Posts Tagged ‘Warfare

23
Jan
12

Politik : Perang Tahun Naga Air Menghantui Dunia

Ilustrasi Tahun Naga Air [google]

Perang Saudara

RepublikaRepublika
Aduh…Libya Diambang Perang Saudara

REPUBLIKA.CO.ID,  TRIPOLI — Libya bisa jatuh ke dalam “perang saudara” jika Dewan Transisi Nasional (NTC) mengundurkan diri, kata Ketua Badan Pemerintah Libya, Mustafa Abdel Jalil pada Ahad, setelah muncul aksi-aksi protes di kota timur Benghazi.

“Kami tidak akan mengundurkan diri karena akan mengakibatkan perang sipil,” kata Abdel Jalil dalam satu wawancara di stasiun televisi al-Hurra Libya. Pernyataan Abdel Jalil muncul beberapa jam setelah wakilnya Abdel Hafiz Ghoga mengundurkan diri dari dewan setelah pengunjuk rasa menuntut dia mundur.

Ghoga, yang menjabat sebagai juru bicara resmi untuk NTC dituduh warga Benghazi sebagai oportunis. Ia sempat diseret oleh para mahasiswa di University of Ghar
Yunis Benghazi dan melarikan diri dari kemarahan orang banyak.

Pada Sabtu, pengunjuk rasa juga menyerang kantor NTC di Benghazi dengan granat rakitan, menuntut agar semua anggota dewan mengundurkan diri kecuali Abdel Jalil dan beberapa pejabat lainnya, kata anggota NTC Fathi Baja kepada AFP.

Para pemrotes melemparkan granat-granat dan menyerbu kantor-kantor Dewan Transisi Nasional yang berkuasa di kota Benghazi dan membakarnya pada Sabtu, kata para saksi mata. Serangan itu, aksi kekerasan pertama seperti itu terhadap NTC– badan yang memerintah Libya sejak pemerintah Muamar Gaddafi jatuh– terjadi di kota Libya timur yang juga merupakan tempat munculnya pemberontakan pertama terhadap Gaddafi tahun lalu.

Serangan itu terjadi ketika tidak kurang 2.000 pemrotes, termasuk mantan para pemberontak yang cedera yang ikut membantu menggulingkan rezim yang memerintah 42 tahun itu, berunjuk rasa di luar kantor-kantor NTC, kata para saksi mata dan seorang koresponden AFP di lokasi itu.

Para saksi mata mengatakan granat-granat itu mencederai mantan pemberontak yang ikut melakukan protes karena mereka “dipinggirkan” dalam pemerintah baru Libya, dan menentang apa yang mereka katakan para oportunis ikut duduk dalam badan yang berkuasa itu.

Para pemrotes di Benghazi melakukan protes-protes selama beberapa pekan, menuduh NTC tidak transparan dan merekrut para anggota yang dianggap setia kepada bekas rezim itu. Wartawan AFP, Sabtu mendengar setidaknya tiga ledakan dan mengatakan tidak melihat adanya kerusakan pada kantor tersebut dan juga tidak ada korban.

Berita Lainnya

AS Siap Serang Iran

RepublikaRepublika
AS Siapkan Operasi Sabotase Serang Iran

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah majalah AS mengungkapkan konspirasi baru Washington terhadap Teheran. Dilaporkan Pentagon menempatkan pasukan komando khusus yang sangat terlatih di dekat perbatasan Iran untuk melakukan operasi sabotase.

Majalah Wired memublikasikan tulisan Spender Ackerman mengenai penempatan pasukan khusus AS yang beroperasi di dekat Iran. Menurut Ackerman, tim yang disebut Joint Special Operations Task Force-Gulf Coordinating Council (JSOTF-GCC) sekarang tinggal menunggu instruksi pusat.

Mengutip Mayor Rob Bockholt, Juru Bicara Operasi Pasukan Khusus di Timur Tengah,  Ackerman mengatakan bahwa keberadaan satuan tugas khusus itu dimulai pada pertengahan 2009, tidak lama setelah Iran menolak tawaran Presiden Barack Obama untuk berunding.

Sementara itu, Juru Bicara Kepala Komando Operasi Khusus AS mengatakan bahwa gugus tugas bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan semua Operasi Pasukan Khusus dan keterlibatan serta pelatihan dengan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia.

Menurut Ackerman, pejabat militer AS sejauh ini menolak untuk menjelaskan misi utama penempatan pasukan khususnya itu dengan alasan keselamatan personel yang terlibat dan misi tersebut. “JSOTF-GCC merupakan pilihan lain bagi AS di saat konflik semakin meningkat dengan Iran,” pungkasnya.

Operasi khusus ini mengemuka di saat AS menghadapi krisis utang nasional melebihi 15 triliun dolar AS, setelah satu dekade perang mahal di Afghanistan dan Irak. Kini AS sedang mempersiapkan pemangkasan anggaran pertahanan sebesar 487 miliar dolar AS selama 10 tahun ke depan

Advertisements
07
Dec
11

Politik : Libya Pasca Khadafi

Milisi Tripoli Libya

Rabu, 7 Desember 2011 04:53 WIB |

Milisi Libya Harus Tinggalkan Tripoli

Tripoli (ANTARA News) – Pemerintah Libya Selasa memberi batas waktu dua pekan kepada milisi untuk meninggalkan Tripoli.

“Demostrasi umum akan diadakan besok pada pukul 16.30 waktu setempat di Lapangan Martir guna mendukung … prakarsa untuk membersihkan Tripoli dari senjata dan kehadiran milisi yang tak perlu,” kata sebuah pernyataan dari kantor perdana menteri sementara Abdel Rahim al-Kib.

“Telah diantisipasi bahwa demonstrasi akan meningkat setiap hari hingga 20 Desember. Pada hari itu, jika milisi belum meninggalkan kota itu, masyarakat Tripoli dan pemerintah Libya akan menutup  lalu-lintas.”

Pernyataan kantor Kib itu dikeluarkan setelah ia menemui para pejabat dewan kota Tripoli dan anggota-anggota lain Dewan Transisi Nasional.

Abdul Razzak Abuhajar, pemimpin dewan kota Tripoli, telah meminta milisi-milisi dari luar Tripoli untuk meninggalkan kota itu.

“Saya akan minta semua milisi dari luar Tripoli untuk pulang,” katanya sebagaimana dikutip dalam pernyataan itu.

“Kami berterima kasih atas bantuan mereka tapi sekarang waktunya bagi mereka untuk kembali ke keluarga dan teman-teman mereka guna membangun kembali kota-kota dan hidup mereka sendiri.”
(S008)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2011

50.000 gerilyawan

Jumat, 2 Desember 2011 07:53 WIB |

Libya akan integrasikan 50.000 gerilyawan anti-Gaddafi ke militer

Tripoli (ANTARA News) – Pasukan keamanan Libya akan mengintegrasikan 50.000 gerilyawan yang memerangi pasukan yang setia pada mantan pemimpin Libya Muamar Gaddafi ke dalam pasukan keamanan, kata menteri dalam negeri sementara negara itu, Kamis.

Fawzi Abdelali mengatakan semua brigade tempur yang berperang di garis depan akan masuk jajaran pasukan keamanan kementerian pertahanan dan kementeruan dalam negeri, lapor AFP.

Ia mengatakan sebuah “komisi petempur” telah dibentuk oleh Dewan Transisi Nasional (NTC) untuk melakukan pengintegrasian para bekas pemberontak itu ke dalam pasukan keamanan.

Abdelali, yang berbicara pada acara untuk menandai selesainya pelatihan satu kelompok bekas pemberontak oleh polisi Prancis, tidak memberikan kerangka waktu bagi pengintegrasian itu.

Menteri itu mengatakan rencana pengintegrasian tersebut akan diumumkan secara resmi pekan dekan, dan menambahkan negara Afrika utara itu merencanakan untuk merehabilitasi 200.000 petempur dalam jangka waktu lama.

Puluhan ribu warga sipil Libya telah mengangkat senjata ketika pemberontakan anti-Gaddafi meletus pada Februari lalu.

Mereka merebut kota demi kota dalam periode delapan bulan sebelum pada akhirnya menggulingkan rezimnya yang sudah berusia 42 tahun. Gaddafi sendiri ditangkap dan dibunuh pada 20 Oktober.

Abdelali menjanjikan “perubahan kualitatif” dalam situasi keamanan pada tiga bulan ke depan, mengatakan pasukan keamanan sekarang ini tidak tampak tegap di jalanan.

Ia juga mengatakan bahwa kementerian dalam negeri akan segera menguasai tanah perbatasan, bandara dan pelabuhan.

“Penguasaan tanah perlintasan perbatasan, laut dan udara merupakan faktor penting yang memberikan gagasan pada setiap orang mengenai eksistensi otoritas suatu negara,” katanya.

“Dari pekan depan kami akan mulai mengambil kendali pos-pos perbatasan (dengan Tunisia) di barat dan secara berangsung-angsur pindah ke bandara.”

Pada Rabu, pemerintah Tunisia telah menutup sebuah pos perbatasan setelah insiden yang tak ditentukan yang melibatkan warga Libya dan sejumlah pejabat pajak Tunisia.

Bandara internasional Tripoli, sementara itu, dikuasai oleh sebuah kelompok brigade Zintan. (S008/C003)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

11
Nov
11

Politik : Perang Israel vs Iran Menghantui Dunia

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON–Di tengah ‘ketegangan’ situasi Timur Tengah terkait provokasi nuklir Iran oleh Israel dan sekutunya, Amerika Serikat, ada yang mengambil keuntungan. Sumber perdagangan persenjataan mengungkapkan, AS merayu Uni Emirat Arab untuk membeli senjata jenis bom berpemandu.

“AS dalam waktu dekat akan mengumumkan kalau mereka menjual bom berpemandu, dalam jumlah besar, ke Uni Emirat Arab,” demikian sumber tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Jumat.

Adalah Pentagon (Departemen Pertahanan AS) yang ada di balik penjualan senjata ini. Pentagon mempertimbangkan untuk menjual bom Joint Direct Attack Munitions dalam jumlah yang besar. Bom ini dirakit oleh Boeing co.

Selain bom, UEA juga membeli misil 500 Hellfire. Anggota Kongres dan Senat AS setuju saja terkait penjualan senjata kelas berat ke UEA ini. Belum ada komentar resmi dari Pentagon soal penjualan ini.

Berita Lainnya

22
Oct
11

Tragedi Libya : Khadafi Tewas Ditembak Mati

Khadafi Ditembak

Liputan 6Liputan 6
Khadafi Sempat Memohon Agar Tidak Ditembak

Liputan6.com, Tripoli: Kolonel Muammar Khadafi, pemimpin Libia yang digulingkan, tewas dengan luka tembak di kepala dan kakinya. Sebuah video saat Khadafi terluka ditayangkan Al Jazeera. Khadafi dengan berlumuran darah di wajahnya terlihat masih hidup. Tubuhnya yang sudah lemah diseret sejumlah tentara.

Khadafi sempat memohon kepada tentara revolusioner agar tidak ditembak. “Jangan tembak. Jangan tembak!”.

Khadafi yang terluka tampak bingung. Ia pun menanyakan ke tentara yang menawannya. “Apa yang sudah saya lakukan kepada kalian”.

Cuplikan video itu juga memperlihatkan Khadafi yang didorong ke sebuah mobil. Dan seseorang menghantamkan sebuah pistol ke kepala Khadafi, Jumat (21/10).

Sementara itu, video yang lain menunjukkan tubuhnya yang berlumuran darah diseret melalui jalan-jalan kota kelahirannya, Sirte. Khadafi tampak bertelanjang dada.

Konfirmasi kematian Khadafi ini memicu puluhan ribu warga turun ke jalan untuk merayakannya. Tembakan perayaan terdengar di ibukota, Tripoli dan mobil-mobil membunyikan klaksonnya. Sejumlah warga yang berkumpul saling memeluk satu sama lain.

Seperti diketahui, pria yang memerintah Libia selama empat dekade ini ditangkap dari tempat persembunyiannya di selokan. Berbagai media massa internasional, Kamis (20/10), melaporkan Khadafi tewas tertembak saat pasukan pemberontak menyerang lokasi persembunyiannya di Sirte.

Kepala dan kakinya diberondong peluru oleh pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC). Pada saat kejadian ia tengah berusaha mengamankan diri dari serangan udara pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).(Dailymail/MEL)

Jenazah Qaddafi

RepublikaRepublika
Masa Allah…Jenazah Qaddafi Sempat Dipajang di Pendingin di Pusat Perbelanjaan

REPUBLIKA.CO.ID, MISRATA – Tubuh diktator Libya, Muammar Qaddafi terlihat berbaring di kasur di dalam freezer komersial di sebuah pusat perbelanjaan di Misrata, Libya, Jumat (21/10). Otoritas Libya kini dihadapkan pada tuntutan penyelidikan atas kematiannya, menyusul rekaman video yang memperlihatkan Qaddafi ditangkap hidup-hidup. Ada dugaan, dia dieksekusi sesaat setelah penangkapannya.

Warga dalam antrean panjang berebut untuk mendapatkan kesempatan  melihat tubuh Qaddafi, yang diletakkan di atas kasur di lantai sebuah freezer buah-buahan dan sayuran yang sengaja dikosongkan di pusat perbelanjaan setempat.

Pria, wanita, dan anak-anak berfoto dengan latar belakang jenazahh mantan pemimpinnya.
“Kami ingin melihat anjing,” teriak beberapa dari mereka.

Jenazah pria 69 tahun itu dilucuti hingga pinggang. Dada dan lengannya bernoda darah kering. Ada luka bekas peluru di sisi dada, perut, dan kepala bagian kiri.

Dewan Transisi Nasional (NTC) yang berkuasa mengatakan akan mendeklarasikan kemerdekaan negara itu pada Sabtu. Pemerintah sementara akan berkuasa, dan pemilu akan disiapkan dalam waktu delapan bulan.

Sabtu, 22/10/2011 04:08 WIB

Pemakaman Khadafi

Novi Christiastuti Adiputri – detikNews

PBB Minta Investigasi, Pemakaman Khadafi Ditunda


Tripoli – Dewan Transisi Nasional Libya memutuskan untuk menunda pemakaman Muammar Khadafi. Penundaan dilakukan menyusul permintaan investigasi atas kematian pemimpin diktator Libya selama 4 dekade ini.

Demikian disampaikan otoritas setempat dan dilansir Al Jazeera, Jumat (21/10/2011). Penundaan ini juga dilakukan demi mencari lokasi pemakaman rahasia bagi jasad Khadafi.

Jumat ini muncul video yang menunjukkan bahwa Khadafi sebenarnya berhasil ditangkap dalam keadaan hidup oleh pasukan pemberontak. Terhadap hal ini, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pun meminta dilakukan investigasi untuk menyelidiki penyebab kematian Khadafi.

“Secara keseluruhan, sangat mengganggu,” ujar juru bicara kantor Komisaris Tinggi PBB urusan Hak Asasi Manusia, Rupert Colville mengomentari gambar dan rekaman video jasad Khadafi.

Kini, jasad Khadafi disimpan di dalam lemari pendingin di Misrata. Dan gambar tersebut diambil setelah pasukan pemberontak berhasil menangkap dan membunuh Khadafi di Sirte, Kamis (20/10). Tampak lubang bekas peluru di kepala Khadafi.

Anggota senior Dewan Transisi Nasional Libya, Mohamed Sayeh menuturkan, jasad Khadafi akan dimakamkan sesuai prinsip-prinsip Islam dan secara privat demi menghormatinya.

Selain itu, dikabarkan bahwa pejabat-pejabat Dewan Transisi Nasional Libya tengah mendiskusikan prosesi dan juga lokasi pemakaman Khadafi, serta siapa saja yang akan mewakili pihak keluarga Khadafi dan juga sukunya.

Para pejabat tersebut berusaha menyimpan rapat-rapat lokasi peristirahatan terakhir Khadafi dari media.

Sebelumnya, para pejabat Dewan Transisi Nasional Libya berjanji bahwa Khadafi akan dimakamkan secara Islam hari Jumat waktu setempat. “Dia akan dikuburkan Jumat sesuai tradisi Islam,” kata Menteri Informasi Libya Mahmoud Shammam seperti dilansir ABC News, Jumat (21/10).

Menurut seorang anggota Dewan Transisi Nasional (NTC), Mohamed Sayeh, Khadafi akan dimakamkan di sebuah areal pemakaman di Sirte. Sayeh pun membantah rumor bahwa Khadafi akan dikuburkan di pemakaman yang dirahasiakan.

Khadafi tewas ditembak pasukan pemberontak setelah dirinya mencoba bersembunyi di sebuah pipa drainase besar. Saat diseret keluar dari pipa itu, Khadafi sempat memohon agar dirinya tidak ditembak. Namun permohonan itu tidak dihiraukan. Khadafi pun tewas dengan tembakan di kepala dan kedua kakinya.

Khadafi yang berumur 69 tahun itu tewas setelah dua bulan yang lalu terguling dari kekuasaan. Khadafi telah memimpin Libya selama 42 tahun.

(nvc/rdf)

Minggu, 23/10/2011 05:00 WIB

Mo’tassim Khadafi

Elvan Dany Sutrisno – detikNews

Putra Khadafi Mo’tassim Merokok dan Tiduran Sebelum Tewas


Foto: Youtube dan AFP Jakarta – Salah satu putra Muammar Khadafi, Mo’tassim Khadafi, ikut tewas dalam serangan yang membuat nyawa ayahnya melayang. Dalam sebuah video di Youtube, putra kelima Khadafi itu terlihat merokok dan tiduran santai di sofa sebelum tewas.

Dalam video di Youtube yang berdurasi sekitar 4 detik, Mo’tassim yang mengenakan celana cokelat berlumuran darah terlihat sedang merokok sambil duduk santai di sofa tipis di sebuah ruangan bersih bernuansa kuning. Di dekatnya tampak berdiri seseorang berpakaian militer.

Di depannya tampak sebotol air mineral ukuran sedang. Mo’tassim masih terlihat bugar meskipun kaus putih robek yang dikenakannya sudah berlumuran darah.

Dalam video Youtube lainnya yang berdurasi sekitar 41 detik, Mo’tassim terlihat tiduran di sofa biru tua bergambar bunga-bunga tersebut. Beberapa saat kemudian ia terlihat memegang bagian dada dekat lehernya yang berlumuran darah.

Sejumlah media seperti dailymail.co.uk dan BBC pada Minggu (23/10/2011) menyebutkan gambaran ini sebagai pertanyaan besar penyebab kematian Mo’tassim. Ia memang ditangkap hidup-hidup, tapi peristiwa yang menyebabkan kematiannya masih belum dijelaskan secara resmi.

Sebelumnya diberitakan kabar beredar Mo’tassim ditangkap hidup-hidup oleh pasukan revolusioner. “Mo’tassim tewas oleh pasukan. Dia berusaha menyerang balik dan dia melawan mereka (pasukan revolusioner),” kata pejabat, Dewan Transisi Nasional (NTC)Abdel Majid Mlegta, seperti dilansir Reuters, Kamis (20/10/2011).

Sementara itu, putra Khadafi lainnya, Saif al-Islam, berhasil melarikan diri ke Kota Sirte. Namun, kota itu telah dikepung oleh pasukan revolusioner.

“Saif al-Islam sedang mencoba melarikan diri ke Sirte dalam sebuah konvoi kecil. Pasukan kami sudah mengepung mereka,” imbuhnya.

Khadafi tewas di kampung halamannya, Sirte, dalam serangan oleh pasukan tentara revolusioner. Dia tewas dengan luka tembak di kepala dan kedua kakinya. Mayat Khadafi yang telanjang dada, diseret oleh pasukan dan dibawa ke sebuah masjib di Kota Misrata.

(van/gah)

Berita Terbaru Indeks Berita

Senin, 24/10/2011 12:05 WIB

Jasad Khadafi

Rita Uli Hutapea – detikNews

Khadafi Belum Dikubur, arga Mengantre Untuk Melihat Jasadnya


warga mengantre (Reuters) Tripoli – Jasad Muammar Khadafi hingga kini belum dikuburkan. Jenazah mantan pemimpin Libya itu masih disimpan di kamar pendingin daging di sebuah pasar di Kota Misrata, sekitar 200 kilometer di sebelah timur Tripoli. Warga pun terus berdatangan untuk melihat dan mengambil foto jenazah Khadafi. Mereka bahkan harus mengantre untuk itu.

Menurut harian Guardian, Senin (24/10/2011), ratusan orang terus berdatangan untuk memfoto jasad Khadafi. Banyak warga yang datang melihat sembari meneriakkan “Allahu akbar!”

Sebelumnya, Menteri Perminyakan Libya Ali Tarhouni mengatakan, jasad Khadafi akan disimpan selama beberapa hari supaya semua orang tahu bahwa mantan diktator Libya itu telah meninggal.

“Saya bilang pada mereka untuk menyimpannya di freezer selama beberapa hari…. untuk memastikan bahwa semua orang tahu dia meninggal,” kata Tarhouni seperti dilansir News.com.au, Minggu (23/10/2011).

Sejauh ini belum ada pemberitahuan apakah Khadafi akan dimakamkan di kampung halamannya di Kota Sirte atau di lokasi lain. Namun Dewan Transisi Nasional (NTC) telah menyatakan pemakaman Khadafi ditunda sampai ada kejelasan atas investigasi kematiannya.

Menurut pejabat-pejabat NTC Libya, kapan dan di mana jenazah Khadafi akan dikuburkan masih menunggu hasil investigasi Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Seorang pejabat senior NTC, Mohammed Sayeh mengatakan, pihaknya mendukung investigasi atas kematian Khadafi meski menurutnya Khadafi pantas mendapatkannya. “Bahkan jikapun dia dibunuh dengan sengaja, saya pikir dia pantas untuk itu,” cetus Sayeh.

Khadafi tewas tertembak pada Kamis, 20 Oktober lalu. Karena itu menurut tradisi Islam, jasad Khadafi seharusnya dikuburkan pada Jumat, 21 Oktober lalu.

(ita/vit)

Sabtu, 22/10/2011 06:50 WIB

Iran Setelah Libya

Ramadhian Fadillah – detikNews
Setelah Libya, Giliran Iran Jadi Target NATO & AS


Mahmoud Ahmadinejad (Reuters) Jakarta – Tewasnya Muammar Khadafi mengakhiri pemerintahan Libya yang anti Amerika Serikat dan negara-negara barat. Krisis Timur Tengah diperkirakan masih akan berlanjut. AS dan negara-negara barat lain diperkirakan mengincar Iran yang juga anti Amerika.

“Secara umum dinamika Timur Tengah mengalami perubahan besar dengan tumbangnya satu per satu rezim. Saat ini masih terbatas di Timur Tengah yang di bagian utara Afrika, seperti Libya, Mesir dan Tunisia. Selanjutnya menyebar ke wilayah yang disebut bulan sabit subur seperti Iran dan Syria. Baru selanjutnya ke Semenanjung Arab,” ujar Pengamat Timur Tengah dari UI, Yon Mahmudi kepada detikcom, Sabtu (22/10/2011).

Diperkirakan pihak barat tidak akan mengerahkan pasukan sevulgar di Irak dan Libya untuk menjatuhkan Ahmadinejad di Iran. AS dan sekutunya akan mencoba menggoyang negeri itu dari dalam.

“Mereka akan coba memperkuat oposisi, aktivis wanita, dan media. Media akan terus mengkritisi HAM dan demokratisasi,” tambahnya.

Namun, Yon menilai posisi Ahmadinejad saat ini masih belum bisa digoyang. Memang oposisi mulai tumbuh, tetapi Ahmadinejad masih didukung sebagian besar warga Iran. Terutama dukungan dari pemimpin revolusi Iran, Ayatullah Khomaeni membuat posisi Ajmadinejad masih kuat.

“Saat ini posisi Ahmadinejad masih kuat,” jelas Yon.

(rdf/nvc)

Sabtu, 22/10/2011 18:19 WIB
Khadafi Tinggalkan ‘Tabungan’ US$ 200 Miliar 
Wahyu Daniel – detikFinance


Jakarta – Mantan Pemimpin Libya Muammar Khadafi tewas dengan meninggalkan investasi senilai US$ 200 miliar yang tersebar di banyak negara. Nilai investasi ini lebih besar dari perkiraan pemerintah negara-negara Barat.

Menurut The Los Angeles Times, Sabtu (22/10/2011), seorang pejabat senior di Libya mengaku menemukan dana investasi pemerintah Libya rezim Khadafi senilai US$ 37 miliar di AS.

Dana itu buru-buru dibekukan sebelum Khadafi atau pendukungnya memindahkan uang tersebut.

Kemudian pemerintah Prancis, Italia, Inggris, dan Jerman juga menemukan dana investasi milik Khadafi senilai US$ 30 miliar.

Sebelumnya para peneliti memperkirakan Khadafi memiliki dana investasi lain di dunia senilai US$ 30 miliar. Sehingga secara total dana investasi Khadafi yang disebar berjumlah US$ 100 miliar.

Akan tetapi, beberapa investigator dari AS, Eropa, dan Libya menemukan bahwa diam-diam Khadafi mengirim puluhan miliar dolar ke berbagai negara selama bertahun-tahun.

Dana-dana tersebut diinvestasikan di banyak negara di Timur Tengah dan Asia tenggara.

Koran tersebut mengatakan, uang-uang Khadafi ini diinvestasikan atas nama institusi negara seperti Bank Sentral Libya, Otoritas Investasi Libya, Perusahaan Minyak Nasional, dan lain-lain.

Para investigator mengatakan Khadafi dan keluarganya bisa mengakses uang-uang yang diinvestasikan tersebut.

Seperti diketahui, Khadafi menguasai minyak di Afrika Utara dalam waktu lebih dari 42 tahun. Khadafi mengakhiri hidupnya Kamis lalu saat NATO melancarkan serangan udara di Libya.

Khadafi berhasil lolos dari serangan udara tersebut, namun tertangkap dan dibunuh oleh kelompok penentang rezimnya.

(dnl/dnl)

Jumat, 21/10/2011 13:11 WIB

LeluasaAmbilMinyak

Nurvita Indarini – detikNews

Khadafi Tewas, Negara Barat Lebih Leluasa Ambil Minyak ?


(Foto: AFP) Jakarta – Tewasnya mantan pemimpin Libya Muammar Khadafi diapresiasi sebagian kalangan. Kematian Khadafi dinilai sebagai angin segar bagi negara-negara Barat yang diduga memiliki kepentingan minyak di negara-negara Arab.

“Beberapa negara di Timur Tengah memang menjadi incaran Barat karena emas hitam yang dimiliki. Karena itu tewasnya Khadafi menjadi sesuatu yang mereka inginkan. Khadafi ini kan sempat ditakuti Barat, meskipun setelah tahun 2000 mulai pragmatis,” kata Sekjen The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Fahmi Salsabila dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (21/10/2011).

Fahmi menilai, negara Barat menginginkan sosok pemimpin Libya selanjutnya adalah yang bersikap lunak pada mereka. Dengan demikian kepentingan minyak mereka akan lebih aman.

“Sisi negatif Khadafi pasti ada, namun sisi positifnya adalah melawan kepentingan Barat sampai titik darah penghabisan. Karena negara Barat haus minyak, maka mereka mendukung penggulingan Khadafi. Meskipun di sisi lain penggulingan dilakukan rakyat karena otoriternya dia,” tuturnya.

Dia berharap PBB lebih proaktif membantu Dewan Transisi Nasional guna mengantar rakyat Libya untuk mengantar pemerintah yang bisa diatur sendiri. Namun Fahmi pesimistis PBB dapat berbuat banyak. Sebab menilik kasus yang terjadi di Irak, PBB pun tak mampu berbuat banyak.

“Kemungkinan PBB tidak bisa berbuat banyak. Juga Liga Arab yang terpecah soal Libya,” ucap Fahmi.

Khadafi tewas dalam penyerbuan pasukan revolusioner di Sirte, Libya. Khadafi tewas setelah mengalami luka tembak di kepala dan kedua kakinya.

(vit/anw)

26
Sep
11

Revolusi Libya : Belum Usai Juga

Kuburan Massal

Senin, 26 September 2011 03:38 WIB |

Kuburan Massal 1.700 Tahanan Ditemukan Di Tripoli

Sejumlah orang berdiri mengelilingi bongkahan tulang yang ditemukan pada kuburan masal di Tripoli, Minggu (25/9). Pemerintah sementara Libya menemukan sebuah kuburan masal di ibukota yang berisi 1270 jenazah dari orang-orang yang tewas dibunuh pasukan Gaddafi dalan pembantaian 1996 di penjara Abu Salim Tripoli. (FOTO ANTARA/REUTERS/Suhaib Salem/djo/11)

Berita Terkait
Video

Tripoli (ANTARA News) – Mayat lebih dari 1.700 tahanan yang dieksekusi pada 1996 di penjara terkenal Abu Salim, Tripoli, ditemukan di sebuah kuburan massal di ibu kota Libya tersebut, kata seorang juru bicara Dewan Transisi Nasional (NTC), Minggu.

“Kami menemukan tempat dimana seluruh syuhada ini dimakamkan,” kata Khalid Sharif, juru bicara dewan militer NTC, dengan menambahkan bahwa itu merupakan bukti “tindakan kriminal” oleh rejim terguling Muammar Gaddafi.

Salim al-Farjani, seorang anggota komite yang dibentuk untuk mengidentifikasi mayat-mayat itu, meminta bantuan internasional.

“Kami meminta organisasi asing dan masyarakat internasional membantu kami dalam tugas mengidentifikasi kerangka lebih dari 1.700 orang,” kata Farjani.

“Kami diundang untuk mengunjungi tempat dimana mayat para tahanan Abu Salim ditemukan dan kami melihat tulang-tulang manusia yang berserakan,” katanya.

Farjani juga menunjuk pada “tindakan mengerikan yang dilakukan pada mayat-mayat itu, yang disiram asam untuk menghilangkan bukti pembantaian ini”.

Sharif mengatakan, tugas mengidentifikasi mayat itu akan “memerlukan waktu”.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional selama beberapa tahun mendesak rejim Gaddafi menjelaskan nasib tahanan yang tewas di penjara itu selama kerusuhan 1996.

Demonstrasi pertama di Libya, yang akhirnya menggulingkan Gaddafi, meletus pada Februari di Benghazi, ketika keluarga korban Abu Salim menyerukan protes untuk menentang penangkapan pengacara mereka.

Keberadaan Gaddafi hingga kini tidak diketahui secara jelas. Dari tempat persembunyiannya, ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Dewan itu kini sedang dalam proses memindahkan pemerintah mereka ke Tripoli dari markas sebelumnya di Benghazi, setelah mencapai kemenangan-kemenangan atas pasukan Gaddafi.

NTC, yang mengatur permasalahan kawasan timur yang dikuasai pemberontak, sejauh ini melobi keras untuk pengakuan diplomatik dan perolehan dana untuk mempertahankan perjuangan berbulan-bulan dengan tujuan mendongkel pemimpin Libya Muammar Gaddafi.

Negara-negara besar yang dipelopori AS, Prancis dan Inggris membantu mengucilkan Gaddafi dan memutuskan pendanaan dan pemasokan senjata bagi pemerintahnya, sambil mendukung dewan pemberontak dengan tawaran-tawaran bantuan.

Kelompok pemberontak Libya kini telah memasuki Tripoli dan rejim Gaddafi telah dianggap jatuh oleh banyak kalangan.

Negara-negara yang telah mengakui NTC sebagai perwakilan sah rakyat Libya antara lain China, Rusia, Mesir, Chad, Turki, Uni Emirat Arab (UAE), Australia, Inggris, Prancis, Jerman, Gambia, Italia, Yordania, Malta, Qatar, Senegal, Spanyol dan AS.

Gaddafi (68) adalah pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa. Gaddafi bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak, demikian AFP melaporkan.

(SYS/M014)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2011

  • NATO perintahkan pemberontak Libya tunda serang

    Minggu, 25 September 2011 22:34 WIB

    Rencana pasukan penguasa baru di Libya melancarkan serangan lagi di kampung Muamar Gaddafi tertahan pada Minggu atas perintah NATO, yang meledakkan kota itu, kata pemberontak..

  • Pejuang NTC mendadak serbu kota kelahiran Gaddafi

    Minggu, 25 September 2011 15:31 WIB

    Para pejuang  penguasa sementara Libya memasuki kota kelahiran Gaddafi Sirte Sabtu dalam sebuah serangan mendadak yang NATO katakan didukungnya untuk menghentikan tindakan brutal para pengikut rezim terusir..

  • Tunisia tangkap, penjarakan mantan pm Libya

    Jumat, 23 September 2011 06:11 WIB

    Tunisia mengatakan, Kamis, mereka telah menangkap dan memenjarakan Baghdadi al-Mahmudi, perdana menteri Libya di bawah pemimpin Libya Muamar Gaddafi yang dalam pelarian..

  • IMF: Libya butuh lebih satu tahun pulihkan produksi minyak

    Jumat, 23 September 2011 04:01 WIB

    Produksi minyak Libya akan membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk kembali ke tingkat pra-pemberontakan, seoranmg pejabat terkemuka Dana Moneter Internasional mengatakan Kamis..

  • NTC: Libya segera mulai kembali produksi minyak

    Jumat, 23 September 2011 01:40 WIB

    Produksi minyak Libya akan dimulai lagi dalam beberapa hari mendatang tetapi untuk kembali ke tingkat produksi pra-pemberontakan masih jauh, seorang pejabat senior rezim baru mengatakan kepada AFP pada Kamis..

  • NATO perpanjang 90 hari misi di Libya

    Rabu, 21 September 2011 23:58 WIB

    Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) hari Rabu setuju memperpanjang selama 90 hari misi serangan udara di Libya karena pasukan yang setia pada pemimpin terguling Muammar Gaddafi masih dianggap menimbulkan ancaman bagi warga sipil, kata sejumlah diplomat..

  • Pemimpin NTC: 25.000 tewas dan 50.000 terluka dalam revolusi Libya

    Rabu, 21 September 2011 05:05 WIB

    Sedikitnya 25.000 orang telah tewas dalam pemberontakan terhadap pemimpin Libya Muamar Gaddaf, dan 50.000 orang lagi terluka, kata pemimpin sementara negara itu pada pertemuan puncak PBB, Selasa..

  • Jenderal senior Gaddafi ditangkap di Libya selatan

    Selasa, 20 September 2011 23:58 WIB

    Seorang jenderal senior yang loyal terhadap Muamar Gaddafi ditangkap di Libya bagian selatan, menurut pejabat dari rezim baru negara itu kepada AFP, Selasa..

17
Sep
11

Krisis Libya : Pasukan NTC Libya Berjaya

Diplomat Ian Martin

Selasa, 20 September 2011 05:53 WIB |

Diplomat Ian Martin ditunjuk sebagai pemimpin misi PBB di Libya

PBB (ANTARA News) – Perserikatan Bangsa-bangsa mengatakan, Senin, mereka telah memilih diplomat dan aktivis Inggris Ian Martin untuk memimpin misi barunya di Libya.

Penunjukan Martin telah diperkirakan setelah PBB pekan lalu membentuk misi untuk membantu membangun kembali Libya setelah tergulingnya pemimpin negara itu Muamar Gaddafi, lapor Reuters.

Martin, seorang bekas sekjen Amnesty International, sebelumnya menjabat sebagai utusan khusus PBB pada perencanaan pasca-konflik di Libya. Ia juga mantan utusan khusus PBB di Nepal.

Awal bulan ini, Martin mengatakan pada Reuters, pengembangan senjata di Libya mengkhawatirkan dan bahwa penguasa baru perlu membentuk pasukan polisi dan militer yang lebih baik untuk menggantikan banyak kelompok bersenjata yang kini meronda jalanan.

Martin diperkirakan akan memimpin misi PBB dengan 200 staf, dengan mandat awal tiga bulan. Tugas mereka akan berkisar dari bantuan pemilihan hingga pelatihan polisi.

PBB mengatakan mereka juga telah menunjuk Georg Charpentier dari Finlandia, seorang pakar mengenai Afrika, sebagai wakil Martin. (S008)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2011

Gaddafi vs NTC

Minggu, 18 September 2011 12:30 WIB |

Pasukan Gaddafi Pukul Mundur Tentara NTC

Sirte, Libya (ANTARA News) – Pasukan rezim baru Libya (NTC) terpaksa mundur Sabtu setelah sebelumnya bergerak lebih kedalam kota Sirte, kampung halaman Muamar Gaddafi, dalam pertempuran seru tiga hari yang menelan korban jiwa.

Serangan roket, penembak gelap dan artileri berat menewaskan paling tidak 24 tentara Dewan Transisi Nasional (NTC) dan mencederai lebih dari 40 orang termasuk seorang juru kamerea paruh waktu Prancis.

“Situasi tidak menentu. Tidak ada komando sentral, kami mundur untuk berkumpul kembali dan akan memasuki kota itu lagi dari tiga front,” kata komandan Brigade Al-Dhahira Saleh Abu Saala.

Pasukan Pro-Gaddafi di Sirte,kampung halaman pemimpin yang terguling itu, melakukan perlawanan seru terhadap ribuan tentara bekas pemberontak di dalam dan sekitar kota penting itu.

Abu Saala mengatakan pertempuran itu terjadi sekitar pukul 10:30 waktu setempat (15:30 WIB) Sabtu dan pasukan Gaddafi menggunakan artileri berat dan roket terhadap mereka kendatipun pasukan anti-Gaddafi membalas degan roket-roket Grad.

Abdel Nasser al-Sheikh dari Dewan Militer Misrata, menuduh pasukan pro-Gaddafi menembak dari masjid Bin Hamal.

“Kami tidak dapat menyerang tempat ini,” katanya.

“Memang ada kemajuan tetapi para penembak gelap satu masalah.” kata petempur Fatha Allah,18 tahun, yang kembali dari garis depan yang menurutnya lebih dekat ke pantai.

Enam jam setelah pertempuran dimulai, pesawat-pesawat tempur NATO terbang rendah, sementara suara artileri mereda setelah pasukan pemberontak meninggalkan satu lokasi penting di selatan kota yang jadi ajang baku tembak seru artileri, Jumat.

Tetapi konvoi-konvoi petempur NTC meninggalkan Sirte lagi dibawah serangan roket Sabtu malam, gagal menjamin gerak maju mereka.

Para petempur garis depan dan komandan-komandan memberikan laporan-laporan yang bertentangan tentang kemajuan mereka di Sirte, dengan prajurit di lapangan mengakui mereka menghadapi perlawanan hebat musuh yang sangat terlatih.

“Kami bahkan hanya menguasai Sirte tidak sampai lima persen karena kami masuk dan kemudian ke luar,” kata Abdul Rauf al-Mansuri, salah seorang yang ikut bertempur bagi penguasa baru itu.

Ia mengatakan, kendatipun pengerahan besar-besaran kendaraan bersenjata di dan sekitar kota itu, hanya sebagian kecil petempur ikut dalam pertempuran paling seru itu.

Mansuri menambahkan bahwa pasukan NTC tidak menguasai sebagian besar kota itu seperti yang diakui seorang komandan penting di Misrata dan mereka juga terpaksa mundur pada malam hari, yang memberikan waktu bagi pasukan Gaddafi untuk mempersenjatai kembali mereka.

“Jika kami menguasai kota itu, kami akan tidur di sana, tetapi kami tidak menguasinya,” katanya.

Wartawan video Prancis Olivier Sarbil termasuk di antara mereka yang luka parah setelah ia diserang pecahan peluru. Ia dievakuasi ke Misrata dengan menggunakan helikopter untuk dirawat.

Komandan Salem Jeha mengatakan paling tidak ada 1.200 kendaraan TNC yang bersenjata dan 6.000 petempur, sebagian besar dari Misrata digelar di daerah Sirte untuk merebut kota itu dari tangan pasukan Gaddafi.

Pasukan berusaha mencegah jatuhnya korban sipil di kota berpeduduk sekitar 130.000 jiwa dan berusaha tidak melakukan balas dendam: “Kami tidak menggunakan senjata berat kecuali untuk melindungi para petempur kami ketika mereka jadi sasaran serangan.”
(*)

Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2011

Jumat, 16/09/2011 18:42 WIB

Pasukan NTC Libia

BBCIndonesia.com – detikNews

Pasukan NTC Libia Masuki Sirte

Pasukan anti Gaddafi

Pasukan NTC Libia merobohkan pertahanan di bagian selatan dan barat Sirte.

Pemerintah sementara Libia mengatakan pasukan mereka telah memasuki wilayah Sirte, salah satu tempat yang dikuasai oleh pendukung Kolonel Muamar Gaddafi.

Jurubicara Dewan Transisi Nasional NTC Libia mengatakan pasukan anti-Gaddafi telah merobohkan pertahanan di bagian selatan dan barat Sirte tetapi masih menghadapi perlawanan.

Pasukan NTC – membuat pertahanan dari Misrata, yang berjarak sekitar 200 km di bagian barat atau sekitar 8-10 km dari pusat kota.

Mereka menghadapi perlawanan dari pendukung Gaddafi dan telah memukul mundur sampai beberapa kilometer.

Ali Gliwan dari NTC mengatakan kepada Kantor Berita Associated Press, pasukan pemerintah sementara telah mencapai pusat kota Sirte, dan mereka tengah bertempur dengan penembak jitu dan pasukan elit Gaddafi.

Empat orang pasukan NTC tewas dan tujuh orang terluka, seperti diberitakan AFP.

Perlawanan

Jurubicara Kolonel Gaddafi, Moussa Ibrahim, mengatakan kepada TV Suriah, bahwa “ribuan relawan” telah bersiap untuk “membebaskan Libia” dari NTC.

“Ada ribuan orang relawa muda yang siap menghadapi,” kata dia melalui telepon kepada media yang mendukung Gaddafi, al-Rai channel.

“Kami sebenarnya kuat. Kami memiliki kapabilitas, kekayaan dan rencana untuk membebaskan seluruh Libia,” tambahnya.

Sementara itu, di Tripoli pemerintah sementara mulai menjalankan kekuasaan. Kamis kemarin, pemimpin NTC, Mustafa Abdul Jalil menerima kunjungan Perdana Menteri Inggris David Cameron dan PM Prancis Nicolas Sarkozy.

Kedatangan mereka dijaga dengan ketat oleh pasukan keamanan.

Mereka menjanjikan dukungan bagi NTC dan mengumumkan beberapa pengurangan sanksi, termasuk mencabut pembekuan dana aset Libia dan memberikan pinjaman untuk pembersihan wilayah yang terkena bom.

(bbc/bbc)

Sabtu, 17/09/2011 01:40 WIB

Dua kubu digempur

BBCIndonesia.com – detikNews

Dua Kubu Kolonel Gaddafi Digempur

Sirte

Pasukan anti-Kolonel Gaddafi memasuki kota Sirte

Pasukan Libia yang mendukung pemerintah sementara mengatakan mereka kembali melancarkan serangan di Sirte dan Bani Walid.

Sirte adalah kota kelahiran mantan penguasa Kolonel Gaddafi sementara Bani Walid adalah satu dari beberapa kubu Gaddafi yang masih tersisa.

Laporan-laporan dari Sirte hari Jumat (16/9) menyebutkan di kota tersebut terdengar bunyi tembakan dan ledakan. Pasukan pemerintah sementara telah mengepung Sirte dalam dua pekan terakhir.

Pasukan anti-Gaddafi mengatakan mereka berhasil memasuki pusat kota Sirte hari Kamis namun kemudian mundur karena mendapatkan perlawanan sengit dari tentara yang setia kepada Gaddafi.

Penembak jitu

“Kami harus mundur karena masih banyak penembak jitu di pusat kota,” kata Abdulrahman Busin, juru bicara Dewan Perlihan Nasional (NTC), organisasi payung kelompok anti-Gaddafi, kepada kantor berita Reuters.

Reuters juga memberitakan sejumlah truk yang penuh dengan tentara anti-Gaddafi bertolak menuju Bani Walik, kota gurun sekitar 180 km di selatan ibukota Tripoli.

Mereka dilengkapi persenjataan, antara lain senapan antipesawat.

“Kami akan menyerbu Bani Walid. Kami akhirnya mendapatkan perintah untuk menyerang kota tersebut. Allahu akbar. Insya Allah Bani Walid bisa kami bebaskan hari ini,” kata Mohammed Ahmed, salah seorang pejuang anti-Gaddafi kepada Reuters.

Dalam perkembangan terpisah, Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan kunjungan ke Libia sebagai bagian dari lawatan ke kawasan.

Dalam kesempatan ini ia banyak berbicara tentang model demokrasi dan Islam moderat di Turki.

(bbc/bbc)

Sabtu, 17/09/2011 17:27 WIB

sanksi untuk Libia

BBCIndonesia.com – detikNews

PBB Mengurangi Sanksi Untuk Libia

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi mengurangi sanksi untuk Libia dan membentuk misi bantuan.

Dewan Keamanan PBB mengurangi sanksi kepada Libya dan memutuskan membentuk misi bantuan untuk pemerintah sementara negara itu.

Pengurangan sanksi itu termasuk pencabutan sanksi pembekuan aset dua perusahaan minyak utama negara itu, serta mengakhiri larangan penerbangan komersial ke Libia.

Resolusi ini disahkan secara bulat hanya beberapa jam setelah Majelis Umum PBB memberikan kursi Libia di PBB untuk Dewan Peralihan Nasional (NTC), pemerintah sementara Libia.

Sebelumnya DK PBB memberi sanksi untuk Libia dengan alasan melindungi warga sipil negara itu akibat konflik bersenjata antara pasukan setia Kolonel Gaddafi dan kelompok oposisi.

Tidak turut campur

“Kami semua berdiri menjadi saksi kelahiran Libia yang baru,” kata Duta Besar Amerika Serikat Susan Rice dalam sidang DK PBB itu, seperti dilaporkan Kantor Berita Reuters.

Ibrahim Dabashi, Wakil Duta Besar Libia untuk PBB, sebelum membelot dan mendukung kelompok oposisi, menganggap keputusan DKK PBB ini bersejarah. Namun dia berharap semua anggota PBB menghargai pilihan rakyat Libia sekarang ini.

“Kami harap mereka menghormati pilihan kami, dan tidak ikut turut campur, meski situasinya agak sulit sekarang. Yakinlah, kami mampu melakukannya,” kata Dabashi.

Resolusi DK PBB ini juga menetapkan pembentukan sebuah misi bantuan PBB untuk Libia.

Selama tiga bulan, misi bantuan -yang terdiri 200 orang ini- akan membantu pemerintahan sementara Libia dalam masa transisi.

(bbc/bbc)

Sabtu, 17/09/2011 07:31 WIB

PBB akui Libia

BBCIndonesia.com – detikNews

PBB Akui Pemerintah Sementara Libia

Pejuang LibiaPasukan anti-Gaddafi menguasai sebagian besar wilayah Libia

Majelis Umum PBB memberikan kursi Libia di PBB untuk Dewan Peralihan Nasional (NTC), pemerintah sementara Libia.

Hasil pemungutan suara di Majelis Umum menunjukkan 114 mendukung NTC dan 17 negara menentang.

Beberapa negara berhaluan kiri di Amerika Selatan menentang pemberian kursi ini kepada NTC sementara beberapa negara Afrika meminta penundaan keputusan tentang kursi Libia di PBB.

Dengan pengakuan ini Ketua NTC Mustafa Abdul Jalil bisa menghadiri sidang PBB pekan depan di New York.

Jalil dijadwalkan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan beberapa pemimin negara lain di sela-sela sidang PBB.

Sekitar 90 negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang sah di Libia.

Menyusul jatuhnya Tripoli ke tangan pasukan anti-Gaddafi, para pemimpin NTC memindahkan pusat kegiatan mereka dari Benghazi ke ibukota Libia tersebut pekan ini.

Sejak Maret lalu Libia tidak mewakili duta besar di PBB sejak Gaddafi menarik Abdulrahman Shalgham, yang kemudian memihak ke pemberontak.

Para wartawan mengatakan diperkirakan Shalgham akan menjadi wakil NTC di PBB.

(bbc/bbc)

PBB & sanksi Libya

Jumat, 16 September 2011 16:23 WIB |

PBB akan ringankan sanksi Libya

PBB (ANTARA News) – Inggris secara resmi mendaftarkan satu resolusi untuk meringankan sanksi-sanksi terhadap asset dan senjata Libya ke Dewan Keamanan PBB dan diharapkan akan diputus Jumat, kata para diplomat.

Resolusi itu mengusulkan pembentukan satu misi PBB untuk membantu pemerintah sementara Libya menyelenggarakan pemilu dan menyusun satu konstitusi pasca Muamar Gaddafi.

Setelah perundingan di antara 15 anggota dewan, ketentuan-ketentuan ditambahkan pada rancangan resosulsi semula , dengan lebih menempatkan tekanan pada hak asasi manusia, perlunya melibatan wanita dalam membuat keputusan dan melindungi para migran Afrika yang diserang.

“Kini ada banyak kesapakatan mengenai rancangan itu. Semua pihak setuju bahwa Dewan Keamanan harus melakukan sesuatu dengan cepat untuk rakyat Libya,” kata seorang diplomat Barat yang tidak bersedia namanya disebutkan.

Rancangan resolusi akhir yang diperoleh AFP, menyambut “situasi yang mulai membaik” di Libya dan menyoroti tekad dewan bahwa asset miliaran dolar yang dibekukan oleh Dewan Keamanan Februari dan Maret” akan segera mungkin dapat dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat Libya.”

Resolusi itu akan mencabut pembekuan asset dan tindakan-tindakan lainnya terhadap perusahaan National Oil Corporation and Zueitina Oil Company, dan meperlunak sanksi-sanksi terhadap bank sentral, Libyan Arab Foreign Bank, Libyan Investment Authority dan Libyan African Africa Investment Portofolio.

Tindakan-tindakan terhadap keluarga mantan orang kuat Libya Muamar Gaddafi dan sekutu-sekutunya tetap dipertahankan.

Gaddafi yang dicari Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) , tidak diketahui keberadaannya.

Dewan Keamanan akan menyatakan kecemasannya pada “penyebaraan senjata d Libya dan kemungkinan dampaknya pada perdamaian dan keamanan regional.”

Tetapi resolusi itu akan mengizinkan pasokan-pasokan senjata dan bantuan teknik kepada pemerintah peralihan Libya untuk keamanan para pejabat pemerintah dan perlindungan personil PBB, para pekerja media dan bantuan di negara itu.

Missi Dukungan PBB di Libya ,UNSMIL akan dibentuk untuk tiga bulan awal guna membantu apa yag ditekankan para diplomat dalam menjalankan operasi politik.

Para anggota dewan, China, Rusia, Afrika Selatan, Brazil dan India mengecam serangan-serangan udara NATO yang ditujukan pada target-target Gaddafi setelah protes-protes terhadap kekuasaannya meletus Februari.

China dan Rusia ,sebagai anggota tetap dewan itu, dapat memveto resolusi itu. Tetapi para diplomat dari kedua negara itu mengindikasikan mereka mendukung resolusi itu.

Beberapa negara menyatakan kekhawatiran mereka tentang bagaimana kekuasaan konservatif Islam dari dewan transisi itu nanti. Resolusi itu “menekankan pentingnya meningkatkan keikut sertaan yang setara dan penuh wanita dan masyarakat minoritas” dalam diskusi-diskusi politik.

Setelah mendapat tekanan dari negara-negara Afrika, Dewan Keamanan mengecam pelanggaran hak asasi manusia dan pembunuhan dan penahanan” para migran Afrika dan anggota masyarakat minoritas.”

Pemerintah transisi mugkin akan memperoleh satu dukungan kedua Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) ketika Majelis Umum PBB memutuskan memberikan kursi PBB bagi Libya.

Komite surat mandat PBB menyetuju permohonan pemerintah sementara mengambil alh kekuasaan dari Gaddafi, tetapi Venezuela dan sejumlah negara Amerika Latin lainnya menginginkan keputusan penuh Majelis Umum.

Para diplomat mengatakan pemerintah baru itu akan mendapat dukungan besar, yang memungkinkan pemimpin sementara Mustafa Abdel Jalil berbicara dalam sidang Majelis Umum PBB pekan depan, demikian AFP melaporkan.

(SYS/H-RN/H-AK)
Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2011

  • Putera Gaddafi ditahan di Niger

    Rabu, 14 September 2011 09:16 WIB

    Saadi, putra pemimpin Libya yang digulingkan Muamar Gaddafi yang akhir pekan lalu tiba di Niger, dikenakan tahanan rumah di satu gedung pemerintah, kata Departemen Luar Negeri AS seperti dikutip AFP..

  • Anti-Gaddafi juga lakukan kejahatan perang

    Selasa, 13 September 2011 15:48 WIB

    Amnesti Internasional, Selasa, menuduh pasukan yang menggulingkan Muamar Gaddafi melakukan kejahatan perang..

  • AS: Niger “akan tangkap” Saadi Gaddafi

    Selasa, 13 September 2011 09:20 WIB

    Pemerintah AS, Senin (12/9), menyatakan pemerintah Niger telah mengkonfirmasi Saadi Gaddafi, putra pemimpin Libya Muamar Gaddafi, telah memasuki Niger dan “negeri itu bermaksud menahan dia”..

  • China resmi akui NTC Libya

    Selasa, 13 September 2011 01:59 WIB

    China secara resmi mengakui kelompok pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) sebagai “otoritas yang berkuasa dan wakil rakyat Libya”, kata kantor berita resmi Xinhua, Senin, seperti dilaporkan Reuters..

Sabtu, 17/09/2011 16:40 WIB

Popularitas Obama

Rita Uli Hutapea – detikNews
Popularitas Obama Terus Merosot


Barack Obama (AFP) Washington – Popularitas Presiden Amerika Serikat Barack Obama terus menurun. Seiring meningkatnya kekhawatiran akan pertumbuhan ekonomi AS, polling terbaru CBS News/New York Times menunjukkan bahwa rating keseluruhan dukungan Obama telah merosot menjadi 43 persen. Ini angka terendah selama masa kepresidenan Obama.

Sementara rating ketidaksetujuan terhadap Obama telah melonjak menjadi 50 persen atau tertinggi selama masa kepresidenan Obama.

Rating dukungan Obama telah berada di di bawah 50 persen sejak tahun 2010 lalu. Kecuali pada Mei lalu usai tewasnya Osama bin Laden dalam operasi pasukan AS di Pakistan, rating popularitas Obama sempat melonjak signifikan.

Namun krisis ekonomi yang melanda AS berdampak besar bagi popularitas Obama. Dalam polling CBS News/New York Times tersebut seperti dilansir News.com.au, Sabtu (17/9/2011), 39 persen warga AS menganggap perekonomian cukup buruk dan 47 persen menganggap perekonomian sangat buruk, atau persentase tertinggi sejak April 2009. Sementara hanya 13 persen warga AS yang menyebut perekonomian cukup baik dan hanya 1 persen yang menganggap sangat baik.

Dalam survei terbaru itu, sebanyak 72 persen warga AS menganggap negeri itu tengah berada di jalur yang salah. Ini merupakan persentase tertinggi sejak Obama mulai menjabat presiden. Hanya 23 persen warga AS yang menganggap negeri itu berada di jalur yang benar.

Mengenai rating Obama di bidang perekonomian, hanya 34 persen yang mendukung cara Obama menangani perekonomian. Sementara 57 persen warga tidak setuju. Selain itu, 68 persen warga menganggap Obama belum membuat kemajuan nyata dalam memperbaiki perekonomian. Sedangkan 35 persen warga menyebut Obama telah membuat kemajuan.

Polling ini didasarkan pada wawancara telepon yang dilakukan mulai 10-15 September terhadap 1.452 orang dewasa di seluruh negeri Paman Sam itu.

(ita/ita)

28
Aug
11

Krisis Libya : Pemberontak didukung Nato Kuasai Tripoli

Gerilyawan Libya

Minggu, 28 Agustus 2011 04:49 WIB |

Gerilyawan Libya Berjuang Pulihkan Layanan Umum

Tripoli (ANTARA News/AFP) – Gerilyawan Libya pada Sabtu mengatakan mereka bekerja keras untuk memulihkan layanan dasar di Tripoli, lima hari setelah mereka menduduki markas Muamar Gaddafi di ibu kota.

“Kami memiliki 30.000 ton bahan bakar untuk didistribusikan ke masyarakat mulai hari ini,” kata juru bicara Dewan Transisi Nasional (NTC), Mahmud Shammam.

Ditambahkannya, para gerilyawan juga akan menyediakan gas untuk memasak dalama waktu 48 jam dan bekerja untuk memulihkan fasilitas penyulingan Zawiyah.

Keterangan tersebut muncul setelah jumpa pers pertama NTC sejak mengumumkan bahwa mereka memindahkan markasnya dari Benghazi, di bagian timur Libya, ke ibu kota itu.

“Tripoli berada di bawah kendali ketat kediktatoran selama 42 tahun. Kami mulai dari titik nol dalam situasi ini. Jangan tanya keajaiban tetapi kami janji untuk mencoba membuat masa sulit ini sesingkat mungkin,” kata Shammam.

Ia menyerukan semua pekerja sektor minyak dan swasta untuk kembali bekerja membantu memulihkan layanan masyarakat di ibu kota.

Tripoli menghadapi kekurangan pasokan listrik, air dan bahan bakar yang telah mengganggu kehidupan setiap hari dan memukul sektor kesehatan.

Osama al-Abed, wakil ketua dewan Tripoli yang baru dibentuk, mengatakan embargo yang diberlakukan atas rezim Gaddafi juga telah mengganggu pembangkit listrik, yang beroperasi dengan menggunakan bahan bakar. Pada gilirannya, pasokan air pun akan terganggu, tambahnya.

“Ketika kami datang ke Tripoli tak ada cadangan bahan bakar,” kata Abed.

Dia mengatakan bahwa timnya, yang akan berkantor di kotapraja Tripoli setelah diperbaiki, telah membentuk gugus tugas untuk layanan berbeda dan akan segera meluncurkan laman berisi berbagai program yang bisa diakses oleh warga.

Listrik di ibu kota hilang selama beberapa jam sehari. Banyak distrik tak memiliki air, sedangkan yang lainnya hanya mempunyai air bawah tanah yang tak bisa diminum. Harga makanan dan bensin — ketika didapat — mencekik leher.

“Ada banyak tantangan dan Dewan Tripoli melakukan apa saja yang bisa diperbuat,” ujar Abed.

Kuasai Bandara

Para gerilyawan juga mengatakan mereka telah menguasai bandar udara Tripoli pada Sabtu dan telah membersihkan satu distrik yang dikuasai pasukan yang setia kepada Gaddafi tapi masih mengkhawatirkan para penembak jitu di lapangan terbang.

“Kami menguasai bandara keseluruhan,” kata panglima gerilyawan Bashir al-Taibi kepada AFP.

Para gerilyawan mengatakan mereka juga telah mengambil alih distrik Qasr ben Gheshir setelah operasi pembersihan di sekitar bandara internasional itu, yang dilancarkan pagi hari untuk memukul pasukan loyalis yang masih ada di sekitarnya.

Mereka menambahkan masih waspada setelah pasukan itu menembakkan roket dan mortir yang menghancurkan tiga pesawat sipil di tempat parkir bandara.

Di sekitar Qasr ben Gheshir, kerumunan warga yang bersuka cita merayakan pembebasan distrik itu dan menyanyikan, “Hey, hey, hey, Gaddafi sudah pergi selamanya,” kata seorang koresponden AFP.

“Semalam (Jumat), sekitar 60-80 mobil dari batalion Khamis Gaddafi,” salah seorang putera diktator itu meninggalkan kawasan itu dan “melarikan diri ke Bani Walid,” satu kota dekat Sirte, kampung halaman Gaddafi, kata Mokhtar Lakhtar, yang memimpin operasi itu.

“Ini bukan taktik mundur tetapi benar-benar kabur,” tambahnya.

Banyak orang di distrik itu membenarkan keberangkatan konvoi kendaraan para loyalis Gaddafi, yang membawa pick up dengan senjata-senjata berat termasuk sepasang peluru kendali besar sejenis Scud.

(Uu.M016)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2011

 

Minggu, 28/08/2011 08:49 WIB

Rudal Panggul

Prayitno Ramelan – detikNews

Rudal Panggul Khadafi di Pasar Gelap


Jakarta – Sebuah informasi yang cukup mengejutkan dari perang di Libya, menjelaskan bahwa setelah pejuang pemberontak menguasai sekitar 90 persen wilayah Libya, kini di pasar gelap telah beredar penjualan rudal panggul yang dulu dimiliki pasukan Khadafi. Deplu AS hari Kamis (25/8) menyatakan bahwa bahan baku untuk membuat senjata nuklir, senjata kimia yang mematikan dalam posisi aman.

Penjelasan dimaksud untuk menetralisir kekhawatiran publik apabila senjata pemusnah masal tersebut jatuh ketangan teroris. Menlu Hillary Clinton menyatakan bahwa Dewan Transisi Nasional mempunyai kewajiban dan tanggung jawab, agar stok senjata Libya tidak jatuh ketangan yang salah dan diharapkan mempunyai sikap yang tegas terhadap ekstrimisme kekerasan.

Yang dikhawatirkan Deplu AS, ribuan rudal panggul, sekitar 15.000-25.000 buah, nasib dan keberadaannya belum jelas. Bahkan Deplu mengeritik pejabat intelijen dan ahli kontra terorisme yang dinilainya lambat dalam bekerja. Harga rudal panggul tersebut pasarannya jatuh dan dijual murah di black market, tetapi belum ada bukti jaringan Al-Qaeda kini telah membelinya.

Pemerintah AS telah mengesampingkan pemikiran mengirimkan pasukan ke Libya, termasuk meningkatkan team CIA dan kontraktor CIA (pelaksana lapangan) untuk mencari keberadaan senjata-senjata eks militer Libya. Pihak intelijen dan komunitas diplomatik AS menyatakan agar keberadaan rudal eks Libya perlu dilacak lebih serius dan hati-hati.

Para penasihat militer dari Inggris, Italia, Prancis dan Qatar selama hanya memberikan informasi intelijen kepada pemberontak dan data sasaran kepada bomber dari NATO saat melakukan serangan di Libya. Sementara intelijen militer AS lebih bergantung kepada pesawat mata-mata tanpa awak, satelit dan informan intelijen dalam melacak lokasi gudang senjata pasukan Khadafi. Pertempuran di Lybia nampaknya tidak akan akan mudah selesai dan bahkan bisa menimbulkan masalah baru bagi AS dan sekutunya terkait dengan senjata-senjata tersebut.

Di masa jayanya, pemimpin Libya, Kolonel Muammar Khadafi memiliki pasukan sekitar 76.000 tentara dan 40.000 tentara paramiliter. Dia juga memiliki alutsista berupa 260 pesawat tempur (25 sebagian besar MIG dan 23S), 650 tank, 2.300 artileri dan lebih dari 100 helikopter. Sebagian besar pesawat tempurnya adalah bekas Uni Soviet tahun 70-an. Rata-rata sudah tertinggal teknologi, termasuk sumber daya manusia, juga pemeliharaan yang buruk. Senjata unggulan terutama anti pesawat terbang di awaki oleh personil dari Syria, Korea dan Eropa Timur. Prajurit Libya diketahui tidak berkemampuan dalam menangani senjata berteknologi tinggi.

Saat serangan udara dan laut AS dan NATO berlangsung, diketahui banyak personil militer Libya yang melarikan diri. Bahkan bagian Timur Libya telah jatuh ke tangan pemberontak tanpa pertempuran. Oleh karena itu, pihak Deplu AS sangat mengkhawatirkan keberadaan rudal panggul yang diawaki tentara sewaan, dan bukan tidak mungkin mereka memanfaatkan situasi dengan melepas ke pasar gelap. Kira-kira itu alasannya. Itulah salah satu informasi intelijen yang sangat diperhitungkan dan dikhawatirkan oleh pejabat intelijen AS.

Dalam perang sepuluh tahun di Afghanistan, dari 29 Helli Chinook yang jatuh, tercatat 10 buah jatuh karena ditembak dengan RPG. Jadi bisa dibayangkan apabila kelompok teroris Al Qaeda musuh bebuyutan AS sempat memiliki sebagian rudal tersebut, ancaman terhadap pasukan AS dikawasan Timur Tengah akan sangat berbahaya. Bahkan juga mereka dapat melakukan serangan terhadap negara-negara di sekitar Libya. Menakutkan memang akibat perang di Libya.

*) Marsda TNI (Pur) Prayitno Ramelan adalah pengamat intelijen. Untuk artikel lainnya kunjungi http://ramalanintelijen.net

(vit/vit)

 

Malaysia ttg Libya

Sabtu, 27 Agustus 2011 11:10 WIB |

Malaysia Akui Oposisi Libya

Pemimpin LIbya Muammar Gaddafi tidak diketahui keberadaannya hingga kini, sedangkan musuhnya dari NTC terus mendapatkan pengakuan internasional segera setelah mereka menguasai Tripoli (REUTERS/Desmond Boylan/djo/11)

Malaysia bersama dengan suara-suara internasional menyerukan pasukan Gaddafi menyerahkan pilihan-pilihan kepada mayoritas rakyat Libya”

Berita Terkait
  • Pemberontak 30 km dari kota kediaman Gaddafi

    Minggu, 28 Agustus 2011 18:56 WIB

    Seorang komandan pemberontak Libya pada hari Minggu mengatakan pasukan mereka berada 30 kilometer barat Sirte, kota kediaman dan pangkalan Muamar Gaddafi..

  • Konvoi kendaraan lapis baja dari Libya masuki Aljazair

    Minggu, 28 Agustus 2011 03:23 WIB

    Satu konvoi enam kendaraan lapis baja yang mungkin membawa para pejabat Libya, dan bahkan orang kuat Muamar Gaddafi dari Libya memasuki Aljazair, Jumat, kata kantor berita resmi Mesir, mengutip satu sumber pemberontak Libya..

  • Pemberontak Libya janjikan pengadilan bagi Gaddafi

    Minggu, 28 Agustus 2011 01:17 WIB

    Pemimpin pemberontak Libya Mustafa Ahmed Jalil berjanji, Sabtu, bahwa Muamar Gaddafi dan para pejabat rezimnya akan mendapat pengadilan yang adil..

  • OKI kutuk serangan di Kompleks PBB di Nigeria

    Sabtu, 27 Agustus 2011 21:12 WIB

    Organisasi Konferensi Islam (OKI), Sabtu, mengutuk serangan bunuh diri di kompleks PBB di ibu kota Nigeria yang menewaskan 19 orang sebagai melawan prinsip-prinsip Islam..

  • Gaddafi ke Algeria pakai kendaraan anti-peluru?

    Sabtu, 27 Agustus 2011 14:13 WIB

    Satu iring-iringan terdiri dari enam kendaraan Mercedes telah melintas dari Libya ke Algeria, tulis kantor berita resmi Mesir, MENA, mengutip sumber pemberontak..

  • Inggris bom bunker Gaddafi di Sirte

    Sabtu, 27 Agustus 2011 13:37 WIB

    Pesawat-pesawat tempur Inggris membom sebuah bunker di kota kelahiran Moamer Gaddafi Sirte sedang para pemberontak bersiap menyerang kota itu, salah satu tempat persembunyian terakhir penting rezim di timur Tripoli..

  • Guatemala sepakat ekstradisi mantan presiden ke AS

    Sabtu, 27 Agustus 2011 12:40 WIB

    Mahkamah Konstitusi Guatemala pada Jumat meratifikasi ekstradisi mantan presiden Alfonso Portillo ke Amerika Serikat, di mana dia menghadapi tuduhan pencucian uang..

  • Malaysia akui oposisi Libya

    Sabtu, 27 Agustus 2011 11:10 WIB

    Malaysia mengakui otoritas gerilyawan Libya ketika rezim pemimpin Muamar Gaddafi jatuh..

  • Uni Afrika tak akui oposisi Libya

    Sabtu, 27 Agustus 2011 10:41 WIB

    Uni Afrika, Sabtu WIB, tak bersedia mengakui pemerintah oposisi Libya, Dewan Peralihan Nasional (NTC), padahal pemerintah Muamar Gaddafi mulai ambruk.  Uni Afrika malah menyerukan pembentukan pemerintah peralihan yang melibatkan semua pihak..




Blog Stats

  • 3,374,628 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…