Posts Tagged ‘Earthquake

16
Apr
12

Bencana Alam : 10 Gempa Terbesar di Dunia sejak 1900

https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

10 Gempa Terbesar

Oleh Yahoo! News | Yahoo! News – Jum, 13 Apr 2012

Setelah gempa 8,7 Skala Richter yang mengguncang Aceh, Sumatera Utara, dan Padang, 12 April 2012 lalu, berikut adalah 10 gempa terkuat yang pernah terekam sejak 1900 sampai sekarang.

22 Mei 1960 – Chile, gempa berskala 9,5 Skala Richter mengguncang Santiago dan Concepcion, menyebabkan gelombang laut dan ledakan gunung api. Sekitar 5000 orang terbunuh dan 2 juta orang kehilangan rumah.

28 Maret 1964
– Alaska, gempa dan tsunami yang terjadi sesudahnya membunuh 125 orang dan menyebabkan kerugian $310 juta. Gempa skala 9,2 SR ini menyerang Alaska dan bagian barat Yukon Territory serta British Columbia di Kanada.

26 December 2004
– Indonesia, gempa 9,1 SR menyerang pesisir Provinsi Aceh di Indonesia, menyebabkan tsunami yang membunuh 226 ribu orang di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, India, dan sembilan negara lainnya.

4 November 1952 – Rusia, gempa 9 SR menyebabkan tsunami yang mencapai Kepulauan Hawaii. Tidak ada korban jiwa dalam gempa ini.

11 Maret 2011 – Jepang, gempa 9 SR menyerang Jepang, menyebabkan banyak korban. US Geological Survey memverifikasi gempa terletak di kedalaman 24,3 km dan pusatnya di 130,3 km timur Sendai, di pulau Honshu.

Gempa ini adalah yang terkuat yang pernah tercatat di Jepang. Tsunami yang terjadi setelah itu memicu krisis nuklir paling parah dalam 25 tahun terakhir. Lebih dari 15 ribu orang tewas akibat kombinasi gempa dan tsunami.

Filipina, Taiwan, dan Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center mencapai Kolombia dan Peru.

27 Februari 2010 – Chile, gempa 8,8 SR dan tsunami menyebabkan tewasnya 500 orang dan kerusakan $30 miliar, merusak ratusan ribu rumah dan menghancurkan jalan-jalan tol serta jembatan.

31 Januari 1906 – Ekuador, gempa 8,8 SR menyerang pesisir Ekuador dan Kolombia, menyebabkan tsunami yang menewaskan 1000 orang. Getarannya terasa di sepanjang pesisir Amerika Tengah dan bahkan sampai San Francisco dan barat Jepang.

11 April 2012 – Gempa 8,7 SR menyerang Aceh, 495,6 km dari barat daya Banda Aceh. Getarannya terasa sejauh Singapura, Thailand, dan India.

4 Februari 1965 – Alaska, gempa 8,7 SR menghasilkan tsunami yang mencapai 10,7 meter tingginya di Pulau Shemya.

28 Maret 2005 – Gempa 8,6 SR di Nias, Sumatra membunuh 1300 orang.

Sumber: Reuters/Situs U.S. Geological Survey Earthquake – http://earthquake.usgs.gov/

Berita Lainnya

Gempa ‘Mega Thrust’

Oleh Isyana Artharini | Newsroom Blog – Jum, 13 Apr 2012
Bersiap Menghadapi Gempa Besar ‘Mega Thrust’

Hidup di Indonesia artinya harus bersiap menghadapi bencana yang bisa datang setiap saat. Pada 12 April lalu, kita diingatkan lagi betapa gempa bisa datang tanpa diduga waktu tepatnya. Berdasarkan pengalaman gempa besar Aceh pada Desember 2004 lalu, penduduk sudah lebih sadar untuk mengevakuasi diri ke dataran tinggi, berjaga-jaga dari kemungkinan terjangan tsunami.

Meski gempa tak bisa diduga waktunya, namun para peneliti sudah memperkirakan akan terjadinya gempa besar (mega thrust) di Padang dengan 8,9 SR.

Menurut ahli gempa dari Program Studi Geodesi Institut Teknologi Bandung Irwan Meilano, mega thrust di Sumatera adalah kawasan yang selama ini banyak dipelajari oleh peneliti gempa. Kawasan ini terbentuk ketika lempeng Indoaustralia menunjam lempeng Eurasia.

Penunjaman ini menyimpan energi sangat besar yang bisa dilepaskan sewaktu-waktu sebagai gempa besar. Gempa 9 Skala Richter pada 2004 yang melanda Aceh merupakan megathrust yang berasal dari zona subduksi di pantai barat Aceh. Bahkan, gempa yang terjadi 12 April lalu ia perkirakan akan mempercepat terjadinya gempa mega thrust di Padang.

Dalam daftar 10 gempa terdahsyat yang pernah terjadi sejak 1900 sampai sekarang, Indonesia mendominasi dengan tiga gempa besar dan dengan jumlah korban yang banyak pula.

Artinya, tinggal di Indonesia yang merupakan kawasan rawan gempa seharusnya menjadikan kita lebih siap menghadapi bencana ini. Bukan hanya kesiapan pemerintah dalam urusan infrastruktur yang jadi sorotan, tapi bagaimana kita sendiri bisa mengkondisikan diri untuk tetap tenang, mencari tempat aman, dan menyelamatkan diri saat bencana terjadi.

Kita bisa berdoa, namun itu tidak cukup. Ada hal-hal yang secara manusiawi bisa kita siapkan untuk meminimalkan terjadinya korban jiwa. Apakah kita sudah melatih anak-anak sampai orangtua untuk mengevakuasi diri untuk persiapan jika bencana terjadi seperti di Jepang?

Apakah kita sudah memiliki kotak darurat berisi P3K, perlengkapan makanan serta minuman, yang bisa dibawa sewaktu-waktu saat gempa? Atau jangan-jangan malah kita tidak tahu apa yang harus dibawa ketika evakuasi darurat saat gempa? Dan tahukah kita ke mana harus menyelamatkan diri saat gempa? Seberapa sering kita melakukan latihan evakuasi?

Lalu, apa lagi menurut Anda yang bisa kita siapkan untuk selalu siaga menghadapi bencana gempa yang bisa datang sewaktu-waktu?

13 Fakta Jumat Tgl 13

Oleh della | Beranda Komunitas – Jum, 13 Apr 2012
13 Fakta di Hari Jumat Tanggal 13

UntitledOleh: Sabrina Utami

Bagi masyarakat Barat, angka 13 dianggap angka sial. Lebih dari itu, hari Jumat yang jatuh pada tanggal 13 juga dipercaya mengundang kesialan serta memberi pengaruh buruk. Banyak orang mengurungkan niat bepergian ke luar rumah demi mencegah hal-hal tak diinginkan.

Bagaimana dengan Indonesia? Meski tidak semenakutkan malam Jumat Kliwon, beberapa orang ikut pula mengurungkan niat bepergian pada Jumat tanggal 13. Ketika saya masih kelas 4 SD, saat istirahat jam pertama wali kelas kami berdiri di depan kelas serta menyuruh kami pulang — karena hari itu hari Jumat tanggal 13.

Karena dia tidak memberikan penjelasan panjang lebar mengenai apa itu Jumat tanggal 13 — hanya raut muka ketakutan — saya mengira Jumat tanggal 13 adalah suatu peristiwa besar.

Sekarang saya mengerti, ketakutan memang tidak memerlukan alasan cukup jelas. Untuk menambah pengetahuan, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai Jumat tanggal 13.

Tiga kali sepanjang tahun 2012
Jumat tanggal 13 terjadi sebanyak tiga kali sepanjang tahun 2012. Yakni pada bulan Januari, April, dan Juli.

Ketakutan akan Jumat 13
Orang yang mengidap ketakutan akan Jumat tanggal 13 disebut sebagai paraskevidekatriaphobia. Atau sebagian lain menyebutnya, friggatriskaidekaphobia. Sedangkan orang yang takut terhadap angka 13 disebut triskaidekaphobia.

Orang-orang yang takut
Saking takutnya terhadap angka 13, mantan presiden AS Franklin D Roosevelt ternyata tidak pernah bepergian pada tanggal 13 dan tak pernah menjamu tamu yang jumlahnya 13 orang. Sudah tentu, dia memilih berdiam diri pada hari Jumat tanggal 13. Selain itu, Napoleon, Stephen King dan presiden Herbert Hoover mengalami hal yang sama, mereka menderita triskaidekaphobia.

Budaya Barat
Kepercayaan terhadap kesialan akan terjadi di Jumat tanggal 13 ini lebih dikenal di Britania Raya, Amerika Serikat. Hal serupa juga terjadi di beberapa negara lain, seperti orang Spanyol yang takut sial di tanggal 13 yang jatuh pada hari Selasa. Dan budaya di Italia yang juga takut akan tanggal 17 yang jatuh pada hari Jumat.

Tidak baik bagi kesehatan
Ketakutan terhadap Jumat tanggal 13 rupanya berdampak buruk bagi kesehatan. Beberapa rumah sakit menyatakan bahwa korban kecelakaan transportasi yang di hari Jumat tanggal 13 meningkat sebanyak 52 persen. Mereka lebih menyarankan untuk diam di rumah.

Kesialan terjadi hanya dalam pikiran
Menurut Thomas Gilovich dari Department of Psychology at Cornell University Amerika, kesialan di Jumat tanggal 13 hanya terjadi pada orang-orang yang mengasosiakan hari tersebut dengan hal-hal buruk yang terjadi menimpa mereka.

Kerugian pada dunia bisnis
Orang yang benar-benar takut akan Jumat tanggal 13 akan mencegah segala aktivitas keluar rumah seperti berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Salah satu contoh perusahaan yang mengalami kerugian akibat hal ini adalah Delta Airlines dan Continental Airlines. Pendapatan mereka berkurang sekitar $ 800-900 miliar di hari tersebut.

Jumat tanggal 13 di Indonesia, Tragedi Semanggi
Di Indonesia, peristiwa besar yang terjadi pada hari Jumat tanggal 13 adalah puncak dari Tragedi Semanggi 1. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 11-13 November 1998. Tragedi ini bermula dari aksi protes masyarakat terhadap pelaksanaan dan agenda Sidang Istimewa dan mengakibatkan tewasnya warga sipil.

Ketakutan Angka 13 di Indonesia
Beberapa budaya takut akan angka 13 rupanya menyebar ke Indonesia. Banyak gedung bertingkat tidak memiliki lantai 13 dan kamar nomor 13. Selain 13, angka 4 juga dianggap angka sial karena merupakan hasil penjumlahan dari dua angka tersebut, 1+ 3 = 4. Gedung-gedung yang memiliki lantai 4 kemudian akan menggantinya dengan 3a.

12 dianggap genap dan sempurna.
Mark Twain menjadi tamu yang ke-13 pada suatu jamuan makan malam. Pada awalnya, seorang teman telah memperingatkannya untuk tidak hadir pada acara tersebut. Dan benar saja, makanan yang dipersiapkan hanya cukup untuk 12 tamu saja. Tidak hanya itu, angka 12 dianggap sebagi penyempurna bilangan dalam hitungan. Ada 12 bulan dalam setahun, 12 zodiak, 12 emas dalam Olimpiade dan 12 benda dalam satu lusin.

“Friday The 13th”, buku karangan Simon Hawke.
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1987. Buku ini bercerita tentang pembunuhan misterius yang dilakukan oleh Jason akibat dendam masa lalu terhadap orang-orang yang telah membunuh ibunya. Beberapa tahun berlalu, Jason tetap saja meneror orang-orang yang datang ke Camp Crystal Lake.

“Friday The 13th”, film yang berkisah tentang Jumat tanggal 13.
Film ini dirilis pada tahun 2009 dan diangkat dari buku berjudul sama karangan Simon Hawke, cukup fenomenal di masanya hingga kini. Sudah semakin jelas kan mengapa orang-orang semakin takut dengan Jumat tanggal 13 atau Friday the 13th?

Yang beruntung di Jumat 13
Pasangan asal Inggris memenangkan $ 17 miliar setelah membeli tiket lotere di hari Jumat tanggal 13. Tapi di hari yang sama, kaca di rumah mereka, jatuh dan pecah. Pertanda apa itu sebenarnya?

Bagaimana dengan Anda? Percaya dengan kesialan yang terjadi di hari Jumat tanggal 13?

Advertisements
20
May
11

Bencana Alam : Polemik Gempa 8,7 SR Mengancam Jakarta

Jumat, 20/05/2011 05:05 WIB
Andi Arief Tak Mau Berpolemik Panjang Soal Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta 
Rachmadin Ismail – detikNews

Andi Arief Tak Mau Berpolemik Panjang Soal Potensi Gempa 8,7 SR di Jakarta

Jakarta – Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam Andi Arief enggan menanggapi komentar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwaksana yang menganggap sebelah mata potensi gempa 8,7 Skala Richter (SR) di Jakarta. Andi menyerahkan kebenaran soal potensi gempa tersebut kepada masing-masing pihak.

“Saya tidak ingin berpolemik. Silahkan memilih percaya atau tidak, tidak perlu jadi polemik panjang,” ujar Andi kepada detikcom, Kamis (20/5/2011).

Andi mengatakan, dua hasil penelitian soal potensi gempa di Selat Sunda pertama diutarakan Tim 9 tentang peta gempa resmi pemerintah 2010 (potensi 8,4 SR) dan disertasi Rahma di Nagoya Jepang berdasarkan data GPS yang ditanam Bakosurtanal 2011 (8,7SR).

“BNPB melalui kepala Data publikasi DR Sutopo bahkan sudah membuat modelling tsunaminya yang tadi dipaparkan bersama di kampus UI,” jelas Andi.

Menurut Andi, ketimbang menuding dirinya macam-macam sebaiknya semua pihak melihat secara seksama rekomendasi tim 9 dan melaksanakannya. “Jangan mempolemikkan hazaard gempa, lebih baik laksanakan rekomendasi tim 9,” tuturnya.

Rekomendasi Rencana Aksi Jangka Pendek sampai Menengah (lima tahun ke depan) yang dibuat Tim 9 yakni;

a. Investigasi microseismik untuk pemetaan patahan yang belum teridentifikasi.
b. Studi lanjutan mengenai karakteristik gempa beserta studi parameter gempa untuk tiap zona, baik untuk gempa patahan dangkal maupun gempa subduksi.
c. Pembuatan peta mikrozonasi untuk beberapa kota besar yang berpenduduk padat untuk masukan dalam kajian resiko bencana dan tata ruang suatu kota serta emergency plan sehingga dapat dirumuskan langkah mitigasi yang tepat.
d. Mempercepat pelaksanaan pemasangan jaringan strong-motion accelerometer untuk dapat mengerti karakteristik gempa tersebut dan mengembangkan database input motion.
e. Pengembangan fungsi atenuasi yang didasarkan pada rekaman strong-ground motion gempa-gempa Indonesia.
f. Melakukan kajian secara berkelanjutan yang diperlukan untuk memberikan masukan dalam upaya jangka menengah penyempurnaan peta gempa Indonesia secara berkala setiap lima tahun sekali, dengan temuan-temuan patahan aktif, pengukuran GPS, dan fungsi atenuasi Indonesia

(ape/ape)

16
Mar
11

Bencana Alam : Musibah Pasca Jepang 11 Maret 2011

AP

Menkeu AS: Jepang Mampu Tanggung Biaya Rekonstruksi

Dampak gempa dan tsunami Jepang

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON–Menteri Keuangan Amerika Serikat, Timothy Geithner, pada Selasa mengatakan bahwa Jepang mampu menanggung biaya rekonstruksi yang membumbung, meski dilanda bencana gempa besar, tsunami, dan rusaknya instalasi nuklir. Jepang –kekuatan ekonomi terbesar ketiga di dunia– memiliki kemampuan untuk berhadapan dengan tantangan tersebut, kata Geithner dalam sesi dengar pendapat di Kongres.

“Saya rasa hal itu merupakan tantangan berat bagi mereka, sebuah negara kaya, dengan tingkat suku bunga yang sangat tinggi,” kata Geithner. “Negara itu dapat mengatasi tidak hanya tantangan kemanusiaan yang sedang terjadi, namun juga tantangan rekonstruksi yang akan mereka hadapi,” katanya.

Namun menteri keuangan itu menepis kemungkinan bahwa Jepang akan menarik keterlibatan obligasinya di Amerika Serikat guna membiayai rekonstruksi. Jepang merupakan pemegang modal asing terbesar kedua di AS, dengan angka 886 miliar dolar AS pada Januari.

Setiap penurunan signifikan dalam tingkat kepemilikan itu dapat membuat pinjaman menjadi lebih mahal terhadap Amerika Serikat yang sudah mengalami kekurangan dana. Ketika ditanya apakah krisis di Jepang berdampak terhadp tingkat suku bunga dan pinjaman di AS, Geithner menjawab “tidak”.

Geithner mengakui akan ada dampak nyata terhadap ekonomi Jepang, namun masih terlalu dini untuk mengukur skalanya. “Masih terlalu sulit untuk menilai dalam tahapan sekarang tentang bagaimana besarnya biaya jangka pendek terhadap hasil produksi di sana,” katanya. “Fokus dan perhatian kami saat ini adalah berupaya untuk membantu mereka dan memastikan bahwa mereka dapat mengatasi tantangan kemanusiaan dan rekonstruksi itu,” tegasnya.

Red: Krisman Purwoko
Sumber: antara/AFP

28
Nov
10

Bencana Alam : Gempa Maluku dan Sulawesi Utara

Minggu, 28/11/2010 04:09 WIB
Gempa 5,7 SR Kembali Landa Sulawesi Utara
Moksa Hutasoit – detikNews


Jakarta – Hanya berselang dua jam lebih, kawasan Melonguane, Sulawesi Utara kembali diguncang gempa berkekuatan cukup besar. Setelah sebelumnya diguncang dengan kekuatan 6 SR, jelang pagi, gempa berkekuatan 5,7 kembali melanda kawasan ini.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG, Minggu (28/11/2010), gempa kali ini terjadi pada pukul 3.48 WIB.

Pusat gempa berada di kedalaman 99 Km. Posisinya ada di 241 Km sebelah Tenggara Melonguane, Sulawesi Utara.

Pukul 01.11 WIB sebelumnya, kawasan ini juga diguncang gempa berkekuatan 6 SR. Namun Gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

Pada pukul 23.49 WIB, Sabtu (27/11), gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang kawasan Maluku. Sedangkan sejam sebelumnya, Kepulauan Mentawai diguncang gempa berkekuatan 4,8 SR.

(mok/mok)

Minggu, 28/11/2010 00:05 WIB
Maluku Diguncang Gempa 5,3 SR
Moksa Hutasoit – detikNews

 

Jakarta – Jelang tengah malam, ada dua gempa yang terjadi di Indonesia. Setelah sebelumnya melanda Kepulauan Mentawai, kali ini gempa melanda kawasan Maluku.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG, Sabtu (27/11/2010), gempa yang melanda Maluku ini berkekuatan 5,3 SR. Gempa ini terjadi tepat pukul 23.49 WIB.

Pusat gempa berada di kedalaman 73 Km. Dengan lokasi di 160 Km timur laut Maluku.

Gempa ini tidak menimbulkan gelombang tsunami.

(mok/mok)

10
Jul
10

IpTek : Jakarta Berpotensi Gempa Besar

Kamis, 24 Juni 2010 | 12:38 WIB
Jakarta Berpotensi Gempa Besar

kaskus.us

Palmerah, Warta Kota

STAF khusus presiden bidang bantuan sosial dan bencana Andi Arief mengatakan gempa besar berpotensi terjadi di wilayah Jakarta mengingat meningkatnya intensitas gempa di sepanjang pantai barat Sumatera.

“Intensitas gempa yang kian meningkat di zona patahan aktif di sepanjang pantai barat Sumatera belakangan ini, memunculkan kekhawatiran bahwa potensi rambatan gempa dapat sewaktu-waktu menuju ke Ibukota,” kata Andi dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (24/6).

Menurutnya, Jakarta pernah terguncang gempa dahsyat, antara lain pada tahun 1699, 1780, 1883, dan 1903.

Dikatakannya, meski kekhawatiran tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, pemerintah harus segera membenahi sistem manajemen bencana yang dapat mengantisipasi situasi krisis apabila gempa itu “singgah” di Jakarta.

Untuk itu, Kamis ini Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) mengundang dua pakar manajemen bencana yaitu Professor Antony Saich dan Dr. Arnold Howitt dari Sekolah Ilmu Pemerintahan John F. Kennedy, Universitas Harvard, Amerika Serikat untuk membagi pengetahuan dan pengalamannya.

Kedua ahli ini berpengalaman dalam hal manajemen bencana dan pengelolaan situasi krisis di Amerika Serikat dan Cina.

Keduanya akan berbicara di depan petinggi lembaga-lembaga pemerintah yang terkait dengan bencana, seperti BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), BMKG (Badan Meteorologi dan Geofisika), Badan Geologi ESDM, Badan SAR Nasional, serta akademisi dari perguruan tinggi dan lembaga riset, dalam sebuah sesi diskusi di Istana Presiden.

“China memiliki pengalaman yang baik dalam menangani gempa dan banjir seperti kita. Sementara AS berpengalaman mengelola situasi krisis pada saat badai topan. Pengalaman kedua negara sangat relevan untuk kita jadikan referensi,” kata Soeyanto, Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB).

Menurut Soeyanto, kedua negara tersebut berhasil mengembangkan sistem manajemen bencana yang tangguh, yang bertumpu pada kepemimpinan yang efektif antar lembaga pemerintah yang terkait dengan kebencanaan, serta pembangunan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kajian bencana.

“Koordinasi menjadi salah kata kunci dalam mengatasi krisis pada saat bencana terjadi, karena pemerintah di pusat dan daerah memiliki bermacam-macam lembaga yang terkait dengan kebencanaan.

Koordinasi yang efektif itu bukan hanya soal kemampuan membangun relasi antar lembaga, tapi yang lebih mendasar adalah bagaimana mendesain relasi dan pembagian kerja yang tepat antar lembaga? kata Dr. Arnold Howitt.

Arnold menegaskan, apabila desain kelembagaan itu sudah tepat, maka pekerjaan rumah berikutnya adalah reformasi birokrasi dalam hal pengembangan sumberdaya manusia.

Ia prihatin karena mendengar bahwa di berbagai provinsi di Indonesia, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) banyak diisi oleh tenaga-tenaga yang tidak memiliki kompetensi di bidang kebencanaan.

Karena itu, ia berpendapat, pengembangan sumberdaya manusia yang mumpuni di bidang kebencanaan adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia yang tak bisa ditunda-ditunda. (Ant/apr)

28
Jan
10

Bencana Alam : Gempa Bumi di Yogyakarta

Republika, Kamis, 28 Januari 2010, 14:02 WIB

YOGYAKARTA–Masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya, Kamis (28/1) dini hari, kembali dikejutkan oleh goncangan gempa bumi. Bahkan goncangan gempa yang terjadi dua kali tersebut membuat masyarakat sedikit cemas akan adanya gempa susulan yang lebih tinggi.

Menurut data Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, gempa yang sangat terasa di Yogyakarta tersebut terjadi pada pukul 03.35 WIB dan gempa susulan terjadi pada pukul 03.48 WIB. Gempa utama berkekuatan 5, 2 skala richter (SR) dan gempa kedua berkekuatan 2,6 SR.

Menurut Kepala Stasiun Geofisikan BMKG Yogyakarta, Budi Waluyo, pusat gempa berada di 17 kilometer dibawah Samudra Indonesia atau tepatnya di 115 Km Tenggara Gunungkidul atau 143 Km Tenggara Yogyakarta. “Ini bukan gempa susulan dari aktivitas lempengan pada Mei 2006 yang menggoncang Yogya cukup parah waktu itu. Ini gempa baru,” paparnya saat dihubungi, Kamis (28/1).

Menurutnya, gempa tersebut merupakan aktivitas benturan antara lempeng Indoaustralia dan eurasia. Gempa itupun sangat terasa di wilayah Yogyakarta, Bantul, Gunungkidul, dan Pacitan.

Endang (27) warga Kotabaru, Yogyakarta mengaku kaget ketika tempat tidurnya terasa bergoyang-goyang pada pukul 03.35 WIB Kamis dini hari kemarin. “Saya kira saya sedang mimpi, tetapi kok terasa sekali. Saya sempet bangun tapi tidak terjadi apa-apa lalu tidur lagi,” paparnya.

Di Bantul, beberapa kelompok masyarakat yang sadar akan gempa tersebut sempay membunyikan kentongan tanda kewaspadaan. Di Wonokromo, Pleret, Bantul, masyarakat kelompok ronda membunyikan kentongan akibat gempa tersebut.

“Ronda hampir bubar, tetapi saat jalan tiba-tiba terasa bergoyang. Langsung saja lari ke Pos Ronda dan kita memperingatkan warga agar waspada,” terang Jariman, salah seorang warga.
Redaksi – Reporter

Red: ririn
Reporter: yulianingsih
27
Oct
09

Lingkungan : Danau Kelimutu Berubah Jadi Satu Warna

Danau Kelimutu Berubah Jadi Satu Warna
Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai (kiri) dan Danau Tiwu Ata Polo, Kamis (15/10). Dua dari tiga kawah Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Pulau Flores, NTT, telah berubah menjadi satu warna, hijau muda. Perubahan warna ini diawali Danau Tiwu Ata Polo pada Desember 2008.

Selasa, 27 Oktober 2009 | 03:08 WIB

KUPANG, KOMPAS.com–Danau tiga warna Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) kini berubah menjadi satu warna, yakni hijau, dari warna aslinya merah, putih dan biru.

“Perubahan warna ini menunjukan tanda-tanda kurang baik,” kata Ketua Aliansi Masyarakat Adat Kelimutu, Nikolaus Ruma yang dihubungi dari Kupang, Minggu.

Ia mengatakan, terdapat tiga danau yang terletak di Desa Woloara, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende yang letaknya berdampingan dan masing-masing diberi nama Tiwu Ata Polo, Tiwu Ata Mbupu dan Tiwu Ko`ofai Nuwa Muri.

Dia mengatakan, masyarakat yang bermukim di sekitar danau kelimutu meyakini perubahan warna air Danau Kelimutu tersebut sebagai tanda bakal terjadi perubahan alam yang luar biasa yang harus diwaspadai.

“Ini merupakan tanda yang bisa membawa malapetaka besar bagi masyarakat di Indonesia,” katanya.

Saat ini, katanya, warga disekitar danua Kelimutu sudah mulai cemas dengan adanya perubahan warna danau tersebut.

Keyakinan ini didasari pada pengalaman pada 1992 silam, seiring dengan perubahan warna danau tersebut, terjadi gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores yang menelan banyak korban jiwa.

“Perubahan warna danau ini pernah terjadi sebelumnya dan secara mendadak,” katanya.

Dari tiga danau tersebut, katanya, danau yang berwarna biru, jarang berubah warna, sehingga kekhawatiran bakal terjadi bencana yang menelan korban jiwa.

Kekhawatiran akan terjadi bencana ini, tambahnya, bukan saja terjadi di wilayah Pulau Flores, tetapi Indonesia, karena keajaiban dunia ini ada di Indonesia.

Seiring perubahan warna danau tersebut pada lima hari lalu, lanjutnya, terjadi gempa yang mengguncang Saumlaki, sehingga perlu diwaspadai adanya peristiwa selanjutnya.(*)
JY

Editor: jodhi
Sumber : Ant




Blog Stats

  • 3,373,779 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…