Archive for April, 2011

29
Apr
11

Kejahatan : Perompakan Kapal Laut MV Sinar Kudus

Komunitas Bicara

Di Laut, Kita (Ternyata) Tak Jaya

Djoened

Jumat, 29 April 2011

Sial betul nasib para awak kapal MV Sinar Kudus. Sejak dibajak para perompak Somalia, pada 16 Maret silam (baca: sudah satu setengah bulan!), hingga kini tak ada yang tahu persis seperti apa keberadaan mereka.

Alkisah, kapal milik PT Samudera Indonesia yang mengangkut bijih nikel senilai Rp 1,5 triliun itu, dan diawaki 20 pelaut Indonesia, sedang meluncur dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju Rotterdam, Belanda. Lalu, di perairan dekat Pulau Socotra, Semenanjung Arab, Afrika, para perompak Somalia (kabarnya sekitar 50 orang) mendadak menyerbu: Hap!

Perompak awalnya meminta tebusan 2,6 juta dolar AS, dan sempat naik jadi 3,5 juta dolar AS, sebelum akhirnya kembali turun ke 3 juta dollar AS. (“Sementara pihak perusahaan hanya kuat membayar 1,070 dolar AS,” ujar Yunita, istri Masbukhin, awak MV SinarKudus asal Kediri, Jawa Timur.) Nah lho!

Bagi Pemerintah Indonesia sendiri, yang berprinsip menolak berkompromi dengan berbagai tindak terorisme dan kejahatan terhadap kemanusiaan, permintaan tebusan tersebut memang bak buah simalakama: dikabulkan jadi “aib”, tak dikabulkan muka pun tercoreng. Maka, jalan tengah diambil. Lewat pemilik kapal, Pemerintah mencoba melakukan dialog dan meluncurkan misi penyelamatan.

Namun, upaya tersebut, konon, justru membuat para bajak laut kian berang. Lha, iyalah. Dialog doang kan kagak ada duitnya!

TNI sudah pula mengirim 401 personel gabungan Marinir dan Kopassus dengan dua kapal fregat. Toh, operasi militer tetap tak bisa kunjung dilakukan karena kondisi setempat dianggap tidak memungkinkan.

Nah, tarik-ulur penyelesaian kasus ini, pada akhirnya memicu banyak orang (kembali) beranggapan Pemerintah Indonesia (baca: Presiden SBY) sebagai kian peragu, tak ajeg, bahkan tak peduli pada nasib 20 rakyatnya yang terkatung-katung di bawah ancaman pedang perompak.

Tuduhan-tuduhan tersebut terasa kian memojokkan karena, sejauh ini, bukan cuma kapal berkebangsaan Indonesia yang pernah disandera bajak laut Somalia yang, konon, sudah jadi “legenda” di dunia hitam. Mereka ini sekumpulan manusia berbahaya (totalnya sampai 2000 orang lebih!) yang, karena tekanan kondisi negara mereka yang berantakan, siap melakukan apa pun, bahkan tak melulu karena uang. Mereka juga secara cepat bisa menjalin kontak dengan para penjahat lainnya, penyedia dana global, hingga kaum fanatik.

Menurut catatan koran The Business Times, aksi perompakan di lepas pantai Somalia telah “membajak” perdagangan dan perekonomian dunia, sedikitnya 12 miliar dolar AS (Rp 103 triliun) per tahun. Sementara Biro Maritim Internasional melaporkan, sepanjang 2010, terjadi aksi perompakan atas 53 kapal dagang, dan penyerangan terhadap lebih dari 392 kapal lain di lepas pantai Somalia. Sebanyak 1.181 pelaut dari berbagai negara disandera (ini jumlah penculikan terbesar di laut!), dan sedikitnya delapan pelaut tewas.

Tahun ini saja (Januari s/d April 2011) bahkan sudah terjadi 97 serangan perompak, termasuk terhadap MV Sinar Kudus itu. Angka ini, artinya, naik tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Kawasan Laut Arab di seputar Somalia memang sudah sejak lama menjadi salah satu lintasan terpadat di dunia. Sekitar 30.000 kapal dagang selalu mondar-mandir di sana setiap pekannya. Angkutan mereka pun beragam, dan rata-rata bernilai tinggi.

PBB, sejak 2008, pernah mengeluarkan resolusi berkaitan dengan aksi perompak Somalia tersebut. Resolusi ditindaklanjuti dengan operasi militer gabungan yang digelar Uni Eropa pada Desember 2008, operasi laut gabungan per Januari 2009, sampai aksi gabungan oleh NATO pada Agustus 2009.

Hasilnya? Aksi perompakan terus saja meningkat. Sebelum Indonesia, kapal-kapal milik Arab Saudi, Jerman, Yunani, Singapura, dan Korea Selatan sudah lebih dulu dijarah. Dan, para pemimpin negara tersebut, akhirnya, memilih jalan damai untuk menyelamatkan setiap awak kapal mereka dengan memberikan uang tebusan. Tercatat, sepanjang 2010, tebusan yang dibayarkan kepada para bajak laut mencapai 238 juta dolar AS (Rp 2,04 triliun).

Pertanyaannya kemudian: Apa solusi pamungkas yang akan diambil Pemerintah Indonesia? Ikut berdamai seperti negara-negara lainnya, atau tetap bersikeras melancarkan operasi militer?

“Hanya 20 persen operasi militer yang berhasil mencapai kesuksesan. Sisanya, biasanya sandera dan pasukan militer meninggal hingga kapal dikaramkan,” ujar Saut Gurning, seorang pengamat industri maritim.

Dengan kata lain, menurut Saut, keputusan untuk membebaskan awak MV Sinar Kudus dengan cara negosiasi adalah keputusan terbaik. Opsi militer justru seringkali tak berhasil.

Perompak Somalia

Jumat, 29 April 2011 01:31 WIB |

Perompak Somalia Bebaskan Kapal Berbendera Panama

Mogadishu (ANTARA News) – Perompak Somalia membebaskan kapal berbendera Panama MV Renuar dan 24 orang awaknya yang berkebangsaan Filipina setelah ditahan empat bulan, kata satuan tugas anti-perompakan Uni Eropa EU Navfor, Kamis.

“Kapal itu kini berlayar ke sebuah pelabuhan yang aman,” kata EU Navfor dalam sebuah pernyataan singkat.

Perompak yang menembakkan granat roket menahan MV Renuar pada 11 Desember ketika kapal dengan berat 17.156 ton itu sedang menuju Uni Emirat Arab dari Mauritius.

EU Navfor tidak menyebutkan apakah uang tebusan dibayar bagi pembebasan kapal tersebut.

Pada pertengahan April, perompak Somalia membebaskan sebuah kapal pengangkut aspal yang juga berbendera Panama setelah menerima uang tebusan namun tetap menahan beberapa orang awaknya.

Kapal MT Asphalt Venture dengan berat mati 3.884 ton itu ditahan perompak pada 29 September tahun lalu ketika sedang menuju kota pelabuhan Durban, Afrika Selatan, dari Mombasa, Kenya, dan membawa 15 orang awak, seluruhnya warga negara India.

Perompak mengatakan, mereka membebaskan kapal itu setelah menerima uang tebusan 3,6 juta dolar, namun hal ini tidak bisa dikonfirmasi secara independen.

Perompakan meraja-lela di lepas pantai Somalia, yang mengacaukan jalur pelayaran antara Eropa dan Asia, membuat awak dan kapal terancam bahaya serta mendorong beaya asuransi bagi perusahaan perkapalan.

PBB memperingatkan, perompak Somalia menjadi semakin berani dan tetap mendahului pasukan angkatan laut internasional yang berusaha mengakhiri pembajakan di kawasan perairan itu.

Pada 2009, perompak Somalia menyerang lebih dari 130 kapal dagang di lepas pantai Somalia, naik lebih dari 200 persen dari tahun 2007, menurut Pusat Pelaporan Perompakan Biro Maritim Internasional di Kuala Lumpur.

Perompak yang beroperasi di lepas pantai Somalia meningkatkan serangan pembajakan terhadap kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden meski angkatan laut asing digelar di lepas pantai negara Tanduk Afrika itu sejak 2008.

Kapal-kapal perang asing berhasil menggagalkan sejumlah pembajakan dan menangkap puluhan perompak, namun serangan masih terus berlangsung.

Perairan di lepas pantai Somalia merupakan tempat paling rawan pembajakan di dunia, dan Biro Maritim Internasional melaporkan 24 serangan di kawasan itu antara April dan Juni tahun 2008 saja.

Angka tidak resmi menunjukkan 2009 sebagai tahun paling banyak perompakan di Somalia, dengan lebih dari 200 serangan — termasuk 68 pembajakan yang berhasil — dan uang tebusan diyakini melampaui 50 juta dolar.

Kelompok-kelompok bajak laut Somalia, yang beroperasi di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Asia dan Eropa, memperoleh uang tebusan jutaan dolar dari pembajakan kapal-kapal di Lautan India dan Teluk Aden.

Patroli angkatan laut multinasional di jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Eropa dengan Asia melalui Teluk Aden yang ramai tampaknya hanya membuat geng-geng perompak memperluas operasi serangan mereka semakin jauh ke Lautan India.

Dewan Keamanan PBB telah menyetujui operasi penyerbuan di wilayah perairan Somalia untuk memerangi perompakan, namun kapal-kapal perang yang berpatroli di daerah itu tidak berbuat banyak, menurut Menteri Perikanan Puntland Ahmed Saed Ali Nur.

Pemerintah transisi lemah Somalia, yang saat ini menghadapi pemberontakan berdarah, tidak mampu menghentikan aksi perompak yang membajak kapal-kapal dan menuntut uang tebusan bagi pembebasan kapal-kapal itu dan awak mereka.

Perompak, yang bersenjatakan granat roket dan senapan otomatis, menggunakan kapal-kapal cepat untuk memburu sasaran mereka.

Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut, demikian Reuters melaporkan. (M014/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

29
Apr
11

MiGas : Bensin Premium Dihabisi Langgar Konstitusi

Jumat, 29/04/2011 07:22 WIB
DPR Tolak Bensin Premium ‘Dihabisi’ Karena Langgar Konstitusi 
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance


Jakarta – Gagasan pemerintah untuk menghapus BBM jenis Premium termasuk juga subsidinya dinilai melanggar konstitusi. Rencana itu akan menimbulkan dampak yang sangat besar sehingga DPR menolak keras rencana tersebut.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Satya W Yudha ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

“Kalau menghapus Premium dan tidak memberikan subsidi kepada rakyat itu sudah melanggar UUD, karena subsidi itu ada, diberikan, dan dijamin di UUD,” ucap Satya.

Ia menjelaskan, sebetulnya pemerintah sudah memiliki road map mengenai pengurangan subsidi secara bertahap. Namun pada road map tersebut tidak ada satu pilihan yang mengatakan penghapusan produk premium.

“Penghapusan prodak (Menghilangkan BBM Premium) itu dampaknya besar,” ungkap Satya.

“Bayangkan saja, kalau Pertamax itu nantinya cuma satu-satunya prodak BBM, kan sama saja itu menjadi kebijakan yang menyengsarakan rakyat karena dihadapkan ke BBM dengan harga keekonomian (tidak disubsidi dan mengikuti harga pasar). Sementara subsidi di’nol’kan dalam bidang energi,” imbuhnya.

Menurutnya, itu jelas melanggar konstitusi, mengingat pula masyarakat masih banyak yang memiliki daya beli yang rendah. Sehingga perlu kehati-hatian yang tinggi jika pemerintah menyatakan hal seperti itu.

Seperti diketahui, Kamis kemarin (28/4/2011), Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR-RI.

Ia menegaskan, ada dua prinsip terkait pembatasan BBM bersubisi. Pertama, Premium secara bertahap yakni dihapus dari sisi subsidi maupun produknya di pasaran. Kedua, tidak akan memberikan subsidi untuk BBM jenis Pertamax yang selama ini sudah dijual sesuai tingkat keekonomiannya.

“Kalau saya dua prinsip yang saya dijaga memang secara bertahap dan pasti yaitu premium itu harus hapus, keberadaan premium bertahap tapi pasti harusnya dihapus, hapus artinya tidak diteruskan, pertama kali subsidinya, kemudian produknya, kan oktannya juga kurang tinggi,” katanya ketika ditemui di sela-sela Musrenbangnas, Hotel Bidakara, Jakarta.

(nrs/qom)

Jumat, 29/04/2011 08:50 WIB
Menghapus Bensin Premium Mimpi Untuk Menkeu 20 Tahun Mendatang 
Akhmad Nurismarsyah – detikFinance


Jakarta – Gagasan pemerintah menghapus prodak BBM jenis Premium (yang disubsidi) masih terlalu jauh dibahas dan sulit direalisasikan, mengingat daya beli masyarakat yang masih rendah dan banyak permasalahan teknis yang perlu dipertimbangkan. Hal tersebut sama saja mimpi untuk 20 tahun yang akan datang.

Demikian disampaikan oleh Satya W Yudha, selaku Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (29/4/2011).

“Daya beli masyarakat itu masih rendah, dan dalam konstirusi kita kan diberikan jaminan kepada masyarakat yang layak disubsidi agar mereka punya daya beli. Jadi saya pikir yang masih dikemukakan pemerintah kita itu adalah mimpinya Menteri Keuangan 20 tahun akan datang,” katanya.

Pernyataan Satya tersebut menanggapi pernyataan Menteri Keuangan, Agus Martowardojo yang menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR-RI.

“Kalau saya bilang, menghapus Premium itu bukan domain Menkeu, Menkeu bisa dikatakan concen terhadap masalah subsidinya, gimana me-manage supaya subsidi bisa berangsur-angsur terkurangi kan,” tutur Satya.

Menurut Satya, untuk rencana penghapusan bensiun premium itu dibutuhkan kajian teknis (dari Kementerian ESDM) yang lebih jauh lagi terkait menghilangkan Premium.

“Kemudian, nantinya gimana mengantisipasi harga Pertamax yang mahal dan sudah harga pasar? Jadi, menghapus Premium itu tidak mudah, karena esensi dari subsidi itu sendiri. Pertamax mau disubsidi? Lalu kalau tidak disubsidi, gimana mengendalikan harga Pertamax?” tanya Satya.

Selain itu, pemerintah juga harus memberikan kajian yang menyangkut aspek-aspek mengenai Premium itu sendir, mengenai Premium yang disubsidi, serta harga Pertamax yang sudah naik.

“Memberikan satu prodak saja (Memberi Pertamax tanpa Premium yang disubsidi) di saat-saat sekarang, sama saja membenturkan masyarakat dengan harga yang sangat tinggi. Memberi pilihan prodak BBM yang harganya tinggi itu sangatla tidak bijaksana,” tanggapnya.

Hal senada juga sempat diutarakan oleh pengamat perminyakan, Pri Agung Rakhmanto yang mengatakan bahwa rencana pemerintah menghapus Premium baik dari sisi subsidi hingga menuju ke penghapusan prodaknya masih terlalu jauh. Hal tersebut mengingat masyarakat Indonesia saat ini masih membutuhkan subsidi.

Menurut Pri Agung, realisasi penghapusan bensin premium baru bisa tercapai jika masyarakat nantinya sudah sadar akan lingkungan dan juga tidak perlu mendapatkan subsidi lagi. Selain itu, saat ini masih banyak negara yang menggunakan premium. Walaupun sudah tidak disubsidi, tapi BBM setara dengan premium itu masih dibutuhkan.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR.

Ia menegaskan, ada dua prinsip terkait pembatasan BBM bersubisi. Pertama, premium secara bertahap yakni dihapus dari sisi subsidi maupun produknya di pasaran. Kedua, tidak akan memberikan subsidi untuk BBM jenis Pertamax yang selama ini sudah dijual sesuai tingkat keekonomiannya.

“Kalau saya dua prinsip yang saya dijaga memang secara bertahap dan pasti yaitu premium itu harus hapus, keberadaan premium bertahap tapi pasti harusnya dihapus, hapus artinya tidak diteruskan, pertama kali subsidinya, kemudian produknya, kan oktannya juga kurang tinggi,” katanya.

Pihak Pertamina juga menyatakan siap untuk menghapus peredaran bensin premium. Jika ini sudah menjadi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

(nrs/qom)

Kamis, 28/04/2011 18:24 WIB
Tinggal 3 Negara Pakai Bensin Premium: RI dan 2 Negara Miskin 
Wahyu Daniel – detikFinance


Foto: Akhmad-detikFinance

Jakarta – Bensin beroktan 88 atau jenis premium saat ini hanya digunakan di 3 negara saja. Penggunaan premium dihindari karena dampaknya tidak baik bagi lingkungan.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita H. Legowo menegaskan, tidak mudah bagi pemerintah menghapus premium sebagai bahan bakar di Indonesia. Meski dari spesifikasinya, tinggal 3 negara di dunia yang masih menggunakan bahan bakar dengan oktan number 88.

“Di dunia ini, tinggal 3 negara yang masih mempunyai bahan bakar oktan 88 dan 2 negara itu merupakan negara yang kalau dibandingkan dengan Indonesia, termasuk miskin,” kata Evita seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Kamis (28/4/2011).

Akan tetapi, Evita mengakui pemerintah melakukan evaluasi apakah Indonesia masih pantas memiliki bahan bakar premium yang beroktan 88. Evaluasi yang dilakukan tersebut, terkait dengan kemampuan kilang Pertamina menyediakan pertamax untuk seluruh SPBU, tanpa premium.

“Itu sedang dievaluasi, Tidak semudah itu,” tambahnya.

Mengenai kemungkinan untuk menaikkan harga premium seiring dengan naiknya harga minyak dunia, Evita menjelaskan, hal itu belum bisa dilakukan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan pemerintah, sebelum menaikkan harga premium. Meski demikian, pemerintah terus melakukan evaluasi mengenai hal ini.

“Kita evaluasi 2 hari sekali. Setiap 2 hari sekali, kami bertemu antara Kementerian ESDM, Pertamina dan BPH Migas untuk rapat evaluasi harga bahan bakar,” ungkap Evita.

Seperti diketahui, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menegaskan pemerintah akan menghapus BBM jenis premium dan juga tidak akan memberikan subsidi untuk Pertamax. Kapan waktunya, masih sangat tergantung dengan koordinasi kementerian energi sumber daya mineral (ESDM) dan DPR.

Ia menegaskan, ada dua prinsip terkait pembatasan BBM bersubisi. Pertama, premium secara bertahap yakni dihapus dari sisi subsidi maupun produknya di pasaran. Kedua, tidak akan memberikan subsidi untuk BBM jenis Pertamax yang selama ini sudah dijual sesuai tingkat keekonomiannya.

“Kalau saya dua prinsip yang saya dijaga memang secara bertahap dan pasti yaitu premium itu harus hapus, keberadaan premium bertahap tapi pasti harusnya dihapus, hapus artinya tidak diteruskan, pertama kali subsidinya, kemudian produknya, kan oktannya juga kurang tinggi,” katanya.

Pihak Pertamina juga menyatakan siap untuk menghapus peredaran bensin premium. Jika ini sudah menjadi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

(dnl/qom)

Kamis, 28/04/2011 12:42 WIB
Inpres Hemat Energi Diaktifkan, Jatah Listrik Pemerintah Diperketat 
Ramdhania El Hida – detikFinance


Foto: dok.detikFinance

Jakarta – Pemerintah berencana untuk melakukan penghematan energi untuk operasional. Listrik di kantor pemerintahan akan diperketat, demikian juga untuk penggunaan BBM. Inpres Hemat Energi bakal diaktifkan lagi.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, Inpres Hemat Energi yang dulu pernah digunakan pemerintah bakal diaktifkan. Sehingga tak hanya masyarakat yang melakukan penghematan, tapi pemerintah juga.

“Dalam konteks penghematan, dulu kan ada Instruksi Presiden tentang penghematan, ada penggunaan air, penggunaan BBM, saya kira hal tersebut bisa kita lakukan kembali dalam konteks penghematan hanya tidak untuk publik, untuk di lingkungan pemerintahan di bawah Presiden, itu ada inpresnya. Kita dulu pernah melakukan pada prinsipnya tidak terlalu jauh berbeda dan sebetulnya inpres itu masih berjalan tinggal kita meminta direaktif kembali,” ujarnya di sela acara Musrenbangnas, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

Jika Inpres Hemat Energi diaktifkan, maka setiap Kementerian/Lembaga harus melaporkan pemakaian listrik dan BBM setiap bulan. Jika terlihat boros, akan ada sanksi sesuai Inpres tersebut.

“Yang tidak perlu mbok ya diperketat lagi. Sistem reporting dulu kan bagus sekali, masing masing melaporkan setiap akhir bulan berapa penggunaannya dan itu tercermin ada penghematan. Kadang-kadang kita lalai, keluar lampu tidak dimatikan,” ungkapnya.

Namun, Hatta tidak bisa menyebutkan contoh penghematan BBM di kalangan pemerintahan.

“Kalau BBM, kita tidak bisa mengatur orang. Eh, kamu hari ini pakai 5 liter saja, enggak boleh lebih, enggak bisa begitu, tapi kita lebih membangkitkan kesadaran masyarakat sendiri, ada sense of crisis bahwa kita harus menghemat itu yang harus kita tumbuhkan,” tegasnya.

Begitupun ketika ditanya apakah ada kemungkinan para menteri tidak menggunakan kendaraannya jika hanya akan berkunjung ke kantor-kantor terdekat dari kantornya.

“Ya enggak begitu juga,” ujar Hatta diiringi tawa.

Sementara untuk penghematan BBM dan listrik untuk publik, lanjut Hatta, pemerintah belum menyepakati kebijakan apapun. Hanya saja, dengan adanya upaya dari lingkungan pemerintah untuk berhemat maka bisa dijadikan bentuk sosialisasi penghematan listrik dan BBM kepada masyarakat.

“Kalau kepada publik tentu kita meminta adanya peran daripada Gubernur untuk misalkan mal-mal, bagaimana melakukan penghematan. Kalau dalam penggunaan premium kita disiplin kuota saja, baru bersifat imbauan kepada masyarakat yang sudah memakai pertamax untuk jangan pindah, tapi kita juga tidak bisa melarang, dalam arti kita belum menerapkan pembatasan itu,” tandasnya.

(dnl/qom)

29
Apr
11

Hikmah : Wasiat Rasulullah SAW

Wasiat Rasulullah SAW

Wednesday, 27 April 2011 08:26 WIB

Oleh: Agustiar Nur Akbar

Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah (rodhiallahu ‘anhu) ia berkata, “Rasulullah SAW pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, Wahai Rasulullah, sepertinya ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Allah ‘aza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak (Habsyi). Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat berbagai perselisihan. Hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunah-ku dan sunah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Allah). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).

Rasulullah SAW telah memprediksi keadaan umat sepeniggal beliau nanti. Akan terjadi perselisihan yang besar pada umat Rasulullah SAW. Karena itu beliau juga berwasiat kepada para sahabatnya sebagai pegangan dikemudian hari. Wasiat ini pun berlaku untuk kita, dan seluruh umat Rasulullah SAW. Ada dua wasiat Rasulullah SAW yang digambarkan oleh sahabat seolah menggetarkan hati dan mencucurkan air mata.

Pertama, takwa kepada Allah SWT dan tunduk kepada pemimpin. Ketakwaan kepada Allah SWT adalah bekal kunci, bekal utama bagi umat Islam. Barangsiapa yang mengikuti aturan-aturan Allah. Menjauhi larangan-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya. Niscaya ia akan selamat dunia akhirat. Taat kepada pemimpin dapat meminimalisir perpecahan. Jika terjadi pemberontakan kepada pemimpin. Atau mosi tidak percaya kepada pemimpin. Maka pertumpahan darah tidak dapat dielakan. Sejarah telah banyak mencatat hal semacam itu.

Hal ini pun dijamin oleh Allah SWT, firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”. ( An Nissa [4] : 59).

Kedua, memegang teguh kuat-kuat kepada sunah Rasulullah SAW dan sunah Khulafaur Rasyidin. Seolah menggitnya dengan gigi graham. Disini betapa Rasulullah SAW sangat mewanti-wanti kita tuk memegang teguh sunah beliau. Jika kita perhatikan ayat-ayat yang mengisyaratkan untuk mentaati Allah SWT selalu berdampingan dengan mentaati rasul-Nya.
Lihat (Ali Imran [2] : 32), (An Nisa [4] : 13, 14, 59, 80), (Al Anfaal [8] : 24, 46), (Al Maidah [5] : 92)

Hal ini menunjukan betapa pentingnya memegang teguh sunah Rasulullah SAW serta menghidupakannnya. Begitu juga dengan sunah Khulafaur Rasyidin. Empat sahabat yang kita kenal sebagai empat khalifah pertama. Yang terkenal dengan kebagusan agamanya dan kecakapan dalam memimpin. Yaitu Abu Bakar As Shidiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib.

Menurut Imam Nawawi bahwa yang dimaksud Khulafaur Rasyidin adalah para khalifah yang empat yaitu; Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali. Imam Ibnu Daqil ‘Ied juga menjelaskan bahwa mereka adalah keempat khalifah tersebut berdasarkan ijma. Ibnu Taimiyah dalam Minhaju As Sunah An Nabawiyah, menjelaskan bahwasanya Rasulullah SAW telah mengabarkan tentang kepemimpinan mereka, “Kekhalifahan sesudahku berlangsung selama tiga puluh tahun. Abu Bakar memegang pemerintahan selama 2 tahun, Umar 10 tahun, Utsman 12 tahun dan Ali 6 tahun”. Wallahu a’lam bish-shawab.

*) Penulis adalah mahasiswa Indonesia yang kini tengah menimba ilmu di Kairo, Mesir.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
NYT

Mengukur  Kejujuran

Seorang Muslim sedang berdoa di Masjid Volklingen

Mengukur Kejujuran

Kamis, 28 April 2011 13:15 WIB

Oleh Achmad Satori  Ismail

Kejujuran adalah tanda bukti keimanan. Orang mukmin pasti jujur. Kalau tidak jujur, keimanannya sedang terserang penyakit kemunafikan. Pernah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: “Apakah mungkin seorang mukmin itu kikir?” Rasul SAW  menjawab: “Mungkin saja.” Sahabat bertanya lagi: “Apakah mungkin seorang mukmin bersifat pengecut?” Rasul menjawab: “Mungkin saja.” Sahabat bertanya lagi, “Apakah mungkin seorang mukmin berdusta?” Rasulullah menjawab: “Tidak.” (HR Imam Malik dalam kitab al Muwaththo’)

Inti hadis ini menegaskan, seorang mukmin tidak mungkin melakukan kebohongan. Kejujuran adalah pangkal semua perbuatan baik manusia. Tidak ada perbuatan dan ucapan baik kecuali kejujuranlah yang mendasarinya. Oleh sebab itu, Allah menyuruh orang-orang mukmin agar selalu berkata benar dan jujur. “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang jujur/benar.” (al-Ahzab [33]: 70).

Rasulullah bersabda: “Kamu sekalian wajib jujur karena kejujuran akan membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada surga.” (HR Ahmad, Muslim, at-Turmuzi, Ibnu Hibban)

Kejujuranlah yang menjadikan Ka’b bin Malik mendapat ampunan langsung dari langit sebagaimana Allah jelaskan dalam surah at-Taubah. Kejujuranlah yang menyelamatkan bahtera kebahagiaan keluarga dan kejujuran pulalah yang menyelamatkan seorang Muslim dari siksa api neraka di kemudian hari. Kejujuran adalah tiang agama, sendi akhlak, dan pokok kemanusiaan manusia. Tanpa kejujuran, agama tidak lengkap, akhlak tidak sempurna, dan seorang manusia tidak sempurna menjadi manusia.

Di sinilah urgensinya kejujuran bagi kehidupan. Rasulullah pernah bersabda, “Tetap berpegang eratlah pada kejujuran. Walau kamu seakan melihat kehancuran dalam berpegang teguh pada kejujuran, tapi yakinlah bahwa di dalam kejujuran itu terdapat keselamatan.” (HR Abu Dunya)

Ada tiga tingkatan kejujuran: Pertama, kejujuran dalam ucapan, yaitu kesesuaian ucapan dengan realitas. (lihat ash-Shaff  [61]: 2 dan al-Ahzab [33]: 70). Kedua, kejujuran dalam perbuatan, yaitu kesesuaian antara ucapan dan perbuatan. Ketiga, kejujuran dalam niat, yaitu kejujuran tingkat tinggi di mana ucapan dan perbuatan semuanya hanya untuk Allah SWT.

Seorang mukmin tidak cukup hanya jujur dalam ucapan dan perbuatan, tapi harus jujur dalam niat sehingga semua ucapannya, perbuatannya, kebijakannya, dan keputusannya harus didasarkan atas tujuan mencari mardlotillah. Kejujuran inilah yang mendorong Umar bin Khattab memiliki tanggung jawab luar biasa dalam memerintah khilafah Islamiyah sehingga pernah berkata: “Seandainya ada seekor keledai terperosok di Baghdad (padahal beliau berada di Madinah), pasti Umar akan ditanya kelak: “Mengapa tidak kau ratakan jalan untuknya?” Bangsa yang tak henti-hentinya diterpa musibah dan krisis sangat membutuhkan manusia-manusia jujur, baik dalam ucapan, perbuatan, maupun niat. Wallahu a’lam bis shawab.

29
Apr
11

Politik : Geliat Perang Saudara Libya

Waduh ! Viagra ?

Jumat, 29 April 2011 07:23 WIB |

Waduh ! Tentara Libya Diberi Viagra ?

Jumat, 29 April 2011 07:23 WIB |

undefined Tentara Libya loyalis Muammar Gaddafi mengangkat senjata selama kunjungan oleh media asing di sela pelatihan senjata di kemah militer luar Tarhouna, 85 km selatan Tripoli, Rabu (27/4). (FOTO ANTARA/REUTERS/Louafi Larbi/)
Berita Terkait
Video

PBB (ANTARA News/AFP) – Amerika Serikat, Kamis (28/4), melontarkan tuduhan bahwa pemerintah Muamar Gaddafi “memberi viagra kepada tentaranya untuk melakukan perkosaan” sementara Dewan Keamanan PBB berdebat tentang serangan koalisi di negeri itu, kata banyak diplomat.

Rusia dan negara lain telah menyatakan tindakan Prancis, Inggris, Amerika Serikat dan sekutu mereka berpatroli di zona larangan terbang di wilayah udara Libya akan melampaui mandat yang diberikan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB.

Tapi Amerika Serikat berkeras “aksi koalisi itu masih berada dalam koridor resolusi tersebut”.

Duta Besar AS di PBB Susan Rice malah menyoroti penggunaan viagra, dalam pertemuan tertutup saat perdebatan bertambah sengit, kata beberapa diplomat yang menghadiri pertemuan itu, sebagaimana dilaporkan AFP, yang dipantau ANTARA di Jakarta.

Menurut Rice, pasukan Gaddafi “membagikan viagra kepada tentara sehingga mereka turun ke lapangan dan memperkosa”, kata seorang diplomat dalam pertemuan itu.

Duta Besar AS tersebut tak menyebutkan sumber tuduhannya. Tapi seorang diplomat lain di pertemuan tersebut mengatakan Rice mengeluarkan komentar itu sebagai bagian dari perdebatan dengan seorang utusan lain untuk menyoroti kondisi bahwa “koalisi menghadapi musuh yang melakukan tindakan tercela”.

Misi AS di PBB belum mengomentar pernyataan tersebut.

Tuduhan bahwa viagra diberikan kepada pasukan Gaddafi telah disiarkan beberapa tabloid Inggris. Seorang dokter di kota Ajdabiya, Libya, pada Maret mengatakan tentara Gaddafi “telah diberi viagra dan kondom sebagai bagian dari aksi kekerasan seksual”.

Dewan Keamanan PBB kian terpecah mengenai konflik Libya. Rusia, khususnya, mengecam koalisi Barat. Vitaly Churkin, Duta Besar Rusia untuk PBB, mengatakan Resolusi 1970 dan 1973, mengizinkan aksi militer di Libya untuk melindungi warga sipil harus dilaksanakan secara ketat dan akurat.

“Kami prihatin dengan jenis kecenderungan peningkatan konflik militer yang merenggut banyak korban jiwa di pihak sipil,” kata Churkin kepada wartawan.  (C003/A011/K004)

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2011

Libya & Perdamaian

Rabu, 27 April 2011 19:37 WIB

Pejabat Libya Kunjungi Venezuela Bicarakan Perdamaian

Jumat, 29 April 2011 07:23 WIB | 532 Views

undefined Tentara Libya loyalis Muammar Gaddafi mengangkat senjata selama kunjungan oleh media asing di sela pelatihan senjata di kemah militer luar Tarhouna, 85 km selatan Tripoli, Rabu (27/4). (FOTO ANTARA/REUTERS/Louafi Larbi/)
Berita Terkait
Video

Karakas (ANTARA News/Reuters) – Satu delegasi pejabat Libya berada di Venezuela untuk membicarakan kemungkinan penyelesaian damai perang di negara Afrika Utara itu, kata Presiden Hugo Chavez, Selasa.

Chavez, seorang penentang keras aksi militer pemerintah-pemerintah Barat,juga adalah sekutu dekat pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan mengusulkan perundingan antara pemberontak dan pemerintah.

“Siapa yang memberikan hak kepada mereka untuk melakukan ini, itu perbuatan gila,” kata Chavz tentang serangan-seranga militer NATO. “Karena mereka tidak menyukai pemimpin Gaddafi, karena mereka ingin mengambil minyak Libya dan air… mereka menjatuhkan bom di mana saja,”

“Kami berusaha menemukan satu solusi politik atas tragedi yang dihadapi rakyat Libya.”

Satu delegasi yang dikirim Gaddafi tiba di Venezuela dan kami sedang mencari satu hasil yang damai,” kata Chavez dalam pidato dihadapan para pekerja.

Ia tidak merinci para pejabat yang ikut dalam delegasi itu.

Bulan lalu, Chavez mengusulkan satu komisi internasional harus mengunjungi Libya untuk mengusahakan perundingan-perundingan antara pemberontak dan pemerintah, tetapi gagasan itu tidak memperoleh dukungan dan ditolak oleh putra Gaddafi, Seif al Islam.

Menlu Venezuela Nicolas Maduro mengatakan para menlu regional yang melakukan pertemuan di Karakas, Selasa membicaraka usaha-usaha untuk mengakhiri konflik itu melalui diplomasi dan dialog. Ia juga menegaskan bahwa persatuan nasional Libya harus dipertahankan.

Venezuela disebut-sebut sebagai kemungkinan tempat penampungan bagi Gaddafi jika ia meinggalkan negaranya, tetapi para pejabat Chavez membantah opsi itu telah dipertimbangkan.

Uni Afrika juga sedang mengusahakan satu solusi non militer terhadap aksi kekerasan di Libya dan menyerukan penghetian segera permusuhan disusul oleh masa transisi dan dialog politik.(*)

(Uu.H-RN/S008)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Pos Sipil NATO di Libya

Rabu, 27 April 2011 18:49 WIB |

NATO Setuju Buka Pos Sipil di Libya

Brussels (ANTARA News/AFP) – Sekutu-sekutu NATO sepakat membuka satu pos sipil di pangkalan pemberontak di Benghazi, Libya timur dalam usaha meningkatkan kontak-kontak politik, kata satu sumber alansi itu, Rabu.

Para duta besar dari aliansi yang berangotakan 28 negara itu Selasa malam pada prinsipnya mendukung memiliki satu “pos kontak” di negara itu, dan rincian dari pos itu akan disusun dalam beberapa hari atau pekan mendatang, kata sumber itu.

Wakil aliansi itu kemungkinan merupakan seorang diplomat dari satu negara NATO yang sudah memiliki satu wakil di Benghazi, tambah sumber itu.

Juru bicara NATO Carmen Romero, Selasa mengatakan bahwa tujuan itu adalah untuk “meningkatkan kontak-kontak politik ini dengan dewan nasional sementara (oposisi).”

Prancis dan Italia adalah negara-negara NATO yang secara resmi mengakui Dewan Nasional Peralihan (TNC) oposisi. Qatar, yang membantu operasi-operasi NATO di Libya, juga mengakui TNC.

Prancis, Italia dan Inggris pekan lalu mengumumkan bahwa mereka mengirim para penasehat militer untuk membantu pemerintah bayangan pemberontak di Benghazi.(*)

(Uu.H-RN/B002)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

29
Apr
11

Ideologi : Revitalisasi Pancasila sebagai Cita Negara Hukum

Mahfud: Penegakan Hukum Pinggirkan Pancasila

Kamis, 17 Februari 2011
  • PDF

undefinedYogyakarta – Pembentukan dan penegakan hukum saat ini terkesan telah meminggirkan Pancasila, sehingga mudah dimasuki kepentingan sesaat yang bertentangan dengan cita hukum tersebut, kata Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD.

“Oleh karena itu, gagasan revitalisasi Pancasila sebagai cita hukum mendesak untuk tidak hanya diwacanakan, tetapi juga harus dijalankan,” katanya dalam pidato ilmiah Dies Natalis Ke-65 Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Kamis.

Dalam pidato berjudul Revitalisasi Pancasila sebagai Cita Negara Hukum, ia mengatakan, tujuan dari gagasan itu adalah untuk mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai cita hukum, mulai dari pembentukan hukum hingga pelaksanaan dan penegakan hukum.

“Revitalisasi sangat perlu dilakukan untuk menjadikan Pancasila sebagai paradigma dalam berhukum sehingga dapat memperkecil jarak antara `das sollen` dan `das sein`, sekaligus memastikan nilai-nilai Pancasila selalu bersemayam dalam praktik hukum,” katanya.

Menurut dia, yang terpenting untuk merevitalisasi Pancasila sebagai cita hukum negara ini adalah internalisasi nilai-nilai dasar Pancasila sebagai rambu-rambu pembangunan hukum nasional.

“Nilai-nilai dasar tersebut kemudian melahirkan empat kaidah penuntun hukum yang harus dipedomani dalam pembangunan hukum,” katanya.

Pertama, hukum nasional harus dapat menjaga integrasi baik ideologi maupun teritori sesuai dengan tujuan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kedua, hukum nasional harus dibangun secara demokratis dan nomokratis dalam arti harus mengundang partisipasi dan menyerap aspirasi masyarakat luas melalui mekanisme yang adil, transparan, dan akuntabel.

Ketiga, hukum nasional harus mampu menciptakan keadilan sosial dalam arti harus mampu memperpendek jurang antara yang kuat dan yang lemah serta memberi proteksi khusus terhadap golongan yang lemah dalam berhadapan dengan golongan yang kuat baik dari luar maupun dalam negeri.

Keempat, hukum harus menjamin toleransi beragama yang berkeadaban antarpemeluknya dan tidak boleh ada pengistimewaan perlakuan terhadap agama hanya karena didasarkan pada besar dan kecilnya jumlah pemeluk.

Ia mengatakan, revitalisasi bukan hal yang mudah, tetapi bukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan.

Proses revitalisasi tidak dapat dilakukan dengan sekadar sistem pendidikan aparat penegak hukum yang menekankan pada aspek pengetahuan seperti pola penataran P4, tetapi harus terinternalisasi dan menyatu dengan system dan kultur hukum.

“Dalam proses itu diperlukan peran semua pihak, terutama pendidikan tinggi hukum sebagai kawah candradimuka pemikiran-pemikiran hukum dan institusi yang bertanggung jawab atas kualitas dan integritas para ahli dan praktisi hukum Indonesia,” katanya. (ant)

27
Apr
11

Khazanah : Al-Mu’tashim Billah, Pendiri Kota Samarra

Al-Mu’tashim Billah

Rabu, 27 April 2011 07:01 WIB
Daulah Abbasiyah : Al-Mu’tashim Billah, Pendiri Kota Samarra

REPUBLIKA.CO.ID, Ia adalah Muhammad bin Harun Ar-Rasyid. Ia menjabat sebagai khalifah menggantikan saudaranya, Al-Makmun. Dalam literatur sejarah, ia dikenal dengan julukan Al-Mu’tashim Billah (Yang Berlindung kepada Allah). Ia adalah Khalifah Abbasiyah yang pertama kali menghubungkan nama Allah dengan namanya.

Sejak muda Al-Mu’tashim (833-842 M) tergolong seorang  militer yang memegang kedisiplinan tinggi. Ia mempunyai tubuh yang kekar dan kuat. Itu juga alasan pendahulunya, Al-Makmun, memindahkan hak khilafah dari putranya kepada saudaranya ini. Apalagi lawan mereka, pihak Byzantium dipimpin oleh seorang ahli militer dan strategi perang.

Sayangnya, pihak tentara sendiri justru kurang setuju dengan pengangkatan Al-Mu’tashim. Bahkan mereka ramai-ramai mengangkat Abbas bin Makmun untuk didaulat sebagai khalifah. Al-Mu’tashim segera memanggil keponakannya itu ke markas induk pasukan. Seelah dinasihati, akhirnya Abbas sadar dan kembali mengangkat baiat atas pamannya itu.

Kendati sudah bersikap lunak, Khalifah Al-Mu’tashim tetap harus menghadapi perlawanan dari pihak Alawiyah. Kali ini dipimpin oleh Muhammad bin Qasim bin Umar bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib. Perlawanan itu segera dipadamkan. Pimpinannya ditawan.

Lagi-lagi dengan sikap lunaknya, Khalifah Al-Mu’tashim mengubah hukuman mati dengan hukuman penjara. Namun pada suatu perayaan Hari Raya Idul Fitri, Muhammad bin Qasim melarikan diri dan sejak saat itu tak diketahui rimbanya.

Di tengah segala kerusuhan itu, Al-Mu’tashim masih sempat membangun sebuah kota indah yang dikenal dengan nama Sarra Man Ra’a (menggembirakan orang yang melihatnya). Lambat laun kota itu dikenal dengan nama Samarra. Sejak itu, pusat pemerintahan dipindahkan ke kota Samarra yang semula berada di Baghdad.

Sementara itu, pihak Byzantium yang sejak beberapa waktu lalu mengalami kekalahan, kini bangkit kembali. Daerah yang pertama diincar adalah Asia Kecil. Ia berhasil menghalau pasukan Islam dari daerah itu sampai ke bagian utara Irak dan menguasai kota Zabetra, kelahiran Al-Mu’tashim.

Dalam penyerbuan ke kota itu, pasukan Byzantium bertindak buas, membunuh para lelaki dan menawan anak-anak serta wanita. Mereka mencungkili mata dan memotong hidung serta telinga mereka.

Disikahkan, seorang wanita keturunan Bani Hasyim berteriak memanggil-manggil nama Khalifah Al-Mu’tashim. Ketika berita itu sampai ke telinga sang Khalifah, ia segera mengerahkan pasukannya. Pasukan Byzantium tak bisa bertahan. Mereka melarikan diri ke daerah Dasymon. Di sana berlangung pertempuran sengit yang dalam sejarah dikenal dengan Perang Dasymon.

Sisa-sisa pasukan Byzantium bersembunyi di benteng Amorium, di Galatia, kota kelahiran Kaisar Theopilus. Setelah mengalami pengepungan cukup lama, akhirnya benteng itu bisa ditaklukkan. Kota Galatia dihancur-leburkan hingga rata dengan tanah.

Kendati Khalifah Al-Mu’tashim adalah seorang militer sejati, namun perlakuannya terhadap Imam Ahmad bin Hanbal tidak berubah. Imam Ahmad tetap dipenjara. Namun lambat-laun perlakuan Al-Mu’tashim terhadap Imam Ahmad mulai berubah. Bahkan ia mengagumi keberanian sang Imam.

Para ahli sejarah ada yang menyebutnya dengan Al-Mutsammim atau sang Delapan. Mengapa demikian? Karena ia sangat akrab dengan angka delapan. Al-Mu’tashim menjabat khalifah ke-8 Bani Abbasiyah. Ia wafat dalam usia 38 tahun. Masa pemerintahannya menurut kalender Hijriyah berusia 8 tahun 8 bulan dan 8 hari. Ketika wafat, ia meninggalkan 8 putra dan 8 putri. Apakah fakta ini benar atau tidak, Wallahua’lam. Seandainya pun benar, itu hanyalah suatu kebetulan belaka. Tak ada hubungannya dengan segala keberhasilan sang khalifah.

Redaktur: cr01
Sumber: Sejarah Para Khalifah karya Hepi Andi Bastoni
27
Apr
11

HAKI : SBY Komentari Istilah Kekayaan Intelektual

Selasa, 26/04/2011 13:47 WIB
SBY Tak Sepakat dengan Istilah ‘Kekayaan Intelektual’ 
Anwar Khumaini – detikNews

SBY Tak Sepakat dengan Istilah 'Kekayaan Intelektual'

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak setuju dengan istilah Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang selama ini telah dikenal. Menurut SBY, yang benar adalah ‘hak kepemilikan’, bukan ‘hak kekayaan’.

“Saya sebenarnya mempersilakan pada ahli bahasa dan ahli hukum karena kalau saya renungkan IPR (Intelectual Property Rights) diterjemahkan menjadi hak kekayaan intelektual. Padahal kekayaan dalam bahasa inggrisnya itu adalah wealth atau rich, kalau property itu milik,” kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara peringatan HAKI sedunia di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (26/4/2011).

SBY berharap, jika ada istilah yang lebih tepat sebaiknya itu yang digunakan. Namun harus terlebih dahulu dibahas oleh ahli bahasa dan ahli hukum.

“Barangkali karena namanya hak kekayaan tidak begitu kena dari konsep hukumnya, tapi kalau hak milik kepemilikan intelektual, milik seseorang jangan dicuri, dibajak dan disalahgunakan. Saya serahkan sepenuhnya pada ahli Bahasa Indonesia, Inggris dan hukum. Kalau sudah bagus dan tepat tidak ada apa-apa, HAKI. Tapi kalau yang lebih tepat hak kepemilikan intelektual silakan. Silakan dibahas secara baik,” kata SBY.

Berbicara soal HAKI, setiap tahun menurut SBY ada sebuah lembaga yang berpusat di Eropa yang membuat ranking daya saing negara-negara sedunia, yang disebut Global Competitiveness Index. Dari 139 negara yang dinilai, pada tahun 2005 Indonesia masuk peringkat 69.

“Kita berusaha sekuat tenaga menurunkan, tiga empat tahun baru turun ke 54, tahun lalu turun, naik peringkatnya 10 lompatan, kita peringkat 44 tingkat dunia. Saya kira patut kita syukuri,” ujar SBY.

Sebagai sebuah bangsa, lanjut SBY, Indonesia memiliki daya saing tinggi. Ada 9 pilar utama yang mempengaruhi, yakni institusi, infrastruktur, makro ekonomi, kesehatan, pendidikan, efisiensi pasar, kesiagaan teknologi, dunia usaha, dan inovasi.

“Bicara pilar kesembilan, salah satu yang diukur adalah apakah bangsa itu memberikan perlindungan terhadap IPR. Itu salah satu instrumen untuk mengukur sejauh mana sebuah negara memiliki daya saing yang tinggi,” jelasnya.

Di akhir sambutan, SBY mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meningkatkan pengakuan, pemerbian insentif dan perlindungan HAKI. Ini semata-mata demi keadilan dan kesejahteraan pemilik HAKI.

“Jangan sampai karya cipta seseorang dibajak, yang beruntung pembajak, yang menciptakan tidak dapat apa-apa, atau keuntungan kecil. Kalau sebuah lagu diciptakan, dinyanyikan, direkam, dijual, royalti harus jatuh bagi pencipta, penyanyi, musisi dan pedagang produsen atau mereka yang jual karya seni. Demikian juga karya cipta yang lain,” SBY mencontohkan.

SBY juga mengajak masyarakat untuk miningkatkan ekonomi kreatif dan inovasi Indonesia agar menang dalam tingkat global, dan meningkatkan pemberantasan penjiplakan HAKI.

“Mari serius, nyata kalau harus masuk pengadilan, agar jera penjahatnya agar kepastian hukum tegak dan iklim usaha dan investasi tumbuh dengan baik di negara kita. Khusus kepada jajaran pemerintahan, laksanakanlah pelayanan dan pemberian hak cipta yang baik, mereka yang ingin mendapatkan haknya, berikan pelayanan dan respons yang baik,” pinta SBY.

(anw/nwk)




Blog Stats

  • 3,146,654 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…