Author Archive for Pandji R Hadinoto

04
Jul
15

Pangan Sehat : Kurma Mengandung Karbohidrat Kompleks

Kenapa Rasulullah Makan Kurma Waktu Berbuka? (Pembahasan Ilmiah Secara Detail)

kenapa rasulullah menganjurkan makan kurma saat buka puasa

Bukan tanpa alasan ketika Rasulullah mengajarkan kita untuk berbuka puasa dengan kurma, melainkan karena ada hal yang Luar Biasa di dalamnya.

Sebagai salah satu contoh, menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam buku miliknya yaitu “Panduan Diet ala Rasulullah” menyatakan bahwa Tak jarang masyarakat melupakan betapa pentingnya kesehatan, padahal jika di umpamakan maka kesehatan itu seakan-akan menjadi mahkota teramat indah di atas kepala orang yang sehat, akan tetapi mahkota itu tidak bisa dilihat kecuali oleh orang yang sedang sakit.

Dengan mengikuti pola makan yang di anjurkan Rasul termasuk mengkonsumsi kurma saat berbuka puasa, terbukti kini beliau memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar.

Karbohidrat Kompleks pada Kurma, Inilah alasan kenapa energi kita tahan lama

karbohidrat kompeks dalam kurma

Karbohidarat dibagi menjadi 2 :

Sederhana = Jenis karbohidrat yang memberi energi lebih cepat, lebih mudah dicerna, tapi energi tersebut cepat habis
Kompleks = Memiliki waktu pencernaan yang lebih lama karena sifatnya yang lebih rumit.

Dalam kurma terdapat Karbohidrat Kompleks, KH kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk diubah menjadi energi. Dengan demikian, makanan yang masuk dalam tubuh akan diproses secara perlahan dan tenaga yang terbentuk diperoleh sedikit demi sedikit. Sehingga kita tidak cepat lapar, selain itu energi tersedia dalam waktu yang lebih lama, cukup untuk aktivitas seharian penuh.

Sebaliknya, KH sederhana di proses dengan sangat cepat, menyediakan energi yang cepat pula, tapi akan cepat habis dalam waktu singkat sehingga kita mudah kehabisan tenaga dan lemas.

Kesimpulan:
Saat sahur makanlah makanan berkarbohidrat Kompleks, seperti kurma. Jangan mengkonsumsi KH sederhana karena membuat kita mudah kehabisan energi sehingga cepat lemas.

Kandungan  Kurma, Ada apa Saja ya?


Kandungan yang terkandung dalam 100 gr Kurma :

Karbohidrat 75 gr
Energi 323 kkal/100 gr
Fiber/serat 2,4 gr
Vitamin A 90 IU
Vitamin C 6,1 mg
Vitamin B1 93 mg
Vitamin B2 144 mg
Fosfor 63 mg
Protein 2,35 gr
Lemak 0,43 gr
Asam nikonat 2,2 mg
Zink 1,2 mg
Asam Folic 5,4 mikrog
kalium 52 mg.

Buah anjuran Rasul ini merupakan sumber mineral dan vitamin yang penting bagi tubuh seperti zat-zat yang saya tuliskan di atas, dengan demikian memakan kurma saat bulan ramadhan sama saja kita mengkonsumsi multivitamin yang bermanfaat setiap harinya. Menjadikan kita lebih bernergi, kuat, dan sehat, karena itulah sangat cocok bagi kita yang menjalani ibadah puasa.

Tahukah kamu? 
Fendy Susanto, STP, CPT, CFT seorang ahli gizi dari Nutrifood Research Center menyebutkan buah ini tidak mengandung lemak jenuh, kolesterol, serta sodium sehingga menjadi sumber serat yang teramat baik bagi tubuh kita.

Selain itu ada juga pemaparan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), bahwa buah ini mengandung polifenol lebih tinggi dari pada buah lain yang Anda konsumsi pada umumnya. Ini disebabkan karena tempatnya tumbuh merupakan tempat yang kering seperti gurun sehingga polifenol lebih banyak terbentuk.

kurma menangkal radikal bebas

Polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas, radikal bebas sendiri memiliki efek merusak sel-sel dan jaringan dalam tubuh. Radikal bebas sangat banyak ditemukan pada asap rokok dan polusi kendaraan, jadi berbahaya ketika kita terkena radikal bebas seperti pada asap rokok dan asap kendaraan. Selain itu mengurangi resiko penyakit jantung, dan kanker Wah hebat sekali kurma itu :)

Tunggu, JANGAN Berbuka dengan yang MANIS!
lho tadi katanya buah kurma yang manis banyak manfaatnya? Iya, apa yang kamu baca memang benar, tapi baca dulu penjelasannya di bawah ini :
Kita memang di anjurkan mengkonsumsi kurma saat berbuka, namun tidak dengan makanan dengan rasa teramat manis. Buah anjuran Rasul ini memiliki rasa manis yang tidak berlebihan. Lalu apa yang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan/minuman dengan rasa yang terlalu manis? Mari simak penjelasan berikut ini :
Tahukah kamu? insulin menurun secara drastis saat kita manjalankan shaum selama seharian.
Ketika makanan dengan rasa manis berlebihan diserap oleh tubuh kita, darah akan berusaha dengan cepat untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang Besar. Tingginya kadar insulin membuat kerja pankreas menjadi lebih banyak. Butuh banyak energi dalam proses ini, sehingga konsentrasi energi pada tubuh akan lebih di fokuskan pada pembuatan insulin.

Jangan sampai puasa malah membuat kita jadi gendut

Setelah kadar insulin dan banyaknya gula sudah melewati batas yang dibutuhkan, maka gula akan dirubah oleh insulin menjadi glikogen, glikogen ini lalu akan disimpan ke dalam lemak di bawah kulit kita.
karena banyak makan gula berlebih
Jadi kalian jangan heran jika ada orang yang suka makan makanan manis saat berbuka puasa mudah mengalami penumpukan lemak terlebih pada perut dan juga pinggang. (Bagi yang cewek hati-hati sama menu buka puasa nya ya)
Namun berbeda dengan kurma segar
Rasa manis alami dalam buah-buahan yang tidak berlebih, serta serat yang tinggi memiliki keuntungan, yaitu ketika insulin dalam tubuh cukup rendah kemudian kita memakan ruthabh saat berbuka puasa, menjadikan tubuh mendapatkan asupan gula yang tidak berlebihan, lalu tubuh akan merespon dengan normal, dengan ini insulin yang sebelumnya rendah akan naik secara perlahan. Dengan begitu glikogen tidak langsung disimpan dan menjadikan lemak di bawah kulit.
Apa asupan tepat saat kita tidak memiliki Kurma?
Apabila tidak tersedia Ruthab, maka biasanya Rasulullah akan menggantinya dengan mengkonsumsi air. Air disini dimaksudkan ari putih atau air bening yang belum dicampur dengan sirup, teh, ataupun bahan lain. Kenapa Rasulullah mengganti dengan air?

Menurut penelitian, air putih berfungsi membuat saluran pencernaan kita menjadi siap untuk menerima makanan yang berat seperti nasi. Selain itu masih ada lagi manfaat lainnya, yaitu mempersiapkan usus untuk menyerap makanan dengan lebih optimal.

Kenapa lebih baik meminum air putih tanpa bahan tambahan seperti sirup? ini karena air putih memiliki kinerja yang lebih optimal dibandingkan dengan yang sudah dicampur bahan-bahan lain.
10 Khasiatnya, Sedikit Saja dari Sekian Banyak Manfaat
10 manfaat kurma
1. Tamr berfungsi menjadikan usus lebih kuat serta membantu saluran kencing lebih lancar (apabila kita rebus)
2. Ruthab memiliki pengaruh baik pada saat Ibu sedang melahirkan. Yaitu mengontrol laju gerak rahim serta menambah waktu sistolenya lebih lama (sistolenya yitu kontraksi jantung saat di pompa ke pembuluh nadi). Ruthab juga mencegah terjadinya pendarahan serta mempercepat pengembalian rahim seperti posisi semula, hal ini disebabkan oleh hormone oxytocine.
“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]
3. Terhadap penyakit gondok, dapat menenangkan syaraf terhadap kelenjar gondok
4. Mengandung vitamin A yang bagus untuk memelihara kelembaban serta kejelian mata, menguatkan kekuatan penglihatan, kekebalan infeksi, dan menenangkan sel syaraf.
5. Dapat mencegah stroke, karena mengandung zat berupa kalium tinggi yang dibutuhkan untuk mengatur denyut jantung, mengatur tekanan darah, dan mengatur konstraksi otot.Para peneliti menyebutkan, mengkonsumsi ekstra kalium dalam jumlah 400mg/hari dapat menurunkan kemungkinan terkena serangan stroke hingga 40%. Ini sama artinya ketika kita memakan Tamr sebanyak 65 gr (lima butir Tamr)
6. Sebagai penangkal racun karena mengandung vitokimia dan zat antioksidan, dengan cara memakan 7 butir kurma setiap harunya.
7. Sebagai sumber energi, yaitu sebanyak 323 kkal dalam 100gr
8. Mencegah terjadinya penyakit kanker usus besar, hal ini disebabkan karena terdapat kandungan serat tinggi sehingga membantu selaput lendir usus serta meningkatkan bahan kimia sehingga dapat mencegah kanker usus besar.
9. Sangat di anjurkan dijadikan menu berbuka puasa, karena membuat tubuh menghasilkan insuline secara perlahan
10. Terdapat karbohidrat kompleks, karena itu kita akan mendapatkan energi yang tahan lama.
Bagaimana Kalau Dijadikan Manisan?
Manisan yang ada di Indonesia ataupun dari hasil import dalam kemasan-kemasan biasanya bukan lagi sebagai “ruthab” hal ini karena sudah terjadi proses pengawetan serta ditambah gula sebagai bahan pengawetnya, karena sudah ditambahkan gula maka kandungan glukosa di dalamnya menjadi berlipat-lipat ganda.
Sepertinya cukup susah mencari manisan dari hasil import yang masih Asli belum ditambahkan gula di dalmnya.
Bijaknya, kita meneliti lebih dulu apakah sudah ditambah pengawet sehingga bertambah kadar gulanya atau belum.
Saya pernah mendengar cerita, ada teman yang pergi ke Timur Tengah. Dia mengatakan kalau memakan kurma “mentah” dengan jumlah banyak akan membuat perut melilit. Entah karena memang perutnya bermasalah atau memang terlalu banyak makan, tapi pastinya Rasulullah menyampaikan sunnah nya hanya memakan 3 butir saja sebagai pembuka.

Yang perlu digaris bawahi ialah, Rasul menyarankan kita makan kurma karena agar perut kita tidak kaget saat menerima makanan berat, serta tidak menjadi sakit perut karena ke kenyangan. Bukankah begitu sahabat Sejarah?

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (Al-Ahzab [33]: 21).

Dulu umat muslim di dunia hanya mengikuti sunnah Rasul tanpa tahu sebenarnya apa manfaat yang terkandung di dalamnya dalam segi ilmu pengetahuan serta sains karena memang zaman dahulu ilmu pengetahuan tidak se maju seperti zaman sekarang

Namun seiring perkembangan zaman, sekarang banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa khasiat serta manfaat dalam buah kurma sangat besar, bahkan mungkin jika para umat muslim pada zaman dahulu tahu, pastilah keimanan mereka akan bertambah dan bertambah lagi karena tahu dan kagum setelah mengetahui manfaat buah manis yang satu ini.

Dan jika kalian tahu manfaat lainnya, bisa tulis di komentar yang ada di bawah.

Itulah yang bisa saya sampaikan, mohon SHARE ke teman-teman agar mereka juga tahu bagaimana Manfaat sebenarnya dari Kurma. Semoga artikel ini bermanfaat, apabila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. :)
Salam Sejarah
04
Jul
15

Kecelakaan : Hercules Jatuh Karena Menyangkut Antena ?

Jumat, 03 Juli 2015 , 05:47:00

Hercules Jatuh Karena Menyangkut Antena ? Ini Beberapa Petunjuknya

JAKARTA – Aktivitas investigasi yang terus dilakukan tim dari TNI mulai menumukan tanda-tanda baru. Temuan adanya antena radio dilokasi jatuhnya pesawat hercules C-130 menimbulkan prediksi baru. Diduga, pesawat buatan Amerika itu menabrak tiang radio setinggi 25 meter yang berdiri dijarak 300 dari lokasi jatuhnya pesawat.

Kepala Pusat Penerangan TNI AU (Kapuspenau) Marsma Dwi Badarmanto membenarkan adanya laporan yang menyebutkan kemungkinan tersebut. Hanya saja dia menegaskan, hasil temuan tersebut bukanlah hasil final. “Ini baru dugaan awal saja, untuk bisa dipastikan itu penyebabnya (menabrak antena ,-red) masih jauh,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Dia menyebutkan, prediksi itu muncul setelah melihat posisi jatuhnya pesawat yang tengkurap. Diduga, pesawat jatuh dalam posisi miring. Dalam perjalanannya, prediksi tersebut diperkuat dengan adanya tiga temuan yang didapatkan tim investigasi.

Temuan pertama, adanya permintaan dari Pilot Kapten Sandy Permana yang meminta return to base. Dari situ bisa disimpulkan jika pilot mengetahui adanya kerusakan mesin. “Diduga mesin nomor empat yang mati,” ungkapnya.

Kedua, ada beberapa warga yang melihat pesawat terbang miring. Hal itu merupakan dampak matinya salah satu mesin pesawat. Terakhir, ditemukannya antena radio di lokasi. “Antena ini yang diduga mengakibatkan pesawat jatuh,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Dwi, secara teori, kerusakan yang terjadi di salah satu mesin pesawat masih memungkinkan pilot melakukan recovery. Hanya saja, hal itu urung dilakukan pilot, setelah pesawat terlanjur menabrak antena terlebih dahulu. “Kalau saja tidak menabrak, mungkin pilot masih bisa melakukan manuver,” ungkapnya.

Keyakinan Dwi tersebut didasarkan pada pengalaman yang dia ketahui. Menurutnya, kejadian matinya salah satu mesin pesawat pernah dialami beberapa penerbang. “Dan secara teori, kerusakan satu mesin masih bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pendapat Dwi tersebut diamini pilot senior, Sumarwoto. Menurutnya, pesawat Hercules C-130 merupakan pesawat yang handal dan teruji. Bahkan, seandainya dua dari total empat mesin pesawatnya mati, pesawat tersebut masih bisa terbang. “Kalau cuma satu, ya jelas bisa sekali,”ujarnya.

Pria yang menerbangkan pesawat N-250 buatan Habibi tersebut menjelaskan, perusahaan yang membuat Hercules pernah melakukan uji coba. “Jadi pernah dicoba, mesin dimatikan satu, lalu dimatikan dua. Ternyata masih bisa, dan itu sudah disertifikasi,” imbuhnya.

Temuan baru tersebut membuat prediksi sebelumnya yang mengatakan pesawat jatuh karena over kapasitas terbantahkan. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, penyebab over kapasitas tersebut tidak masuk akal. “Enggak, gak ada overkapasitas,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Mantan Pangdam Siliwangi tersebut menjelaskan, meski kapasitas normalnya 92 penumpang, spesifikasi pesawat Hercules C-130 itu sanggup mengangkat beban maksimal hingga 20 ton. Jadi, berdasarkan kalkulasi yang dilakukan TNI, beban angkutnya masih dibawa batas maksimal. “Wong cuma 134 orang kok,” imbuhnya.

Sementara terkait adanya warga sipil dalam pesawat Hercules, Moeldoko menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa. Pasalnya, selain fungsi kedinasan, salah satu fungsi alat angkut yang dimiliki TNI adalah kesejahteraan anggota. Hanya saja dia mengakui, dalam penerbangan kemarin ada beberapa case. “Salah satunya, kemarin ada anggota yang selain membawa keluarga juga membawa pembantu,” terangnya.

Lantas ketika ditanya, soal keberadaan sipil lainnya, Moeldoko enggan menjawab. Dia mengatakan, masih menunggu hasil diidentidikasi. Hanya saja dia menegaskan, keberadaan warga sipil selain anggota TNI merupakan hal yang terlarang. (far)

04
Jul
15

InfraWatch : Bangun Gedung Perkantoran Pakai Printer 3D

Dubai Bangun Gedung Perkantoran Pakai Printer 3D

By

on 04 Jul 2015 at 07:30 WIB

Liputan6.com, Dubai – Printer 3D kini tak hanya dimanfaatkan untuk membuat sebuah prototipe. Banyak orang kreatif yang menggunakan perangkat inovatif tersebut untuk berbagai hal, seperti membuat jantung buatan dan super car.

Bila sebelumnya salah satu perusahaan properti asal Tiongkok membuat sebagian material bangunan dengan printer 3D, kini pemerintah Dubai melakukan hal yang lebih `out of the box` dengan membuat seluruh bangunan menggunakan device tersebut.

United Arab Emirates National Innovation Committee mengumumkan sebuah proyek, dimana mereka akan membangun gedung perkantoran yang seluruhnya memanfaatkan teknologi printer 3D di Dubai.

Proyek ini akan dipimpin oleh sebuah perusahaan bernama Winsun global yang sebelumnya membangun seluruh gedung apartemen menggunakan alat cetak 3D.

Menariknya, tak hanya gedung yang akan dicetak menggunakan printer, tetapi furnitur yang ada di dalamnya juga bakal dicetak memakai perangkat canggih itu. Demikian seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Sabtu (4/7/2015).

“Gedung ini akan menjadi kesaksian efisiensi dan kreativitas teknologi cetak 3D, yang kami percaya akan memainkan peran utama dalam membentuk sektor konstruksi dan desain. Kami akan menjadi pusat global untuk inovasi dan pencetakan 3D. Ini adalah langkah pertama dari banyak lagi yang akan datang,” kata Al Gergawi, Ketua Komite Inovasi Nasional UAE.

Untuk membuat impian ini menjadi kenyataan, printer 3D dengan tinggi 20 kaki atau sekitar 7 meter akan digunakan untuk membangun gedung berukuran 2.000 kaki persegi atau sekitar 610 meter persegi.

Dalam proses pembangunannya akan menggunakan material Special Reinforced Concrete, Fiber Reinforced Plastic, dan Glass Fiber Reinforced Gypsum.

Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu dan diklaim dapat mengurangi biaya tenaga kerja sebanyak 50-80% dan mengurangi limbah konstruksi hingga 30-60%.

(isk/dew)

04
Jul
15

Sejarah : Abraham Lincoln Teladan Kepemimpinan Demokrasi

Jakarta45

Ketegasan Lincoln Pelajaran Demokrasi yang Mahal

Oleh: Dahlan Iskan

Menjadi Amerika yang hebat seperti sekarang ternyata juga tidak mudah. Bahkan, ketika negara itu sudah berumur 90 tahun (tahun ini negara kita berumur 70 tahun) masih mengalami guncangan yang nyaris membuat semuanya berantakan: perang sipil.

Itu terjadi gara-gara rakyat di tujuh negara bagian di wilayah selatan tidak puas atas kemenangan calon presiden Abraham Lincoln. Misi yang dibawa calon presiden itu dianggap tidak sejalan dengan aspirasi di tujuh negara bagian tersebut. Mereka menginginkan perbudakan tetap diperbolehkan. Sedang Lincoln sejak kampanye ingin mengakhiri perbudakan.

Waktu itu calon presidennya empat orang. Lincoln mendapat suara 1.866.000. Calon berikutnya mendapat 1.376.000 suara. Sedang dua lainnya mendapat 850.000 dan 560.000-an suara. Total pemilih baru 3.600.000-an. Pada 1861 itu, saat republik sudah berumur 90 tahun, perempuan masih belum boleh memiliki hak pilih. Demikian juga warga kulit hitam. Penduduk di 14 negara bagian juga belum punya hak pilih. Pada tahun itu, mereka belum menjadi negara bagian. Status Kansas, Colorado, Nevada, sampai Washington masih teritori.

Perjalanan menjadi sebuah negara demokrasi seperti sekarang ternyata tidak secepat yang kita perkirakan. Begitu bencinya terhadap presiden terpilih, tujuh negara bagian tersebut menyatakan memisahkan diri dari Amerika. Mereka membentuk negara sendiri dengan nama Confederate States of America atau disingkat Confederacy. Mereka juga memiliki bendera nasional tersendiri: merah disilang biru dengan bintang putih sebanyak tujuh di silang warna biru itu. Tapi, bendera tersebut kemudian diganti dan diganti lagi sampai tiga kali.

Bagi wilayah selatan, budak itu penting. Penghasilan pokok wilayah tersebut berasal dari kapas. Kebun kapas memerlukan banyak buruh. Tanpa buruh, perkebunan itu bisa lumpuh. Tapi, karena upah buruh itu amat murah, persaingan ekonomi menjadi tidak fair. Wilayah utara tidak menganut sistem perbudakan karena perbudakan dianggap melanggar moralitas dan ajaran agama.

Untuk melihat gambaran itu, minggu lalu saya ke Nashville di Tennessee. Saya ingin tahu mansion (rumah) presiden ketujuh Amerika yang dikelilingi perkebunan kapas seluas 150 hektare. Kini perkebunan tersebut menjadi taman hijau yang mengelilingi mansion-nya. Menurut catatan di situ, Jackson memiliki 300 budak.

Jackson kawin dengan seorang janda. Tapi, karena sang janda belum punya surat cerai, perkawinan itu diperbarui beberapa tahun kemudian. Dia pernah marah kepada mantan suami itu karena selalu mem-bully-nya. Jackson menulis surat, menantangnya untuk duel adu tembak. Meski lawannya dikenal sebagai jago tembak, Jackson minta dia menembak lebih dulu. Tembakan itu mengenai dada Jackson, tapi tidak membuatnya roboh. Giliran Jackson menembaknya: tewas.

Tujuh negara bagian di wilayah selatan (South Carolina, Florida, Mississippi, Alabama, Georgia, Texas, dan Louisiana) seperti itu semua. Karena perbudakan dilarang, mereka pilih mendirikan negara baru. Inisiatornya South Carolina. Proklamasi itu dilakukan setelah Lincoln terpilih, tapi sebelum dilantik.

Bahkan, ketika presiden terpilih itu dalam perjalanan menuju tempat pelantikan, seseorang berusaha membunuhnya. Waktu itu perjalanan kereta api dari kampungnya di Illinois ke Washington sudah tiba di Baltimore, tinggal satu jam lagi sampai Washington DC. Untuk keselamatannya, sisa perjalanan itu dilakukan secara rahasia.

Tapi, Lincoln tidak gentar. ”Saya pilih mati daripada berkompromi dengan mereka,” ujar Lincoln dalam satu pidato waktu itu.

Separatis di selatan itu dia nilai melanggar konstitusi dan harus dihadapi dengan tegas. Tidak ada negosiasi dan tidak ada kompromi. Maka, ketika tentara Confederacy mulai menyerang satu kota perbatasan di wilayah Union (istilah untuk wilayah Amerika yang tidak memisahkan diri), Lincoln mengerahkan pasukan habis-habisan.

Terjadilah perang sipil yang berlarut. Selama empat tahun. Korban luar biasa. Mencapai hampir 1,5 persen dari jumlah penduduk. Amerika ternyata pernah menempuh jalan yang begitu mahal untuk mempertahankan kesatuan wilayahnya. ”Kalau sekarang, 1,5 persen itu berarti 1,5 juta orang,” ujar ahli sejarah di Indiana yang saya ajak ngobrol bulan lalu.

Pada akhir masa jabatannya, popularitas Lincoln benar-benar merosot. Dia sendiri merasa tidak akan terpilih lagi. Sebulan sebelum pilpres, Lincoln seperti pasrah akan nasibnya, tapi tidak pasrah mengenai sikapnya terhadap para separatis. Bahkan, dia menegaskan akan meningkatkan serangan ke wilayah Confederacy di sisa masa jabatannya yang pendek. Termasuk akan memanfaatkan masa empat bulan antara terpilihnya presiden baru dan pelantikannya. Pokoknya, perang harus berakhir sebelum dia secara resmi turun dari Gedung Putih. Dan harus menang.

Peningkatan serangan itu membuat tentara Confederacy kian lemah. Lincoln ternyata kembali terpilih dengan kemenangan telak. Maka, kemenangan tentara Union menjadi kian nyata.

Kemenangan kembali Lincoln dan gelagat Confederacy yang akan kalah membuat seseorang yang sangat benci Lincoln berbuat nekat. Tepat sebulan setelah Lincoln dilantik untuk masa jabatan kedua, orang itu, John Wilkes Booth, menembaknya dari jarak dekat di bagian belakang kepala Lincoln. Tewas.

Malam itu Lincoln dan Wakil Presiden Johnson diagendakan nonton bersama di sebuah teater di Washington. Booth tahu tentang agenda itu. Dia pun ikut nonton dengan tujuan membunuh dua orang tersebut. Dia agak kecewa karena di detik terakhir, wakil presiden batal ikut nonton karena harus pergi ke rumah putranya. Saat pengawal bersenjata ingin minum kopi dengan cara meninggalkan balkon khusus tempat presiden menonton, Booth menyelinap. Dor! Lincoln dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong.

Booth melarikan diri. Dia bersembunyi di daerah pertanian di Virginia. Ketika 14 hari kemudian diringkus, dia melawan. Lalu ditembak di daerah pertanian itu. Mati.

Lincoln sempat tahu bahwa Confederacy sudah menyerah total pada 6 April 1865, hanya seminggu sebelum penembakan itu terjadi. Rupanya, Booth sangat terpukul oleh penyerahan diri panglima Confederacy tersebut.

Ahli sejarah sepakat bahwa Lincoln adalah satu di antara tiga presiden terhebat yang dimiliki Amerika Serikat. Dia tegas dan menang. Bukan tegas tapi kalah. Atau menang tapi tidak tegas. Dia tercatat sebagai presiden yang mengatasi tiga krisis sekaligus: krisis moral (soal perbudakan), krisis konstitusi (soal pemisahan diri), dan krisis politik (melakukan manuver politik untuk berkelit dari kompromi).

Lincoln sebenarnya anak desa yang tidak memiliki pendidikan formal. Dia lahir di pedalaman Kentucky, lalu pindah ke pedalaman Illinois. Di sini, Lincoln muda jadi tukang belah kayu untuk membuat bantalan rel kereta api. Kemudian menjadi pengacara. Lalu menjadi politikus lokal. Setelah menjadi politikus nasional, akhirnya dia mencalonkan diri sebagai presiden.

Ketika berkampanye di Chicago, di wilayahnya, seorang gadis berumur sebelas tahun sangat bersimpati kepadanya. Gadis itu begitu iba saat melihat tubuh Lincoln yang kerempeng dan wajahnya yang tirus. ”Baiknya Anda memelihara jenggot. Agar tidak kelihatan tirus,” ujar gadis itu. Setelah dilantik menjadi presiden, Lincoln benar-benar memelihara jenggot. Sampai akhir hayatnya di usia 56 tahun.

Demokrasi ternyata begitu mahal, untuk Amerika sekalipun. Tapi, sejarah mencatat, segala pengorbanan itu membuahkan hasil. Amerika menjadi segara superpower seperti sekarang. (*)

Sumber:

https://dahlaniskan.wordpress.com/2015/04/27/ketegasan-lincoln-pelajaran-demokrasi-yang-mahal/

http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

__._,_.___

Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>

04
Jul
15

Intelijen : BIN Akan Rekrut 1.000 Personel Baru

http://www.beritasatu.com/nasional/287728-bin-akan-rekrut-1000-personel-baru.html

Kamis, 02 Juli 2015 | 13:21

BIN Akan Rekrut 1.000 Personel Baru

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta – Usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan bahwa BIN akan merekrut hingga 1000 personel baru. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi Pemilu serentak yang akan dimulai tahun ini.

“Satu tahun ini kita harus merekrut 1.000 orang terutama menghadapi Pemilu serentak. Kondisi itu harus bisa kita pantau sedini mungkin,” kata Sutiyoso di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7).

Saat ini jangkauan BIN kata dia harus ditingkatkan sebab satu anggota BIN harus bertanggung jawab pada isu di 3 kabupaten.

“Inilah yang (dilakukan) untuk menutupi itu,” kata dia lagi.

Setelah perekrutan, anggota BIN kata dia dilatih dan disekolahkan baik formal maupun nonformal baru diturunkan ke lapangan. Dalam pertemuan dengan Jokowi hari ini, presiden meminta agar kepala BIN yang baru bisa membenahi BIN khususnya masalah struktur organisasi.

“Kebutuhan kita kira-kira 5.000 lebih dan saat ini ada 1975 personel,” kata Sutiyoso lagi.

Selanjutnya presiden juga mengingatkan soal kualitas personel sesuai pembidangan sehingga diperlukan pendidikan dan pelatihan yang lebih mutakhir. Terakhir, Jokowi menyinggung soal perlengkapan yang dimiliki BIN khususnya terkait teknologi agar makin diperbaiki sehingga tidak ada lagi masalah penyadapan presiden dan pejabat negara.

“Teknologi komunikasi sudah sangat canggih. Kalau kita tidak punya alat super canggih kita akan jebol terus,” tambahnya

Ezra Sihite/MUT

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

04
Jul
15

Infrastructural Watch Indonesia : Dana Asing Rp 465,5 T

r

http://id.beritasatu.com/home/nilai-proyek-infrastruktur-yang-didanai-pinjaman-luar-negeri-capai-rp-4655-triliun/121242

Nilai Proyek Infrastruktur yang Didanai Pinjaman Luar Negeri Capai Rp 465,5 Triliun
Jumat, 3 Juli 2015 | 17:12

Proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: nusantarainfrastructure.com

Proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: nusantarainfrastructure.com

Berita Terkait

  • Gapensi Harapkan Januari 2016 Semua Proyek Sudah Dimulai
  • Penyertaan Saham Masyarakat dalam Lahan Infrastruktur Butuh Legalitas
  • Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur
  • Kadin: Pembiayaan Proyek Infrastruktur Masih Minim
  • Percepatan Proyek Infrastruktur Butuh Payung Hukum

JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan nilai proyek infrastruktur yang akan ditawarkan untuk didanai oleh pinjaman luar negeri senilai 35 miliar dolar AS atau Rp 465,5 triliun dari total nilai Rencana Pinjaman/Hibah Luar Negeri (DRPHLN) atau “Blue Book” 2015-2019 sebesar 38 miliar dolar AS.

“Untuk proyek infrastruktur, dari hasil perumusan, mencakup 92 persennya atau 35 miliar dolar AS,” kata Deputi Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Wismana Adi Suryabrata di Jakarta, Jumat (3/7).

Wismana menjelaskan proyek infrastruktur itu mencakup proyek waduk, jalan, jembatan, pembangkit dan transmisi listrik, air minum, pengolahan sampah, dan juga beberapa infrastruktur sosial.

Sebagian besar, proyek infrastruktur dalam DRPHLN itu, atau 50 persennya di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sisanya ditangani Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan beberapa kementerian teknis lainnya.

Dia menjelaskan, pemerintah cukup selektif memilih proyek yang dapat didanai pinjaman luar negeri. Selain proyek tersebut merupakan proyek prioritas yang membutuhkan kepastian keberlanjutan pembiayaan, pinjaman luar negeri juga dipertimbangkan terhadap proyek yang mayoritas menggunakan bahan baku impor.

Menurut Wismana, paling cepat semua proyek yang menggunakan pinjaman ini akan mulai dikerjakan tahun depan. Tahun ini, saat DRHPLN atau Blue Book itu dirilis, pemerintah akan menawarkan dahulu kepada mitra asing, baik itu lembaga multilateral maupun bilateral.

“Selanjutnya jika ada kecocokan, kita akan bicarakan lebih lanjut, eksekusi proyeknya paling cepat 2016,” kata dia.

Hingga saat ini, ujar Wismana, tiga lembaga multilateral yakni World Bank, Asian Development Bank dan Islamic Development Bank sudah melakukan penawaran untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

World Bank menjadi lembaga dengan penawaran terbesar yakni 14 miliar dolar AS. “Kedua ADB dan selanjutnya IDB,” kata dia seperti dikutip Antara.

IDB dalam kesepakatan kerja sama Kerangka Kemitraan Strategis Negara Anggota dengan Indonesia menawarkan pinjaman lima miliar dolar AS.

Selain tiga lembaga keuangan multilateral tersebut, tidak tertutup kemungkinan penawaran akan datang dari bank infrastruktur Asia yang digagas Tiongkok, yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). (ID/ths)

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

Jakarta, Jubi/Antara – Pengamat ekonomi, Enny Sri Hartati, mempertanyakan skema dan sasaran masyarakat yang dituju pemerintah dalam rencana implementasi kerja sama pemerintah-swasta dan masyarakat, yang ditujukan untuk memudahkan pembebasan lahan.

Menurut Enny, di Jakarta, Jumat (19/6/2015), partisipasi masyarakat dalam bentuk penyertaan saham di lahan proyek infrastruktur, membutuhkan legalitas kedudukan masyarakat tersebut.

Dia mengatakan dari sejumlah regulasi terkait infrastruktur, legalitas kedudukan masyarakat tersebut harus berbentuk badan usaha.

Misalnya, dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur, disebutkan badan usaha yang bekerja sama dengan pemerintah, bisa berupa Perseroan Terbatas hingga Koperasi.

“Maka dari itu, apakah maksud wacana PPPP (public-private people partnership) ini , masyarakatnya dalam bentuk koperasi atau bagaimana,” kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini.

Menurut Enny, jika legalitas kedudukan masyarakat tersebut dapat ditetapkan, wacana penerapan PPPP tersebut cukup prospektif untuk membuat masyarakat partisipatif dalam proyek infrastruktur.

“Partisipatif itu dalam bentuk masyarakat bisa mengawasi manfaat dan kegunaan proyek infrastruktur ini. Selama ini, pembebasan lahan kepada masyarakat kan hanya dalam bentuk ganti rugi saja,” katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Arifin Rudiyanto, mengatakan terdapat wacana improvisasi dari skema kerja sama pemerintah-swasta (public-private partnership), untuk melahirkan skema kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private people partnership/PPPP).

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagian berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” katanya.

Hingga saat ini, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan adalah besaran saham, komisi, dan besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut. (*)

Dewi Wulandari

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

Oleh : | Rabu, 17 Juni 2015 | 00:30 WIB

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

INILAHCOM, Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melontarkan wacana mengenai penerapan program kerja sama pemeritah-swasta-masyarakat, di mana masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut adalah wacana kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private-people partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.”Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagain berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas, Arifin Rudiyanto di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, kata dia, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkap dia.

Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, adalah besaran saham, komisi dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek ini berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Sebelumnya, dalam mengatasi kendala lahan, pemerintah telah mewacanakan pembentukan bank tanah (Land Bank).

Land Bank ini bertanggung jawab dalam pengadaan tanah untuk proyek-proyek pembangunan. Sederhananya, ketika proyek pembangunan siap direalisasikan, Land Bank telah meyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan tersebut, baik secara legal dan administrasi. [tar]

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

Rubrik Infrastruktur

17 Juni 2015 08:44:00 WIB

WE Online, Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melontarkan wacana mengenai penerapan program kerja sama pemeritah-swasta-masyarakat, di mana masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut adalah wacana kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private-people partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagain berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas, Arifin Rudiyanto di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, kata dia, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkap dia.

Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, adalah besaran saham, komisi dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek ini berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Sebelumnya, dalam mengatasi kendala lahan, pemerintah telah mewacanakan pembentukan bank tanah (Land Bank).

Land Bank ini bertanggung jawab dalam pengadaan tanah untuk proyek-proyek pembangunan. Sederhananya, ketika proyek pembangunan siap direalisasikan, Land Bank telah meyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan tersebut, baik secara legal dan administrasi. (Ant)

Editor: cipto

Foto: Sufri Yuliardi

EKONOMI

Berandil dalam Proyek Infrastruktur
Rabu, 17 Juni 2015 Penulis: MI/ANASTASIA ARVIRANTY

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melontarkan wacana improvisasi program kerja sama pemerintah-swasta yang memungkinkan masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut merupakan wacana kerja sama pemerintah-swasta-masyarakat (publicprivatepeople partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagian berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya, yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas Arifin Rudiyanto di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini. Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi (pemprov) NTB dan investor tersebut, muncul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Mungkin di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkapnya. Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, ialah besaran saham, komisi, dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek itu berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir mengatakan wacana Bappenas itu perlu dipikirkan masak-masak agar tidak terjadi distorsi. Ia pun menekankan perlunya kejelasan siapa rakyat yang dimaksud.

“Pertama kali, harus jelas rakyatnya itu siapa. Saya rasa definisi rakyat di sini juga harus diklarifikasi,” kata dia saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Revrisond berharap skema yang kelak dihasilkan ialah yang betul-betul bisa menjangkau masyarakat kecil, bukan hanya yang menengah ke atas.

Merasa miskin
Dalam kesempatan terpisah, Chief Economist & Strategic Investments IGIco Advisory, Martin Panggabean meminta pemerintah mendorong belanja produktif, terutama yang berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur.

Menurutnya, dengan belanja pemerintah yang terealisasi, investor atau masyarakat akan lebih optimistis menanamkan modal mereka. Ujung-ujungnya, laju pertumbuhan ekonomi diharapkan mengencang.

Saat ini, ujar Martin, banyak orang tengah merasa miskin. Itulah yang menyebabkan permintaan akan barang dan jasa semakin menurun dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Konsumen harus merasa lebih kaya agar permintaan meningkat, kalau sekarang dengan pendapatan yang segitugitu saja tapi harga barang yang naik turun, kontraksi di perbankan, masyarakat jadi berubah sikap,” jelasnya. (Ant/Ire/E-2)

04
Jul
15

Kebudayaan : Islam Nusantara

FOTO

Islam Nusantara II

Oleh: Sarlito Wirawan Sarwono

Semasa SMA saya paling payah dalam ilmu kimia. Meski begitu saya masih ingat bahwa O2 disebut oksigen atau zat asam. Tapi kalau sudah ditambah dengan hidrogen (zat air) menjadi H2O, namanya sudah berubah menjadi air dan kalau ditambah lagi dengan sulfur menjadi H2S04, namanya berubah lagi menjadi asam sulfat walaupun dalam kedua senyawa itu masih ada unsur oksigen. Hakikat dari suatu zat akan langsung hilang begitu dicampur dengan unsur lain. Jadi kalau oksigen ya oksigenlah. Tidak ada oksigen Arab, oksigen Pakistan, atau oksigen Nusantara.

Tapi itu dalam ilmu kimia, satu cabang dari ilmu fisika. Coba sekarang kita beralih ke luar ilmu kimia. Kita semua tahu “kursi”, kan? Kursi di mana-mana juga kursi, yaitu suatu benda yang dibuat manusia untuk dijadikan tempat duduk. Mau di Mekkah atau di Cibinong, yang namanya kursi ya kursi. Tapi coba sekarang tambahkan unsur lain, misalnya “kayu”, kursi kita menjadi kursi kayu, ada sifat kayunya tetapi masih tetap kursi, kan?

Atau boleh kita tambah lagi dengan “hijau”, menjadi “kursi kayu hijau”, tetapi sifat kekursiannya masih melekat. Atau boleh ditambah terus sehingga menjadi misalnya “kursi kayu hijau saya di sudut kamar tidur mama”. Banyak sekali tambahan unsurnya, tetapi tetap tidak kehilangan sifat kekursiannya. Itulah yang ada dalam ilmu metafisika atau filsafat.

Filsafat adalah ilmu tentang berpikir. Dalam berpikir, manusia menggunakan ide yang diwujudkan dalam kata atau istilah. Ada ide-ide yang bersifat universal (berlaku di mana saja, kapan saja, di seluruh dunia), ada yang bersifat partikular (khusus, bagian dari universal), bahkan ada yang singular (individual). “Kursi”, misalnya, adalah ide universal, sedangkan “kursi hijau” adalah ide partikular (khusus kursi yang berwarna hijau, tidak termasuk yang warna lain), sedangkan “kursi hijau saya” adalah ide singular, hanya ada satusatunya, yaitu kursi hijau yang itu, yangadadikamarmama. Tapi khususnya dalam ilmu kimia tidak ada universal, partikular, singular, karena hal-hal yang lebih khusus (partikular) itu senantiasa identik dengan yang umum (universal). Begitu juga dalam matematika, angka “2” berarti dua, kapansaja, dimanasaja, apakah dia umum maupun khusus. Ketika ditambah dengan angka lain, hakikatnya langsung berubah, misalnya 22, 2.000, 2.000.000 (semua berubah hakikat, bukan lagi dua).

Begitu juga dengan ide tentang Islam Nusantara. Beberapa waktu lalu, sebelum puasa, di depan Munas NU di Masjid Istiqlal, Presiden Jokowi meluncurkan istilah baru itu. Maksudnya tentu saja adalah Islam yang dipraktikkan di Indonesia, yang sejuk, damai, inklusif, moderat, dan toleran. Istilah ini langsung jadi kontroversial. Mereka yang tidak setuju melayangkan protes kepada Presiden Jokowi. Argumentasi mereka, Islam ya Islam, tidak perlu ditambah embel-embel, karena rujukannya sudah jelas: Alquran dan hadis. Yang keluar dari itu malah bisa menjadi aliran sesat.

Tapi argumentasi seperti itu salah karena agama bukan tergolong ilmu kimia atau matematika. Dalam ilmu kimia, memang benar tidak ada O2 lain dan dalam matematika tidak ada angka 2 lain, selain yang sudah dimaksud dari sono-nya karena memang tidak ada partikular atau singular yang berbeda dari universalnya.

Namun agama bukan kimia dan juga bukan matematika. Analogi agama (termasuk Islam) yang lebih tepat adalah “kursi” bukan “oksigen”. Islam yang universal memang ada, yaitu hakikat yang diturunkan oleh Allah SWT melalui Rasulullah Muhammad SAW. Tapi ketika Islam itu dipraktikkan oleh manusia biasa, langsung terjadi Islam yang partikular.

Masalahnya, dalam mempraktikkan agama, manusia selalu mengandalkan pikirannya (satu-satunya alat dalam sistem psiko-fisik manusia untuk menganalisis masalah), maka terjadilah penafsiran. Ketika masuk unsur tafsir, masuklah faktor kebiasaan, adat, kesenangan, kepentingan kelompok, kebudayaan, dan 1.001 faktor lain yang memecah-mecah keuniversalan Islam menjadi partikular, bahkan individual atau singular.

Karena itulah ada Islam Sunni, Islam Syiah. Islam mazhab Syafii, Islam mazhab Hambali, Islam Afghanistan, Islam Arab Saudi, dan Islam Nusantara. Di Nusantara ada Islam Minangkabau yang patriarkat, Islam Tapanuli yang beradat persis sama dengan Kristen Batak, Islam Jawa Tengah yang percaya kepada Nyai Loro Kidul, dan bertradisi selamatan seperti orang Hindu, Islam Kudus yang masjidnya bermenara seperti kuil Hindu dan tempat wudunya berornamen arca Hindu, dan masih banyak lagi. Semua itu tidak kehilangan hakikat keislamannya walaupun tidak sama dengan Islam yang di Arab.

Pada suatu waktu di masa lalu, kebetulan saya dan dua orang Indonesia lain pernah salat Idul Fitri di sebuah masjid di Birmingham, Inggris. Masjid itu adalah masjid komunitas Pakistan setempat. Banyak penganan dijajakan (namanya juga Lebaran), tetapi kami tidak tertarik karena penganan-penganan itu terlalu manis buat lidah kami.

Maka kami pun langsung masuk dan duduk mengambil tempat di dalam masjid dan mendengarkan khotbah dalam bahasa Urdu yang tidak kami pahami.

Untunglah ketika takbir dan salat dimulai, ayat Alfatihah yang dibacakan akrab di telinga kami sehingga kami pun merasa khusuk seperti di rumah sendiri, sampai tibalah saatnya di pengujung surat Alfatihah imam membaca … “waladhdhoollin”…, maka dengan semangat 45 kami bertiga yang berislam Nusantara segera menyahut keras-keras beramai-ramai … “amiiinnn“.

Tapi ternyata hanya kami bertiga yang mengamini secara penuh semangat. Jamaah yang lain diam saja. Di situlah kami bertiga menyadari bahwa Islam Nusantara ya hanya berlaku di Indonesia dan tentunya Islam yang non-Nusantara tidak bisa dimasukkan ke Indonesia, apalagi dengan cara paksaan dan kekerasan. []

KORAN SINDO, 28 Juni 2015

Sarlito Wirawan Sarwono ;   Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia

http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

__._,_.___

Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>

Ihwal Pembangunan Museum Islam Nusantara

Oleh: Achmad Fatturohman Rustandi

Pesantren sebagai salah satu basis pendidikan, sudah eksis jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Corak Pesantren saat ini berbeda dengan masa lalu. Dulu, santri tidak hanya dididik ilmu agama, namun ilmu pertanian, ilmu astronomi, ilmu tehnik, dan arsitektur, layaknya universitas saat ini. Peran sentral pesantren sebagai tulang punggung lembaga pendidikan di Nusantara yang berlangsung beberapa abad, akhirnya digantikan oleh universitas yang dibawa dari Barat pada masa kolonialisme.

Pesantren Tebuireng sejak awal berdirinya pada tahun 1899 sudah mewarnai pergerakan revolusi kemerdekaan Republik Indonesia. Tren positif ini terus terjaga hingga kini, ikhtiar mewarnai masa kemerdekaan selalu ada, api Tebuireng tidak pernah padam. Pesantren akan terus mewarnai bangsa ini, sejak dulu, sekarang, dan selamanya.

Tebuireng bersama PBNU pada 22 Oktober 1945 mengeluarkan Resolusi Jihad, fatwa mengusir tentara Belanda yang tergabung dalam NICA, untuk mempertahankan Republik Indonesia yang baru berdiri, semangat yang sama masih tetap ada, namun dengan cara berbeda, sekarang Pesantren ikut serta dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa, agar Indonesia menjadi Bangsa yang unggul berwibawa.

Museum Sebagai Manifesto Islam Nusantara

Terkait hal itu, pembangunan Museum Islam Nusantara Hasyim Asy’ari (MINHA) di lingkungan Pesantren Tebuireng, layak diapresiasi. Pembangunan museum tersebut diharapkan bisa terintegrasi dengan wisata religi makam Gus Dur, mengingat peziarah makam Gus Dur kian membludak dan datang dari berbagai daerah. Kami berharap para pengunjung tidak hanya melakukan wisata religi namun juga wisata edukasi, mendapatkan pengetahuan holistik tentang Islam Nusantara, sejarah masuknya Islam, persebarannya, dari masa Wali Songo sampai Gus Dur.

Museum sebagai citra peradaban di Indonesia, diharapkan mampu menggambarkan Islam Nusantara secara komprehensif, agar generasi saat ini paham akan perjuangan berdirinya republik ini yang tidak lepas dari peran kaum santri dan pesantren.

Belajar tentang nilai-nilai Islam Nusantara sangat mendesak, karena paham radikalisme yang dibawa gerakan Islam transnasional yang makin marak dan celakanya digandrungi banyak anak muda. Ini sangat membahayakan karena menafikan semangat nasionalisme. Menggelorakan Khilafah, tanpa melihat sejarah, dan melupakan cita-cita para pendiri bangsa tentang Negara Indonesia yang berasaskan Pancasila. Untuk itu museum diharapkan sebagai tempat kesadaran kolektif memahami perjalanan panjang bangsa Indonesia hingga merdeka.

Gagasan untuk mengabadikan, mengumpulkan, melestarikan, meneliti, mengomunikasikan, dan  memamerkan kepada masyarakat tentang benda peninggalan bersejarah tentang perkembangan dan perjuangan agama Islam di Nusantara akan diwujudkan dalam satu museum. Gagasan ini muncul dari berbagai elemen masyarakat, di antaranya sejarahwan, budayawan, ulama, kalangan pesantren dan masyarakat secara luas.

Tata pamer museum ini nanti tidak sekadar memamerkan benda-benda koleksi museum, tetapi lebih ke participative and interactive exhibition agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dengan berpartisipasi dan berinteraksi. Tata pamer seperti ini juga akan memberi kesan adanya keterikatan antara pengunjung, koleksi serta kisah di balik koleksi.

Mewarnai Peran Museum di Indonesia

Sebagai salah-satu lembaga pendidikan Islam di Indonesia, Tebuireng tidak memiliki dasar ilmu arkeologi maupun museologi, sehingga pengiriman kader untuk belajar arkeologi dan museologi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan, sehingga gagasan museum yang berbasis Islam Nusantara bisa diejawantahkan dengan baik.

Santri memiliki piranti ilmu agama sebagai representasi Islam Nusantara. Sedangkan Universitas Gadjah Mada memiliki Jurusan Arkeologi dan Museologi sebagai lembaga pencetak kader museum yang unggul. Diyakini kerja sama dua institusi ini bisa menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menghidupkan diskursus relasi agama dan budaya dalam bingkai Museum Islam Nusantara.

Museum Islam yang masih sedikit di Indonesia baik secara jumlah maupun kualitas, menjadi tantangan tersendiri. Kerja keras dan kerja nyata sangat dibutuhkan oleh seluruh pemangku kepentingan untuk mensukseskan misi Islam Nusantara, menjaga, mengabarkan, dan melestarikan hasil karya, karsa, dan rasa para ulama pendahulu kita. []

*) Penulis adalah Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng pecinta Ilmu Arkeologi dan Museologi

http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

__._,_.___

Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>

http://ramadhan.antaranews.com/berita/504877/ketua-mpr-islam-di-indonesia-toleran-dan-bukan-radikal

Ketua MPR : Islam di Indonesia toleran dan bukan radikal

Kamis, 02 Juli 2015 20:29 WIB | 2.198 Views

Pewarta: Try Reza Essra

Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama dengan ICMI (MPR)

Jakarta (ANTARA News) – Ketua MPR Zulkifli Hasan menggelar buka puasa bersama Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), dan dalam sambutannya ia memaparkan bagaimana Islam yang sebenarnya di Tanah Air.

“Kita di MPR dan ICMI memberikan contohlah bahwa, Islam di Indonesia itu adalah Islam yang ramah, Islam yang rahmatan lil alamin, yang toleran dan bukan radikal. Kita tunjukan kepada dunia bagaimana Islam di Indonesia itu,” katanya di rumah dinas Ketua MPR di Jakarta, Kamis.

Menurut Zulkifli yang juga Wakil Ketua Dewan Pakar ICMI, organisasi ini turut berjasa dalam memperkenalkan Islam yang sebenarnya, yakni toleran dan mengedepankan kekayaan intelektual.

Gelaran buka puasa bersama tersebut turut dihadiri beberapa tokoh nasional seperti Ketua Presidium ICMI Sugiharto, tokoh nasional Jafar Hafsah dan masyarakat umum.

Acara tersebut diawali dengan pembacaan Alquran, tausiyah, buka bersama, sholat maghrib berjamaah, ramah tamah dan sholat Isya serta Tarawih bersama.

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © ANTARA 201

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

Perpaduan Harmons Tiongkok dan Nusantara

Menyusuri Jalan Raya Pasuruan – Malang, Jawa Timur yang beraspal mulus
memberikan kenyamanan tersendiri. Berkendara di ruas jalanan khas Jawa
Timur yang hampir tidak menemukan lubang dan kerusakan lainnya sebagaimana
jalanan di wilayah Jawa Barat membuat pengendara merasa aman.

Dari kediaman neneknya Mas Dimas, untuk mencapai jalanan yang mulus ini
harus menempuh perjalanan hingga ± 37 km. Jalur sepanjang itu bisa
dilintasi melalui Mojokerto – Mojosari – Pungging – Ngoro – Watu Kosek –
Gempol. Sungguh perjalanan yang menyenangkan karena selain aspal yang
mulus, kita bisa menikmati kegagahan Anak Gunung Arjuno selepas Ngoro
Industrial Park (NIK).

Tidak lama setelah melintasi perbatasan Kab. Mojokerto – Kab. Pasuruan,
dari Jalan Raya Pasuruan – Malang, perjalanan Dimas Bramantya masih
perlu dilanjutkan kembali sekitar 10 km ke arah selatan, tepatnya ke arah
Pandaan dan Malang.

Perjalanan Mas Dimas kali ini, sejatinya akan menuju ke sebuah titik
koordinat 7.651526, 112.687432. Titik di mana merupakan sebuah lokasi
perpaduan keharmonisan antara kultur Tiongkok dan kultur Nusantara. Titik
itu bernama Masjid Muhammad Cheng Hoo.

​Muhammad Cheng Hoo, konon nama ini diambil dari Cheng Ho atau Zheng He,
merupakan seorang pelaut dan penjelajah Tiongkok terkenal yang melakukan
beberapa penjelajahan antara tahun 1405 hingga 1433 di beberap kawasan Asia
Tenggara hingga Afrika, termasuk Indonesia tentunya. Selama masa
penjelajahan ini, Cheng Hoo, yang biasa akrab ditulis dengan Laksamana
Cheng Hoo ini juga melakukan penyebaran agama Islam yang damai.

Masjid Cheng Hoo yang terletak persis di pinggir Jalan Raya Pasuruan –
Malang ini dapat dipastikan sangat menarik pengguna jalan yang melintas di
depannya. Desain dan arsitektur yang kental dengan nuansa Tiongkok, membuat
pengunjung yang baru pertama kali singgah tidak akan menyangka bahwa
bangunan berwarna merah khas Tionghoa ini merupakan sebuah masjid. Tidak
sedikit warga yang sebelumnya mengira bahwa bangunan ini adalah sebuah
Klenteng, tempat peribadatan kaum Tionghoa.

​Walaupun nuansa Tiongkok terlihat sangat kental, namun unsur Islam dan Jawa
juga banyak disisipkan di dalamnya. Bangunan atas berbentuk joglo,
misalnya, jelas ini merupakan desain khas masyarakat Jawa pada umumnya.
Bagaimana perpaduan antara Tiongkok dan Nusantara ini? Silahkan baca
kelanjutannya di
http://klipingmasjid.blogspot.com/2015/07/perpaduan-harmonis-tiongkok-dan.html

ANANTO PRATIKNO


http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

 

Prof Abd A’la: Islam Nusantara Bisa Menjadi Pendekatan Bagi Muslim Dunia

Kamis, 02/07/2015 16:01

Surabaya, *NU Online*
Dalam seminar Internasional dengan tema NU dan Islam Nusantara, yang
digelar pada hari rabu (1/7) di GreenSA Surabaya oleh Panitia Daerah
Muktamar ke-33 NU berjalan penuh dengan diskusi. Salah satu mahasiswa
Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel, Khoirul Anwar mempertanyakan kenapa Islam
Nusantara, kenapa bukan Islam Indonesia?

“Apakah keaslian dari Islam Nusantara original?” tanya Anwar. Dia juga
menyampaikan kekhawatirannya jika Islam Nusantara terus disuarakan akan
terjadi perpecahan di dalam Islam itu sendiri, akan ada Islam ini dan Islam
itu.

Kegelisahan Khoirul Anwar terjawab oleh Prof Abd A’la, salah satu
narasumber, yang mengatakan bahwa saat ini banyak paham radikalisme yang
tersebar di seluruh dunia terutama di Negara Timur Tengah. Oleh karena itu,
lanjutnya, Islam Nusantara yang ramah, inklusif dan toleran bisa menjadi
pendekatan muslim dunia untuk membangun peradaban Islam Rahmatan lil Alamin.

“Pemetaan dalam Islam tidak mungkin terjadi, apapun itu, misalnya Islam
Arab, Islam Indonesia, Islam Australia dan lain-lain, semuanya sama bagi
saya. Islam bukanlah terletak pada branding atau labelnya. Akan tetapi
ajaran yang dianutnya,” tegas Prof A’la.

Islam ala Nusantara, terangnya, dibangun oleh para wali songo dalam
menyebarkan agama Islam. Istilah Nusantara tidak hanya wilayah Indonesia,
tetapi mencakup seluruh wilayah Asia Tenggara. Islam Nusantara bagi Rektor
UIN Sunan Ampel Surabaya ini adalah Islam yang merawat tradisi dan budaya
lokal masyarakat dengan menghadirkan harmoni (keselarasan), bukan
kekerasan.

Menurutnya, visi misi Islam Nusantara dan Nahdlatul Ulama sangatlah jelas.
Diantaranya merawat nilai-nilai keberagaman berdasarkan Islam Rahmatan lil
Alamain. Toleran dan saling menghormati sesuai kearifan lokal. “Yang
terpenting adalah mampu menggabungkan ilmu tradisional dan ilmu modern
serta pengetahuan agama dan sains,” jelasnya.

Pengamat NU dari Australia, Prof Greg Barton menambahkan, kalau kita beli
nasi bungkus, apapun bungkusnya, pasti kita lebih memilih isinya yaitu
nasi. “Jadi apapun nama Islamnya yang penting adalah ajarannya,”
ujarnya. *(Rofi’i
Boenawi/Fathoni)*

Sumber:

http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,44-id,60573-lang,id-c,nasional-t,Prof+Abd+A%E2%80%99la++Islam+Nusantara+Bisa+Menjadi+Pendekatan+Bagi+Muslim+Dunia-.phpx


http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

[Non-text portions of this message have been removed]

__._,_.___

Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>

http://www.antaranews.com/berita/505163/menag-al-quran-kandung-isyarat-isyarat-tentang-iptek

Menag: Al-Quran kandung isyarat-isyarat tentang iptek

Jumat, 3 Juli 2015 23:52 WIB |

Pewarta: Agus Salim

Al-Quran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama yang meliputi akidah, syariah dan akhlak, yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia dan lingkungannya, tetapi juga isyarat-isyarat tentang iptek,”

Jakarta (ANTARA News) – Menteri Agama Lukman Haim Saifuddin menyatakan Al-Quran mengandung isyarat-isyarat tentang ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), ayat-ayat akam (kauniyah) yang dapat dijadikan motivasi dan inspirasi dalam berbagai rekayasa, baik sosial, teknik dan genetika.

“Al-Quran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama yang meliputi akidah, syariah dan akhlak, yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan dengan sesama manusia dan lingkungannya, tetapi juga isyarat-isyarat tentang iptek,” kata Menteri Agama dalam peringatan Nuzulul Quran di Jakarta, Jumat.

Menag menyebutkan Al-Quran merupakan kitab suci yang tidak hanya untuk bangsa yang hidup pada awal abad ke-7 M, tetapi juga untuk masyarakat modern bahkan untuk masyarakat dunia yang akan datang yang berkebudayaan dan berperadaban maju.

“Hal itu karena Al-Quran tidak hanya mengandung pokok-pokok ajaran agama,” kata Menag.

Menurut dia, Al-Quran membawa misi perubahan yang memungkinkan masyarakat mewujudkan peradaban baru berkat kemampuannya mengembangkan iptek dan pengamalan hukum-hukum Ilahi, baik yang termaktub dalam kitab suci maupun yang terbentang di alam raya.

Ia menyebutkan banyak sekali iptek yang telah ditemukan dan memberi manfaat besar bagi dunia berkat adanya informasi dalam Al-Quran.

“Namun demikian masih terdapat lebih banyak lagi informasi kemukjizatan yang masih menjadi misteri yang menunggu kesanggupan manusia untuk membuktikan kebenarannya,” katanya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum untuk memperbaiki interaksi dengan Al-Quran.

Ia mengajak masyarakat meningkatkan kualitas interaksi dengan kitab suci, bukan hanya sekedar membacanya pada tingkat aspek ibadahnya, tetapi juga pada perenungan atau penggalian hikmah dan isyarat-isyarat Al-Quran.

“Dengan cara itu kita dapat menerjemahkan nilai-nilai universalitas Al-Quran yang diyakini sebagai pandangan hidup dan petunjuk bagi kehidupan manusia sehingga dapat menjadi petunjuk bagi arah perjalanan bangsa ini,” kata Lukman Hakim.

Editor: Ruslan Burha

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>




Blog Stats

  • 2,522,875 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 140 other followers