Posts Tagged ‘Infrastructural

01
Nov
14

Prasarana : Jembatan Selat Sunda Batal Dibangun

Ada Dua Hal, Jokowi Batalkan Pembangunan Jembatan Selat Sunda

jembatan laut

Jakarta – ‎Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) yang sudah direncanakan sejak tahun 1960, sepertinya tidak akan dilanjutkan lagi pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada dua hal yang menjadi pertimbangan Jokowi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinof Chaniago, menuturkan, Selat Sunda termasuk dalam kawasan laut Indonesia yang padat dilalui oleh kapal perdagangan. Jika pembangunan JSS dilanjutkan maka dikhawatirkan akan menghilangkan identitas Indonesia sebagai negara maritim.

“Kalau dimatikan dan malah tidak ditingkatkan kinerjanya, itu akan menghilangkan identitas Indonesia sebagai negara maritim,” ujarnya Jumat (31/10/2014).

Jalan keluarnya kata Adrinof, pemerintahan Jokowi punya kewajiban untuk memperbaiki pelayanan penyerangan di Selat Sunda. misalnya dengan menambah armada penyeberangan, dermaga, dan memperbaiki fasilitas pendukung lainnya, serta menempatkan Sumber Daya Manusia yang bagus untuk ditempatkan di Pelabuhan Merak dan Bakauheni.

Kemudian lanjut Adrinof, pertimbangan kedua yakni persoalan ketimpangan. Pembangunan JSS juga dikhawatirkan akan menimbulkan ketimpangan ekonomi di wilayah barat Indonesia, dan juga bisa mematikan ekonomi rakyat kecil seperti para nelayan.

“Katanya pemerataan, tapi kita bikin megapoyek yang membuat ekonomi terkonsentrasi di barat. Kita harus berhenti berpikir paradoks,” ucap Andrinof.

Ia pun menambahkan ada pertimbangan lain. Menurutnya, Jokowi lebih memprioritaskan adanya kebutuhan rumah rakyat yang masih minim. Dan saat ini, kata Adrinof, ‎ ketimpangan antara permintaan rumah dan ketersediaan rumah itu setidaknya mencapai 15 juta rumah, dengan peningkatan lebih dari 1 juta rumah per tahun.

Untuk itu, dibanding pemerintah mengalokasikan dana yang cukup besar untuk pembangunan JSS, maka lebih baik Jokowi mengalihkan anggaran itu pembangunan rumah rakyat. Karena bisa jadi, pembangunan JSS sebenarnya hanya menguntungkan orang kaya bukan rakyat kecil.

“Ini apa hubungannya dengan JSS? Adanya backlog itu karena konsesi penguasaan lahan. Penguasaan lahan oleh segelintir pengusaha membuat harga tanah tidak terjangkau. Jadi, ke depan harus jelas membangun itu untuk apa. Membangun untuk segelintir orang atau rakyat banyak?” jelasnya

Diketahui, JSS‎ merupakan bagian dari proyek Asian Higway Network (Trans Asia Higway dan Trans Asia Railway. Pembangunan proyek ini diprediksikan menelan dana Rp 100 triliun yang diambil dari pembiayaan konsorsium. Dan akan dipimpin oleh perusahaan konstruksi dari PT Bangungraha Sejahtera Mulia (BSM).

Menurut rencana panjang JSS ini mencapai panjang keseluruhan 31 kilometer dengan lebar 60 meter‎, masing-masing sisi mempunyai 3 lajur untuk kendaraan roda empat, dan lajur ganda untuk kereta api akan mempunyai ketinggian maksimum 70 meter dari permukaan air.

JSS sendiri sudah diluncurkan dalam Soft lounching pada tahun 2007 dan akan dimulai pembangunannya tahun 2010, dan diperkirakan dapat mulai dioperasikan pada tahun 2020. Namun, sepertinya rencana itu tidak tercapai. (Abn)

 

About the author:

03
Oct
14

Prasarana : Pelabuhan Tanjung Perak Seperti Bandara

Ini kemewahan Pelabuhan Tanjung Perak, nyaman seperti di bandara

MERDEKA.COM. Citra pelabuhan yang tak rapi, dipatahkan setelah melihat wajah Pelabuhan Tanjung Perak saat ini. Pelabuhan di ujung pulau Jawa ini semakin mewah dan elegan setelah dilengkapi terminal penumpang Gapura Surya Nusantara.

Kapasitas penumpang kini bertambah dua kali lipat. Dari sebelumnya berkapasitas 2.000 sekarang menjadi 4.000 penumpang. Direktur Utama Pelindo III (Persero) Djarwo Surjanto menuturkan, investasi untuk pembangunan terminal penumpang yang kini membuat wajah Pelabuhan Tanjung semakin elegan, mencapai Rp 160 miliar.

Terminal penumpang ini cukup mewah layaknya terminal bandara berkelas internasional. “Terminal ini terdiri 3 lantai dengan luas 16.120 meter persegi,” ujar Djarwo usai peresmian Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (2/10).

Djarwo menambahkan, di dalam terminal penumpang disediakan 2 garbarata atau jembatan berdinding dan beratap yang menghubungkan ruang tunggu penumpang ke kapal.

Biasanya, garbarata kita lihat di bandara, yang memudahkan akses penumpang dari ruang tunggu ke pesawat.

“Dua unit garbarata boarding bridge ini menghubungkan terminal penumpang dengan kapal melalui fasilitas berupa lorong,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sistem operasional di bandara juga diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak. Penumpang disediakan ruang khusus atau yang dikenal dengan istilah boarding room di bandara.

“Jadi disediakan ruang tunggu untuk penumpang saat mulai masuk dan cek in kemudian ke ruang tunggu, istilahnya boarding kan,” jelasnya.

Kemewahan lain yang bisa ditemui di Pelabuhan ini adalah sistem Sewage Treatment Plant (STP).

“Yaitu sistem air yang dapat mendaur ulang air buangan dari gedung itu sendiri menjadi air untuk flushing toilet,” ungkapnya.

Baca Berita Selanjutnya:
TNI AU setujui Lanud Wirasaba jadi bandara komersial
DPR pertanyakan penggunaan dana pajak bandara
Bangun 15 bandara baru, penerbangan perintis diutamakan
Pesawat tujuan Singapura dialihkan ke Batam
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

16
Sep
14

Prasarana : Pelabuhan Laut Cilamaya ?

logo itb 2
Selasa, 16 September 2014


Pelabuhan Laut Cilamaya ?

Senin, 15 September 2014 – 15:45 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH
Suara Pembaca:
Pelabuhan Laut Cilamaya ?Cilamaya Hendak ke Mana [Gatra 17Sep14, halaman 31] menghentak ingatan ke tahun 1975 ketika bekerja sebagai Staf Teknik Direksi PT (Persero) Pupuk Kujang, Cikampek yang antara lain bertugas merintis “studi” kelayakan muara sungai Cilamaya untuk jadi pintu masuk angkutan peralatan2 pabrik petrokimia seperti yang harus diangkut dengan dolly trailer beroda puluhan (lupa jumlahnya), termasuk penguatan struktur jetty (dok kecil) milik Pertamina, jalan & jembatan JaSem (Jakarta Semarang) dan lintasan kereta api Cikampek, menuju Dawuan, lokasi pabrik Pupuk Kujang.

Khusus, muaranya, waktu itu ditandai bahwa sedimen lumpur secara dinamis alami selalu terjadi walau dikeruk berkala, sehingga tidak terpikir dibangun fasilitas tetap berwujud pelabuhan laut di alur Cilamaya itu.

Namun dengan kemajuan teknologi abad 21 sangat boleh jadi memang ada terobosan istimewa, dan kini ternyata ditemui problem dengan pipa gas Pertamina sehingga perlu digeser 3 kilometer menjauhi pipa gas itu.

Penggeseran itu menurut saya tetap tidak bisa mengesampingkan dinamika alami arus laut dangkal di utara sungai Cilamaya itu, semoga pihak2 terkait mempertimbangkan faktor alam ini baik masa konstruksi dan masa operasinya kelak.

Jakarta, 15 September 2014
Dr Ir Pandji R Hadinoto MH
Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845

09
Jun
14

Transportasi : Tol Laut Jokowi

Idee yang bagus dari Jokowi & teamnya. Tetapi sejajar dengan itu, mengapa tidak dibuat juga jembatan udara, dimana dioperasikan pesawat2 raksasa(super jumbo)  yang iriit bahan bakarnya .

Misalnya pesan jumbo raksasa  Antonov  AN 225  spesial yang irit BBM nya. Atau terlalu mahal ?
======================================================================

Inilah Penjelasan “Tol Laut” yang Akan Dibangun Jokowi

Sabtu, 7 Juni 2014 | 11:50 WIB
altTRIBUNNEWS/HERUDIN Capres dari poros PDIP, Jokowi, memaparkan visinya dalam bidang ekonomi pada acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK, di Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). Acara yang diadakan oleh kelompok pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (KPP Jokowi-JK) ini untuk mengetahui dan memahami arah prioritas kebijakan ekonomi pemerintahan pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK secara langsung.


JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Forum Ekonomi Megawati Institute, yang juga anggota tim ekonomi capres-cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kalla, Arif Budimanta menjelaskan, konsep ‘tol laut’ yang menjadi visi-misi pasangan capres-cawapres No.2 itu serupa dengan Pendulum Nusantara.

Arif menuturkan, ‘tol laut’ bertujuan untuk mengembangkan ekonomi maritim. “Menjadikan laut sebagai basis konektivitas produksi dan pemasaran antar daerah/pulau di Indonesia dan regional,” kata Ketua Forum Ekonomi Megawati Institute (FEMI) itu, kepada Kompas.com, Sabtu (7/6/2014).

Harapannya, realisasi ‘tol laut’ tersebut dapat menurunkan biaya logistik. Sehingga, lanjutnya, stabilitas harga barang maupun komoditas antar daerah terjaga.

“Untuk itu akan dikembangkan ‘tol laut’ berupa pengembangan pelabuhan hub di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua,” ujar anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat RI itu.

Dia menambahkan, nantinya, ada kapal yang secara reguler menghubungkan wilayah-wilayah/pulau-pulau sekitarnya dan maupun ke kawasan regional di wilayah Asia-Pasifik
.


21
Mar
13

Prasarana : Jembatan Selat Sunda Dipercepat ?

Jembatan Selat Sunda Dipercepat

Kamis, 21 Maret 2013 | 08:10 WIB
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Feri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (10/8/2011). Pemerintah berencana membangun Jembatan Selat Sunda untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Erlangga Djumena

Proyek Jembatan Selat Sunda Sesat Pikir ?

Selasa, 16 Oktober 2012 | 12:11 WIB
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT Feri dari Pelabuhan Merak, Banten, mengangkut mobil memasuki Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Rabu (10/8/2011). Pemerintah berencana membangun Jembatan Selat Sunda untuk menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

JAKARTA, KOMPAS.com — Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3I) adalah bukti tak terbantahkan betapa pemerintah saat ini masih terobsesi dengan pertumbuhan ekonomi.

Daniel Moh Rosyid, Guru Besar Riset Operasi dan Optimasi Department of Ocean Engineering, ITS Surabaya, mengatakan, pemerintah seolah tidak mampu membayangkan sebuah visi tanpa pertumbuhan ekonomi. Dan, untuk tumbuh membutuhkan investasi infrastruktur besar-besaran.

Menurut dia, gagasan membangun Jembatan Selat Sunda (JSS) mendapatkan pembenarannya di sini. MP3EI dan JSS adalah contoh dua sesat pikir yang menghinggapi para die-hard economist yang melakukan perencanaan pembangunan saat ini. Ia menyebutkan, sesat pikir pertumbuhan sudah ditunjukan oleh filsafat Ivan Illich ataupun ekonom EF Schumacher dan persoalan mobil sebagai budak energi.  “Saya akan menunjukan sesat pikir JSS,” katanya di Jakarta, Senin (15/10/2012) kemarin.

Sesat pertama, JSS dijadikan alasan bagi penggantian layanan feri penyeberangan Merak-Bakauheni yang buruk saat ini. Padahal, layanan penyeberangan yang buruk saat ini adalah akibat dari kebijakan perhubungan yang didikte oleh industri mobil dan dominasi jalan at all costs sehingga menelantarkan angkutan umum, termasuk yang berbasis rel dan penyeberangan.

Sesat kedua, JSS adalah kelanjutan dari solusi jalan dan mobil pribadi yang telah mendominasi kebijakan transportasi nasional sejak Orde Baru, terutama dengan bantuan Jepang.

Daniel menyebutkan, dominasi moda jalan pribadi ini telah membunuh angkutan umum moda transportasi rel dan sungai di Jawa maupun luar Jawa. “JSS ini juga akan membunuh moda feri penyeberangan seperti yang telah dilakukan oleh Jembatan Suramadu,” ungkapnya.

Ambil contoh, layanan penyeberangan Ujung Kamal sebelumnya adalah layanan yang menguntungkan (terminal penyeberangan tipe A), tetapi saat ini operatornya harus merugi dan disubsidi (terminal tipe C).

Sesat ketiga, solusi jembatan antarpulau adalah solusi yang mengingkari fitrah negeri ini sebagai negara kepulauan seperti yang dinyatakan secara eksplisit dalam UUD 1945 hasil amandemen. “Tidak ada bukti empiris dan model ekonomi regional yang bisa menunjukkan manfaat jembatan antarpulau bagi kawasan di kedua pulau,” papar Daniel.

Menurutnya, bukti empiris manfaat jembatan pelintas sungai melimpah dan amat meyakinkan. Tapi, JSS gagal membedakan fitrah sungai dan selat yang dalam konsep ruang sangat berbeda. Jembatan sungai adalah solusi jarak dalam ruang cekung. Di dalam sebuah ruang cekung selalu ada dua titik yang jika dihubungkan dengan sebuah garis lurus sebagian ruas garis ini bakal keluar dari ruang cekung tersebut.

Nah, dua pulau yang dihubungkan oleh jembatan antarpulau justru membentuk ruang cekung. Jembatan pelintas selat ini  tidak memberi solusi jarak, tapi malah menimbulkan masalah jarak.

Daniel menambahkan, dalam perspektif geologi, air laut justru membuat kontur dasar laut yang rumit dengan patahan dan palung menjadi rata. “Air laut adalah jembatan alamiah, bukan bagi mobil, tapi bagi kapal. Jembatan akan dibutuhkan jika tidak ada air laut di selat dan lainnya, untuk menghindari trace jalan yang rumit dan berkelak-kelok,” sebutnya.

Belum lagi dengan ketidakpastian beban yang ditimbulkan oleh aktivitas tektonik dan vulkanik di Selat Sunda, JSS secara teknis inferior dibanding sistem feri maju yang bisa diadakan dengan lebih murah, dan cepat, serta ramah lingkungan.

Untungkan mafia tanah

Selain itu, Daniel berkata, secara ekonomi regional, JSS hanya menguntungkan pemilik dan mafia tanah di sisi Banten dan Lampung. Bahkan, pemilik tanah di Lampung akan atau bahkan sudah berganti tangan ke orang-orang Jakarta yang secara finansial jauh lebih mampu. “Penyebabnya, pendidikan dan keterampilannya yang tebatas, para penjual tanah di Lampung akan segera menjadi penonton di kampung halaman mereka sendiri,  atau menjadi urbanisator ataupun buruh pabrik,” jelas Daniel.

Sebab itu, JSS hanya memberi manfaat ekonomi regional yang terbatas bagi kedua pulau. Bagi Pulau Jawa dan Sumatera, yang dibutuhkan adalah prasarana transportasi di kedua pulau tersebut, yaitu jalan tol dan double-track kereta api lintas Sumatera dan Jawa, yang terintegrasikan ke pelabuhan-pelabuhan yang efisien di kedua pulau tersebut.

Dengan demikian, lintasan penyeberangan antara Merak dan Bakauheni bisa dilayani dengan sarana dermaga dan sistem feri maju generasi terakhir dengan teknologi yang sudah terbukti yang jauh lebih murah dan dapat disediakan dalam waktu yang jauh lebih singkat daripada JSS. (Dadan M Ramdan/Kontan)

 

Sumber :

KONTAN

Editor :
Erlangga Djumena
21
Jan
13

Prasarana : Mobil Penyuling Air ITB

Krisis Air, ITB Kirim Mobil Ajaib Penyuling Air

TEMPO.COTEMPO.CO 

Konten Terkait

  • Krisis Air, ITB Kirim Mobil Ajaib Penyuling AirLihat FotoKrisis Air, ITB Kirim Mobil Ajaib Penyuling Air

TEMPO.CO, Bandung – Sebanyak 6 unit mobil instalasi penjernih air hasil teknologi ITB dipakai Kementerian Pekerjaan Umum, untuk mengolah air sungai Ciliwung menjadi siap minum. Mobil penjernih air itu disebar ke 6 lokasi di Jakarta sejak kemarin hingga Senin 21 Januari 2013 hari ini. Airnya bisa diperoleh gratis oleh warga korban banjir.

Direktur Operasional Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB, Rusnandi Garsadi, mengatakan, 4 dari 6 unit mobil instalasi penjernih air bikinan ITB itu sudah dioperasikan di Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur, Rawa Buaya, dan Jatiasih. “Dua lokasi lagi hari ini sedang dicari di Jakarta Utara,” kata Rusnandi kepada Tempo, Senin, 21 Januari 2013.

Menurut Rusnandi, mobil instalasi itu bisa berpindah tempat sesuai permintaan warga. Satu unit mobil mampu menghasilkan 500 ribu liter air per hari. Air sebanyak itu bisa digunakan bagi 30 ribu orang. “Instalasinya dirancang sanggup bekerja selama 24 jam,” katanya.

Air yang dijernihkan berasal dari sungai Ciliwung. Setelah disedot dengan pompa, air disaring, kemudian bakteri dan kumannya dimatikan dengan desinfektan. Proses awal instalasi itu memakan waktu setengah jam. “Instalasi ini sanggup mengolah air sekeruh apa pun hingga lebih dari 10 ribu mpu menjadi 0 atau seperti Aqua,” kata Rusnandi.

Setelah air bersih keluar dari pipa instalasi, air itu bisa langsung diminum. Namun jika warga menyimpannya dalam ember, jerigen, atau tempat lain, Rusnandi menyarankan airnya dimasak dulu sebelum diminum. “Kalau sudah disimpan begitu, kami tidak jamin airnya steril,” kata dia.

Instalasi penjernih air itu karya para dosen ITB, yaitu Rusnandi Garsadi, Yusuf Rianto, Indratmo Soekarno, dan Harun Sukarmadidjaja, Hang Tuah, dan Sugandar. Rencananya, mobil instalasi penjernih air itu akan dioperasikan hingga 10 hari ke depan untuk membantu warga korban banjir di Jakarta.

ANWAR SISWADI

14
Jan
13

Prasarana : Jakarta Deep Tunnel

Perbandingan Deep Tunnel Jakarta dengan Negara Lain

TEMPO.COTEMPO.CO 

TEMPO.CO , Jakarta – Peneliti sekaligus penggagas Multi-Purpose Deep Tunnel (MPDT), Firdaus Ali menyebut konsep gorong-gorong yang akan diterapkan di Jakarta adalah terobosan. »Ini yang MPDT pertama di dunia yang punya lima fungsi. Kita menerapkan ini berarti lompatan 100 langkah ke depan dibanding negara-negara lain,” ujar Firdaus, Ahad 13 Januari 2013.

Konsep MPDT Jakarta mengadopsi terowongan dari lima negara yaitu Amerika Serikat, Hongkong, Jepang, Malaysia, dan Singapura. Rata-rata di negara-negara itu terowongan bawah tanah hanya satu fungsi. Di Amerika Serikat, Firdaus merujuk pada terowongan yang dibuat di Boston, Massachusets untuk tol bawah tanah. Lalu di Chicago, Illinois untuk kendali banjir; dan Milwaukee, Wisconsin terowongan untuk pengendali limbah.

Di Hongkong dan Singapura, terowongan juga berfungsi sebagai pengendali limbah saja. Pun di Tokyo, Jepang, terowongan bawah tanah berfungsi tunggal untuk pengendali banjir. »Hanya di Malaysia fungsinya dua, untuk jalan tol sekaligus pengendali banjir.”

Layaknya mengumpulkan potongan puzzle, Firdaus merangkai konsep terowongan-terowongan itu menjadi satu. Dia menjelaskan, depp tunnel yang bakal dibangun nanti memborong lima fungsi sekaligus: mengatasi kemacetan, banjir, limbah, menyuplai air baku, dan saluran pipa utilitas (ulitity pipe) untuk serat optik maupun kabel listrik. Inilah hasil kajian dia nyaris sepanjang karir akademiknya, 1992 hingga sekarang.

Negara-negara luar tidak bisa memiliki deep tunnel seperti Jakarta. Karena, mereka tidak punya lima masalah pelik yang harus diatasi sekaligus seperti kota ini. “Mereka buat di sana untuk apa? mereka tidak punya lima masalah seperti Jakarta.” Keunikan konsep MPDT membuat Firdaus diundang ke Shanghai, China untuk presentasi pada 7 Maret nanti.

ATMI PERTIWI




Blog Stats

  • 3,246,044 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…