Posts Tagged ‘Nation & Character Building



10
Aug
12

Sejarah : Album Foto Eksekusi Gegerkan Belanda

Album Foto di Tempat Sampah Gegerkan Belanda

Posted by KabarNet pada 06/08/2012  Jakarta – KabarNet: Pada awal bulan Juli ini di negeri Belanda sedang hangat hangatnya membicarakan sejarah Aksi Polisionil Belanda di Indonesia antara 1947-1949. Semua berawal dari sebuah album foto yang ditemukan secara tidak sengaja di sebuah tempat sampah di Kota Enschede dan dimuat pertama kali oleh koran VOLKSKRANT, salah satu koran terbesar di Belanda.

Di Belanda sendiri, sejarah tentang aksi polisionil tidak diajarkan secara mendetil dalam kurikulum mereka, seolah seperti bagian yang ingin dipetieskan, berikut adalah artikel koran yang pertama dimuat tanggal 10 Juli 2012.


Berikut adalah terjemahannya :
Foto foto pertama dari eksekusi pasukan Belanda di Indonesia

Lidy Nicolasen – 10 Juli 2012 , 07:35 Untuk pertamakali dalam sejarah, foto dari sebuah eksekusi ditemukan, kemungkinan foto foto dari eksekusi yang dilakukan oleh tentara belanda selama masa aksi polisionil di negara jajahan Hindia Belanda. Foto foto ini ditemukan dalam album foto pribadi seorang tentara yang dikirim pemerintah belanda ke Indonesia dalam sebuah misi militer.

Dalam foto foto ini dapat dilihat eksekusi dari tiga pria indonesia. Mereka berdiri dengan punggung mereka menghadap kearah regu tembak yang berdiri pada sisi lain sebuah parit, foto menunjukkan momen ketika mereka ditembak. Parit dipenuhi dengan mayat mayat nrang yang dieksekusi, terlihat dari foto kedua. Pada sisi sebelah kiri anda bisa melihat dua personil militer belanda yang bisa dipastikan dari seragam mereka.

Belum pernah ada sebelumnya  Tim ahli dari Institue Dokumentasi Perang ( Ned Indie Oorlog Documentation) dan Institut Sejarah Militer Belanda ( NIMH ) mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat foto foto ini sebelumnya “ ini bukan foto sembarangan dan tentu saja tidak benar jika setiap veteran membawa foto semacam ini pulang” seorang pegawai NIMH mengatakan demikian. Demikian juga bagi NIOD foto foto ini tidak dikenali sebelumnya , tegas Rene Kok: “kami memiliki banyak album disini, sebenarnya kami mengharapkan gambar seperti ini muncul dan momen ini ternyata adalah saat ini, gambar ini tidak pernah saya lihat sebelumnya”.

Para sejarawan tidak meragukan keotentikan foto , namun tentang lokasi tepatnya dan kondisi eksekusi belum diketahui, kemungkinan riset lebih jauh akan dapat memberikan lebih banyak detail.

Pemilik foto adalah seorang prajurit dari Enschede. Dia sudah meninggal. Dia dikirim sebagai tentara wajib militer pada 1947 tepat sebelum agresi pertama dan kembali pada 1950 setelah Belanda menyetujui kemerdekaan Indonesia. Dia bertugas pada batalion artileri. Sejarah tentang batalionnya tidak pernah menuliskan tentang eksekusi. Namun tetap saja memungkinkan bagi pasukan artileri untuk mengawal pasukan infantri atau pasukan khusus yang melakukan eksekusi.

Eksekusi yang dikenal adalah Rawagede di Jawa Barat dan di Sulawesi Selatan. Tahun lalu keluarga korban dari pembantaian Rawagede telah mendapatkan uang kompensasi dari pemerintah Belanda. Pemerintah belum merespon mengenai tuntutan hukum mengenai pembantaian di Sulawesi Selatan. Tidak diketahui jumlah korban orang Indonesia secara pasti dari kedua aksi tersebut.

Prajurit pemilik foto ini tidak pernah membicarakan keberadaan dari foto ini. Dan mungkin saja tak seorangpun akan menyadari album fotonya jika mereka tidak menemukannya di tempat sampah di Enschede. Tidak diketahui siapa yang telah membuangnya. Pemilik album ini tidak memiliki anak dan hidup sendirian dalam beberapa tahun terakhir.

TEMPAT SAMPAH


Seorang pegawai pemerintah kota Enschede menemukan album tua di sebuah tempat sampah, pegawai ini memang mengoleksi foto foto untuk mengilustrasikan kehidupan dari warga kotanya sendiri. Album ini pasti akan tetap ada ditempat sampah seandainya dia tidak menyadari foto dari tawanan, ketika itu dia melihat lebih dekat ke album foto dan baru menyadari bahwa dia menemukan album foto dari sebuah eksekusi.

Saat ini tiga institut penelitian sejarah meminta pemerintah untuk melakukan investigasi ulang dari aksi polisionil antara 1949 hingga 1950 untuk lebih mengungkapkan fakta tentang perang di Indonesia. Pemerintah belum memberikan jawaban ============================= publik Belanda pun mulai membicarakan berita ini baik yang pro maupun yang kontra, namun di negara kita sama sekali tidak mengetahui berita ini, tak ada satupun media di Indonesia yang mengangkat masalah ini dan inipun menguatkan opini publik Belanda ketika pertama kali foto ini ditemukan dan dimuat ,dimana mereka mengatakan “Untuk apa kita meributkan kejadian ini? orang Indonesia sendiri saja tidak peduli dengan kejadian ini dan sejarah mereka”.

Benarkah generasi Indonesia saat ini adalah generasi yang memang tidak peduli dengan sejarah bangsanya? Benarkah opini mereka? Layakkah bagian dari kisah perjuangan dan pengorbanan para pendahulu kita untuk dihapuskan, dilupakan dan seperti kisah ini……dibuang di tempat sampah?

Tampak dalam foto mereka yang tanpa seragam tempur maupun persenjataan, bisa jadi mereka adalah warga sipil, namun bagi warga sipil sekalipun membutuhkan nyali yang besar bahkan hanya untuk menutup mulut tentang jumlah kekuatan maupun keberadaan pejuang RI, hingga bagaimana mereka melihat kawan mereka bergelempangan satu persatu diterjang peluru dan tetap tegar bersikap tidak kooperatif..

Tampak dalam foto tiga orang yang berdiri dengan ceceran darah didekatnya yang menunjukkan telah terjadi eksekusi sebelumnya.

Jika kawan kawan memiliki kepedulian terhadap kisah sejarah ini mohon bantulah untuk share artikel ini, agar bangsa kita tahu apa yang sedang terjadi di Belanda dan untuk mematahkan anggapan bahwa bangsa Indonesia tidak peduli dengan sejarahnya, saya akan terus menulis menerjemahkan koran-koran yang terbit di Belanda berkaitan dengan masalah penemuan foto ini.


Profil Jacobus, Prajurit Pemilik Album Foto

Profil Prajurit Jacobus, Album Foto yang Ditemukan di Tempat Sampah Dalam artikel di atas diulas secara lengkap siapa prajurit pemilik album foto yang ditemukan di tempat sampah dan hangat menjadi pembicaraan di negeri Belanda, berikut adalah artikel dari koran Volskrant masih tanggal yang sama :



Sebuah foto dari barisan mayat, hanya sebuah jepretan
  Album foto dari Jacobus R, pasukan artileri lapangan dari Enschede, menunjukkan gambaran yang mengerikan dari pembunuhan oleh Belanda pada 1947,selama masa agresi militer pertama di Indonesia. Tampak sperti sebuah jepretan foto dari kehidupan seorang prajurit.

Prajurit Jacobus R yang membanggakan, pria modern dari Enschede, dengan jaket, dasi , rambut mengkilap dan kumis seperti Clark Gable. Tepat sesudah perang dunia kedua pada 1947 dia dikirim wajib militer ke Indoneria. Dia ditugaskan di Barak Angkatan Darat Kerajaan di Ede dan bergabung dengan resimen artileri lapangan yang sudah diperbaharui. RVA adalah singkatannya.

Mulai saat ini nama RVA dituliskan dibelakang nama keluarganya Sebagaimana kawan kawan seusianya juga bergabung, dalam wajib militer. Di Ede mereka dilatih bagaimana bertempur dalam perang di timur jauh ( indonesia ) . Mereka juga diberitahu tentang pecahnya revolusi di negeri hindia belanda dan dibutuhkan sebanyak mungkin pasukan untuk mengembalikan kekuasaan Belanda. Karena pasukan KNIL saat itu tidak dalam kondisi yang baik sejak jatuh ke tangan Jepang. Di Belanda, ribuan sukarelawan mendaftarkan diri, sejak musim semi 1947, wajib militer juga digabungkan dalam Angkatan Darat, pemerintah mengatakan tentang operasi polisionil yang bertujuan untuk membebaskan penduduk Indonesia dari para pemberontak, namun kenyataannya mereka berakhir dalam perang gerilya yang mengerikan.

Jacobus adalah anak seorang penata rambut. Mungkin nama panggilannya adalah Jaap atau mungkin Koos. Dia sudah meninggal ,bahkan keluarganya pun tidak mudah untuk menemukan jawabannya, mungkin saja dia benci untuk pergi ke Indonesia. Antara satu sama lain antar prajurit, mereka banyak mengeluh. Tepat sesudah perang dunia kedua berakhir, tidak banyak pemuda yang memiliki hasrat untuk bertempur, namun menolak wajib militer adalah sama artinya dengan memilih melawan negara dan dipenjara.

Beberapa dari mereka juga memandang ini sebagai sebuah kesempatan untuk pergi berpetualang, pergi dari Belanda yang pengap dan kacau balau menuju tanah yang menjanjikan : Indonesia

Pada 8 Mei 1947 Jacobus memasuki kapal pasukan MS Johan van Oldenbarnevelt. Saat menyeberangi equator, dia dan kawan-kawannya mendapatkan gelar diploma. Dalam sertifikat tersebut dapat dibaca bahwa Neptune, dewa lautan, menyatakan bahwa dia layak dan mampu untuk menaklukkan semua marabahaya di Timur Jauh, Indonesia. Nampaknya dia sangat bangga dengan hal tersebut, jika tidak tentunya dia tidak akan menaruhnya didalam album fotonya tiga tahun setelah semua ini berlalu.

SATU BULAN PERJALANAN,  Perjalanan itu memakan waktu hampir satu bulan lamanya, pada 5 Juni 1947 mereka sampai di Tanjung Priok, pelabuhan di Jakarta di pulau Jawa. Setelah singgah sehari mereka dinaikkan truk militer sejauh ratusan kilometer ke sebuah tempat bernama Batujajar dekat Bandung. Rencana mereka adalah mengambil alih pasukan KNIL dan relawan, tapi karena situasi politik ( agresi militer I akan segera dilaksanakan dalam waktu satu bulan) maka aksi itu ditunda.

3-12 RVA berada dibawah komando basis militer Bandung. Aturan tertulis mereka seharusnya memiliki empat senjata api, namun pada kenyataannya mereka harus menggabunfkan beberapa persenjataan tua untuk membuat artileri primitif. Tak seorangpun tahu bagaimana mengoperasikan artileri lapangan 7,5 karena mereka dilatih untuk mengoperasikan artileri 9, hanya beberapa perwira KNIL yang melatih mereka namun tak lama kemudian 2 perwira pergi untuk mendapat pelatihan menjadi komandan anti udara.

Pada pagi hari tangal 23 Juli, dua hari setelah aksi polisionil berjalan untuk pertama kalinya melakukan latihan dengan amunisi sungguhan. Pada hari yang sama juga mereka mendapatkan perintah untuk memindahkan persenjataan artileri ke Cilampeni,sebelah selatan bandung pada malam harinya.

Dua hari kemudian mereka terperangkap ditengah pertempuran ketika Soreang dikuasai pejuang Indonesia dan mereka harus mensupport pasukan infantri dengan tembakan ke desa desa dan tembakan kearah bunker bunker lawan. “Sangat Efektif“, itulah yang tertulis dalam catatan sejarah batalion yang menulis laporan menyeluruh tentang operasi Batalion 3-12 RVA, dokumen ini sekian lama berstatus dokumen sangat rahasia,namun saat ini siapapun dapat membuka arsip ini, tersimpan di Arsip Nasional Den Haag. Tidak tertulis detil seberapa “efektif”nya operasi ini berjalan.

Pada hari sabtu mereka kembali ke markas Batujajar dan sehari kemudian mereka diserang oleh 200 tentara Indonesia. Pertempuran berlangsung selama satu setengah jam. Seorang prajurit KNIL terluka. Mata mata mengatakan bahwa musuh menderita kerugian setidaknya 30 tewas dan 15 korban luka. Pada hari yang sama juga, 3-12 RVA mendapat bantuan seorang Kapten KNIL yang berpengalaman dibidang artileri.

Mereka bergerak lebih jauh ke selatan untuk mendukung aksi okupasi dari angkatan darat. Aksi Polisionil pertama berakhir pada awal Agustus 1947. Bulan September adalah bulan yang tenang,kecuali datangnya masalah infeksi penyakit kulit. Prajurit yang tidak istirahat di tempat tidur harus berlatih menembak.
Pada November 1947 akhirnya mereka siap untuk serah terima kekuasaan Cilimus dari pasukan KNIL dan sukarelawannya (A III Field). Pada akhir Desember salah satu jeep mereka terkena ranjau dan dua orang tewas dengan satu orang terluka parah. Mereka harus melakukan banyak kegiatan patroli, namun ini seharusnya bukanlah tugas dari pasukan artileri dan lagi ada banyak orang yang menderita penyakit.

Album foto ini tidak menceritakan apakah Jacobus juga menderita sakit juga. Dia tidak memotret kawan kawannya yang sedang sakit atau terluka. Sangat bisa dipastikan bahwa Jacobus menukar kameranya dengan kawan-kawannya karena dia sendiri nampak dalam abum fotonya dan kemungkinan juga bukan hanya dia yang membawa kamera. Sayangnya dia tidak menuliskan keterangan foto di albumnya sehingga informasi mengenai tempat dan waktu tidak ada.

Kadang ada beberapa foto yang sesuai dengan sejarah resmi. Seperti contoh evakuasi dari pasukan TNI dimana pasukan TNI dengan topi dan peci berwarna hitam. Dengan truk chevrolet milik militer ( cat dan krom mengkilap ) mereka dipindahkan ke garis demarkasi seperti yang sudah disepakati pasca aksi agresi militer I. Jacobus dan kawan kawannya menemani konvoi pemindahan sambil mengambil beberapa foto dalam perjalanannya.

Penghabisan,  Berdasarkan catatan sejarah batalion,mereka mulai menyerang kelompok bersenjata yang tersisa yang mereka maksudkan disini adalah kelompok Hisbullah dan Sabilillah, kelompok muslim yang menolak hasil perundingan dan memilih untuk tetap bertempur dengan Belanda. Pasukan Belanda menghabisi mereka dengan cepat dan mudah sedangkan pemuda Indonesia lain tidak melakukan tindakan apapun. (karena terikat perjanjian damai.pen)

Mungkin saja kelompok muslim ini yang menjadi korban penembakan dalam foto, mereka tidak berseragam dan tidak berambut panjang seperti para pejuang kemerdekaan yang fanatik pada umumnya kala itu. Namun bisa juga mereka ini gerombolan pengganggu keamanan yang ditemukan di lingkungan area tersebut.

Sepertinya bukanlah Jacobus pelaku langsung eksekusi , hal macam itu bukanlah tugas seorang prajurit artileri, namun adalah tugas dari pasukan khusus. Pasukan khusus harus melumpuhkan kekuatan musuh dan mengembalikan keadaan kembali aman, jadi kemungkinan pasukan inilah yang berpatroli semacam ini. J.A Moor seorang ahli mengenai Indonesia menyatakan bahwa taktik yang digunakan pasukan khusus dalam aksi polisionil (perang westerling) adalah keras dan teliti. Eksekusi dan penghabisan dari tawanan adalah hal yang biasa. Tidak pernah ada estimasi data pasti jumlah korban dikarenakan laporan sudah hilang atau mungkin bahkan sengaja tidak dituliskan. Aturan resmi seharusnya tawanan dipindahkan ke tempat khusus untuk interogasi, namun taktik dari pasukan khusus adalah adalah pendadakan dan menghabisi lawan ( surprise and eliminate ) dan mereka ini tidak terbiasa membawa tawanan perang.
Saksi.

Jadi Jacobus menyaksikan pembantaian ini. Dia mengambil gambar dan tampaknya tak seorangpun berusaha mencegah dia memotret. Bahkan sesudahnya pun tak ada yang meminta roll film nya. Hingga kemudian hari dia menyimpannya dalam album foto pribadinya.
Foto foto ini diperkirakan dibuat pada awal 1948. Ada banyak sekali pertempuran di Jawa Barat sekalipun aksi polisionil kedua belum dimulai. Batalion 3-12 RVA menuliskan dalam laporannya : “tembakan dimana mana” , seperti yang telah mereka sebut tembakan ke desa desa, lapangan udara, tambang tembaga.

Dalam “laporan tembakan” juga dituliskan rinci hingga berapa jumlah granat yang mereka gunakan, data kematian juga dituliskan, namun 3-12-RVA tidak pernah menuliskan apapun tentang eksekusi.

Ada kekhawatiran lain juga yang membutuhkan perhatian mereka. Pada akhir Januari 1948 mereka menemukan 10 buah Radio Amerika. Jacobus memotretnya. Laporan menuliskan : “setelah dipelajari beberapa staff , radio dapat difungsikan dengan cukup baik, baik digunakan di pos permanen sebagai pengintai di garis depan dan juga mudah digunakan untuk berpindah pindah karena mudah untuk diangkut.

Namun mereka punya masalah yang lebih besar dengan kendaraan “bersyukur atas kemampuan dan bakat improvisasi dari para mekanik,kendaraan dapat berjalan dengan layak” begitu tulis Commander A.Lammers. Dia juga menuliskan bahwa moral prajuritnya terjaga dengan baik. Juga laporan pada pertengahan 1948, dia mengeluhkan mengenai perlengkapan dan komunikasi telepon namun kekuatan mereka masih utuh dengan 11 perwira, 16 sersan dan 186 prajurit. Hanya saja jumlah tentara yang sakit bertambah.

Satuan ini terpisah menjadi dua kelompok, kemungkinan Jacobus bergerak lebih ke timur yaitu ke Tegal. Melewati Pemalang,mereka menuju Belik dimana mereka tergabung dalam kelompok tempur “Bernardi”. Pada 19 Desember 1948 aksi polisionil kedua (operasi gagak) dimulai, mereka membantu pasukan infantri untuk mengecek desa desa dan memberikan support pada batalion zeni.

Ternyata pertempuran sama sekali belum terhenti bahkan saat aksi polisionil kedua ini berakhir pada Januari 1949. Kenyataannya di lapangan perang gerilya terus berlanjut hingga gencatan senjata pada Agustus 1949, hingga Desember 1949 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Sejak saat itu pula Jacobus dan kawan kawannya ingin untuk kembali pulang. Jacobus juga memotret foto pasukannya yang sedang mengundurkan diri. Pada Maret 1950 resimen dari prajurit Jacobus dikembalikan pulang ke Belanda oleh Kapal Angkut Pasukan Amerika “Fair Sea”. Sesampainya di Belanda, 3-12 RVA dihapuskan.

Sesampainya dirumah dia menempatkan seluruh fotonya dalam sebuah album foto, jepretan dari rekan-rekannya sesama prajurit, jeep, peralatan radio, bangunan, foto wanita Indonesia yang mencuci di sungai, sebuah desa atau parade kecil dari anak anak sekolah. Dia juga menyelipkan sertifikat Diploma yang dia dapat, mata uang Indonesia, surat izin penggunaan senjata, kartu tahun baru dari 3-12-RVA dan sertifikat dari insignia yang dia dapatkan dari Menteri Perang ( Minister of War ). Dan juga tersimpan foto pacarnya, orang tuanya, anjingnya dibawah pengering di sebuah salon dan foto rekreasi ke Valkenburg dan Pisa. Ringkasan kehidupan pada umumnya setelah 3 tahun peperangan.

http://kabarnet.wordpress.com/2012/08/06/album-foto-di-tempat-sampah-gegerkan-belanda/

10
Aug
12

Politik : Celotehan Foke Langgar Etika Politik

Panwaslu : Celotehan Foke Melanggar Etika Politik

Foke (Foto: Antara/Dhoni Setiawan)

Celotehan Foke melanggar etika politik

Menurut Panwaslu, ucapan Foke ke korban kebakaran bukan pelanggaran pidana. Memberi citra buruk

Link terkait

TEMPO.COTEMPO.CO

TEMPO.CO, Jakarta – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta Ramdansyah menegaskan bahwa pernyataan Gubernur Fauzi Bowo ketika mengunjungi korban kebakaran di Karet, Jakarta Selatan, belum bisa dikategorikan sebagai pelanggaran pidana pemilihan kepala daerah. »Tidak semua peristiwa itu masuk pelanggaran pidana,” kata Ramdansyah, Kamis 9 Agustus 2012.

Ucapan Foke kepada korban kebakaran Karet, Selasa 7 Agustus 2012 lalu menyebar di dunia maya lewat video amatir yang diunggah ke situs media sosial youtube. Dalam video itu, Foke menanyakan apa pilihan politik para korban dalam Pemilihan Gubernur Jakarta. Jika korban memilih pesaingnya, Walikota Solo Joko Widodo, Foke –entah spontan atau serius—menyarankan korban kebakaran pindah dan membangun rumah mereka di Solo saja.

Menurut Ramdansyah, celotehan Fauzi Bowo memang bisa dinilai kurang tepat dan merupakan pelanggaran etika komunikasi politik. »Tapi itu bukan wilayah Panwaslu,” katanya. »Itu keseleo lidah, dan bisa mengganggu elektabilitas yang bersangkutan,” katanya. »Tapi terserah rakyat untuk menilai,” katanya lagi.

AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

Berita Terpopuler:

Mahfud MD: Koruptor Hidupnya Panas

Gubernur Fauzi Bowo Bungkam Soal Video di Youtube

Wawancara Tempo dengan Hartati Murdaya

Buka Bersama SBY-Polri-KPK, Ini Kata Ruhut

Demokrat: Rhoma Irama Tak Bersalah

Rhoma Irama, Kanan-Kiri Kena Jerat Hukum

Ini Kumbang Iblis dari Republik Dominika

Kunjungi Korban Kebakaran, Fauzi Sindir Jokowi

Abraham : Pembahasan dengan SBY Normatif

Robert Pattinson-Patricia McKenzie Beradegan Syur

10
Aug
12

IndoGreenWay : 9 Alasan Mengkonsumsi Tomat

Sembilan Alasan Mengonsumsi Tomat

Ilustrasi dok: Thinkstock

9 Alasan mengonsumsi tomat

Masih butuh alasan untuk mengonsumsi tomat? Ini 9 manfaat buah tomat menurut ahli. Cegah penuaan

Link terkait

Yahoo! SHEYahoo! SHE

Oleh Rinatta Paries

Ada banyak alasan agar Anda mampir ke pasar lokal dan membelinya. Berikut sembilan alasan untuk menyukai buah tomat:

1. Tomat diperkaya dengan vitamin C, sebuah nutrisi yang menjaga sistem kekebalan tubuh Anda tetap kuat.

2. Tomat mengandung phytonutrient (nutrisi yang didapatkan dari tumbuhan termasuk buah) yang disebut likopen yang telah terbukti dalam beberapa penelitian melawan penuaan dan memiliki sifat-sifat antikanker. Likopen efektif untuk melawan kanker prostat dan usus besar.

3. Likopen yang terkandung di dalam tomat juga membantu melawan kerusakan gen yang berpotensi menimbulkan penyakit.

4. Tomat merangsang terbentuknya asam amino karnitina yang terbukti dalam penelitian mempercepat pembakaran lemak dalam tubuh lebih dari 30 persen.

5. Penelitian menunjukkan likopen yang terkandung di dalam tomat, kalau dikonsumsi secara teratur, dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga 29 persen.

6. Kurangnya asupan likopen dalam makanan yang dikonsumsi wanita menopause dikaitkan dengan osteoporosis.

7. Tomat segar dan ekstrak tomat terbukti dalam penelitian dapat menurunkan total kolesterol, kolesterol LDL (kolesterol jahat), dan trigliserida. Tomat juga terbukti dapat mencegah penggumpalan darah (dikenal sebagai agregasi trombosit), yang merupakan faktor risiko untuk aterosklerosis

8. Tomat juga mengandung phytonutrient lain, termasuk betakaroten, lutein, dan zeaksantin, yang baik untuk mata dan membantu melindungi mata Anda dari degenerasi.

9. Tomat lezat dan serbaguna. Tomat bisa dipadukan dalam pasta, salad, sup, kari, semur, dan berbagai masakan favorit Anda.

Sebagaian orang mengatakan tomat seharusnya dimakan setelah dimasak untuk mendapatkan nutrisi yang maksimal. Itu tidak sepenuhnya benar. Meski likopen diserap maksimal dari tomat yang sudah dimasak, vitamin C dan enzim-enzim lain yang terkandung dalam tomat paling banyak terkandung pada tomat yang tidak dimasak.

Jadi, saya menyarankan untuk memadukan keduanya. Nikmati tomat masak dalam sup, semur, dan kari. Makan tomat mentah dalam salad, sandwich, dan salsa.

Penelitian menunjukkan bahwa likopen yang terkandung dalam tomat kuning dan oranye diserap lebih maksimal daripada likopen yang terkandung dalam tomat merah. Jadi jangan lupa untuk menyempatkan diri memakan kedua jenis tomat itu.

Artikel Pilihan Redaksi

  • 5 Healthiest Food Choices for a Long Lifestory
    6 Makanan yang Membuat Bahagia
  • Olympics Day 7 - Athleticsslideshow
    Kuku-kuku Cantik di Olimpiade
  • Couplestory
    4 Cara Mengetahui Si Dia Naksir Anda
  • Kemeja putihslideshow
    Enam Busana Penting Bagi Wanita
  • couplestory
    Cara Mudah Lebih Memahami Pasangan Anda
  • wedding ring cincinstory
    Memilih Calon Suami: Pakai Logika Atau Hati?

    Artikel Terpopuler

    • 47 Resep IndoGreenWay

      www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


      REFERENSI DARI KITAB-KITAB SUCI

      TENTANG PRODUK PERLEBAHAN

      AL-QUR’AN

      Q.S An-Nahl ayat 68-69

      (68) Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah “Buatlah sarang2 di bukit2, di pohon2 kayu, dan di tempat yang dibikin manusia”

      (69) Kemudian makanlah dari tiap2 (macam) buah2an dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (MADU) yang ber-macam2 warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar2 terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang2 yang memikirkannya.

      TRI PITAKA

      Dalam ajaran agama Buddha ada 5 jenis obat yang bisa dikonsumsi oleh para bhikkhu setelah makan siang, salah satunya adalah MADU.

      VINAYA PITAKA, Mahavagga VI.208 15-10

      Beberapa jenis obat yang dipakai oleh bhikku yang sakit adalah…MADU

      Dalam Artharvaveda XII.3.44

      MADU dicampur dengan mentega yang dijernihkan (disajikan kepada tamu menyehatkan)

      Dalam Artharvaveda II.3.1

      Minumlah ghee (mentega yang dimurnikan), MADU dan susu baik untuk kesehatan.

      ALKITAB

      Dalam Amsal 16 : 24

      Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang MADU, manis bagi hati dan obat bagi tulang2.

      Dalam Amsal 24 : 13

      Anakku, makanlah MADU, sebab itu baik dan tetesan MADU manis untuk langit2 mulutmu.

      AYURVEDA

      Ayurveda atau “ilmu tentang kehidupan” yang berakar dari budaya India yang menggabungkan konsep alami dan herbal untuk penyembuhan penyakit dan telah dipraktekkan 4000 tahun Sebelum Masehi.

      Ayurveda mempunyai bagian penting yaitu Rasayana yang secara sederhana berarti sesuatu yang mengembalikan orang ke keadaan muda secara fisik dan mental.

      Di berbagai ramuan Rasayana yang 100% terdiri dari bahan alami, MADU merupakan komponen yang penting. Disebutkan bahwa Rasayana disiapkan dengan MADU dan ghee (mentega yang dimurnikan) karena potensi dan preservasi herbal secara permanen terikat pada MADU dan ghee.

      http://citizennews.suaramerdeka.com/index.php?option=com_content&task=view&id=1528

      Meniru Lebah

      Ditulis Oleh Aminuddin bin Halimi
      22-01-2012,
      Terkadang orang beragama Islam tetapi tidak tahu apa itu Islam. Dan tidak pernah menanyakan dirinya “Aku ini Islam kebetulan (beneran) atau sungguh-sungguh”. Lalu, Islam yang sungguh-sungguh itu seperti apa? Apa hanya menjalani hidup ini seperti apa adanya, bak air mengalir? Padahal ia diberi kebebasan memilih dan diberi akal lagi, yang maha dahsyat.Jika ia mau berpikir lebih jauh, ia tidak mau kalah kedudukannya dari binatang, apalagi lebih rendah posisinya dari hewan yang tidak berakal. Sungguh amat tidak pantas. Padahal ada binatang yang baik yang dapat dijadikan contoh oleh manusia, yaitu lebah. Lebah, karena kebaikannya, diabadikan di dalam Alqur’an sebagai salah satu nama surat, yaitu surat “An-Nahl”.

      Lebah tidak mau makan kecuali memakan makanan yang baik-baik, yaitu sari-sari bunga yang harum dari tumbuh-tumbuhan yang berserakan di muka bumi. Orang-orang yang ingin selamat, sehat, bahagia dan berumur panjang, dalam hal ini umat Islam, tentu tidak mau mengkonsumsi kecuali makanan yang halal, bergizi dan baik.

      Persoalan makanan yang amat vital bagi kesehatan tubuh, sudah tidak menjadi perhatian bagi berbagai kalangan.  Kalangan anak-anak lebih menyukai makanan instan, mie instan, pop mie, chikky, makanan ringan produk pabrik yang dikemas indah-indah dan menarik. Sementara tidak menyukai sayuran dan buah-buahan.

      Kalangan pemuda dan remaja lebih menyukai makanan produk luar, agar kelihatan keren, di KFC, CFC, Donking Donut, Make Donald, atau mie ayam, bakso yang mangkal di pinggir-pinggir jalan yang kebersihannya belum tentu terjamin. Demikian pula aspek halal dan haram masih perlu diteliti. Ada isu bahwa bakso dicampur dengan formalin, atau daging babi, atau daging tikus.

      Di kalangan orang-orang tua yang sudah mulai rentan dengan berbagai penyakit, semestinya mereka harus lebih berhati-hati, tetapi tidak jarang mereka memilih makanan yang enak-enak, kepiting, swike, seafoods, sate kambing, merokok, minum kopi, minum minuman keras, yang jelas-jelas membahayakan kesehatan mereka.

      Lebah beterbangan menjelajahi alam tumbuh-tunbuhan dan hutan belantara dengan ketajaman mata, telinga dan hidung. Ia memilih singgah di tempat-indah dan harum bersama kupu-kupu dan kumbang. Dengan kebebasannya, seharusnya orang Islam memilih tempat tinggal yang baik, lingkungan orang-orang baik, lingkungan bersih, indah dan harum. Mencari rizki di tempat-tempat yang baik, melalui etika yang baik, bukan di lokasi yang remang-remang, kotor, apalagi gelap. Belajar dan mendidik anaknya juga di sekolah-sekolah yang Islami dan favorit. Berolahraga di tempat-tempat yang bersih dari maksiat.

      Demikian pula berlibur dan bergaul, selektif mencari tempat wisata yang steril dari kemaksiatan. Tidak boleh keliru dalam memilih teman atau kawan, apalagi teman hidup (jodoh) untuk sepanjang hayat. Sebab tidak sedikit orang kaya jatuh miskin dan orang mulia jatuh hina karena bergaul dengan orang-orang buruk, orang-orang jahat yang senantiasa mencari mangsa.

      Ketika lebah singgah di cabang atau ranting pohon, ia tidak sampai sempal atau putus cabang dan ranting pohon itu. Orang Islam, ketika mengunjungi suatu tempat yang gersang atau yang ramai, ia tidak  membuat onar  dan resah tempat yang dikunjunginya. Justru sebaliknya memberi kesejukan, kenyamanan dan kemanfaatan kepada sebesar-besar umat sesuai missi Islam “Rahmatan lil Alamin”.

      Lebah melalui madu yang dihasilkannya, menyimpan makanan untuk persiapan hari esok bagi kawan-kawan atau komunitas lebah, di samping untuk pengobatan makhluk lain bernama manusia. Orang Islam kalau tidak mau kalah dengan lebah harus beramal jariyah untuk kemanfaatan generasi yang lebih luas. Misalnya : menanam pohon jati untuk keturunan yang akan datang, menanam investasi untuk kegiatan-kegiatan ibadah atau jihad di jalan Allah, menyediakan lahan luas untuk pembangunan pondok pesantren, pendidikan bermutu, dll. Artinya, umat Islam itu harus visioner, memiliki visi ke depan yang jelas dan panjang, untuk kemajuan bangsa dan umat manusia di masa yang akan datang.

      Alquran menyatakan bahwa lebah beterbangan menjelajahi flora dan fauna dengan penuh kerendahan. Meskipun lebah mempunyai senjata ampuh berupa sengatan yang luar biasa. Lebah tidak lantas semena-mena menyengat semua makhluk yang dijumpainya. Ia tidak sombong, tidak dumeh. Tidak seperti manusia, pandai silat sedikit, sudah suka mengajak bertarung dan bertengkar, membuat geng-geng, lalu tawuran. Alangkah indah dan nikmatnya hidup ini, manakala manusia dengan sesama manusia berkawan, bergaul, bekerja sama, saling membantu dengan penuh kerendahan, saling menghargai dan saling menghormati.

      Komunitas lebah sebagai sebuah organisasi besar amat mengagumkan dan sangat menakjubkan, belum pernah mendengar lebah bertengkar dengan lebah. Lebah mengadakan demontrasi menuntuk hak sama tentang madu. Pembagian tugas yang begitu rapi, tidak pernah dilanggar atau berebutan. Ada yang bertugas menjadi tentara, sebagai benteng pengamanan. Ada yang bertugas mencari makanan, ada yang bertugas membuat rumah dan ada yang bertugas melanjutkan keturunan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa ternyata lebah lebih cerdik daripada manusia.

      www.hdindonesia.com/gabung.asp?id=indogreenway


      Opini 19 Pakar HD

      Persembahan Bagi Kesehatan Masyarakat

      Profil 19 Produk IndoGreenWay

      Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu

      Jumat, 08 Juni 2012, 10:58 WIB
      .
      Subhanallah, Inilah Mukjizat Lebah Madu
      Lebah madu

      REPUBLIKA.CO.ID, ”Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia.” (QS. An-Nahl, 16:68)

      Tahukah Anda lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal? Menurut Harun Yahya, heksagonal merupakan sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain.

      Lebah, kata dia, menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit.

      ”Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat,” ujar cendekiawan Muslim bernama asli Adnan Oktar ini.

      Aspek lain yang mengagumkan adalah cara komunikasi antar-lebah yang sulit untuk dipercaya. Setelah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya.

      Menurut Harun, lebah pemadu memberitahu lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus.

      Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

      Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah.

      Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah.

      Fenomena ini membuktikan bahwa lebah diberi petunjuk melalui “ilham” dari Allah swt sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68 di atas.

      Sejak jutaan tahun yang lalu lebah telah menghasilkan madu sepuluh kali lebih banyak dari yang mereka butuhkan. Satu-satunya alasan mengapa binatang yang melakukan segala perhitungan secara terinci ini memproduksi madu secara berlebihan adalah agar manusia dapat memperoleh manfaat dari madu yang mengandung “obat bagi manusia” tersebut.

      Allah menyatakan tugas lebah ini dalam Alquran:

      ‘Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl, 16: 69)

      Tahukah Anda tentang manfaat madu sebagai salah satu sumber makanan yang Allah sediakan untuk manusia melalui serangga yang mungil ini?

      Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah.

      Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.

      Sebagaimana firman Allah, madu adalah “obat yang menyembuhkan bagi manusia”. Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.

      Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali.

      Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.

      Redaktur: Heri Ruslan
      Sumber: harunyahya.com

      Alamat Kontak : 0817 983 4545

       

      Hati-hati, Minum Es Teh Bisa Kena Batu Ginjal

       

      TEMPO.CO, Jakarta – Bagi sebagian orang, minum es teh adalah pilihan untuk menemani saat bersantai atau saat makan. Tapi ternyata, ada risiko serius dari kebiasaan minum es teh. Studi yang dilakukan peneliti dari Loyola University Medical Center, Amerika, menemukan bahwa orang yang suka minum es teh bisa menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar terkena penyakit batu ginjal.

      Tim peneliti menjelaskan bahwa minuman populer saat musim panas di Amerika itu umumnya mengandung kadar oxalate yang tinggi. Oxalate adalah zat kimia yang bisa menyebabkan terbentuknya kristal-kristal kecil yang terbuat dari mineral dan garam yang ditemukan di urine. Meskipun kristal-kristal tersebut biasanya tidak berbahaya, peneliti memperingatkan, kristal itu bisa membesar dan bersarang di saluran yang mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih.

      “Untuk orang yang punya kecenderungan membentuk batu ginjal, es teh adalah salah satu minuman terburuk untuk dikonsumsi,” kata John Milner dari Departemen Urologi Loyola University. “Seperti banyak orang, saya menikmati es teh di musim panas, tapi saya tidak mengkonsumsinya berlebihan,” kata dia. Selayaknya gaya hidup sehat yang lain, minum es teh secara moderat adalah kuncinya.

      Pria berpeluang empat kali lebih besar terkena batu ginjal ketimbang perempuan. Risiko tersebut naik secara signifikan untuk pria dengan usia di atas 40 tahun. Peneliti mencatat bahwa perempuan menopause dengan kadar estrogen rendah dan mereka yang ovariumnya diangkat juga berada pada risiko tinggi.

      Untuk mengurangi risiko batu ginjal, peneliti menyarankan orang untuk tetap terhidrasi dengan baik. Meskipun minum air putih adalah yang terbaik, mereka menyarankan lemon murni adalah pilihan lain yang juga baik. Lemon mengandung sitrat yang tinggi, yang menghambat pertumbuhan batu ginjal.

      Saran lain yang diberikan guna menghindari batu ginjal adalah menghindari makanan dengan kadar oxalate yang tinggi, seperti bayam, cokelat, dan kacang, mengurangi asupan garam, mengkonsumsi lebih sedikit daging, serta cukup asupan kalsium yang mampu mengurangi penyerapan oxalate dalam tubuh.

      HEALTHDAY | AMIRULLAH

10
Aug
12

IpTek : Metoda Manusiawi Eksekusi Mati

Rabu, 08/08/2012 15:39 WIB

Mencari Metode Eksekusi Mati yang Manusiawi

BBCIndonesia.com – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

death sentence

AS menggunakan tujuh metode eksekusi berbeda

Kombinasi tiga jenis obat yang digunakan banyak negara bagian di AS dalam eksekusi pelaku kejahatan terkadang tidak selalu efektif karena dinilai menyakitkan. Apakah menggunakan metode baru akan membungkam kritik?

Pada 1 Agustus tahun ini, Ronald Smith seharusnya mati.

Ia divonis mati oleh negara bagian Montana untuk dua kasus pembunuhan yang dilakukannya lebih dari 30 tahun silam. Tetapi setelah tiga dekade menunggu eksekusi dan beberapa jadwal eksekusi yang ditunda, kini perubahan hukum telah menyebabkan satu lagi penundaan.

Tantangan ini tidak terkait dengan kejahatan yang dilakukan Smith; tetapi metode yang akan digunakan negara bagian untuk mengakhiri hidupnya.

Perserikatan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), yang membawa kasus ini, mengklaim bahwa protokol tiga-obat yang digunakan Montana dalam eksekusi dapat menyebabkan penderitaan yang tidak perlu.

Dirancang oleh ahli anestesi Stanley Deutsch sebagai cara yang “sangat manusiawi” untuk mengakhiri hidupnya, metode itu seharusnya bekerja dengan cepat dan tanpa rasa sakit.

Luka bakar kimia

Tetapi beberapa kasus terkini mengenai eksekusi dengan metode injeksi obat yang menyakitkan memicu perdebatan mengenai nilai metode ini.

Sejak digunakan di Texas pertama kali pada 1982, metode yang disebut koktail tiga obat itu, menjadi metode eksekusi standar di AS.

Obat pertama, barbiturat, mematikan sistem syaraf pusat, dan membuat narapidana tidak sadarkan diri.

Obat kedua melumpuhkan otot dan menghentikan pernafasan narapidana. Yang ketiga, potasium klorida, menghentikan detak jantung.

Metode ini dinyatakan sebagai pengganti yang lebih manusiawi untuk gas mematikan dan kursi listrik.

Tapi para kritikus merasa skeptis.

“Tidak mungkin untuk dapat mengerti apa yang dilakukan obat ini pada manusia,” kata Deborah Denno, profesor hukum dari Universitas Fordham di New York.

“Mereka mungkin saja tidak sadarkan diri [oleh obat pertama] untuk berteriak, atau mereka kesakitan, tetapi tidak bisa melakukan apa-apa karena syaraf dikunci oleh obat kedua.”

Eksekusi gagal

death sentence

Setelah dua jam, eksekusi terhadap Rommel Broom dihentikan

Eksekusi Angel Diaz di Florida pada 14 Desember 2006 memakan watu 34 menit, dan injeksi ulang untuk menyelesaikannya.

Para saksi eksekusi melaporkan Diaz “tersengal-sengal” dan “wajahnya menahan sakit” selama prosedur itu.

Otopsi kemudian menemukan adanya luka bakar kimia di kedua lengan Diaz, dimana jarum disuntikkan ke dalam urat nadi dan jaringan tipis.

Jeb Bush, gubernur Florida saat itu, untuk sementara menunda semua eksekusi di hari berikutnya.

Berdasarkan laporan, narapidana itu kemungkinan meninggal dunia dari “sesak nafas” yang disebabkan oleh obat pengunci syaraf, dan ia mungkin mengalami “sensasi terbakar akibat potasium.”

Tim pengacara dan pakar kesehatan yang menulis laporan itu menyimpulkan, “Pandangan konvensional mengenai injeksi mematikan dapat membuat proses kematian damai dan tanpa rasa sakit, kini dipertanyakan.”

Pada 2009, setelah dua jam berusaha mengeksekusi Rommel Broom dengan koktail tiga obat, Ohio menjadi negara bagian pertama yang mengubah prosedurnya dari dosis tunggal menjadi anestesi.

Tim eksekusi kesulitan menemukan nadi yang tepat untuk menyuntikkan obat itu. Setelah 18 suntikan, ia dikembalikan ke sel dan belum dieksekusi ulang.

Setelah Ohio, negara bagian lain menyusul.

Meski 24 dari 33 negara bagian AS yang menerapkan hukuman mati masih menggunakan protokol tiga obat, lima negara bagian kini menggunakan metode obat tunggal, dan empat lainnya mengumumkan niat mereka untuk beralih pada injeksi satu obat mematikan.

“Dalam dua tahun terakhir, kita telah melihat banyak perubahan dalam protokol obat sepanjang sejarah injeksi mematikan,” kata Prof. Denno.

Negara-negara bagian yang mengubah metode mereka menolak menjelaskan alasannya.

(bbc/bbc)

10
Aug
12

IpTek : Korek Api Tertua di Dunia

Rabu, 08/08/2012 22:52 WIB

Para ahli temukan korek api tertua di dunia

BBCIndonesia.com – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Benda yang diperkirakan sebagai korek api tertua.

Benda-benda ini tadinya diperkirakan semacam lingga dan yoni.

Para peneliti dari Israel mengatakan artefak misterius yang terbuat dari batu dan tanah liat dari zaman Neolitikum mungkin adalah korek api tertua di dunia.

Benda-benda yang ditemukan tersebut sebenarnya bukan baru, namun selama ini para ahli mengira benda-benda tersebut adalah simbol budaya semacam lingga dan yoni.

Para ahli menelusuri sejarah pembuatan api oleh manusia melalui bukti berupa sisa-sisa api.

Diperkirakan pertama kali manusia di kawasan Eurasia mengenal api 250.000 tahun yang lalu.

“Kita memiliki bukti bahwa manusia modern dan Neanderthal membuat api, yang berupa arang, abu, dan tungku. Nah, bagaimana api itu dibuat, para ahli belum pernah menemukan buktinya,” kata Naama Goren-Inbar dari Universitas Hebrew Jerusalem.

Kajian tentang korek api ini berawal dari kunjungannya ke satu museum di Jerusalem.

Fungsi khusus

Goren-Inbar tertarik dengan sejumlah benda yang ditemukan di situs arkeologi Shaar HaGolan, yang ia perkirakan tidak sekedar benda budaya.

Ia memperkirakan benda-benda tersebut, yang diperkirakan berusia 8.000 tahun, memiliki fungsi khusus.

“Saya mengamati benda-benda tersebut dan yang muncul dalam benak saya adalah benda ini mirip dengan alat yang dipakai untuk membuat api. Dari sini saya bersama beberapa ahli lain melakukan kajian secara mendalam,” papar Goren-Inbar.

Dengan teknik pengamatan mikro, Goren-Inbar menyimpulkan bahwa benda berbentuk silinder ini pernah diputar berulang kali dengan kecepatan tinggi.

Di benda lain, sementara itu, ditemukan bekas pernah tergesek benda berbentuk silinder.

Bila digabungkan dua objek ini mirip dengan alat yang dipakai untuk membuat api di zaman modern.

Tim pimpinan Goren-Inbar makin yakin bahwa ini adalah “korek api” setelah mereka menemukan bekas api dan benda lain yang diperkirakan berfungsi untuk membantu memutar silinder tersebut dalam kecepatan tinggi.

(bbc/bbc)

10
Aug
12

Hukum : MOU KPK-Kejaksaan-PolRI Batal Demi Hukum

Jumat, 10/08/2012 09:12 WIB

Kolom

MoU Antara KPK, Kejaksaan dan Polri Batal Demi Hukum

Samuel MP Hutabarat – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jakarta Sengketa kewenangan antara KPK dengan Polri terkait dengan penanganan kasus simulator SIM Korlantas Polri mencuat. Rebutan perkara antara KPK dan Polri ini terjadi setelah pihak Polri menetapkan lima tersangka yakni AKBP Teddy Rusmawan sebagai ketua pengadaan, Kompol Legino saat ini menjabat sebagai Bendahara Satuan Korlantas, Wakorlantas Brigjen Didik Purnomo, dan pihak swasta yakni Sukotjo Bambang, serta Budi Santoso.

Tiga nama terakhir itu, juga telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Selain tiga nama tersebut yang merupakan tersangka bersama KPK juga telah menetapkan mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo sebagai tersangka.

Dari berbagai pendapat pendapat yang berkembang mengenai kewenangan antara KPK dan Polri dalam menangani kasus simulator Korlantas Plori ini ada yang berpendapat bahwa KPK yang berwenang untuk mengambil alih penanganan kasus ini. Pendapat ini didasari oleh hadirnya Undang-undang No 30 tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di antaranya pasal 6, pasal 8 dan pasal 50.

Sementara di sisi lain, pihak Polri berpendapat bahwa Polri berwenang untuk menangani kasus tersebut hal ini karena Polri mengklaim yang lebih dulu menyelidiki kasus itu dan mengacu pada Nota Kesepakatan (MOU) yang tertuang dalam Kesepakatan Bersama Antara Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. Nomor: KEP-049/A/J.A/03/2012, nomor: B/23/III/2012, dan nomor: SP3-39/01/03/2012 Tentang Optimalisasi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mengutip pendapat dari Pakar hukum pidana Romli Atmasasmita menilai permasalahan utama polemik ‘perebutan’ kewenangan penanganan perkara dugaan korupsi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri ada pada nota kesepahaman (MoU) antar tiga institusi penegak hukum. “Masalahnya justru MoU itu melemahkan Undang-Undang KPK (Nomor 30/2002 ),” kata Romli seusai dimintai pandangan oleh Polri di Divisi Hukum di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (6/8/2012).(www.Kompas.com, Senin 6 Agustus 2012)

Menanggapi kondisi seperti halnya tersebut di atas, pemerintah sendiri melalui Juru Bicara Kepresidenan seperti halnya kutipan berikut: “Silakan saja para ahli hukum yang membahas bagaimana posisi dilihat dari UU dan MoU yang ada,” kata Jubir Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, (www.detik.com,Selasa, 07/08/2012 13:10 WIB). Hal ini jelas dapat kita lihat bersama, bahwa keberadaan MoU yang dibuat antara KPK, Kejaksaan dan Polri mempunyai arti penting dalam permasalahan penentuan kewenangan untuk menangani kasus simulator SIM Korlantas Polri.

Istilah Nota Kesepakatan (MoU) adalah suatu produk dalam ranah hukum perdata dan jika dicari aturan dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata kita tidak akan menemukan penjelasan secara khusus mengenai MoU ini, karena MoU ini lahir dari konsep hukum perjanjian dari negara-negara Common Law System. MoU ini sering kita dengar dari berbagai praktek bisnis sehari-hari yang terjadi di Indonesia, sehingga kita sudah sangat akrab dengan istilah MoU meskipun tidak berasal dari sistem hukum Indonesia.

Untuk itu perlu kiranya kita dapat mengetahui bagaimana kedudukan suatu MoU dalam konsep hukum perdata dan bagaimana keterkaitannya dalam menyelesaikan permasalahan sengketa kewenangan tersebut. Memorandum of Understanding sebenarnya merupakan suatu bentuk perjanjian ataupun kesepakatan awal yang menyatakan pencapaian saling pengertian diantara pihak-pighak yang terikat pada MoU tersebut, namun kesepakatan yang dicapai tersebut tidak dimaksudkan oleh para pihak untuk memberikan akibat hukum (no intention to create legal relation) terhadap konsekuensi dari pelaksanaan MoU tersebut.

Oleh karena itu sering juga kita dengan bahwa MoU itu adalah merupakan suatu Gentlement’s Agreement yang hanya memunculkan kewajiban moril bukan kewajiban hukum. Kewajiban hukum itu timbul jika para pihak sepakat untuk memberikan akibat hukum dalam MoU tersebut. Lalu bagaimana kedudukan dari MoU yang telah ditandatangani oleh pihak KPK, Kejaksaan Agung dan Polri, seperti telah dijelaskan sebelumnya maka kedudukan dari MoU tersebut hanyalah merupakan suatu perjanjian yang memberikan sanksi atau akibat moral saja.

Namun demikian apakah MoU itu dapat dengan mudah untuk diingkari? tentunya tidak karena dalam MoU yang dibuat dan ditandatangani antara KPK, Kejaksaan dan Polri merupakan pertaruhan kepercayaan publik terhadap institusi. Sehingga jika salah satu pihak mengikari hal itu, maka penilaian ataupun tingkat kepercayaan publik akan jatuh kepada institusi tersebut. Oleh karena itu sangat berisiko jika KPK menganggap angin lalu ataupun mengabaikan MoU yang sudah di tandatangani oleh pimpinan KPK tersebut dan berdampak bagi integritas dan akuntabilitas dari KPK sendiri.

Lalu bagaimana jalan keluarnya? MoU meskipun tidak mempunyai akibat hukum ataupun hanya memberikan akibat moral tetap merupakan suatu perjanjian dan seluruh perjanjian yang ada jika tunduk pada hukum Indonesia, maka perjanjian itu baru dikatakan sah jika memenuhi pasal 1320 Kitab Undang-undang Hukum Perdata yang unsur-unsurnya adalah:

1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya
2. Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
3. Suatu hal tertentu
4. Suatu sebab yang halal.

Keempat unsur inilah yang menjadi acuan dalam hukum perjanjian Indonesia dalam menentukan keabsahan suatu perjanjian. Oleh karena itu mari kita uji bersama apakah MoU tersebut sudah sah dengan memenuhi keempat unsur sahnya perjanjian itu.

Untuk unsur 1, 2 dan 3 sudah dapat dipastikan sudah terpenuhi dalam MoU itu, karena para pihak dalam hal ini KPK, Kejaksaan dan Polri sepakat terhadap MoU itu. Hal ini dapat dilihat dari telah ditandatanganinya MoU itu oleh para pihak.

Unsur kecakapan terkait dengan kewenangan pihak-pihak yang menandatangi MoU tersebut. Tentunya pihak-pihak yang berwenang yang telah mewakili masing-masing institusi yaitu Ketua KPK Abraham Samad, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Jaksa Agung Basrief Arief. Sehingga unsur kecakapan pun telah terpenuhi.

Demikian juga dengan unsur suatu hal tertentu, MoU tersebut mengatur mengenai mekanisme di antara KPK, Kejaksaan dan Polri dalam rangka pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan demikian unsur 1, 2 dan 3 sudah terpenuhi dalam MoU tersebut.

Bagaimana dengan unsur ke 4 mengenai suatu sebab yang halal? Maksud sebab yang halal ini adalah setiap perjanjian dalam hal ini MoU antara KPK, Kejaksaan dan Polri ini di antaranya tidak melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sekarang mari kita lihat apakah MoU tersebut melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan?

Mengutip pendapat dari pakar hukum pidana Prof Romli Atmasasmita, “Jika mengacu pasal itu maka KPK seharusnya lebih berwenang dalam melakukan supervisi. Dengan MoU itu malah supervisinya hilang. Jadi selevel lah (dengan Kepolisian dan Kejaksaan),” kata dia.

Selain itu, tambah Romli, di MoU ada pengaturan pengendalian bersama dalam pemberantasan korupsi. Hal itu tidak diatur dalam UU KPK. Masalah lain, lanjut dia, di MoU diatur batas waktu penyerahan tersangka dan seluruh berkas perkara paling lama 3 bulan. Adapun di UU KPK hanya 14 hari. (www.Kompas.com, Senin 6 Agustus 2012).

Mengutip pendapat tersebut dapat kita lihat bahwa ternyata MoU tersebut telah melanggar hukum. Artinya kauasa yang halal dari syarat sahnya perjanjian tersebut sudah tidak terpenuhi yang akibatnya maka MoU tersebut batal demi hukum yang artinya MoU tersebut haruslah dianggap tidak pernah ada.

Kemudian bagaimana cara membatalkan MoU tersebut? Bahwa setiap perjanjian harus dibatalkan melalui pengadilan (vide pasal 1266 KUHPerdata), sehingga pengadilanlah yang berhak untuk membatalkan MoU caranya dengan mengajukan gugatan ke pengadilan untuk minta MoU tersebut dibatalkan. Siapa yang akan membatalkan? Apa dasarnya? Sungguh tidak elok apabila para pihak yang telah menadatangani MoU tersebut yang mengajukan gugatan pembatalan di pengadilan. Sebab kembali jika hal ini dilakukan oleh salah satu pihak maka akan memberikan dampak baik secara politis dan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi tersebut.

Oleh karena itu akan lebih baik jika pihak di luar dari KPK, Kejaksaan dan Polri yang mengajukan pembatalan tersebut yaitu pihak yang mempunyai legal standing khusus terhadap masalah korupsi. Adapun dasar hukum yang dapat digunakan adalah mengenai perbuatan melawan hukum yaitu pasal 1365 KUH Perdata, hal ini dilakukan karena pihak yang akan menggugat tersebut bukanlah pihak yang terikat dalam MoU namun merasa dirugikan dengan adanya MoU ini. Upaya hukum dengan cara mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap MoU yang telah ditandatangani oleh KPK, Polri dan kejaksaan adalah suatu upaya dalam rangka menguji keabsahan dari MoU tersebut.

Mungkin secara politik, permasalahan mengenai kewenangan ini dapat diselesaikan, namun tetap akan menyisahkan permasalahan. Saat ini terjadi pada KPK dengan Polri tapi tidak tertutup kemungkinan hal ini terjadi lagi di antara segitiga institusi penegak hukum tersebut. Oleh karena itu upaya hukum dalam rangka menguji kebasahan Mou tersebut, merupakan langkah yang perlu dipertimbangkan agar dapat memberikan kepastian di antara ketiga institusi tersebut.

*) Samuel MP Hutabarat adalah dosen FH Unika Atma Jaya Jakarta.

(vit/vit)

Browser anda tidak mendukung iFrame
10
Aug
12

Per-undang2an : KPK masuk ke UUD1945

Jumat, 10/08/2012 08:16 WIB

MPR Kaji Usulan Memasukkan KPK ke UUD 1945

M Rizki Maulana – detikNews
Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda

Jakarta Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengusulkan agar KPK diatur dalam konstitusi melalui UUD 1945. Tak mudah merealisasikannya, namun usul ini tengah dikaji Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).

“Usul KPK masuk konstitusi pantas dikaji dan dipertimbangkan. Usul Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto agar KPK masuk dalam UUD 1945 saya kira pantas dikaji dan dipertimbangkan. Ada baiknya juga sekaligus dengan memasukkan Kejaksaan, sebab Kejaksaan pun belum masuk dalam kekuasaan kehakiman di UUD 1945,” ujar Ketua Fraksi Gerindra MPR RI, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Jumat (10/8/2012).

Memang memasukkan Kejaksaan dan KPK ke UUD 1945 tidaklah mudah. Sebab UUD 1945 bukan seperti Undang-undang yang tiap tahun bisa diperbaiki atau dirubah.

“UUD belum tentu setiap satu dasawarsa dirubah. Sejak UUD 1945 dirubah terakhirkali tahun 2002, belum ada usul atau rencana yang serius untuk merubahnya lagi dalam waktu dekat,” katanya.

DPD memang sudah mewacanakan perubahan ini untuk dapat memperkuat wewenangnya dalam UUD 1945. Karena kalau seperti sekarang ini, DPD seolah-olah ada tapi tidak ada.

“Oleh karena itu MPR sudah membentuk Tim Kajian Ketatanegaraan yang berfungsi menampung usul-usul perubahan terhadap UUD 1945 dan mengkajinya apakah perlu masuk UUD 1945 atau cukup di Undang-undang saja. Usul KPK ini akan kami kaji dan pertimbangkan bersamaan dengan usul dimasukkannya Kejaksaan ke dalam UUD 1945. Akan tetapi meskipun KPK belum masuk UUD 1945, namun saya kira wewenang KPK sesuai dengan UU no 30 tahun 2002 tentang KPK, yang dibuat sebagai amanat reformasi, sebenarnya sudah cukup kuat untuk mendukung tindakan KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi,” tutupnya.

(riz/van)

Browser anda tidak mendukung iFrame
Baca Juga



Blog Stats

  • 2,432,634 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 135 other followers