Posts Tagged ‘Heritage

08
May
14

Kepemimpinan : Harta Karun Soekarno

# Harta Karun Soekarno

Berita dan Foto


Kamis, 8 Mei 2014 04:34:00

“Saya pernah lihat yang asli tapi tidak boleh difoto,” ujar Safari di Universitas Paramadina.

Kamis, 8 Mei 2014 04:02:00

Tak kalah tragis Soekarno juga menjual mobilnya untuk melunasi pembuatan patung Gatot Kaca.

Kamis, 8 Mei 2014 03:32:00

“Presiden menggunakan simbol padi dan kapas dan di tengahnya ada bintang,” ujar Asvi Warman Adam.

Kamis, 8 Mei 2014 03:02:00

“Taruhan potong jari kalau Amerika Serikat dapat utang bukan dari Indonesia,” ujar Permadi.

Kamis, 8 Mei 2014 02:02:00

Dalam perjanjian, AS setuju mengakui kekayaan Indonesia ada berbentuk emas jumlahnya 57 ribu ton emas.

Kamis, 8 Mei 2014 01:02:00

“Kata Soekarno Kennedy, you bayar royaltinya saja oke, bayar bunga 2,5 persen setiap tahun,” ujar Safari ANS.

Kamis, 13 Februari 2014 18:41:57

Sebanyak 28 logam mirip emas tersebut diyakini sebagai harta peninggalan Bung Karno yang terkubur di Pantai Glagah.

Kamis, 13 Februari 2014 18:17:44

Penemuan itu berlangsung di Pantai Glagah, Yogyakarta.

Jumat, 20 Desember 2013 06:33:00

Bahkan Menteri Agama Sayyid Agil Husein Al Munnawar ikut-ikutan heboh dengan turut menggali situs itu.

Rabu, 26 Desember 2012 12:42:17

Media Austria Krone pernah menulis keberadaan harta Bung Karno di sebuah bank di Swiss.

Kamis, 20 Desember 2012 18:07:30

Harta Bung Karno sangat berharga untuk menjalankan roda perekonomian di Austria yang hampir bangkrut seperti penerbangan

Minggu, 16 September 2012 05:06:00

Saat pembangunan hingga proses pemasangan patung selalu ditunggui oleh Bung Karno.

Rabu, 9 Mei 2012 11:02:43

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Banyak orang mengaku dititipi harta karun Soekarno. Mereka menga

Selasa, 8 Mei 2012 17:17:29

Mereka rela merogoh kocek miliaran rupiah, hanya demi berburu harta karun Soekarno yang tidak jelas.

Selasa, 8 Mei 2012 15:48:55

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Misteri harta karun Soekarno masih mengundang misteri. Kali ini

 1  2  
19
Dec
12

Historia : Baitul Maqdis, Warisan Budaya Islam Pertama

Baitul Maqdis Jadi Warisan Budaya Pertama Dunia Islam

Rabu, 19 Desember 2012, 06:12 WIB
biblewalks.com
Baitul Maqdis Jadi Warisan Budaya Pertama Dunia Islam
Masjid Al-Aqsha di Baitul Maqdis, Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, Baitul Maqdis ditetapkan sebagai warisan pertama di dunia Islam. Penetapannya dilakukan pada Konferensi Warisan Budaya Islam Ketiga yang digelar di Tunisia.

Seperti diberitakan laman Irib, kota Baitul Maqdis ditetapkan sebagai warisan pertama dalam daftar peninggalan bersejarah di dunia  Islam.

Hadir dalam konferensi tersebut, para delegasi dari Iran, Turnisia, Mesir, Senegal, Niger dan para pejabat ICESCO dan Institut Warisan Budaya Nasional Palestina.

Organisasi ini akan bekerjasmaa dengan banyak lembaga internasional dalam rangka mencegah kehancuran Baitul Maqdis akibat program-program destruktif rezim Zionis Israel.

Redaktur: Heri Ruslan
17
Mar
12

IndoHeritage : Al Qur’an Tertua Sudah Terbakar

Alquran ‘Tertua’ Sudah Terbakar

 

 

Saat pertama diturunkan, Alquran tidaklah berbentuk buku seperti yang terlihat saat ini. Malaikat Jibril menyampaikan Alquran kepada Nabi Muhammad SAW dalam bentuk pesan yang tidak tertulis. Lalu para sahabat yang hidup di zaman itulah yang menyimpan pesan-pesan Alquran dengan menghapalnya.
Pada masa kekhalifahan Usman bin Affan, sekitar pertengahan abad ke-7, para penghapal Alquran mulai meninggal dunia. Dari sinilah kemudian terpikir untuk menjadikan Alquran dalam bentuk tertulis. Dari sinilah asal mula kehadiran Alquran berbentuk buku.
Khalifah Usman sendiri sempat membuat Alquran tulisan tangan untuk mengadikan Kitab Suci umat Islam tersebut agar bisa diketahui oleh generasi berikutnya. Tapi di manakah Alquran tulisan tangan Usman bin Affan itu tersimpan? Sebuah berita di surat kabar terbitan India, Times of India, pernah memuat berita soal itu.
Menurut berita Time of India yang terbit Juli 2004, Alquran berbentuk buku yang tertua di dunia ini tersimpan di salah satu sekolah Islam berkurikulum modern yang juga tertua di dunia di Kashmir.  Sekolah ini didirikan oleh organisasi umat Islam bernama Anjuman e-Nasratul Islam pada tahun 1903.
Keberadaan sekolah tersebut memiliki makna yang sangat penting bagi warga Kashmir. Masyarakat setempat menganggapnya sebagai penggagas munculnya pemikiran modern di kalangan Muslim Kashmir yang selama ini terkungkung dogma-dogma agama.  Sekolah tersebut menjadi lembaga studi Islam yang sangat memajukan pelajaran bahasa Inggris dan sains.
Sayang sekali, Alquran berbentuk buku yang paling tua di dunia itu hangus menjadi arang seiring dengan musibah kebakaran yang menimpa sekolah tersebut pada Juli 2004. Alquran itu mulanya tersimpan di perpustakaan sekolah. Saat terjadi kebarakan, seluruh bagian perpustakaan hangus terbakar. Bersama Alquran tertua itu juga ikut terbakar sekitar 30 ribu judul buku-buku kuno.
Kabarnya, kebakaran terjadi akibat sabotase yang diduga berkait dengan konflik Kashmir berkepanjangan yang sudah berlangsung sejak 1989. Konflik terjadi antara kelompok yang menginginkan Kashmir merdeka atau bergabung dengan Pakistan dan tentara India yang menginginkan wilayah tersebut tetap menjadi bagian dari negeri ‘Bollywood’ itu.
Posted in:

Popular Posts

 

08
Feb
12

Fauna : Fosil Spons Namibia, Hewan Pertama Dunia

Fosil Spons Namibia

AFPAFP – Sel, 7 Feb 2012
Fosil Spons Namibia Merupakan Hewan Pertama di Dunia

Johannesburg (AFP/ANTARA) – Para ilmuwan yang melakukan penggalian di taman nasional Namibia telah menemukan fosil seperti spons yang mereka katakan merupakan hewan pertama, sebuah penemuan yang akan mendorong munculnya kembali kehidupan satwa jutaan tahun yang lalu.

Fosil berbentuk makhluk kecil itu ditemukan di Etosha National Park Namibia dan di berbagai situs lainnya di seluruh negeri dalam bebatuan yang berusia 760 dan 550 juta tahun, sebuah tim beranggotakan 10 peneliti internasional, hal ini diungkapkan dalam sebuah makalah yang diterbitkan South African Journal of Science.

Itu berarti hewan, yang sebelumnya diperkirakan muncul 600 juta hingga 650 juta tahun yang lalu, telah muncul 100 juta hingga 150 juta tahun sebelumnya, kata para penulis.

Hal itu juga berarti gumpalan berongga – berukuran setitik debu dan tertutup lubang yang memungkinkan cairan lolos dan keluar dari tubuh mereka – merupakan nenek moyang kita, kata rekan penulis Tony Prave, seorang ahli geologi di University of St Andrews di Skotlandia.

“Jika kita melihat silsilah keluarga dan proyek mundur anda akan menjumpai apa yang disebut kelompok induk, nenek moyang semua hewan, maka ya, ini akan menjadi nenek moyang kita paling awal,” ujarnya pada AFP.

Prave mengatakan bukti fosil bahwa hewan tersebut muncul 760 juta tahun yang lalu cocok dengan hipotesis genetika yang melihatnya melalui “jam molekuler “, sebuah alat untuk mengukur usia suatu spesies dengan melihat persentase perbedaan antara DNA miliknya dan dari spesies lain.

“Aspek ini agak memuaskan, setidaknya secara intelektual, melalui kesepakatan secara luas yakni genetika memberi tahu kita melalui jam molekuler ketika kita melihat bentuk pertama multi-selular kehidupan,” ujarnya.

Hiu Paus Raksasa

Seekor hiu paus raksasa terdampar di pinggir pantai dekat pelabuhan di perkampungan nelayan di Karachi, Pakistan, 7 Februari. Hiu ini kemudian dijual seharga 1,7 juta PKR atau Rp 167,27 juta menurut media setempat.

18 dari 11
  1. Residents gather as a whale shark is pulled from the water by cranes after it was found dead at Karachi
  2. Staff of Karachi fisheries lift a carcass of  whale shark in Karachi, Pakistan on Tuesday, Feb 7, 2012. The 40-feet whale was found dead near Karachi in the Arabian Sea. (AP Photo)
  3. People surround a carcass of a whale shark in Karachi, Pakistan on Tuesday, Feb 7, 2012. The 40-foot whale was found dead near Karachi in the Arabian Sea. (AP Photo/Shakil Adil)
  4. People surround a carcass of  whale shark in Karachi, Pakistan on Tuesday, Feb 7, 2012. The 40-foot whale was found dead near Karachi in the Arabian Sea. (AP Photo/Shakil Adil)
  5. A man stands on a dead whale shark before it was pulled from the water by cranes as residents gather at Karachi
  6. People look at a carcass of whale shark in Karachi, Pakistan on Tuesday, Feb 7, 2012. The 40-foot whale was found dead near Karachi in the Arabian Sea. (AP Photo)
  7. Residents gather as a whale shark is pulled from the water by cranes after it was found dead at Karachi
  8. Residents gather as a whale shark is pulled from the water by cranes after it was found dead at Karachi

Reuters logo Foto oleh AKHTAR SOOMRO/REUTERS

09
Nov
11

Warisan Adiluhung : Kepemimpinan Rajah Kalacakra

Saturday, March 12, 2011

Gagasan kepemimpinan dalam RAJAH KALACAKRA

Terdapat gagasan mengenai pegangan seorang pemimpin dalam Rajah Kalacakra.Rajah, berarti tulisan rahasia, kala artinya waktu, dan cakra berarti perputaran.Rajah Kalacakra berarti bacaan / ayat rahasia yang dapat mengatasi perputaran waktu. Waktu demikian cepat berubah, karena itu seorang pemimpin yang memiliki pegangan Rajah Kalacakra akan mampu menyesuaikan dan mengatasi gejolak jaman.
Lirik mantra Rajah Kalacakra berbunyi :
Yamaraja – Jaramaya, Penyerang jadi Pengasih
Menjadi pemimpin bukan untuk semena-mena terhadap anak buahnya, tapi sebaliknya mampu mampu mengayomi dan melindungi anak buah dalam kerangka kasih. Seorang pemimpin hendaknya mampu menguasai berbagai hal yang tak kelihatan (tersamar/maya) demi keselamatan negara / rakyat / anak buah.
Yamarani – Niramaya, Keburukan jadi Jauh
Dalam mendekati hal-hal yang maya tersebut perlu hati-hati. Hal yang maya termasuk di dalamnya setan yang sangat berbahaya sering menggoda pemimpin. Seorang pemimpin yang mampu menaklukkan setan, berarti mampu menaklukkan hawa nafsunya. Setan yang mewujud dalam hawa nafsu adalah musuh tersamar seorang pemimpin.
Yasilapa – Palasiya, Kelaparan jadi Makanan
Pemimpin perlu menyadari bahwa lapar itu dapat mengakibatkan kejahatan (degsiya). Sebaliknya, pemimpin juga harus berani malasiya (menindak tegas) siapa saja yang berbuat kejahatan.
Yamiroda – Daromiya, Pemaksa jadi Pembebas
Seorang pemimpin hendaknya tidak memaksakan kehendak pada rakyatnya, sebaliknya ia harus berani memberikan kebebasan berekspresi baik dalam hal mengemukakan pendapat, beribadah maupun berkelompok.
Yadayuda – Dayudaya, Perang jadi Damai
Pemimpin harus mampu mengatur strategi untuk menyusun kekuatan jika terjadi marabahaya. Keselamatan harus diutamakan. Ia harus berdiri tegak, tak terkotori urusan politik. Dalam mengatur strategi, harus mengutamakan usaha damai agar tidak menimbulkan korban dan kerusakan yang lebih besar.
Yaciyasa – Cayasiya, Celaka jadi Sehat Sejahtera
Tak dapat dielakkan, bahwa bencana maupun kecelakaan mungkin saja terjadi. Maka dari itu, melalui kebijakan-kebijakannya, seorang pemimpin hendaknya dapat mengubah situasi rakyatnya yang sedang dirundung kemalangan karena bencana, menjadi sehat sejahtera seperti sedia kala.
Yamidosa – Sadomiya, Perusak jadi Pembangun

Membangun, tidak hanya dalam hal bentuk fisik negara, tetapi sekaligus akhlak dan sikap mental rakyat. Seorang pemimpin harus dapat membebaskan rakyat dari perbuatan dosa. Pemimpin perlu memikirkan strategi untuk memberantas perjudian, kemaksiatan, narkoba, korupsi, yang dapat membuat rakyatnya lupa akan Allah, Shang Hyang Amurba Gesang.

Dipun kirim dening Dendy wanci 2:27 AM
Perangan : 
Suraosipun :
09
Nov
11

Warisan Adiluhung : Ngelmu Rasa

Saturday, November 20, 2010

Ngelmu Rasa

Ngelmu rasa (ilmu rasa) Jawa yang tertinggi dan terbesar adalah ilmu tentang Ketuhanan. Ilmu rasa ini merupakan pencarian terus-menerus terhadap kegaiban Tuhan. Jika orang Jawa mampu menemukan Tuhan seakan dirinya sedang mencapai pencerahan batin. Hal ini dinyatakan oleh Jayengwesthi dengan menyitir perkataan para ahli wirid sebagai berikut :
Ujaring wong ahli wirid,
gegedhening raseki,
tan kaya rasane ngelmu,
tokite mangkonoa,
 mutung-mutung marang ngelmi,
amal tama mrih metu mangunahira
(Serat Centhini, V 350, 153 d-i)
Dari tembang tersebut tampak bahwa ilmu Ketuhanan merupakan keindahan tertinggi. Penemuan ilmu ini akan menyebabkan manusia lebih tenang hidupnya. Manusia akan mendapatkan mangunah (keistimewaan) tertentu setelah menguasai ilmu Ketuhanan. Karenanya, ilmu ini diyakini oleh orang Jawa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan yang dikenal dengan “ngelmu kasampurnan”.
Ilmu kesempurnaan itu juga disebut ilmu kasepuhan (ilmu tua). Ilmu kasepuhan juga disebutbengat. Orang Jawa yang menempuh laku batin harus menguasai ilmu ini secara lancar dan hafal. Dengan cara mengulang-ulang (anetah) pada empat hal yakni syari’at, tarekat, hakikat, makrifat. Hal itu diajarkan oleh Syeh Amongraga kepada Tambangraras sebagai berikut :
Lah kawruhana den ira,
mungguh lakune kang bengat,
kudu pinrih lobok lanyah,
lanyahe kudu anetah,
saking patang prakaranya,
sarengat ing wiridira,
lawan tarekating wirid,
miwah kakekating wirid,
tuwin makripat wiridan.
(Serat Centhini, VII: 368, 25-26a)
Ilmu rasa juga berkaitan dengan bagaimana mendapatkan ilmu. Penerima ilmu harus berupaya agar menjaga dan mengembangkannya. Dengan kata lain, ajaran yang baik itu akan menghasilkan kebaikan bila orangnya baik/bijaksana. Konsep demikian merupakan filsafat ilmu Jawa yang fundamental.
Hal itu dinyatakan dalam bentuk perumpamaan biji kacang. Biar biji kacang itu baik, bila ditanam pada batu tanpa tanah maka akan menjadi kering / tidak hidup, seperti kutipan berikut :
Wuruk iku kang menangka wiji,
kang winuruk umpamane papan,
pama kacang lan kedhele,
Sinebarna ing watu,
yen watune datanpa siti,
kodanan kepanasen,
pasthi nora thukul,
lamun sira wicaksana,
tingalira sirnakna ngaranireki,
dadi tingaling suksma.
(Serat Centhini IV: 280, 28h. 105)
Dari kutipan di atas terkandung pesan tentang sikap hidup Jawa bahwa mencari / menuntut ilmu harus berbekalkan tekad yang mantab. Filsafat demikian disebutkan “golek geni adedamar” atau “golek banyu apikulan warih”. Ilmu rasa hanya bisa dicapai dengan cara :eneng (diam), ening (menjernihkan pikiran), enung (merenungkan akan Tuhan), dan nir ing budi (mengosongkan pikiran). Orang demikian akan menemukan Tuhan dan akan menjadi manusia sempurna atau sejati.
Dalam kehidupan sekarang, ilmu rasa sering dilakukan dengan cara menyepi atau bertapa (mesu raga, cipta dan rasa).
Dipun kirim dening Dendy wanci 8:34 AM
Perangan : 
Suraosipun :
09
Nov
11

Warisan Adiluhung : Jangka Jayabaya

Friday, November 19, 2010

Pembagian Jaman Menurut Jayabaya

Indonesia atau Nuswantara ini, dahulu dikenal dunia sebagai bangsa yang besar dan terhormat. Orang luar bilang Nuswantara adalah jamrud khatulistiwa karena disamping Negara kita ini kaya akan hasil bumi juga merupakan Negara yang luar biasa megah dan indah. Bahkan di dalam pewayangan Nuswantara ini dulu diberikan istilah berbahasa kawi/Jawa kuno, yaitu :

Negara kang panjang punjung pasir wukir, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerto raharja. Artinya dalam bahasa Indonesia kurang lebih yaitu : luas berwibawa yang terdiri atas daratan dan pegunungan, subur makmur, rapi tentram, damai dan sejahtera. Sehingga tidak sedikit negara-negara yang dengan sukarela bergabung dibawah naungan bangsa kita. Hal ini tentu saja tidak lepas peranan dari leluhur-leluhur kita yang beradat budaya dan berakhlak tinggi. Disamping
bisa mengatur kondisi negara sedemikian makmur, leluhur kita juga bahkan bisa mengetahui kejadian yang akan terjadi di masa depan dan menuliskannya ke dalam karya sastra. Hal ini bertujuan sebagai panduan atau bekal anak cucunya nanti supaya lebih berhati-hati menjalani roda kehidupan. Akan tetapi penulisannya tidak secara langsung menggambarkan kejadian di masa mendatang, melainkan menggunakan perlambang sehingga kita harus jeli untuk dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan perlambang itu tadi. Digunakannya perlambang karena secara etika tidaklah sopan apabila manusia mendahului takdir, artinya mendahului Tuhan yang Maha Wenang.
Pembagian Jaman Menurut Jawa
Salah satu leluhur kita yang menuliskan kejadian masa depan adalah Maharaja di kerajaan Dahana Pura bergelar Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya dalam karyanya Jayabaya Pranitiradya dan Jayabaya Pranitiwakyo. Sering juga disebut Jangka Jayabaya atau Ramalan Jayabaya. Leluhur lainnya adalah R. Ng. Ranggawarsita yang menyusun kejadian mendatang ke dalam tembangtembang. Antara lain Jaka Lodang, Serat Kalatidha, Sabdatama, dll. Akan tetapi sejak runtuhnya Majapahit dan berdirinya Demak, banyak buku-buku, lontar-lontar kuno dan karya-karya sastra leluhur kita yang dibakar dan
dimusnahkan. Ada juga yang dijual atau dibawa paksa oleh Belanda pada masa penjajahan. Akibatnya kita sekarang jadi kurang memahami atau bahkan nol pengetahuan tentang sejarah Nusantara ini. Untuk itulah disini akan diuraikan sejarah Nusantara sejak berdirinya kerajaan pertama kali hingga saat ini, serta pembagian jaman dari adanya bumi hingga akhir jaman nanti, guna menambah wawasan bagi kita yang peduli dengan sejarah nenek moyang kita.
Jaman dari awal adanya bumi hingga jaman akhir (kiamat) dibagi atas 3 Jaman Besar [trikali], setiap Jaman Besar dibagi atas 7 Jaman Sedang [saptakala], dan setiap Jaman Sedang dibagi atas 3 Jaman Kecil [mangsa kala]. Trikali atau 3 jaman besar itu terdiri dari masing-masing Jaman Besar berusia 700 Tahun Surya, jadi total usia bumi adalah 2.100 Tahun Surya :
1. Kali Swara – jaman penuh suara alam
2. Kali Yoga – jaman pertengahan
3. Kali Sangara – jaman akhir
Tahun Surya tidak sama dengan perhitungan Tahun Masehi ataupun Tahun Jawa, dalam 1 Tahun Masehi terdiri dari Skema Pembagian Jaman dan Perhitungan Tahun Surya 365 hari, sedangkan dalam 1 Tahun Jawa terdiri dari 354 hari. Tahun Surya menggunakan perhitungan dari wuku [Tahun Pawukon] yang perhitungannya dibuat oleh Sanghyang Wisnu, sebuah perhitungan awal mula yang dibuat oleh dewa. Dalam kalender Pawukon terdiri dari 30 Wuku, di mana masing-masing Wuku berusia 7 hari, jadi dalam 1 Tahun Pawukon terdiri dari 210 hari. Setiap tujuh kali putaran tahun Pawukon yang total berjumlah 1.470 hari, itulah yang disebut dengan 1 Tahun Surya, jadi 1 Tahun Surya sama dengan 7 kali Tahun Pawukon, atau setara dengan sekitar 4 Tahun Masehi.
Konversi perhitungan tahun tepatnya adalah sebagai berikut :
1 Tahun Surya = 7 Tahun Pawukon = 4,027 Tahun Masehi = 4,153 Tahun Jawa, atau setara dengan 1.470 hari.
1 Jaman Sedang Kala = 100 Tahun Surya = 700 Tahun Pawukon = 402,7 Tahun Masehi = 415,3 Tahun Jawa, atau setara dengan 147.000 hari.
1 Jaman Besar Kali = 7 Jaman sedang Kala = 700 Tahun Surya = 4.900 Tahun Pawukon = 2.818,9 Tahun Masehi = 2.907,1 Tahun Jawa, atau setara dengan 1.029.000 hari.
Jangka Jayabaya yang berusia triKali atau 3 Jaman Besar Kali = 21 Jaman Sedang Kala = 2.100 Tahun Surya = 14.700 Tahun Pawukon = 8.456,7 Tahun Masehi = 8.721,3 Tahun Jawa, atau setara dengan 3.087.000 hari.
BUMI
2 KALI [Jaman Besar]
700 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
100 tahun Surya
3 KALI [Jaman Besar]
700 tahun Surya
1 KALI [Jaman Besar]
700 tahun Surya
1. KALA [Jaman Sedang]
2. KALA [Jaman Sedang]
3. KALA [Jaman Sedang]
4. KALA [Jaman Sedang]
5. KALA [Jaman Sedang]
6. KALA [Jaman Sedang]
7. KALA [Jaman Sedang]
33-34 tahun Surya
33-34 tahun Surya
33-34 tahun Surya
1. MANGSA KALA [Jaman Kecil]
2. MANGSA KALA [Jaman Kecil]
3. MANGSA KALA [Jaman Kecil]
PEMBAGIAN JAMAN
1. Kali Swara (jaman penuh suara alam). Dibagi atas 7 Jaman Sedang (saptakala), yaitu :
1.1. Kala Kukila (burung). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.1.1 Mangsa Kala Pakreti (mengerti)
1.1.2 Mangsa Kala Pramana (waspada)
1.1.3 Mangsa Kala Pramawa (terang)
1.2. Kala Budha (mulai munculnya kerajaan). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.2.1 Mangsa Kala Murti (kekuasaan)
1.2.2 Mangsa Kala Samsreti (peraturan)
1.2.3 Mangsa Kala Mataya(manunggal dengan Sang Pencipta)
1.3. Kala Brawa (berani/menyala). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.3.1 Mangsa Kala Wedha (pengetahuan)
1.3.2 Mangsa Kala Arcana (tempat sembahyang)
1.3.3 Mangsa Kala Wiruca (meninggal)
1.4. Kala Tirta (air bah). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.4.1 Mangsa Kala Raksaka (kepentingan)
1.4.2 Mangsa Kala Walkali (tamak)
1.4.3 Mangsa Kala Rancana (percobaan)
1.5. Kala Rwabara (keajaiban). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.5.1 Mangsa Kala Sancaya (pergaulan)
1.5.2 Mangsa Kala Byatara (kekuasaan)
1.5.3 Mangsa Kala Swanida (pangkat)
1.6. Kala Rwabawa (ramai). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.6.1 Mangsa Kala Wibawa (pengaruh)
1.6.2 Mangsa Kala Prabawa (kekuatan)
1.6.3 Mangsa Kala Manubawa (sarasehan/pertemuan)
1.7. Kala Purwa (permulaan). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
1.7.1 Mangsa Kala Jati (sejati)
1.7.2 Mangsa Kala Wakya (penurut)
1.7.3 Mangsa Kala Mayana (tempat para maya/ hyang)
2. Kali Yoga (jaman pertengahan). Dibagi atas 7 Jaman Sedang (saptakala), yaitu :
2.1. Kala Brata (bertapa). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.1.4 Mangsa Kala Yudha (perang)
2.1.5 Mangsa Kala Wahya (saat/waktu)
2.1.6 Mangsa Kala Wahana (kendaraan)
2.2. Kala Dwara (pintu). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.2.1 Mangsa Kala Sambada (sesuai/ sepadan)
2.2.2 Mangsa Kala Sambawa (ajaib)
2.2.3 Mangsa Kala Sangkara (nafsu amarah)
2.3. Kala Dwapara (para dewa). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.3.1 Mangsa Kala Mangkara (ragu-ragu)
2.3.2 Mangsa Kala Caruka (perebutan)
2.3.3 Mangsa Kala Mangandra (perselisihan)
2.4. Kala Praniti (teliti) Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.4.1 Mangsa Kala Paringga (pemberian/kesayangan)
2.4.2 Mangsa Kala Daraka (sabar)
2.4.3 Mangsa Kala Wiyaka (pandai)
2.5. Kala Teteka (pendatang). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.5.1 Mangsa Kala Sayaga (bersiap-siap)
2.5.2 Mangsa Kala Prawasa (memaksa)
2.5.3 Mangsa Kala Bandawala (perang)
2.6. Kala Wisesa (sangat berkuasa). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.6.1 Mangsa Kala Mapurusa (sentosa)
2.6.2 Mangsa Kala Nisditya (punahnya raksasa)
2.6.3 Mangsa Kala Kindaka (bencana)
2.7. Kala Wisaya (fitnah). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
2.7.1 Mangsa Kala Paeka (fitnah)
2.7.2 Mangsa Kala Ambondan (pemberontakan)
2.7.3 Mangsa Kala Aningkal (menendang)
3. Kali Sangara (jaman akhir). Dibagi atas 7 Jaman Sedang (saptakala), yaitu :
3.1. Kala Jangga (pujangga). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.1.1 Mangsa Kala Jahaya (keluhuran)
3.1.2 Mangsa Kala Warida (kerahasiaan)
3.1.3 Mangsa Kala Kawati (mempersatukan)
3.2. Kala Sakti (kuasa). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.2.1 Mangsa Kala Girinata (Syiwa)
3.2.2 Mangsa Kala Wisudda (pengangkatan)
3.2.3 Mangsa Kala Kridawa (perselisihan)
3.3. Kala Jaya. Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.3.1 Mangsa Kala Srenggya (angkuh)
3.3.2 Mangsa Kala Rerewa (gangguan)
3.3.3 Mangsa Kala Nisata (tidak sopan)
3.4. Kala Bendu (hukuman/musibah). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.4.1 Mangsa Kala Artati (uang/materi)
3.4.2 Mangsa Kala Nistana (tempat nista)
3.4.3 Mangsa Kala Justya (kejahatan)
3.5. Kala Suba (pujian). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.5.1 Mangsa Kala Wibawa (berwibawa/berpengaruh)
3.5.2 Mangsa Kala Saeka (bersatu)
3.5.3 Mangsa Kala Sentosa (sentosa)
3.6. Kala Sumbaga (terkenal). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.6.1 Mangsa Kala Andana (memberi)
3.6.2 Mangsa Kala Karena (kesenangan)
3.6.3 Mangsa Kala Sriyana (tempat yang indah)
3.7. Kala Surata (menjelang jaman akhir). Dibagi atas 3 Jaman Kecil (mangsa kala) :
3.7.1 Mangsa Kala Daramana (luas)
3.7.2 Mangsa Kala Watara (sederhana)
3.7.3 Mangsa Kala Isaka (pegangan)
Berikut adalah uraian tentang pembagian jaman disertai dengan silsilah Kerajaan-kerajaan besar di Jawa pada jaman Kali Swara, Kali Yoga, dan Kali Sangara.
1. KALI SWARA
1.1. Kala Kukila
1.1.a Keling
1.1.b Purwadumadi
1.1.c Purwacarita
1.1.d Magadha
1.1.e Gilingwesi
1.1.f Sadha Keling
1.2. Kala Budha
1.2.a Gilingwesi
1.2.b Medang Agung
1.2.c Medang Prawa
1.2.d Medang Gili
1.2.e Medang Gana
1.2.f Medang Pura
1.2.g Medang Gora
1.2.h Medang Sewanda
1.3. Kala Brawa
1.3.a Medang Sewanda
1.3.b Medang kamulyan
1.3.c Medang Gili
1.4. Kala Tirta
1.4.a Purwa Carita
1.4.b Gilingwesi
1.4.c Medang Gele
1.5. Kala Rwabara
1.5.a Gilingwesi
1.5.b Medang Kamulyan
1.5.c Purwa Carita
1.5.d Wirata
1.5.e Gilingwesi
1.6. Kala Rwabawa
1.6.a Gilingwesi
1.6.b Purwacarita
1.6.c Wirata Anyar
1.7. Kala Purwa
1.7.a Wirata Kulon (Matsyapati)
1.7.b Hastina Pura
2. KALI YOGA
2.1. Kala Brata
2.1.a Hastina Pura
2.2. Kala Dwara
2.2.a Hastina Pura
2.2.b Malawapati
2.2.c Dahana Pura
2.2.d Mulwapati
2.2.e Kertanegara
2.3. Kala Dwapara
2.3.a Pengging
2.3.b Galuh
2.3.c Prambanan
2.3.d Medang Nimrata
2.3.e Grejitawati
2.4. Kala Praniti
2.4.a Purwacarita
2.4.b Mojopura
2.4.c Pengging
2.4.d Kanyuruhan
2.4.e Kuripan
2.4.f Kedhiri
2.4.g Jenggala
2.4.h Singasari
2.5. Kala Teteka
2.5.a Kedhiri
2.5.b Galuh
2.5.c Magada
2.5.d Pengging
2.6. Kala Wisesa
2.6.a Pengging
2.6.b Kedhiri
2.6.c Mojopait (Majapahit)
2.7. Kala Wisaya
2.7.a Mojopait
2.7.b Demak
2.7.c Giri
3. KALA SANGARA
3.1. Kala Jangga
3.1.a Pajang
3.1.b Mataram
3.2. Kala Sakti
3.2.a Mataram
3.2.b Kartasura
3.3. Kala Jaya
3.3.a Kartasura
3.3.b Surakarta
3.3.c Ngayogyakarta
3.4. Kala Bendu
3.4.a Surakarta
3.4.b Ngayogyakarta
3.4.c Indonesia (Republik)
Sumber : Sri Kameswara Dharma Iswara Madu Sudana Wartanindita Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya Raja Dahana Pura, titisan Sanghyang Wisnu, seperti yang diceritakan oleh Eyang Sepuh, di-sari-kan oleh Ki Mayangga Seta, disempurnakan dan ditulis ulang oleh Ki Atma Sasratama Jati.
Dipun kirim dening Dendy wanci 8:20 AM
Perangan : 
Suraosipun :



Blog Stats

  • 3,146,654 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…