Author Archive for Pandji R Hadinoto

05
Jun
20

Kenegarawanan : Pancasila Bintang Penjuru Giat New Normal

Logo Kerabat 45

Suara Warga45

*Pancasila Bintang Penjuru Giat New Normal*

MERDEKA !

Pernyataan *Pancasila Bintang Penjuru Pergerakan* [Presiden RI, 1Jun20] perlu disambut baik
https://amp.kompas.com/edu/read/2020/06/01/204540471/presiden-jokowi-pancasila-jadi-bintang-penjuru-menggerakkan-kita-semua

Mengingat ternyata selaras saja dengan *Rekomendasi Tonggak Pancasila Mercusuar Dunia [1Jun20]*
https://jakarta45.wordpress.com/2020/06/01/kenegarawanan-rekomendasi-tonggak-pancasila-mercusuar-dunia-1-juni-2020/

Dalam pengertian diatas maka fakta keserasian diantara Faktor-faktor Resiko Pandemi Covid19 per 4Jun20 sebagaimana

1) IndoCovid19 = 5,97 %
2) JakCovid19. = 6,97 %
3) WorldCovid19 = 6,02 %

adalah petunjuk ketangguhan Indonesia cukup prima dan oleh karenanya *Pancasila Bintang Penjuru Giat New Normal* dapat menjadi paradigma giat kebangsaan Indonesia kini dan esok.

Selebihnya, bijak pula diterima adagium bahwa Pancasila itu Bintang Penjuru aplikasi strategis dan taktis bagi :

1) Konstitusi Proklamasi UUD 1945 [BRI Tahoen II No 7, 15 Febroeari 1946 jo LNRI No 75, 5 Djuli 1959];

2) 45 butir Pedoman Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No 1/2003

*Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila*
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pedoman_Penghayatan_dan_Pengamalan_Pancasila

3) *17 Pusaka Bangsa Indonesia*
https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

4) *Cultural Quotient 17845*
https://jakarta45.wordpress.com/2019/10/06/cultural-quotient-17845-primer-pejoang-republik-indonesia-merdeka/amp/

5) *Pandekar Indonesia*
https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/27/kenegarawanan-pandekar-indonesia/amp/

Jakarta Selatan, 5 Juni 2020

Tetap MERDEKA !
Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

01
Jun
20

Kenegarawanan : Rekomendasi Tonggak Pancasila Mercusuar Dunia 1 Juni 2020

PHOTO-2020-05-27-09-43-45

Suara Warga45

*Rekomendasi ToPan MerDu, 1 Juni 2020*

MERDEKA !

*Tonggak Pancasila Mercusuar Dunia (ToPan MerDu)* adalah layak dipancangkan pada 1Jun20 beralasan sebagai berikut :

1) Mengenang *Pidato Bung Karno 1Jun45 Tentang Pancasila*

Pidato Lengkap Bung Karno 1 Juni 1945 tentang Pancasila (I)

bertepatan 13 Minggu Covid19 mewabah, guna mengkokohkan potensi ketangguhan Indonesia tuntaskan pandemi Covid19

1.1 berjangkar Pancasila alinea 4 Pembukaan Konstitusi Proklamasi UUD 1945 [BRI Tahoen II No 7, 15 Febroeari 1946 jo LNRI No 75, 5 Djuli 1959] dan

1.2 bertumpu *45 Butir Pancasila Tap MPR No 1/MPR/2003*

http://belajar-di-rumah.blogspot.com/2018/07/butir-butir-pancasila-menurut-tap-mpr_21.html?m=1 serta

1.3 berstandar disiplin ketat protokol kesehatan Covid19

2) *Nawa Roh Konstitusi NRI 1945* signifikan diuraikan pada

https://jakarta45.wordpress.com/2018/11/07/kenegarawanan-nawa-roh-konstitusi-nri-1945/amp/

3) *Tonggak Orde Pancasila Indonesia (TOPI)* telah dipancang pada HarKitNas 20Mei20 ybl

[www.jakarta45.wordpress.com]

4) *ToPan MerDu* ini konfirmasi
Pidato Bung Karno *To Build The World A New* di sidang PBB, NY, 30Sep60 yang disambut luar biasa oleh peserta sidang (standing ovation)

https://jakarta45.wordpress.com/to-build-the-world-a-new/

5) *ToPan MerDu* ini perkokoh
*17 Pusaka Bangsa Indonesia*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

6) *ToPan MerDu* ini perkokoh Politik LN Bebas Aktif NKRI

https://amp.kompas.com/skola/read/2020/03/20/150000969/politik-luar-negeri-indonesa-politik-bebas-aktif

7) *ToPan MerDu* ini mantapkan giat menapaki Visi Indonesia 2045 [rilis BPPN 8Jan19]

https://www.slideshare.net/mobile/RidhoFitrahHyzkia/paparan-menteri-ppnkepala-bappenas-sosialisasi-visi-indonesia-2045

8) *ToPan MerDu* ini mantapkan kiprah Konstitusi Proklamasi UUD 1945 [BRI Tahoen II No 7, 15 Febroeari 1946 jo LNRI No 75, 1959, 5 Djuli 1959] khususnya *Bab XIV Kesejahteraan Sosial* seperti aktivasi Pasar2 Online (POL)

9) *ToPan MerDu* perkokoh Bina Program Unggulan Pembekalan Karakter Indonesia (BPUPKI) ttg
*Sistim Kecerdasan Budaya 17845 Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka menapaki Visi Indonesia 2045 [Rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19]*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/10/06/cultural-quotient-17845-primer-pejoang-republik-indonesia-merdeka/amp/

Demikianlah rekomendasi *ToPan MerDu* ini dirilis kiranya dapat bermanfaat bagi para pemangku kepentingan Penegakan Republik Indonesia Merdeka 17845 (PRIMER17845).

Jakarta Selatan, 1 Juni 2020

Tetap MERDEKA !
Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

LAMPIRAN :

PHOTO-2020-05-30-17-30-37

PHOTO-2020-06-01-07-03-31

PHOTO-2020-05-30-18-53-29

PHOTO-2020-05-30-18-53-29(1)PHOTO-2020-05-31-07-34-41

Covid-19 (Corona) Outbreak – 31 Mei 2020 Pk. 07.00 WIB.pdf

PHOTO-2020-05-27-09-46-15(1)

26
May
20

Kenegarawanan : Potensi INDONESIA Tangguh

jsn45

Suara Warga45

*Potensi INDONESIA Tangguh*

MERDEKA !

ATHG Ancaman Tantangan Halangan Gangguan seperti

New Normal: Makhluk Apakah Ini?

kedepan antara lain sebenarnya kini diatasi oleh keserentakan masyarakat sedunia melakukan giat gotong royong sebagaimana telah dikemukakan oleh *2020 Pancasila Mercusuar Dunia* [www.jakarta45.wordpress.com]

Sebagai indikator, maka sikon diatas menunjukkan *Indonesia Potensial Tangguh* sesuai juga ditunjukkan oleh perkembangan daripada Faktor-faktor Resiko Covid19 di rentang 4 minggu dari 26Apr20 s/d 24Mei20 sbb :

IndoCovid19 = 8,37%->6,16% 6,51%, dan JakCovid19 = 9,53%->7,70%

Ditengah perang tanding USA vs China, kini Potensi ketangguhan Indonesia ini juga ditunjukkan oleh fakta rencana relokasi usaha USA di China ke Indonesia sesuai

*Kawasan Industri Brebes JaTeng*
https://m.bisnis.com/amp/read/20200520/257/1242998/kawasan-industri-brebes-siap-tampung-relokasi-27-perusahaan-as-dari-china

Potensi Indonesia Tangguh ini terindikasi signifikan di 1 Syawal 1441H ini.

Untuk mempertegas *Potensi Indonesia Tangguh* ini penting adanya kebulatan tekad bangsa Indonesia bersikap peneguhan *Pancasila Mercusuar Dunia 1Jun20* yad di seluruh tanah air Indonesia berjangkar Konstitusi Proklamasi UUD 1945 [BRI Tahoen II No 7, 15 Febroeari 1946 jo LNRI No 75, 1959, 5 Djuli 1959]

Potensi IndoTangguh ini perlu juga diperkuat dengan a.l. kendali disiplin protokol kesehatan yang mantap agar reproduksi keterpaparan Kabupaten/Kota yang kini telah tercatat 78,9% dari total 512 Kab/Kot seIndonesia terjaga dari status episentrum baru.

Jakarta Selatan, 1 Syawal 1441H

Tetap MERDEKA !
Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

*Lagu Nasional Hari Merdeka 17845*

Covid-19 (Corona) Outbreak – 24 Mei 2020 Pk. 07.00 WIB.pdf

New Normal

PHOTO-2020-05-25-18-16-41

23
May
20

Kenegarawanan : 2020 Pancasila Mercusuar Dunia

Untitled-1

Suara Warga45

*2020 Pancasila Mercusuar Dunia*

MERDEKA !

Sungguh ketika wabah corona kini melanda dunia menunjukkan bukti kebersamaan umat melawannya dengan saling berbagi informasi, iptek, alkes, bahan2 pendukung testkes, tenaga medis, fasilitas kesehatan dlsb terkait giat lawan corona, yang dilakukan secara serta merta diantara bangsa2 sedunia berdukungan jejaring komunikasi digital sedunia.

Wujud kebersamaan masyarakat sedunia ini mengingatkan kepada gagasan *gotong royong* sebagai makna inti daripada Pancasila yang diutarakan Bung Karno baik pada pidato 1Jun45 di sidang BPUPKI, Djakarta maupun pidato 30Sep60 di sidang umum PBB, New York.

Praktek kebersamaan umat dunia bergotongroyong Pancasila pada tahun 2020 inilah membuktikan bahwa gagasan bernilai universal Pancasila telah mendunia, oleh karena itulah boleh dikatakan bahwa *Pancasila Mercusuar Dunia* telah menjadi kenyataan.

Dalam pengertian inilah maka pemantapan karakter kehidupan masyarakat Pancasila di Indonesia menjadi lebih penting dapat dilakukan berkelanjutan berdasar *45 butir pengamalan Pancasila 2003*, berkerangka *To Build The World A New 2020* sebagaimana
http://www.jakarta45.wordpress.com

Melalui pemantapan giat gotong royong Pancasila inilah diyakini bahwa tatanilai kehidupan *New Normal* gegara Pandemi Covid19 dapat berlangsung jauh lebih manfaat berpedoman pada *Konstitusi Proklamasi* khususnya Pembukaan UUD 1945 dan bersasaran Kesejahteraan Sosial Bab XIV UUD 1945 [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959].

Dan kini Pergerakan Kebangsaan Pancasila Indonesia (GerBang PanIndonesia) bersama segenap komponen masyarakat Pancasila lainnya bertekad bulat gelorakan Gotong Royong Pancasila ini sukseskan esok kehidupan New Normal gegara Pandemi Covid19, sekaligus budayakan *Makna Pancasila dalam Al Qur’an*
http://ibadah-berfikir.blogspot.com/2016/11/makna-pancasila-dalam-al-quran.html?m=1

Dalam kesempatan yang penuh berkah Allah SWT ini, diucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri sambil menuju peneguhan kiprah budaya *Pancasila Mercusuar Dunia 1Jun20*

Jakarta Selatan, 1 Syawal 1441H

Tetap MERDEKA !
Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

PHOTO-2020-05-23-08-28-16

21
May
20

Kenegarawanan : To Build The World A New 2020

Logo Pancasila Mercusuar Dunia

Suara Warga45

MERDEKA !

*To Build The World A New 2020*

Meminjam judul pidato alm Bung Karno 30Sep60 di Sidang PBB, New York sebagaimana

https://jakarta45.wordpress.com/to-build-the-world-a-new/

Maka paradigma New Normal Pandemi Corona yang kini perlu diadaptasi masyarakat luas yakni

https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/20/063100865/mengenal-apa-itu-new-normal-di-tengah-pandemi-corona-?page=2

bagaimanapun mengingatkan kembali sejarah seruan alm Bung Karno diatas kepada masyarakat sedunia.

Oleh karena itulah paradigma 20Mei20 HarKitNas berkiprah TOPI *Tonggak Orde Pancasila Indonesia* bertepatan dengan 27 Ramadhan 1441H sebagaimana

http://www.jakarta45.wordpress.com

adalah strategis bagi kiprahkan

*45 Butir Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila*
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pedoman_Penghayatan_dan_Pengamalan_Pancasila

guna gerak bersama menapaki kebangsaan menuju kearah Visi Indonesia 2045.

Jakarta Selatan, 20 Mei 2020

Tetap MERDEKA !

Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

PHOTO-2020-05-20-21-26-02

PHOTO-2020-05-20-21-26-02(2)

PHOTO-2020-05-20-21-26-03(1)

PHOTO-2020-05-20-21-26-03(2)

PHOTO-2020-05-20-21-26-03

PHOTO-2020-05-20-21-26-04

*_Sejarah merupakan bagian dari data Statistik_*
———————————————————-

*Coronavirus, Lockdown, dan Ironi Negeri Muslim Terbesar*

Oleh: Harun Husen

Di laman Newsweek, 17 Maret, seorang profesor, Dr Craig Considine, menulis sebuah artikel menarik. Judulnya, “Can the Power of Prayer Alone Stop a Pandemic like the Coronavirus? Even the Prophet Muhammad Thought Otherwise”.

Artikel itu tentang wabah coronavirus, yang kini telah menjadi pandemi global. Editor Newsweek, memberi artikel itu ilustrasi Ka’bah dan pelatarannya yang putih susu.

Pada dua paragraf awal Dr Craig membahas tentang pandemi global Covid19 dan cara membendungnya. Para ahli imunologi seperti Dr Anthony Fauci dan Dr Sanjay Gupta, tulisnya, menyatakan bahwa cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan, melakukan karantina, dan mengisolasi diri dari orang lain.

Para paragraf ketiga, dia menyampaikan sebuah pertanyaan. Sebenarnya lebih merupakan pernyataan. Berkata Dr Craig, “Taukah Anda siapa lagi yang menyarankan menjaga keberhasihan dan karantina selama pandemi berlangsung?”

*“Muhammad, Nabi umat Islam, lebih dari 1.300 tahun silam,”* tulisnya.

Nabi Muhammad, Dr Craig menambahkan, bukanlah seorang ahli tradisional dalam soal penyakit mematikan. Namun, tulisnya, “Nabi Muhammad telah menyampaikan nasihat yang sangat baik untuk mencegah dan memerangi perkembangan [penyakit mematikan] seperti Covid19.”

Dr Craig kemudian mengutip hadits yang dia maksud. “Muhammad bersabda: ‘Jika engaku mendengar wabah melanda suatu negeri, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat sedang engkau berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu’.”

Yang dikutip Dr Craig adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Kisah lengkap tentang hadits ini, yang berkaitan dengan peristiwa di zaman Khalifah Umar, lihat pada tulisan “Lockdown Era Umar bin Khattab”.

Masih mengutip hadits, Dr Craig –yang belum lama ini menulis buku berjudul “Humanity of Muhammad: A Christian View” (Blue Dome Press, 2020)– menulis: “Dia (Nabi Muhammad) juga berkata: ‘Mereka yang telah terinfeksi penyakit menular, harus dijauhkan dari yang sehat’.”

Ini juga hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah. Formulasi lain hadits ini dalam bahasa Indonesia, adalah “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.”

Sekarang semua anjuran Nabi tersebut, secara kebetulan telah menjadi jurus banyak negara dalam menghadapi pandemi global coronavirus. Mulai dari negara komunis, Hindu, Kristen, Katolik, liberal, sekuler, dan lain-lain, melakukan lockdown. _Ironisnya, Indonesia yang merupakan negara mayoritas Muslim, justru mengabaikan pesan Sang Nabi_.

Alih-alih, kita malah melakukan langkah sebaliknya. Saat Cina sedang diharubiru coronavirus, yang memaksa negara itu melockdown Wuhan hingga menutup Kota Terlarang, kita (kita?) malah mengundang turis masuk ke negara ini, bahkan dengan iming-iming diskon.

Kedua, saat orang terinfeksi mulai ditemukan, kita sama sekali tidak mau melakukan karantina wilayah. Akibatnya, kini virus telah menyebar di sebagian besar provinsi di Indonesia. Yang terinfeksi dan meninggal semakin banyak.

Saat situasi semakin buruk, malah terdengar skenario melakukan _herd immunity_. Skenario yang seakan menyerahkan anak bangsa ini menjadi hidangan virus korona. Silakan bertarung sendiri melawan virus itu melalui mekanisme seleksi alamiah. Survival of the fittest.

Sejak lama, para ahli menyatakan mortality rate virus ini adalah dua persen. Jadi, peluang Anda hidup adalah 98/100. Pastikan saja anda tidak termasuk yang dua persen.

Lalu, berapa dua persen orang Indonesia? Sekarang penduduk kita sekitar 270 juta. Kalau skenario herd immunity benar-benar tega dijalankan, maka yang akan mati adalah sekitar 4,5 juta orang. Seberapa banyak itu? Bayangkan saja Singapura dijatuhi bom atom, dan seluruh penduduknya mati. Sebanyak itulah nanti yang mati.

Itu pun kalau benar-benar dua persen saja yang mati. Sekarang, berdasarkan data Worldometer sampai dengan Sabtu sore ini, kasus positif coronavirus berjumlah 601.010, dengan tingkat kematian 27.432, atau 4,56 persen.

Lalu bagaimana kalau tingkat kematian herd immunity sampai 4,5 persen? Jumlahnya tinggal dikali dua. Maka, yang mati sekitar 12 juta orang. Jumlah yang mati akan lebih banyak daripada penduduk Jakarta.

Inggris, yang disebut-sebut mencoba menerapkan skenario herd immunity, gagal dan diobrak-abrik virus ini. Bahkan, perdana menteri dan pewaris tahta inggris, berhasil diinfeksi virus ini.

Para ahli pun menentang skenario kejam tersebut. Bukan hanya akan mengorbankan jutaan nyawa, skenario ini pun penuh dengan ketidakpastian. Seorang peneliti mengatakan virus ini baru memulai perjalanan evolusinya. Di Wuhan maupun Jepang, sudah didapati kejadian ganjil, orang yang sembuh, ternyata bisa terinfeksi lagi. Bahkan di Wuhan angkanya sampai lima persen. Berita lain menyebut angkanya sampai 14 persen.

Nabi, sejak 14 abad silam, tidak pernah menyarankan skenario kejam seperti itu. Nabi mengajarkan karantina, isolasi, dan menjaga kebersihan.

Mari kita tengok lagi tulisan Dr Craig, yang basah kuyup oleh guyuran hadits. Nabi Muhammad, tulisnya, sangat mendorong manusia mematuhi praktik higienis yang bakal membuatnya aman dari infeksi. “Pertimbangkan hadits-hadits ini, atau perkataan Nabi Muhammad:”

“Kebersihan adalah sebahagian dari iman.”

“Cucilah tanganmu setelah bangun tidur; kamu tidak tahu ke mana tanganmu bergerak saat tidur.”

“Keberkahan makanan terletak pada mencuci tangan sebelum dan setelah makan.”

Lalu, bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat apa yang akan diberikan Nabi Muhammad kepada sesama manusia yang sedang didera rasa sakit? Dr Craig kembali bertanya, retoris.

Jawabannya, menurut profesor yang tahun lalu menerbitkan buku “Islam in America: Exploring the Issues” (ABC-CLIO 2019), ini, adalah: “Dia (Nabi Muhammad) akan mendorong untuk mencari perawatan medis.”

Dr Craig pun mengutip hadits yang sangat terkenal. “Manfaatkan perawatan medis (berobatlah), karena Tuhan tidak menciptakan penyakit tanpa obatnya, dengan pengecualian terhadap satu penyakit –usia tua (pikun).” Hadits ini diriwayatkan Imam Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah.

Hampir sekujur artikel Dr Craig, bercerita tentang Sang Nabi dan sabdanya yang sangat diperlukan umat manusia, hari-hari ini. Dan, yang menurutnya merupakan salah satu poin terpenting, Nabi mengajarkan bagaimana menyeimbangkan iman dan akal.

Dr Craig kemudian mengajak kita melihat respons umat beragama, beberapa pekan terakhir. Sebagian orang, tulisnya, bergerak terlalu jauh, dengan menyarankan bahwa berdoa akan lebih baik dan akan menjauhkan dari coronavirus, ketimbang mematuhi aturan dasar tentang sosial distancing dan karantina. Dr Craig pun mereka-reka, kira-kira apa tanggapan Nabi terhadap pendapat seperti itu.

Dan, Dr Craig menjawabnya dengan menukil sebuah kisah unta orang Badui, dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. “Pertimbangkan kisah berikut. Suatu hari, Nabi Muhammad melihat seorang lelaki Badui meninggalkan untanya tanpa mengikatnya. Dia (Nabi Muhammad) bertanya kepada orang Badui tersebut, ‘Mengapa tidak engkau ikat untamu?’ Orang Badui itu menjawab, ‘Aku menaruh kepercayaan (tawakal)kepada Tuhan.’ Sang Nabi pun kemudian bersabda, ‘Ikat dulu untamu, baru kemudian tawakkal kepada Tuhan’.”

Sebagai kesimpulan, Dr Craig menyatakan bahwa Nabi Muhammad menyarankan umat untuk mencari bimbingan dalam agama mereka, namun Nabi tetap berharap mereka melakukan langkah-langkah mendasar terkait pencegahan, kestabilan, dan keselamatan. “Dengan kata lain, dia {Nabi) berharap umat menggunakan akal sehatnya.”

Lockdown Era Umar bin Khattab
—————————————————
Situasi lockdown zaman nabi, juga diterapkan oleh Umar bin Khattab ketika mengunjungi Syam. Cerita ini dikisahkan dalam buku Biografi Umar bin Khattab karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi. Pada tahun 18 Hijriyah, suatu hari Umar bin Khattab bersama sabahat-sahabatnya, melakukan perjalanan menuju Syam. Sebelum memasuki Syam, di perbatasan mereka mendengar sebuah kabar tentang wabah penyakit kulit yang menjangkiti wilayah tersebut.

Penyakit kulit ini dinamai Wabah Tha’un Amwas. Penyakit menular yang menyebabkan benjolan di seluruh tubuh. Benjolan yang terus tumbuh hingga pecah, membuat penderita mengalami pendarahan hingga kematian.

Beberapa waktu kemudian, Gubernur Syam, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, datang menemui rombongan Umar di perbatasan. Terjadi percakapan di antara para sahabat dengan Umar. Akhirnya mereka bersepakat untuk mengikuti Hadits Nabi, untuk tidak masuk ke daerah Syam yang sedang mengalami wabah, dan kembali pulang ke Madinah.

Syam diberlakukan lockdown. Setiap beberapa waktu sekali, Abu Ubaidah mengabarkan situasi kondisi yang terjadi di Syam, kepada Umar bin Khattab. Satu persatu sahabat Umar meninggal saat wabah, hingga tercatat sekitar 20 ribu orang yang wafat karena wabah. Jumlahnya hampir separuh dari penduduk Syam, termasuk di dalamnya ada Abu Ubaidah.

Posisi Gubernur kemudian digantikan oleh Amr bin Ash, Sahabat Umar. Amr bin Ash memerintahkan kepada penduduk Syam untuk saling berjaga jarak, agar tidak tidak saling menularkan penyakit, dan berpencar dengan menempatkan diri di gunung-gunung. Penularan penyakit kusta pun dapat diredam, dan Syam kembali normal.

Sumber:
–https://www.newsweek.com/prophet-prayer-muhammad-covid-19-coronavirus-1492798
–https://www.dompetdhuafa.org/id/berita/detail/lockdown-zaman-nabi

https://muslimobsession.com/coronavirus-lockdown-dan-ironi-negeri-muslim-terbesar/.

( *Semoga bisa menjadi pertimbangan kita bersama dalam menghadapi Pandemi Virus Corona ini* )

PHOTO-2020-05-21-10-15-44

Sent from my iPhone

18
May
20

Kenegarawanan : 20Mei20 Tonggak Orde Pancasila Indonesia (TOPI)

Logo PEMUDA Indonesia

Suara Warga45

*20Mei20 Tonggak Orde Pancasila Indonesia (TOPI)*

MERDEKA !

Prihatin terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/d-5014918/ekonomi-sudah-anjlok-di-2-an-dekati-skenario-terburuk?tag_from=wpm_nhl_17

maka sungguh bijaksana kalau HarKitNas 20Mei20 pancangkan *Tonggak Orde Pancasila Indonesia (TOPI)* agar Sila-5 Pancasila *Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia* dapat tercapai optimal.

Optimalisasi itu dimungkinkan bila Bab XIV Kesejahteraan Sosial Konstitusi Proklamasi UUD 1945 [BRI Tahoen II No 7 jo LNRI No 75, 1959] jadi hukum konstitusi gerakan ekonomi nasional, bukan Bab XIV Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial Konstitusi Reformasi UUD 2002.

Tidaklah berkelebihan bahwa rekomendasi TOPI 20Mei20 ini sebagai peran serta dan iktikad baik dari *Partisan Indonesianis*, pemandu NKRI maju berjaya
[www.jakarta45.wordpress.com]

Dan peran serta masyarakat peduli gerakan ekonomi nasional per Konstitusi Proklamasi termaksud diatas sekaligus berkinerja *Patriot Indonesia* sungguh dinantikan.

Salam Konstitusi Proklamasi

Jakarta Selatan, 17 Mei 2020

Tetap MERDEKA !

Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

15
May
20

Kenegarawanan : Partisan Indonesianis Pemandu NKRI Maju Berjaya

IMG_7149

Suara Warga45

*PARTISAN INDONESIANIS*
Pemandu NKRI Maju Berjaya

MERDEKA !

Pembentukan Bangunan NKRI berproses 42 tahun tercatat sbb
1) Pergerakan Nasional 20Mei08 – 28Okt28 (-/+ 20 tahun)
2) Perintisan Kemerdekaan 28Okt28-17Aug45 (-/+ 17 tahun)
3) Penegakan Kedaulatan 17Aug45-27Des49 (-/+ 4 tahun)
4) Pemantapan NKRI 27Des49 – 17Aug50
5) Pembangunan NKRI 17Aug50 – sekarang

Ke-5 periode diatas tergerakkan sesungguhnya oleh hadirnya peran serta para pelaku Partisan Indonesianis sebagaimana dimaksudkan

*Indonesianis Untuk Masa Depan Indonesia*

https://m.mediaindonesia.com/read/detail/265422-para-indonesianis-berkontribusi-untuk-masa-depan-indonesia

Dengan demikian dapat disebut tanggal-tanggal sebagai berikut
1) 20Mei08 ibarat *ground breaking*
2) 28Okt28 ibarat *topping off*
3) 17Aug45 ibarat *construction complete*
4) 27Des49 ibarat *pre commissioning complete*
5) 17Aug50 ibarat *commissioning complete*

Kini dengan pengertian pasca Bencana Nasional Pandemi Covid19 yang dikenali sebagai hadirnya Tatanan Hidup Baru (New Normal) maka *HarKitNas 20Mei20* dapat dikatakan ibarat tonggak sejarah Bangunan NKRI Tatanan Baru itu yang kebetulan adalah pasca 20 tahun Orde Reformasi, dan oleh karena itu bijaklah dipancangkan *Orde Pancasila* guna perkokoh *9 fungsi Pancasila* sebagaimana

https://www.kompasiana.com/amp/rianarianda7369/5df09510097f360b4e5f7c42/apakah-fungsi-pancasila

Dalam hal ini kembali peran serta para pelaku Partisan Indonesianis (PARTINDO) adalah diharapkan mengemuka di garda depan anak bangsa Indonesia bermisi khas pergerakan kebangsaan Pancasila Indonesia bertepatan :

1) Bulan Ramadhan sebagaimana 17Aug45 di bulan Ramadhan yang penuh berkah
2) Siklus 100 tahunan pandemi dunia sejak 1720, 1820, 1920 yl
3) 500 tahun janji Sabda Palon
https://rajawalisiber.com/perjanjian-prabu-brawijaya-dengan-sunan-kalijaga-serat-sabdo-palon-sinom-sang-prabu-menepati-janjinya/
Perjanjian Prabu Brawijaya dengan Sunan Kalijaga , *Serat Sabdo Palon Sinom*, Sang Prabu Menepati Janjinya

Semoga rekomendasi *Terapkan Orde Pancasila Indonesia (TOPI* guna maksud dan tujuan penegasan *Pancasila Haluan Ideologi NKRI 7Mei20* [www.jakarta45.wordpress.com] dapat terwujud sebagaimana mestinya bertumpu pada sila2 Pancasila [Pembukaan Konstitusi Proklamasi UUD 1945, Berita Repoeblik Indonesia, Tahoen II No 7, 15 Febroeari 1946 jo LNRI No 75, 1959].

Rekomendasi berciri Partisan Indonesianis diatas didukung fakta empiris kegotongroyongan Pancasila per arahan oleh JuBir IndoCovid19, Achmad Yurianto tiap sore berbuah Faktor Resiko 15Apr20–>14Mei20 IndoCovid19 diperbaiki (9,13%—>6,52%) vs WorldCovid19 (6,34%—>6,88%).
Dengan semangat gotongroyong Pancasila itulah maka perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia (termasuk peningkatan ekonomi kesejahteraan rakyat & ekonomi korporasi) pasca pandemi Covid19 layak optimis dapat dilakukan berdasar Bab XIV Kesejahteraan Sosial Konstitusi Proklamasi UUD 18Aug45 jo 5Jul59 [BRI Th II No 7, 15Feb46 jo LNRI No 75, 1959]

Jakarta Selatan, 15 Mei 2020

Tetap MERDEKA !

Pandji R Hadinoto
KaBPK45JakSel@GORBulungan

LAMPIRAN :

Ada tulisan bagus dari Univ. Brawijaya semoga berkenan membaca untuk disimak, menambah perbedaharaan pengetahuan… dalam bersikap dan berbuat untuk sekarang dan masa mendatang.

*TATANAN HIDUP BARU BERSAMA Covid-19.*
(Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU, D.Sc. – Universitas Brawijaya)

MALANG – *Dilihat dari ilmu biologi, penyebaran Covid-19 tidak bisa diputus.* Sebab proses mutasinya yang begitu cepat dapat menimbulkan varian baru dari virus ini sehingga menyebabkan *manusia kesulitan membuat vaksin maupun obat anti virus.*

Dengan kondisi ini yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan *pencegahan agar tidak terlalu banyak orang masuk rumah sakit hingga melebihi kapasitas akibat Covid-19 ini.* Virus ini akan selalu ada sehingga banyak orang mengharapkan adanya Herd Imunity, yakni kekebalan tubuh pada suatu populasi.

Menurut guru besar Biologi Sel dan Molekuler UB, Prof. Drs. Sutiman Bambang Sumitro, SU, D.Sc, Herd Imunity ini juga tidak bisa lagi diharapkan lantaran ketika Covid-19 dibawa ke lokasi lain dan dibawa lagi bisa masuk ke tubuh orang yang sudah kebal sehingga timbul pandemi baru.
*”Melihat kondisi seperti ini saya pikir masyarakat harus move on.* Tidak perlu berharap hilangnya virus Corona dengan putusnya mata rantai penularan 100 persen. *Kita tidak bisa lagi hidup normal kembali seperti semula,”* ujar Prof. Sutiman.

Lebih lanjut, *berbagai program kebijakan yang dicanangkan pemerintah dalam menangani Covid-19 ini seperti social distancing, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) maupun lockdown total sekalipun sepertinya sudah terlambat.* Hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah *mempersiapkan diri atau memulai menyusun tatanan dunia baru bersama Covid-19.* Dengan target bukan memberantas virus melainkan menekan jumlah orang yang terinfeksi bersamaan serendah mungkin.
Persiapan yang bisa dilakukan yakni dengan mencegah penyebaran Covid-19 dengan *sering mencuci tangan menggunakan sabun,* *tidak bersentuhan atau menjaga jarak dan mengenakan masker.* Ia menjabarkan bahwa keadaan seperti ini sejatinya sudah pernah dialami yakni ketika *Demam Berdarah menyerang.* Tidak bisa memberantas yang bisa dilakukan adalah *dengan pencegahan.* Kenyataannya pun orang meninggal akibat demam berdarah atau malaria masih terus ada.
*”Korban meninggal akibat demam berdarah karena kedisiplinan menguras bak mandi, menghilangkan atau menutup rapat genangan air tidak bisa dijalani dengan 100 persen oleh penduduk,”* terangnya.

*Sama halnya dengan Covid-19 ini.* Tidak bisa sepenuhnya hilang akan terus ada mutasi bahkan jenis baru. Sehingga yang perlu dilakukan masyarakat adalah dengan lingkungan baru, tambahan perilaku serta sosialisasi luas tentang hidup bersih.
Tata kehidupan baru tersebut misalnya, tetap menjalani keseharian normal namun ditambah empat perilaku yang telah dianjurkan. *Yaitu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan bersihkan barang-barang yang dipegang banyak orang bergantian.* Ia melanjutkan, perilaku lainnya yakni *masyarakat tidak boleh bersin dan meludah sembarangan agar tidak tertular Covid-19.*

Apabila sudah menerapkan hidup bersih *dengan tambahan empat perilaku tersebut masker tidak harus dipakai apabila jaga jarak terpenuhi.Shaf salat berjamaah bisa tetap dirapatkan asal semua pakai masker.* Sanitasi benda-benda tidak harus dilakukan terus menerus dalam jangka waktu yang pendek *asal rajin cuci tangan. Cuci tangan tidak harus terus menerus kalau benda-benda sekitar dijaga kebersihannya.
*”Untuk itu perlu program sosialisasi yang baru agar tidak banyak orang menganggap berat berubah ke perilaku baru ini.* Perlu diingat bahwa perilaku baru ini juga berguna untuk *mencegah penularan penyakit-penyakit lain,”* tegas Prof. Sutiman.

*Perilaku baru ini hampir sama dengan aturan dalam berlalu lintas.* Jumlah kecelakaan akan bisa ditekan apabila semua pengguna jalan mematuhi peraturan. *Untuk itu, mulai sekarang mulai mempersiapkan hidup dengan Covid-19.* Sebab selain perilaku baru, Indonesia juga diuntungkan dengan indeks Ultraviolet (UV) yang tinggi di atas 11. Artinya orang Indonesia telah terbiasa dengan dan mampu beradaptasi.
“Berada di luar ruangan justru lebih aman dibandingkan dengan di dalam ruangan terus menerus. Kita lihat di Indonesia orang yang terinfeksi justru mereka yang bekerja di dalam ruangan. Ini menunjukkan bahwa udara luar lebih bersih dari Covid-19,” paparnya.

*Menurutnya, di dalam ruangan Covid-19 bisa berputar-putar di area tersebut dan mampu bertahan 8-10 jam* sehingga kemungkinan menularkan ke orang lain lebih cepat. Namun perlu diingat pula meski indeks UV tinggi tapi bila di wilayah tersebut memiliki pencemaran tinggi maka kemampuan UV untuk menonaktifkan virus tidak berguna lagi.
*”Jangan berharap Covid-19 hilang dari Indonesia. Namun mulailah mempersiapkan masyarakat untuk mengarah ke perilaku baru tersebut,”* tandas Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) ini.

Menurut Prof. Sutiman dunia ini tidak akan pernah bebas dari Covid-19 apalagi saat ini sangat sulit menyatukan negara untuk melawan virus ini. Sebab masing-masing negara memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri atau masyarakatnya. *Untuk itu dibutuhkan peran pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menyosialisasikan perilaku dari tatanan baru ini*.(lin/van/lim)

Editor : Abdul Halim
Penulis : Redaksi

Status Covid19, 19 wib 28Mar20
IndoStat :
102/1155 = 8,83%
WorldStat :
23495/512701 = 4,58%

Status Covid19, 29Mar20
IndoStat
114/1285 = 8,87 % (menaik)
WorldStat
26654/575444 = 4,63 %

Status Covid19, 30Mar20
IndoStat
122/1414 = 8,63 % (menurun)
WorldStat
30039/638146 = 4,71 %

Status Covid19, 31Mar20
IndoStat
136/1528 = 8,90 % (menaik)
WorldStat
33257/697244 = 4,77 %

Status Covid19, 01Apr20
IndoStat
157/1677 = 9,36 % (menaik)
WorldStat
36405/750890 = 4,85 %
JakStat
87/794 = 10,96 %

Status Covid19, 2 April 2020
IndoStat
170/1790 = 9,50 % (menaik)
WorldStat
40777/827419 = 4,93 %
JakStat
90/885 = 10,17 (menurun)

Status Covid19, 3 April 2020
IndoStat
181/1986 = 9,11 % (menurun)
JakStat
96/958 = 10,02 % (menurun)

Status Covid19, 4Apr20
IndoStat
191/2092 = 9,13 % (menaik)
JakStat
98/1071 = 9,15 % (menurun)
WorldStat
50489/976249 = 5,17 %

Status Covid19, 5 April 2020
IndoStat
198/2273 = 8,71 % (menurun)
JakStat
111/1143 = 9,71 % (menaik)
WorldStat
57206/1056159 = 5,42 %

Status Covid19, 6Apr20
IndoStat
209/2491 = 8,39 % (menurun)
JakStat
126/1268 = 9,94 % (menaik)
WorldStat
62955/1136851 = 5,54 %

Status Covid19, 7Apr20
IndoStat
221/2738 = 8,07 % (menurun)
JakStat
133/1395 = 9,53 % (menurun)
WorldStat
67767/1214466 = 5,58 %

Status Covid19, 8Apr20
IndoStat
240/2956 = 8,11 % (menaik)
JakStat
144/1552 = 9,27 % (menurun)
WorldStat
72774/1282931 = 5,67 %

Status Covid19, 9Apr20
IndoStat
280/3293 = 8,50 % (menaik)
JakStat
149/1632 = 9,13 % (menurun)
WorldStat
79385/1356780 = 5,85 %

Status Covid19, 10Apr20
IndoStat
306/3512 = 8,71 % (menaik)
JakStat PSBB
156/1810 = 8,62 % (menurun)
WorldStat
85711/1439516 = 5,95 %

Status Covid19, 11Apr20
IndoStat
327/3842 = 8,51 % (menurun)
JakStat PSBB
168/1903 = 8,83 % (menaik)
WorldStat
92941/1524161 = 6,10 %

Status Covid19, 12Apr20
IndoStat
373/4241 = 8,80 % (menaik)
JakStat PSBB
195/2082 = 9,37 % (menaik)
WorldStat
99887/1614951 = 6,19 %

Status Covid19, 13Apr20
IndoStat
399/4557 = 8,76 % (menurun)
JakStat PSBB1
209/2242 = 9,32 % (menurun)
WorldStat
106138/1699595 = 6,25 %

Status Covid19, 14Apr20
IndoStat BenNas
459/4839 = 9,49 % (menaik)
JakStat PSBB1
243/2349 = 10,34 % (menaik)
WorldStat
111828/1776867 = 6,29 %

Status Covid19, 15Apr20
IndoStat BenNas
469/5136 = 9,13 % (menurun)
JakStat PSBB1
246/2447 = 10,05 % (menurun)
WorldStat
119044/1878489 = 6,34 %

Status Covid19, 16Apr20
IndoStat BenNas
496/5616 = 8,99 % (menurun)
JakStat PSBB1
248/2670 = 9,29 % (menurun)
WorldStat
123126/1918138 = 6,42 %

Status Covid19, 17Apr20
IndoStat BenNas
520/5923 = 8,78 % (menurun)
JakStat PSBB1
250/2823 = 8,86 % (menurun)
WorldStat
135163/2034802 = 6,64 %

Status Covid19, 18Apr20
IndoStat BenNas
535/6248 = 8,56 % (menurun)
JakStat PSBB1
257/2902 = 8,86 % (mendatar)
WorldStat
142299/2121675 = 6,70 %

Status Covid19, 19Apr20
IndoStat BenNas
582/6575 = 8,85 % (menaik)
JakStat PSBB1
292/3033 = 9,63 % (menaik)
WorldStat
148749/2203927 = 6,75 %

Status Covid19, 20Apr20
IndoStat BenNas
590/6760 = 8,73 % (menurun)
JakStat PSBB1
297/3112 = 9,54 % (menurun)
WorldStat
152707/2246291 = 6,80 %

Status Covid19, 21Apr20
IndoStat BenNas
616/7135 = 8,63 % (menurun)
JakStat PSBB1
305/3279 = 9,30 % (menurun)
WorldStat
160120/2356414 = 6,80 %

Status Covid19, 22Apr20
IndoStat BenNas
635/7418 = 8,56 % (menurun)
JakStat PSBB1
308/3399 = 9,06 % (menurun)
WorldStat
163097/2402250 = 6,79 %

Status Covid19, 23Apr20
IndoStat BenNas
647/7775 = 8,32 % (menurun)
JakStat PSBB1
316/3506 = 9,01 % (menurun)
WorldStat
172241/2510177 = 6,86 %

Status Covid19, 24Apr20
IndoStat BenNas
689/8211 = 8,39 % (menaik)
JakStat PSBB2
331/3605 = 9,18 % (menaik)
WorldStat
178686/2591015 = 6,90 %

Status Covid19, 25Apr20
IndoStat BenNas
720/8607 = 8,37 % (menurun)
JakStat PSBB2
350/3681 = 9,51 % (menaik)
WorldStat
184681/2686785 = 6,87 %

Status Covid19, 26Apr20
IndoStat BenNas
743/8882 = 8,37 % (mendatar)
JakStat PSBB2
357/3746 = 9,53 % (menaik)
WorldStat
190871/2774135 = 6,88 %

Status Covid19, 27Apr20
IndoStat BenNas
765/9096 = 8,41 % (menaik)
JakStat PSBB2
375/3832 = 9,79 % (menaik)
WorldStat
193825/2810325 = 6,90 %

Status Covid19, 28Apr20
IndoStat BenNas
773/9511 = 8,13 % (menurun)
JakStat PSBB2
379/3950 = 9,59 % (menurun)
WorldStat
198842/2883603 = 6,90%

Status Covid19, 29Apr20
IndoStat BenNas
784/9771 = 8,02 % (menurun)
JakStat PSBB2
381/4033 = 9,45 % (menurun)
WorldStat
202733/2959929 = 6,85 %

Status Covid19, 30Apr20
IndoStat BenNas
792/10118 = 7,83 % (menurun)
JakStat PSBB2
381/4138 = 9,21 % (menurun)
WorldStat
208112/3024059 = 6,88 %

Status Covid19, 1Mei20
IndoStat BenNas
800/10551 = 7,58 % (menurun)
JakStat PSBB2
393/4283 = 9,18 % (menurun)
WorldStat
217769/3090445 = 7,05 %

Status Covid19, 2Mei20
IndoStat BenNas
831/10843 = 7,66 % (menaik)
JakStat PSBB2
400/4355 = 9,18 % (mendatar)
WorldStat
224301/3181642 = 7,05 %

Status Covid19, 3Mei20
IndoStat BenNas
845/11192 = 7,55 % (menurun)
JakStat PSBB2
410/4417 = 9,28 % (menaik)
WorldStat
230104/3272202 = 7,03 %

Status Covid19, 4Mei20
IndoStat BenNas
864/11587 = 7,46 % (menurun)
JakStat PSBB2
412/4472 = 9,21 % (menurun)
WorldStat
238730/3356205 = 7,11 %

Status Covid19, 5Mei20
IndoStat BenNas
872/12071 = 7,22 % (menurun)
JakStat PSBB2
414/4641 = 8,92 % (menurun)
WorldStat
239740/3442234 = 6,96 %

Status Covid19, 6Mei20
IndoStat BenNas
895/12438 = 7,20 % (menurun)
JakStat PSBB2
420/4709 = 8,92 % (mendatar)
WorldStat
245150/3557235 = 6,89 %

Status Covid19, 7Mei20
IndoStat BenNas
930/12776 = 7,28 % (menaik)
JakStat PSBB2
430/4775 = 9,01 % (menaik)
WorldStat
247652/3595662 = 6,89 %

Status Covid19, 8Mei20
IndoStat BenNas
943/13112 = 7,19 % (menurun)
JakStat PSBB2
431/4901 = 8,79 % (menurun)
WorldStat
257405/3726292 = 6,90 %

Status Covid19, 9Mei20
IndoStat BenNas
959/13645 = 7,03 % (menurun)
JakStat PSBB2
437/4958 = 8,81 % (menaik)
WorldStat
263658/3822382 = 6,90 %

Status Covid19, 10Mei20
IndoStat BenNas
973/14032 = 6,93 % (menurun)
JakStat PSBB2
444/5140 = 8,64 % (menurun)
WorldStat
272859/3884434 = 7,02 %

Status Covid19, 11Mei20
IndoStat BenNas
991/14265 = 6,95 % (menaik)
JakStat PSBB2
453/5195 = 8,73 % (menaik)
WorldStat
277708/3976043 = 6,99 %

Status Covid19, 12Mei20
IndoStat BenNas
1007/14749 = 6,83 % (menurun)
JakStat PSBB2
457/5303 = 8,62 % (menurun)
WorldStat
278993/4013728 = 6,95 %

Status Covid19, 13Mei20
IndoStat BenNas
1028/15438 = 6,66 % (menurun)
JakStat PSBB2
461/5437 = 8,48 % (menurun)
WorldStat
286328/4139794 = 6,89 %

Status Covid19, 14Mei20
IndoStat BenNas
1043/16006 = 6,52 % (menurun)
JakStat PSBB2
466/5617 = 8,30 % (menurun)
WorldStat
290242/4218212 = 6,88 %

Kab/Kot Terpapar Covid19
382/512 = 74,6 %

PANTAU info Covid-19 di situs resmi yang berwenang :

1. Nasional
https://www.covid19.go.id/

2. Banten
http://infocorona.bantenprov.go.id

3. Jawa barat
https://pikobar.jabarprov.go.id/

4. DKI Jakarta
https://corona.jakarta.go.id/

5. DIY
https://corona.jogjaprov.go.id/

6. Jawa Tengah
https://corona.jatengprov.go.id/

7. Jawa Timur
http://checkupcovid19.jatimprov.go.id

8. World Record
http://covidvisualizer.com

9. *Data Covid19 SeIndonesia*

https://www.kompas.com/covid-19

10 *Coronavirus World Update*

https://www.worldometers.info/coronavirus/

11 *Global Covid19 Mapping*

https://www.bloomberg.com/graphics/2020-coronavirus-cases-world-map/?srnd=coronavirus

BPK45JakSel@prh14Mei20

Sent from my iPhone




Blog Stats

  • 4,109,873 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kenegaraan : Masih Bersama Eko…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Rekomendasi To…
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : Rekomendasi To…
Ratu Adil - 666 on Sejarah Konstitusi Indonesia
Ratu Adil - 666 on Kenegarawanan : To Build The W…