orang mengenal Nabi Musa. “Begitu pula dengan satrio piningit. Dia hanya akan muncul ketika waktunya tiba,” kata dia menegaskan.

Pidato Kebudayaan
Jimly:
 Tokoh Nasional Kita Beda Kata dan Perbuatan!
Imanuel More | Latief | Selasa, 31 Januari 2012 | 00:38 WIB
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Jimly Asshiddiqie

JAKARTA, KOMPAS.com — Jimly Asshidiqie menilai positif pidato kebudayaan yang disampaikan mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim. Ia menilai, kepribadian tokoh oposisi negeri jiran itu bisa menjadi contoh bagi tokoh-tokoh pemerintahan dan politik Indonesia dalam hal menyatukan kata dan perbuatan.

Karena dia bicara hanya dengan pengetahuan, pengalaman, dan nuraninya. Ini contoh yang baik untuk kita karena tokoh kita yang banyak bicara dengan pengetahuannya, tidak dengan kepribadiannya.
— Jimly Asshidiqie

“Bagus. Seperti biasa karena dia (Anwar) bicara hanya dengan pengetahuan, pengalaman, dan nuraninya. Ini contoh yang baik untuk kita karena tokoh kita yang banyak bicara dengan pengetahuannya, tidak dengan kepribadiannya,” kata Jimly, menanggapi pidato Anwar Ibrahim di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (30/1/2012) malam.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai, banyak negarawan dan politisi Tanah Air yang bisa berbicara dengan indah, tetapi tidak keluar dari nurani dan kepribadian. Ucapan “indah” mereka juga kerap tidak berpijak dari pengalaman pribadi. Alhasil, yang terlihat adalah kata-kata manis tanpa perbuatan dan keteladanan sepadan.

“Ini sebagai contoh agar tokoh kita seperti itu karena dia (Anwar) bicara lengkap dengan pengalaman, pengetahuan, dan keyakinan, serta bicara dengan dirinya,” lanjut Jimly.

Ia juga tidak menilai negatif paparan Anwar mengenai korupsi di Indonesia. Jimly justru berpandangan, Anwar banyak menarik pembelajaran dari perkembangan sosial-politik Indonesia. Anwar ingin mengusung gagasan reformasi dan nilai-nilai demokratis yang telah berkembang di Indonesia.

“Dia menjadikan Indonesia sebagai model yang dijadikan contoh inpirasi untuk membangkitkan semangat rakyat Melayu untuk berubah dengan keyakinan baru. Jadi, transformasi politik Indonesia menjadi contoh penting untuk perubahan dunia awal abad ini, benar itu. Tadi itu bukan kritik untuk Indonesia, tapi kebetulan saja, ada yang mirip-mirip dan cocok sama kita,” tanggap Jimly.

Dalam pidato kebudayaannya, Anwar Ibrahim menyinggung soal tingginya tingkat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia. Salah satu akar masalah yang diulas Anwar terkait rendahnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan. Hal tersebut memungkinkan budaya KKN bertumbuh luas.

Adapun kehadiran Anwar Ibrahim di TIM adalah untuk memberikan Pidato Kebudayaan yang bertemakan “Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik”. Selain di Jakarta, ia juga akan memenuhi undangan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Pidato Kebudayaan
Pidato Anwar Ibrahim Soroti KKN di Indonesia
Imanuel More | Latief | Selasa, 31 Januari 2012 | 05:03 WIB
AFP Anwar Ibrahim

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menilai, praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Indonesia banyak dipengaruhi oleh belum adanya keterbukaan pemerintah dalam pelaksanaan tender pengadaan barang dan jasa. Anwar mengatakan, salah satu kendala dalam kehidupan bernegara di Indonesia adalah masih minimnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan.

Isunya bukan pemerintah yang memberikan subsidi, bukan itu diberikan kepada siapa. Tapi, apa hak pemerintah memilih orang tanpa tender.
— Anwar Ibrahim

Demikian disampaikan Anwar Ibrahim dalam pidato kebudayaan di Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Senin (30/1/2012) malam tadi. Anwar memang mengakui adanya kemajuan Indonesia pascareformasi. Namun, minimnya transparansi dalam tata kelola pemerintahan masih menjadi masalah besar bagi Indonesia.

“Isunya, bukan pemerintah yang memberikan subsidi, bukan itu diberikan kepada siapa, tapi, apa hak pemerintah memilih orang tanpa tender, dan tanpa memberikan yang terbaik untuk rakyat? Apa dasar perjanjiannya? Yang tahu hanya beberapa orang, dia dan istrinya,” ujar Anwar, yang saat ini lebih dikenal sebagai tokoh oposisi di negerinya.

Pria yang mengaku selalu mengikuti perkembangan dan beragam informasi terakhir dari Indonesia ini menilai, masalah transparansi adalah isu yang akan terus menguat dan bisa berdampak luas. Pasalnya, Indonesia sering menyebut diri sebagai negara demokratis dan menjunjung kebebasan. Namun, dampak negatifnya bisa terjadi seandainya keterbukaan tata kelola ini tidak segera diperbaiki.

Anwar juga berpesan kepada Pemerintah Indonesia untuk kembali ke jalur yang diagendakan saat reformasi digulirkan. Ia bilang, reformasi harus dapat memberikan rasa keadilan bagi rakyat. Reformasi juga perlu dipandu oleh akhlak dan moralitas.

“Indonesia di era reformasi, apa yang dijanjikan? Keadilan bagi rakyat tercakup bidang politik,” ujarnya.

Untuk itu, Anwar menilai penting adanya pedoman yang menuntun orientasi pemerintahan pascareformasi. Pedoman dan panduan tersebut haruslah membumi atau sesuai dengan kenyataan hidup berbangsa.

Adapun kehadiran Anwar Ibrahim di TIM untuk memberikan pidato kebudayaan bertemakan “Kepemimpinan dalam Dinamika Perubahan Ekonomi Politik”. Selain di Jakarta, ia juga dijadwalkan hadir memenuhi undangan Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia membantah bahwa kedatangannya ke Indonesia untuk meminta dukungan menghadapi Pemilu Malaysia 2013.

31
Jan
12

Jagad Raya : Badai Matahari Meningkat

Badai Matahari

Nurvita Indarini – detikNews

Senin, 30/01/2012 12:31 WIB

Badai Matahari Bakal Meningkat Tapi Tak Pengaruhi Cuaca
NASA/Los Angeles Times
Jakarta – Aktivitas badai matahari belakangan ini sedang meningkat. Maklum, matahari sedang menuju puncak masa aktifnya pada 2013. Tapi aktivitas matahari ini tidak akan mempengaruhi keadaan cuaca di Bumi.

“Pada 28 Januari dini hari, sekitar pukul 01.37 WIB, terjadi badai matahari yang cukup kuat, kelas X1,7 dan kira-kira lebih kuat 1.000 kali daripada badai matahari pada 23 Januari lalu,” kata Profesor Riset Astronomi Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (30/1/2012).

Beredar kabar badai matahari ini akan mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi, namun Djamaluddin menampiknya. Dia menegaskan badai matahari hanya mempengaruhi lingkungan antariksa.

“Tidak mempengaruhi kondisi cuaca di Bumi. Kondisi cuaca di Bumi karena dinamika atmosfer lokal dan regional,” jelas alumnus Universitas Kyoto, Jepang, ini.

Dia menambahkan badai matahari pada 28 Januari lalu terjadi di tepi piringan matahari, sehingga semburan partikel-partikelnya tidak mengarah ke Bumi. Karena itu posisi Bumi aman. Saat ini keadaan matahari relatif tenang, namun pada beberapa hari atau pekan mendatang kemungkinan badai matahari masih bisa terjadi.

“Kekuatannya bisa lebih kuat juga, tapi harus diwaspadai dari segi frekuensi. Sekarang akan meningkat, karena menuju puncak masa aktif pada 2013. Dari intensitas kekuatan juga ada peluang makin kuat,” papar Djamaluddin.

Jika aktivitas matahari menguat dan mengarah ke Bumi maka akan berpengaruh pada operasional satelit dan mengganggu komunikasi radio. Namun tidak akan ada dampak langsungnya pada manusia. Yang cukup berbahaya saat badai matahari terjadi adalah ketika astronot berada di laboratorium antariksa. Maka itu ketika peristiwa itu terjadi, astronot diminta masuk ke ruang yang aman. Badai matahari juga bisa mengancam penumpang pesawat yang melintasi wilayah kutub utara, karenanya pesawat lintas kutub utara dialihkan jalurnya hingga badai matahari selesai.

(vit/gah)

Baca Juga
31
Jan
12

Sejarah : Peninggalan Megalitikum di Tanah Sriwijaya

Selasa, 31/01/2012 13:38 WIB

fotoNews

Megalitikum Sriwijaya

Fotografer – Rachman Haryanto
Melihat Peninggalan Megalitikum di Tanah Sriwijaya
   

Melihat Peninggalan Megalitikum di Tanah Sriwijaya
Salah satu arca manusia dan dolmen berada di Dusun Tegur Wangi Lama.
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full

Tanah Sriwijaya memang menyimpan banyak peninggalan sejarah seperti megalitikum atau yang dikenal batu besar. Sedikitnya puluhan titik dari peninggalan tersebut dapat kita temui di seluruh Sumatera bagian Selatan, salah satunya di Kota Pagaralam atau yang biasa dikenal dengan sebutan Besemah atau Pesemah.

31
Jan
12

Konstitusi : Amandemen UUD’45 Menyimpang dari Cita-cita Kemerdekaan

https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Try Sutrisno

Lia Harahap – detikNews

Senin, 30/01/2012 18:26 WIB

Try Sutrisno : Amandemen UUD’45 Menyimpang dari Cita-cita Kemerdekaan
Jakarta – Amanden terhadap UUD’45 bertujuan menjadikan konstitusi negara mampu memenuhi kebutuhan perkembangan negara. Tapi meski sudah empat kali dilakukan amandemen, nyatanya tidak juga membawa manfaat besar untuk perubahan bangsa dan menjadi UUD’45 itu terkesan menyimpang dari nilai-nilai kemerdekaan.”Mencermati perjalanan amandemen UUD 1945 sejak 1999 sampai saat ini, kami menyimpulkan tidak bersifat menyempurnakan. Cenderung mengganti karena arah visinya sudah menyimpang dari cita-cita kemerdekaan Indonesia dan jatidiri bangsa yaitu Pancasila,” kata Try Sutrisno.Hal itu disampaikannya sampaikan saat menjadi pembicara di acara Pekan Konstitusi di Kantor ICIS Jl Dempo, Matraman, Jakarta, Senin (30/1/2012). Wapres di era Soeharto ini menambahkan, visi negara ini sebenarnya sudah sangat jelas tertera dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mewujudkan negara yang merdeka, bersatu, adil dan makmur.Tapi setelah mengalami perubahan di beberapa pasal yang terjadi justru membuat bangsa Indonesia kurang memiliki rasa kemerdekaan dan kurang bersatu. Bahkan masyarakatnya kurang memperoleh keadilan dan kemakmuran.”Yang paling dirasakan masyarakat saat ini akibat perubahan Pasal 33, di mana saat ini perekonomian nasional semakin dikuasai oleh pihak asing dan rakyat semakin tertekan,” keluhnya.Dengan demikian, lanjutnya, melihat kondisi negara saat ini rasanya yang dibutuhkan bukan lagi melakukan perubahan UUD 1945. Sekarang yang diperlukan adalah mengkaji ulang terhadap perubahan yang pernah dilakukan pada UUD 1945 sebelumnya.”Kami mengajak kita semua bersama MPR melakukan kaji ulang sebelum mengambil langkah lanjutan sebagai pelaksanaannya,” ujar purnawirawan TNI AD ini. (lia/lh)
Baca Juga

Amandemen UUD45

Lia Harahap – detikNews

Senin, 30/01/2012 14:00 WIB

JK : Jangan Terlalu Mudah Amandemen UUD 1945
Jakarta – Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyadari bahwa UUD 1945 bukanlah kitab suci yang tidak bisa diubah sedikit pun. Namun, untuk mengubah itu harus melihat seberapa penting dan mempengaruhi bangsa.”Bahwa konstitusi tetap buatan kita. Oleh karena itu, saya selalu katakan yang tidak bisa diubah itu hanya kitab suci. UUD 1945 bisa diubah kapan saja, tapi bukan pula seperti UUD yang bisa setiap kali ada masalah di DPR dan MK. Janganlah kita terlalu mudah mengubah,” kata JK, dalam sambutan saat membuka pekan konstitusi, di Kantor ICIS, Jl Dempo, Matraman, Jakarta, Senin (30/1/2012).JK menambahkan, saat ini semua lapisan masyarakat cukup paham akan kesulitan-kesulitan yang dihadapi bangsa ini. Namun, katanya, belum tentu masalah itu terjadi karena aturannya yang tidak jelas dan tepat.”Kalau bicara kesulitan tentu biasanya karena pelaksanaan konstitusi atau bernegaranya. Karena, konstitusi itu lahir dari kesepakatan kita bersama tentang dasar negara kita, tentang tujuan negara kita mau ke mana sebagai bangsa dan ada hak dan kewajiban yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan itu,” terangnya.Ia juga mengkritisi semangat demokrasi yang berjalan di Indonesia. Menurutnya, banyak kesalahpahaman dalam mendefenisikan makna demokrasi itu.”Kita sepakat pakai demokrasi sebagai sistem. Tapi sistem demokrasi itu tujuannya untuk mencari kesamaan, bukan perbedaan. Yang sekarang sering salah tanggap. Bahwa dalam cara mencari persamaan itu ada perbedaan, ya kita saling menghormati,” ujar Ketua PMI ini.JK menilai, Indonesia saat ini salah cara dalam menerapkan sistem demokrasi tersebut. Contohnya, dalam sistem bernegara, tidak ada check and balance.

“Lembaga-lembaga seperti DPR siapa yang kontrol? Padahal dalam legislatif itu harus ada yang mengawasi,” tuturnya.

Sejak Indonesia berdiri, sudah empat kali Undang-undang Dasar diamandemen. Sayangnya, perubahan demi perubahan tersebut dinilai belum memenuhi sebuah undang-undang yang ideal mencakup semua lini.

(lia/nik)

Baca Juga

Mega: 6 Pasal UUD 45

Jakarta – Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menegaskan, Pasal 27, 28, 29, 31, 33, dan 34 Undang-Undang Dasar 1945, menyangkut hal-hal yang sangat prinsipil, sehingga tidak boleh diubah dan bersifat tetap.

“Pasal-pasal tersebut merupakan penerjemahan langsung Pancasila yang merupakan dasar hukum bangsa ini, oleh karena itu tidak boleh berubah,” kata Megawati, dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Tjahjo Kumolo, dalam forum “Pekan Konstitusi, UUD 1945, Amandemen, dan Masa Depan Bangsa”, di Jakarta, Senin (30/1).

Pasal 27 ayat 2 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pekerjaan dan penghidupan yang layak. Pasal 28 menjamin kemerdekaan untuk berserikat, berkumpul, dan menyampaikan pendapat secara tulisan maupun lisan. Pasal pada amandemen I-IV juga menyangkut hak-hak warga negara lainnya.

Pasal 29 menyatakan bahwa Negara berdasar pada Asas Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal 31 memberi landasan bagi hak warga negara untuk mendapat pendidikan, pasal 33 menegaskan soal kemandirian ekonomi bangsa, sementara Pasal 34 mengatur kewajiban negara untuk memelihara fakir miskin dan penyediaan layanan kesehatan.

“Pasal-pasal itulah yang menjamin kedaulatan negara dalam bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan,” kata Mega.

Mega mengatakan, amandemen kelima yang sebelumnya banyak disuarakan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD), harus menjadi momentum untuk meluruskan kembali liberalisasi politik dan ekonomi yang telah mengaburkan gambaran ideal rakyat sebagai negara berdaulat berdasarkan Pancasila.

“Saya tegaskan bahwa amandemen harus dijawab dengan sikap kenegarawanan, dan dalam suatu pemahaman yang kuat terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara,” kata Mega.

Mega mengatakan bahwa saat ini Pancasila tidak lagi menjiwai Batang Tubuh UUD 1945 amandemen IV yang mengakibatkan Indonesia menjadi bangsa yang mudah goyah dan terombang-ambingkan oleh pusaran gelombang kepentingan global.

Mega juga berkomentar bahwa amandemen yang sudah dilakukan empat kali dibuat dalam suasana euforia runtuhnya Orde Baru yang didominasi oleh suasana kebatinan yang menjadikan kebebasan adalah segala-galanya. Selain itu amandemen juga merupakan proyeksi kemarahan terhadap Orde Baru.

“Namun amandemen juga mendekatkan Indonesia pada gambaran sebagai negara ideal, ada pembatasan masa jabatan presiden, penghapusan dwifungsi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (sekarang TNI), peningkatan kualitas demokrasi, dan kebebasan pers,” kata dia.

Pekan Konstitusi merupakan acara yang digelar 30 Januari-4 Februari untuk membahas usulan DPD tentang amandemen kelima. Acara ini dihadiri beberapa tokoh di antaranya mantan wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari, Jenderal (Purn) Try Sutrisno, mantan Ketua Nahdlatul Ulama Hasyim Muzadi, Ketua DPD Irman Gusman, dan Sultan Hamengkubuwono X.

DPD mengusulkan 10 poin penting perubahan UUD 1945 di antaranya adalah, memperkuat sistem presidensial, mengoptimalkan sistem perwakilan DPD, membuka calon presiden jalur perseorangan, memperkuat peran Mahkamah Konstitusi, penambahan pasal Hak Asasi Manusia dan penajaman bab tentang pendidikan dan ekonomi. [TMA, Ant]

Amendemen V UUD

Selasa, 31 Januari 2012 01:36 WIB |

Amandemen Kelima UUD Diharapkan Perketat Syarat CaPres

Jakarta (ANTARA News) – Rencana perubahan (amendemen) kelima terhadap Undang Undang Dasar 1945 diharapkan memasukkan poin untuk memperketat persyaratan bagi proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden.

“Mestinya ke depan dipertimbangkan persyaratan agar calon yang maju menjadi semakin berkualitas,” kata Sultan Hamengku Buwono X dalam satu rangkaian acara “Pekan Konstitusi” bertema “UUD 1945, Amendemen dan Masa Depan Bangsa” di Jakarta, Senin.

Beberapa poin penguatan yang harus didorong itu, menurut Sultan HB X, di antaranya adalah latar belakang rekam jejak kehidupan, disposisi moralitas, keunggulan penguasaan ilmu dan pendidikan, serta kesetiaan pada Pancasila.

“Pemilu 2014 harus mempu menghasilkan kepemimpinan kolektif yang terdiri atas tiga unsur kekuatan politik bangsa yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif,” kata Sultan.

“Bertolak dari pemikiran itu, hendaknya pemimpin nasional terpilih harus memiliki gaya kepemimpinan menyejukkan dan merangkul seluruh unsur bangsa, serta berani melakukan perubahan konstruktif meskipun harus mengambil kebijakan yang tidak populer,” katanya.

Selain itu, Sultan juga mendukung gagasan tentang dibolehkannya calon perseorangan atau non partisan untuk mengikuti pemilihan umum presiden secara langsung.

“Mekanisme pencalonan presiden dan wakil presiden pun hendaknya membuka peluang selebar-lebarnya bagi setiap anak bangsa dengan membuka pencalonan secara independen,” kata Sultan.

“Pekan Konstitusi” adalah forum yang diadakan Konferensi Cendekiawan Muslim Internasional (International Conference of Islamic Scholars/ICIS) guna menanggapi usulan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk melanjutkan amendemen UUD 1945.

DPD RI mengusulkan 10 poin penting perubahan UUD 1945, di antaranya, memperkuat sistem presidensial, mengoptimalkan sistem perwakilan DPD, membuka calon presiden jalur perseorangan, memperkuat peran Mahkamah Konstitusi, penambahan pasal Hak Asasi Manusia dan penajaman bab tentang pendidikan dan ekonomi.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam forum tersebut di antaranya adalah mantan presiden Megawati Soekarnoputri, mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsudin, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Tohari, mantan wapres Try Sutrisno, mantan Ketua Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi, Ketua DPD RI Irman Gusman dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X. (P012/A026)Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

27
Jan
12

IpTek : Bungker Kelelawar Israel

Bungker Kelelawar

RepublikaRepublika 
Ssstt.. Bungker Rahasia Israel Jadi Sarang Kelelawar

REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT – Bunker rahasia tentara Israel di Qasr Al-yahud, sepanjang Sungai Yordan menjadi tempat hidup bagi ribuan spesies kelelawar yang terancam punah.

Salah satu bekas bungker di sepanjang Sungai Yordan adalah wilayah yang dipercaya umat Kristiani sebagai tempat Yesus dibaptis oleh Yohanes. Namun saat ini adalah bunker yang didiami ribuan mamalia bersayap ini.

Bunker ini juga berfungsi sebagai lokasi tambang, yang ditunjuk secara resmi oleh pihak militer Israel. Para Peneliti dari Universitas Tel Aviv mengatakan ribuan kelelawar ini hidup di dalam gua-gua baja yang gelap dan terpencil.

Peneliti telah mengidentifikasi terdapat 12 jenis spesies kelelawar endemik wilayah ini. Di wilayah seluas 100 kilometer sepanjang jalur antara Laut Galilea hingga ujung utara Laut Mati di Tepi Barat yang diduduki Israel.

“Tidak ada keraguan bahwa dengan berada di zona militer Israel yang tertutup dan rahasia ini, habitat kelelawar malah berkembang,” kata salah satu peneliti, Eran Levin, dalam reuters, Jumat (27/1).

Salah satu bekas bungker di sepanjang Sungai Yordan adalah wilayah yang dipercaya umat Kristiani sebagai tempat Yesus dibaptis oleh Yohanes. Namun saat ini adalah bunker yang didiami ribuan mamalia bersayap ini.

Spesies kelelawar ternyata berbeda di setiap bunker. Beberapa kelelawar tinggal di tempat tidur susun dan perangkat logam yang sudah ditinggal militer Israel

27
Jan
12

Ekonomi : Finlandia Takjubi Indonesia

https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

http://dunia.vivanews.com/news/read/282824-menteri-finlandia–indonesia-is-the-future

Menteri Finlandia Takjub Lihat Ekonomi RI
Perkembangan perekonomian yang pesat di Asia menurut Stubb sangat seksi

Rabu, 25 Januari 2012, 16:31 WIB

Denny Armandhanu

VIVAnews – Asia tenggara, khususnya Indonesia, memiliki potensi besar untuk menjadi penyelamat Eropa dan perekonomian dunia secara keseluruhan. Finlandia telah melihat potensi ini dan menyarankan Uni Eropa untuk lebih terbuka pada pasar Asia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Urusan Uni Eropa dan Perdagangan Luar Negeri Finlandia Alexander Stubb di Jakarta, Rabu 25 Januari 2012. Menurutnya, saat ini dunia telah memasuki masa multipolar, di mana kekuatan ekonomi politik dan ekonomi tidak melulu dikuasai oleh AS dan Eropa. Ada kekuatan-kekuatan lain yang mulai ikut bermain dalam catur perekonomian dunia.

“Sekarang tidak hanya AS dan Eropa yang memegang kuasa, tapi ada negara lain, yaitu China, Indonesia, Brasil, Afrika Selatan, Korea Selatan,” kata Stubb.

Perubahan kentara, menurutnya, dapat dilihat di Indonesia. Pada kunjungan dua harinya ke Jakarta, dia mengatakan telah melihat perkembangan yang nyata di negara ini. Menurutnya, perkembangan ekonomi Indonesia saat ini telah melampaui perkembangan di Eropa, terutama di tengah krisis yang telah berlangsung dua tahun terakhir.

Stubb mengetengahkan, perkembangan ekonomi Indonesia tahun lalu mencapai 6,4 persen, tahun ini diperkirakan 6,5 persen, dan tahun 2014 Indonesia menargetkan 7 persen. “Bagi saya Indonesia is the future, Indonesia sangat seksi,” kata Stubb.

Perkembangan di Asia, khususnya Indonesia ini, kata Stubb haruslah digunakan Eropa untuk mengatasi krisisnya. Ke depannya, menurutnya, Amerika Serikat memang tetap akan menjadi negara super power, tapi hanya di bidang militer. Tapi Asia yang akan menjadi kawasan super power di bidang ekonomi. Sementara Eropa, candanya, hanya akan menjadi super power di bidang gaya hidup.

“Tapi kau tidak bisa mempertahankan gaya hidup tanpa perkembangan ekonomi. Eropa harus paham betul masa depan di Asia,” kata Stubb.

“Eropa harus melihat masa depan mereka di Asia. Ini soal bergabung dengan pasar yang tengah berkembang. Uni Eropa memang mengerti soal globalisasi, tapi ekonomi global dikalahkan oleh politik lokal,” lanjut Stubb, merujuk pada posisi Uni Eropa yang ditentukan oleh para politisi yang cenderung tidak satu suara dalam mengatasi krisis.

Posisi Indonesia yang kuat juga disampaikan oleh Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia dan ASEAN dapat membantu meredakan krisis di Eropa.

Kepada VIVAnews, Wilson mengatakan, saat ini yang perlu dilakukan Asia adalah tetap membuka pasar mereka kepada Eropa. “Pertumbuhan di Indonesia membantu kami. Jika melihat intra ASEAN, sebenarnya kalian telah terintegrasi secara ekonomi, 10 kali lebih pesat daripada 10 tahun terakhir. Integrasi ASEAN lebih tinggi dua per tiga dibandingkan integrasi Uni Eropa,” kata Wilson. (umi)

Myanmar Mendatang

AntaraAntara 

 IMF Pandang Myanmar Sebagai Titik Terang Ekonomi Asia Mendatang

Washington (ANTARA/Xinhua-0ANA) – Dana Moneter Internasional (IMF) baru-baru ini memuji upaya reformasi ekonomi Myanmar, dan mengatakan bahwa negara ini memiliki potensi untuk menjadi titik terang ekonomi berikutnya di Asia.

“Pemerintah baru menghadapi kesempatan bersejarah untuk mulai melompat ke proses pembangunan dan mengangkat standar hidup,” kata badan dunia yang berbasis di Washington dalam satu pernyataan yang disiarkan pada awal pekan ini setelah berkonsultasi dengan Myanmar.

“Myanmar memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi dan bisa menjadi ekonomi terdepan berikutnya di Asia, jika dapat mengubah kekayaan sumber daya alam, tenaga kerja muda, dan kedekatan dengan beberapa ekonomi yang paling dinamis di dunia, menjadi keuntungannya,” kata pemberi pinjaman global itu.

Satu misi IMF yang dipimpin oleh Meral Karasulu mengunjungi Nay Pyi Taw dan Yangon antara 9 sampai 25 Januari.

Karasulu mencatat bahwa upaya reformasi terakhir Myanmar “berjalan pada arah yang benar.”

 

Negara Asia ini “akan mendapat manfaat dari konsultasi luas dengan para pemangku kepentingan dan menggunakan praktek-praktek terbaik internasional, yang disaring dari pengalaman negara lain,” kata kepala misi.

IMF telah memproyeksikan produk nyata domestik bruto Myanmar tumbuh sekitar 5,5 persen dalam tahun fiskal ini dan enam persen tahun depan.




Blog Stats

  • 3,146,654 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…