Archive for August, 2018

25
Aug
18

SARUSUN : Asosiasi Pemilik PPJB

Logo Jakarta45

Suara Peduli Sarusun

‎ASOSIASI PEMILIK PPJB (AP3JB) SARUSUN

Kepada Yth Pemangku Kebijakan Satuan Rumah Susun Indonesia

Dalam rangka peningkatan rasa aman bagi para Pemilik PPJB dan pembinaan komunikasi struktural terbaik dengan pihak Penjual/Pengembang, maka AP3JB dirasakan perlu diakomodasi terbentuk serta merta ‎berdasarkan alasan

‎1) Memenuhi ketentuan ‎ UU 20/2011 tentang Rumah Susun : Pasal 74 (1) Pemilik sarusun wajib membentuk PPPSRS, (2) PPPSRS beranggotakan pemilik atau penghuni yang mendapat kuasa dari pemilik sarusun, (3) PPPSRS diberi kedudukan sebagai *badan hukum berdasarkan undang undang ini*; ‎‎

‎2) Menimbang ‎perlu dipahami bahwa di rumah susun ada fasilitas umum yang harus disediakan dan yang fasos fasum yang diserahkan kepada pemda sesuai dengan SIPPT. Terkait fasilitas yang disediakan yang menjadi benda dan bagian bersama yang tercantum dalam SIPPT/IPPT. ini perlu *dikomunikasikan dengan pengembang apakah fasilitas yang disediakan tersebut apa saja mungkin saja yang warga inginkan sudah ada dalam SIPPT*.

3) Mengingat bahwa bilamana terjadi situasi dan kondisi Pembentukan panitia musyawarah tidak dapat diselenggarakan maksimal 1 (satu) tahun sejak penyerahan sarusun milik pertama [ Pasal 7 (2) Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 15/PERMEN/M/2007] akibat keterlambatan proses pengurusan perijinan oleh Penjual/Pengembang menuju AJB sebagai prasyarat perolehan Sertifikat Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun (SHMASRS)

4) Memperhatikan bahwa baik Panitia Musyawarah (PaMus) maupun Perhimpunan Pemilik Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) baru dapat diprakarsai setelah ada 51% Pemilik SHMASRS

5) Memantapkan Perumusan AD/ART P3SRS sedini mungkin

6) Memastikan peran serta Pemilik PPJB turut serta dalam pembentukan kebijakan-kebijakan pokok operasi dan pemeliharaan yang bermutu, struktural dan akuntabel

7) Mencatat‎ pula bahwa‎ Peraturan Pemerintah turunan dari UU 20/2011 masih sedang berproses

Jakarta, 23 Agustus 2018

‎Salam Indonesia Maju,

DR Ir Pandji R Hadinoto, MH
InfraWatch Indonesia
http://www.jakarta45.wordpress.com

Catatan :
PPJB Perjanjian Pengikatan Jual Beli
AJB Akta Jual Beli

Advertisements
20
Aug
18

Kenegarawanan : InPreskan Politik Kesejahteraan Sosial Bab XIV UUD 1945 Asli

Logo MABINDO

Suara Warga45‎

*INPRESKAN POLITIK KESEJAHTERAAN SOSIAL BAB XIV UUD 1945 ASLI*

Kepada Yth Bapak Presiden Republik Indonesia,

Pertama-tama disampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas suksesnya acara Pembukaan Asian Games XVIII bersama 45 kontingen negara Energy of Asia pada sore hari 18 Agustus 2018, dan lebih lanjut

Menimbang‎ strategiknya Energy of Indonesia per

*Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/amp/

Maka menurut hemat kami, Instruksi Presiden (InPres) tentang Politik Kesejahteraan Sosial Bab XIV UUD 1945 Asli berdasarkan KepPres 150/1959 dan KepPres 18/2008 kini mutlak dibutuhkan guna membangun satu tumpuan/platform bersama yang struktural dan mantap bagi perlombaan adu konsep terapan Ekonomi Umat dan Ekonomi Emak-emak‎ di ajang kontestasi PilPres 2019 yang akan datang.

Mengingat pula *Bersih, Merakyat, Kerja NYATA* adalah yang tertulis di baju putih Bapak JokoWi selaku Presiden RI 2014-19 dan sebagai CaPres 2019 pada 10 Agustus 2018,‎ sehingga layak kiranya bilamana *‎Instruksi Presiden (InPres)* sebagai perangkat Presidensial mengenai pelaksanaan suatu Keputusan Presiden (KepPres) yang memuat aturan-aturan teknis adalah seharusnya tepat jadi pilihan aplikasi *KepPres 150/1959* dan *KepPres 18/2008* merujuk KepPres sebagai perangkat Presidensial adalah Norma hukum yang bersifat konkret/NYATA, individual dan sekali selesai ‎serta secara umum bersifat mengatur.

Memperhatikan lebih lanjut bahwa

1) KepPres 150/1959, Dekrit Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar 1945

2) KepPres 18/2008 tentang Hari Konstitusi

Mencermati Sejarah Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam Sidang 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno 23 Agustus 1945 sebagaimana

http://www.hariansejarah.id/2016/11/badan-keamanan-rakyat-indonesia-bkr.html?m=1‎

Jelang Hari Idul Adha 22 Agustus 2018, MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia)‎ berharap kepada Presiden JokoWi beserta jajaran Pemerintahnya terdorong kesejarahan BKR yang mengedepankan Keamanan menjadi keteladanan tersendiri dalam turut membangun Rasa Aman dan Damai melalui penerbitan InPres termaksud diatas bagi penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 yang akan datang.

‎Jakarta, 19 Agustus 2018‎

Salam45 &
Tetap MERDEKA!‎

Pandji R Hadinoto
MABINDO
www‎.jakarta45.wordpress.com‎

Suara Warga45

*DIRGAHAYU HARI KONSTITUSI PRO PANCASILA 18818*

MERDEKA!

Menyimak ungkapan Bapak JokoWi 10 Agustus 2018 :
*di masa lalu Gedung Joang ini adalah tempat di mana para pejuang-pejuang politik kita Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng dari sisi politiknya. Gedung Joang 45 ini mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ini Gedung Joang kita pilih sebagai titik awal untuk memulai perjuangan untuk memenuhi dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangkan pahlawan kita* maka terpujilah Anak-anak Bangsa Indonesia serukan bersama *Dirgahayu Hari KonstitusiPro Pancasila 18818* demi Kokohnya Ketahanan Nasional (KoTanNas)

Menimbang‎ *JATIDIRI INDONESIA MERDEKA 1945*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/amp/

Mengingat *PRIMER45 (Politik Roh Indonesia Merdeka 45)*

https://jakarta45.wordpress.com/2016/05/17/30620/amp/

Memperhatikan KepPres 150/1959 dan KepPres 18/2008 serta BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI 75/1959

Mencermati‎ *Pergerakan Kebangsaan Pancasila Indonesia*
https://jakarta45.wordpress.com/2018/06/25/kenegarawanan-pergerakan-kebangsaan-pancasila-indonesia/

‎MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak Anak-anak Bangsa Indonesia di seluruh belahan dunia untuk menegakkan bersama Konstitusi Pro Pancasila UUD 1945‎ Asli beserta kelengkapan Adendumnya yang sesuai kebutuhan menuju kearah Indonesia Raya 2045.

Jakarta, 18 Agustus 2018

Salam45 &
Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

*Warga45 Menghaturkan Dirgahayu*

*JATIDIRI INDONESIA MERDEKA 1945*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/amp/

Jakarta, *17 & 18 Agustus 2018*

Salam45 &
Tetap MERDEKA!

MABINDO,

Pandji R Hadinoto
GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

15
Aug
18

Kenegarawanan : Budaya Kepemimpinan 345

Logo MABINDO

Suara Warga45

*BUDAYA KEPEMIMPINAN 345*

Menyimak Sejarah Pendidikan Politik Kebangsaan Gedung Joang45 sebagaimana telah disinggung CaPres Jokowi 10 Agustus 2018 yang baru lalu‎, adalah memang benar kemudian menyemangati para Pemuda Menteng 31 untuk berkumpul ketika mendengar berita Jepang Takluk kepada Sekutu 14 Agustus 1945 guna mendorong Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.

Oleh karena itulah, jelang 17 Agustus 2018 ini perlu juga bagi Generasi Penerus 45 diberi muatan *Budaya Kepemimpinan 345* yakni :

1) *PRIMER45 (Politik Roh Indonesia Merdeka 45)*

https://jakarta45.wordpress.com/2016/05/17/30620/amp/

2) *45 Sifat Karakter Kebangsaan*
https://psma.kemdikbud.go.id/index/home/lib/files/pengumuman/Buku%20pemantapan%20polhukam.pdf‎

3) *45 Butir Pengamalan Pancasila*
https://jakarta45.wordpress.com/2012/07/24/ideologi-45-butir-pengamalan-pancasila/amp/

Menimbang *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845*

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/

Mengingat *Rekonstruksi Makna Kemerdekaan*

https://m.detik.com/news/kolom/3602297/sukarno-muhammad-dan-rekonstruksi-makna-kemerdekaan

Memperhatikan *Jatidiri INDONESIA Merdeka 1945*

https://www.google.com/search?q=jatidiri%20indonesia%20merdeka%201945

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) berharap kiranya *Budaya Kepemimpinan 345* ini juga bermanfaat bagi para kontestan dan konstituennya di ajang Pemilu Serentak 2019 yang akan datang.

Jakarta, 14 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
Wwww.jakarta45.wordpress.com

Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia Kontributor Magelang, Ika Fitriana Kompas.com – 05/11/2015, 03:43 WIB

https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia”, https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia.
Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana

MAGELANG, KOMPAS.com – Tokoh agama sekaligus budayawan KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus mengingatkan para pejabat-pejabat Indonesia untuk lebih dekat dengan kesenian. Sebab kesenian dapat menjadikan seseorang lebih lembut ditengah maraknya budaya saling “bully” saat ini. Hal tersebut dituturkan Gus Mus saat menghadiri pembukaan pameran lukisan “The People In 70 Years” di OHD Museum Kota Magelang, Jawa Tengah, Selasa (4/11/2015) malam. “Kesenian itu perlu sekali, apalagi sekarang hampir di media sosial kita temui macam-macam orang seperti apa. Bagaimana mereka berinteraksi dengan manusia lain, saling bertentangan, saling mem-bully, saling fitnah,” ujar Gus Mus. “Saya kira kalau seseorang dekat dengan kesenian, maka tidak akan seperti itu,” ujarnya. Gus Mus mengungkapkan kekagumannya terhadap presiden pertama RI, Soekarno, yang begitu mengapresiasi kesenian. Soekarno dinilai sebagai sosok pemimpin yang mau belajar kesenian dan mengenal baik dengan banyak seniman lukis Indonesia. Rais Syuriah PBNU ini memandang seni budaya di Indonesia tidak pernah menjadi sesuatu hal yang penting, berbeda dengan dengan politik dan ekonomi yang selalu duduk menjadi ‘panglima’ di negara ini. “Era presiden Soekarno ‘panglimanya’ politik, era Soeharto diganti ‘panglimanya’ ekonomi kapitalis, Soeharto lengser politik kembali jadi ‘panglima’. Ini ndak kreatif, kenapa tidak budaya yang jadi ‘panglima’?,” tuturnya. Lebih lanjut, pengasuh Pondok Pesantren Raudlatuh Tholibin, Leteh, Rembang ini mengatakan bahwa dunia seni rupa adalah dunia yang tidak pernah berubah meski waktu terus berjalan dan pelaku yang berbeda-beda. Seni rupa ‘istiqomah’ dalam membela dan berpihak pada rakyat. Sementara itu, dalam pameran lukisan yang bertajuk “Then People In 70 Years” itu sebanyak 150 karya seni rupa dari ratusan maestro seni rupa Indonesia dipamerkan. Misalnya, karya Affandi, S Sudjojono, Hendra Gunawan, Raden Saleh dan sebagainya. Seluruh lukisan tersebut merupakan hasil koleksi Oei Hong Djien (OHD) yang diseleksi oleh kurator Jim Supangkat. Mayoritas lukisan bertema tentang kemasyarakatan. “Perkembangan seni rupa Indonesia sejak awal abad ke-20 sampai kontemporer, tema kemasyarkatan relatif tidak pernah hilang,” kata Jim Supangkat. “Hal ini tergambar dari pameran ini yang menunjukkan keeratan hubungan antara perkembangan seni rupa Indonesia dengan sejarah Indonesia,” ujarnya. PenulisKontributor Magelang, Ika Fitriana EditorBayu Galih

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Gus Mus Harap “Budaya Jadi Panglima” dalam Kepemimpinan Indonesia”, https://nasional.kompas.com/read/2015/11/05/03430001/Gus.Mus.Harap.Budaya.Jadi.Panglima.dalam.Kepemimpinan.Indonesia.

Penulis : Kontributor Magelang, Ika Fitriana

Kebudayaan dalam Menerapkan Kepemimpinan

Setiap perusahaan memiliki kepimpinan berdasarkan kebudayaan. Hal ini tak terlepas dengan kebudayaan yang mencakupi sebagai aturan dalam membangun visi dan misi perusahaan. Kebudayaan sangat membingkai erat karena berkaitan dengan kebiasaan dan karakter, sehingga menciptakan sifat individu.

Sebagian perusahaan memiliki terminologi kepemimpinan dalam menerapkan nilai estetika kebudayaan tersendiri. Kepemimpinan berperan besar dalam mengemban misi bagi lembaga yang dilayaninya dan beroperasi berdasarkan budaya yang sudah terbentuk. Sistem kepemimpinan yang ada harus bertugas mengembangkan setiap kegiatan kerja menjadi lebih produktif dan membuat motivasi untuk meningkatkan prestasi kerja.

Jika berbicara dalam kebudayaan yang mempengaruhi kepemimpinan, dan berdasarkan penerapan sistem kerja, Asia Timur dan Asia Tenggara memiliki sistem kepemimpinan yang logistik terhadap bawahannya. Lain hanya dengan budaya Indonesia. Sistem kepemimpinan yang banyak dipakai adalah sistem kepemimpinan yang berdasarkan gaya kepemimpinan tokoh bangsa yaitu Ki Hajar Dewantoro yang berbunyi, “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani.” Yang di depan harus menjadi teladan, di tengah harus mendukung dan di belakang harus mengikuti, merupakan salah satu gaya kepemimpinan dengan landasan budaya Indonesia. Tidak heran jika saat ini Indonesia menjadi negara berkembang dengan mengunakan sistem budaya dalam kepemimpinan.

Kepemimpinan sesuai dengan aturan main perusahaan akan menjadi budaya dalam sebuah management seperti.

Berfikir

Bertindak

Berulang

Kebiasaan

Budaya

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part I
Posted on Januari 23, 2008 by hidayaters

Dalam penyelenggaraan pemerintahan sebuah negara di manapun di dunia, memerlukan adanya unsur pemimpin disamping unsur lain seperti wilayah dan rakyat yang dipimpin. Sejarah kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan 17 Agustus 1945 lalu, telah melalui perjuangan panjang bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga yang besar untuk itu, karena selama 3,5 abad lebih bangsa penjajah selalu ingin kembali menjajah negara kita yang kaya raya dan indah.

Wilayah yang sangat strategis dan terbentang diantara dua benua dan dua lautan luas, terdiri dari 17.058 buah pulau besar dan kecil (data Bakorsurtanal) dan dihuni oleh lebih ratusan suku bangsa atau etnis yang tersebar diantara Sabang dan Merauke. Sedangkan dalam kehidupan rakyat Indonesia sehari hari memiliki berbagai ; agama dan adat istiadat atau budaya, bahasa daerah yang sangat beragam dan berbeda satu sama lain.

Jumlah penduduk saat ini mencapai 220 juta lebih dan merupakan Negara keempat terbesar penduduknya d dunia. Penduduk dengan masyarakatnya yang sangat heterogen yang mendiami sekita 6000 buah pulau. Di lain pihak penduduk yang begitu besar dan majemuk tersebut memerlukan pemimpin yang kuat dan tangguh serta berada ditengah tengah keberagaman diantara berbagai suku, ras, agama, adat istiadat dan kebiasaan sehari hari.

Dipihak lain dalam tujuan negera untuk mensejahteraan masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Indonesia saat ini masih dalam perjalanan cukup panjang. Masalahnya memerlukan semangat dan keinginan seluruh rakyat atas kepemimpinan yang baik di dalam keberagaman budaya tersebut. Dari zaman kezaman terjadi perubahan yang terjadi dalam perjalanan kehidupan bernegara dan berbangsa tersebut.

Perubahan lingkungan yang strategik dunia yang tidak dapat dihindarkan akibat kemajuan teknologi dan informasi tidak terbendung, baik dibidang sosial, ekonomi dan politik serta kebudayaan. Perubahan tersebut sangat mempengaruhi kepemimpinan dan organisasi publik sebuah Negara termasuk Indonesia. Sejarah telah menunjukkan bahwa sejak kemerdekaan terjadi banyak perubahan sosial politik dan perekonomian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan tersebut yang kita sayangkan adalah memperlambat pencapaian tujuan masyarakat adil dan makmur seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Disinilah masalah kepemimpinan memegang peranan penting dalam pencapaian tujuan Negara tersebut di atas. Karena keuatan organisasi publik terletak pada beberapa kekuatan antara lain ; proses interaksi pada kekuatan hubungan pribadi/kelompok, mutu pola pikir serta kekuatan tata nilai (budaya) yang diterima oleh masyarakat dalam organisasi tersebut.

Pola pikir dan paradigma yang demikian terletak pada pemimpin dalam ragam budaya yang sangat mempunyai peran penting. Karena keragaman budaya dalam era tertentu mewarnai tata budaya, tata ekonomi, tata hukum, tata politik, setiap Negara. Didalam era globalisasi ini persaiangan akan semakin kuat dan bersifat regional dan global yang memerlukan kepemimpinan dalam keragaman budaya mercerminkan nilai nilai dan karakteristik ;

Mencerminkan diri dalam pribadi yang memiliki visi yang kuat.
Beroreantasi untuk menghasilkan kinerja organisasi yang bermutu tinggi.
Menyelaraskan pembagian konpensasi dengan tingkat kinerja.
Menciptakan mitra kerja atau kolaborasi dengan tingkat intensitas dan mutu yang tinggi atau kemampuan mengembangkan jaringan (networking).
Menekankan ketinggian etika kerja.
Kecermatan dalam perencanaan.

Dalam tujuan pembelajaran ini diharapkan tercapai pemahaman dan pengertian serta pelaksaaan masalah kepemimpinan yang tepat dalam keragaman dalam organisasi dan masyarakat Indonesia (budaya).

Pengertian Budaya
Kata Budaya dalam pengertian harfiah, sering diterjemahkan istilah bahasa Inggris yaitu Culture yang berasal dari bahasa Latin Colore yang berarti mengerjakan tanah, mengelola dan memelihara ladang (Soerjanto Puspowardoyo, 1993). Pengertian ini jelas berbau agraris pada masa tersebut dan kemudian diterapkan kedalam hal-hal yang bersifat rohani (Langeveld, 1993).

Oleh Ashley Montague dan Christopher Dawson (1993) mengartikan culture sebagai way of life atau cara hidup tertentu dengan memancarkan identitas suatu bangsa tertentu. Istilah culture ini sering diterjemahkan menjadi kebudayaan atau peradaban. Dalam bahasa Arab disebut akhlak atau budi dalam bahasa Indonesia.

The American Heritage Dictionary (Kotter dan Hescett 1992) mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan meleluikehidupan sosial, seni, agama, kelembagaan dan segala hasil karya dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.

Istilah culture sering juga diterjemahkan menjadi kebudayaan atau peradaban atau budi dalam bahasa Arab disebut Akhlak. Budaya membuat orang-orang dalam etnis tertentu menjadikan kekhasan sendiri, seperti orang Jawa, orang Sunda, Orang Minang, Orang Melayu, dan lain-lain.

Ahli Belanda Geert Hofstede mengatakan bahwa budaya sebagai perangkat lunak (software) pikiran pemrogram sosial yang mengatur cara berfikir, bertindak dan mempersepsikan diri kita dari orang lain (Charles Mitcchel 2001)

Komponen–Komponen Budaya:

Bahasa adalah kata kata yang terucap atau tertulis sebagai alat komunikasi dalam melakukan interaksi diantara manusia. Komunikasi verbal, non verbal, gerak gerik, bahasa tubuh, expresi wajah yang semua itu menyatakan pesan tertentu.
Agama atau religi dalam budaya mempunyai pengaruh yang amat besar dalam melakukan berbagai kegiatan manusia. Dalam agama Islam sering muncul istilah Insya Allah yang mempunyai arti jika dikehendaki Tuhan. Demikian menunjukkkan kekuasaan Tuhan Yang Paling Tinggi disbanding manusia.
Sikap yang saling bertentangan. Nilai nilai budaya mempunyai dampak terhadap kegiatan pengelolaan pemerintahan dan pembangunan. Dua perbedaan nilai yang paling mendasar untuk dipertimbangkan adalah apakah suatu budaya menekankan pada individu seperti oleh bangsa Amerika contohnya. Atau kolektivisme seperti orang Cina dan lainnya. Nilai budaya tercermin dalam kehidupan sehari hari dalam kelompok (suku). Maka pemahaman budaya yang mendasar diantara kelompok ataupun suku akan sangat menimbulkan masalah, lebih lebih budaya/kebiasaan suatu kelompok bertentangan dengan kelompok lain. Dijumpai komponen lain seperti ; sopan santun, seni, pendidikan, humor, organisasi sosial

Dalam bahasa Indonesia istilah budaya berasal dari budi dan daya. Budi berarti akhlak, sedangkan daya berarti upaya atau usaha. Budaya merupakan upaya upaya manusia yang didasari atas budi yang luhur yang melahirkan konsep konsep bagaimana harusnya hidup (way of life) sehingga melahirkan adat istiadat, hukum, adab sopan santun, seni dan seterusnya sebagai pedoman hidup bermasyarakat.

Pengertian kebudayaan menurut DR.Muhammad Hatta adalah “Kebudayaan adalah ciptaan Hidup dari suatu bangsa“. Dan menurut Prof.Zoemulder Kebudayaan adalah perkembangan terpimpin oleh manusia budayawan dari kemungkinan kemungkinan tenaga tenaga dalam alam terutama alam manusia, sehingga merupakan kesatuan yang harmonis.

Kelompok Kebudayaan

Kebudayaan sebagai suatu system pengetahuan
Kebudayaan sebagai system makna thd symbol symbol.

Kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makluk sosial, yang isinya adalah perangkat-perangkat, model-model pengetahuan yang secara selektif dapat digunakan untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan yang dihadapinya, serta untuk mendorong dan menciptakan tindakan tindakan yang diperlukan.

Perilaku terbentuk sebagai resultante atau totalitas dari kebutuhan individu, usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dan pengetahuan kebudayaan (pengetahuan masa lalu) yang dimilikinya. Kemudian dijadikan acuan untuk bertindak mencapai tujuan.

Kebutuhan individu, Pengetahuan kebudayaan, Upaya untuk memenuhi kebutuhan akan mempengaruhi perilaku dalam ekosistem Sosial budaya (fisik dan non fisik).

Unsur Kebudayaan adalah ;

Sistem kepercayaan,
Sistem Bahasa,
Sistem Sosial,
Sistem Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,
Sistem Perekonomian,
Sistem Kekerabatan,
Sistem Kesenian,
Sistem Kesehatan dan sebagainya

Perbedaan antar budaya

Bahasa sebagai alat komunikasi dalam pengalaman kelompok etnisnya.
Sikap terhadap waktu akan berbeda, orang yang tinggal di desa dan orang yang hidup dalam lingkungan tradisionil disbanding dengan orang yang mengalami perubahan dalam memamfaatkan waktu secara cepat.
Sikap terhadap pekerjaan, berbeda antar kelompok (etnis) yang hidup dalam kondisi tertentu dengan prinsip bahwa pekerjaan adlah sukses pribadi danharga diri. Dengan individu dari kelompok (etnis) yang mempunyai prinsip pekerjaan terikat dengan tuntutan sekeliling dan irama musim dimana mereka hidup.
Sikap terhadap nasib/ketawakalan, dimana sikap bagi orang yang hidup dalam Norma-norma tertentu yang merupakan kehendak yang diatas (Tuhan). Mereka akan menerima nasib dan menyerahkan keadaan dirinya dengan segala kegembiraan dan keihlasan. Dalam filosofinya mereka hidup merasa tenang dan tanpa kegelisahan atau rasa iri hati atas kemajuan yang dicapai orang lain.
Hubungan dengan kelompok lain, diperlukan interaksi dan hubungan dengan kelompok lain secara harmonis dan efektif sangat diperlukan. Seorang pimpinan yang bertangung jawab dalam mencapai tujuan organisasi harus mempu bergaul dan memiliki kemapuan tehnis dalam membina hubungan dengan kelompok lain atau bawahan.
Sikap terhadap organisasi resmi, diperlukan asumsi bahwa individu dapat mengembangkan karir sesuai dengan kompetensi melalui organisasi. Maka budaya dapat diartikan sebagai system; gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dengan cara belajar (Kuntjaraningrat, 1986).

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part II
Posted on Januari 25, 2008 by hidayaters

Pengertian Kepemimpinan.

Menurut Buku Kepemimpinan Pemerintahan di Indonesia (Drs.Pamudji, MPA) bahwa Istilah Kepemimpinan berasal dari kata dasar pimpin yang berarti bimbing atau tuntun , kemudian lahir kata kerja memimpin berarti membimbing atau menuntun. Kemudian berubah dalam kata benda pemimpin atau orang yang berfungsi memimpin atau menuntun.

Istilah pemimpin berasal dari kata asing “leader”. Kepemimpinan dari “leadership” Walaupun kepemimpinan tidak sama dengan manejemen, namun pengertian tidak bisa dipisahkan dengan terdapat beberapa perbedaan.

Perbedaan kepemimpinan dengan manejemen antara lain ;

Kepemimpinan mengarah kepada kemampuan individu, sedangkan manejemen mengarah kepada system dan mekanisme kerja.
Kepemimpinan adalah hubungan interaksi antara si pemimpin dengan pengikut. Sedangkan manejemen merupakan fungsi status atau wewenang (authority).
Kepemimpinan mengantungkan diri pada sumber sumber dalam dirinya, sedangkan manejemen mengarah kepada kesempatan mengarahkan dana dan daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.
Kepemimpinan di arahkan untuk kepentingan si pemimpin, sedangkan manejemen mengarah kepada pencapaian tujuan organisasi secara langsung.
Kepemimpinan bersifat hubungan personal yang berpusat pada diri si pemimpin, pengikut dan situasi, sedangkan manejemen bersifat impersonal dengan masukan logika, dana, analitis dan kuantitatif.

“Kepemimpinan sebagai titik pusat proses proses kelompok (Leadership as a focus of group processes”. “Kepemimpinan adalah suatu kepribadian yang mempunyai pengaruh (Leadership as personality and its effects”.Kepemimpian adalah seni untuk menciptakan kesesuaian faham atau keseiaan, kesepakatan (leadership as the art of inducing compliance).

Keragaman Budaya Indonesia

Kebudayaan berkaitan erat dengan ilmu ilmu sosial seperti ; sosioligi, psikhologi , anthropologi karena membicarakan fenomena dalam masyarakat.
Dalam membicarakan Sistem Adminiatrasi Publik dalam Negara RI (SAPRI), kebudayaan merupakan factor sangat penting, karena menyangkut kajian mengenai berbagai perilaku seseorang maupun kelompok yang beroreantasi tentang kahidupan bernegara , penyelenggaraan pemerintahan, politik, hukum, adapt istiadat dan norma, kebiasaan yang berjalan yang dilaksanakan dan dihayati oleh anggota masyarakat sehari hari dalam organisasi (formal dan informal.

Berbicara tentang Kebudayaan Indonesia,

Terasa sulit karena Indonesia memiliki keragaman budaya yang dihasilkan oleh berbagai suku bangsa Indonesia. Keberagaman itulah yang menjadi kebudayaan Indonesia yang tercermin dalam nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhineka Tunggal Ika.
Perlu dikaji budaya kedaerahan yang mempengaruhi kehidupan masing-masing suku di Indonesia yang juga mempempunyai keterikanan satu sama lain dalam kebhinekaan yang ditandai dengan tidak ada perilaku yang mendua.

Walau ada perbedaan budaya tersebut di beberapa daerah dalam wujud hukum yang berbeda. Ahli Hukum Belanda membagi Indonesia atas 18 lingkaran hukum adat yang juga menunjukan perbedaan pada garis keturunan, seperti garis keibuan (matrilineal), kebapakan (patrilineal) dan keduanya (parental).

Beberapa budaya daerah dalam catatan budaya di Indonesia (Buku Administrasi Publik, Inu Kencana, dkk) dan budaya hidup sehari hari antara lain :

Budaya Jawa, dengan budaya politik kawula gusti sebagai etika Jawa yang dikenal tabah dan ulet dalam kehidupan mereka. Kepasrahan dengan semangat nrimo (menerima dengan pasrah) dalam menghadapi tantangan hidup dalam kromo inggil sebagai falsafah mereka, serta kebiasaan hidup lainnya yang dinilai positif dalam kepemimpinan dengan aspek budaya.
Budaya Minangkabau, dengan budaya politik partisipasi dapat merupakan kajian kepemimpinan dalam budaya yang positif untuk dikembangkan dalam pemerintahan dan pembangunan. Keuletan orang Minangkabau tercermin dalam pepatah petitih dan kebiasaan hidup berdemokrasi dalam sejarah perjalanan suku Minang dengan dua sistem yaitu Sistem Bodi Caniago dan Sistem Koto Piliang. Pandangan hidup orang Minangkabau yang Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah. Hal ini menunjukan ketaatan akan nilai dan ajaran agama Islam terpatri dalam kebiasaan hidup dan budaya Minangkabau. Budaya lain di Minangkabau yang positif dan dapat diangkat dalam kepemimpinan antara lain ; tagak samo tinggi dan duduak samo randah, nan buto pambasuh lasuang, nan pakak palapeh badia, nan lumpuah pauni rumah, nan bingunang di suruah-suruah, nan kuaek pambaok baban, nan cadiak lawan barundiang, dll. Budaya seperti ini perlu bagi seorang pemimpin di ranah Minangkabau dalam kepemimpinannya.
Budaya Sunda, yang tidak biasa menonjolkan diri karena tidak perlu dan sikap yang toleran, namun tidak gentar melawan pihak yang menindasnya. Sebuah cerita sejarah di masyarakat Sumedang bahwa suatu ketika rakyat banyak yang sengsara karena penjajah Belanda dalam cultuur stelsel (kerja paksa), menyebabkan Cadas Pangeran sengaja melawan Belanda dengan mengulurkan tangan kiri untuk bersalaman dan tangan kanan memegang keris untuk dihunjamkan kepada sang penjajah .
Budaya Bugis Makassar, sebagai suku bangsa pemberani dan tangguh dalam mengaharungi lautan sampai ke mancanegara. Dalam budaya lain mereka memiliki budaya siri (Vendetta), dimana apabila salah seorang keluarga mereka dipermalukan oleh seseorang, maka seluruh anggota keluarga mereka akan menganggap orang itu sebagai musuh pula. Dengan kata lain budaya menjaga nama baik keluarga paling penting dan kalau tidak menyebabkan dendam berkepanjangan dan bahkan pertumpahan darah. Orang orang suku bugis Makassar ini terkenal dalam keberanian berdiskusi dan bermusyawarah untuk menyelesaikan masalah menyebabkan pola kepemimpinan budaya di daerah ini memperhatikan sifat dan kebiasaan budaya mereka dan mengangkat kebiasaan positif dalam kepemimpinannya.
Budaya Batak, terkenal dengan eksistensialis dalam menantang hidup yang terkenal dengan Batak Tembak Langsung (BTL) atau seseorang yang tinggal dipedalaman Sumatera Utara, tidak perlu melalui Medan untuk menuju Jakarta atau keluar negeri sekalipun. Dalam mengemukakan pendapat orang Batak cenderung spontan tanpa tedeng aling-aling, sehingga demokrasi dalam pembangunan politik akan berkembang pesat bila mengikuti pola sikap dan perilaku putera puteri orang Batak. Diperlukan keakraban dengan masyarakat Batak dalam membangun kepemimpinan sesuai dengan adat dan kebiasaan mereka yang fair (jujur) serta spontan dan terbuka.
Budaya lainnya di Indonesia dalam kepemimpinan dalam ragam budaya di era kebebasan yang perlu dikaji secara baik untuk mencapai tujuan.

Menghargai Keragaman Budaya

Dalam pola kepemimpinan tersebut, diperlukan usaha usaha untuk menemukan nilai-nilai budaya yang beranekaragam tersebut dengan memahami perbedaan dan persamaan diantara mereka dalam semangat kebhinekaan. Unsur-unsur penting dalam dimensi budaya melalui komunikasi non verbal, penggunaan bahasa, orientasi ruang dan waktu, pendekatan-pendekatan psikologis yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam pola kepemiminan dalam komunikasinya.

Dimensi kebudayaan lain seperti pola pikir yang digunakan kelompok/individu biasanya berdasarkan nilai nilai kebudayaan masyarakat suatu kelompok etnis sejak dari kecil sudah terbiasa dalam berpola pikir dan berperilaku seperti hal tersebut. Perangkat nilai serta Norma dalam budaya merupakan perangkat cita-cita dan keinginan yang diharapkan dalam kelompok masyarakatnya. Nilai baik dan buruk dan yang dilarang dan suruhan mempengaruhi sikap dan perilaku mereka.

Unsur paling penting dalam kebudayaan kita adalah sistem nilai, gambaran diri, komunikasi non verbal, penggunaan bahasa, orientasi ruang dan waktu yang kita kaji dan amati dari perbedaan kebudayaan yang berbeda dan memilih suatu kebudayaan yang pasti benar atau salah.

Interaksi dalam hidup bermasyarakat dalam budaya tertentu didasarkan pada perangkat nilai tertentu yang berkembang sejak kecil. Nilai-nilai tersebut kemudian dikumpulkan, diberi ganjaran dan ditekankan keluarga, komunitas, organisasi dan bangsa kita. Perbedaan nilai tersebut menjadikan akan memberi tahu siapa kita ini yang hidup dalam budaya bagaimana (menjadi orang Indonesia, orang Arab, orang Amerika) dan lain-lain yang mencerminkan cirri-ciri kebudayaan tertentu sebuah bangsa.

Membangun kepekaan budaya seseorang perlu adanya sensor yaitu mendengarkan, Mengamati, merasakan (fase I). Dalam Fase II yaitu menanggapi, ambil bagian, Tumbuh, selama interaksi dalam menyaring pesan yang datang. Fase III dengan menyesuaikan, berbagi, mengalami dan kemudian dapat dinikmati sebagai sebuah budaya tertentu.

Dalam ketiga fase tersebut orang harus mampu menyesuaikan diri, mampu mengambil bagian (ikut serta) dalam pengalaman/informasi dari pihak/orang lain. Tentu dengan cara yang menyenangkan yang ditampakkan oleh lintas budaya yang dinamis.

KEPEMIMPINAN DALAM RAGAM BUDAYA, Part III (Habis)
Posted on Maret 10, 2008 by hidayaters

KERAGAMAN SEBAGAI KEKUATAN DAN KELEMAHAN.

Perilaku setiap anggota kelompok budaya tergantung pada sejarah orang-orang/individu dalam kelompok masyarakatnya. Pengalaman telah menunjukkan kegagalan belajar dari sejarah, dan kesalahan-kesalahan yang diulangi oleh beberapa generasi dalam waktu lama Akhirnya harus mengikuti seperangkat Norma dan nilai yang berdasarkan pengalaman dan perkembangan mereka.

Disamping pengaruh historis dan lingkungan, mentalitas suatu bangsa yang menentukan sifat dan karakteristik bahasa tertentu akan mempengaruhi luas terhadap perkembangan visi, misi, kharisma, emosi, perasaan politik, disiplin dan hirarki.

Kepemimpinan Individual dan Kolektif
Organisasi secara otomatis mengisyaratkan kepemimpinan yang mempunyai wewenang untuk menetapkan suatu peraturan sebagai pedoman bertindak. Bentuk baru kepemimpinan kolektif di pemerintahan baik pda tingkat regional dan lokal selama berabad abad.

Aturan kolektif penduduk mengilhami bentuk dan pola kepemimpinan pada daerah tersebut yang ditunjukan oleh faktor-faktor yang memimbulkan kepemimpinan dan organisasi masyarakat seperti :
Adat istiadat, lingkungan iklim, sejarah, agama, bahasa, filsafat yang mempengaruhi; fisiologi (penampilan fisik), sukses (perang, perdagangan, pertanian), Kegagalan (kekeringan, Invasi, Penyakit), yang merupakan reaksi terhadap kepemimpinan dan Konsep status dan Penggunaan Waktu Menimbulkan Organisasi (Visi, Misi, Norma, aturan, struktur, energi, wewenang, dan fungsi.) Tujuannya sebagai kelangsungan hidup menuju kemakmuran (cita-cita).

Organisasi biasanya diciptakan oleh pemimpin. Apakah kepemimpinan tersebut; otoriter, individual, atau kolektif yang berfungsi sebagai :

Model fungsi Pengembangan jaringan (networking) ,
Model fungsi oreantasi tugas.

Cara pemimpin dalam ragam budaya memahami organisasi antara lain dapat dikenali hal-hal :

Bahasa dan budaya, dengan membentuk timkerja yang serasi dan padu diperlukan informasi tentang sejarah dasar daerah tersebut dengan cirri cirri kebudayaannya dan mempelajari bahasa daerah dalammembangun tim yang kuat dalam organisasi.
Kekuatan non fisik, dimana akal sehat, pendidikan yang baik dan kedewasaan individu, akademik maupun organisasi yang merupakan sumber daya untukmenghindari perilaku yang negative sebagai mitra kerja. Tidakhanya mengandalkan kewenangan saja dalam memimpin organisasi /masyarakat.
Mengelola Tim, karena semakin berkembang tim/organisasi tersebut secara nasional, international atau global, menyebabkan pengelolaan tim melalui koordinasi yang berbeda secara terus menerus (sesuai perkembangan). Pembentukan Tim building menjadi bahasan dalamm kajian manejemen.
Latihan pembentukan tim, melalui banyak cara latihan yang pembentukan tim (team building excercises), organisasi bersifat multi nasional, disekolah sekolah bisnis yang mementingkan kerjasama tim dalam menelaah kasus seperti berkemah atau out bound (belajar diluar ruangan/alam terbuka).

Menjembatani Kesenjangan Komunikasi.
Yaitu melalui Komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung (media) terdapat dialek atau pemahaman yang berbeda menyebabkan terjadi kesalah pahaman dalam berkomunikasi tersebut. Untuk perlu dipahami hal hal yaitu :

Bahasa
Kesenjangan Komunikasi, menyangkut aspek; linguistic, praktis dan budaya. Masalah praktis biasanya paling mudah dipecahkan oleh pemimpin bagaimana harus berprilaku di suatu daerah.
Penyesuaian pola pikir, sebagai upaya pemimpin dalam menagdakan pertemuan yang yang menarik dan tidak membosankan sampai menghasilkan keputusan yang disepakati secara santai atau bermain dalam kelompok masyarakat, seperti main golf atau sambil makan malam, sarana hiburan rakyat dll.
Nilai dan Citra diri, dengan beraneka ragamnya budaya budaya dalam masyarakat kita. Maka pimpinan harus melihat dalam kacamatan budaya keragaman terebut. Termasuk disini nilai nilai dan tradisi serta keagamaan dan ritual ritual kelompok budaya. Citra merupakan bagian persepsi nilai untuk melihat diri mereka melalui kacamata budaya dan kebiasaa serta adapt istiasat mereka.
Etika, orang orang memadang keputusan sejak diputuskan merupakan perjanjian lisan yang dirumuskan menjadi dokumen tertulis yang legal. Secara etis orang terikat pada keputusan yang dibuatnya.

Keragaman Sebagai Kekuatan.
Keanekaragaman; ethnis, agama, adat istiadat, kebiasaan, bahasa daerah dan lainnya di Indonesia yang tumbuh dan berkembang sebagai nilai-nilai yang mengakar dalam kelompok kelompok masyarakatadalah sebagai kekuatan. Apabila dikelola dengan baik untuk menimbulkan kekuatan bangsa yang besar. Bagi pemimpin aspek inilah merupakan peluang dalam memainkan pola kepemimpinan yang bagaimana harus dilakukan dalam menghadapi masyarakat tertentu.

Selanjutnya keragaman tersebut akan menumbuhkan keterikatan keterikatan akan bidang; hukum, aturan atau dogma dogma agama yang dianut masyarakat. Karena itu seorang pemimpin perlu memahami kondisi tersebut dalam memimpin masyarakat tertentu. Disamping munculnya konflik konflik kepentingan antar kelompok tersebut dengan pembinaan rasa kesatuan bangsa (nation building) harus diutamakan dalam memimpin kelompok masyarakat dan masyarakat bangsa.

Keragaman Sebagai Kelemahan.
Keanekaragaman atau kemajmukan; ethnis, agama, adat istiadat, kebiasaan dll, apabila tidak dapat dibina dalam satu kesatuan yang bulat bukan tidak mungkin akan menimbulkan perpecahan. Dimulai dari perpecahan kecil menjadi semakin besar bila tidak pernah diantisipasi dengan upaya kepemimpinan dengan memperhatikan budaya untuk mempersatukan mereka dalam pembangunan menuju masyarakat yang sejahtera. Perpecahan yang cukup rawan; masalah keragaman agama, adat istiadat, perbedan suku/etnis/ras, perbedaan kebiasaan dll.

IMPLIKASI, KONSEKUENSI DAN KEMUNGKINAN MASALAH KEPEMIMPINAN DALAM KERAGAMAN.

Implikasi Kepemimpinan.
Saat ini organisasi masyarakat semakin bersifat keragaman (multi budaya), sejak kemerdekaan Indonesia 61 tahun. Lalu, Hal ini menyebabkan semakin kompleksnya masalah kehidupan dalam keragaman tersebut.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta komunikasi dan informasi semakin mewarnai kehidupan masyarakat. Menyebabkan kebudayaan didunia semakin berinteraksi secara global, mengakibatkan terjadi perubahan dibidang ekonomi, politik dan kebiasaan hidup baru yang melahirkan kenyataan terjadinya perubahan budaya dan pola kepemimpinan. Globalisasi media massa sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat modern dalam diri mereka akan perbaikan mutu kehidupan mereka.

Dr.Woodrrow Sears dalam buku Back In Working Order, dengan masalah ekonomi dengan memperkecil usaha, merger (gabung), joint venture merupakan contoh untuk menempatkan diri dalam situasi pasar.

Membantu orang orang bekerja lebih cerdik merupakan manejemen multy budaya yang efektif, maka kepemimpinan perlu:

Menciptakan struktur yang memungkinkan orang orang ambil bagian dalam tujuan organisasi.
Manegemen dirumuskan sebagai harapan/pengawasan yang menurut Sears berarti maneger maneger yang efektif menciptakan harapan atas pelaksanaan tugas dengan para bawahannya dengan hasil pekerjaan yang dilakukan.

Praktek manejemen multy budaya menurut McGregor (Humas Side of Interprice) bahwa setelah 40 tahun. Para ilmuwan di bidang perilaku manusia (behaviore) menyampaikan pesan tsb. Baru sekaranglah mulai menterjemahkan ide-ide tersebut dalam tindakan (organisasi). Pemimpin ragam budaya sejati adalah pimpinan yang inovatif, yang menjadi komunikator dan negosiator antar budaya yang efektif dalam berbagai lingkungan masyarakat.

Ciri ciri manajer multi budaya adalah ;

Berfikir melampaui persepsi lokal
Siap untuk mengganti dengan pemikiran baru dan membuang pemikiran lama.
Menciptakan kembali norma-norma dan praktek budaya dengan hal yang baru.
Memprogram kembali peta dan bangunan mental mereka.
Menyesuaikan diri dengan lingkungan dan gaya hidup yang baru.
Menyambut baik pengalaman linta budaya bangsa.
Kemampuan akan kecakapan multy budaya.
Menciptakan sinerja budaya kapan dan dimana saja.
Bekerja efektif dalam lingkungan multy nasional/bangsa
Memimpin kesempatan kesempatan dan usaha transnasional.
Menciptakan scenario masa depan yang optimis.
Mempelajari hubungan antar manusia /bangsa dan nilaimglobal.
Terbuka dan fleksibel dalam menghadapi orang orang yang beragam budaya.
Mudah bergaul dengan orang yang berbeda latar belakang; ras dan lainnya.
Fasilitator pendatang baru, orang asing, kaum minoritas dan imirgran.
Sudi bekerjasama dalam joint venture, konsorsium atau koalisi.
Perubahan direncanakan dan futuris.

Konsekuensi Kepemimpinan Dalam Ragam Budaya.
Perkembangan berfikir dan aspirasi.
Masyarakat yang saat ini mudah mendapat informasi, dapat menyampaikan keinginan mereka kepada pemerintah di era keterbukaan melalui aspirasi-aspirasi tertentu. Konsekuensinya bagi pemerintah/pimpinan adalah untuk mendengarkan secara baik dan merespon secara baik sesuaidengan ketentuan dan kehendak orang/warga lebih banyak dalam kelompok msyarakat.

Perkembangan Kepentingan Pribadi, Kelompok, Ethnis.
Kepemimpinan yang diharapkan dalam Konsekuensi adanya perkembangan tersebut secara keserasian dan suasana demokratis dan terbuk.

Berkembangnya Regionalisme.
Kecenderungan adanya perkembangan bersifat negative dari berlakunya UU No.22 tahun 1999 dan saat ini di revisi dengan UU N0.32 tahun 2004 yaitu dimana masing-masing daerah (region) dengan semangat otonomi dengan munculnya konflik kepentingan dalam dan antar daerah. Sehingga egoisme daerah sangat menonjol, walau ada kerjasama antar daera.

Masalah-Masalah Kepemimpinan dalam Ragam Budaya

Perbedaan adapt istiadat dan kebiasaan.
Hambatan komunikasi pada masyarakat tertentu.
Kemampuan Kepemimpinan dalam ragam budaya.
Adanya sumber sumber yang ada di daerah dengan erbedaan yang mencolok.

KEPEMIMPINAN YANG TEPAT DALAM PENGELOLAAN MASALAH KERAGAMAN.

Pemimpin dan Kepemimpinan
Pemimpin adalah orang yang memiliki kemampuan / keterampilan untuk mempengaruhi atau menggerakkan perilaku orang lain untuk bekerja secara efektif dan efisien. Melalui kopentensi pemimpin yaitu :

Kompetensi Tehnis, bersifat keterampilan dan kemampuan khusus/tehnis.
Kompetensi menejerial, bersiaft mulai dari perencanaan, pengorganisasian, Penggerakan dan pengawasan.
Kompetensi sosial, kemampuan untuk berintekrasi dengan orang lain.
Kompetensi strategi, kemampuan untuk melihat jauh kedepan dan merumuskan Masalah dan strategi.
Kemampuan Etika, dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

14
Aug
18

Kenegarawanan : Politik Ekonomi Umat Indonesia Maju

Logo MABINDO

Suara Warga45

POLITIK EKONOMI UMAT INDONESIA MAJU

MERDEKA!

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,

Bertumpu pada *Jatidiri Energi Asia Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/10/kenegarawanan-jatidiri-energi-asia-indonesia/

Maka jelang peringatan bersejarah kebangsaan Indonesia yakni Hari Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 dan Hari Konstitusi Proklamasi 18 Agustus 1945, perkenankan kami urun rembug bagi gagasan Ekonomi Umat yang disampaikan CaPres JokoWi pada tanggal 10 Agustus 2018, yang menurut hemat akal sehat kami berbasis pada rujukan politik kerja infrastruktur bangunan2 teknik sipil (jalan & jembatan, bangunan2 air, bandara, pelabuhan laut, Jalan kereta api, gedung2) di periode 2014-2019, sebenarnya yang perlu dikembangkan di periode 2019-2024 adalah infrastruktur pengolahan tanah2 pertanian dan pengolahan perairan perikanan, yaitu berupa penyediaan mekanisasi pertanian dan mekanisasi tangkapan ikan laut oleh pemerintah bagi kerja2 Petani Lokal dan Nelayan Lokal lebih produktif sebagai penguat ketahanan nasional sekaligus penghasil devisa negara.

Penyediaan layanan infrastruktur mekanis oleh negara itulah yang pada gilirannya dapat mendongkrak ekonomi umat menjadi berkemajuan sebagai tuntutan jaman ketimbang memelihara budaya kerja tradisional yang semakin hari semakin menghambat pergerakan kearah Indonesia Maju itu sendiri.

‎Aplikasi Teknologi Maju sektor2 pertanian dan perikanan kini sesungguhnya sudah tersedia, tinggal seberapa jauh tekad dan semangat kerja pemerintah membangun dan meyediakan dukungan layanan infrastruktur mekanis bagi petani lokal dan nelayan lokal secara lebih optimal.

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) berpendapat bahwa Aplikasi Teknologi Maju Layanan Infrastruktur Mekanis Petani & Nelayan Lokal Rasa Ekonomi Umat Indonesia Maju ini diyakini menterjemahkan amanat Konstitusi Proklamasi Pasal 33 UUD 1945 [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI 75/1959] mengemban Politik Kesejahteraan Sosial.

Jakarta, 11 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

Benarkah Ma’ruf Amin Bakal Bangkitkan Ekonomi Umat?
WartaEkonomi.co.id · 2 days ago
Ekonomi Syariah Jadi Fokus Maruf Amin di Nawacita Jilid II
Detikcom · 1 day ago

Ekonomi umat Jokowi-Ma’ruf Amin ingin permudah akses rakyat kecil …
https://www.merdeka.com/…/ekonomi-umat-jokowi-maruf-amin-in…

Translate this page
3 days ago – “Misalnya untuk ekonomi umat ada cawapres Ma’ruf Amin, selain itu salah satu yang akan masuk menjadi tim Pak Jokowi adalah Pak Chairul …
Ekonomi Umat Islam Lesu, Ini Penyebabnya | Republika Online
https://www.republika.co.id/…/ekonomi/…/p0fhu4380-ekonomi-u…

Translate this page
Dec 4, 2017 – Sebabnya tak lain karena umat Islam tidak berjuang mengembangkan ekonominya. Umat Islam lebih memilih sistem ekonomi yang …
Berdayakan Ekonomi Umat Dengan Program Ritel | Republika Online
https://www.republika.co.id/…/ekonomi/…/p4lt10396-berdayakan-e…

Translate this page
Feb 23, 2018 – ID, JAKARTA — Untuk memakmurkan umat diperlukan program ekonomi yang nyata. Karenanya, Lembaga Ekonomi Umat (LEU) memilih …
Peran Masjid dalam Membangun Ekonomi umat – Islampos
https://www.islampos.com › Dari Anda › Opini

Translate this page
Masjid menjadi salah satu tempat kebajikan dan kemaslahatan ummat, baik dalam ukhrawi maupun duniawi dalam segala macam aspek manajemen masjid.
Ma’ruf Amin Bicara Ekonomi Umat hingga Setop Impor Pangan
https://finance.detik.com/…ekonomi…/maruf-amin-bicara-ekonomi…

Translate this page
5 days ago – Dalam pidatonya setelah terpilih sebagai cawapres, Ma’ruf sempat menyinggung pemberdayaan ekonomi umat sebagai arus baru Indonesia.
Dua Poin Pemikiran Ekonomi Umat Ala Ma’ruf Amin – Katadata News
https://katadata.co.id/…/dua-poin-pemikiran-ekonomi-umat-ala-mar…

Translate this page
3 days ago – Ma’ruf merupakan salah satu ahli ekonomi syariah yang bernaung dalam Masyarakat Ekonomi Syariah.
Bersama Ma’ruf Amin, Jokowi Akan Perkuat Ekonomi Umat – Pilpres …
https://www.liputan6.com › Pilpres

Translate this page
4 days ago – “Kita harus mengatasi masalah kemiskinan kesenjangan dengan memperkuat ekonomi umat,” kata [Jokowi](Joko Widodo atau Jokowi usai …
Jadi Cawapres Jokowi, Begini Pandangan Ekonomi Umat Ma’ruf Amin …
https://pilpres.tempo.co › Pilpres

Translate this page
3 days ago – Jokowi kesengsem dengan pandangan ekonomi umat versi Ma’ruf Amin. Salah satu alasan dia dipilih menjadi cawapres.

10
Aug
18

Kenegarawanan : Jatidiri Energi Asia Indonesia

Logo MABINDO

Suara Warga45

*JATIDIRI ENERGI ASIA INDONESIA*

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia

MERDEKA!

Tersebut Asian Games XVIII berfungsi jadi pembangkit Momentum Energi Asia misalnya bagi teknologi unit2 transportasi berbahan bakar standar Euro4‎ dari standar Euro2 sebagai satu moda kemajuan peradaban yang tentunya tidak terlepas dari sikon dilematis dampak resiko bagi banyak pihak baik produsen, pengguna maupun penyedia bahan bakar yang sesuai kebutuhan.

Dalam rangka menurunkan‎ resiko itulah salah satunya adalah dengan membangun *Jatidiri Energi Asia Indonesia* melalui peningkatan ketaatazasan sistim operasi kenegaraan yaitu politik hukum Konstitusi Proklamasi 1945 disertai seperangkat Adendum yang sesuai kebutuhan jaman dan tetap mengusung amanat Pembukaan UUD 1945, berdasarkan

1) *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/

2) *Pancasilaku Kokohkan Pribadi Indonesianis*
JatiDiri : 17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS 45

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/17/17-doktrin-front-nasionalis45/‎

3) ‎ *Pergerakan Kebangsaan Pancasila Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/06/25/kenegarawanan-pergerakan-kebangsaan-pancasila-indonesia/

4) *Butir-butir PANCASILA Tap MPRRI No 1/2003*

https://yosiafebrian.wordpress.com/2015/04/09/butir-butir-pancasila-menurut-tap-mpr-no-impr2003-2/amp/

5) *Politik Penegakan Kemerdekaan Indonesia*

https://nusantaranews.co/politik-penegakan-kemerdekaan-indonesia/

Akhirulkata, MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak segenap Anak Bangsa Indonesia menyanyikan

*Berkibarlah Benderaku Merah Putih*

https://www.google.com/search?q=berkibarlah%20benderaku

Semoga *Jatidiri Energi Asia Indonesia* ini juga jadi bekal yang bermanfaat bagi para kontestan dan konstituen Pemilu Serentak 2019 yang akan datang

Jakarta, 9 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
www‎.jakarta45.wordpress.com

08
Aug
18

We are all brothers, friends & neighbours

merahputih1

08
Aug
18

Kenegarawanan : Merah Putih Kini Mengangkasa Luar

Bendera Merah Putih

Suara Warga45 :

MERAH PUTIH KINI MENGANGKASA‎ LUAR

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,

MERDEKA!

Peluncuran Satelit Merah Putih PT TelKom 60 transporder yang berhasil diluncurkan di Amerika perlu diapresiasi menandai gebyar ‎ *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*
https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/

Kini masyarakat terlihat juga telah mengibarkan Bendera dan Atribut2 Merah Putih menyambut Hari Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945

‎Peristiwa diatas mengingatkan *Bendera Merah Putih Memang Telah Membumi Sejak Masa Prasejarah*
http://m.merdeka.com/amp/gaya/bendera-merah-putih-ternyata-sudah-digunakan-sejak-Temasa-prasejarah.html

‎MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) dalam kesempatan yang baik ini mengajak segenap Anak-anak Bangsa Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih di Hari-hari Peringatan Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 dan Konstitusi Proklamasi 18 Agustus 1945 sebagai *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

Jakarta, 8 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO/PosKo45 JakSel
www‎.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,708,390 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements