Archive Page 76

05
Dec
13

Kenegarawanan : Membaca Tanda Zaman

Membaca Tanda Zaman

Benny Susetyo* | Rabu, 04 Desember 2013 – 12:15 WIB

: 788

 


(dok/ist)
Ilustrasi.
Aparatur yang beradab selalu mengutamakan tertib sosial dan hukum.

 

Membandingkan survei CSIS kali ini (November 2013) dan yang terdahulu (Mei 2013), bisa dilihat tren konsisten kenaikan dukungan terhadap Joko Widodo (Jokowi) di antara pemilih PDI Perjuangan, naik dari 51,9 persen menjadi 63,6 persen.
Dukungan terhadap Jokowi juga naik signifikan di antara pemilih Gerindra, dari 12,6 persen menjadi 20,6 persen pada survei bulan November.
Artinya, pendukung Prabowo juga mulai berpaling pada Jokowi. Jarak tingkat dukungan terhadap Jokowi semakin lebar dari bakal calon presiden lain. Ini menunjukkan rakyat semakin cerdas dalam memilih pemimpinnya yang benar untuk melayani publik.

Fenomena Jokowi sebagai Gubernur Jakarta memberikan efek kepada rakyat. Hampir tiap hari publik melihat apa yang dilakukan dan dibuatnya. Rakyat merindukan pemimpin yang memiliki jiwa pelayan, bukan pemimpin yang hanya mencari kekuasaan. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki kredibilitas di mata publik bila politik menjadi alat untuk melayani kesejahteraan masyarakat.

Berpolitik sejatinya merupakan panggilan untuk menyejahterakan masyarakat. Namun, partai politik kita justru gagal menciptakan situasi kondusif untuk kesejahteraan rakyat. Partai politik gagal menata keadaban politik mereka dan memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat.

Kini saatnya partai melakukan perubahan mendasar dalam diri mereka agar kembali diterima. Partai politik diharapkan lebih aktif mencari figur pemimpin yang memiliki keutamaan.

Pemimpin yang memiliki keutamaan akan melayani rakyatnya karena itu merupakan panggilan nurani. Kita membutuhkan pemimpin yang tulus mengabdi untuk kesejahteraan bangsa ini. Pemimpin yang betul-betul memperhatikan nasib masa depan bangsa, bukan nasib dirinya.

Ketulusan menjadi dasar seseorang untuk mengantarkan bangsa ini kepada masa depan yang dicita-citakan. Sikap tulus itu tentu harus disertai kecerdasan dalam mengoordinasikan tujuan dan target yang ingin dicapai.

Tujuan yang ingin dicapai harus membebaskan masyarakat dari politik adu domba yang kerap dipicu perilaku politik kekuasaan. Justru negara seharusnya memfasilitasi pertumbuhan nilai-nilai kemanusiaan yang tercermin dalam peradaban para aparaturnya.

Aparatur yang beradab selalu mengutamakan tertib sosial dan hukum. Setiap pemimpin yang terpilih selalu dicita-citakan sebagai pemimpin bangsa masa depan. Oleh karena itu, mereka harus berani menegakkan keadilan tanpa melupakan kebenaran. Kebenaran tanpa keadilan tidak akan menciptakan tata dunia baru. Tata dunia baru tercipta bila hukum memiliki kedaulatan di atas kepentingan politik.

Politik harus tunduk pada moralitas. Itulah zaman yang diharapkan dengan lembaran baru tercipta demi terwujudnya cita-cita para pendiri bangsa ini.

Amanat Penderitaan Rakyat

Para pemimpin terpilih seharusnya kembali mengingat untuk apa mereka memimpin. Tentu bukan untuk hura-hura karena merasa telah memenangi kompetisi demokrasi, melainkan justru untuk sebuah agenda yang sangat berat. Rasa bersyukur yang berlebihan bukan sesuatu yang elok dipandang.

Menjadi pemimpin bukanlah sebuah hadiah, melainkan amanat penderitaan rakyat. Tentu mereka harus kembali mengingat etika dan tujuan berpolitik. Berpolitik harus menjelma menjadi tindakan untuk melayani masyarakat. Orang yang terlibat dalam politik harus mengacu pada moralitas kemanusiaan dan keadilan.

Politik dan pemerintahan harus menjadikan nilai moralitas publik sebagai acuan. Pemimpin sejati seharusnya meninggalkan keinginan dan nafsu kekuasaan politik sebagai sandaran hidup untuk memperoleh kekayaan. Bila demikian, politik hanya akan menjadi arena investasi belaka yaitu mengeluarkan berapa dan apa, lalu mendapatkan berapa dan apa. Politik kekuasaan adalah amanat penderitaan rakyat.

Pertanyaan buat para pemimpin terpilih adalah bagaimana kita menyikapi kondisi kritis bangsa kita saat ini. Komitmen berbangsa yang dimanifestasikan dalam bentuk kerelaan berkorban secara sungguh-sungguh merupakan salah satu langkah yang mengantarkan bangsa ini mencapai perubahan pada masa mendatang. Mengapa tidak belajar dari para pendiri negara ini dalam kentalnya komitmen mereka terhadap pengorbanan lahir batin akan nasib bangsa.

Setiap langkah yang mereka lakukan selalu diarahkan pada upaya bagaimana rakyat hari ini lebih baik dari kemarin, esok lebih baik dari hari ini. Hal itu hanya bisa dilakukan bila pemimpin baru sungguh-sungguh berpihak kepada rakyat jelata, rakyat miskin, dan kaum penganggur. Mereka semua penghuni mayoritas bangsa yang disebut Indonesia ini.

Kedaulatan Rakyat

Kedaulatan rakyat seharusnya menjadi prioritas utama dalam kebijakan dan visi mereka ke depan. Jika dilihat dari apa yang terjadi selama ini, kita belum menemukan calon pemimpin yang serius memperhatikan kedaulatan rakyat itu.

Calon pemimpin bangsa hanya memandang dari cakrawala sempit yang hanya mementingkan golongan dan partainya. Perlu cara pandang baru bagi calon pemimpin bangsa bahwa dengan kekuatan atau figur semata, krisis bangsa ini tidak terselesaikan.

Hanya dengan mengandalkan kekuatan sendiri dan menegasikan kekuatan lainnya, bangsa ini akan semakin terjerumus ke jurang yang curam. Bangsa ini tidak membutuhkan sosok pemimpin yang kuat, tetapi pemimpin yang memiliki orientasi yang jelas, berpihak kepada rakyat, dan bukan kepada pemilik modal. Pertumbuhan ekonomi bukan satu-satunya ukuran sukses pemerintahan.

Ukuran utamanya adalah berkurangnya jumlah orang miskin, pengangguran, kebodohan, kerusakan lingkungan hidup, jumlah korupsi, pelanggaran HAM, dan kekerasan dalam jumlah yang signifikan.

Itu merupakan syarat-syarat kontrak moral terhadap siapa pun yang berani mencalonkan dirinya sebagai pemimpin bangsa. Siapa pun sosoknya tidak begitu penting, yang penting ialah apakah mereka benar-benar memiliki keutamaan itu.

Keutamaan pemimpin dinilai dari catatan moral dan pengabdian kepada bangsa yang pernah dibuatnya. Amat penting melihat kesungguhan orang yang akan menjalankan roda pemerintahan. Inilah yang diamati rakyat dalam sosok Jokowi. Ini pertanda zaman sulit dibendung karena rakyat merindukan sosok pemimpin yang memiliki keutamaan publik.

*Penulis adalah Sekretaris Dewan Nasional Setara Institute.

Sumber : Sinar Harapan
05
Dec
13

Kepemimpinan : Pertanian Indonesia Warisan Dunia

Indonesia Rintis Sistem Pertaniannya Jadi Warisan Dunia

 

Beijing (Antara) – Indonesia kini sedang merintis pelestarian sistem pertanian tradisionalnya, untuk menjadi salah satu warisan penting sistem pertanian global (Globally Important Agricultural Heritage System/GIAHS), kata Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Kemenko Kesra Pamuji Lestari.

Ditemui Antara di Beijing, Kamis, Pamuji Lestari mengatakan pihaknya telah bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor untuk menyusun wilayah pertanian mana saja yang akan dijadikan “site” GIAHS di Indonesia.

“Ada lima wilayah yang kami jajaki yakni Karangasem (Bali), Samarinda (Kaltim), Kulonprogo (Yogyakarta), Lampung, Makassar (Sulsel). Masing-masing daerah memiliki potensi agrikultur berbeda seperti Kulonprogo dengan kapulaga, Lampung dengan kopinya, dan sebagainya,” kata Pamuji.

Kelima wilayah itu, lanjut dia, akan didiskusikan kembali dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Pertanian, Perikananan dan Kelautan serta Kementerian Kehutanan.

“Siapa tahu mereka memiliki masukan atau wilayah lain yang juga berpotensi sistem agrikulturnya, dijadikan warisan dunia,” katanya.

Upaya Indonesia untuk menjadikan sistem agrikulturnya sebagai warisan penting dunia, juga mendorong pembangunan agrikultur yang ramah lingkungan, sesuai potensi daerahnya, sekaligus menjamin terwujudnya ketahanan pangan nasional dan juga dunia.

“Kehidupan petani, nelayan dan lainnya yang terlibat langsung dalam agrikultur juga terangkat, lebih dihargai, termasuk UMKM, karena sektor yang mereka garap sudah menjadi warisan dunia yang mau tidak mau harus kontinu dilakukan, dikembangkan secara profesional tanpa meninggalkan tradisi, ramah lingkungan sesuai karakter serta potensi agrikultur masing-masing daerah,” tutur Pamuji.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) dengan 185 negara anggota kini telah menetapkan 26 negara yang telah berhasil menjadikan sistem pertanian sebagai warisan penting dunia, termasuk Jepang dan China.

Indonesia kini menjadi salah satu dari 14 negara berpotensi untuk ditetapkan sebagai negara dengan sistem agrikultur yang penting sebagai warisan dunia.

“Untuk itulah kami melakukan kunjungan ke China untuk melihat langsung bagaimana mereka membangun sistem agrikulturnya menjadi salah satu warisan penting dunia,” kata Pamuji.

Untuk melindungi dan mendukung sistem agrikultur di dunia, pada 2002 FAO berinisiatif melakukan konservasi sistem pertanian sebagai warisan penting dunia.

 

GIAHS mempromosikan pemahaman publik, kesadaran, pengakuan nasional dan internasional tentang warisan sistem pertanian sekaligus menjaga nilai sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan.

Dengan inisiatif GIAHS, semua pemangku kepentingan juga dituntut untuk menumbuhkan pendekatan terpadu antara sistem agrikultur berkelanjutan dengan pembangunan pedesaan, kampung nelayan, sesuai potensi, nilai sosial budaya ekonomi masing-masing daerah dan ramah lingkungan serta produk yang dihasilkan tidak saja berdaya guna bagi masyarakat setempat tetapi juga penting bagi dunia.(rr)

 

 

05
Dec
13

Sejarah : Misteri Segitiga Bermuda 5Des45

DUNIA

5-12-45: Enam Pesawat Hilang di Segitiga Bermuda

Kisah “Skuadron yang Hilang” menambah daftar misteri Segitiga Bermuda.

ddd
Kamis, 5 Desember 2013, 07:19 Renne R.A Kawilarang

 

Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda (NOAA)

 

 

 

VIVAnews – Pada 68 tahun yang lalu, enam pesawat militer Amerika Serikat hilang di suatu perairan yang dikenal sebagai kawasan Segitiga Bermuda. Sebanyak 27 awak pesawat dan personel militer AS hingga kini tidak diketahui lagi.

Menurut The History Channel, pada pukul 14.10 5 Desember 1945, lima pesawat pengebom torpedo Avenger milik Angkatan Laut AS yang tergabung dalam gugus tugas Flight 19 lepas landas dari Pangkalan AL Ft. Lauderdale di Florida untuk misi latihan rutin selama tiga jam.

Mereka dijadwalkan paling jauh terbang hingga 120 mil ke arah timur dan 73 mil ke arah utara sebelum kembali ke landasan. Namun, mereka tidak pernah kembali.

Dua jam setelah penerbangan, pemimpin skuadron, yang berpengalaman terbang di kawasan Bermuda selama lebih dari enam bulan, melaporkan bahwa kompas utama dan kompas cadangan yang digunakan gagal berfungsi sehingga posisi dia tidak diketahui.

Para pilot dari pesawat-pesawat lain pun mengalami masalah yang sama dengan kompas mereka saat terbang di perairan Segitiga Bermuda. Itu merupakan sebutan bagi suatu wilayah lautan di Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2, yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial Amerika Serikat sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, Amerika Serikat sebagai titik di sebelah barat, seperti dikutip dari ensiklopedia online Wikipedia.

Pihak AL pun menggunakan komunikasi radio untuk mencari tahu lokasi skuadron yang hilang itu. Namun, tidak pernah berhasil. Lebih dari dua jam kemudian, sekitar pukul 18.20, pihak pangkalan udara mendeteksi komunikasi radio dari pemimpin skuadron. Dia memerintahkan para anak buah untuk mendarat darurat karena pesawat mereka kehabisan bahan bakar.

Saat itu, lanjut The History Channel, pihak markas dengan pantauan radar berhasil mendeteksi keberadaan para pesawat skuadron Flight 19. Mereka berada di sekitar utara Bahama dan timur Pantai Florida.

Pada pukul 19.27, pihak AL mengerahkan sebuah pesawat dan tim SAR dengan berkekuatan 13 personel untuk mencari dan menyelamatkan rekan-rekan mereka yang hilang. Namun, tim SAR itu juga hilang kontak. Belakangan, muncul laporan dari awak sebuah kapal tanker yang berada di lepas pantai Florida, yang mengaku mendengar bunyi ledakan.

Hilangnya 14 awak skuadron Flight 19 dan 13 anggota tim SAR memaksa AL mengerahkan misi pencarian besar-besaran. Ratusan kapal dikerahkan, namun mereka tidak pernah menemukan para pesawat dan awak yang hilang.

Pimpinan AL akhirnya berkesimpulan bahwa enam pesawat dan 27 personel mereka tidak ditemukan karena menjadi korban amukan badai, yang turut menghancurkan bukti-bukti. Namun, kisah “Skuadron yang Hilang” itu menambah daftar misteri Segitiga Bermuda. Wilayah itu menjadi salah satu daerah yang berbahaya bagi pesawat dan kapal yang melintas.

© VIVA.co.id   |   Share :

05
Dec
13

PusKesMas : Ekstrak Sirih Merah Obat Diabetes

 

Mahasiswa UGM Kembangkan Obat Diabetes dari Sirih Merah

Details
Created on Tuesday, 03 December 2013 09:45
Published Date

 

alt

Tanaman sirih merah (informasiherbal.com)

Yogyakarta, GATRAnews – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengembangkan obat diabetes mellitus (DM) dalam bentuk sirup, yang berasal dari ekstrak daun sirih merah, yang sebelumnya sudah digunakan sebagai obat tradisional masyarakat.

“Salah satu senyawa yang terkandung dalam ekstrak air sirih merah yang telah diketahui mekanismenya sebagai antidiabetes adalah flavonoid,” kata Fera Amelia, koordinator tim mahasiswa UGM kepada Antara, di Yogyakarta, Selasa (3/12).

Menurut Fera, dalam menurunkan gula darah, flavonoid memiliki mekanisme aksi, antara lain, menghambat aktivitas enzim a-glukosidase, menghambat oksidasi asam lemak, dan menangkap radikal bebas.

“Oleh karena itu, sirih merah (Piper crocatum) memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi fitofarmaka apalagi di Indonesia belum ada fitofarmaka untuk penyakit diabetes,” katanya.

Ia menjelaskan, hingga kini belum ada fitofarmaka di Indonesia yang berkhasiat sebagai obat diabetes.

Salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai obat tradisional diabetes selama ini hanya daun sirih merah yang telah digunakan secara empiris di masyarakat.

“Untuk mengobati diabetes, masyarakat merebus tiga lembar daun sirih merah kemudian diambil sarinya untuk diminum, itu yang menjadi pertimbangan kami melakukan kajian tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, hasil uji praklinis menunjukkan bahwa infusa sirih merah dapat menurunkan kadar glukosa darah.

Selain itu, infusa sirih merah juga tidak bersifat toksik sehingga aman jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama.

“Keunggulan inovasi itu dibandingkan dengan obat diabetes yang sudah ada adalah bahwa esktrak sirih merah tidak bersifat merusak ginjal dan hati, sedangkan obat diabetes yang sering digunakan dalam terapi berefek merusak ginjal dan hati,” katanya.

Menurut dia, pengembangan ekstrak air sirih merah menjadi sediaan antidiabetes oral inovatif dalam bentuk sirup itu dilakukan dengan hidroksi metilselulosa sebagai pengental dan sorbitol sebagai pemanis.

“Hidroksi metilselulosa merupakan polisakarida sehingga rasanya manis tetapi tidak dapat dihidrolisis menjadi glukosa. Dengan demikian, tidak akan meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus,” katanya.

Anggota tim mahasiswa UGM yang mengembangkan ekstrak sirih merah itu adalah Erni Wijayanti dan Ellsya Angeline Rawar. (TMA)

 

Berita Lainnya :
__._,_.___
05
Dec
13

Kenegarawanan : GOLDEN lebih baik daripada GOLPUT

GolPut (Golongan Putih) adalah istilah baku untuk segolongan masyarakat non-pencoblos surat suara Pemilu adalah senantiasa jadi fenomena yang spekulatif dibahas karena dapat pengaruhi perolehan suara legitimatif. Turunannya dikenali sebagai GolPut Aktif yaitu yang dengan sadar bertindak non-pencoblos dan GolPut Pasif yaitu yang memang tereliminasi karena non DPT (Daftar Pemilih Tetap).
Bagi GolPut Aktif yang memang sebetulnya sadar beraspirasi kenegaraan selayaknyalah gunakan hak pilih, karena bagaimanapun bersikap GolDeN (Golongan Dedikasi Negarawan) adalah lebih positif bermanfaat bagi proses demokrasi kerakyatan Pancasila itu sendiri. Kontribusi kenegaraan GolPut Aktif bernilai negatif, sedangkan kontribusi kenegaraan GolDeN bernilai positif bagi keberlangsungan penyelenggaraan NKRI.
Istilah GolDeN itu sendiri mengingatkan kita kepada Mario Teguh Golden Way yang selalu mengajarkan berpikir positif atasi fenomena kehidupan bermasyarakat, kadang juga dapat diproyeksikan ke kehidupan berbangsa dan bernegara pula.
Pribadi Kenegarawanan Pancasila Indonesia memang strategik dibangun bersama pra dan di Pemilu 2014 demi maksud dan tujuan bina tumpuan kemuliaan (2014-2024), kemartabatan (2024-2034) dan kesejahteraan lahir bathin (2034-2044) menuju Indonesia Jaya 2045.
Jakarta,
Pandji R Hadinoto, Dewan Pakar PKPI
Salam Negarawan17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
www.jakarta45.wordpress.com

05
Dec
13

Kebudayaan : Gebyar Kerajaan MoNas Rp 20 Milyar ?

“Untuk menguatkan suasana keraton, panitia menciptakan kerajaan artifisial bernama Kerajaan Monas, dengan memasang ornamen dan bangunan keraton“, demikian pemberitaan Kompas 4 Desember 2013 halaman 15 bertajuk Acara Budaya Festival Keraton Sedunia di Jakarta.
Perhelatan bernuansa Keraton Kerajaan yang mengambil ruang kegiatan terpusat di Plaza Monumen Nasional ini seharusnya juga mempertimbangkan bahwa di lokasi yang sama d/h Lapangan Ikada tergelar Rapat Raksasa 19 September 1945 menegakkan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945. Demikian juga Rancangan Arsitektur Tugu Monumen Nasional itu dikaji Petisi-17 pada bulan Januari 2012 sebagai memenuhi simbolika daripada sila2 Pancasila yang menjadi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga pertanyaannya adalah sejauh mana kewaspadaan PemProv DKI Jakarta sendiri dalam menghadapi adanya kemungkinan konflik pemahaman antara makna Kerajaan Artifisial Monas terhadap pengertian Republik itu sendiri ? Bahkan besaran Rp 20 Milyar yang diperuntukkan bagi biaya fasilitasi peserta, promosi dlsb itu menurut rekan konsultan bangunan adalah sebetulnya cukup untuk mendirikan Rumah Susun berkapasitas 200 Kepala Keluarga.
Jakarta, 5 Desember 2013
Pandji R Hadinoto, Dewan Pakar PKPI
Salam Negarawan 17845,
Pandji R Hadinoto, PKPI Nasionalis Pancasila
CaLeg DPRRI Jkt-2 (JakPus-JakSel-LN) No. 2
http://www.jakarta45.wordpress.com

METRO

10 Raja Mancanegara Bakal Ikut Kirab Budaya di Jakarta

Kerajaan Inggris ikut diundang lewat Pangeran Andrew.

ddd
Rabu, 4 Desember 2013, 00:54 Siti Ruqoyah, Eka Permadi
Salah satu peserta Kirab Budaya (foto ilustrasi)

Salah satu peserta Kirab Budaya (foto ilustrasi) (VIVAnews/Fajar Sodik)

VIVAnews – Pemprov DKI akan menyelenggarakan World Royal Heritage Festival atau pesta raja-raja sedunia. Acara tersebut akan diadakan pada 5-8 Desember 2013.

Pesta para raja ini akan diikuti 156 keraton nusantara, 10 kerajaan mancanegara, seperti Inggris, Skotlandia, Kaisar Jepang, Filipina, Malaysia dan Brunai Darussalam.

“Semua negara yang akan ikut udah confirm. Kita udah rencanakan lama ada beberapa yang nggak jadi ikut seperti Thailand. Mereka nggak ikut karena tanggal 6-7 Desember disana ulang tahun raja,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.

Sebelumnya Jokowi membuat undangan khusus bagi kerajaan Inggris untuk ikut serta dalam acara ini. Undanga itu diserahkan langsung kepada Pangeran Andrew yang datang beberapa waktu lalu ke Jakarta sebagai utusan dagang kerajaan Inggris.

Untuk menggelar perhelatan ini Pemprov DKI harus merogoh kocek yang sangat dalam. “Biaya yang kita keluarkan besar. Ini sebanding dengan event yang ingin kita buat reguler dua tahun sekali,” ujar Jokowi.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budiman mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan untuk acara ini sebesar Rp20 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk biaya akomodasi peserta festival, transportasi termasuk promosi.

Ia menargetkan, jumlah kunjungan turis mancanegara di acara itu mencapai 2,2 juta orang atau 10 persen lebih banyak dibanding penyelenggaraan sebelumnya.
Adapun jumlah kunjungan wisatawan domestik ditargetkan sebesar 28 juta orang, sementara tahun sebelumnya 25 juta orang.

World Royal Heritage Festival atau pesta raja-raja sedunia akan menampilkan beragam seni dan budaya kerajaan nusantara serta mancanegara. (umi)

03
Dec
13

Kepengusahaan : Manajemen dengan 3 Musuh

Manajemen dengan Tiga Musuh Baru

Senin, 02 Desember 2013

Para direksi BUMN kini menghadapi ujian alam: menghadapi gejolak ekonomi. Terutama ketika dolar mencapai Rp 12.000 seperti yang terjadi sejak pekan lalu. Semangat untuk maju yang sudah dibangun menggebu-gebu, kini harus berhadapan dengan jurang.

 

Risiko-risiko perusahaan kini menganga di depan mata. Dalam menghadapi situasi seperti ini, semangat saja tidak lagi cukup. Antusias dan integritas saja tidak memadai. Harus ada plus plusnya.

 

Kini fokus direksi tidak hanya bagaimana maju, tapi juga bagaimana tidak berhenti di tempat, tidak mundur, dan lebih-lebih tidak hancur. Kalau fokus di masa normal adalah bagaimana bisa maju, di masa gejolak ekonomi seperti sekarang ini fokusnya bercabang-cabang: efisiensi, kreatif, inovatif, dan siap-siap memotong kegiatan, memotong anggaran, dan memotong perencanaan.

 

Tugas direksi BUMN lebih berat daripada direksi perusahaan swasta. BUMN mengemban misi untuk ikut menjadi benteng ketahanan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan martabat bangsa. Direksi BUMN tidak boleh hanya memikirkan keselamatan perusahaan, tapi juga keselamatan ekonomi secara keseluruhan.

 

Lebih-lebih lagi gejolak ekonomi ini terjadi pada tahun politik. Tugas direksi menghindari tekanan politik juga harus dikedepankan.

 

Saya ingat waktu saya masih menjadi CEO perusahaan swasta. Tiga kali saya mengalami krisis. Tapi, saya berprinsip bahwa kita tidak boleh kalah oleh krisis. Tidak boleh menyerah kepada krisis.

 

Para direksi BUMN yang ada sekarang umumnya belum pernah memimpin perusahaan di masa krisis. Kecuali yang pernah menjadi direksi pada 2008. Maka, saya minta direksi BUMN segera mendiskusikan kondisi perusahaan masing-masing dalam kaitannya dengan gejolak ekonomi sekarang ini. Saya akan mengikuti dari dekat bagaimana setiap direksi menyikapi gejolak ini.

 

Saya akan memberikan penghargaan khusus kepada direksi yang secara gemilang berhasil mengemudikan perusahaan masing-masing di jalan yang bergelombang ini. Tidak akan ada lagi pelampung bagi kapal yang terbawa gelombang. Tidak akan ada injeksi modal dari negara dengan alasan krisis.

 

Musuh pertama untuk bisa selamat adalah ketidakkompakan. Dalam suasana seperti sekarang ini direksi harus merupakan satu tim yang solid. Tidak boleh ada direksi yang melobi sana-sini untuk bisa jadi Dirut, misalnya.

 

Musuh kedua adalah rakus. Direksi tidak boleh menambah-nambah fasilitas untuk diri sendiri. Kalau bisa, justru mengurangi fasilitas. Pada rapat-rapat direksi tidak perlu makanan. Bukan untuk penghematan (tidak seberapa), tapi untuk menciptakan solidaritas kepada seluruh lapisan di perusahaan. Solidaritas diperlukan untuk membina kekompakan.

 

Musuh ketiga adalah tidak peduli pada detail. Direksi tidak boleh lagi hanya tahu yang besar-besar. Mereka harus tahu persoalan detail hingga tetek bengeknya. Dengan demikian, titik-titik yang menyimpan dan menyembunyikan bahaya bisa segera diketahui. Lebih baik tahu tetek daripada tiba-tiba terkena bengeknya.

 

Tentu masih banyak musuh lainnya. Tapi, saya percaya direksi BUMN sudah ahli teori manajemen krisis. Krisis ini bukan tidak bisa dilewati dengan gagah. Percayalah, “mendung tidak akan berada di satu tempat terus-menerus”.

 

Mungkin, dengan gejolak ini ekonomi hanya akan tumbuh 5,6 persen. Tapi, itu jangan diartikan bahwa kita hanya bisa tumbuh 5,6 persen. Ingat: angka 5,6 persen adalah angka rata-rata. Berarti, ada yang tumbuh di atas itu dan ada yang tumbuh di bawah itu. Pasti ada yang minus dan ada yang plus.

 

Kalau begitu, tinggal tekad kita: pilih tumbuh yang di bawah itu atau yang di atas itu!

 

Tentu saya tidak bisa menerima sikap direksi yang memilih angka rata-rata, apalagi yang di bawah rata-rata. Lebih lagi yang harus minus. Di tengah krisis pun kita tetap punya kesempatan untuk tumbuh tinggi. Itu yang akan membedakan mana jagoan dan mana pecundang.

 

Gejolak ekonomi ini sungguh ujian seleksi yang nyata bagi siapa saja. Siapa yang hebat dan siapa yang ternyata biasa-biasa saja. Dalam keadaan normal sering kita tidak bisa membedakan orang-orang yang hebat-hebat itu dari orang-orang yang biasa-biasa saja.

 

Kini kita akan bisa melihat siapa yang benar-benar hebat!

 

Dahlan Iskan, Menteri BUMN

 

Sumber:

http://dahlaniskan.wordpress.com/2013/12/02/manajemen-dengan-tiga-musuh-baru/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”



Blog Stats

  • 2,581,571 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 142 other followers