Archive for December, 2014

27
Dec
14

Sejarah : misteri peradaban cina kuno

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/27/061631157/Misteri-Hilangnya-Peradaban-Cina-Kuno-Terkuak

Sabtu, 27 Desember 2014 | 03:09 WIB

Misteri Hilangnya Peradaban Cina Kuno Terkuak

Misteri           Hilangnya Peradaban Cina Kuno Terkuak

Patung perunggu peninggalan peradaban kuno Sanxingdui, Cina. (livescience)

TEMPO.CO, San Francisco – Sebuah penelitian mengungkap bahwa sebuah gempa bumi hampir 3.000 tahun yang lalu diduga menjadi penyebab hilangnya salah satu peradaban kuno Cina secara misterius.

Gempa besar itu diduga telah menyebabkan bencana tanah longsor, yang membendung sumber air utama budaya Sanxingdui dan mengalihkannya ke lokasi baru.

“Hal itu, pada gilirannya, telah memacu budaya Cina kuno tersebut untuk bergerak lebih dekat ke aliran sungai baru,” ujar salah satu penulis penelitian, Niannian Fan, peneliti ilmu sungai di Universitas Tsinghua di Chengdu, Cina, dalam pertemuan tahunan ke-47 American Geophysical Union di San Francisco, 18 Desember lalu, sebagaimana dikutip Live Science, Rabu, 24 Desember 2014.

Pada tahun 1929, seorang petani di Provinsi Sichuan menemukan batu giok dan batu artefak ketika memperbaiki selokan limbah yang berlokasi sekitar 24 mil (40 kilometer) dari Chengdu. Namun signifikansi temuan itu tidak dipahami sampai tahun 1986, ketika arkeolog menggali dua lubang harta Zaman Perunggu, seperti giok, sekitar 100 gading gajah, dan patung perunggu setinggi 8 kaki (2,4 meter).

“Temuan itu menunjukkan kemampuan teknis mengesankan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia pada saat itu,” kata Peter Keller, seorang ahli geologi dan presiden Bowers Museum di Santa Ana, California, yang saat ini menggelar pameran dari beberapa harta karun tersebut.

Harta, yang telah rusak dan terkubur seolah-olah mereka dikorbankan, itu berasal dari peradaban yang hilang yang sekarang dikenal sebagai Sanxingdui, sebuah kota bertembok di tepi Sungai Minjiang. “Ini adalah misteri besar,” kata Keller, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Arkeolog sekarang percaya bahwa budaya yang sengaja dibongkar sendiri itu berusia antara 3.000 dan 2.800 tahun yang lalu. “Penjelasan mengapa ia menghilang adalah perang dan banjir, tapi kedua alasan itu tidak terlalu meyakinkan,” kata Fan kepada Live Science.

Sekitar 14 tahun yang lalu, arkeolog menemukan sisa-sisa kota kuno lain yang disebut Jinsha dekat Chengdu. Situs Jinsha, meskipun tidak memiliki perunggu Sanxingdui, tapi memiliki mahkota emas dengan motif ukiran berupa ikan, panah, dan burung yang serupa dengan temuan tongkat emas di Sanxingdui, kata Keller. Hal itu membuat beberapa ahli percaya bahwa orang-orang dari Sanxingdui mungkin telah berpindah ke Jinsha.

Tapi mengapa hal itu tetap menjadi misteri? Fan dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah sebuah gempa bumi mungkin telah menyebabkan tanah longsor yang membendung sungai di pegunungan dan mengalihkannya ke Jinsha. Bencana itu mungkin telah mengurangi pasokan air Sanxingdui, memacu penduduknya untuk berpindah.

Lembah di mana Sanxingdui berada memiliki dataran banjir luas, dengan 7 kilometer dinding bertingkat tinggi yang tidak mungkin dipotong oleh sungai kecil yang sekarang melaluinya, kata Fan.

Beberapa catatan sejarah mendukung hipotesis mereka. Pada 1099 SM, penulis kuno mencatat gempa di ibu kota dinasti Zhou, di Provinsi Shaanxi, kata Fan. Meskipun tempat itu kira-kira 250 mil (400 kilometer) dari situs bersejarah Sanxingdui, kebudayaan terakhir itu tidak menuliskannya pada saat itu. “Sehingga mungkin episentrum gempa benar-benar dekat dengan Sanxingdui-tapi tidak tercatat,” kata Fan. Bukti geologi juga menunjukkan bahwa sebuah gempa bumi terjadi di wilayah itu antara 3.330 dan 2.200 tahun yang lalu, ia menambahkan.

Sekitar waktu yang sama, sedimen geologi menunjukkan banjir besar terjadi, dan dokumen Dinasti Han The Chronicles of the Kings of Shu mencatat banjir kuno mengalir dari gunung di tempat yang menunjukkan aliran yang dialihkan, kata Fan. Sekitar 800 tahun kemudian, warga Jinsha membangun dinding untuk mencegah banjir. Simak berita tekno lainnya di sini.

ERWIN Z. | LIVE SCIENCE

27
Dec
14

ethos : piagam karakter pandu indonesia

Piagam Karakter Pandu Indonesia

Jumat, 26 Desember 2014 – 13:49 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
Piagam Karakter Pandu Indonesia

Kini saat 65 tahun pengukuhan kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949, semakin disadari akan pentingnya kiprah Peradaban Kepulauan ber Wawasan Nusantara per Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 dan kesepahaman bahwa syair lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928” khususnya “Pandoe Iboekoe” melekat cita patriotisme dan tafsir-tafsir harfiah sebagai berikut :

1) “Pandoe” yang sebenarnya bermakna Pemula (Pengerak Mula), Perintis/Pelopor, dan Penuntun/Penyuluh yang intinya adalah Penunjuk/Penggembala Jalan Lurus bagi anak bangsa;

2) “Iboekoe” yang sebetulnya bermakna Tanah Air dalam konteks Ibu Pertiwi;
dimana kedua tafsir itu diyakini telah turut serta “menghantarkan” ke Proklamasi Indonesia Merdeka 17845, maka Piagam Karakter Pandu Indonesia ini ditujukan bagi perkuatan bina bangsa dan karakter ke-Indonesia-an guna ikut “menghantarkan” ke Indonesia Jaya 2045 (di saat 100 tahun Indonesia Merdeka 17845) berstrategi tatanilai “Tri Politika Indonesia Jaya 2045″ :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kelautan/Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,

2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,

3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku Pandu Indonesia baik nalariah maupun nuraniah, berhak dan berkewajiban budayakan selalu politik harmonisasi TRISTRATEGI bagi Bina Mental Kearifan Negarawan Kerakyatan yakni :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Praktek2 Hukum Negara, kerja lembaga2 tinggi negara dan lembaga2 negara/daerah prakarsa dan kiprah Pandu-pandu Indonesia Sejati oleh karenanya perlu senantiasa lakukan Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar senantiasa berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan ketahanan bangsa.

Sejarah bangsa mencatat bahwa istilah Pandu lahir berlatar nasionalisme digagas KH Agus Salim tahun 1928 saat Kongres SIAP (Serikat Islam Afdeling Padvinderij 1926) di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah, saat pemerintah kolonialis Hindia Belanda batasi gerak Padvinder Nasionalistik, dan riwayat kiprah lembaga kepanduan Indonesia antara lain :

1) Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) terbentuk 23 Mei 1928;

2) Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) terbentuk 13 September 1930 pasca dikumandangkannya lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928”

3) Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) terbentuk April 1938 yang berkinerja Perkemahan Kepanduan Indonesia Umum (PERKINO), Jogjakarta 19-23 Juli 1941;

4) Pandu Rakyat Indonesia (PRI) terbentuk pada 28 Desember 1945 saat Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia, Surakarta, 27-29 Desember 1945, dalam suasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, dikuatkan “Janji Ikatan Sakti” dan dikukuhkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag.A, 1 Pebruari 1947;

5) Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) berdiri 12 September 1951, penyelenggara Jambore Nasional, Ragunan, Pasar Minggu, 20 Agustus 1955;

6) Persatuan Kepanduan Putri Indonesia (PKPI) dan Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) terbentuk 1954, berkinerja perkemahan Desa Semanggi, Ciputat, 1959;

7) Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO), wadah federatif organisasi2 kepanduan;

8) Gerakan Praja Muda Karana (PRAMUKA) terbentuk per KepPres RI No 238/1961, 20 Mei 1961, peresmian 14 Agustus 1961.

Karakter Pandu Indonesia yang telah teruji ikut bekali pergerakan nasional dan bela negara ini adalah tatanilai kearifan lokal dan jatidiri kejuangan bangsa yang bijak terus dikobarkan guna pembangunan Indonesia Merdeka 17845 kiprahkan Pembukaan UUD 1945, sekaligus perkuat peta jalan Revolusi Mental Kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu kini saat strategis mantapkan kedaulatan Karakter Pandu Indonesia ditengah arus kuat regionalisasi (MEA 2015) bahkan globalisasi.

Jakarta, 27 Desember 2014
PokJa/Tim7 Pandu Indonesia (PanIndo):
1.Pandji R Hadinoto
[PRI 1959-1961, Pramuka 1961-1967]
2.Ine Regina Murweni Oesman [PRI 1950-1960]
3.Royono Murad [Pramuka 1961-1967]
4.Pudjiono [KBI 1951-1961]
5.Sri Chandra Yasmina [Pramuka 1963-1966]
6.Driarbaningsih Soeleiman [PRI 1954-1960]
7.Bambang Soesijanto [Pramuka 1963-1968]

Publikator :
Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
27
Dec
14

migas : wong cilik premium, wong gede pertamax

Wong Cilik Pakai Premium, Wong Gede Melahap Pertamax

Dr Ir Pandji RHadinoto MH

Jakarta – Rekomendari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai Faisal Basri yang mengusulkan impor Ron 88 untuk BBM bersubsidi dihentikan dan bakal digulirkan Menteri ESDM, memicu keras pro kontra. Pasalnya, semua minyak mentah yang akan diimpor nanti mengandung Ron 92. Artinya, tidak akan ada lagi biaya pengelolaan untuk merubah berbagai jenis Ron untuk minyak yang akan dipakai di dalam negeri selain Ron 92.

Terhadap sikap Faisal Basri Cs yang pro terhadap Ron 92 ini ditentang oleh Pengamat Asiosiasi EKonomi Polirik (AEPI) yang juga Peneliti senior The Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng yang Ron 88, sesuai argumentasi masing-masing.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik MiGas Parlemen Rakyat Indonesia (PARRINDO) Dr Ir Pandji R Hadinoto MH mengatakan, yang jelas secara teknis sebenarnya Motor 2 Tak cukuplah disuapi Ron 88 (Premium) dan Mobil layak melahap Ron 92 (Pertamax).

“Bilamana politik BBM tersebut di atas yang dijalankan maka produksi Ron 82 di dalam negeri dapat terus berlanjut berbasis minyak mentah dalam negeri dan konsumen Motor (wong cilik) terlindungi dari sisi harga BBM,” tegas Pandji Hadinoto di Jakarta, Kamis (25/12/2014).

“Sedangkan konsumen Mobil (wong gedean) dapat mutu BBM yang lebih sesuai dengan standar teknologi mesin terbaru Mobil yang berbasis Ron 92 impor,” tandasnya.

Selebihnya, lanjut Pandji, SPBU juga akan lebih mudah bekerja baik ketika melayani BBM Motor maupun saat pengisian BBM Mobil.

“Semoga polemik Ron 88 atau Ron 92 segera diakhiri karena masyarakat sudah muak dengan kegaduhan politik BBM ditengah meluasnya bencana alam di dalam negeri,” tandas Mantan Aktivis ITB ini.

Sebelumnya, Salamuddin Daeng menyerukan agar PT Pertamina harus segera mengurus paten produk Ron 88, mengingat BBM jenis premium ini merupakan produk asli Pertamina yang hanya dijual di pasar Indonesia. Dengan demikian maka premium tidak dapat dihapuskan begitu saja dari pasar, karena dilindungi oleh rezim Hak Kekayaan Intelectual dan UU paten sendiri.

“Mempatenkan Ron 88 mendesak untuk dilakukan dengan segera, mengigat adanya upaya Faisal Basri and the Genk untuk  menghapuskan Premium (Ron 88) sebagai strategi liberalisasi hilir migas. Genk ini hendak menjadi pemasok produk produk BBM impor yang saat berusaha mengambil alih pasar BBM Indonesia dari tangan Pertamina,” tegasnya, kemarin .

Ia pun menilai, upaya Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri untuk melenyapkan produk unggulan Indonesia harus dilawan dengan cara cara legal yakni dengan mengurus paten atas produk ini. Mengigat Premium memiliki pangsa pasar sangat luas, keungulan dari sisi harga dan mendominasi pasar BBM dalam negeri.

“Meskipun Tim Reformasi Tata Kelola Migas di bawah kementrian ESDM  ini sebenarnya tidak berhak turut campur dalam masalah BUMN Pertamina, namun langkah mereka patut diwaspadai karena mangancam eksistensi produk nasional dan eksistensi BUMN,” tegas Pengamat AEPI yang juga Peneliti senior IGJ.

Salamuddin mengingatkan, jika Pertamina tidak segera mengurus Paten atas produk premium maka ke depan Pertamina akan terancam punah karena harus bersaing dengan perusahaan perusahaan raksasa multinasional seperti Exon, Chevron, TOTAL, Petronas, Petrochina, dll. Pertamina harus sigap menyelamatkan Premium sebagai produk Indonesia agar tetap dapat di jual di dalam negeri secara legal.

“Premium tidak ada bedanya dengan batik, rokok kretek, Teh Botol, yang harus diselamatkan sebagai kelompok produk nasional yang telah memperlihatkan kesanggupannya bersaing dengan produk produk impor di pasar dalam negeri,” tandasnya.  (Ars)

 

Ngotot Hapus Premium

Faisal Basri Sebut Ada Babi Hutan dan Gajah dalam Mafia Migas

Oleh Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN – Sabtu, 27 Desember 2014 – 12:40:50 WIB
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri bersikeras mengusulkan penghapusan premium. Dia menyebut langkahnya itu sebagai cara untuk memberantas babi hutan dan gajah bisnis hilir migas di Indonesia.
“Ini langkah terbaik untuk masyarakat. Ini dunia bukan surga. Lebih baik saya merugikan mafia migas, dibanding rakyat yang harus menanggungnya. Karena selama ini negara sudah dibuat rugi banyak oleh mafia migas ini,” kata Faisal Basri dalam diskusi ‘Selamat Tinggal Premium’ di warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/12/14).
Untuk itu, meski kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra, Faisal Basri tetap akan mengusulkan Menteri ESDM Sudirman Said untuk menghapus premium. Sebagai gantinya masyarakat diberi pilihan agar mengonsumsi Pertamax.
Faisal Basri mengaku siap bila dipanggil oleh Komisi VII DPR untuk menjelaskan alasan penghapusan Premium dipasar produk BBM di tanah air. “Kita siap saja kapan pun. Tim ini dibentuk untuk menyelamatkan bangsa dari tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Faisal yang pernah mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta bersaing melawan Jokowi ini.
Minggu lalu, Faisal memaparkan usulan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium (RON 88). Menurut dia, hanya Indonesia yang mengimpor dan mengonsumsi produk BBM jenis ini. Sehingga membuka terjadinya kartel dalam penentuan harga. Selain itu penetapan biaya subsidi dalam APBN tidak bisa akurat.(ris)
Baca Juga

Ini Sepuluh Cara Genjot Produksi Migas di Indonesia

Oleh Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN – Rabu, 10 Desember 2014 – 16:53:20 WIB

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Sebetulnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah guna menggenjot produksi minyak mentah dan gas bumi di Indonesia. Menurut Indonesian Petroleum Association (IPA) ada sepuluh cara dan salah satunya adalah menghilangkan peraturan yang menghambat eksplorasi.

Direktur IPA Lukman Mahfoedz menyampaikan bahwa rekomendasi yang kedua yaitu perubahan pelayanan oleh birokrasi yang diniliai selama ini sangat rumit. Sedangkan yang ketiga penawaran kontrak yang lebih atraktif untuk menarik investor.

“Dari ke semua itu tentu bermuara pada rekomendasi yang keempat untuk mempercepat realisasi mega proyek dengan Chevron-IDD, Inpex Abadi Masela, BP Tangguh Train III dan Pertamina East Tuna,” kata Lukman Mahfoedz usai jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, kemarin.

Lebih lanjut Lukman mengungkapkan kalau perihal rekomendasi kelima dan keenam kaitannya sangat kuat. Diantaranya soal optimalisasi produksi berskala kecil dan penggunaan tekhnologi dilapangan migas yang sudah tua, guna meminimalisir gangguan di lapangan.

“Dan yang ketujuh itu menguatkan regulasi sekaligus penegakkan hukum terkait kegiatan operasi hulu migas. Serta kedelapan kami mengharapkan pemerintah menyederhanakan proses komersialisasi dan perijinan bagi pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu untuk yang kesembilan Lukman mengharapkan PT Pertamina mampu mengupgrade kilang yang selama ini dinilai sudah tua, dan menjalankan Inpres No 22 Tahun 2012. “Saya optimis kita mencapai target produksi yang 1 juta barel perhari,” pungkasnya.(ris)

17
Dec
14

IpTek : Makhluk Laut Misaterius Raksasa di Teluk Selandia Baru

Makhluk Laut Misterius Raksasa Terlihat di Teluk Selandia Baru!

DREAMERSRADIO.COM – Seekor makhluk laut misterius raksasa diperkirakan telah terlihat di perairan pirus di salah satu teluk yang paling indah di Selandia Baru. Sesuatu yang besar yang tidak dapat dijelasakan terlihat pada gambar Google Earth Oke Bay di Bay of Islands, suatu daerah di pantai timur Far North District negara North Island, tertangkap oleh satelit sekitar pukul 11:30 waktu setempat pada 30 Januari lalu.

Dilansir dailymail.co.uk, insinyur Pita Witehira yang melihat itu di Google Earth kini tengah menelitinya lebih lanjut, dan mengatakan bahwa hal itu bisa saja ditinggalkan oleh makhluk dengan ukuran sekitar 12 meter.

Witehira juga mengatakan, “TheNative Maori akan menyebutnya ‘Tanihwa’ karena itu tidak seperti paus dan terlalu besar jika diduga ikan hiu. Benda tersebut juga bergerak terlalu cepat dan memutar terlalu tajam jika dikatakan sebagai paus.”

Hal ini juga dipastikan bukan gelombang yang diciptakan oleh perahu atau kapal karena menurut Witehira tidak ada buih putih seperti yang biasa ditimbulkan oleh perahu atau kapal bermotor.

“Saya melihat itu sekitar seminggu yang lalu. Kami memiliki beberapa properti di dekat Oke Bay dan Saya akan membangun chalet pantai di sana. Saya memperbesar tampilannya dan menemukan itu,” katanya.

“Ini terlalu besar untuk hiu dan terlalu panjang. Ini harus memiliki banyak berat badan di bawah air untuk membuat tarikan seperti itu.” Oke Bay sendiri memiliki pantai pasir putih yang indah dan airnya tetap dangkal sampai 40 meter ke laut dengan penurunan dalam yang tiba-tiba ke dalam teluk.

“Ada banyak semak belukar di bagian yang lebih dalam dari teluk itu,” Witehira menjelaskan.

(zia)

Berita Lainnya :

Jalani Operasi Plastik Karena Dibully, Gadis SMA di Korea Ini Malah Semakin Tertindas?

Pesepeda Telanjang Ini Ditilang Namun Bukan Karena Tak Berpakaian, Kenapa Ya?

17
Dec
14

Kenegaraan : SBY Berternak, JokoWi Memotong

SBY yang berternak, Jokowi yang memotong

MERDEKA.COM. Tindakan Presiden Jokowi yang membubarkan 10 lembaga non struktural pekan lalu, mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang biasanya nyinyir atas apa pun yang dilakukan presiden, kali ini ikut angkat jempol. Ini merupakan langkah baik dari pemerintah, katanya.

Fahri juga mendorong untuk terus melakukan kajian terhadap sejumlah lembaga non struktural. Kalau fungsinya tumpang tindih dengan kementerian, bubarkan saja. Selanjutnya perkuat kementerian terkait demi penghematan. DPR setuju.

Banyaknya lembaga non struktural yang tumbuh selama 15 tahun terkahir, memang luar biasa. Menurut KemenPAN, kini jumlahnya menjacapai 87 lembaga. Lembaga ini mulai dibentuk pada era Gus Dur, Megawati, hingga SBY. Karena SBY paling lama berkuasa, SBY pula paling banyak membentuknya.

Ibarat berternak, SBY terus melahirkan dan memelihara lembaga non struktural. Imbauan dan peringatan agar tidak meneruskan peternakan, bukannya tidak ada. Tapi diabaikan. Maklum, lembaga non struktural bisa jadi tempat pengabdian bagi orang-orang yang menurut SBY memang masih diperlukan negara.

Sejak 2010, KemenPAN dan RB, sudah melakukan kajian terhadap keberadaan dan efektivitas lembaga-lembaga non struktural. Bahkan kementerian itu langsung merekomendasikan agar sejumlah lembaga dibubarkan. Tapi, SBY membiarkan saja. Bahkan, terus menambah lembaga baru.

Apa yang dilakukan Jokowi hanya menindaklanjuti rekomendasi KemenPAN dan RB. Jokowi membuktikan omongannya: kajian sudah banyak, diskusi dan seminar sudah sering, rekomendasi juga sudah jelas; yang dibutuhkan hanya eksekusi.

Kini, Jokowi dan timnya tengah mempelajari kembali hasil kajian KemenPAN dan RB untuk membubarkan 40 lembaga non struktural lagi. Seperti dituturkan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, yang sedang dibahas pemerintah adalah dampak dari pembubaran lembaga-lembaga non struktural tersebut.

Pertama, soal anggaran yang sudah telanjur dialokasikan kepada lembaga-lembaga tersebut. Kedua, soal penyelesaian jika lembaga-lembaga tersebut sudah terikat kontrak pengadaan barang dan jasa dengan pihak lain. Ketiga, soal pengalihan pegawai.

Meskipun nilai anggaran tidak seberapa jika dibandingkan kementerian, demikian juga dengan jumlah pegawainya, namun karena jumlah lembaga non struktural ini banyak, maka hasil kalinya juga signifikan dalam menghemat anggaran. Pemerintah juga tidak perlu rekrut pegawai lagi, karena bisa memanfaatkan para pegawai yang sudah ada.

Ingat, total jumlah belanja untuk pegawai di negeri ini masih tinggi. Bahkan di beberapa daerah, jumlah belanja pengawai mencapi 75% dari total pengeluaran APBD. Hal ini tidak hanya membebani anggaran negara, tetapi juga membuat negara tidak bisa investasi, menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif.

Lahirnya lembaga negara baru awalnya memang diperlukan guna menyelesaikan masalah-masalah yang tidak bisa diselesaikan oleh lembaga negara yang ada. Misalnya untuk memerangi korupsi diperlukan KPK, untuk menghadapi pencucian uang diperlukan PPATK, dan untuk menyelenggarakan pemilu yang bebas diperlukan KPU.

Namun dalam perjalannya kemudian, pembentukan lembaga-lembaga ini tidak terkendali, terutama lembaga non strutural yang difungsikan untuk mengimbangi tugas-tugas kementerian. Apalagi pembentukan lembaga ini cukup membutuhkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden.

Dilihat dasar pembentukannya, lembaga negara (baru) bisa dibedakan atas tiga jenis: pertama, lembaga yang bentuk oleh konstitusi, seperti MK, KY, dan KPU; kedua, lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang, seperti KPK, PPATK, KPI, dan KIP; dan ketiga, lembaga yang dibentuk berasarkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden, seperti Dewan Penerbangan Nasional, Dewan Buku Nasional, dan Komisi Hukum Nasional.

Terhadap lembaga negara yang dibentuk berdasarkan konstitusi, tentu tidak bisa diutak-atik. Tetapi terhadap lembaga yang dibentuk berdasarkan peraturan pemerintah dan peraturan/keputusan presiden, Jokowi tidak perlu berpikir panjang. Jika hasil kajian KemenPAN merekomendasikan pembubaran, ya dibubarkan saja.

Yang agak sulit adalah menyangkut lembaga negara yang dibentuk berdasarkan undang-undang. Selain diperlukan kajian mendalam dan konprehensif, presiden perlu membahasnya dengan DPR. Bagi lembaga yang jelas manfaatnya, seperti KPK perlu dipertahankan dan dikembangkan. Tetapi bagi lembaga yang tidak jelas kontribusinya tapi menghabiskan dana negara, seperti Bawaslu, ya jangan ragu untuk membubarkan.

Baca Berita Selanjutnya:
Golkar akan kerdil ditelan zaman
Menteri politik Jokowi berwatak Orde Baru
Bukan artis, Jokowi-JK tak buru popularitas
Jokowi harus kembalikan rel diplomasi
Like us on Facebook | Follow us on Twitter | Follow us on Google+

Sumber: Merdeka.com

17
Dec
14

Bencana Lapindo : Dua Bukti Kelalaian Bakrie

Infografik : Dua Bukti Kelalaian Bakrie di Lapindo

KATADATA – Desakan Presiden Joko Widodo kepada PT Minarak Lapindo Jaya untuk membayar sisa ganti rugi korban lumpur memunculkan kembali kontroversi penyebab semburan yang menenggelamkan Kecamatan Porong, Sidoarjo itu. Apalagi, belakangan muncul wacana pemerintah akan membeli aset Lapindo supaya perusahaan itu memiliki dana untuk membayar ganti rugi.

Meski pengadilan menyatakan semburan lumpur disebabkan faktor alam (gempa Yogya), sejumlah dokumen justru mengatakan sebaliknya. Surat Medco kepada Lapindo Brantas Inc. delapan tahun silam yang dimiliki Katadata, misalnya, mengindikasikan bencana semburan lumpur panas Lapindo merupakan akibat faktor manusia alias kelalaian dalam proses pengeboran.

Dokumen kedua adalah hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan tertanggal 29 Mei 2007. Laporan BPK menyebutkan indikasi inkompetensi kontraktor pengeboran, antara lain tidak berpengalaman, kualitas kru yang rendah, serta kualitas peralatan di bawah standar. PT ETTI, yang menjadi konsultan BPK, juga melaporkan sejumlah kelalaian pengeboran.

Sumber : Infografik : Dua Bukti Kelalaian Bakrie di Lapindo

Berita lainnya dari KATADATA.CO.ID :

Menjaga Pelemahan Rupiah, BI Mengaku Telah Intervensi Pasar

Kementerian Perhubungan Serahkan Proyek Pelabuhan kepada BUMN

Antisipasi Rupiah Turun Lebih Dalam, BI Diprediksi Naikkan Suku Bunga

Katadata on Facebook | Twitter | Google +

16
Dec
14

Mata Uang : Peringkat Dunia Rupiah dan JokoWi

MINGGU, 14 DESEMBER 2014 | 16:45 WIB

Rupiah Masuk Lima Besar Mata Uang Tak Dihargai

Ilustrasi uang rupiah. TEMPO/Subekti
TEMPO.COJakarta – Mata uang rupiah termasuk lima alat tukar yang tak dihargai di dunia. Saat ini, kurs tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat adalah 12.260. Adapun mata uang yang diakui secara internasional oleh PBB berjumlah 180. 

Dilansir dari The Richest, dari 180 mata uang, Indonesia masuk ke dalam urutan keempat mata uang dengan nilai tukar yang paling rendah terhadap dolar AS. Majalah The Economistmenyebutkan, masalah yang dihadapi Indonesia adalah pemerintahan yang birokratis, korupsi, dan infrastruktur yang tidak memadai menjadi alasan nilai tukar rupiah sangat rendah. (Baca: Akhir Pekan, Pelemahan Rupiah Terparah Se-Asia)

Pada urutan pertama mata uang yang tak diminati adalah riyal, yang merupakan mata uang Iran. Penghasil minyak ini mata uangnya masih terhitung lemah. Nilai tukar US$ 1 setara dengan 26.905,00 riyal. Adapun peringkat kedua, adalah mata uang Vietnam, Dong, dengan nilai tukar 21.393,96 per dolar AS. (Baca: Rupiah Melemah, Ini Penjelasan Menteri Keuangan

Adapun Dobra yang merupakan mata uang negara Sao Tome, berada di peringkat ketiga dengan kurs 19.750 per dolar AS. Peringkat kelima yaitu rubel yang merupakan mata uang Belarus yaitu 10.869 per dolar AS. 

Nilai rupiah lebih buruk bila dibandingkan leone, mata uang Sierra Leone, dengan kurs 4.363 per dolar AS. Adapun riel, mata uang Kamboja, kursnya setara 4.058 per dolar AS.

Kurs rupiah terhadap dolar AS, terus melemah dalam beberapa waktu terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, 12 Desember 2014, dibandingkan mata uang Asia lain, rupiah melesak paling dalam. Rupiah anjlok 117 poin (0,95 persen) ke level 12.467 per dolar Amerika.

Analis dari PT Monex Investindo Futures, Zulfirman Basir, mengatakan penguatan dolar di pasar global dan lonjakan permintaan korporasi dalam negeri memicu pelemahan rupiah. “Rupiah kini mendekati level terendah dalam enam tahun terakhir.”

DEVY ERNIS

http://sinarharapan.co/news/read/141217026/mata-uang-garuda-makin-tak-berharga

 

Mata Uang Garuda Makin Tak Berharga

17 Desember 2014 19:13 Faisal Rachman Nusantara dibaca: 14

Rupiah kini menduduki posisi keempat nilai mata uang terendah di dunia.

Terpuruknya nilai tukar rupiah ke level mendekati Rp 13.000 per dolar Amerika Serikat (AS) membuat rupiah makin tak berharga. Lebih mengenaskan lagi, dengan posisi nilai tukar seperti saat ini, rupiah menduduki posisi keempat nilai mata uang terendah di dunia dari total 180 mata uang yang diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam daftar terbaru yang dirilis The Richest, posisi rupiah hanya lebih baik dibandingkan mata uang Iran, rial, yang dihargai 26.905 per dolar AS, Vietnam, dong, dengan nilai tukar 21.393,96 per dolar AS, serta dobra, mata uang Sao Tome, dengan kurs 19.750 per dolar AS. Lebih memalukan, nilai tukar rupiah kini lebih buruk bila dibandingkan leone, mata uang Sierra Leone, dengan kurs 4.363 per dolar AS, serta riel, mata uang Kamboja yang kursnya setara 4.058 per dolar AS.

Beberapa bulan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tren negatif. Bahkan, pada perdagangan, Selasa (16/12), rupiah sempat menyentuh angka Rp 12.900 per dolar AS.

Rupiah terakhir kali menyentuh level Rp 12.900 per dolar AS di akhir era Orde Baru 16 tahun lalu, tepatnya pada 17 Agustus 1998. Kala itu pairing US$/IDR mencapai Rp 12.900 per dolar AS. Gejolak politik setelah Soeharto turun di bulan Mei 1998 sempat membuat rupiah menyentuh rekor pelemahan di level Rp 16.650 per dolar AS pada 17 Juni 1998.

Melihat fenomena yang terjadi pada rupiah, sejumlah kalangan mempertanyakan langkah yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas mata uang garuda tersebut. Ini lantaran kebijakan moneter ketat yang dilakukan pemerintah dan BI, dengan alasan menjaga defisit neraca transaksi berjalan, juga dinilai tak berhasil. Sebaliknya, laju ekspor yang diharapkan ternyata masih saja lebih kecil dibandingkan impor sepanjang tahun.

Padahal, kebijakan yang diambil jelas membuat ekonomi makin melambat. Perusahaan tak bisa lagi melakukan ekspansi bisnis akibat likuiditas bank mengetat. Imbasnya, lapangan kerja baru yang seharusnya terbuka pun menjadi terhambat. Rakyat juga yang akhirnya terkena dampak.

“Ini semua karena fundamental ekonomi kita yang rapuh dan terus dibiarkan. Pemerintah selama ini kerap terlena hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang semu, tanpa melakukan pembenahan sistematis. Jangan heran jika kurs rupiah dan ekonomi kita gampang diobok-obok,” kata ekonom Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam kepada SH di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, terlepas dari sejumlah faktor yang membuat rupiah melemah, fluktuasi kurs yang sangat tinggi seminggu belakangan menunjukkan rapuhnya fundamental ekonomi kita. Hal ini tak menutup kemungkinan ada pihak-pihak yang memanfaatkan banyaknya celah menjadi kesempatan meraup keuntungan sendiri.

 

Fenomena Global

Namun, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menyatakan, pelemahan nilai tukar lebih bersifat temporer dan lebih dipengaruhi kondisi eksternal alias fenomena global. Dikatakan, per 15 Desember 2014, pelemahan rupiah harian baru mencapai 2 persen. Fluktuasi rupiah masih lebih baik ketimbang rubel Rusia yang mengalami pelemahan 10,2 persen, ataupun lira Turki yang mengalami pelemahan harian 3,4 persen. Secara year to date pelemahan rupiah baru mencapai 4,5 persen, lebih baik dibandingkan pelemahan yang dialami rubel 48,8 persen, lira 8,9 persen, dan real 12,4 persen.

Ketua Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVI) Muhamad Idrus menuturkan, akibat fluktuasi kurs yang tinggi, para pedagang valas mengambil posisi masing-masing agar tak mengalami kerugian besar. “Saat ini spread antara posisi jual dan beli rata-rata sekitar Rp 100. Sebelumnya spread paling hanya sekitar 15-20 poin,” ujarnya.

Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) seperti tidak memiliki strategi ataupun konsep pasti untuk menyelamatkan rupiah. “Mereka se­ngaja memperlambat ekonomi dengan sejumlah kebijakannya. Jadi, wajar saja jika rupiah akhirnya seperti ini,” katanya. Menurutnya, dengan pelemah­an rupiah yang disengaja dan terus berlanjut, ekonomi terus melambat dan memengaruhi sektor riil. “Kalau demi alasan memperbaiki current account, lalu pertumbuhan hanya jadi 5 persen, apanya yang untung? Untuk menambah lapangan kerja itu setidaknya dibutuhkan pertumbuhan di atas 6,5 persen,” tuturnya.

Purbaya mencatat sejak 2010-2014, rupiah melemah sekitar 25-30 persen dibandingkan mata uang negara lain. Dengan anjloknya rupiah, timbul sejumlah dampak negatif, di antaranya beban utang luar negeri yang meningkat, impor barang modal yang menjadi lebih mahal, dan peluang forex lost dari perusahaan.

Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, BI telah melakukan intervensi di pasar, sehingga bisa terlihat pergerakan nilai tukar rupiah mulai membaik dan kini sudah kembali ke sekitar Rp 12.600-an per dolar AS.
Sumber : Sinar Harapan

++++

 

http://sinarharapan.co/news/read/141217022/-div-jokowi-jangan-khawatirkan-rupiah-div-div-div-div-div-

 

Jokowi: Jangan Khawatirkan Rupiah

17 Desember 2014 19:00 Ninuk Cucu Suwanti/Toar S Purukan Nusantara dibaca: 2

 

Proyeksi pertumbuhan industri 2015 diyakini meleset.

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kian terpuruk membuat iklim usaha dalam negeri semakin tidak kondusif. Namun, Presiden Joko Widodo atau yang kerap disapa Jokowi mengatakan, lemahnya nilai tukar rupiah tidak perlu menjadi hal yang dikhawatirkan.

Dalam rapat terbatas, Rabu (17/12), ia memban­dingkan kondisi RI dengan sejumlah negara lain yang nilai mata uangnya tak beruntung melawan dolar AS. “Dari sisi fundamental ekonomi, saya kira tidak perlu banyak hal yang dikhawatirkan.

Memang semua negara ini mendapatkan pelemahan nilai tukar. Kita melihat, negara kita bila dibandingkan Jepang, Malaysia, apalagi Rusia kita masih berada dalam kondisi baik,” ucap Jokowi dalam rapat bersama menteri-menteri bidang ekonomi, membahas nilai tukar dan strategi pencapaian target pertumbuhan ekonomi, serta anggaran dan rencana kerja pemerintah, di kantor kepresidenan, Rabu.

Ia mengatakan, justru naiknya nilai dolar bisa dijadikan kesempatan. Sisi industri harus didorong dan diberikan insentif agar industri-industri yang berorientasi ekspor lebih maju.
Sebaliknya, kalangan pe­ngusaha mendesak pemerintah mengambil langkah cepat strategis terhadap pelemahan rupiah. Terlebih, mayoritas pengusaha lokal justru meng­andalkan pinjaman modal dalam bentuk dolar.

 

Implikasinya, pada akhir tahun yang menjadi batas jatuh tempo utang, kalangan pengusaha menjadi kelimpungan membayar.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Suryo Bambang Sulisto kepada SH menyatakan, selain pengusaha yang meng­andalkan pinjaman dalam bentuk dolar, pelemahan rupiah sangat dirasakan para importir karena barang yang mereka impor menjadi lebih mahal.

“Kedua pihak itulah (importir dan peminjam) yang lebih banyak terkena penga­ruh,” ujarnya dalam perbincangan, Selasa (16/12).

Ia mengakui, saat ini eks­portir sedikit lebih untung karena harga barang menjadi murah. Tetapi, saat yang sama, harga komoditas lain juga sangat lemah atau turun sehingga manfaat yang didapat tidak begitu berarti.

Jika dibiarkan berlarut, pelemahan rupiah akan semakin merepotkan pengusaha, terutama dalam merencanakan bisnis. Proyeksi  pertumbuhan industri pelayaran nasional adalah salah satu yang terimbas. Semula yang ditarget mencapai 5 persen per tahun, kini  diperkirakan meleset menyusul melemahnya pendapatan pengusaha pelayaran yang tergerus hingga 25 persen.

Sebagaimana Suryo, Carmelita menegaskan, untuk industri berbasis barang impor, seperti galangan kapal yang masih harus membeli komponen dari luar negeri, pelemahan rupiah sangat memukul. Di bidang pelayaran, industri pelayaran internasional adalah yang pa­ling terdampak.

Dalam struktur biaya ope­rasional, biaya perawatan menjadi salah satu pos yang terdampak. “Pengusaha pelayaran harus menanggung biaya operasional lebih tinggi, meliputi biaya perawatan, pembelian suku cadang, dan bahan bakar kapal. Semua itu menggunakan mata uang dolar AS. Sementara itu, pendapatan perusahaan dalam negeri mayo­ritas transaksi rupiah,” tutur Ketua Umum INSA, Carmelita Hartoto, Rabu.

Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengamini pernyataan Kadin dan INSA. Ia mengakui, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cukup berpengaruh kepada industri yang masih menggunakan bahan baku impor. Terhadap ini, pihaknya terus mendorong agar ke depan industri harus mengoptimalkan penggunaan bahan baku dan komponen lokal. “Butuh waktu satu atau dua tahun untuk menekan ketergantung­an impor bahan baku dan kompenen yang persentasenya masih sekitar 70 persen,” ucapnya.

Terhadap pelemahan, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito mengungkapkan, salah satu dampaknya adalah terjadinya penjualan oleh investor asing di bursa saham dan obligasi. “Ada penjualan di obligasi negara sekitar Rp 10 triliunan sehingga mengakibatkan nilai tukar mendadak melemah terhadap dolar AS. Itu diikuti investor saham,” katanya.

Pada perdagangan kemarin, investor asing melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senuilai Rp 1,24 tri­liun. Namun, sisa pembelian bersih oleh investor asing (foreign net buy) sebesar Rp 46,2 triliun sejak awal 2014 sampai dengan kemarin masih mengompensasi, bahkan tercatat sebagai sejarah tertinggi di bursa saham Indonesia. “Kita tidak perlu khawatir berlebihan,” ujarnya.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengakui, bank sentral sejak Senin (15/12) sudah mengintervensi pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN), dengan melakukan pembe­lian. Senin, BI membeli hingga Rp 1,5 tri­liun dan Selasa pagi membeli kembali sebesar Rp 200 miliar.

Menurutnya, pembelian kali ini menjadi yang tertinggi tahun ini. Pasalnya, baru saat ini juga terjadi capital outflow di SBN yang butuh intervensi sebesar itu. (Faisal Rachman/Ellen Piri)

 

On 12/16/2014 10:48 PM, Awind wrote:

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/16/087628988/Strategi-Jokowi-Atasi-Pelemahan-Rupiah

Selasa, 16 Desember 2014 | 21:45 WIB

Strategi Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah

Strategi             Jokowi Atasi Pelemahan Rupiah

Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana Widodo saat persiapan pemotretan bersama Kabinet Kerja di halaman Istana Negara, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo menyatakan telah mempersiapkan langkah untuk mengatasi pelemahan rupiah dalam jangka pendek. Jokowi yakin pelemahan rupiah tidak akan berlangsung lama karena fundamental ekonomi Indonesia terus mengalami perbaikan. (Baca: Alasan Jokowi, Pelemahan Rupiah Tidak akan Lama)

Menurut Jokowi, pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia. Tekanan di Indonesia, kata Jokowi, disebabkan oleh tingginya arus modal keluar. “Mulai ada penarikan dana lagi ke Amerika Serikat,” kata Jokowi dalam penutupan Rapat Kerja Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Selasa, 16 Desember 2014.

Demi menahan laju penurunan rupiah, Jokowi mengatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah perbaikan kinerja perdagangan dengan meningkatkan ekspor di sektor industri dan menekan laju impor. Selain itu, menurut Jokowi, Bank Indonesia sudah melakukan intervensi pasar agar rupiah tidak semakin terpuruk. (Baca: Jokowi Hadiri Penutupan Raker BPK)

Secara terpisah, Menteri Koordinator Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan pelemahan rupiah terjadi karena megatren global. “Tanggal 19 Desember ada rapat The Fed, jadi wajar kalau orang berspekulasi,” ucap Sofyan.

Secara statistik, kata dia, selama periode Desember 2013-2014, depresiasi rupiah mencapai 2,5 persen. Angka ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan pelemahan yen Jepang yang sebesar 15 persen, dolar Singapura 6 persen, dan ringgit Malaysia 6 persen. Sofyan menolak jika kondisi saat ini disamakan dengan 1998. “Saat itu kan ada guncangan politik. Kalau sekarang kan aman,” katanya.

Pendapat berbeda disampaikan Direktur Institute for Development of Economics and Finance Enny Sri Hartati. Menurut Enny, depresiasi rupiah bisa lebih buruk lantaran tingkat ekspor Indonesia terhadap impor masih lebih rendah dibanding negara lain di Asia. Selain itu, utang luar negeri Indonesia relatif lebih tinggi. “Karena itu, jika dilihat secara tahunan, depresiasi rupiah bisa lebih buruk ketimbang mata uang lain,” kata Enny kepada Tempo.

ANGGA SUKMAWIJAYA | ROBBY IRFANI

 

 

http://sinarharapan.co/news/read/141217020/jokowi-minta-pengusaha-manfaatkan-kenaikan-nilai-dolar-div-div-div-div-

 

Jokowi Minta Pengusaha Manfaatkan Kenaikan Nilai Dolar

17 Desember 2014 12:00 Finansial

 

Banyak negara juga mengalami nasib serupa dengan RI.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meminta kalangan pengusaha untuk tak mengkhawatirkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sebaliknya, presiden meminta pengusaha memanfaatkan momentum fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar untuk mendorong peningkatan ekspor.

“Kesempatan seperti ini, dari sisi industri di dorong diberi insentif sehingga industri yang berorintasi ekspor bisa bergerak lebih cepat sehingga mengambil keuntungan dari pelemahan rupiah ini,” kata Presiden yang akrab disapa Jokowi, saat membuka rapat terbatas bidang ekonomi di Kantor Presiden Jakarta, Rabu pagi.

Kepala Negara mengatakan pelemahan mata uang lokal terhadap dolar  tidak hanya dialami Indonesia, namun juga dialami oleh negara lainnya.

“Kita melihat negara kita dibandingkan dengan Jepang, Malaysia dan Rusia, kita pada posisi yang sangat baik,” katanya.

Presiden mengatakan meski demikian komunikasi antara pemerintah, Bank Indonesia dan juga Otoritas Jasa Keuangan terus dilakukan untuk mengelola fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

 

Tunggu Kebijakan Minyak Murah dan Jebloknya Rupiah

Oleh FUAD AL ATHOR (TANGERANG), TEROPONGSENAYAN
Rabu, 17 Desember 2014 – 08:20:51 WIB

BENARKAH kesempatan emas rendahnya harga minyak mentah di pasaran internasional tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah Indonesia. Dihimpit oleh lemahnya nilai tukar rupiah terhadap US dolar membuat pemerintah kelimpungan menyikapi situasi. Padahal, dengan harga minyak yang mencapai US$ 57 per barel seharusnya pemerintah bisa mengambil langkah-langkah yang diperlukan, tidak hanya untuk mendapatkan keringanan pada beban APBN, akan tetapi juga guna mengamankan stok nasional sebanyak mungkin.

Harga minyak dunia terjun bebas di akhir tahun ini, menyusul lonjakan produksi minyak serpih alias shale oil di AS. Selain itu, pertumbuhan permintaan akan minyak di Asia dan Eropa juga tersendat, sementara produsen besar di Timur Tengah yang tergabung di OPEC –yang paling ngotot adalah Arab Saudi- enggan melakukan pemangkasan pada pasokan global.

Pada pembukaan perdagangan Senin (15/12) harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2015 dibuka melemah 1,28 persen ke posisi US$ 57,07 per barel. Sementara harga minyak Brent untuk pengiriman Januari 2015 berada di posisi US$ 62,08 per barel.

Terjun bebasnya harga ini sejatinya adalah perang harga di pasar minyak antara negara-negara Organization Petroleum Exporting Countries (OPEC) dengan Amerika Serikat (AS). Booming produksi minyak serpih (shale oil) AS menyebabkan pasokan minyak dalam negeri AS melimpah. Kuota impor minyak AS turun drastis. Dampaknya harga komoditas ini turun ke level terendah dalam empat tahun terakhir.

Otomatis penurunan harga ini menggerus pendapatan negara-negara yang selama ini bergantung pada minyak, termasuk negara anggota OPEC. Negara OPEC yang paling tergantung pada minyak adalah Venezuela dan Iran.

Dasar dari hitungan perang harga ini adalah perkiraan dengan harga di bawah US$ 70 per barel Amerika masih akan lebih memilih mengonsumsi minyak impor sebab rata-rata biaya produksi Shale Oil masih berada di antara US$ 70 sampai US$ 77 per barel. Sementara negara seperti Arab Saudi produksi di darat (on shore) hanya menelan biaya produksi sekitar US$ 10-17 per barel. Ini adalah sebuah kekuatan besar yang mampu menentang AS.

Di sisi lain, pasar minyak Asia seperti Jepang dan Korea malah melirik USA untuk mendapatkan pasokan minyak nasionalnya. Mereka mulai mengimpor dari USA sebab dianggap lebih murah ongkos pengirimannya ketimbang membeli ke Timur Tengah. Hal ini menambah potensi perang harga semakin menghebat. Pada September dan Oktober, Korea Selatan telah mengimpor 1,6 juta barel minyak dari AS dan Kanada. Lalu, Jepang juga mulai mengimpor minyak dari AS sejak Oktober silam. Hal itu membuat produsen Timur Tengah terus memotong harga demi pangsa pasar.
Posisi Indonesia terhadap situasi harga minyak global ini?

Indonesia masih akan sulit untuk ikut menikmati penurunan harga minyak dunia. Penyebabnya tak lain adalah tingkat konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia yang masih tinggi tidak menyurutkan impor minyak. Apalagi, kurs rupiah masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sehingga membuat beban impor juga tinggi. Pada hari selasa (16/12/14) rupiah mencapai Rp. 12.900 per US Dolar. Ini nilai paling jeblok semenjak 1998 yang sampai di kisaran Rp. 16.000 per dolar AS. Pelemahan ini semakin mengantarkan ekonomi Indonesia ke ambang krisis atau kondisi ekonomi rentan.

Untuk bisa keluar dari kategori ekonomi rentan, Indonesia harus mampu memanfaatkan pelemahan rupiah untuk meningkatkan ekspor manufaktur. Namun, hal itu pun belum menjamin keuntungan yang lebih bagi Indonesia. Ini karena impor bahan baku juga akan meningkat. Kendati demikian, penurunan harga minyak dunia dipastikan akan menurunkan defisit transaksi berjalan.

Penguatan nilai tukar rupiah sangat diperlukan. Rupanya prediksi pasar bahwa rupiah akan menguat jika Jokowi terpilih meleset. Hal ini tentu dipengaruhi oleh kondisi politik dalam negeri. Meskipun ada analis yang menilai bahwa penguatan ekonomi di AS juga sebagai faktor menguatnya nilai dolar AS.

Mengentalnya kubu oposisi dalam KMP disinyalir menjadi penyebab yang membuat pasar agak khawatir akan stabilitas politik dalam negeri. Beberapa momentum politik di DPR menjadi gambaran politik Indonesia masih fragile. Dan ini akan sangat berpengaruh pada proses pengajuan APBN-P 2015 mendatang.

Pemerintahan Jokowi dinilai gagal memanfaatkan momentum “hangatnya” pemerintahan baru untuk segera melakukan konsolidasi di level elit politik. Politik yang semasa kampanye dititik-beratkan pada alur massa pasca pilpres alur berubah menjadi antara elit. Politik mobilisasi massa beralih pada politik negosiasi. Di sinilah letak lingkungan strategis pemerintahan Jokowi yang terlambat dikondisikan. Bahkan, kepresidenan terkesan cuek dan abai terhadap terbelahnya politisi Senayan.

Dampaknya, Pemerintahan akan sulit untuk segera memberikan stabilitas pada pasar yang cenderung wait and see pada keadaan makro politik dalam negeri. Agar tak terjebak di kemudian hari ada baiknya kepresidenan segera membuat langkah-langkah agar semua cabang Trias Politika berjalan dengan bergotong royong. Sebagai kepala pemerintahan ia boleh-boleh saja tancap gas kabinetnya dengan sedikit mengejek “kekanak-kanakan” DPR, namun sebagai kepala negara ia berkewajiban menciptakan kondusivitas semua cabang kekuasaan.

Sementara di sisi kebijakan energi, pemerintah masih belum akan membuat langkah-langkah yang radikal mengingat hambatan utamanya adalah ada pada minimnya infrastruktur. Bagaimana hendak menimbun stok minyak mentah yang sedang murah, Kalau kapasitas kilang saja masih punya 7 kilang dan yang bisa dioperasikan hanya 6, semuanya bisa menampung sekitar 800 ribu barel.

Dengan kondisi seperti ini pemerintah tak akan mengambil langkah yang menentukan pada saat-saat perang harga minyak mentah ini. Sangat disayangkan memang. Tapi menjaga kestabilan ekonomi makro yang tampaknya sangat tergantung pada stabilitas politik ini juga perlu dijadikan prioritas oleh pemerintah. Jangan sampai kita terjatuh pada krisis ekonomi untuk kali kedua seperti pada tahun 1998 lagi. Wassalam. (b)

(Fuad al Athor, tinggal di Tangerang, adalah associate writers of LiPI (Lingkar Pemikir Indonesia)

  

5 Sebab yang Bikin Rupiah Terus Jeblok

By Siska Amelie F Deil on Dec 15, 2014 at 12:29 WIB

Liputan6.com, Jakarta- Dalam sepekan terakhir nilai tukar rupiah tercatat terus anjlok. Hingga awal pekan ini, nilai tukar rupiah bahkan menyentuh level terendah sejak November 2008 di kisaran 12.600 per dolar AS.

Mengutip data Bloomberg, Senin (15/11/2014), nilai tukar rupiah tercatat melemah 1,04 persen ke level 12.597 pada perdagangan pukul 9.05 waktu Jakarta. Sebelumnya nilai tukar rupiah anjlok parah hingga menyentuh level 12.610 per dolar AS.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah kian menyusut terhadap dolar, antara lain penguatan dolar hingga spekulasi perusahaan lokal yang melakukan aksi beli dolar sebelum akhir tahun.

Sejumlah investor asing tercatat telah menarik dana hingga Rp 10,09 triliun dari obligasi berdenominasi rupiah bulan ini sejak 11 Desember.

Ekonom Standard Chartered Eric Alexander Sugandi menjelaskan, terdapat kombinasi sejumlah faktor yang menyebabkan nilai tukar rupiah terus menurun.

“Faktor pertama yaitu data ekonomi AS yang semakin membaik dan memicu kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunganya lebih cepat dari perkiraan,” ungkap Eric saat dihubungi Liputan6.com.

Kekhawatiran akan penguatan dolar AS karena peningkatan data ekonomi Faktor lain menurut Eric yaitu perputaran uang atau Great Rotation di mana dana asing yang berendar kembali masuk ke Amerika Serikat menjelang akhir tahun.

Dua sentimen tersebut merupakan faktor yang paling berpengaruh pada pergerakan rupiah belakangan ini. Selain itu, faktor berikutnya adalah kebutuhan dolar yang meningkat di akhir tahun.

“Kebutuhan dolar di akhir tahun dari korporasi lokal juga aliran dana yang berkaitan dengan penjualan obligasi belakangann ini tampak memberatkan rupiah,” ungkap Chief Trader Asian and Emerging Markets di Mizuho Bank Ltd, Shigehisa Shiroki.

Menurutnya, nilai tukar rupiah kini benar-benar berada di bawah tekanan. Eric juga menjelaskan, faktor keempat adalah persepsi pasar saat rupiah menembus level tertentu yang dengan cepat memicu aksi beli dolar.

“Namun mendekati natal dan akhir tahun, transaksi dolar akan berkurang karena sudah banyak pelaku pasar yang berlibur,” tuturnya.

Faktor kelima yang menekan nilai tukar rupiah adalah defisit transaksi berjalan yang terbilang masih cukup besar. Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan sebesar US$ 6,8 miliar di kuartal ketiga dan Bank Indonesia berharap adanya penurunan defisit sebesar US$ 24 miliar sepanjang tahun ini.

“Kalau dilihat dari nilai fundamentalnya, seharusnya rupiah masih berada di kisaran 12.000-12.200 per dolar AS,” ungkap Eric.

Di tengah kondisi ini, BI diprediksi akan mulai melakukan intervensi dan mengambil tindakan untuk menahan rupiah melemah lebih jauh. Terlebih lagi saat ini, nilai tukar rupiah melemah melampaui nilai fundamentalnya.

Hal ini tentu saja memicu market panic, tapi tak akan lama dan rupiah dapat segera berbalik.

Eric awalnya memprediksi nilai tukar rupiah dapat bertahan di kisaran 12.200 per dolar AS di akhir tahun. Tapi dengan sejumlah faktor tersebut, nilai tukar rupiah masih akan terperosok lebih jauh ke kisaran 12.500-12.700 per dolar AS selama sepekan ke depan. (Sis/Nrm)

Jakarta45
Kamis, 11/12/2014 06:30 WIB

Ungguli Obama, Jokowi Finish di Posisi 8 ‘Person of The Year’ Majalah TIME

Ayunda W Savitri – detikNews
Jakarta – Nama Presiden Joko Widodo masuk dalam polling Person of The Year yang digelar Majalah TIME. Meski tidak menduduki puncak peringkat, Jokowi berhasil menggunguli Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Dikutip dari situs TIME, Rabu (10/12/2014) malam, pejuang Ebola berada di peringkat teratas pilihan redaksi majalah asal Paman Sam tersebut. Disusul oleh Ferguson Protesters di peringkat kedua dan Vladimir Putin di peringkat ketiga. Sementara Massoud Barzani berada di peringkat keempat disusul Jack Ma.

Sedangkan untuk pilihan pembaca melalui polling, gelar jawara Person of The Year 2014 disabet Perdana Menteri India Narendra Modi dengan perolehan suara mencapai 16,2 persen. Ferguson Protesters berada di posisi kedua dengan raihan suara 9,2 persen.

Nah, untuk posisi Jokowi yang juga mantan Gubernur Jakarta, pembaca menempatkannya di urutan kedelapan dengan mengantongi suara 2,7 persen. Sementara Obama yang sebelumnya telah dua kali terpilih menjadi Time of The Year berada di peringkat ke-11 dengan suara 2,2 persen.

Sebelumnya dalam polling yang dibuka sejak pertengahan November hingga 6 Desember 2014 itu, Jokowi pernah menempati peringkat ke-7 dengan 2,8 persen dan Obama di peringkat ke-12 dengan 2,3 persen. Sayang posisi tersebut bergeser hingga penutupan polling yang disampaikan melalui Twitter, Facebook dan situs TIME.com sendiri.

Berikut 15 besar Person of The Year versi pilihan pembaca TIME:
1. Narendra Modi (16,2%)
2. Ferguson Protestors (9,2%)
3. Joshua Wong (7%)
4. Malala Yousafzal (4,9%)
5. Ebola Doctors and Nurses (4,5%)
6. Vladimir Putin (4,3%)
7. Laverne Cox (3,4%)
8. Joko Widodo (2,7%)
9. Pope Francis (2,6%)
10. Chibok Girls (2,5%)
11. Barack Obama (2,2%)
12. Beyonce (2,1%)
13. Jennifer Lawrance (2%)
14. Angela Merkel (1,8%)
15. Taylor Swift (1,7%)

(aws/fdn)




Blog Stats

  • 3,242,724 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…