18
Nov
19

Kenegarawanan : IndoJoang45 [10Nop19]

PIN KECIL

Hari Pahlawan 10 Nopember 2019 Tonggak Masa IndoJoang45 Menuju Indonesia Merdeka 100% Segera

https://jakarta45.wordpress.com/2019/11/05/primer17845-budaya-joang45-terapi-kontra-disrupsi-global-10-nopember-2019/amp/

*Tekad IndoJoang45 Ikut Turunkan*

*Angka Gini Ratio [BPS Maret 2019]*

https://www.bps.go.id/pressrelease/2019/07/15/1630/gini-ratio-maret-2019-tercatat-sebesar-0-382.html

*Angka ICOR Indonesia 2019 Tinggi [MenKeuRI]*

http://amp.kontan.co.id/news/icor-indonesia-masih-tinggi-menkeu-kualitas-pendidikan-dan-birokrasi-jadi-penyebab

GPA45@prh

05
Nov
19

PRIMER17845 : Budaya Joang45 Terapi Kontra Disrupsi Global [10 Nopember 2019]

monumen-pemberontakan-peta-di-blitar-1030x684

Suara Warga45

*Budaya Joang45 Terapi Kontra Disrupsi Global [10 Nopember 2019]*

KBBI Online merumuskan kata *dis·rup·si* sebagai *hal tercabut dari akarnya*

Fenomena alami disrupsi yang kini dan esok mendunia dan menasional memang tidak terhindarkan sehingga pilihannya diikuti pasrah menyesesuaikan diri namun perlu terus menjaga jatidiri 17 pusaka bangsa Indonesia agar NKRI tidak tercabut ikuti gelombang disrupsi global.

Adapun ke *17 Pusaka Bangsa Indonesia* tersebut adalah seperti

https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

Untuk itu adalah saat tepat Hari Pahlawan 10 Nopember 2019 tidak sekedar peringatan saja namun juga sebagai simbol tonggak perlawanan bangsa Indonesia perangi fenomena era disrupsi global dengan perkuatan alami sadar jatidiri bangsa Indonesia.

Salah satu cara adalah dengan sadari *Pahlawan Kombatan dan Non Kombatan* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2019/11/03/pahlawan-kombatan-dan-non-kombatan/amp/

Selebihnya adalah pengkokohan sadar *Kecerdasan Budaya Indonesia Merdeka 17845* sesuai

*Sistim Kecerdasan Budaya 17845 adalah Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka menapaki Visi Indonesia 2045 [rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19] bercirikan memiliki hasrat dan kemampuan untuk melestarikan diri, mensejahterakan diri dan berdaya saing ditengah-tengah kehidupan yang masih tetap memberlakukan hukum alam –survival of the fittest — yang bermakna hanya yang kuat yang lestari, yg lemah akan tersingkir dan punah.* [Wijoyo Suyono, Jenderal TNI Purn, 23Okt19]

https://jakarta45.wordpress.com/2019/10/06/cultural-quotient-17845-primer-pejoang-republik-indonesia-merdeka/amp/

Tidak berkelebihan kiranya bilamana Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45) saatnya kini mengajak generasi milenial Indonesia ber-sama2 terus bergerak sebagai *Pejoang Republik Indonesia Merdeka 100% (PRIMER 100%)*

Jakarta, 5 Nopember 2019

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto GPA45
NRI 2001483370
http://www.jakarta45.wordpress.com

RUJUKAN HISTORIS

Pertempuran Surabaya – Wikipedia bahasa Indonesia …
id.wikipedia.org › wiki › Pertempuran_Surabaya

Pertempuran Surabaya 10 November 1945 – Wawasan Sejarah
wawasansejarah.com › pertempuran-surabaya

9 November 1945, Ultimatum Sekutu Picu Pertempuran …
nasional.kompas.com › News › Nasional

peristiwa 10 november 1945 disurabaya disebabkan adanya …
brainly.co.id › Sekolah Menengah Pertama ›

Inilah Ultimatum Sekutu Kepada Rakyat Surabaya – Historiana …
http://www.jpnn.com › Historiana

Renungan Sekilas Pertempuran Surabaya 10 November 1945
http://www.harisantri.id › artikel › renungan-sekilas-pertempuran-surabaya-10-n

[PDF]BAB II SEJARAH RESOLUSI JIHAD 1945 A. Latar Belakang …
digilib.uinsby.ac.id › …

Resolusi Jihad NU dan Perang Empat Hari di Surabaya
http://www.nu.or.id › post › read › resolusi-jihad-nu-dan-perang-empat-hari-di-s…

Detik-detik Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama dan Pertempuran …
http://www.nu.or.id › post › read › detik-detik-resolusi-jihad-nahdlatul-ulama-da…

[PDF]BAB II SEJARAH RESOLUSI JIHAD 1945 A. Latar Belakang …
digilib.uinsby.ac.id › …

03
Nov
19

PAHLAWAN KOMBATAN DAN NON KOMBATAN

Untitled-1

Suara Warga45

PAHLAWAN KOMBATAN DAN NON KOMBATAN

Gelar Wicara WIRAWATI CATUR PANCA 1 Nopember 2019 di Jakarta Convention Center, telah menegaskan keberadaan Pahlawan Kombatan Perang Kemerdekaan 1945-49 dan Pahlawan Non Kombatan Pasca Perang Kemerdekaan 1950-skrg.

Sesungguhnya kePahlawanan Kombatan dan Non Kombatan adalah berpasangan untuk memenangkan Perang Kemerdekaan 1945-49 itu.
Namun kePahlawanan Non Kombatan di era Pasca Perang Kemerdekaan adalah lebih fokus kepada upaya2 pengisian, penegakan, pembelaan, penguatan dan pemantapan makna Kemerdekaan itu sendiri agar cita2 Merdeka 100% terpenuhi sebagaimana aspirasi para Pemuda45 dari Jl Menteng 31, Jakarta (sekarang Jl Menteng Raya 31, Jakarta Pusat).

Rekam jejak Merdeka 100% itu pernah dialami bumi Nusantara 1395 tahun (hampir 14 abad) yaitu sejak berdirinya Salakanegara 130M s/d runtuhnya Majapahit 1525M yang memberikan wujud nyata berupa keberjayaan Nusantara yang diakui dunia.

Dalam pengertian inilah maka Visi Indonesia 2045 [rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8 Januari 2019] menuju Indonesia Berjaya perlu disikapi konstruktif oleh para Pemangku Joang45 atau Pejoang45 Jaman NOW, semoga dengan demikian muncullah juga para Pahlawan Non Kombatan Indonesia Jaya.

Adapun peran serta kepejoangan Generasi Penerus Angkatan45 yang diharapkan kini adalah sebagai Komponen Pendukung yang efektif dan produktif kontra perang NirMiliter spt ProxyWar atau Perang Modern oleh pihak2 kontra NKRI.

Dan jelang Hari Pahlawan 10 Nopember 2019, bijak juga dikenang lirik lagu2 ciptaan pelaku Joang45 atau Kombatan45 di medan laga Pertempuran Surabaya 10-30 Nopember 1945 sebagai berikut :

GUNUNGSARI
Lirik : Abussaleh TRIP

Kawanku semua,
Tengoklah dimedan laga
Darah kawanmu mengalir dan membasahi
Bumi persada Ibu Pertiwi

Gunungsari, gunungsari
Tampak kenangan suci
Kita siap, kita sedia
Membalas menuntut bela!

TEMANKU PAHLAWAN
Lirik : Suwandi & Abussaleh TRIP

Teringatku kan padamu Pahlawan Indonesia
Waktu kau hendak kembali ke-alam baka,

Terbayang roman mukamu yang suci dan berseri
Sa’at tiba kau menghadap ke hadirat Illahi

Dengan tulus dan ikhlas kau korbankan jiwamu
Kau basahi bumi dengan darah ksatria-mu

Tak akan lenyap jasamu daripada ingatan
Perjuangan ku-teruskan sampai ke akhir zaman

(Sumber : Seratus Hari Di Surabaya Yang Menggemparkan Indonesia, Dr H Roeslan Abdulgani, Arsip DHC45 JakSel, GOR Bulungan)

Jakarta, 2 Nopember 2019

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto GPA45
NRI 2001483370
http://www.jakarta45.wordpress.com

Pertempuran Surabaya – Wikipedia bahasa Indonesia …
https://id.wikipedia.org › wiki › Pertempuran_Surabaya

Peristiwa 10 November 1945 – Aswata Asuransi Terpercaya
https://www.aswata.co.id › berita › yang-terbaru › 266-peristiwa-10-nove.

Kisah Heroik Arek Suroboyo Melawan Sekutu di Pertempuran …
https://kumparan.com › kumparannews › kisah-heroik-arek-suroboyo-mel…

Inggris Ngamuk dan Republik Remuk dalam Pertempuran …
https://tirto.id › inggris-ngamuk-dan-republik-remuk-dalam-pertempuran-s..

Pertempuran Surabaya 10 November 1945 – Wawasan Sejarah
wawasansejarah.com › pertempuran-surabaya

Akhir Pertempuran Surabaya – Historia
https://historia.id › Militer

Ini yang Anda Belum Ketahui tentang Pertempuran 10 …
https://travel.kompas.com › Travel › Travel Story

Ini Akhir Dramatis Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
https://www.merdeka.com › peristiwa › ini-akhir-dramatis-pertempuran-10…

Kisah Kibasan Serban Kiai Abbas di Pertempuran Surabaya …
https://www.liputan6.com › Regional › Jawa Barat

“PERTEMPURAN SURABAYA 1945” by Arisandi Putra …
https://www.youtube.com › watch

FILM PERJUANGAN SURABAYA 1945 “MERDEKA ATAU …
https://www.youtube.com › watch

latar belakang peristiwa pertempuran 10 november 1945
smkn12malang.sch.id › latar-belakang-peristiwa-pertempuran-10-novemb

Di Balik Dahsyatnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945
https://malangvoice.com › Nawak Ewed

Mbah Ali dan Dua Nyawanya dalam Pertempuran Surabaya …
https://www.goodnewsfromindonesia.id › Opini › Sejarah

10 November, Kala Bung Tomo Beri Inggris Neraka di Surabaya
https://www.suara.com › lifestyle › male

29
Oct
19

Penegasan Nawa Sumpah Pemuda 2015, GPA45/DHC45JakSel/28Okt19

SW41000033_1910291109000(1)

MAKLUMAT PEMUDA INDONESIA 2015. Nawa Sumpah PEMUDA 28 Oktober 2015

Kami putra dan puteri Indonesia mengaku

1) bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia,

2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia,

3) berbahasa persatuan, bahasa Indonesia,

4) berideologi yang satu, Pancasila,

5) berkonstitusi yang satu, Undang Undang Dasar 1945,

6) bernegara yang satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia,

7) berbendera persatuan bangsa, Bendera Merah Putih.

8) berbudaya kebangsaan yang satu, Bhinneka Tunggal Ika

9) berketahanan hidup yang satu, keseimbangan lingkungan hidup nasional dan global.

Rangkaian dan prakarsa ini dibuat di Jakarta diantaranya oleh:

1) Pandji R Hadinoto, 2) Henky Sutanto, 3) Peter J Manoppo, 4) R Urip K, 5) Greg Wisnu Rosariastoko, 6) John S Keban, 7) Harry Sorongan, 8) D Roy Wijaya, 9) Mukhlis Pane, 10) Datu ARN Hajarudin Al Nusantara, 11) Surya P Simatupang, 12) Zafir MA Pontoh, 13) Royono R Murad, 14) Rahmat Hamka, 15) Nanang RI Iskandar, 16) Arif Susanto, 17) Hj Endang Sulistyorini, 18) Lasman Siahaan, 19) Andre Lukman, 20) Agus Surya, 21) Hartsa Mashirul, 22) Din Syafaruddin Osman, 23) Maizal Alfian, 24) Winarsih Dewi, 25) DP Yoedha, 26) M Taufik Budiman, 27) Andri Maha Putra, 28) Yana Sopyan, 29) Tri LS Boedjonagoro, 30) Djoenarsono Bardosono, 31) Swastiarso Herry Putranto, 32) Salamuddin Daeng, 33) Hamaydi Harahap, 34) Yessy Anwar, 35) Konrad Rumantir, 36) Adlis Yunus, 37) Wiwik Maskat, 38) Corry Maskat, 39) Rustammy Atmo, 40) H Buchari A Rachman, 41) Agus Jabo P, 42) Ari Mulia Subagja, 43) Cuk Conk Narasipati, 44) M Zulfi Azwan, 45) Budhy Waluyo, 46) Guntur M Soesilo, 47) Bogie Y Swara, 48) H Onny Sanwani, 49) Nandang Darana, 50) Effendi Batubara, 51) Anwar Arifin, 52) Soeyono, 53) Ruspadi, 54) Marzuki Bratawardani, 55) Soekarno, 56) Ribawanto Suyoso, 57) Iqbal D Hutapea, 58) Antonia Oendoen, 59) Hari Setiawan, 60) Bob Novandy,61) Moerjono, 62) ignatius A Wirawan Nugrohadi, 63) Alex Paath, 64) Syarifudin Taher, 65) Moch Efendi, 66) Krisdaryadi FP, 67) Hariyanto Bhakti, 68) Haryono Kartohadiprodjo, 69) Binsar E Hutabarat, 70) Yasri P Hanafiah, 71) Barnabas Kumay, 72) Teddy Syamsuri, 73) Irwan Lubis, 74) Fatony, 75) Tri Asmiyanto, 76) Hasolongan Siregar, 77) Mohd Amin Nabu, 78) Djoko Saliyono, 79) Rusnadi, 80) Toni Pangaribuan, 81) Sabda M Holil, 82) Suta Widhya, 83) Sharieff Hudson, 84) Harry Suhardjo, 85) Suljana Wirata, 86) Yance Pangalila, 87) Lilik Sulistiyo, 88) Omar SI Ratulangie, 89) Andriansyah Saputra, 90) Gus Sholeh, 91) Rafeldi R Rauf, 92) Harsya Wardhana, 93) Rahmadi, 94) Agus Widodo, 95) Max M Sasia, 96) Soedarso Djojonegoro, 97) Sabrot Malioboro, 98) Tjuk Sukiadi, 99) Daniel Rosyid, 100) Boedi Wibowo. (iza/rur)

*Nawa Sumpah Pemuda 2015, Surabaya*

https://jakarta45.wordpress.com/2015/11/19/nawa-sumpah-pemuda-2015-surabaya/amp/

21
Oct
19

Kenegarawanan : Mekarsari Rekomendasi RenStra 45 / 19Okt19

dhn-451

REKOMENDASI POKOK2 RENSTRA
RaKerDa DHD45 Jakarta 12Nop19

Tema : MEKARSARI Menguatkan Karakter Bangsa Republik Indonesia

Kompatibilitas : Pembangunan Sumber Daya Manusia [Pidato Presiden 20Okt19]

PAKET ARAHAN-B / 19Okt19

Aspirasi DHC45 JakSel ke RaKerDa DHD45 Jakarta 12Nop19

TuPokSi : Pemangku Joang45

Visi : Indonesia 2045 BPPN 8Jan19

Misi : Pembudayaan Kejoangan45

Orientasi Misi : StraHanSa

*Strategi Ketahanan Bangsa* [H.R. Soeprapto, KetUm DHN45 2001-09] kini dan esok yang perlu dicermati berkelanjutan berkait Kehidupan-kehidupan
1) Keagamaan tidak Rawan
2) Ideologi tidak Retak
3) Politis tidak Resah
4) Ekonomis tidak Ganas
5) Sosial Budaya tidak Pudar
6) HanKamNas tidak Lengah
7) Ekologis tidak Gersang

1) Viralkan

1.1 mp3 Mars Angkatan45

1.2 mp3 Pejoang45

Konteks : StraHanSa-5

2) Kampanyekan

2.1 Nawa Sumpah Pemuda 2015
Konteks : StraHanSa-3

https://jakarta45.wordpress.com/2015/11/19/nawa-sumpah-pemuda-2015-surabaya/amp/

2.2 Konstitusi Pro Pancasila
[1Jun16]
Konteks : StraHanSa-2, 4

2.3 17 Wisata Joang45 JaBoDeTaBek
[17Apr19]
Konteks : StraHanSa-5

2.4 17 Pusaka Bangsa Indonesia
[17Jul19]
Konteks : StraHanSa-5

https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

2.5 PANDEKAR Indonesia
Konteks : StraHanSa-2, 4

PANCASILA Merdekakan Rakyat (PANDEKAR) INDONESIA

https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/27/kenegarawanan-pandekar-indonesia/amp/

2.6 Cultural Quotient 17845 PRIMER
Konteks : StraHanSa-5

*Sistim Kecerdasan Budaya 17845 Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka Menapaki Visi Indonesia 2045 [Rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19]*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/10/06/cultural-quotient-17845-primer-pejoang-republik-indonesia-merdeka/amp/

2.7 Peduli Lingkungan Hidup
Konteks : StraHanSa-7

3. Kiprahkan DikLat Kompetensi
Konteks : StraHanSa-5

4. Kelola Arsip45 u/ ANRI
Konteks : StraHanSa-5

5. TMP45 u/ GPA45
Konteks : StraHanSa-5

6. RUU Badan Pembudayaan
Kejoangan45

7. Pemugaran Rumah Dr Moewardi
Konteks : StraHanSa-5

8. Replika Rumah Proklamasi 17845
Konteks : StraHanSa-5

9. Rilis Tahunan Penjuru Performa
Kenegaraan Indonesia
Konteks : StraHanSa-3

Silahkan dilanjutkan daftarnya, nanti 27Okt19 juga dibahas bersama lagi

9Okt19@prh/rev17Okt19

*PAKET ARAHAN-A / 18Des18*

ASPIRASI DHC45 JakSel

GENERASI PENERUS ANGKATAN 45 (GPA45) ANTISIPASI PERANG NIRMILITER ABAD 21

PREPOSISI‎ Peran *GPA45* sesuai penegasan pada Anggaran Dasar Badan Pembudayaan Kejoangan 45 Musyawarah Nasional XII/2006 adalah komitmen terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan tidak mengkhianatinya serta secara sadar ikut mengamalkan dan menggelorakan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejoangan45.

Dalam pengertian tersebut, maka bijaklah dirujuk juga Materi Pendukung Pembudayaan ‎Jiwa, Semangat, Nilai-Nilai Kejoangan 45 [DHN45, 20 Mei 2005] dan Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 [DHN45, 1995] terutama ketika menghadapi situasi dan kondisi peningkatan Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan (ATHG) terekspos oleh intensitas Perang Nir Militer seperti Proxy War / Asymetric War oleh pihak2 kontra Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kesadaran yang merata dan mendalam tentang peran JSN45 oleh para peserta MusDa DKI DHD45 Jakarta 17 Desember 2018 menjanjikan komitmen yang tinggi untuk senantiasa dikomunikasikan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pembekalan bagi Ketahanan Nasional (TanNas) terutama dalam menjembatani penguatan bagi kesadaran nasional generasi milenialis NKRI

‎Peran serta GPA45 memperkuat kesadaran nasional ini semoga antisipatif terhadap proyeksi bonus demografi 2030an yang akan datang [KesBangPol DKI Jakarta, 17 Desember 2018] .

Untuk memperkuat motivasi GPA45 berkiprah, maka diperlukan dukungan berupa ‎ BINA KADER‎ GPA45 yang meliputi dan tidak terbatas seperti

1) Program Komunikator JSN45 diaktivasi kembali cakupi
juga Bela Negara / TanNas / KeIndonesiaan / Karakter Bangsa berarahan Bina Komponen Pendukung dan/atau Komponen Cadangan UU Pertahanan Negara

2) Program ‎Bambu Kuning GPA45

3) P‎rogram Baju Seragam GPA45

4) Program Plakat Rumah GPA45

5) Pusat Pendidikan & Latihan Khusus GPA45

Sementara itu dukungan BINA ORGANISASI akan juga memantapkan kiprah GPA45 seperti

1) Program Joangkan Aktivasi UUD45 LNRI 75/1959 +. Adendum2nya sesuai keperluan NKRI kini & esok

2) Program Insentif GPA45 seperti potongan2‎ bagi PBB, Perjalanan Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat Terbang dan Bis Antar Kota dan Kartu Diskon Belanja serta Kartu Sehat

3) Program Perempuan / Sosial Budaya seperti pengkayaan masyarakat pencinta‎ Kuliner lokal

‎4) Program Kepemudaan seperti‎ Peringatan Hari2 Nasional dan Lomba2 Kreatifitas

‎5) Program Kebangsaan seperti Forum Group Discussion dan Pendataan potensi GP45 dari KelBes Pejoang45

Selebihnya dengan terpilihnya kepengurusan DHD45 Jakarta 2018-2023 diharaphan budaya keorganisasian membaik dan lebih berdaya bagi kepentingan publik.

Jakarta, 18 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
DHC45 Jakarta Selatan
http://www.jakarta45.wordpress.comh

PANITIA PERUMUS REKOMENDASI RENCANA STRATEGIS DHD45 Jakarta

DHC45 JakSel, 19 Oktober 2019

01) Pandji R Hadinoto *
02) Darmawan *
03) Letty Ismet D *
04) Tjitrawati Hendraningrat *
05) Edos C Firdaus **
06) Trie Erniyati **
07) Sigid Sonhadi **
08) Riyoko Gunandi *
09) Raharjo **
10) Endang Raharjo *
11) Rosmiyati **
12) Umi Lestari **
13) Suta Widhya **
14) Wiwik Maskat **
15) Arnez N Santoso *
16) Sylvia Soeprapto *
17) Robert Sinaga **
18) Fenny Luckyharti **
19) S Helmi **

Catatan :
* Fungsionaris WanPar DHD45 Jkt
** Partisipan TJ45 / DHC45 JakSel

PIDATO PRESIDEN RI
PADA SIDANG PARIPURNA MPR RI
DALAM RANGKA
PELANTIKAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TERPILIH
PERIODE 2019-2024
Jakarta, 20 Oktober 2019

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati para Pimpinan dan seluruh anggota MPR RI;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ibu Hj Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia;

Yang mulia yang saya hormati kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat;
Yang saya hormati para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara;
Dan tentu saja, sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, para tamu yang saya hormati;
Bapak, Ibu, Saudara-Saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Mimpi kita, cita-cita kita, di tahun 2045, pada satu abad Indonesia merdeka, mestinya Insya Allah Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah, Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.
Itulah target kita. Itulah target kita bersama.
Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun dollar AS dan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana.
Kita sudah hitung-hitung, kita sudah kalkulasi. Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai.
Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus
mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru.
Namun, semua itu tidak datang otomatis. Tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat. Harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif.
Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang sangat kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Harusnya, inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya.
Ini cerita sedikit. Lima tahun yang lalu, tahun pertama saya di istana, saya mengundang pejabat dan masyarakat untuk halal-bihalal. Protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun pertama, saya ikut.
Tahun kedua, ada halal-bihalal lagi. Protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi.
Langsung saya bisik-bisik, saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, ini akan menjadi kebiasaan, di titik itu lagi. Dan itu akan dianggap sebagai aturan. Dan kalau diteruskan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.” Duduknya apa, berdirinya di situ terus. Ini yang namanya monoton dan rutinitas.
Sekali lagi, mendobrak rutinitas adalah satu hal dan meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas kita. Jangan lagi kerja kita berorientasi pada proses, tapi harus berorientasi pada hasil, hasil yang nyata.
Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat.
Saya sering mengingatkan kepada para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati pembangunan.
Sering kali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai.
Kalau ditanya, jawabnya “Programnya sudah terlaksana, Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya.
Sekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya. Yang utama itu adalah hasilnya.
Dan cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Di situ ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent.
Dan saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi kita itu menjamin agar manfaat program itu dirasakan oleh masyarakat.

Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya banggakan,
Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.
Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. Ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja.
Tapi akan menjadi kesempatan besar, peluang besar, jika kita mampu membangun SDM yang unggul. Dan dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan didukung oleh ekosistem ekonomi yang kondusif.
Oleh karena itu, lima tahun ke depan yang ingin kita kerjakan:
Yang pertama, pembangunan SDM. Pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita.
Membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan kita.
Itu pun, tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita.
Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.
Yang kedua, pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan.
Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.
Yang ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita pangkas.
Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yang pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Yang kedua, UU Pemberdayaan UMKM.
Masing-masing UU tersebut akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.
Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus.
Yang keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran.
Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong.
Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa enggak kebanyakan?
Saya akan minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.
Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat, para birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.
Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sakali lagi saya pastikan, pasti saya copot.
Pada akhirnya, yang kelima adalah transformasi ekonomi.
Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dan atas nama seluruh rakyat Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Drs Muhammad Jusuf Kalla yang telah bahu-membahu menjalankan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga-lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal pemerintahan selama 5 tahun ini, sehingga dapat berjalan dengan baik.
Mengakhiri pidato ini, saya mengajak baapak, ibu, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air untuk bersama-sama berkomitmen:
Pura babbara’ sompekku…
Pura tangkisi’ golikku…
Layarku sudah terkembang…
Kemudiku sudah terpasang…
Kita bersama, menuju Indonesia maju!!!
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga Tuhan Memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Jokowi Sampaikan 5 Program Kerja di Pidato Pelantikan Presiden
Tempo.co Amirullah
Diterbitkan : 16.38, 20/10/2019

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato usai dilantik di gedung MPR, pada Ahad, 20 Oktober 2019. Ia membeberkan lima program yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis,” kata Jokowi.

Program kedua yang Jokowi utarakan adalah meneruskan pembangunan infrastruktur. “Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat,” ucap dia.

Ketiga, Jokowi juga akan fokus menyederhanakan segala regulasi. Ia pun bakal mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar, yakni UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Nantinya, kata Jokowi, masing-masing UU itu akan menjadi omnibus law, di aman satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.
“UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja, langsung direvisi sekaligus, yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi,” kata Jokowi.

Hal keempat yang Jokowi akan kerjakan adalah penyederhanaan birokrasi. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja bakal diprioritaskan.
“Prosedur yang panjang harus dipotong, birokrasi yang panjang harus kita pangkas,” ucap Jokowi. Ia bahkan mengancam akan pecat menteri-menterinya nanti jika tidak serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

Kelima adalah transformasi ekonomi. Jokowi berpesan Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern, yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran.

06
Oct
19

Cultural Quotient 17845 PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka

IMG_4158

Suara Warga45

Cultural Quotient 17845 PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka

Sistim Kecerdasan Budaya 17845 adalah Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka menapaki Visi Indonesia 2045 [rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19] bercirikan memiliki hasrat dan kemampuan untuk melestarikan diri, mensejahterakan diri dan berdaya saing ditengah-tengah kehidupan yang masih tetap memberlakukan hukum alam –survival of the fittest — yang bermakna hanya yang kuat yang lestari, yg lemah akan tersingkir dan punah.[Wijoyo Suyono, Jenderal TNI Purn, 23Okt19]

1) 17 Tatanilai Operasional JSN45
[Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45, 1995]

1.01 Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
1.02 Jiwa dan Semangat Merdeka
1.03 Nasionalisme
1.04 Patriotisme
1.05 Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka
1.06 Pantang mundur dan pantang menyerah
1.07 Persatuan dan kesatuan
1.08 Anti penjajah dan penjajahan
1.09 Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri
1.10 Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya
1.11 Idealisme kejuangan yang tinggi
1.12 Berani, rela dan ikhlas berkurban untuk tanah air, bangsa dan negara
1.13 Kepahlawanan
1.14 Sepi ing pamrih rame ing gawe
1.15 Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan
1.16 Disiplin yang tinggi
1.17 Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman , tantangan, hambatan dan gangguan

2) 8 Tatanilai Kepemimpinan Nusantara
[Hasta Brata]

2.1. Mahambeg Mring Kismo, Sebagai seorang pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Bumi. Bumi itu sabar, memberi kepada sipapun, menumbuhkan, merubah busuk menjadi subur, tempat membuang segala hal baik ataupun buruk.
2.2. Mahambeg Mring Warih,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti air. Air memberi kesejukan, ketentraman, selalu turun/mengarah ke bawah.
2.3. Mahambeg Mring Samirana,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan Angin. Angin selalu ada di mana – mana di setiap tempat, adil tidak membeda – bedakan, angin memberikan rasa nyaman/kesejukan.
2.4. Mahambeg Mring Candra, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat sifat keutamaan seperti Bulan. Bulan mampu mberikan penerangan secara lembut, memberi keindahan, adil bagi semua orang.
2.5. Mahambeg Mring Surya,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Matahari.Matahari Memberi penerangan, sinarnya menghidupkan, ada ketegasan dan adil.
2.6. Mahambeg Mring Samodra, Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Laut/Samudra. Laut/Samudraluas bak tak bertepi, demikian juga hati dan pikiran pemimpin. Laut menerima apapun yang dibuang manusia ada kesabaran dan kasih sayang yang tak terbatas.
2.7. Mahambeg Mring Wukir,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Gunung. Gunung mempunyai sifat yang kuat, kukuh, konsisten, indah.
2.8. Mahambeg Mring Dahana,
Sebagai pemimpin diharapkan memiliki sifat – sifat keutamaan seperti Api. Api mampu membakar, tegas namun juga bisa hangat.

3) 45 Tatanilai Pengamalan
[Tap MPRRI No. 1/2003]

3.1 Butir-Butir Sila Ke-1 Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa

1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketaqwaannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Manusia Indonesia percaya dan taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa.
6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

3.2 Butir-Butir Sila Ke-2 Pancasila: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengakui persamaan derajad, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturrunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
10 Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain

3.3 Butir-Butir Sila Ke-3 Pancasila: Persatuan Indonesia

1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.

3.4 Butir-Butir Sila Ke-4 Pancasila: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama.
2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
6. Dengan i’tikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.

3.5 Butir-Butir Sila Ke-5 Pancasila: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
9. Suka bekerja keras.
10 Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11 Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Jakarta, 5 Oktober 2019

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto GPA45
KaWanPar DHD45 Jakarta
NRI 2001483370
http://www.jakarta45.wordpress.com

Menyambut 5 Oktober 2019

Riwayat TENTARA KEBANGSAAN RI

*Dari BKR menjadi TNI, 9x Ganti Nama*

https://m.tribunnews.com/amp/nasional/2017/10/05/sempat-9-kali-berganti-nama-inilah-nama-angkatan-bersenjata-indonesia-sebelum-menjadi-tni?page=2

RUJUKAN

*Badan Keamanan Rakyat [22Aug45]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Badan_Keamanan_Rakyat

*Tentara Keamanan Rakyat [5 Oktober 1945]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Keamanan_Rakyat

*Tentara Keselamatan Rakyat [7Jan46]*

https://www.google.com/search?q=tentara%20keselamatan%20rakyat

*Tentara Republik Indonesia [26Jan46]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Republik_Indonesia

*Tentara Nasional Indonesia [3Jun47]*

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tentara_Nasional_Indonesia

GPA45@prh

Hastabrata: Filosofi Kepemimpinan Kompleks dan Ideal

Rilis 14 Desember 2012, 13.08 Oleh: 0

Hastabrata sendiri berasal dari bahasa Sansekerta. Hasta artinya delapan dan Brata yaitu perilaku atau tindakan pengendalian diri. Hastabrata melambangkan kepemimpinan dalam delapan unsur alam yaitu bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Tiap unsur Hastabrata mengartikan tiap karakteristik ideal dari seorang pemimpin.

Kepemimpinan memang memiliki keunikan tersendiri untuk didiskusikan. Seperti yang dilakukan oleh tim Action Plan SP2MP di GSP beberapa waktu yang lalu pada Workshop Kepemimpinan Hasta Brata: Mengusung Kembali Kepemimpinan Berbasis Kearifan Lokal dengan 100 peserta.

Workshop Hasta Brata memberikan suguhan acara menarik dari segi konsep hingga tata kegiatan. Tidak hanya materi dan diskusi, peserta juga mendapatkan simbolisasi Hastabrata melalui pertunjukan seni teatrikal mengenai unsur kepemimpinan Hastabrata.

Sejarah Hastabrata
Istilah Hastabrata berasal dari kitab Hindu berbahasa Sansekerta, Manawa Dharma Sastra. Konsep Hastabrata dalam kitab tersebut bahwa pemimpin kekaisaran bertindak sesuai dengan karakter para dewa. Hastabrata pun menjadi tolok ukur sebuah kepemimpinan di masa itu.

Ketika agama islam memasuki pulau Jawa, nilai-nilai luhur para dewa sebagai unsur Hastabrata pun disesuaikan dengan prinsip Islam.Pengaruh Islam sebagai agama monoteisme mengubah konsep dewa-dewa di Hastabrata menjadi delapan unsur alam. Keberadaan Hastabrata sebagai kearifan lokal muncul dalam beberapa kitab kuno dan naskah. Transformasi sifat-sifat dewa menjadi delapan unsur alam sendiri tercatat dalam naskah Pustakaraja Purwa.

Nilai Luhur Hastabrata
Berikut merupakan delapan unsur alam kepemimpinan Hastabrata:

1. Bumi
Sebagai tempat kehidupan, bumi menyediakan semua kebutuhan dasar makhluk hidup. Bumi merupakan tempat yang kokoh dan senantiasa memberi pada semua makhluk. Seperti bumi, pemimpin harus mampu untuk memberi dan kokoh. Memberi tanpa pamrih pada masyarakat yang ia ayomi dan menjadi tempat pertama yang bisa diandalkan.

2. Matahari
Lewat cahaya matahari makhluk di bumi mampu hidup dan beraktivitas. Senantiasa mendapat energi dari matahari, memungkinkan makhluk hidup untuk tumbuh dan berkembang. Pemimpin memberi energi berupa visi, tujuan, dan alasan untuk setiap tindak keputusan. Memberi seperti matahari adalah memberi dengan terus menerus, hingga ia tidak menyadari bahwa telah berbuat banyak untuk orang lain.

3. Api
Api memiliki hukum yang jelas, ia membakar apa saja yang menyentuhnya. Walaupun bersifat merusak, ia merupakan unsur alam paling adil di antara yang lain. Sifat api yang spontan namun stabil mencerminkan keberanian dan keyakinan kuat. Berani dan yakin untuk ‘menghancurkan’ masalah-masalah yang timbul di kemudian hari. Selain itu, sifat api yang muncul ketika menghadapi masalah juga merepresentasikan ketegasan dalam pengelolaan serta keberanian mengambil keputusan.

4. Samudra
Hilir untuk semua sungai. Padahal tidak semua sungai membawa air yang bersih. Walaupun begitu, samudra menerima air dari sungai manapun, entah itu kotor atau bersih. Seperti samudra, pemimpin adalah sosok yang membuka mata dan pkiran secara luas. Menerima pendapat dari sekitar sebagai tanda respek seorang pemimpin pada orang lain.

Samudra juga mengolah semua konten air sungai di kedalaman airnya. Begitu juga dengan pemimpin. Ia tidak menelan mentah-mentah masukan yang datang. Dengan memikirkan baik-baik semua pendapat yang ada, pemimpin mampu mendapatkan pengetahuan baru dari sekitarnya.

5. Langit
Berbeda dengan horison atau kaki langit, karena horison hanya ilusi optik dari keterbatasan organ sensoris manusia. Langit merupakan sebenar-benarnya atap bagi bumi. Langit adalah cakrawala. Ia adalah simbol bagi luasnya ilmu pengetahuan. Sosok yang menyimbolkan langit memiliki kompetensi, kemampuan, dan kecakapan yang dapat diajarkan pada orang lain.

6. Angin
Angin dapat berhembus di mana saja. Ia terbentuk ketika ada perbedaan tekanan udara. Pemimpin yaitu seseorang keberadaan dan pengaruhnya bisa dirasakan oleh sekitarnya. Keberadaan pemimpin bukan sebagai simpol dari kekuasaan. Ia adalah orang yang terjun menghadapi masalah dan peduli pada kondisi yang dihadapi.

7. Bulan
Bulan hanya bisa dipandang di malam hari. Ketika memandang bulan, ada rasa damai dalam gelap. Pemimpin harus menjadi sosok yang memberikan kedamaian pada sekitarnya. Rasa damai yang nyaman dan membuat hati gembira.Juga memberikan harapan pada sekitar ketika semua kondisi memberikan keputusasaan.

8. Bintang
Satu unsur alam paling indah yang dapat dilihat ketika malam. Tidak hanya indah, ia memberikan arah mata angin pada mereka yang membutuhkan. Pemimpin menjadi pengarah dan pedoman bagi lingkungannya. Menjadi pengarah artinya menjadi sebuah inspirasi bagi yang lain. Menjadi inspirasi artinya pemimpin memiliki satu prinsip dasar yang menjadi ruh kepemimpinannya.

Kompleks dan Ideal
Hastabrata merupakan satu dari filosofi kepemimpinan paling kompleks yang ada saat ini. Tidak hanya kompleks, Hastabrata dengan membawa filosofi Jawa membawa beberapa kelebihan sebagai satu konsep kepemimpinan. Dengan semua sifat di atas, pemimpin dengan delapan karakteristik Hastabrata merupakan membawa ciri kepemimpinan paling ideal.

27
Sep
19

Kenegarawanan : Pandekar Indonesia

bela-pancasila-300x350

Suara Warga45

PANDEKAR INDONESIA

Memperingati Pidato Presiden Sukarno 30 September 1960 di PBB New York berjudul To Build The World A New tentang Pancasila, Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 1965 dan Hari Tentara Keamanan Rakyat 5 Oktober 1945, serta mencermati ikhwal *Lintasan Sejarah Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/17/kenegarawanan-lsi-lintasan-sejarah-indonesia/amp/

berpeta periodesasi sebagai berikut

1) Periode Peradaban Tatar Sunda

2) Periode Pergerakan Nusantara (130M – 1908M)

2.1 Era Merdeka 100% (130M- 1500M)

2.2 Era Merdeka Terbatas-1 (1500M – 1908M)

3) Periode Merdeka Terbatas-2 (1908M – 1945M)

3.1 Era Pergerakan Nasional (1908M – 1928M)

3.2 Era Perintisan Kemerdekaan (1928M – 1945M)

4) Periode Peraihan Daulat NKRI (1945M – 1950M)

5) Periode Daulat Kemerdekaan (1950M – sekarang)

Maka dipandang perlu membekali anak2 bangsa Indonesia tentang *PANDEKAR (Pancasila Merdekakan Rakyat) Indonesia* berdasarkan uraian *Pancasila Dalam Lintasan Sejarah*

https://www.academia.edu/38153415/PANCASILA_DALAM_LINTASAN_SEJARAH.docx

Adapun Tatanilai Pancasila yang telah membumi sejak Peradaban Tatar Sunda tersebut kontributor Sistim Ketahanan Bangsa Indonesia d/h Nusantara sehingga berdaya lenting tinggi di Era Merdeka 100% (130M – 1500M) antara lain memuncaknya kejayaan negara Sriwijaya dan negara Majapahit, mengikuti teori siklus hidup peradaban besar kenegaraan dari Arnold J Toynbee (1889-1975).
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa ini masih tersedia cukup di Era Merdeka Terbatas-1 (1500M – 1908M) untuk prakarsai beragam kontra kolonialisme ipoleksosbudhankam pihak2 asing walau sporadis di berbagai pelosok negeri.
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa terbukti meningkat tajam di Era Merdeka Terbatas-2 (1908M – 1945M) hingga mencapai titik akumulasinya pada tanggal 17 Agustus 1945.
Stok Daya Lenting Ketahanan Bangsa inilah yang juga jadi modalitas bagi perjoangan di Periode Peraihan Daulat NKRI (1945M – 1950M) berlanjut di Periode perjoangan Daulat Kemerdekaan (1950M – sekarang) walau terkaji oleh Freedom House USA 2019 bahwa Indonesia Partly Free (atau masih Merdeka Terbatas).
Oleh karena itulah, kedepan ketika menapaki Visi Indonesia 2045 rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8 Januari 2019, syarat Indonesia Jaya adalah *Merdeka 100% berdasarkan Pancasila*
Dalam pengertian inilah *PANDEKAR INDONESIA* menjadi penting terus digelorakan terutama di kalangan milenialis sebagai the coming leader of Indonesia

*Strategi Ketahanan Bangsa* [H.R. Soeprapto, 2005] kini dan esok yang perlu dicermati berkelanjutan berkait Kehidupan-kehidupan
1) Keagamaan tidak Rawan
2) Ideologi tidak Retak
3) Politis tidak Resah
4) Ekonomis tidak Ganas
5) Sosial Budaya tidak Pudar
6) HanKamNas tidak Lengah
7) Ekologis tidak Gersang

Jakarta, 27 September 2019

Salam Joang45,
Pandji R Hadinoto GPA45
NRI 2001483370




Blog Stats

  • 4,017,821 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…