Posts Tagged ‘Environmental

08
Dec
14

Lingkungan : 6 Negara Kepulauan Di Dunia Terancam Tenggelam

logo

6 Negara Kepulauan di Dunia yang Terancam Tenggelam

Pemanasan global, perubahan iklim, membuat permukaan air laut naik sekitar 1-3 mm pertahun sejak abad ke-20. Hingga sekarang permukaan air laut naik lebih dari 1.200 meter. Akibatnya sering terjadi banjir di daerah pesisir pantai. Dan bagi pulau-pulau kecil, ini adalah awal dari berakhirnya keberadaan mereka di bumi. Berikut 6 negara kepulauan yang terancam tenggelam dalam beberapa tahun ke depan.

Selanjutnya

1. Kiribati

Negara yang terletak di Oceania, Samudera Pasifik ini diprediksi sebagai negara pertama yang akan tenggelam. Sekitar 105 ribu orang penduduk dari 33 pulau kecil di sana sudah mengungsi karena mulai tenggelam. Presiden Kiribati, Anote Tong sempat membeli lahan di Kepulauan Fiji untuk mengungsi. Tapi karena sama-sama terletak di Samudera Pasifik yang juga beresiko tinggi tenggelam, Presiden Tong akhirnya meminta bantuan Selandia Baru sebagai tempat pengungsian. Kiribati adalah negara yang paling sedikit menyumbang polusi karbon, penyebab utama pemanasan global, tapi terkena dampak paling parah.

2. Maladewa

Negara kepulauan ini terletak di sebelah barat daya Srilanka, Samudera Hindia. Negara superindah ini permukaan tanahnya rata-rata hanya mempunyai tinggi 1,5 m di atas permukaan laut. Saat ini sudah sekitar 1.990 pulau kecil dan pulau karang yang terendam. Makanya, Presiden Maladewa, Mohamed Nasheed, berencana memindahkan negara dan 350 ribu warganya ke Australia karena Maladewa sudah semakin sulit dipertahankan.

3. Ghoramara

Terletak di Selatan India, naiknya permukaan air laut secara global ditambah es di pegunungan Himalaya yang makin banyak mencair, membuat permukaan air di daerah teluk Bengal naik dratis setiap tahunnya. Sejak tahun 1969, pulau ini telah mulai tenggelam dan mencapai dua pertiganya di tahun 2006. Hingga sekarang sudah lebih dari tujuh ribu penduduk diungsikan.

Selanjutnya

4. Shishmaref

Daratan di pesisir Shishmaref menghilang tersapu ombak dan permukaan air laut yang semakin naik. Banyaknya es yang mencair juga membuat struktur tanah enggak stabil sehingga banyak rumah rusak. Perubahan iklim di sana juga menyebabkan badai makin dahsyat sehingga menimbulkan erosi yang memakan daratan hingga sekitar 38 meter. Meski sudah dibangun tembok untuk menahan air laut, daerah ini tetap kehilangan daratan rata-rata 3,3 meter setiap tahunnya. Alhasil sekitar 600 penduduk di sana terancam hidupnya dan kebanyakan harus mengungsi. Saat ini dari 213 desa di Alaska, lebih dari 80 persen rusak karena masalah yang sama.

5. Tuvalu

Sejak sepuluh tahun lalu, pemerintah Tuvalu sudah meminta bantuan Australia untuk mengungsikan 12 ribu penduduknya ke sana. Titik tertinggi di negara mungil ini hanya sekitar 4,5 meter. Pulau-pulau besar di sana terendam air hingga setengahnya, dan pulau-pulau kecil tenggelam. Bukan enggak mungkin lima puluh tahun lagi, Tuvalu tinggallah sebuah nama.

6. Indonesia

Kaget? Tak usah kaget. Sebagai negara kepulauan, Indonesia juga terancam tenggelam. Menurut Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan, sejak tahun 2005 Indonesia sudah kehilangan setidaknya 24 dari 17.504 pulau-pulau. Jika tak ada perbaikan lingkungan, diperkirakan  hingga tahun 2030, Indonesia akan kehilangan sekitar dua ribu pulau. Saat ini pulau yang terancam tenggelam di antaranya adalah ratusan pulau kecil di perairan Maluku, Pulau Batu Beranting, Nipa, Putri dan Pelampong di daerah Batam, dan pulau cantik, Samalona, di pantai selatan Sulawesi Barat pun diperkirakan akan menghilang tahun 2020.

Nah, negara-negara tersebut terancam tenggelam karena kerusakan lingkungan. Yuk, kita mulai perbaiki cara kita memperlakukan lingkungan.

14
Sep
14

Lingkungan : Laut Es Kutub Selatan Membesar 2x Kutub Selatan

Luas Es Laut di Kutub Selatan Capai Rekor Tertinggi selama 35 Tahun

Minggu, 14 September 2014 19:30 WIB

Para peneliti di Kutub Selatan telah mengungkapkan adanya rekor baru atas luas es laut di sana, sejak 35 tahun terakhir.

Gambar satelit menunjukkan area seluas 20 juta kilometer persegi yang tertutup es laut di sekitar Kutub Selatan.

Jan Lieser dari Pusat Penelitian Iklim dan Ekosistem Kutub Selatan menyebut, penemuan tersebut baru diketahui 2 hari lalu.

“Tiga Puluh Lima tahun lalu, satelit pertama yang ada, yang memberitahu kita area es laut, 2 dimensi, apa yang terekam dan kami belum pernah melihat yang seperti ini sebelumnya, area seluas ini. Kira-kira ini berukuran dua kali lipat benua Kutub Selatan dan sekitar 3-4 kali lipat luas Australia,” jelasnya.

Sebuah area seluas 3 kali lipat ukuran Australia, di Kutub Selatan, kini tertutup es laut. (Foto: British Antarctic Survey)

Tiap tahun, pembentukan es laut di sekitar Kutub Selatan adalah salah satu peristiwa musiman terbesar yang terjadi di Bumi.

Es tersebut dihasilkan oleh apa yang disebut para ilmuwan sebagai ‘pabrik es laut’ atau ‘polynias’, area di permukaan samudera di mana pola arus dan angin bersatu untuk menghasilkan es laut.

“Segera setelah es laut diproduksi di penghasil ‘polynias’ ini, sebenarnya itu telah dipindahkan dari sana sehingga lebih banyak es laut yang bisa diproduksi,” ujar Dr. Jan.

Saat area yang tertutup es laut meluas, para ilmuwan mengatakan, es di Kutub Selatan, yang tak berada di atas lautan, terus berkurang.

Direktur Utama Pusat Penelitian Iklim dan Ekosistem Antartika, Tony Worby, mengungkapkan, atmosfer yang menghangat mengarah ke cakupan es laut yang lebih besar dengan pola angin yang berubah.

“Perluasan es laut disebabkan oleh angin di sekitar Antartika, dan kami yakin mereka bertambah kuat dan sebagiannya adalah penipisan ozon,” tuturnya.

Ia menuturkan, perubahan terhadap level es laut bisa berdampak pada keseluruhan ekosistem Kutub Selatan.

“Es laut ini adalah habitat yang sangat penting bagi udang kecil beserta reproduksinya dan itu merupakan salah satu bahan makanan utama dari banyak spesies di Kutub Selatan,” ungkapnya.

Sementara ekositem Kutub Selatan bersiap untuk perubahan, pusat penelitian Kutub Selatan juga harus bersaing dengan kondisi berbahaya di bulan-bulan mendatang.

06
Mar
14

Lingkungan : 17 Perusahaan Perusak DAS Citarum

Selasa, 25 februari 2014 00:44 WIB

17 Perusahaan Merusak DAS Citarum

Pemerintah Daerah Jangan Cuci Tangan

Deni Sahbudin/GM
PEMULUNG sedang mencari plastik bekas di dasar dan permukaan Sungai Citarum di betulan Desa Rancamanyar, Kec. Baleendah Kab. Bandung, beberapa waktu lalu.
CIUMBULEUIT (GM) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI melakukan audit lingkungan Sungai Citarum. Dari hasil audit tersebut, BPK menemukan 17 perusahaan yang berlokasi di sepanjang DAS Citarum melanggar ekosistem lingkungan. 

BPK pun berharap pemerintah daerah jangan cuci tangan atas kerusakan lingkungan saat ini. Mengingat ada unsur pidananya, maka hasil audit tersebut sudah diserahkan ke Mabes Polri dan DPR sejak dua bulan lalu.

“Saya tidak bisa menyebutkan nama perusahan tersebut. Yang jelas ada 17 perusahaan. Perusahaan tersebut melanggar baku mutu air sungai. Pabrik-pabrik itu membuang limbahnya ke sungai dengan luar biasa,” tegas anggota IV BPK RI, Ali Masykur Musa kepada wartawan di sela-sela kuliah umum “Etos Kebangsaan dan Penyelamatan Keuangan Negara” di Gedung Rektorat Universitas Katolik Parahyangan, Jln. Ciumbuleuit Bandung, Senin (24/2).

Ia menyebutkan pabrik itu berada di sepanjang Majalaya hingga Purwakarta. Selain itu, ia juga menilai, hulu DAS Citarum kondisinya sudah rusak dan ini membahayakan kesehatan masyarakat sekitar Bandung Raya dan Jakarta. Karena 45 persen kebutuhan air Ibu Kota yang disuplai dari Jatiluhur, semua dari DAS Citarum.

“Saya mengimbau kepada pemprov dan pemkab/pemkot terkait untuk segera merehabilitasi lahan DAS Citarum yang rusak parah. Lalu untuk aparat penegak hukum, harus berani menindak bagi pencemar lingkungan. Sehingga ini menjadi shock therapy bagi perusak atau pencemar lingkungan,” tegasnya. Dikatakan, sanksi yang diberikan penegak hukum diharapkan bisa menjadi efek jera bagi pengusaha atau perusahaan yang merusak lingkungan. 

Menurutnya, anggaran rehabilitasi DAS Citarum nilainya mencapai Rp 1,3 triliun setiap tahun. Anggarannya cukup besar tapi kemudian jika di hulunya tetap rusak dan para pengrusak lingkungan tetap menggunduli hutan, maka anggaran sebesar itu tidak ada artinya.

“Kalau tidak ada artinya, Rp 1,3 triliun bisa untuk yang lain,” tegasnya. Tapi yang jelas, katanya, Baleendah dan Majalaya sudah rusak parah. Sehingga diperlukan tata ruang baru dan perda baru, baik yang disusun Pemprov Jabar maupun pemkab atau pemkot terkait. 

Ditanya berapa kerugian secara nominal atas kerusakan DAS Citarum tersebut, Ali enggan membeberkannya. “Jumlahnya ada, tapi izinkan saya berbeda, dari pidana lingkungannya saja yang didorong. Materilnya tidak bisa dikemukakan,” katanya. 

Cuci tangan

Ia menilai, soal tata ruang baru karena kerusakan DAS Citarum sudah sangat parah, harus dilakukan Pemprov Jabar dan pemkab/pemkot. Karena bukan tata ruang nasional, urusan ini termasuk parsial sehingga yang mengurusnya daerah.

Disinggung apakah Pemprov Jabar berperan dalam kerusakan Citarum, Ali menegaskan, semua pemerintah daerah terkait terkesan cuci tangan dalam urusan ini. Baik pemprov maupun pemkab/pemkot kurang aware.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Barat, Herry Mei Oloan mengatakan, pemerintah pemprov dan pemerintah pemkab./pemkot harus ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan di Citarum.

“Kalau hasil pemeriksaan BPK Itu saya pikir benar, karena ‘kan itu ada di wilayah Jabar, jadi tanggung jawab pemprov dan pemerintah daerah. Apalagi ada wilayah yang menjadi kewenangan pemprov, yaitu di hulunya. Harusnya pemprov menjaga kondisi agar tidak terjadi sendimentasi. Harus punya wilayah ke sana. Pemprov juga yang memberikan izin, sehingga industri masuk ke sungai-sungai. Selain ada wilayah yang juga menjadi tanggung jawab pemkab, tapi tidak dilaksanakan, jadi wajar kalau BPK memberikan rekomendasi seperti itu,” jelas Herry.

Dikatakannya, saran BPK memang perlu diikuti, apalagi untuk menjaga kondisi Citarum. Sehingga izin-izin industri perlu diperhatikan, terutama terkait dengan alih fungsi lahan.

Dalam hal ini leading sector tata ruang harus dilakukan Pemprov Jabar. Sehingga nantinya pemkab/pemkot bisa mengikuti. “Tata ruang kita pun mengikuti tata ruang nasional,” katanya.

Terkait 17 pengusaha yang menyalahi aturan, terutama dalam instalasi pengolahan air limbah (IPAL), Herry mengatakan, harus ada tindakan tegas dari pemerintah.

“Saya pikir harus mengacu pada perda dan perundang-undangan. Kalau undang-undang mengharuskan pencabutan perizinan, saya pikir cabut saja izinnya. Harus tegas, ‘kan ada aturannya. Jadi lihat aturan, undang-undangnya. Kalau bedasarkan kualitas pelanggaranya (izin) harus dicabut, ya cabut saja,” katanya.

(B.96/B.99)**
03
Mar
14

Lingkungan : Pulau Misteri Baru Terbentuk

res : Gambar di bawah ini mirip gambar pulau baru yang timbul di selatan Turki tahun lalu atau tahun sebelumnya-
R NEGARA

Pulau misteri baru terbentuk

Pandangan dari jauh sebuah pulau misteri yang baru terbentuk di Bekasi, Indonesia. – AGENSI

BEKASI – Sekumpulan nelayan di Jawa Barat gempar setelah menemui sebuah pulau baharu di tengah-tengah laut di perairan Bekasi, Indonesia baru-baru ini.

Menurut laporan berita di laman web Yahoo.com, fenomena aneh itu berlaku apabila satu timbunan tanah didakwa secara tiba-tiba muncul dan membentuk daratan baharu sepanjang dua kilometer dan lebar 15 meter.

Pulau itu terletak dua kilometer dari pinggir pantai kawasan Desa Pantai Sederhana, daerah Muaragembong di sini.

Berikutan penemuan pulau itu, ia kini menjadi kunjungan ramai orang dari kawasan berhampiran yang datang ke pulau tersebut dengan menaiki perahu yang mengambil masa satu jam perjalanan.

Ketua Kampung Muaragembong, Rubci, berkata, fenomena itu pertama kali berlaku di sekitar pantai di utara Bekasi.

Katanya, pulau itu dipercayai terbentuk daripada timbunan tanah yang dibawa air sungai ke laut ekoran kejadian banjir besar yang berlaku di daerah tersebut baru-baru ini.

“Dakwaan itu adalah hanya andaian saya sahaja. Ia belum dibuktikan sah lagi. Adakah benar pulau itu terjadi hasil daripada pasir yang dihanyutkan air,” katanya kepada akhbar Tempo baru-baru ini.

Jelasnya lagi, seluruh permukaan pulau itu terdiri daripada pasir hitam bercampur kerang kecil, malah struktur pulau tersebut terbentang luas dan membentuk garisan melengkung ke arah laut.

Sementara itu, Ketua Kampung di Desa Pantai Sederhana, Karih Nuryanto berkata, kewujudan pulau tersebut masih belum dimaklumkan kepada pihak berkuasa bandar Bekasi.

“Mungkin kami akan buat laporan kepada pihak berkuasa pada minggu hadapan,” ujarnya.

23
Mar
13

Lingkungan : Earth Hour Perangi Climate Change

PBB Peringati “Earth Hour” Guna Soroti Perlunya Perangi Perubahan Iklim

AntaraAntara 

PBB, New York (ANTARA/Xinhua-OANA) – PBB berencana ikut dalam memperingati “Earth Hour” pada Sabtu dengan memadamkan listrik di semua kantornya di seluruh dunia selama satu jam, kata Juru Bicara PBB Martin Nesirky di Markas PBB, New York, Jumat (22/3).

“Bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia yang memperingati `Earth Hour`, sekretaris jenderal mengatakan PBB akan ikut dengan tekad kuat untuk melakukan tindakan sehubungan dengan perubahan iklim,” kata Nesirky dalam satu taklimat harian di Markas PBB, New York. Ia merujuk kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.

Ban “mengatakan pemerintah, pengusaha dan masyarakat sipil, semuanya, memiliki peran untuk dimainkan untuk mewujudkan jawaban yang masuk akal bagi dunia yang lebih bersih, lebih hijau,” kata juru bicara PBB tersebut sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.

“Earth Hour”, yang diluncurkan pada 2007 di Australia oleh Dana Seluruh Dunia bagi Alam (WWF), kelompok pelestarian alam global, menyeru rakyat, organisasi dan kota besar untuk mematikan lampu yang tidak penting selama satu jam mulai pukul 20.30 waktu setempat.

Itu adalah tahun keempat PBB bergabung dengan ratusan juta orang di seluruh dunia untuk mematikan lampu.

Kegiatan “Earth Hour” berlangsung rata-rata satu pekan setelah 21 Maret –ketika malam dan siang sama lamanya di kedua belahan Bumi, untuk memastikan keadaan akan gelap di mana saja di seluruh dunia pada pukul 20.30.(tp)

16
Feb
13

Lingkungan : Hujan Meteor di Rusia Tengah

Hujan Meteor Timbulkan Kepanikan di Rusia Tengah

Yahoo! News via Space.com

AntaraAntara – Jum, 15 Feb 2013

Moskow (AFP/ANTARA) – Hujan meteor turun di Rusia tengah pada Jumat, memicu kepanikan saat puing-puing benda angkasa berjatuhan dan meledak di udara, menerbangkan jendela dan menyebabkan beberapa orang terluka.

“Sebuah meteorit yang hancur di atas Ural (pegunungan di Rusia tengah), sebagian besar terbakar di atmosfer yang lebih rendah,” kata kantor lokal kementerian keadaan darurat nasional dalam sebuah pernyataan.

Meteor hits central Russia, 400 hurtA meteor crashes into the Urals in central Russia, injuring 400 people authorities say. Lily Grimes reports.

“Fragmen dari meteorit itu mencapai Bumi, jatuh di daerah yang jarang penduduknya di wilayah Chelyabinsk,” katanya.

“Menurut informasi awal, empat orang terluka terkena pecahan kaca,” katanya.

“Pada pukul 11.00 waktu setempat kami menerima banyak panggilan darurat, pemadaman listrik, dan luka-luka,” menurut pernyataan pemerintah lokal yang dikutip Interfax.(dh/pt)

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook

Berita Lainnya

Meteor Jatuh di Rusia, Lebih dari 200 Anak Terluka

TEMPO.COTEMPO.CO – 

TEMPO.CO, Yekaterinburg – Kementerian Kesehatan di Provinsi Chelyabinsk, Rusia, mencatat 985 orang yang terluka akibat terkena pecahan meteor yang jatuh di sebuah danau di kota Chebarkul, Provinsi Chelyabinsk, Rusia, Jumat, 15 Februari 2013 sekitar pukul 9.30 pagi. Lebih dari 200 korban adalah anak-anak. Mayoritas korban menderita luka gores.

Dari 43 orang yang mendapat perawatan khusus, 13 di antaranya adalah anak-anak. Dua orang dewasa hingga saat ini masih dalam kondisi kritis. Korban terbanyak ada di kota Chelyabinsk dengan jumlah 655 orang, Kopeisk (130), Korkino (70), Emanzhelinsk (51), dan Etkul (20). Meteor juga merusak sedikitnya 154 bangunan, 93 di antaranya adalah rumah sakit dan poliklinik. “Meteor juga merusak 10 panti asuhan dan lima panti jompo. Kaca-kacanya pecah,” ujar Perwakilan Kementerian Sosial di Wilayah Chelyabinsk Olga Kucherina seperti dilaporkan Ural KP.

Administrator Kota Chelyabinsk Sergey Davydov menyatakan bahwa pemerintah akan menanggung semua biaya kerusakan bangunan yang terjadi akibat meteor tersebut. Beberapa sekolah yang mengalami kerusakan terpaksa menutup sebagian ruang kelasnya untuk proses perbaikan, namun kegiatan belajar akan tetap berlangsung. Proses perbaikan tersebut ditargetkan selesai minggu depan.

Sementara itu, empat warga Indonesia yang tinggal di Kota Yekaterinburg, sekitar 250 kilometer sebelah utara Chelyabinsk, berada dalam kondisi baik. “Saya seharian ada di asrama. Aman-aman saja di sini. Tidak lihat meteor itu secara langsung. Hanya tahu beritanya dari Internet,” kata Muhamad Zainun Najib, mahasiswa Indonesia di Universitas Federal Ural, Yekaterinburg.

GABRIEL TITIYOGA (YEKATERINBURG)

08
Feb
13

Lingkungan : 24 Situ DAS Cisadane-Ciliwung Menghilang

MetroLayanan publik

24 Situ DAS Cisadane-Ciliwung Menghilang  

Derasnya aliran sungai Ciliwung dikawasan Manggarai, Jakarta, Selasa (15/1). Hujan yang mengguyur Jakarta dan Bogor, mengakibatkan meluapnya air sungai Ciliwung sehingga merendam ratusan rumah dibantaran sungai. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

Jum’at, 08 Februari 2013 | 14:17 WIB

24 Situ DAS Cisadane-Ciliwung Menghilang

TEMPO.CO, Jakarta – Jumlah situ di daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung dan Cisadane turun dari 204 situ menjadi 180 situ.

Hasil inventarisasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum menunjukkan pada 2007 lalu, DAS Ciliwung dan Cisadene berjumlah 204 situ. Sebanyak 24 situ yang sudah beralih fungsi.

“Pengalihfungsian terjadi akibat pengurukan untuk berbagai keperluan, seperti perumahan dan lainnya,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, dalam rilisnya Kamis, 7 Februari 2013.

Padahal, kata Hasan, situ merupakan daerah resapan air sehingga seharusnya tidak boleh dihuni. Ia menjelaskan, 50 meter dari bibir situ di luar kota dan 15 meter untuk situ yang berada di dalam kota, tidak boleh dihuni.

Beberapa kasus pengalihfungsian situ terjadi akibat penerbitan izin pembangunan di sekitar situ oleh pemerintah daerah. Salah satu kasus pengalihfungsian situ yang ia catat terjadi di Situ Antap, Kota Tangerang Selatan. Situ Antap sedikit demi sedikit terkikis karena diuruk oleh pengembang.

“Kami berkoordinasi dan membuat kesepakatan dengan pemerintah daerah setempat dan Badan Pertanahan Nasional. Karena pengembang tersebut sudah memiliki sertifikat lahan,” kata Hasan. (Baca: Titik-titik Luapan Kali Ciliwung)

Sedangkan dari perspektif Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pengelola sumber daya air, walau pengembang sudah memiliki sertifikat kepemilikan lahan, situ harus tetap berfungsi untuk konservasi air dan tidak boleh dibangun. (Baca: Kampung Pulo Kembali Banjir Capai 2 meter)

RAFIKA AULIA

Berita Lainnya:

Kampung Pulo Kembali Banjir Capai 2 meter

 




Blog Stats

  • 3,174,064 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…