Archive for January, 2015

30
Jan
15

Kebudayaan : Budi Pekerti Jatidiri Kepribadian Bangsa

Sabda Pandita Ratu

Sebuah Refleksi Jatidiri Pemimpin

27 Januari 2015 17:35 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional 

Foto: artkimianto

 SABDA PANDHITA RATU TAN KENA WOLA-WALI. Ungkapan ini rasa-rasanya telah melekat dalam keseharian masyarakat Jawa. Apalagi jika dikaitkan dengan kepemimpinan, ungkapan ini begitu tepat menohok pada kepribadian seorang pemimpin, terutama dalam sikapnya ketika mengambil sebuah kebijakan.

Sabda Pandita Ratu adalah ucapan pimpinan yang seharusnya menjadi harapan rakyat kepada mereka. Ratu dan Pandita merupakan sebuah kesatuan. Seorang pemimpin harus mampu menyeimbangkan diri baik dalam aspek spiritual maupun material, dan inilah yang menjadikan beratnya tanggung jawab sebagai seorang pemimpin. Terlebih dengan ungkapan “Sabda brahmana raja sepisan dadi tan kena wola-wali” yang bermakna, ucapan pendeta atau raja atau lebih tepatnya seorang pemimpin, tidak boleh mencla-mencle. Apa yang diucapkan, menjadi pegangan bagi rakyatnya. Apa yang telah dikatakan, menjadi pegangan dari semua pihak, bahwa apa yang diucapkannya itu akan dilaksanakan. Bayangkan saja bila seorang pimpinan bersikap mencla-mencle pada apa yang diutarakan? Tak hanya membingungkan rakyatnya, namun juga akan merusak citra dirinya.

Untuk itulah, seorang pemimpin juga harus memegang prinsip berbudi bawa leksana. Berbudi bawa leksana dapat berarti, mempunyai sifat teguh memegang janji, setia pada janji, atau secara harafiah,  bawa leksana dapat juga diartikan sebagai satunya kata dan perbuatan. Untuk berucap, seorang pemimpin  harus benar-benar berhati-hati, mengingat ia harus bawa leksana, atau sama dalam ucapan dan tindakan.

Itu sebabnya, masyarakat Jawa sangat memperhatikan deduga,prayoga, watara dan reringa, sebelum mengucapkan kata demi kata. Apalagi bagi seorang pemimpin yang “sepisan dadi tan kena wola-wali”. Maka benarlah yang memberi penegasan, sabda pandita ratu memiliki resiko yang tak kecil. Tanggung jawab yang diemban teramat besar. Sepantasnyalah, seorang pemimpin harus selalu memikirkan secara jernih dan bijak apapun, dalam situasi apapun, sehingga bijaklah setiap apa yang terlontar dari mulut penguasa. Ajining diri gumantung ana ing lathi.

(Fadhil Nugroho/CN41)

Hasta Brata, Luhurnya Konsep Kepemimpinan Jawa

26 Januari 2015 18:28 WIB Category: Budaya jawa, Pringgitan, Tradisional 

Click Here

bima

Pemimpin yang menguasai sifat Angin adalah ia yang selalu terukur bicaranya (tidak asal ngomong), setiap perkataannya selalu disertai argumentasi serta dilengkapi data dan fakta. Dengan demikian, pemimpin yang menguasai sifat Angin ini akan selalu melakukan check and recheck sebelum berbicara atau mengambil keputusan…

HASTA BRATA berasal dari bahasa Sansekerta. Hasta artinya delapan dan Brata yaitu perilaku atau tindakan pengendalian diri. Hasta Brata melambangkan kepemimpinan dalam delapan unsur alam, yakni bumi, matahari, api, samudra, langit, angin, bulan, dan bintang. Tiap unsur Hasta Brata mengartikan tiap karakteristik ideal dari seorang pemimpin.

Ilmu Hasta Brata tergolong ajaran yang sangat tua, mulai diperkenalkan melalui lakon pewayangan Wahyu Makutharama. Istilah Hasta Brata berasal dari kitab Hindu berbahasa Sansekerta “Manawa Dharma Sastra”. Konsep Hasta Brata dalam kitab tersebut menyiratkan bahwa pemimpin bertindak sesuai dengan karakter para dewa. Hasta Brata pun menjadi tolok ukur sebuah kepemimpinan di masa itu.

Konon, pemimpin yang menguasai ilmu Hasta Brata ini akan mampu melakukan internalisasi diri (pengejawantahan) ke dalam delapan sifat agung tersebut. Dalam beberapa literatur juga disebutkan bahwa delapan sifat alam ini mewakili simbol kearifan dan kebesaran Sang Pencipta.

Yasadipura I (1729-1803 M), pujangga keraton Surakarta menuliskan Hasta Brata sebagai delapan prinsip kepemimpinan sosial yang meniru filosofi atau sifat alam, yaitu:

  1. Mahambeg Mring Kismo (meniru sifat bumi). Bumi diibaratkan sebagai ibu pertiwi. Sebagai ibu pertiwi, bumi memiliki peran sebagai ibu, yang memiliki sifat keibuan, yang harus memelihara dan menjadi pengasuh, pemomong, dan pengayom bagi makhluk yang hidup di bumi. Implementasinya adalah, kalau sanggup menjadi pemimpin, maka ia harus mampu mengayomi dan melindungi anak buahnya. Ada juga yang menerjemahkan sifat Bumi sebagai sifat seorang yang suka memberikan perhatian kepada fakir miskin, dan kaum lemah. Seorang pemimpin yang menguasai sifat Bumi akan mengarahkan kekuasaannya untuk mensejahterakan rakyat dan mengentaskan kemiskinan.
  2. Mahambeg Mring Warih (meniru sifat air). Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan siapapun termasuk pengikutnya (adaptif). Air selalu mengalir ke bawah, artinya pemimpin harus memperhatikan potensi, kebutuhan dan kepentingan pengikutnya, bukan mengikuti kebutuhan atasannya. Pemimpin juga harus menjadi sosok yang membuka mata dan pikiran secara luas. Seorang pemimpin harus bersedia menerima pendapat dari bawahan dan memikirkan baik-baik semua pendapat yang ada.
  3. Mahambeg Mring Samirono (meniru sifat angin). Pemimpin yang menguasai sifat Angin adalah ia yang selalu terukur bicaranya (tidak asal ngomong), setiap perkataannya selalu disertai argumentasi serta dilengkapi data dan fakta. Dengan demikian, pemimpin yang menguasai sifat Angin ini akan selalu melakukan check and recheck sebelum berbicara atau mengambil keputusan.
  4. Mahambeg Mring Condro (meniru sifat bulan). dalam memperlakukan anak buahnya, seorang pemimpin harus dilandasi oleh aspek-aspek sosio-emosional. Pemimpin harus memperhatikan harkat dan martabat pengikutnya sebagai sesama, atau nguwongke. Ia juga harus menjadi penuntun dan memberikan pencerahan kepada rakyatnya. Oleh karena itu pemimpin seperti ini memahami dan mengamalkan ajaran luhur yang terkandung dalam agama (religiusitas) dan menjunjung tinggi moralitas. Sifat bulan ini diterapkan oleh raja-raja Mataram, salah satu tandanya adalah dengan memberikan status/posisi kepada Sultan Hamengku Buwono sebagai Senopati Ing Ngalogo Ngabdurrohman Sayidin Panoto Gomo Kalifatullah.
  5. Mahambeg Mring Suryo (meniru sifat matahari). Seorang pemimpin yang menguasai sifat Matahari harus mampu memberikan inspirasi dan semangat kepada rakyatnya untuk menyelesaikan segala persoalan yang dihadapi. Energi positif seorang pemimpin dapat memberi petunjuk dan solusi atas masalah yang dihadapi rakyatnya.
  6. Mahambeg Mring Samodra (meniru sifat laut/samudra). Seorang pemimpin hendaknya mempunyai keluasan hati dan pandangan, dapat menampung semua aspirasi dari siapa saja, dengan penuh kesabaran, kasih sayang, dan pengertian terhadap rakyatnya.  Pemimpin harus memiliki wawasan yang luas dan dalam, seluas dan sedalam samudra.
  7. Mahambeg Mring Wukir (meniru sifat gunung). Layaknya sifat gunung yang teguh dan kokoh, seorang pemimpin harus memiliki keteguhan-kekuatan fisik dan psikis serta tidak mudah menyerah untuk membela kebenaran maupun membela rakyatnya.
  8. Mahambeg Mring Dahono (meniru sifat api). Seorang pemimpin yang menguasai sifat Api adalah ia yang cekatan dan tuntas dalam menyelesaikan persoalan. Juga selalu konsisten dan objektif dalam menegakkan aturan, tegas, tidak pandang bulu dan objektif, serta tidak memihak.

Kedelapan ajaran luhur ini sudah semestinya menjadi pepeling para pemimpin untuk selalu eling dan waspada. Apabila seluruh elemen alam mampu dikuasai seorang pemimpin, negeri yang gemah ripah loh jinawi pun, tak pelak akan seutuhnya tercapai.
(Fadhil Nugroho/CN41)

30
Jan
15

Kenegarawanan : Petisi TRIPAKTA GASAKNAS

Petisi TRIPAKTA GASAKNAS

Rabu, 28 Januari 2015 – 10:30 WIB

Suara Pembaca:
Petisi TRiPAKTA GASAKNAS

Mencermati uraian Presiden Joko Widodo di MetroTV pada tanggal 27 Januari 2015 pukul 20:00 WIB tentang kenaikan anggaran proyek-proyek infrastruktur yang naik jumlahnya dari Rp 190 Trilyun menjadi sebesar Rp 290 Trilyun di RAPBN-P 2015, maka dipandang perlu dikawal dan diamankan sedemikian rupa guna peningkatan efisiensi pengelolaan proyek.

Untuk itu, komitmen para pelaku dan pengelola proyek perlu ditingkatkan dari format Pakta Integritas di era pemerintahan yang lalu menjadi format TRIPAKTA (Tiga Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir) yang berupa tata-nilai ikatan janji sebagai berikut: (a) Tidak mengingkari Konstitusi; (b) Tidak korupsi terhadap nilai-nilai Pancasila dan amanat Pembukaan Undang Undang Dasar 1945; dan (c) Tidak korupsi terhadap APBN dan/atau APBD, BUMN dan/ atau BUMD baik kepemilikan maupun keuangan, serta uang hasil pajak yang dipungut dari rakyat.

TRIPAKTA semula adalah tata-nilai opersionil GASAKNAS yang telah dibudayakan sejak tanggal 9 Desember 2010, namun kini dirasakan perlu untuk diajukan juga sebagai materi Revolusi Mental di dunia konstruksi dan pembangunan infrastruktur.

GASAKNAS menyarankan kepada Pemerintah agar TRIPAKTA ini bersifat mengikat secara hukum yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan dapat dikembangkan kiprahnya pada pengelolaan satuan-satuan mata anggaran lain di APBN dan APBD.

Jakarta, 28 Januari 2015

Tim-11 GASAKNAS (Gerakan Anti Suap dan Anti Korupsi Nasional )

Pandji R Hadinoto, Arief Sofiyanto, Greg Wisnu Rosariastoko, Andre Lukman, Indra Hernawan, Agus Surya, Hartsa M, Imam Bogie Yudhaswara, Suryo Susilo, Vayireh Sitohang, Lasman Siahaan.
Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-petisi-tripakta-gasaknas.html#ixzz3QGzYbLmE

Mahasiswa Desak Pentolan KPK Penjarakan Budi Gunawan

Jumat, 16 Januari 2015 – 18:26 WIB

 

Jakarta – Dukungan kepada KPK untuk menahan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan terus mengalir. Mahasiswa Universitas Bung Karno yang menamakan diri mereka pergerakan mahasiswa merah putih (PMMP) hari ini, melakukan aksi unjuk rasa untuk mendukung Abraham Cs.

“KPK harus konsisten dalam penanganan kasus Kapolri Budi Gunawan. Jangan Takut dengan Jokowi. KPK harus tangkap dan adili para koruptor tanpa pandang bulu,” teriak orator unjuk rasa di depan Gedung KPK, Jakarta, Jumat (16/1/2015).

Mahasiswa tersebut meminta KPK tidak perlu mengulur waktu mengingat kasus Budi Gunawan sudah rahasia umum. Budi sudah mendapat stabilo merah pada saat diajukan jadi calon menteri tahun lalu.

Lebih lanjut, mahasiswa tersebut menilai kasus Budi Gunawan merupakan salah satu gambaran dari lemahnya peradilan hukum di Indonesia karena (calon) Kapolri adalah seorang tersangka.

Dalam aksi itu mahasiswa juga membawa spanduk besar bertuliskan `Segera Tangkap Budi Gunawan”.(sor)

BERITA LAINNYA

Budi Gunawan Jadi Kapolri, Polisi Bisa Minder

Kamis, 15 Januari 2015 – 21:46 WIB

Calon Kapolri Budi Gunawan bersama Pimpinan DPR. (Tempo)

Jakarta – Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Hifdzil Alim, mengatakan pengangkatan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI akan membuat seluruh jajaran Polri malu. “Malu karena Kepala Polri adalah tersangka. Secara sosiologis mereka akan merasa seperti itu,” kata Hifdzil, Kamis (15/1/2015), seperti dilansir Tempo.

Menurut dia, efek tersebut juga bakal terbawa saat Budi Gunawan menghadiri acara kepolisian tingkat internasional. “Ini tentu juga akan menurunkan martabat bangsa di depan negara lain,” ujar Hifdzil.

Selain itu, ia melanjutkan, pengangkatan Budi Gunawan juga berpotensi memunculkan masalah dalam hubungan Polri dengan lembaga penegak hukum lainnya. “Misalnya, Kejaksaan Agung akan mempertanyakan bagaimana seorang tersangka bisa menerbitkan sebuah keputusan yang berkekuatan hukum.”

Ihwal keterkaitan pengangkatan Budi Gunawan dengan upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Hifdzil tak sependapat. “Itu terlalu jauh,” katanya. Menurut dia, kemungkinan Budi Gunawan menarik para penyidik kepolisian dari KPK masih merupakan asumsi.

Adapun sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat akhirnya menyetujui pengangkatan Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian RI. Keputusan tersebut disetujui setelah melewati lobi antarpimpinan fraksi dan pimpinan DPR. (Tmp)

BERITA LAINNYA

Kredibilitas Jokowi Hancur Jika Lantik Budi Gunawan

Kamis, 15 Januari 2015 – 17:38 WIB

Jakarta – Peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS),J Kristiadi menilai presiden Joko Widodo melakukan blunder besar jika melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Menurutnya, melantik Budi Gunawan yang berstatus tersangka dugaan gratifikasi itu akan menghancurkan kredibilitas Jokowi.

“Kalau presiden Jokowi melantik Budi Gunawan maka akan hancur kredibilitasnya. Jokowi tidak punya gerbong,” kata Kristiadi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (15/1/2015).

Kristiadi menuturkan, selain Jokowi yang akan hancur jika tetap melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri adalah Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Karena Kristiadi memprediksi akan ada punishment dari rakyat jika Jokowi tetap melanjutkan untuk melantik Budi Gunawan.

“(Melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri) akan jadi titik balik masyarakat melawan Jokowi. Karena gerbong Jokowi adalah rakyat,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan mengirimkan surat persetujuan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Hal itu sesuai dengan keputusan DPR menyetujui Budi sebagai pengganti Jenderal (Pol) Sutarman.

“Lagi dibuat, hari ini juga,” kata Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/1/2015).(sor)

 

BERITA LAINNYA
26
Jan
15

MiGas : Nasib Harga Minyak Dunia

Nasib Harga Minyak Dunia

Minggu, 25 Januari 2015 – 15:49 WIB

Teheran – Sekjen OPEC dalam statemen terbarunya membela kinerja organisasi negara pengekspor minyak ini yang menolak memangkas pasokan minyaknya. Abdallah El Badri mengklaim OPEC tidak membela sebuah negara tertentu dalam menjalankan kebijakannya selama ini. CNN melaporkan, El Badri hari Sabtu (25/1), mengungkapkan bahwa keputusan OPEC tidak menyerang maupun membela pihak manapun, termasuk industri minyak Shell maupun Rusia. Menurutnya, masalah ini sepenuhnya ekonomi. Tidak hanya itu, ia juga mengkritik kinerja negara-negara Non-OPEC yang memproduksi minyak dengan biaya tinggi, dan mereka tidak menyadari keputusan OPEC menolak memangkas produksi minyaknya.

Terkait pernyataan El Badri tersebut, laporan CNN menunjukkan bahwa dinamika harga minyak di pasar dunia saat ini sebagai batu ujian negara-negara anggota OPEC terhadap negara Non-OPEC, seperti Rusia, Norwegia, bahkan AS. OPEC dengan anggota 12 negara pengekspor minyak, menguasai 85 persen cadangan minyak dunia, dan kebanyakan dikuasai oleh negara-negara kawasan Timur Tengah. Empat negara Arab pengekspor minyak anggota OPEC, terutama Arab Saudi cenderung untuk tidak mengurangi pasokan minyaknya.

Selama beberapa bulan terakhir harga minyak mentah di pasar dunia mengalami penurunan tajam. Sejak juni lalu hingga kini, harga minyak di pasar global terpuruk hingga 60 persen. Penurunan drastis harga minyak menjadi masalah besar. Meskipun Sekjen OPEC menilai anjloknya harga minyak dunia sebagai masalah murni ekonomi, tapi analis energi menilainya berbeda.Menurut mereka ada motif politik yang bermain di balik penurunan drastis harga minyak di pasar dunia. Analis ekonomi energi menilai anjloknya harga minyak global dipicu oleh kelebihan penawaran minyak mentah yang dipasok oleh sejumlah negara pengekspor minyak.

Tampaknya, motif politik sejumlah negara Barat dan Arab dengan kepentingan tertentu memainkan peran besar merusak keseimbangan harga di pasar global. Mereka melancarkan konspirasi dengan menggenjot penawaran lebih besar dari permintaan minyak global. Akibatnya, harga minyak terus merosot hingga menembus harga di bawah 50 dolar perbarel.Analis politik menilai aksi kolektif yang dipimpin AS dan Arab Saudi menambah pasokan minyak di pasar global bertujuan politik untuk menekan sejumlah negara seperti Iran dan Rusia.

Anjloknya harga minyak di pasar global menimbulkan kerugian besar bagi negara-negara produsen minyak dunia. Bahkan, Presiden Bolivia, Evo Morales menyebutnya sebagai perang ekonomi untuk menyerang negara lain, termasuk, Rusia dan Venezuela.Perusahaan minyak raksasa dunia seperti BP, Shell dan Canoco mengurangi kegiatannya selama enam bulan lalu.

Sejatinya, jika laju penurunan harga minyak terus berlanjut, diprediksi akan menimbulkan masalah besar ke depan. Meskipun konsumen minyak saat ini menikmati harga minyak yang murah, tapi jika kondisi anjloknya harga minyak terus berlanjut, maka mereka akan menghadapi kelangkaan minyak, karena produsen mengalami masalah dalam produksi emas hitam ini. (irib.ir)

 

BERITA LAINNYA
26
Jan
15

IpTek : Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

http://www.edisinews.com/berita-kelas-eksekutif-magister-hukum-di-istana.html

Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

Minggu, 25 Januari 2015 – 19:45 WIB

Logo PARRINDO

Suara Pembaca:
Kelas Eksekutif Magister Hukum di Istana

Ketidakpastian kiprah hukum tatanegara terasa istimewa terjadi saat munculnya peristiwa hukum seperti perkara saling terbitkan keputusan tersangka diantara para petinggi institusi penegak hukum, dalam kasus terkini yakni diantara KPK dan Kepolisian.

Terlihat gamblang bahwa Kepala Negara setiap kali perlu memanggil rapat konsultasi bersama ring-1 istana untuk mencari solusi kebijakan presidensiil terbaik. Hal ini tentunya dapat menyita waktu kontra produktif bagi tugas2 kenegaraan lainnya apalagi bila sering terjadi benturan kepentingan diantara institusi-nilai yudikatif satu sama lain akibat daripada dinamika ketatanegaraan itu sendiri yang memang dapat meningkat tinggi dan cepat berlangsungnya.

Terobosaan kearah hemat waktu kedepan adalah antara lain pembekalan hukum tatanegara misal melalui program kelas eksekutif magister hukum di istana yang diikuti oleh para petinggi istana.

Rekomendasi ini diutarakan dengan niat baik bagi kepentingan mutu penyelenggaraan negara terbaik sehingga masyarakat dapat lebih nyaman menyaksikan jalannya penyelenggaraan negara kedepan yang lebih teratur, taat azas dan tertib manfaat.

Bagaimanapun juga, memang wawasan kenegaraan perlu selalu diremajakan dan diperkaya sehingga performa daripada nilai-nilai kenegarawanan dapat selalu tampil dengan se-baik2nya secara VELOX (cepat) et EXACTUS (tepat) pasca 100 hari usia Kabinet Kerja.

Jakarta, 25 Januari 2015

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA
25
Jan
15

Kenegarawanan : Dr Moewardi Bapak Pandu Indonesia

Alm Dr Moewardi Bapak Pandu Indonesia 

Jumat, 23 Januari 2015 – 10:13 WIB

 

Dr Moewardi

Suara Pembaca :

Alm Dr Moewardi Bapak Pandu Indonesia 

30 Januari 1907 adalah hari lahir Pahlawan Kemerdekaan Nasional Dr Moewardi sesuai Surat Keputusan Presiden RI No 190/1964 tanggal 4 Agustus 1964.

Dalam konteks ditengah situasi dan kondisi kenegaraan Republik Indonesia terkini khususnya Keadilan dan Persatuan Indonesia kiranya strategik ditampilkan sosok kepemimpinan Patriot Indonesia yang telah berkontribusi signifikan di 2 (dua) tonggak sejarah Indonesia strategik yaitu Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi Indonesia Merdeka 1945, untuk diteladani bersama baik oleh pemangku pemerintahan maupun oleh komunitas masyarakat sipil.

Sebagai sosok intelektual terekam dari rangkaian pendidikan formal seperti HIS (Hollandsch Inlandsche School, Kudus), ELS (Europesche Lagere School, Pati), STOVIA (School Tot Opleiding Voor Inlandshe Aartsen, Jakarta), NiAS (Nederlandch Indische Arts School), GH (Geneeskundig Hoogeschool, Jakarta) yang berujung dokter spesialis THT di tahun 1939.

Sebagai sosok pejoang politik kebangsaan terjejak dari keorganisasian yang digeluti semisal PemRed Majalah Jong Java 1922; Ketua Jong Java Cabang Djakarta 1925; Utusan Jong Java di Kerapatan Besar Pemuda 28 Oktober 1928 ikrarkan Sumpah Pemuda; turut bentuk Indonesia Muda (IM) Desember 1928 (fusi Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Sekar Rukun, Sangkoro Mudo); Ketua Barisan Pelopor (BP) Djakarta 1944; pimpinan BP amankan acara Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 di Jl Pegangsaan Timur 56 Jakarta dan Rapat Raksasa IKADA 19 September 1945; Pemimpin Umum Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI, pengganti BP), Solo; turut bentuk Persatuan Perjuangan (PP) 5 Januari 1946 di Purwokerto; turut sebagai penggerak Bandung Lautan Api 23 Maret 1946 bersama BBRI Bandung (M Toha, AH Nasution, Suprayogi); pimpinan Kongres BBRI Pebruari 1948 di Solo, bersikap anti perundingan dengan Belanda dan anti Swapraja, pasca Perjanjian Renville 17 Januari 1948.

Sebagai sosok berjiwa kepemimpinan Pandu Nasionalistik ditapaki dari Nederlandsch Indische Padvinder Vereneging (NIPV) dan di tahun 1925 berprestasi Kelas-I (Kepala Pasukan, Ploeg Leider / Assistant Troep); sebagai pimpinan Jong Java Padvinderij (JJP) mengubah nama jadi Pandu Kebangsaan (PK 1925); inisiator Persatuan Antara Pandu Indonesia (PAPI 23 Mei 1928) bersama Nationale Islamietische Padvinderij (NATIPIJ) dan Indonesische Nationale Padvinders Organisatie (INPO); penggagas prinsip “pandu yang satu adalah saudara pandu yang lainnya, oleh karena itu seluruh pandu harus menjadi satu” atau Satu Organisasi Kepanduan Indonesia (SOKI) di temu PAPI 15 Desember 1929; pembentuk dan Komisaris Besar Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI 13 September 1930) fusi dari PK, Pandu Pemuda Sumatera (PPS) dan INPO; pembentuk dan pimpinan Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI 30 April 1938) bersama Kepanduan Azas Katholik Indonesia (KAKI), NATIPIj dan Syarikat Islam Afdeling Padvinderij (SIAP); pimpinan Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO-I 19-23 Juli 1941, Jogjakarta dan PERKINO-II 2-12 Pebruari 1943, Jakarta); inisiator Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia, September 1945, Jogjakarta; pimpinan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia 27-29 Desember 1945, Solo dan pembentuk serta Ketua Pandu Rakyat Indonesia (PRI 28 Desember 1945, yang diakui satu2nya organisasi kepanduan per Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag A, 1 Pebruari 1947).

Sebagai tokoh Patriot Indonesia, sayang saat sedang menjalankan profesi kedokterannya
pada 13 September 1948 di Solo, dinyatakan hilang yang diduga sebagai korban revolusi di era Perang Kemerdekaan 1945-1949.    Sebagai inisiator Pandu Kebangsaan 1925, dimana istilah Pandu untuk pertama kalinya digunakan di Indonesia dan disyairkan WR Soepratman “Pandoe Iboekoe” pada lagu kebangsaan Indonesia Raja 28 Oktober 1928 lalu bermuara serta berkiprah jiwai Gerakan Pramuka 1961-sekarang, maka layaklah Dr Moewardi berkehormatan Bapak Pandu Indonesia dan diteladani pemangku Republik Indonesia jelang peringatan hari lahirnya ke 107 pada 30 Januari 2015 yang akan datang.

Jakarta, 22 Januari 2015
Pandji R Hadinoto, MAPINDO

MAPINDO – Majelis Pandu Indonesia
Politisi Keadilan dan Persatuan Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://edisinews.com/berita-alm-dr-moewardi-bapak-pandu-indonesia-2-.html#ixzz3PnlJ3DFa

Logo Mapindo

 

NAPAK TILAS Dr MOEWARDI

30 Januari 1907 Moewardi terlahir di desa Randukuning, Pati, Jawa Tengah
Periode Kebangkitan Nasional 1908 -1928
Tercatat bersekolah di HIS (Hollandsch Inlandsche School, Kudus), ELS (Europesche Lagere School, Pati), dan1921 Moewardi bersekolah di STOVIA (School Tot Opleiding Voor Inlandshe Aartsen atau Sekolah Dokter Bumi Putera di Kwitang, Jakarta), berlanjut ke NIAS (Nederlandsch Indische Arts School) dan lulus 1931, setelah praktek 5 tahun mengambil spesialisasi THT di GH (Geneeskundig Hoogeschool, Salemba, Jakarta) dan lulus 1939.
Aktivis Nederlandsch Indische Padvinder Vereneging (NIPV) sampai 1925 dan juga Jong Java.
1922 Pemimpin Redaksi Majalah Jong Java
1925 Ketua Jong Java Cabang Jakarta, dan berinisiatif mengubah nama Jong Java Padvinderij (JJP) jadi Pandu Kebangsaan (PK)
23 Mei 1928 turut bentuk Persatuan Antara Pandu Indonesia (PAPI) di Jakarta oleh PK (Pandu Kebangsaan), NATIPIJ (Nationale Islamietische Padvinderij), INPO (Indonesische Nationale Padvinders Organisatie).
28 Okober 1928 Utusan Jong Java di Kongres Pemuda Nasional di Jakarta dan ikut ikrar Sumpah Pemuda
Desember 1928 turut bentuk Indonesia Muda (IM) yang fusi dari Jong Java, Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, Sekar Rukun (Sunda), Sangkoro Mudo (Jawa).
Periode Pergerakan Kemerdekaan 1929-1945 :
15 Desember 1929 Moewardi PK di pertemuan PAPI Jakarta usul SOKI (Satu Organisasi Kepanduan indonesia) berprinsip “pandu yang satu adalah saudara pandu yang lainnya, oleh karena itu seluruh pandu harus menjadi satu”
13 September 1930 turut bentuk Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) yang fusi dari Pandu Kebangsaan (PK), Pandu Pemuda Sumatera (PPS), Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie), dan Moewardi Komisaris Besar KBI
Desember 1930 Kongres/jambore KBI Pertama di Ambarwinangun, Jogjakarta
Juni 1931 Pertemuan Pemimpin I KBI di Purworejo, menetapkan warna “merah putih” sebagai warna setangan leher dan bendera KBI sesuai azas kebangsaan Indonesia.
19-21 Juli 1932 Jambore II KBI di Banyak, Malang, dipimpin KomBes Moewardi, memutuskan tentang Upacara Pelantikan Pandu dan Upacara Pengibaran Bendera
20-24 Juni 1934 Jambore III KBI di Solo, menerbitkan AD/ART, Petunjuk Permainan, Peraturan Mendirikan Cabang dlsb
1936 Jambore Nasional IV KBI di Kali Urang, Jogjakarta dan perkemahan di lapangan Diponegoro dipimpin KomBes Moewardi
26-30 April 1938 temu PAPI di Solo bicarakan All indonesian Jambore, dibentuk Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (KBI Ketua, KAKI (Kepanduan Azas Katholik indonesia) Notulen, NATIPiJ Bendahara, SIAP (Syarikat Islam Afdeling Padvinderij) Urusan Bagian Teknik,
1939 Konperensi BPPKI di Bandung putuskan All Indonesian Jambore jadi Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem (PERKINO)
11 Pebruari 1941 BPPKI di Solo putuskan PERKINO di Jogjakarta.
19-23 Juli 1941 PERKINO I di Gampingan, Jogjakarta
Maret 1942 Jepang menaklukkan Hindia Belanda, dan 4 bulan kemudian melarang partai dan organisasi rakyat Indonesia, serta menghidupkan Keibodan & Seinendan.
2-12 Pebruari 1943 PERKINO II di Jakarta
4 April 1944 KBI dibekukan di Gang Tengah, Jakarta
1944 Ketua Barisan Pelopor Daerah Djakarta Raja, wakilnya Wilopo SH
16-17 Agustus 1945 memimpin Barisan Pelopor amankan Proklamasi Indonesia Merdeka di Jl Pegangsaan Timur 56
18 Agustus 1945 Dr Moewardi KetUm Barisan Pelopor (berubah nama jadi Barisan Pelopor Republik Indonesia – BPRI)
19 September 1945 memimpin Barisan Pelopor amankan Rapat Raksasa IKADA
September 1945 PKPI Panitia Kesatuan Kepanduan Indonesia dibentuk di Jogjakarta
15-16 Desember 1945 BPRI berubah nama jadi Barisan Banteng Republik Indonesia (BBRI) bermarkas di Solo, Dr Moewardi Pemimpin Umum BBRI
27-29 Desember 1945 pimpinan Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Solo membentuk Pandu Rakyat Indonesia (PRI) yang diketuai Dr Moewardi
Periode Perang Kemerdekaan 1945 – 1949 :
5 Januari 1946 ikut bentuk Persatuan Perjuangan (PP) di Purwokerto, dilanjuti bentuk jaringan teritorial BBRI Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur
23 Maret 1946 pelaku Bandung Lautan Api bersama Barisan Banteng di Bandung seperti Toha, AH Nasution, Suprayogi
1 Pebruari 1947 PRI diakui sebagai satu2nya organisasi kepanduan per Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag.A.
25 Maret 1947 Perjanjian Linggarjati yang ditentang Moewardi bersama Soedirman, Oerip Soemoharjo dan Tan Malaka
1 Juli 1947 Agresi Militer I Belanda
17 Januari 1948 Persetujuan Renville
Pebruari 1948 Kongres BBRI di Sarwakan, Solo, sikapi anti perundingan dengan Belanda dan anti Swapraja, bersama Mulyadi Djojomartono ditangkap atas perintah Mendagri Dr Soedarsono, namun dilepaskan kembali atas dukungan BBRI, Soedirman dan Oerip Soemohardjo.
13 September 1948 hilang saat berangkat praktek kedokteran di RS Jebres, Solo, terduga korban aksi kekerasan ditengah suasana dan kondisi saat itu yaitu pasca aksi Partai Komunis Indonesia 11 September 1948 di Madiun, sementara Dr Moewardi pimpinan Gerakan Rakyat Revolusioner yang berseberangan.
Periode Indonesia Berkedaulatan 1950 – sekarang
4 Agustus 1964 ditetapkan jadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional per Surat Keputusan Presiden RI No 190/1964

Jakarta, 30 Januari 2015
MAPINDO, Majelis Pandu Indonesia
DR Ir Pandji R Hadinoto, MH

20
Jan
15

PusKesMas : Tujuh Tanda Jantung Tidak Sehat

Tujuh Tanda Jantung Tidak Sehat

Kematian akibat penyakit jantung di dunia sangat tinggi.

Senin, 19 Januari 2015 | 10:29 WIB
Oleh : Asep Ahmad Fauzininixnews
Tujuh Tanda Jantung Tidak Sehat
Tanda jantung yang tidak sehat pada manusia. (http://revolusiilmiah.blogspot.com)

Wajib bagi kita untuk tanda jantung yang tidak sehat agar dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk dalam masalah jantung yang dapat mengakibatkan kematian. Penyakit jantung adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh sebab itu mulai waspada ketika mengetahui gejala yang kurang baik dari penyakit ini.

Gejala penyakit jantung dapat kita ketahui dengan mudah hanya dengan meneliti gejala yang di tunjukan oleh bagian bagian tertentu dari tubuh kita.

Baca juga:

Warganya Dieksekusi Mati, Dua Dubes Ditarik Pulang

Gadis 10 Tahun Dikubur Hidup-hidup Ayahnya

Ditemukan Ikan yang Hidup di Laut Terdalam Dunia

Ada Suara Tembakan, 6 Napi Sudah Dieksekusi Mati?

Derita Aga, ABG yang Akhiri Hidupnya Sendiri

Baca selengkapnya..

TERKAIT

Wisata Edukasi Mengenal Tanaman Purwaceng Khas Dieng

Makin Merasa Sakit, Makin Cepat Tua

Tujuh Tips Menurunkan Kolesterol Tinggi

10 Sayuran Wajib Konsumsi Agar Jantung Sehat

Inilah Makanan Penyebab Gigi Menjadi Kuning

Manfaat Tidur Menggunakan Kaos Kaki

16
Jan
15

Politik : Rekomendasi PerPres ManiPol Ekonomi Konstitusi

HUT PKPI – Rekomendasi PerPres Manifestasi Politik Ekonomi Konstitusi

Rabu, 14 Januari 2015 – 01:24 WIB


Pandji R Hadinoto. (kiri)

Suara Pembaca :
HUT PKPI – Rekomendasi PerPres Manifestasi Politik Ekonomi Konstitusi

Mencermati dilema/kontroversi ditataran praktek politik ekonomi Indonesia terkini yang ditandai oleh opini-opini seperti diungkap oleh http://m.berdikarionline.com/editorial/20150109/pro-pasar-atau-pro-rakyat-2.html dan http://teropongsenayan.com/4979-duh-rizal-ramli-bilang-jokowi-jualan-trisakti-kelakuan-neolib
serta http://obsessionnews.com/bukan-depan-harga-bbm-premium-bisa-turun-rp5-500/

Maka memperhatikan Manifesto Politik Rakyat Indonesia 17 Oktober 2014 [ http://m.edisinews.com/berita-manifesto-politik-manipol-rakyat-indonesia.html ] dan Manifesto Politik Trisakti 20 Oktober 2014 [ http://edisinews.com/berita-manifesto-politik-trisakti-20102014.html ], dirasa perlu meluruskan navigasi politik kenegaraan Indonesia melalui Peraturan Presiden tentang Manifesto Politik Ekonomi Konstitusi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 per Pasal 33 UUD 18 Agustus 1945 guna menghindari situasi dan kondisi kearah keterpurukan ekonomi (economy crash).

Pelurusan navigasi politik kenegaraan ini sebetulnya analog saja dengan kebijakan pelurusan perijinan penerbangan pasca peristiwa crash pesawat terbang AirAsia QZ8501 di selat Karimata Kalimantan Tengah 28 Desember 2014 ybl. Artinya, Politik Ekonomi Indonesia yang lebih luas cakupan kiprahnya dapat juga merujuk ke peristiwa AirAsia QZ8501 itu sehingga crash di sektor ekonomi Indonesia terhindarkan. Sedangkan ketentuan dari Pasal 33 UUD 18 Agustus 1945 itu yang digunakan dengan alasan sebagai “original intent” daripada Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 yang penting ditaatazasi khususnya bagi sektor/ bidang pembangunan ekonomi Indonesia, selain tidak ada ketentuan konstitusional yang menyatakan bahwa Pasal 33 UUD 18 Agustus 1945 itu tidak diberlakukan.

Dengan kata lain, pelurusan ini memastikan kiprah “original intent” itu sehingga para
pemangku kenegaraan Indonesia merasa lebih terakomodasi kepentingannya sesuai konstitusi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945.

Adapun rekomendasi Peraturan Presiden tersebut dimaksudkan juga sebagai turut bertekad meneguhkan 100 hari pemerintahan JokoWi-JK demi penguatan Ketahanan Bangsa dan peningkatan Kesejahteraan Rakyat, yang bijak diutarakan dalam rangka HUT Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) 15 Januari 2015 mengingat legitimasi PKPI Benteng Pancasila karena nama PKPI melekat sila ke-5 dan sila ke-3 Pancasila sesuai amanat Pembukaan UUD 1945 selain PKPI bermotto Bekerja Untuk Rakyat.

Jakarta, 13 Januari 2015

Dewan Pakar PKPI,
Pandji R Hadinoto, Advokator PolKum
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – PorosKonstitusiProklamasi17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,224,090 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…