Archive for August, 2018

15
Aug
18

Kenegarawanan : Budaya Kepemimpinan 345

Logo MABINDO

Suara Warga45

*BUDAYA KEPEMIMPINAN 345*

Menyimak Sejarah Pendidikan Politik Kebangsaan Gedung Joang45 sebagaimana telah disinggung CaPres Jokowi 10 Agustus 2018 yang baru lalu‎, adalah memang benar kemudian menyemangati para Pemuda Menteng 31 untuk berkumpul ketika mendengar berita Jepang Takluk kepada Sekutu 14 Agustus 1945 guna mendorong Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.

Oleh karena itulah, jelang 17 Agustus 2018 ini perlu juga bagi Generasi Penerus 45 diberi muatan *Budaya Kepemimpinan 345* yakni :

1) *PRIMER45 (Politik Roh Indonesia Merdeka 45)*

https://jakarta45.wordpress.com/2016/05/17/30620/amp/

2) *45 Sifat Karakter Kebangsaan*
https://psma.kemdikbud.go.id/index/home/lib/files/pengumuman/Buku%20pemantapan%20polhukam.pdf‎

3) *45 Butir Pengamalan Pancasila*
https://jakarta45.wordpress.com/2012/07/24/ideologi-45-butir-pengamalan-pancasila/amp/

Menimbang *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845*

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/

Mengingat *Rekonstruksi Makna Kemerdekaan*

https://m.detik.com/news/kolom/3602297/sukarno-muhammad-dan-rekonstruksi-makna-kemerdekaan

Memperhatikan *Jatidiri INDONESIA Merdeka 1945*

https://www.google.com/search?q=jatidiri%20indonesia%20merdeka%201945

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) berharap kiranya *Budaya Kepemimpinan 345* ini juga bermanfaat bagi para kontestan dan konstituennya di ajang Pemilu Serentak 2019 yang akan datang.

Jakarta, 14 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
Wwww.jakarta45.wordpress.com

Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia Kontributor Magelang, Ika Fitriana Kompas.com – 05/11/2015, 03:43 WIB

https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia”, https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia.
Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana

MAGELANG, KOMPAS.com – Tokoh agama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan para pejabat-pejabat Indonesia untuk lebih dekat dengan kesenian. Sebab kesenian dapat menjadikan seseorang lebih lembut ditengah maraknya budaya saling “bully” saat ini. Hal tersebut dituturkan Gus Mus saat menghadiri pembukaan pameran lukisan “The People In 70 Years” di OHD Museum Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2015) malam. “Kesenian itu perlu sekali, apalagi sekarang hampir di media sosial kita temui macam-macam orang seperti apa. Bagaimana mereka berinteraksi dengan manusia lain, saling bertentangan, saling mem-bully, saling fitnah,” ujar Gus Mus. “Saya kira kalau seseorang dekat dengan kesenian, maka tidak akan seperti itu,” ujarnya. Gus Mus mengungkapkan kekagumannya terhadap presiden pertama RI, Soekarno, yang begitu mengapresiasi kesenian. Soekarno dinilai sebagai sosok pemimpin yang mau belajar kesenian dan mengenal baik dengan banyak seniman lukis Indonesia. Rais Syuriah PBNU ini memandang seni budaya di Indonesia tidak pernah menjadi sesuatu hal yang penting, berbeda dengan dengan politik dan ekonomi yang selalu duduk menjadi ‘panglima’ di negara ini. “Era presiden Soekarno ‘panglimanya’ politik, era Soeharto diganti ‘panglimanya’ ekonomi kapitalis, Soeharto lengser politik kembali jadi ‘panglima’. Ini ndak kreatif, kenapa tidak budaya yang jadi ‘panglima’?,” tuturnya. Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang ini mengatakan bahwa dunia seni rupa adalah dunia yang tidak pernah berubah meski waktu terus berjalan dan pelaku yang berbeda-beda. Seni rupa ‘istiqomah’ dalam membela dan berpihak pada rakyat. Sementara itu, dalam pameran lukisan yang bertajuk “Then People In 70 Years” itu sebanyak 150 karya seni rupa dari ratusan maestro seni rupa Indonesia dipamerkan. Misalnya, karya Affandi, S Sudjojono, Hendra Gunawan, Raden Saleh dan sebagainya. Seluruh lukisan tersebut merupakan hasil koleksi Oei Hong Djien (OHD) yang diseleksi oleh kurator Jim Supangkat. Mayoritas lukisan bertema tentang kemasyarakatan. “Perkembangan seni rupa Indonesia sejak awal abad ke-20 sampai kontemporer, tema kemasyarkatan relatif tidak pernah hilang,” kata Jim Supangkat. “Hal ini tergambar dari pameran ini yang menunjukkan keeratan hubungan antara perkembangan seni rupa Indonesia dengan sejarah Indonesia,” ujarnya. PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana EditorBayu Galih

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia”, https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia.

Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Kebudayaan dalam Menerapkan Kepemimpinan

Setiap perusahaan memiliki kepimpinan berdasarkan kebudayaan. Hal ini tak terlepas dengan kebudayaan yang mencakupi sebagai aturan dalam membangun visi dan misi perusahaan. Kebudayaan sangat membingkai erat karena berkaitan dengan kebiasaan dan karakter, sehingga menciptakan sifat individu.

Sebagian perusahaan memiliki terminologi kepemimpinan dalam menerapkan nilai estetika kebudayaan tersendiri. Kepemimpinan berperan besar dalam mengemban misi bagi lembaga yang dilayaninya dan beroperasi berdasarkan budaya yang sudah terbentuk. Sistem kepemimpinan yang ada harus bertugas mengembangkan setiap kegiatan kerja menjadi lebih produktif dan membuat motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja.

Jika berbicara dalam kebudayaan yang mempengaruhi kepemimpinan, dan berdasarkan penerapan sistem kerja, Asia Timur dan Asia Tenggara memiliki sistem kepemimpinan yang logistik terhadap bawahannya. Lain hanya dengan budaya Indonesia. Sistem kepemimpinan yang banyak dipakai adalah sistem kepemimpinan yang berdasarkan gaya kepemimpinan tokoh bangsa yaitu Ki Hajar Dewantoro yang berbunyi, “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.” Yang di depan harus menjadi teladan, di tengah harus mendukung dan di belakang harus mengikuti, merupakan salah satu gaya kepemimpinan dengan landasan budaya Indonesia. Tidak heran jika saat ini Indonesia menjadi negara berkembang dengan mengunakan sistem budaya dalam kepemimpinan.

Kepemimpinan sesuai dengan aturan main perusahaan akan menjadi budaya dalam sebuah management seperti.

Berfikir

Bertindak

Berulang

Kebiasaan

Budaya

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part I
Posted on Januari 23, 2008 by hidayaters

Dalam penyelenggaraan pemerintahan sebuah negara di manapun di dunia, memerlukan adanya unsur pemimpin disamping unsur lain seperti wilayah dan rakyat yang dipimpin. Sejarah kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 lalu, telah melalui perjuangan panjang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga yang besar untuk itu, karena selama 3,5 abad lebih bangsa penjajah selalu ingin kembali menjajah negara kita yang kaya raya dan indah.

Wilayah yang sangat strategis dan terbentang diantara dua benua dan dua lautan luas, terdiri dari 17.058 buah pulau besar dan kecil (data Bakorsurtanal) dan dihuni oleh lebih ratusan suku bangsa atau etnis yang tersebar diantara Sabang dan Merauke. Sedangkan dalam kehidupan rakyat Indonesia sehari hari memiliki berbagai ; agama dan adat istiadat atau budaya, bahasa daerah yang sangat beragam dan berbeda satu sama lain.

Jumlah penduduk saat ini mencapai 220 juta lebih dan merupakan Negara keempat terbesar penduduknya d dunia. Penduduk dengan masyarakatnya yang sangat heterogen yang mendiami sekita 6000 buah pulau. Di lain pihak penduduk yang begitu besar dan majemuk tersebut memerlukan pemimpin yang kuat dan tangguh serta berada ditengah tengah keberagaman diantara berbagai suku, ras, agama, adat istiadat dan kebiasaan sehari hari.

Dipihak lain dalam tujuan negera untuk mensejahteraan masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia saat ini masih dalam perjalanan cukup panjang. Masalahnya memerlukan semangat dan keinginan seluruh rakyat atas kepemimpinan yang baik di dalam keberagaman budaya tersebut. Dari zaman kezaman terjadi perubahan yang terjadi dalam perjalanan kehidupan bernegara dan berbangsa tersebut.

Perubahan lingkungan yang strategik dunia yang tidak dapat dihindarkan akibat kemajuan teknologi dan informasi tidak terbendung, baik dibidang sosial, ekonomi dan politik serta kebudayaan. Perubahan tersebut sangat mempengaruhi kepemimpinan dan organisasi publik sebuah Negara termasuk Indonesia. Sejarah telah menunjukkan bahwa sejak kemerdekaan terjadi banyak perubahan sosial politik dan perekonomian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan tersebut yang kita sayangkan adalah memperlambat pencapaian tujuan masyarakat adil dan makmur seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Disinilah masalah kepemimpinan memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan Negara tersebut di atas. Karena keuatan organisasi publik terletak pada beberapa kekuatan antara lain ; proses interaksi pada kekuatan hubungan pribadi/kelompok, mutu pola pikir serta kekuatan tata nilai (budaya) yang diterima oleh masyarakat dalam organisasi tersebut.

Pola pikir dan paradigma yang demikian terletak pada pemimpin dalam ragam budaya yang sangat mempunyai peran penting. Karena keragaman budaya dalam era tertentu mewarnai tata budaya, tata ekonomi, tata hukum, tata politik, setiap Negara. Didalam era globalisasi ini persaiangan akan semakin kuat dan bersifat regional dan global yang memerlukan kepemimpinan dalam keragaman budaya mercerminkan nilai nilai dan karakteristik ;

Mencerminkan diri dalam pribadi yang memiliki visi yang kuat.
Beroreantasi untuk menghasilkan kinerja organisasi yang bermutu tinggi.
Menyelaraskan pembagian konpensasi dengan tingkat kinerja.
Menciptakan mitra kerja atau kolaborasi dengan tingkat intensitas dan mutu yang tinggi atau kemampuan mengembangkan jaringan (networking).
Menekankan ketinggian etika kerja.
Kecermatan dalam perencanaan.

Dalam tujuan pembelajaran ini diharapkan tercapai pemahaman dan pengertian serta pelaksaaan masalah kepemimpinan yang tepat dalam keragaman dalam organisasi dan masyarakat Indonesia (budaya).

Pengertian Budaya
Kata Budaya dalam pengertian harfiah, sering diterjemahkan istilah bahasa Inggris yaitu Culture yang berasal dari bahasa Latin Colore yang berarti mengerjakan tanah, mengelola dan memelihara ladang (Soerjanto Puspowardoyo, 1993). Pengertian ini jelas berbau agraris pada masa tersebut dan kemudian diterapkan kedalam hal-hal yang bersifat rohani (Langeveld, 1993).

Oleh Ashley Montague dan Christopher Dawson (1993) mengartikan culture sebagai way of life atau cara hidup tertentu dengan memancarkan identitas suatu bangsa tertentu. Istilah culture ini sering diterjemahkan menjadi kebudayaan atau peradaban. Dalam bahasa Arab disebut akhlak atau budi dalam bahasa Indonesia.

The American Heritage Dictionary (Kotter dan Hescett 1992) mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan meleluikehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala hasil karya dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.

Istilah culture sering juga diterjemahkan menjadi kebudayaan atau peradaban atau budi dalam bahasa Arab disebut Akhlak. Budaya membuat orang-orang dalam etnis tertentu menjadikan kekhasan sendiri, seperti orang Jawa, orang Sunda, Orang Minang, Orang Melayu, dan lain-lain.

Ahli Belanda Geert Hofstede mengatakan bahwa budaya sebagai perangkat lunak (software) pikiran pemrogram sosial yang mengatur cara berfikir, bertindak dan mempersepsikan diri kita dari orang lain (Charles Mitcchel 2001)

Komponen–Komponen Budaya:

Bahasa adalah kata kata yang terucap atau tertulis sebagai alat komunikasi dalam melakukan interaksi diantara manusia. Komunikasi verbal, non verbal, gerak gerik, bahasa tubuh, expresi wajah yang semua itu menyatakan pesan tertentu.
Agama atau religi dalam budaya mempunyai pengaruh yang amat besar dalam melakukan berbagai kegiatan manusia. Dalam agama Islam sering muncul istilah Insya Allah yang mempunyai arti jika dikehendaki Tuhan. Demikian menunjukkkan kekuasaan Tuhan Yang Paling Tinggi disbanding manusia.
Sikap yang saling bertentangan. Nilai nilai budaya mempunyai dampak terhadap kegiatan pengelolaan pemerintahan dan pembangunan. Dua perbedaan nilai yang paling mendasar untuk dipertimbangkan adalah apakah suatu budaya menekankan pada individu seperti oleh bangsa Amerika contohnya. Atau kolektivisme seperti orang Cina dan lainnya. Nilai budaya tercermin dalam kehidupan sehari hari dalam kelompok (suku). Maka pemahaman budaya yang mendasar diantara kelompok ataupun suku akan sangat menimbulkan masalah, lebih lebih budaya/kebiasaan suatu kelompok bertentangan dengan kelompok lain. Dijumpai komponen lain seperti ; sopan santun, seni, pendidikan, humor, organisasi sosial

Dalam bahasa Indonesia istilah budaya berasal dari budi dan daya. Budi berarti akhlak, sedangkan daya berarti upaya atau usaha. Budaya merupakan upaya upaya manusia yang didasari atas budi yang luhur yang melahirkan konsep konsep bagaimana harusnya hidup (way of life) sehingga melahirkan adat istiadat, hukum, adab sopan santun, seni dan seterusnya sebagai pedoman hidup bermasyarakat.

Pengertian kebudayaan menurut DR.Muhammad Hatta adalah “Kebudayaan adalah ciptaan Hidup dari suatu bangsa“. Dan menurut Prof.Zoemulder Kebudayaan adalah perkembangan terpimpin oleh manusia budayawan dari kemungkinan kemungkinan tenaga tenaga dalam alam terutama alam manusia, sehingga merupakan kesatuan yang harmonis.

Kelompok Kebudayaan

Kebudayaan sebagai suatu system pengetahuan
Kebudayaan sebagai system makna thd symbol symbol.

Kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makluk sosial, yang isinya adalah perangkat-perangkat, model-model pengetahuan yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya, serta untuk mendorong dan menciptakan tindakan tindakan yang diperlukan.

Perilaku terbentuk sebagai resultante atau totalitas dari kebutuhan individu, usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan pengetahuan kebudayaan (pengetahuan masa lalu) yang dimilikinya. Kemudian dijadikan acuan untuk bertindak mencapai tujuan.

Kebutuhan individu, Pengetahuan kebudayaan, Upaya untuk memenuhi kebutuhan akan mempengaruhi perilaku dalam ekosistem Sosial budaya (fisik dan non fisik).

Unsur Kebudayaan adalah ;

Sistem kepercayaan,
Sistem Bahasa,
Sistem Sosial,
Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
Sistem Perekonomian,
Sistem Kekerabatan,
Sistem Kesenian,
Sistem Kesehatan dan sebagainya

Perbedaan antar budaya

Bahasa sebagai alat komunikasi dalam pengalaman kelompok etnisnya.
Sikap terhadap waktu akan berbeda, orang yang tinggal di desa dan orang yang hidup dalam lingkungan tradisionil disbanding dengan orang yang mengalami perubahan dalam memamfaatkan waktu secara cepat.
Sikap terhadap pekerjaan, berbeda antar kelompok (etnis) yang hidup dalam kondisi tertentu dengan prinsip bahwa pekerjaan adlah sukses pribadi danharga diri. Dengan individu dari kelompok (etnis) yang mempunyai prinsip pekerjaan terikat dengan tuntutan sekeliling dan irama musim dimana mereka hidup.
Sikap terhadap nasib/ketawakalan, dimana sikap bagi orang yang hidup dalam Norma-norma tertentu yang merupakan kehendak yang diatas (Tuhan). Mereka akan menerima nasib dan menyerahkan keadaan dirinya dengan segala kegembiraan dan keihlasan. Dalam filosofinya mereka hidup merasa tenang dan tanpa kegelisahan atau rasa iri hati atas kemajuan yang dicapai orang lain.
Hubungan dengan kelompok lain, diperlukan interaksi dan hubungan dengan kelompok lain secara harmonis dan efektif sangat diperlukan. Seorang pimpinan yang bertangung jawab dalam mencapai tujuan organisasi harus mempu bergaul dan memiliki kemapuan tehnis dalam membina hubungan dengan kelompok lain atau bawahan.
Sikap terhadap organisasi resmi, diperlukan asumsi bahwa individu dapat mengembangkan karir sesuai dengan kompetensi melalui organisasi. Maka budaya dapat diartikan sebagai system; gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dengan cara belajar (Kuntjaraningrat, 1986).

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part II
Posted on Januari 25, 2008 by hidayaters

Pengertian Kepemimpinan.

Menurut Buku Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia (Drs.Pamudji, MPA) bahwa Istilah Kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang berarti bimbing atau tuntun , kemudian lahir kata kerja memimpin berarti membimbing atau menuntun. Kemudian berubah dalam kata benda pemimpin atau orang yang berfungsi memimpin atau menuntun.

Istilah pemimpin berasal dari kata asing “leader”. Kepemimpinan dari “leadership” Walaupun kepemimpinan tidak sama dengan manejemen, namun pengertian tidak bisa dipisahkan dengan terdapat beberapa perbedaan.

Perbedaan kepemimpinan dengan manejemen antara lain ;

Kepemimpinan mengarah kepada kemampuan individu, sedangkan manejemen mengarah kepada system dan mekanisme kerja.
Kepemimpinan adalah hubungan interaksi antara si pemimpin dengan pengikut. Sedangkan manejemen merupakan fungsi status atau wewenang (authority).
Kepemimpinan mengantungkan diri pada sumber sumber dalam dirinya, sedangkan manejemen mengarah kepada kesempatan mengarahkan dana dan daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan di arahkan untuk kepentingan si pemimpin, sedangkan manejemen mengarah kepada pencapaian tujuan organisasi secara langsung.
Kepemimpinan bersifat hubungan personal yang berpusat pada diri si pemimpin, pengikut dan situasi, sedangkan manejemen bersifat impersonal dengan masukan logika, dana, analitis dan kuantitatif.

“Kepemimpinan sebagai titik pusat proses proses kelompok (Leadership as a focus of group processes”. “Kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang mempunyai pengaruh (Leadership as personality and its effects”.Kepemimpian adalah seni untuk menciptakan kesesuaian faham atau keseiaan, kesepakatan (leadership as the art of inducing compliance).

Keragaman Budaya Indonesia

Kebudayaan berkaitan erat dengan ilmu ilmu sosial seperti ; sosioligi, psikhologi , anthropologi karena membicarakan fenomena dalam masyarakat.
Dalam membicarakan Sistem Adminiatrasi Publik dalam Negara RI (SAPRI), kebudayaan merupakan factor sangat penting, karena menyangkut kajian mengenai berbagai perilaku seseorang maupun kelompok yang beroreantasi tentang kahidupan bernegara , penyelenggaraan pemerintahan, politik, hukum, adapt istiadat dan norma, kebiasaan yang berjalan yang dilaksanakan dan dihayati oleh anggota masyarakat sehari hari dalam organisasi (formal dan informal.

Berbicara tentang Kebudayaan Indonesia,

Terasa sulit karena Indonesia memiliki keragaman budaya yang dihasilkan oleh berbagai suku bangsa Indonesia. Keberagaman itulah yang menjadi kebudayaan Indonesia yang tercermin dalam nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Perlu dikaji budaya kedaerahan yang mempengaruhi kehidupan masing-masing suku di Indonesia yang juga mempempunyai keterikanan satu sama lain dalam kebhinekaan yang ditandai dengan tidak ada perilaku yang mendua.

Walau ada perbedaan budaya tersebut di beberapa daerah dalam wujud hukum yang berbeda. Ahli Hukum Belanda membagi Indonesia atas 18 lingkaran hukum adat yang juga menunjukan perbedaan pada garis keturunan, seperti garis keibuan (matrilineal), kebapakan (patrilineal) dan keduanya (parental).

Beberapa budaya daerah dalam catatan budaya di Indonesia (Buku Administrasi Publik, Inu Kencana, dkk) dan budaya hidup sehari hari antara lain :

Budaya Jawa, dengan budaya politik kawula gusti sebagai etika Jawa yang dikenal tabah dan ulet dalam kehidupan mereka. Kepasrahan dengan semangat nrimo (menerima dengan pasrah) dalam menghadapi tantangan hidup dalam kromo inggil sebagai falsafah mereka, serta kebiasaan hidup lainnya yang dinilai positif dalam kepemimpinan dengan aspek budaya.
Budaya Minangkabau, dengan budaya politik partisipasi dapat merupakan kajian kepemimpinan dalam budaya yang positif untuk dikembangkan dalam pemerintahan dan pembangunan. Keuletan orang Minangkabau tercermin dalam pepatah petitih dan kebiasaan hidup berdemokrasi dalam sejarah perjalanan suku Minang dengan dua sistem yaitu Sistem Bodi Caniago dan Sistem Koto Piliang. Pandangan hidup orang Minangkabau yang Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Hal ini menunjukan ketaatan akan nilai dan ajaran agama Islam terpatri dalam kebiasaan hidup dan budaya Minangkabau. Budaya lain di Minangkabau yang positif dan dapat diangkat dalam kepemimpinan antara lain ; tagak samo tinggi dan duduak samo randah, nan buto pambasuh lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah pauni rumah, nan bingunang di suruah-suruah, nan kuaek pambaok baban, nan cadiak lawan barundiang, dll. Budaya seperti ini perlu bagi seorang pemimpin di ranah Minangkabau dalam kepemimpinannya.
Budaya Sunda, yang tidak biasa menonjolkan diri karena tidak perlu dan sikap yang toleran, namun tidak gentar melawan pihak yang menindasnya. Sebuah cerita sejarah di masyarakat Sumedang bahwa suatu ketika rakyat banyak yang sengsara karena penjajah Belanda dalam cultuur stelsel (kerja paksa), menyebabkan Cadas Pangeran sengaja melawan Belanda dengan mengulurkan tangan kiri untuk bersalaman dan tangan kanan memegang keris untuk dihunjamkan kepada sang penjajah .
Budaya Bugis Makassar, sebagai suku bangsa pemberani dan tangguh dalam mengaharungi lautan sampai ke mancanegara. Dalam budaya lain mereka memiliki budaya siri (Vendetta), dimana apabila salah seorang keluarga mereka dipermalukan oleh seseorang, maka seluruh anggota keluarga mereka akan menganggap orang itu sebagai musuh pula. Dengan kata lain budaya menjaga nama baik keluarga paling penting dan kalau tidak menyebabkan dendam berkepanjangan dan bahkan pertumpahan darah. Orang orang suku bugis Makassar ini terkenal dalam keberanian berdiskusi dan bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah menyebabkan pola kepemimpinan budaya di daerah ini memperhatikan sifat dan kebiasaan budaya mereka dan mengangkat kebiasaan positif dalam kepemimpinannya.
Budaya Batak, terkenal dengan eksistensialis dalam menantang hidup yang terkenal dengan Batak Tembak Langsung (BTL) atau seseorang yang tinggal dipedalaman Sumatera Utara, tidak perlu melalui Medan untuk menuju Jakarta atau keluar negeri sekalipun. Dalam mengemukakan pendapat orang Batak cenderung spontan tanpa tedeng aling-aling, sehingga demokrasi dalam pembangunan politik akan berkembang pesat bila mengikuti pola sikap dan perilaku putera puteri orang Batak. Diperlukan keakraban dengan masyarakat Batak dalam membangun kepemimpinan sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka yang fair (jujur) serta spontan dan terbuka.
Budaya lainnya di Indonesia dalam kepemimpinan dalam ragam budaya di era kebebasan yang perlu dikaji secara baik untuk mencapai tujuan.

Menghargai Keragaman Budaya

Dalam pola kepemimpinan tersebut, diperlukan usaha usaha untuk menemukan nilai-nilai budaya yang beranekaragam tersebut dengan memahami perbedaan dan persamaan diantara mereka dalam semangat kebhinekaan. Unsur-unsur penting dalam dimensi budaya melalui komunikasi non verbal, penggunaan bahasa, orientasi ruang dan waktu, pendekatan-pendekatan psikologis yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam pola kepemiminan dalam komunikasinya.

Dimensi kebudayaan lain seperti pola pikir yang digunakan kelompok/individu biasanya berdasarkan nilai nilai kebudayaan masyarakat suatu kelompok etnis sejak dari kecil sudah terbiasa dalam berpola pikir dan berperilaku seperti hal tersebut. Perangkat nilai serta Norma dalam budaya merupakan perangkat cita-cita dan keinginan yang diharapkan dalam kelompok masyarakatnya. Nilai baik dan buruk dan yang dilarang dan suruhan mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.

Unsur paling penting dalam kebudayaan kita adalah sistem nilai, gambaran diri, komunikasi non verbal, penggunaan bahasa, orientasi ruang dan waktu yang kita kaji dan amati dari perbedaan kebudayaan yang berbeda dan memilih suatu kebudayaan yang pasti benar atau salah.

Interaksi dalam hidup bermasyarakat dalam budaya tertentu didasarkan pada perangkat nilai tertentu yang berkembang sejak kecil. Nilai-nilai tersebut kemudian dikumpulkan, diberi ganjaran dan ditekankan keluarga, komunitas, organisasi dan bangsa kita. Perbedaan nilai tersebut menjadikan akan memberi tahu siapa kita ini yang hidup dalam budaya bagaimana (menjadi orang Indonesia, orang Arab, orang Amerika) dan lain-lain yang mencerminkan cirri-ciri kebudayaan tertentu sebuah bangsa.

Membangun kepekaan budaya seseorang perlu adanya sensor yaitu mendengarkan, Mengamati, merasakan (fase I). Dalam Fase II yaitu menanggapi, ambil bagian, Tumbuh, selama interaksi dalam menyaring pesan yang datang. Fase III dengan menyesuaikan, berbagi, mengalami dan kemudian dapat dinikmati sebagai sebuah budaya tertentu.

Dalam ketiga fase tersebut orang harus mampu menyesuaikan diri, mampu mengambil bagian (ikut serta) dalam pengalaman/informasi dari pihak/orang lain. Tentu dengan cara yang menyenangkan yang ditampakkan oleh lintas budaya yang dinamis.

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part III (Habis)
Posted on Maret 10, 2008 by hidayaters

KERAGAMAN SEBAGAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN.

Perilaku setiap anggota kelompok budaya tergantung pada sejarah orang-orang/individu dalam kelompok masyarakatnya. Pengalaman telah menunjukkan kegagalan belajar dari sejarah, dan kesalahan-kesalahan yang diulangi oleh beberapa generasi dalam waktu lama Akhirnya harus mengikuti seperangkat Norma dan nilai yang berdasarkan pengalaman dan perkembangan mereka.

Disamping pengaruh historis dan lingkungan, mentalitas suatu bangsa yang menentukan sifat dan karakteristik bahasa tertentu akan mempengaruhi luas terhadap perkembangan visi, misi, kharisma, emosi, perasaan politik, disiplin dan hirarki.

Kepemimpinan Individual dan Kolektif
Organisasi secara otomatis mengisyaratkan kepemimpinan yang mempunyai wewenang untuk menetapkan suatu peraturan sebagai pedoman bertindak. Bentuk baru kepemimpinan kolektif di pemerintahan baik pda tingkat regional dan lokal selama berabad abad.

Aturan kolektif penduduk mengilhami bentuk dan pola kepemimpinan pada daerah tersebut yang ditunjukan oleh faktor-faktor yang memimbulkan kepemimpinan dan organisasi masyarakat seperti :
Adat istiadat, lingkungan iklim, sejarah, agama, bahasa, filsafat yang mempengaruhi; fisiologi (penampilan fisik), sukses (perang, perdagangan, pertanian), Kegagalan (kekeringan, Invasi, Penyakit), yang merupakan reaksi terhadap kepemimpinan dan Konsep status dan Penggunaan Waktu Menimbulkan Organisasi (Visi, Misi, Norma, aturan, struktur, energi, wewenang, dan fungsi.) Tujuannya sebagai kelangsungan hidup menuju kemakmuran (cita-cita).

Organisasi biasanya diciptakan oleh pemimpin. Apakah kepemimpinan tersebut; otoriter, individual, atau kolektif yang berfungsi sebagai :

Model fungsi Pengembangan jaringan (networking) ,
Model fungsi oreantasi tugas.

Cara pemimpin dalam ragam budaya memahami organisasi antara lain dapat dikenali hal-hal :

Bahasa dan budaya, dengan membentuk timkerja yang serasi dan padu diperlukan informasi tentang sejarah dasar daerah tersebut dengan cirri cirri kebudayaannya dan mempelajari bahasa daerah dalammembangun tim yang kuat dalam organisasi.
Kekuatan non fisik, dimana akal sehat, pendidikan yang baik dan kedewasaan individu, akademik maupun organisasi yang merupakan sumber daya untukmenghindari perilaku yang negative sebagai mitra kerja. Tidakhanya mengandalkan kewenangan saja dalam memimpin organisasi /masyarakat.
Mengelola Tim, karena semakin berkembang tim/organisasi tersebut secara nasional, international atau global, menyebabkan pengelolaan tim melalui koordinasi yang berbeda secara terus menerus (sesuai perkembangan). Pembentukan Tim building menjadi bahasan dalamm kajian manejemen.
Latihan pembentukan tim, melalui banyak cara latihan yang pembentukan tim (team building excercises), organisasi bersifat multi nasional, disekolah sekolah bisnis yang mementingkan kerjasama tim dalam menelaah kasus seperti berkemah atau out bound (belajar diluar ruangan/alam terbuka).

Menjembatani Kesenjangan Komunikasi.
Yaitu melalui Komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung (media) terdapat dialek atau pemahaman yang berbeda menyebabkan terjadi kesalah pahaman dalam berkomunikasi tersebut. Untuk perlu dipahami hal hal yaitu :

Bahasa
Kesenjangan Komunikasi, menyangkut aspek; linguistic, praktis dan budaya. Masalah praktis biasanya paling mudah dipecahkan oleh pemimpin bagaimana harus berprilaku di suatu daerah.
Penyesuaian pola pikir, sebagai upaya pemimpin dalam menagdakan pertemuan yang yang menarik dan tidak membosankan sampai menghasilkan keputusan yang disepakati secara santai atau bermain dalam kelompok masyarakat, seperti main golf atau sambil makan malam, sarana hiburan rakyat dll.
Nilai dan Citra diri, dengan beraneka ragamnya budaya budaya dalam masyarakat kita. Maka pimpinan harus melihat dalam kacamatan budaya keragaman terebut. Termasuk disini nilai nilai dan tradisi serta keagamaan dan ritual ritual kelompok budaya. Citra merupakan bagian persepsi nilai untuk melihat diri mereka melalui kacamata budaya dan kebiasaa serta adapt istiasat mereka.
Etika, orang orang memadang keputusan sejak diputuskan merupakan perjanjian lisan yang dirumuskan menjadi dokumen tertulis yang legal. Secara etis orang terikat pada keputusan yang dibuatnya.

Keragaman Sebagai Kekuatan.
Keanekaragaman; ethnis, agama, adat istiadat, kebiasaan, bahasa daerah dan lainnya di Indonesia yang tumbuh dan berkembang sebagai nilai-nilai yang mengakar dalam kelompok kelompok masyarakatadalah sebagai kekuatan. Apabila dikelola dengan baik untuk menimbulkan kekuatan bangsa yang besar. Bagi pemimpin aspek inilah merupakan peluang dalam memainkan pola kepemimpinan yang bagaimana harus dilakukan dalam menghadapi masyarakat tertentu.

Selanjutnya keragaman tersebut akan menumbuhkan keterikatan keterikatan akan bidang; hukum, aturan atau dogma dogma agama yang dianut masyarakat. Karena itu seorang pemimpin perlu memahami kondisi tersebut dalam memimpin masyarakat tertentu. Disamping munculnya konflik konflik kepentingan antar kelompok tersebut dengan pembinaan rasa kesatuan bangsa (nation building) harus diutamakan dalam memimpin kelompok masyarakat dan masyarakat bangsa.

Keragaman Sebagai Kelemahan.
Keanekaragaman atau kemajmukan; ethnis, agama, adat istiadat, kebiasaan dll, apabila tidak dapat dibina dalam satu kesatuan yang bulat bukan tidak mungkin akan menimbulkan perpecahan. Dimulai dari perpecahan kecil menjadi semakin besar bila tidak pernah diantisipasi dengan upaya kepemimpinan dengan memperhatikan budaya untuk mempersatukan mereka dalam pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera. Perpecahan yang cukup rawan; masalah keragaman agama, adat istiadat, perbedan suku/etnis/ras, perbedaan kebiasaan dll.

IMPLIKASI, KONSEKUENSI DAN KEMUNGKINAN MASALAH KEPEMIMPINAN DALAM KERAGAMAN.

Implikasi Kepemimpinan.
Saat ini organisasi masyarakat semakin bersifat keragaman (multi budaya), sejak kemerdekaan Indonesia 61 tahun. Lalu, Hal ini menyebabkan semakin kompleksnya masalah kehidupan dalam keragaman tersebut.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi dan informasi semakin mewarnai kehidupan masyarakat. Menyebabkan kebudayaan didunia semakin berinteraksi secara global, mengakibatkan terjadi perubahan dibidang ekonomi, politik dan kebiasaan hidup baru yang melahirkan kenyataan terjadinya perubahan budaya dan pola kepemimpinan. Globalisasi media massa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat modern dalam diri mereka akan perbaikan mutu kehidupan mereka.

Dr.Woodrrow Sears dalam buku Back In Working Order, dengan masalah ekonomi dengan memperkecil usaha, merger (gabung), joint venture merupakan contoh untuk menempatkan diri dalam situasi pasar.

Membantu orang orang bekerja lebih cerdik merupakan manejemen multy budaya yang efektif, maka kepemimpinan perlu:

Menciptakan struktur yang memungkinkan orang orang ambil bagian dalam tujuan organisasi.
Manegemen dirumuskan sebagai harapan/pengawasan yang menurut Sears berarti maneger maneger yang efektif menciptakan harapan atas pelaksanaan tugas dengan para bawahannya dengan hasil pekerjaan yang dilakukan.

Praktek manejemen multy budaya menurut McGregor (Humas Side of Interprice) bahwa setelah 40 tahun. Para ilmuwan di bidang perilaku manusia (behaviore) menyampaikan pesan tsb. Baru sekaranglah mulai menterjemahkan ide-ide tersebut dalam tindakan (organisasi). Pemimpin ragam budaya sejati adalah pimpinan yang inovatif, yang menjadi komunikator dan negosiator antar budaya yang efektif dalam berbagai lingkungan masyarakat.

Ciri ciri manajer multi budaya adalah ;

Berfikir melampaui persepsi lokal
Siap untuk mengganti dengan pemikiran baru dan membuang pemikiran lama.
Menciptakan kembali norma-norma dan praktek budaya dengan hal yang baru.
Memprogram kembali peta dan bangunan mental mereka.
Menyesuaikan diri dengan lingkungan dan gaya hidup yang baru.
Menyambut baik pengalaman linta budaya bangsa.
Kemampuan akan kecakapan multy budaya.
Menciptakan sinerja budaya kapan dan dimana saja.
Bekerja efektif dalam lingkungan multy nasional/bangsa
Memimpin kesempatan kesempatan dan usaha transnasional.
Menciptakan scenario masa depan yang optimis.
Mempelajari hubungan antar manusia /bangsa dan nilaimglobal.
Terbuka dan fleksibel dalam menghadapi orang orang yang beragam budaya.
Mudah bergaul dengan orang yang berbeda latar belakang; ras dan lainnya.
Fasilitator pendatang baru, orang asing, kaum minoritas dan imirgran.
Sudi bekerjasama dalam joint venture, konsorsium atau koalisi.
Perubahan direncanakan dan futuris.

Konsekuensi Kepemimpinan Dalam Ragam Budaya.
Perkembangan berfikir dan aspirasi.
Masyarakat yang saat ini mudah mendapat informasi, dapat menyampaikan keinginan mereka kepada pemerintah di era keterbukaan melalui aspirasi-aspirasi tertentu. Konsekuensinya bagi pemerintah/pimpinan adalah untuk mendengarkan secara baik dan merespon secara baik sesuaidengan ketentuan dan kehendak orang/warga lebih banyak dalam kelompok msyarakat.

Perkembangan Kepentingan Pribadi, Kelompok, Ethnis.
Kepemimpinan yang diharapkan dalam Konsekuensi adanya perkembangan tersebut secara keserasian dan suasana demokratis dan terbuk.

Berkembangnya Regionalisme.
Kecenderungan adanya perkembangan bersifat negative dari berlakunya UU No.22 tahun 1999 dan saat ini di revisi dengan UU N0.32 tahun 2004 yaitu dimana masing-masing daerah (region) dengan semangat otonomi dengan munculnya konflik kepentingan dalam dan antar daerah. Sehingga egoisme daerah sangat menonjol, walau ada kerjasama antar daera.

Masalah-Masalah Kepemimpinan dalam Ragam Budaya

Perbedaan adapt istiadat dan kebiasaan.
Hambatan komunikasi pada masyarakat tertentu.
Kemampuan Kepemimpinan dalam ragam budaya.
Adanya sumber sumber yang ada di daerah dengan erbedaan yang mencolok.

KEPEMIMPINAN YANG TEPAT DALAM PENGELOLAAN MASALAH KERAGAMAN.

Pemimpin dan Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan / keterampilan untuk mempengaruhi atau menggerakkan perilaku orang lain untuk bekerja secara efektif dan efisien. Melalui kopentensi pemimpin yaitu :

Kompetensi Tehnis, bersifat keterampilan dan kemampuan khusus/tehnis.
Kompetensi menejerial, bersiaft mulai dari perencanaan, pengorganisasian, Penggerakan dan pengawasan.
Kompetensi sosial, kemampuan untuk berintekrasi dengan orang lain.
Kompetensi strategi, kemampuan untuk melihat jauh kedepan dan merumuskan Masalah dan strategi.
Kemampuan Etika, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

Advertisements
14
Aug
18

Kenegarawanan : Politik Ekonomi Umat Indonesia Maju

Logo MABINDO

Suara Warga45

POLITIK EKONOMI UMAT INDONESIA MAJU

MERDEKA!

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,

Bertumpu pada *Jatidiri Energi Asia Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/10/kenegarawanan-jatidiri-energi-asia-indonesia/

Maka jelang peringatan bersejarah kebangsaan Indonesia yakni Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Hari Konstitusi Proklamasi 18 Agustus 1945, perkenankan kami urun rembug bagi gagasan Ekonomi Umat yang disampaikan CaPres JokoWi pada tanggal 10 Agustus 2018, yang menurut hemat akal sehat kami berbasis pada rujukan politik kerja infrastruktur bangunan2 teknik sipil (jalan & jembatan, bangunan2 air, bandara, pelabuhan laut, Jalan kereta api, gedung2) di periode 2014-2019, sebenarnya yang perlu dikembangkan di periode 2019-2024 adalah infrastruktur pengolahan tanah2 pertanian dan pengolahan perairan perikanan, yaitu berupa penyediaan mekanisasi pertanian dan mekanisasi tangkapan ikan laut oleh pemerintah bagi kerja2 Petani Lokal dan Nelayan Lokal lebih produktif sebagai penguat ketahanan nasional sekaligus penghasil devisa negara.

Penyediaan layanan infrastruktur mekanis oleh negara itulah yang pada gilirannya dapat mendongkrak ekonomi umat menjadi berkemajuan sebagai tuntutan jaman ketimbang memelihara budaya kerja tradisional yang semakin hari semakin menghambat pergerakan kearah Indonesia Maju itu sendiri.

‎Aplikasi Teknologi Maju sektor2 pertanian dan perikanan kini sesungguhnya sudah tersedia, tinggal seberapa jauh tekad dan semangat kerja pemerintah membangun dan meyediakan dukungan layanan infrastruktur mekanis bagi petani lokal dan nelayan lokal secara lebih optimal.

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) berpendapat bahwa Aplikasi Teknologi Maju Layanan Infrastruktur Mekanis Petani & Nelayan Lokal Rasa Ekonomi Umat Indonesia Maju ini diyakini menterjemahkan amanat Konstitusi Proklamasi Pasal 33 UUD 1945 [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI 75/1959] mengemban Politik Kesejahteraan Sosial.

Jakarta, 11 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

Benarkah Ma’ruf Amin Bakal Bangkitkan Ekonomi Umat?
WartaEkonomi.co.id · 2 days ago
Ekonomi Syariah Jadi Fokus Maruf Amin di Nawacita Jilid II
Detikcom · 1 day ago

Ekonomi umat Jokowi-Ma’ruf Amin ingin permudah akses rakyat kecil …
https://www.merdeka.com/…/ekonomi-umat-jokowi-maruf-amin-in…

Translate this page
3 days ago – “Misalnya untuk ekonomi umat ada cawapres Ma’ruf Amin, selain itu salah satu yang akan masuk menjadi tim Pak Jokowi adalah Pak Chairul …
Ekonomi Umat Islam Lesu, Ini Penyebabnya | Republika Online
https://www.republika.co.id/…/ekonomi/…/p0fhu4380-ekonomi-u…

Translate this page
Dec 4, 2017 – Sebabnya tak lain karena umat Islam tidak berjuang mengembangkan ekonominya. Umat Islam lebih memilih sistem ekonomi yang …
Berdayakan Ekonomi Umat Dengan Program Ritel | Republika Online
https://www.republika.co.id/…/ekonomi/…/p4lt10396-berdayakan-e…

Translate this page
Feb 23, 2018 – ID, JAKARTA — Untuk memakmurkan umat diperlukan program ekonomi yang nyata. Karenanya, Lembaga Ekonomi Umat (LEU) memilih …
Peran Masjid dalam Membangun Ekonomi umat – Islampos
https://www.islampos.com › Dari Anda › Opini

Translate this page
Masjid menjadi salah satu tempat kebajikan dan kemaslahatan ummat, baik dalam ukhrawi maupun duniawi dalam segala macam aspek manajemen masjid.
Ma’ruf Amin Bicara Ekonomi Umat hingga Setop Impor Pangan
https://finance.detik.com/…ekonomi…/maruf-amin-bicara-ekonomi…

Translate this page
5 days ago – Dalam pidatonya setelah terpilih sebagai cawapres, Ma’ruf sempat menyinggung pemberdayaan ekonomi umat sebagai arus baru Indonesia.
Dua Poin Pemikiran Ekonomi Umat Ala Ma’ruf Amin – Katadata News
https://katadata.co.id/…/dua-poin-pemikiran-ekonomi-umat-ala-mar…

Translate this page
3 days ago – Ma’ruf merupakan salah satu ahli ekonomi syariah yang bernaung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah.
Bersama Ma’ruf Amin, Jokowi Akan Perkuat Ekonomi Umat – Pilpres …
https://www.liputan6.com › Pilpres

Translate this page
4 days ago – “Kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat,” kata [Jokowi](Joko Widodo atau Jokowi usai …
Jadi Cawapres Jokowi, Begini Pandangan Ekonomi Umat Ma’ruf Amin …
https://pilpres.tempo.co › Pilpres

Translate this page
3 days ago – Jokowi kesengsem dengan pandangan ekonomi umat versi Ma’ruf Amin. Salah satu alasan dia dipilih menjadi cawapres.

10
Aug
18

Kenegarawanan : Jatidiri Energi Asia Indonesia

Logo MABINDO

Suara Warga45

*JATIDIRI ENERGI ASIA INDONESIA*

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia

MERDEKA!

Tersebut Asian Games XVIII berfungsi jadi pembangkit Momentum Energi Asia misalnya bagi teknologi unit2 transportasi berbahan bakar standar Euro4‎ dari standar Euro2 sebagai satu moda kemajuan peradaban yang tentunya tidak terlepas dari sikon dilematis dampak resiko bagi banyak pihak baik produsen, pengguna maupun penyedia bahan bakar yang sesuai kebutuhan.

Dalam rangka menurunkan‎ resiko itulah salah satunya adalah dengan membangun *Jatidiri Energi Asia Indonesia* melalui peningkatan ketaatazasan sistim operasi kenegaraan yaitu politik hukum Konstitusi Proklamasi 1945 disertai seperangkat Adendum yang sesuai kebutuhan jaman dan tetap mengusung amanat Pembukaan UUD 1945, berdasarkan

1) *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/

2) *Pancasilaku Kokohkan Pribadi Indonesianis*
JatiDiri : 17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS 45

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/17/17-doktrin-front-nasionalis45/‎

3) ‎ *Pergerakan Kebangsaan Pancasila Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/06/25/kenegarawanan-pergerakan-kebangsaan-pancasila-indonesia/

4) *Butir-butir PANCASILA Tap MPRRI No 1/2003*

https://yosiafebrian.wordpress.com/2015/04/09/butir-butir-pancasila-menurut-tap-mpr-no-impr2003-2/amp/

5) *Politik Penegakan Kemerdekaan Indonesia*

https://nusantaranews.co/politik-penegakan-kemerdekaan-indonesia/

Akhirulkata, MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak segenap Anak Bangsa Indonesia menyanyikan

*Berkibarlah Benderaku Merah Putih*

https://www.google.com/search?q=berkibarlah%20benderaku

Semoga *Jatidiri Energi Asia Indonesia* ini juga jadi bekal yang bermanfaat bagi para kontestan dan konstituen Pemilu Serentak 2019 yang akan datang

Jakarta, 9 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
www‎.jakarta45.wordpress.com

08
Aug
18

We are all brothers, friends & neighbours

merahputih1

08
Aug
18

Kenegarawanan : Merah Putih Kini Mengangkasa Luar

Bendera Merah Putih

Suara Warga45 :

MERAH PUTIH KINI MENGANGKASA‎ LUAR

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,

MERDEKA!

Peluncuran Satelit Merah Putih PT TelKom 60 transporder yang berhasil diluncurkan di Amerika perlu diapresiasi menandai gebyar ‎ *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*
https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/

Kini masyarakat terlihat juga telah mengibarkan Bendera dan Atribut2 Merah Putih menyambut Hari Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945

‎Peristiwa diatas mengingatkan *Bendera Merah Putih Memang Telah Membumi Sejak Masa Prasejarah*
http://m.merdeka.com/amp/gaya/bendera-merah-putih-ternyata-sudah-digunakan-sejak-Temasa-prasejarah.html

‎MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) dalam kesempatan yang baik ini mengajak segenap Anak-anak Bangsa Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih di Hari-hari Peringatan Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 dan Konstitusi Proklamasi 18 Agustus 1945 sebagai *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

Jakarta, 8 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO/PosKo45 JakSel
www‎.jakarta45.wordpress.com

06
Aug
18

Peradaban : Napak Tilas Jejak Leluhur

Logo Jakarta45

NAPAK TILAS JEJAK LELUHUR

Suwargi Dalem R. Mas Bagus Harun / Ki Ageng Bashoriyah Sewulan Madiun (Blogger Keluarga)

Kamis, 27 September 2012
Penelusuran Silsilah Keluarga

http://bagusharun.blogspot.com/2012/09/penelusuran-silsilah-keluarga_27.html

Pada suatu hari, disaat raja Rum berzdikir ( Raja ALGABAH/ CATBAH ) mendapat wisik atau perintah “ yang dunia akan aman sentausa jika raja Al – Gabah mengisi sebuah pulau yang kosong dan tak berpenghuni di sebelah timur laut. Kerajaan Rum bernama kerajaan Brushah atau sekarang Turki wilayah asia. Setelah itu dipanggillah maha patih Rum yang bernama AMIRUL SYAMSU untuk mencari pulau tersebut.

Semua saudagar telah di kumpulkan tapi belum ketemu juga akhirnya menemukan seorang saudagar yang bernama Kyiai Imam Musya yang tau tempat tersebut, kata kyiai musa memang ada sebuah pulau yang letaknya di timur laut yang tidak berpenghuni dan sangat angker sekali serta siapapun yang menginjakkan kakinya disitu akan “Dijemput Maut”. Adapun sebelah timur tersebut terdapat lautan luas yang tidak ada pulaunya sama sekali

KEDATANGAN BANGSA RUM YANG I

Akhirnya dipersiapkanlah 20.000 keluarga untuk di kirim ke pulau angker tersebut, dan pada waktu itu tahun rum 437 bulan ANNISA, atau 5.306 terhitung tahun rembulan serta 5.154 dihitung tahun matahari setelah nabi ADAM. Keberangkatan ke pulau angker tersebut di kawal oleh Patih Amirul Syamsu dan Jaka Aji Saka, disinilah mulai di hitung sebagai tahun 1 Caka.

Aji Saka atau Jaka Sengkolo adalah seorang raja India yang bernama Prabu Isaka, putranya Bethara Hanggajali, ibunya dari Negara Najran Sarkil, sedangkan Hangajali anaknya Empu Ramadi, setelah kalah perang berlari ke wilayah Rum.

Setelah mengantar patih Amirul Syamsu Kembali ke Rum, dan pada bulan Palguna, Tahun Kalayuti yang di Beri “ Candra Sengkala Geni Tiba atau tahun 003 Caka “ diserang oleh kelompok Gaib yang berupa Wabah ganas sehingga 20.000 keluarga tinggal 10.000, tidak lama kemudian diserang lagi dengan kobaran api yang menyerang dari empat penjuru kemudian melarikan diri ke padang TEGAL PARAMA berhasil lolos hanya 200 keluarga yang akhirnya tinggal 20 keluarga itupun sangat ketakutan dan meninggalkan pulau jawa dengan naik perahu seadanya. ( Catatan : Jawa masih sambung dengan Sumatra, madura, bali dan Lombok). Pada ahirnya sampai di Negara Rum tahun 004 ditandai dengan Condro Sengkolo “Toyo Muluk ing Gegono”.

Kesedihan sultan atas peristiwa tersebut akhirnya memerintahkan patih untuk memanggil Pandito, Ulama` dan Jamhur ke istana, kemudian pada Bulan Manggasri, tahun Rahuci atau pada tahun ke 5 Caka ( Toto Sonyo Tanpo Barakan ) di pimpin oleh Raja Pendeta Usman Aji ( Raja Pendeta Bani Israel ) dan rombongan mengelilingi pulau jawa untuk memulai penumbalan. Menginjak tahun ke 6 Caka ( Hangas Pecahing Awang awing ) Raja Pendeta bertemu muridnya (Ajisaka) pada waktu itu juga, Raja pendeta menambahi ilmu kepada Ajisaka. Selanjutnya pemasangan tumbal dibagi menjadi 5 bagian, Utara, Timur, selatan dan utara di tengah tengah di pasang di gunung TIDAR ( sekarang wilayah Kedu). Kelima ulama` dan pendeta tersebut masing menempati lokasi tumbal yang telah di pasang dan pada hari ke 8 terdengar gemuruh dari segala arah bersahut sahutan tidak ada henti hentinya siang dan malam, gempa pun tidak terelakan gunung gunung berapi pun mulai meledak, pohon tumbang kemana mana, tanah longsor, airpun meluap kemana mana dekarenakan reaksi dari lima tumbal dari ulama` dan pendeta tersebut.

Jin, Setan, siluman dan para lelembut penghuni pulau jawa berlarian mecari hidup, tidak kuat melawan tumbal yang telah dipasang oleh Usman Aji, kemudian mereka berlari dan mengungsi ke gua gua, ke jurang jurang, dank e laut selatan. Reaksi tersebut kurang lebih memakan waktu 21 hari, setelah lewat yang tadinya suasana gelap gulita menjadi terang benderang, ahirnya rombongan kembali ke Rum terhitung bulan Jita tahun Triya Dawari ( 444) atau tahun 7 Caka
.
KEDATANGAN BANGSA RUM YANG II

Raja memanggil patih dan Aji saka untuk menyiapkan orang orang yang akan di kirim lagi ke pulau jawa, yang pada waktu itu Ajisaka di ikuti oleh adik adiknya yaitu : Empu Bratandang, Empu Broruni dan Empu Braradya. Disiapkankannya bangsa Hindustan dengan seijin raja “Hyang Jagat Nata” dan di beri orang buangan Keling sebanyak 15.000 keluarga, dari pulau Kanthi (P.Selon) sebelah selatan Hindustan 2000 Keluarga, dan singgah di siyem mendapat 3000 orang. Semua genap 20.000 orang lengkap beserta hewan piarannya dan merekapun melakukan perjalanan lewat pulau Kencana (Kalimantan) pada bulan Asuji, tahun tisimuka ( 0008 Caka )

Setelah . ( Menurut sumber lain mengatakan bahwa kemudian ada susulan dari rum yang di pimpin oleh Said Jamhur Muharram yang membawa penduduk Rum sebanyak 20.000 orang)
Setelah beristirahat 1o bulan di pulau kencana rombongan tersebut berangkat ke pulau Jawa. Dibagi menjadi 2 bagian. Yang 20 perahu menuju pulau bawean dan yang 20 perahu ke Pulau Paminihan ( P. Madura) Namun di temapt tersebut banyak yang diserang penyakit dan dimakan binatang buas, sehingga waktu di hitung yang di Bawean tinggal 8.997 keluarga (Janda dan duda lebih dari 105 serta ketambahan anak-anak) Sedangkan di pulau paminihan tinggal 2.716 (janda dan duda lebih dari 87) kemudian oleh Ajisaka dijadikan satu menjadi 11.172 keluarga.

Ajisaka kemudian mengambil orang lagi dari pulau kencana sebanyak 6.505 keluarga, dan dari makasar 2.325 keluarga jadi semuanya menjadi 20.003 keluarga, waktu itu P. Bawean ditebangi hutannya pada Caka tahun 9.

Kemudian Aji Saka mebagi menjadi 4 rombongan lagi yang masing masing di pimpin oleh adik adiknya, Sebagian ke P. Paminihan ( Madura ), untuk membuka hutan disana. Perjalanan di lanjutkan ke Gunung Rajabasa ( Lampung ) disitu kebanyakan orang orang dari pulau Kencana, Sebagian ke gung Kendeng ( Rembang ) dan sebagian lagi langsung ke selatan di nusa Barong ( Mataram) di tempat itu kebanyakan adalah orang orang dari makasar.

Setelah selesai tugas Patih AMIRUL SYAMSU kembali ke Rum untuk melaporkan tugasnya, Rajapun bergembiran namun juga bersedih karena Aji Saka tidak kembali ke Rum melainkan menetap di pulau jawa, kejadian itu di catat terjadi pada bulan Srawana, tahun Suharja sedangkan tahun Caka 10. dari sumber lain juga di tulis bahwa 20.000 orang rum yang di pimpimpin oleh Said Jamhur Muharam dikembalikan ke RUM sebab diaanggap meropotkan dikarenakan jumlah yang terlalu banyak disamping itu juga bentuk tubuh orang Rum dan Orang keeling sangat berlainan sekali. Disinilah peradaban jawa di mulai.

Selo Ajie Songgo Buwono

A. KERAJAAN SALAKANAGARA
Masa pemerintahan kerajaan ini dari tahun 200 SM (menurut catatan sejarah dari India yang menyebutnya sebagai Java Dwipa) sampai tahun 362 M. Tokoh awal dari kerajaan ini bernama Aki Tirem. Kerajaan ini berkedudukan di Teluk Lada Pandeglang namun ada juga yang menyatakan kerajaan ini berkedudukan di sebelah Barat Kota Bogor di kaki gunung Salak, konon nama gunung Salak diambil dari kata Salaka.
1. Dewawarman I 130-168 M Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara
2. Dewawarman II 168-195 M Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra
3. Dewawarman III195-238 M Prabu Singasagara Bimayasawirya
4. Dewawarman IV 238-252 M Menantu Dewawarman II
5. Dewawarman V 252-276 M Menantu Dewawarman IV
6. Mahisa Suramardini Warmandewi 276-289 M isteri Dewawarman V
7. Dewawarman VI 289-308 M Sang Mokteng Samudera
8. Dewawarman VII 308-340 M Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati
9. Sphatikarnawa Warmandewi 340-348 M
10. Dewawarman VIII348-362 M Prabu Darmawirya Dewawarman
11. Dewawarman IX Mulai 362 M telah menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara

B. KERAJAAN TARUMANAGARA

1. Rajadirajaguru Jaya Singawarman taun 358 – 382 M
2. Dhamayawarman taun 382 – 395 M
3. Sri Purnawarman taun 395 – 434 M
4. Wisnuwarman taun 434 – 455 M
5. Indrawarman taun 455 – 515 M
6. Candrawarman taun 515 – 535 M
7. Suryawarman taun 535 – 561 M
Tahun 526 menantu Suryawarman yang bernama Manikmaya mendirikan kerajaan baru di wilayah Timur (dekat Nagreg Garut) yang kemudian cicit dari Manikmaya yang bernama Wretikandayun mendirikan kerajaan baru tahun 612 yang kemudian dikenal dengan nama kerajaan Galuh.

8. Kertawarman taun 561 – 628 M
9. Sudhawarman taun 628 – 639 M
10. Hariwangsawarman taun 639 – 640 M
11. Nagajayawarman taun 640 – 666 M
12. Sang Linggawarman taun 666 – 669 M

1.Anak yang bernama MANASIH menikah dengan TARUSBAWA yang kemudian melanjutkankerajaan Tarumanagara dengan nama kerajaan Sunda. Karena Tarusbawa merubah nama kerajaan Tarumanagara menjadi SUNDA, PAKUAN, GALUH, KAWALI, SAUNGALAH
2.Anak Linggawarman yang bernama SOBAKANCANA menikah dengan DAPUTAHYANG SRIJAYANASA yang kemudian mendirikan kerajaan SRIWIJAYA

C. KERAJAAN SUNDA/GALUH/SAUNGGALAH/PAKUAN
CIKAL BAKAL BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT
01. Tarusbawa (670 – 723)
02. Sanjaya/Harisdarma/Rakeyan Jamri (723 –732)
ibu dari Sanjaya adalah putri SANAHA dari Kalingga sedangkan ayahnya adalah BRATASENAWA (raja ke 3 kerajaan Galuh) Sanjaya adalah cicit dari Wretikandayun (kerajaan Galuh) Sanjaya kemudian menikah dengan anak perempuan Tarusbawa yang bernama Tejakancana.
03. Rakeyan Panabaran/Tamperan Barmawijaya (732 – 739)
adalah anak Sanjaya dari istrinya Tejakancana. Sanjaya sendiri sebagai penerus ke 2 kerajaan Sunda kemudian memilih berkedudukan di KALINGGA yang kemudian mendirikan kerajaan MATARAM Kuno dan WANGSA SANJAYA(mulai 732)
04. Rakeyan Banga (739 – 766)
05. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 – 783)
06. Prabu Gilingwesi (783 – 795)
07. Pucukbumi Darmeswara (795 – 819)
08. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819 – 891)
09. Prabu Darmaraksa (891 – 895)
10. Windusakti Prabu Dewageng (895 – 913)
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913 – 916)
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (916 – 942)
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942 – 954)
14. Limbur Kancana (954 – 964)
15. Prabu Munding Ganawirya (964 – 973)
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 – 989)
17. Prabu Brajawisesa (989 – 1012)
18. Prabu Dewa Sanghyang (1012 – 1019)
19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 – 1030)
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030 – 1042)
Ayah Sri Jayabupati (Sanghyang Ageng) menikah dengan putri dari Sriwijaya (ibu dari Sri Jayabupati) sedangkan Sri Jayabupati sendiri menikah dengan putri Dharmawangsa (Adik Dewi Laksmi istri dari Airlangga)
21. Raja Sunda XXI
22. Raja Sunda XXII
23. Raja Sunda XXIII
24. Raja Sunda XXIV
25. Prabu Guru Dharmasiksa
26. Rakeyan Jayadarma, bersitri Dyah Singamurti mempunya anak bernama NARARYA SANGGRAMA WIJAYA atau disebut RADEN WIJAYA Raja Kerajaan Majapahit pertama.

KEN AROK dan KEN DEDES
I
Mahesa Wongateleng,
I
Mahesa Campaka
I
Lembu Tal
I
DIYAH SINGAMURTI
Diperistri RAKEYAN JAYADHARMA (galuh generasi 26 )
I
RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 – 1309)

D. KERAAJAAN PAJAJARAN
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA)

27. PRABU RAGASUCI (1297 – 1303)
28. Prabu Citraganda (1303 – 1311)
29. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333)
30. Prabu Ajigunawisesa (1333 – 1340) menantu Prabu Lingga Dewata
31. Prabu Maharaja Lingga Buana (1340 – 1357)
32. Prabu Mangkubumi Suradipati/Prabu Bunisora (1357 – 1371) adik Lingga Buana
33. Prabu Raja Wastu/Niskala Wastu Kancana (1371 – 1475) berahirnya kerajaan GALUH
Setelah Prabu Raja Wastu meninggal dunia Kerajaan Terpecah Menjadi 2
– Permaisuri keduanya adalah Mayangsari putri sulung Prabu Mangkubumi Suradipati/Bunisora memiliki anak yang bernama NINGRAT KENCANA setelah MENJADI RAJA GALUH bergelar PRABU DEWANISKALA Kerajaan

– Anak dari Prabu Lingga Buana (31). Istri pertamanya bernama Larasarkati dari Lampung memiliki anak bernama Sang Haliwungan setelah MENJADI RAJA SUNDA bergelar PRABU SUSUKTUNGGAL

Putra Prabu Dewaniskala bernama Jayadewata, mula-mula menikah dengan Ambetkasih putri dari Ki Gedeng Sindangkasih kemudian menikah lagi dengan Subanglarang (putri Ki Gedeng Tapa yang menjadi raja Singapura) setelah itu ia menikah lagi dengan Kentringmanik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal.
Pada tahun 1482 Prabu DEWA NISKALA menyerahkan kekuasaan kerajaan Galuh kepada puteranya (JAYA DEWATA), demikian pula dengan PRABU SUSUKTUNGGAL, ia menyerahkan tahta kerajaan kepada menantunya (JAYA DEWATA), maka jadilah Jayadewata sebagai penguasa kerajaan Galuh dan Sunda dengan gelar Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama
PRABU SILIWANGI (Kerajaan Pajajaran,1482 – 1521)
01. Sri Baduga Maharaja PRABU SILIWANGI (1482 – 1521)
Pada masa inilah kerajaan Pajajaran mengalami kemajuan serta kemakmuran.
02. Surawisesa (1521 – 1535)
03. Ratu Dewata (1535 – 1543)
04. Ratu Sakti (1543 – 1551)
05. Raga Mulya (1551 – 1579)

E. RADEN WIJAYA ( PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT )
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA >< DYAH SINGHAMURTI)

14. RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 – 1309)
15. Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 – 1328)
16. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 – 1350)
17. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 – 1389)
18. Wikramawardhana (1389 – 1429)
19. Suhita (1429 – 1447)
20. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 – 1451)
21. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 – 1453)
22. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 – 1466)
23. Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 – 1468)
24. Kertabumi, bergelar Brawijaya V, SUNAN LAWU, (1468 – 1478)
1. Beristri Dewi Anarawati. Permaisuri beliau ini beragama Islam. Dia adalah adik ipar Syeh Ibrahim As-Samarqandi yang terkenal di Jawa dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi atau bibi dari Sunan Ampel atau Raden Ali Rahmad atau Bong Swie Hoo Menurunkan RADEN PATAH
2. Beristri Dewi Wandan Sari / Putri Wiring Kuning mempunyai keturunan bernama LEMBU PETENG/ BONDAN KEJAWEN
25. Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 – 1498)
26. Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518)[23]

F. GENERASI ANAK CUCU/ KETURUNAN
BONDAN KEJAWEN/ LEMBU PETENG dan DEWI RETNO NAWANGSIH
( Nawang Sih, anak dari KI Ageng Tarub dan Dewi Nawang Wulan)

Prabu BRAWIJAYA V Beristri PUTRI WIRING KUNING/ DEWI WANDAN SARI berputra 1 orang laki laki Lembu Peteng, oleh romonya di titipkan untuk di asuh oleh Kiyai AGENG TARUB yang akhir nya di ambil menantunya.
LEMBU PETENG /Bondan kejawen /Kiageng Tarub II Beristri DEWI NAWANG SIH ( Putri ke 3 Perkawinan Joko Tarub dan Nawang Wulan yaitu saudari dari Nawang sasi dan Nawang Arum, ) mempunyai anak

2.1 Ki Ageng Wonosobo Berputra Pangeran Made Pandan atau
PANDAN ARANG yang akan menurunkan Kiyai Imam Syuhada' atau
Rng Singodipo Soedirman Mojodadi, Selorejo Mojowarno
Jombang Jawa Timur
2.2. Ki Ageng Getas Pandowo (Ki Abdulloh)
2.3. Nyai Siti Rochmah Roro Kasihan Puteri (dinikahkan dengan Ki Ageng Ngerang
putra Syeh Maulana Malik Ibrahim ) hingga terkenal dengan nama
Nyai Ageng Ngerang dan mempunyai 2 orang anak Yang Pertama Putri
kemudian no 2 putra

KI AGENG GETASPENDOWO ( Kiyai Abdullah / Ki Ageng Tarub III ) Mempunyai 6 orang Anak 1 laki laki bernama Abdurrohman Susilo

3.1. Ki Ageng Selo,
3.2. Nyai Ageng Pakis,
3.3. Nyai Ageng Purno,
3.4. Nyai Ageng Wanglu,
3.5. Nyai Ageng Bokong,
3.6. Nyai Ageng Adibaya.

KI AGENG SELO ( Kiyai Abdurrohman Susilo ) niikah dengan NYAI BICAK Mempunyai 7 orang anak 1 laki laki bernama Ki Ageng Anis/ Enes

4.1. Nyai Ageng Lurung Tengah,
4.2. Nyai Ageng Saba
4.3. Nyai Ageng Basri,
4.4. Nyai Ageng Jati,
4.5. Nyai Ageng Patanen,
4.6. Nyai Ageng Pakis Dadu, dan bungsunya putra laki – laki bernama
4.7. Kyai Ageng Enis.

Kiyai AGENG ANES atau ki Ageng LAWEYAN
Kiyai AGENG PEMANAHAN ( Sopati Ing Ngalogo ) menikah dengan NYAI SABINAH putri sulung KI AGENG SOBO Berputra
Kiyai AGENG SUTOWIJOYO (Raden Mas Ngabehi Loring Pasar – Mataram)
Raden MAS JOLANG (mataram)
Pageran KAJORAN ( mataram)
Pangeran ARYO PRINGGOLOYO Berputra
Raden BAHUREKSO (kiyahi Bahurekso-Babad Tanah Kendal – Bupati Kendal) Berputra
Pangeran DERPO SENTONO Berputra
Kiyai ABDUL IMAM/ R. MAS ABDUL IMAM (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Berputra
Kiyai NOLOJOYO / DUGEL KESAMBI / Ki AGENG PRONGKOT (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Ber putra
Kiyai AGENG BAGUS HARUN / KI AGENG BASHORIYAH Sewulan Madiun, Berputra 9 Orang yaitu :

15.1. Nyai Muhammad santri
15.2. Nyai Mahali
15.3. Nyai mansurTawangsari Ponorogo
15.4. Kiyai Raden Mas Tafsiruddin Onggowijoyo Magetan
15.5. Kiyai Raden Mas Ahmad Ngali Penghulu Kertosono
15.6. Kiyai Raden Mas Muhammad Suriyyah Selosari dagangan Madiun
15.7. Kiiyai Mahalli Perdikan winong tulung agung
15.8. Kiyai Raden Mas Wongsoriyah di pulosari Sumororoto Ponorogo
15.9. Kiyai Raden Mas Umar sidik Babatan Kanten Ponorogo

Nyai SANTRI di peristri Kyai SANTRI mempunyai 5 orang anak

16.1. Kiyai Raden Mas Maklum Sewulan madiun
16.2. Kiyai Raden Mas Hasan bashori sewulan madiun
16.3. Kiyai Raden Mas Tafsiruddin II di Sewulan madiun
16.4. Raden Mas Sosro dirjo sumare ing sewulan madiun
16.5. Nyai Affiyah sumare ing Mijoduwur nganjuk

Kiyai TAFSIRUDDIN II Sewulan madiun ( Mempunyai 16 Orang anak )

17.1. Kyiai Raden MasBuntoro — Kiyai ILYAS sampai ke Kiyai Abdurrahman Wahid
17.2. Kiyai Raden Mas jekso
17.3. Kiya Raden Mas i mukibar
17.4. Nyai belandung pagotan uteran
17.5. Nyai Muntoha Gambiran
17.6. Nyai ngabdul Latif Pagotan ngelames
17.7. Nyai Ngali Zen Ponongko, pucang rejo Juwan Madiun
17.8. Kiyai Raden Mas Imam Rejo Pohnongko Paron Ngawi
17.9. Kiyai Raden Mas Irodirjo Pucang anom delopo
17.10. Kiyai Raden Mas Aruman
17.11. Nyai Umuk Penarip Sooko Mojokerto
17.12. Nyai Idris Bendungan Nganjuk
17.13. Kiyai R Raden Mas Rejo Muhammad Sewulan Madiun
17.14. Kiyai Raden Mas Khasan Rejo Sewulan Madiun
17.15. Kiyai Raden Mas Sastri Irono Sewulan Madiun
17.16. Kiyai Raden Mas Chasan Warjoyo Ngagel, selembur, delopo

NYAI UMUK Penarip Sooko Mojokerto Berputra 1 Orang bernama

18.1. Kiyai Rofi`I Yang menetap di Kuncen Mojokerto

Kiyai ROFI`I Kuncen Mojokerto Beliau berputra 6 Orang

19.1. Nyai ruqoiyyah, sinoman Mijokerto
19.2. Nyai Syafurah Ponpes Penarip Mojokerto
19.3. Nyai Chalimah Pekukuhan Mojosari
19.4. Abdul Alim Sinoman Mojokerto
19.5. Abdul Mu`in Sinoman Mojokerto
19.6. Umi Kulsum Penarip Mojokerto

Nyai SYAFURAH Di peristri Kiyai ILYAS ( Ponpes Penarip Mojokerto )

20.1. Nursalim Mojokerto
20.2. Nyai Maisyaroh Penarip Mojokerto
20.3. Ahmad Penarip Mojokerto
20.4. Mohammad Thoyib Penarip Mojokerto
20.5. Muhammad Shidiq Penarip Mojokerto
20.6. Nyai JUWARIYAH
20.7. Kiyai Isma`il

Nyai JUWARIYAH Diperistri K. H. GHOZALI ( Ponpes Mojodadi, Selorejo Mojowarno Jombang mempunyai 10 orang anak)

21.1. H. Masduqi, Kandangan Pare Kediri
21.2. Nyai Siti Chiriyah Mojodadi di nikahi Kiyahi Jauhari Indramayu Jawabarat
21.3. Nyai Sholkhah Mojodadi Mojowarno Jombang
21.4. Dawam ( Alm)
21.5. K. Ahmad Dimyati Alm Sroyo Dlanggu Mojokerto
21.6. Nyai Saudah, Mlaras Sumobito Jombang
21.7. K. Ahmad Baidlowi SEmobiti Melaras Jombang
21.8. Nyai Rochimah ALM
21.9. Sonhaji Sememi tandes Surabaya
21.10. K. Ahmad Syaifuddin menikahi Nyai Alwiyah Mojodadi Mojowarno Jombang

06
Aug
18

Kenegarawanan : Jatidiri Indonesia Merdeka 1945

Logo MABINDO

Advokasi Warga45

*JATIDIRI INDONESIA MERDEKA 1945*

Merujuk KepPres 18/2008 tentang Hari Konstitusi yakni

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/02/keppres-18-2008-tentang-hari-konstitusi/

teramanatkan perihal‎ Menimbang sebagai berikut :
a. bahwa *Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia* pada tanggal 18 Agustus 1945 telah menetapkan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. bahwa penetapan Konstitusi tersebut merupakan suatu kesatuan dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadi tonggak sejarah berdirinya‎ Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari
Konstitusi dengan Keputusan Presiden.

‎Butir a. dan b. diatas menegaskan status legal formal bahwa Proklamasi 17845 dan Konstitusi 18845 [KepPres 150/1959] adalah satu kesatuan paket *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*.

Pemahaman ini penting bagi segenap Anak-anak Bangsa Indonesia ketika memperingati Hari Proklamasi 17845 pada 17818 yang akan datang yaitu keterpaduan dengan peringatan Hari Konstitusi 18845 adalah *mutlak* adanya.

Artinya, saat peringatan Hari Proklamasi 17845 yang dilakukan terkait bukan Konstitusi 18845 maka sebetulnya dapat dikatakan telah terjadi *Partly Free* sebagaimana pendapat *Freedom House : Indonesia 2018 Partly Free*
https://freedomhouse.org/report/freedom-world-2018-table-country-scores

Situasi dan kondisi *Partly Free* inilah sesungguhnya yang berakibat dampak kegalauan politik hukum kebijakan publik yang kurang mantap dirasakan publik selama era rezim Reformasi ini.

Oleh sebab itulah, MABINDO‎ (Majelis Anak Bangsa Indonesia) wajar mengajak serta segenap Anak-anak Bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Proklamasi 17845 pada tanggal 17818 sebagai *titik bangkit* sikap politik *Full Free / Merdeka 100%* berdasarkan ketaatazasan terhadap amanat hal Menimbang butir a. dan butir b. KepPres 18/2008 termaksud diatas dan setia berangkaian dengan
*KepPres 24/2016 ttg Hari Lahir Pancasila 1 Juni*
http://www.kemendagri.go.id/media/documents/2016/08/03/k/e/keppres_no.24_th_2016.pdf

Jakarta, 5 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com‎

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.




Blog Stats

  • 3,647,603 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements