Posts Tagged ‘Commercial Flight

30
May
12

IpTek : Teknologi Militer vs Pesawat Komersial Sukhoi Superjet 100

1337131427993853507

Pesawat Sukhoi Superjet 100/Kompasiana (KOMPAS.com/AFP/NATALIA KOLESNIKOVA)

 

Intelijen Militer Rusia Tuduh AS Sabotase Sukhoi Superjet 100

Dahono Fitrianto | Agus Mulyadi |

Kamis, 24 Mei 2012 | 18:46 PM

MOSKWA, KOMPAS.com — Dinas intelijen militer Rusia menduga jatuhnya pesawat penumpang Sukhoi Superjet 100 (SSJ100) di Indonesia dua pekan lalu disebabkan sabotase Amerika Serikat.

Pihak Rusia saat ini masih menyelidiki kemungkinan pihak AS menggunakan alat pengacak sinyal untuk mengacaukan penerbangan pesawat tersebut.

Dugaan tersebut muncul dalam artikel “Apakah Orang Amerika Terlibat dalam Kecelakaan Superjet?” yang dimuat tabloid Komsomolskaya Pravda di Rusia, Kamis (24/5/2012).

Menurut artikel itu, perusahaan-perusahaan dirgantara di AS punya kepentingan agar Sukhoi Superjet 100 gagal.

“Kami menyelidiki teori bahwa itu adalah sebuah sabotase industrial,” tutur seorang pejabat GRU, dinas intelijen militer luar negeri Rusia, kepada tabloid tersebut.

Menurut pejabat yang tak disebutkan namanya itu, GRU sudah lama memantau aktivitas Angkatan Udara AS (USAF) di bandar udara di Jakarta. Tidak disebutkan bandara mana yang dimaksud pejabat tersebut.

“Kami tahu mereka memiliki teknologi spesial yang bisa mengacak sinyal dari darat atau menyebabkan sistem pembacaan data di pesawat tak berfungsi. Mungkin inilah masalah sesungguhnya pada peristiwa itu,” tutur pejabat tersebut.

Pesawat Sukhoi Superjet 100 jatuh menabrak dinding tebing di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) lalu, saat melakukan penerbangan peragaan dalam rangka tur promosi. Kecelakaan itu menewaskan 45 orang di dalam pesawat, termasuk seorang warga negara AS.

Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang pertama rancangan asli Rusia sejak Uni Soviet runtuh dan diharapkan menjadi awal kebangkitan industri penerbangan sipil di negara itu.

Kantor berita Agence France Presse (AFP) menyebut Rusia punya kebiasaan menyalahkan negara lain atas berbagai musibah atau kecelakaan besar yang terjadi di Rusia.

Pada Agustus 2000, saat kapal selam nuklir Kursk milik AL Rusia tenggelam di Laut Barents, seorang komandan AL Rusia menyalahkan AL AS hanya karena waktu itu ada beberapa kapal perang AS di sekitar lokasi latihan militer yang melibatkan Kursk.

Kemudian, tahun lalu, mantan Kepala Badan Luar Angkasa Rusia Yury Kotev kembali menyalahkan AS sebagai penyebab kegagalan penerbangan wahana luar angkasa Phobos Grunt yang sedianya akan menuju Bulan. Menurut Kotev, pancaran radar AS membuat wahana itu gagal.

Kompas.com http://bit.ly/KuajUA

Intelijen Rusia Tuduh AS Sabotase Sukhoi

Jum’at, 25 Mei 2012 – 09:09 wib


Foto: RIA Novosti
enlarge this image

JAKARTA – Teori sabotase yang menyebabkan jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) di Gunung Salak,Kabupaten Bogor, masih menjadi salah satu fokus penyelidikan kecelakaan tersebut di Rusia.

Agen intelijen Negeri Beruang Merah dilaporkan tengah menyelidiki kemungkinan militer Amerika Serikat (AS) turut andil menjatuhkan pesawat komersial itu saat melakukan penerbangan demonstrasi (joy flight),9 Mei lalu. Mengutip sumber di badan intelijen militer Rusia,GRU, tabloid Komsomolskaya Pravda kemarin melaporkan, intervensi dari sebuah markas angkatan udara AS di dekat Jakarta telah menyebabkan perlengkapan di pesawat rusak hingga berujung pada tragedi yang menewaskan 45 orang.

Namun, dalam artikel “Apakah Orang Amerika Terlibat dalam Kecelakaan Superjet?” itu tidak disebutkan lokasi persis markas angkatan udara dimaksud. “Kami tahu mereka punya peralatan khusus yang dapat memotong komunikasi antara pesawat dan kontrol darat atau mengintervensi parameter di pesawat.Misalnya,pesawat terbang di satu ketinggian,tapi setelah adanya intervensi dari darat, peralatan di pesawat memperlihatkan angka lain,” ujar seorang jenderal di GRU kepada tabloid tersebut seperti dikutip The Moscow Times.

Klaim tersebut muncul menyusul spekulasi kecelakaan SSJ-100 terjadi akibat sabotase industri. “Pertanyaan utamanya, mengapa kontrol darat menyetujui permintaan untuk mengurangi ketinggian,” papar sumber di Sukhoi kepada Komsomolskaya Pravda.“Mungkin, dia tidak melihat bahwa pesawat itu langsung menuju gunung.

Di sisi lain, kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa ini adalah sabotase industri yang disengaja untuk menendang pesawat kita dari pasar.” Menurut seorang pejabat keselamatan pilot di Bandara Domodedovo, Moskow,ketika pesawat terbang menuju gunung, seharusnya mode otomatis yang memandu pesawat menghindari hambatan menyala. SSJ-100 hilang kontak setelah meninggalkan Bandara Halim Perdanakusumah pada penerbangannya yang kedua pukul 14.00 WIB.

Pesawat berdimensipanjang26,44meteritu akhirnya diketahui jatuh dan hancur setelah menabrak tebing Gunung Salak. Air Traffic Control (ATC) Bandara Soekarno Hatta sebelumnya mengakui telah memberikan izin kepada SSJ- 100 untuk turun dari ketinggian 10.000 kaki ke 6.000 kaki. Salah satu pertimbangannya, saat izin diberikan, Sukhoi berada di area aman.

Kantor berita Agence France Presse (AFP) menyebut Rusia punya kebiasaan menyalahkan negara lain atas berbagai musibah atau kecelakaan besar yang terjadi di Rusia. Pada Agustus 2000, saat kapal selam nuklir Kursk milik Angkatan Laut (AL) Rusia tenggelam di Laut Barents, seorang komandan AL Rusia menyalahkan AL AS hanya karena waktu itu ada beberapa kapal perang AS di sekitar lokasi pelatihan militer yang melibatkan Kursk. (Alvin/Koran SI) (abe)

Intelijen Rusia Tuduh AS Sabotase Sukhoi – m.okezone.com http://bit.ly/LHJ0HA

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT




Blog Stats

  • 4,028,351 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…