Archive Page 2

22
Jun
18

Kenegarawanan : Pengukuhan Konstitusi ProPancasila Indonesia

Penegak Proklamasi

Maklumat Kejoangan45

PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA

Pasca 20 Tahun Rezim Reformasi dan menjelang 5 Juli 2018 sebagai tonggak bersejarah 59 tahun berlakunya kembali UUD 1945 Naskah Asli [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959], maka di tahun politik 2018-2019 ini, MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) *atas nama bangsa Indonesia* prakarsai PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA guna pastikan keberadaan hukum positif UUD 1945 Naskah Asli termaksud diatas, dengan

Menimbang wacana PAKTA KEBANGSAAN PANCASILA INDONESIA sebagaimana MABINDO 27 Mei 2018

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945‎

Mengingat PENGAKUAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA 4 Juli 2017 oleh PPKI 2017 sebagai berikut‎

http://sinarharapan.net/2017/07/pengakuan-konstitusi-pro-pancasila-indonesia/

Memperhatikan aspirasi POLITIK KENEGARABANGSAAN PANCASILA INDONESIA 11 Januari 2017‎

http://www.rmol.co/read/2017/01/11/275871/Politik-Kenegarabangsaan-Pancasila-Indonesia-

‎Mencermati aspirasi PENEGAKAN DAULAT HUKUM PANCASILA INDONESIA. 16 Agustus 2017

https://jakarta45.wordpress.com/2017/08/20/kenegarawanan-penegakan-daulat-hukum-pancasila-indonesia/‎

Demikianlah PENGUKUHAN KONSTITUSI PROPANCASILA INDONESIA ini dipermaklumkan bagi semua *Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia* agar dapat bersama-sama mendukung dan mengusung sepenuhnya serta bersiap-siap merayakan *73 Tahun Peringatan Konstitusi ProPancasila Indonesia pada 18 Agustus 2018 yang akan datang (180818)*.

Jakarta, 22 Juni 2018

Salam Joang 45,

MABINDO,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Hans Suta Widhya, 3) Atja Soewangsa, 4) Santiamer, 5) Edos Chandra Firdaus‎, 6) Suryokoco Suryoputro, 7) Hari Setiawan, 8) Darmawan, 9) Letty Ismet, 10) Wicaksono, 11) Hartsa Mashirul, 12) Dede Nuriman, 13) Achmad Badawi, 14) Achmanu Arifin‎, 15) Surya P Simatupang, 16) Jacob Ereste, 17) Irwan Lubis

Permakluman oleh

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

Advertisements
19
Jun
18

Jatidiri : Pustaka Peradaban Indonesia

Logo BPK45

Publikasi Warga 45

PUSTAKA PERADABAN INDONESIA

‎Dalam kesempatan yang baik ini di bulan Syawal 1439H ijinkanlah MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) mengajak segenap komponen anak bangsa untuk ber-sama2 senantiasa menyempurnakan daftar Pustaka Peradaban Indonesia ini demi lebih memastikan Jalan Menuju Indonesia Berjaya 2045, dengan

Menimbang 45 Penjuru Karakter Bangsa Indonesia antara lain *Bangga sebagai Bangsa Indonesia* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2018/06/04/jatidiri-pancasila-kokohkan-pribadi-indonesianis/

Mengingat bahwa Kekinian Populasi Indonesia yang 260 juta atau 0,37% warga dunia ternyata berekam jejak cukup mengesankan sejak bersebutan Tatar Sunda, Nusantara dan kini Indonesia yang diakui peradaban dunia sebagaimana :

1) Puncak2 Keadaban di era Tatar Sunda antara lain ditandai oleh hadirnya prestasi kearifan lokal seperti situs Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat.

2) Di era Nusantara dikenali prestasi bangsa ‎seperti bangunan2 candi Dieng, Borobudur, Prambanan, Muara Jambi, jaringan perdagangan lintas benua oleh Sriwijaya, Kota Air Trowulan oleh Majapahit, Teknologi kapal layar kayu seperti Phinisi, seni budaya Musik Diatonik Gamelan, Perwayangan, keyakinan Ketuhanan Yang Maha Esa, sesanti Bhinneka Tunggal Ika, pasokan2 Kapur Barus Rempah2 (buah Pala, Cengkeh), Kayu Manis‎, Karet, Kopi, Teh, Tembakau, Hukum Dagang Laut Ammana Gappa‎, Emas, Perak, Tembaga, Kayu Jati, Minyak Kayu Putih, Kayu Cendana‎, dll

3) Di era Indonesia tercatat Konperensi Asia Afrika 1955, Bandung, Pancasila terpapar cemerlang di sidang PBB New York pada 30 September 1960‎, GANEFO 1963 di Jakarta, Wawasan Nusantara Negara Kepulauan, karya intelektual anak bangsa yang terpatenkan di dunia seperti teori keretakan badan pesawat terbang, sistim pondasi tanah lunak Cakar Ayam, sistim jaringan telekomunikasi 4,5 G, multi genre musik Dankdut, Kuliner dan Jamu Herbal Nusantara, Perikanan Darat‎an & Lautan, MiGas, MinerBa, Minyak Atsiri, dll

Memperhatikan bahwa dengan rentang kiprah yang panjang tersebut, Keadaban berabad Indonesia patut senantiasa dirawat dan dijaga keberadaannya‎ sebagai bagian daripada tonggak peradaban warga dunia pula kedepan.

Jakarta, 19 Juni 2018

MABINDO‎,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Hans Suta Widhya, 3) Atja Soewangsa, 4) Santiamer, 5) Edos Chandra Firdaus‎, 6) Suryokoco Suryoputro, 7) Hari Setiawan, 8) Darmawan, 9) Letty Ismet, 10) Wicaksono, 11) Hartsa Mashirul, 12) Dede Nuriman, 13) Achmad Badawi, 14) Achmanu Arifin‎, 15) Surya P Simatupang, 16) Jacob Ereste, 17) Irwan Lubis

Publikator,

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com‎

Sent from my BlackBerry 10 smartphone on the XL network.

cak nun mengungkap fakta sejarah ( TERNYATA ATLANTIS ADALAH INDONESIA ) !!!

Tonton ini! 5 Bukti Atlantis Ada di Indonesia – Nomor 3 Bikin Kaget (Misterinesia Eps. 05)

Atlantis Yang Hilang Kini Ditemukan

60 Evidence that Atlantis is in Indonesia

Renungan 03: Sejarah Sunda & Gunung Padang

Situs Gunung padang Akhirnya Terbongkar Sudah

TERKUAK Misteri Gunung Padang, Gunung Berbentuk Piramida Yang Berada Di Tanah Air..

PENAMPAKAN Dibalik Misteri Gunung Padang.

There are 3 Pyramids in Indonesia

Ternyata Bahasa Indonesia Terdapat dalam Al-Qur’an – Ustadz Adi Hidayat LC MA

ASAL USUL NAMA INDONESIA

INILAH SEJARAH 5 NAMA NEGARA KITA, SEBELUM NAMA INDONESIA

04
Jun
18

JATIDIRI : PANCASILA KOKOHKAN PRIBADI INDONESIANIS

Penegak Proklamasi

Suara Warga 45

PANCASILA KOKOHKAN PRIBADI INDONESIANIS

Pasca Perayaan Hari Lahir ke-73 Pancasila pada 1 Juni 2018 yang lalu di Gedung Pancasila, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, rilis MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) 27 Mei 2018 tentang Pakta Kebangsaan Indonesia yaitu

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

dengan kelengkapan data pendukung sebagai berikut

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945‎

dianggap perlu kiranya agar Komunitas-komunitas Anak Bangsa Indonesia ‎(KABINDO) dalam rangka mengusung wacana Pakta 27 Mei 2018 tersebut diatas berkenan perkuat diri dengan pola pikir *PANCASILA Kokohkan Pribadi Indonesianis* dapat turut mengamalkan ke-45 Penjuru Karakter Bangsa Indonesia ‎yakni

01) Bangga sebagai Bangsa Indonesia
02) Gotong Royong
03) Religius
04) Beradab
05) Menjaga Persatuan
06) Musyawarah Mufakat
07) Demokratis
08) Adil
09) Toleransi
10) Kerukunan
11) Pantang Menyerah
12) Rela Berkorban
13) Kerja Keras
14) Menghormati Orang yang Lebih Tua
15) Cinta Damai
16) Rasa Malu
17) Menjaga Kehormatan (Martabat)
18) Berpikir Positif
19) Tidak Merasa Rendah Diri
20) Rendah Hati
21) Santun
22) Ramah
23) Jujur
24) Bersahaja (Sederhana)
25) Disiplin
26) Setia (Loyal dan Patuh)
27) Sportif
28) Konsisten (Satu Kata dan Perbuatan)
29) Cinta Lingkungan
30) Cinta Seni dan Budaya
31) Berani
32) Siap Bersaing
33) Amanah
34) Selalu Mau Belajar
35) Terbuka
36) Riang Gembira
37) Kreatif
38) Mandiri
39) Tanggung Jawab
40) Peduli
41) Ikhlas
42) Kesetiawanan Sosial (Solidaritas Sosial)
43) Senantiasa Menjaga Kesehatan
44) Menonjolkan Kewajiban daripada Hak
45) Kerjasama

sebagaimana rujukan dari Pemantapan Wawasan Kebangsaan Dalam Persatuan Dan Kesatuan Bangsa [KemenKo B idang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Tahun 2016]

Jakarta, 5 Juni 2018

MABINDO,

Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

*RUMUSAN DASAR NEGARA*

A). Rumusan Pancasila oleh Muhammad Yamin (Sidang BPUPKI, 29 Mei 1945)
1. Peri Kebangsaan,
2. Peri Kemanusiaan,
3. Peri Ketuhanan,
4. Peri Kerakyatan, dan
5. Kesejahteraan Rakyat

B). Rumusan Mr. Soepomo (Sidang BPUPKI, 31 Mei 1945)
1. Persatuan
2. Kekeluargaan
3. Keseimbangan lahir dan batin
4. Musyawarah
5. Keadilan rakyat

*C). Rumusan Sukarno* (Sidang BPUPKI, 1 Juni 1945)
1. Kebangsaan Indonesia,
2. Internasionalisme,atau peri-kemanusiaan,
3. Mufakat atau demokrasi,
4. Kesejahteraan sosial,
5. KeTuhanan yang Maha Esa

Sukarno *mengatakan* lima dasar itu sebagai Pancasila. *Lima Sila itu dapat diperas menjadi Trisila,* yaitu:
*1. Sosio nasionalisme*
*2. Sosio demokrasi*
*3. Ketuhanan*

*Tiga sila* itu *dapat diperas lagi menjadi Ekasila*, yaitu: *Gotong Royong.*

D). Rumusan Piagam Jakarta (Rapat Panitia Sembilan BPUPKI, 22 Juni 1945)
Panitia Sembilan BPUPKI yang terdiri dari:
1. Ir. Soekarn0
2. Drs. Muh. Hatta
3. Mr. A.A. Maramis
4. K.H. Wachid Hasyim
5. Abdul Kahar Muzakkir
6. Abikusno Tjokrosujoso
7. H. Agus Salim
8. Mr. Ahmad Subardjo
9. Mr. Muh. Yamin
Melaksanakan rapat pada tanggal 22 Juni 1945 yang menghasilkan rumusan Hukum Dasar Negara dengan Preambule-nya. Rumusan Hukum Dasar Negara ini oleh Muhammad Yamin dinamakan Piagam Jakarta. Rumusan Pancasila di dalam Piagam Jakarta adalah:
1. Ketuhanan Dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam Bagi Pemeluk-Pemeluknya
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

E). Pancasila seperti tertuang di Pembukaan UUD 1945 alenia ke empat.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Rumusan Pembukaan UUD 1945 adalah konsep yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan BPUPKI yang sudah dikompromikan dengan perwakilan orang Bagian Timur pada sore hari tanggal 17 Agustus 1945, yaitu Sam Ratulangi, Latuharary, dan I Gusti Ketut Puja.

F). Rumusan seperti tertuang dalam UUD RIS 1949
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Perikemanusiaan
3. Kebangsaan
4. Kerakyatan
5. Keadilan Sosial

G). Rumusan seperti tertuang dalam UUD Sementara 1950
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Perikemanusiaan
3. Kebangsaan
4. Kerakyatan
5. Keadilan Sosial

h). Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Menyatakan berlakunya kembali UUD 1945. Piagam Jakarta 22 Juni 1945 menjiwai UUD 1945.

@prh/4Jun18

Sent from my iPhone

Keputusan Kenapa Hari Lahir Pancasila Diperingati Setiap 1 Juni
Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Elik Susanto
Jumat, 1 Juni 2018 09:33 WIB

TEMPO.CO, Jakarta – Pancasila merupakan ideologi, pandangan dan falsafah hidup yang harus dipedomani bangsa Indonesia. Melalui falsafah ini proses penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta cita-cita proklamasi kemerdekaan diwujudkan. Hari Lahir Pancasila telah ditetapkan pada 1 Juni di era pemerintahan Presiden Joko Widodo untuk diperingati setiap tahunnya.

Rumusan Pancasila pada awalnya dikemukakan oleh Presiden Pertama Sukarno dalam pidatonya di Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) pada 1 Juni 1945. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya bersumber dari keragaman budaya bangsa yang diakui secara bersama-sama.

Proses penggalian itulah dan kemudian dijadikan momentum untuk diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila oleh Presiden Jokowi. Bahwa pada 1 Juni sebagai hari lahir dasar dan ideologi negara, Pancasila. Ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Seperti dikutip dari Antara, dalam perjalanannya implementasi nilai-nilai Pancasila memerlukan pembinaan terus menerus melalui program yang terencana. Oleh karena itu, Presiden melalui Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 memutuskan pembentukan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila menjadi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau disingkat dengan BPIP. Badan ini dipimpin oleh Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Hari ini Jumat, 1 Juni 2018, Presiden Jokowi menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Presiden tiba di halaman gedung yang berlokasi di Jalan Pejambon, No. 6 pada sekitar pukul 08.00 WIB.

Sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga tinggi negara juga hadir dalam upacara sejak pukul 07.00 WIB. Para pejabat mengenakan pakaian tradisional dari sejumlah suku di Indonesia. Dalam acara itu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat khas Solo, Jawa Tengah berupa beskap hitam lengkap dengan blangkon.

Jokowi menjelaskan, Pancasila selama 73 tahun ini mampu bertahan di tengah serbuan ideologi lain yang berusaha untuk menggesernya. “Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhineka Tunggal Ika,” kata Jokowi dalam pidatonya di halaman Gedung Pancasila.

Presiden Jokowi menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila harus jadi momentum untuk mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk sama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian.

Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Ini Harus Jadi Momentum
Reporter: Ahmad Faiz Ibnu Sani
Editor: Rina Widiastuti
Jumat, 1 Juni 2018 09:11 WIB

Gedung Pancasila 1Jun18

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan Pancasila adalah berkah dari Tuhan Yang Maha Esa bagi bangsa Indonesia. Dia menyampaikan hal itu saat menyampaikan pidato di Hari Lahir Pancasila. Ia meyakini Pancasila selamanya akan terus ada di dalam nadi bangsa Indonesia.

Jokowi menjelaskan, Pancasila selama 73 tahun ini mampu bertahan di tengah serbuan ideologi lain yang berusaha menggesernya. “Selama 73 tahun Pancasila sudah menjadi rumah kita yang ber-Bhinneka Tunggal Ika,” kata Jokowi dalam pidatonya di halaman Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta, Jumat, 1 Juni 2018.

Jokowi mengatakan Pancasila lahir dari pergulatan pikiran para pendiri bangsa. Mereka yang terdiri atas berbagai kelompok mau duduk bersama dan menyepakati Pancasila sebagai pemersatu perbedaan.

“Pancasila berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh, yang menjadi fondasi dibangunnya Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” tuturnya.

Jokowi berujar peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum untuk mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Karena itu, ia mengajak semua pihak sama-sama mengamalkan Pancasila dalam keseharian.

“Semangat bersatu, berbagi, dan berprestasi akan meneguhkan derap langkah kita dalam membawa Indonesia menuju negara maju dan jaya,” ucap Jokowi.

Dalam acara ini Jokowi datang mengenakan baju adat khas suku Jawa berupa beskap dan blangkon. Adapun Kalla hanya mengenakan batik lengan panjang berwarna krem dan kopiah hitam.

Peringatan Hari Lahir Pancasila ini dihadiri Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Tri Sutrisno, dan Wakil Presiden ke-11 Boediono, serta para menteri Kabinet Kerja, keluarga pejuang perumus Pancasila, dan pemuka agama.

KartuNama45

28
May
18

POLITIK : PAKTA KEBANGSAAN PANCASILA INDONESIA

bela-pancasila-300x350

MOHON DOA RESTU

Marhaban Yaa Ramadhan

PAKTA KEBANGSAAN PANCASILA INDONESIA

Atas berkah rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan Keinginan yang Luhur, menyambut agenda nasional Silahturahmi Kebangsaan 1 Juni 2018 bertepatan dengan Perayaan 73 Tahun Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945, penting diperkaya oleh Pakta Kebangsaan Pancasila Indonesia ini

Menimbang‎ JatiDiri 17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS 45 sebagai berikut :

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/17/17-doktrin-front-nasionalis45/

yang adalah berperan utama/primer dikiprahkan bersama sebagai Tolok Ukur Nasional Strategik (TUNASS)

Mengingat bahwa Akta Pendirian Negara Republik Indonesia (NRI) itu Undang Undang Dasar 18 Agustus 1945 [BRI Th II No 7 / 1946 Jo LNRI No 75 / 1959] yang bila diubah menjadi Amandemen 1999-2002 [LNRI No 11-14 ‎/ 2006, http://ngada.org/ln/2006‎ , terunggah 2010, tercatat a.l. tanpa Pembukaan UUD 1945 dan tanpa Penjelasan UUD 1945] berarti sama dengan NRI berubah tanpa Jiwa dan Raga Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945, sehingga sejak 2002 sesungguhnya sudah bukan NRI sesuai Akta Pendiriannya tapi sudah Ganti NeoNRI sesuai dengan kehendak Politik NeoLib‎;

Memperhatikan bahwa situasi dan kondisi Batang Tubuh Konstitusi Tanpa Kepala (Pembukaan UUD 1945) dan Tanpa Kaki (Penjelasan UUD 1945) perlu diakhiri agar kapal Negara Kesatuan Republik Indonesia {NKRI) berlayar tidak oleng dan di-oleng2kan sekaligus hindari musibah karam dan kandas;

Maka melalui Pakta Kebangsaan Pancasila Indonesia ini diwacanai kebersamaan hadirkan Deklarasi/Proklamasi *UUD 1945 [BRI Th II No 7 / 1946 jo LNRI No 75 / 1959] Berlaku Kembali* atas nama Bangsa Indonesia (termasuk yang di lembaga tinggi negara dan lembaga negara terkait lanjut disusul pembentukan Panitia Penyempurna Konstitusi Indonesia untuk Adendum UUD 1945) demi Penegakan Konstitusi ProPancasila Indonesia seiring dengan kepentingan seluruh rakyat Indonesia dan keutuhan NKRI serta kekokohan Ketahanan Nasional berikut kemantapan Trilogi Pembangunan (Stabilitas, Pertumbuhan dan Pemerataan) menuju kearah kejayaan Indonesia 2045.

Pemastian UUD 1945 Asli diberlakukan diyakini pastikan platform operating system (o/s) kenegaraan yang kokoh atasi dinamika pergeseran (shifting) poleksosbud global yang serba cepat digerakkan teknologi digital.

Majelis Anak Bangsa Indonesia (MABINDO) berharap agar Pakta Kebangsaan Pancasila Indonesia ini ditanggapi konstruktif oleh para Pemangku Kepentingan ‎Pancasila Indonesia

‎Jakarta, 27 Mei 2018

MABINDO,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Hans Suta Widhya, 3) Atja Soewangsa, 4) Santiamer, 5) Edos Chandra Firdaus‎, 6) Suryokoco Suryoputro, 7) Hari Setiawan, 8) Darmawan, 9) Letty Ismet, 10) Wicaksono, 11) Hartsa Mashirul, 12) Dede Nuriman, 13) Achmad Badawi, 14) Achmanu Arifin‎, 15) Surya P Simatupang, 16) Jacob Ereste, 17) Irwan Lubis

Perilis :
Pandji R Hadinoto, FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com‎

MABINDO 27Mei18
https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945

Sent from my iPhone

KartuNama45

Era Berita / Nasional
25 Mei 2018 07:42 WIB
Intisari Islam dari Bung Karno untuk Indonesia
Sang proklamator, bapak Islam Nusantara

Jakarta, era.id – Perjuangan Presiden Soekarno menyatukan Indonesia melalui Pancasila sudah banyak dikisahkan. Bung Karno berhasil menggali nilai-nilai dalam Pancasila hingga menuntun Indonesia menjadi negara besar yang demokratis, rukun, dan toleran.

Menurut Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Hasibullah Satrawi, Bung Karno berhasil menghadirkan Islam Nusantara yang memadukan intisari ajaran Islam tanpa membuat RI menjadi negara Islam.

“Bung Karno adalah sosok Islam Nusantara yang berkemajuan,” kata Hasibullah, dalam seri diskusi Bung Karno dan Islam, yang digelar Megawati Institute, di Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Hasibullah menyampaikan, Bung Karno adalah seorang nasionalis yang sangat memahami Islam. Pemahaman Bung Karno terhadap Islam diterjemahkan dengan merangkul rakyat sejak masa penjajahan dan setelah Indonesia merdeka. Karena itu, kata Hasibullah, keliru jika Bung Karno dinilai jauh dari ajaran Islam.

Dia melanjutkan, Bung Karno mampu menyatukan rakyat Indonesia yang terdiri dari banyak suku dan agama. Bung Karno juga berperan besar menjaga semangat seluruh rakyat Indonesia mencapai kemerdekaan sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kalau bukan Bung Karno, mungkin kita (Indonesia) menjadi Madura sendiri, Jawa sendiri, Sumatera sendiri (tidak bersatu,” ungkap Hasibullah.

Baca Juga: Ketika Bung Karno Sahur Nasi Goreng Jelang Proklamasi

Diskusi Bung Karno dan Islam, yang digelar Megawati Institute, di Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018). (Diah/era.id)

Pemikiran-pemikiran Bung Karno, kata Hasibullah, berhasil meyakinkan tokoh-tokoh Islam pada saat itu untuk tidak menjadikan Indonesia sebagai negara Islam karena di dalamnya terdapat rakyat pemeluk agama lain dan ikut berjuang meraih kemerdekaan.

“Bung Karno merumuskan intisari ilmu (Islam), maka para tokoh Islam tidak mempersoalkan apakah menjadi negara Islam atau NKRI, yang penting norma (Islam-nya) hadir. Alasannya adalah mereka menyadari tidak ada sayu ayat Alquran yang eksplisit mengatakan umat Islam harus menegakkan negara Islam,” ungkap Hasibullah

Baca Juga: Soekarno Nyaris Tewas Ditembak

“Dengan fakta seperti ini, jangan pernah dibayangkan Indonesia lahir dari orang yang tidak paham agama. Bung Karno yang saat itu dianggap sebagai kelompok nasionalis sangat memperhatikan konsep, ruh, dan amalan Islam,” sambung dia.

Salah Kaprah “Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme”
Selasa, 13 Februari 2018 15:15

KIBLAT.NET, – Artikel ini berjudul “Kebangsaan Dalam Ancaman Liberalisme” (Judul sebenarnya yang dipilih penulis. Judul penayangan diubah karena pertimbangan redaksi -edt) terinspirasi dari meme yang tersebar—setidak-tidaknya diterima oleh penulis—, di mana terdapat undangan seminar yang diadakan oleh salah satu ormas Syiah mengusung tema “Kebangsaan Dalam Ancaman Islamisme.” Penulis menilai judul tersebut salah kaprah, karena sebenarnya yang mengancam realitas kehidupan kebangsaan kita hari ini adalah paham Liberalisme, yang diusung oleh sekelompok orang dan didukung penuh oleh lembaga funding asing, yang entah apa kepentingannya. Maka dari itu, perlu kembali permasalahan ini diangkat agar orang-orang tidak mislead (tersesat –edt) dengan upaya kaum liberal yang melakukan demonisasi gerakan umat Islam.

Suatu bangsa dalam perjalanan sejarah kehidupannya, pasti akan menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan, baik dari luar maupun dari dalam. Oleh karena itu dikenal konsep bernama Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional adalah kondisi dinamis yang terintegrasi dari kondisi tiap aspek kehidupan bangsa dan negara. Pada hakikatnya, Ketahanan Nasional adalah kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk menjamin kelangsungan hidup menuju kejayaan bangsa dan negara.

Antara Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional memiliki hubungan saling mengisi satu sama lain. Berhasilnya Pembangunan Nasional akan meningkatkan Ketahanan Nasional, selanjutnya Ketahanan Nasional yang tangguh akan mendorong Pembangunan Nasional. Sehingga, Pembangunan Nasional dengan Ketahanan Nasional tidak bisa dipisahkan. Ketahanan Nasional berbicara tentang bagaimana suatu bangsa menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang senantiasa mengancam, sedangkan Pembangunan Nasional dibicarakan bagaimana suatu bangsa berusaha mewujudkan tujuan nasional.

Salah satu tujuan nasional bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam mukadimah UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa”. Karenanya, pembangunan manusia Indonesia merupakan hal penting dalam konsep Pembangunan Nasional kita dan merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh. Di situlah peran pendidikan menjadi sangat sentral. Dalam Pasal 3 Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan di Indonesia secara jelas bertujuan membangun manusia yang “…beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

Namun dalam penerapannya, tujuan pendidikan yang sudah sangat baik, yakni mendidik manusia Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta memiliki akhlakul karimah, tidaklah berjalan semulus yang dipikirkan. Ini diakibatkan ulah segelintir kaum pseudo-intellectual yang membawa paham, yang memiliki daya rusak luar biasa pada keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa, begitu pula menghadang terbinanya akhlakul karimah dari Manusia Indonesia. Paham yang dibawa kaum pseudo-intellectual tersebut adalah paham Liberalisme!

Mereka yang terjangkit virus Liberalisme, umumnya hanya berkeinginan menghargai pemikiran bebas, bebas dari kepercayaan yang dianggap membelenggu kebebasan. Demi agenda tersebut, mereka tidak segan-segan menggugat ajaran syariat agama bahkan tidak pula segan menolak keyakinan teologis (baca: Aqidah), yang menurut mereka bertentangan dengan kebebasaan manusia. Manusia dijadikan ukuran semata (man is a measure of everything) tidak peduli nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, yang terpenting baik menurut kepentingan dirinya.

Belum lama ini, seorang dosen sebuah perguruan tinggi negeri yang cukup besar di Jakarta melecehkan hadits, yang merupakan sumber kedua dari ajaran Islam. Dia mengatakan, hadits tidak suci. Lebih dari itu, ia berpandangan jika Al-Qur’an yang merupakan sumber utama ajaran Islam tidak sesuai dengan kepentingan dirinya dan “dirasa” tidak menghargai kebebasan manusia, dengan mudah dia akan mengatakan Al-Qur’an tidak suci lagi. Karena, bagi mereka kaum liberal, yang sakral itu manusia. Selama Al-Qur’an mengakomodir kepentingan mereka maka mereka pun mengaminkan, tapi bila sebaliknya, kalau perlu, ajaran Al-Qur’an diinjak-injaknya.

Mereka (kaum liberal) mengatakan, Al-Qur’an produk budaya yang tidak lepas dari pengaruh sosio-kultural masa ketika Al-Qur’an diturunkan. Sehingga, bila bertentangan dengan kepentingan manusia saat ini, Al-Qur’an bisa direvisi. Inilah dalil yang mereka gunakan untuk membolehkan praktik LGBT. Mereka mengatakan, manusia bebas menentukan orientasi seksual. Syariat Islam lainnya juga menjadi korban “kebrutalan” kaum liberal ini, seperti jilbab, yang dianggap membelenggu hak wanita dalam berekspresi, agar supaya wanita dapat dengan bebas mengumbar auratnya.

Bahkan lebih ekstrem lagi, institusi perkawinan pun mereka gugat. Mereka mengatakan perkawinan adalah bagian dari kemerdekaan seseorang dalam menentukan untuk apa alat kelaminnya digunakan, apakah untuk bebas mencari kenikmatan maupun dijualnya demi mencari kekayaan. Singkatnya kembali lagi kepada kepentingan manusia selalu diatas kepentingan ajaran agama. Karena inti pemikiran Liberalisme adalah Individualisme yang dibangun oleh semangat Antroposentris, yang diambil dari sejarah Barat untuk menentang institusi gereja yang mewakili kekristenan pada masa reinassance.

Sungguh begitu banyak contoh-contoh kerusakan yang terjadi yang ditimbulkan paham liberalise, namun tidaklah mungkin dapat terangkum semuanya dalam artikel ini. Setidaknya contoh di atas dapat dijadikan sample bahwa kerusakan yang dibawa kaum pseudo-intellectual, yang mengusung liberalisme sangat merusak dan berbahaya serta merupakan ancaman bagi pembangunan manusia Indonesia, yang diharapkan memiliki kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlakul karimah. Lebih-lebih jika kita kaitkan dengan Dasar Negara Indonesia yakni Pancasila, yang sila pertama Ketuhanan yang Maha Esa. Ini menandakan bahwa sesungguhnya Indonesia sangat menjunjung tinggi ajaran agama, berbanding terbalik dengan kelakuan kaum liberal yang merendahkan agama.

Dapatlah dikatakan bahwa Liberalisme merupakan ancaman dari usaha Pembangunan Nasional. Bila dia adalah ancaman dari Pembangunan Nasional maka begitu pula dengan Ketahanan Nasional. Karena jika Pembangunan Nasional terhambat atau tidak tercapai maka dengan sendirinya Ketahanan Nasional pun akan melemah sehingga dengan mudahnya Indonesia menjadi bulan-bulanan kepentingan asing. Belum lagi realitas selama ini LSM-LSM yang mengkampanyekan paham Liberalisme biasanya selalu diguyur pendanaan asing, yang patut diwaspadai tujuan di baliknya. Maka tidaklah salah jika dikatakan kalau realitas kebangsaan kita saat ini dalam ancaman Liberlisme.

Umat Islam dan Ketahanan Nasional

Justru gerakan umat Islam, yang selama ini dituduh sebagai ancaman bangsa, ikut membantu mewujudkan program pembangunan nasional bahkan ikut aktif memperkuat ketahanan nasional. Bila ketahanan nasional berbicara tentang bagaimana suatu bangsa menghadapi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang senantiasa dapat mendatanginya, dalam hal moralitas maka ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ditimbulkan oleh tindakan-tindakan maksiat atau penyakit masyarakat seperti narkoba, minuman keras, pornografi, perjudian, aliran sesat dan lainnya.

Dalam Islam sendiri, Allah SWT menjelaskan kepada kita lewat Al Qur’an tentang konsep ketahanan nasional dalam Islam, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (QS Ali ‘Imran; 110)

Allah SWT dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa suatu bangsa yang besar, hebat, kuat dsb, yang Allah SWT bahasakan sebagai “Khairu Ummah” atau “umat yang terbaik” itu dibangun di atas dasar komponen bangsa yang selalu menyerukan kebenaran, dan mencegah segala bentuk kemunkaran dan yang paling penting adalah munculnya kesadaran ideologis yang selalu mengusahakan diri untuk selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Inilah konsep ketahanan nasional yang Allah SWT terangkan secara singkat jelas dan padat. Inilah syarat suatu bangsa dapat menjadi bangsa yang kuat. Sehingga tidak mungkin umat Islam menjadi ancaman bagi bangsa, justru sebaliknya memperkuat Ketahanan Nasional bangsa Indonesia. Wallahu a’lam bisshowab

Penulis: Ali Alatas, SH (Ketua Umum PP Front Mahasiswa Islam)
Editor: Hunef Ibrahim

17
May
18

JATIDIRI : 17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS 45

Logo FN45

Marhaban Yaa Ramadhan

17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS45‎ (FN45)

Dalam rangka turut serta PEMANTAPAN KEBANGSAAN PANCASILA INDONESIA‎ memasuki 1 Ramadhan 1439H serta menyambut 20 Tahun Rezim Reformasi 19 Mei 1998 pada tanggal 19 Mei 2018 dan 110 Tahun Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908 pada tanggal 20 Mei 2018 serta menjelang Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 pada 1 Juni 2018 yang akan datang maka ijinkanlah ke-17 DOKTRIN FRONT NASIONALIS 45 ini dirilis dengan iktikad baik demi keutuhan NKRI berkelanjutan sebagai berikut :

1) Doktrin Bendera Kebangsaan Indonesia, MERAH PUTIH

2) Doktrin SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 1928

‎3) Doktrin INDONESIA RAYA [WR Supratman, 1928]

4) Doktrin Proklamasi INDONESIA MERDEKA 17 Agustus 1945

5) Doktrin KONSTITUSI Negara Republik Indonesia 18 Agustus 1945

6) Doktrin GARUDA PANCASILA bersesanti BHINNEKA TUNGGAL IKA [1950]

7) Doktrin WAWASAN NUSANTARA 13 Desember 1957

8) Doktrin TRISAKTI 17 Agustus 1964 [Pidato Kenegaraan Presiden Soekarno]

9)‎ Doktrin PANCASILA Dasar Negara [Tap MPRRI No XVIII/1998]

10) Doktrin 45 Butir Pengamalan PANCASILA [Tap MPRRI No I/2003]

11) Doktrin RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)

https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/

12). Doktrin POLITIK TRILOGI 17845

https://jakarta45.wordpress.com/politik-negarawan-17845/‎

13) Doktrin 45 Butir Budaya Ke-Indonesia-an, Yayasan Suluh Nusantara Bhakti [2017]

14) Doktrin 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia [15 Agustus 2017]

https://jakarta45.wordpress.com/17-penjuru-performa-kenegaraan-indonesia/‎

‎15) Doktrin TIGA PILAR TATANILAI KENEGARAWANAN

https://jakarta45.wordpress.com/2008/11/21/tiga-pilar-tatanilai-kenegarawanan-2/‎

16) Doktrin ‎Resimen Mahasiswa Indonesia 9

16.1) PANCA DHARMA SATYA

http://menwaiainsu.blogspot.co.id/‎

‎16.2) WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDA

https://kioslambang.wordpress.com/2011/07/16/arti-lambang-resimen-mahasiswa-menwa/‎

17) Doktrin Pramuka, DASA DHARMA

https://id.wikipedia.org/wiki/Dasa_Dharma

agar dapat digunakan jadi TOLOK UKUR NASIONAL STRATEGIK (TUNASS) dalam rangka melakukan evaluasi menyeluruh atas kinerja kenegaraan di era rezim Reformasi 1998 – 2018 yang hasilnya dapat jadi rujukan bagi para PEMANGKU KENEGARAWANAN PANCASILA INDONESIA di era 20 tahun ke depan, sekaligus memberi nilai tambah konstruktif bagi isu2 seperti diungkap pada :

http://sr-indonesia.com/read/what-s-holding-indonesians-back-themselves#

Selanjutnya diucapkan Selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan 1439H ini dan ijinkanlah kami juga mohonkan maaf lahir bathin atas segala kekhilafan baik sengaja maupun tidak sengaja selama ini

Jakarta, 17 Mei 2018

Pandji R Hadinoto FN45
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

KartuNama45

23
Mar
18

DOKTRIN POLITIK KEADILAN SOSIAL PANCASILA

Logo GPA45

Suara Warga 45

DOKTRIN POLITIK KEADILAN SOSIAL‎ PANCASILA‎

Mencermati bahwa FGD 21 Maret 2018 membahas topik Rekomendasi Kebijakan Politik Ekonomi Indonesia – China dan memperhatikan bahwa Politik *Sosialisme dengan karakteristik Cina* ditegaskan Amandemen Konstitusi RRT 11 Maret 2018, [Gatra 21 Maret 2018] maka pihak Indonesia kini & esok sungguh tepat imbanginya dengan Politik *Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia* [Pembukaan UUD 1945] yang dikenali terjabarkan dalam Tap MPR No 1/2003 sebagai berikut :
‎1) Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2) Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4) Menghormati hak orang lain.
5) Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
6) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
7) Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
8) Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
9) Suka bekerja keras.
10) Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
11) Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Dan sebagai Rekayasa Politik Ekonomi Sosial Budaya yang dikembangkan berkelanjutan perkokoh dengan gagasan Politik Integrasi Nasional [DR Saafroeddin Bahar] yang berdukungan muatan lokal seperti *Doktrin Politik Kesatuan Bangsa (PolKesBang) Korps Indonesianis* antara lain :

1) Doktrin INDONESIA RAYA [WR Supratman, 1928]

2) Doktrin GARUDA PANCASILA bersesanti BHINNEKA TUNGGAL IKA [1950]

3) Doktrin RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)

https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/

4). Doktrin POLITIK TRILOGI 17845 https://jakarta45.wordpress.com/politik-negarawan-17845/

5) Doktrin 45 Butir Budaya Ke-Indonesia-an, Yayasan Suluh Nusantara Bhakti [2017]

6) Doktrin 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia [15 Agustus 2017]

https://jakarta45.wordpress.com/17-penjuru-performa-kenegaraan-indonesia/

‎7) Doktrin TIGA PILAR TATANILAI KENEGARAWANAN

https://jakarta45.wordpress.com/2008/11/21/tiga-pilar-tatanilai-kenegarawanan-2/

8) Doktrin ‎Resimen Mahasiswa Indonesia

8.1) PANCA DHARMA SATYA

http://menwaiainsu.blogspot.co.id/
‎8.2) WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDA

https://kioslambang.wordpress.com/2011/07/16/arti-lambang-resimen-mahasiswa-menwa/

9) Doktrin Pramuka, DASA DHARMA

https://id.wikipedia.org/wiki/Dasa_Dharma‎
Sebagai *Strategi Nasional*, Doktrin2 diatas diyakini akan mampu membentengi kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia Kini & Esok yang berciri geografis Negara Kepulauan berskala populasi 250 juta yang hidup berdampingan dengan ragam kepentingan Negara Daratan Republik Rakyat Tiongkok yang berskala populasi 1,3 Milyar plus jaringan terstruktur Perantauannya di mancanegara.

Catatan : Secara umum, doktrin adalah sebuah ajaran yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya dengan tujuan tertentu. Doktrin biasa diberikan untuk memberikan karakter khusus dan khas kepada suatu golongan tertentu. Contoh doktrin secara umum adalah doktrin yang diberikan dan diajarkan kepada anggota TNI agar senantiasa setia kepada Pancasila dan NKRI.

Jakarta, 22 Maret 2018

Pandji R Hadinoto
Fungsionaris DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

28
Feb
18

Kenegarawanan : SAPTA DOKTRIN KORPS INDONESIA

Logo PEMUDA Indonesia

Advokasi Kejoangan45

*SAPTA DOKTRIN KORPS INDONESIANIS (DKI)*

1) Doktrin RESOLUSI 1 JANUARI 2018 : TEGAKKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)
https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/

2). Doktrin POLITIK TRILOGI 17845 https://jakarta45.wordpress.com/politik-negarawan-17845/

3) Doktrin 45 Butir Budaya Ke-Indonesia-an, Yayasan Suluh Nusantara Bhakti [2017]

4) Doktrin 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia
https://jakarta45.wordpress.com/17-penjuru-performa-kenegaraan-indonesia/

‎5) Doktrin TIGA PILAR TATA KENEGARAWANAN https://jakarta45.wordpress.com/2008/11/21/tiga-pilar-tatanilai-kenegarawanan-2/

6) Doktrin ‎Resimen Mahasiswa Indonesia

6.1) PANCA DHARMA SATYA

http://menwaiainsu.blogspot.co.id/
‎6.2) WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDA

https://kioslambang.wordpress.com/2011/07/16/arti-lambang-resimen-mahasiswa-menwa/

7) Doktrin Pramuka, DASA DHARMA

https://id.wikipedia.org/wiki/Dasa_Dharma‎
Catatan : Secara umum, doktrin adalah sebuah ajaran yang diberikan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seseorang atau sekelompok orang lainnya dengan tujuan tertentu. Doktrin biasa diberikan untuk memberikan karakter khusus dan khas kepada suatu golongan tertentu. Contoh doktrin secara umum adalah doktrin yang diberikan dan diajarkan kepada anggota TNI agar senantiasa setia kepada Pancasila dan NKRI.

Jakarta, 27 Pebruari 2018

Pandji R Hadinoto
Fungsionaris DHD45 Jkt
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,621,614 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements