Posts Tagged ‘Stock Exchange

09
Jun
14

Bursa Saham : Unilever Saham Blue Chip

Saham Blue Chip Ini Dapat Mengubah 1 Juta Rupiah Menjadi 1,52 Milliar Rupiah

Kinerja saham yang akan kita bahas kali ini merupakan saham bluechip kesukaan banyak pelaku saham. Saham tersebut adalah saham perusahaan unilever Indonesia Tbk (UNVR). Saham ini menjadi favorit banyak pelaku karena saham ini telah memberikan return yang besar dan konsisten, dengan pertumbuhan laba setiap tahunnya.

Mari kita mulai dari perjalanan sejarah perseroan mulai dari lahir sampai menjadi besar saat ini. PT Unilever Indonesia Tbk bukanlah merupakan nama saat pendirian perusahaan. Melainkan berasal dari nama Lever’s Zeepfabrieken N.V yang bediri pada tanggal 5 Desember 1933, sudah cukup lama, kemudian pada tanggal 22 Juli 1980 perusahaan berganti nama menjadi PT Unilever Indonesia, dan menjadi PT Unilever Indonesia Tbk pada tanggal 30 Juni 1997.

saham Saham Blue Chip Ini Dapat Mengubah 1 Juta Rupiah Menjadi 1,52 Milliar Rupiah studentpreneur entrepreneur startupSaham Blue Chip Ini Dapat Mengubah 1 Juta Rupiah Menjadi 1,52 Milliar Rupiah [Studentpreneur]

Kegiatan usaha perseroan meliputi bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi, sabun ,deterjen, margarin, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok teh dan minuman dengan sari buah dan lain sebagainya.

PT Unilever Indonesia Tbk mencatatkan sahamnya di bursa efek pada tanggal 11 Januari 1982 dengan kode perdagangan UNVR.  Harga IPO atau penawaran umum pada saat itu sebesar Rp 3.175/ lembar saham dengan jumlah saham yang dikeluarkan sebanyak 9.200.000 lembar saham atau 15% dari jumlah saham perseroan, sehingga hasil perolehan IPO mencapai Rp29.210.000.000,00

Dan harga selembar saham UNVR pada saat ini sebesar Rp30.400/ lembar saham (update harga 6 juni 2014 ) dengan jumlah saham beredar menjadi 7.600.300.000, singkat cerita harga dasar UNVR menjadi Rp20/lembar saham semenjak IPO, berarti imbas hasil yang diberikan oleh emiten ini sebesar 152.000 % atau 1520 kali lipat selama 31 tahun.

Bila kita menginvestasikan uang sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah) pada 11 januari 1982, maka pada saat ini 6 juni 2014, 31 tahun kemudian uang anda akan menjadi 1.520.000.000 ( satu milyar dua puluh juta rupiah). Jumlah tersebut sangat besar, mengingat kita tidak bekerja, dan uang yang bekerja untuk kita.

So kita lihat ke depan lagi, apakah harga saham ini tetap melambung atau tidak, mengingat harga tetinggi saham ini tahun lalu sebesar Rp 37.350 /lembar saham, dengan ROA (return off asset) sebesar 40.1% dan ROE( return of equity) sebesar 125,8%, meskipun harga saham ini tinggi, tapi saham ini merupakan favorit banyak pelaku saham.

Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: World Development]

 

Artikel Bisnis Terpopuler Hari Ini:

Perusahaan India Ini Mungkin Bisa Mengalahkan Starbucks

Peluang Bisnis Franchise yang Menjanjikan

Kisah Pendiri Aqua yang Penuh Perjuangan

 

Santoso Susanto SE, RFP

Entrepreneur, Financial Consultan, dan CEO PT PROSOL, bergerak di bidang Venture Capital

 

Advertisements
03
Oct
12

Investasi : Saham-saham Terafiliasi Bakrie Ambruk

INVESTASI

Saham Bakrie dulu jadi jawara, sekarang sengsara

Oleh Harris Hadinata, Dessy Rosalina – Rabu, 03 Oktober 2012 | 12:39 WIB
Saham Bakrie dulu jadi jawara, sekarang sengsara

Pergerakan harga saham emiten-emiten yang terafiliasi grup Bakrie kini semakin sulit ditebak. Alih-alih mendapat untung, akrobat saham-saham ini malah sering membuat investor rugi. Lantas, masih menarikkah investasi di saham-saham tadi?

Pekan lalu, saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie kembali mengguncang bursa saham. Pada pembukaan perdagangan Senin lalu (24/9), hampir semua harga saham yang terafiliasi Bakrie ambruk.

Tengok saja saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Hari itu, harga BUMI amblas sekitar 19,05% ke level Rp 680 per saham. Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) juga anjlok hingga 16,85% hingga mencapai Rp 74 per saham.

Saham lain yang terafiliasi kelompok Bakrie, yakni saham PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), juga merosot sekitar 8,97% jadi Rp 520 per saham. Dari 11 saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie, hanya saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang tidak bergerak. Maklum, kedua saham terakhir sudah mentok di level
Rp 50 per saham.

Runtuhnya harga saham-saham terafiliasi grup Bakrie ini bahkan menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saat itu, IHSG merosot 1,03% ke level 4.244,62. “Pasar juga dipengaruhi oleh tekanan jual pada saham-saham Grup Bakrie,” sebut Purwoko Sartono, analis Panin Sekuritas.

Asal tahu saja, pada hari itu, ada enam saham terafiliasi Bakrie yang menjadi penggerus indeks. Selain BUMI, BTEL, dan BORN, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) juga ikut menggerus indeks saham.

Ini adalah kesekian kalinya harga saham-saham yang terafiliasi konglomerasi Bakrie mengguncang pasar saham Indonesia. Sebelum ini, saham-saham yang terkait Bakrie juga sempat anjlok terkena sentimen negatif utang yang menggunung, ditambah ancaman default, serta kasus penghentian sementara perdagangan saham BTEL beberapa waktu lalu.

Kali ini, sentimen negatif yang mendera saham kelompok usaha Bakrie berasal dari Inggris. Bukan soal krisis. Sentimen negatif justru datang dari salah satu kongsi usaha milik Grup Bakrie sendiri, yakni Bumi Plc yang berdomisili di Inggris.
Senin lalu (24/9), manajemen perusahaan milik grup Bakrie yang tercatat di London Stock Exchange ini mengirim surat kepada otoritas bursa di London. Isinya adalah pemberitahuan bahwa manajemen Bumi Plc akan membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kemungkinan penyelewengan keuangan yang terjadi di anak usaha Bumi Plc, yakni PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk.

Pasar langsung bereaksi negatif menyikapi langkah manajemen Bumi Plc ini. Harga saham Bumi Plc di bursa saham London saat itu juga ikut terjun bebas. Saham perusahaan patungan antara Grup Bakrie, Samin Tan, dan Nathaniel Rothschild ini anjlok 24,66% dalam sehari.

Untunglah, tekanan negatif saham-saham yang terafiliasi keluarga Bakrie ini tidak berlangsung lama. Esoknya, IHSG sudah kembali menguat.

Kapitalisasi pasar turun

Pergerakan saham-saham yang terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie saat ini memang lebih sering membuat investor jantungan. Padahal, sekitar lima tahun yang lalu, saham-saham tujuh samurai, istilah beken untuk tujuh saham Grup Bakrie yang sudah masuk bursa saat itu, termasuk saham yang paling digandrungi oleh para investor.

Di 2007 silam, saat busa saham Jakarta pertama kalinya mencetak nilai transaksi hingga menyentuh Rp 11 triliun, perdagangan saat itu antara lain didorong oleh dua saham emiten kelompok Bakrie, yakni saham BNBR dan ELTY. Analis pun kala itu tidak ragu memberi rekomendasi beli untuk saham-saham tersebut.

Bahkan, saham-saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat menguasai indeks saham Indonesia. Asal tahu saja, di 2008 silam, kapitalisasi pasar saham emiten yang terafiliasi Bakrie sempat mencapai 30%–40% dari total kapitalisasi pasar saham Indonesia. Beberapa saham grup Bakrie juga sempat masuk dalam daftar 25 saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa saham Indonesia.

Maklumlah, secara fundamental, sebenarnya, kondisi emiten yang terafiliasi kelompok usaha Bakrie ini tidak buruk-buruk amat. Bumi Resources merupakan perusahaan batubara dengan produksi dan tambang terbesar. Jangan lupa, Bumi masih menguasai Kaltim Prima Coal dan Arutmin Indonesia, tambang batubara terbesar di Indonesia.

Bisnis Bakrieland Development juga cukup oke. Perusahaan properti ini punya proyek properti mentereng, seperti superblok Epicentrum di Kuningan. “Beberapa proyek residensial dan pengembangan superblok Epicentrum memiliki potensi pasar yang bagus,” sebut Norico Gaman, Kepala Riset BNI Securities.

Tapi, kini, keadaan tadi berbalik 180 derajat. Total kapitalisasi pasar 11 saham emiten yang terafiliasi Bakrie kini hanya tersisa sekitar Rp 66,88 triliun, atau sekitar 1,74% dari total kapitalisasi pasar saham. Analis pun kini kebanyakan memilih menyarankan investor menghindari saham-saham yang terafiliasi Bakrie.

Maklumlah, alih-alih menggemukkan pundi laba investor, saat ini, rata-rata saham emiten yang terafiliasi Bakrie justru menggerus kantong investor.

Pasalnya, banyak sentimen negatif yang membayangi saham-saham tersebut. Ambil contoh saham Bakrie & Brothers. Menurut data Bloomberg, sepanjang tahun ini, rugi investasi bila Anda menempatkan dana di saham BNBR mencapai sekitar 1,96%.
Sementara, bila Anda sudah menempatkan dana di saham BNBR selama lima tahun terakhir, kerugian investasi Anda mencapai 38,92% per tahun. Ini dengan asumsi bila perusahaan membagi dividen, dividen tersebut kembali diinvestasikan.

Ini belum apa-apa. Bandingkan dengan kinerja PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG). Bila Anda berinvestasi di saham ini, sepanjang tahun ini, Anda sudah merugi 49,44%.

Rugi investasi pada saham Bumi Resources lebih dahsyat lagi. Sepanjang tahun 2012 ini saja, investasi di saham BUMI sudah merosot 66,02%. Sementara bila dihitung sejak lima tahun lalu, kerugian investasi mencapai 26,18% per tahun (lihat tabel di halaman 8).

Faktor negatif utama yang patut diwaspadai dari saham-saham emiten yang terafiliasi Bakrie ini adalah faktor utang perseroan ini. Analis AM Capital Janson Nasrial menuturkan, rata-rata tingkat utang terhadap earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) emiten yang terafiliasi grup Bakrie mencapai 5 kali hingga 7 kali. Artinya, rata-rata emiten yang terafiliasi grup Bakrie membutuhkan waktu antara 5 tahun hingga 7 tahun untuk melunasi seluruh kewajiban utangnya. “Saat ini rasio debt over EBITDA IHSG hanya 0,09 kali. Jadi emiten Bakrie sangat buruk,” tandas Janson.

Para analis menilai, kondisi tersebut merupakan dampak buruknya pengelolaan perusahaan di kelompok usaha Bakrie. “Pemicu utama penurunan harga saham Bakrie karena gaya kelola perusahaan yang buruk. Banyak sekali informasi yang seharusnya diketahui publik tapi tidak dibuka secara transparan, khususnya soal tata kelola utang,” sebut Norico.

Padahal, selama ini, emiten-emiten itu giat menggelar ekspansi dengan mengandalkan skema utang. Di sisi lain, pengelolaan manajemen BUMI dan kawan-kawan dalam hal pemenuhan kewajiban utang juga buruk. “Jika sudah mendekati jatuh tanggal jatuh tempo utang, investor seharusnya mengetahui langkah apa yang akan ditempuh perusahaan,” imbuh Norico.

Tidak terbukanya Grup Bakrie dalam pengelolaan utang ini membuat investor gamang. Apalagi, investor sendiri memandang gunungan utang sebagai hal yang merugikan bisnis perusahaan di masa mendatang. “Kalau sudah begini, yang dirugikan investor publik, karena ekspektasi mendapat dividen menipis,” sebut Norico lagi.

Emiten-emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha Bakrie memang terbilang pelit dividen. Menurut data Bloomberg, hanya tiga emiten dari kelompok usaha Bakrie yang masih memberikan dividen dari laba tahun lalu. Berau Coal masih memberikan imbal hasil atau yield dividen yang lumayan besar, yakni 4,2%. Setelah itu, Bakrie Sumatra Plantation memberikan dividen dengan yield 3,28%. Terakhir, Bumi Resources masih memberi dividen dengan yield 1,96%.
Masih ada yang oke
Memang, meski banyak sentimen negatif yang membayangi saham-saham yang terafiliasi dengan Bakrie, bukan berarti pelaku pasar tidak bisa mencopet laba dari saham-saham tersebut. Pelaku pasar bisa mencoba mencuil cuan dari saham-saham yang terafiliasi grup Bakrie dengan cara trading.
Cuma, kalau Anda berniat melakukan ini, Anda harus siap menanggung rugi. Maklumlah, analis memandang risiko menempatkan duit di saham-saham tersebut sangat tinggi. “Sentimen negatif dari luar perusahaan sangat banyak, jadi emiten grup Bakrie ini sulit dianalisa secara fundamental, juga secara teknikal,” tutur Viviet S. Putri, analis BNI Securities.

Karena itulah, kebanyakan analis memilih merekomendasikan investor untuk menjauhi saham-saham yang terafiliasi dengan Bakrie untuk saat ini. Janson, misalnya, menyarankan investor mengurangi portofolio yang berbau grup Bakrie. “Cut loss atau sell di harga berapa pun,” tandas dia.

Meski begitu, para analis tidak menutup mata, secara fundamental, ada beberapa saham yang terafiliasi Bakrie yang masih menarik di masa mendatang. Para analis khususnya menyoroti saham-saham yang berbasis komoditas.
Janson menilai, saham BORN masih punya prospek. Alasannya, pemegang saham mayoritas di Borneo adalah Samin Tan. “Dia niat bayar utang dan kondisi keuangan Borneo sebelum akuisisi Bumi Plc juga sebenarnya bagus,” papar dia.

Ia juga menilai positif niat Borneo mendivestasi asetnya. “Ini sentimen bagus, karena terlihat ada niat bagus untuk mengurangi utang, yang berujung ke perbaikan kinerja,” tegas dia. Sekadar info, Borneo berniat melego 20% saham di Asmin Koalindo Tuhup. Rencana ini sebenarnya sudah tercatat di prospektus IPO BORN.

Janson menuturkan, investor bisa melakukan akumulasi beli saat ini. Ia menaksir harga BORN dalam 6 bulan–9 bulan mendatang bisa meraih Rp 750.

Namun, analis Bahana Securities Irwan Budianto merekomendasikan tahan untuk BORN. Sebab, harga BORN di Rp 540 saat ini sudah mendekati target harga Irwan di Rp 480.

Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga masih mendapat rekomendasi positif dari analis. Yualdo T. Yudoprawiro, analis Samuel Sekuritas, merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 790 per saham.

Yualdo beralasan, emiten pertambangan ini memiliki cadangan mineral yang besar. Ambil contoh, cadangan tembaga di konsesi Sungai Mak, Gorontalo, yang mencapai 292 juta ton. Selain itu, BRMS memiliki Newmont Nusa Tenggara.

Norico juga menilai fundamental saham-saham pertambangan yang terafiliasi grup Bakrie sebenarnya menarik. Namun, ia menyarankan, investor saat ini sebaiknya wait and see, sembari menunggu krisis di grup Bakrie usai. Nah, mau beli atau tidak, terserah Anda.

 

***Sumber : KONTAN MINGGUAN 52  XVI 2012, Laporan Utama

17
Oct
11

Keuangan : Dinamika Investasi

Senin, 17/10/2011 07:20 WIB
Kolom Aidil Akbar
Mau Return Investasi Berapa? 
Aidil Akbar Madjid – detikFinance


Jakarta – Coba tanya ke diri kita sendiri sebelum membeli suatu produk keuangan atau berinvestasi, sebenarnya kita mau return alias mendapatkan berapa hasil investasi? Atau mau return berapa sih sebenarnya? Apakah 5% cukup? Atau 10% dan 15%? Atau bahkan 20% dan lebih? Kata bijak yang menyebutkan “High Return High Risk” memang selalu mengingatkan kita apabila kita mencari hasil investasi yang tinggi atas dana yang kita investasikan.

Bagi sebagian orang yang sudah mengerti investasi, angka double digit tersebut tentu saja tidak akan cukup apabila dibandingkan dengan kenaikan harga spesifik saham. Apalagi bila dibandingkan dengan keuntungan dari suatu bisnis yang bisa sampai puluhan atau bahkan ratusan persen. Hasil investasi atau keinginan untuk mendapatkan return / profit yang tinggi itulah menyebabkan mengapa selalu ada investor tidak akan pernah puas dengan hasil investasi yang ‘hanya’ 15%-20% per tahun tersebut.

Kembali ke investasi di bursa saham, apabila kita melihat sejarah rata-rata hasil investasi di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak tahun 1988 sampai dengan tahun 2006 (18 tahun), maka rata-rata hasil investasi yang bisa didapatkan bisa hampir mencapai 30% per tahun. Disini tidak diikut sertakan perhitungan kenaikan ditahun 2007 karena kenaikan ditahun tersebut cukup signifikan sebelum kemudian terkena krisis ditahun 2008. Sedangkan ditahun 2008 kondisi pasar dunia dilanda kelesuan karena adanya Global Crisis yang menyebabkan harga-harga saham rontok cukup dalam sebelum kembali lagi ke posisi semula ditahun 2009 dan terus menanjak naik sampai awal tahun 2011 kemarin. Meskipun selalu disebutkan disclaimer bahwa hasil investasi yang lampau tidak bisa dijadikan patokan untuk hasil investasi dimasa yang akan datang, akan tetapi melihat rata-rata real hasil investasi di bursa yang hampir mencapai 30% per tahun, maka kita bisa mengharapkan mendapatkan hasil investasi antara 20%-25% apabila kita berinvestasi diproduk pasar modal, salah satunya reksadana saham.

Angka-angka tersebut terlihat sangat fantastis akan tetapi tidak banyak dari investor yang bisa mempertahankan hasil investasi rata-ratanya diatas 20% untuk investor di luar negeri dan 25% untuk investor di Indonesia. Sebagai contoh, di luar negeri seperti di Amerika Serikat seorang investor kawakan dan guru bagi banyak investor lain di bursa dan salah satu top 10 orang kaya di dunia yaitu Warren Buffet hanya ‘mampu’ mendapatkan hasil investasi rata-rata untuk portfolio perusahaannya, Bershire Hathaway, yaitu sebesar 23% per tahun sejak tahun 1965.

Ketika seorang guru investasi yang kawakan dan sudah berpengalaman puluhan tahun hanya bisa mendapatkan hasil sebesar itu, bagaimana dengan kita yang hanya investor rata-rata. Dengan kata lain: Janganlah kita terlalu Banyak Berhayal. Oleh sebab itu tanyakan ke diri kita kembali, sebenarnya kita mau return berapa besar sih?

(qom/qom)

Berita Lain

Sabtu, 15/10/2011 10:21 WIB
Krisis Eropa Segera Ditangani, Wall Street ‘Menghijau’ 
Angga Aliya – detikFinance


Foto: Reuters

New York – Bursa saham Wall Street menguat pada perdagangan Jumat waktu setempat menyusul optimisme penyelesaian krisis utang Eropa sudah di depan mata. Pertumbuhan yang mengejutkan dari data retail Amerika Serikat (AS) menambah kepercayaan diri investor.

Indeks S&P 500 kembali naik untuk pekan keduanya, pertama kali sejak Juli lalu. Sementara mata uang Euro menanjak ke posisi terbaiknya sejak 9 bulan lalu terhadap dolar AS. Pasar emas pun tak mau ketinggalan untuk menguat.

Kelompok 20 menteri keuangan dunia atau G20 bersama dengan gubernur bank sentral baru saja menggelar pertemuan selama dua hari yang dimulai Jumat ini di Paris. Investor berharap mereka berhasil membuat rencana dasar yang akan dibahas saat pertemuan uni Eropa pada 23 Oktober.

“Saat ini kami berdagang dengan harapan adanya kebijakan yang terarah,” kata Kepala Strategi G10 FX di Nomura Securities New York Jens Nordvig dilansir dari Reuters, Sabtu (15/10/2011).

Meski investor tidak terlalu berharap banyak adanya strategi yang tepat untuk penyelesaian utang Eropa, setidaknya ada optimisme akan adanya solusi setelah pertemuan G20.

Optimisme itu juga ditambah naiknya data penjualan retail AS sebanyak 1,1% di September, penguatan tertinggi dalam tujuh bulan terakhir. Hal ini mendorong kepercayaan investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi.

Dalam sepekan, Indeks Dow Jones bertambah 4,9%, Indeks S&P 500 melompat 6% dan Indeks Komposit Nasdaq melonjak 7,6%.

Pada perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones ditutup naik 166,36 poin (1,45%) ke level 11,644.49. Indeks The Standard & Poor’s 500 bertambah 20,92 poin (1,74%) ke level 1.224,58. Indeks Komposit Nasdaq naik 47,61 poin (1,82%) ke level 2.667,85.

(ang/ang)

http://internasional.kontan.co.id/v2/read/internasional/80007/Krisis-Eropa-berskala-besar-ECB-fokus-pada-dampak-sistemik-

Jumat, 14 Oktober 2011 | 11:32  oleh Dyah Megasari, Bloomberg, Reuters ANCAMAN KRISIS

Krisis Eropa berskala besar, ECB fokus pada dampak sistemik

FRANKFURT. European Central Bank (ECB) meramal, krisis yang terjadi saat ini memiliki pola yang sama dengan krisis berskala besar sebelumnya. Tanda-tanda parahnya krisis bisa di lihat dari beberapa indikator seperti bubble ekonomi, tingginya jumlah kredit macet dan melonjaknya utang negara.

Anggota dewan Gubernur ECB Erkki Liikanen berujar, pembuat kebijakan harus belajar dari pengalaman masa lalu dan fokus pada risiko sistemik yang akan dihadapi. Menurutnya, krisis yang terjadi ini lebih rumit dan akan terus menjalar.

“Tumbuhnya sektor keuangan di masa lalu harus dikaitkan dengan besarnya risiko yang timbul saat ini,” tandasnya.

Meskipun ekonomi tengah melambat, Ia menegaskan bahwa sidang ECB pada November mendatang tidak mengarah pada komitmen pemangkasan tingkat suku bunga. Sebab, bunga yang rendah diyakini bisa memacu roda perekonomian.

Risiko mengintai perbankan

Bank Sentral Eropa juga optimis bahwa perbankan dapat bangkit dalam enam bulan untuk memperkuat permodalan mereka. Kinerja bank akan dikawal oleh sebuah program yang diharapkan bisa menangkis krisis utang regional. Jika rencana itu berhasil, maka kesempatan bank dalam menaikkan pendanaan dan menghindari risiko kredit akan terbuka.

Anggota Uni Eropa mengatakan Kamis lalu bahwa pelemahan perbankan kemungkinan memberikan extra time untuk mendorong balance sheets mereka setelah cek tingkat kesehatan (perbankan) yang saat ini sedang berlangsung.

Yang teranyar dalam mengatasi krisis di Eropa adalah parlemen Slovakia akhirnya mendukung ekspansi Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF). Namun meskipun ada kenaikan dana talangan, perbankan Uni?Eropa masih rentan terhadap kerugian yang ditanggung akibat kemungkinan gagal bayar Yunani dan pemangkasan peringkat kredit negara.

Para analis menilai untuk menanggulangi hal tersebut maka perbankan terpaksa harus meningkatkan modal untuk menjamin kesehatan finansial mereka.

16
Oct
11

Keuangan : Demo Anti Wall Street Menyebar ke Eropa

Minggu, 16/10/2011 11:19 WIB

Anti Wall Street

Fitraya Ramadhanny – detikNews
Demo Anti Wall Street Menyebar ke Eropa


Roma – Unjuk rasa anti Wall Street yang berlangsung di AS, rupanya memicu serangkaian aksi memprotes bankir, pebisnis dan politisi di berbagai belahan dunia. Di Eropa, unjuk rasa sejenis telah terjadi di Italia, Yunani dan Portugal untuk memprotes krisis utang.

Di Roma, Italia, sekitar 10 ribu orang berpawai dengan panjang barisan beberapa kilometer di pusat kota Roma. Aksi ini berbarengan dengan pertemuan G-20 di Paris, Prancis, dimana menteri-menteri keuangan dan kepala bank sentral berunding soal krisis utang dan defisit di negara-negara barat. Namun, 1.000 demonstran berunjuk rasa di luar gedung pertemuan G-20.

Dilansir Reuters, massa di Roma yang memakai jaket berpenutup kepala, dan masker terlibat kerusuhan. Mereka membakar mobil, memecahkan kaca toko dan bank, serta menghancurkan lampu merah.

Polisi menembakkan gas air mata dan water cannon untuk menghalau massa yang marah dan melempari polisi dengan batu, botol dan kembang api, Sabtu (15/10) malam atau Minggu (16/10/2011) pagi. Demonstran membuat bom asap sambil memekikkan protes dan slogan tentang kebijakan ekonomi merugikan rakyat miskin.

Kerusuhan itu membuat demonstran dan warga di sekitar kawasan wisata Colosseum dan Basilika St Jon berlarian ke hotel dan gereja untuk mencari perlindungan.

Sementara itu, di Auckland, Selandia Baru, 3.000 demonstran tetap bisa melakukan aksi dengan damai untuk memprotes kerakusan perusahan dan bankir. Di Sydney, Australia, sekitar 2.000 orang termasuk komunitas Aborigin berunjuk rasa di depan Bank Sentral Australia. Di Asia, aksi protes dilakukan di Tokyo, Jepang; Manila, Filipina; Taipei, Taiwan; dan Hongkong.

Kembali di Eropa, sekitar 20.000 orang berpawai di Lisbon, Portugal dan Porto. Massa menembus barikade polisi di sekitar gedung DPR di Lisbon untuk menguasai tangga marmer gedung DPR itu. Kerusuhan ini dapat diredam polisi.

“Utang ini bukan milik kami! IMF, keluar dari sini sekarang!” pekik para demonstran yang membawa spanduk “Kami bukan barang jualan di tangan bankir! Jangan ada lagi pinjaman untuk bank!”

Sedangkan di Yunani, 4.000 orang berunjuk rasa di Athena. Mereka meneriakan slogan, “Yunani tidak dijual!” dalam aksi di lapangan Syntagma, Athena. Mereka kecewa dengan kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan kehidupan perekonomian rakyat kecil.

“Dengan kebijakan baru, mereka menghancurkan orang-orang yang gajinya pas-pasan. Yang terjadi di Yunani sekarang adalah mimpi buruk,” kata Maria Kolozi (56), seorang guru sekolahan.

(fay/lia)

Sabtu, 15/10/2011 13:09 WIB

Anti Wall Street

Rita Uli Hutapea – detikNews
Polisi AS Tangkap 50 Demonstran Anti Wall Street


AFPNew York – Aksi demonstrasi anti-Wall Street masih marak berlangsung di Amerika Serikat. Kepolisian AS menangkap sekitar 50 demonstran di berbagai wilayah negeri adikuasa itu.

Sebagian besar ditangkap di wilayah AS bagian barat, di mana aksi-aksi demo menyebar dari New York. Di Denver misalnya, 23 demonstran ditahan.

Demikian disampaikan Sersan Mike Baker dari Patroli Negara Bagian Colorado kepada kantor beritaAFP, Sabtu (15/10/2011).

Sebanyak 10 demonstran lainnya ditangkap di Seattle, Washington dan satu orang ditahan di San Diego, California.

Di New York, sempat terjadi konfrontasi sengit antara para demonstran dan kepolisian. Namun konfrontasi itu berakhir setelah dibatalkannya rencana untuk mengusir para demonstran dari taman di depan sebuah plaza di Manhattan dengan alasan untuk dibersihkan.

Karena para demonstran ngotot tidak mau meninggalkan taman, para pemilik plaza Zuccotti Park akhirnya setuju untuk menunda pembersihan taman. Para demonstran pun dibolehkan untuk terus berunjuk rasa di tempat tersebut.

Para demonstran mulai berunjuk rasa di Zuccotti Park sejak 17 September lalu. Mereka meneriakkan pesan antikapitalis yang telah bergema di AS seiring tingginya angka pengangguran di negeri itu. Dalam aksinya, para demonstran anti-Wall Street memprotes kondisi perekonomian AS yang lesu, tingginya angka pengangguran, dan kebijakan-kebijakan dana talangan pemerintah terhadap perusahaan-perusahaan besar sejak 2008 lalu.

(ita/ita)

23
Aug
11

Krisis Libya : Saham AS Naik Tipis Didukung Kejatuhan Khadafi

Saham AS Naik Tipis Didukung Kejatuhan Penguasa Libya
Selasa, 23 Agustus 2011 | 7:36

NEW YORK- Saham Amerika Serikat membuat sedikit keuntungan pada Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB (23/8), setelah kenaikan awal menggembirakan dipicu oleh kejatuhan penguasa Libya Moamer Kadhafi yang mengalahkan dampak suram ekonomi AS.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 37,00 poin (0,34%) menjadi 10.854,65.

S&P 500 yang lebih luas naik tipis 0,29 poin (0,03%) menjadi 1.123,82, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq naik 3,54 poin (0,15%) menjadi ditutup pada 2.345,38.

Berita bahwa enam bulan pemberontakan Libya berada di ambang menjatuhkan Kadhafi, dengan pemberontak merebut pusat Tripoli, mendorong indeks Dow naik lebih dari 1,8% pada awal perdagangan.

“Pembukaan yang kuat didasarkan pada kenyataan bahwa Khadafi akan segera digulingkan. Eropa rally besar pada itu,” kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Rockwell Global Capital..

Namun dia menambahkan: “Apa yang kita sedang lihat adalah perdagangan tanpa keyakinan nyata. Setiap orang menunggu untuk melihat apa yang Tn. Bernanke akan katakan pada Jumat.” Pada Jumat, Ketua Federal Reserve AS Ben Bernanke akan memberikan pidato yang diperkirakan akan diawasi ketat oleh investor untuk tanda-tanda apakah dia mendukung lebih lanjut pelonggarkan kebijakan moneter untuk merangsang ekonomi AS yang sakit.

Pasar saham AS telah jatuh selama empat minggu berturut-turut di tengah kekhawatiran baru perlambatan ekonomi di Amerika Serikat dan dampak dari krisis utang Eropa, dengan Dow jatuh empat persen minggu lalu.

Hewlett-Packard melonjak 3,6% pada Senin, memulihkan kembali beberapa kerugian pada Jumat, saat harga sahamnya anjlok lebih dari 20%.

Investor telah tak bahagia tentang rencana raksasa teknologi itu, diungkapkan minggu lalu, untuk spin off bisnis komputer pribadi dan membuat sebuah akuisisi mahal perusahaan perangkat lunak Inggris Autonomy sebagai bagian dari perubahan strategis yang luas.

Saham Bank of America merosot 7,9% di tengah laporan bahwa usulan penyelesaian kerugian 8,5 miliar dolar AS atas sekuritas berbasis mortgage (hipotek) yang mungkin ambruk.

Bank berharap bahwa penyelesaian sangat besar, kerugian atas sekuritasyang didukung hipotek yang dijual sebelum 2008, akan membantu bank itu bangkit dari kejatuhan krisis keuangan.

Boeing naik 1,5% setelah kantor berita Bloomberg melaporkan bahwa Delta Air Lines berencana untuk membeli 100 pesawat terbang dari produsen jet 737 itu.

Delta mengkonfirmasi hal itu dalam pembicaraan untuk membeli pesawat baru, tetapi menolak berkomentar tentang rincian laporan itu. Saham Delta naik 0,1%.

Harga obligasi turun sedikit. Imbal hasil pada obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 2,09% dari 2,07% akhir Jumat, sedangkan pada obligasi 30-tahun naik menjadi 3,40%  dari 3,39 %.

Harga dan hasil obligasi bergerak dalam arah yang berlawanan.(ant/hrb)

Di Mana Qadafi ?

Selasa, 23 Agustus 2011 22:08 WIB
Dimana Qadafi ? Kabar Terakhir Dia Masih di Libya

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW–Keberadaan Pemimpin Libya, Muammar Qadafi, masih jadi teka-teki. Ada yang percaya Qadafi sudah kabur ke luar negeri, sebaliknya ada yang percaya Qadafi masih di dalam negeri.

Kabar terbaru datang dari Rusia. Namun kabar ini belum dapat dicek kebenarannya oleh CNN maupun Interfax.

Qadafi dikabarkan berbicara pada temannya di Rusia, “Saya masih hidup dan dalam kondisi baik di Tripoli. Saya tegaskan saya tidak akan meninggalkan Libya,” kata Qadafi.

Ia mengatakan hal ini pada Ketua Federasi Catur Dunia Kirsan Ilyumzhov. Kiryan lantas memberitahu kantor berita Rusia bahwa ia ditelpon Qadafi dan puteranya, Mohammed.

Kirsan mengutip pernyataan Nazaruddin, “Jangan percaya pada laporan/berita-berita di media barat yang tak jujur,” kata dia.

Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Aljazeera

Dunia Desak Khadafi Menyerah
Oleh Ovi Oktaviani | Selasa, 23 Agustus 2011 | 11:11

Seorang pria Libya tampak memegang kembang api di atas bangunan, di Lapangan Kebebasan, di Benghazi, Libya, pada 21 Agustus 2011. Ribuan warga negara itu merayakan penangkapan anak Muammar Khadafi, Saif al-islam, serta kejatuhan sebagian ibu kota Tripoli ke tangan pemberontak Libya. Foto: AFP PHOTO / GIANLUIGI GUERCIA
Seorang pria Libya tampak memegang kembang api di atas bangunan, di Lapangan Kebebasan, di Benghazi, Libya, pada 21 Agustus 2011. Ribuan warga negara itu merayakan penangkapan anak Muammar Khadafi, Saif al-islam, serta kejatuhan sebagian ibu kota Tripoli ke tangan pemberontak Libya. Foto: AFP PHOTO / GIANLUIGI GUERCIA

ROMA – Para pemimpin dunia pada Senin (22/8) samasama mendesak rezim Muammar Khadafi agar menyerah. Mereka mengatakan, Khadafi sudah di ambang kejatuhannya.

Pernyataan itu dikeluarkan setelah ibu kota Libya, Tripoli, berhasil dikuasai oleh pemberontak antipemerintahan Libya tersebut. Ratusan imigran Libya yang ada di luar negeri juga merayakan kejatuhan pusat pemerintahan.

Kejadian berlangsung cepat. Bentrokan dilaporkan meletus pada Senin di sekitar kompleks Khadafi di Tripoli. Para pemimpin dari Eropa mendesak Khadafi untuk menghindari pertumpahan darah di antara warganya dan menyerahkan diri ke Mahkamah Pidana Internasional.

“Waktu sudah habis. Tidak ada alternatif selain menyerah dan menyerahkan diri ke pengadilan,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Italia Franco Frattini pada Senin.

Posisi Moammar Khadafi Mengkhawatirkan
Selasa, 23 Agustus 2011 | 7:17

TRIPOLI- Suara pertempuran dahsyat, Senin (22/8) , terdengar dekat kediaman pemimpin Libya Moammar Khadafi di pusat Tripoli setelah pasukan oposisi berhasil menerobos ke ibu kota dan menguasai banyak sudut kota itu.

Pertempuran juga mendengar di selatan ibukota sekitar pukul 04.00 GMT dengan persenjataan berat dan tembakan-tembakan senapan otomatis.

Kompleks kediaman Gaddafi di Bab al-Aziziya ditimpa ledakan secara teratur sejak awal intervensi militer internasional pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara pada 19 Maret.

Sejumlah gedung di kompleks itu telah diratakan dengan tanah, namun keberadaan orang kuat Libya yang telah berkuasa 39 tahun itu tidak diketahui meski dalam tiga siaranr radio dia berpesan kepada para pendukungnya Minggu ketika oposisi menyapu jalan-jalan menuju Tripoli dan menguasai Lapangan Hijau yang simbolis di jantung kota.

Pada sekitar pukul 04.30 GMT gema leutusan senjata api Kalashnikov terdengar di dekat Hotel Rixos, tempat sebagian besar media asing berada.

Situasi ibu kota Tripoli masih panas dan banyak suara tembakan.

Pejabat senior Abdullah Almayhop dari Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan, kekuatan oposisi telah menguasai seluruh ibukota kecuali Al-Aziziyah Bab, kubu pertahanan Gaddafi dan membersihkan sisa-sisa pasukan Gaddafi.

Pasukan yang setia pada Gaddafi tampaknya telah rapuh dan runtuh dengan cepat. (ant/hrb)

Era Moammar Khadafi Berakhir
Selasa, 23 Agustus 2011 | 7:22

TRIPOLI- Pemberontak Libya pada Senin menyerukah bahwa era Kaddafi telah berakhir, ketika mereka berhasil menguasai sebagian besar Tripoli dan Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyerukan “transisi inklusif” di negara yang dilanda perang itu.

Obama menekan veteran kuat Libya Moammar Khadafi, yang menolak menyerah, untuk secara “eksplisit” menyerahkan kekuasaan dan mengingatkan kegembiraan pemberontak bahwa perjualan mereka “belum berakhir”.

Obama bersumpah bahwa Washington akan menjadi “teman dan mitra” dan mendesak “transisi inklusif” yang mengarah pada demokrasi Libya.

“Situasi masih sangat cair. Masih ada tingkat ketidakpastian, dan masih ada unsur-unsur rezim yang menimbulkan ancaman,” kata Obama yang buru-buru menggelar penampilan di depan publik pada saat ia berlibur di Vineyard Martha.

Sementara Gedung Putih mengatakan “belum ada bukti” bahwa Khadaffi i telah meninggalkan Tripoli. “Itu adalah informasi terbaik yang kami punya,” kata juru bicara Josh Earnest kepada wartawan.

Pada pemimpin dunia memuji kemenangan dramatis pemberontak pada Minggu dan seluruh dunia merayakan kejatuhan Kaddafi yang sudah dekat.

“Era Kaddafi selesai,” kata Mustafa Abdel Jalil, pemimpin pemberontak dalam konferensi pers di Benghazi, Libya timur.

Tapi Abdel Jalil juga mengingatkan bahwa ia bisa berhenti sebagai kepala pemberontak Dewan Transisi Nasional (NTC) jika ia kehilangan kendali revolusi, ditengah balas dendam yang mungkin dilakukan oleh pemberontak.

Abdel Jalil mengatakan bahwa ia berharap Kaddafi, yang menghadapi surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Pidana Internasional untuk kejahatan kemanusiaan yang dituduhkan, “ditangkap hidup-hidup sehingga ia diberikan pengadilan yang adil.”

Sementara juru bicara militer pemberontak Mohammed Zawiwa mengatakan bahwa pemberontak sepenuhnya menguasai media negara di Tripoli pada Senin.

“Semua stasiun televisi yang dikuasai negara telah menghentikan transmisi (di Tripoli). Pejuang kami telah masuk dan mengambil kendali fasilitas-fasilitas,” kata Zawiwa. (ant/hrb)

NATO Incar Kompleks Khadafi di Tripoli
Selasa, 23 Agustus 2011 | 8:56

NATO Incar Kompleks Khadafi di Tripoli. ilustrasi (FOTO ANTARA/REUTERS/Canadian Forces Combat Camera/Corporal Marc-Andre Gaudreault/Handout/djo/11)
NATO Incar Kompleks Khadafi di Tripoli. ilustrasi (FOTO ANTARA/REUTERS/Canadian Forces Combat Camera/Corporal Marc-Andre Gaudreault/Handout/djo/11)

TRIPOLI- Pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) melancarkan serangan udara terhadap kompleks pemimpin Libya Moammar Khadafi di ibu kota Libya, Tripoli, Selasa pagi (23/8), demikian laporan Al-Arabiya.

Beberapa sumber yang tak disebutkan jati diri mereka mengatakan mereka mendengar suara serangan di dekat Bab Al-Aziziyah, dan suara pemboman juga terdengar dari pangkalan udara Mitiga, kata stasiun televisi yang berpusat di Dubai, Uni Emirat Arab, tersebut.

Serangan udara itu dilancarkan saat gerilyawan oposisi melanjutkan upaya mereka untuk merebut Tripoli, dengan mengerahkan senjata dan petempur lagi, kata Al-Arabiya.

Gerilyawan Libya memerlukan waktu tiga hari untuk bergerak maju dari pinggiran ke pusat kota Tripoli. Mereka sekarang merebut sebagian besar Tripoli, kecuali Bab Al-Aziziyah, dengan kecepatan yang tak terduga dan nyaris tak menghadapi perlawanan.

Putra tertua Khadafi, Mohammed, dan adiknya –Saif al-Islam– mulanya dikatakan ditangkap gerilyawan tapi pada Selasa dilaporkan Mohammed meloloskan diri sementara Saif muncul di Tripoli.

NATO melanjutkan patroli udara di Libya, sampai tentara Gaddafi sepenuhnya mundur.

Dewan Peralihan Nasional (NTC) memberi tahu warga Tripoli agar tidak mendekati Bab Al-Aziziyah sebab tembok yang mengelilingi tempat itu akan dibom oleh NATO.

Kaum revolusioner dilaporkan berada di mana-mana di Tripoli, sebagian dari mereka di dekat Bab Al-Aziziyah, tapi pasukan Gaddafi telah berusaha melawan.

Bab Al-Aziziyah dan sekitarnya, Rixos –termasuk Kebun Binatang dan hutan kota Nasr– dijaga ketat. Ada sistem terowongan di bawahnya.

Sebagian permukiman di Tripoli dan rumah sakit pusat menghadapi pemboman mortir dari “dalam” Bab Al-Aziziyah.(ant/hrb)

Fundamental Emiten RI Kokoh, Valuasi Saham Cukup Seksi
Oleh Elizabeth G Berahmana dan Kunradus Aliandu | Selasa, 23 Agustus 2011 | 10:55

JAKARTA – Valuasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) cukup seksi setelah terpangkas sekitar 8,44% pada Agustus ini. Apalagi, fundamental emitennya cukup bagus untuk mendorong kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) ke depan.

Gejolak pasar saham global yang dipicu kekhawatiran krisis utang di negara maju tidak semestinya menyeret anjloknya IHSG terlalu dalam. Sebab, kenaikan IHSG selama ini ditopang oleh kinerja emiten yang kinclong. Kondisi ini berbeda dengan kinerja saham di negara maju. Indeks Dow Jones di bursa saham Wall Street, misalnya, terkoreksi cukup dalam karena kenaikannya tidak mencerminkan fundamental emiten.

Saat terjadi krisis subprime mortgage pada 2008, indeks Dow Jones turun ke level 6.500, namun dua tahun kemudian naik tajam dan mencapai puncaknya pada April 2011 di level 12.800 atau meningkat hamper dua kali lipat. Padahal, rata-rata laba emiten di sana tidak sebesar itu.

Sedangkan di Indonesia, IHSG tahun lalu naik 46,13%, namun rata-rata laba bersih emiten LQ 45 mencapai 44,22%. Periode Januari– 22 Agustus (year to date/ytd), IHSG hanya naik 5%, padahal rata-rata laba bersih emiten LQ 45 pada semester I-2011 sekitar 39,10%.

IHSG Ditutup Naik 40 Poin
Selasa, 23 Agustus 2011 | 16:18

JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (23/8), ditutup menguat 40,848 poin (1,06%) ke level 3.880,464. Indeks LQ 45 juga menguat 8,170 poin (1,21%) ke level 685,997.

Penguatan IHSG sejalan dengan bursa-bursa regional yang juga ditutup menguat. IHSG menguat berkat membaiknya lagi saham-saham perbankan dan komoditas.

Transaksi bursa mencapai 137.394 kali pada volume 6,5 miliar lembar saham senilai Rp 4,9 triliun. Sebanyak 157 saham naik, 64 saham turun dan 76 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain Indofood (INDF) naik Rp 300 menjadi Rp 6.750, dan Harum Energy (HRUM) naik Rp 350 menjadi Rp 7.950.

Harga saham perbankan yang naik yakni Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 100 menjadi RP 6.900, BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 6,450, dan BNI (BBNI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.150.

Sedangkan harga saham Astra International (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 67.250, dan AKR Corporindo (AKRA) turun Rp 250 menjadi Rp 2.650.

Pergerakan bursa regional sore ini, Indeks Komposit Shanghai naik 38,16 poin (1,52%) ke level 2.554,02 dan Indeks Hang Seng naik 388,66 poin (1,99%) ke level 19.875,53. Sedangkan Indeks Nikkei-225 naik 104,88 poin (1,22%) ke level 8.733,01 dan Indeks Straits Times menguat 42,36 poin (1,55%) ke level 2.774,91. (*)

Tak Ada Alasan Kita Panik
Rabu, 10 Agustus 2011 | 9:51

Kita dibuat bertanya-tanya oleh kondisi pasar saham belakang an ini. Adakah alasan kuat yang membuat pasar gonjang-ganjing seperti sekarang? Harus bagaimana kita bersikap? Mengapa isu utang pemerintah AS begitu adikuasa?

Kalau mau jujur, sesungguhnya tak ada alasan kuat bagi kita untuk merasa khawatir, cemas, apalagi panik. Pasar saham kita termasuk pasar paling seksi saat ini. Bursa saham kita punya fundamental kokoh. Dengan pertumbuhan laba bersih emiten yang tahun ini diperkirakan mencapai 35%, saham-saham di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) masih menjadi mesin uang yang produktif.

Emiten-emiten kita masih ekspansif. Mereka masih menggenjot belanja modal (capital expenditure/capex) agar ada pertumbuhan laba berkelanjutan. Sebelum jatuh oleh panic selling sejak Jumat lalu, harga saham yang tercatat di BEI umumnya masih tergolong wajar karena ditunjang oleh kinerja fundamental yang baik. Paling-paling hanya harga saham satu-dua emiten yang tergolong overvalued. Jatuhnya indeks harga saham gabungan selama tiga hari terakhir justru membuat harga saham di BEI kini undervalued.

Rasio harga saham terhadap laba bersih per saham (price to earning ratio/PER) sekitar 16,9 kali tidak tergolong mahal. Karena dengan kenaikan laba, PER akan menurun. PER saham di BEI sudah turun seiring dengan anjloknya harga saham tiga hari terakhir. Sekarang saatnya pemodal yang cerdas dan berperspektif jangka panjang untuk mengoleksi saham-saham murah.

Bursa saham kita ditopang emiten-emiten kelas satu di berbagai sektor, termasuk saham sektor energi dan berbasis konsumsi yang selama ini menjadi jangkar (anchor) pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG). Itu sebabnya, dalam beberapa tahun terakhir, IHSG selalu menjadi salah satu jawara bursa saham di Asia Pasifik. ”Amunisi” bursa domestik akan bertambah karena tahun ini akan terus bermunculan emiten-emiten baru.

Tahun ini, paling tidak, BEI akan mendapat pasokan 25 emiten baru. Semakin banyak emiten, akan semakin likuid pula bursa saham kita. Perusahaan penerbit (issuer) obligasi terus bertambah. Investor makin punya banyak pilihan berinvestasi di pasar modal kita.

Ibarat bangunan, bursa saham kita makin mantap berdiri karena ditunjang kuatnya fundamental ekonomi makro. Pada triwulan II tahun ini, ekonomi kita secara triwulanan (quarter to quarter) tumbuh 2,9%, sedangkan secara tahunan (year on year) tumbuh 6,5%. Inflasi kita cukup terkendali. Pada Juli 2011, inflasi mencapai 0,67%, dengan laju inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2011 sebesar 1,74% dan inflasi tahunan 4,61%.

Elemen makro lainnya, ekspor, juga punya kinerja meyakinkan. Nilai ekspor Januari-Juni 2011 mencapai US$ 98,64 miliar, naik 36,02% disbanding periode sama 2010. Adapun nilai impor mencapai US$ 83,59 miliar, tumbuh 32,82% dibandingkan periode sama 2010. Atas pencapaian itu, neraca perdagangan semester I tahun ini surplus US$ 15,052 miliar, tumbuh 57,06% dibandingkan periode sama 2010. Surplus itu pula yang turut menggelembungkan cadangan devisa kita hingga menembus US$ 122,7 miliar.

Di sektor riil, kita pun tak bisa menutup mata terhadap pencapaian faktual selama ini. Produksi industri manufaktur nasional skala besar dan sedang secara tahunan tumbuh 4,79% pada triwulan II-2011. Begitu pula produksi industri manufaktur skala mikro dan kecil, secara triwulanan naik 1,48% pada triwulan II-2011.

Yang juga tak bisa ditepis, Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan II-2011 mencapai 105,75. Itu berarti, kondisi bisnis meningkat dari triwulan sebelumnya. Tingkat optimisme pelaku bisnis juga ikut meningkat pada triwulan I-2011. Bahkan, nilai ITB triwulan III-2011 meningkat menjadi 108,51, mengindikasikan kondisi bisnis triwulan III bakal meningkat dibandingkan triwulan II.

Berkaca pada data-data itu, bercermin pada fakta-faka tersebut, kita — dengan perasaan mantap, dengan keyakinan penuh— pasti akan membuang jauh-jauh rasa khawatir, cemas, dan panik atas apa yang sedang terjadi di bursa saham kita saat ini dan ke depan. Apa yang terjadi di bursa global nun jauh di sana, tak perlu menjalar ke sini.

Tapi, tak ada salahnya bila kita berharap pemerintah, otoritas bursa, dan otoritas pasar modal secara proaktif, tapi dengan tetap waspada dan hati-hati, mengajak segenap pemangku kepentingan untuk tetap berkepala dingin, berhati sejuk, dan berpikir cerdas dalam menghadapi kondisi pasar ke depan. Baik-buruknya pasar akan tergantung sejauh mana kita punya perspektif dan sedalam apa kita punya ekspektasi. Karakter pasar terbentuk oleh persepsi kita sendiri.

Pasar harus terus-menerus diyakinkan bahwa AS yang super power itu, tidak mungkin default¸ bahwa AS selalu punya cara untuk menyelamatkan ekonominya, bahwa penurunan peringkat utang AS dari AAA menjadi AA+ tak berarti AS di ambang bangkrut, bahwa mulai sekarang kita harus melupakan lembaga-lembaga rating.

Jika memang perlu mengambil langkah- langkah penyelamatan, sebaiknya pemerintah, otoritas bursa, dan otoritas pasar modal melakukannya dengan ekstra hati-hati. Kehatian-hatian diperlukan agar tidak memicu kepanikan berantai di pasar. Kehatian-hatian diperlukan untuk meredam persepsi bahwa pasar sedang krisis. Bukankah karakter pasar terbentuk oleh persepsi kita sendiri?

Investasi

Selasa, 23 Agustus 2011 | 21:07  oleh Dupla Kartini, Bloomberg

PEMBUKAAN BURSA AS

The Fed & Wall Street

Spekulasi Stimulus Lanjutan The FED Masih Menopang Wall Street

Spekulasi stimulus lanjutan The Fed masih menopang Wall Street

NEW YORK. Semakin mencuatnya spekulasi Federal Reserves bakal menggulirkan stimulus lanjutan masih menopang pergerakan Wall Street.

Pasar saham AS dibuka menguat hari ini. Indeks Standard & Poor’s 500 reli 0,4% ke 1.128,54 pada pukul 9.30 pagi waktu New York. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) juga naik 0,4% ke level 10.899,99.

Spekulasi bank sentral AS akan mengambil tindakan untuk memacu perekonomian, telah mengimbangi kekhawatiran terhadap kelayakan kredit (creditworthiness) perbankan. Namun, Michael Mullaney dari Fiduciary Trust menyebut, ini bukan saatnya menjadi pahlawan di saat pasar bergejolak dan industri keuangan masih lemah. “Neraca keuangan bank-bank masih dalam kondisi genting,” ujarnya.

Pada pekan ini, gubernur bank sentral dari seluruh dunia dijadwalkan akan bertemu di Jackson Hole, Wyoming, untuk melakukan konferensi. Tahun lalu, konferensi yang sama menghasilkan sinyal Gubernur The Fed Ben S. Bernanke akan melakukan putaran kedua pembelian obligasi (QE tahap II).

Sementara, manajer investasi dari Mario Gabelli’s Gamco Investors Inc. Howard F. Ward menilai, Bernanke sepertinya akan merespon dengan cara tertentu seiring adanya tekanan di pasar saham. “Dia harus merencanakan permainan apa yang dia bisa lakukan untuk menjamin prospek ekonomi AS,” ujarnya dalam salah satu siaran di Bloomberg Television, hari ini.

Hari ini, AS juga dijadwalkan merilis data penjualan rumah baru per Juli. Ekonom yang disurvei Bloomberg memprediksi penjualan rumah akan turun 0,6% menjadi 310.000 unit. Ini yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Investasi – Berita Terkait
26
Jul
11

Keuangan : Bursa Asia Menjatuh Terdampak Utang Amerika Serikat

Senin, 25/07/2011 10:34 WIB
Bursa Asia Dibuka Jatuh Terkait Gagalnya Pembicaraan Utang AS 
Askap Futures – detikFinance

Jakarta

saham turunBursa saham Asia dibuka negatif di awal perdagangan pada hari Senin, terkait perjuangan yang berkepanjangan untuk mencapai kesepakatan atas plafon utang AS. Pasar yang memperhatikan perkembangan masalah itu cemas dan mengasumsikan kemungkinan default di perekonomian terbesar di dunia.

Pejabat Gedung Putih dan pemimpin Partai Republik bergegas untuk memberikan jaminan bahwa Amerika Serikat akan mencegah default utang, tetapi kedua belah pihak tidak terlihat mendekati dengan kesepakatan.

Di Jepang, indeks saham Nikkei ; turun 0.61% atau sekitar 62.13 menjadi 10,070.74 setelah meraih keuntungan 3 hari berturut-turut atas penguatan Yen. Sedangkan indeks saham Topix tergelincir 0,3% menjadi 866,44.

Saham Senshukai melonjak 4,3% setelah pengecer mail-order itu menaikkan proyeksi laba operasional untuk tahun ini sebesar 50% menjadi 3 miliar yen ($ 38 juta) pada pemulihan penjualan lebih kuat dari yang diperkirakan dan biaya pemotongan.

Saham Nidec naik 1,3% setelah pembuat presisi motor mengangkat laba operasi perkiraan hingga Maret berikutnya dengan 6% menjadi 90 miliar yen, mengutip lebih cepat dari yang mengharapkan pemulihan permintaan pasca bencana 11 Maret.

Bursa Saham Seoul berada di bawah tekanan terkait kegagalan AS untuk mencapai kesepakatan pada palfon utang negara, meskipun kesepakatan Eropa pada paket penyelamatan Yunani pekan lalu mungkin memberikan kelegaan pada investor.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun 0,9% pada 2,150.8.

Saham POSCO turun 1,5% setelah perusahaan baja No.3 di dunia itu pada hari Jumat memperingatkan melemahnya pertumbuhan permintaan dan biaya input tetap tinggi di babak kedua.

Bursa saham Australia dibuka 0,4% lebih rendah di tengah kekhawatiran mengenai apakah AS akan menghindari standar utang dan mengangkat langit-langit utang sebelum 2 Agustus.

Salah satu dari beberapa gainers adalah penambang emas Newcrest Mining setelah emas mencapai tertinggi baru di atas $ 1.622 per ounce di tengah kebuntuan pada pembicaraan utang AS. Saham Newcrest naik 1,7 persen. Indeks saham Selandia Baru NZX turun 5,6 poin di 3,443.6.(RAP)

(qom/qom)

Selasa, 26/07/2011 16:12 WIB
Transaksi Capai Rp 6 Triliun, IHSG Tembus Rekor Baru Lagi 
Angga Aliya – detikFinance


Foto: Whery/detikFinance

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah di 4.132. setelah menanjak 45 poin. Transaksi di lantai bursa sangat ramai hingga menembus Rp 6 triliun.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.510 per dolar AS dibandingkan penutupan kemarin di Rp 8.525 per dolar AS. Nilai tukar dolar jatuh ke posisi terendahnya terhadap mata uang lain akibat kekhawatiran gagal bayar utang AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 2,297 poin (0,06%) ke level 4.084,797. IHSG masih ketinggalan penguatan yang dicetak oleh bursa-bursa Asia.

Aksi beli yang terjadi di saham-saham unggulan, terutama berbasis komoditas dan finansial, membuat IHSG akhirnya kembali ke zona hijau dan mencetak rekor intraday tertingginya. Rekor intraday tertinggi yang pernah diraih IHSG yaitu di level 4.109,084 pada perdagangan akhir pekan lalu.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melaju 33,418 poin (0,81%) ke level 4.120,512 ditopang positifnya kinerja emiten semester I-2011. Indeks pun kembali menembus rekor tertingginya yang baru di 4.133,689.

Perburuan saham-saham di perdagangan sesi II tak semarak pagi tadi. Namun demikian, saham-saham unggulan berbasis komoditas dan bank terus menjadi incaran.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (26/7/2011), IHSG ditutup menanjak 45,683 poin (1,11%) ke level 4.132,777. Sementara Indeks LQ 45 ditutup melesat 9,951 poin (1,38%) ke level 731,038.

Saham-saham bank blue chip ditransaksikan paling banyak hari ini, baik oleh investor lokal maupun asing. Sama halnya dengan saham-saham berbasis komoditas, yaitu tambang dan perkebunan.

Kinerja emiten yang positif mendorong aksi borong saham di lantai bursa. Akibatnya seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menghijau.

Rekor terakhir yang sudah ditembus IHSG terjadi pada perdagangan Jumat 22 Juni 2011 lalu di level 4.106,822 setelah menanjak 38,749 poin (0,95%). Kala itu, aksi beli sangat tinggi dan dana asing sebanyak setengah triliun masuk ke lantai bursa.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 192.132 kali pada volume 9,171 miliar lembar saham senilai Rp 6,28 triliun. Sebanyak 161 saham naik, 86 saham turun, dan 91 saham stagnan.

Investor asing pun ikut ambil bagian dalam pencetakan rekor IHSG kali ini, transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) tipis senilai Rp 81,404 miliar di seluruh pasar.

Kinerja positif emiten tak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga di bursa-bursa regional sehingga membuat seluruhnya kompak berjalan di zona hijau. Bursa saham Hong Kong melaju paling kencang akibat profit emiten lebih tinggi dari ekspektasi para pelaku pasar.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia:

  • Indeks Komposit Shanghai menguat 14,28 poin (0,53%) ke level 2.703,03.
  • Indeks Hang Seng melonjak 278,79 poin (1,25%) ke level 22.572,08.
  • Indeks Nikkei 225 naik 47,71 poin (0,47%) ke level 10.097,72.
  • Indeks Straits Times bertambah 12,88 poin (0,41%) ke level 3.184,43.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.500 ke Rp 51.800, Astra Internasional (ASII) naik 1.500 ke Rp 73.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 25.750, dan Argha Prima (AKPI) naik Rp 455 ke Rp 2.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Roda Vivatex (RDTX) turun Rp 550 ke Rp 3.975, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 150 ke Rp 5.350, Tifico (TFCO) turun Rp 110 ke Rp 900, dan Sari Roti (ROTI) turun Rp 100 ke Rp 3.500.

(ang/qom)

10
Jul
11

Pasar Modal : IHSG Tertinggi = Asia Zona Aman

Asia Zona Aman

Selasa, 5 Juli 2011 11:44 WIB |

Rekor Tertinggi IHSG Bukti Asia Zona Aman

Oleh Petrus Suryadi Sutrisno *)

Jakarta (ANTARA News) – Pergerakan dinamis di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama bulan Juni 2011 menunjukkan fakta indikatif, yakni pada minggu kedua sempat terjadi sedikit melemah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)-nya.

Namun, BEI mencatat pada minggu-minggu pertama, ketiga dan keempat indeks kembali menguat, bahkan pada minggu terakhir transaksi mendorongnya melaju naik mendekati angka 4.000 atau melampaui rekor indeks pada tingkat 3.948,85.

Rapid Assessment Lembaga Kajian Informasi (LKI) atas pergerakan dan transaksi di BEI pada bulan April dan Mei 2011 juga menunjukkan pada fakta indikatif bahwa  Menguatnya IHSG pada periode April dan Mei merupakan pergerakan dinamis transaksi di bursa saham yang tercatat sebagai dinamika positif dan eskalatif, serta membuktikan situasi booming di sektor industri keuangan (financial industry) mampu mendulang akumulasi masuknya modal investor asing secara signifikan.

Sementara itu, menguatnya IHSG BEI pada bulan Juni 2011 merupakan bukti bahwa BEI tetap menjadi pasar yang diincar para investor, khususnya investor asing. Pasar Indonesia, khususnya Jakarta, bagi para investor asing masih dianggap pasar saham dan modal yang prospektif dan profit dibandingkan lantai bursa di negara Eropa, layaknya Amsterdam (Belanda) atau Frankfurt (Jerman).

Menguatnya IHSG BEI minggu ke empat Juni 2011 pada tingkat 3.948,85 melampaui rekor indeks tertinggi minggu ketiga Juni 2011 pada tingkat 3.888,57 atau mengalami kenaikan 60 poin (1,55 %).

Munculnya fenomena pencapaian rekor tertinggi IHSG BEI yang nyaris menyentuh angka 4.000 ini menunjukkan bahwa fenomena ini sekaligus mematahkan analisa atau argumentasi para analis dan ekonom pelaku di pasar bursa maupun periset di sektor industri keuangan yang menilai bahwa melemahnya indeks tersebut mengekspresikan: pertama, kekhawatiran pasar terhadap sentimen krisis  perekonomian keuangan Yunani; kedua, kekhawatiran pasar terhadap melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

Melemahnya IHSG BEI pada minggu kedua Juni 2011 pada kisaran kurang dari sepuluh sampai belasan poin di BEI akibat sentimen di hampir semua bursa Asia, yang juga melemah karena adanya sedikit aksi “profit taking” per enam bulanan, yang juga wajar terjadi.

Selain itu, baik di BEI maupun di lantai bursa Asia pada minggu kedua Juni 2011 muncul para pelaku dan pemain yang melakukan quick-switching (memindahkan) modalnya di saham-saham yang sudah tergolong profit ke saham-saham unggulan yang lebih tinggi angka profitnya dan umumnya pada akhir Juni dan pada bulan Juli 2011 saham-saham unggulan di beberapa perusahaan sudah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan angka deviden tahunannya.

Menguatnya IHSG BEI pada minggu pertama Juni 2011 dilanjutkan dengan Melemahnya IHSG pada minggu kedua Juni 2011 kemudian terjadi rebound, yakni IHSG pada minggu ketiga dan juga Menguatnya IHSG mencapai rekor tertinggi nyaris menyentuh angka 4.000 merupakan pergerakan dinamis pasar saham dan modal di BEI yang solid dengan karakter dan dinamika pertumbuhan pasar Asia khususnya Indonesia yang sudah tergolong emerging market (pasar berkembang).

Assessment LKI juga menunjukkan bahwa fenomena pencapaian rekor tertinggi IHSG pada penghujung Juni dan awal Juli 2011 merupakan bukti faktual dari dinamika Indonesia sebagai salah satu emerging market di Asia yang diprediksikan akan mampu
memberikan kontribusi sebesar 50 % bagi pertumbuhan ekonomi global. Dengan adanya fenomena rekor baru IHSG tertinggi ini
sekaligus juga membuktikan Indonesia sebagai bagian dari emerging market Asia pusat dinamika pergerakan ekonomi, bisnis dan
keuangan.

Fenomena IHSG yang rebound dan dilanjutkan dengan menguatnya menembus rekor tertinggi mendekati tingkat 4.000  membuktikan
bahwa pergerakan dinamis di BEI tidak atau bukan dipengaruhi oleh sentimen krisis Yunani di Eropa dan juga bukan disebabkan
karena keraguan pasar akan terjadinya pelambatan pertumbuhan ekonomi global seperti pernah dikemukakan para analis dan ekonom.

Pendapat dan analisa yang menyebut melemahnya IHSG BEI pada periode minggu kedua Juni 2011 terjadi karena pengaruh atau sentimen krisis Yunani bukan merupakann alasan pembenaran pasar yang tepat, bahkan kurang relevan. Meskipun akhirnya setelah rekor tertinggi IHSG BEI tercapai, pihak Riset BNI Securities mengakui bahwa masuknya dana asing ke pasar modal Indonesia sebagai salah satu emerging market merupakan suatu hal yang tidak terelakkan.

Jika digunakan pendekatan analisa intelijen sirkular (circular intelligence analysis) dengan mencari korelasi antara analisa indikator penentu (determinant indicator analysis) dan analisa indikator pendukung (support indicator analysis) atau analisa indikator ring (ring indicator analysis) dengan mengurai semua faktor terkait dalam fenomena Melemahnya IHSG BEI yang terjadi pada minggu kedua Juni 2011 dan menguatnya indeks pada semua transaksi sepanjang bulan tersebut, maka kesimpulannya adalah krisis Yunani di Eropa tidak atau bukan merupakan faktor atau indikator penentu terhadap pergerakan dinamis.

Selain itu, jika benar melemahnya itu terjadi karena indikator atau faktor krisis Yunani, maka proses rebound akan sulit dan tidak terjadi pada minggu berikutnya. Selain itu pula, dampak sentimen krisis Yunani tidak terjadi dalam waktu singkat, tapi relatif perlu waktu lebih lama, paling sedikit tiga sampai empat pekan, sementara pada minggu berikutnya proses rebound terjadi, bahkan berlanjut pada menguatnya IHSG BEI yang berlanjut dan mampu mencapai rekor tertinggi.

Artinya, jika memang melemahnya IHSG BEI karena pasar terpengaruh krisis Yunani atau meyakini melambatnya pertumbuhan ekonomi
global juga melanda Asia, maka sejatinya pasar akan terus merespon negatif dan rebound yang dilanjutkan dengan menguatnya, serta rekor IHSG tidak akan terjadi. Sementara dalam konteks analisa intelijen sirkular, fenomena ekonomi global hanya merupakan faktor dalam analisa indikator pendamping (side indicator analysis) dan bukan merupakan faktor dalam analisa indikator pendukung.

Faktor penentu dalam konteks analisa indikator penentu (determinant indicator analysis) yang memastikan pergerakan dinamis di BEI bukan krisis Yunani, dan melambatnya laju pertumbuhan ekonomi global, tetapi ada dua hal. Pertama, semua bursa saham di kawasan Asia masuk dalam kategori emerging market (pasar berkembang) yang menjanjikan bagi perputaran modal para investor.

Ditambah lagi, Asia sebagai emerging market merupakan bagian dari kawasan yang berdasarkan perhitungan matematika ekonomi telah menunjukkan fakta indikatif dapat memberikan kontribusi sebesar 50 % bagi total pertumbuhan ekonomi global karena Asia akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi global melalui kekuatan ekonomi emerging market-nya.

Kedua, fakta indikatif di semua lantai bursa Asia, termasuk BEI menunjukkan pergerakan dinamis transaksi yang didukung menguatnya IHSG yang eskalatif (terus menguat dan naik) yang tidak terpengaruh sentimen negatif krisis Yunani. Situasi ini menyebabkan semua bursa saham di Asia masuk dalam kategori Zona Hijau atau Zona Aman bagi pergerakan atau transaksi.

Sementara itu, di bursa di Eropa, seperti Amsterdam dan Frankfurt atau Athena, situasi pergerakan pasar sudah mengarah atau berada di Zona Merah atau Zona Tidak Aman.

Menguatnya IHSG BEI yang eskalatif (meningkat) mencapai rekor tertinggi terjadi karena dorongan sentimen positif akibat menguatnya indeks yang juga terjadi secara simultan di hampir semua bursa saham Asia. Misalnya, indeks Nikkei 225 naik ke tingkat 9.868,77 (naik 0,54 %), indeks Straits Times Singapura naik pada tingkat 3.138,97 (naik 0,59 %), indeks Hang Seng di China naik pada tingkat 22.398,10 (naik 1,53 %) dan indeks MSCI Asia Pasifik naik pada tingkat 883,74 (naik 0,84 %).

Indikatif naik atau menguatnya IHSG di bursa Asia merupakan bukti bahwa pergerakan dinamis masih dan terus berlangsung di Zona Hijau atau Zona Aman.

Ketiga, jika bursa Eropa sudah menunjukkan indikatif Zona Merah, maka pergerakan dinamis di lantai bursa secara naluri bisnis akan bergerak pindah mencari Zona Aman atau Zona Hijau bagi relokasi area parkir modal baru atau alokasi tambahan modal para  investor di atau ke kawasan Asia, termasuk Indonesia. Dengan kata lain, Zona Asia merupakan “Safety and Buffer Zone” (wilayah aman dan penyangga) bagi investor asing.

Keempat, pasar Indonesia sebagai relokasi atau alokasi modal asing melalui lantai bursa atau penempatan di industri keuangan sejauh ini sejak kuartal I dan II 2011 atau selama semester I 2011 masih merupakan pasar yang menjanjikan, dalam artian punya prospek profit yang dapat diprediksi dengan indikator nyata dan jelas, serta terkait dengan faktor fundamental pertama yang terukur, yaitu tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (SBI) 6,75 % yang kompetetif dan berlaku bagi Surat Berharga Negara (SBN) atau Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan kini juga muncul Surat Perbendaharaan Negara (SPN).

Faktor fundamental kedua yang lain, yang mendukung pergerakan dinamis di BEI dan menambah keyakinan pasar maupun investor, adalah fenomena menguatnya nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang selama paruh pertama tahun 2011 menunjukkan fakta indikatif yang menguat dan stabil. Bahkan, menguatnya rupiah sempat membuat repot para eksportir yang khawatir menguatnya rupiah yang berlanjut justru akan merugikan perhitungan dan kontrak para eksportir yang dipatok pada tingkat mendekati angka Rp9.000 per satu dolar AS.

Belum lagi faktor fundamental ketiga, seperti laju inflasi yang terkendali pada tingkat sekitar 6 %. Keempat, Indonesia memiliki rasio kecukupan pemilikan cadangan devisa negara pada tingkat lebih dari 116,5 miliar dolar AS. Jumlah pencapaian devisa negara pada jumlah tersebut dianggap cukup untuk membayar kembali semua SBN/SBI dan SPN yang telah jatuh tempo di BEI.

Kelima, indikatif surplusnya Neraca Pembayaran sampai kuartal I/2011, dan indikatif peningkatan ekspor non-migas sebesar 37,8 %.

Kesimpulan sementara mencermati pencapaian rekor IHSG BEI adalah bahwa Indonesia, terutama Jakarta, terbukti merupakan salah satu kawasan dari “emerging market”. Tatkala bursa di Eropa dan Amerika yang tidak memberi gambaran profit, BEI justru mampu menunjukkan fakta indikatif “emerging market” yang masih mampu memberi gambaran profit dan prospek yang menjanjikan.

Hal ini terjadi karena para investor dan pelaku pasar memliki kecenderungan melakukan tindakan “penyelamatan” dan “pengamanan” bagi modal mereka dengan melakukan relokasi dari Zona Eropa yang berindikasi berpotensi sebagai Zona Merah atau Zona Tidak Aman masuk atau pindah ke Zona Asia yang tergolong Zona Hijau atau Zona Aman bagi pergerakan modal mereka.

*) Oleh Petrus Suryadi Sutrisno (piets2suryadi@yahoo.com) adalah Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Informasi dan Analis Senior Intelijen Bisnis.

Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2011




Blog Stats

  • 3,948,267 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements