Archive Page 2

08
Aug
18

We are all brothers, friends & neighbours

merahputih1

Advertisements
08
Aug
18

Kenegarawanan : Merah Putih Kini Mengangkasa Luar

Bendera Merah Putih

Suara Warga45 :

MERAH PUTIH KINI MENGANGKASA‎ LUAR

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,

MERDEKA!

Peluncuran Satelit Merah Putih PT TelKom 60 transporder yang berhasil diluncurkan di Amerika perlu diapresiasi menandai gebyar ‎ *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*
https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/06/kenegarawanan-jatidiri-indonesia-merdeka-1945/

Kini masyarakat terlihat juga telah mengibarkan Bendera dan Atribut2 Merah Putih menyambut Hari Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945

‎Peristiwa diatas mengingatkan *Bendera Merah Putih Memang Telah Membumi Sejak Masa Prasejarah*
http://m.merdeka.com/amp/gaya/bendera-merah-putih-ternyata-sudah-digunakan-sejak-Temasa-prasejarah.html

‎MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) dalam kesempatan yang baik ini mengajak segenap Anak-anak Bangsa Indonesia mengibarkan Bendera Merah Putih di Hari-hari Peringatan Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 dan Konstitusi Proklamasi 18 Agustus 1945 sebagai *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*

Jakarta, 8 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO/PosKo45 JakSel
www‎.jakarta45.wordpress.com

06
Aug
18

Peradaban : Napak Tilas Jejak Leluhur

Logo Jakarta45

NAPAK TILAS JEJAK LELUHUR

Suwargi Dalem R. Mas Bagus Harun / Ki Ageng Bashoriyah Sewulan Madiun (Blogger Keluarga)

Kamis, 27 September 2012
Penelusuran Silsilah Keluarga

http://bagusharun.blogspot.com/2012/09/penelusuran-silsilah-keluarga_27.html

Pada suatu hari, disaat raja Rum berzdikir ( Raja ALGABAH/ CATBAH ) mendapat wisik atau perintah “ yang dunia akan aman sentausa jika raja Al – Gabah mengisi sebuah pulau yang kosong dan tak berpenghuni di sebelah timur laut. Kerajaan Rum bernama kerajaan Brushah atau sekarang Turki wilayah asia. Setelah itu dipanggillah maha patih Rum yang bernama AMIRUL SYAMSU untuk mencari pulau tersebut.

Semua saudagar telah di kumpulkan tapi belum ketemu juga akhirnya menemukan seorang saudagar yang bernama Kyiai Imam Musya yang tau tempat tersebut, kata kyiai musa memang ada sebuah pulau yang letaknya di timur laut yang tidak berpenghuni dan sangat angker sekali serta siapapun yang menginjakkan kakinya disitu akan “Dijemput Maut”. Adapun sebelah timur tersebut terdapat lautan luas yang tidak ada pulaunya sama sekali

KEDATANGAN BANGSA RUM YANG I

Akhirnya dipersiapkanlah 20.000 keluarga untuk di kirim ke pulau angker tersebut, dan pada waktu itu tahun rum 437 bulan ANNISA, atau 5.306 terhitung tahun rembulan serta 5.154 dihitung tahun matahari setelah nabi ADAM. Keberangkatan ke pulau angker tersebut di kawal oleh Patih Amirul Syamsu dan Jaka Aji Saka, disinilah mulai di hitung sebagai tahun 1 Caka.

Aji Saka atau Jaka Sengkolo adalah seorang raja India yang bernama Prabu Isaka, putranya Bethara Hanggajali, ibunya dari Negara Najran Sarkil, sedangkan Hangajali anaknya Empu Ramadi, setelah kalah perang berlari ke wilayah Rum.

Setelah mengantar patih Amirul Syamsu Kembali ke Rum, dan pada bulan Palguna, Tahun Kalayuti yang di Beri “ Candra Sengkala Geni Tiba atau tahun 003 Caka “ diserang oleh kelompok Gaib yang berupa Wabah ganas sehingga 20.000 keluarga tinggal 10.000, tidak lama kemudian diserang lagi dengan kobaran api yang menyerang dari empat penjuru kemudian melarikan diri ke padang TEGAL PARAMA berhasil lolos hanya 200 keluarga yang akhirnya tinggal 20 keluarga itupun sangat ketakutan dan meninggalkan pulau jawa dengan naik perahu seadanya. ( Catatan : Jawa masih sambung dengan Sumatra, madura, bali dan Lombok). Pada ahirnya sampai di Negara Rum tahun 004 ditandai dengan Condro Sengkolo “Toyo Muluk ing Gegono”.

Kesedihan sultan atas peristiwa tersebut akhirnya memerintahkan patih untuk memanggil Pandito, Ulama` dan Jamhur ke istana, kemudian pada Bulan Manggasri, tahun Rahuci atau pada tahun ke 5 Caka ( Toto Sonyo Tanpo Barakan ) di pimpin oleh Raja Pendeta Usman Aji ( Raja Pendeta Bani Israel ) dan rombongan mengelilingi pulau jawa untuk memulai penumbalan. Menginjak tahun ke 6 Caka ( Hangas Pecahing Awang awing ) Raja Pendeta bertemu muridnya (Ajisaka) pada waktu itu juga, Raja pendeta menambahi ilmu kepada Ajisaka. Selanjutnya pemasangan tumbal dibagi menjadi 5 bagian, Utara, Timur, selatan dan utara di tengah tengah di pasang di gunung TIDAR ( sekarang wilayah Kedu). Kelima ulama` dan pendeta tersebut masing menempati lokasi tumbal yang telah di pasang dan pada hari ke 8 terdengar gemuruh dari segala arah bersahut sahutan tidak ada henti hentinya siang dan malam, gempa pun tidak terelakan gunung gunung berapi pun mulai meledak, pohon tumbang kemana mana, tanah longsor, airpun meluap kemana mana dekarenakan reaksi dari lima tumbal dari ulama` dan pendeta tersebut.

Jin, Setan, siluman dan para lelembut penghuni pulau jawa berlarian mecari hidup, tidak kuat melawan tumbal yang telah dipasang oleh Usman Aji, kemudian mereka berlari dan mengungsi ke gua gua, ke jurang jurang, dank e laut selatan. Reaksi tersebut kurang lebih memakan waktu 21 hari, setelah lewat yang tadinya suasana gelap gulita menjadi terang benderang, ahirnya rombongan kembali ke Rum terhitung bulan Jita tahun Triya Dawari ( 444) atau tahun 7 Caka
.
KEDATANGAN BANGSA RUM YANG II

Raja memanggil patih dan Aji saka untuk menyiapkan orang orang yang akan di kirim lagi ke pulau jawa, yang pada waktu itu Ajisaka di ikuti oleh adik adiknya yaitu : Empu Bratandang, Empu Broruni dan Empu Braradya. Disiapkankannya bangsa Hindustan dengan seijin raja “Hyang Jagat Nata” dan di beri orang buangan Keling sebanyak 15.000 keluarga, dari pulau Kanthi (P.Selon) sebelah selatan Hindustan 2000 Keluarga, dan singgah di siyem mendapat 3000 orang. Semua genap 20.000 orang lengkap beserta hewan piarannya dan merekapun melakukan perjalanan lewat pulau Kencana (Kalimantan) pada bulan Asuji, tahun tisimuka ( 0008 Caka )

Setelah . ( Menurut sumber lain mengatakan bahwa kemudian ada susulan dari rum yang di pimpin oleh Said Jamhur Muharram yang membawa penduduk Rum sebanyak 20.000 orang)
Setelah beristirahat 1o bulan di pulau kencana rombongan tersebut berangkat ke pulau Jawa. Dibagi menjadi 2 bagian. Yang 20 perahu menuju pulau bawean dan yang 20 perahu ke Pulau Paminihan ( P. Madura) Namun di temapt tersebut banyak yang diserang penyakit dan dimakan binatang buas, sehingga waktu di hitung yang di Bawean tinggal 8.997 keluarga (Janda dan duda lebih dari 105 serta ketambahan anak-anak) Sedangkan di pulau paminihan tinggal 2.716 (janda dan duda lebih dari 87) kemudian oleh Ajisaka dijadikan satu menjadi 11.172 keluarga.

Ajisaka kemudian mengambil orang lagi dari pulau kencana sebanyak 6.505 keluarga, dan dari makasar 2.325 keluarga jadi semuanya menjadi 20.003 keluarga, waktu itu P. Bawean ditebangi hutannya pada Caka tahun 9.

Kemudian Aji Saka mebagi menjadi 4 rombongan lagi yang masing masing di pimpin oleh adik adiknya, Sebagian ke P. Paminihan ( Madura ), untuk membuka hutan disana. Perjalanan di lanjutkan ke Gunung Rajabasa ( Lampung ) disitu kebanyakan orang orang dari pulau Kencana, Sebagian ke gung Kendeng ( Rembang ) dan sebagian lagi langsung ke selatan di nusa Barong ( Mataram) di tempat itu kebanyakan adalah orang orang dari makasar.

Setelah selesai tugas Patih AMIRUL SYAMSU kembali ke Rum untuk melaporkan tugasnya, Rajapun bergembiran namun juga bersedih karena Aji Saka tidak kembali ke Rum melainkan menetap di pulau jawa, kejadian itu di catat terjadi pada bulan Srawana, tahun Suharja sedangkan tahun Caka 10. dari sumber lain juga di tulis bahwa 20.000 orang rum yang di pimpimpin oleh Said Jamhur Muharam dikembalikan ke RUM sebab diaanggap meropotkan dikarenakan jumlah yang terlalu banyak disamping itu juga bentuk tubuh orang Rum dan Orang keeling sangat berlainan sekali. Disinilah peradaban jawa di mulai.

Selo Ajie Songgo Buwono

A. KERAJAAN SALAKANAGARA
Masa pemerintahan kerajaan ini dari tahun 200 SM (menurut catatan sejarah dari India yang menyebutnya sebagai Java Dwipa) sampai tahun 362 M. Tokoh awal dari kerajaan ini bernama Aki Tirem. Kerajaan ini berkedudukan di Teluk Lada Pandeglang namun ada juga yang menyatakan kerajaan ini berkedudukan di sebelah Barat Kota Bogor di kaki gunung Salak, konon nama gunung Salak diambil dari kata Salaka.
1. Dewawarman I 130-168 M Prabu Darmalokapala Aji Raksa Gapura Sagara
2. Dewawarman II 168-195 M Prabu Digwijayakasa Dewawarmanputra
3. Dewawarman III195-238 M Prabu Singasagara Bimayasawirya
4. Dewawarman IV 238-252 M Menantu Dewawarman II
5. Dewawarman V 252-276 M Menantu Dewawarman IV
6. Mahisa Suramardini Warmandewi 276-289 M isteri Dewawarman V
7. Dewawarman VI 289-308 M Sang Mokteng Samudera
8. Dewawarman VII 308-340 M Prabu Bima Digwijaya Satyaganapati
9. Sphatikarnawa Warmandewi 340-348 M
10. Dewawarman VIII348-362 M Prabu Darmawirya Dewawarman
11. Dewawarman IX Mulai 362 M telah menjadi kerajaan bawahan Tarumanagara

B. KERAJAAN TARUMANAGARA

1. Rajadirajaguru Jaya Singawarman taun 358 – 382 M
2. Dhamayawarman taun 382 – 395 M
3. Sri Purnawarman taun 395 – 434 M
4. Wisnuwarman taun 434 – 455 M
5. Indrawarman taun 455 – 515 M
6. Candrawarman taun 515 – 535 M
7. Suryawarman taun 535 – 561 M
Tahun 526 menantu Suryawarman yang bernama Manikmaya mendirikan kerajaan baru di wilayah Timur (dekat Nagreg Garut) yang kemudian cicit dari Manikmaya yang bernama Wretikandayun mendirikan kerajaan baru tahun 612 yang kemudian dikenal dengan nama kerajaan Galuh.

8. Kertawarman taun 561 – 628 M
9. Sudhawarman taun 628 – 639 M
10. Hariwangsawarman taun 639 – 640 M
11. Nagajayawarman taun 640 – 666 M
12. Sang Linggawarman taun 666 – 669 M

1.Anak yang bernama MANASIH menikah dengan TARUSBAWA yang kemudian melanjutkankerajaan Tarumanagara dengan nama kerajaan Sunda. Karena Tarusbawa merubah nama kerajaan Tarumanagara menjadi SUNDA, PAKUAN, GALUH, KAWALI, SAUNGALAH
2.Anak Linggawarman yang bernama SOBAKANCANA menikah dengan DAPUTAHYANG SRIJAYANASA yang kemudian mendirikan kerajaan SRIWIJAYA

C. KERAJAAN SUNDA/GALUH/SAUNGGALAH/PAKUAN
CIKAL BAKAL BERDIRINYA KERAJAAN MAJAPAHIT
01. Tarusbawa (670 – 723)
02. Sanjaya/Harisdarma/Rakeyan Jamri (723 –732)
ibu dari Sanjaya adalah putri SANAHA dari Kalingga sedangkan ayahnya adalah BRATASENAWA (raja ke 3 kerajaan Galuh) Sanjaya adalah cicit dari Wretikandayun (kerajaan Galuh) Sanjaya kemudian menikah dengan anak perempuan Tarusbawa yang bernama Tejakancana.
03. Rakeyan Panabaran/Tamperan Barmawijaya (732 – 739)
adalah anak Sanjaya dari istrinya Tejakancana. Sanjaya sendiri sebagai penerus ke 2 kerajaan Sunda kemudian memilih berkedudukan di KALINGGA yang kemudian mendirikan kerajaan MATARAM Kuno dan WANGSA SANJAYA(mulai 732)
04. Rakeyan Banga (739 – 766)
05. Rakeyan Medang Prabu Hulukujang (766 – 783)
06. Prabu Gilingwesi (783 – 795)
07. Pucukbumi Darmeswara (795 – 819)
08. Prabu Gajah Kulon Rakeyan Wuwus (819 – 891)
09. Prabu Darmaraksa (891 – 895)
10. Windusakti Prabu Dewageng (895 – 913)
11. Rakeyan Kemuning Gading Prabu Pucukwesi (913 – 916)
12. Rakeyan Jayagiri Prabu Wanayasa (916 – 942)
13. Prabu Resi Atmayadarma Hariwangsa (942 – 954)
14. Limbur Kancana (954 – 964)
15. Prabu Munding Ganawirya (964 – 973)
16. Prabu Jayagiri Rakeyan Wulung Gadung (973 – 989)
17. Prabu Brajawisesa (989 – 1012)
18. Prabu Dewa Sanghyang (1012 – 1019)
19. Prabu Sanghyang Ageng (1019 – 1030)
20. Prabu Detya Maharaja Sri Jayabupati (1030 – 1042)
Ayah Sri Jayabupati (Sanghyang Ageng) menikah dengan putri dari Sriwijaya (ibu dari Sri Jayabupati) sedangkan Sri Jayabupati sendiri menikah dengan putri Dharmawangsa (Adik Dewi Laksmi istri dari Airlangga)
21. Raja Sunda XXI
22. Raja Sunda XXII
23. Raja Sunda XXIII
24. Raja Sunda XXIV
25. Prabu Guru Dharmasiksa
26. Rakeyan Jayadarma, bersitri Dyah Singamurti mempunya anak bernama NARARYA SANGGRAMA WIJAYA atau disebut RADEN WIJAYA Raja Kerajaan Majapahit pertama.

KEN AROK dan KEN DEDES
I
Mahesa Wongateleng,
I
Mahesa Campaka
I
Lembu Tal
I
DIYAH SINGAMURTI
Diperistri RAKEYAN JAYADHARMA (galuh generasi 26 )
I
RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 – 1309)

D. KERAAJAAN PAJAJARAN
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA)

27. PRABU RAGASUCI (1297 – 1303)
28. Prabu Citraganda (1303 – 1311)
29. Prabu Lingga Dewata (1311 – 1333)
30. Prabu Ajigunawisesa (1333 – 1340) menantu Prabu Lingga Dewata
31. Prabu Maharaja Lingga Buana (1340 – 1357)
32. Prabu Mangkubumi Suradipati/Prabu Bunisora (1357 – 1371) adik Lingga Buana
33. Prabu Raja Wastu/Niskala Wastu Kancana (1371 – 1475) berahirnya kerajaan GALUH
Setelah Prabu Raja Wastu meninggal dunia Kerajaan Terpecah Menjadi 2
– Permaisuri keduanya adalah Mayangsari putri sulung Prabu Mangkubumi Suradipati/Bunisora memiliki anak yang bernama NINGRAT KENCANA setelah MENJADI RAJA GALUH bergelar PRABU DEWANISKALA Kerajaan

– Anak dari Prabu Lingga Buana (31). Istri pertamanya bernama Larasarkati dari Lampung memiliki anak bernama Sang Haliwungan setelah MENJADI RAJA SUNDA bergelar PRABU SUSUKTUNGGAL

Putra Prabu Dewaniskala bernama Jayadewata, mula-mula menikah dengan Ambetkasih putri dari Ki Gedeng Sindangkasih kemudian menikah lagi dengan Subanglarang (putri Ki Gedeng Tapa yang menjadi raja Singapura) setelah itu ia menikah lagi dengan Kentringmanik Mayang Sunda, putri Prabu Susuktunggal.
Pada tahun 1482 Prabu DEWA NISKALA menyerahkan kekuasaan kerajaan Galuh kepada puteranya (JAYA DEWATA), demikian pula dengan PRABU SUSUKTUNGGAL, ia menyerahkan tahta kerajaan kepada menantunya (JAYA DEWATA), maka jadilah Jayadewata sebagai penguasa kerajaan Galuh dan Sunda dengan gelar Sri Baduga Maharaja atau yang lebih dikenal dengan nama
PRABU SILIWANGI (Kerajaan Pajajaran,1482 – 1521)
01. Sri Baduga Maharaja PRABU SILIWANGI (1482 – 1521)
Pada masa inilah kerajaan Pajajaran mengalami kemajuan serta kemakmuran.
02. Surawisesa (1521 – 1535)
03. Ratu Dewata (1535 – 1543)
04. Ratu Sakti (1543 – 1551)
05. Raga Mulya (1551 – 1579)

E. RADEN WIJAYA ( PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT )
(Lanjutan generasi ke 26 kerajaan Galuh – RAKEYAN JAYADHARMA >< DYAH SINGHAMURTI)

14. RADEN WIJAYA, bergelar Kertarajasa Jayawardhana (1293 – 1309)
15. Kalagamet, bergelar Sri Jayanagara (1309 – 1328)
16. Sri Gitarja, bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328 – 1350)
17. Hayam Wuruk, bergelar Sri Rajasanagara (1350 – 1389)
18. Wikramawardhana (1389 – 1429)
19. Suhita (1429 – 1447)
20. Kertawijaya, bergelar Brawijaya I (1447 – 1451)
21. Rajasawardhana, bergelar Brawijaya II (1451 – 1453)
22. Purwawisesa atau Girishawardhana, bergelar Brawijaya III (1456 – 1466)
23. Pandanalas, atau Suraprabhawa, bergelar Brawijaya IV (1466 – 1468)
24. Kertabumi, bergelar Brawijaya V, SUNAN LAWU, (1468 – 1478)
1. Beristri Dewi Anarawati. Permaisuri beliau ini beragama Islam. Dia adalah adik ipar Syeh Ibrahim As-Samarqandi yang terkenal di Jawa dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi atau bibi dari Sunan Ampel atau Raden Ali Rahmad atau Bong Swie Hoo Menurunkan RADEN PATAH
2. Beristri Dewi Wandan Sari / Putri Wiring Kuning mempunyai keturunan bernama LEMBU PETENG/ BONDAN KEJAWEN
25. Girindrawardhana, bergelar Brawijaya VI (1478 – 1498)
26. Hudhara, bergelar Brawijaya VII (1498-1518)[23]

F. GENERASI ANAK CUCU/ KETURUNAN
BONDAN KEJAWEN/ LEMBU PETENG dan DEWI RETNO NAWANGSIH
( Nawang Sih, anak dari KI Ageng Tarub dan Dewi Nawang Wulan)

Prabu BRAWIJAYA V Beristri PUTRI WIRING KUNING/ DEWI WANDAN SARI berputra 1 orang laki laki Lembu Peteng, oleh romonya di titipkan untuk di asuh oleh Kiyai AGENG TARUB yang akhir nya di ambil menantunya.
LEMBU PETENG /Bondan kejawen /Kiageng Tarub II Beristri DEWI NAWANG SIH ( Putri ke 3 Perkawinan Joko Tarub dan Nawang Wulan yaitu saudari dari Nawang sasi dan Nawang Arum, ) mempunyai anak

2.1 Ki Ageng Wonosobo Berputra Pangeran Made Pandan atau
PANDAN ARANG yang akan menurunkan Kiyai Imam Syuhada' atau
Rng Singodipo Soedirman Mojodadi, Selorejo Mojowarno
Jombang Jawa Timur
2.2. Ki Ageng Getas Pandowo (Ki Abdulloh)
2.3. Nyai Siti Rochmah Roro Kasihan Puteri (dinikahkan dengan Ki Ageng Ngerang
putra Syeh Maulana Malik Ibrahim ) hingga terkenal dengan nama
Nyai Ageng Ngerang dan mempunyai 2 orang anak Yang Pertama Putri
kemudian no 2 putra

KI AGENG GETASPENDOWO ( Kiyai Abdullah / Ki Ageng Tarub III ) Mempunyai 6 orang Anak 1 laki laki bernama Abdurrohman Susilo

3.1. Ki Ageng Selo,
3.2. Nyai Ageng Pakis,
3.3. Nyai Ageng Purno,
3.4. Nyai Ageng Wanglu,
3.5. Nyai Ageng Bokong,
3.6. Nyai Ageng Adibaya.

KI AGENG SELO ( Kiyai Abdurrohman Susilo ) niikah dengan NYAI BICAK Mempunyai 7 orang anak 1 laki laki bernama Ki Ageng Anis/ Enes

4.1. Nyai Ageng Lurung Tengah,
4.2. Nyai Ageng Saba
4.3. Nyai Ageng Basri,
4.4. Nyai Ageng Jati,
4.5. Nyai Ageng Patanen,
4.6. Nyai Ageng Pakis Dadu, dan bungsunya putra laki – laki bernama
4.7. Kyai Ageng Enis.

Kiyai AGENG ANES atau ki Ageng LAWEYAN
Kiyai AGENG PEMANAHAN ( Sopati Ing Ngalogo ) menikah dengan NYAI SABINAH putri sulung KI AGENG SOBO Berputra
Kiyai AGENG SUTOWIJOYO (Raden Mas Ngabehi Loring Pasar – Mataram)
Raden MAS JOLANG (mataram)
Pageran KAJORAN ( mataram)
Pangeran ARYO PRINGGOLOYO Berputra
Raden BAHUREKSO (kiyahi Bahurekso-Babad Tanah Kendal – Bupati Kendal) Berputra
Pangeran DERPO SENTONO Berputra
Kiyai ABDUL IMAM/ R. MAS ABDUL IMAM (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Berputra
Kiyai NOLOJOYO / DUGEL KESAMBI / Ki AGENG PRONGKOT (bupati Sumoroto ponorogo)Sumare di pengkot sumoroto ponorogo Ber putra
Kiyai AGENG BAGUS HARUN / KI AGENG BASHORIYAH Sewulan Madiun, Berputra 9 Orang yaitu :

15.1. Nyai Muhammad santri
15.2. Nyai Mahali
15.3. Nyai mansurTawangsari Ponorogo
15.4. Kiyai Raden Mas Tafsiruddin Onggowijoyo Magetan
15.5. Kiyai Raden Mas Ahmad Ngali Penghulu Kertosono
15.6. Kiyai Raden Mas Muhammad Suriyyah Selosari dagangan Madiun
15.7. Kiiyai Mahalli Perdikan winong tulung agung
15.8. Kiyai Raden Mas Wongsoriyah di pulosari Sumororoto Ponorogo
15.9. Kiyai Raden Mas Umar sidik Babatan Kanten Ponorogo

Nyai SANTRI di peristri Kyai SANTRI mempunyai 5 orang anak

16.1. Kiyai Raden Mas Maklum Sewulan madiun
16.2. Kiyai Raden Mas Hasan bashori sewulan madiun
16.3. Kiyai Raden Mas Tafsiruddin II di Sewulan madiun
16.4. Raden Mas Sosro dirjo sumare ing sewulan madiun
16.5. Nyai Affiyah sumare ing Mijoduwur nganjuk

Kiyai TAFSIRUDDIN II Sewulan madiun ( Mempunyai 16 Orang anak )

17.1. Kyiai Raden MasBuntoro — Kiyai ILYAS sampai ke Kiyai Abdurrahman Wahid
17.2. Kiyai Raden Mas jekso
17.3. Kiya Raden Mas i mukibar
17.4. Nyai belandung pagotan uteran
17.5. Nyai Muntoha Gambiran
17.6. Nyai ngabdul Latif Pagotan ngelames
17.7. Nyai Ngali Zen Ponongko, pucang rejo Juwan Madiun
17.8. Kiyai Raden Mas Imam Rejo Pohnongko Paron Ngawi
17.9. Kiyai Raden Mas Irodirjo Pucang anom delopo
17.10. Kiyai Raden Mas Aruman
17.11. Nyai Umuk Penarip Sooko Mojokerto
17.12. Nyai Idris Bendungan Nganjuk
17.13. Kiyai R Raden Mas Rejo Muhammad Sewulan Madiun
17.14. Kiyai Raden Mas Khasan Rejo Sewulan Madiun
17.15. Kiyai Raden Mas Sastri Irono Sewulan Madiun
17.16. Kiyai Raden Mas Chasan Warjoyo Ngagel, selembur, delopo

NYAI UMUK Penarip Sooko Mojokerto Berputra 1 Orang bernama

18.1. Kiyai Rofi`I Yang menetap di Kuncen Mojokerto

Kiyai ROFI`I Kuncen Mojokerto Beliau berputra 6 Orang

19.1. Nyai ruqoiyyah, sinoman Mijokerto
19.2. Nyai Syafurah Ponpes Penarip Mojokerto
19.3. Nyai Chalimah Pekukuhan Mojosari
19.4. Abdul Alim Sinoman Mojokerto
19.5. Abdul Mu`in Sinoman Mojokerto
19.6. Umi Kulsum Penarip Mojokerto

Nyai SYAFURAH Di peristri Kiyai ILYAS ( Ponpes Penarip Mojokerto )

20.1. Nursalim Mojokerto
20.2. Nyai Maisyaroh Penarip Mojokerto
20.3. Ahmad Penarip Mojokerto
20.4. Mohammad Thoyib Penarip Mojokerto
20.5. Muhammad Shidiq Penarip Mojokerto
20.6. Nyai JUWARIYAH
20.7. Kiyai Isma`il

Nyai JUWARIYAH Diperistri K. H. GHOZALI ( Ponpes Mojodadi, Selorejo Mojowarno Jombang mempunyai 10 orang anak)

21.1. H. Masduqi, Kandangan Pare Kediri
21.2. Nyai Siti Chiriyah Mojodadi di nikahi Kiyahi Jauhari Indramayu Jawabarat
21.3. Nyai Sholkhah Mojodadi Mojowarno Jombang
21.4. Dawam ( Alm)
21.5. K. Ahmad Dimyati Alm Sroyo Dlanggu Mojokerto
21.6. Nyai Saudah, Mlaras Sumobito Jombang
21.7. K. Ahmad Baidlowi SEmobiti Melaras Jombang
21.8. Nyai Rochimah ALM
21.9. Sonhaji Sememi tandes Surabaya
21.10. K. Ahmad Syaifuddin menikahi Nyai Alwiyah Mojodadi Mojowarno Jombang

06
Aug
18

Kenegarawanan : Jatidiri Indonesia Merdeka 1945

Logo MABINDO

Advokasi Warga45

*JATIDIRI INDONESIA MERDEKA 1945*

Merujuk KepPres 18/2008 tentang Hari Konstitusi yakni

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/02/keppres-18-2008-tentang-hari-konstitusi/

teramanatkan perihal‎ Menimbang sebagai berikut :
a. bahwa *Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia* pada tanggal 18 Agustus 1945 telah menetapkan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. bahwa penetapan Konstitusi tersebut merupakan suatu kesatuan dengan Kemerdekaan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadi tonggak sejarah berdirinya‎ Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari
Konstitusi dengan Keputusan Presiden.

‎Butir a. dan b. diatas menegaskan status legal formal bahwa Proklamasi 17845 dan Konstitusi 18845 [KepPres 150/1959] adalah satu kesatuan paket *Jatidiri Indonesia Merdeka 1945*.

Pemahaman ini penting bagi segenap Anak-anak Bangsa Indonesia ketika memperingati Hari Proklamasi 17845 pada 17818 yang akan datang yaitu keterpaduan dengan peringatan Hari Konstitusi 18845 adalah *mutlak* adanya.

Artinya, saat peringatan Hari Proklamasi 17845 yang dilakukan terkait bukan Konstitusi 18845 maka sebetulnya dapat dikatakan telah terjadi *Partly Free* sebagaimana pendapat *Freedom House : Indonesia 2018 Partly Free*
https://freedomhouse.org/report/freedom-world-2018-table-country-scores

Situasi dan kondisi *Partly Free* inilah sesungguhnya yang berakibat dampak kegalauan politik hukum kebijakan publik yang kurang mantap dirasakan publik selama era rezim Reformasi ini.

Oleh sebab itulah, MABINDO‎ (Majelis Anak Bangsa Indonesia) wajar mengajak serta segenap Anak-anak Bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Proklamasi 17845 pada tanggal 17818 sebagai *titik bangkit* sikap politik *Full Free / Merdeka 100%* berdasarkan ketaatazasan terhadap amanat hal Menimbang butir a. dan butir b. KepPres 18/2008 termaksud diatas dan setia berangkaian dengan
*KepPres 24/2016 ttg Hari Lahir Pancasila 1 Juni*
http://www.kemendagri.go.id/media/documents/2016/08/03/k/e/keppres_no.24_th_2016.pdf

Jakarta, 5 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com‎

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

03
Aug
18

Kenegarawanan : RayaAkbarkan Hari Konstitusi 18818

Logo MABINDO

Advokasi Warga45

*RayaAkbarkan Hari Konstitusi 18818 Bersamaan Keramaian‎ Pembukaan Asian Games XVIII*

MERDEKA!

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Indonesia,‎

Adalah *KepPres 18/2008 tentang Hari Konstitusi*

https://jakarta45.wordpress.com/2018/08/02/keppres-18-2008-tentang-hari-konstitusi/

amanatkan perihal‎ Menimbang sebagai berikut :
a. bahwa *Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia* pada tanggal 18 Agustus 1945 telah menetapkan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. bahwa penetapan Konstitusi tersebut merupakan suatu kesatuan dengan Kemerdekaan Republik
Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadi tonggak sejarah berdirinya
Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari
Konstitusi dengan Keputusan Presiden.

Dari butir a. tersebut diatas‎ jelas dipastikan bahwa yang dimaksud Konstitusi Proklamasi itu adalah sesuai Berita Repoeblik Indonesia Tahoen II Nomor 7, 1946 jo KepPres 150/1959 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 75/1959) dan *bukan* Konstitusi Reformasi 1999-2002 sesuai Risalah Rapat Paripurna MPRRI (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 11-14/2006) yang tampil Non

Pembukaan UUD45 jo Non butir sila-sila Pancasila

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945

*Operasi False Flag Amandemen Konstitusi Proklamasi 45*
http://rmol.co/amp/2018/06/09/343475/Operasi-False-Flag-Dalam-Amandemen-UUD-1945-

Lebih lanjut ditemui tampilan fakta bahwa Pembukaan UUD45 yang juga beramanatkan ke-5 butir-butir Pancasila itu ‎ternyata terabaikan pada Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 11-14/2006 termaksud diatas.
Keterabaian ini menjelaskan bahwa Konstitusi Reformasi adalah Non Pancasilais sebaliknya Konstitusi Proklamasi adalah Pro Pancasila‎.

Bagaimanapun, koreksi arah dan tujuan sistim operasi kenegaraan telah dilakukan di tahun 2008 dan kini 10 (sepuluh) tahun kemudian perlu dikonfirmasi kembali oleh para Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia, dan momentum itu tepatnya ada di tanggal 18 Agustus 2018 bertepatan dengan keramaian pembukaan Asian Games XVIII oleh 45 negara pesertanya.

Oleh sebab itu MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak kebersamaan Anak-anak Bangsa Indonesia dimana saja berada dapat berpihak kepada Konstitusi Pro Pancasila ditengah krisis awalan ekonomi global dan dihadapan paling tidak delegasi dan rakyat ke-45 negara peserta Asian Games XVIII itu

Tidak berkelebihan kiranya bahwa keakbaran peringatan Hari Konstitusi Pro Pancasila bersamaan Keramaian Pembukaan Asian Games XVIII (KepPres 15/2017) diyakini dapat mengurangi dampak anomali konstitusional seperti yang juga ditunjukkan oleh *World Rule of Law Index 2017-2018 Indonesia Memburuk*
https://today.line.me/id/article/Ini+Negara+Hukum+Terbaik+Dunia+Indonesia+Merosot+Dua+Tingkat-alvVjP

sekaligus berlanjut meningkatkan lebih baik *Indeks Kebahagiaan* Anak-anak Bangsa Indonesia‎ di tahun2 mendatang sebagaimana :

https://countryeconomy.com/demography/world-happiness-index/indonesia

Adalah ELOK sekali sekiranya segenap Anak-anak Bangsa Indonesia Kontestan Pemilu 2019 berkenan ikut menjadi Juru Kampanye Konstitusi Proklamasi Pro Pancasila yakni UUD45 Asli 18 Agustus 1945‎ tersebut guna pelurusan dan pemantapan sistim operasi kenegaraan NKRI 2019-2024

Jakarta, 3 Agustus 2018

Salam45 & Tetap MERDEKA!

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

02
Aug
18

KepPres 18/2008 Tentang Hari Konstitusi

Logo MABINDO

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 18 TAHUN 2008
TENTANG
HARI KONSTITUSI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:
a. bahwa Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945 telah menetapkan
Undang-Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia;
b. bahwa penetapan Konstitusi tersebut merupakan suatu kesatuan dengan Kemerdekaan Republik
Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan menjadi tonggak sejarah berdirinya
Negara Kesatuan Republik Indonesia;
c. bahwa sehubungan dengan hal tersebut, dipandang perlu menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai Hari
Konstitusi dengan Keputusan Presiden.
Mengingat:
Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG HARI KONSTITUSI
PERTAMA:
Tanggal 18 Agustus ditetapkan sebagai Hari Konstitusi.
KEDUA:
Hari Konstitusi bukan merupakan hari libur.
KETIGA:
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Ditetapkan Di Jakarta,
Pada Tanggal 10 September 2008

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Ttd
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Konstitusi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation
Jump to search

Konstitusi (bahasa Latin: constituante) atau Undang-undang Dasar atau disingkat UUD dalam negara adalah sebuah norma sistem politik dan hukum bentukan pada pemerintahan negara—biasanya dikodifikasikan sebagai dokumen tertulis. Hukum ini tidak mengatur hal-hal yang terperinci, melainkan hanya menjabarkan prinsip-prinsip yang menjadi dasar bagi peraturan-peraturan lainnya. Dalam kasus bentukan negara, konstitusi memuat aturan dan prinsip-prinsip entitas politik dan hukum, istilah ini merujuk secara khusus untuk menetapkan konstitusi nasional sebagai prinsip-prinsip dasar politik, prinsip-prinsip dasar hukum termasuk dalam bentukan struktur, prosedur, wewenang dan kewajiban pemerintahan negara pada umumnya, Konstitusi umumnya merujuk pada penjaminan hak kepada warga masyarakatnya. Istilah konstitusi dapat diterapkan kepada seluruh hukum yang mendefinisikan fungsi pemerintahan negara.

Dalam bentukan organisasi konstitusi menjelaskan bentuk, struktur, aktivitas, karakter, dan aturan dasar organisasi tersebut.

Jenis organisasi yang menggunakan konsep Konstitusi termasuk:

Organisasi pemerintahan (transnasional, nasional atau regional)
Organisasi sukarela
Persatuan dagang
Partai politik
Perdagangan beras dan rempah-rempah.

Daftar isi

1 Pengertian konstitusi
2 Tujuan
3 Nilai
4 Jenis
5 Unsur konstitusi
6 Parameter
7 Kedudukan
8 Lihat pula
9 Referensi
10 Pranala luar
10.1 Beberapa konstitusi nasional
10.2 Konstitusi lainnya

Pengertian konstitusi

Konstitusi pada umumnya bersifat kodifikasi yaitu sebuah dokumen yang berisian aturan-aturan untuk menjalankan suatu organisasi pemerintahan negara, namun dalam pengertian ini, konstitusi harus diartikan dalam artian tidak semuanya berupa dokumen tertulis (formal). namun menurut para ahli ilmu hukum maupun ilmu politik konstitusi harus diterjemahkan termasuk kesepakatan politik, negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan dan distibusi maupun alokasi [1], Konstitusi bagi organisasi pemerintahan negara yang dimaksud terdapat beragam bentuk dan kompleksitas strukturnya, terdapat konstitusi politik atau hukum akan tetapi mengandung pula arti konstitusi ekonomi [2]

Dewasa ini, istilah konstitusi sering di identikkan dengan suatu kodifikasi atas dokumen yang tertulis dan di Inggris memiliki konstitusi tidak dalam bentuk kodifikasi akan tetapi berdasarkan pada yurisprudensi dalam ketatanegaraan negara Inggris dan mana pula juga.

Istilah konstitusi berasal dari bahasa inggris yaitu “Constitution” dan berasal dari bahasa belanda “constitue” dalam bahasa latin (contitutio,constituere) dalam bahasa prancis yaitu “constiture” dalam bahasa jerman “vertassung” dalam ketatanegaraan RI diartikan sama dengan Undang – undang dasar. Konstitusi / UUD dapat diartikan peraturan dasar dan yang memuat ketentuan – ketentuan pokok dan menjadi satu sumber perundang- undangan. Konstitusi adalah keseluruhan peraturan baik yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur secara mengikat cara suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu masyarakat negara

Pengertian konstitusi menurut para ahli

K. C. Wheare, konstitusi adalah keseluruhan sistem ketatanegaraaan suatu negara yang berupa kumpulan peraturan yang membentuk mengatur /memerintah dalam pemerintahan suatu negara.
Herman heller, konstitusi mempunyai arti luas daripada UUD. Konstitusi tidak hanya bersifat yuridis tetapi juga sosiologis dan politis.
Lasalle, konstitusi adalah hubungan antara kekuasaaan yang terdapat di dalam masyarakat seperti golongan yang mempunyai kedudukan nyata di dalam masyarakat misalnya kepala negara angkatan perang, partai politik, dsb.
L.J Van Apeldoorn, konstitusi memuat baik peraturan tertulis maupun peraturan tak tertulis.
Koernimanto Soetopawiro, istilah konstitusi berasal dari bahasa latin cisme yang berarti bersama dengan dan statute yang berarti membuat sesuatu agar berdiri. Jadi konstitusi berarti menetapkan secara bersama.
Carl schmitt membagi konstitusi dalam 4 pengertian yaitu:

Konstitusi dalam arti absolut mempunyai 4 sub pengertian yaitu;

Konstitusi sebagai kesatuan organisasi yang mencakup hukum dan semua organisasi yang ada di dalam negara.
Konstitusi sebagai bentuk negara.
Konstitusi sebagai faktor integrasi.
Konstitusi sebagai sistem tertutup dari norma hukum yang tertinggi di dalam negara .

Konstitusi dalam arti relatif dibagi menjadi 2 pengertian yaitu konstitusi sebagai tuntutan dari golongan borjuis agar haknya dapat dijamin oleh penguasa dan konstitusi sebagai sebuah konstitusi dalam arti formil (konstitusi dapat berupa tertulis) dan konstitusi dalam arti materiil (konstitusi yang dilihat dari segi isinya).
konstitusi dalam arti positif adalah sebagai sebuah keputusan politik yang tertinggi sehingga mampu mengubah tatanan kehidupan kenegaraan.
konstitusi dalam arti ideal yaitu konstitusi yang memuat adanya jaminan atas hak asasi serta perlindungannya.

Tujuan

Tujuan konstitusi yaitu:

Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak.
Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
Pedoman penyelenggaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.

Nilai

Nilai konstitusi yaitu:

Nilai normatif adalah suatu konstitusi yang resmi diterima oleh suatu bangsa dan bagi mereka konstitusi itu tidak hanya berlaku dalam arti hukum (legal), tetapi juga nyata berlaku dalam masyarakat dalam arti berlaku efektif dan dilaksanakan secara murni dan konsekuen.
Nilai nominal adalah suatu konstitusi yang menurut hukum berlaku, tetapi tidak sempurna. Ketidaksempurnaan itu disebabkan pasal – pasal tertentu tidak berlaku / tidak seluruh pasal – pasal yang terdapat dalam UUD itu berlaku bagi seluruh wilayah negara.
Nilai semantik adalah suatu konstitusi yang berlaku hanya untuk kepentingan penguasa saja. Dalam memobilisasi kekuasaan, penguasa menggunakan konstitusi sebagai alat untuk melaksanakan kekuasaan politik.

Jenis

Macam – macam konstitusi
Menurut CF. Strong konstitusi terdiri dari:
Konstitusi tertulis (bahasa Inggris: documentary constitution atau written constitution) adalah aturan – aturan pokok dasar negara , bangunan negara dan tata negara, demikian juga aturan dasar lainnya yang mengatur perikehidupan suatu bangsa di dalam persekutuan hukum negara.
Konstitusi tidak tertulis / konvensi (bahasa Inggris: non-documentary constitution) adalah berupa kebiasaan ketatanegaraan yang sering timbul.

Adapun syarat – syarat konvensi adalah:

Diakui dan dipergunakan berulang – ulang dalam praktik penyelenggaraan negara.
Tidak bertentangan dengan UUD 1945.
Memperhatikan pelaksanaan UUD 1945.

Secara teoretis konstitusi dibedakan menjadi:

Konstitusi politik adalah berisi tentang norma- norma dalam penyelenggaraan negara, hubungan rakyat dengan pemerintah, hubungan antar lembaga negara.
Konstitusi sosial adalah konstitusi yang mengandung cita – cita sosial bangsa, rumusan filosofis negara, sistem sosial, sistem ekonomi, dan sistem politik yang ingin dikembangkan bangsa itu.

Berdasarkan sifat dari konstitusi yaitu:

Fleksibel / luwes apabila konstitusi / undang undang dasar memungkinkan untuk berubah sesuai dengan perkembangan.
Rigid / kaku apabila konstitusi / undang undang dasar jika sulit untuk diubah.

Unsur konstitusi

Unsur/substansi sebuah konstitusi yaitu

Menurut Sri Sumantri konstitusi berisi 3 hal pokok yaitu

Jaminan terhadap Ham dan warga negara.
Susunan ketatanegaraan yang bersifat fundamental.
Pembagian dan pembatasan tugas ketatanegaraan.

Menurut Miriam Budiarjo, konstitusi memuat tentang

Organisasi negara.
HAM.
Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum.
Cara perubahan konstitusi.

Menurut Koerniatmanto Soetopawiro, konstitusi berisi tentang

Pernyataan ideologis.
Pembagian kekuasaan negara.
Jaminan HAM (Hak Asasi Manusia).
Perubahan konstitusi.
Larangan perubahan konstitusi.

Parameter

Parameter terbentuknya pasal-pasal UU yaitu:

Agar suatu bentuk pemerintahan dapat dijalankan secara demokrasi dengan memperhatikan kepentingan rakyat.
Melindungi asas demokrasi.
Menciptakan kedaulatan tertinggi yang berada ditangan rakyat.
Untuk melaksanakan dasar negara.
Menentukan suatu hukum yang bersifat adil.

Kedudukan

Kedudukan konstitusi/UUD yaitu:

Dengan adanya UUD baik penguasa dapat mengetahui aturan / ketentuan pokok mendasar mengenai ketatanegaraan.
Sebagai hukum dasar.
Sebagai hukum yang tertinggi.

Perubahan konstitusi/UUD yaitu:

Secara revolusi, pemerintahan baru terbentuk sebagai hasil revolusi ini yang kadang – kadang membuat suatu UUD yang kemudian mendapat persetujuan dari para wakil rakyat. Secara evolusi, UUD/konstitusi berubah secara berangsur – angsur yang dapat menimbulkan suatu UUD yang baru, secara otomatis UUD yang lama tidak berlaku lagi.

Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi yaitu:

Keterkaitan antara dasar negara dengan konstitusi nampak pada gagasan dasar, cita – cita dan tujuan negara yang tertuang dalam pembukaan UUD suatu negara. Dasar negara sebagai pedoaman penyelenggaraan negara secara tertulis termuat dalam konstitusi suatu negara.

Keterkaitan konstitusi dengan UUD yaitu:

Konstitusi adalah hukum dasar tertulis dan tidak tertulis sedangkan UUD adalah hukum dasar tertulis. UUD memiliki sifat mengikat oleh karenanya makin elastik sifatnya aturan itui makin baik, konstitusi menyangkut cara suatu pemerintahan diselenggarakan.
Lihat pula

Daftar konstitusi nasional
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945

Referensi

^ lihat: Miriam Budiardjo, Miriam B dkk. Dasar-dasar ilmu politik, Gramedia Pustaka Utama (2003)
^ lihat: makalah Prof. Jimly Asshiddiqie, Perekonomian Nasional dan Kesejahteraan Sosial Menurut UUD 1945 serta Mahkamah Konstitusi

Pranala luar

(Inggris) Dictionary of the History of Ideas: Konstitutionalisme
(Inggris) International Constitutional Law: Terjemahan bahasa Inggris beberapa konstitusi nasional

Beberapa konstitusi nasional

Constitution Society – National Constitutions
Constitution of Brazil [PDF]
Constitution of Finland [PDF]
French constitutions (French)
Constitution of India
Constitution of Iran
Constitution of Italy (tidak lagi berfungsi) – In Italian (tidak lagi berfungsi)
Constitution of Japan
Constitution of Poland
Constitution of Russia
Constitution of Portugal (in Portuguese)
Constitution of Latvia – In Latvian
Constitution of Lithuania
(Swedia) riksdagen.se…regeringsform_sfs-1974-152 konstitusi Swedia
(Inggris) riksdagen.se…160628.pdf terjemahan konstitusi Swedia
(Inggris) U.S. Constitution – Annotated version of the United States Constitution
Constitution of Mexico (tidak lagi berfungsi)
Constitution of the People’s Republic of China
Constitution of Ireland

Konstitusi lainnya

Constitution of the Universe
Harvard Law School Target Shooting Club Constitution

13
Jul
18

Kenegarawanan : KepPres Hari Penetapan Konstitusi ProPancasila Indonesia 18 Agustus 1945

Logo MABINDO

Advokasi Kejoangan45

KEPPRES HARI PENETAPAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA 18 AGUSTUS 1945

MERDEKA.!

Kepada Yth Anak-anak Bangsa Pimpinan-pimpinan Lembaga Tinggi Negara dan Lembaga Negara serta Lembaga Propinsi Kabupaten Kota di seluruh Indonesia, ijinkanlah kami dari MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) dalam kesempatan yang baik ini, mengundang kebersamaannya untuk dapat berharap akan perkenan dari Bapak Presiden NKRI kiranya bersedia menerbitkan *KepPres Hari Penetapan Konstitusi ProPancasila indonesia 18 Agustus 1945*, berdasarkan

1) Menimbang bahwa keberdayaan KepPres No 24/2016 tentang Hari Lahir Pancasila‎ 1 Juni 1945 adalah penting ditindaklanjuti dengan keberdayaan daripada Konstitusi ProPancasila [BRI Th II, No 7, 1959 jo LNRI No 75/1959*] merujuk

http://www.kemendagri.go.id/media/documents/2016/08/03/k/e/keppres_no.24_th_2016.pdf

2) Mengingat bahwa keberdayaan *Jaridiri : 17 Doktrin Front Nasionalis45* perlu senantiasa dibudayakan

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/17/17-doktrin-front-nasionalis45/amp/

3)‎ Memperhatikan bahwa keberdayaan ke-45 Butir Pengamalan Pancasila [Tap MPRRI No 1/2003] agar dapat selalu lebih tepat manfaat diterapkan

4) Mencermati bahwa kebanggaan anak bangsa Indonesia memiliki sistim operasi kenegaraan yang mantap seperti Undang-Undang Dasar 1945 [BRI Tahoen II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959] adalah penting merujuk juga Butir-1 daripada 45 Sifat Karakter Bangsa yaitu *Bangga sebagai Bangsa Indonesia* [Pemantapan Wawasan Kebangsaan Dalam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, KemenKo PolHuKam 2016]

5) Memastikan saat Pembukaan Asian Games XVIIII pada 18 Agustus 2018, kepada mancanegara dapat ditunjukkan pula bahwa Indonesia telah memiliki Konstitusi Tertulis Berjatidiri Pro Pancasila yang berkarakter Kearifan Lokal Nusantara ‎sejak 18 Agustus 1945 yang lalu.

‎Jakarta, 12 Juli 2018

Tetap MERDEKA.!

Pandji R Hadinoto, MABINDO
Fungsionaris DHD45 Jakarta




Blog Stats

  • 3,681,705 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements