Hikmah



REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Harun Yahya *
Freemason Ateis menjadikan “perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang di antara umat manusia” sebagai ajaran misi mereka. Namun konsep-konsep ini, meskipun tampaknya positif pada pandangan pertama, menyimpan permusuhan terhadap agama.
Masonry Ateis telah menjadi salah satu topik utama yang membuat orang penasaran dan bingung. Itu karena kegiatan organisasi ini bersifat rahasia, dus filosofi dan tujuan-tujuan mereka memiliki sejumlah kontroversi.
Dalam pernyataan publik, Freemason Ateis kerap mengobral “cinta kasih sesama manusia, toleransi, persaudaraan universal, cara-cara menggapai pengetahuan dan kebijaksanaan…” secara luas. Sebuah konsep instan yang menarik hati. Walau demikian, Freemasonry Ateis adalah sebuah organisasi gelap dengan fitur-fitur ateis dan bahkan anti-agama.
Aspek paling menarik Freemasonry Ateis adalah konsep-konsep yang mereka sebutkan dalam pernyataan publik dan tuduhan mereka terhadap kaum “beragama” pada intinya tidak memiliki banyak perbedaan. Pada tahap ini, seseorang mungkin akan bertanya, “Kenapa?”
Bagaimana pun juga, konsep-konsep ini tampaknya saling berlawanan; cinta, toleransi dan konsep “humanis” sejenis lainnya tampaknya tidak anti-agama pada pandangan pertama. Selain itu, banyak orang yang berpikir bahwa konsep-konsep tersebut terdapat dalam moral dan ajaran agama. Benarkah demikian? Bagaimana pun jua, kebenaran yang melekat dalam konsep inilah yang lebih utama.
Apakah arti cinta bagi kaum Freemasonry Ateis? Freemason Ateis kerap berbicara tentang persaudaraan, toleransi dan perdamaian universal. Mereka menggunakan retorika bahwa manusia bertanggung jawab terhadap manusia lainnya. Sebenarnya ini adalah kata-kata yang merujuk pada konsolidasi (persatuan) di antara manusia, dengan demikian tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, bagaimana dengan tanggung jawab seseorang kepada Allah?
Pertanyaan ini menguak wajah filosofi Masonik Ateis yang sebenarnya. Hal itu karena, “cinta pada manusia”, sebagaimana dimaksudkan filsafat Masonik ateis, bukan cinta yang bersumber dari kenyataan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, sebagaimana disepakati Yunus Emre dalam kata-katanya “untuk mengasihi ciptaan karena Sang Pencipta”. Sebaliknya, Freemason Ateis percaya bahwa semua manusia lahir sebagai akhir dari sebuah proses evolusi. Hal ini, bagaimanapun, merupakan ekspresi utama penolakan terhadap Allah.
Secara singkat, filsafat yang didefinisikan sebagai “humanisme”, yang merupakan tulang punggung Freemasonry Ateis, hanya meramalkan cinta yang ditunjukkan kepada manusia dan bukan kepada Allah. Filosofi yang terdistorsi ini diungkapkan dalam laporan resmi Freemason Ateis loji Turki yang diterbitkan pada 1923:
“Kami tidak lagi menerima Allah sebagai tujuan hidup kita. Kami telah menciptakan tujuan kita sendiri. Tujuan itu akan melayani kemanusiaan dan bukan Allah lagi.”
“Masyarakat tertinggal itu impoten. Untuk menutupi ketidakmampuan mereka, mereka kerap mendewakan kekuatan dan kejadian yang mengelilingi mereka. Masonry mempertuhankan manusia.” (Selamet Mahfili-Konferensi Ketiga, hal: 51).
Definisi humanisme, yang menjadi dasar Freemasonry Ateis, menunjukkan bahwa filosofi ini bersifat anti-agama. Julian Huxley, pemimpin gerakan humanis di abad ke-20 mendirikan sebuah agama baru, “Evolusi Humanisme” dengan bimbingan teori evolusi Darwin.
Dia berkata, “Ketika menggunakan kata “humanis”, maksud saya adalah manusia merupakan makhluk alam seperti tetumbuhan atau binatang. Dengan kata lain, tubuh manusian, pikiran dan jiwa manusia tidak diciptakan oleh kekuatan supranatural, namun tercipta berdasarkan hasil evolusi. Oleh karena itu, manusia tidak boleh percaya pada kendali maupun panduan kekuatan supranatural, tapi harus percaya pada kendali dan kekuatannya sendiri.” (Brosur Asosiasi Humanis Amerika).
John Dewey menerbitkan “Manifesto Humanis” pada 1933. Manifesto ini menekankan gagasan bahwa sudah waktunya untuk menghilangkan agama Ilahi dan menggantinya dengan era baru pengembangan ilmiah dan kerjasama sosial.
Manifesto kedua yang diterbitkan pada 1973 menjelaskan semua ancaman terhadap umat manusia. Dalam Manifesto ini, diberikan garis besar tentang bagaimana filsafat ini menyangkal keberadaan Allah; “Tidak ada Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Kita harus menyelamatkan diri kita sendiri.”
Ideologi Masonik Ateis juga didasarkan pada prinsip-prinsip humanistik yang sama. Semua kata-kata panas yang digunakan dalam ideologi mereka bersifat menipu ketika seseorang benar-benar melihat arti keberadaan masing-masing. Setelah terlepas dari keberadaan Allah, kata-kata seperti cinta, persaudaraan dan perdamaian menjadi tidak berarti. Tujuan eksistensi manusia satu-satunya di dunia adalah untuk menyembah Allah. “Tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz-Dzariyat: 56).
Jika manusia menyangkal tugas ini dan memberontak kepada Allah, maka Allah mungkin tidak akan pernah memberikan keselamatan.
Seseorang tidak akan pernah bisa benar-benar mencintai orang lain kecuali ia memiliki iman kepada Allah. Inilah sebabnya mengapa istilah “cinta kasih terhadap manusia” kerap digunakan dalam ideologi Masonik Ateis yang sepenuhnya terpisah dari kenyataan: Semua ideologi yang didasarkan pada pengingkaran akan memperkuat sisi jahat dalam diri seseorang dan oleh sebab itu akan menimbulkan pertumpahan darah dan penyiksaan.
Selama abad ke-20, karena adanya ideologi anti-agama seperti komunisme dan fasisme, ratusan juta orang menderita dan menjadi korban genosida, sementara miliaran lainnya menjadi sasaran penyiksaan dan penindasan. Hal ini juga penting diingat, bahwa Revolusi Perancis—sebuah gerakan yang didukung Freemason—mendapatkan kekuatannya dari moto “Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan”, namun berakhir dengan tewasnya puluhan ribu orang di bawah guillotine (pisau jagal).
Seperti halnya konsep “cinta kasih sesama manusia” yang ditafsirkan dalam kerangka Humanisme, “pengetahuan” dan “rasionalisme” juga digunakan dalam konteks anti-agama oleh Freemason Ateis.
Bagi seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah alat untuk mengamati alam semesta yang diciptakan Allah dan untuk memahami rahasia-rahasia yang mendasari cara dan fungsinya. Berpikir rasional, di sisi lain, adalah cara menjalankan perintah-perintah Allah dalam Al-Qur’an dan merupakan tanda keimanan. Namun dalam terminologi Masonik Ateis, konsep-konsep ini digunakan dengan konotasi yang sama sekali berbeda.
Menurut pola pikir Masonik Ateis, ilmu bukan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa makhluk yang diciptakan Allah. Sebaliknya, memercayai sains dikaitkan dengan menjadi ateis. Dengan kedok ilmu pengetahuan, kebohongan Darwinisme diindoktrinasikan kepada masyarakat. Kaum Masonik Ateis mengajarkan perang melawan agama dengan cara-cara tipuan ala Darwinisme, yang sebenarnya ditolak oleh ilmu itu sendiri.
Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Freemason Ateis Turki, disebutkan bahwa tanggung jawab Freemason Ateis adalah membuat propagasi non-religiusitas yang berkedok “ilmu” pengetahuan. “Memercayai bahwa ini (teori Darwin) adalah cara terbaik dan tunggal dalam evolusi, tugas utama Masonik kami tidak menyimpang dari ilmu-ilmu dan kebijaksanaan positif, untuk menyebarkan kepercayaan di antara masyarakat dan untuk meningkatkan masyarakat dengan bimbingan ilmu.”
Kata-kata Ernest Renan berikut ini sangat penting, “Tujuan agama yang sia-sia akan runtuh dengan sendirinya, hanya jika masyarakat dilatih dan tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dan akal.”
Kata-kata Lessing berikut juga mendukung argumen yang sama, “Melalui pencerahan manusia dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia tidak lagi merasa membutuhkan agama satu hari nanti.”
Inilah pendekatan Masonik Ateis terhadap agama.
* Ilmuwan Muslim asal Turki

Oleh: Harun Yahya *
Freemason Ateis menjadikan “perdamaian, persaudaraan dan kasih sayang di antara umat manusia” sebagai ajaran misi mereka.
Namun konsep-konsep ini, meskipun tampaknya positif pada pandangan pertama, menyimpan permusuhan terhadap agama.
Masonry Ateis telah menjadi salah satu topik utama yang membuat orang penasaran dan bingung. Itu karena kegiatan organisasi ini bersifat rahasia, dus filosofi dan tujuan-tujuan mereka memiliki sejumlah kontroversi.
Dalam pernyataan publik, Freemason Ateis kerap mengobral “cinta kasih sesama manusia, toleransi, persaudaraan universal, cara-cara menggapai pengetahuan dan kebijaksanaan…” secara luas. Sebuah konsep instan yang menarik hati. Walau demikian, Freemasonry Ateis adalah sebuah organisasi gelap dengan fitur-fitur ateis dan bahkan anti-agama.
Aspek paling menarik Freemasonry Ateis adalah konsep-konsep yang mereka sebutkan dalam pernyataan publik dan tuduhan mereka terhadap kaum “beragama” pada intinya tidak memiliki banyak perbedaan. Pada tahap ini, seseorang mungkin akan bertanya, “Kenapa?”
Bagaimana pun juga, konsep-konsep ini tampaknya saling berlawanan; cinta, toleransi dan konsep “humanis” sejenis lainnya tampaknya tidak anti-agama pada pandangan pertama.
Selain itu, banyak orang yang berpikir bahwa konsep-konsep tersebut terdapat dalam moral dan ajaran agama. Benarkah demikian? Bagaimana pun jua, kebenaran yang melekat dalam konsep inilah yang lebih utama.
Apakah arti cinta bagi kaum Freemasonry Ateis? Freemason Ateis kerap berbicara tentang persaudaraan, toleransi dan perdamaian universal. Mereka menggunakan retorika bahwa manusia bertanggung jawab terhadap manusia lainnya.
Sebenarnya ini adalah kata-kata yang merujuk pada konsolidasi (persatuan) di antara manusia, dengan demikian tidak ada yang salah dengan mereka. Namun, bagaimana dengan tanggung jawab seseorang kepada Allah?
Pertanyaan ini menguak wajah filosofi Masonik Ateis yang sebenarnya. Hal itu karena, “cinta pada manusia”, sebagaimana dimaksudkan filsafat Masonik ateis, bukan cinta yang bersumber dari kenyataan bahwa manusia adalah ciptaan Allah, sebagaimana disepakati Yunus Emre dalam kata-katanya “untuk mengasihi ciptaan karena Sang Pencipta”.
Sebaliknya, Freemason Ateis percaya bahwa semua manusia lahir sebagai akhir dari sebuah proses evolusi. Hal ini, bagaimanapun, merupakan ekspresi utama penolakan terhadap Allah.
* Ilmuwan Muslim asal Turki

Oleh: Harun Yahya *
Selama abad ke-20, karena adanya ideologi anti-agama seperti komunisme dan fasisme, ratusan juta orang menderita dan menjadi korban genosida, sementara miliaran lainnya menjadi sasaran penyiksaan dan penindasan.
Hal ini juga penting diingat, bahwa Revolusi Perancis—sebuah gerakan yang didukung Freemason—mendapatkan kekuatannya dari moto “Kebebasan, Kesetaraan dan Persaudaraan”, namun berakhir dengan tewasnya puluhan ribu orang di bawah guillotine (pisau jagal).
Seperti halnya konsep “cinta kasih sesama manusia” yang ditafsirkan dalam kerangka humanisme, “pengetahuan” dan “rasionalisme” juga digunakan dalam konteks anti-agama oleh Freemason Ateis.
Bagi seorang Muslim, ilmu pengetahuan adalah alat untuk mengamati alam semesta yang diciptakan Allah dan untuk memahami rahasia-rahasia yang mendasari cara dan fungsinya.
Berpikir rasional, di sisi lain, adalah cara menjalankan perintah-perintah Allah dalam Alquran dan merupakan tanda keimanan. Namun dalam terminologi Masonik Ateis, konsep-konsep ini digunakan dengan konotasi yang sama sekali berbeda.
Menurut pola pikir Masonik Ateis, ilmu bukan merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa makhluk yang diciptakan Allah. Sebaliknya, memercayai sains dikaitkan dengan menjadi ateis.
Dengan kedok ilmu pengetahuan, kebohongan Darwinisme diindoktrinasikan kepada masyarakat. Kaum Masonik Ateis mengajarkan perang melawan agama dengan cara-cara tipuan ala Darwinisme, yang sebenarnya ditolak oleh ilmu itu sendiri.
Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan Freemason Ateis Turki, disebutkan bahwa tanggung jawab Freemason Ateis adalah membuat propagasi non-religiusitas yang berkedok “ilmu” pengetahuan.
“Memercayai bahwa ini (teori Darwin) adalah cara terbaik dan tunggal dalam evolusi, tugas utama Masonik kami tidak menyimpang dari ilmu-ilmu dan kebijaksanaan positif, untuk menyebarkan kepercayaan di antara masyarakat dan untuk meningkatkan masyarakat dengan bimbingan ilmu,” kata jurnal tersebut.
Kata-kata Ernest Renan berikut ini sangat penting, “Tujuan agama yang sia-sia akan runtuh dengan sendirinya, hanya jika masyarakat dilatih dan tercerahkan oleh ilmu pengetahuan dan akal.”
Kata-kata Lessing berikut juga mendukung argumen yang sama, “Melalui pencerahan manusia dengan ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, manusia tidak lagi merasa membutuhkan agama satu hari nanti.”
Inilah pendekatan Masonik Ateis terhadap agama.
* Ilmuwan Muslim asal Turki

DEKLARASI PAKTA JSN45 KAWAL PANCASILA
Mensyukuri Deklarasi Bulaksumur 1 Juni 2009, maka dengan iktikad baik turut melengkapkan Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2012 dan menyambut Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945 serta menyongsong Tema Kongres Pancasila IV yaitu Strategi Pelembagaan Nilai-nilai Pancasila dalam Menegakkan Konstitualitas Indonesia bertempat di Universitas Gajah Mada, Jogjakarta, 30 Mei – 1 Juni 2012, kami Pembudaya45 dan Nasionalis45 dibawah ini menyatakan sebagai berikut :
1. Bahwa Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45) sebagai modal Kejuangan 45 bagi Kemerdekaan 45, kini perlu lebih diberdayakan lebih sedemikian rupa sebagai modal Kenegarawanan 45 demi terpenuhinya amanat konstitualitas Indonesia yakni sebagaimana tertuang pada Pembukaan UUD 1945;
2. Bahwa JSN45 oleh karenanya perlu disosialisasikan ke segenap komponen bangsa berkerangka 9 (Sembilan) Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) yaitu (1) Sang Saka Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) Sumpah Pemuda 1928, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya 1928, (5) Pancasila 1945, (6) Proklamasi Indonesia Merdeka 1945, (7) UUD 1945, (8) Wawasan Nusantara 1957 dan (9) JSN45;
3. Bahwa sosialisasi JSN45 itu dimaksudkan pula sebagai upaya perkuatan pelembagaan tentang Strategi Ketahanan Bangsa (StraHanSa) yang cakupi keseimbangan kehidupan bidang2 agama tidak rawan, ideologi tidak retak, politik tidak resah, ekonomi tidak ganas, budaya tidak pudar, hankam tidak lengah dan lingkungan tidak gersang;
4. Bahwa pemantapan Pakta JSN45 berkelanjutan ini bertujuan pula menanamkan jiwa juang anak bangsa Indonesia ditengah pertarungan kompetisi dan kompetensi tingkat dunia dengan selalu mengedepankan modal juang, baik
4.1 Nilai-nilai dasar yaitu semua nilai yang terdapat dalam setiap sila dari Pancasila, semua nilai yang terdapat dalam Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan semua nilai yang terdapat dalam Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan UUD 1945, maupun
4.2 Nilai-nilai operasional meliputi (1) Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, (2) Jiwa dan Semangat Merdeka, (3) Nasionalisme, (4) Patriotisme, (5) Rasa harga diri sebagai bangsa yang merdeka, (6) Pantang mundur dan tidak kenal menyerah, (7) Persatuan dan kesatuan, (8) Anti penjajah dan penjajahan, (9) Percaya kepada diri sendiri dan atau percaya kepada kekuatan dan kemampuan sendiri, (10) Percaya kepada hari depan yang gemilang dari bangsanya, (11) Idealisme kejuangan yang tinggi, (12) Berani, rela dan ikhlas berkorban untuk tanah air, bangsa dan Negara, (13) Kepahlawanan, (14) Sepi ing pamrih rame ing gawe, (15) Kesetiakawanan, senasib sepenanggungan dan kebersamaan, (16) Disiplin yang tinggi, (17) Ulet dan tabah menghadapi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan.
5. Bahwa Deklarasi Pakta JSN45 ini diharapkan dapat diikrarkan pula oleh setiap komponen anak bangsa seperti penyelenggara Negara, pendidik Nasional, pengusaha Nasional dan para penggiat masyarakat, demi tegaknya legitimasi Indonesia Negara Pancasila sekaligus perkuatan karakter Indonesia Mulia sebagaimana digagas oleh Pahlawan Nasional, Dr Soetomo pada tahun 1932.
Jakarta, 20 Mei 2012
Pembudaya45
1.Pandji R Hadinoto (DHD45 Jakarta / Majelis Benteng Pancasila / Front Nasionalis45), 2.Ngadi Prawiroputro (DHD45 Riau), 3.H. Agus Nis (DHD45 Bengkulu), 4.Mh Din Syafaruddin Usman (DHD45 Kalimantan Barat), 5.HM Asli Amin (DHD45 Kalimantan Timur), 6.H. Andi Mansyah Moesfa (DHD45 Kalimantan Timur), 7.Affandy Tobing (DHD45 Sulawesi Tengah), 8.Christian T (DHD45 Sulawesi Tengah), 9.J Padong (DHD45 Sulawesi Tengah), 10.Arthur Kotambunan (DHD45 Sulawesi Utara), 11.Mariono M (DHD45 Jakarta), 12.Omar S.I. Ratulangie (DHD45 Jakarta), 13.Zainal Arifien (DHD45 Jawa Tengah), 14.Adlis Yunus (DHD45 KepRi), 15.Suhartoko (DHD45 Riau), 16.Prof Mohammad Ali (DHD45 Jawa Timur), 17.Ridarman Bay (DHD45 KepRi);

Nasionalis45
1.Prof M Noorsyam (Universitas Negeri Malang), 2.Prof KT Sirait (ex Tentara Pelajar SubTer VII Sumatera Utara, Institut Teknologi Bandung), 3.Prof R.J. Widodo (Institut Teknologi Bandung), 4.H Eddy Syafuan (PKP1945 Jakarta), 5.Parlin Simanjuntak (Korps Resimen Mahasiswa, Jakarta), 6.Suryo Susilo (FSAB Forum Silahturahmi Anak Bangsa), 7.Heru Markeso (Facebookers Indonesia, Jakarta), 8.Bondan Kasiman (Keluarga Besar Marhaenis, Kediri), 9.Susiasie (IKA STIH IBLAM), 10.Surya Hadjar (Lembaga Informasi Masyarakat Bela Negara Indonesia), 11.Uyung (KP3, Bogor), 12.Mochamad Rizki Panduwinata (IARMI / UNJANI), 13.Iksan Sudaryono (Garda Pancasila Indonesia), 14.DI Silalahi (Sekolah Tinggi Hukum Indonesia), 15.Yasmar Anas (GAPI, Aliansi Indonesia), 16.Cepi Mulyana (Alumni Yon-VI Mahawarman), 17.Marwah Unga (Universitas Negeri Jakarta, KOWANI), 18.Bramuda (Penerus Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia), 19.Iswani Badran (PUSPA), 20.Munir (KOSBI), 21.Suparwan Parikesit (KAHMI), 22.Budi Utomo (Benteng Penegak Pancasila), 23.I Gede Artha (Pengusaha Bank Perkreditan Rakyat), 24.Slamet Suryo (Kerabat45), 25.H. Jailani (GASAKNAS Jawa Timur), 26.Jacob Ereste (KBI), 27.Iqbal Daut Hutapea (Masbeta45), 28.Chaerul Taman (Petisi-17), 29.John S. Keban (GKRS), 30.Gregorius Wisnu Rosariastoko (GKRS), 31.Ansori Sinungan (Jakarta45), 32.M. Bonar Harahap (Pemuda Panca Marga), 33.Adhi Pradono (Paguyuban Keluarga Pejuang 45), 34.H. Salim Bachmid (KPPRI), 35.Soekrisno Ramelan (Benteng Penegak Pancasila), 36.Arnaully Aminulah (GAPI Jakarta), 37.Atiet Retno Gondowati (Jakarta45), 38.Dindin Syarifudin (FK3P Bandung), 39.Nada Fasa Soraya (KADIN Batam), 40.Dede Nuriman (KPPRI Bogor), 41. Sam Martono (KPPRI), 42.Hudson Sharieff (GAPI Jakarta), 43.Achmad Zahedi (FSAB Jakarta), 44.Suhariyono (ORI), 45.Andi Hakim (KPPRI Jakarta), 46.Bob Novandy (IWARDA), 47.Johanes Sandjaja Darmawan (Petisi 45), 48.Diennaldo (LESBUMI PBNU), 49.Suparmin (PKP Indonesia, Jakarta), 50.Hans Sutta Widhya (GAPI Jakarta), 51.Ramses Wally (KorWil XV PKP Indonesia, Papua), 52.Andi Krisanto (GMNI Tegal), 53.DP Yoedha (PDIP Jakarta), 54.Robbi E Lumanauw (KABN Kosgoro), 55.H. Fadillah Dobhan (KPPRI Jakarta), 56.Peter Rohi (Soekarno Institute, Surabaya), 57.Ambar Hutagalung (Forum Organisasi Kepemudaan), 58.Edy Jauzie Muhsin Bafadal (GPK), 59.Bambang Hirlananda (Sinar Walisongo Foundation), 60.Mf Pidada (KPPRI Bandung),61.Victor Phaing (KorWil X PKP Indonesia Kalimantan), 62.Munadi (IKA STIH IBLAM), 63.Taufiek Hidayat Priyatna (IARMI), 64.Sulistio (Front Rakyat Jakarta), 65.Harry Suharjo (Serikat Pensiunan Karyawan Pertamina), 66.Pitoyo (Paguyuban Patriot Kota Bekasi), 67.HM Makmun Abdullah (Yayasan Ilmu Pengetahuan), 68.KH Mahrus Ali Mahdali (Lembaga Kemitraan Pendidikan Pesantren), 69.H Saefudien (KADIN Jogja), 70.Tri Pranadji (Ikatan Sosiologi Indonesia), 71.Sulistio Sugiharto (Pemerhati Konstitusi), 72.Ferdiman (Pemerhati Konstitusi), 73.Bambang Haryanto (Forum Organisasi Kepemudaan), 74.H. Suherman (Advokat, Kota Bekasi), 75.Joko Laksono (GASAKNAS Jawa Timur), 76.Hadi Sucipto (GASAKNAS Jawa Timur), 77.Dedy Chandra (GASAKNAS, Jawa Timur), 78.Rini Tantriana (GASAKNAS Jawa Timur), 79.Endrik (GASAKNAS Jawa Timur), 80.Chucut Sulistiyo (GASAKNAS Jawa Timur), 81.Kasiono (GASAKNAS Jawa Timur), 82.Umar Sajidin (GASAKNAS Jawa Timur), 83.Ustad Bahri Asrowi (GASAKNAS Jawa Timur).
[ Ditayangkan di www.jakarta45.wordpress.com ]

Bahwa sesungguhnya negara Republik Indonesia berdiri dengan harapan: merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Harapan tersebut berpijak pada falsafah dan visi kebangsaan yang dibangun atas dasar pengalaman kesejarahan dan kerohanian, kemajemukan Indonesia dengan posisi strategisnya dalam pergaulan antarbangsa, dan dinamika perkembangan bangsa. Maka, disusunlah suatu konsensus dasar kenegaraan yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan, kemanusian, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Bahwa dengan karunia kemerdekaan dan segala anugerah Tuhan yang dilimpahkan kepada Bangsa Indonesia, pelbagai usaha pembangunan dan reformasi masih menyisakan kesenjangan yang lebar antara harapan-harapan ideal dan kenyataan. Keberagamaan tidak mendorong keinsyafan beretika, globalisasi tidak mengasah kepekaan kemanusiaan, kemajemukan tidak memperkuat daya toleransi dan sinergi, demokrasi tidak membawa pemberdayaan dan kedaulatan rakyat, kekayaan alam tidak menghasilkan kemakmuran yang berkeadilan. Dengan didorong oleh keinsyafan bahwa jalan kemajuan suatu bangsa hanya akan terwujud apabila senantiasa berpegang teguh pada jatidirinya, maka Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia merasa perlu menjaga komitmen terhadap Pancasila dengan menyelenggarakan Kongres Pancasila di kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kongres yang diikuti oleh berbagai komponen bangsa
akhirnya sepakat menyatakan pendirian dan aspirasi sebagai berikut:
Yogyakarta, 1 Juni 2009
Peserta Kongres Pancasila
“…Hei, engkau, pemuda-pemuda keluaran dari AMN! Sekarang berdiri di hadapan saya. Saya melantik kamu sekalian, resmi menjadi perwira-perwira angkatan perang kita. Ketahuilah hei kamu, kewajibanmu sekarang ini lebih berat daripada yang sudah-sudah. Sekarang ini engkau menjadi pemimpin-pemimpin daripada Angkatan Perang Republik Indonesia. Dan, sekarang ini Angkatan Perang Republik Indonesia sudah mendapat perintah dari saya untuk menyiap-nyiapkan diri agar supaya setiap waktu saya memberi perintah, masuk ke Irian Barat untuk memerdekakan Irian Barat itu. Maka engkau juga, hei pemuda-pemuda keluaran Akademi Militer Nasional, bersiap-siaplah oleh karena sebagaimana tadi saya katakan, sudah saya perintahkan kepada segenap Angkatan Perang Republik Indonesia, baik Angkatan Darat maupun Angkatan Udara, maupun Angkatan Laut, supaya menyiap-nyiapkan diri agar setiap waktu saya memberi komando kepadamu, engkau bebaskan Irian Barat dari cengkeraman imperialisme Belanda. 
Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, Lambert Pekikir, menginstruksikan pengibaran bendera Bintang Kejora selama tiga hari untuk menyambut Hari Kemerdekaan Papua, yang jatuh pada 1 Juli. “Ribuan, bisa saja, tapi kami masih memperhitungkan lagi kekuatan dana. Itu kan dibikin dengan uang, kami akan mengibarkan di tempat terbuka,” kata Lambert saat ditemui di markasnya di hutan di Kabupaten Keerom kemarin.
Ia mengatakan, jika kepolisian merasa pengibaran bendera tersebut mengganggu keamanan, dapat saja diturunkan. “Itu urusannya polisi untuk mengantisipasi. Kalau kami tetap pada prinsip, memperingati kemerdekaan. Nanti akan dikibarkan di tiga daerah, pesisir pantai, pegunungan, dan wilayah Jayapura,” ujarnya.
Lambert telah memerintahkan seluruh pasukan pertahanan Papua Barat agar bersiaga bila sewaktu-waktu terjadi insiden saat pengibaran.
Sebelumnya, 50 bendera Bintang Kejora dikibarkan warga Papua di Kabupaten Kepulauan Yapen pada 20 April 2012. Pengibaran tersebut merupakan bentuk dukungan atas peluncuran International Parliamentarian of West Papua di Amerika Serikat. Di Manokwari, puluhan bendera Papua juga mewarnai aksi unjuk rasa memprotes masuknya Papua ke NKRI pada 1 Mei.
Kepolisian Daerah Papua telah mengantisipasi rencana pengibaran bendera Bintang
Kejora di Jayapura. “Itu tidak dibenarkan. Kalau melanggar aturan, sudah pasti akan diproses. Ini negara hukum,” kata Kepala Biro Operasi Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Boni Tampoi. Ia mengatakan usaha mengibarkan dilakukan oleh pihak yang tidak puas terhadap pemerintah. “Sehingga mau saja berbuat begitu, ya soal antisipasi, kami akan selalu bersiaga,” ujarnya.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Papua Ajun Komisaris Besar Yohanes Nugroho Wicaksono mengajak warga Papua agar tidak terprovokasi oleh rencana tersebut.
“Kami mau bilang apa? Yang jelas, semua masyarakat awam harus ikut menjaga keamanan, jangan ikut-ikutan dengan yang tidak benar,” ucapnya. ● JERRY OMONA
http://www.antaranews.com/berita/310267/perekonomian-indonesia-tujuh-besar-dunia-pada-2025
Jumat, 11 Mei 2012 22:48 WIB |
Medan (ANTARA News) – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami kemajuan dan menempati tujuh besar dunia pada tahun 2025 dengan pendapatan per kapita 16 ribu dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam pemberian penghargaan untuk sembilan kepada daerah di Sumut yang disponsori Harian Seputar Indonesia di Medan, Jumat, Hatta mengatakan, perkiraan itu muncul berdasarkan peluang pengembangan berbagai potensi yang ada di tanah air.
“Perkiraan itu bukan mengada-ada.Ada datanya,” kata Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Ia menjelaskan, modal utama yang sangat penting untuk meraih kemajuan tersebut adalah persatuan dan kekompakan yang dimiliki hampir seluruh lapisan bangsa Indonesia.
Pada tahun 1999, perekonomian Indonesia mengalami minus 13,3 persen akibat krisis moneter yang terjadi di berbagai sektor usaha dan industri di tanah air.
Krisis yang terjadi menyebabkan pendapatan per kapita di tanah air anjlok menjadi 500 dolar AS, sehingga hampir seluruh negara di dunia internasional beranggapan Indonesia hanya menunggu waktu untuk menjadi negara yang gagal.
Namun, ketika menghadapi tantangan serius tersebut, semangat persatuan dan kekompakan bangsa Indonesia muncul sehingga seluruh permasalahan yang muncul dapat diatasi satu per satu.
Secara perlahan tetapi pasti, perekonomian bangsa Indonesia membaik dan pendapatan per kapitanya meningkat menjadi 1.184 dolar AS pada tahun 2004.
Saat ini, pendapatan per kapita di tanah air telah mencapai 3.500 dolar AS sehingga menempatkan Indonesia dalam 17 besar negara dengan perekonomian terbaik dunia.
Membaiknya pertumbuhan ekonomi di tanah air tersebut menyebabkan banyak kepala negara dan pengusaha internasional yang semakin sering berkunjung ke Indonesia.
“Untuk tahun ini saja, kita sudah menerima 40 kepala negara. Berarti setiap minggu kita menerima tamu,” katanya.
Menurut dia, Indonesia semakin menarik bagi dunia internasional karena mampu meraih kemajuan ketika bangsa lain mengalami kemunduran ekonomi.
Kemajuan ekonomi di tanah air itu dapat terlihat dari ungkapan PM Inggris David Cameron yang menyebutkan Indonesia sebagai negara yang banyak menjanjikan peluang dan akan terus mengalami kemajuan.
Namun, untuk semakin memberikan peluang dalam kemajuan ekonomi, pemerintah akan berupaya memperhatikan tiga hal utama, yakni adanya kepastian peraturan dan hukum, kemudahan dalam berusaha, ketersediaan infrastruktur.
Karena itu, dengan pemanfaatan berbagai potensi yang ada dan didukung semangat persatuan, Indonesia mampu meraih kemajuan ekonomi dan menempati tujuh besar dunia pada tahun 2025.
(I023/M034)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012

Perjalanan Ruh Setelah Manusia Meninggal Dunia
Oleh: Cahaya Hikmah
Al-Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, serta yang selainnya, telah
meriwayatkan dari hadits Al-Baro’ bin ‘Azib, bahwa suatu ketika para
sahabat berada di pekuburan Baqi’ul ghorqod. Lalu Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam mendatangi mereka. Beliau pun duduk. Sementara para
sahabat duduk disekitarnya dengan tenang tanpa mengeluarkan suara,
seakan-akan di atas kepala mereka ada burung.
Beliau sedang menanti penggalian kubur seorang yang baru saja meninggal.
Ini menunjukkan bahwa tatkala seorang hamba berada di pekuburan,
dituntunkan kepadanya untuk bersikap tenang, diam, hening, dan tidak
mengucapkan dzikir-dzikir dengan suara yang keras. Terlebih lagi berbicara
mengenai urusan-urusan dunia yang fana. Dalam suasana yang seperti ini,
hendaknya dia berpikir tentang kematian yang akan menimpa setiap manusia
tanpa terkecuali. Sudahkah dia berbekal diri untuk menghadapinya. Ini
membutuhkan perenungan yang dalam, sehingga melahirkan keimanan, ketakwaan,
dan amal sholeh yang diterima disisi Allah.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengangkat kepalanya dan
mengucapkan:
“Aku berlindung kepada Allah dari adzab kubur.”
Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, beliau shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya bila seorang yang mukmin menghadap ke alam akhirat dan
meninggalkan alam dunia, turun kepadanya sejumlah malaikat berwajah putih
yang seolah-olah seperti matahari. Mereka membawa sebuah kain kafan dan
minyak wangi dari surga. Mereka pun duduk di dekatnya sejauh mata
memandang. Lalu datanglah malaikat pencabut nyawa dan duduk di dekat
kepalanya. Malaikat pencabut nyawa berkata:
“Wahai jiwa yang baik, keluarlah engkau kepada keampunan dan keridhoan
Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Maka nyawanya keluar dan mengalir seperti air yang mengucur dari mulut
wadah. Lalu malaikat pencabut nyawa mengambilnya. Nyawanya tidak dibiarkan
sekejap mata pun berada di tangan malaikat pencabut nyawa dan segera
diambil oleh para malaikat yang berwajah putih tadi. Kemudian mereka
meletakkannya pada kain kafan dan minyak wangi surga yang telah mereka
bawa. Maka nyawanya mengeluarkan aroma minyak wangi misik yang paling
terbaik di muka bumi. Lalu mereka menyertainya untuk naik ke langit.
Tidaklah mereka melewati sekumpulan malaikat melainkan para malaikat itu
akan bertanya: “Siapakah nyawa yang baik ini?” Mereka menjawab: “Ini adalah
Fulan bin Fulan”, dan disebutkan namanya yang paling terbaik ketika mereka
memanggilnya di dunia.
Tatkala mereka telah sampai membawanya kelangit, mereka meminta agar pintu
langit dibukakan untuknya. Maka dari setiap langit dia diiringi oleh para
penjaganya sampai ke langit berikutnya. Demikianlah yang akan terjadi
hingga dia sampai ke langit yang disana ada Allah. Maka Allah berfirman:
“Catatlah oleh kalian bahwa hambaku (ini) berada di surga ‘illiyyin, dan
(sekarang) kembalikanlah dia ke muka bumi. Sungguh darinya Aku telah
menciptakan mereka, dan padanya Aku akan mengembalikan mereka, serta
darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka sekali lagi”.
Kemudian nyawanya dikembalikan ke dalam jasadnya. Lalu datanglah dua orang
malaikat kepadanya. Keduanya bertanya, siapa Rabbmu? Maka dia menjawab,
Rabbku adalah Allah. Keduanya kembali bertanya, apa agamamu? Maka dia
menjawab, agamaku adalah islam. Keduanya kembali bertanya, siapa orang yang
telah diutus di tengah kalian ini? Maka dia menjawab, beliau adalah utusan
Allah. Keduanya kembali bertanya, siapakah yang telah mengajarimu? Maka dia
menjawab, aku membaca kitab Allah, beriman kepadanya dan membenarkannya.
Kemudian terdengarlah suara yang menyeru dari langit, “Hambaku ini telah
benar. Bentangkanlah untuknya permadani dari surga dan bukakanlah sebuah
pintu ke surga”.
Maka harum wangi surga pun menerpanya dan kuburnya diperluas sejauh mata
memandang. Lalu datang kepadanya seorang yang bagus wajahnya, pakainnya,
dan harum wanginya. Orang itu berkata, bergembiralah dengan segala yang
akan menyenangkanmu. Ini adalah hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.
Maka si mukmin bertanya kepadanya, “Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah
yang datang dengan membawa kebaikan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu
yang sholih.” Lalu si mukmin berkata, “Wahai Rabbku! Segerakanlah hari
kiamat agar aku kembali kepada keluarga dan hartaku”.
Selanjutnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Adapun bila seorang yang kafir meninggalkan alam dunia dan menghadap ke
alam akhirat, turun kepadanya dari langit sejumlah malaikat yang berwajah
hitam legam. Mereka membawa sebuah kain kafan yang buruk dan kasar. Mereka
pun duduk di dekatnya sejauh mata memandang. Lalu datanglah malaikat
pencabut nyawa dan duduk di dekat kepalanya. Malaikat pencabut nyawa
berkata,
“Wahai jiwa yang buruk, keluarlah engkau kepada kemurkaan dan kemarahan
Allah”.
Maka nyawanya tercerai berai di dalam jasadnya. Kemudian malaikat pencabut
nyawa merenggut nyawanya seperti mencabut besi pemanggang daging dari bulu
domba yang basah. Setelah malaikat pencabut nyawa mengambilnya, tidak
dibiarkan sekejap mata pun berada di tangannya dan segera diambil oleh para
malaikat yang berwajah hitam legam tadi. Lalu mereka meletakkannya pada
kain kafan (yang telah mereka bawa) itu. Sehingga keluarlah dari nyawanya
seperti bau yang sangat busuk di atas muka bumi.
Kemudian mereka naik bersamanya. Tidaklah mereka melewati sekumpulan
malaikat melainkan para malaikat itu akan bertanya, siapakah nyawa yang
buruk ini? Mereka menjawab: “Ini adalah Fulan bin Fulan” dan disebutkan
namanya yang paling terburuk ketika mereka memanggilnya di dunia.
Kemudian mereka membawanya naik sampai ke langit dunia dan dimintakan agar
pintu langit di bukakan untuknya. Namun pintu langit tidak dibukakan
untuknya”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang
berbunyi,
“Tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan
masuk surga sampai onta bisa masuk ke dalam lubang jarum.” (QS. Al-A’rof:
40)
Selanjutnya Allah Azza wa jalla berfirman,
“Catatlah oleh kalian bahwa ketetapannya berada di (neraka) Sijjiin, di
bumi yang paling bawah”.
Setelah itu, nyawanya benar-benar dilemparkan.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat yang
berbunyi,
“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, Maka dia seolah-olah jatuh
dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke
tempat yang jauh”. (surat Al Hajj:ayat 31)
Demikianlah, nyawanya dikembalikan kedalam jasadnya. Maka dua orang
malaikat mendatanginya lalu mendudukkannya. Keduanya bertanya, “Siapa
Rabbmu?” Dia menjawab, “Hah.. hah..aku tidak tahu”. Keduanya kembali
bertanya, “Siapa orang yang telah diutus ditengah kalian ini?” Dia
menjawab, “Hah..hah..aku tidak tahu.” Kemudian terdengarlah suara yang
menyeru dari langit, “Dia telah berdusta, bentangkanlah untuknya permadani
dari api neraka dan bukakanlah sebuah pintu ke neraka.” Sehingga hawa panas
dan racun neraka pun menerpanya dan kuburnya dipersempit sampai
tulang-tulang rusuknya saling bergeser. Lalu datang kepadanya seorang yang
buruk wajahnya, pakainnya, dan busuk baunya. Orang itu berkata,
“Bergembiralah dengan segala yang akan memperburuk keadanmu. Ini adalah
hari yang dahulu engkau telah dijanjikan.” Maka si kafir bertanya,
“Siapakah engkau? Wajahmu adalah wajah yang datang dengan membawa
keburukan.” Dia pun menjawab, “Aku adalah amalmu yang buruk.” Lalu si kafir
berkata, “Wahai Rabbbku! Janganlah engkau datangkan hari kiamat”.
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam kitabnya
“Ahkamul Janaiz” (hal. 156-157) dan tahqiq beliau terhadap “Syarh Aqidah
Thahawiyyah” (hal. 397-398).
Inilah keadaan seorang yang mukmin dan seorang yang kafir tatkala
meninggalkan alam dunia dan masuk ke dalam alam akhirat yang dimulai dengan
alam barzakh (alam kubur). Wallahu a’lam bi showab
Ketika manusia meninggalkan alam dunia bukan berarti urusannya telah
selesai. Dia akan mengalami alam kedua yaitu alam barzakh (alam kubur).
Alam ini merupakan pintu masuk ke dalam alam akhirat yang sesungguhnya.
Disebut dengan alam barzakh, karena makna barzakh adalah penutup atau
perantara bagi dua perkara. Maka alam barzakh adalah alam di antara alam
dunia dan alam akhirat. Di alam barzakh, manusia akan mengalami berbagai
masalah yang menandakan bahwa urusannya belum selesai dengan semata-mata
meninggalkan alam dunia. Saat melewati alam barzakh, pertama kali yang akan
dihadapinya adalah pertanyaan dua malaikat di dalam kuburnya, sebagaimana
di dalam hadits Al Baro` bin ’Azib yang terdahulu. Maka keberhasilannya di
alam barzakh, mendapat kebaikan atau keburukan, akan tergantung dengan
kemampuannya dalam menjawab pertanyaan dua malaikat itu.
Perlu diingat, bahwa di alam barzakh, jasad manusia tidak akan mampu untuk
menjawabnya. Yang akan menjawabnya adalah ruh dan jiwa manusia yang telah
diisi saat di alam dunia dengan kebaikan atau keburukan. Adapun seorang
yang mukmin niscaya akan dimudahkan oleh Allah untuk bisa menjawab
pertanyaan kubur yaitu tentang siapa Rabmu, apa agamamu, dan siapa nabimu.
Itulah yang Allah maksudkan dengan firman-Nya:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Ibrahim: 27)
Di dalam sebuah hadits yang shohih dari sahabat Al-Bara’ bin ‘Azib
radhiyallahu ‘anhu , bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:
“Seorang hamba yang muslim bila ditanya di dalam kuburnya, niscaya dia akan
bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah dan bahwasanya muhammad adalah utusan Allah”.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Itulah firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh
itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat”. (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa seorang yang mukmin akan mampu mengucapkan dua
kalimat syahadat “La ilaha illallah wa anna Muhammadan Rasulullah”, baik
ketika di dunia maupun di akhirat.
Tatkala seorang hamba menghadapi pertanyaan dua malaikat ini, maka dia akan
menjawabnya sesuai dengan amal perbuatannya sewaktu di dunia. Oleh sebab
itu, seorang hamba yang berbuat dosa-dosa besar dan tidak bertaubat
darinya, sangat mungkin disiksa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam
kuburnya, walaupun dia seorang yang mukmin.
Telah datang sebuah hadits dari sahabat ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu
‘anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melewati dua
kuburan, lalu beliau bersabda:
“Orang-orang yang berada di dalam dua kubur ini, sungguh sedang disiksa.
Dan tidaklah keduanya disiksa karena suatu masalah yang besar. Adapun salah
satu dari keduanya, dahulu tidak mau menjaga diri dari air kencing.
Sedangkan yang lain, dahulu biasa berjalan untuk mengadu domba”. (HR.
Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan kepada kita sekalian bahwa dua orang yang disiksa di
dalam kuburnya itu dikarenakan dosa-dosa besar. Berarti yang disiksa oleh
Allah di alam kubur bukan karena kekafiran saja tetapi juga karena
dosa-dosa besar.
Nasalullah salamah wal ‘afiah.
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil sebuah pelepah
kurma yang masih basah dan membelahnya menjadi dua bagian. Beliau
meletakkannya di masing-masing dua kubur ini dengan harapan semoga Allah
Subhanahu wa Ta’ala memperingan siksa keduanya, selama pelepah kurma itu
masih basah dan belum kering.
Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga kita dimudahkan untuk
menjawab pertanyaan kubur dan diselamatkan dari siksanya.
Wallahu a’lam bis shawab.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Prof Asep S Muhtadi
Sekurang-kurangnya sebelas kali Allah menggunakan kata “ihsan” dalam Alquran untuk menyebut perbuatan yang baik. Dua di antaranya memakai “alif-lam”, al-ihsan, yaitu pada surah al-Rahman ayat ke-60 dan surah al-Nahl ayat ke-90. Bila diterjemahkan, keduanya berarti kebaikan atau kebajikan.
Yang pertama Allah menjelaskan: “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).” Sedang yang kedua, penjelasan itu berbunyi: ”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (ihsan), memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemunkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”
Demikian pula dalam sembilan ayat lainnya, kata “ihsan” diterjemahkan menjadi suatu kebaikan dan perbuatan baik. Bahkan ayat ke-83 dari surah al-Baqarah, “ihsan” digunakan sebagai pengganti kata berbuat baik kepada kedua orang tua, sebagaimana dalam firman-Nya: “Janganlah kamu menyembah sesuatu selain Allah, dan berbuat baiklah (ihsan) kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.”
Pada ayat tersebut, Allah menyebut “ihsan” sejajar dengan larangan berbuat syirik, perintah berbuat baik kepada orang tua dan kaum kerabat, berbuat baik kepada fakir miskin dan anak-anak yatim, mengucapkan kata-kata yang baik kepada sesama manusia, serta mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Secara sederhana dapat dipahami bahwa konsep “ihsan” adalah sama dan sebangun dengan konsep akhlak, baik akhlak kepada Sang Pencipta, maupun akhlak kepada sesama manusia.
Pendeknya, dapat pula diartikan bahwa faktor “ihsan” harus selalu hadir menyertai seluruh perilaku dan perilaku manusiawi. Ihsan sejatinya menjadi napas dan inspirasi dari keseluruhan amal manusia, bersenyawa dengan jenis pekerjaan dan profesi apapun. Karena itu ihsan adalah juga pengendali motif-motif insani yang mendasari keseluruhan tindakan aktivitas yang dilaluinya setiap saat.
Itulah sebabnya, ketika berdialog dengan Rasulullah, Jibril menempatkan pertanyaan tentang ihsan ini pada urutan terakhir setelah iman dan islam. Ihsan dalam hal ini menjadi dimensi penggenap amal setelah seseorang menyatakan keimanan dan melaksanakan serangkaian ajaran seperti disyariatkan Islam. Ihsan merupakan kekuatan moral yang menyempurnakan setiap tindakan.
Dalam kehidupan sosial, politik, ekonomi serta budaya masyarakat saat ini, kita perlu menghidupkan kembali spirit ihsan yang mungkin telah mati, sehingga tidak ada lagi kebijakan, program, dan tindakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi ataupun kelompok. Semuanya merupakan implementasi pengabdian hanya kepada-Nya untuk mewujudkan kebaikan.
Kita tidak cukup hanya menjadi seorang pemeluk agama. Beragama saja tidak cukup. Beragama (Islam) itu harus pula diikuti oleh ber-ihsan. Demikianlah, Allah menjelaskan bahwa: ”(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri (ber-Islam) kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan (ber-ihsan), maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati” (QS, 2: 112).
“Mungkin soal bahasa, karena bahasanya Rusia.”
Komunikasi antara petugas di menara pemandu lalu lintas udara atau air traffic control (ATC) dan pilot diduga kuat menjadi kunci penyebab jatuhnya Sukhoi Superjet 100 RA-36801 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Penasihat Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu, menduga Sukhoi menabrak tebing gunung akibat menurunkan ketinggian di luar daerah aman. “Kuncinya adalah komunikasi antara pilot dan petugas di ATC SoekarnoHatta,“ kata dia kemarin.
Pilot Sukhoi asal Rusia bernama Alexandr Yablontsev, pada menit ke-21 setelah lepas landas pada pukul 14.12 Rabu lalu, dalam kontak terakhir meminta izin turun dari ketinggian 10 ribu kaki ke 6.000 kaki. Menara pemandu lalu lintas udara (ATC) Bandara Soekarno-Hatta mengizinkan pilot menurunkan ketinggian karena pesawat sedang berada di atas kawasan Pangkalan Udara Atang Sanjaya, Bogor. Kawasan tersebut memang aman hingga radius 25 mil. “Ada radius maksimal yang harus ditaati,“ kata Manotar.
Problem komunikasi ini juga menjadi perhatian Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Hery Bakti. Ia tak mau berspekulasi tentang penyebab jatuhnya Sukhoi, dan menyerahkannya kepada hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Namun ia menyatakan faktor bahasa punya andil. “Mungkin soal bahasa, karena bahasanya Rusia,“ kata dia.
Manotar curiga ada selisih waktu antara permintaan dari pesawat dan pemberian izin dari petugas ATC. Bisa jadi, kata dia, pilot turun mendahului konfirmasi dari ATC. Atau sebaliknya, izin turun diberikan setelah Sukhoi keluar dari wilayah aman dan berakibat kecelakaan. Itu sebabnya, kata dia, komunikasi ATCpilot harus aktif.“Pilot tidak bisa begitu saja mengandalkan ATC, begitu juga sebaliknya,“ kata dia.
Artinya, kata dia, jika pilot meminta turun, seharusnya ATC menanyakan bagaimana pandangan visual dari pilot.
Menurut Manotar, jika pilot melihat kejanggalan, seharusnya dia memberi tahu ATC agar dipandu mencari tempat aman.
Sebelumnya, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan telah memegang dokumen percakapan antara pilot dan ATC.
Namun ia belum bisa menjelaskan isinya.“Nantilah.“
Sukhoi Superjet 100 RA 36801 berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma untuk terbang demo pada pukul 14.12, Rabu, 9 Mei lalu. Pesawat hilang kontak sekitar pukul 14.33. Saat hilang, pesawat ada di daerah Gunung Salak, perbatasan Kabupaten Bogor dengan Sukabumi, Jawa Barat. Pesawat mengangkut 37 penumpang dan 8 kru Sukhoi warga negara Rusia. Dari 37 penumpang, 35 adalah warga negara Indonesia, satu orang Prancis, dan seorang lagi dari Amerika Serikat.
SYAILENDRA | ANGGA SUKMA WIJAYA | SUNUDYANTORO
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi: Sejumlah pesawat bersiap untuk berangkat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (2/2/2011).| Analisis |
| 12-05-2012 | |
| Untuk sebuah Joy Flight, Kenapa Diarahkan ke Rute Yang Terkenal Angker? | |
| Penulis : Rifky Pradana, Kontributor The Global Review | |
Aleksandr Yablontsev, pilot Sukhoi Superjet 100 menurut record ternyata 3 kali lakukan kontak dengan Petugas ATC (Air Traffic Control) Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Salah satunya adalah saat Kontak Terakhir yang dilakukannya saat Minta Izin untuk turun dari 10.000 ke 6000 kaki, dan Minta Izin untuk Orbit ke Kanan.
|
|
|
ATC izinkan Permintaan Turun Ketinggian dan Orbit ke Kanan itu dikarenakan masih dalam pantauan ATC dan masih aman dari gangguan gunung.
Namun, seperti diketahui bersama, tak berselang lama, pesawat itu menabrak tebing di Gunung Salak.
Perihal permintaan turun dari 10.000 feet ke 6.000 feet yang sudah atas seizin dari ATC (Air Traffic Control) pada saat 12 menit sesudah pesawat mengudara itu juga telah diakui oleh Herry Bhakti S, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI, maupun oleh Mulya Abdi, Deputi Senior General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta sekaligus General Manager ATC.
Jika melihat posisi tebing yang ditabrak oleh Pesawat Shukoi Super Jet 100, sementara dapat ditarik kesimpulan bahwa arah gerak pesawat tidak sejajar dengan Gunung Salak, akan tetapi lurus mengarah ke Gunung Salak. Dan, sebagaimana diketahui arah terbang pesawat dalam gerak normalnya selalu dalam vektor gerak yang garis lurus dimana jika ada setiap belokan yang sebesar berapa pun derajatnya, maka pilot harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari petugas ATC.
Maka, petugas ATC saat menyetujui penurunan ketinggian jelajah ke 6.000 feet itu apakah di layar radar tak terlihat posisi dan vektor arah gerak pesawat itu sedang menuju ke arah mana ?.
Apakah saat itu petugas ATC saat menyetujui penurunan ketinggian jelajah ke 6.000 feet itu, di layar radar juga sama sekali tak terlihat bahwa posisi pesawat sedang berada / mengarah ke arah Gunung Salak yang setinggi sekitar 7.000 feet ?.
Pertanyaan lainnya yang tak kalah pentingnya, jika merunut sejarah kecelakaan pesawat di Gunung Salak, memang rute itu adalah rute angker yang sudah memakan banyak korban pesawat jatuh dan menabrak tebing gunung. Lalu, mengapa untuk sebuah penerbangan bertemakan ‘Joy Flight’ dari sebuah pesawat komersial sipil yang sedang membawa puluhan penumpang sipil itu koq diberikan rute yang rawan dan berbahaya ?.
Hal lainnya, terkait dengan kemungkinan terjadinyanya ‘mis-komunikasi’ dan ‘mis-interprestasi’ memang sangat dimungkinkan.
Chappy Hakim, mantan KASAU, di Surat Kabar Harian Kompas pada bulan Nopember tahun 2011 pernah menulis dengan judul “Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta“ yang mengungkap bahwa sudah sejak 16 April 2007 peringkat penerbangan Indonesia masuk dalam kategori dua, yang artinya, jika mengacu pada standar regulasi ICAO (International Civil Aviation Organization) maka penerbangan Indonesia tidak memenuhi syarat keselamatan terbang internasional.
Didalam tulisannya itu disampaikan bahwa peralatan vital pengatur lalu lintas udara -yang berwujud unit pelayanan sistem otomatis lalu lintas udara- di Jakarta umurnya sudah tua.
Situasi itu, tulisnya, juga diperburuk lagi dengan SDM di jajaran ATS sekarang ini sudah bekerja dengan kapasitas yang hampir 200 persen dari kesiapan yang dimiliki, serta fasilitas pendidikan SDM ATS yang sangat terbatas.
Hal itu jika tak segera dibenahi, bisa berpotensi membuka peluang terjadi tabrakan di udara.
Ternyata tak berapa lama, tak lebih dari setahun sejak peringatannya soal itu, terjadi malapetaka ‘joyflight’ Sukhoi Super Jet 100 yang berakhir tidak ‘joy”, namun tragedi yang menewaskan seluruh penumpang dan krunya, lebih dari 40 orang warganegara Indonesia dan 8 orang warganegara Rusia.
Chappy Hakim, terkait dengan tragedi itu sempat mempertanyakan keputusan petugas ATC (Air Traffic Controller) Soekarno Hatta Cengkareng yang mengizinkan Sukhoi Superjet 100 terbang rendah hingga 6.000 kaki dari sebelumnya 10.000 kaki, padahal ada obstacle gunung Salak setinggi 7.152 feet.
Berkait dengan itu, ada beberapa kalangan yang kemudian berspekulasi bahwa jangan-jangan Tragedi Sukhoi di Gunung Salak ini menyerupai dengan Tragedi Garuda di Sibolangit.
Sebagaimana diketahui, kesimpulan ‘resmi’ yang dirilis sebagai penyebab dari Tragedi pesawat Garuda di Sibolangit itu adalah adanya Mis-Komunikasi antara Pilot dengan Petugas ATC.
ATC : GIA 152, turn right heading 046 report established localizer
GIA 152 : Turn right heading 040 GIA 152 check established.
ATC : Turning right sir.
GIA 152 : Roger 152.
ATC : 152 Confirm you’re making turning left now?
GIA 152 : We are turning right now.
ATC : 152 OK you continue turning left now.
GIA 152 : A (pause) confirm turning left? We are starting turning right now.
ATC : OK (pause) OK.
ATC : GIA 152 continue turn right heading 015.
GIA 152 : (scream) Allahu Akbar ! (Translation: God is great!)
Dan pesawat pun menghantam tebing, dimana ratusan nyawa penumpangnya terenggut sebagai korbannya.
Jadi ?, menurut pendapat anda, dalam hal ini, siapa yang kemungkinan bersalah dan berandil besar dalam tewasnya 40-an nyawa manusia itu ?, Pilot Sukhoi Rusia kah ?, atau, Petugas ATC Indonesia kah ?.
Catatan Kaki :
Motif Persaingan Bisnis dibalik Tragedi Sukhoi
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=8250&type=4
Keteledoran Tak Sengaja atau Kesengajaan Sabotase ?
http://www.theglobal-review.com/content_detail.php?lang=id&id=8275&type=2
Republik Simpang Siur
http://hankam.kompasiana.com/2012/05/11/kenapa-simpang-siur-dan-pertentangan-pernyataan-acapkali-terjadi-pada-peristiwa-kecelakaan-pesawat/
Bom Waktu di Atas Bandara Soekarno-Hatta
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/19/12533498/Bom.Waktu.di.Atas.Bandara.Soekarno-Hatta
Perlu Dipertanyakan soal Izin Terbang 6.000 Kaki
http://www.tribunnews.com/2012/05/10/chappy-hakim-pertanyakan-izin-terbang-6.000-kaki
Catatan Kontak antara Pilot dengan Menara Kontrol ATC
http://cahayareformasi.com/2012/05/12/pilot-sukhoi-ternyata-tiga-kali-kontak-menara/
|
|
Laporan Wartawan Tribun Jakarta, Ferro Maulana
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf berharap agar para jenazah korban meninggal Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak dapat dimakamkan secara layak seperti jenazah yang meninggal secara normal.
” Pasti sangat berduka sekali yahh apalagi terjadinya di Bogor Jawa Barat namun kita berharap semua korban dapat dimakamkan secara layak apapun yah. Karena enggak punya data berapa sih, Bagi keluarga korban kami ucapkan belasungkawa sebesar-besarnya,” katanya di Lobby Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No. 73 Jakarta Pusat, Senin (14/5/2012).
Dede Yusuf berharap jangan ada tragedi jatuhnya Sukhoi untuk kedua kalinya, jangan sampai kembali timbulnya korban jiwa kecelakaan pesawat. Dede juga mengimbau agar maskapai penerbangan tidak melewati 3 pegunungan yaitu Salak-Halimun-Pangrango yang menurutnya jalur berbahaya untuk melintasnya pesawat terbang karena membentuk medan magnet yang dapat merusak komunikasi pesawat.
” Tetapi perlu tekankan untuk semua penerbangan memang wilayah itu kalau perlu jangan dilewatin. Banyak pesawat yang jatuh disana. Kami secara ilmiah sih belum tapi ada gunung Halimun yang paling gede, Salak dan Pangrango. Penerbangan ini membuat sebuah rules menghindari daerah itulah kira-kira . Ini saja Sukhoi yang super canggih seperti itu,” terang Dede.
Tidak hanya penerbangan bahkan orang yang naik gunungpun juga sering tersesat jika melewati area tersebut.
“Yang mana para orang-orang yang mau naik gunung pun banyak yang hilang disana, GPSnya atau apa. Saya lihat kemarin wartawan juga ada yang ikut juga gitukan,” katanya.
Pemda Jabar menurut Dede sudah cepat dan tanggap darurat menangani kecelakaan pesawat Sukhoi. ” Sekarang Tim kita udah ada disana, baik Gegana kita, Pak Gubernur juga sudah menyiapkan dukungan yah baik itu materiil atau dukungan prasarana untuk ada disana, semua tim juga ada disana,” katanya.
*Silakan klik di Sini untuk update berita: Pesawat Sukhoi Jatuh
TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah pendaki dan tim SAR yang ikut dalam pencarian Pesawat Sukhoi di Gunung Salak mempunyai pengalaman cerita magis. Mulai dari melanggar larangan memetik bunga hingga mimpi bersenggama dengan perempuan cantik.
Seorang yang tergabung dalam sebuah regu pada tim yang pertama kali diterjunkan ke Gunung Salak menceritakan pengalamannya saat berada pada ketinggian 1.700 kaki, pos terakhir tak jauh dari titik kordinat pesawat jatuh, Sabtu dinihari, 12 Mei. Ia dan sekitar sembilan anggota regu lainnya bermimpi aneh saat sedang tertidur.
“Kami mimpi basah secara bersamaan,” kata dia.
Anehnya, dia melanjutkan, mimpi seluruh anggota regu cukup identik. Awalnya mereka bermimpi disambut seorang wanita cantik pada sebuah rumah di puncak gunung tersebut. “Perempuan itu menyuguhi kami air minum,” kata dia bercerita.
Tak lama berselang, mereka langsung diminta untuk istirahat. Tetapi di dalam rumah, ternyata ada banyak perempuan yang tak kalah cantiknya dengan yang menyambutnya tadi. Setelah itu, para perempuan itu mencumbu mereka selayaknya suami istri.
Namun ia mengaku tak heran dengan peristiwa tersebut karena Gunung Salak terkenal dengan kisah magisnya. “Yah, kami memaklumi saja.”
Cerita lain dari seorang pendaki yang pernah menjelajahi Gunung Salak. Kini ia bergabung dengan tim SAR sebagai sukarelawan pencari korban Sukhoi. Menjelang pendakian, ia banyak berkonsultasi dengan masyarakat yang berada di sekitar gunung tersebut. “Banyak pantangannya,” ujarnya.
Ia mengaku pernah menghiraukan pantangan penduduk untuk tidak mengambil bunga anggrek saat mendaki beberapa bulan lalu ke Gunung Salak. Maklum, kata dia, di sana banyak anggrek berbagai jenis yang cukup indah.
Tapi apa yang terjadi. Timnya tersesat saat ingin pulang. Sepanjang hari mereka hanya berputar di puncak Salak secara berulang sampai malam hari.
Anggrek itu pun di simpan di salah satu tempat, timnya kemudian shalat Isya. Setelah salat timnya kembali melanjutkan perjalanan pulang. “Ternyata jalan pulang hanya ditutupi ranting padahal kami sudah beberapa kali lewat di depan ranting itu,” ujarnya seraya menggeleng kepala.
Ia juga mengaku bertemu seorang nenek-nenek berusia sekitar 80 tahun di puncak gunung tersebut. Perempuan tua yang sudah bungkuk itu berjalan sendirian di sebuah padang dengan hanya memakai pakaian tipis.
“Kami tanya mau ke mana Nek, dia bilang hanya jalan-jalan,” kata dia menirukan pernyataan nenek tersebut.
Saat ditanyai di mana tempat tinggalnya, wanita tua itu hanya menjawab,”Di sini Nak.” Nenek itu menolak di antar ke kaki gunung. Pendaki ini melanjutkan, perempuan tua itu lalu bilang, “Saya senang di sini karena ramai bila malam, mereka sering kasih saya makan,” tanpa menyebutkan siapa mereka yang dimaksud.
Yang mengherankan lagi, kata pendaki itu, si Nenek berbahasa Jawa kental, padahal mayoritas masyarakat di kaki gunung berbahasa Sunda. “Kami pun meninggalkan nenek itu sendirian,” ujarnya.
TRI SUHARMAN
Berita Pilihan:
ATC Membantah Terbang di Indonesia Seperti Neraka
Petugas memeriksa pesawat Sukhoi di bandara Halim sebelum lepas landas meninggalkan bandara Halim Perdanakusumah. sergeydolya.livejournal.com
TEMPO.CO, Jakarta – Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Rabu 9 Mei 2012 pekan lalu, diduga berbeda dengan yang sebelumnya telah didaftarkan untuk demonstrasi terbang di Indonesia. Izin yang diberikan Kementerian Perhubungan adalah untuk Sukhoi yang melakukan demonstrasi terbang di Kazakhstan dan Pakistan bernomor 97005, sedangkan pesawat yang jatuh di Indonesia bernomor 97004.
Seperti disampaikan kantor berita AFP, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak tidak dipersiapkan untuk tur ke Jakarta. Pesawat naas itu adalah pengganti Sukhoi Superjet yang langsung dipulangkan ke Moskow, setelah menyelesaikan tur penerbangan promosi di Kazakhstan.
“Pesawat yang jatuh itu tidak sama dengan yang digunakan dalam penerbangan promosi pertama di Kazakhstan,” kata juru bicara Sukhoi Civil Aircraft, Olga Kayukova, seperti dikutip AFP Senin 14 Mei 2012 kemarin.
Sebelumnya, surat kabar Rusia, Moskovskiy Komsomolets and Kommersant, juga melaporkan bahwa Sukhoi mengganti pesawat di tengah-tengah muhibah. Mengutip Kayukova, koran itu menyebut bahwa model pertama bernomor registrasi 97005, “Akan menjalani serangkai tes.”
Tapi Kayukova tidak memberikan perincian pemulangan tersebut. Namun Kayukova memastikan model kedua dengan nomor registrasi 97004 itu, “Dalam kondisi teknik yang sempurna sebelum penerbangan.”
Konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, mengaku tidak mengetahui soal penggantian pesawat Sukhoi itu. “Saya tidak tahu informasi itu,” katanya saat dihubungi Tempo tadi malam. “Seingat saya, nomor belakang pesawat yang diregistrasi adalah 05,” ujarnya.
Superjet 100 berseri 97005 memiliki rekam jejak yang panjang. Di antaranya pernah mendarat di Bandara Farnborough, Inggris, pada 19 Juli 2010, dipamerkan di Paris Air Show di Le Bourget pada Juni 2011, dan mendarat di atas landasan bersalju di Zhukovsky, Moskow, pada 27 Februari lalu. Di situs Sukhoi Civil Aircraft, pesawat model 97004 yang jatuh di Gunung Salak diberi keterangan written-off, sedangkan model 97005 dengan keterangan active. Model 97004 ini berumur lebih tua, karena dikirim pada 25 Juli 2009, sedangkan 97005 dikirim pada 4 Februari 2010.
DODY | WAYAN AGUS PURNOMO
Berita Terkait:
Ternyata, Ini Sebab ELT Sukhoi Tak Terdeteksi
ELT Sukhoi Ditemukan Jauh dari Bangkai Pesawat
Korban Sukhoi Hanya Bisa Diidentifikasi Lewat DNA
Analis: Jika Pilot yang Salah, Rusia ‘Selamat’
Sukhoi Menabrak Setelah Menembus Kumulonimbus
Polisi: YS, Penyebar Foto Hoax Korban Sukhoi
TEMPO.CO , Jakarta:Bagi Tengku Burhanuddin, terbang dengan pesawat biasa saja. Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) ini sudah kerap terbang sehingga paham kondisi pesawat baik atau tidak. “Penerbangan (Sukhoi) kemarin itu bagus-bagus saja, enak,” kata Burhanuddin, penumpang Sukhoi Superjet 100 pada penerbangan gembira pertama Rabu, 9 Mei 2012.
Burhanuddin mengatakan para penumpang diberikan nomor tempat duduk dan dipersilakan naik pesawat. Namun karena pesawat tidak penuh, ada peserta terbang gembira yang menentukan tempat duduknya sendiri, tak mengikuti nomor kursi. Burhanuddin memperkirakan ada sekitar 50 orang dalam penerbangan pertama itu.
Para awak kabin kemudian memberikan petunjuk penggunaan alat keamanan seperti sabuk pengaman. Tak ada instruksi atau pertanyaan khusus dari para awak pesawat. “Setelah itu kami terbang, pesawat climbing ke atas agak cepat tetapi bagus,” kata Burhanuddin ketika dihubungi Tempo, Selasa, 15 Mei 2012.
Dalam penerbangan itu seingat Burhanuddin sempat ada awan tebal dan pesawat masuk melewati awan tersebut. Ketika itu terasa sedikit ada guncangan, namun masih normal. “Agak gedek-gedek tetapi ya biasa saja. Kalau ada orang tidak biasa naik pesawat mungkin sudah pikirannya macam-macam,” kata Burhanuddin.
Setelah melalui awan, ketinggian pesawat sempat dinaikkan, setelah itu pesawat turun lagi dan mendarat. Burhanuddin yang duduk di sisi dekat jendela mengaku tak terlalu hapal rute penerbangan karena banyak awan. Namun dia mengatakan ketika terbang agak rendah, pemandangan yang terlihat adalah perkotaan.
BERNADETTE CHRISTINA
Berita Terkait
Sudah 27 Kantong Korban Sukhoi Dikirim ke Halim
Rusia Pernah Alami Musibah Serupa Sukhoi
Juni, ATC Bakal Pisah dengan Bandara
JAKARTA–MICOM: Lamanya waktu penemuan lokasi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 ternyata dipengaruhi frekuensi pemancar sinyal lokasi atau emergency locator transmitter (ELT) di pesawat berbeda dengan frekuensi penerima (receiver) yang dimiliki Basarnas.
Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Daryatmo, ELT Sukhoi menggunakan frekuensi lama sehingga sinyalnya mengalami gangguan saat diterima satelit. SSJ 100, kata Daryatmo, menggunakan frekuensi 121.5, 203 MHz. Sedangkan, gelombang receiver atau penerima berada di frekuensi 121.5, 406 MHz.
“ELT frekuensi 121.5 dan 203 (MHz) tidak memancarkan sinyal,” kata Daryatmo, saat jumpa pers di bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (14/5).
Namun, ia tidak mengetahui dengan pasti bagaimana kondisi ELT tersebut. Apakah ELT memang mengalami kerusakan atau tidak.
Pada saat itu, Basarnas tidak dapat langsung menangkap sinyal yang semestinya dikeluarkan alat tersebut seperti biasanya, pada saat terjadi kondisi luar biasa seperti jatuh atau tabrakan. Basarnas sendiri sempat mempertanyakan sinyal ELT yang tidak terdeteksi itu.
Sebelumnya, juru bicara Basarnas Gagah Prakoso mengungkapkan seharusnya setiap pesawat komersial seperti Sukhoi memancarkan ELT jika terjadi kecelakaan.
“Sukhoi tidak memancarkan sinyal, mengapa di era teknologi serbacepat dan canggih seperti ini?” ungkap Gagah di Bandara Halim Perdanakusuma, Kamis (9/5) lalu.
Bahkan, Gagah sempat mengungkapkan dua satelit di Singapura dan Australia sebagai back up untuk mendeteksi sinyal pesawat jatuh tidak berhasil mendeteksi sinyal SSJ 100 tersebut.
Sementara itu Ketua Sub-Komite Penelitian Kecelakaan Transportasi Udara KNKT, Masruri, mengatakan pihaknya belum mau memastikan perbedaan frekuensi sinyal tersebut. Pasalnya, KNKT belum memeriksa secara langsung. “ELT yang ditanyakan itu saya belum lihat, jadi saya belum bisa komentar,” kata Masruri, saat ditemui. (OX/OL-10)
Pola pikir positif selama ini diketahui bisa memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Studi terbaru menemukan pola pikir positif …

Di beberapa negara, jenis makanan tertentu dikonsumsi bukan hanya untuk mendapatkan manfaat dari gizinya saja, tetapi karena …

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kombinasi latihan ringan dengan aktivitas yang menstimulasi mental seperti penggunaan …

Semakin banyak waktu yang dihabiskan, tingkat stres yang dirasakan umumnya semakin besar. Berikut adalah tips untuk meredakan …

Berbicara saat tidur atau biasa dikenal dengan istilah ngelindur atau mengigau bisa dialami oleh siapa saja. Ini faktor-faktor …

Mata adalah jendela dunia sehingga kita harus melindungi dan merawatnya dengan sebaik mungkin. Berikut ini ada 9 hal yang harus …
REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI
TENTANG PRODUK PERLEBAHAN
AL-QUR’AN
Q.S An-Nahl ayat 68-69
(68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”
(69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.
TRI PITAKA
Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.
VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10
Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU
Dalam Artharvaveda XII.3.44
MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)
Dalam Artharvaveda II.3.1
Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.
ALKITAB
Dalam Amsal 16 : 24
Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.
Dalam Amsal 24 : 13
Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.
AYURVEDA
Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.
Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.
Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.
http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528
Meniru Lebah
| Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi |
| 22-01-2012, |
| Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”. |
Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.
Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan. Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.
Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.
Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.
Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.
Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.
Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak membuat onar dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.
Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.
Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.
Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.
Rabu, 02 Mei 2012 01:58

Alpukat
PESATNEWS – Buah alpukat ternyata memiliki kandungan minyak yang terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker. Ternyata, kandungan minyak dalam alpukat, begitu bermanfaat bagi tubuh manusia selain mampu menekan kadar kolesterol dalam darah dan beberapa lemak yang berkaitan dengan diabetes.
Para ilmuwan di Meksiko menemukan, buah alpukat berpotensi menjadi senjata alami melawan proses penuaan dan penyakit kronis.� Minyak yang terkandung dalam buah ini terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker.
Dalam temuannya peneliti menyebutkan, yang menjadikan alpukat spesial adalah kandungan minyaknya yang secara spesifik mampu menembus ke dalam mitokondria, bagian penting dari sel tubuh yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Banyak zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran lain seperti� wortel atau tomat yang juga mampu menghadang radikal bebas � tetapi tidak mampu menembus ke dalam� mitokondria.
�
Masalahnya adalah antioksidan dalam bahan lain tidak tembus ke dalam mitokondria. Akibatnya, radikal bebas terus dapat merusak mitokondria, menyebabkan produksi energi terhenti dan sel pun sekarat hingga mati. Analoginya bahwa selama minyak tumpah (di laut), jika kita hanya membersihkan tumpahan minyak ketimbang memperbaiki perforasi, maka minyak akan terus tumpah, dan ikan pun akan mati,” kata peneliti dari University Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko, Christian Cortes-Rojo, yang memaparkan temuannya dalam konferensi tahunan American Society for Biochemistry and Molecular Biology
�
Radikal bebas yang labil merupakan produk limbah alami dari proses metabolisme yang jumlahnya dapat meningkat tajam dalam tubuh akibat beragam faktor seperti polusi udara, rokok dan radiasi. Radikal bebas ini dapat membuat petaka dalam tubuh dengan cara memicu reaksi berantai yang menghancurkan membran sel , protein dan bahkan DNA. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu utama proses penuaan dan diyakini berperan besar dalam merusak pembuluh arteri dan kanker.
Para ahli juga menemukan, bahwa minyak alpukat ternyata dapat membuat sel ragi bertahan hidup dari paparan konsentrasi tinggi zat besi yang merupakan elemen yang dapat memproduksi radikal bebas dalam jumlah tinggi.
“Kami perlu meneliti lebih lanjut apakah yang kami temukan pada ragi� juga dapat terjadi pada organisme tingkat tinggi seperti manusia,” kata Cortes-Rojo .
Minyak alpukat memiliki komposisi yang sama dengan olive oli atau minyak zaitun.� Konsumsi minyak ini sebelumnya juga dikaitkan dengan rendahnya kasus penyakit kronis pada beberapa negara Mediterrania dan Mr Cortes-Rojo menegaskan temuan ini bisa menggiring alpukat sebagai �the olive oil of the Americas�.[zkr/hel]
Minggu, 06 Mei 2012 12:33

Pelajar Sedang Melihat Tanaman Sansevieria di Mapolda Metro Jaya
JAKARTA, PESATNEWS – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kepolisian Daerah Metro Jaya bersama Himpunan Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (Hiciban) dan Permata Resources, melakukan aksi perduli lingkungan serta alam raya dengan membudidayakan tanaman “Sansevieria” atau lebih dikenal dengan sebutan tanaman “Lidah Mertua”. Tanaman Sansevieria ini ternyata memiliki manfaat yang sangat vital untuk mengobati penyakit, di antaranya penyakit yang mematikan yaitu kanker ganas.
Penanaman dan penyebaran tanaman hias tersebut langsung dipimpipin Direktur Binmas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yosy Haryoso, Ketua Himpunan Insan Cinta Bunga Nusantara (Hiciban) Irjen Purnawiran Putra Astaman, Dirjen Pendidikan Menengah Kementrian Pendidikan Kebudayaan, Hamid.
Ribuan tanaman tersebut dibagikan kepada pelajar SMA 38, 8, 74, 82, 28,63 dan 29 untuk dibawa dan ditanam oleh mereka di wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya Ketua Hiciban, Putra Astaman mengatakan, peringatan Hari Bumi tersebut bersamaan dengan 175 negara untuk menanam tanaman tersebut. Pasalnya, tanaman tersebut merupakan tanaman anti polutan/polusi yang memilik keistimewaan menyerap bahan racun seperti karbondioksida, benzene, formaldehyde dan nikotin.
Disamping itu juga, ungkap, Astaman, fungsi tanaman tersebut dapat mengobati berbagai penyakit seperti kanker, diabetes, wasir. “Untuk itulah Sunsevieria dibagikan untuk ditanaman disekitar lingkungan,” imbuhnya.
Dia mengatakan bumi kita tidak akan bertambah besar, tapi penduduk bumi kian bertambah banyak, oleh karena itu diperlukan penataan agar tidak menjadi rusak.
“Dunia menyadari bumi harus diselamatkan dengan penghijauan atau go green atau dengan mencintai bunga, dengan bunga terpancar indah dan damai,” imbuhnya.[zik/abd]
Hipertensi / tekanan darah tinggi sering didefenisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistole (lebih 140 mmHg) dan atau peningkatan tekanan darah diastole (lebih 90 mmHg).
Hipertensi / tekanan darah tinggi merupakan faktor utama terjadinya penyakit jantung. 90 % hipertensi / tekanan darah tinggi tidak diketahui sebabnya (hipertensi primer) sedangkan sisanya, 10 % (hipertensi sekunder) disebabkan karena penyakit (ginjal, dislipid, dll.)
Penyebab hipertensi / tekanan darah tinggi :
1. Genetik / keturunan disertai paling sedikit 3 faktor lingkungan, yaitu
stress, obesitas / kegemukan, dan konsumsi garam.
2. Kurang gizi
3. Konsumsi alkohol
4. Umur dan jenis kelamin
5. Kurang aktivitas
6. dll.
Pada hipertensi / tekanan darah tinggi yang disertai dengan kegemukan, diet dimaksudkan untuk menurunkan berat badan sampai mencapai normal / berat badan ideal (BBI).
Pengaturan konsumsi natrium (Na). Makanan sumber natrium (Na) antara lain garam, baking powder, makanan dengan bahan pengawet, produk hewani (daging, telur, susu, dll.). Pada hipertensi tingkat berat, garam tidak digunakan.
Hindari alkohol dan merokok. Semua bentuk hipertensi / tekanan darah tinggi menyebabkan kelainan ginjal dan kelainan itu akan memperberat hipertensi.

dengerkan di : http://www.youtube.com/watch?v=7Bxdb7pfxM0
Recent Comments