Author Archive for Pandji R Hadinoto

08
Feb
19

Kenegarawanan : UUD 2002 Batal Demi Hukum Pancasila

Untitled-1

Suara Warga45

*UUD 2002 Batal Demi Hukum Pancasila*

Menyambut baik acara Gerakan Kebangkitan Indonesia tentang MPRRI Menerima Aspirasi di Ruang Nusantara IV Gedung MPRRI dan serah terima Buku Mengapa Kita Harus Kembali Ke UUD 1945 kepada Ketua MPRRI pada hari Rabu tanggal 6 Pebruari 2019, serta menimbang

*Teguhkan Orde Pancasila Indonesia (TOPI)*, sesuai

https://jakarta45.wordpress.com/2019/01/03/resolusi-warga45-teguhkan-orde-pancasila-indonesia-topi/amp/

dan *Pakta Kebangsaan Pancasila Indonesia*, sesuai

https://jakarta45.wordpress.com/2018/05/28/pakta-kebangsaan-pancasila-indonesia/

‎berikut pemahaman inti bahwa Pancasila adalah *Sumber Daripada Segala Sumber Hukum* disamping Pancasila Dasar Negara dan Pancasila Falsafah Bangsa.

Maka perkenankanlah kami beropini bahwa judul diatas adalah sesungguhnyalah serta merta dapat terlaksanakan mengingat paham kami atas kehadiran LNRI 11-14/2006 tentang UUD 2002 yang ternyata *tanpa disertakan dengan Pembukaan UUD 1945 yang juga berarti telah meniadakan keberadaan Sila2 Pancasila* sesuai

http://ngada.org/pencarian?c=Perubahan%20undang%20undang%20dasar%201945‎

‎Reaktivasi UUD 1945 dan deaktivasi UUD 2002 itu juga memperhatikan bahwa UUD 1945 [LNRI 75/1959] belum dan tidak pernah dicabut, sesuai penegasan salah satu narasumber aspirasi dari Gerakan Kebangkitan Indonesia

‎Deaktivasi UUD 2002 sebagai konsekuensi logis *Batal Demi Hukum Pancasila* termaksud diatas adalah juga berdampak resiko politik minimalis karena kecacatan Konstitusi Kontra Pancasila perlu segera diterapi praktis selain serta merta meniadakan dilema2 struktural seperti

1) ekstra/intra Konstitusional karena hal ini tidak relevan dipertimbangkan‎ lagi

2) pembentukan UUD oleh MPRRI/tidak, menjadi tidak relevan untuk dipertimbangkan lagi

Yang harus dilakukan setelah diakuinya *UUD 2002 Batal Demi Hukum Pancasila* secara meluas (general acceptance) adalah penetapan bersama tentang *rentang waktu transisi* dan pembentukan *Komisi Nasional Konstitusi khusus tentang Adendum Konstitusional* didukung oleh unsur2 publik peduli Konstitusi seperti Majelis Anak Bangsa Indonesia (MABINDO), Komite Bangsa Indonesia (KOBINDO), Majelis Bangsa Indonesia (MBI) dlsb sesuai juga paparan aspirasi dari salah satu nara sumber Gerakan Kebangkitan Indonesia.

‎Sekaligus tindak penguatan kesadaran publik tentang KePancasilaan secara berkelanjutan, merata dan mantap menasional adalah juga prasyarat penting bagi Ketahanan Bangsa Indonesia menghadapi gejolak global seiring dan sesuai Visi Indonesia 2045 [rilis 8 Januari 2019]

Jakarta, 7 Pebruari 2019

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto GPA45

Advertisements
11
Jan
19

Kenegarawanan : Bina Pembudayaan Kejoangan45 (BPK45)

monumen-pemberontakan-peta-di-blitar-1030x684

Suara Warga45

BINA PEMBUDAYAAN KEJOANGAN45 (BPK45)

‎Kebangkitan Generasi Kebangsaan Indonesia kini diawal tahun siklus Kebangsaan 2019 terasa menguat ditandai oleh antara lain penguatan kurs IDR terhadap USD yang menandai juga relevansi kiprah Politik *Teguhkan Orde Pancasila Indonesia (TOPI)* sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/2019/01/03/resolusi-warga45-teguhkan-orde-pancasila-indonesia-topi/amp/

Hal diatas sesungguhnya juga historikal selalu diingatkan setiap awal Tahun Siklus Kebangsaan oleh

1) *Turunkan Harga Pangan [TRITURA 10 Januari 1966]* sebagai juga pertanda inisiasi Kebangkitan Generasi Kebangsaan *Angkatan 66* yang kemudian berdampak pengutamaan Rezim Politik Ekonomi berkeadilan [Sila-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Pembukaan UUD45, 18 Agustus 1945]

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tri_Tuntutan_Rakyat‎

2) *Kepahlawanan PETA (Pembela Tanah Air, Blitar 14 Pebruari 1945)* sebagai juga pertanda inisiasi daripada Kebangkitan Generasi Kebangsaan *Angkatan 45* yang juga kemudian berdampak pemantapan kiprah menuju *Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945* dan *Pembukaan UUD45 18 Agustus 1945* beramanah antara lain Sila-5 Pancasila, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

‎Sejatinya, Tuntutan Keadilan Sosial itulah yang melandasi keprihatinan Shodancho PETA Supriyadi pada nasib rakyat Indonesia, khususnya di Blitar, Jawa Timur yang hidup sengsara dibawah kekuasaan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Penderitaan yang dialami oleh rakyat pribumi dikarenakan Kekaisaran Jepang menerapkan kebijakan yang sangat brutal, seperti kerja paksa (romusha), perampasan hasil pertanian, dan perlakuan rasial seperti halnya kekuasaan fasisme di Eropa, perlakuan rasis tersebut juga dialami oleh tentara PETA yang notabene adalah bentukan Jepang. Berdasarkan hal-hal itulah, Soeprijadi kemudian mengkonsolidasikan pasukannya untuk melakukan pemberontakan melawan Tentara Kekaisaran Jepang, sebagaimana

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pemberontakan_PETA_Blitar

Generasi Kebangsaan Angkatan 45 ini yang berperang mempertahankan kemerdekaan‎ Indonesia 1945-1949 disebut juga Generasi Kejoangan45.

Kita perlu bersyukur bahwa setiap awalan Tahun Siklus Kebangsaan teringatkan peristiwa bersejarah *TRITURA 10 Januari 1966* dan *Kepahlawanan Pembela Tanah Air 14 Pebruari 1945* termaksud diatas guna ketegaran saat mengarungi dinamika Tahun Siklus Kebangsaan Berjalan yang terukur terhadap cita2 Kebangsaan sebagaimana amanat Pembukaan UUD45

Untuk turut memantapkan Tahun Siklus Kebangsaan bisa selalu terselenggara di koridor Pembukaan UUD45 itulah sekaligus mendukung *Visi Indonesia 2045* [Paparan Menteri PPN, 8 Januari 2019] maka *Bina Pembudayaan Kejoangan45 (BPK45)* menjadi penting dikiprahkan setiap awal dan sepanjang Tahun Siklus Kebangsaan meliputi materi2 terkait antara lain :

*1) PRIMER45 : Politik Roh Indonesia Merdeka 45*

https://jakarta45.wordpress.com/2016/05/17/30620/amp/

‎*2)TEGAKLAH NEGARA PANCASILA*
*Teks Mars Angkatan 45 [GPA45]*
https://jakarta45.wordpress.com/2019/01/08/teks-mars-angkatan-45/amp/

Dengan demikian *Postur Kebangsaan Pancasila Indonesia* dapat senantiasa terjaga dan terpelihara baik mengingat pula Generasi Kebangsaan Orde Reformasi 1998 kini telah pula melewati tahun ke-20nya berkiprah, bercermin juga peran Generasi-generasi Kebangsaan Pra Kemerdekaan baik *Angkatan 1908* dan *Angkatan 1928*.

Harapan Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45) bahwa ikhwal *Bina Pembudayaan Kejoangan 45* termaksud diatas juga dapat menjadi agenda *Misi Presidensial 2019-2024*.

‎Jakarta, 10 Januari 2019

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto GPA45
http://www.jakarta45.wordpress.com
eMail : jacatra45@gmail.com

08
Jan
19

Teks Mars Angkatan 45

Logo GPA45

*MARS ANGKATAN 45* [1Peb19]

Teks *MARS ANGKATAN 45*

*Kesatu*

Angkatan 45 Pejuang Kemerdekaan
Pembela Nusa Dan Bangsanya 17 Agustus 45
Yang Sudah Kita Pertahankan Dengan Jiwa Dan Raga
Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

*Kedua*

Angkatan 45 Pejuang Kemerdekaan
Ikhlas Rela Berkorban Harta Nyawa Untuk Ibu Pertiwi
Walau Mayat Bergelimpangan Tetap Maju Pantang Mundur
Ayo Lenyapkan Penjajahan Tegakkan Keadilan

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

*Ketiga*

Angkatan 45 Pejuang Kemerdekaan
Lanjutkan Cita-cita Suci Pahlawan Roh Persatuan
Pembela Mulia Kehidupan Rakyat Cinta Negara
Jadilah Insan Pembangunan Republik Indonesia

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

Berkobar Semangat Empat Lima
Tetap Menjiwai Sepanjang Masa
Terlaksana Cita-cita Bangsa
Tegaklah Negara Pancasila

*DHC45JakSel@prh*

03
Jan
19

Resolusi Warga45 : Teguhkan Orde Pancasila Indonesia (TOPI)

Untitled-1

Resolusi Warga45

TEGUHKAN ORDE PANCASILA INDONESIA (TOPI)

Menyambut Tahun Baru 1 Januari 2019 dan Hari Legiun Veteran Republik Indonesia 2 Januari 2019 adalah tepat pula bersama kita *Teguhkan Orde Pancasila Indonesia* sesuai‎ dengan

https://jakarta45.wordpress.com/2018/01/02/resolusi-1-januari-2018-tegakkan-orde-pancasila-indonesia/amp/

Guna terus mengupayakan kearah Indonesia Merdeka 100%, mengingat bahwa Indonesia 2018 dinilai Partly Free [Freedom House, USA] sebagaimana

https://freedomhouse.org/report/freedom-world-2018-table-country-scores

dan perbaikan beberapa indikator kenegaraan lain seperti

*Indeks Negara Hukum Indonesia Menurun*
https://nasional.kompas.com/read/2017/09/05/16285241/indeks-negara-hukum-indonesia-mengalami-penurunan

*World Rule of Law Index 2017-2018 Indonesia Memburuk*
https://today.line.me/id/article/Ini+Negara+Hukum+Terbaik+Dunia+Indonesia+Merosot+Dua+Tingkat-alvVjP

*Human Capital Index, Indonesia Rank 65 of 130 Countries Surveyed, 2017*
https://jakartaglobe.id/economy/indonesias-rank-wefs-global-human-capital-index-improves/

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia turun dari no 110 thn 2014 kini jadi no 113.
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170322182446-78-202081/ranking-indeks-pembangunan-manusia-indonesia-turun-ke-113

Agar proyeksi Price Waterhouse Coopers : The World in 2050, Indonesia nr.4 dapat se-benar2nya terwujud

https://www.pwc.com/gx/en/issues/economy/the-world-in-2050.html

Jakarta, 2 Januari 2019

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto GPA45
http://www.jakarta45.wordpress.com

http://www.romadecade.org/sejarah-pancasila/#!

Sejarah Pancasila

Sejarah-Pancasila

Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila – Pancasila adalah pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang asas-asasnya wajib diamalkan agar tercipta kehidupan yang aman dan tentram serta selaras dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kita juga harus mengetahui dan memahami sejarah Pancasila agar kita selalu menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Dari materi sejarah Pancasila yang mungkin sudah sering didengar, Pancasila sendiri berasal dari dua kata dari bahasa Sansekerta, yaitu panca yang berarti lima dan sila berarti asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman untuk seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila yang juga dapat diartikan sebagai lima dasar terbentuknya negara. Istilah Pancasila ini juga termuat dalam Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Berikut disajikan sejarah singkat lahirnya Pancasila yang telah kita kenal selama ini:

DAFTAR ISI ARTIKEL

Awal Mula Sejarah Pancasila
Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara
1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)
2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
3. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968
Awal Mula Sejarah Pancasila
Sejarah Pancasila
Sampai saat ini, hanya satu dokumen sejarah yang ditemukan yang mengungkapkan kata Pancasila di dalamnya yang menjadi sejarah Pancasila yang ada seperti. Dalam Kitab Sutasoma dijelaskan bahwa Pancasila sebagai kata kerja, yakni pelaksanaan norma kesusilaan yang terdiri dari lima poin. Kelima poin tersebut meliputi: dilarang melakukan kekerasan, dilarabf mencuri, dilarang mendengki, dilarang berbohong, dan dilarang meminun minuman keras.

Di dalam Kitab Sutasoma juga dituliskan kata yang menjadi inspirasi persatuan segenap bangsa “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Magrwa”. Sumpah Palapa pun juga ditulis sebagai cerita tentang sejarah bersatunya nusantara untuk pertama kalinya oleh Mahapatih Gajah Mada.

Semakin berkembangnya zaman, istilah Pancasila muncul dalam pidato-pidato tokoh besar yang berjuang demi Bangsa Indonesia, seperti Soekarno dan H.O.S Cokroaminoto. Namun beberapa literatur yang ada tidak mendukung bahwa istilah Pancasila ditemukan oleh Soekarno. Akan tetapi Soekarno lah yang berpendapat paling lantang untuk menyuarakan Pancasila hingga Pancasila dikenal seperti sekarang ini.

Baca: Sejarah Komputer
Sungguh tak mudah perjuangan para tokoh pembela bangsa terdahulu untuk membentuk dasar negara kita yang satu ini. Sejarah Pancasila sebagai dasar negara seperti yang dianut oleh Bangsa Indonesia awalnya dulu terbentuk dari serangkaian sidang-sidang yang diadakan oleh para tokoh pembela.

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Dasar Negara

Awal-Mula-Sejarah-Pancasila

Sejarah Pancasila
Memahami dinamika perubahan susunan sila Pancasila termasuk ke dalam upaya untuk memahami sejarah Pancasila. Bangsa Indonesia yang peduli terhadap pandangan hidup serta dasar negara kita seharusnya mendalami materi sejarah Pancasila yang dulunya berliku-liku hingga menciptakan Pancasila yang sangat ideal bagi Bangsa Indonesia ini

Adapun beberapa keputusan politik yang berpengaruh terhadap lahirnya Pancasila. Anda tentunya sudah sering mendengar istilah kepanitiaan yang terbentuk pada saat itu, seperti BPUPKI, PPKI, dan Panitia Sembilan.

1. Pembentukan BPUPKI (29 April 1946)
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) bertujuan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesa, termasuk dasar negara. Sidang BPUPKI inilah yang menjadi sejarah Pancasila sebagai dasar negara. Sidang BPUPKI ini diketuai oleh Dr. Radjiman Widyodiningrat dengan 33 pembicara pada sidang pertama BPUPKI (29 Mei-1 Juni 1945).

Mohammad Yamin (29 Mei 1945)
Mohammad Yamin yang merupakan salah satu tokoh penting kemerdekaan Indonesia, mengusulkan dasar negara yang disampaikan dalam pidato tidak tertulisnya pada sidang BPUPKI yang pertama, diantaranya peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.

Setelah itu, beliau juga mengusulkan rumusan 5 dasar yang merupakan gagasan tertulis naskah rancangan UUD Republik Indonesia, yaitu:

Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kebangsaan Persatuan Indonesia.
Rasa Kemanusian yang Adil dan Beradab.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Soepomo (31 Mei 1945)
Baca: Sejarah Bahasa Indonesia
Dasar negara yang diusulkan oleh Mr. Soepomo antara lain:

Paham Persatuan.
Perhubungan Negara dan Agama.
Sistem Badan Permusyawaratan.
Sosialisasi Negara.
Hubungan antar Bangsa yang Besifat Asia Timar Raya.
Soekarno (1 Juni 1945)
Pada sidang BPUPKI yang pertama ini, Soekarno juga mengusulkan dasar negara yang terdiri dari 5 poin. Dan kemudian dinamakan dengan Pancasila yang meliputi:

Kebangsaan Indonesia
Internasionalisme atau Perikemanusiaan
Mufakat atau Demokrasi
Kesejahteraan Sosial
Ketuhanan yang Berkebudayaan
Hasil usulan dari ketiga tokoh pada sidang BPUPKI tersebut ditampung dan kemudian dibahas lagi pada lingkup kepanitiaan yang lebih kecil. Panitia yang merupakan bentukan BPUPKI tersebut sering dikenal sebagai Panitia Sembilan.

2. Panitia Sembilan (22 Juni 1945)
Panitia yang beranggotakan sembilan orang ini berhasil merumuskan naskah Rancangan Pembukaan UUD yang dikenal sebagai Piagam Jakarta (Jakarta Charter). Adapun rumusan Pancasila yang termaktub dalam Piagam Jakarta:

Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksan dalam permusaywaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

3. Sidang BPUPKI II(10-16 Juli 1945)
Untuk membahas hasil kerja panitia sembilan, BPUPKI mengadakan sidang yang kedua dan menghasilkan beberapa keputusan, yang meliputi: pertama, kesepakatan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila seperti yang tertuang dalam Piagam Jakarta. Kedua, negara Indonesia berbentuk negara Republik, hsail ini merupakan kesepakatan 55 suara dari 64 orang yang hadir. Ketiga, kesepakatan mengengai wilayah Indonesia yang meliputi wilayah Hindia Belanda, Timor Timur, sampai Malaka (Hasil kesepakatan 39 suara). Dan yang terakhir, pembentukan tiga panitia kecil sebagai: Panitia Perancang UUD, Panitia Ekonomi dan Keuangan, Panitia Pembela Tanah Air.

Akhirnya, pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia secara resmi memproklamasikan kemerdekaannya. Sehari setelah kemerdekaan, BPUPKI diganti oleh PPKI yang bertujuan untuk menyempurnakan rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.

Baca: Sejarah PKI
4. Sidang PPKI (18 Agustus 1945)
Dalam sejarah Pancasila, sidang PPKI yang dilakukan sehari setelah Indonesia merdeka masih saja terjadi perubahan pada sila pertama yang diusulkan oleh Muhammad Hatta. Sila pertama yang semula berbunyi ”Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, kemudian diubah menjadi lebih ringkas, yaitu”Ketuhanan Yang Maha Esa”. Sehingga Pancasila menjadi:

Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Penghapusan sembilan kata dari sila pertama tersebut sering menjadi isu yang kontroversial pada saat itu, bahkan hingga kini. Namun yang harus kita tanamkan dan catat untuk diri masing-masing dari materi sejarah Pancasila ini, sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa berlaku untuk semua rakyat Indonesia.

Seharusnya apabila kita meresapi sejarah Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, segala permasalahan yang menyangkut dengan sila pertama tidak harus dan tidak patut untuk terjadi lagi. Karena hal tersebut akan bertentangan dengan Pancasila.

5. Instruksi Presiden No. 12 Tahun 1968
Semakin berkembangnya zaman, Pancasila dinilai mengalami beberapa keragaman baik dalam rumusan, pembacaan atau pun pengucapannya. Untuk mengantisipasi terhindarnya keragaman tersebut, Presiden Suharto pada tahun 1968 mengeluarkan Instruksi Presiden tentang rumusan Pancasila yang benar, yaitu sebagai berikut:

Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Itulah sejarah singkat lahirnya pancasila yang kini menjadi pandangan hidup untuk berbangsa dan bernegara. Sudah sepatutnya kita menghargai para tokoh pembela terdahulu yang telah mencetuskan dan menyusun Pancasila ini.

Pancasila merupakan jati diri bangsa yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena Pancasila ini merupakan ideologi bangsa Indonesia yang paling ideal dan tidak dapat digantikan lagi oleh ideologi lain.

Sejarah Pancasila

#Sejarah
« Sejarah Islam
Pengertian Sejarah »

24
Dec
18

PETA : Pejoang Tanpa Akhir

oke(1)

24
Dec
18

Kenegarawanan : Penegakan Kejoangan Politisi Indonesia 45

Untitled-1

Suara Warga45

PENEGAKAN KEJOANGAN POLITISI INDONESIA 45

Menyambut peringatan 69 tahun Penyerahan Kedaulatan Negara Indonesia 27 ‎Desember 1949 yang lalu, maka rekam jejak perjoangan diplomasi Politisi Indonesia sejak Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945‎ patut juga dicermati dari berbagai peristiwa seperti :

1) Perundingan *Linggarjati* 15Nop46-25Mar47

2) Perjanjian *Renville* 8Des47-17Jan48

3) Resolusi Dewan Keamanan PBB 28Jan49

4) Perjanjian *Roem-Roijen* 14Apr49-7Mei49

5) *Konperensi Meja Bundar* 23Aug49-2Nop49

Perjoangan Diplomasi 1945-1949 tersebut diatas berproses sedemikian rupa beriiringan dengan Perjoangan Bersenjata 1945-1949 oleh para kombatan Pejoang45 seperti yang diperankan baik oleh berbagai kelaskaran rakyat maupun oleh BKR/TKR/TRI/TNI.

Kesemua upaya2 itu berujung akhirnya di Penyerahan Kedaulatan Negara Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949 sebagaimana

https://republika.co.id/berita//no-channel/08/12/28/22911-penyerahan-kedaulatan-di-istana-gambir

Disusul kemudian oleh Pengakuan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 oleh Belanda pada tanggal 16 Agustus 2005‎ sesuai

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pengakuan_tanggal_kemerdekaan_Indonesia_oleh_Belanda

MABINDO (Majelis Anak Bangsa Indonesia) meyakini bahwasanya Penegakan Kejoangan Politisi Indonesia 45 sebagaimana dikiprahkan termaksud diatas dapat terus berlanjut dikiprahkan oleh Politisi Indonesia Generasi Penerus Angkatan45 dengan bertumpukan pada Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 [BPK45, 1995]

Jakarta, 23 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
MABINDO
http://www.jakarta45.wordpress.com

21
Dec
18

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45) Antisipasi Perang Nirmiliter Abad 21

Logo BPK45

ASPIRASI DHC45 JakSel

GENERASI PENERUS ANGKATAN 45 (GPA45) ANTISIPASI PERANG NIRMILITER ABAD 21

PREPOSISI‎ Peran *GPA45* sesuai penegasan pada Anggaran Dasar Badan Pembudayaan Kejoangan 45 Musyawarah Nasional XII/2006 adalah komitmen terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan tidak mengkhianatinya serta secara sadar ikut mengamalkan dan menggelorakan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejoangan45.

Dalam pengertian tersebut, maka bijaklah dirujuk juga Materi Pendukung Pembudayaan ‎Jiwa, Semangat, Nilai-Nilai Kejoangan 45 [DHN45, 20 Mei 2005] dan Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 [DHN45, 1995] terutama ketika menghadapi situasi dan kondisi peningkatan Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan (ATHG) terekspos oleh intensitas Perang Nir Militer seperti Proxy War / Asymetric War oleh pihak2 kontra Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kesadaran yang merata dan mendalam tentang peran JSN45 oleh para peserta MusDa DKI DHD45 Jakarta 17 Desember 2018 menjanjikan komitmen yang tinggi untuk senantiasa dikomunikasikan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pembekalan bagi Ketahanan Nasional (TanNas) terutama dalam menjembatani penguatan bagi kesadaran nasional generasi milenialis NKRI

‎Peran serta GPA45 memperkuat kesadaran nasional ini semoga antisipatif terhadap proyeksi bonus demografi 2030an yang akan datang [KesBangPol DKI Jakarta, 17 Desember 2018] .

Untuk memperkuat motivasi GPA45 berkiprah, maka diperlukan dukungan berupa ‎ BINA KADER‎ GPA45 yang meliputi dan tidak terbatas seperti

1) Program Komunikator JSN45 diaktivasi kembali cakupi
juga Bela Negara / TanNas / KeIndonesiaan / Karakter Bangsa berarahan Bina Komponen Pendukung dan/atau Komponen Cadangan UU Pertahanan Negara

2) Program ‎Bambu Kuning GPA45

3) P‎rogram Baju Seragam GPA45

4) Program Plakat Rumah GPA45

5) Pusat Pendidikan & Latihan Khusus GPA45

Sementara itu dukungan BINA ORGANISASI akan juga memantapkan kiprah GPA45 seperti

1) Program Joangkan Aktivasi UUD45 LNRI 75/1959 +. Adendum2nya sesuai keperluan NKRI kini & esok

2) Program Insentif GPA45 seperti potongan2‎ bagi PBB, Perjalanan Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat Terbang dan Bis Antar Kota dan Kartu Diskon Belanja serta Kartu Sehat

3) Program Perempuan / Sosial Budaya seperti pengkayaan masyarakat pencinta‎ Kuliner lokal

‎4) Program Kepemudaan seperti‎ Peringatan Hari2 Nasional dan Lomba2 Kreatifitas

‎5) Program Kebangsaan seperti Forum Group Discussion dan Pendataan potensi GP45 dari KelBes Pejoang45

Selebihnya dengan terpilihnya kepengurusan DHD45 Jakarta 2018-2023 diharaphan budaya keorganisasian membaik dan lebih berdaya bagi kepentingan publik.

Jakarta, 18 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
Ketua DHC45 Jakarta Selatan
http://www.jakarta45.wordpress.com




Blog Stats

  • 3,812,113 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements