Dapatkan Propolis (Air Liur Lebah) dari DR Ir Pandji R Hadinoto, MH [HP : 0812 812 15 707]

PENYAKIT DALAM
Diabetes Dapat Berujung pada Cuci Darah

Sabtu, 6 Februari 2010 | 03:48 WIB

Jakarta, Kompas – .Kadar gula darah yang tidak terkontrol pada pengidap diabetes dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Salah satu kondisi buruk dan mahal ialah gagal ginjal yang menyebabkan pengidap terpaksa cuci darah.

”Pasien cuci darah terbanyak biasanya pengidap diabetes dan kemudian diikuti darah tinggi,” ujar Dante Saksono Harbuwono, spesialis penyakit dalam dari Divisi Metabolik dan Endokrin Universitas Indonesia dalam acara ajang wicara tentang diabetes pada Women Health Expo, Jumat (5/2).

Sekadar gambaran, pada studi di Amerika, dari 100 persen pasien cuci darah sekitar 43 persen di antaranya merupakan pengidap diabetes, 28 persen pengidap darah tinggi, dan selebihnya karena penyakit lain.

Penyakit kronis

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang timbul akibat kadar gula darah yang tinggi. Kadar gula darah tinggi itu disebabkan

ketidakmampuan tubuh memproduksi hormon insulin atau penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin.

Gula darah dapat meningkat karena makanan, stres, sakit, dan obat-obatan tertentu.

Dante mengatakan, apabila gula darah tidak terkontrol, dapat terjadi komplikasi. Komplikasi berhubungan dengan perubahan metabolik. Di ginjal, misalnya, terjadi gangguan atau perubahan pada sirkulasi serta fungsi penyaringan.

Di dalam ginjal terdapat jutaan pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai penyaring guna mengeluarkan produk sisa dari darah. Kadar gula darah yang tinggi membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah.

Setelah beberapa tahun, sistem penyaring akan bocor sehingga protein keluar di urine. Kerja ginjal yang berat tersebut menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan menyaring darah sehingga terjadi gagal ginjal. Kontrol terhadap gula darah dan tekanan darah akan memperkecil kemungkinan kerusakan ginjal.

”Tekanan darah juga harus dijaga agar tidak tinggi karena ikut berpengaruh terhadap fungsi juga,” ujarnya. Cara menjaga kadar gula darah dan tekanan darah, antara lain, yaitu dengan diet yang tepat, olahraga teratur, dan konsumsi obat jika diperlukan.

Timbunan lemak

Komplikasi lainnya ialah gangguan terhadap jantung. Sekitar 75-80 persen kematian pada diabetes karena kelainan jantung dan pembuluh darah. Hal ini karena timbulnya timbunan lemak di pembuluh darah sehingga aliran darah terhambat. Jika itu terjadi di pembuluh darah jantung, dapat menimbulkan serangan jantung.

Selain itu, komplikasi juga dapat menimpa pembuluh darah lain di mata (kebutaan), kelamin, kaki, dan otak.

Faktor pencetus diabetes melitus, antara lain, adalah kurang gerak, makan berlebihan, kehamilan, dan kekurangan produksi hormon insulin. Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi kadar gula darah dapat dikendalikan sehingga berbagai komplikasi dapat dicegah.

Dante mengatakan, masalah diabetes tipe II semakin serius. Jumlah pengidap terus bertambah. Di Jakarta, misalnya, tahun 1980, prevalensi diabetes sebesar 2,8 persen dan pada 2005 menjadi 12,1 persen.

Salah satu kendala penanganan diabetes adalah pasien tidak mencari informasi yang benar dan mencoba mengobati sendiri. Pengidap, misalnya, beranggapan, mengonsumsi yang pahit-pahit, seperti brotowali, pare, atau buah mengkudu, akan melawan diabetes.

Sering kali setelah mengonsumsi bahan-bahan itu pengidap lalu tidak melakukan kontrol lagi terhadap penyakitnya. Persoalan lain ialah kepatuhan pengidap yang rendah. Setelah tidak ada gejala kemudian pola hidup pengidap kembali buruk. (INE)

Gangguan Pembuluh Darah Berpengaruh

Selasa, 2 Februari 2010 | 03:33 WIB

Jakarta, Kompas – Gangguan pada pembuluh darah berpengaruh terhadap fungsi seksual, termasuk kemampuan ereksi pada laki-laki.

”Fungsi ereksi tergantung pula dengan jantung dan pembuluh darah,” ujar Prof Wimpie Pangkahila, spesialis andrologi dan seksologi, dalam acara dialog mengenai Seks dan Kualitas Hidup yang Menyenangkan walaupun Usia Bertambah yang diselenggarakan tabloid Gaya Hidup Sehat, Senin (1/2).

Sebagai gambaran, terjadinya gangguan pada pembuluh-pembuluh darah mengakibatkan aliran darah, termasuk ke bagian genital, ikut terganggu. Hal itu berpengaruh pada kemampuan ereksi. Pada proses ereksi, aliran darah mengisi rongga-rongga di bagian penis.

Kerusakan pembuluh darah antara lain ditimbulkan oleh kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Penyakit-penyakit itu dapat menyebabkan terjadinya penimbunan, penyempitan, dan pengerasan pembuluh darah.

Masalah seks terkait juga

dengan kesehatan secara umum. Wimpie mengatakan, agar mendapatkan seksualitas dan kualitas hidup sehat salah satu caranya dengan menjaga kesehatan secara keseluruhan. Pola makan sehat, berolahraga cukup dan teratur, menghindari kebiasaan merokok, dan beristirahat cukup merupakan kunci hidup sehat.

Selain itu, mereka yang telah menderita gangguan seperti diabetes dan hipertensi secara teratur mengonsumsi obat di bawah pengawasan dokter. Untuk menjaga kesehatan, minimal melakukan pemeriksaan kesehatan setahun sekali jika tidak ada keluhan dan gangguan khusus.

”Biasanya yang sulit itu berdisiplin menjaga pola makan karena masih ingin menikmati berbagai makanan enak yang belum tentu sehat. Konsumsi buah-buahan dan sayuran sangat dianjurkan karena mengandung banyak serat yang berpengaruh ke penyerapan di usus. Kadar gula menjadi tidak tinggi karena tidak seluruhnya terserap,” ujarnya.

Herbal

Dalam kesempatan itu, Wimpie mengatakan, masyarakat hendaknya berhati-hati terhadap banyaknya tawaran pengobatan alternatif dan herbal untuk mengatasi masalah kesehatan, termasuk disfungsi ereksi.

”Banyak herbal bermanfaat, tetapi belum diteliti secara klinis manfaatnya. Penggunaan berbagai obat-obatan dan herbal untuk meningkatkan fungsi seksual tidak dapat sembarangan. Yang menjadi masalah ialah herbal yang dicampur dengan zat aktif tertentu,” ujarnya.

Salah satu cara mendeteksi keberadaan campuran zat aktif, antara lain dengan mengamati kecepatan berkhasiatnya. Herbal biasanya tidak berkhasiat secara cepat, tapi jika terjadi demikian, patut dicurigai adanya tambahan zat aktif. Dia menyarankan penggunaan herbal sebaiknya berkonsultasi kepada dokter yang menangani penyakit pasien itu.(INE)

Produk PROPOLIS

QS An Nahl ayat 68-69 “…akan keluar dari perut lebah beraneka warnanya, padanya ada obat bagi manusia…”

Injil Amsal 24 : 13 “Anakku makanlah Madu, sebab itu baik dan tetesan Madu manis untuk langit-langit mulutmu”

PROPOLIS berasal dari bahasa Yunani, Pro = sebelum, Polis = kota = Sistim Pertahanan Kota.

PROPOLIS digunakan lebah untuk menambal sarang dan melapisi sel-sel sarang lebah. PROPOLIS digunakan untuk melindungi sarang dan larva dari serangan BAKTERI, VIRUS, JAMUR dan musuh-musuh lebah lainnya. Dengan adanya PROPOLIS maka sel sarang lebah menjadi sangat steril bahkan disebutkan sebagai ruangan paling steril di dunia.

PROPOLIS mengandung :

  1. 1. BIOFLAVONOIDS, memulihkan sistem kapilari, memperbaiki kerapuhan dan kebocoran saluran darah (1 tetes Propolis setara 500 – 700 buah jeruk)
  2. MINERAL (14 macam, terutama zar besi dan seng)
  3. PROTEIN (16 jenis asam amino)
  4. VITAMIN (A, B Kompleks, C, D, E)
  5. GLUKOSA
  6. Minyak ESENSIAL
  7. Zat NUTRISI penting lainnya

PROPOLIS dengan kandungan ekstrak PROPOLIS sebesar 20% dan kandungan BIOFLANOVOID lebih dari 23000 ppm untuk setiap 100 ml nya adalah produk yang disiapkan untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh manusia.

PROPOLIS dikumpulkan lebah dari bahan-bahan bunga, daun muda dan kulit tumbuhan. Lalu dicampur dengan air liur dan lilin lebah. Berfungsi untuk menambal lubang dalam sarang lebah dan sebagai pelindung populasi lebah dari serangan luar dan menjaga sarang tetap steril dari virus, bakteri dan jamur. Diperkirakan dari 200 ribu ekor lebah hanya menghasilkan kurang lebih 20 gram PROPOLIS dalam satu tahun. Proses pembuatannya menggunakan alat atau kertas khusus yang dipanaskan hingga 60-70 derajat Celcius untuk mencairkan dan menjaring lilin lebah dan kotoran lain sebelum menjadi Water Base. PROPOLIS ex Amazone, Brazil yang terkenal memiliki sumber FLAVONOIDS paling kaya di dunia.

FUNGSI UTAMA PROPOLIS BAGI TUBUH MANUSIA :

  1. DETOKSIFIKASI (Cleansing) membersihkan dan membuang penyebab-penyebab timbulnya penyakit dalam tubuh
  2. ANTIBIOTIK ALAMI (Tidak ada dampak sampingan) meningkatkan kinerja kelenjar tymus yang merupakan pertahanan dan tentang kehidupan. BIOFLANOVOID pada PROPOLIS dapat menghancurkan bakteri yang kebal terhadap antibiotic sintetis.
  3. Meningkatkan IMUNITAS (Kekebalan tubuh) meningkatkan aktifitas dan perbanyakan limfosit T dan magrofag yang berguna memusnahkan zat asing dalam tubuh
  4. ANTIOKSIDAN (Mencegah tumor dan kanker) menetralisir dan membuang racun, zat radikal bebas dan melengkapi electron sel tubuh

TANPA DAMPAK SAMPINGAN

PROPOLIS ialah 100% zat alami. Didalamnya terdapat ANTIBIOTIK alami yang bebas racun dan efektif melawan VIRUS, BAKTERI dan JAMUR. Namun dalam pemakaiannya kadang bias menimbulkan reaksi/detoksifikasi positif yang menunjukkan PROPOLIA bekerja. Reaksi bersifat sementara dan biasanya masih berhubungan dengan penyakit yang diderita. Karena itu pemakaian PROPOLIS dimulai dari dosis terendah.

TANPA DOSIS

Mengapa ada ketentuan dosis dalam praktek di lapangan ? Yang dimaksud tanpa dosis ialah penggunaannya tergantung kemampuan tubuh, umur, jenis dan beratnya penyakit. Jadi tidak ada batasan, sebab jika jumlahnya berlebihan dan tubuh terbatas penyerapannya, maka tidak ekonomis.

TANPA KADALUARSA

Karena PROPOLIS merupakan anti VIRUS, BAKTERI dan JAMUR maka dalam penyimpanan normal akan tetap terjaga dan bebas dari kerusakan sampai bertahun-tahun lamanya.

MANFAAT PROPOLIS :

PROPOLIS sebagai pengobatan alami, mengandung zat aktif yang berfungsi sebagai obat untuk berbagai macam penyakit. Fungsi pengobatan meliputi hal-hal sebagai berikut :

  1. PROPOLIS sebagai ANTIBIOTIK ALAMI, ANTIVIRAL dan sekaligus ANTIFUNGAL ALAMI tanpa dampak sampingan
  2. PROPOLIS menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan bakteri, misalnya : TYPHUS, DIARE / MUNTABER dan sebagainya. Dapat juga untuk BAU KETIAK yang sangat mengganggu, karena di dalam lipatan KETIAK terdapat BAKTERI atau JAMUR yang menyebabkan bau
  3. PROPOLIS menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan virus, misalnya : DEMAM BERDARAH, FLU, TBC, dan sebagainya
  4. PROPOLIS menyembuhkan penyakit yang berhubungan dengan jamur, misalnya : EKSIM, PANU, KEPUTIHAN dan sebagainya
  5. PROPOLIS anti peradangan (infeksi dan luka) misalnya : MAAG, LUKA LUAR, RADANG TENGGOROKAN, SAKIT GIGI, RADANG GINJAL, LUKA BAKAR, dan sebagainya
  6. PROPOLIS sebagai anti kanker dan mutagenesis sel, misalnya : KANKER TUMOR, MYOM, KISTA, dan lain sebagainya
  7. PROPOLIS berfungsi untuk membersihkan pembuluh darah dan detoksifikasi (pembuangan racun) misalnya : ASAM URAT, KOLESTEROL, TRIGLISERIN, DARAH TINGGI, JANTUNG, STROKE, DIABETES MELITUS, dan sebagainya
  8. PROPOLIS juga penyembuh ajaib bagi penyakit seperti TUMOR, JANTUNG dan PEMBULUH DARAH, DIBETES MELITUS, ATERIOSKLEROSIS, atau PENGAPURAN PEMBULUH DARAH oleh lemak, INFEKSI, GANGGUAN PENCERNAAN, GANGGUAN PERNAFASAN, PENYAKIT SYARAF, ARTHRISIS dan REMATIK
  9. PROPOLIS sebagai PENETRAL RACUN dalam tubuh sekaligus ANTIOKSIDAN kuat

CARA KONSUMSI PROPOLIS :

PENYEMBUHAN DALAM

Diminum, teteskan PROPOLIS dengan ¼ gelas air putih, sangat bagus dicampur dengan madu asli, orang sehat 4-4 tetes (2-3 kali sehari), orang sakit 5-10 tetes (5-7 kali sehari)

PENYEMBUHAN LUAR

Oleskan PROPOLIS secara merata pada bagian tubuh yang luka atau sakit. PROPOLIS dapat dikonsumsi dengan obat-obatan lain tanpa ada dampak sampingan

Tak Selamanya Insulin Efektif untuk Diabetes

Koran Jakarta, Kamis, 18 Februari 2010

Bagi penderita diabetes, menjaga kadar gula agar tetap normal bukanlah perkara mudah. Namun penurunan drastis juga bisa membahayakan. Penurunan kadar gula berlebihan sama berbahayanya dengan membiarkan dalam kondisi tinggi.
Pada dasarnya, diabetes merupakan penyakit, yang tubuh penderitanya tidak bisa secara otomatis mengendalikan tingkat gula (glukosa) dalam darahnya.

“Pada tubuh yang sehat, pankreas melepas hormon insulin yang bertugas mengangkut gula melalui darah ke otot-otot dan jaringan lain untuk memasok energi.

Diabetes merupakan gangguan metabolisme dari distribusi gula oleh tubuh,” ungkap Agus Sudiro Waspodo, dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Asri, Jakarta.

Penderita diabetes tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif, sehingga terjadilah kelebihan gula dalam darah.

Nah, kelebihan gula yang kronis dalam darah (hiperglikemia) ini menjadi racun bagi tubuh. Urine penderita diabetes yang mengandung gula dalam kadar tinggi tersebut menarik bagi semut, karena itulah gejala ini disebut juga gejala kencing manis.

Dalam kasus normal, setiap orang membutuhkan glukosa atau zat gula untuk kesehatan, karena organ vital manusia membutuhkannya sebagai sumber energi, yang selanjutnya dibakar oleh oksigen.

Pasokan gula dan oksigen juga sangat dibutuhkan oleh otak manusia agar bisa bekerja dengan baik. Agus mengungkapkan ada beberapa tipe diabetes, salah satunya tipe satu yang bergantung pada asupan insulin.

Penderita harus mendapatkan suntikan insulin setiap hari sepanjang hidupnya, sehingga dikenal dengan istilah insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) atau diabetes melitus yang bergantung pada insulin untuk mengatur metabolisme gula dalam darah.

Dari kondisinya, inilah jenis diabetes paling parah. Diabetes tipe satu biasanya ditemukan pada penderita yang mengalami gangguan sejak masa kanak-kanak atau remaja.

Namun separo dari penderita yang mengidap diabetes tipe ini adalah usia dewasa. Sedangkan diabetes tipe dua merupakan tipe yang tidak bergantung pada insulin.

Diabetes ini terjadi jika insulin hasil produksi pankreas tidak cukup atau sel lemak dan otot tubuh menjadi kebal terhadap insulin, sehingga terjadilah gangguan pengiriman gula ke sel tubuh.

Diabetes ini merupakan tipe yang paling sering dijumpai. Juga sering disebut sebagai diabetes yang dimulai pada masa dewasa, atau dikenal dengan NIDDM (non-insulin dependent diabetes mellitus).

Jenis kedua ini mewakili sekitar 90 persen dari seluruh kasus diabetes, karena umumnya empat hingga lima penderitanya memiliki kelebihan berat badan.

Karena itu, obesitas juga kerap dijadikan sebagai indikator bagi penderita diabetes. Diabetes tipe dua dapat menurun dari orang tua yang penderita diabetes. Tetapi risiko terkena penyakit ini akan semakin tinggi jika memiliki kelebihan berat badan.

Faktor penyebab lain ialah pola makan yang salah, proses penuaan, dan stres yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin.

Juga mungkin terjadi karena salah gizi (malnutrisi) selama masa kehamilan, masa kanak-kanak, dan pada usia dewasa.

Lebih Berisiko Dalam penelitian terbaru yang dilakukan di London, Inggris, ditemukan 50 persen dari penderita diabetes tipe dua yang menggunakan insulin sebagai salah satu upaya untuk menurunkan kadar gulanya, kemungkinan besar lebih berisiko dibandingkan mereka yang menggunakan kombinasi obat oral, seperti metformin dan sulphonylurea.

Sebuah studi yang dipublikasikan The Lancet, sebuah jurnal medis, ditemukan kasus tersebut lebih dimungkinkan karena para penderita diabetes tipe dua yang membutuhkan insulin kemungkinan besar berusia lanjut dan dalam keadaan cukup parah saat mulai menggunakannya. Insulin juga diperkirakan dapat meningkatkan risiko pada beberapa penderita diabetes tipe dua.

Setelah penelitian lebih mendalam, para peneliti menyarankan agar penderita diabetes yang sensitif dengan insulin sebaiknya tetap menggunakan obat oral dikombinasikan dengan diet dan olah raga. Perpaduan tersebut diyakini sebagai cara paling aman dalam mengontrol gula darah bagi penderita diabetes tipe dua.

Selain itu, menurut para peneliti, dokter juga disarankan untuk tetap memberikan semangat kepada pasien selama menjalani perawatan. “Pada umumnya, penderita selalu disarankan untuk menurunkan kadar gula darah serendah mungkin.

Ini akan menjadi hal yang mengejutkan karena dengan menurunkan kadar gula terlalu drastis, justru jauh lebih berisiko. Penemuan ini tentu akan mengagetkan,” ungkap Craig Currie, ilmuwan dari Sekolah Medis Cardiff .

Currie menambahkan penemuan terhadap pemakaian insulin tersebut sebaiknya tidak mendorong sebuah tindakan yang tergesa-gesa dari para penderita.

Mereka justru harus tetap mengontrol gula darahnya secara rutin dan bertemu dengan dokternya untuk membahas cara terbaik untuk mengatasinya.

Selain itu, para peneliti juga menyarankan agar dokter memberikan batasan aman, terkait kadar gula terendah dan tertinggi yang tepat bagi pasiennya.

Risiko kematian bagi penderita yang melakukan pengobatan dengan insulin, menurut penelitian, 49 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang diberikan pengobatan secara oral.

Dalam hasil penelitian itu juga disebutkan adanya sebuah kemungkinan yang berkaitan antara penggunaan insulin dengan munculnya kanker.

Dan kini, diabetes sudah menjadi masalah kesehatan dunia yang amat serius. Diabetes kini menempati urutan keempat dari lima penyebab kematian tertinggi di dunia. Diperkirakan sekitar 180 juta orang di seluruh dunia mengidapnya.

Mereka yang memiliki berat badan di atas rata-rata atau lebih dikenal dengan obesitas, jauh lebih berisiko terkena diabetes.

Bahkan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksikan dalam kurun waktu 15-20 tahun mendatang, jumlah penderita diabetes akan meningkat sampai dua kali lipat.

Yang lebih mengkhawatirkan, setengah populasi orang dewasa di negara-negara berkembang diperkirakan menderita diabetes.
mer/L-3

Olah Raga Ampuh Gantikan Obat

Koran Jakarta, Kamis, 18 Februari 2010

Masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap diabetes sejak dini, karena risiko penduduknya terkena penyakit ini sangat tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa prevalensi diabetes terhitung tinggi pada penduduk daerah tropis, termasuk Indonesia.

Hasil penelitian Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, menunjukkan 10 hingga 60 persen penduduk Indonesia berisiko mengalami mutasi DNA mitokondria T16189C.

“Jika mengonsumsi makanan secara berlebih, gen ini menyebabkan kekacauan metabolisme yang berujung pada timbulnya diabetes,” ungkap Herawati Sudoyo, peneliti dari Lembaga Eijkmaan.

Pernyataan tersebut selaras dengan sebuah data yang menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia tiap tahun semakin meningkat.

Pada 1994 misalnya, tercatat 2,5 juta penduduk menderita penyakit ini. Jumlahnya melonjak drastis memasuki tahun 2000 menjadi empat juta orang dan pada 2010 diperkirakan setidaknya mencapai lima juta orang.

Dengan jumlah ini yang mengantarkan Indonesia menjadi satu dari sepuluh negara terbanyak jumlah pasien diabetes di dunia.

Kendati diabetes tidak bisa disembuhkan, penderitanya dapat hidup secara normal dengan mengubah gaya hidup, rajin kontrol gula darah, diet, dan melakukan olah raga aerobik secara teratur.

Penderita diabetes melitus sering disarankan untuk berolah raga. Namun, tidak sertamerta olah raga bisa menolong penderita diabetes.

Dalam kondisi tertentu, penderita diabetes juga dilarang melakukan sembarang olah raga, khususnya, yang mengundang risiko cedera seperti pendarahan retina hingga kematian. Olah raga yang disarankan bagi penderita diabetes ada empat jenis, yakni lari, jalan kaki, senam, dan renang.

Selain olah raga tersebut, penderita tak disarankan melakukannya. Umumnya, penderita diabetes juga disarankan melakukan olah raga ringan seperti senam kaki atau senam khusus yang diberi nama “senam sepuluh menit”.

Selain memperhatikan pola makan sehari-hari, penderita harus melakukan latihan fi sik. Pada prinsipnya, olah raga bagi penderita diabetes tidak berbeda dengan orang yang sehat. Juga antara penderita baru atau lama.

Pasalnya, olah raga bisa membakar kalori tubuh, sehingga glukosa darah bisa terpakai untuk energi. Dengan demikian kadar gulanya bisa turun.

“Saya punya banyak pasien diabetes. Hanya dengan latihan olah raga mereka sanggup hidup seperti orang-orang sehat tanpa obat.

Lebih baik menyembuhkan secara alamiah, itu prinsipnya,” papar Hario Tilarso, dokter olah raga dari Balai Kesehatan Olah Raga Masyarakat (BKOM), Jakarta.

“Kalau dengan latihan, gula darahnya bisa turun, mengapa harus dengan obat? Obat baru diberikan kalau penurunannya sulit, sehingga dikhawatirkan timbul komplikasi macammacam,” tambah dia. Bagi penderita yang menggunakan suntikan insulin harus lebih berhati-hati.

Perlu diperhatikan waktu puncak kerja insulin yang disuntikkan. “Jangan sampai saat puncak insulin bekerja, penderita berolah raga.

Saat itu, kadar gula darah akan banyak turun. Kalau ditambah latihan, bisa tambah turun lagi, nantinya malah bisa kena hipoglikemia,” jelas Hario.

Sedangkan bagi penderita diabetes berbadan gemuk, jenis olah raganya harus dikombinasikan dengan latihan untuk obesitas. “Biasanya, lamanya lebih dari satu jam.

Ini dimaksudkan agar pembakarannya lebih banyak, gula darahnya turun, dan lemak tubuhnya berkurang. Kalau dia betul-betul menuruti aturan, semuanya tidak masalah,” tutur dia.

Dengan rajin berolah raga, ditambah mengatur menu makanan, serta mengontrol kadar gula darah secara teratur, komplikasi akibat diabetes dapat dihindari.
mer/L-3

Tanaman Pekarangan dengan Sejuta Manfaat
Koran Jakarta, Kamis, 11 Februari 2010
Dari atas ke bawah, tanaman pekarangan itu memunyai khasiat. Berdasarkan penelitian, buah, daun, biji, batang, hingga akar rosella ternyata bisa dimanfaatkan sebagai obat beragam penyakit.

Selama ini, rosella banyak menghiasi pekarangan rumah-rumah di Indonesia. Selain sebagai tanaman hias, rosella sering digunakan sebagai pelengkap kuliner yang lezat.

Sebagai bumbu kuliner, rosella biasanya menjadi bahan penyedap untuk masakan pindang, atau ada pula yang menggunakannya untuk sayuran.

Rasanya asam dengan buah berwarna merah yang mengundang selera untuk memakannya. Tumbuhan yang dalam bahasa Latin disebut Hibiscus sabdariffa itu memang banyak memiliki nama, dan di setiap daerah bisa berbeda-beda.

Di Sumatra Selatan saja, nama rosella bisa beragam, bergantung pada tempat tanaman itu tumbuh. Empat kabupaten, yakni Lahat, Empat Lawang, Ogan Komering Ilir, dan Ogan Ilir, menyebut tanaman ini asam kesur.

Ada pula yang menyebutnya asam rejang, deduhok jawe, asam jarot, dan bunga sugus. Tanaman yang selintas mirip kembang sepatu itu memang tumbuh hampir di setiap pekarangan warga. Sebelumnya, tanaman itu terlihat tidak berguna.

Tetapi semenjak diperkenalkan oleh Muhammad Umar Husein bersama lembaga swadaya masyaraat (LSM) Madani, tanaman itu ternyata banyak menyimpan manfaat untuk kesehatan. “Ini sebenarnya tanaman pekarangan. Hampir setiap rumah, termasuk di Sumsel, sudah mengenal rosella.

Tetapi mereka tidak mengetahui khasiatnya. Dan baru enam tahun terakhir tanaman ini diketahui khasiatnya. Itu pun setelah banyak produk tentang rosella,” ujar Umar ketika ditemui di Palembang, beberapa waktu lalu.

Produk rosella yang dijual di pasaran umumnya berbentuk teh celup, teh setengah kasar, dan selai. Ada pula dalam bentuk bunga kering, yang bisa dijadikan sebagai selai.

Karena berkhasiat dan memunyai nilai ekonomis cukup tinggi, banyak warga yang membudidayakannya untuk menambah penghasilan jangka pendek. Menurut Umar, pelopor tanaman rosella di Sumsel, tanaman itu sebenarnya sudah ada sejak 2003.

Karena beratnya pekerjaan untuk membudidayakan rosella, akhirnya dia menggandeng LSM Madani. “Tanpa bantuan LSM Madani, saya rasa tidak mungkin bisa berhasil seperti sekarang,” ucap Umar.

Hasil kerja sama bersama LSM Madani, kini produk rosella yang ditawarkan Umar berhasil menarik minat masyarakat.

Sebenarnya bukan hanya itu yang diharapkan Umar, tetapi juga edukasi kepada masyarakat bahwa rosella memunyai khasiat lebih untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh.

“Banyak yang bisa diambil dengan mengonsumsi rosella karena lebih dari sepuluh penyakit bisa ditanggulangi, seperti jantung, diabetes, darah tinggi (hipertensi), menghilangkan racun, dan masih banyak lagi,” jelas Umar.

Beragam Khasiat Untuk menjadikan rosella tanaman obat, tambah Umar, tidak terlalu sulit mengelolanya.

Apalagi belakangan ini, banyak sekali bentuk olahannya, seperti dilakukan Malaysia. Negeri jiran itu sukses mengelola rosella dalam bentuk kemasan menarik yang dikenal dengan Luxor, dan kini sudah banyak ditemui di Tanah Air.

Jika melihat bentuknya, tanaman itu sebenarnya tidak begitu menarik. Tetapi soal khasiat, tidak kalah dengan tanaman obat lainnya.

Jika dikonsumsi secara rutin, rosella dipercaya dapat meningkatkan oksidan dalam tubuh serta bisa memperlambat proses pembentukan sumbatan oleh lemak di pembuluh darah yang berujung terhindarnya seseorang dari risiko kardiovaskuler, seperti serangan jantung koroner, darah tinggi, dan stroke.

Berdasarkan pustaka yang diungkapkan ahli biologi, tanaman itu mengandung vitamin C, D, B1, dan B2. Kandungan vitamin C-nya lebih tinggi dari anggur hitam, jambu biji, belimbing, bahkan jeruk. Rosella juga kaya dengan asam amino.

Dari 22 jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh manusia, 18 di antaranya ada dalam rosella sehingga sangat baik untuk pertumbuhan saraf dan hormon.

Menurut Umar, penderita diabetes yang mengonsumsi rosella secara rutin juga dapat mengurangi penderitaan karena kandungan kafeinnya bisa menjadi perangsang L-theanine yang berguna untuk menguatkan imun tubuh.

“Rebusan airnya juga bisa mengobati sakit lever, diare, batuk, dan flu, tetapi bagi penderita diabetes tetap membutuhkan gula rendah kalori sebagai penghambat penderitaan,” jelas Umar.

Bukan hanya buah dan daun yang bermanfaat untuk minuman kesehatan, tetapi biji dan batangnya pun bisa dimanfaatkan guna penyembuhan dan pencegahan.

Biji, misalnya, bisa digunakan untuk bahan campuran minum kopi yang berguna untuk kesuburan. Untuk perempuan yang sulit hamil, bisa menggunakan air rebusan akarnya.
PL/L-3

Tidak Perlu Perawatan Khusus

Koran Jakarta, Kamis, 11 Februari 2010

Rosella pertama kali dikenal sebagai tanaman obat di Brasil. Di Indonesia, tanaman itu diperkenalkan oleh Presiden Soekarno.
Walau tanaman itu banyak ditemukan di pekarangan rumah, belum banyak yang mengetahui dahsyatnya tanaman itu bagi kesehatan.

Bahkan di Sumatra Selatan, kendati sudah familiar, rosella lebih dikenal sebagai penyedap makanan atau sayuran.

Nah, di tangan Muhammad Umar Husein, 51 tahun, rosella semakin intensif diperkenalkan sebagai tanaman kesehatan, yang bisa mengatasi berbagai penyakit menahun, sebut saja jantung koroner, diabetes, hipertensi, dan keracunan.

Untuk meyakinkan bahwa tanaman itu bisa menjadi obat, alumnus Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya Palembang itu terus mencari berbagai literatur sebagai pendukung keinginan untuk membudidayakan tanaman rosella di daerahnya. “Saya buka Internet dan bukubuku tentang rosella.

Dan puncaknya ketika saya berangkat ke Balai Penelitian Agro Bogor, saya terkejut ternyata tanaman yang selama ini tumbuh liar bermanfaat bagi manusia,” ujar Umar.

Sejak itu, Umar mulai melakukan penanaman dan mengajak para petani untuk menanam rosella. Ternyata niat baiknya itu tidak berjalan mulus.

Banyak petani tidak percaya rosella sebagai tanaman bermanfaat. Meski mendapat penolakan, Umar tak putus asa. Selama dua tahun dia terus memberikan penyuluhan kepada petani dengan menggandeng lembaga swadaya masyakat (LSM) Madani.

Upayanya mulai membuahkan hasil. Dengan modal 50 hektare lahan pertanian, Umar merintis berbagai olahan untuk rosella, mulai dari teh hingga selai.

Untuk bisa merintis menjadi tanaman bernilai ekonomis memang tidak mudah, apalagi di kampung tempat kelahirannya, Desa Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, kebanyakan petani menanam tebu dan nenas.

Tetapi dengan kerja keras, upaya itu akhirnya membuahkan hasil. “Saya mulai dengan sepuluh petani, dan sekarang hampir semua kabupaten di Sumsel sudah membudidayakan rosella sebagai tanaman obat yang bernilai ekonomis,” papar dia.

Melihat mudah dan cepatnya membudidayakan rosella—dalam enam bulan bisa dipanen—para petani yang sebelumnya menolak mulai berbalik arah.

“Semua bagian tanaman ini, mulai dari kelopak, bisa bermanfaat, apalagi harganya cukup menjanjikan karena per kilonya bisa mencapai 40 ribu hingga 50 ribu rupiah.

Dan rosella juga bisa disimpan kalau harganya turun,” jelas Umar. Melalui CV Keluarga Mandiri, Umar menampung hasil panen para petani rosella. Bahkan petani yang tidak tergabung dalam kelompoknya tetap ditampung, namun dengan harga berbeda.

Dalam sebulan, paling tidak Umar menerima 400 hingga 700 kilogram rosella kering dengan harga 50 ribu per kilogram. Permintaan dalam sebulan mencapai 500 hingga 600 kilogram.

Peminatnya tak hanya dari Sumsel, tapi juga merambah wilayah Sumatra lainnya, seperti Jambi, Medan, Bangka Belitung, Lampung, dan Batam. Di Jawa juga tak kalah banyaknya, seperti di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Indramayu, dan Yogyakarta. Begitu pula di kawasan timur, sudah menyasar Balikpapan dan Kendari.

Bahkan bisa melayani permintaan dari Malaysia melalui pihak ketiga. “Kita masih belum maksimal memanfaatkan rosella.

Tertinggal jauh dengan Malaysia dan China yang telah memproduksi dalam berbagai kemasan. Bahan di Arab Saudi, rosella menjadi minuman kerajaan. Di sana, rosella dikenal sebagai Teh Yaman,” tambah Umar.

Ketika produknya mulai meramaikan pasaran, berbagai merek rosella pun hadir walau banyak pula yang tidak terdaftar atau memiliki izin. Sayang, diakui Umar, produknya banyak dipalsukan. “Mereka juga ingin mencari kehidupan.

Terlepas dari hal itu, saya ingin suatu saat rosella menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan dan kebutuhan masyarakat sehingga kualitas kesehatan pun bisa lebih baik,” cetus dia.

Perhatikan Suhu Sebagai tanaman yang mudah tumbuh di iklim mana pun, pada dasarnya pembudidayaan rosella pun terbilang sederhana, tanpa perawatan khusus.

Tanaman pekarangan rumah itu tidak perlu menggunakan pupuk yang terlalu mahal, cukup diberi pupuk dari kotoran hewan, seperti ayam, kambing, atau sapi.

Namun, jarak tanamnya tetap harus diperhatikan. Karena untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, jarak ideal untuk satu tanaman sekitar 40 hingga 50 sentimeter, dengan kedalaman 30 sentimeter. Cara menanamnya bisa dengan biji yang di setiap lubangnya mencapai dua hingga tiga butir.

Bisa juga menggunakan tangkai pohon yang sudah tua, tetapi hasilnya kurang baik dibandingkan biji. “Dua hingga tiga biji itu cukup ideal untuk bikin bibit rosella karena kalau lebih dari itu, tanamannya akan sedikit sekali mengeluarkan cabang,” ucap Umar. Untuk mendapatkan hasil, hanya dibutuhkan waktu lima hingga enam bulan.

Dan memanennya bisa secara bertahap, mulai dari bunga yang sudah tua dan bisa dilakukan selama dua pekan. Lahan seluas 2.500 meter pesegi dapat menghasilkan 100 kilogram buah rosella atau 15 kilogram kering dengan modal usaha sekitar 350 ribu rupiah.

Kendati bisa tumbuh di musim kemarau, suhu tetap harus diperhatikan, tidak boleh melebihi 23 derajat celcius.
PL/L-3

Advertisements

2 Responses to “Propolis Obat Diabetes”


  1. August 2, 2011 at 11:39 am

    nice info….

    untuk mengtahui propolis lebih dalam, kunjungi juga ya Propolis hijau

  2. November 9, 2011 at 1:49 pm

    thanks infonya sangat lengkap dan informatif sekali lagi saya ucapkan terima kaasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,278,629 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: