https://jakarta45.files.wordpress.com/2012/02/pkp-1945-_033.jpg?w=655

Strategi Budaya Indonesia Mulia

Pandji R Hadinoto (X)

Tanggal 1 Maret 1949 dikenang dengan peristiwa heroik yaitu Serangan Oemoem TNI kuasai 6 jam kota Jogjakarta yang memberikan fakta kepada dunia kala itu bahwa Republik Indonesia masih eksis sehingga mendorong diselenggarakannya Konperensi Meja Bundar yang lalu berujung pengakuan Indonesia Berdaulat 27 Desember 1949. Artinya sebagai peristiwa, hal itu mencerminkan budaya kejoangan khas bangsa Indonesia dalam menyatakan jatidirinya, yaitu Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.
Dalam konteks bersejarah itulah, maka ditengah kegalauan berbagai peristiwa dunia dan dalam negeri terkini, adalah tepat pula sekiranya bangsa Indonesia kembali menunjukkan jatidirinya antara lain dalam bentuk tekad Indonesia Mulia sebagaimana digagas 80 tahun yang lalu oleh dr Soetomo, pahlawan nasional yang juga adalah pendiri Boedi Oetomo 1908, berwujud Strategi Budaya Indonesia Mulia 1 Maret 2012, yang dapat berkerangka sebagai berikut :
Strategi 7 (tujuh) Sehat [Pandji R Hadinoto], dalam konteks Tubuh Negara-Bangsa yakni 1. Sehat Bermasyarakat, 2. Sehat Berbangsa, 3. Sehat Bernegara, 4. Sehat Politik Hukum Perundang-undangan, dan dalam konteks Tubuh Manusia yaitu 5. Sehat Logika/Nalar, 6. Sehat Rohani/Jiwa, 7. Sehat Jasmani/Raga;
Strategi 7 (tujuh) Ketahanan Bangsa [alm HR Soeprapto] yaitu 1. Kehidupan Agama tidak Rawan, 2. Kehidupan Ideologi tidak Retak, 3. Kehidupan Politik tidak Resah, 4. Kehidupan Ekonomi tidak Ganas, 5. Kehidupan Sosial Budaya tidak Pudar, 6. Kehidupan HanKamNas tidak Lengah, 7. Kehidupan Lingkungan tidak Gersang;
Strategi 7 (tujuh) Kemenangan Hidup [Gus Sholeh] yakni 1. Yang tetap Sejuk ditempat yang Panas, 2. Yang tetap Manis ditempat yang Pahit, 3. Yang tetap Merasa Kecil walau telah menjadi Besar, 4. Yang tetap Tenang ditengah Badai yang Dahsyat, 5. Yang tetap berSyukur atas segala Karunia-Nya, 6. Yang tetap Istiqomah di Jalan-Nya, 7. Yang tetap menggantungkan harapan hanya kepada Tuhannya
Tradisi berlatar belakang kesejarahan yang telah terbukti berujung kepada peristiwa hukum sesungguhnya dapat saja diberlakukan sebagai pernyataan budaya hukum yaitu sikap2 dan nilai2 yang berhubungan dengan hukum bersama, ber-sama2 dengan sikap2 dan nilai2 yang terkait dengan tingkah laku yang berhubungan dengan hukum dan lembaga2-nya, baik secara positif maupun negatif. Dalam pengertian tradisi budaya hukum itulah, maka Strategi Budaya Indonesia Mulia 1 Maret 2012 patut diyakini dan diharapkan berkemampuan cukup dalam turut serta menyumbangkan perangkat lunak bagi pembangunan watak Negara-bangsa menuju Indonesia Berjaya berdasarkan Pancasila yang adalah falsafah, jatidiri dan pandangan hidup bangsa, ideologi dan dasar Negara, sumber daripada segala sumber hukum, dan juga dipahami sangat boleh jadi adalah mercusuar dunia.
Jakarta, 1 Maret 2011
(X) Deklarator, Penegak Konstitusi Proklamasi 1945 [17Peb12]
eMail : pkp1945@yahoo.com

PENEGAK KONSTITUSI PROKLAMASI 1945

PERNYATAAN KEBULATAN TEKAD

Atas berkat rakhmat Tuhan Yang Maha Esa, pada hari ini, Jumat tanggal 17 Pebruari 2012, kami yang bertandatangan dibawah ini bertekad melaksanakan amanat yang tertuang dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 sepenuhnya.

Kebulatan tekad ini diyakini setelah mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

a. bahwa ketika bangsa Indonesia ingin menetapkan dasar Negara dalam sidang2 konstituante tahun 1955 sampai dengan 1959, terjadilah polarisasi pendapat tentang dasar Negara yang tidak dapat dipertemukan, sehingga keluarlah Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang menetapkan kembali kepada Undang Undang Dasar 1945;

b. bahwa pada era permulaan reformasi 1998, Undang Undang Dasar 1945 tersebut diatas telah dirubah sebanyak 4 (empat) kali antara tahun 1999 sampai dengan tahun 2002, ternyata dalam pelaksanaannya banyak menimbulkan dampak yang membawa perpecahan pendapat, perpecahan bangsa, yang selanjutnya membuat bangsa Indonesia mundur dalam segala aspek kehidupan (multi dimensi);

c. bahwa pengalaman mengelola Negara bangsa melalui multi partai politik seperti terjadi pada era pemerintahan Presiden Soekarno dan sekarang diulangi lagi pada era reformasi ini ternyata tidak dapat membawa kehidupan bangsa seperti yang dikehendaki oleh amanat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945 yaitu masyarakat yang adil dan makmur, sejahtera lahir dan batin;

d. bahwa kini kerusakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sudah pada titik kritis yang dapat membawa kehancuran bangsa;

e. bahwa oleh karena akar masalah pengelolaan Negara yang berakibat negatif tersebut diatas terletak  pada Undang-Undang Dasar 2002 terutama Pasal 33, dan Pasal 33 inilah yang seharusnya segera dibatalkan dan diberlakukan kembali Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945 yang ditetapkan dan disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945;

f. bahwa pemberlakuan Pasal 33 Undang Undang Dasar 1945 tanggal 18 Agustus 1945 itu tidak terlepas dari Politika Adendum Undang Undang Dasar 1945 yang sedang diperjuangkan berdasarkan pemberdayaan kembali Undang-Undang Dasar 1945 [Lembaran Negara Republik Indonesia No. 75, 1959] yang jelas berlandaskan Pancasila, maka dengan demikian bangsa Indonesia lebih mampu mengelola Negara lebih baik dengan dinamika yang tinggi, aman dan damai sehingga Ketahanan Bangsa dan Negara terjamin terus menerus serta berkemampuan mengakomodasi perkembangan jaman tanpa meninggalkan karakter bangsa;

Oleh karena itulah, demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tegak serta kuatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ditengah-tengah Negara-negara bangsa di dunia, maka peran serta segenap komponen bangsa sangat diperlukan, baik organisasi-organisasi kemasyarakatan, lembaga-lembaga negara maupun perorangan, dalam rangka melaksanakan amanat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, diserukan antara lain turut serta menandatangani pernyataan kebulatan tekad ini secara sadar, ikhlas, dan keluhuran budi.

Jakarta, Jum’at Legi, 17 Pebruari 2012

Deklarator dan pendukung,

Pitoyo / Pandji R Hadinoto / Sishendarwati / Hadi M / Paulus Pase / M Kasim Ramli / Topek Martopo S


1 Response to “Budaya Indonesia Mulia”


  1. October 13, 2012 at 6:08 am

    selamat ya buat perjuannganya… saluttt tapi mungkinkah bisa mengalahkan liberalisme diindonesia ????
    sekarang ini banyak dari kalangan muda yang mudah sekali terdoktrin ilmiah dengan liberalisme sedangkan nasionalisme dipandang sebelah mata oleh generasi muda buktinya generasi muda banyak yang males mengikuti upacara, justru terppaksa untuk ikut upacara karena di absen.
    ayo buktikan perjuangan kalian !!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Blog Stats

  • 3,173,858 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: