Archive for April, 2012

25
Apr
12

Mineral : Menambang di Asteroid ?

Menambang di Asteroid, Mengapa Tidak

RepublikaRepublika

Konten Terkait

  • Asteroid 2005 YU55 tertangkap teleskop Radar Arecibo di Puerto Rico pada April lalu.Lihat Foto
  • Asteroid 2005 YU55 tertangkap teleskop Radar Arecibo di Puerto Rico pada April  …

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARYA–Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi barang tambang di luar angkasa, tepatnya di asteroid terdekat Bumi, segera diwujudkan oleh perusahaan asal Amerika, Planetary Resources.

“Jika Anda melihat sumber daya alam di luar angkasa, langkah terdekat adalah pergi ke asteroid terdekat dari Bumi,” kata salah satu pendiri dan pemimpin Planetary Resources, Eric Anderson, seperti dikutip SPACE. Anderson mengatakan asteroid-asteroid itu sangat berharga dan begitu mudah untuk dicapai.

Planetary Resources menyebut air dan berbagai jenis logam seperti ruthenium, rhodium, palladium, osmium, iridium, atau platinum sebagai dua sumber daya yang akan digali di asteroid.

“Kelompok logam platinum merupakan logam yang banyak dibutuhkan dan lebih mudah didapat di asteroid dengan kandungan platinum melimpah dibanding di Bumi,” kata Anderson.

Perusahaan itu memperkirakan sebuah batu luar angkasa dengan lebar 500 meter (1.650 kaki) mengandung kelompok logam platinum setara dengan jumlah platinum yang pernah digali sepanjang sejarah manusia.

Rencana kegiatan pertambangan luar angkasa itu didukung oleh pembuat film James Cameron sebagai penasehat dan salah satu pendiri Google, Larry Page, sebagai investor.

Planetary Resources tidak menyebut kepastian waktu pelaksanaan kegiatan pertambangan luar angkasa itu, tapi Anderson mengatakan perusahaan membutuhkan beberapa tahun untuk masa persiapan.

“Selama itu, kami akan menentukan sejumlah objek tambang pertama yang akan digali dan misi luar angkasa apa yang akan digunakan,” kata Anderson.

Planetary Resources telah mendesain teleskop luar angkasa berbiaya rendah tapi dengan kemampuan memadai yang akan mengorbit di dekat Bumi dalam 18 hingga 24 bulan ke depan.

25
Apr
12

Pangan : Harga Global Ancam Ketahanan Pangan

Bank Dunia: Harga Global Ancam Ketahanan Pangan

AntaraAntara

Jakarta (ANTARA) – Bank Dunia melalui laporan kuartal I 2012 Food Price Watch menyatakan bahwa harga pangan global yang naik delapan persen pada Maret 2012 dibanding Desember 2011 mengancam ketahanan pangan banyak warga di dunia.

“Setelah empat bulan terjadi penurunan harga secara berturut-turut, harga pangan (pada kuartal I 2012) meningkat kembali dan mengancam ketahanan pangan dari jutaan orang,” kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pengurangan Kemiskinan dan Manajemen Ekonomi, Otavio Canuto, dalam keterangan tertulis Bank Dunia yang diterima di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, Otavio Canuto mengimbau agar permasalahan menjaga ketahanan pangan mesti menjadi prioritas untuk komunitas internasional dan dalam program yang dilakukan Bank Dunia di negara-negara berkembang.

Berdasarkan laporan Food Price Watch, harga dari semua bahan makanan pokok meningkat mulai Desember 2011 hingga Maret 2012, kecuali beras yang dinilai masih memiliki pasokan yang melimpah dan terjadinya kompetisi ketat di antara para eksportir.

Laporan tersebut menyebutkan kenaikan harga jagung naik 9 persen, minyak kacang kedelai 7 persen, gandum 6 persen, dan gula 5 persen.

Kenaikan harga pangan global yang mengancam ketahanan pangan itu diakibatkan antara lain oleh kenaikan harga minyak global, kondisi cuaca yang tidak menentu, dan kuatnya permintaan impor pangan dari negara-negara di kawasan Asia.

Sebelumnya, pengamat pertanian Khudori mengatakan bahwa ketahanan pangan nasional harus memperhatikan lima aspek yang harus diprioritaskan, yaitu lahan pertanian, riset bibit unggulan, infrastruktur, alokasi anggaran, dan kelembagaan.

“Lahan yang ada saat ini jumlahnya tidak besar sehingga Pemerintah harus menjaga misalnya agar sawah yang ada tidak terkonversi dan mencetak lahan-lahan baru,” kata Khudori di Jakarta, Selasa (24/4).

Terkait dengan riset, Khudori yang juga menjadi peneliti di Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) mengatakan bahwa saat ini memang sangat membutuhkan banyak riset untuk menghasilkan varietas bibit unggulan yang lebih produktif, jangka panen yang lebih pendek, serta tahan terhadap berbagai kondisi stres hara dan air.

Aspek selanjutnya yang harus diperhatikan adalah infrastruktur, terutama dalam memperbaiki fasilitas irigasi yang tingkat kerusakannya telah mencapai sekitar 50 persen.

Selain itu, lanjut dia, perbaikan infrastruktur tersebut juga harus memperhatikan dan memperbaiki kondisi dari berbagai daerah aliran sungai (DAS) yang sebenarnya merupakan urat nadi dari pasokan air ke lahan-lahan pertanian.

Khudori juga mengemukakan aspek lainnya yang harus mendapat perhatian adalah mengenai pengalokasian anggaran di bidang pertanian yang memadai dan cukup sehingga benar-benar dapat mengoptimalkan pertanian dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.

Aspek terakhir, kata Khudori, adalah kelembagaan, yaitu harus adanya lembaga yang memberikan komando sehingga berbagai kebijakan di sektor pertanian dapat berjalan dengan dibantu lintas kementerian dan tidak hanya dikerjakan oleh kementerian teknis, yaitu Kementerian Pertanian. (rr)

Untuk berita terbaru, ikuti Yahoo! Indonesia di Twitter dan Facebook
25
Apr
12

Opini Hukum : Lain Istana lain Polisi

https://jakarta45.files.wordpress.com/2012/03/garuda-1.jpg?w=655

LAIN CENDANA LAIN TREMBESI, LAIN ISTANA LAIN POLISI

April 24th, 2012 by Yusril Ihza Mahendra

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha petang tadi menegaskan, bahwa persetujuan penunjukan langsung yang dilakukan Siti Fadilah sewaktu menjadi Menkes dalam mengatasi situasi darurat bencana banjir bandang di Kutacane, Aceh, akhir 2005, tidaklah serta-merta dapat disalahkan. Entah apa latar belakang Jubir Presiden berkata demikian, sayapun tak tahu. Apa yang jelas ialah, sejak tanggal 28 Maret 2012, Siti Fadilah sudah dipanggil polisi dan diperiksa sebagai tersangka. Polisi sudah resmi memberitahu kejaksaan, bahwa penyidikan perkara atas tersangka Siti Fadilah telah dimulai. Siti Fadilah diduga membantu, memberi kesempatan, sarana dan keterangan untuk anak buahnya, Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Kesehatan, Mulya Hasymi, sehingga dia disangka melanggar Pasal 2 dan 3 UU Korupsi jo Pasal 56 KUHP. Pasalnya, Siti menandatangani selembar surat menyatakan bahwa penunjukan langsung pengadaan alat-alat kesehatan untuk menangani bencana di atas “dapat dipertimbangkan”. Bawahannyalah yang mengusulkan penunjukan langsung itu melalui Sekjen Depkes. Melalui Sekjen, Siti telah meminta Biro Keuangan menelaaah boleh tidaknya penunjukan langsung dalam menangani bencana itu. Dari segi ini, Siti sebenarnya tak dapat disalahkan.  Beleid atau kebijakan yang diambil pejabat politik atas saran dan telaah pejabat teknis bawahannya yang membenarkannya, sejak zaman Hindia Belanda, tidak dapat dihukum, walaupun beleid itu salah. Ada puluhan putusan Hooge Raad (Mahkamah Agung) Hindia Belanda dan Mahkamah Agung RI yang menyatakan bahwa “Beleid Pemerintah” tidak dapat dinilai oleh pengadilan. Ada puluhan buku-buku antik berbahasa Belanda membahas masalah ini. Penegakan hukum di negeri ini kini memang kacau. Tindakan administratif yang didasari hukum administrasi negara, campur aduk dengan hukum pidana. Untuk mencari unsur kesalahan, digunakan Keppres 80 Tahun 2003 dan perubahannyta tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Jika kesalahan administratif ditemukan, maka sanksinya dilarikan ke hukum pidana, khususnya UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Korupsi. Akibatnya, setiap pejabat politik, tak terkecuali siapapun, potensial  akan menjadi “koruptor”. Anak buah yang melakukan korupsi, menteri dianggap turut serta, bahkan membantu saat korupsi dilakukan, serta memberi sarana dan keterangan kepada anak buah yang ingin melakukan kejahatan.  Kalau tanggungjawab begitu luas, lama-lama Presiden juga bisa dikenakan Pasal 55 dan 56 jika ada menteri yang melakukan korupsi. Saya katakan hal ini di Metro TV tadi pagi. Itu agaknya, mengapa Jubir Kepresidenan mulai bereaksi terhadap perkara Siti Fadilah. Tapi, seperti saya katakan di atas, lain cendana, lain trembesi, lain istana lain polisi. Istana berkata begini, polisi bertindak sebaliknya. Delik penyertaan dan perbantuan dalam Pasal 55 dan 56 KUHP kini seakan menjadi jerat untuk memidanakan pejabat politik, yang secara teoritis tidaklah memahami, dan dengan begitu, tidak bertanggungjawab dalam soal-soal teknis yang menjadi tanggungjawab para birokrat.  Atas dasar pasal  yang ditafsirkan semau-maunya inilah, Hari Sabarno, Bachtiar Hamsyah, Rokhmin Dahuri, Syed Agil Munawwar dan Ahmad Suyudi dipenjarakan. Belasan Kepala Daerah juga bernasib sama. Kini menyusul Siti Fadilah dan sesudah itu entah siapa lagi. Kalau membaca dengan hati-hati Pasal 55 dan 56 KUHP dan menelaah literatur klasik hukum pidana baik berbahasa Belanda maupun Indonesia, nampaklah pemahaman terhadap delik penyertaan dan perbantuan itu sekarang ini kacau balau. Salah-salah, bisa saja kalau kita menyuruh porter mengangkat koper kita di bandara, lantas koper kita dilarikan porter itu, maka kita   dituduh  polisi turut serta atau membantu porter  tadi mencuri barang milik kita sendiri.  Professor Satochid memberikan contoh ini, jika penafsirkan Pasal 55 dan 56 KUHP dilakukan serampangan. Penerapan hukum dengan pengetahuan yang ala kadarnya, justru akan merusak citra penegakan hukum itu sendiri dan  pelan-pelan membawa  negara ini  menuju keruntuhannya.++++
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

25
Apr
12

Prasarana : Infrastruktur Indonesia Kritis

Komisi V : infrastruktur Indonesia kritis

Senin, 23 April 2012 23:38 WIB |

Sejumlah pengendara melewati baja pengikat bagian atas jembatan yang jatuh, saat melintas di Jembatan Kapuas II, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalbar, Sabtu (2/4). Jatuhnya baja pengikat bagian atas Jembatan Kapuas II tersebut, diduga karena telah terjadi pencurian baut pada rangkaian konstruksi jembatan penyeberangan itu. (ANTARA/Jessica Wuysang)

Berita Terkait

Pontianak (ANTARA News) – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Nusyirwan Sujono mengatakan, secara umum kondisi infrastruktur Indonesia secara nasional masuk dalam kategori kritis.

“Sehingga dibutuhkan upaya agar kesempatan-kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangan mengalami pelambatan,” kata dia saat memimpin rombongan Komisi V DPR bertemu dengan jajaran Pemprov dan Muspida Kalbar di Pontianak, Senin malam.

Ia mencontohkan bandar udara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten yang kini sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang yang menggunakan bandara paling sibuk di Indonesia itu.

Kemudian, pelabuhan laut di Indonesia juga banyak yang mengalami nasib serupa. “Pelabuhan Tanjung Priok misalnya, juga sudah kepenuhan kapasitasnya,” ujar dia.

Pemerintah, lanjut dia, bersama DPR, sudah mengupayakan sejumlah langkah diantaranya pengembangan Bandara Soekarno Hatta yang kini tengah berlangsung, dan pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Priok.

Sementara untuk Pontianak khususnya Kalbar, menurut Komisi V DPR yang sudah meninjau Pelabuhan Dwi Kora, sudah ada beberapa perubahan di Pelabuhan Pontianak. “Sekarang sudah ada lima `crane` dengan harapan kapasitas optimal,” katanya.

Namun, pemerintah maupun DPR harus konsisten dalam pembangunan infrastruktur di Kalbar. Nusyirwan Sujono menambahkan, dibutuhkan integrasi semua bidang. “Baik Kalbar maupun nasional,” kata dia menegaskan.

Gubernur Kalbar Cornelis menegaskan bahwa infrastruktur memegang peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.

“Untuk pembangunan infrastruktur di Kalbar, saya siap memberi rekomendasi, juga siap pasang badan,” katanya.

Ia meminta agar sejumlah program nasional di bidang infrastruktur dituntaskan. Misalnya jalan trans Kalimantan poros selatan termasuk Jembatan Tayan. “Jembatan Tayan katanya sudah tender, tetapi tidak tahu kapan peletakan batu pertama dilakukan,” ujar Cornelis.

Selain itu, lanjut dia, juga jalan strategis nasional serta yang menuju kawasan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Provinsi Kalbar. (T011)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

25
Apr
12

IndoGreenWay : Manfaat Kesehatan Minyak Alpukat dan Cabai

Minyak dalam Alpukat Cegah Penuaan

Asep Candra | Senin, 23 April 2012 | 17:03 WIB

shutterstock

Ilustrasi buah alpukat

KOMPAS.com – Temuan para ilmuwan di Meksiko menunjukkan, buah alpukat berpotensi menjadi senjata alami melawan proses penuaan dan penyakit kronis.  Minyak yang terkandung dalam buah ini terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker.

Kata peneliti, yang menjadikan alpukat spesial adalah kandungan minyaknya yang secara spesifik mampu menembus ke dalam mitokondria, bagian penting dari sel tubuh yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Banyak zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran lain seperti  wortel atau tomat yang juga mampu menghadang radikal bebas – tetapi tidak mampu menembus ke dalam  mitokondria.

‘Masalahnya adalah antioksidan dalam bahan lain tidak tembus ke dalam mitokondria. Akibatnya, radikal bebas terus dapat merusak mitokondria, menyebabkan produksi energi terhenti dan sel pun sekarat hingga mati. Analoginya bahwa selama minyak tumpah (di laut), jika kita hanya membersihkan tumpahan minyak ketimbang memperbaiki perforasi, maka minyak akan terus tumpah, dan ikan pun akan mati,” kata peneliti dari University Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko, Christian Cortes-Rojo, yang memaparkan temuannya dalam konferensi tahunan American Society for Biochemistry and Molecular Biology

Radikal bebas yang labil merupakan produk limbah alami dari proses metabolisme yang jumlahnya dapat meningkat tajam dalam tubuh akibat beragam faktor seperti polusi udara, rokok dan radiasi. Radikal bebas ini dapat membuat petaka dalam tubuh dengan cara memicu reaksi berantai yang menghancurkan membran sel , protein dan bahkan DNA. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu utama proses penuaan dan diyakini berperan besar dalam merusak pembuluh arteri dan kanker.

Dalam penelitian di laboratorium, para ahli menemukan bahwa minyak alpukat ternyata dapat membuat sel ragi bertahan hidup dari paparan konsentrasi tinggi zat besi yang merupakan elemen yang dapat memproduksi radikal bebas dalam jumlah tinggi.

“Kami perlu meneliti lebih lanjut apakah yang kami temukan pada ragi  juga dapat terjadi pada organisme tingkat tinggi seperti manusia,” kata Cortes-Rojo .

Minyak alpukat memiliki komposisi yang sama dengan olive oli atau minyak zaitun.  Konsumsi minyak ini sebelumnya juga dikaitkan dengan rendahnya kasus penyakit kronis pada beberapa negara Mediterrania dan Mr Cortes-Rojo menegaskan temuan ini bisa menggiring alpukat sebagai ‘the olive oil of the Americas’.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Meksiko, yang merupakan negara terbesar produsen alpukat, menunjukkan bahwa buah alpukat mampu menekan kadar kolesterol dalam darah dan beberapa lemak yang berkaitan dengan diabetes.

Sumber :
dailymail.co.uk
Health
Selasa, 24 April 2012 | 09:35:58 WIB
Bagikan19
Spicy Food

Makanan Pedas untuk Kesehatan Jantung

Makanan Pedas untuk Kesehatan Jantung

IST
Cabai memiliki potensi besar dalam melindungi terhadap penyakit jantung yang merupakan pembunuh nomor satu di negara-negara maju.

Bumbu pedas dalam makanan tidak hanya membangkitkan selera, tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan. Sebuah penelitian di Hong Kong kembali membuktikan bahwa kandungan capsaicin dalam bumbu-bumbu pedas bisa menjaga kesehatan jantung.

Dalam penelitian tersebut, terungkap bahwa capsaicin atau senyawa pemberi rasa pedas dalam bumbu-bumbuan bisa menurunkan kadar low density cholesterol (LDL) atau lebih dikenal sebagai kolesterol jahat. Selain itu, endapan plak di dinding pembuluh darah berkurang. Kandungan capsaicin ditemukan dalam bumbu-bumbuan yang memiliki rasa pedas seperti cabai dan merica.

Ini berarti penggemar sambal sangat beruntung karena bisa mendapat perlindungan jantung dan pembuluh darah dari makanan kesukaannya. Penelitian yang dipublikasikan dalam American Clinical Society tersebut dilakukan Profesor Zhen-Yu Chen. Karena dilakukan pada kelinci, hasil penelitian itu mampu memberi gambaran lebih jelas tentang efek capsaicin pada dinding pembuluh darah.

“Tapi kami jelas tidak merekomendasikan orang-orang untuk mengonsumsi cabai berlebihan. Cabai bisa menjadi suplemen yang bagus, tapi cuma untuk yang suka pedas,” pesan Chen seperti dikutip dari ABC News.

Selain baik untuk jantung, kandungan capsaicin dalam makanan pedas diketahui bisa memperbaiki berbagai keluhan akibat efek penuaan maupun penyakit kronis. Contohnya adalah nyeri sendi atau artritis, neuropathy atau gangguan saraf, serta radang kulit atau psoriasis.

Hasil penelitian menemukan bahwa senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai dapat menurunkan tekanan darah tinggi serta mengurangi tingkat kolesterol dalam darah. “Cabai memiliki potensi besar dalam melindungi terhadap penyakit jantung yang merupakan pembunuh nomor satu di negara-negara maju,” ujar Chen.

Dalam studi tersebut, para peneliti memberikan diet tinggi kolesterol pada dua kelompok hamster. Satu kelompok hamster diberi makanan dengan capsaicinoids dan kelompok kontrol lainnya tanpa capsaicinoids. Kemudian, mereka menganalisis dampaknya. Mereka menemukan bahwa zat pedas menurunkan kadar kolesterol buruk dengan mengurangi akumulasi kolesterol dalam tubuh.

Selain itu, zat pedas memblokir aksi dari gen yang membuat arteri mengerut, dan membatasi aliran darah ke jantung dan organ lainnya. Dengan menghalangi itu, otot-otot rileks dan melebar sehingga darah lebih leluasa mengalir. “Kami menyimpulkan bahwa capsaicinoids yang bermanfaat dalam meningkatkan berbagai faktor yang berhubungan dengan jantung dan kesehatan pembuluh darah,” kata Chen.

Di samping itu, berbagai penelitian menyimpulkan, di balik rasa pedasnya, cabai memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Cabai dapat mengurangi risiko kanker, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, bahkan dapat menyembuhkan luka.

Dr Khursheed Jeejeebhoy, ahli penyakit dalam dari University of Toronto, menganjurkan konsumsi makanan pedas secara teratur untuk meningkatkan kualitas kesehatan tubuh. “Mengonsumsi makanan pedas secara tidak berlebihan sangat baik bagi kesehatan dan mengurangi risiko kanker,” ujar dia.

Hasil penelitian laboratorium di Inggris menemukan bahwa kandungan capsaicin pada cabai yang menimbulkan rasa pedas dapat membunuh sel kanker tanpa merusak sel normal. Jadi, tidak heran jika beberapa kasus kanker di Meksiko dan India, yang masyarakatnya banyak mengonsumsi makanan pedas, lebih sedikit dibandingkan negara-negara Barat yang masyarakatnya cenderung tidak suka makanan pedas.

Sementara itu, dua penelitian yang dilakukan tim dari Australia juga mengungkap bahwa menambahkan cabai dalam setiap masakan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Hasil penelitian itu juga menjelaskan makanan pedas bisa menstabilkan kadar insulin dalam darah.

Dalam takaran yang tidak berlebihan, makanan pedas bahkan bermanfaat untuk kesehatan lambung. Demikian hasil studi yang dilakukan tim peneliti dari Hungaria. Capsaicin bisa mengurangi asam lambung dan berfungsi sebagai antiinflamasi. btr/R-2

Manfaat Lain dari Cabai

Dari sejumlah penelitian, ternyata cabai memiliki manfaat lain yang berguna bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut di antaranya.Cabai dapat meredakan pilek dan hidung tersumbat karena capsaicin dapat mengencerkan lendir. Ini berlaku pada sinusitis dan batuk berdahak.

Cabai dapat memperkecil risiko terserang stroke, penyumbatan pembuluh darah, impotensi, dan jantung koroner. Dengan mengonsumsi capsaicin secara rutin, darah akan tetap encer dan kerak lemak pada pembuluh darah tidak akan terbentuk. Jadi, cabai juga berkhasiat mengurangi terjadinya penggumpalan darah (trombosis). Sebagai antibiotik alami.

Cabai dapat meringankan keluhan sakit kepala dan nyeri sendi karena rasa pedas dan panas yang ditimbulkan capsaicin akan mengadang pengiriman sinyal rasa sakit dari pusat sistem saraf ke otak. Cabai dapat meningkatkan nafsu makan pengonsumsinya karena capsaicin dapat merangsang produksi hormon endorfin, hormon yang mampu membangkitkan rasa nikmat dan kebahagiaan.

Kandungan antioksidannya dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan. Ekstrak cabai rawit memunyai daya hambat terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans, yaitu jamur pada permukaan kulit.

Cabai menghasilkan vitamin C (lebih banyak daripada jeruk) dan provitamin A (lebih banyak daripada wortel) yang sangat diperlukan bagi tubuh. Walau banyak manfaat yang bisa diambil dari mengonsumsi cabai, dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cabai secara berlebihan. Tidak salah bila mulai menyisipkan makanan pedas dalam menu harian Anda secara berkala. btr/R-2

3 Langkah Beradaptasi
Di Indonesia, rempah-rempah seperti cabai, bawang, cengkeh, jahe, dan kayu manis, digunakan sebagai bahan baku untuk membuat makanan agar lebih terasa nikmat. Hampir semua suku di Indonesia menyukai makanan pedas. Bagi Anda yang belum terbiasa mengonsumsi makanan pedas perhatikan langkah-langkah berikut ini.

Pertama, mulailah dengan makanan yang hanya sedikit pedasnya. Perhatikan rempah-rempah yang Anda sukai dan yang tidak, serta perhatikan efek sampingnya.

Kedua, setelah Anda merasa nyaman dengan makanan yang sedikit pedas, barulah Anda coba menggunakan rempah-rempah yang pas untuk dikonsumsi sesuai kemampuan lidah Anda.

Ketiga, lanjutkan dengan meningkatkan jumlah rempah dalam makanan Anda saat Anda menyesuaikan diri dengan setiap tingkat yang baru. Di samping tiga hal adaptasi yang mesti Anda perhatikan, berikut ini kiat-kiat yang perlu Anda pertimbangkan ketika memutuskan untuk mengonsumsi cabai.

Lakukan sedikit penelitian tentang rempah-rempah yang digunakan dalam makanan. Jika Anda makan sesuatu yang terlalu pedas, minum segelas susu. Susu akan lebih efektif meringankan luka bakar di lidah daripada air. Gula juga berguna untuk membunuh panas meskipun tidak mudah mengonsumsi dalam jumlah besar seperti susu. Sup pedas dapat mempercepat proses adaptasi.

Jika Anda akan mengolah sejumlah besar cabai yang akan dipotong atau diiris terbuka, seperti ketika membuat Popper Jalapeno, pastikan mengenakan sarung tangan lateks atau karet. Bahan aktif dalam cabai dapat menyerap melalui kulit dan menyebabkan sensasi terbakar parah selama berhari-hari. Terlalu banyak makanan pedas bisa mati rasa lidah Anda, atau menonaktifkan indera perasa untuk sementara waktu. Ketika menuju kamar mandi, pastikan mencuci tangan setelah memegang paprika. berbagai sumber/btr/R-2

47 Resep IndoGreenWay

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

AL-QUR’AN

Q.S An-Nahl ayat 68-69

(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

TRI PITAKA

Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

Dalam Artharvaveda XII.3.44

MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

Dalam Artharvaveda II.3.1

Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

ALKITAB

Dalam Amsal 16 : 24

Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

Dalam Amsal 24 : 13

Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

AYURVEDA

Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

Meniru Lebah

Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
22-01-2012,
Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


Opini 19 Pakar HD

Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

Profil 19 Produk IndoGreenWay

25
Apr
12

Hikmah : Ampunan dan Afiat, Mukmin vs Munafik, Kehormatan Muslim, dlsb

Pemimpin Bijaksana
Mencintai Nabi Muhammad SAW (ilustrasi)

Hikmah

Selasa, 24 April 2012, 12:18 WIB
Ampunan dan Afiat
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Dr KH Achmad SatoriDiriwayatkan dari Abbas bin Abdul Muthalib RA, ia berkata, “Aku memohon kepada Rasulullah SAW. “Ajarilah kepadaku sesuatu yang digunakan untuk berdoa kepada Allah.”…
Senin, 23 April 2012, 12:17 WIB
Mukmin vs Munafik
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Prof KH Didin HafidhuddinDi dalam Alquran surah at-Taubah [9] ayat 71 dan 72 Allah SWT menjelaskan karakter dan perilaku orang-orang yang beriman, laki-laki maupun perempuan, serta balasannya…
Senin, 23 April 2012, 06:11 WIB
Inilah Ciri Kehormatan Seorang Muslim
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Haedar Nashir Ada goresan indah tentang harga sebuah kemuliaan di balik perjanjian Hudaibiyah. Alkisah, Abu Jandal bin Suhail seusai penandatanganan perjanjian yang bersejarah itu ingin bergabung dan masuk…
Minggu, 22 April 2012, 06:10 WIB
Meneladani Umar bin Abdul Aziz
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Dr H Fauzul Iman MASuatu hari Umar bin Abdul Aziz menyewa seekor unta dari seorang pemilik unta untuk perjalanan ke luar kota. Di tengah perjalanan yang…
Sabtu, 21 April 2012, 12:14 WIB
Inilah Tanda-tanda Matinya Hati
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Muhammmad Arifin IlhamHati adalah tempat mangkalnya berbagai perasaan, tumbuh kembang antara kebaikan dan keburukan. Hati juga menjadi sumber ilham dan permasalahan, tempat lahirnya cinta dan kebencian,…
Jumat, 20 April 2012, 08:38 WIB
Mencintai Diri Sendiri
REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh: Dr HM Harry Mulya ZeinJanganlah kita menyiksa diri sendiri. Sesungguhnya mencintai diri sendiri merupakan bagian dari amanah dari Allah SWT, sang pencipta semua mahluk. Mencintai diri dengan…
Kamis, 19 April 2012, 10:27 WIB
Inilah Virus Perusak Amal
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Imron BaehaqiSungguh beruntung dan mulia seseorang yang diberikan kelebihan harta, lalu mengeluarkan sebagian hartanya tersebut di jalan Allah (fi sabilillah) dengan penuh ketaatan. Dan, sungguh akan rugi…
Rabu, 18 April 2012, 05:00 WIB
Meredam Berita Buruk
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: M Fuad Nasar MScAllah SWT telah memberikan rambu-rambu yang tegas menyangkut dasar-dasar moral dan etika dalam membangun masyarakat yang beradab dan berbudaya. Hal ini ditegaskan dalam QS…
Selasa, 17 April 2012, 17:03 WIB
Inilah Para Tokoh Perintis Penerjemahan Alquran
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nidia Zuraya* Salman Al-Farisi Sahabat Rasulullah SAW ini merupakan orang yang pertama kali menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa lain. Dalam sejarah disebutkan ia menerjemahkan surat Al-Fatihah secara…
Selasa, 17 April 2012, 05:00 WIB
Pemimpin Bijaksana
REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Prof Dr Yunahar IlyasPerang yang melelahkan itu sudah usai. Pasukan kecil mampu mengalahkan pasukan besar. Pasukan kafir dari Makkah yang dipimpin Abu Jahal kembali dengan kepala tertunduk…
25
Apr
12

Energi : Kontroversi Kebijakan Pembatasan BBM

https://jakarta45.files.wordpress.com/2011/12/jakarta-452.png?w=637&h=609&h=609

Pembatasan BBM Berdasarkan CC Diskriminatif

Media Indonesia, Selasa, 24 April 2012 00:00 WIB

RENCANA pemerintah membatasi pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sesuai dengan kapasitas silinder mesin mobil (cylinder capacity/cc) bersifat diskriminatif dan mengurangi hak-hak konsumen. Berbagai kalangan meminta pemerintah meninjau ulang rencana penerapan kebijakan itu.

“Banyak hak konsumen dikurangi, baik hak untuk membeli produk tersebut maupun hak lainnya, seperti antrean di SPBU, penyelundupan, maupun penimbunan BBM,” kata Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi, kemarin.

Tulus mengatakan pembatasan pembelian BBM sangat tidak lazim di negara mana pun. “Karena itu, yang paling rasional ialah menaikkan harga BBM.”

Direktur Pengkajian Energi Universitas Indonesia Iwa Garniwa juga menilai rencana pembatasan berdasarkan cc itu diskriminatif dan sulit diterapkan. “Kebijakan diskriminatif itu dapat menimbulkan kericuhan dan tidak akan bertahan lama.”

Menurut anggota Komisi VII DPR dari F-PDIP Daryatmo Mardiyanto, ada unsur pemaksaan dari pemerintah untuk menggunakan BBM nonsubsidi kepada masyarakat.

Pemerintah berencana menerapkan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi hanya untuk mobil pribadi ber-cc di bawah 1.500. “Mobil 1.500 cc ke atas harus menggunakan BBM nonsubsidi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (Media Indonesia, 23/4).

Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Evita H Legowo mengatakan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi untuk mobil pribadi baru akan dimulai Agustus untuk wilayah Jabodetabek. Setelah itu, 120 hari setelah terbitnya aturan berlaku untuk seluruh Jawa dan Bali.

“Pembatasan akan mengikat bagi kendaraan dengan kapasitas silinder mesin 1.500 cc ke atas, termasuk 1.501 cc. Kalau 1.498 cc tidak kena atau masih bisa menggunakan premium,” tegasnya.

Selain diskriminatif, kebijakan pembatasan BBM bersubsidi itu juga tidak signifikan menghemat anggaran. Kepala Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo menghitung, jika pembatasan dilakukan di Jawa dan Bali per Mei 2012, pengurangan konsumsi BBM bersubsidi hanya 2,4 juta kiloliter (kl) dari konsumsi BBM bersubsidi yang diprediksi 47 juta kl.

Konsumsi BBM bersubsidi mobil pribadi di Jawa dan Bali setahun mencapai 8,9 juta kl. Sebanyak 40% dari kendaraan tersebut ber-cc di atas 1.500. Harga keekonomian BBM bersubsidi Rp9.000 per liter sehingga besaran subsidi mencapai Rp4.500.

“Dengan demikian, dari 2,4 juta kl yang beralih ke BBM nonsubsidi, pembatasan BBM hanya akan mengurangi beban subsidi Rp10,8 triliun,” terang Perry dalam diskusi Hitung Ulang Guncangan Harga BBM yang diselenggarakan Brava Radio dan Media Indonesia di Demang Resto & Coffe Lounge Gedung La Monte, Kawasan Sarinah, Jakarta, kemarin.

Pengamat energi dari Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan penerapan pembatasan BBM bersubsidi bagi kendaraan 1.500 cc ke atas hanya akan menghemat premium 2,274 juta kl dan solar 1,76 juta kl.

Dengan harga keekonomian BBM premium Rp8.400 per liter dan harga jual Pertamina Rp4.500 per liter, besaran subsidi premium per liter Rp3.900. Dengan asumsi besaran subsidi sama untuk solar, pemerintah akan menghemat Rp15,732 triliun. “Padahal, dengan menaikkan harga BBM bersubsidi Rp500 per liter dapat meringankan beban anggaran negara Rp19 triliun,” terang Komaidi.(OX/GA/*/Mad/X-7)

Kebijakan BBM tanpa Rencana Matang

Media Indonesia, Jumat, 20 April 2012 00:00 WIB

KETIDAKJELASAN kebijakan pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi belakangan ini menunjukkan tidak adanya perencanaan yang matang dari pemerintah. Padahal, kebijakan energi tidak bisa serta-merta secara instan.
“Awal tahun pemerintah bilang Februari tidak ada penaikan, tetapi akhir Februari ada pengajuan penaikan harga BBM. Pada Maret harga batal dinaikkan, April muncul wacana pembatasan BBM bersubsidi. Ini menunjukkan pemerintah tidak punya perencanaan yang matang,” ujar pengamat ekonomi Hendri Saparini di Jakarta, kemarin.
Hal senada disampaikan pengamat ketahanan energi Dirgo Purbo. Dia menyarankan pemerintah agar tidak melontarkan wacana-wacana kebijakan pembatasan BBM yang belum matang.
Menurutnya, akan lebih baik pemerintah tegas dan langsung menentukan kebijakan pembatasan itu. “Apa pun kebijakannya, sebaiknya diambil dulu untuk menunjukkan komitmen pemerintah. Namun, kalau memang belum matang, jangan disajikan ke publik,” tuturnya.
Terakhir, pemerintah akan membatasi konsumsi BBM bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin (cylinder capasity/cc). Sebelumnya, opsi itu muncul dan kemudian diabaikan, tetapi belakangan kembali dipertimbangkan.
Menurut Hendri Saparini, kebijakan berdasarkan cc itu masih prematur dan tidak komprehensif karena belum disertai kajian holistik. Bukan itu saja, lanjutnya, kebijakan dengan pendekatan kuota tidak tepat.
Dia sependapat dengan pengamat energi Kurtubi, alternatif kebijakan yang paling rasional ialah program konversi BBM ke bahan bakar gas (BBG). Namun, pemerintah dinilai tidak serius.

Kelebihan 8%

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan pembatasan berdasarkan kapasitas mesin mobil 1.500 cc ke atas akan menghemat sekitar 3 juta kiloliter (kl).
Dia menjelaskan realisasi penggunaan BBM rata-rata per hari hingga Maret 2012 sebanyak 108% dari kuota. “Ini artinya ada kelebihan 8%. Kalau dibiarkan, kelebihannya itu bisa mencapai 43 juta kiloliter hingga 44 juta kiloliter. Padahal, dalam APBN-P 2012 dipatok 40 juta kiloliter,” tutur Hatta di Istana Negara Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Menteri ESDM Jero Wacik menyatakan pemerintah akan mengeluarkan kebijakan pembatasan BBM pada akhir bulan ini. Kebijakan itu berlaku pada Mei untuk kendaraan mobil BUMN dan BUMD, sedangkan untuk mobil umum akan diberlakukan dua bulan kemudian.
Selain akan mengerem konsumsi BBM bersubsidi, pemerintah juga yakin kebijakan berdasarkan cc itu tidak akan mengganggu produksi mobil. “Sejak 2008 produksi mobil di Indonesia sudah menggunakan ron 92 (pertamax),” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di tempat yang sama.
Namun, General Manager Mobil88, Leovan Widjaja, mengatakan kebijakan berdasarkan 1.500 cc itu akan memengaruhi penjualan mobil bekas. “Dampaknya bisa turun sekitar 10%-20%,” ujar Leovan.
Penurunan itu disebabkan mayoritas mobil bekas berkapasitas mesin di atas 1.500 cc. Penerapan kebijakan ini, katanya, otomatis akan menyebabkan mobil bekas semakin tidak laku. (Mrc/Fid/X-5)

Ekonomi Politik Krisis Energi Indonesia

Linda SudionoAnggota Another Study Center, Jakarta
KETIKA pemerintah SBY-Boediono berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada awal April 2012 lalu, di lapangan ia dihadapakan pada gelombang perlawanan massa yang luas. Tidak hanya di Jakarta, dimana ribuan mahasiswa dan sektor rakyat miskin lainnya bergabung dalam barisan unjuk rasa menentang rencana tersebut, di Ternate, ratusan mahasiswa melakukan aksi menolak kenaikan BBM dan menutup Bandara Baabulah. Di Makasar, Sulawesi Selatan, pengunjuk rasa melakukan aksi pembakaran ban sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap rencana pemerintah tersebut. Di Yogyakarta, posko perlawanan didirikan oleh persatuan gerakan massa untuk mengawal runtutan unjuk rasa. Di Purwokerto, Jawa tengah, massa memblokade jalan jendral Sudirman. Aksi serupa juga terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat; Medan, Sumatera Utara; Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan lainnya.
Merespon aksi-aksi penolakan tersebut, pemerintah kemudian menerjunkan aparat kemanan dari TNI maupun kepolisian. Dengan mengatasnamakan pengembalian ‘stabilitas nasional,’ aparat  mulai dikerahkan untuk menekan gelombang perlawanan rakyat yang semakin tinggi. Aksi massa hampir di semua daerah mendapatkan tindakan represif berupa pukulan, gas air mata, penangkapan, dll.   Di Jakarta, lima mahasiswa yang unjuk rasa ditembak di dalam kampuns Universitas Kristen Indonesia, Salemba, dan tiga mahasiswa lainnya di dalam kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Tetapi, aksi penolakan ini bukan yang pertama kalinya, dan mungkin juga bukan yang terakhir. Sejarah kenaikan BBM pasca reformasi selalu mengundang gerak perlawanan massa. Untuk itu, perlu kiranya kita memahami dan memberikan perspektif pada aksi-aksi penolakan massa ini secara ekonomi politik. Sebab sebagian kalangan menuduh bahwa aksi-aksi massa ini merupakan cerminan dari masyarakat yang irasional, berhadapan dengan kebijakan yang sebenarnya sangat rasional. Bagi kalangan ini, aksi-aksi ini merupakan korban dari para intelektual dan politik yang menyuarakan demagogi populisme, demi kepentingan politik jangka pendek. Untuk menangkis argumen itu, dalam tulisan singkat ini saya akan memfokuskan pembahasan pada dampak ekonomi politik perminyakan global terhadap kenaikan harga BBM di Indonesia. Dengan demikian diharapkan pembaca mampu menarik garis dialektis antara kondisi subyektif massa tertindas dengan kondisi obyektif perekonomian dunia.
Dampak Global Kenaikan Minyak Dunia
Saat ini, dunia tengah dihadapkan pada ancaman tingginya harga minyak dunia, yang boleh jadi tertinggi selama ini, dengan pengecualian pada beberapa momen tertentu sebelum krisis ekonomi 2008. Pemicu kenaikan ini disebabkan oleh beberapa hal, misalnya, adanya ancaman dari Iran untuk menutup selat Hormuz yang sangat strategis jika Iran dilarang atau diberi sanksi karena mengekspor minyaknya. Selat hormuz merupakan selat yang menghubungkan negara-negara penghasil minyak di Teluk seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dengan Samudera Hindia. 40 persen kapal tanker minyak dunia melewati selat tersebut. Menurut catatan Departemen Energi AS, pada tahun 2011, sekitar 17 juta barrel minyak yang setiap hari melintasi selat tersebut, dan hingga kini tak ada satu tempat pun yang bisa menggantikan peran dari jalur ini. Dengan demikian, jika selat Hormuz akhirnya diblokir, para analis memperkirakan harga minyak dunia akan naik menjadi $50  atau lebih per barrel. Dengan harga minyak yang kini telah mencapai sekitar $100 per barrel, jika ancaman Iran ini terwujud maka harga minyak bisa menembus angka $200 per barrel. Dan itu berarti, ekonomi berada dijurang resesi besar.[1]
Pemicu lain dari melonjaknya harga minyak dunia adalah ketakutan akan ancaman perang baru di Timur Tengah dan gejolak yang melanda negara kaya energi, Nigeria. Tetapi, ada faktor lain yang lebih menentukan naiknya harga minyak dunia, faktor yang bersifat permanen dalam jangka panjang, yakni kelangkaan pasokan minyak tersebut. Ahli ekonomi politik perminyakan Michael T. Klare mengatakan, kini era yang disebut ‘easy oil’ telah lewat. Tidak ada lagi minyak murah dan mudah didapat yang menyebabkan industri kendaraan bermotor bebas berproduksi tanpa batas, misalnya. Dengan struktur ekonomi kapitalis yang sangat haus minyak, maka kurangnya pasokan dibandingkan dengan tingginya konsumsi akan minyak menyebabkan harga minyak pasti terus naik dalam jangka panjang. Tidak berarti bahwa beberapa bagian bumi tak lagi mengandung minyak, tapi menurut Klare, setiap upaya untuk mengeksplorasi dan mengeksploitasi ladang-ladang minyak baru pasti membutuhkan biaya yang sangat mahal. ‘Kini setiap barrel yang kita konsumsi berarti semakin tinggi biaya untuk penggalian, penyulingan, dan semakin mahal yang kita bayar di stasiun pompa minyak,’ ujarnya.[2]
Bagaimana Dengan Indonesia?
Dengan mengerti ekonomi politik perminyakan global di atas, maka kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dengan alasan penghematan tampak masuk akal. Tetapi, yang jahat dibalik alasan penghematan itu adalah, kebijakan ini tidak menyentuh sedikitpun struktur ekonomi politik pembangunan kapitalistik yang dianut pemerintahan SBY-Boediono.
Tidak ada grand design bagaimana mengelola sistem transportasi yang efektif, efisien, dan murah, tata ruang yang hemat energi, atau pembangunan berbasis energi alternatif. Apa yang terus dilakukan oleh pemerintahan neoliberal ini adalah ‘terus menaikkan harga BBM sembari tetap menjalankan strategi pembangunan yang haus minyak.’  Akibatnya, tindakan penghematan ini selalu dilandaskan pada alasan darurat, sebagai akibat fluktuasi harga minyak yang sangat tajam di pasar internasional. Di sini, kata ‘darurat’ dipakai untuk menanikkan harga BBM, bukan untuk mencari alternatif strategi pembangunan yang akan meminimalisir ketergantungan pada BBM. Karena itu kebijakan menaikkan harga BBM ini bukan yang terakhir, dan dalam jangka pendek maupun panjang sudah pasti merugikan rakyat miskin yang sesungguhnya mengonsumsi minyak hanya untuk pemenuhan kebutuhan subsistennya semata.
Kalau kita lihat secara makro, kita temukan bahwa alasan penghematan itu memiliki motif ekonomi politik tertentu. Berdasarkan data yang ada, potensi energi fosil jenis minyak Indonesia mencapai 86,9 milyar barel, 9 milyar barel untuk cadangan dan 500 juta barel produksi per tahun. Di ladang minyak sendiri, sepuluh perusahaan asing (BP, Caltex, CNOOC, Connocophilips, Total Fina/ELF, Unocal, VICO, Exonmobil, EXSPAN, Petrocina) menguasai 84 persen produksi minyak Indonesia dan perusahaan Caltex menguasai sebesar 56 persen.
Besarnya penguasaan korporasi asing atas ladang minyak tersebut, bisa kita telusuri hingga ke tahun 2000. Saat itu, USAID secara bangga mengungkapkan kerjasamanya dengan Asia Development Bank (ADB), untuk mengintervensi regulasi Migas di negara Asia dan kerjasama dengan World Bank (WB), untuk melakukan studi terkait penetapan kebijakan harga Migas dunia. Konkretisasi kerjasama ini segera terwujud setahun kemudian di Indonesia, dalam bentuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.
Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas, pemerintah semakin terbuka memberikan peluang kepada investasi asing untuk dapat menguasai produksi Migas Indonesia dari Hulu ke Hilir. Setiap perusahaan minyak asing diberi kesempatan untuk membuka 20.000 SPBU di seluruh Indonesia. Kebijakan ini berjalan seiring dengan beralihnya Kuasa pertambangan dari BUMN Pertamina kepada Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (BP Migas) dan Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) sebagai perwakilan dari pemerintah untuk melakukan Production Sharing Contract antara Indonesia dengan korporasi Migas.[3] Berdasarkan konsep Production Sharing Contract, maka BP Migas dan BPH Migas yang kemudian akan membagi hasil produksi bersih (selisih antara harga jual produksi minyak dengan harga produksi) antara pemerintah Indonesia dan perusahaan kontrak lainnya, termasuk Pertamina yang berbentuk perseroan. Dalam rangkaian ini, posisi Pertamina adalah setara dengan perusahaan migas lainnya dalam memperebutkan tender migas di Indonesia, yang berarti pengeleminasian perlindungan industri minyak nasional.
Selain itu, pemerintah Indonesia saat ini sedang membangun dua kilang minyak dengan kapasitas produksi 300 ribu perbarel perhari. Salah satu daya tarik yang menghiasi pembangunan kilang minyak ini adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan insentif investasi kepada tiga sektor industri, yakni industri logam dasar, kilang minyak, dan gasifikasi batu bara. Konten insentif yang akan diberikan oleh pemerintah meliputi pembebasan bea masuk atas impor barang modal, pembebasan 100 persen pajak pertambahan nilai katalis dan suku cadang untuk keperluan operasional kilang minyak, dan jaminan pinjaman dari pemerintah. Yang lebih menarik adalah rencana produksi minyak pemerintah yang akan difokuskan pada kandungan oktan 80 Ron, yaitu Pertamax. Secara perlahan pemerintah akan menghilangkan subsidi bahan bakar yang selama ini diberikan kepada Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium untuk meningkatkan daya saing perusahaan minyak asing (yang produksi utamanya adalah pertamax). Pertamina menargetkan untuk mengurangi produksi premium sebanyak 11,96 juta kiloliter pada tahun 2001, 10,79 juta kiloliter pada tahun 2013, 10,51 juta kiloliter pada tahun 2014, 4,19 juta kiloliter pada tahun 2015, 3,06 juta kiloliter pada tahun 2016 dan kemudian berhenti sama sekali pada tahun 2017.[4] Dengan kata lain, pemerintah tidak perlu lagi dibuat pusing dengan subsidi BBM jenis premium dan aksi-aksi penolakan kenaikan BBM karena BBM jenis premium tidak akan lagi menyentuh kehidupan masyarakat Indonesia secara total pada tahun 2017.
Terakhir, Pasal 7 Ayat 6a Undang-Undang APBN-P 2012 terkait penyesuaian harga minyak Indonesia pada fluktuasi minyak global dengan taraf ICP 15 persen, adalah strategi pemerintah untuk menghidupkan kembali roh dalam Pasal 28 Undang-Undang Migas yang beresensi sama, MELEGITIMASI penetapan harga minyak nasional pada mekanisme persaingan harga global. Minyak menjadi komoditi yang berspekulasi di pasar global dan akan pulang dengan membawa nilai hasil spekulasi global pula.
Penutup
Dengan mengerti ekonomi politik perminyakan ini, bisa dimengerti mengapa setiap kali pemerintah merencanakan kenaikan harga BBM, bersamaan dengannya muncul aksi-aksi massal yang menolaknya. Penolakan ini, dengan demikian merupakan respon rasional atas kebijakan yang memiskinkan rakyat banyak dengan dalih penghematan energi.
Dasar ekonomi politik ini juga berarti, aksi-aksi penolakan ini melampaui aksi-aksi yang hanya sekadar kritik terhadap kebijakan SBY-Boediono, atau bahkan sekadar bertujuan menjatuhkan pemerintahannya. Jika aksi-aksi ini berhenti pada dua isu ini, maka akan dengan mudah terjebak pada konflik dan fragmentasi di tingkatan elite kekuasaan yang sebenarnya sama-sama pro-neoliberalisme. Aksi-aksi tersebut, semestinya ditujukan untuk mengganti sistem pembangunan kapitalistik yang haus minyak ini, dengan sistem sosialis yang berbasis pada pembangunan sumberdaya manusia. Hanya dengan cara itu kita bisa mengelak dari kutukan akan berakhirnya era ‘easy oil.’ ***

[1] Michael T. Klare, ‘Why Closure of the Strait of Hormuz Could Ignite a War and a Global Depression,’http://www.alternet.org/story/153955/why_closure_of_the_strait_of_hormuz_could_ignite_a_war_and_a_global_depression/, diunduh pada 4/17/2012.
[2] Michael T. Klare, ‘Why Twenty-First Century Oil Will Break the Bank – and the Planet,’ http://www.huffingtonpost.com/michael-t-klare/obama-gas-prices_b_1342042.html, diunduh pada 4/17/2012.

Alasan Widjajono

TEMPO.COTEMPO.CO –  23-04-2012
  • Ini Alasan Widjajono Mengapa BBM Indonesia Tak Murah
TEMPO.CO , Jakarta: – Mendiang Widjajono Partowidagdo, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai pemikiran mengapa harga bahan bakar minyak Indonesia tidak bisa murah. Dalam surat elektroniknya kepada Tempo, Widjajono mengungkapkan pemikiran ini adalah pendapatnya pribadi sebagai akademisi.

Menurut Widjajono, cadangan terbukti minyak Indonesia tinggal 3,7 miliar barel, atau hanya 0,3 persen cadangan terbukti dunia.

“Sebagai negara net importer minyak dan tidak memiliki cadangan terbukti minyak banyak, tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah,” kata Widjajono dalam surat elektroniknya kepada Tempo, 8 April 2012. “Perlu diketahui bahwa pendapatan pemerintah dari minyak kita habis untuk subsidi harga BBM.”

Dengan asumsi kurs dolar Amerika Serikat Rp 9.000 dan harga minyak mentah dunia US$ 105 per barel, maka dari produksi minyak Indonesia sebesar 930 ribu barel per hari, pendapatan dari bagian jual beli minyak pemerintah sebesar Rp 205 triliun.

Bandingkan dengan hitung-hitungan subsidi BBM. Dengan asumsi harga BBM naik Rp 1.500 per liter untuk harga minyak US$ 105 per barel, subsidinya adalah Rp 137 triliun. Kalau harga BBM tidak naik, maka subsidinya Rp 178 triliun.

Ini belum termasuk subsidi listrik sebesar Rp 60 triliun, yang akibat naiknya harga BBM otomatis seluruh pendapatan pemerintah dari minyak hampir habis. Hanya sisa Rp 8 triliun untuk subsidi harga BBM apabila harga BBM dinaikkan Rp 1.500 per liter. Apabila harga minyak tidak dinaikkan maka kurang Rp 33 triliun.

Asumsi harga minyak dalam APBN 2012 sebesar US$ 90 per barel. Artinya kenaikan harga minyak sebesar US$ 15 per barel mengakibatkan kenaikan subsidi Rp 55 triliun. Dengan kata lain, setiap US$ 1 per barel mengakibatkan defisit Rp 3,67 triliun.

“Bayangkan kalau harga minyak naik US$ 25 per barel atau lebih. Kita harus serius melakukan penghematan,” kata almarhum Widjajono dalam surat elektroniknya.

Widjajono pun membandingkan Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin seperti Brasil, Argentina, dan Cile yang tidak menerapkan subsidi BBM. Negara-negara itu menggunakan pendapatan minyaknya untuk pengembangan BBN (Bahan Bakar Nabati) dan industri nasional seperti mobil, pesawat, senjata, dan pertanian berkembang.

“Brasil sekarang menjadi negara idola di samping Rusia, India, Cina dan Korea,” ujarnya. Brasil sudah menguasai teknologi migas lepas pantai. Cadangan dan produksi minyaknya meningkat pesat. “Petrobras, perusahaan minyak milik Brasil menjadi perusahaan migas terpandang di dunia.”

Widjajono menambahkan, India, Pakistan, Cina, dan Vietnam pun tidak menerapkan subsidi BBM. Padahal Cina negara komunis. Di negara-negara itu, pemerintahnya lebih memilih subsidi transportasi umum sehingga nyaman.

Menurut profesor ini, BBM murah hanya diterapkan di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah seperti Arab Saudi, Irak, Libya, dan Venezuela.

Dia pun membandingkan harga BBM Indonesia dengan Iran yang sebesar US$ 0,67 per liter, dengan cadangan minyak sebesar 138 miliar barel. Harga bensin ini lebih mahal daripada harga BBM Indonesia yang dalam kurs dolar sebesar US$ 0,59 per liter, dengan cadangan terbukti minyak Indonesia tinggal 3,7 miliar barel, atau hanya 0,3 persen cadangan terbukti dunia.

“Karena mereka mengutamakan gas untuk transportasi,” ujarnya.

5 Salah Persepsi Energi, Pemikiran Alm. Widjajono

TEMPO.COTEMPO.CO

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo meninggal dunia ketika mendaki Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, Sabtu 21 April 2012 kemarin.

Akademisi yang hobi mendaki gunung dan rendah hati ini memiliki pemikiran mengenai pengelolaan energi di Indonesia. Menurut Widjajono, ada lima kesalahan persepsi mengenai energi di Indonesia.

Pertama, Indonesia adalah negara yang kaya minyak, padahal tidak. “Kita lebih banyak memiliki energi lain, seperti batu bara, gas, CBM (Coal Bed Methane), shale gas, panas bumi, air, BBN (bahan bakar nabati), dan sebagainya,” kata Widjajono dalam surat elektroniknya kepada Tempo, 8 April 2012.

Cadangan terbukti minyak Indonesia tinggal 3,7 miliar barel. “Justru kita lebih banyak memiliki energi nonminyak,” ujarnya dalam e-mail. Cadangan terbukti ini hanya 0,3 persen cadangan terbukti dunia. Dia membandingkan dengan gas bumi yang cadangan terbuktinya 112,4 TSCF dan batu bara 17,8 miliar ton.

Salah persepi yang kedua, harga bahan bakar minyak harus murah sekali tanpa berpikir bahwa hal ini menyebabkan terkurasnya dana pemerintah untuk subsidi harga BBM. Menurut Widjajono, ketergantungan terhadap BBM yang berkelanjutan dan impor minyak menyebabkan makin sulitnya energi lain berkembang.

Tahun 2011, Indonesia memproduksi minyak 902 ribu barel per hari, gas 1,5 juta barel ekuivalen per hari, dan batu bara 3,4 juta barel ekuivalen per hari. “Sebagai negara net importir minyak dan tidak memiliki cadangan terbukti minyak banyak, tidak bijaksana apabila mengikuti harga BBM murah di negara-negara yang cadangan minyaknya melimpah,” ujarnya.

Salah persepsi yang ketiga, investor akan datang dengan sendirinya tanpa perlu bersikap bersahabat dan memberikan iklim investasi yang baik, padahal tidak.

Supaya investor datang ke Indonesia, menurut Widjajono, perlu perbaikan sistem fiskal, meningkatkan kualitas pelelangan dan informasi wilayah kerja yang ditawarkan, perbaikan regulasi dan birokrasi, dan kualitas aturan hukum.

Keempat, peningkatan kemampuan nasional akan terjadi dengan sendirinya tanpa keberpihakan pemerintah, padahal tidak. Menurut dia, ini bisa terjadi apabila terdapat keberpihakan pemerintah.

Misalnya untuk kontrak-kontrak pengelolaan sumber daya energi yang sudah habis, maka pengelolaannya diutamakan untuk perusahaan nasional dengan mempertimbangkan program kerja, kemampuan teknis, dan keuangan. “Tidak tertutup kemungkinan tetap bekerja sama dengan operator sebelumnya,” kata Widjajono.

Terakhir, kelima, Indonesia diuntungkan dengan kenaikan harga minyak dunia, padahal tidak. Ia membandingkan produksi minyak dengan harga minyak dan mengaitkannya dengan impor minyak mentah, yang justru menunjukkan defisit ketika ada kenaikan harga minyak dunia. Dengan impor minyak sebesar 770 ribu barel per hari, pemerintah justru defisit Rp 74 triliun per tahun, dengan asumsi APBN-P harga minyak US$ 105 barel.

NIEKE INDRIETTA

Berita Terkait:

SBY: Widjajono Berani Jelaskan Kenaikan Harga BBM

Menit-menit Meninggalnya Wamen Widjajono

Tiga Pesan Widjajono Pada Jero Wacik

Foto Kenangan Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo

Wamen Widjajono Salat Jumat Sebelum Daki Tambora

Wamen Widjajono di Mata Menteri Suswono

Wamen Widjajono: Tuhan, Segala KehendakMu Terjadi…

Kenapa Almarhum Widjajono Suka Rambut Gondrong?




Blog Stats

  • 3,213,320 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…