Archive for November, 2013

28
Nov
13

Ketenagakerjaan : Etos Pancasila (ePan)

Indonesia termasuk kategori Fragile-5 yaitu lima negara yang sensitif terhadap dampak tiap dinamika kebijakan otoritas keuangan The FED yang kuasa kendali Dolar Amerika, demikian dikatakan Muhammad Chatib Basri yang Menteri Keuangan RI saat paparan di Kompas 100 CEO Forum, JCC 27 Nopember 2013. Dari situasi dan kondisi tersebut maka dugaan terbesar dampak negatif tahun 2014 adalah terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi global termasuk lokal di indonesia bila kebijakan The FED bersifat korektif terhadap tata keuangan domestik Amerika. Namun kerugian melemahnya pertumbuhan ekonomi ini sebenarnya dapat menjadi peluang konsolidasi bagi Indonesia perkuat jatidiri anak bangsanya termasuk Pekerja dengan pembekalan semisal ideologi negara Pancasila dengan maksud dan tujuan meningkatkan sikap kejuangan guna kokohkan etos daya kerja yang pada gilirannya dapat meningkatkan produktifitas kerja dan kualitas daya saing yang memang berkorelasi perbaikan seperti bagi kinerja ekonomi produksi pabrikan.
Selewat 2014, perbaikan etos kerja ini dapat mendorong unjuk kerja lebih tinggi sehingga biaya produksi mengecil yang berarti dapat digunakan untuk menurunkan harga jual produksi atau meningkatkan pengembangan produk2 lain yang berdaya guna bagi publik. Ruang gerak konsolidasi 2014 itu seharusnya tidak terganggu oleh hirukpikuk Pemilu 2014 asalkan kontestasi legislatif dan presiden itu berlangsung luber dan jurdil tanpa kreasikan masalah2 delegitimasi hasil Pemilu yang memicu konflik akibat persoalan2 seperti DPT, GolPut, ketentuan2 yang multi tafsir seperti kasus halal bihalal, manipulasi suara, transparansi penghitungan suara atau IT. PKPI sebagai penyandang nama sila ke-5 dan ke-3 Pancasila akan tetap peduli kiprahi Politik Kebangsaan Pancasila Indonesia termasuk bagi pemantapan kejuangan para Pekerja (Buruh, Petani, Nelayan) yang merupakan ujung tombak stabilitas produksi ekonomi berdasarkan karakter Pancasila sebagai kekuatan kearifan lokal Indonesia sendiri. Oleh karena itu program Politik Kejuangan Pekerja Indonesia sebagai upaya rekayasa sosial konstruktif adalah realistik siap dilakukan PKPI disaat kepemimpinan pemerintahan mungkin sedang menurun kiprahnya tersebab kontestasi Pemilu 2004. Penguatan kejuangan pekerja melalui penguatan ideologi negara dapat dirujuk juga dari negara2 di Asia yang dalam selang waktu yang sama dari tahun 1960an dan kini faktanya lebih unggul ekonomi pabrikannya ketimbang Indonesia.
Semoga tulisan diatas ini inspiratif bagi para Negarawan di lembaga2 kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan Indonesia.
Jakarta 28 Nopember 2013
Poros Kebangsaan Pancasila Indonesia,
Pandji R Hadinoto, Dewan Pakar PKPI
Salam Negarawan 17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
http://www.jakarta45.wordpress.com

Advertisements
26
Nov
13

Kenegarawanan : Politik Kuliner Prioritas Indonesia (PKPI)

Politik Ketersediaan Pangan Indonesia kini terindikasi kuat selalu disikapi pemangku kebijakan publik sebagai fungsi linier daripada kebutuhan pangan berdasarkan pertumbuhan populasi, kecenderungan pilihan mayoritas jenis pangan yang kemudian berdampak lanjut keturunan seperti ketersediaan pakan, lahan, tataniaga dan prasarana, yang kesemuanya itu kelak melibatkan peningkatan kebutuhan modal kerja yang significant baik keuangan maupun sumber2 daya manusia berikut perangkat sistim aturan praktek kelolaan dst.
Implikasi sikap linier konsekutif itu kemudian adalah ketidaktersediaan karena alasan berbagai keterbatasan, ketidakselarasan dan kesenjangan, sehingga berpotensi Indeks Biaya Hidup fluktuatif dan bahkan bisa meningkat drastis yang berakibat ketidakterjangkauan, ketidakseimbangan bahkan seringkali berujung dirasakan publik sebagai ketidakadilan sosial yang menyimpangi amanat Sila-5 Pancasila.
Fenomena meroketnya Indeks Biaya Hidup ini terbukti memunculkan konflik hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja sebagaimana kini meluas terjadi yang berpotensi menurunkan produktivitas pabrikan dan kemudian berlanjut terganggunya pendapatan negara.
Dalam pengertian itulah, sikap fuzzy logic melalui pemberdayaan peran rekayasa sosial dalam hal sektor pangan ini adalah rekayasa kuliner menjadi strategik.
Melalui kerekayasaan kuliner prioritas dapat dikendalikan baik pola penyediaan hulu bahan baku pangan maupun pola peyediaan hilir pangan siap saji.
Oleh karena itulah, direkomendasikan adanya perangkat Politik Kuliner Prioritas Indonesia sebagai upaya rekayasa pangan nasional komprehensif berdomain sumber bahan baku pangan daratan dan kelautan/kemaritiman sebagai strength point pembangunan berwawasan Nusantara per Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957, menuju kearah Indonesia Jaya 2045.
Jakarta, 26 Nopember 2013
Poros Kebangsaan Pancasila Indonesia,
Pandji R Hadinoto, pkp17845@gmail.com
Dewan Pakar PKPI
Salam Negarawan 17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
http://www.jakarta45.wordpress.com

26
Nov
13

Sejarah : Harta Karun Nazi di Gunung Pangrango

Ada harta karun Nazi di kaki gunung Pangrango?

 

MERDEKA.COM. Cerita perkebunan teh Cikopo Bogor tinggal cerita. Dulu dari kawasan Mega Mendung ini dihasilkan teh kualitas terbaik yang diekspor ke Eropa.

Perkebunan teh seluas 900 hektare ini milik Emil dan Theodor Hellferich, dua orang Jerman. Mereka membelinya tahun 1914.

Perkebunan teh di kaki Gunung Pangrango ini juga jadi saksi bisu aktivitas tentara Jerman dan Nazi di Bogor. Para awak kapal selam U-Boat menjadikan perkebunan teh Cikopo sebagai tempat peristirahatan. Pengelola kebun teh sangat memanjakan para awak kapal U-Boat dengan makanan enak.

Tahun 1940 Jerman menguasai Belanda. Sebagai balasan, pemerintah Belanda di Hindia menangkapi orang-orang Jerman di sini. Termasuk orang-orang Jerman di perkebunan Cikopo.

Rupanya ada cerita menarik selain makam tentara Jerman di kaki Gunung Pangrango ini.

“Saya ingat ada cerita sebelum pergi orang-orang Jerman itu mengubur emas dan harta. Diletakan di dekat pohon jeruk,” kata Munir (75), seorang warga Cikopo.

Munir lahir dan besar di perkebunan Cikopo. Ayahnya buruh perkebunan teh, ibunya pembantu para bos perkebunan.

Menurut Munir harta karun itu tak pernah terungkap. Dia tidak mengetahui apa pernah ditemukan atau tidak. Informasi yang dikumpulkan, lokasi harta karun itu tak begitu jauh dari makam para tentara Jerman.

“Dulu ditanam di dekat kantor Jerman di sini. Dulu ada yang pernah cari dengan alat, tapi tidak ketemu,” kata Munir.

Dia menduga jika benar ada, harta karun itu cukup banyak. Kebun Teh Cikopo dulu perkebunan besar dengan ratusan buruh dan pabrik pengolahan sendiri. Keuntungan perkebunan pun cukup besar.

Kini tak ada yang tersisa di perkebunan teh Cikopo. Seandainya makam pahlawan tentara Jerman tak diurus oleh Kedutaan Besar Jerman, pasti akan hilang juga.

Tak ada sepucuk pohon teh yang tersisa di sini. Semua lahan sudah dikuasai orang Jakarta. Dibuat vila atau ditanami palawija.

“Kalau orang sini cuma dibayar buat jaga aja,” kata Munir.

Perkebunan ini pernah dikuasai Jerman, lalu Belanda, lalu Jepang. Dikembalikan lagi oleh Jepang pada Jerman dan akhirnya dinasionalisasi. Kebun teh ini dijarah tahun 1998 oleh warga dan dikapling-kapling. Namun karena tak ada uang, mereka menjual hak garap ini pada orang-orang kaya dari Jakarta.

Mereka tak pernah menjadi tuan di tanah kelahiran mereka sendiri.

Sumber: Merdeka.com

 

21
Nov
13

Perbankan : Tragedi Bank Century

JK: Bank Century Bukan Gagal Berdampak Sistemik

 

Jakarta (Antara) – Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan bahwa Bank Century saat itu bukan bank gagal berdampak sistemik yang dapat membahayakan perekonomian Indonesia.

“Ibu Sri Mulyani dan Boediono semua sepakat dan menjelaskan bahwa tidak ada krisis ekonomi. Tidak ada itu. Semua aman. Satu persatu. Tapi, beberapa jam kemudian mereka rapat di (kementerian) Keuangan dan subuh (21 November 2008) memutuskan adanya gagal sistemik satu bank yang membahayakan,” katanya di Gedung KPK, Jakarta, Kamis.

Setelah diperiksa sebagai saksi dalam kasus Bank Century, JK menceritakan dirinya menerima laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Boediono yang menjabat saat itu pada tanggal 20 November 2008 sore hari dalam sebuah rapat.

“Saya nggak tahu kenapa (rapatnya) malam-malam. Tapi yang aneh sebenarnya bahwa ada bank gagal. Gagalnya Rp630-an miliar tapi lewat tiga hari dibayarnya Rp2,5 triliun. Aneh-lah,” tambahnya.

Kalla menyampaikan bahwa saat itu dia menjadi pihak yang bertanggung jawab menjalankan pemerintahan karena Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedang dalam kunjungan ke luar negeri, tetapi dalam rapat putusan terkait status Bank Century, Kalla tidak diberitahu dan dilibatkan.

Setelah itu, Kalla diberitahu bahwa sudah ada rapat dan pengucuran uang pada 25 November 2008 malam oleh Menteri Keuangan saat itu Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Boediono.

Tidak transparannya pengucuran “bailout” Bank Century ini, lanjut Kalla mulai dari penetapan bank gagal berdampak sistemik sampai pengucuran bailout yang membengkak karena yang Kalla tahu Bank Century bermasalah karena dirampok oleh pembeli.

Pada rapat yang terjadi tanggal 20 November 2008, ia memerintahkan agar tangkap pembelinya.

“Nggak ada bank gagal, gagalnya karena dirampok. Dilaporkan ke saya bahwa masalah bank itu (Bank Century karena perampokan),” jelas Kalla yang diperiksa KPK selama hampir dua jam.

Pada rapat KSSK 20-21 November 2008 yang dibentuk berdasarkan Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perpu) No 4 Tahun 2008 pada 15 Oktober 2008 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sri Mulyani berperan sebagai Ketua merangkap anggota dan Boediono sebagai anggota. Dari rapat KSSK ditetapkan bahwa Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Pada 21 November 2008, Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang diketuai Sri Mulyani Indrawati memutuskan memberikan dana talangan atau “bailout” kepada Bank Century. Atas keputusan itu, Lembaga Penjamin Simpanan mengambil alih dan berubah menjadi Bank Mutiara.

Bank Century mendapatkan dana talangan hingga Rp6,7 triliun pada 2008 meski pada awalnya tidak memenuhi syarat karena tidak memenuhi kriteria karena rasio kecukupan modal (CAR) yang hanya 2,02 persen, padahal berdasarkan aturan batas CAR untuk mendapatkan FPJP adalah 8 persen.

Kucuran dana segar kepada Bank Century dilakukan secara bertahap, tahap pertama bank tersebut menerima Rp2,7 triliun pada 23 November 2008. Tahap kedua, pada 5 Desember 2008 sebesar Rp2,2 triliun, tahap ketiga pada 3 Februari 2009 sebesar Rp1,1 triliun dan tahap keempat pada 24 Juli 2009 sebesar Rp630 miliar sehingga total dana talangan adalah mencapai Rp6,7 triliun.

Audit Badan Pemeriksa Keuangan atas Century menyimpulkan adanya ketidaktegasan Bank Indonesia terhadap bank milik Robert Tantular tersebut karena diduga mengubah peraturan yang dibuat sendiri agar Century bisa mendapat FPJP yaitu mengubah Peraturan Bank Indonesia (BPI) No 10/26/PBI/2008 mengenai persyaratan pemberian FPJP dari semula dengan CAR 8 persen menjadi CAR positif.(tp)

 

21
Nov
13

Artefak Perang : Bangkai Kapal Nazi Jerman

Dengan Anggaran Terbatas, Arkeolog Indonesia Temukan Bangkai Kapal Nazi

Kamis, 21 November 2013 01:31 WIB
Dengan Anggaran Terbatas, Arkeolog Indonesia Temukan Bangkai Kapal Nazi

Pusat Arkeologi Nasional
Bagian dari Canon yang ditemukan Tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional di bangkai Kapal Selam U Boat milik Nazi Jerman di Laut Karimun Jawa. Sabtu (9/11/2013) Kapal Selam U Boat memiliki panjang 76 meter dan lebar 4,9 meter itu diperkirakan tenggelam akibat dihantam torpedo kapal Amerika pada tanggal 6 Oktober 1944.Selain artefak ,ditemukan pula belasan kerangka manusia di kapal tersebut. (Dokumentasi Pusat Arkeologi Nasional)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Keberhasilan tim peneliti dari Pusat Arkeologi Nasional dalam menemukan bangkai kapal selam U Boat milik Nazi Jerman di Laut Jawa merupakan kebanggaan tersendiri bagi perkembangan arkeologi di tanah air, apalagi di tengah keterbatasan anggaran.

Keterbatasan anggaran tersebut diakui Kepala Bidang Program dan Kerjasama Pusat Arkeologi Nasional, Priyatno Hadi yang juga masuk dalam tim peneliti penemuan bangkal kapal U-Boat di perairan Karimun Jawa.

“Persoalan anggaran juga yang membuat proses pengangkatan bangkai kapal harus ditunda,” ujar Priyatno saat dihubungi, Rabu (20/11/2013).

Hal tersebut dibenarkan Ketua Tim Peneliti Pusat Arkeologi Nasional Bambang Budi Utomo, ia mengatakan saat ini proses pengangkatan artefak untuk sementara dihentikan. Hal ini dikarenakan anggaran untuk biaya penyelaman belum dimasukan dalam anggaran tahun 2014.

“Jadi nanti dilanjutkan tahun 2015,” tuturnya.

Penemuan tersebut berawal dari informasi dari nelayan di kawasan Karimunjawa yang melihat sosok reruntuhan kapal di area situs. Tim dari Pusat Arkeologi Nasional kemudian menindaklanjuti temuan tersebut sampai kemudian ditemukan kapal selam dengan panjangnya 76 m dan lebar 4,9 meter.

Tim peneliti sendiri terdiri dari 16 orang yang merupakan tim gabungan dari Balai Arkeologi Yogyakarta, penyelam dari Sentral Selam Yogyakarta dibantu penyelam lokal di area situs.

“Ini tanpa bantuan pihak asing, bukti bahwa Arkeolog Indonesia mampu,” katanya.

Terkait kapal selam yang ditemukan timnya tersebut, Bambang menuturkan bahwa kapal tersebut merupakan kapal selam jenis U-Boat 168. Kapal selam milik tentara angkatan laut Jerman itu diperkirakan tenggelam akibat ditorpedo kapal Amerika pada tanggal 6 Oktober 1944.

Tim peneliti juga menemukan kerangka mayat manusia yang diduga merupakan awak kapal selam tersebut. Dari hasil pengamatan tim, paling sedikit setidaknya ada 17 orang yang menjadi korban dalam tenggelamnya U-Boat 168.

Sejauh ini, tim peneliti telah berhasil mengangkat beberapa artefak dari dalam bangkai kapal untuk diteliti lebih lanjut sebelum dilakukan penyelaman lanjutan 2015 mendatang.

Artefak tersebut diantaranya, dua buah piring dengan lambang Nazi dan merek pabrik yang biasa memproduksi barang untuk keperluan angkatan bersenjata Jerman. Piring tersebut diperkirakan adalah piring produksi tahun 1939.

Selain itu ditemukan pula kancing yang terdapat logo angkatan laut diatasnya, teropong binocular, kacamata selam. Pipa untuk nafas, batrerai aki, sol sepatu, penutup panel listrik dan sakelar instalasi listrik.

Namun, lanjut Bambang, yang saat ini masih menjadi misteri adalah terkait latar belakang keberadaan Kapal Selam milik Jerman tersebut di wilayah perairan Indonesia.

Karena, menurut data yang ada kapal selam tersebut biasanya ditempatkan di perairan Atlantik untuk mencegat kapal pemasok logistik tentara Inggris dalam perang dunia ke II.

“Saat ini (alasan keberadaan U-Boat 168 di Indonesia) masih kita teliti,” katanya.

21
Nov
13

Kepemimpinan : Ekonomi Kreatif Indonesia ?

Ekonomi Kreatif Indonesia Tertinggal

Syafnijal Datuk Sin | Kamis, 21 November 2013 – 08:40 WIB


(Foto/Antara)
Profesi penjual kartu telepon yang dahulu tidak diketahui kini menjamur akibat perkembangan pesat ekonomi kreatif/Ilustrasi.
Pada 2050, dua pertiga profesi muncul di sektor ekonomi kreatif yang belum diketahui saat ini.
 
BANDARLAMPUNG – Pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Padahal, ke depan, daya saing sebuah bangsa akan ditentukan oleh ekonomi kreatif. Oleh sebab itu, perguruan tinggi dituntut memacu ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa dan akademisi.

Demikian dikatakan anggota Komite Inovasi Nasional (KIN) Prof Dr Bustanul Arifin pada seminar nasional sains dan teknologi yang digelar Lembaga Penelitian Universitas Lampung (Unila) di Bandarlampung, Selasa (19/11).

Pada seminar yang diikuti sekitar 200-an peserta yang terdiri dari para akademisi, mahasiwa, dan litbang instansi/badan terkait itu, tampil pula Dr. Suprayoga Hadi, Deputi Bidang Pengembangan Daerah Khusus Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT).

Dijelaskan Bustanul, dalam indeks inovasi global 2012, dari 120 negara yang disurvei INSEAD, Indonesia berada pada posisi 99 dengan skor 27,78 setingkat di bawah Filipina dengan skor 28,98.

“Indeks inovasi kita hanya setingkat di atas Sudan dengan skor 20,36,” ujar dia.

Begitu pula dalam indeks kompetitif global 2013, posisi Indonesia berada pada urutan ke 38 dengan skor 4,53. Ini setingkat di bawah Thailand dengan skor 4,53 dan setingkat di atas Filipina dengan skor 4,29.

Bahkan, lanjut guru besar ilmu pertanian Unila ini, Indonesia belum termasuk dalam 20 terbesar negara eksportir barang-barang industri/ekonomi kreatif. Di Asia Tengggara, baru Thailand dan Singapura yang sudah masuk dalam 20 besar negara eksportir industri kreatif.

Dengan kondisi demikian, ungkap Bustanul, tiada pilihan lain bagi Indonesia untuk memacu ekonomi atau industri kreatif.

“Dan, itu mari kita mulai dari kampus,” ia mengajak.

Menurut dia, pada revolusi keempat peradaban manusia—setelah revolusi ketiga bidang komunikasi/teknologi informasi, revolusi kedua bidang industri–industri/ekonomi kreatif menentukan daya saing sebuah bangsa.

“Tiada pilihan lain selain memacu pengembangan industri kreatif setelah basis sumberdaya alam kita terkuras habis dan indusri kita tergantung negara lain,“ pembicara mengingatkan.

Terdapat 15 sektor ekonomi kreatif yang saat ini cukup berkembang. Yakni: periklanan, arsitektur, senirupa, kerajinan, desain, fesyen, film, musik, seni pertunjukan, penerbitan, riset dan pengembangan, piranti lunak, permainan, televisi, radio, dan permainan video.

Sektor ekonomi kreatif ini akan terus berkembang. Bahkan, menurut penelitian PBB, pada tahun 2050 nanti dua pertiga profesi akan ditempati oleh ekonomi kreatif yang saat ini belum diketahui.

“Pada tahun 90-an kita tidak pernah membayangkan akan ada profesi jual pulsa ponsel, desainer web, dan lain-lain. Ke depan akan seperti itu pula yang bakal terjadi, yang saat ini belum pernah kita bayangkan,” ungkap ekonom senior INDEF ini.

Kendati begitu Bustanul tidak menutup mata terhadap perkembangan ekonomi kreatif di dalam negeri. Di mana kinerja ekonomi kreatif Indonesia tahun 2012 sudah memberikan kontribusi bagi PDB dengan menempati posisi  ke-7 dari 10 sektor eonomi dengan nilai Rp573,9 triliun (6,9%) dari total PDB Rp8.309,6 triliun.

Lalu sektor ini juga sudah menempati posisi ke-4 dari 10 sektor ekonomi dengan jumlah tenaga kerja 11,8 juta (10,65%) dari total 110,8 juta angkatan kerja di tahun 2012. sementara unit usahanya sudah menempati posisi ketiga dari 10 sektor ekonomi, yaki sebanyak 5,4 juta unit (9.72%) dari total 55,5 juta unit usaha.

Sumber : Sinar Harapan
Harga Beras dan Gabah Naik di Lampung

Syafnijal Datuk Sin | Kamis, 21 November 2013 – 09:16 WIB


(Foto/Antara)
Gabah/Ilustrasi.
Memasuki musim paceklik, harga beras dan gabah naik di Lampung.
 
BANDARLAMPUNG – Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, bergerak naik seiring peningkatan harga gabah memasuki musim paceklik. Diperkirakan harga bahan makanan utama warga ini akan terus melambung hingga musim panen Fabruari tahun depan.

Pemantauan SH di sejumlah pasar tradisional Kota Bandarlampung menunjukan, harga beras kualitas asalan naik dari Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 7.600 sampai Rp7.700/kg. Begitu pula harga beras kualitas medium naik dari Rp 9.200/kg menjadi Rp 9.400/kg. Beras merek KJ, misalnya, naik dari bulan lalu Rp 230 ribu/kg menjadi Rp 235 ribu/kg. Demikian pula, beras kualitas premium naik dari sebelumnya rata-rata Rp 10 ribu hingga Rp 10.200/kg menjadi Rp 10.500/kg.

Tini, pedagang beras di Pasar Way Halim, Bandarlampung, menyatakan, harga beras sudah bergerak naik sejak awal bulan ini yang disebabkan seretnya pasokan beras dari penggilingan sentra padi di Lampung.

“Kan, musim panen gadu sudah lama usai dan sekarang masuk musim paceklilk sehingga pasokan beras dari penggilingan mulai seret,” ujar Tini, Selasa (19/11).

Tini memperkirakan harga beras bakal terus naik hingga musim panen rendeng sekitar Februari tahun depan.

“Memang sudah lazimnya setiap akhir tahun musim paceklik dan harga beras mahal hingga musim panen berikutnya,” kata dia.

Pedagang beras lain di Pasar Tugu Bandarlampung, Edi Susanto, menyebutkan harga beras bergerak naik dan terus akan naik hingga musim panen mendatang.

“Kecuali pemerintah melakukan impor beras dan ada operasi pasar baru harga beras tertahan kenaikannya,” dia menambahkan.

Di tempat terpisah Pardie, petani di Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan, Kabupaten Lampung Timur, mengakui, musim gadu sudah berakhir sejak September. Dan kini, petani di desanya memasuki persiapan mengolah sawah karena musim hujan baru saja rutin sejak sepekan terakhir.

“Jadi, stok gabah di petani sudah menipis karena itu harganya naik hingga Rp 4.700/kg dari saat musim gadu sebelumnya Rp  3.500/kg,” ujar Pardie yang juga sekretaris Gapoktan di desanya.

Dijelaskannya, kalau masih ada stok gabah sengaja disimpan petani untuk persiapan dimakan hingga musim panen berikutnya.

“Kalau gabah yang akan dijual sudah jarang. Saya sendiri terakhir jual gabah minggu lalu sebanyak lima kuintal,” kata dia.

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung menargetkan produksi padi tahun ini sebesar 3.223.633 ton gabah kering giling. Angka itu naik dibandingkan dengan realisasi produksi padi 2012 berdasarkan angka ramalan (aram) 2 sebesar 3.044.792 ton gabah.

Sumber : Sinar Harapan
21
Nov
13

ImTaq : Perilaku Kebahagiaan Pribadi Imani (PKPI)

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSnWPeE6nU2U6QVAVZLXhDJlWns76XjiYeK-rN8ftcQXba_bW730A

Kita sering mendengar seseorang mengatakan ingin mencari kebahagiaan.

Kalau kebahagiaan bisa dibeli , pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan ΐťų , saya tidak akan mendapat kebahagiaan karena sudah diborong oleh mεrεƙα .

Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat , pasti belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia . Jadi kita tidak perlu membeli atau mencari kebahagiaan ΐťų . Hanya dengan hati yang bersih dan ikhlas serta fikiran yang jernih , kita bisa rasakan kebahagiaan itu kapanpun, di manapun dan dengan kondisi apapun .

Ciptakan selalu kebahagiaan di hati dan fikiran ƙίƗα dan bersyukur, maka kita akan jadi org yang beruntung.

​Kunci Kebahagiaan Milik Orang2 Yang Dapat BERSYUKUR Setiap Saat Dalam Kondisi Apapun.

“Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka syukurilah dan nikmatilah apa yang kamu miliki saat ini”

Bersyukur adalah sebuah ketrampilan yg bisa di pelajari .
Bersyukur bukanlah hasil dari suatu keaadaan tertentu melainkan hasil dari sebuah gaya hidup yg dilakukan dgn sengaja (dibiasakan).

“Janganlah mengeluh karena tangan yg belum dapat menggapai Bintang, tapi bersyukurlah karena kaki yg masih dpt menginjak Bumi.” Salam sukses dan salam bahagia.selamat beaktifitas sobat2 ku.
Salam Negarawan 17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,303,466 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…