Sembilan Sabda Nabi Muhammad SAW

Editor : Pandji R Hadinoto

  1. Tentang Kenegaraan “Musyawarahkanlah urusanmu itu diantara kamu, dan jangan membuat keputusan dengan satu pendapat saja”.
  2. Tentang Oposisi “Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, hendaknya ia merusaknya dengan tangannya, apabila ia tidak mampu maka hendaknya dengan lidahnya, dan apabila ia tidak mampu, maka hendaknya dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman”.
  3. Tentang Sogok “Barangsiapa menyenangkan hati seorang penguasa atas perbuatan buruknya yang dibenci oleh Tuhannya, maka sesungguhnya orang itu telah keluar dari agama Allah”.
  4. Tentang Korupsi “Khianat yang terbesar ialah tindakan seorang wali (pejabat) yang memperdagangkan milik rakyatnya”.
  5. Tentang Kejujuran “Seorang pembesar apabila pembesar itu mati, sedang ia tidak jujur terhadap rakyatnya, niscaya dia diharamkan Allah SWT masuk Syurga”.
  6. Tentang Kepemimpinan Aparatur Negara “Seseorang yang telah ditugaskan Allah memerintah rakyat, kalau dia tidak memimpin rakyat dengan jujur, niscaya dia tidak memperoleh bau Syurga”.
  7. Tentang Jabatan Kenegaraan “Wahai Allah, siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku lalu ia menyulitkan mereka, maka persulit pulalah ia, dan siapa yang menjabat suatu jabatan dalam pemerintahan umatku, berusaha menolong umatku, maka tolong pulalah dia”.
  8. Tentang Pejabat Negara “Bila suatu jabatan ditempati oleh orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya”.
  9. Kepada sahabat-sahabat beliau “Sesungguhnya kamu sangat mengharapkan jabatan Negara, tetapi di hari kiamat hal itu menjadi penyesalan…, Engkau ini lemah, sedangkan pekerjaan itu amanah yang pada hari kiamat kelak dipertanggungjawabkan dengan resiko penuh kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang-orang yang memenuhi syarat dan dapat melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan baik”.
Larangan Salatkan Jenazah Koruptor untuk Efek Jera

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 21/08/2010 | 17:11 WIB Larangan Salatkan Jenazah Koruptor untuk Efek Jera

Jakarta – Ketua Umum Tanfidziah PBNU KH Said Agil Siraj menegaskan PBNU tidak pernah mengeluarkan fatwa larangan mensalatkan jenazah koruptor yang beragama Islam. Larangan bagi ulama untuk mensalatkan koruptor dilakukan sebagai sanksi sosial bagi tindak pidana korupsi.

Said Aqil menjelaskan, fatwa agar para ulama tidak mensalatkan jenazah koruptor itu berdasar pada hadits Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa suatu ketika Nabi memerintahkan agar para sahabat mensalatkan jenazah seorang sahabat yang meninggal dalam perang Khaibar, namun Nabi sendiri tidak ikut mensalatkannya.

Para sahabat kemudian bertanya mengapa Nabi tidak ikut menshalatkan jenazah si fulan? Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya sahabatmu ini telah melakukan korupsi di jalan Allah.’ Setelah sahabat memeriksa ternyata ditemukan sahabat yang meninggal tadi telah mengambil dan menyembunyikan harta rampasan perang (ghanimah) senilai dua dirham sebelum harta-harta ghanimah itu dibagi.

“Jadi NU mengikuti mengikuti Nabi menyarankan agar para ulama tidak ikut mensalatkan jenazah koruptor. Tapi salat jenazah tetap harus dilakukan karena hukumnya fardlu kifayah yang berarti harus dilakukan oleh sebagian kaum muslimin saja. Maka biarlah yang mensalatkan orang lain saja, atau keluarganya,” kata Said Aqil dalam rilisnya di Jakarta, Sabtu (21/8/2010).

Menurut dia, fatwa agar ulama atau kiai tak mensalatkan jenazah itu dimaksudkan agar memunculkan efek jera bagi para pelaku tindak pidana korupsi. “Sekarang ini kurupsi di Indonesia sudah sangat akut maka perlu ada sanksi sosial buat para koruptor,” ujar dia.

Katib Aam PBNU KH Malik Madani yang sebelumnya memunculkan kembali fatwa ini menambahkan, anjuran agar para ulama tidak mensalatkan jenazah koruptor itu juga dimaksudkan agar tidak timbul kesan bahwa ulama melegitimasi tindakan korupsi yang telah dilakukan oleh para koruptor.

“Agar mereka yang akan melakukan korupsi berfikir bahwa kelak kalau mereka mati jenazah mereka tidak akan pernah disalatkan oleh ulama. Di beberapa daerah yang masih memegang kuat ajaran Islam fatwa ini menjadi pukulan berat atau menjadi semacam sanksi sosial,” kata Malik.

Ia mengatakan, hadits yang menyatakan bahwa Nabi tidak mensalatkan jenazah kuruptor itu didukung oleh riwayat yang kuat. “Hadits ini diriwayatkan oleh lima periwayat hadits selain Tirmidzi. Penjelasan antara lain bisa dilihat dalam kitab Nailul Author karya As-Syaukani,” tegasnya. (*/dtc/din)


4 Responses to “9 Sabda Nabi Muhammad SAW”


  1. May 29, 2011 at 10:59 pm

    Penaklukan imperialisme islam Arab selama 14 abad secara cepat menghancurkan satu kerajaan/negara lalu secara permanen merenggut wilayah besar kerajaan/negara lain secara beranting dimuka bumi. Ini adalah malapetaka kemanusiaan dan malapetaka budaya peradaban yang sangat mengerikan. Penaklukan2 itu dicapai dengan ongkos budaya yang luarbiasa mahalnya. Hancur/hilangnya budaya ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa lain yg sudah ribuan tahun diganti dengan budaya islam arab berupa budaya perang dan kebencian terhadap agama lain. Pribumi harus berbudaya islam & menjadi bangsa kelas dua setelah bangsa arab yg mengaku keturunan habib, karena arab secara egois memiliki budaya menjaga kemurnian genetika, budaya arab menghindari asimilasi gen arab dg gen pribumi. Perkawinan antara lelaki non-arab dengan wanita arab murni dianggap sebagai kriminal sosial. Orang2 Arab mempraktekan segala macam tindakan apartheid terhadap muslim non arab. Orang Arab memandang muslim non-arab sebagai orang asing apapun kelas atau derajat orang itu, memperlakukan mereka dengan cemooh dan jijik. Prajurit muslim non-arab harus berperang dg berjalan kaki, prajurit islam non-arab tidak mendapat hak harta rampasan perang. Mereka tidak boleh berjalan disisi sama dengan orang arab asli, atau duduk dengan tinggi yang sama. Hampir disetiap tempat ada kemah dan mesjid terpisah yg dibangun khusus untuk memisahkan arab dengan non-arab. Ini jelas praktek budaya arab yg imperialis & “penghianat” terhadap ajaran kitabsuci tentang kesamaan derajat. Budaya arab yg tidak konsisten dg ajaran islam adalah suatu bukti bahwa budaya arab bukanlah budaya islam, sedangkan bangsa arab telah menghancurkan budaya pribumi yg lebih baik dalam kesetaraan budipekerti dan tatakrama. Didalam ajaran islam apa sangsinya jika menghianati ajaran kitabsuci?
    Doktrinasi cloning cuci otak ajaran islam arab adalah benci orang non-islam, menganggap non-islam sebagai akibat nilai2 barat yang asing, tapi mereka tidak bisa berkaca pada diri mereka, yang sebenarnya adalah “pengkhianat” budaya nenek moyang mereka sendiri.
    JIKA PRAJURIT TENTARA JIHAD TSB KORUPSI, COBA LIHAT DULU APAKAH MEREKA MUSLIM NON-ARAB ATAU BUKAN? STATUS MEREKA BUDAK ATAU BUKAN? ADA HARTA RAMPASAN PERANG YG TIDAK SAMPAI DIBAGI KPD TENTARA MUSLIM NON-ARAB & MUSLIM BUDAK. KETIDAK ADILAN & TDK SETARAAN STATUS KEBANGSAAN BERTENTENTANGAN DG AJARAN KITABSUCI.

  2. 2 abdul halim
    August 5, 2011 at 10:30 am

    judul tentang oposisi, menurut hemat saya ada dua hal yg sy sarankan 1. judul hadis itu bukan oposisi tapi menurut hemat saya berjudul ” Strategi menghadapi kemungkaran ( ketidakadilan,,kedzaliman,rezim yang otoriter dsb ) ” 2. artinya yang perlu diluruskan ” barang siapa diantara kamu yang melihat kemungkaran maka rubahlah ( perangi kemungkaran itu ) dengan tanganmu , jikalau tidak mampu maka gunakanlah lidahmu ( berkomunikasi,negoisasi dengan maksud memberikan saran kepada penguasa dan atau sejenisnya agar menghilangkan kemungkaran tsb ) dan apabila tidak mampu yang demikian kalian lakukan maka gunakanlah hatimu ( berdoa kepada lloh swt semoga kemungkaran tsb cepat berlalu dan hilang ) …demikian itu merupakan selemah-lemahnya iman.. demikian yg dapat saya sarankan sebelumnya mhon maaaf jika kurang berkenan.

  3. 3 suherman
    February 7, 2012 at 1:20 pm

    subhannallah,…ane bru ngerti kl ternyata bangsa arab jg bnyk busuknya yaa..?? nggak salah yaa kalau islam diturunkan disana,…

  4. October 13, 2012 at 6:54 am

    setuju dengan abdul halim…untuk @ nasionalis indo pendapat loe dapat data itu dari mana???? jangan rasionalisasi dengan data sejarah… justru dalam sejarah membuktikan bahwa islam islam hadir untuk mengubah masyarakat yang jahiliyah menjadi masyarakat yang thoyyibah (baik). dijaman kejahiliyahan banyak perbudakan yang tersistem, kerusakan masyarakat seperti zina, riba, banyak pemeluk agama pagan, matrelialisme seperti yang terjadi di zaman sekarang ini sehingga butuh islam yang memechkan masalah di masyarakat baik dengan memperbaiki moral ketuhanannya, melalui sistem perebutan kekuasaan, sistem ajaran moran dll . Di barat justru lebih parah ilmu pengetahuan dilarang oleh pihak gereja,karena dogma gereja sangat berkuasa di masyarakat maka ini disebut dunia kegelapan dimasa itu. ada buktinya ilmuan galile galileo menemukan kebenaran bahwa bumi berputar mengelilingi matahari, matahari sebagi pusat tata srya yang menentang ajaran gereja bahwa bumi pusat tata surya dikarenakan paus sebgai wakil tuhan jadi semua planet di tata surya bekeliling di kepalanya.akhirnya galile galileo dihukum mati oleh pihak gereja. brbeda dengan ajaran islam yang menyuruh untuk menembus langit, memperhatikan alam karena ada kebesaran-Nya, di surat yasin disebutkan bahwa planet ada garis edarnya. so ini fakta sejarah

    jadi islam hadir ada manfaatnya, memechkan persoalan masyarakat.
    makanya apakah nasionalis hadir memecahkan maslah di indonesia….? lihat saja realitasnya generasi muda terdoktrin scr ilmiah oleh liberalisme. menurutt sy bukan jamannya u/ nasionalis tapi ajaran moral yang harus membentengi generasi muda.

    mengenai budaya arab yang berkembang menurut sya. memang budaya arab dan indonesia pastinya berbeda.
    ya.. kan. sebab memang budaya akan saling mempengaruhi masyarakat dan saling bertarung. memang budaya arab yg keras tidak cocok di indonesia tapi di arab sangat memechkan masalah.

    maka jangan heran kalau budaya islam bertentangan dengan budaya masyarakat indonesia yang cenderung heterogen sehingga yang perlu diambil bukan budayanya saja tapi ajarannya moralnya yakni bagaimana nabi membangun sistem masyarakat yang baiknya? bkn artefak yang dipakan zaman dulu nabi.

    kemudian mengenai islam mengangap dirinya benar… saya bilang ya sebab agama selainnya jga mengangap agamanya paling benar dari selaniinya. ini merupakan sebuah realitas yang tdk bs dipungkiri tiap manusia yg beragama

    tapi jika seseorang yang menganggap bahwa semua agama benar tidak ada yang salah. berarti didirnya juga menganggap pendapat dirinya benar dari selainnya. maka seseprang tersebut jg akan mempengaruhi ke agama selainnya untuk menganggap kebenaran pendapatnya

    maaf jika pendapat saya terlalu panjang soalnya variabel yg dibuka banyak dan maaf jg kalau tdk bisa menjawab semua permasalahannya
    terimakasih…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,242,738 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: