Archive for November, 2011

30
Nov
11

Bangunan : Menara Eiffel Jadi Pohon Terbesar Dunia

Rabu, 30/11/2011 18:10 WIB

Menara Eiffel

Novi Christiastuti Adiputri – detikNews
Wow ! Menara Eiffel Akan Disulap Jadi Pohon Terbesar di Dunia


Ilustrasi (AFP) Paris – Menara Eiffel yang menjadi ciri khas kota Paris, Prancis akan ‘dirombak’ menjadi pohon raksasa. Tak lama lagi, menara setinggi 327 meter ini akan ditutupi dengan tanaman dari atas hingga bawah.

Seperti diberitakan surat kabar Prancis, Le Figaro dan dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/11/2011), program tersebut telah direncanakan sejak 2 tahun lalu dan dilaksanakan oleh kelompok insinyur bernama ‘Ginger’ yang ahli dalam arsitektur hijau.

Dalam proyek senilai 72 juta Euro atau setara dengan Rp 873,6 miliar tersebut, Menara Eiffel akan ditempeli sekitar 600 ribu tanaman.

Para arsitek dan insinyur yang terlibat telah membangun sebuah prototipe dengan tinggi beberapa meter untuk menilai dampak berat tanaman sebesar 378 ton yang akan ditempelkan pada menara tersebut. Hasil pengujian ini akan diketahui pada Desember mendatang.

Bibit tanaman yang akan ditempelkan akan mulai dibudidayakan hingga Juni 2012. Kemudian tanaman tersebut akan ditempelkan ke menara satu persatu hingga Januari 2013. Lalu, tanaman tersebut akan dibiarkan tumbuh hingga Januari 2014 dan dibiarkan hingga dibersihkan pada Juli 2016.

Tanaman-tanaman tersebut nantinya akan ditanamkan pada kantong tanah yang digantung dengan tali di setiap struktur baja Menara Eiffel. Pipa karet seberat 12 ton akan dipasang juga untuk mengairi tanaman tersebut.

Meskipun akan dipasangi tanaman, lampu-lampu yang selama ini menghiasi Menara Eiffel sejak tahun 2002 tidak akan dilepaskan. Lampu-lampu tersebut akan tetap bersinar, namun melalui dedaunan hijau.

(nvc/anw)

30
Nov
11

Prasarana : Dicari Penyebab Jembatan KuKar Ambruk

Rabu, 30/11/2011 17:18 WIB

Jembatan Kukar

Kusmayadi – detikNews
Cari Penyebab Ambruknya Jembatan Kukar, Kementerian PU Butuh Sebulan


(Foto: Robert/detikcom) Sumbawa – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak ingin tim investigasi yang kini tengah meneliti penyebab ambruknya jembatan Kutai Kartanegara bekerja terburu-buru. Mempertimbangkan teknis dan kesulitan lapangan, setidaknya tim investigasi butuh waktu satu bulan.

“Kalau melihat situasi seperti ini, ini pasti akan sulit. Ada yang mengatakan cukup waktu seminggu. Jadi, jangan sampai tim investigasi didorong cepat-cepat buat kesimpulan. Berbahaya nanti,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto, di sela penyerahan hibah empat jembatan dari Pemerintah Jepang, Rabu (30/11/2011) di Sumbawa Barat.

Ia memastikan tim investigasi saat ini terus bekerja, sedang melihat, mengambil sampel di lapangan. Memang sudah ada sampel yang dites di laboratorium. Tapi hasilnya, kata Djoko, belum diketahui.

“Lebih baik kita lepas saja tim investigasi bekerja. Cepat tidaknya tergantung data yang masuk. Suhu (ahli) teknik sipil di Indonesia saja sudah memberi estimasi butuh waktu sebulan. Bahkan mungkin lebih. Ya sudah memang butuh waktu sebulan,” imbuh Djoko.

Terkait spekulasi bahwa ambruknya jembatan akibat kesalahan manusia atau juga karena proyek terkait kasus korupsi, Djoko mengaku tak ingin berspekulasi.

“Saya selalu katakan belum. Saya tidak katakan itu salah. Tapi saya belum tahu. Salahnya siapa, human eror-kah, saya katakan belum ada,” katanya.

Jembatan Kukar ambruk 26 November 2011. Jembatan itu sedang dalam perawatan dan ambruk dalam waktu 30 detik. Musibah ambruknya jembatan memakan korban jiwa. Sudah 19 orang ditemukan tewas.

(nwk/nwk)

30
Nov
11

Khazanah : Des Alwi dekat dengan keluarga Soekarno dan Soeharto

Rabu, 30/11/2011 17:21 WIB

Des Alwi

Gunawan Mashar – detikNews
Prabowo : Des Alwi Dekat dengan Keluarga Soekarno & Soeharto


Jakarta – Prabowo Subianto memberi sambutan dalam peluncuran 2 buku mengenang tokoh nasional dan diplomat ulung, (alm) Des Alwi. Ia mengatakan Des Alwi adalah sosok yang nyaris tidak punya musuh. Karakter seperti ini dinilainya sebagai hal yang langka.

“Des Alwi adalah tokoh yang nyaris tidak punya musuh. Ia dekat dengan semua pihak. Hal yang sangat jarang dewasa ini, biasanya kalau seorang tokoh dengan tokoh tertentu, maka kelompok lain tidak suka,” kata Prabowo, yang memberi sambutan memwakili sahabat dekat Des Alwi.

Hal ini dikatakan Prabowo dalam acara ‘Peluncuran 2 Buku Mengenang Des Alwi’ di Perpustakaan Nasional, Jl Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2011).

Prabowo lalu mencontohkan, pada era Orde Baru (Orba) dulu, tokoh yang dekat dengan keluarga Soeharto, biasanya akan dijauhi oleh keluarga Presiden Soekarno. Namun hal ini tidak terjadi pada Des Alwi. Ia dekat dengan Soeharto, tapi juga dekat dengan keluarga Soekarno seperti Megawati dan Sukmawati.

“Biasanya kalau dekat dengan keluarga Cendana, tidak dekat dengan keluarga Soekarno. Tapi Des Alwi sangat dekat dengan keluarga Cendana, dan dengan Megawati ia dekat pula, bahkan dipanggil Om Des,” terang Prabowo.

Prabowo juga mengenang Des Alwi sebagai sosok yang humoris dan punya cerita-cerita yang lucu. Prabowo mengaku masih mengingat sejumlah joke-joke yang pernah dilontarkan Des Alwi.

Dalam acara peluncuran buku ini, selain Prabowo, Emil Salim juga naik ke panggung memberi sambutan sebagai sahabat dekat. Wakil Presiden Boediono yang turut hadir tidak memberi sambutan, dan hanya hadir sebagai peserta.

Sejumlah tokoh-tokoh nasional yang datang yakni Meutia Hatta, Jimly Asshiddiqie, Ali Muchtar Ngabalin, Fadli Zon, dan sejumlah pakar sejarah.

Dua buku yang diluncurkan yakni Pertempuran Surabaya November 1945 dan Des Alwi dari Banda Naira Menjadi Indonesia. Buku yang pertama disebut adalah buku yang ditulis langsung Des Alwi saat masih hidup, sementara buku kedua adalah kumpulan testimoni sejumlah tokoh tentang kesan mereka pada anak angkat mantan Wakil Presiden M Hatta ini.

(gun/lrn)

30
Nov
11

Legislasi : 10 Hal Revisi UU KPK

Rabu, 30/11/2011 19:01 WIB

Revisi UU KPK

Didi Syafirdi – detikNews
Ini Dia 10 Hal yang Direvisi di UU KPK

Jakarta – Revisi UU KPK sudah di tangan DPR. Sejumlah kewenangan yang dimiliki KPK akan diubah. Salah satu yang kontroversial, KPK akan mempunyai kewenangan bisa menghentikan penyidikan kasus atau SP3.

Dalam diskusi di JMC, Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (30/11/2011) praktisi hukum Juniver Girsang menyebut ada 10 hal yang akan direvisi di UU No 33 tahun 2002. Kewenangan yang diubah itu yakni:

1. KPK berwenang merekrut penyidik dan penuntut

2. KPK fokus pada pencegahan dari pada kewenangan lain seperti supervisi dan penindakan.

3. Proses penyadapan diubah

4. Sanksi terhadap pejabat yang tak melaporkan harta kekayaan

5. Mengeledah harus izin ketua pengadilan

6. Perlu diberikan kewenangan SP3

7. Peninjauan prinsip kolektif kolegial

8. Perlu diatur apakah fokus pada pencegahan dan penindakan

9. KPK hanya menindak kasus besar

10 KPK fokus untuk menyelamatkan uang negara

“Dari 10 point ini saya terus terang aja, kita harus memperkuat KPK, tapi harus juga KPK-nya jangan terjadi abuse of power,” jelas Juniver.

Khusus untuk SP3 ini sebenarnya KPK akan mempunyai kewenangan seperti kepolisian dan kejaksaan yakni menghentikan penyidikan. “KPK harus kita dorong profesional dan independen,” terangnya.

(ndr/anw)

 

30
Nov
11

Ekonomi : Maskapai Besar Amerika Bangkrut

Rabu, 30/11/2011 12:18 WIB
10 Maskapai Besar AS yang Bangkrut 
Nurul Qomariyah – detikFinance


Foto: AFP

Texas – American Airlines dan induk perusahaannya AMR Corp mendaftarkan perlindungan kebangkrutan. Pendaftaran kebangkrutan maskapai penerbangan terbesar ketiga AS ini akan menjadi yang terbesar setelah kebangkrutan UAL Corp pada Desember 2002 silam.

Pada Selasa (29/11/2011), American Airlines akhirnya mengumumkan pendaftaran perlindungan kebangkrutan agar bisa melakukan restrukturisasi menyusul tingginya biaya bahan bakar dan turunnya permintaan. Pengumuman kebangkrutan itu sekaligus berbarengan dengan pengumuman pergantian chairman dan chief executive dari Gerard Arpel ke Thomas Horton.

“Ini adalah sebuah keputusan yang sulit, namun ini penting dan merupakan jalur yang tepat bagi kami untuk bangkit menjadi maskapai yang lebih efisien, kuat secara finansial dan kompetitif,” jelas Thomas Horton seperti dikutip dari AFP, Rabu (30/11/2011).

Spekulasi tentang kebangkrutan American Airlines memang sudah berlangsung selama berbulan-bulan sehingga menyebabkan harga sahamnya terus merosot dan menyisakan nilai pasar US$ 105 juta.

Pengumuman pendaftaran kebangkrutan tersebut juga menyebabkan saham AMR Corp pada perdagangan Selasa kemarin sangat aktif diperdagangkan meski sudah dihentikan hingga 28 kali sepanjang perdagangan kemarin. Saham AMR merosot 84% menjadi 26 sen setelah pengumuman tersebut.

Berikut 10 kebangkrutan maskapai penerbangan AS terbesar sejak tahun 1989 dan nilai asetnya, seperti dikutip dari Reuters:

  1. UAL Corp, Desember 2002, US$ 25,197 miliar
  2. AMR Corp, November 2011, US$ 25,088 miliar
  3. Delta Air Lines, September 2005, US$ 21,801 miliar
  4. Northwest Airlines, September 2005, US$ 14,042 miliar
  5. US Airways Group, September 2004, US$ 8,349 miliar
  6. US Airways Group, Austus 2002, US$ 8,025 miliar
  7. Continental Airlines, Desember 1990, US$ 7,656 miliar
  8. Eastern Air Lines, Maret 1989, US$ 4,037 miliar
  9. Trans World Airlines, Januari 1992, US$ 2,865 miliar
  10. Trans World Airlines, Juni 1995, US$ 2,495 miliar.

Selain rekor kebangkrutan maskapai terbesar, kebangkrutan AMR ini juga akan mencatat yang terbesar dari sisi jumlah karyawan. Berikut kebangkrutan terbesar dalam sejarah AS dari sisi jumlah pekerja:

  1. Kmart Corp, bangkrut tahun 2002: 252.000 karyawan
  2. General Motors Corp, bangkrut tahun 2009: US$ 243.000
  3. Delphi Corp, bangkrut tahun 2005: 185.200
  4. Allied Stores Corp, bangkrut tahun 1990: 101.000
  5. Flagstar Companies Inc, bangkrut tahun 1997: 93.000
  6. Winn-Dixie Stores Inc, bangkrut tahun 2005: 89.000
  7. AMR Corp, bangkrut 2011: 88.000.
  8. UAL Corp, bangkrut tahun 2002: 84.000
  9. Sun HealthCare Group, bangkrut 1999: 80.720
  10. Lear Corp, bangkrut tahun 2009: 80.000.

Berikut beberapa fakta tentang American Airlines dan induknya:

  • Kantor Pusat: Fort Worth, Texas
  • Pendapatan: US$ 22 miliar di tahun 2010
  • Jumlah karyawan: 88.550 orang
  • Jumlah pesawat: American Airlines 619 pesawat, American Eagle 281 pesawat.

(qom/ang)

Baca Juga :

 

Jumat, 02/12/2011 07:39 WIB
American Airlines Bangkrut, Milyuner Malaysia Rugi Rp 772 Miliar 
Nurul Qomariyah – detikFinance


Quek Leng Chan (Foto: Forbes)

Kuala Lumpur – Milyuner Malaysia, Tan Sri Quek Leng Chan menjadi ‘korban’ dari kebangkrutan American Airlines. Quek bisa kehilangan investasinya hingga Rp 772 miliar gara-gara kebangkrutan American Airlines itu.

Quek yang menguasai Hong Leong dan Guoco Grup diketahui membeli 7,3% saham AMR Corp, induk American Airlines 3 bulan silam. American Airlines dan induknya AMR Corp mendaftarkan kebangkrutan pada Selasa, 29 November lalu.

Menurut berita yang dilansir The Star, Jumat (2/12/2011), Quek membeli 24,4 juta lembar saham AMR melalui perusahaan yang tercatat di Hong Kong Guoco Group Ltd dan perusahaan terkait lainnya.

Melalui situsnya, Guoco Group mengatakan investasi itu meliputi pasar saham global dibuat untuk meningkatkan nilai modal yang sejalan visi perusahaan untuk mendapatkan imbal hasil superior dalam jangka panjang bagi pemegang saham.

Memang belum jelas diketahui berapa tepatnya nilai saham yang dibeli Quek tersebut. Namun berdasarkan harga penutupan pada 15 Agustus, nilainya diperkirakan mencapai US$ 92,2 juta atau sekitar US$ 3,78 per lembar.

Nah, pada Selasa lalu, saham AMR tercatat merosot menjadi 26 sen per lembar setelah mengumumkan perlindungan kebangkrutannya. Saham AMR tercatat anjlok hingga 93,12% sejak 15 Agustus, atau setelah pembelian oleh Quek tersebut.

Dengan demikian, Quek berpotensi mengalami kerugian hingga US$ 85,88 juta atau sekitar Rp 772 miliar.

American Airlines, yang merupakan maskapai penerbangan terbesar ketiga AS mendaftarkan perlindungan kebangkrutan pada Selasa, 29 November lalu setelah gagal mencetak laba sejak tahun 2007. American Airlines tercatat memiliki aset hingga US$ 24,7 miliar dan utang US$ 29,6 miliar, dengan karyawan sekitar 88.500 orang.

Pemegang saham besar American Airlines lainnya adalah Primecap Management Co, sebuah perusahaan investasi berbasis di Pasadena, California yang menguasai 12,30% saham. Juga ICC Capital Management dari Orlando, Florida sebesar 7,49% serta Capital World Investor sebesar 7,40%.

Quek, kelahiran Singapura tahun 1941, didapuk sebagai orang terkaya Malaysia oleh majalah Forbes. Dengan kekayaan sekitar US$ 4,8 miliar, Quek berada di posisi ke-5. Selain dari Hong Leong Group di Malaysia, kekayaan terbesar Quek berasal dari Guoco Group.

(qom/qom)

 

28
Nov
11

Khazanah : Koin Kasultanan Majapahit

tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah,

Napoleon Bonaparte memandang sejarah sebagai kebohongan-kebohongan yang disepakati. Anggapan ini yang berdampak pada kemalasan berpikir dan memikirkan tentang realitas obyektif masa lalu  yang  sangat berguna bagi kehidupan kekinian dan masa depan. Anggapan kebenaran atas suatu keyakinan (termasuk sejarah) terjadi karena berbagai faktor, antara lain politisasi teks sejarah.

Berbicara kebenaran sejarah menurut Taufik Abdullah dilihat dari sisi pemihakan mengkristal dalam dua sisi. Pertama, sejarah mengabdi pada kebenaran stabilitas negara. Kedua, sejarah mengabdi pada kebenaran akademik pada tataran sejarah mengabdi kebenaran stabilitas negara, apapun temuan-temuan sejarah yang bertentangan dengan versi penguasa, maka dianggap mengancam stabilitas nasional. Oleh karena itu, atas nama stabilitas nasional “Kebenaran Sejarah” harus disembunyikan bahkan kalau perlu dibuang.

Sejarah dalam konteks demikian berfungsi membangun peradaban/kekuasaan. Sementara tataran sejarah mengabdi pada kebenaran akademik, temuan hanya berlaku dalam lingkup kampus. Artinya penyampaian koreksi sejarah dibenarkan selama masih dalam aktivitas pengajaran. Jika penyampaian koreksi sejarah dilakukan di luar aktivitas pengajaran, maka penguasa berhak menahan mereka dengan alasan mengancam stabilitas nasional. Dengan demikian kebenaran sejarah terletak pada siapa yang berkuasa.

Berbagai kepentingan dapat saja memboncengi pengungkapan masa lalu itu, seperti untuk kepentingan politik dalam menjaga legitimasi suatu golongan dalam masyarakat, mungkin untuk tujuan mengukuhkan keberadaan suatu ideologi atau kepercayaan tertentu ataupun sekedar memperoleh kenikmatan kenangan masa lalu. Pengungkapan sejarah masa lalu (historiografi) dari suatu masyarakat sangat ditentukan oleh kesadaran sejarah yang mereka miliki, karena, baik bentuk ataupun cara pengungkapannya, akan selalu merupakan ekspressi kultural dan pantulan keprihatinan sosial masyarakat yang menghasilkan sejarah itu sendiri (Taufik Abdullah,1985:XX ; Sartono, 1982:16).

Sebagai sebuah contoh, ciri dari historiografi nasional yang dibentuk selama masa Orde Baru adalah sentralitas negara yang diejawantahkan oleh militer. Sejarah nasional disamakan dengan militer dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara dan militer. Beberapa dampaknya cerita tentang revolusi nasional akhirnya memfokuskan pada peran menentukan dari militer dengan menyingkirkan pelaku sejarah yang lain. Menurut versi ini, sepanjang periode tahun 1950-an militerlah yang menyelamatkan bangsa ini dari disintegrasi dengan mengabaikan fakta bahwa militer memainkan peran penting dalam pemberontakan-pemberontakan di daerah. Sejarah versi militer seputar pemberontakan 1965 menjadi legitimasi dan alasan kuat naik dan bertahannya Orde Baru di bawah topangan militer selama 32 tahun.

Hingga sekarang, karya-karya sejarah Indonesia masih saja dihantui oleh kontradiksi-kontradiksi yang memicu ketegangan antara sejarah dengan masa lalu. Sepertinya, kontradiksi tersebut masih belumlah usai. Setidaknya, seperti diakui Prof. Dr. Taufik Abdullah –Ketua Tim Penulisan Sejarah Nasional Indonesia– yang secara terbuka menyatakan bahwa buku sejarah tidak dimaksudkan untuk meluruskan sejarah.

Suasana ini sebenarnya telah secara terbuka dikritik dalam “Seminar Nasional Sejarah” tahun 1954 yang mengeluarkan beberapa resolusi penting dalam penulisan sejarah, seperti diperkenalkannya prinsip-prinsip keilmiahan sejarah untuk mengikis pandangan-pandangan romantis, dan dekolonisasi historiografi sebagai antitesis dari kolonial-sentris dan istana-sentris dalam historiografi. Sesungguhnya, resolusi tersebut memiliki konsekuensi metodologis yang cukup kompleks, namun tidak banyak yang memahaminya.

Alhasil, seperti dirangkum oleh Henk Schulte Nordholt dari KITLV Leiden dalam sebuah simposium mengenai penulisan sejarah Indonesia tahun 2004 lalu, sejarah –tepatnya historiografi– Indonesia belum mengalami fase yang disebut dengan “dekolonisasi”. Historiografi Indonesia masih cenderung berada dalam atmosfer kolonial dan istana sentris dengan konsekuensi terciptanya “sejarah tanpa rakyat” (history without people) yang memunculkan keadaan rakyat yang seolah tidak memiliki basis sejarah (people without history). (lihat)

“Tugas sejarawan Indonesia adalah menulis sejarah Indonesia se-Indonesia mungkin” sebuah pernyataan sejarawan muda Kang Bimo yang patut diacungi jempol atas spirit untuk terus menggali fakta-fakta sejarah Indonesia, menurut beliau sudut pandang indonesiasentris sudah seharusnya menjadikan rakyat sebagai pelaku sejarah. Kausalitas yang berangkat dari dinamika internal rakyat, baik atau jahat, pintar atau bodoh patutlah ditulis. Pemikiran yang harus dibangun adalah menjadikan rakyat Indonesia sebagai pelaku sejarah dan yang tidak kalah penting adalah menjadikan rakyat Indonesia sebagai manusia biasa. Manusia yang tidak selalu salah dan tidak selalu benar, manusia yang punya kehendak atas dirinya sendiri.

Kontroversi Batak

Kontroversi Batak kembali merebak, kabut tanah Bakara  bukan hanya menyelimuti hal ihwal seputar Sisingamangaraja XII, tapi berkenaan dengan Batak sebagai identitas etnik. Adalah sejarahwan Unversitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari yang membuat kesimpulan yang mengguncangkan bahwa nama Batak sebagai identitas etnik ternyata tidak berasal dari orang Batak sendiri, tapi diciptakan atau dikonstruksi para musafir barat. Hal ini kemudian dikukuhkan misionaris Jerman yang datang ke tanah Batak sejak tahun 1860-an.

Di Jerman, sejarahwan bergelar doktor ini memeriksa arsip-arsip yang ada di Wuppertal, Jerman. Dalam sumber-sumber lisan dan tertulis, terutama di dalam pustaha, atau tulisan tangan asli Batak, tidak ditemukan kata Batak untuk menyebut diri sebagai orang atau etnik Batak. Jadi dengan demikian nama Batak tidak asli berasal dari dalam kebudayaan Batak, tetapi diciptakan dan diberikan dari luar.

“Kata Batak awalnya diambil para musafir yang menjelajah ke wilayah Pulau Sumatera dari para penduduk pesisir untuk menyebut kelompok etnik yang berada di pegunungan dengan nama bata. Tapi nama yang diberikan penduduk pesisir ini berkonotasi negatif bahkan cenderung menghina untuk menyebut penduduk pegunungan itu sebagai kurang beradab, liar, dan tinggal di hutan,” kata Ichwan Azhari di Medan. (detiknews).

Penelitian Ichwan Azhari sepertinya menegaskan apa yang telah diteliti oleh Dr.Perret dari Paris, Daniel Perret menjelaskan bahwa istilah itu bukan berasal orang-orang Toba, Simalungun, Fak-Fak Bharat, Karo atau Mandailing/Sipirok. Label itu datang dari luar khasanah budaya mereka. Daniel mencatat dari beberapa dokumen bahwa sebutan Batak tidak terdapat dalam sastra pra-kolonial. Bahkan dalam Hikayat Deli (1825) istilah Batak hanya sekali digunakan, sedang dalam Syair Putri Hijau (1924) sama sekali tidak menyinggung Batak atau Melayu. Baik dalam Pustaka Kembaren (1927) maupun Pustaka Ginting (1930) tidak dijumpai kata-kata Batak. Selain itu BS. Simanjuntak mencacat bahwa kata-kata Batak tidak dijumpai dalam Pustaha Toba. Memang dalam stempel Singamangaraja, yang tertera hanya kalimat ”Ahu Raja Toba”, bukan ”Ahu Raja Batak.” Demikianlah pemerintah Belanda menggunakan label Batak untuk mempersatukan seluruh suku-suku non-Melayu sebagai sebuah identitas etnik. Pemerintah Belanda terus menerus memompakan label Batak dengan penguatan sosio-geografis tertentu, nilai-nilai adat budaya dan kemudian agama Kristen. Sehingga keterpisahan kawasan Batak dengan Melayu menjadi lebih nyata dan kontras, tidak dalam pengertian budaya (civilized and uncivilized). Tetapi dalam pengertian kelompok etnik Melayu versus Batak. (Baca juga buku Kolonia li sme dan Etnisitas: Batak dan Melayu di Sumatra Timur Laut, Penulis: Daniel Perret, Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta, Cetakan: April 2010)

Sikap lapang dada dalam mengsikapi temuan Ichwan Azhari di serukan oleh Pak Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum ‘nBASIS, menurut beliau ,  Ichwan Azhari bahkan sebelumnya sejarawan Mohammad Said, maupun Naqib Suminto dan Uli Kozok adalah intelektual yang memberi sesuatu yang berbeda kepada masyarakat di tengah kesadaran besarnya distorsi (penyimpangan) tentang sejarah dan pemahaman tentang jati diri sebagai bangsa bekas jajahan.

Sportifitas dan kejujuran kaum intelektual wajib diperlukan guna mengeliminasi distorsi yang berbuah kontroversi, sebagaimana ditunjukan oleh Pak Shohibul Anshor Siregar dalam tulisannya yang dimuat di medanposonline :

” Namun saya sebagai orang Batak sangat berkeinginan untuk secara dewasa menerimanya, dan satu-satunya jalan untuk “melawan” Ichwan Azhari hanyalah data. Hanya saja Ichwan Azhari dalam menginterpretasi data-data tersedia harus secara cermat membedakan kepentingan data intelijen dan data ilmiah para akademisi. Itu amat penting bagi ilmuan di negara-negara bekas jajahan.”

Dalam komponen akademisi saja masih perlu dipilah antara yang mengabdi kepada kepentingan penguasa dan yang mengabdi untuk kepentingan ilmiah semata. Ilmu sosial telah mencatat keajegan pengabdian “pelacuran” terhadap penguasa betapa pun zalimnya, dan begitu penguasa zalim itu runtuh secepat kilat pula ilmuan sosial tertentu membentengi diri antara lain dengan mencerca penguasa yang baru diruntuhkan.

Tetapi saya yakin Ichwan Azhari berjalan dalam koridor ilmiah yang objektif. Juga saya yakin bahwa sebagai ilmuan sosial tentu ia pun akan amat terbuka dengan sanggahan, karena itu menjadi bagian dari integritas seorang ilmuan.”

Kontroversi Majapahit

Adalah Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta , setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal yang mencengangkan berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’. Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Buku ini menyimpulkan bahwa Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Islam bukan Kerajaan Hindu sebagaimana sejarah menulis yang berkembang sekarang.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majapahit sesungguhnya adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit yang disarikan dari buku ” Herman Sinung Janutama,  ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Yang Tersembunyi’, LJKP Pangurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta. Edisi Terbatas Muktamar Satu Abad Muhammadiyah Yogyakarta Juli 2010  oleh Pahrudin HM, MA adalah sebagai berikut:

  1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata Tauhid.
  2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.
  3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan  sinar matahari terdapat beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah, tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini. Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol Islam.
  4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah, keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa Sanskerta, tetapi bukan  lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah seorang penganut Hindu. Bahasa Sanskerta  di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo. Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim. Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian, penulisan Gajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’. Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan  ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.
  5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global. Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan menyerbu Baghdad yang dikatakan sebagai pembalasan terhadap sikap para penguasa Abbasiyah yang seringkali menghina dan menistakan keturunan Rasulullah. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu. Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari Timur Tengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal dengan ‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara (Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranakpinak di tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa beragam kerajaan Nusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Tentunya apa yang ditemukan oleh Pak Ichwan Azhari tentang Batak dan Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta tentang “Kesultanan Majapahit” keluar dari pakem pandangan sejarah sebelumnya, yang sangat wajar menuai pro dan kontra bukan saja dikalangan sejarawan tetapi bagi bangsa Indonesia pada umumnya.

Ada dua penyebab distorsi yang menyimpangkan pemahaman sejarah , yaitu penyebab intern dan penyebab ekstern. Penyebab intern, berkaitan dengan visi dan kemampuan penulis sejarah memahami kondisi sosial yang melingkupi peristiwa sejarah itu. Ini tergambar dalam penulisan DR. Akbar S. Ahmad yang berjudul Kearah Antropologi Islam. Selain itu penyebab ekstern. Drs. Uka Tjandra Sasmita, dosen UI dan IAIN Jakarta, menyebut ada beberapa poin yang mendukung faktor ini, antara lain: tekanan pihak penguasa sebagai sponsor penulisan sejarah, tekanan masyarakat dalam mengubah arah sejarah, peran para orientalis merekayasa sejarah, dan peran para ‘orientalis pribumi’ yang turut menyimpangkan arah sejarah. Selanjutnya, akhir dari sebab-sebab itu akan timbul apa yang disebut ‘amnesia sejarah’ yaitu penyakit budaya yang membuat orang kehilangan kesadaran akan sejarah.

Ketika sejarah mendapat ‘tafsir baru’ sesuai pesanan. Ia tak lagi menjadi barang berharga, tetapi menjadi racun yang bisa menghancurkan ummat. Akibatnya tidak hanya penyelewengan fakta dan data saja, tatapi ‘frame’ berfikir yang salah pun akhirnya terbentuk.

Betapapun, menegakkan kebenaran dalam sejarah bangsa kita adalah urusan kita semua. Dan bagi para intelektual, kontroversi apapun maka sebaiknya DILAWAN DENGAN DATA…

28
Nov
11

Hikmah : Allah sebagai Pelindung

Allah sbg Pelindung

Sabtu, 26 November 2011 06:07 WIB
Cukup Allah sebagai Pelindung : Kisah Hamka di Penjara Sukabumi

Oleh Prof Dr Yunahar Ilyas

Setelah Pemilihan Umum Pertama (1955), Hamka terpilih menjadi anggota Dewan Konstituante dari Masyumi mewakili Jawa Tengah. Setelah Konstituante dan Masyumi dibubarkan, Hamka memusatkan kegiatannya pada dakwah Islamiah dan memimpin jamaah Masjid Agung Al-Azhar, di samping tetap aktif di Muhammadiyah. Dari ceramah-ceramah di Masjid Agung itu lah lahir sebagian dari karya monumental Hamka, Tafsir Al-Azhar.

Zaman demokrasi terpimpin, Hamka pernah ditahan dengan tuduhan melanggar Penpres Anti-Subversif. Dia berada di tahanan Orde Lama itu selama dua tahun (1964-1966). Dalam tahanan itulah Hamka menyelesaikan penulisan Tafsir Al-Azhar.

Waktu menulis Tafsir Al-Azhar, Hamka memasukkan beberapa pengalamannya saat berada di tahanan. Salah satunya berhubungan de ngan ayat 36 Surah az-Zumar, “Bukan kah Allah cukup sebagai Pelindung hamba-Nya…”. Pangkal ayat ini menjadi perisai bagi hamba Allah yang beriman dan Allah jadi pelindung sejati.

Sehubungan dengan maksud ayat di atas, Hamka menceritakan pengalaman beliau dalam tahanan di Sukabumi, akhir Maret 1964. Berikut kutipan lengkapnya. “Inspektur polisi yang memeriksa sambil memaksa agar saya mengakui suatu kesalahan yang difitnahkan ke atas diri, padahal saya tidak pernah berbuatnya. Inspektur itu masuk kembali ke dalam bilik tahanan saya membawa sebuah bungkusan, yang saya pandang sepintas lalu saya menyangka bahwa itu adalah sebuah tape recorder buat menyadap pengakuan saya.”

“Dia masuk dengan muka garang sebagai kebiasaan selama ini. Dan, saya menunggu dengan penuh tawakal kepada Tuhan dan memohon kekuatan kepada-Nya semata-mata. Setelah mata yang garang itu melihat saya dan saya sambut dengan sikap tenang pula, tiba-tiba kegarangan itu mulai menurun.”

“Setelah menanyakan apakah saya sudah makan malam, apakah saya sudah sembahyang, dan pertanyaan lain tentang penyelenggaraan makan minum saya, tiba-tiba dilihatnya arlojinya dan dia berkata, Biar besok saja dilanjutkan pertanyaan. Saudara istirahatlah dahulu malam ini, ujarnya dan dia pun keluar membawa bungkusan itu kembali.

Setelah dia agak jauh, masuklah polisi muda (agen polisi) yang ditugaskan menjaga saya, yang usianya baru kira-kira 25 tahun. Dia melihat terlebih dahulu kiri kanan. Setelah jelas tidak ada orang yang melihat, dia bersalam dengan saya sambil menangis, diciumnya tangan saya, lalu dia berkata, Alhamdulillah bapak selamat! Alhamdulillah! Mengapa, tanya saya. Bungkusan yang dibawa oleh Inspektur M itu adalah setrum. Kalau dikontakkan ke badan bapak, bapak bisa pingsan dan kalau sampai maksimum bisa mati.

Demikian jawaban polisi muda yang ditugaskan menjaga saya itu dengan berlinang air mata. Bapak sangka tape recorder, jawabku sedikit tersirap, tetapi saya bertambah ingat kepada Tuhan. Moga-moga Allah memelihara diri Bapak. Ah! Bapak orang baik, kata anak itu.

Dalam menghadapi paksaan, hinaan, dan hardikan di dalam tahanan, Hamka selalu berserah diri kepada Allah SWT. Termasuk ketika Inspektur M datang membawa bungkusan malam itu, Hamka tetap dengan pendirian. Bukankah Allah cukup sebagai pelindung hamba-Nya.

Redaktur: Siwi Tri Puji B



Blog Stats

  • 3,246,052 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…