Archive for the 'News' Category

21
Sep
10

Moneter : Bank Indonesia Nilai Skenario IMF Terlalu Ekstrim

BI Nilai Skenario IMF Terlalu Ekstrim

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 20/09/2010 | 21:29 WIB BI Nilai Skenario IMF Terlalu Ekstrim

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan sudah melakukan pembicaraan awal saat International Monetary Fund (IMF) akan melakukan stress test alias tes ketahanan pada 121 bank di Indonesia. Namun BI keberatan, sebab skenario yang dipilih IMF dinilai terlalu ekstrim.

Kepala Humas BI Difi Ahmad Johansyah menyatakan, dalam penyusunan awal skenario dan metode stress test, telah ada pembicaraan di level teknis antara BI dan IMF. Dan dalam diskusi penyusunan skenario tersebut, BI telah berkeberatan. “Skenario risiko yg dipilih IMF sangat ekstrim dan negatif,” ujar Difi seperti dilansir situs Tempo, Senin (20/9/2010).

Pertama, BI beranggapan, skenario anjloknya ekonomi yang diusulkan tim IMF tidak selaras dengan kondisi ekonomi Indonesia kedepan. Kedua, BI beranggapan, pemerintah dan BI tentunya tidak akan tinggal diam jika keadaan ekonomi sudah mengkhawatirkan.

“Pasti akan mengambil langkah-langkah penyelamatan untuk mencegah hancurnya perekonomian. Artinya pemerintah dan BI pasti bertindak pre emptif untuk mencegah skenario krisis tersebut terjadi,” kilah Kepala Humas BI ini.

Ketiga, BI juga berkeberatan kalau nantinya hasil stress test ini disalah artikan di kemudian hari. Karena itu, kata Difi, hasil stress test yang dilansir bukanlah suatu prediksi atau ramalan, tapi gambaran yang terjadi jika ekonomi sudah sangat mengkhawatirkan.

Difi melanjutkan, hasil Noan Performing Loan yang terjadi akan sangat berbeda jika dasar skenarionya juga berbeda. “Kalau skenarionya lebih positif, maka NPL yg dihitung juga akan semakin baik,” kata Difi. Dan BI sendiri dalam melakukan stress test menggunakan skenario yg lebih sesuai dengan kondisi perekonomian. (*)

Selasa, 21/09/2010 08:15 WIB Inflasi 2,78% Sulit Terulang Ramdhania El Hida – detikFinance

Jakarta – Indonesia tidak akan pernah mengalami inflasi di bawah 5% jika menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Inflasi seperti tahun 2009 yang sebesar 2,78% akan sulit dicapai kembali. Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan menjelaskan, inflasi yang rendah pada tahun 2009 terjadi karena perekonomian dunia sedang kontraksi akibat krisis ekonomi tahun 2008. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga rendah, hanya 4,5%.”Peristiwa 2009 dimana inflasi 2,78% akan sulit kita capai. Pada 2009, inflasi 2,78% dilatarbelakangi krisis. Pertumbuhan cuma 4,5%, dunia kontraksi, harga komoditas rendah. Baru sekali imported inflation justru positif dan menurunkan inflasi,” ujar Rusman dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2010) malam.Rusman mencatat selama 10 tahun belakangan ini, tidak akan terjadi inflasi di bawah 5% jika pertumbuhan ekonominya di atas 6%.”Tapi dari pengalaman 10 tahun ini, kalau menargetkan pertumbuhan di atas 6%, tidak pernah terjadi inflasi di bawah 5%,” ujarnya.Oleh sebab itu, lanjut Rusman, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada tahun 2011, inflasi sebesar 5,3% merupakan target yang optimistis. Apalagi dengan keadaan perekonomian dunia yang masih menggeliat sehingga dapat memengaruhi imported inflation.”Kalau 2011, pertumbuhan 6,3%, maka inflasi 5,3% sudah termasuk terlalu optimis. Apalagi semua negara berusaha memperbaiki ekonomi, dan kecenderungan harga komoditas naik. Ini boleh jadi akan memengaruhi imported inflasi,” tandasnya. (nia/qom)

Baca juga :

Selasa, 21/09/2010 07:03 WIB
Resesi Dinyatakan Berakhir, Wall Street Melesat
Nurul Qomariyah – detikFinance


New York – Bursa Wall Street melesat ke titik tertingginya dalam 4 bulan terakhir, dipicu optimisme investor setelah adanya kabar yang menyebutkan resesi di AS secara resmi sudah berakhir sejak Juni 2009.

Investor kembali bersemangat setelah Biro Riset Ekonomi Nasional AS mengatakan, resesi terpanjang yang terjadi sejak perang dunia II secara resmi sudah berakhir pada Juni 2009. Namun itu tidak berarti perekonomian AS sudah berakhir pada kapasitas normalnya.

“Pengumuman dari Biro Riset Ekonomi Nasional itu adalah senjata yang manis, secara psikologis karena memberikan perkembangan lebih besar dari yang diharapkan pasar,” ujar Bruce McCain, chief investment strategist Key Private Bank seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/9/2010).

Pada perdagangan Senin (20/9/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 145,77 poin (1,37%) ke level 10.753,62. Indeks Standard & Poor’s 500 juga mengat 17,12 poin (1,52%) ke level 1.142,71 dan Nasdaq menguat 40,22 poin (1,74%) ke level 2.355,83.

Namun volume perdagangan masih sangat tipis yakni hanya sebesar 7,16 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham.

Penguatan saham-saham terjadi sehari menjelang pertemuan Bank Sentral AS pada Selasa ini. The Fed diprediksi akan mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25% dan juga kebijakan moneternya guna mendukung pemulihan ekonomi AS.

(qom/qom)

Baca juga :

Selasa, 21/09/2010 07:32 WIB

Rekomendasi Saham IHSG Ikut Menunggu Rapat The Fed

Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya mengalami koreksi setelah terus menerus melonjak menembus rekor tertingginya. Namun penguatan saham Bakrie 7 berhasil menahan laju penurunan IHSG.Pada penutupan perdagangan Senin, (20/9/2010), IHSG ditutup melemah 13,671 poin (0,40%) ke level 3.370,982. Sedangkan Indeks LQ 45 juga turun 4,703 poin (0,73%) ke level 634,599.Setelah koreksi tersebut, IHSG masih dalam posisi yang rawan koreksi. Kendati potensi penguatan IHSG masih ada selama perdagangan Selasa (21/9/2010) ini.”Kami melihat indeks berpotensi bergerak terbatas dengan menunggu hasil pertemuan oleh The Fed pada hari ini yang akan membahas kebijakan moneter di negara tersebut,” jelas eTrading Securities dalam analisisnya.”Indeks masih rawan terkoreksi, pergerakannya dalam jangka pendek cenderung mixed. Pergerakan indeks kami perkirakan berkisar antara 3310-3403,” ulas Erdikha Sekuritas dalam rekomendasinya.Sentimen positif datang dari penguatan bursa-bursa utama dunia. Bursa Wall Street melesat ke titik tertingginya dalam 4 bulan terakhir, dipicu optimisme investor setelah adanya kabar yang menyebutkan resesi di AS secara resmi sudah berakhir sejak Juni 2009.Pada perdagangan Senin (20/9/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat 145,77 poin (1,37%) ke level 10.753,62. Indeks Standard & Poor’s 500 juga mengat 17,12 poin (1,52%) ke level 1.142,71 dan Nasdaq menguat 40,22 poin (1,74%) ke level 2.355,83.Sementara Bursa Jepang yang baru saja libur panjang juga langsung menguat. Indeks Nikkei-225 mengawali perdagangan Selasa dengan kenaikan 74,79 poin (0,78%) ke level 9.700,88.Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:eTrading Securities:Pada perdagangan hari Senin (20/9) IHSG ditutup melemah 0.4% ke level 3,370.98. Penguatan IHSG pada hari kemarin kembali dipimpin oleh grup B7 dan saham-saham second liner. Asing tercatat melakukan net buy sebesar 61 miliar dimana pembelian banyak terjadi pada sektor coal mining, metal dan semen. Untuk rekomendasi hari ini, kami melihat saham B7 serta saham second liner masih layak untuk dicermati. IHSG kami perkirakan bergerak pada kisaran 3,340 – 3,400, kami melihat indeks berpotensi bergerak terbatas dengan menunggu hasil pertemuan oleh The Fed pada hari ini yang akan membahas kebijakan moneter di negara tersebut. Saham pilihan untuk hari ini adalah BNBR, BBKP dan NIKL.Kresna Graha Sekurindo:Minimnya katalis hari ini membuat sebagian pelaku pasar mulai melakukan profit taking sehingga IHSG berada di teritory negative. Stochastic dan RSI menunjukkan sebagian big cap telah berada di area jenuh beli sehingga rawan koreksi.  Untuk hari ini IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3,330-3,415 dengan UNVR dan AALI.

Erdikha Sekuritas:IHSG ditutup melemah 13.67 point menjadi 3370.98 (-0.40%). Saham-saham sektor perbankan menjadi salah satu pemicu pelemahan indeks, Namun kenaikan saham grup Bakrie dan sektor konsumsi membuat pelemahan indeks tidak dalam. Indeks masih rawan terkoreksi, pergerakannya dalam jangka pendek cenderung mixed. Pergerakan indeks kami perkirakan berkisar antara 3310-3403. Saham-saham sektor konsumsi masih menarik untuk dikoleksi.

Finan Corpindo Nusa:Aksi profit taking sejumlah saham unggulan seperti PGAS, ASII dan BMRI menyebabkan IHSG terkoreksi namun aksi beli saham-saham Grup Bakrie berhasil menahan penurunan indeks. Untuk Selasa, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 3.345 hingga 3.400. (qom/qom)

Selasa, 21/09/2010 08:11 WIB

GWM Naik, BI Yakin Tak Ada Kekurangan Likuiditas

Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Kenaikan Giro Wajib Minimum (GWM) menjadi 8% diyakini Bank Indonesia (BI) tidak akan mengakibatkan terjadinya keketatan llikuiditas. Bank Sentral yakin kredit perbankan masih dapat tumbuh hingga 40% meski ada kebijakan itu.Demikian diungkapkan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR-RI di Gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin malam (20/09/2010).”Jadi tidak akan ada keketatan likuiditas. Kalau ditanyakan berapa kemampuan perbankan kita untuk salurkan kredit dengan adanya kenaikan GWM itu sebenarnya untuk capai kenaikan kredit 35-40% persen pun, likuiditas bank kita masih cukup,” ungkap Darmin.Darmin menambahkan, bank sentral melihat ada kelebihan likuiditas besar di pasar. Sehingga menurut Darmin, dalam situasi tekanan inflasi yang sudah muncul, kelebihan likuiditas tersebut bisa berperan untuk mendorong inflasi.”Karena itu, apa yang diwajibkan BI dengan menaikkan GWM dari 5% ke 8% itu salah satu cara untuk kurangi likuiditas,” jelasnya.Darmin pun menceritakan, pada tahun 2008, BI juga sempat menurunkan GWM sebagai upaya untuk memperbesar likuiditas di pasar karena menghadapi krisis yang terjadi.”Kemudian pemerintah mendesain sejumlah stimulus, termasuk memindahkan uang dari BI ke 3 bank BUMN, sehingga mengakibatkan terjadinya kelebihan likuiditas di pasar hingga saat ini,” tuturnya.Ia menambahkan, bank sentral juga menerbitkan aturan yang mengkaitkan LDR (Loan To Deposit Ratio) dengan GWM. Menurutnya, LDR perlu didorong naik karena agar kredit bisa terus bertambah.”Dan memang kita percaya, hal ini bisa dorong kredit dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Jika sekarang kredit sudah tumbuh 22% year on year maka kita optimistis kredit hingga 24% itu akan sampai dan mencukupi. pertumbuhan ekonomi hingga 6% di 2010,” imbuhnya. (dru/qom)

Baca juga :

Selasa, 21/09/2010 07:22 WIB

Harga Emas Lagi-lagi Cetak Rekor

Nurul Qomariyah – detikFinance


Foto: Reuters

New York – Harga emas kembali melonjak mencetak rekor terbarunya. Terus melemahnya dolar AS terus memicu investor untuk berburu logam mulia ini.Pada perdagangan Senin (20/9/2010), harga emas di pasar spot menembus US$ 1.283,70 per ounce sebelum akhirnya surut lagi. Harga emas akhirnya bertahan di level US$ 1.277,60 per ounce, naik dibandingkan penutupan akhri pekan lalu di level US$ 1.275,95. Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember tercatat naik 3,30 dolar ke level US$ 1.280,80 per ounce.Para pialang mengatakan, pasar kini sedang fokus menanti hasil pertemuan Bank Sentral AS (The Fed). Namun para ekonom memperkirakan tidak akan banyak program stimulus ekonomi baru yang akan diluncurkan The Fed. Kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan stimulusnya membuat para pialang merasa harga emas semakin bullish.  Harga emas dinilai masih rendah jika dilakukan penyesuaian terhadap inflasi, yang bisa mencapai US$ 2.200 per ounce. “Ada kemungkinan kita bia mendapatkan paling tidak beberapa petunjuk yang akan membawa ke pengenduran kebijakan dan itulah yang ingin didengarkan oleh pasar emas,” ujar Bill O’Neill, analis dari LOGIC Advisors seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/9/2010).Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah manager hedge fund besar seperti George Soros dan John Paulson terus memburu emas sehingga menyebabkan harganya melonjak hingga 17% hingga hari ini. Harga emas tercatat lebih tinggi dari indeks S&P 500, yang naik kurang dari 2% sepanjang tahun ini. “Semua orang berselancar di gelombang yang sama, dan jelas sekali dana-dananya. Kita tidak pernah melihat kenaikan seperti ini jika tidak ada uang besar dibaliknya,” ujar Miguel Perez-Santalla, vice president Heraeus Precious Metals Management.Namun pekan lalu Soros mengingatkan emas sudah mencapai puncak bubble dan kemungkinan tidak aman dan tidak bertahan selamanya. (qom/qom)

Baca juga :

20
Sep
10

Kenegarawanan : Politik Ibukota Baru dan Agenda Global

Perencanaan Kota Wajib Libatkan Warga

lokasi: Home / Berita / Ibu Kota / [sumber: Jakartapress.com]

Senin, 20/09/2010 | 03:32 WIB

Jakarta – Wacana pemindahan pusat pemerintahan dari ibukota sebagai salah satu upaya untuk mengatasi kemacetan di Jakarta terus mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat. Banyak kalangan yang setuju dengan wacana tersebut. Namun, tak sedikit pula kalangan yang kontra atas digulirkannya wacana tersebut.

Terlepas dari pro dan kontra itu, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta, Djan Faridz, menyatakan, apapun perencanaan terkait kota Jakarta, sebaiknya melibatkan partisipasi warga. “Berbagai usulan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas kota tentu saja harus didukung. Perspektif perencanaan boleh saja berbeda-beda. Tetapi yang penting untuk menjadi perhatian adalah mengapa perencanaan-perencanaan sebelumnya tidak maksimal dan belum secara penuh mendapat dukungan warga dalam tahap implemetansinya,“ ujar Djan Faridz, Minggu (19/9).

Warga adalah stakeholder utama kota. Pembangunan kota berorientasi kepada kepentingan warga kota. Sumber daya alam juga dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga kota. Akan tetapi, pembangunan dan sumber daya alam tersebut memiliki keterbatasan. Karena kota adalah untuk warga dan segala kekurangannya akan menjadi beban warga, maka sudah sewajarnya warga dilibatkan dalam perencanaan kota.

“Pada kenyataannya sumber daya alam dan pembangunan di kota-kota tidak akan pernah memuaskan semua warga kota. Segala keterbatasan dari ketersediaan sumber daya alam, misalnya lahan untuk perumahan maupun penyediaan air bersih oleh pemerintah daerah, sarana transportasi, infrastruktur dan hal lainnya, akan menjadi beban warga kota. Sebagai pihak yang menanggung beban tersebut mereka seharusnya dilibatkkan dalam perencanaan kota, “ ungkap Djan Faridz.

Djan Faridz mengemukakan, warga harus dilibatkan dalam proses perencanaan dari tingkat yang paling bawah yakni rukun tetangga (RT). Selama ini hal itu juga telah dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Meski begitu, pelaksanaannya tentu harus diperbaiki dan ditingkatkan dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Ajakan masyarakat untuk terlibat perlu dilakukan melalui publikasi di media massa dengan rentang waktu yang memadai. Jika proses ini dijalankan diharapkan berbagai kebijakan yang memiliki konsekuensi menjadi mudah untuk dinegosiasikan.

“Jika pemerintah pusat serius menjalankan berbagai pilihan terkait penyelesaian masalah kota Jakarta sebaiknya suara warga secara sungguh-sungguh didengarkan. Pemerintah pusat perlu berdialog dengan seluruh stakeholder kota, membuka saluran komunikasi langsung untuk warga dan kalau diperlukan melakukan survei untuk mengetahui lebih detail aspirasi warga Jakarta,” tandasnya. (Beritajakarta.com)

Jangan Terlalu Manut & Mengekor Agenda Globallokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]Senin, 20/09/2010 | 08:13 WIB

Kegagalan Pasar Uang, Kembali ke Sektor Riil
Oleh: Syahganda Nainggolan (Sabang Merauke Circle/SMC)

KITA seringkali percaya begitu saja bahwa globalisasi akan menguntungkan kita. Hal ini mendorong pemerintah (dan DPR) membuat banyak kunjungan-kunjungan dan pertemuan-pertemuan internasional. Padahal, kita harus berhati-hati bahwa hal itu akan menyita perhatian yang sesungguhnya mungkin kurang begitu penting. Kita hendkanya mengubah cara berpikir dan harus insyaf. Kalau sebelumnya kita berpikir negara ini bisa dikelola dengan mekanisme pasar bebas dan global, dengan hancurnya (ekonomi ) Amerika dan sekarang negara-negara Eropa dalam krisis global, harusnya dapat dijadikan contoh, betapa sistem ekonomi yang mereka bangga-banggakan selama berabad-abad bisa seketika runtuh.

Dalam tataran interaksi global, tidak boleh kendali permainan diserahkan sepenuhnya kepada pasar global (pasar bebas). Apalagi mekanisme pasar tidak lepas dari kepentingan pemain-pemainnya, termasuk secondary market yang hanya menjual kertas. Sebuah hubungan ekonomi, yang meminjam Stiglitz (Free Fall, 2010), tidak jelas siapa berhadapan dengan siapa. Bila pasar uang (money market) terus dibiarkan berkembang tanpa batas, lambat laun akan semakin sedikit pemilik modal yang menanamkan modlanya dalam bentuk pabrik. Logika berpikir, kenapa mesti bersusah payah membuat sepatu dengan margin keuntungan kecil dan selalu berhadapan dengan tuntutan buruh, bila Sertifikat Bank Indonesia (SBI), surat utang negara (SUN) dan sejenisnya memberikan bunga yang menggiurkan?

Dalam hal ini, peran negara harus mampu mengendalikan. Negara tidak boleh dikontrol orang-orang seperti itu. Karena memang pemilik uang lebih suka membungakan uangnya dan kenapa harus capek-capek kerja. Di sini peran negara mengatur, bagaimana pemilik uang mau menginvestasikan uangnya ke sektor riil. Maka perlu dibuat sejumlah aturan, misal seperti di negara-negara Skandinavia diberlakukan pajak progresif bagi pemilik tabungan dengan jumlah tertentu. Ini agar uang menjadi produktif. Tidak terus-terusan beranak di buku tabungan.

Di sisi lain, kahancuran Lehman Brother’s, perusahaan investasi ternama di Amerika Serikat, mestinya menyadarkan para pemburu rente, tidak selamanya uang mereka aman dengan melakukan investasi sektor finansial. Begitu juga dengan hancurnya harga-harga saham sejumlah perusahaan pada 2008 yang memiskinkan ribuan pemegang sahamnya. Dengan contoh itu mestinya membangkitkan kesadaran di kalangan pemilik uang, tidak sepenuhnya uangnya aman bila ditukar berlembar-lembar kertas saham atau obligasi.

Catatan lain adalah negara Islandia. Pemberian suku bunga tinggi, mirip SUN terjadi di Islandia. Kini negara itu mengalami krisis keuangan karena gagal bayar terhadap obligasi yang jatuh tempo. Artinya, para penanam uang dalam obligasi yang dikeluarkan pemerintah Islandia (yang kebanyakan orang Inggris dan Belanda) tidak mendapatkan kembali uangnya. Sedangkan negara Eropa lainnya, seperti Yunani, harus meratapi nasibnya seiring dengan besarnya utang mereka kepada pihak asing, seperti Goldman Sachs. Negara tersebut sudah bangkrut.

Demikian gambaran di atas cukup menjelaskan, betapa perilaku para pemburu rente, seperti menjadi kebiasaan sebagian pemilik uang kita, telah memicu terjadinya krisis berefek multiflier di Amerika dan Eropa. Sebuah krisis berkepanjangan di Amerika.  Dalam hal ini, sudah selayaknya pula pemerintah Indonesia meninjau ulang kebijakan pemberian suku bunga tinggi di SUN maupun BI (Bank Indonesia) untuk SBI. Sebab bila suatu saat terjadi gagal bayar, nasib bangsa ini sungguh-sungguh dipertaruhkan. Sebaliknya, pemerintah juga perlu membuat aturan yang menggairahkan bergeraknya sektor riil. Misal dengan mendorong otoritas Bank Sentral menurunkan suku bunga dan mendorong perbankan menyalurkan uangnya pada masyarakat.

Dalam hal usaha kecil menengah, pemerintah perlu memikirkan skema pembiayaan tertentu selain sungguh-sungguh mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR). Janganlah KUR hanya ‘proyek’ pemilu, yang diusung bersama BLT (Bantuan Langsung Tunai). Kalau habis pemilu programnya tersendat-sendat tanpa arah. Soal KUR, barangkali saja pemerintah meragukan kesanggupan bayar penerima kredit. Kalau itu soal keraguan, maka di fungsi pengawasan yang harus ditingkatkan. Namun perlu diingat, dalam sejarahnya, pengusaha kecil lebih taat mengembalikan utang-utangnya dibandingkan pengusaha besar.

Selanjutnya, perlu dipertimbangkan, bunga pinjaman antara sektor yang satu dengan sektor lainnya perlu dibnedakan. Misal bunga pinjaman antara industri keramik dan dagang bakso. Sebab, break event point dan margin keuntungan berbeda-beda. Industri harus berbunga lebih murah. Dengan begitu akan lebih banyak pengusaha yang semula berdagang tergerak masuk ke sektor industri. Dengan industri berkembang akan menampung ratusan higga ribuan tenaga kerja. Bagi saya, bila semua pengusaha bergerak di sektor perdagangan itu adalah bahaya. Logikanya, kalau semua jadi pedagang, sektor industri yang menampung ribuan tenaga kerja mati, siapa pula yang membeli dagangannya? Sebaliknya, dengan bergairahnya sektor industri semakin banyak orang yang memiliki pendapatan, dengan sendirinya pula daya beli masyarakat meningkat dan sektor perdagangan pun bergairah.

Kesimpulannya, dengan terus bergeraknya krisis finasial global mestinya menyadarkan kita agar tidak membabi buta mematuhi agenda global seperti free trade agreement, bahkan isu-isu climate change yang mungkin merugikan pengusaha kelapa sawit kita misalnya, dan pengelolaan kebijakan ekonomi yang bertumpu sektor finansial semata. Sudah saatnya pemerintah merangkul dan memberikan kebijakan yang pro pengusaha dan buruh serta pengrajin dan pelaku usaha menengah kecil, untuk menggerakkan kembali era industrialisasi yang belakangan ini dilumpuhkan oleh kebijakan pasar bebas, khususnya pasar uang. (*)

20
Sep
10

Pasar Modal : Indeks Harga Saham Gabungan

Senin, 20/09/2010 07:09 WIB
Ulasan Sepekan
4 Alasan IHSG Bisa Spektakuler
Nurul Qomariyah – detikFinance

Jakarta – IHSG dan Rupiah terus menguat sensasional dalam 1 bulan terakhir. Bahkan Pada perdagangan pekan lalu, IHSG kembali bercokol pada level tertingginya dalam sejarah pada level 3384,65 sedangkan rupiah ditutup pada level 8.985 per dolar AS.

Analis dari PT BNI (Persero) Tbk, Muhammad Fikri mengatakan, trend penguatan IHSG dan rupiah pada dasarnya telah terjadi sejak awal tahun 2010. Posisi IHSG saat ini tercatat telah mengalami penguatan sebesar 31,42% sedangkan rupiah telah menguat 4,8% dibandingkan dengan posisi awal tahun 2010.

“Penguatan IHSG dan Rupiah ini didorong oleh masifnya dana asing yang masuk ke Indonesia sebagai cermin dari positifnya pandangan investor terhadap ekonomi Indonesia,” jelas Fikri dalam reviewnya, Senin (20/9/2010).

Ia pun membeberkan 4 alasan yang mendorong masifnya capital inflow ke Indonesia sejak awal tahun 2010:

1. Seperti diketahui pada Januari 2010 the Fitch Ratings meningkatkan rating Indonesia menjadi satu tingkat dibawah level layak investasi (investment grade), hal yang sama juga dilakukan oleh Standard & Poor’s pada Maret 2010 yang menaikkan rating utang Indonesia dua tingkat dibawah investment grade.

Seperti tidak ingin kalah, pada Juni 2010, Moody’s Investors Service juga menaikkan peringkat utang Indonesia dari outlook stabil menjadi positif dengan rating Ba2. Kondisi sebaliknya justru terjadi pada negara besar Eropa, sebagai dampak dari krisis utang yunani, The Fitch menurunkan rating utang Spanyol menjadi AA+ dengan outlook stabil dan merupakan yang pertama sejak tahun 2003.

Kondisi tersebut memaksa investor untuk mencari pasar baru untuk berinvestasi di luar Amerika dan Eropa yang masih diselimuti krisis, dan Indonesia menjadi salah satu pasar yang direkomendasikan oleh beberapa institusi keuangan dunia tersebut.

2. Masih dibulan juli 2010, IMF merilis laporannya yang menaikkan pertumbuhan ekonomi Asia, Lebih lanjut IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Asia akan dimotori oleh Indonesia bersama China dan India.

IMF melihat bahwa besarnya pasar domestik ketiga Negara tersebut akan memicu tumbuhnya ekonomi Asia, ditengah menurunnya permintaan pasar Eropa dan Amerika. IMF dalam laporannya bahkan merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2010 menjadi 6%. Selain karena faktor besarnya pasar domestik, Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga didorong oleh industri yang berbasis natural resources dengan karakter permintaan yang cenderung stabil.

Lebih lanjut, IMF juga menyebutkan Indonesia sebagai salah satu negara G-20 dengan investment return yang paling tinggi, mengingat tingkat suku bunga  Indonesia merupakan yang tertinggi di G-20. IMF menyebutkan spread antar bunga pinjaman dan bunga deposito Indonesia adalah tertinggi ke dua di G-20 setelah rusia, hal tersebut menarik minat investor untuk masuk ke Indonesia khususnya ke sektor perbankan.

“Investor melihat bahwa potensi laba untuk sektor perbankan Indonesia merupakan yang paling tinggi di antara anggota G-20 lainnya sehingga mendorong terus naiknya harga saham emiten perbankan di bursa,” urai Fikri.

3. Setelah IMF giliran World Economic Forum (WEF) yang memberikan pandangannya terhadap Indonesia. Berdasarkan laporan yang dirilis pada bulan lalu, WEF mencatatkan Indonesia sebagai Negara dengan kenaikan Indeks daya saing paling impresif di dunia.

Dalam laporannya, indeks daya saing Indonesia 2010 naik 10 tingkat ke posisi 44 dari 139 negara. Peningkatan tersebut didorong oleh semakin membaiknya kondisi makro ekonomi Indonesia serta meningkatnya indikator pendidikan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan bahwa Indonesia telah berhasil mempertahankan kondisi ekonominya tetap sehat selama masa krisis 2008.

Seperti diketahui utang Indonesia tercatat sebesar 27% dari total GDP, hal tersebut mencerminkan resiko utang Indonesia yang kecil. Rendahnya default risk terhadap obligasi yang diterbitkan Indonesia mendorong investor untuk berinvestasi di surat berharga yang diterbitkan Indonesia. Lebih lanjut, WEF menyebutkan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan terbesar ke 18 dunia dengan total GDP sebesar US$ 539,4 milliar.

4. Yang terakhir giliran UK Trade & Investment (UKTI) yang memberikan pandangannya terhadap Ekonomi Indonesia. Perlu diketahui bahwa UKTI merupakan acuan investor di UK dalam berinvestasi. Dalam laporannya yang dirilis minggu lalu, UKTI menyebutkan bahwa Indonesia adalah Negara tujuan investasi pilihan investor ke empat dunia setelah China, Vietnam dan India. UKTI bahkan mengidentifikasi Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan jangka panjang yang paling tinggi di dunia.

Secara lansung, lanjut Fikri, pandangan institusi keuangan dunia tersebut telah mengarahkan investor untuk memilih Indonesia sebagai tujuan investasi sehingga mendorong massivenya capital inflow. Diluar pandangan tersebut, positifnya laporan keuangan emiten bursa pada semester I/2010 yang rata-rata mencatatkan pertumbuhan penjualan diatas 30% juga menjadi jawaban bahwa pandangan dari berbagai institusi keuangan dunia tersebut tidak salah.

“Untuk minggu ini, IHSG masih berpotensi menguat mengingat Dow Jones ditutup positif akhir pekan lalu, namun mengingat bursa saham Indonesia telah menguat cukup tinggi maka investor diingatkan untuk lebih selektif dalam memilih, karena potensi koreksi terhadap bursa sangat terbuka,” papar Fikri.

(qom/qom)

Baca juga :

20
Sep
10

PePoRa : Peringatan Rapat Raksasa IKADA 19 September 1945

Senin, 20/09/2010 09:33 WIB
Foke Pimpin Peringatan Rapat Raksasa Ikada di Monas
Laurencius Simanjuntak – detikNews


(foto: laurencius simanjuntak/detikcom)

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) memperingati rapat raksasa Ikada 19 September 1945. Peringatan ini dihadiri pula sejumlah mantan pejuang yang merupakan saksi hidup rapat Ikada.

Peringatan ini digelar dengan upacara pagi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, di bagian selatan, Senin (20/9/2010). Di tengah lapangan nampak sebuah panggung. Upacara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh Foke.

Di kursi kehormatan, sejumlah mantan pejuang nampak hadir. Sebagian nampak menggunakan kursi roda, karena usia yang sudah lanjut. Sementara beberapa di antara mereka memakai tongkat.

Upacara diikuti Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta. Juga hadir Satpol PP dan perwakilan pelajar di Jakarta.

Dalam sambutannya, Foke meminta agar peringatan rapat Ikada dijadikan momentum untuk membangun kota Jakarta.

“Rapat raksasa Ikada adalah untuk meneguhkan sikap Indonesia yang telah memproklamasikan kemerdekaan sebulan sebelumnya bahwa Indonesia bukan negara boneka. Rapat ini hendaknya dijadikan momentum untuk membangun kota Jakarta,” jelas Foke.

(gun/asy)

Baca juga :

19
Sep
10

PePoRa : Pembakaran Al Quran di Springfield, Amerika Serikat

Bakar Alquran

Liputan 6

Liputan 6 – Jumat, 17 September
Pembakaran Alquran Ternyata Jadi Dilakukan

Liputan6.com, Springfiled: Pembakaran Alquran yang sebelumnya akan dilakukan oleh pendeta dari Florida Terry Jones, pada peringatan tragedi 11 September, urung dilaksanakan karena mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Namun ternyata oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen. Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9) silam.

Bob Old dan rekannya Danny Allen berdiri bersama di halaman belakang rumah tua. Mereka menyebut tindakan itu sebagai panggilan dari Tuhan. Mereka membakar dua salinan Quran dan satu teks Islam lainnya di depan segelintir orang, yang sebagian besar dari media.

Seperti dilansir Detroit News, ternyata pembakaran Alquran juga terjadi di Michigan. Sebuah Alquran dibakar di depan pusat ajaran Islam di kota tersebut.

Ryanne Nason, seorang cendekiawan Amerika Serikat, seperti dilansir sebuah koran lokal Mainecampus, Kamis (15/9), menyebut bahwa pembakaran yang dilakukan oleh sejumlah orang sangat menyedihkan dan memalukan. Di AS, negara yang dibentuk pada keyakinan kebebasan beragama, setiap orang diberikan hak untuk mempraktikkan agama yang mereka yakini, seperti Yudaisme, Islam, Kristen, atau tidak menganut agama sama sekali. Dengan membakar Alquran atau kitab suci agama lain, bayangan seluruh bangsa lain membuat AS adalah negara tanpa kelas dan tidak etis.

Sungguh ironis bahwa Terry Jones atau Bob Old merasa memiliki perlindungan berdasarkan amandemen pertama untuk membakar kitab suci agama lain yang ia tidak percaya. Padahal semua muslim di AS dilindungi oleh undang-undang konstitusional yang sama. Hal ini akan memeberikan cela pada reputasi Amerika.

Menurut Ryanne, orang beragama menggunakan moral yang kuat dan nilai-nilai, namun sekarang orang mendiskreditkan keyakinan mereka karena bersifat menghakimi dan intoleransi. Salah satu dari banyak alasan mengapa kita memiliki pasukan di Irak dan Afghanistan adalah untuk melawan penindasan dan penganiayaan agama terhadap penduduk negara di negara tersebut. Namun, saat ini ternyata warga negara Amerika sendiri yang melecehkan agama lain.

Di Chicago, Mohammed Kaiseruddin, Dewan Direksi Pusat Ajaran Islam memberikan gambaran terhadap pembakaran Alquran yang sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dianutnya. Ia mengatakan kepada Huffington Post hari ini, “Kami merasa seperti kita sudah menjadi korban. Ketika kami memegang Alquran, kami memperlakukannya dengan sangat hormat. Kami tidak pernah menaruh salinan Alquran di lantai. Sejak kecil, kami selalu mengingatkan anak-anak untuk menghormati kitab suci ini. Kami juga mengajarkan kepada mereka ketika selesai membaca Alquran, mereka menutup dan menciumnya, lalu menyimpannya”. (Huffington Post/Mainecampus/Detroitnews/DES/IAN)

19
Sep
10

Uang Rakyat : Anggaran Plesiran Wakil Rakyat dan Pemerintah

Minggu, 19/09/2010 18:05 WIB
Biaya Studi Banding DPR Rp 1,7 M per RUU
Elvan Dany Sutrisno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Biaya pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) di DPR sangat tinggi. Khusus untuk studi banding ke luar negeri oleh Panja DPR sebelum RUU bersangkutan disusun sudah memakan biaya Rp 1,7 miliar.

“Setiap pembahasan RUU ada jatah plesiran ke 3 negara, diikuti 13 anggota Panja dan 2 orang dari sekretariat. Untuk setiap RUU dialokasikan Rp 1,7 miliar untuk plesiran, baik RUU inisiatif DPR maupun usul Pemerintah,”  ujar Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yuna Farhan, kepada detikcom, Minggu (19/9/2010).

Selain pembahasan UU yang ditambahi biaya plesiran yang sangat mahal, setiap alat kelengkapan di DPR juga diberi keleluasaan plesiran ke luar negeri. Masing-masing mendapat jatah alokasi dana sesuai dengan jarak negara tujuan studi banding.

“Juga ada bagi-bagi jatah anggaran plesiran seluruh komisi dan kelengkapan DPR seperti Baleg, BAKN, BURT, BK, BKSAP, juga Pimpinan DPR. Rata-rata Rp 1 miliar per negara tujuan disesuaikan dengan jarak kunjungan,” papar Yuna.

Berikut adalah daftar perincian Daftar Isian Pelaksaan Anggaran (DIPA) plesiran DPR ke luar negeri pada tahun 2010 yang dikumpulkan Fitra.

1. Kunker LN dalam rangka penetapan RUU inisiatif  DPR, Rp 17,8 miliar
2. Kunker LN Baleg,  Rp 2 miliar
3. Kunker LN dalam rangka pembahasan RUU usul DPR, Rp 26,7 miliar
4. Kunker LN BAKN, Rp 940 juta
5. Kunker LN 11 Komisi, Rp 14,9 miliar
6. Kunker LN Komisi kasus spesifik, Rp 2,2 miliar
7. Kunker LN Badan Anggaran, Rp 2 miliar
8. Delegasi dalam kegiatan organisasi parlemen internasional, Rp 8,1 miliar
9. Delegasi dalam kegiatan parlemen regional, Rp 4 miliar
10. Kunjungan teknis LN BKSAP ke Australia, Qatar, Suriah, China, Korea Utara, Mexico, dan Afrika Selatan, Rp 6,8 miliar
11. Kunker LN BK, Rp 1,6 miliar
12. Studi komparasi pengelolaan anggaran parlemen BURT, Rp 3 miliar.
13. Kunker LN Pimpinan DPR RI, Rp 15,5 miliar
(van/lh)

Baca juga :

 

Minggu, 19/09/2010 17:10 WIB
Anggaran Perjalanan ke Luar Negeri Pemerintah & DPR Rp 19,5 T
Elvan Dany Sutrisno – detikNews


foto: detikcom

Jakarta – Perjalanan dinas yang dilakukan rutin oleh Pemerintah dan DPR memerlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk tahun 2010, dana sebesar Rp 19,5 triliun disiapkan untuk keperluan ke luar negeri Presiden, Kementrian, DPR, dan lembaga negara lainnya.

“Total dana untuk perjalanan dinas termasuk ke luar negeri pemerintah, DPR, dan lembaga negara lainnya sebesar Rp 19,5 triliun. Itu belanja perjalanan luar negeri untuk tahun 2010,” ujar Sekjen Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra), Yuna Farhan, kepada detikcom, Minggu (19/9/2010).

Yuna menuturkan, anggaran tersebut jumlahnya terlalu besar. Anggaran yang disediakan untuk perjalanan dinas ke luar negeri pejabat negara bahkan empat kali lipat dari biaya Jamkesmas.

“Itu empat kali lipatnya Jamkesmas yang hanya Rp 4,6 triliun untuk tahun 2010,” keluh Yuna.

Anggaran perjalanan ke luar negeri terbesar dimiliki Presiden yakni sebesar Rp 179 miliar. Rangking kedua ditempati oleh DPR dengan anggaran sebesar Rp 170 miliar.

“Rangking ketiga ditempati Kemenkes sebesar Rp 145 miliar. Ini sangat ironi karena target jaminan kesehatan tidak tercapai,” keluhnya.

Yuna memaparkan data tersebut dikumpulkan dari data dipa anggaran Kementerian dan DPR yang dikumpulkan oleh Fitra. “Sejak KIP (UU Kebebasan Mendapatkan Informasi Publik) diberlakukan, kami langsung melakukan uji rincian dipa anggaran dari seluruh Kementerian. Kami harap bisa makin mengoptimalkan kontrol publik terhadap lembaga negara,” tutupnya.
(van/ndr)

Baca juga :

19
Sep
10

Politik Bahan Bakar Minyak : Penataan Ulang Pasokan dan Konsumsi

Jatah Premium & Solar Bakal Habis Awal November

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Jumat, 17/09/2010 | 16:36 WIB Jatah Premium & Solar Bakal Habis Awal November

Jakarta – PT Pertamina (Persero) memperkirakan jatah BBM bersubsidi yaitu premium dan solar sebesar 32,628 juta kiloliter (KL) akan habis pada awal November mendatang. Saat ini pemerintah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasinya.

“Kita ketahui berdasarkan informasi dari Pertamina kalau kita tidak melakukan sesuatu maka dikhawatirkan awal November ini BBM bersubsidi akan habis,” ujar Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas), Tubagus Haryono usai acara halal bihalal di Kantor BPH Migas, Jl. Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (17/9/2010).

Untuk itu, lanjut Tubagus, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai cara untuk menekan lonjakan konsumsi BBM bersubsidi di masyarakat. Pembatasan tidak hanya dilakukan dari sisi pasokan, tapi juga dari sisi konsumsi.

Untuk membatasi penjualan BBM bersubsidi yaitu solar dan premium di kawasan-kawasan elit di Indonesia, pemerintah menugaskan Pertamina untuk mengurangi jumlah dispenser premium dan solar yang ada di kawasan itu, kemudian menggantinya dengan dispenser BBM non subsidi.

Rencananya kebijakan ini akan diterapkan mulai akhir September. “Itu diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Mungkin awal-awalnya akan diterapkan di Jakarta,” jelasnya.

Sementara dari sisi konsumsi, pemerintah saat ini tengah merevisi Peraturan Presiden (Perpres) No.55/2005 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bahan Bakar Minyak (BBM) Dalam Negeri.

Dengan merevisi Perpres tersebut maka kriteria mengenai siapa saja yang boleh dan tidak boleh mengkonsumsi BBM bersubsidi akan diubah. Revisi Perpres ini nantinya akan digunakan sebagai payung hukum pembatasan konsumsi BBM bersubsidi bagi pengguna mobil yang diproduksi tahun 2005 ke atas.

“Selain payung hukum, Pertamina juga harus menyiapkan infrastruktur peralatannya. Misalnya, alat deteksinya apakah akan menggunakan stiker atau chip atau seperti apa, itu yang sedang kami bahas dengan Ditjen Migas, Ditlantas, dan Gaikindo dan berbagai pihak yang terkait. Jadi ini butuh waktu untuk persiapannya,” jelasnya.

Selain dapat menghemat konsumsi BBM bersubsidi pada transportasi darat, lanjut tubagus, revisi Perpres ini juga memungkinkan adanya penghematan penggunaan BBM bersubsidi dari transportasi laut.

Seperti diketahui, dalam Perpres tersebut disebutkan bahwa semua kapal yang berbendera Indonesia boleh menggunakan BBM bersubsidi. Sementara ada azas cabotage yang memerintahkan seluruh kapal yang beroperasi di Indonesia wajib berbendera Indonesia.

“Akibatnya semuanya harus memperoleh BBM subsidi dan itu diperhitungkan akan menambah beban BBM Subsidi sebesar 1,5 juta KL. Nah oleh karena itulah, ini perlu penyempurnaan apakah nanti special kargo yang diberi atau nelayan saja,” katanya.

Sejumlah langkah antisipasi itu harus dilakukan karena hingga bulan Juli saja, rata-rata realisasi konsumsi tiga jenis BBM bersubsidi yang sudah disalurkan mencapai 21,83 juta kiloliter atau 59,8% dari kuota BBM bersubsidi yang sudah ditetapkan dalam APBN-P 2010 sebesar 36,5 juta kiloliter (KL).

Berdasarkan catatan BPH Migas, sepanjang Januari-Juli 2010, volume Premium yang terjual mencapai 13 juta kiloliter (KL) atau 60,65% dari kuota APBN-P 2010 yang dipatok di level 21,434 juta KL.

Sementara untuk solar telah terjual sebanyak 7,38 juta KL atau 65,92% dari kuota 11,194 juta KL. Sedangkan, konsumsi kerosine (minyak tanah) mencapai 1,45 juta kiloliter atau sekitar 38,15% dari kuota 3,8 juta KL minyak tanah yang ditetapkan dalam APBN-P 2010. “Kalau kita tidak melakukan sesuatu nanti dikhawatirkan akan habis,” tambahnya.

Premium & Solar di Kawasan Elit Dibatasi Mulai Akhir September
Pemerintah akan mempercepat pembatasan pendistribusian BBM bersubsidi yaitu solar dan premium di kawasan-kawasan elit di Indonesia mulai akhir September. “Klusterisasi penjualan BBM bersubsidi harus segera mungkin dilakukan. Mudah-mudahan akhir bulan ini sudah bisa,” kata Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono.

Tubagus menyatakan dirinya telah mengirimkan surat kepada PT Pertamina (Persero) agar bisa melakukan persiapan agar kebijakan ini bisa segera diterapkan di kawasan elit yang berada di kota-kota besar.

Menurutnya, kebijakan ini tidak sulit untuk diterapkan karena Pertamina hanya harus mengganti dispenser premium dan solar dengan dispenser BBM non subsidi. “Ini harus cepat dilakukan agar penggunaan BBM bersubsidi sudah bisa dihemat,” jelasnya.

Hingga kini Tubagus masih belum dapat menyebutkan secara rinci di wilayah mana saja pembatasan pendistribusian BBM bersubsidi ini akan dilakukan. Ia juga belum mengetahui berapa jumlah dispenser premium dan solar yang akan dikurangi dan diganti dengan dispenser BBM non subsidi.

“Itu semua kami serahkan kepada Pertamina. Begitupun juga untuk jatah volume BBM subsidi di kawasan elit pada setiap kotanya, itu Pertamina yang akan urus” katanya.

Seperti diketahui, awalnya pemerintah akan membatasi pendistribusian BBM bersubsidi di kawasan-kawasan elit di Indonesia mulai Oktober mendatang. Pembatasan konsumsi itu dilakukan dengan mengganti dispenser BBM bersubsidi di daerah-daerah elit tersebut dengan BBM non subsidi.

Selain itu, pemerintah juga masih menggodok pembatasan konsumsi BBM bersubsidi berdasarkan tahun pembuatan kendaraan. Jika kedua kebijakan ini diterapkan maka jumlah BBM bersubsidi yang dapat dihemat yaitu sekitar 800-850 juta KL per tahun.

YLKI: Semua Mobil Pribadi Dilarang Pakai Premium
Yayasan Lembaga Konsumsen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah bersikap tegas dengan melarang seluruh mobil pribadi menggunakan BBM bersubsidi seperti premium. Menurut Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, seluruh opsi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang digodok pemerintah, secara teknis akan sulit diterapkan di lapangan.

“Pemerintah ini nyalinya kecil, mencari berbagai untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, tapi sulit untuk diterapkan. Seharusnya pemerintah yang tegas memutuskan mobil pribadi tidak boleh pakai BBM bersubsidi,” ujar Tulus, Jumat (17/9/2010).

Tulus justru mempertanyakan keberpihakan pemerintah jika para pemilik mobil yang masuk golongan mampu masih terus mendapatkan BBM bersubsidi. “Masa tarif kereta api ekonomi yang digunakan masyarakat kelas bawah akan dinaikkan, sementara mobil pribadi masih disubsidi. Lalu di mana keberpihakan pemerintah?” katanya.

Ia pun menilai BBM bersubsidi sebenarnya hanya layak dikonsumsi oleh transportasi umum sehingga seluruh kendaraan pribadi termasuk motor seharusnya dilarang untuk menggunakan solar dan premium. Saat ini, 70 persen BBM bersubsidi habis dikonsumsi oleh kendaraan roda dua itu.

“Tapi karena pemilik motor belum tentu orang mampu dan secara politis ini juga sulit direalisasikan dalam waktu dekat, maka sebaiknya mobil pribadi dulu yang dilarang, baru motor. Jadi mau tidak mau memang harusnya kendaraan umum saja yang disubsidi,” jelasnya. (*/dtc/red)




Blog Stats

  • 3,242,738 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…