Archive for September, 2019

27
Sep
19

Kenegarawanan : Pandekar Indonesia

bela-pancasila-300x350

Suara Warga45

PANDEKAR INDONESIA

Memperingati Pidato Presiden Sukarno 30 September 1960 di PBB New York berjudul To Build The World A New tentang Pancasila, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 dan Hari Tentara Keamanan Rakyat 5 Oktober 1945, serta mencermati ikhwal *Lintasan Sejarah Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/17/kenegarawanan-lsi-lintasan-sejarah-indonesia/amp/

berpeta periodesasi sebagai berikut

1) Periode Peradaban Tatar Sunda

2) Periode Pergerakan Nusantara (130M – 1908M)

2.1 Era Merdeka 100% (130M- 1500M)

2.2 Era Merdeka Terbatas-1 (1500M – 1908M)

3) Periode Merdeka Terbatas-2 (1908M – 1945M)

3.1 Era Pergerakan Nasional (1908M – 1928M)

3.2 Era Perintisan Kemerdekaan (1928M – 1945M)

4) Periode Peraihan Daulat NKRI (1945M – 1950M)

5) Periode Daulat Kemerdekaan (1950M – sekarang)

Maka dipandang perlu membekali anak2 bangsa Indonesia tentang *PANDEKAR (Pancasila Merdekakan Rakyat) Indonesia* berdasarkan uraian *Pancasila Dalam Lintasan Sejarah*

https://www.academia.edu/38153415/PANCASILA_DALAM_LINTASAN_SEJARAH.docx

Adapun Tatanilai Pancasila yang telah membumi sejak Peradaban Tatar Sunda tersebut kontributor Sistim Ketahanan Bangsa Indonesia d/h Nusantara sehingga berdaya lenting tinggi di Era Merdeka 100% (130M – 1500M) antara lain memuncaknya kejayaan negara Sriwijaya dan negara Majapahit, mengikuti teori siklus hidup peradaban besar kenegaraan dari Arnold J Toynbee (1889-1975).
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa ini masih tersedia cukup di Era Merdeka Terbatas-1 (1500M – 1908M) untuk prakarsai beragam kontra kolonialisme ipoleksosbudhankam pihak2 asing walau sporadis di berbagai pelosok negeri.
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa terbukti meningkat tajam di Era Merdeka Terbatas-2 (1908M – 1945M) hingga mencapai titik akumulasinya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa inilah yang juga jadi modalitas bagi perjoangan di Periode Peraihan Daulat NKRI (1945M – 1950M) berlanjut di Periode perjoangan Daulat Kemerdekaan (1950M – sekarang) walau terkaji oleh Freedom House USA 2019 bahwa Indonesia Partly Free (atau masih Merdeka Terbatas).
Oleh karena itulah, kedepan ketika menapaki Visi Indonesia 2045 rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8 Januari 2019, syarat Indonesia Jaya adalah *Merdeka 100% berdasarkan Pancasila*
Dalam pengertian inilah *PANDEKAR INDONESIA* menjadi penting terus digelorakan terutama di kalangan milenialis sebagai the coming leader of Indonesia

*Strategi Ketahanan Bangsa* [H.R. Soeprapto, 2005] kini dan esok yang perlu dicermati berkelanjutan berkait Kehidupan-kehidupan
1) Keagamaan tidak Rawan
2) Ideologi tidak Retak
3) Politis tidak Resah
4) Ekonomis tidak Ganas
5) Sosial Budaya tidak Pudar
6) HanKamNas tidak Lengah
7) Ekologis tidak Gersang

Jakarta, 27 September 2019

Salam Joang45,
Pandji R Hadinoto GPA45
NRI 2001483370

17
Sep
19

Kenegarawanan : LSI Lintasan Sejarah Indonesia

Logo GPA45

*LSI LINTASAN SEJARAH INDONESIA*
Pandji R Hadinoto GPA45
Temu Joang45, *19Sep19*

1. Peradaban Tatar Sunda

Keberadaan peradaban tatar Sunda 10 ribu SM pra Laut Jawa tertandai kini oleh situs2 spt Gunung Padang, Cianjur dan Kota Atlantis yang terindikasi di Barat Laut Pulau Bawean, Laut Jawa

2. Pergerakan Nusantara 130 – 1908

2.1 Merdeka 100% 130-1500

Peradaban satuan masyarakat terstruktur, sistimatis & masif (TSM) terdata sejak Salakanegara yg terbentuk 130M di Jawa Barat sbg kerajaan tertua di Nusantara di era keberadaan Laut Jawa.

2.2 Merdeka Terbatas-1 1500-1908

Merdeka Terbatas = warga masih berkeleluasaan bergerak melakukan perlawanan terbuka dan tertutup thd sistim penjajahan

Kala 1500an Majapahit meruntuh akibat faktor2 internal, muncul Dual Super Power (DSP), Spanyol dan Portugis mendistorsi LSI diawali dgn Tratados de Torsidillas 1494 dan Perjanjian Zaragosa 1529 yang membagi wilayah operasionalnya di Nusantara memperebutkan Sumber Daya Bumi (SDB) unggulan kala itu yaitu rempah2

Namun sejak 1600an distorsi thd LSI didominasi operasi VOC Belanda sd 1800, Inggris 1811-1816 dan Hindia Belanda sd 1942, Jepang sd 1945

3. Merdeka Terbatas-2 1908-45

Bersyukur setelah LSI tertekan oleh Politik Tanam Paksa 1830, terkondisi Politik Etis 1901 diperoleh LSI daya lenting utk rebound bertahap kearah Indonesia Merdeka

3.1 Pergerakan Nasional 1908-28

3.2 Perintisan Kemerdekaan 1928-45

4. Peraihan Daulat NKRI 1945-50

5. Daulat Kemerdekaan 1950-skrg

Kini *19Sep19* ternyata aspirasi 100% Indonesia Merdeka dari para Pemuda Menteng 31 [ABI, Angkatan Baru Indonesia 1943] belum tercapai per kajian Freedom House USA 2019 yi Indonesia Partly Free

Sehingga adalah wajar kini perlu senantiasa diteguhkan penguatan atau recharge mutu daya lenting perlawanan thd penjajahan sistim bernegara atau kini nirmiliter ketika menapaki Visi Indonesia 2045 rilis BPPN 8Jan19 yl, untuk antisipasi potensi prakarsa2 DSP Jaman Now berebut berkelanjutan SDA & SDE Indonesia

Karena itulah upaya2 peringatan KeIndonesiaan spt *19Sep19* ini perlu berkelanjutan dilakukan oleh sesama Pemangku Joang45 atau Pejoang45 Jaman Now (atau Pejoang Indonesia Merdeka 100%) dkk.

Rujukan

*Kontra Penjajahan NirMiliter Asing [GPA45]*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/09/kenegarawanan-kontra-penjajahan-nirmiliter-asing/amp/

Rilis 17Sep19@prh

*Asrama Angkatan Baru Indonesia, Menteng 31*

https://m.kumparan.com/amp/@kumparannews/menuju-merdeka-sebaran-dan-gerakan-pemuda-radikal-di-menteng

*Sejarah Budaya Peradaban Tatar Sunda*

https://m.facebook.com/notes/salakanagara/sejarah-budaya-peradaban-tatar-sunda-sunda-land-saampareun-jagat-dok-salakanagar/10151823016068723

09
Sep
19

Kenegarawanan : Kontra Penjajahan NirMiliter Asing

Logo Bulat GPA45

Suara Warga45

KONTRA PENJAJAHAN NIRMILITER ASING

Menjelang 19 September 2019 yang akan datang, kita diingatkan kembali tentang 2 (dua) peristiwa penting di 19 September 1945 yaitu
1) Rapat Raksasa IKADA Jakarta sebagai unjuk joang45 pemantapan proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 oleh laskar rakyat Jakarta dkk
2) Penurunan/Perobekan Bendera Belanda di Hotel Yamato Surabaya sebagai unjuk joang45 kontra ulangan penjajahan militer asing terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 oleh arek2 Suroboyo dkk

Relevansi kekinian berangkat dari kedua peristiwa itu adalah pentingnya unjuk joang45 kontra penjajahan nirmiliter asing terhadap tekad politik berdaulat, ekonomi berdikari dan budaya berkepribadian bangsa Indonesia (TRISAKTI, Bung Karno 1964).

Pada kesempatan gelora kebangsaan Indonesia terkini, saatnyalah kami Generasi Penerus Angkatan45 (GPA45) selaku pemangku joang45 mengajak segenap jajaran dan anggota yang tergabung di Badan Pembudayaan Kejoangan45 (BPK45) dan masyarakat joang45 baik terafiliasi maupun terasosiasi, untuk bersama peringati hari joang45 tanggal 19 September 2019 di seluruh pelosok Indonesia.

Kebersamaan ini strategis bagi kokohnya kejoangan45 kontra penjajahan nirmiliter asing sekaligus pemantapan berlanjut kawal 17 pusaka bangsa Indonesia sesuai

https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

termasuk keberlanjutan gelorakan terus kejoangan45 pada peringatan2
1) Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965
2) Hari Tentara Keamanan Rakyat 5 Oktober 1945
3) Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928
4) Hari Pahlawan 10 Nopember 1945
5) Hari Wawasan Nusantara 13 Desember 1957
6) Hari Pemerintahan Darurat Republik Indonesia 19 Desember 1948
7) Hari Kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949

Jakarta, 9 September 2019

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto GPA45
KaWanPar DHD45 Jakarta
NRI 2001483370

01
Sep
19

Kenegarawanan : Maklumat Pemangku Joang45

bela-pancasila-300x350

Suara Warga45

*MAKLUMAT PEMANGKU JOANG45*

Menimbang Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 kini dinilai strategis sebagai tonggak masa Pemantapan *Nawa Roh Pembukaan UUD45* sesuai

https://jakarta45.wordpress.com/2018/11/07/kenegarawanan-nawa-roh-konstitusi-nri-1945/amp/

Mengingat Salam Nasional MERDEKA yang dicanangkan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 1 September 1945;

Memperhatikan *Tegakkan Roh Pembukaan UUD45, 18 Agustus 2019* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2019/08/18/kenegarawanan-tegakkan-roh-pembukaan-uud45/amp/

Maka dimaklumatkan sebagai berikut

1) Kiprahkan amanat Sila-4 Pancasila khususnya bagi Pemilihan Pimpinan Tertinggi di Pemerintah Nasional dan Pemerintah Daerah guna wujudkan *Demokrasi Pancasila* khas budaya bangsa Indonesia sesuai LNRI No 75 Tahun 1959

2) Adendumkan kata *Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pedoman Hidup Bangsa Indonesia* ke Batang Tubuh UUD45 LNRI No 75 Tahun 1959 sesuai Sila-sila Pancasila yang tertuang di Pembukaan UUD45

3) Adendumkan judul Bab XIII Batang Tubuh UUD45 LNRI No 75 Tahun 1959 menjadi *Pengajaran, Pendidikan dan Kebudayaan*

4) Kembalikan judul Bab XIV Batang Tubuh menjadi *Kesejahteraan Sosial* sesuai UUD45 LNRI No 75 Tahun 1959 yang berkepastian berdaya dukung Ekonomi Berdikari [Trisakti, Bung Karno 1964]

5) Kokohkan *Bina Ketahanan Rakyat 23 Agustus 2019* bagi Ketahanan Nasional, sesuai

https://jakarta45.wordpress.com/2019/08/19/kenegarawanan-bina-ketahanan-rakyat/amp/

6) Bahwa Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2019 adalah perekat dan pengkokoh Persatuan Indonesia;

7) Bahwa Pemangku Joang45 adalah juga Pejoang45 Jaman Now yang dapat diberdayakan sebagai baik Komponen Pendukung maupun Komponen Cadangan dalam Sistim Pertahanan Negara menghadapi Perang Nir Militer Abad-21 pihak2 kontra 4 Konsensus Nasional (Pancasila, UUD45, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI) guna capaian Bangsa Indonesia Merdeka 100% [tekad Pejoang45 Jl Menteng 31, Jakarta], merujuk Kajian Freedom House 2019, Washington DC USA, tentang Indonesia Partly Free.

Demikianlah Maklumat ini dibuat untuk dapat dipergunakan oleh semua pihak yang berkepentingan.

Jakarta, 1 September 2019

Generasi Penerus Angkatan45,

1) Pandji R Hadinoto
2) Yusuf Mahdi
3) Darmawan
4) Letty R Ismet
5) Riyoko Gunandi
6) Edos C Firdaus
7) Prasetyo Sunaryo
8) Achmad Badawi
9) Trie Erniyati

Rilis :
Pandji R Hadinoto
NRI 2001483370
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 4,028,351 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…