Archive for June, 2018

22
Jun
18

Kenegarawanan : Pengukuhan Konstitusi ProPancasila Indonesia

Penegak Proklamasi

Maklumat Kejoangan45

PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA

Pasca 20 Tahun Rezim Reformasi dan menjelang 5 Juli 2018 sebagai tonggak bersejarah 59 tahun berlakunya kembali UUD 1945 Naskah Asli [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959], maka di tahun politik 2018-2019 ini, MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) *atas nama bangsa Indonesia* prakarsai PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA guna pastikan keberadaan hukum positif UUD 1945 Naskah Asli termaksud diatas, dengan

Menimbang wacana PAKTA KEBANGSAAN PANCASILA INDONESIA sebagaimana MABINDO 27 Mei 2018

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945‎

Mengingat PENGAKUAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA 4 Juli 2017 oleh PPKI 2017 sebagai berikut‎

http://sinarharapan.net/2017/07/pengakuan-konstitusi-pro-pancasila-indonesia/

Memperhatikan aspirasi POLITIK KENEGARABANGSAAN PANCASILA INDONESIA 11 Januari 2017‎

http://www.rmol.co/read/2017/01/11/275871/Politik-Kenegarabangsaan-Pancasila-Indonesia-

‎Mencermati aspirasi PENEGAKAN DAULAT HUKUM PANCASILA INDONESIA. 16 Agustus 2017

https://jakarta45.wordpress.com/2017/08/20/kenegarawanan-penegakan-daulat-hukum-pancasila-indonesia/‎

Demikianlah PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA ini dipermaklumkan bagi semua *Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia* agar dapat bersama-sama mendukung dan mengusung sepenuhnya serta bersiap-siap merayakan *73 Tahun Peringatan Konstitusi ProPancasila Indonesia pada 18 Agustus 2018 yang akan datang (180818)*.

Jakarta, 22 Juni 2018

Salam Joang 45,

MABINDO,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Hans Suta Widhya, 3) Atja Soewangsa, 4) Santiamer, 5) Edos Chandra Firdaus‎, 6) Suryokoco Suryoputro, 7) Hari Setiawan, 8) Darmawan, 9) Letty Ismet, 10) Wicaksono, 11) Hartsa Mashirul, 12) Dede Nuriman, 13) Achmad Badawi, 14) Achmanu Arifin‎, 15) Surya P Simatupang, 16) Jacob Ereste, 17) Irwan Lubis

Permakluman oleh

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Advertisements
19
Jun
18

Jatidiri : Pustaka Peradaban Indonesia

Logo BPK45

Publikasi Warga 45

PUSTAKA PERADABAN INDONESIA

‎Dalam kesempatan yang baik ini di bulan Syawal 1439H ijinkanlah MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak segenap komponen anak bangsa untuk ber-sama2 senantiasa menyempurnakan daftar Pustaka Peradaban Indonesia ini demi lebih memastikan Jalan Menuju Indonesia Berjaya 2045, dengan

Menimbang 45 Penjuru Karakter Bangsa Indonesia antara lain *Bangga sebagai Bangsa Indonesia* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2018/06/04/jatidiri-pancasila-kokohkan-pribadi-indonesianis/

Mengingat bahwa Kekinian Populasi Indonesia yang 260 juta atau 0,37% warga dunia ternyata berekam jejak cukup mengesankan sejak bersebutan Tatar Sunda, Nusantara dan kini Indonesia yang diakui peradaban dunia sebagaimana :

1) Puncak2 Keadaban di era Tatar Sunda antara lain ditandai oleh hadirnya prestasi kearifan lokal seperti situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

2) Di era Nusantara dikenali prestasi bangsa ‎seperti bangunan2 candi Dieng, Borobudur, Prambanan, Muara Jambi, jaringan perdagangan lintas benua oleh Sriwijaya, Kota Air Trowulan oleh Majapahit, Teknologi kapal layar kayu seperti Phinisi, seni budaya Musik Diatonik Gamelan, Perwayangan, keyakinan Ketuhanan Yang Maha Esa, sesanti Bhinneka Tunggal Ika, pasokan2 Kapur Barus Rempah2 (buah Pala, Cengkeh), Kayu Manis‎, Karet, Kopi, Teh, Tembakau, Hukum Dagang Laut Ammana Gappa‎, Emas, Perak, Tembaga, Kayu Jati, Minyak Kayu Putih, Kayu Cendana‎, dll

3) Di era Indonesia tercatat Konperensi Asia Afrika 1955, Bandung, Pancasila terpapar cemerlang di sidang PBB New York pada 30 September 1960‎, GANEFO 1963 di Jakarta, Wawasan Nusantara Negara Kepulauan, karya intelektual anak bangsa yang terpatenkan di dunia seperti teori keretakan badan pesawat terbang, sistim pondasi tanah lunak Cakar Ayam, sistim jaringan telekomunikasi 4,5 G, multi genre musik Dankdut, Kuliner dan Jamu Herbal Nusantara, Perikanan Darat‎an & Lautan, MiGas, MinerBa, Minyak Atsiri, dll

Memperhatikan bahwa dengan rentang kiprah yang panjang tersebut, Keadaban berabad Indonesia patut senantiasa dirawat dan dijaga keberadaannya‎ sebagai bagian daripada tonggak peradaban warga dunia pula kedepan.

Jakarta, 19 Juni 2018

MABINDO‎,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Hans Suta Widhya, 3) Atja Soewangsa, 4) Santiamer, 5) Edos Chandra Firdaus‎, 6) Suryokoco Suryoputro, 7) Hari Setiawan, 8) Darmawan, 9) Letty Ismet, 10) Wicaksono, 11) Hartsa Mashirul, 12) Dede Nuriman, 13) Achmad Badawi, 14) Achmanu Arifin‎, 15) Surya P Simatupang, 16) Jacob Ereste, 17) Irwan Lubis

Publikator,

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com‎

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

04
Jun
18

JATIDIRI : PANCASILA KOKOHKAN PRIBADI INDONESIANIS

Penegak Proklamasi

Suara Warga 45

PANCASILA KOKOHKAN PRIBADI INDONESIANIS

Pasca Perayaan Hari Lahir ke-73 Pancasila pada 1 Juni 2018 yang lalu di Gedung Pancasila, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, rilis MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) 27 Mei 2018 tentang Pakta Kebangsaan Indonesia yaitu

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

dengan kelengkapan data pendukung sebagai berikut

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945‎

dianggap perlu kiranya agar Komunitas-komunitas Anak Bangsa Indonesia ‎(KABINDO) dalam rangka mengusung wacana Pakta 27 Mei 2018 tersebut diatas berkenan perkuat diri dengan pola pikir *PANCASILA Kokohkan Pribadi Indonesianis* dapat turut mengamalkan ke-45 Penjuru Karakter Bangsa Indonesia ‎yakni

01) Bangga sebagai Bangsa Indonesia
02) Gotong Royong
03) Religius
04) Beradab
05) Menjaga Persatuan
06) Musyawarah Mufakat
07) Demokratis
08) Adil
09) Toleransi
10) Kerukunan
11) Pantang Menyerah
12) Rela Berkorban
13) Kerja Keras
14) Menghormati Orang yang Lebih Tua
15) Cinta Damai
16) Rasa Malu
17) Menjaga Kehormatan (Martabat)
18) Berpikir Positif
19) Tidak Merasa Rendah Diri
20) Rendah Hati
21) Santun
22) Ramah
23) Jujur
24) Bersahaja (Sederhana)
25) Disiplin
26) Setia (Loyal dan Patuh)
27) Sportif
28) Konsisten (Satu Kata dan Perbuatan)
29) Cinta Lingkungan
30) Cinta Seni dan Budaya
31) Berani
32) Siap Bersaing
33) Amanah
34) Selalu Mau Belajar
35) Terbuka
36) Riang Gembira
37) Kreatif
38) Mandiri
39) Tanggung Jawab
40) Peduli
41) Ikhlas
42) Kesetiawanan Sosial (Solidaritas Sosial)
43) Senantiasa Menjaga Kesehatan
44) Menonjolkan Kewajiban daripada Hak
45) Kerjasama

sebagaimana rujukan dari Pemantapan Wawasan Kebangsaan Dalam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa [KemenKo B idang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Tahun 2016]

Jakarta, 5 Juni 2018

MABINDO,

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

*RUMUSAN DASAR NEGARA*

A). Rumusan Pancasila oleh Muhammad Yamin (Sidang BPUPKI, 29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan,
2. Peri Kemanusiaan,
3. Peri Ketuhanan,
4. Peri Kerakyatan, dan
5. Kesejahteraan Rakyat

B). Rumusan Mr. Soepomo (Sidang BPUPKI, 31 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

*C). Rumusan Sukarno* (Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia,
2. Internasionalisme,atau peri-kemanusiaan,
3. Mufakat atau demokrasi,
4. Kesejahteraan sosial,
5. KeTuhanan yang Maha Esa

Sukarno *mengatakan* lima dasar itu sebagai Pancasila. *Lima Sila itu dapat diperas menjadi Trisila,* yaitu:
*1. Sosio nasionalisme*
*2. Sosio demokrasi*
*3. Ketuhanan*

*Tiga sila* itu *dapat diperas lagi menjadi Ekasila*, yaitu: *Gotong Royong.*

D). Rumusan Piagam Jakarta (Rapat Panitia Sembilan BPUPKI, 22 Juni 1945)
Panitia Sembilan BPUPKI yang terdiri dari:
1. Ir. Soekarn0
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin
Melaksanakan rapat pada tanggal 22 Juni 1945 yang menghasilkan rumusan Hukum Dasar Negara dengan Preambule-nya. Rumusan Hukum Dasar Negara ini oleh Muhammad Yamin dinamakan Piagam Jakarta. Rumusan Pancasila di dalam Piagam Jakarta adalah:
1. Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

E). Pancasila seperti tertuang di Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Rumusan Pembukaan UUD 1945 adalah konsep yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan BPUPKI yang sudah dikompromikan dengan perwakilan orang Bagian Timur pada sore hari tanggal 17 Agustus 1945, yaitu Sam Ratulangi, Latuharary, dan I Gusti Ketut Puja.

F). Rumusan seperti tertuang dalam UUD RIS 1949
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Perikemanusiaan
3. Kebangsaan
4. Kerakyatan
5. Keadilan Sosial

G). Rumusan seperti tertuang dalam UUD Sementara 1950
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Perikemanusiaan
3. Kebangsaan
4. Kerakyatan
5. Keadilan Sosial

h). Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 menjiwai UUD 1945.

@prh/4Jun18

Sent from my iPhone

Keputusan Kenapa Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni
Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Elik Susanto
Jumat, 1 Juni 2018 09:33 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia. Melalui falsafah ini proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta cita-cita proklamasi kemerdekaan diwujudkan. Hari Lahir Pancasila telah ditetapkan pada 1 Juni di era pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk diperingati setiap tahunnya.

Rumusan Pancasila pada awalnya dikemukakan oleh Presiden Pertama Sukarno dalam pidatonya di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya bersumber dari keragaman budaya bangsa yang diakui secara bersama-sama.

Proses penggalian itulah dan kemudian dijadikan momentum untuk diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila oleh Presiden Jokowi. Bahwa pada 1 Juni sebagai hari lahir dasar dan ideologi negara, Pancasila. Ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Seperti dikutip dari Antara, dalam perjalanannya implementasi nilai-nilai Pancasila memerlukan pembinaan terus menerus melalui program yang terencana. Oleh karena itu, Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 memutuskan pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat dengan BPIP. Badan ini dipimpin oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Hari ini Jumat, 1 Juni 2018, Presiden Jokowi menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Presiden tiba di halaman gedung yang berlokasi di Jalan Pejambon, No. 6 pada sekitar pukul 08.00 WIB.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga tinggi negara juga hadir dalam upacara sejak pukul 07.00 WIB. Para pejabat mengenakan pakaian tradisional dari sejumlah suku di Indonesia. Dalam acara itu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat khas Solo, Jawa Tengah berupa beskap hitam lengkap dengan blangkon.

Jokowi menjelaskan, Pancasila selama 73 tahun ini mampu bertahan di tengah serbuan ideologi lain yang berusaha untuk menggesernya. “Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika,” kata Jokowi dalam pidatonya di halaman Gedung Pancasila.

Presiden Jokowi menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus jadi momentum untuk mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Ini Harus Jadi Momentum
Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Rina Widiastuti
Jumat, 1 Juni 2018 09:11 WIB

Gedung Pancasila 1Jun18

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Pancasila adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia. Dia menyampaikan hal itu saat menyampaikan pidato di Hari Lahir Pancasila. Ia meyakini Pancasila selamanya akan terus ada di dalam nadi bangsa Indonesia.

Jokowi menjelaskan, Pancasila selama 73 tahun ini mampu bertahan di tengah serbuan ideologi lain yang berusaha menggesernya. “Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” kata Jokowi dalam pidatonya di halaman Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018.

Jokowi mengatakan Pancasila lahir dari pergulatan pikiran para pendiri bangsa. Mereka yang terdiri atas berbagai kelompok mau duduk bersama dan menyepakati Pancasila sebagai pemersatu perbedaan.

“Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.

Jokowi berujar peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia mengajak semua pihak sama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian.

“Semangat bersatu, berbagi, dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara maju dan jaya,” ucap Jokowi.

Dalam acara ini Jokowi datang mengenakan baju adat khas suku Jawa berupa beskap dan blangkon. Adapun Kalla hanya mengenakan batik lengan panjang berwarna krem dan kopiah hitam.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini dihadiri Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno, dan Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta para menteri Kabinet Kerja, keluarga pejuang perumus Pancasila, dan pemuka agama.

KartuNama45




Blog Stats

  • 3,597,869 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements