Archive for February, 2018

28
Feb
18

Kenegarawanan : SAPTA DOKTRIN KORPS INDONESIA

Logo PEMUDA Indonesia

Advokasi Kejoangan45

*SAPTA DOKTRIN KORPS INDONESIANIS (DKI)*

1) Doktrin RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)
https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/

2). Doktrin POLITIK TRILOGI 17845 https://jakarta45.wordpress.com/politik-negarawan-17845/

3) Doktrin 45 Butir Budaya Ke-Indonesia-an, Yayasan Suluh Nusantara Bhakti [2017]

4) Doktrin 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia
https://jakarta45.wordpress.com/17-penjuru-performa-kenegaraan-indonesia/

‎5) Doktrin TIGA PILAR TATA KENEGARAWANAN https://jakarta45.wordpress.com/2008/11/21/tiga-pilar-tatanilai-kenegarawanan-2/

6) Doktrin ‎Resimen Mahasiswa Indonesia

6.1) PANCA DHARMA SATYA

http://menwaiainsu.blogspot.co.id/
‎6.2) WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDA

https://kioslambang.wordpress.com/2011/07/16/arti-lambang-resimen-mahasiswa-menwa/

7) Doktrin Pramuka, DASA DHARMA

https://id.wikipedia.org/wiki/Dasa_Dharma‎
Catatan : Secara umum, doktrin adalah sebuah ajaran yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya dengan tujuan tertentu. Doktrin biasa diberikan untuk memberikan karakter khusus dan khas kepada suatu golongan tertentu. Contoh doktrin secara umum adalah doktrin yang diberikan dan diajarkan kepada anggota TNI agar senantiasa setia kepada Pancasila dan NKRI.

Jakarta, 27 Pebruari 2018

Pandji R Hadinoto
Fungsionaris DHD45 Jkt
http://www.jakarta45.wordpress.com

Advertisements
04
Feb
18

Kenegarawanan : Bangunlah Jiwa Raga EkoKesRa Indonesia

Logo PEMUDA Indonesia

Advokasi Kejoangan45 :

*BANGUNLAH JIWA RAGA EKOKESRA INDONESIA*

‎Dalam rangka pencapaian Keadilan Sosial dan Kesejahteraan Sosial seperti yang diamanatkan Konstitusi Proklamasi Indonesia Merdeka 18 Agustus 1945 sekaligus pemantapan politik harmonisasi pertumbuhan ekonomi negara disertai pemerataan optimal atas manfaat perekonomian nasional maka *Bangunlah Jiwa Raga Ekonomi Kesejahteraan Rakyat Indonesia*‎selayaknya berpangkal pada

‎1) BAB XIV KESEJAHTERAAN SOSIAL PASAL 33 UUD 1945 [BRI Th II Tahun 2, 1946 jo LNRI No 75 Tahun 1959

2) RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA
https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/

3) Kebijakan penguatan ekspor budaya penghasil devisa negara seperti prakarsa2 seni budaya Dankdut yang kini telah merambah generasi milenial di Indonesia dan Asia

Terutama dalam rangka menyokong‎ SARAN RIZAL RAMLI KE JOKOWI AGAR EKONOMI RI TUMBUH 6,5%

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3639088/saran-rizal-ramli-ke-jokowi-agar-ekonomi-ri-tumbuh-65‎

dan menyikapi Keunikan Komposisi Tenaga Kerja di Indonesia yang berjumlah total 160.369.800 yaitu Generasi Baby Boomers (kelahiran 1945-1964, 17, 96%), Generasi X ‎(kelahiran 1965-1985, 43,03%) dan Generasi Milenial (kelahiran 1986-2000, 39,02%) [Majalah Marketing 12/XVII/Desember 2017]

Jakarta, 7 Januari 2018

Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto, PPKI 2017
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

rakyat-indonesia-600x300

Makna Besar dari “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya untuk Indonesia Raya”

Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 70. Menginjak usianya yang sudah berkepala 7 ini Indonesia tetap tegap gagah mewujudkan tujuannya, sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tujuan yang mencakup tiga hal, yaitu:

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa;
Ikut melaksankan ketertiban dunia.

Kemerdekaan yang diperoleh dari perjuangan pahlawan terdahulu dengan mengorbankan jiwa raganya menjadi tugas kita selanjutnya untuk mempertahankannya. Siapapun kita sebagai warga Negara Indonesia sudah menjadi kewajiaban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Kontribusi yang dapat kita perbuat dalam ikut serta mempertahankan kemerdekan Indonesia, dengan diri kita sendiri untuk membangun jiwa dan ikut kesertaan kita membangun raga Indonesia.

“Bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya”. Sepenggal lagu Indonesia Raya yang didalamnya menyerukan untuk membangun jiwa dan badan. Tertulis dalam lagu Indonesia Raya yaitu membangun jiwanya kemudian membangun badan atau raganya. Makna tersebut memberikan pelajaran bagi kita semua bahwasanya yang dibangun terlebih dahulu dan utama adalah jiwa, jiwa bangsa Indonesia yang letaknya ada dalam diri kita.

Indonesia dengan kemajuan pembangunannya yang di gaungkan disana sini, menuntut untuk membangun badan. Pembangunan badan berupa fisik menjadi pencapaian Indonesia dalam mencapai salah satu tujuan nasional dalam memajukan kesejahteraan umum, tentunya dengan pengeluaran angggaran Negara yang triliunan.

Pembangunan fisik yang digaungkan tidak lebih hanyalah kondisi fisik negara ini, namun yang terpenting dan paling awal adalah untuk membangun jiwanya seperti sepenggal lagu Indonesia Raya. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya.

Membangun jiwa inilah yang pertama dan diutamakan, dan sangat sukar untuk dibangun karena untuk membangunnya ada pada setiap diri kita. Membangun jiwa bangsa yang paling utama melalui program diri kemudian didukung oleh program yang dibuat pemerintah. Menanamkan jiwa kebangsaan, cinta tanah air Indonesia dan memahami makna nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan Bhinneka Tungal Ika merupakan program yang diwujudkan melalui diri kita sendiri. Kemudian bila itu telah kita bangun maka nantinya akan mempengaruhi cara berfikir dan cara bertindak kita dalam turut mewujudkan tujuan Negara Indonesia.

Bila dilihat dari konsep membangun jiwa kemudian badannya, saat ini apakah kita sadar bahwasanya kita masih saja terus membangun badan. Tragedi yang terjadi bila kita hanya mendahulukan membangun badan alhasil orang bekerja hanya untuk uang kemudian korupsi, pelajar menempuh pendidikan hanya untuk lulus kemudian mendapatkan ijazah, penguasa menciptakan aturan untuk menguntungkan diri dan golongannya. Lantas dimana letak pencapaiannya sebagai warga Negara Indonesia untuk mewujudkan tujuan nasional, alhasil yang diabangun badan hingga gemuk namun didalamnya tumbuh penyakit yang siap membunuhnya.

Pembanguna fisik yang diprogramkan oleh pemerintah lantas nantinya juga akan terbunuh bilamana penyakit-penyakit sudah bermunculan. Kemunculan penyakit diakibatkan jiwa kita yang tidak terbangun, sehingga terlihat kemegahan pembangunan fisik Indonesia tapi masyarakat tidak merasakan lagi sebagai Indonesia.

Hari kemerdekaan kali ini mari kita buat program diri untuk membangun jiwa, dapat kita mulai dari hal-hal kecil dan sederhana. Mungkin kalau kita disuruh nyanyi lagu Indonesia Raya akan keliru lirik atau bahkan lupa. Berapakali sih kita menyanyikan lagu Indonesia raya dalam setahun ini? Mungkin sekali saja yah, dihari ini. Jadi momen kemerdekaan yang ke 70 ini marilah kita buat program membangun jiwa dan bila kita ikut serta dalam upacara kemerdekaan hari ini, mulailah maknainya sebagai wujud kontribusi kita dalam membangun jiwa bangsa kemudian terus kita realisasikan dalam tindakan sesuai profesi kita. Sehingga pembangunan-pembangunan fisik yang terus bergerak cepat akan bermanfaat dan tetap Negara ini menjadi pribadinya sebagai Bangsa Indonesia. “Merdeka”.

Senin, 16 Januari 2012
Membangun Karakter Bangsa: Bangunlah Jiwa dan Raganya

Salah satu petikan lirik yang terdapat dalam lagu kebangsaan kita Indonesia Raya yang diciptakan oleh W.R. Supratman, yaitu “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya Untuk Indonesia Raya” mengandung makna yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Lirik ini menyiratkan bahwa untuk membangun masyarakat Indonesia yang kuat dan kokoh terutama para generasi bangsa sehingga mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi serta memiliki kecintaan terhadap negaranya, yaitu dengan membangun atau mendidik terlebih dahulu jiwa dan raganya.

Terlebih dahulu dengan membangun jiwanya, yaitu dengan memaknai apa fungsi dirinya baik secara hubungan dengan Sang Penciptanya dan hubungan dengan masyarakatnya atau sosial yaitu dengan seimbang. Dengan Membangun jiwa para generasi bangsa Indonesia yang suci dan bersih akan menghasilkan generasi Indonesia yang arif dan bermoral, tentunya tidak akan ada perilaku-perilaku yang menyimpang seperti korupsi atau memakan harta yang bukan haknya yang belakangan ini muncul di antara wakil-wakil rakyat. Hal ini sudah tentu mengotori jiwanya sehingga niat suci dan baik untuk membangun negara tidak ada lagi karena perbuatannya itu yang lebih mementingkan dirinya sendiri atau golongan.
Para wakil-wakil rakyat atau pemimpin yang seperti itu adalah orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi, terutama di tanah Indonesia ini. Jiwa mereka itu telah dikendalikan oleh hawa nafsu mereka, orang-orang terdahulu menjadi pemimpin adalah suatu amanah dan tanggung jawab yang besar untuk dirinya, sekarang berbanding terbalik sekali mereka malah berlomba-lomba untuk menjadi pemimpin agar bisa menimbun harta dan berbuat sesukanya.

Setelah membangun jiwanya, langkah selanjutnya adalah dengan membangun badannya atau raganya. Raga yang sehat dan kuat akan sangat membantunya dalam melaksanakan tugas-tugasnya sebagai pemimpin atau wakil rakyat. Raga yang sehat dan kuat akan diperoleh dengan cara menjaga kesehatannya yaitu dengan cara berolahraga dan makan-makanan yang bergizi. Bagaimana pemimpin tersebut dapat mengurus rakyat dan negaranya jika dari segi fisik saja dia lemah? Betul tidak?. Pemimpin itu harus sehat.
Oleh sebab itu jiwa dan raga yang sehat, kuat, dan kokoh sangat dibutuhkan untuk membentuk para pemimpin yang adil dan beradab terutama untuk generasi selanjutnya. Indonesia akan menjadi negara yang dikagumi dunia jika dipimpin oleh pemimpin yang dikagumi oleh rakyatnya, yang menjalankan amanah yang telah diberikan kepadanya.

Tidak akan ada lagi rakyat yang mengalami kelaparan dan kemiskinan karena pemimpinnya cinta kepada rakyatnya dan negaranya, maka rakyatnya pun akan mencintai dan menyayangi pemimpin tersebut.

Yoga
http://politik.kompasiana.com

04
Feb
18

Patriotisme : ITB Bina IpTek KesBang

PATRINDO

Advokasi Kejoangan45

BINA IPTEK KESBANG

100 Tahun ITB 2020 layaklah juga dipertegas kembali bahwa ITB adalah Kampus Kejoangan & Perjoangan yang berkeutamaan Pembangunan Ilmu Pengetahuan & Teknik (IPTEK) bagi Kesatuan Bangsa (KESBANG), mengingat

1) Tugu Prasasti Pejoang Ganesha 10 yang Gugur Menegakkan Kemerdekaan 1945-1950, dimuka Gerbang Utama Kampus ITB, Jl Ganesha 10 Bandung

2) Rilis *Dari Ganesha48 Ke Ganesha59*‎ pada 30 Januari 2018 di ProDi Teknik Sipil ITB saat Peringatan 50 Tahun Ahli Teknik Sipil ITB 1968 (ATSI’68) yang meriwayatkan pewarisan Logo Brigade 17 TNI 1948 (gabungan TP Tentara Pelajar, TRIP Tentara Republik Indonesia Pelajar, TGP Tentara Genie Pelajar, CM Corps Mahasiswa) baik menjadi Logo ITB 1959 maupun Logo Korps MenWa Indonesia 2013

3) Riwayat terbangunnya Kampus Ganesha ITB berawal dari komitmen Bina Teknik Infrastruktur Irigasi oleh Politik Etis di peralihan abad 19 ke abad 20 dan diperkuat oleh keinginan kuat dari tokoh2 pejoang kebangsaan 1913-1914 terkait Bina Milisi Bumiputera

4) Diskusi Besar Solidaritas Teknologi Pembangunan Abad 2000, 1973, oleh Senator Teknik Sipil ITB, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa ITB

5) Seiring pula dengan RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA
https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/


Bandung, 31 Januari 2018

‎Ganesha Society Club,

Pandji R Hadinoto
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Logo GPA45

Advokasi Kejoangan 45 :

VISIT KAMPUS GANESHA ITB

Ditengah maraknya pembangunan infrastruktur publik di Indonesia kini maka adalah ironis, kontroversial dan kontraproduktif terberitakannya berbagai kecelakaan struktural dan konstruktural terkait dengan bangunan2 teknik sipil seperti Gedung Bertingkat Banyak, Jalan dan Jembatan.

Sementara itu kedepan juga dikenali dampak era disruptif membayangi penyiapan sumber daya manusia terdidik dan terlatih baik di bidang infrastruktur di Indonesia.

Oleh karena itulah dalam suasana dan kondisi seperti diatas, adalah Ahli Teknik Sipil (ATSI) ITB 1968 sambil memperingati 50 tahunnya menggelar VISIT KAMPUS GANESHA ITB pada bulan Januari 2018 ini bertajuk Home Coming Day No 1.

Harapannya juga turut menggelorakan generasi muda agar siap berkiprah selaku kader infrastruktur yang handal dan tepat guna bagi kepentingan negarabangsa.

Pada ‎Home Coming Day No 1 ini juga diluncurkan buku *Dari Ganesha48 Ke Ganesha59* yang meriwayatkan Logo Brigade 17 TNI 1948 (gabungan TP Tentara Pelajar, TRIP Tentara Republik Indonesia Pelajar, TGP Tentara Genie Pelajar, CM Corps Mahasiswa) yang beralih menjadi Logo ITB 1959 dan juga menjadi Logo Korps MenWa Indonesia 2013.

‎Beberapa tokoh ITB tercatat sebagai pelaku baik TP, TRIP, TGP dan CM, sehingga Kampus ITB juga tercatat sarat oleh pelaku2 Perang Kemerdekaan 1945-1949 yang ber Jiwa Semangat Nilai2 45 (JSN45).

Maka dengan demikian layaklah kiranya bila para civitas academica ITB berbekalkan JSN45 itu‎ turut perjoangkan Indonesia Jaya Sentosa 2045.

Jakarta, 23 Januari 2018

Pandji R Hadinoto, ITB 3268029
Fungsionaris DHD45 Jakarta

Kongres Pemuda Indonesia

Dalam rangka menyambut 100 Tahun ITB 2020 telah dipersiapkan buku DARI GANESHA48 KE GANESHA59 dengan DAFTAR ISI antara lain

PRAKATA tentang GANESHA48 logo Brigade 17 TNI 1948 (gabungan TP Tentara Pelajar, TRIP Tentara Republik Indonesia Pelajar, TGP Tentara Genie Pelajar, CM Corps Mahasiswa) dan GANESHA59 logo ITB 1959 dlsb

PENDAHULUAN tentang maksud dan tujuan buku ini disusun dlsb

PROF IR KOESOEDIANTO HADINOTO
(mantan fasilitator TRIP Malang, penggagas & perintis pendidikan PLANOLOGI ‎Indonesia 1950)

IR KOENTOADJI
(mantan TP JaTeng 1947, Rektor ITB 1965-1969)

PROF IR SOEHADI REKSOWARDOJO
(mantan TKR 1945 & CM Brigade 17 TNI 1948, pendiri TK ITB)

DR IR SUYONO SOSRODARSONO.
(mantan TRIP 1947)

PROF DR DODDY ACHDIAT TISNA AMIDJAJA
(mantan TP Siliwangi 1947, Rektor ITB 1969- 1976)

PROF DR SAMAUN SAMADIKUN
(mantan TGP 1947-1950)

‎KESAKSIAN DI KAMPUS ITB 6 OKTOBER 1970

RESOLUSI 1 JANUARi 2018.

SOLIHIN GAUTAMA POERWANEGARA
(mantan TP Siliwangi 1946, Gubernur JaBar 1970-1975)

Jakarta, 19 Januari 2018

Pandji R Hadinoto
Alumni Teknik Sipil ITB 1968
eMail : jakarta17845@gmail.com

kartunama GP45

Advokasi Kejoangan 45

Kepada Yth
Rektorat ITB
U/p Bapak Wakil Rektor AAK

Perihal : BinKesBang Mahasiswa ITB

Dengan Hormat,

Melanjutkan bahasan pada Audiensi Hari Senin siang 29 Januari 2018 yang baru lalu, maka kami kuatkan saran agar Yon-1 MenWa ITB diperluas kiprahnya jadi Sarana BinKesBang Bina Kesatuan Bangsa Mahasiswa ITB terkoneksi Program Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung ‎sesuai UU No 3/2002 tentang Pertahanan, mengingat sbb :

1) Visi ITB *Menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, bermartabat, mandiri, dan diakui dunia serta memandu perubahan yang mampu meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia dan dunia* [SK Senat Akademik ITB No 09/SK/w1-SA/OT/2011]

2) Misi ITB *Menciptakan, berbagi dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan kemanusiaan serta menghasilkan sumber daya Insani yang unggul untuk menjadikan Indonesia dan dunia lebih baik* [SK Senat Akademik ITB No 09/SK/11-SA/OT/2011)

3) Rilis *Bina IpTek KesBang* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2018/02/04/patriotisme-bina-iptek-kesbang/‎

4)‎ Kesepakatan Kerjasama KemHan, KemDaGri, KemRisTekDikTi dan KemPORa tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Resimen Mahasiswa Indonesia Dalam Bela Negara tanggal 19 Desember 2014

5) Rujukan antara lain SUSKAPIN Kursus Kader Pimpinan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia, dlsb

Sebagai informasi tambahan, kini ada 3 (tiga) organisasi keMenWaan yaitu KMI Korps MenWa Indonesia, IARMI Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia dan KoNas MenWa Indonesia. Untuk menjembatani komunikasi diantara eksponen2 dari ketiga unsur2 tersebut, kami selaku Ketua Generasi Penerus Angkatan45/ DHD45 Jakarta prakarsai wadah BaMus (Badan Musyawarah) MenWa Indonesia sejak 15 Agustus 2016.

‎Saran kongkrit yang dapat disampaikan kepada Rektorat ITB adalah peningkatan fasilitasi Markas Komando Yon-1 ITB setara dengan Markas Komando MenWa UI, Depok dan pemberian dispensasi kelonggaran waktu studi misal 2-3 tahun bagi aktivis MenWa Yon-1, selain bantuan bagi dukungan Rektorat ITB membangun kiprah Kesepakatan Kerjasama Bela Negara 19 Desember 2014 termaksud pada butir-4 diatas khususnya bagi kepentingan Bina Kesatuan Bangsa di Yon-1 ITB.

Demikian aspirasi diatas disampaikan dengan harapan bermanfaat dalam revitalisasi patriotisme Kampus ITB menyambut peringatan 100 tahun pendidikan tinggi teknik Indonesia yang akan datang.

Jakarta, 9 Pebruari 2018

Ganesha Society Club,

Pandji R Hadinoto, ITB 3268029
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,597,869 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements