Ben S. Bernanke yang Chairman dari the Federal Reserve Bank di Amerika dalam disertasi doktoralnya di MIT tentang Great Depression tahun 1929, berpendapat bahwa peran intervensi negara dan bank sentral yang lebih besar penting sebagai solusi strategik atasi krisis ekonomi keuangan saat itu. Intervensi berarti aksi regulasi otoritas keuangan pemerintah seperti yang dilakukannya pada tanggal 18 September 2013 yang lalu yaitu kebijakan stimulus dilanjutkan. Hasilnya sentimen pasar finansial terdampak positif sejuk teduh dan gejolak ekonomi mengecil.
Peran regulasi strategik itu sesungguhnya sudah terpikirkan oleh the founding fathers ketika merumuskan konstitusi pada tahun 1945 dengan mencantumkan Pasal-33, sangat mungkin sekali belajar bercermin dari peristiwa Great Depresion 1929-1933 itu. Dengan kata lain pembiaran terhadap pola ekonomi pasar bebas sudah diantisipasi.
Oleh karena itulah amandemen berwujud Pasal-33 UUD45 (2002) yang dirasakan terbuka kearah orientasi pasar bebas (laissez-faire) yang patuh total pada libertarianisme Adam Smith, seharusnya segera dibatalkan mengacu pragmatisme kebijakan the Fed tanggal 18 September 2013 itu yang berujung manfaat bagi banyak bangsa sedunia. Dengan pemberlakuan kembali Pasal-33 UUD45 (1959) diyakini akan senantiasa terjadi harmonisasi dengan kebijakan2 ekonomi keuangan global sehingga kehidupan ekonomi Indonesia akan lebih terasa ramah bagi warganya sendiri.
Jakarta, 20 September 2013
Pandji R Hadinoto
eMail : pkp17845@gmail.com

Selamat Pagi Sobat2 NasPan45.jpg

Selaku warga Jakarta peduli Penegakan Konstitusi Proklamasi 17845 (PKP45) yang berkearifan lokal (17 butir Jiwa Semangat Nilai2 45 + 8  butir Kepemimpinan Hastabrata + 45 butir Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No. XVIII/1998), bersama ini serukan “Batalkan Pasal-33 UUD45 (2002) dan Berlakukanlah Pasal-33 UUD45 (1959)” bercermin pada hari bersejarah mengenang kepahlawanan warga Djakarta pada Rapat Raksasa di IKADA tanggal 19 September 1945 untuk menegakkan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.
Seruan ini dalam rangka turut memperkuat Ketahanan Fundamental Ekonomi Indonesia demi Politik TRISAKTI (Politik Berdaulat, Ekonomi Berdikari, Budaya Berkepribadian) dan Kehidupan Ekonomi Tidak Ganas dalam konteks Strategi 7 Ketahanan Bangsa,  sekaligus terapi atas peristiwa perlambatan pertumbuhan dan pemerataan ekonomi kesejahteraan rakyat yang kini terjadi.
Semoga seruan kepada seluruh komponen masyarakat, bangsa, negara yang peduli atas kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini mampu menopang kepastian terwujudnya amanat Pembukaan UUD45.
Jakarta, 19 September 2013
Penegak Konstitusi Proklamasi 17845,
Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila


0 Responses to “Pasal-33 UUD45 [1959] Strategik”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,150,513 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: