22
May
17

Syiar Budaya Joang45 : Keunggulan Indonesia

Syiar Budaya Joang45

ilustrasi / ist

SHNet – Berpangkal *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845‎, March 15, 2017*, sebagaimana terjabarkan pada

ilustrasi / idpelago.com

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/

maka perlu penyadaran ‎keunggulan2 Indonesia seperti :

1. *+/- 17.504 Pulau: Negara Kepulauan Terbesar di Dunia*

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau (termasuk 9.634 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni)_.
Disini ada 3 dari 6 pulau terbesar di dunia, yaitu: _*Kalimantan*_ _(pulau terbesar ketiga di dunia dgn luas 539.460 km²)_, _*Sumatera*_ _(473.606 km²)_ dan _*Papua*_ _(421.981 km²)_.

2. *740 Suku Bangsa: Suku Bangsa Terbanyak di Dunia.*

Terdapat lebih dari 740 suku bangsa/etnis di negeri ini, dimana di Papua saja terdapat 270 suku. Tiap suku itu memiliki corak budaya masing-masing yang itu juga merupakan kekayaan budaya tersendiri masing-masingnya.

3. *721 Bahasa Daerah: Bahasa Daerah Terbanyak di Dunia*

Indonesia memiliki lebih dari 721 bahasa daerah. Di antara ratusan bahasa daerah tersebut, yang paling banyak sebarannya adalah di Papua dan Kalimantan.
Sedangkan yang paling sedikit adalah di Pulau Jawa.

Menurut jumlah penuturnya, bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia berturut-turut adalah:
Jawa (80 juta penutur), Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, dan Banjar.

4. *+ 5.849 Motif Batik: Warisan Pusaka Dunia dari Indonesia*

Batik telah menjadi warisan pusaka dunia dari Indonesia. Adalah Bandung Fe Institute dan Sobat Budaya yang melakukan pendataan budaya selama 9 tahun terakhir.
Pendataan ini dilakukan melalui situs http://www.budaya-indonesia-org, dan hasilnya terdokumentasikan sedikitnya ada 5.849 motif batik.

Batik ini sangat beragam. Tidak hanya berkembang di Pulau Jawa saja, tetapi juga Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan Papua.
Sebanyak 5.849 motif batik itu bisa Anda lihat di aplikasi Map of Batik atau Peta Batik Indonesia.

5. *Komodo: Binatang Purba yang Hanya Ada di Indonesia*

Komodo kini dilindungi di bawah peraturan Pemerintah Indonesia di Taman Nasional Komodo. Hewan ini hanya ada di Pulau Komodo dan pulau-pulau kecil di sekitarnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Habitat asli Komodo hanya bisa ditemukan di kepulauan Indonesia ini dan tidak ada di belahan dunia lain. Taman nasional Komodo sejak dua puluh tahun lalu telah ditetapkan oleh UNESCO World Heritage Committee masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia (The World Heritage Sites).

6. _*Raflesia Arnoldi: Bunga Terbesar di Dunia ini Milik di Indonesia.*_

Nama lainnya adalah “Padma Raksasa”.
Ini adalah bunga terbesar di dunia. Penamaan bunga raksasa ini tidak terlepas oleh sejarah penemuannya pertama kali pada 1818 di hutan tropis Bengkulu (Sumatera) di suatu tempat dekat Sungai Manna, Lubuk Tapi, Kabupaten Bengkulu Selatan.
Sehingga Bengkulu dikenal di dunia sebagai _The Land of Rafflesia_ atau _Bumi Rafflesia_.
Seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang menemukan bunga raksasa ini pertama kali.

Dr. Joseph Arnold sendiri saat itu tengah mengikuti ekspedisi yang dipimpin olehThomas Stamford Raffles. Jadi, penamaan bunga Rafflesia arnoldii didasarkan dari gabungan nama Raffles sebagai pemimpin ekspedisi dan Dr. Joseph Arnold sebagai penemu bunga.

Berbekal *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845* itulah mari kita pelihara dan kawal *Keunggulan Indonesia* termasuk menjaga *Kekayaan Sumber Daya Alam Indonesia* dari tindakan2 melawan hukum pihak2 Kontra Ketahanan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jakarta Selatan, 19 Mei 2017

Badan Pembudayaan Kejoangan45,
Pandji R Hadinoto
Ketua DHC45 Jakarta Selatan
www‎.jakarta45.wordpress.com
PosKo45 GOR Bulungan, Kebayoran Baru

Syiar Budaya Joang45

Berbudaya *Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908* dan
Berpangkal *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845‎, March 15, 2017*, sebagaimana terjabarkan pada


http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/

maka perlu kesadaran hadirnya 2‎‎ (Dua) Skenario Perang Semesta penghancuran Indonesia melalui metoda :
(1) perang asimetris (nirmiliter) dan
(2) perang simetris (pengerahan militer).

#SKENARIO_PERANG_ASIMETRIS

Rusak dan hancurkan dengan 7-F:

1. FINANCE:
a. Kucurkan utang dari lembaga keuangan
internasional
b. Arahkan melakukan privatisasi, libatkan
dalam perdagangan bebas dan
globalisasi ekonomi
c. Ciptakan program-program kemiskinan
d. Kuasai aset ekonominya
e. Kuasai kekayaan alamnya2. FOODS: lemahkan ketahanan pangannya.

3. FILMS:
a. Kuasai aset informasinya
b. Hancurkan moral rakyatnya

4. FASHION: bangun tren mode (pakaian, gaya
rambut, dan make-up)

5. FANTASY:
a. Sebarkan narkoba dan miras
b. Hidupkan industri pariwisata dan seks

6. FAITH:
a. Ciptakan revolusi seks
b. Rusak keluarga
c. Buat aliran-aliran sesat
d. Promosikan sekularisme sebagai ‘agama’
baru
e. Hancurkan militansi rakyat melalui tokohnya
f. Suburkan deislamisasi
g. Ramaikan pemurtadan

7. FRICTION:
a. Ciptakan konflik ideologi
b. Promosikan mulltipartai
c. Kuasai sistem politik dan hukumnya
d. Ciptakan revolusi

#SKENARIO_PERANG_SIMETRIS

Hidupkan separatisme dan lakukan invasi/agresi dengan tahapan sebagai berikut :

1. Terpurukkan ekonomi nasionalnya
2. Pertentangkan elite politiknya
3. Suburkan konflik horizontalnya
4. Pecah belah militernya
5. Datangkan pasukan perdamaian
6. Buat serbuan paradigmatis
7. Buat sel-sel perlawanan
8. Tetapkan status “legal intervention” dan
lakukan invasi militerBaik skenario pertama maupun kedua dilakukan dengan terlebih dulu menciptakan penyebabnya, sehingga seolah-olah berjalan wajar sebagai konsekuensi dunia modern, tuntutan era global.

Berbekal *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845* termaksud diatas, mari dibangun bersama *Kontra Rekayasa Perang Semesta Indonesia (KORPS Indonesia)*

Jakarta, 20 Mei 2017
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
PosKo45 Kompleks GOR Bulungan Blok C
Kebayoran Baru Blok M

 

05
May
17

PosKo45 : PRIMER45 PERKUAT HARDIKNAS 2017

kartunama GP45
Surat Edaran :
MERDEKA!
PRIMER45 PERKUAT HARDIKNAS 2017
Kepada Yth Patriot Kaum Pancasilais Indonesia
Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2017 ini adalah saat yang tepat ‎ diperkuat oleh Patriotisme Roh Indonesia Merdeka 45 (PRIMER45) dengan alasan-alasan sbb :
Menimbang‎ kehadiran DEKLARASI ACEH oleh Forum Pimpinan PTKIN, PIONIR VIII 2017, UIN Ar Raniri Aceh, Banda Aceh 26 April 2017;
Mengingat‎ bahwa PANCASILA melekat pada Al Qur’an
1) Ketuhanan Yang Maha Esa
[QS : Al Ikhlas – 1]
2) Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
‎[QS : An Nisa – 135]
3) Persatuan Indonesia
[QS : Al Hujurat – 13]
4) Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
[QS : Asy Syuro – 38]
5) Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
[QS : An Nahl 90]
Memperhatikan kesejarahan PRIMER45 oleh BRIGADE 17 TNI yang gabungan TP (Tentara Pelajar), TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar), TGP (Tentara Geni Pelajar), CM (Corps Mahasiswa) yang beriwayat Kejoangan 45 yang terbangun sejak April 1943 (Seinendan/Seinental), Medio 1945 (Gakutotai), pasca 17 Agustus1945 (Gabungan Sekolah Menengah seperti AMRI, BPI, Barisan Banteng dll), Juli 1946 (Laskar Perjoangan Indonesia Bagian Pertahanan dan Markas Pertahanan Pelajar), September 1946 (Tentara Pelajar, Resimen A TRIP JaTim, Resimen  TP JaTeng, Resimen C‎ TP JaBar, Resimen TGP Malang), Mei 1948 Kesatuan Reserve Umum “W” (Yon-I JaBar, Yon-2 JaTeng, Yon-III JaTim), Nopember 1948 TNI BRIGADE 17 (Detasemen I JaTim, Detasemen II Solo, Detasemen III Yogya, Detasemen IV JaBar, Detasemen TGP Madiun, CM CORPS MAHASISWA Yogya, Depo Batalyon Manggarai), Demobilisasi 1 April 1951 (Komando Penyelesaian ex BRIGADE 17 (Masuk ABRI, KUDP Sekolah, Ke Masyarakat Bekerja);
Maka keberlanjutan bina PRIMER45 bagi siswa-siswi dan mahasiswa-mahasiswi  dalam rangka mengisi Indonesia Merdeka adalah bijak senantiasa perlu terbekali oleh bina Pembudayaan Kejoangan 45 sebagai berikut :
PATRIOTISME ROH INDONESIA MERDEKA 45 (PRIMER45)

‎Berporoskan Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845‎, March 15, 2017

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/


Mengingat Jakarta adalah salah satu lokus perjoangan Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan berdasarkan Mukadimah KepPres No 50/1984 menyatakan “Bahwa sesungguhnya atas berkat rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, Angkatan ’45 telah berhasil bersama-sama rakyat Indonesia mencetuskan Proklamasi Kemerdekaan bangsa dan tanah air Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dengan demikian hapuslah kekuasan-kekuasaan fasisme, imperialisme, kolonialisme, dan feodalisme dari bumi Indonesia. Selanjutnya bersama-sama rakyat Indonesia mempertahankan, mengisi dan memperkembangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan segenap Nilai-nilai Juang 45…..”.

Maka kami Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45)  [Bab V Pasal 9 (2) Anggaran Dasar MuNas XII/2006] perlu menduplikasikan PRIMER45 berpijak Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45) yakni :

Tatanilai Dasar :

1. Semua nilai yang terdapat dalam setiap sila dari Pancasila,
2. Semua nilai yang terdapat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,
3. Semua nilai yang terdapat dalam Undang Undang Dasar 1945, baik dalam Pembukaan, Batang Tubuh, maupun Penjelasannya.‎

Tatanilai Operasional :

1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. Jiwa dan Semangat Merdeka,
3. Nasionalisme,‎
4. Patriotisme,‎
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka,
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah,
7. Persatuan dan Kesatuan,
8. Anti penjajah dan penjajahan,
9. Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri,
10.Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya,‎
11,Idealisme kejuangan yang tinggi,
12.Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara,
13.Kepahlawanan,
14.Sepi ing pamrih rame ing gawe,
15.Kesetiakawnan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan.‎
16.Disiplin yang tinggi,
17.Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Adapun JSN45 tersebut diatas adalah satu kesatuan paham yang terpadu dengan Sejarah Perkembangan JSN45, Rumusan JSN45, Metode Pelestarian JSN45, Pola Pelaksanaan Pedoman Umum Pelestarian JSN45 [1995].

Keyakinan kami, PRIMER45 ini akan dapat lebih mampu membekali segenap anak bangsa Indonesia untuk tingkatkan ketahanan diri dan kolektif menghadapi dampak dari krisis multi dimensional terkini akibat peningkatan Ancaman, Hambatan, Gangguan, Tantangan nirmiliter menggapai Indonesia Berjaya 2045,

Demikianlah disampaikan dengan iktikad baik dan penuh tanggung jawab ‎, kiranya dapat menjadi manfaat bersama bagi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Konstitusi Pro Pancasila UUD 1945 (Berita Repoeblik Indonesia Tahun II, 1946 jo Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 1959).

Tetap MERDEKA!

Jakarta, 2 Mei 2017

Badan Pembudayaan Kejoangan 45,

‎Pandji R Hadinoto

Ketua GPA45/DHD45 Jakarta‎

Inilah Isi Deklarasi Aceh yang Dibacakan Pimpinan Kampus Islam se Indonesia

KLIKKABAR.COM, BANDA ACEH – Lima puluh lima pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) seluruh Indonesia bersepakat menolak segala bentuk paham intoleran, radikalisme, dan terorisme yang membahayakan Pancasila dan keutuhan NKRI.

Kesepakatan ini tertuang dalam Deklarasi Aceh yang dibacakan Ketua Forum Pimpinan PTKIN se-Indonesia, Dede Rosyada. Pembacaan deklarasi dilakukan di UIN Ar Raniry Banda Aceh. Rabu 26 April 2017.

Dede Rosyada atas nama Pimpinan PTKIN mengatakan, kalangan PTKIN khawatir melihat perkembangan terakhir terkait maraknya kelompok-kelompok yang kurang menghormati kebhinekaan, anti Pancasila dan anti NKRI.

“Pimpinan PTKIN berjanji untuk melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, dan anti-NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN,” lanjut Dede.

Adapun bunyi naskah Deklarasi Aceh selengkapnya adalah sebagai berikut:

Kami forum Pimpinan PTKIN dengan ini menyatakan:

1. Bertekad bulat menjadikan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

2. Menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air dan bela negara kepada setiap mahasiswa dan anak bangsa, guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

3. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, Islam inklusif, moderat, menghargai kemajemukan dan realitas budaya dan bangsa.

4. Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, dan anti-NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN.

5. Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dalam seluruh penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air.

Deklarasi Aceh dibacakan di hadapan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, 3.500 mahasiswa, serta ratusan masyarakat yang hadir.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI Nizar Ali mengatakan Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI harus diaktualkan kembali kepada generasi muda.

Deklarasi Aceh menurut Direktur yang juga Guru Besar UIN Sunan Kalijaga ini sangat penting. Selain bentuk keprihatinan, penegasan ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk melawan dan menolak paham dan gerakan yang melemahkan sendi-sendi nasionalisme.

“Islam rahmatan lilalamin telah menjaga harmonisasi masyarakat Indonesia. Islam tampil dengan wajahnya yang ramah bukan marah, menjadi nilai sekaligus penuntun bagaimana menjadi warga bangsa yang baik,” tegas Nizar.

Nizar berharap Deklarasi Aceh akan menjadi panduan efektif bagi kalangan PTKIN menolak kelompok-kelompok intoleran dan radikal. Semua civitas akademika menjadi yakin bahwa kelompok anti Pancasila dan NKRI harus dihadapi bersama-sama sebelum terlanjur beranak pinak berkembang di bumi nusantara.

Selasa , 02 May 2017, 06:00 WIB

Deklarasi PTKIN di UIN Ar Raniry 2017 (Lonceng Tanda Bahaya)

Red: Maman Sudiaman
Republika/Daan

Ahmad Syafii Maarif

Ahmad Syafii Maarif

REPUBLIKA.CO.ID, Sebanyak 50 pimpinan Perguruan Tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pada 26 April 2017 di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, telah membuat sebuah deklarasi yang berani dan tepat waktu tentang situasi politik keagamaan di Indonesia terkini.

Bagi saya, deklarasi ini sangat strategis disuarakan oleh perguruan tinggi Islam negeri yang berkumpul di Tanah Rencong pada tanggal di atas. Karena pentingnya isi Deklarasi Aceh itu, Resonansi ini perlu mengutip seluruhnya, kemudian diberi ulasan untuk penguatan.

Kami forum Pimpinan PTKIN dengan ini menyatakan:

1. Bertekad bulat menjadikan empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

2. Menanamkan jiwa dan sikap kepahlawanan, cinta tanah air, dan bela negara kepada setiap mahasiswa dan anak bangsa, guna menjaga keutuhan dan kelestarian NKRI.

3. Menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam inklusif, moderat, menghargai kemajemukan, realitas budaya, dan bangsa.

4. Melarang berbagai bentuk kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila, dan anti-NKRI, intoleran, radikal dalam keberagamaan, serta terorisme di seluruh PTKIN.

5. Melaksanakan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 dalam seluruh penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan penuh dedikasi dan cinta tanah air.

Deklarasi ini dibacakan di depan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dihadiri oleh 3.500 mahasiswa dan ratusan anggota masyarakat setempat. Mengapa deklarasi ini bernilai strategis dan tepat waktu? Tidak sukar untuk menjawabnya.

Gara-gara isu penistaan agama dalam proses Pilkada DKI yang bergulir sejak September 2016 sampai hari ini, masyarakat Indonesia terbelah, baik secara terbuka atau secara tertutup. Panasnya terasa sampai ke akar rumput.

Keadaan semacam ini pasti berbahaya bagi keutuhan bangsa dan negara Indonesia yang sama-sama kita cintai. Rupanya Deklarasi PTKIN di Aceh ini menyadari benar akan bahaya itu, maka perlu disumbat dengan sebuah deklarasi yang berani.

Kesadaran yang berasal dari PTKIN ini sungguh patut dipuji di tengah-tengah perguruan tinggi yang lain sedang membisu dan tiarap, seakan-akan negeri ini aman-aman saja. Publik juga dikejutkan oleh sebuah Deklarasi Khilafah oleh HTI di kampus IPB baru-baru ini. Kebetulan saya belum lama ini bertemu dengan rektor IPB, sahabat lama saya, di Bandara Soekarno-Hatta. Sewaktu saya tanyakan masalah ini, hanya dijawab: masih di bawah kontrol. Saya kira tidak sesederhana itu.

Sebuah gerakan transnasional yang dilarang di seluruh negara Arab, di Indonesia malah mendapatkan status badan hukum di masa rezim yang lalu, sebuah rezim yang memang mau berdamai dengan semua jenis gerakan, tidak peduli siapa di belakangnya dan apa tujuannya. Jika sebuah kampus terkenal telah dijadikan sarang gerakan transnasional ini, bukankah itu itu berarti negara telah membiarkan dirinya mulai digerogoti oleh virus ganas yang bisa membawa keruntuhan Negara Proklamasi 17 Agustus 1945?

Gerakan radikal lain dalam berbagai corak tumbuh sangat subur di berbagai kampus perguruan tinggi Indonesia, bahkan di tingkat pelajar, sejak beberapa tahun terakhir. Pertanyaan saya: apakah gerakan-gerakan yang berasal dari peradaban Arab yang sedang bangkrut ini malah diboyong ke Indonesia? Apa-apaan ini? Pakailah otak, jangan emosi buta. Ironisnya, gerakan-gerakan radikal ini juga sedang dimanfaatkan oleh politisi sumbu pendek untuk kepentingan politik sesaat.

Saya harapkan Deklarasi Aceh itu dipelajari dan dikembangkan lebih jauh oleh semua perguruan tinggi di negeri ini. Sikap apatis dan berlagak pilon sama artinya dengan sengaja membunuh kesadaran nasional kita yang telah dengan susah payah dibangun dan diperjuangkan oleh para pendiri bangsa sejak permulaan abad yang lalu.

Negeri ini milik semua, bukan hanya milik golongan tertentu! Cara berpikir sektarianisme harus dilawan, jangan dibiarkan membinasakan hari depan kita semua. Deklarasi PTKIN di Aceh harus dibaca sebagai lonceng tanda bahaya bagi kelangsungan Negara Proklamasi Republik Indonesia. Jangan lengah!

Sekjen Apresiasi Pimpinan PTKIN Keluarkan Deklarasi Aceh – Kemenag

Kamis, 4 Mei 2017, 07:32 … rektor PTKIN yang pada 26 April lalu berkumpul di Aceh dan mengeluarkan Deklarasi Aceh,” terang Nur Syam pada live talkshow …

16 hours ago – Semua ini tertuang dalam Deklarasi Aceh pada 26 April 2017 lalu. “Deklarasinya juga mesti ditindaklanjuti dengan langkah konkrit agar …

3 days ago – BANDA ACEH, SENAYANPOST.com – Di Tanah Rencong, tepatnya di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, 26 April 2017, 50 pimpinan …

3 days ago – Kesepakatan itu dituangkan dalam Deklarasi Aceh yang dibacakan Ketua … Negeri (UIN) Ar Raniri Aceh, Rabu, 26 April 2017, di Banda Aceh.

Apr 27, 2017 – Komitmen dituangkan dalam Deklarasi Aceh yang dibacakan Ketua Forum … VIII 2017 di UIN Ar Raniri Aceh, Banda Aceh, Rabu (26/4/2017).

5 hours ago – … mengapresiasi Deklarasi Aceh yang disampaikan pimpinan PTKIN pada 26 April … di kampus,” terang Menag di Jakarta, Kamis (4/5/2017).

3 days ago – Dalam artikelnya yang terbaru di kolom republika.co.id (2/5/2017) Buya … (PTKIN) pada 26 April 2017 di kampus UIN Ar Raniry, Banda Aceh, telah … Bagi saya, deklarasi ini sangat strategis disuarakan oleh perguruan tinggi …

24
Apr
17

SMSI : RAFI SUMANTRI DA4 ROCKER DANKDUT INTERNATIONAL

Suara Warga :

RAFI SUMANTRI DA4 ROCKER DANKDUT INTERNATIONAL

Menyimak Kontes Top 5 Dankdut Academy 4 IndoSiar, terasa jauh daripada spektakuler layaknya performa RAFI DA4 BUJANGAN Konser WildCard 13 April 2017


https://www.youtube.com/watch?v=6Si5C8I0mww

Dikatakan spektakuler karena kapasitas George Harrison (Lead Guitarist the Beatles) menyatu dengan kapasitas John Lennon (Vocalist the Beatles) ketika melantunkan Rock n Roll Music ada pada Rafi Sumantri saat melagukan Bujangan ciptaan Raja Dankdut Indonesia, H Rhoma Irama yang juga Lead Guitarist dan Vocalist itu.
Usia Rafi Sumantri kini adalah segenerasi dengan the Beatles dekade 1960an yang melahirkan performa Rock n Roll Music yang legendaris itu.
Ajakan kepada segenap Masyarakat Senibudaya Indonesia untuk turut mendukung performa Pelantun2 Dankdut Internasional seperti Rafi Sumantri ini di pentas dunia a.l. melalui jejaring media2 sosial sehingga akulturasi budaya Dankdut mendunia guna membawa keberkahan tersendiri bagi Indonesia Raya.
‎Jakarta Selatan, 20 April 2017
Suara Masyarakat Senibudaya Indonesia,
Pandji R Hadinoto
PosKo45 GOR Bulungan Blok C, Kebayoran Baru
Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.
24
Apr
17

Kenegarawanan : POLITIK KETAHANAN PERSATUAN INDONESIA

kartunama GP45
Suara Warga :

POLITIK KETAHANAN PERSATUAN INDONESIA

‎Kepada Yth *Gubernur DKI Jakarta Terpilih 2017-2022 Prof DR Anies R Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih 2017-2022 Sandiaga Uno* serta segenap warga ibukota DKI Jakarta.
Berpangkal pada ungkapan sesuai ‎*Presidium ‎Koalisi Penyelamat Indonesia* tanggal 6 ‎Pebruari, 2017


http://sinarharapan.net/2017/02/petisi-presidium-koalisi-penyelamat-indonesia%E2%80%8E/

‎khususnya *Strategi Ketahanan Bangsa Indonesia (StraHanSa Indonesia)* yang cakupi 7 (Tujuh) faktor :
1. Kehidupan Agama tidak Rawan, 2. Kehidupan Ideologi tidak Retak, 3. Kehidupan Politik tidak Resah, 4. Kehidupan Ekonomi tidak Ganas, 5. Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, 6. Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, 7. Kehidupan Lingkungan tidak Gersang;
adalah diyakini mendasari Politik Ketahanan Persatuan Indonesia.
Dalam pengertian diatas maka tampilan Bisnis Indonesia Weekend Life & Style 23 April 2017 tentang *Teater Tradisional Riwayatmu Kini* disertai uraian *7 (Tujuh) Ragam Teater Tradisional* yakni Ludruk (Jawa Timur), Lenong (DKI Jakarta), Ketoprak (Populer di DI Yogyakarta & Jawa Tengah), Wayang (Jawa), Makyong (Pulau Bintan KepRi), Longser (Jawa Barat) dan Randal (Sumatera Barat) adalah patut dihargai dan disambut baik juga sebagai kiprah Politik Ketahanan Persatuan Indonesia dibidang *Pelestarian Tradisi Senibudaya Indonesia*.
*Suara Masyarakat Senibudaya Indonesia (SMSI)* dalam hal ini merekomendasikan Politik Ketahanan Persatuan Indonesia dikiprahnyatakan melalui gebyar *Teater Maya Tradisional* yang tertayangkan di Youtube dan prasarana media sosial serta media elektronik lainnya sejalan dengan Program ke-15, 16, 17 dari *23 Janji Gubernur DKI Jakarta Terpilih 2017-2022 Prof DR Anies R Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih 2017-2022 Sandiaga Uno*.
Demikianlah disampaikan kiranya mendapat perhatian dan disambut sebagai masukan yang baik bagi kiprah PemDa DKI Jakarta 2017-2022 yang akan datang‎.
Jakarta Selatan, 23 April 2017
Suara Masyarakat Senibudaya Indonesia (SMSI),
Pandji R Hadinoto
KelBes Pejoang45
KTA DHD Jakarta No CB.04.05.01866
PosKo45 GOR Bulungan Blok C, Blok M Jakarta Selatan
Foto GPA45 1Jun16
Suara Warga :

POLITIK ROH INDONESIA MERDEKA 45 (PRIMER45)

Berporoskan Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845‎, March 15, 2017

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/Kepada Yth CaGub Anies Baswedan dan CaWaGub Sandiugo Uno serta segenap TimSes PasLon No 3 PilGub DKI Jakarta disampaikan Selamat dan menyambut baik atas keberhasilan peroleh amanah suara kepercayaan terbanyak dari warga ibukota Jakarta per quick count kontestasi Putaran Ke-2 tanggal 19 April 2017.

Mengingat Jakarta adalah salah satu lokus perjoangan Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan berdasarkan Mukadimah KepPres No 50/1984 menyatakan “Bahwa sesungguhnya atas berkat rahmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa, Angkatan ’45 telah berhasil bersama-sama rakyat Indonesia mencetuskan Proklamasi Kemerdekaan bangsa dan tanah air Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang telah melahirkan Negara Kesatuan Republik Indonesia; dengan demikian hapuslah kekuasan-kekuasaan fasisme, imperialisme, kolonialisme, dan feodalisme dari bumi Indonesia. Selanjutnya bersama-sama rakyat Indonesia mempertahankan, mengisi dan memperkembangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan segenap Nilai-nilai Juang 45…..”.

Maka kami Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45)  [Bab V Pasal 9 (2) Anggaran Dasar MuNas XII/2006] perlu menghimbau kiranya PemDa DKI Jakarta diperkuat oleh PRIMER45 berpijak Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45) sebagai berikut :

Tatanilai Dasar :

1. Semua nilai yang terdapat dalam setiap sila dari Pancasila,
2. Semua nilai yang terdapat dalam Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945,
3. Semua nilai yang terdapat dalam Undang Undang Dasar 1945, baik dalam Pembukaan, Batang Tubuh, maupun Penjelasannya.‎

Tatanilai Operasional :

1. Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2. Jiwa dan Semangat Merdeka,
3. Nasionalisme,
4. Patriotisme,
5. Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka,
6. Pantang mundur dan tidak kenal menyerah,
7. Persatuan dan Kesatuan,
8. Anti penjajah dan penjajahan,
9. Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri,
10.Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya,‎
11,Idealisme kejuangan yang tinggi,
12.Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan negara,
13.Kepahlawanan,
14.Sepi ing pamrih rame ing gawe,
15.Kesetiakawnan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan.
16.Disiplin yang tinggi,
17.Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan.

Adapun JSN45 tersebut diatas adalah satu kesatuan paham yang terpadu dengan Sejarah Perkembangan JSN45, Rumusan JSN45, Metode Pelestarian JSN45, Pola Pelaksanaan Pedoman Umum Pelestarian JSN45 [1995].

Keyakinan kami, PRIMER45 ini akan dapat lebih mampu membekali PemDa DKI Jakarta bermitra dengan GPA45 pada khususnya dan segenap anak bangsa Indonesia untuk ketahanan diri dan kolektif menghadapi dampak krisis multi dimensional terkini akibat peningkatan Ancaman, Hambatan, Gangguan, Tantangan nirmiliter menggapai Indonesia Berjaya 2045,

Jakarta, 19 April 2017

KelBes Pejoang45,

‎Pandji R Hadinoto,

PosKo45 GOR Bulungan Blok M Jakarta Selatan

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.
PATRINDO

KETAHANAN NASIONAL | Perdana’s Blog

Manusia dengan kekuatan/kekuasaan dinamakan Politik. d. … Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang dipimpin oleh … Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik …

Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/politik-ketahanan-pancasila-indonesia/

Apr 12, 2017 – Politik Ketahanan Pancasila Indonesia. April 12 … Pembudayaan berkelanjutan bina *Persatuan Indonesia berKetuhanan Yang Maha Esa, …

Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/31475/

Apr 13, 2017 – Sikap Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia dari CaGub itu kami sambut baik dan kami serta kami yakin bahwa segenap anak bangsa …

Ketahanan Nasional – Pengertian, Fungsi, & Tujuan

demokrasiindonesia.blogspot.com › Ketahanan Nasional

b) Ketahanan politik, adalah kondisi kehidupan politik bangsa Indonesia yang … bangsa maupun dalam rangka pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa.

BLOG AGUS: KETAHANAN NASIONAL

gilatugas.blogspot.com/p/ketahanan-nasional.html

Asas Ketahanan Indonesia adalah taat laku berdasarkan nilai-nilai Pancasila, … segenap aspek kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan …. Ketahanan pada aspek politik diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan …

Maka sangatlah penting menjaga persatuan dan kesatua bangsa untuk … Apa saja Hakikat Ketahanan Nasional dan Konsepsi Tannas Indonesia ? …. Untuk mewujudkan ketahanan aspek politik diperlukan kehidupan politik bangsa yang …

Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan … untuk persatuan bangsa dan menjaga wilayah kesatuan Indonesia. … Wawasan nusantara sebagai konsepsi ketahanan nasional, yaitu wawasan … cakupan kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial dan ekonomi, …

Ketahanan Nasional (Kewarganegaraan /Pkn) | Science Student

science-student14.blogspot.com/…/ketahanan-nasional-kewarganeg…

Aug 30, 2015 – Ketahanan nasional Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa … 3) Ketahanan nasional meliputi ketahanan ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan … untuk menggalang dan memelihara persatuan dan kesatuan nasiona, …

MEMAHAMI MAKNA PERSATUAN DAN KESATUAN INDONESIA …

obrolanpolitik.blogspot.com/…/memahami-makna-persatuan-dan-k…

Mar 14, 2013 – Dengan wawasan itu, kedudukan manusia Indonesia ditempatkan dalam kerangka kesatuan politik, sosial, budaya, ekonomi, serta pertahanan …

Let’s share all things!: Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan

thatsgoodthing.blogspot.com/…/ancaman-tantangan-hambatan-dan…
  1. Ikuti Berita Lengkap Seputar Politik dalam Negeri dan Luar Negeri, Tirto.id!
    Informasi Lengkap · Tajam Dan Relevan · Berita Jernih Mengalir · Tepercaya dan Jelas
17
Apr
17

Kenegarawanan : JAKARTA BERSATU, POLITIK KEPEMIMPINAN PERSATUAN INDONESIA

kartunama GP45
Suara Warga :
JAKARTA BERSATU, POLITIK KEPEMIMPINAN PERSATUAN INDONESIA
Pernyataan JAKARTA BERSATU yang dirilis oleh Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA berlatar Foto Panglima Besar Soedirman adalah sungguh menggelorakan ‎bagi kiprah anak bangsa *Penegak Keadilan dan Persatuan Indonesia* demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut diatas dipastikan pengkokoh kiprah Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia‎ April 13, 2017 [ http://sinarharapan.net/2017/04/31475/ ] yakni‎
Berpedoman  PETISI : *Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia* February 6, 2017‎ [ http://sinarharapan.net/2017/02/petisi-presidium-koalisi-penyelamat-indonesia%E2%80%8E/ ]
adalah membanggakan bahwa salah satu pelaku debat CaGub DKI Jakarta 2017 pada Rabu malam 12 April 2017 di Bidakara Jakarta Selatan menyatakan Tugas Pokok Fungsi (TuPokSi) ‎Gubernur DKI Jakarta tidak terbatas pada peran pelayanan publik dan administratif semata namun juga peran anak bangsa merawat ke-Indonesia-an dan ke-Bhinneka-an warga ibukota serta pemimpin untuk semua, termasuk meneruskan tradisi yang telah dibangun oleh pendiri negarabangsa berikut senantiasa meninggikan martabat sumber daya manusia ibukota.
‎Sikap Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia dari CaGub itu kami sambut baik dan kami serta kami yakin bahwa segenap anak bangsa negeri ini siap bekerjasama mengkiprahkannya bagi upaya-upaya *Keselamatan NKRI menuju kearah Indonesia Berjaya 2045*.
Jakarta, 17 April 2017
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia,
Pandji R Hadinoto
KelBes Pejoang 45

Kepemimpinan kharismatis: tinjauan teologis-etis atas kepemimpinan …

Ayub Ranoh – 1999 – ‎Charisma (Personality trait)

Bila analisis tentang pendekatan dan metode etika politik ini dikaitkan dengan … Nasionalisme atau persatuan Indonesia dijadikan prinsip pertama, barulah ia …

10 Feb 2015 – Kriteria Kepemimpinan Politik Adiluhur Pancasila … bersikap adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, sangat cinta akan persatuan …. Idealogi Pancasila disepakati oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai asas negara.

Home » Nasional » Suara Pempaca » Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia

Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia

Suara Pembaca :
Tajuk Rencana Harian Kompas 13 Pebruari 2014 “Bijak Memetik Bonus Demografi” sudah sepatutnya dibarengi sikap Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia agar bonus demografi itu baik dan benar bisa terpetik pada saat yang tepat disertai terpenuhinya sejumlah syarat seperti Indeks Pembangunan Manusia yang memadai bagi intensitas penggiatan muatan lokal unggul.
Bonus demografi dimengerti sebagai kondisi dimana struktur umur penduduk dengan tingkat ketergantungan berada pada titik terendah atau setiap 100 orang usia produktif (15-64 tahun) menanggung 40-50 orang usia tidak produktif, mencapai puncaknya pada tahun 2020-2030 yad.
Kepemimpinan Pancasila itu sesungguhnya dapat terwujud dalam alam nyata sekiranya Pengamalan Pancasila per Tap MPRRI No XVIII/1998, terbudayakan secara merata di kehidupan se-hari2 masyarakat negara bangsa Indonesia.
Pengamalan Pancasila seluruhnya 45 butir yang terdiri dari Ketuhanan Yang Maha Esa (7 butir), Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (10 butir), Persatuan Indonesia (7 butir), Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan (10 butir), Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia (11 butir).
Pembudayaan ikhwal Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia ini amunisi bagi Strategi Indonesia Mulia 2014-2024 sebagai awalan bagi Strategi Indonesia Bermartabat 2024-2034 dan Indonesia Sejahtera Lahir & Bathin 2034-2044 menuju Indonesia Jaya 2045.
Pendidikan dan pembelajaran ke 45 butir Pengamalan Pancasila dalam praktek keseharian di semua tingkatan struktur penyelenggaraan negara adalah motor penggerak utama agar Sistim Kepemimpinan Pancasila tertanam dalam akal, budi, jiwa sehingga terbentuk kinerja pemuliaan bagi kemuliaan terpadu.
Sungguh mulia hatinya, sekiranya para pengurus penyelenggaraan negara bangsa berbekal 7 (tujuh) kata SEMANGAT per Penjelasan UUD45 berkenan duplikasikannya ke jajaran dibawahnya, dan seterusnya ke lingkungan sosialnya.
Dalam konteks sosial politik terkini seperti situasi dan kondisi kontroversi politik hukum Pemilu 2014 terkait pilihan Terpisah atau Serentak, Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia adalah tepat jadi tumpuan solutif bagi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan yaitu berwujud kebersamaan atau rasa kegotongroyongan aspirasi bersikap dan berkiprah kenegarabangsaan terbaik diantara ke 7 (tujuh) Lembaga Tinggi Negara guna memberikan kepastian harmoni terbaik bagi konstituen dan bagi kontestan seperti KOJA (Konstitusional, Jujur dan Adil).
Jakarta Selatan, 14 Pebruari 2014

Dewan Pakar PKP Indonesia,

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia

Strategi Nasional dan Kepemimpinan – Tempo

9 Okt 2015 – Untuk sila Persatuan Indonesia, misalnya, data produk domestik bruto … dicerminkan perkembangan kehidupan politik bangsa berdasarkan …

Fungsi Partai Politik – hukumonline.com

27 Mar 2015 – Apakah fungsi partai politik dan berikan penjelasannya. … penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia … serta mengembangkan sistem pengkaderan dan kepemimpinan politik yang kuat.

 

15
Apr
17

Dankdut : Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia

Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia

ilustrasi / ist

SHNet – Menyimak pergelaran Dankdut Academy 4 IndoSiar yang didominasi oleh voting SMS (yang tergantung juga pada daya dukung ekonomis daerah asal kontestan) bahkan putusan selera Juri dan Komentator menentukan kelanjutan keikutsertaan Kontestan di babak2 berikutnya ketimbang obyektifitas Suara Masyarakat Senibudaya‎, maka seharusnya saatnya kini dipikirkan adanya Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia berupa Indeks yang membedakan potensi kualitas pelantun musikal multi genre (kemampuan pelantunan hibrid genre dankdut dengan genre2 seperti rock, jazz, blues,  keroncong dlsb) dengan genre dankdut klasik.

Pemikiran hal ini penting agar supaya kehendak mulia menduniakan musik Dankdut sebagai salah satu ikon Indonesia dapat lebih mulus diterima warga dunia yang memang sudah multi genre itu.

Selebihnya, Indeks Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia ini ditujukan untuk terfasilitasinya dinamika pelantunan Dankdut multi genre yang berbasis musikal pemusik2 handal (dual capacity) oleh ukuran kualitatif mendampingi ukuran2 kuatitatif hasil kerja voting SMS  dan hasil2 kerja baik Juri maupun Komentator yang kini faktanya didominasi kemampuan genre Dankdut klasik itu (single capacity).

Dengan demikian, sifat kompetisi di pentas Dankdut Academy IndoSiar yang kini populis itu dapat terimbangi dengan faktor2 kualitatif disamping kuantitatif semata sehingga perlindungan konsumen dalam hal ini para pemangku Suara Masyarakat Senibudaya juga dapat terakomodir sekaligus penguatan keunggulan Budaya Indonesia kedepan.

Jakarta, 14 April 2017

Pandji R Hadinoto
Pengamat Budaya Indonesia

Menjaga Jati Diri Indonesia Melalui Seni Budaya 01 Oktober 2014 17:17:55 Diperbarui: 17 Juni 2015 22:48:31 Dibaca : 320 Komentar : 1 Nilai : 1 Durasi Baca : 5 menit Menjaga Jati Diri Indonesia Melalui Seni Budaya 14121326491659748968 Bagiku, Indonesia adalah darah dagingku. Aku akan merasa sakit jasmani hingga batinku, ketika negera ini diusik oleh gangguan-gangguan asing. Apalagi saat ini, globalisasi menuntut negara ini mengikuti arus modernisasi yang sebenarnya bagiku itu adalah rambu-rambu bahaya besar bagi negara ini. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hendaknya mulai sadar bahwa akan ada serangan-serangan yang berpotensi mengobrak-abrik kedaulatan, tatanan, serta keajegan sosial yang telah lama tumbuh dan berkembang di bumi Nusantara. Mengamati perkembangan zaman yang semakin terpengaruh oleh kebudayaan barat (baca : asing), bagiku merupakan gejala musibah bagi negara ini bila masyarakat penghuninya sama sekali tidak memiliki rasa peduli. Coba kita renungkan sejenak video singkat berikut yang berjudul “Aku Peduli”, ini justru bagiku, ini adalah masalah waktu saja untuk mengubahnya, hanya masalah syarat bahwa aku harus peduli kepada negara ini. Yang menjadi fokusku sampai saat ini adalah nasib seni dan budaya negara ini. Sering ku melihat tayangan entah di televisi entah di media maya hingga media cetak, orang asing sangat mahir memainkan peralatan musik semisal Gamelan yang berasal dari Jawa. Mereka begitu antusias dalam mempelajari instrumen Gamelan, malah hampir sebagian besar dari mereka sudah mampu menjadi seorang sinden (penyanyi dalam pergelaran wayang kulit). Di satu sisi, aku melihatnya memang bagus, tetapi di sudut hati yang dalam, aku mengamati banyak generasi muda Indonesia yang sudah menjauhi kesenian tradisional atau kesenian konvensional. Banyaknya tuntutan zaman membuat kesenian yang sifatnya khas dan asli berubah menjadi kesenian tradisional yang tercampur atau yang ngetrend disebut kesenian kontemporer. Selain itu, ada hal yang lebih parah lagi, banyak remaja hingga orang dewasa yang sekarang sudah meninggalkan kultur-kultur yang memegang erat budaya daerah Indonesia. Melihat dan mengamati kondisi inilah, maka sejak aku duduk dan mengenyam bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), aku mulai merajut usaha untuk mempertahankan kesenian tradisional daerah, khususnya kesenian tradisional tempatku lahir, Jawa Timur. Pada saat SMP, aku secara senggaja menamai setiap bukuku yang kumiliki dengan nama berhuruf hanacaraka (huruf Jawa kuno). Lantas, teman-temanku malah mengejek hal tersebut dengan menyatakan bahwa aku sangat ketinggalan zaman. Aku hanya tersenyum melihat presumsi tersebut. Tetapi, aku tetap konsisten dengan tekadku untuk terus melestarikan apa yang diajarkan oleh kakekku. Aku memahami betul Pasal 32 UUD 1945 tentang budaya daerah yang merupakan cikal bakal dan diakui sebagai budaya nasional bangsa Indonesia. Suatu ketika saat SMP, tak sengaja kutemukan sebuah buku tentang prinsip-prinsip orang Jepang yang secara penuh dan konsisten, mereka memiliki prinsip hidup kaizen dan hansei. Kaizen adalah prinsip untuk memfilter setiap segala sesuatu yang masuk pada kehidupan dengan mengadopsi yang baik dan membuang atau mengeliminasi yang buruk. Sedangkan, hanseiadalah prinsip hidup untuk terus melakukan perbaikan tiada henti. Meskipun aku lahir dan sangat membela NKRI, tetapi aku sangat perlu menganut kedua prinsip yang kutemukan dalam buku tersebut. Dengan mengambil setiap pelajaran dan pengajaran yang ada, tekad bulatku untuk terus melestarikan seni dan budaya Indonesia berlanjut sampai masuk dan mengenyam bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Di SMA, aku mulai ikut aktif dan turut serta dalam komunitas Karawitan. Karawitan iya, melestarikan aksara Jawa juga iya. Lagi dan lagi, beberapa temanku pun menyatakan bahwa aku ini orang aneh hingga aku ini orang yang ketinggalan zaman. Saat itu yang notabene sudah mulai merambahnya orang memakai HandPhone (HP), sementara aku masih berkutat mempelajari mahir memainkan Demung dan Peking Gamelan. Demung Gamelan Jawa, sumber foto : gong.web.id 14121327082134115485 14121327082134115485 Peking Gamelan Jawa, sumber foto : yern-yernie.blogspot.com Meskipun banyak teman-teman yang tak sejalan dengan prinsipku terhadap nasib seni dan budaya Jawa, tetapi aku yakin aku tak sendiri, di luar di tempat yang lain, kurasa ada banyak teman-teman generasi muda yang masih setia melestarikan Gamelan. Guruku pun saat memberikan tugas juga bertanya, “ini bukunya siapa ? kok namanya dengan aksara Jawa begini?”. “Oh, itu miliknya Joko, Pak !”, salah seorang teman sekelas menjelaskannya kepada guruku. Dari kejadian saat itu pun aku hanya mengelus dada, orang Indonesia ini punya banyak dan beragam budaya, tetapi tidak bisa budayanya sendiri. Generasi bangsa ini memperlajari dengan getol budaya asing, tetapi meninggalkan jati dirinya sebagai bangsa yang bersurga seni budaya. Kulupakan hal itu semua dengan secara konsisten dan dengan komitmen yang tinggi, aku akan terus melestarikan seni budaya yang kumiliki. Berlanjut ke Perguruan Tinggi (PT), secara otodidak kumulai belajar menari tarian tradisional Jawa, seperti tari Kuda Lumping, tari Remo, dan tari Reyog Ponorogo. Syukurlah, ternyata usahaku tak sia-sia saat itu. Pada setiap ajang kompetisi seni budaya yang diadakan oleh kampus, aku dijadikan sebagai pelatih bagi teman-temanku. Menjadi seorang pelatih seni tarian tradisional saat itu memang melelahkan, tetapi inilah tekadku agar seni tarian tradisional lebih terpatri dalam sanubari teman-temanku. Dimulai dengan melatih teman-teman tari Remo yang merupakan ikon seni Jawa Timur. Sekitar kurang lebih sebulan lamanya, secara berkala teman-teman kulatih pada waktu-waktu tidak ada jadwal kuliah. Mereka cukup antusias, meskipun ada saja saat-saat mereka kehilangan semangat untuk mempelajari tari Remo. Di akhir, jerih payah itu memanglah menampakkan hasil, kami berhasil mengantar kesenian tari Remo menuju puncak dan menyisihkan kesenian yang lainnya. 14121327581840246078 14121327581840246078 Foto Saat Setelah Performance Tari Remo, Jawa Timur, sumber foto : Dok. Pribadi Pada semester berikutnya, sebenarnya diriku sudah saatnya tak ikut andil dan berkutat dalam kegiatan teman-temanku. Tetapi, untuk kedua kalinya, diriku ditunjuk kembali sebagai pelatih tari tradisional. Kali ini teman-teman membawakan tari Reyog Ponorogo untuk berkompetisi culture day yang diadakan oleh kampus. Seni tari Reyog Ponorogo memang terbilang susah bagiku, apalagi aku sendiri bukan asli orang Ponorogo, tetapi aku merasa ikut memilikinya sehingga secara otodidak kupelajari gaya tarian tersebut sekitar satu bulan lebih. Berguru pada seorang penari dadak merak di daerah Bogor akhirnya aku mampu membela kesenian Reyog Ponorogo sebagai seni identitas asli Indonesia dalam kancah negara-negara di dunia. Jujur, setiap kali mendengar Reyog Ponorogo diaku oleh negara lain hatiku merasa sakit, ingin sekali mempelajarinya. Dan akhirnya, aku bisa, aku bisa membawa sekaligus melestarikan seni budaya tari tradisional tersebut. 14121328231930487130 14121328231930487130 Latihan Tari Reyog Ponorogo, sumber foto : Dok. Pribadi Sekitar sebulan, kulatih teman-temanku, meskipun ada pula bagian tari yang memang belum sempat kukuasai, tetapi secara umum kuajak teman-teman melakukan yang terbaik dalam rangka melestarikan seni budaya tari tradisional. Berbekal alat seadanya, setiap gerak dan gemulai alunan lagu kami berusaha menyajikan tarian dengan baik. 1412132873260456875 1412132873260456875 Melatih Warog dan Klono, Itu Tari Topengnya Pakai Kardus, sumber foto : Dok. Pribadi Disertai dengan canda dan tawa, keluh dan kucuran keringat pun tak terasa. Aku dan teman-teman secara teratur dan terjadwal mengadakan latihan. Aku sendiri yang ditunjuk sebagai pelatih sekaligus pemain juga kadang kewalahan, sebab tarian Reyog Ponorogo merupakan tarian paduan beberapa bagian. Ada tari yang dibawakan oleh tokoh Warog, ada tari tokoh Klono sewandhono, ada tari Jathilan, ada juga yang paling susah dan penuh aksi, yaitu tari Bujang Ganong yang penuh dengan gerakan aktraktif dan memukau. 1412132952539986266 1412132952539986266 Atraksi Teman-Teman Bujang Ganong saat Performance Reyog, sumber foto : Dok. Pribadi 1412133118676252453 1412133118676252453 Performance Tari Jathilan Reyog, sumber foto : Dok. Pribadi 1412133019255499792 1412133019255499792 Performance Tari Topeng Malang, sumber foto : Dok. Pribadi Selain itu, saat itu juga ada pula sedikit tambahan yaitu tari Topeng yang berasal dari Malang Jawa Timur sehingga komplit sudah tugasku. Rencanaku dan teman-teman sekali lagi tak sia-sia, meskipun masih saja ada sebagian orang yang berkicau bahwa menari tak ada manfaatnya. Kata siapa tari tak ada manfaatnya ?. Menurutku, tari selain sebagai aksi melestarikan seni budaya, tari juga akan menjadikan jasmani menjadi sehat karena tari pada hakikatnya sama dengan senam. Inilah satu hal yang terus kuyakinkan kepada teman-teman. Dari beberapa jenis tari yang menjadi tanggung-jawabku, ternyata yang paling berat memang adalah bagianku sendiri yang juga terpaksa ikut andil saat itu. Berat Dadak Merak yang sekitar 80 kilograman harus kuangkat dengan gigiku. Awalnya memang diriku merasa takut melakukannya, tetapi karena tekadku untuk melestarikan dan membela milik Indonesia, Reyog Ponorogo, adalah hal yang hukumnya wajib ! bagiku. 14121331741360299153 14121331741360299153 Aksiku untuk Indonesiaku, Reyog Ponorogo adalah Milik Indonesia !, sumber foto : Dok. Pribadi 14121385871120405763 14121385871120405763 Atraksi Reyog untuk Indonesia, sumber foto : Dok. Pribadi Inilah saatnya ku beraksi untuk Indonesiaku. Aku tak ingin panji-panji seni budaya bangsa dan negara ini ternodai oleh budaya-budaya asing yang buruk dan berpotensi melunturkan keaslian dan jati dirinya. Aku bertekad akan terus mengawal kesenian tradisional ini, minimal dari seni budaya dari daerah asalku. Aku tak ingin generasi pemuda bangsa ini bobrok dengan adanya budaya-budaya asing yang licik menggerogoti budaya asli yang telah lama dibangun oleh para pendiri bangsa ini. Itu semua tak ada alasan lain melainkan karena aku peduli.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/jokoade/menjaga-jati-diri-indonesia-melalui-seni-budaya_54f47c3f745513a42b6c8a4e

SUARA MASYARAKAT SENIBUDAYA INDONESIA

Pecinta Dangdut Indosiar

Foto | Istimewa | ParlemenRakyat.com

SUARA MASYARAKAT SENIBUDAYA INDONESIA Pecinta Dangdut Indosiar

Jakarta Parlemen Rakyat.com,

Tereliminasinya kontestan RAFI SUMANTRI berasal dari Cirebon di Pergelaran Dankdut 4 IndoSiar hari Jumat malam tanggal 14 April 2017 setelah sukses meraih 5 (lima) Lampu Hijau dari Dewan Juri melalui pelantunan bergenre ganda dengan spektakuler sehingga didapuk pelantunan ulang oleh Host (Rina, Irfan, Ramzy, Gilang) oleh perolehan kuantitatif SMS terendah membuktikan kebenaran daripada opini yang diungkapkan PERFORMA KESENIBUDAYAAN PEMUSIK INDONESIA, 14 April 2017 , hal ini ditegaskan Suara Masyarakat Senibudaya Indonesia, Pandji R Hadinoto
Keluarga Besar Pejoang 45.

Menyimak pergelaran Dangdut Academy 4 IndoSiar yang didominasi oleh voting SMS (yang tergantung juga pada daya dukung ekonomis daerah asal kontestan) bahkan putusan selera Juri dan Komentator menentukan kelanjutan keikutsertaan Kontestan di babak2 berikutnya ketimbang obyektifitas Suara Masyarakat Senibudaya, maka seharusnya saatnya kini dipikirkan adanya Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia berupa Indeks yang membedakan potensi kualitas pelantun musikal multi genre (kemampuan pelantunan hibrid genre dankdut dengan genre2 seperti rock, jazz, blues, keroncong dlsb) dengan genre dangdut klasik.

Pemikiran hal ini penting agar supaya kehendak mulia menduniakan musik Dankdut sebagai salah satu ikon Indonesia dapat lebih mulus diterima warga dunia yang memang sudah multi genre itu.

Selebihnya, Indeks Performa Kesenibudayaan Pemusik Indonesia ini ditujukan untuk terfasilitasinya dinamika pelantunan Dankdut multi genre yang berbasis musikal pemusik2 handal (dual capacity) oleh ukuran kualitatif mendampingi ukuran2 kuatitatif hasil kerja voting SMS dan hasil2 kerja baik Juri maupun Komentator yang kini faktanya didominasi kemampuan genre Dankdut klasik itu (single capacity).

Dengan demikian, sifat kompetisi di pentas Dankdut Academy IndoSiar yang kini populis itu dapat terimbangi dengan faktor2 kualitatif disamping kuantitatif semata sehingga perlindungan konsumen dalam hal ini para pemangku Suara Masyarakat Senibudaya juga dapat terakomodir sekaligus penguatan keunggulan Budaya Indonesia kedepan.

Berdasarkan fakta termaksud diatas, maka disarankan agar pada tahap audisi Dankdut Academy berikutnya sudah dilakukan seleksi pemilahan untuk membedakan kontestansi Pedandut kategori *Penyanyi Non Musisi* dan *Penyanyi Musisi*. Seperti Rekam jejak empiris, Penyanyi Musisi telah melahirkan senibudaya mendunia seperti kelompok2 legendaris The Beatles, The Rolling Stones, The Beach Boys, The Scorpions, dlsb sejak dekade 1960an. Dengan kata lain, penataan kompetisinya juga terbedakan bagi *Calon Pedandut Non Musisi* dan bagi *Calon Pedandut Musisi* sehingga proses Kontestasi Pedandut itu sendiri kedepan lebih mudah dipahami publik selain lebih akuntabel dan transparan. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari dampak bias publik seperti pada sistim moda transportasi ibukota berlalulintas campuran (mixed traffic) sekaligus ditujukan guna memperlancar penetrasi senibudaya Dankdut yang ikon Indonesia itu ke pangkuan masyarakat dunia.
(Any SH)

13
Apr
17

Kenegarawanan : Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia

Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia

ilustrasi / ist

http://sinarharapan.net/2017/04/31475/

SHNet – Berpedoman  PETISI : *Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia*‎ February 6, 2017

adalah membanggakan bahwa salah satu pelaku debat CaGub DKI Jakarta 2017 pada Rabu malam 12 April 2017 di Bidakara Jakarta Selatan menyatakan Tugas Pokok Fungsi (TuPokSi) ‎Gubernur DKI Jakarta tidak terbatas pada peran pelayanan publik dan administratif semata namun juga peran anak bangsa merawat ke-Indonesia-an dan ke-Bhinneka-an warga ibukota serta pemimpin untuk semua, termasuk meneruskan tradisi yang telah dibangun oleh pendiri negarabangsa berikut senantiasa meninggikan martabat sumber daya manusia ibukota.

‎Sikap Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia dari CaGub itu kami sambut baik dan kami serta kami yakin bahwa segenap anak bangsa negeri ini siap bekerjasama mengkiprahkannya bagi upaya-upaya keselamatan NKRI menuju kearah Indonesia Berjaya 2045.

Jakarta, 13 April 2017

Presidium Koalisi Penyelamat Indonesia,
Pandji R Hadinoto

KelBes Pejoang 45

4 Feb 2017 – Politik Petisi Politik Kepemimpinan Pancasila Untuk Pemangku … Menurut Pandji, petisi ini penting guna merawat persatuan Indonesia terkait…

Petisi Politik Kepemimpinan Pancasila Untuk Pemangku Pilkada …

nusantaranews.co/petisi-politik-kepemimpinan-pancasila-untuk-pemangku-pilkada-se…
3 Feb 2017 – Petisi Politik Kepemimpinan Pancasila Untuk Pemangku Pilkada … Indonesia, Pandji R Hadinoto ajukan petisi politik kepemimpinan … Menurut Pandji, petisi ini penting guna merawat persatuan Indonesia terkait dengan …

Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/politik-ketahanan-pancasila-indonesia/
19 jam yang lalu – Seperti diamanatkan oleh *Politik Pranata 7 Kepemimpinan Pancasila [Penegak … Pembudayaan berkelanjutan bina *Persatuan Indonesia …
… Beradab (10 butir), Persatuan Indonesia (7 butir), Kerakyatan yang Dipimpin … Pembudayaan ikhwal Politik Kepemimpinan Pancasila Indonesia ini amunisi …
10 Feb 2015 – Kriteria Kepemimpinan Politik Adiluhur Pancasila … bersikap adil dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban, sangat cinta akan persatuan …. Idealogi Pancasila disepakati oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai asas negara.
Indonesia Raya atau Melayu Raya adalah konsep politik yang bertujuan untuk … tokoh politik Indonesia yang sepakat dengan gagasan persatuan raya ini. … kekuatan, dan ambisi politik regionalnya dalam bentuk sikap kepemimpinan di …

Kepemimpinan kharismatis: tinjauan teologis-etis atas kepemimpinan …

Ayub Ranoh – 1999 – ‎Charisma (Personality trait)

Bila analisis tentang pendekatan dan metode etika politik ini dikaitkan dengan … Nasionalisme atau persatuan Indonesia dijadikan prinsip pertama, barulah ia …

Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah sebuah partai politik di Indonesia … Di bawah kepemimpinan Sneevliet, ISDV yakin bahwa Revolusi Oktober … Pada tanggal 22 September, Serikat Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (Persatuan …
Logika serupa kerap terjadi di dunia politik Indonesia. … seperti Konservatif, Kristen Demokrat maupun Persatuan untuk Republik, kepemimpinan politiknya lahir …



Blog Stats

  • 3,192,978 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…