https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609

Maklumat Kaum Intelektualis Jakarta

Menyikapi wacana yang diangkat oleh International Summit 2010 pada tanggal 16-18 Desember 2010 yang akan datang di Jakarta dan pernyataan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia bahwa Kearifan Lokal Indonesia Bisa Menjadi Solusi Masalah Dunia, maka beberapa Peserta Seminar Militansi dan Intelektualisasi Sumber Daya Manusia Pertahanan Negara tanggal 4 Nopember 2010 berkenaan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2010, bersepakat membentuk KAUM INTELEKTUALIS JAKARTA, sebagai wujud tekad menindaklanjuti jiwa, semangat dan nilai2 yang melekat, guna peningkatan potensi pertahanan di bidang komponen pendukung Bela Negara, sekaligus mengajak segenap komponen bangsa untuk ber-sama2 memberdayakan masyarakat di lingkungannya masing2 untuk memperkuat jaringan Benteng-benteng Pancasila dan Benteng-benteng Kearifan Lokal demi Strategi Ketahanan Bangsa dan kokohnya pemahaman Bhinneka Tunggal Ika, di seluruh tanah air Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Jakarta Selatan, 18 Nopember 2010

(1) Pandji R Hadinoto, ForKom Indonesia Hijau, bersama (2) Arya R Numitta,  (3) Julia Ch Mt, (4) Deitje Kapoyos, (5)  Bagus Tatang Dewantoro, (6) Arimbi Dewi, (7) Ixdhie Sedjatie

HP : 0818284545, eMail : kijakarta@yahoo.com , kijakarta@gmail.com

Kamis, 18/11/2010 06:04 WIB
Laporan dari Austria
Pecahkan Masalah Bangsa, Ilmuwan Indonesia di Luar Negeri Pulang Kampung
Rangga Almahendra – detikNews


Wina – Puluhan ilmuwan Indonesia di luar negeri yang tergabung dalam wadah Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) merencanakan untuk ‘pulang kampung bersama’. Mereka akan bergabung dalam acara International Summit (IS 2010) yang digelar pada tanggal 16-18 Desember 2010 nanti di Jakarta.

Tentu saja kepulangan mereka ke Indonesia, bukan hanya untuk bernostalgia atau sekedar mengobati rasa rindu masakan Indonesia, tapi para ilmuwan tersebut akan berkumpul dan duduk bersama untuk mencari solusi permasalahan bangsa sesuai bidangnya masing masing.

Acara yang dimotori oleh organisasi I-4 dan Kementrian Pendidikan Nasional ini bermaksud untuk mengumpulkan kembali pahlawan pahlawan intelektual dan cendikiawan potensial Indonesia yang tersebar diseluruh dunia. Mereka adalah orang orang yang mungkin namanya tak pernah terdengar di telinga masyarakat tanah air, tapi berhasil mengharumkan nama Indonesia di luar negeri melalui prestasi intelektual dan keprofesiannya masing masing.

Beberapa ilmuwan Indonesia yang telah menyatakan hadir dalam kegiatan ini di antaranya adalah Prof Dr. Iwan Jaya Aziz dari Cornell University, Prof Dr Ken Soetanto dari Waseda University, Dr. Juliana Sutanto dari ETH Zurich, Dr. Yow – Pin Lim dari Brown University, Dr. Nelson Tansu dari Lehigh University.

Tak ketinggalan pula beberapa ilmuwan lainnya seperti Dr. Deden Rukmana dari Savannah State University, Dr. Darwis Khudori dari Le Havre University, Dr. Khoirul Anwar dari Japan Advanced Institute of Science and Technology, Dr. Irwandi Jaswir dari International Islamic University Malaysia, juga akan meramaikan kegiatan International Summit ini.

Menurut Wakil ketua I-4, Dr. rer. nat Johny Setiawan yang juga salah satu ilmuwan di Max Planck Institute, Germany, mengatakan, acara ini diharapkan dapat menyatukan kembali kekuatan potensi bangsa Indonesia di seluruh dunia untuk bangkit dalam membangun masa depan Indonesia. “Acara ini akan memberikan insipirasi dan harapan kepada generasi muda yang kelak akan melanjutkan pembangunan tanah air tercinta,” kata Johny pada detikcom.

Pertemuan International Summit ini sendiri akan terbagi dalam 11 cluster kajian untuk membahas permasalah yang lebih spesifik. Cluster kajian tersebut antara lain: Kedokteran dan Bioteknologi, Energi, Informasi dan teknik elektro, Pendidikan, Perencanaan wilayah dan lingkungan, Rekayasa Industri dan Robotika, Ilmu Sosial, Humaniora, Percepatan Pembangunan Ekonomi, Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Teknologi dan Ketahanan Pangan.

Koordinator Pelaksana Teknis IS 2010, Willy Sakareza, mengatakan International Summit 2010 merupakan perhelatan yang diharapkan menjadi sebuah titik awal komunikasi intensif antara ilmuwan ataupun professional Indonesia diberbagai bidang. Acara diskusi kajian ini sendiri akan terbuka untuk umum dan bisa diikuti siapa saja.

“Masyarakat yang tertarik mengikuti kajian dalam pertemuan ini dapat mendaftarkan diri secara on line melalui website http://www.is.i-4.or.id”, demikan ujar Sakareza.

Panitia juga mengundang berbagai pihak seperti akademisi, praktisi, pelajar di Indonesia dan luar negeri untuk mengikuti jalannya  International Summit tersebut, yang rencananya juga akan dipancarluaskan melalui jaringan Radio Perhimpunan Pelajar Indonesia (Radio PPI Dunia).

(mad/mad)

Baca Juga :

Senin, 18/10/2010 12:47 WIB
Menbudpar: Kearifan Lokal Indonesia Bisa Jadi Solusi Masalah Dunia
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta – Kementerian Budaya dan Pariwisata menawarkan Indonesia sebagai tempat bagi dunia untuk membahas kebudayaan. Local wisdom atau kearifan lokal Indonesia bisa dijadikan solusi bagi berbagai permasalahan dunia.

“Indonesia bisa dijadikan tempat dunia untuk membahas kebudayaan, karena Indonesia kaya dengan kebudayaan,” ujar Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Jero Wacik.

Hal ini dikatakannya dalam jumpa pers tentang “Wisdom 2010: World Conference on Culture, Education and Science and Colloqium in Honour of Dr Ann Dunham Soetoro and Prof Dr Mubyarto” di  Kementerian Budaya dan Pariwisata, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (18/10/2010).

Menurut Jero Wacik, jika dunia mengenal World Economic Forum (WEF) di Davios, Swiss, maka Indonesia menjadi pusat kajian Kebudayaan dunia.

“Penyelenggaraan WISDOM 2010 memang diarahkan sebagai batu loncatan menuju penyelenggaraan World Culture Forum (WCF) 2012 mendatang,” kata Jero Wacik.

Bagi Jero Wacik, Indonesia adalah gudang yang memiliki banyak local wisdom atau kearifan lokal yang menjadi akar budaya Indonesia.

“Kalau bisa diduniakan, itu akan bisa menjadi sumbangan penyelesaian masalah dunia,” jelasnya.

Salah satu yang bisa diambil pelajarannya tentang harmonisasi masyarakat di tengah keberagaman latar belakang suku, dan agama.

Sementara itu, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Sudjarwadi mengatakan, harmoni yang menjadi local wisdom Indonesia mengajarkan tentang hubungan yang baik antara sesama manusia, manusia dan alam, serta manusia dan sang pencipta. Sudjarwadi meyakini,  kearifan lokal memiliki potensi dan kekuatan yang sangat besar untuk menginspirasi sintesis keragaman karakter solusi masalah dunia dan Indonesia mempunyai ambisi untuk menciptakan harmoni di dunia.

“Pada gilirannya nanti memberi manfaat dalam meningkatkan mutu kehidupan Masyarakat dunia,” terangnya.

Rencananya, ‘Wisdom 2010: World Conference on Culture, Education and Science and Colloqium in Homur of Dr Ann Dunham Soetoro and Prof Dr Mubyarto’ akan dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 8 hingga 11 November 2010 dengan menghadirkan perserta 750 peserta dari 33 negara. (fiq/nwk)

Baca Juga :

Pujian Obama
Rabu, 10 November 2010 | 11:12

Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, Bhinneka Tunggal Ika sebagai pondasi yang bisa menjadi contoh pada dunia di abad 21.  Kalimat pujian ini dikatakannya saat memberikan public speech, di Universitas Indonesia  Rabu (10/11), dalam rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia.

“Bhinneka Tunggal Ika merupakan pondasi bagi pembangunan dan demokrasi. Itu bisa menjadi contoh kepada dunia,” ujarnya.

Presiden Obama melanjutkan, ada tiga area yang fundamental dalam pembangunan Indonesia. Yakni, development, demokrasi, dan religi.

Dalam demokrasi, Presiden Obama menyebut, Indonesia merupakan negara yang mengadopsi demokrasi dengan benar.  Obama juga menyatakan, dari Sabang hingga Merauke harus mampu menerapkan demokrasi.

Development dan demokrasi harus tumbuh beriringan di Nusantara,” kata Presiden Obama.  Kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan ibu negara, Michelle Obama, memang memberi kegembiraan tersendiri, bagi sebagian rakyat Indonesia.

Kalimat “Pulang kampung nih,” yang diucapkan Obama, seakan menjadi penanda presiden negara adidaya itu, tak melupakan negara bernama Indonesia, tempat dirinya pernah melewatkan masa kecilnya.

“Tak sangka, saya datang kembali ke Indonesia, sebagai Presiden Amerika Serikat,” ucap Obama.

Apapun hasil kunjungan kenegaraan ini nantinya, yang jelas, Indonesia memang negara yang tak pernah dipandang sebelah mata oleh Amerika Serikat.   Selain sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, juga karena keterikatan hubungan ekonomi dan finansial antardua negara.  Semoga, sosok Obama yang melewatkan masa kecil di Indonesia ini, memberi harapan baru bagi hubungan Indonesia-Amerika.

Jakarta


0 Responses to “Ki Jakarta”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,212,735 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: