Archive Page 2

03
Jan
19

Resolusi Warga45 : Teguhkan Orde Pancasila Indonesia (TOPI)

Untitled-1

Resolusi Warga45

TEGUHKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)

Menyambut Tahun Baru 1 Januari 2019 dan Hari Legiun Veteran Republik Indonesia 2 Januari 2019 adalah tepat pula bersama kita *Teguhkan Orde Pancasila Indonesia* sesuai‎ dengan

https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/amp/

Guna terus mengupayakan kearah Indonesia Merdeka 100%, mengingat bahwa Indonesia 2018 dinilai Partly Free [Freedom House, USA] sebagaimana

https://freedomhouse.org/report/freedom-world-2018-table-country-scores

dan perbaikan beberapa indikator kenegaraan lain seperti

*Indeks Negara Hukum Indonesia Menurun*
https://nasional.kompas.com/read/2017/09/05/16285241/indeks-negara-hukum-indonesia-mengalami-penurunan

*World Rule of Law Index 2017-2018 Indonesia Memburuk*
https://today.line.me/id/article/Ini+Negara+Hukum+Terbaik+Dunia+Indonesia+Merosot+Dua+Tingkat-alvVjP

*Human Capital Index, Indonesia Rank 65 of 130 Countries Surveyed, 2017*
https://jakartaglobe.id/economy/indonesias-rank-wefs-global-human-capital-index-improves/

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia turun dari no 110 thn 2014 kini jadi no 113.
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170322182446-78-202081/ranking-indeks-pembangunan-manusia-indonesia-turun-ke-113

Agar proyeksi Price Waterhouse Coopers : The World in 2050, Indonesia nr.4 dapat se-benar2nya terwujud

https://www.pwc.com/gx/en/issues/economy/the-world-in-2050.html

Jakarta, 2 Januari 2019

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto GPA45
http://www.jakarta45.wordpress.com

http://www.romadecade.org/sejarah-pancasila/#!

Sejarah Pancasila

Sejarah-Pancasila

Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila – Pancasila adalah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang asas-asasnya wajib diamalkan agar tercipta kehidupan yang aman dan tentram serta selaras dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kita juga harus mengetahui dan memahami sejarah Pancasila agar kita selalu menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Dari materi sejarah Pancasila yang mungkin sudah sering didengar, Pancasila sendiri berasal dari dua kata dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila berarti asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman untuk seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila yang juga dapat diartikan sebagai lima dasar terbentuknya negara. Istilah Pancasila ini juga termuat dalam Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Berikut disajikan sejarah singkat lahirnya Pancasila yang telah kita kenal selama ini:

DAFTAR ISI ARTIKEL

Awal Mula Sejarah Pancasila
Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara
1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)
2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
3. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968
Awal Mula Sejarah Pancasila
Sejarah Pancasila
Sampai saat ini, hanya satu dokumen sejarah yang ditemukan yang mengungkapkan kata Pancasila di dalamnya yang menjadi sejarah Pancasila yang ada seperti. Dalam Kitab Sutasoma dijelaskan bahwa Pancasila sebagai kata kerja, yakni pelaksanaan norma kesusilaan yang terdiri dari lima poin. Kelima poin tersebut meliputi: dilarang melakukan kekerasan, dilarabf mencuri, dilarang mendengki, dilarang berbohong, dan dilarang meminun minuman keras.

Di dalam Kitab Sutasoma juga dituliskan kata yang menjadi inspirasi persatuan segenap bangsa “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Magrwa”. Sumpah Palapa pun juga ditulis sebagai cerita tentang sejarah bersatunya nusantara untuk pertama kalinya oleh Mahapatih Gajah Mada.

Semakin berkembangnya zaman, istilah Pancasila muncul dalam pidato-pidato tokoh besar yang berjuang demi Bangsa Indonesia, seperti Soekarno dan H.O.S Cokroaminoto. Namun beberapa literatur yang ada tidak mendukung bahwa istilah Pancasila ditemukan oleh Soekarno. Akan tetapi Soekarno lah yang berpendapat paling lantang untuk menyuarakan Pancasila hingga Pancasila dikenal seperti sekarang ini.

Baca: Sejarah Komputer
Sungguh tak mudah perjuangan para tokoh pembela bangsa terdahulu untuk membentuk dasar negara kita yang satu ini. Sejarah Pancasila sebagai dasar negara seperti yang dianut oleh Bangsa Indonesia awalnya dulu terbentuk dari serangkaian sidang-sidang yang diadakan oleh para tokoh pembela.

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Awal-Mula-Sejarah-Pancasila

Sejarah Pancasila
Memahami dinamika perubahan susunan sila Pancasila termasuk ke dalam upaya untuk memahami sejarah Pancasila. Bangsa Indonesia yang peduli terhadap pandangan hidup serta dasar negara kita seharusnya mendalami materi sejarah Pancasila yang dulunya berliku-liku hingga menciptakan Pancasila yang sangat ideal bagi Bangsa Indonesia ini

Adapun beberapa keputusan politik yang berpengaruh terhadap lahirnya Pancasila. Anda tentunya sudah sering mendengar istilah kepanitiaan yang terbentuk pada saat itu, seperti BPUPKI, PPKI, dan Panitia Sembilan.

1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bertujuan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesa, termasuk dasar negara. Sidang BPUPKI inilah yang menjadi sejarah Pancasila sebagai dasar negara. Sidang BPUPKI ini diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat dengan 33 pembicara pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945).

Mohammad Yamin (29 Mei 1945)
Mohammad Yamin yang merupakan salah satu tokoh penting kemerdekaan Indonesia, mengusulkan dasar negara yang disampaikan dalam pidato tidak tertulisnya pada sidang BPUPKI yang pertama, diantaranya peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.

Setelah itu, beliau juga mengusulkan rumusan 5 dasar yang merupakan gagasan tertulis naskah rancangan UUD Republik Indonesia, yaitu:

Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kebangsaan Persatuan Indonesia.
Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Soepomo (31 Mei 1945)
Baca: Sejarah Bahasa Indonesia
Dasar negara yang diusulkan oleh Mr. Soepomo antara lain:

Paham Persatuan.
Perhubungan Negara dan Agama.
Sistem Badan Permusyawaratan.
Sosialisasi Negara.
Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.
Soekarno (1 Juni 1945)
Pada sidang BPUPKI yang pertama ini, Soekarno juga mengusulkan dasar negara yang terdiri dari 5 poin. Dan kemudian dinamakan dengan Pancasila yang meliputi:

Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme atau Perikemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan
Hasil usulan dari ketiga tokoh pada sidang BPUPKI tersebut ditampung dan kemudian dibahas lagi pada lingkup kepanitiaan yang lebih kecil. Panitia yang merupakan bentukan BPUPKI tersebut sering dikenal sebagai Panitia Sembilan.

2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
Panitia yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan naskah Rancangan Pembukaan UUD yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapun rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta:

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam permusaywaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
Untuk membahas hasil kerja panitia sembilan, BPUPKI mengadakan sidang yang kedua dan menghasilkan beberapa keputusan, yang meliputi: pertama, kesepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta. Kedua, negara Indonesia berbentuk negara Republik, hsail ini merupakan kesepakatan 55 suara dari 64 orang yang hadir. Ketiga, kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, sampai Malaka (Hasil kesepakatan 39 suara). Dan yang terakhir, pembentukan tiga panitia kecil sebagai: Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

Akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya. Sehari setelah kemerdekaan, BPUPKI diganti oleh PPKI yang bertujuan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Baca: Sejarah PKI
4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
Dalam sejarah Pancasila, sidang PPKI yang dilakukan sehari setelah Indonesia merdeka masih saja terjadi perubahan pada sila pertama yang diusulkan oleh Muhammad Hatta. Sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, kemudian diubah menjadi lebih ringkas, yaitu”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sehingga Pancasila menjadi:

Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Penghapusan sembilan kata dari sila pertama tersebut sering menjadi isu yang kontroversial pada saat itu, bahkan hingga kini. Namun yang harus kita tanamkan dan catat untuk diri masing-masing dari materi sejarah Pancasila ini, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa berlaku untuk semua rakyat Indonesia.

Seharusnya apabila kita meresapi sejarah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, segala permasalahan yang menyangkut dengan sila pertama tidak harus dan tidak patut untuk terjadi lagi. Karena hal tersebut akan bertentangan dengan Pancasila.

5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968
Semakin berkembangnya zaman, Pancasila dinilai mengalami beberapa keragaman baik dalam rumusan, pembacaan atau pun pengucapannya. Untuk mengantisipasi terhindarnya keragaman tersebut, Presiden Suharto pada tahun 1968 mengeluarkan Instruksi Presiden tentang rumusan Pancasila yang benar, yaitu sebagai berikut:

Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Itulah sejarah singkat lahirnya pancasila yang kini menjadi pandangan hidup untuk berbangsa dan bernegara. Sudah sepatutnya kita menghargai para tokoh pembela terdahulu yang telah mencetuskan dan menyusun Pancasila ini.

Pancasila merupakan jati diri bangsa yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila ini merupakan ideologi bangsa Indonesia yang paling ideal dan tidak dapat digantikan lagi oleh ideologi lain.

Sejarah Pancasila

#Sejarah
« Sejarah Islam
Pengertian Sejarah »

Advertisements
24
Dec
18

PETA : Pejoang Tanpa Akhir

oke(1)

24
Dec
18

Kenegarawanan : Penegakan Kejoangan Politisi Indonesia 45

Untitled-1

Suara Warga45

PENEGAKAN KEJOANGAN POLITISI INDONESIA 45

Menyambut peringatan 69 tahun Penyerahan Kedaulatan Negara Indonesia 27 ‎Desember 1949 yang lalu, maka rekam jejak perjoangan diplomasi Politisi Indonesia sejak Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945‎ patut juga dicermati dari berbagai peristiwa seperti :

1) Perundingan *Linggarjati* 15Nop46-25Mar47

2) Perjanjian *Renville* 8Des47-17Jan48

3) Resolusi Dewan Keamanan PBB 28Jan49

4) Perjanjian *Roem-Roijen* 14Apr49-7Mei49

5) *Konperensi Meja Bundar* 23Aug49-2Nop49

Perjoangan Diplomasi 1945-1949 tersebut diatas berproses sedemikian rupa beriiringan dengan Perjoangan Bersenjata 1945-1949 oleh para kombatan Pejoang45 seperti yang diperankan baik oleh berbagai kelaskaran rakyat maupun oleh BKR/TKR/TRI/TNI.

Kesemua upaya2 itu berujung akhirnya di Penyerahan Kedaulatan Negara Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 sebagaimana

https://republika.co.id/berita//no-channel/08/12/28/22911-penyerahan-kedaulatan-di-istana-gambir

Disusul kemudian oleh Pengakuan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 oleh Belanda pada tanggal 16 Agustus 2005‎ sesuai

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pengakuan_tanggal_kemerdekaan_Indonesia_oleh_Belanda

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) meyakini bahwasanya Penegakan Kejoangan Politisi Indonesia 45 sebagaimana dikiprahkan termaksud diatas dapat terus berlanjut dikiprahkan oleh Politisi Indonesia Generasi Penerus Angkatan45 dengan bertumpukan pada Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 [BPK45, 1995]

Jakarta, 23 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

21
Dec
18

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45) Antisipasi Perang Nirmiliter Abad 21

Logo BPK45

ASPIRASI DHC45 JakSel

GENERASI PENERUS ANGKATAN 45 (GPA45) ANTISIPASI PERANG NIRMILITER ABAD 21

PREPOSISI‎ Peran *GPA45* sesuai penegasan pada Anggaran Dasar Badan Pembudayaan Kejoangan 45 Musyawarah Nasional XII/2006 adalah komitmen terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan tidak mengkhianatinya serta secara sadar ikut mengamalkan dan menggelorakan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejoangan45.

Dalam pengertian tersebut, maka bijaklah dirujuk juga Materi Pendukung Pembudayaan ‎Jiwa, Semangat, Nilai-Nilai Kejoangan 45 [DHN45, 20 Mei 2005] dan Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 [DHN45, 1995] terutama ketika menghadapi situasi dan kondisi peningkatan Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan (ATHG) terekspos oleh intensitas Perang Nir Militer seperti Proxy War / Asymetric War oleh pihak2 kontra Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kesadaran yang merata dan mendalam tentang peran JSN45 oleh para peserta MusDa DKI DHD45 Jakarta 17 Desember 2018 menjanjikan komitmen yang tinggi untuk senantiasa dikomunikasikan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pembekalan bagi Ketahanan Nasional (TanNas) terutama dalam menjembatani penguatan bagi kesadaran nasional generasi milenialis NKRI

‎Peran serta GPA45 memperkuat kesadaran nasional ini semoga antisipatif terhadap proyeksi bonus demografi 2030an yang akan datang [KesBangPol DKI Jakarta, 17 Desember 2018] .

Untuk memperkuat motivasi GPA45 berkiprah, maka diperlukan dukungan berupa ‎ BINA KADER‎ GPA45 yang meliputi dan tidak terbatas seperti

1) Program Komunikator JSN45 diaktivasi kembali cakupi
juga Bela Negara / TanNas / KeIndonesiaan / Karakter Bangsa berarahan Bina Komponen Pendukung dan/atau Komponen Cadangan UU Pertahanan Negara

2) Program ‎Bambu Kuning GPA45

3) P‎rogram Baju Seragam GPA45

4) Program Plakat Rumah GPA45

5) Pusat Pendidikan & Latihan Khusus GPA45

Sementara itu dukungan BINA ORGANISASI akan juga memantapkan kiprah GPA45 seperti

1) Program Joangkan Aktivasi UUD45 LNRI 75/1959 +. Adendum2nya sesuai keperluan NKRI kini & esok

2) Program Insentif GPA45 seperti potongan2‎ bagi PBB, Perjalanan Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat Terbang dan Bis Antar Kota dan Kartu Diskon Belanja serta Kartu Sehat

3) Program Perempuan / Sosial Budaya seperti pengkayaan masyarakat pencinta‎ Kuliner lokal

‎4) Program Kepemudaan seperti‎ Peringatan Hari2 Nasional dan Lomba2 Kreatifitas

‎5) Program Kebangsaan seperti Forum Group Discussion dan Pendataan potensi GP45 dari KelBes Pejoang45

Selebihnya dengan terpilihnya kepengurusan DHD45 Jakarta 2018-2023 diharaphan budaya keorganisasian membaik dan lebih berdaya bagi kepentingan publik.

Jakarta, 18 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
Ketua DHC45 Jakarta Selatan
http://www.jakarta45.wordpress.com

21
Dec
18

Kenegarawanan : Penjuru Infrastruktur Nusantara (PIN) 2018

Logo MABINDO

Suara Warga45

PENJURU INFRASTRUKTUR NUSANTARA (PIN) 2018

Menyambut Hari Nusantara 13 Desember 2018 berujukan Deklarasi Djoeanda 13 Desember 1957 tentang Wawasan Nusantara, adalah bijak bilamana Infrastruktur Nusantara dimantapkan paling tidak sebagai berikut :

1) Bidang Ideologi
Pembudayaan terlembaga tentang Tegakkan Orde Pancasila Indonesia‎ 1 Januari 2018 berpenjuru Sistim Kenegarawanan Pancasilais sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/amp/

2) Bidang Politik
Pemantapan Politik Konstitusi Negara Republik Indonesia berpenjuru Pro Pancasila 100% melalui pemberdayaan UUD45 per LNRI No 75/1959 beserta Adendum2 yang dibutuhkan kini dan esok‎ demi Sistim Ketahanan Nasional

3) Bidang Ekonomi Kesejahteraan Rakyat (EkoKesRa)
3.1 Penguatan infrastruktur perikanan darat & laut melalui penyediaan oleh negara tentang sistim perbankan khusus, perahu tangkap ikan, depo2‎ bahan bakar, penambahan pusat2 pasar ikan,
‎ pengadaan pusat2 penyimpanan dingin bagi kepentingan kinerja penangkapan ikan oleh Petambak dan Nelayan
3.2 Penguatan infrastruktur penyediaan lahan negara bagi penguatan kinerja Pekebun melalui perkebunan ekspor produk2 berbasis karet, kayu (ulin, ebony, cendana, gaharu dlsb), kakao, sagu dan buah2an lokal tropis yang diminati masyarakat dunia seperti alpukat, manggis dlsb
3.3 Pemantapan Sistim Pasar Tradisional bagi kinerja Pedagang Tradisional‎ Rakyat
3.4 Pemantapan Sistim Angkutan Darat, Laut dan Udara bagi kinerja Rakyat Pengguna‎ Transportasi Darat, Laut dan Udara
3.5 Pemantapan Bangunan2 Air (Bendungan, Irigasi dan Saluran Air) bagi Sistim Pengairan dan Pertanian demi kinerja Rakyat Petani
3.6 Pemantapan Fasilitasi Negara bagi Peternak dalam penyediaan Lahan Ternak Rakyat, Rumah Potong, Unit Kesehatan Ternak, Pakan Ternak, Angkutan Pasar
3.7 Pemantapan Bina Pekerja Profesional Bersertifikat dan pengutamaan Jaminan Lapangan Kerja Profesional Lokal

4) Bidang Sosial Budaya
‎Pemantapan pembudayaan kejoangan 45 beserta turunan Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 bagi pembangunan karakter anak bangsa selaku Penegak Konstitusi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 termasuk ke-45 Butir daripada nilai-nilai yang terangkum dalam
‎4.1 pembudayaan Pancasila Tap MPRRI No 1/2003
4.2 keIndonesiaan ‎[YSNB 2016]
4.3 Sifat Karakter Bangsa [MenKo PolHuKam RI 2016]

5) Bidang HanKam
Pemantapan kebijakan turunan daripada UU No 3/2002 tentang Pertahanan Negara khususnya komponen cadangan dan pendukung‎ berpenjuru kinerja Pembela Negara berkarakter Pejoang Tanpa Akhir (PETA)

Harapan ‎ MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) semoga materi2 tersebut diatas dapat mengemuka juga dari para kontestan Pemilu 2019 bagi keperluan pencerdasan anak bangsa Indonesia sebagaimana perintah Pembukaan UUD45.

Jakarta, 13 Desember 2018

Salam Indonesia Merdeka,

‎Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

06
Dec
18

Pahlawan Nasional Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2018

Untitled-1

Suara Warga45

PAHLAWAN NASIONAL PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR INDONESIA 2018

Mari bersama kita mintakan kepada Pemerintah Pusat agar korban sebagaimana pemberitaan sebagai berikut

*31 Pekerja PT Istaka Karya terbunuh OPM*
https://daerah.sindonews.com/read/1359775/174/sadis-31-pekerja-dibantai-opm-di-nduga-papua-1543850004‎

adalah layak dianugerahi sebagai *Pahlawan Nasional Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2018*

Jakarta, 5 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB
Selasa, 4 Desember 2018 09:51

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB, http://jambi.tribunnews.com/2018/12/04/daftar-nama-24-orang-pekerja-proyek-di-ndunga-diduga-jadi-korban-pembunuhan-kkb.

Editor: duanto

TRIBUNJAMBI.COM – Kepolisian Daerah Papua saat ini telah menerjunkan tim bersama TNI menuju ke lokasi pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga’>Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ada 24 orang pekerja (kabar terakhir 31 orang pekerja) dari PT Istaka Karya (BUMN) yang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Nduga’>Kabupaten Nduga, yang dikabarkan tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Berikut data sementara yang diterima Tribunnews dari sumber kepolisian, terkait nama-nama pekerja PT Istaka yang berada di Distrik Yall Kab. Nduga:

Jhony Arung
Anugrah
Alrpianus
Muh. Agus
Aguatinus T
Martinus Sampe
Dirlo
Matius
Emanuel
Calling
Dani
Tariki
Markus Allo
Aris Usi
Muh. Faiz
Yusran
Ayub
Yosafat
M.Ali Akbar
Petrus Ramli
Hardi Ali
Efrandi Hutagaol
Rikki Simanjuntak
Marg Mare

Sebanyak 31 pekerja pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Nduga’>Kabupaten Nduga, Papua, diduga tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB), Minggu (2/12/2018).

Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI, Yosua Pandit Sembiring, bersama Kapolda Papua, Irjen Pol. Martuani Sormin Siregar, akan memimpin langsung penyelidikan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB, http://jambi.tribunnews.com/2018/12/04/daftar-nama-24-orang-pekerja-proyek-di-ndunga-diduga-jadi-korban-pembunuhan-kkb.

Editor: duanto

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB, http://jambi.tribunnews.com/2018/12/04/daftar-nama-24-orang-pekerja-proyek-di-ndunga-diduga-jadi-korban-pembunuhan-kkb.

Editor: duanto

Artikel ini telah tayang di Tribunjambi.com dengan judul Daftar Nama 24 Orang Pekerja Proyek di Nduga Diduga Jadi Korban Pembunuhan KKB, http://jambi.tribunnews.com/2018/12/04/daftar-nama-24-orang-pekerja-proyek-di-ndunga-diduga-jadi-korban-pembunuhan-kkb.

Editor: duanto

Ini Penjelasan Polisi terkait 31 Pekerja di Nduga Tewas Diduga Dibunuh KKB
Selasa, 4 Desember 2018 08:39

TRIBUNJAMBI.COM, JAYAPURA – Kepolisian Daerah Papua saat ini telah menerjunkan tim bersama TNI menuju ke lokasi pembangunan jembatan Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, Senin (3/12/2018).

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, ada 24 orang pekerja (kabar terakhir 31 orang pekerja) dari PT Istaka Karya (BUMN) yang melakukan pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Kabupaten Nduga, yang dikabarkan tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB).

Keterangan yang diterima Kompas.com dari Humas Polda Papua, berdasarkan informasi yang diterima polisi dari masyarakat, telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak, Minggu (2/12/2018).

Sebelumnya, pada Sabtu (1/12/2018) sekitar pukul 20.30 WIT, Project Manager PT Istika Karya paket pembangunan jembatan Habema- Mugi, Cahyo, mendapat telepon dari nomor yang biasa dipegang oleh Jhoni, Koordinator lapangan PT. Istika Karya pengerjaan proyek pembangunan jembatan Habema-Mugi.

Akan tetapi, Cahyo yang menerima telepon, tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut.

Selain itu, kepolisian juga mendapat informasi, terakhir sekali PPK Satker PJN IV PU Bina Marga, Minang Tobing, melakukan komunikasi dengan koordinator lapangan pekerjaan jembatan Jhoni, Sabtu (1/12/2018).

Sementara itu, informasi dari pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napua-Wamena, Jumat (30/11/2018) pukul 04.00 WIT, tercatat 1 mobil Strada dengan supir berinsial MS dengan muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi.

Cerita Pekerja Istaka Karya Selamat dari Pembunuhan di Papua
Reporter: Antara
Editor: Martha Warta Silaban
Selasa, 4 Desember 2018 19:08 WIB

TEMPO.CO, Jakarta -Danrem 172 PVY Kolonel Infanteri Binsar Sianipar mengatakan, salah satu karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dalam insiden di Distrik Yall memastikan 19 rekannya tewas dibunuh kelompok kriminal bersenjata atau KKB pada Minggu, 2 Desember 2018.

BACA: Kata Istaka Karya Soal Kabar 31 Pekerja Dibunuh di Nduga Papua

Kepastian tersebut diungkapkan Aritonang, salah satu karyawan PT. Istaka Karya yang selamat dan berhasil melarikan diri ke Mbua dengan berlari. Saat ini korban atau Aritonang sudah berada di Wamena, kata Sianipar kepada Antara, di Jayapura, Selasa malam, 4 Desember 2018.

Dia mengatakan untuk memastikan berapa banyak korban yang tewas dibunuh KKB, pihaknya masih menunggu evakuasi jenazah korban yang akan dilakukan Rabu, 5 Desember 2018.

Pasukan TNI/Polri saat ini masih berada di Mbua dan telah mengevakuasi 12 orang warga sipil, termasuk karyawan PT. Istaka yang lari ke Mbua saat pembunuhan berlangsung.

BACA: Istaka Karya: Proyek di Nduga Sempat Mendapat Gangguan Keamanan

Sejumlah 12 orang itu termasuk guru dan petugas medis yang selama ini bertugas di Mbua, ujar Sianipar melalui telepon selular seraya menambahkan, dievakuasinya warga sipil guna mengantisipasi serangan balik KKB, mengingat Senin malam sempat menyerang Pos TNI hingga menewaskan satu anggota Yonif 755 Kostrad yang berasal dari Merauke.

Danrem 172 yang wilayahnya meliputi Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Sarmi, Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Yalimo, dan Kabupaten Yahukimo itu mengatakan, saat melakukan serangan ke Pos TNI diperkirakan jumlah anggota KKB sekitar 40 orang.

Namun Sianipar menegaskan saat ini kawasan Mbua sudah berhasil diamankan dari KKB.

Ketika ditanya jumlah karyawan PT. Istaka Karya yang ikut dalam pengerjaan pembangunan jembatan, Danrem 172 yang membawahi tiga kodim mengatakan, evakuasi korban di Yall akan dilaksanakan Rabu, 5 Desember 2018. “Mudah-mudahan evakuasi dapat dilaksanakan tanpa gangguan berarti,” ujar Sianipar.

09
Nov
18

Kenegarawanan : Penjuru Kejoangan Patriot Indonesia

Untitled-1

Suara Warga45

PENJURU KEJOANGAN PATRIOT INDONESIA

Menilik *Maklumat Arek Suroboyo 1 Juni 2018*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/11/07/kenegarawanan-maklumat-arek-suroboyo-1-juni-2018/amp/

Maka sebenarnya *Penjuru Kejoangan Patriot Indonesia*‎ pada *Hari Pahlawan 10 Nopember 2018* itu ‎adalah Roh Konstitusi Negara Republik Indonesia yakni Pembukaan UUD 1945 [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959] yang terformat dalam 9 (Sembilan) amanat terpadu yang tidak terpisahkan sebagai berikut

1) *Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan*

2) *Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur*

3) *Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya*

4) *Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat* dengan berdasar kepada :

5) *Ketuhanan Yang Maha Esa*,

6) *Kemanusiaan yang adil dan beradab*,

7) *Persatuan Indonesia*, dan

8) *Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan*,

9) *serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia*

yang juga bersama aspirasi mulia *Panca Wasiat 2018*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/10/09/jatidiri-rumahku-surgaku-panca-wasiat/amp/‎

senantiasa menjadi *Pedoman Kerja Pemangku Indonesia* berdatum tahun politik 2018-2019 seperti *pembangkitan kembali UUD 1945 [LNRI No 75/1959]* yang memang Pro Pancasila dan secara legal formal belum pernah dicabut, bertumpu pada *Pakta Kebangsaan Pancasila Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/‎

Dan *Kaum Pemuda Indonesia, Surabaya 2015*

https://jakarta45.wordpress.com/30266-2/

Jakarta, 9 Nopember 2018

Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,875,830 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements