PEWARIS

(Pedoman Waris Islam)

 

Perintah Mempelajari Hukum Waris Islam

 

Pelajarilah Alquran dan ajarkan kepada manusia dan belajarlah faraidh dan ajarkanlah ilmu faraidh yang telah dipelajari itu, karena sesungguhnya aku seorang yang akan mati, dan ilmu akan terangkat, dan bisa jadi aka nada dua orang berselisih, tetapi mereka tidak akan bertemu seorang yang mengabarkan kepada mereka (hukumnya) [HR Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i]

Pelajarilah faraidh dan ajarkan dia kepada manusia, karena faraidh itu separuh ilmu, dan akan dilupakan, dan ilmu yang pertama akan dicabut dari umatku [HR Ibnu Majah dan Ad-Daruquthni]

Ilmu itu ada tiga, dan selain dari itu semuanya cabang, yaitu 1) Ayat yang tegas, 2) Sunnah yang shahih, dan 3) Pembagian pusaka yang adil [HR Abu Dawud dan Ibnu Majah]

eMail : indolegist@yahoo.com

PEWARIS (Pedoman Waris Islam)

Landasan Hukum Kewarisan Islam

1. Surah An-Nisaa’ ayat2 (1, 2, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 29, 32, 33, 176)

2. Surah Al-Baqarah ayat (180, 181, 182, 233, 240, 241)

3. Surah Al-Anfal ayat 75

4. Surah Al-Ahzab ayat (4, 5, 6)

5. Hadits Rasul & Pendapat Ulil Amri

5.01 Hadits Nabi dari Ibnu ‘Abbas riwayat Al-Bukhari & Muslim

“Berikanlah fara’idh (bagian yang telah ditentukan dalam Al-Qur’an) kepada yang berhak menerimanya dan selebeihnya berikanlah kepada keluarga laki2 yang terdekat”

5.02 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Ahmad, At-Tirmidzi & An-Nasaa’i

“Belajarlah Al-Qur’an dan ajarkanlah kepada manusia, dan belajarlah fara’idh dan ajarkanlah dia karena sesungguhnya kamu adalah seorang yang akan mati dan ilmu akan terangkat, bisa jadi aka nada dua orang yang berselisih, tetapi mereka tak akan bertemu kepada seorang yang akan mengabarkan kepada mereka (hukumnya)”

5.03 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Ibnu Majah & Ad-Daaraquthni

“Belajarlah fara’idh dan ajarkanlah kepada manusia, karena ia itu separuh ilmu, dan ia itu akan dilupakan. Fara’idh adalah ilmu pertama yang akan tercabut dari umatku”

5.04 Hadits Rasulullah SAW  diriwayatkan Imam Abu Daud & Ibnu Majah

Ilmu itu tiga, selain dari itu semuanya cabang, yaitu (1) ayat yang tegas, (2) sunah yang sahih, (3) pembagian warisan yang adil”

5.05 Hadits Rasulullah SAW & Jabir diriwayatkan Imam Abu Daud, At-Tirmidzi,

Ibnu Majah & Imam Ahmad

“Istri Sa’ad Ibn Rabi’ datang kepada Rasulullah, ini dua orang anak perempuannya lalu ia berkata : Ya Rasulullah, ini dua orang anak perempuan Sa’ad Ibn Rabi’ yang telah gugur dalam peperangan bersama Anda di Uhud. Paman mereka mengambil harta peninggalan ayah mereka dan tidak memberikan apa-apa untuk mereka. Sedangkan keduanya tidak mungkin kawin tanpa harta. Nabi bersabda : Allah akan menetapkan hukum dalam kejadian itu. Sesudah itu turunlah ayat-ayat tentang kewarisan, kemudian Rasulullah memanggil paman mereka dan Rasulullah bersabda “Berikanlah dua pertiga untuk dua orang anak Sa’ad, seperdelapan untuk jandanya, dan sisanya adalah untukmu”

“Sebelum peristiwa Sa’ad Ibn Rabi’ ini, menurut Sayuti Thalib ada peristiwa lain yang hamper bersamaan merupakan Asbabun Nuzul dari Al-Qur’an Surah An-Nisaa’ ayat 7, yaitu riwayat sahabat Rasulullah SAW yang bernama Aus bin Shaamit Al Anshory, yang telah meninggal dunia dan meninggalkan seorang istri bernama Ummu Kahlah dan tiga orang anak perempuan, sedangkan semua harta peninggalan Aus bin Shaamit Al Anshory tersebut diambil seluruhnya oleh anak pamannya laki-laki bernama Suwaid dan ‘Arfathah”

5.06 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Bukhari & Muslim

“Orang Islam tidak mewarisi orang kafir, demikian juga orang kafir tidak menjadi ahli waris bagi orang Islam”

5.07 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Ahmad

“Tidak ada warisan seorang anak kecil, kecuali apabila ia lahir dengan bersuara (menangis atau hidup)”

5.08 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Abu Daud

“Apabila bersuara (menangis atau bernyawa) anak yang lahir akan diberi pusaka”

5.09 Hadits Rasulullah SAW diriwayatkan Imam Bukhari

“Muhammad Ibn Al-Munkadir mendengar Jabir bin Abdillah berkata bahwa dalam sakitnya ia dikunjungi oleh Rasulullah SAW dan Abu Bakar maka Jabir bertanya kepada Rasulullah SAW ‘innamaa lil akhawaatun…kalfa asna’u (aqdi) fi maalii ? (Aku mempunyai saudara-saudara perempuan…maka apakah yang harus aku perbuat dengan hartaku ?), Rasulullah tidak menjawab sehingga turunlah ayat-ayat tentang kewarisan (HR Bukhari)”

5.10 Hadits Rasulullah SAW berasal Abu Hurairah diriwayatkan Imam Abu Daud &

Ibnu Majah

“Seorang yang membunuh tidak berhak menerima warisan dari orang yang dibunuhnya”

Oleh A. Hassan diintroduksi dari hadits Rasulullah diriwayatkan Imam At Tirmidzi “Orang yang membunuh tidak bisa menjadi ahli waris”

5.11 Atsar Zaid Ibnu Tsabit diriwayatkan Imam Bukhari

“Warisan anak laki2 yang mempunyai anak laki2 sepangkat dengan anak2 jika yang meninggal tidak meninggalkan anak, yaitu yang laki2 sama dengan laki2 dan yang perempuan sama dengan perempuan. Mereka menjadi ahli waris sebagaimana anak2 menjadi ahli waris, mereka menjadi hajib sebagaimana anak2 menjadi hajib, dan anak laki2 mempunyai anak laki2 tidak dapat mewaris selama ada anak laki2 (yang masih hidup). Jika orang yang meninggal meninggalkan seorang anak perempuan dan seorang cucu laki2 maka anak perempuan itu dapat separuh dan selebihnya untuk cucu laki2”

5.12 Diriwayatkan Imam Abu Daud & Imam Bukhari

“Sesungguhnya Mu’adz bin Jabal membagikan pusaka bagi seorang saudara perempuan dan seorang anak perempuan. Ia berikan kepda tiap2 orang dari mereka itu separuh, sedangkan ia hidup di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup ketika itu”

5.13 Qasim bin Muhammad

“telah datang dua orang nenek kepada Abu Bakar ra, maka Abu Bakar hendak memberikan seperenam itu kepada nenek dari pihak ibu maka seoarang dari kaum Anshar berkata ‘ apakah tuan mau tinggalkan nenek pihak bapak yang kalau mati, sedangkan cucunya masih hidup niscaya cucu itu mewarisinya’. Maka Abu Bakar membagi seperenam itu diantara mereka berdua”

5.14 Atsar Usman ra (kalifah ketiga)

“wanita yang telah bertalak dalam tenggang waktu menunggu (iddah) dan sudah habis iddahnya mewarisi harta bekas suaminya”

5.15 Diriwayatkan Imam Malik

“Sesungguhnya Muawiyah pernah menulis surah kepada Zain bin Tsabit menanyakan tentang pembagian bapak dari bapak. Maka dijawab Zan bin Tsabit, sesungguhnya aku hadir melihat dua khalifah sebelumnya memberikan bagian separuh bersama seorang saudara; sepertiga beserta dua orang saudara atau lebih, tidak kurang sepertiga, walaupun saudara2 itu banyak”

5.16 Abdurrahman bin Yazid

“”Rasulullah SAW telah memberikan kepada tiga orang nenek seperenam (dua orang dari pihak bapak dan seorang dari pihak ibu)”

5.17 Ali bin Abi Thalib diriwayatkan HR Tirmidzi

“”Rasulullah SAW telah menetapkan bahwa saudara2 seibu dan sebapak saling mewaris tidak saudara sebapak”

5.18 Ibu Abbas

“Tidaklah Zaid bin Tsabit takut kepada Allah tentang menganggap anak punya anak (cucu) sebagai anak padahal tidak menganggap bapak dari bapak (datuk) sebagai bapak (bidaayatul mujtahid)”

5.19 Ibn Abi Syaibah & Abdur-Razzaq diriwayatkan Ali bin Abi Thalib

“ia memberi pusaka kepada si kedi (waria atau banci) dengan melihat dimana ia kencing (dari Ibn Abi Syaibah dan Abdur-Razzaq”

Pengertian Hukum Waris

1. Amir Syarifudin

“Hukum kewarisan Islam yang dimaksud adalah seperangkat ketentuan yang mengatur cara2 peralihan hak dari seseorang yang telah meninggal dunia kepada orang yang masih hidup yang ketentuan2 tersebut berdasarkan kepada wahyu Illahi yang terdapat dalam Al-Qur’an dan penjelasan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, dalam istilah Islam disebut fara’idh”

2. Abdul Djamali

“Hukum waris adalah ketentuan2 hukum yang mengatur tentang nasib kekayaan seseorang setelah meninggal dunia”

3. Para Fuqaha (Ahli Fikih)

“Ilmu untuk mengetahui orang yang berhak menerima pusaka, orang yang tidak dapat menerima pusaka, kadar yang diterima oleh tiap2 waris dan cara pembagiannya”

“Beberapa kaidah yang terpetik dari figh dan hisab, untuk dapat mengetahui apa yang secara khusus mengenai segala yang mempunyai hak terhadap peninggalan si mati dan bagian masing2 waris dari harta peninggalan tersebut”

4. H.M Idris Ramulyo

“Himpunan aturan2 hukum yang mengatur tentang siapa ahli waris atau badan hukum mana yang berhak mewarisi harta peninggalan. Bagaimana kedudukan masing2 ahli waris serta berapa perolehan masing2 secara adil dan sempurna”

5. Muhammad asy Syarbini al-Khatib

“Ilmu fiqhi yang bertautan dengan pembagian harta pusaka, pengetahuan tentang cara perhitungan yang dapat menyampaikan kepada pembagian harta pusaka dan pengetahuan tentang bagian2 yang wajib dari harta peninggalan untuk setiap pemilik hak pusaka”

6. Kompilasi Hukum Islam

“Hukum kewarisan adalah hukum yang mengatur tentang perpindahan hak pemilikan harta peninggalan (Tirkah) pewaris, menentukan siapa2 yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing2”

Sebab-sebab Dapat Mewaris

Menurut hukum Islam, kewarisan akan timbul apabila dipenuhi syarat2 sbb :

1. Harus ada Pewaris (Al Muwarist), 2. Harus ada Ahli Waris (Al Waris), 3. Harus ada Harta Peninggalan si Mati (Al Maurus)

Penghalang Kewarisan

Halangan untuk menerima warisan (mawani al-irs) yaitu hal2 yang menyebabkan gugurnya hak Ahli Waris untuk menerima warisan dari Harta Peninggalan (Al-Muwaris) yaitu :

1. Pembunuhan (Al-Qatl), 2. Berlainan agama (Ikhtilaf al din), 3. Perbudakan (al ‘abd), 3. Berlainan negara

Advertisements

0 Responses to “PEWARIS”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,303,466 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: