06
Oct
19

Cultural Quotient 17845 PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka

IMG_4158

Suara Warga45

Cultural Quotient 17845 PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka

Sistim Kecerdasan Budaya 17845 adalah Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka menapaki Visi Indonesia 2045 [rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19] bercirikan memiliki hasrat dan kemampuan untuk melestarikan diri, mensejahterakan diri dan berdaya saing ditengah-tengah kehidupan yang masih tetap memberlakukan hukum alam –survival of the fittest — yang bermakna hanya yang kuat yang lestari, yg lemah akan tersingkir dan punah.[Wijoyo Suyono, Jenderal TNI Purn, 23Okt19]

1) 17 Tatanilai Operasional JSN45
[Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45, 1995]

1.01 Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
1.02 Jiwa dan Semangat Merdeka
1.03 Nasionalisme
1.04 Patriotisme
1.05 Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
1.06 Pantang mundur dan pantang menyerah
1.07 Persatuan dan kesatuan
1.08 Anti penjajah dan penjajahan
1.09 Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri
1.10 Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya
1.11 Idealisme kejuangan yang tinggi
1.12 Berani, rela dan ikhlas berkurban untuk tanah air, bangsa dan negara
1.13 Kepahlawanan
1.14 Sepi ing pamrih rame ing gawe
1.15 Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan
1.16 Disiplin yang tinggi
1.17 Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman , tantangan, hambatan dan gangguan

2) 8 Tatanilai Kepemimpinan Nusantara
[Hasta Brata]

2.1. Mahambeg Mring Kismo, Sebagai seorang pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Bumi. Bumi itu sabar, memberi kepada sipapun, menumbuhkan, merubah busuk menjadi subur, tempat membuang segala hal baik ataupun buruk.
2.2. Mahambeg Mring Warih,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti air. Air memberi kesejukan, ketentraman, selalu turun/mengarah ke bawah.
2.3. Mahambeg Mring Samirana,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan Angin. Angin selalu ada di mana – mana di setiap tempat, adil tidak membeda – bedakan, angin memberikan rasa nyaman/kesejukan.
2.4. Mahambeg Mring Candra, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat sifat keutamaan seperti Bulan. Bulan mampu mberikan penerangan secara lembut, memberi keindahan, adil bagi semua orang.
2.5. Mahambeg Mring Surya,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Matahari.Matahari Memberi penerangan, sinarnya menghidupkan, ada ketegasan dan adil.
2.6. Mahambeg Mring Samodra, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Laut/Samudra. Laut/Samudraluas bak tak bertepi, demikian juga hati dan pikiran pemimpin. Laut menerima apapun yang dibuang manusia ada kesabaran dan kasih sayang yang tak terbatas.
2.7. Mahambeg Mring Wukir,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Gunung. Gunung mempunyai sifat yang kuat, kukuh, konsisten, indah.
2.8. Mahambeg Mring Dahana,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Api. Api mampu membakar, tegas namun juga bisa hangat.

3) 45 Tatanilai Pengamalan
[Tap MPRRI No. 1/2003]

3.1 Butir-Butir Sila Ke-1 Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa

1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

3.2 Butir-Butir Sila Ke-2 Pancasila: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
10 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain

3.3 Butir-Butir Sila Ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia

1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

3.4 Butir-Butir Sila Ke-4 Pancasila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

3.5 Butir-Butir Sila Ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
9. Suka bekerja keras.
10 Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11 Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Jakarta, 5 Oktober 2019

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto GPA45
KaWanPar DHD45 Jakarta
NRI 2001483370
http://www.jakarta45.wordpress.com

Menyambut 5 Oktober 2019

Riwayat TENTARA KEBANGSAAN RI

*Dari BKR menjadi TNI, 9x Ganti Nama*

https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2017/10/05/sempat-9-kali-berganti-nama-inilah-nama-angkatan-bersenjata-indonesia-sebelum-menjadi-tni?page=2

RUJUKAN

*Badan Keamanan Rakyat [22Aug45]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badan_Keamanan_Rakyat

*Tentara Keamanan Rakyat [5 Oktober 1945]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Keamanan_Rakyat

*Tentara Keselamatan Rakyat [7Jan46]*

https://www.google.com/search?q=tentara%20keselamatan%20rakyat

*Tentara Republik Indonesia [26Jan46]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Republik_Indonesia

*Tentara Nasional Indonesia [3Jun47]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia

GPA45@prh

Hastabrata: Filosofi Kepemimpinan Kompleks dan Ideal

Rilis 14 Desember 2012, 13.08 Oleh: 0

Hastabrata sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. Hasta artinya delapan dan Brata yaitu perilaku atau tindakan pengendalian diri. Hastabrata melambangkan kepemimpinan dalam delapan unsur alam yaitu bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Tiap unsur Hastabrata mengartikan tiap karakteristik ideal dari seorang pemimpin.

Kepemimpinan memang memiliki keunikan tersendiri untuk didiskusikan. Seperti yang dilakukan oleh tim Action Plan SP2MP di GSP beberapa waktu yang lalu pada Workshop Kepemimpinan Hasta Brata: Mengusung Kembali Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal dengan 100 peserta.

Workshop Hasta Brata memberikan suguhan acara menarik dari segi konsep hingga tata kegiatan. Tidak hanya materi dan diskusi, peserta juga mendapatkan simbolisasi Hastabrata melalui pertunjukan seni teatrikal mengenai unsur kepemimpinan Hastabrata.

Sejarah Hastabrata
Istilah Hastabrata berasal dari kitab Hindu berbahasa Sansekerta, Manawa Dharma Sastra. Konsep Hastabrata dalam kitab tersebut bahwa pemimpin kekaisaran bertindak sesuai dengan karakter para dewa. Hastabrata pun menjadi tolok ukur sebuah kepemimpinan di masa itu.

Ketika agama islam memasuki pulau Jawa, nilai-nilai luhur para dewa sebagai unsur Hastabrata pun disesuaikan dengan prinsip Islam.Pengaruh Islam sebagai agama monoteisme mengubah konsep dewa-dewa di Hastabrata menjadi delapan unsur alam. Keberadaan Hastabrata sebagai kearifan lokal muncul dalam beberapa kitab kuno dan naskah. Transformasi sifat-sifat dewa menjadi delapan unsur alam sendiri tercatat dalam naskah Pustakaraja Purwa.

Nilai Luhur Hastabrata
Berikut merupakan delapan unsur alam kepemimpinan Hastabrata:

1. Bumi
Sebagai tempat kehidupan, bumi menyediakan semua kebutuhan dasar makhluk hidup. Bumi merupakan tempat yang kokoh dan senantiasa memberi pada semua makhluk. Seperti bumi, pemimpin harus mampu untuk memberi dan kokoh. Memberi tanpa pamrih pada masyarakat yang ia ayomi dan menjadi tempat pertama yang bisa diandalkan.

2. Matahari
Lewat cahaya matahari makhluk di bumi mampu hidup dan beraktivitas. Senantiasa mendapat energi dari matahari, memungkinkan makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang. Pemimpin memberi energi berupa visi, tujuan, dan alasan untuk setiap tindak keputusan. Memberi seperti matahari adalah memberi dengan terus menerus, hingga ia tidak menyadari bahwa telah berbuat banyak untuk orang lain.

3. Api
Api memiliki hukum yang jelas, ia membakar apa saja yang menyentuhnya. Walaupun bersifat merusak, ia merupakan unsur alam paling adil di antara yang lain. Sifat api yang spontan namun stabil mencerminkan keberanian dan keyakinan kuat. Berani dan yakin untuk ‘menghancurkan’ masalah-masalah yang timbul di kemudian hari. Selain itu, sifat api yang muncul ketika menghadapi masalah juga merepresentasikan ketegasan dalam pengelolaan serta keberanian mengambil keputusan.

4. Samudra
Hilir untuk semua sungai. Padahal tidak semua sungai membawa air yang bersih. Walaupun begitu, samudra menerima air dari sungai manapun, entah itu kotor atau bersih. Seperti samudra, pemimpin adalah sosok yang membuka mata dan pkiran secara luas. Menerima pendapat dari sekitar sebagai tanda respek seorang pemimpin pada orang lain.

Samudra juga mengolah semua konten air sungai di kedalaman airnya. Begitu juga dengan pemimpin. Ia tidak menelan mentah-mentah masukan yang datang. Dengan memikirkan baik-baik semua pendapat yang ada, pemimpin mampu mendapatkan pengetahuan baru dari sekitarnya.

5. Langit
Berbeda dengan horison atau kaki langit, karena horison hanya ilusi optik dari keterbatasan organ sensoris manusia. Langit merupakan sebenar-benarnya atap bagi bumi. Langit adalah cakrawala. Ia adalah simbol bagi luasnya ilmu pengetahuan. Sosok yang menyimbolkan langit memiliki kompetensi, kemampuan, dan kecakapan yang dapat diajarkan pada orang lain.

6. Angin
Angin dapat berhembus di mana saja. Ia terbentuk ketika ada perbedaan tekanan udara. Pemimpin yaitu seseorang keberadaan dan pengaruhnya bisa dirasakan oleh sekitarnya. Keberadaan pemimpin bukan sebagai simpol dari kekuasaan. Ia adalah orang yang terjun menghadapi masalah dan peduli pada kondisi yang dihadapi.

7. Bulan
Bulan hanya bisa dipandang di malam hari. Ketika memandang bulan, ada rasa damai dalam gelap. Pemimpin harus menjadi sosok yang memberikan kedamaian pada sekitarnya. Rasa damai yang nyaman dan membuat hati gembira.Juga memberikan harapan pada sekitar ketika semua kondisi memberikan keputusasaan.

8. Bintang
Satu unsur alam paling indah yang dapat dilihat ketika malam. Tidak hanya indah, ia memberikan arah mata angin pada mereka yang membutuhkan. Pemimpin menjadi pengarah dan pedoman bagi lingkungannya. Menjadi pengarah artinya menjadi sebuah inspirasi bagi yang lain. Menjadi inspirasi artinya pemimpin memiliki satu prinsip dasar yang menjadi ruh kepemimpinannya.

Kompleks dan Ideal
Hastabrata merupakan satu dari filosofi kepemimpinan paling kompleks yang ada saat ini. Tidak hanya kompleks, Hastabrata dengan membawa filosofi Jawa membawa beberapa kelebihan sebagai satu konsep kepemimpinan. Dengan semua sifat di atas, pemimpin dengan delapan karakteristik Hastabrata merupakan membawa ciri kepemimpinan paling ideal.


0 Responses to “Cultural Quotient 17845 PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 4,028,396 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: