Archive Page 76

09
Jun
14

PARRINDO : TRILOGI 17845 Obor TRISAKTI Bung Karno

TRILOGI 17 8 45 OBOR TRISAKTI Bung Karno

LOGO PARRINDO

Written By wartamalut on Jumat, 06 Juni 2014 | 10.11

Suara Pembaca :
TRILOGI 17845 (17 butir Jiwa Semangat Nilai2 45 / Roh Indonesia Merdeka + 8 butir Kepemimpinan Hastabrata + 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998) diyakini ampuh obori TRISAKTI Bung Karno (Politik Berdaulat, Ekonomi Berdikari, Budaya Berkepribadian)
dalam rangka menggapai Indonesia Jaya nan Hebat 2045 melalui sasaran2 bina karakter Indonesia Mulia (2015-2025), Indonesia Bermartabat (2025-2035) dan Indonesia Sejahtera (2035-2045).
Dan Sarasehan dengan tema “Laksanakan Trisakti Ajaran Bung Karno”
dalam rangka peringati Hari Lahir Bung Karno tanggal 6 Juni 2014 pukul
14.00 WIB s.d. selesai di Aula DR. Ir. Soekarno Iniversitas Bung
Karno. Dengan pembicara ; 1. Ibu Hj. Rachmawati Soekarnoputri, SH, 2.
Dr. Hariyadi Darmawan (ILUNI UI), 3. Taufan E Rotorasiko (Ketua KNPI
dan Karang Taruna), 4. Bagus Satriyanto (Ketua Umum Forum Renovasi
Indonesia), adalah momentum yang tepat sinergikan TRILOGI 17845 dengan TRISAKTI Bung Karno oleh segenap komponen anak bangsa Indonesia termasuk para CaPres dan CaWaPres beserta jajaran Tim Suksesnya.
Semoga PilPres 2014 dapat terselenggara Berintegritas dan Damai
bertumpuan pola pikir dan tindak politik TRILOGI 17845 obor politik
TRISAKTI Bung Karno.
Jakarta Selatan, 6 Juni 2014
DR Ir Pandji R Hadinoto MH
Dewan Pakar PKPI / Deklarator PARINDO

Pandji R Hadinoto, Nasionalis Pancasila
PARINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
www.jakarta45.wordpress.com

05
Jun
14

Destinasi : Wisata Gunung Padang

Gunung Padang potensial jadi destinasi wisata kombinasi

Minggu, 11 Mei 2014 16:21 WIB | 6588 Views

Gunung Padang potensial jadi destinasi wisata kombinasi

Balok batuan andesit penyusun situs megalitikum Gunung Padang terhampar di pelataran situs di Desa Karya Mukti, Cempaka, Cianjur, Jawa Barat. Sejauh ini, situs Gunung Padang diketahui merupakan situs megalitikum paling tua usianya di Bumi. (FOTO ANTARA/Paramayuda)

Cianjur, Jawa Barat (ANTARA News) – Situs megalitikum Gunung Padang, di Desa Karya Mukti, Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dinilai potensial menjadi destinasi wisata kombinasi antara wisata minat khusus, wisata budaya, dan wisata alam.

“Situs ini idealnya dikembangkan sebagai destinasi wisata minat khusus dikombinasikan dengan heritage dan ecotourism,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, I Gde Pitana, di Cianjur, Minggu.

Untuk menjadi wisata minat khusus, kata dia, situs yang pernah diteliti ilmuwan Belanda, NJ Krom, pada 1949 itu dia nilai cocok karena medan tempuhnya penuh tantangan, di antaranya pendakian teras pertama yang kemiringannya mencapai 45 derajat.

Selain itu medan tempuh menuju situs dari pusat kota Cianjur mencapai 25-30 kilometer, dengan 20 kilometer badan jalan bergelombang, bahkan sebagian rusak.

“Dari sisi heritage, jelas ada banyak hal bisa digali di sini,” katanya.

Ia mencontohkan banyak berkembang cerita rakyat terkait dengan situs yang juga oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Nagari Siang Padang itu.

Sejumlah relief yang ditemukan di antara tumpukan batu di dalamnya juga diduga merupakan hasil budaya, di antaranya relief batu mirip kujang, jejak kaki macan, hingga batu bernada.

“Untuk ecotourism juga sesuai mengingat pegunungan, bukit, lembah, dan sungai yang mengelilingi Gunung Padang sangat potensial untuk menjadi destinasi pendukung,” katanya.

Situs Gunung Padang dikelilingi lima pegunungan, yakni Gunung Karuhun, Pasir Buluh, Bukit Ciwangun, Gunung Batu, dan Gunung Gede.

Di sisi barat terdapat Lembah Cihandeleum dan situs dikelilingi Sungai Cipanggulaan.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2014

05
Jun
14

Kuliner : Rendang Tidak Dapat Dipatenkan

http://www.antaranews.com/berita/437354/rendang-tidak-bisa-dipatenkan

Rendang tidak bisa dipatenkan

Rabu, 4 Juni 2014 17:27 WIB | 3557 Views

Pewarta: Anom Prihantoro

Rendang tidak<br /><br /><br /><br /><br /><br />
        bisa dipatenkan

Ilustrasi seorang ibu tengah “merendang gulai” (mengaduk sampai kering) hingga menjadi rendang. Dengan berbagai bumbu dan santan yang merendam irisan-irisan dagin sapi, rendang yang kering menjadi sangat lezat disantap. (FOTO ANTARA/Iggoy el Fitra)

… harus menyebarkannya dan mempopulerkannya. Justru kita harus bangga… “

 

Jakarta (ANTARA News) – Jajak pendapat CNN menyatakan rendang sebagai masakan terlezat, yang menurut mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, tidak bisa dipatenkan.

“Makanan itu tidak bisa dipatenkan seperti juga warisan budaya lain bahasa Indonesia,” kata dia, di jumpa pers Luvinary Indonesia Adventure, di salah satu hotel di Thamrin, Jakarta, Rabu.Dia mengatakan, makanan warisan yang perlu dilindungi tetapi tidak perlu sampai dipatenkan.”Jangan pernah merasa takut jika ilmu memasak makanan Indonesia seperti rendang akan dicuri negara lain.”Dia justru menyarankan masyarakat terus memopulerkan kuliner Indonesia sehingga menjadi kelas dunia, tanpa harus mematenkannya.”Kita harus menyebarkannya dan mempopulerkannya. Justru kita harus bangga sampai pada tahap membawa makanan Indonesia dikenal dunia.””Setidaknya ada dua tipe manusia dalam hal ini, yaitu inlander dan enterpreneur. Bagi yang menjadi inlander kita akan merasa dijajah dunia, sementara bagi individu berjiwa enterpreneur akan mencoba menaklukkan dunia. Jika kita bisa berjiwa enterpreneur maka makanan seperti rendang bisa menjadi kelas dunia,” kata dia.Dia mengibaratkan makanan dari negara lain yang banyak ditemui di Indonesia dan tidak dipatenkan.

“Banyak kok makanan Tiongkok di sini berikut restorannya. Mereka yang membuka restoran dengan menu kuliner Tiongkok juga tidak perlu mendapatkan ijin menggunakan hak paten dari negara asalnya,” katanya.

Senada dengan dia, Kepala Kanwil Hukum dan HAM Sumatera Barat, Sudirman D Hury, mengatakan, rendang tidak mungkin dipatenkan karena sudah menjadi domain atau milik umum. “Siapa saja bisa membuat rendang tersebut dan bisa mengakui itu adalah miliknya,” kata dia.

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2014

Dino Djalal sarankan tampilan kuliner Indonesia diperbaiki

Rabu, 4 Juni 2014 19:52 WIB | 2829 Views

Dino Djalal sarankan tampilan kuliner Indonesia diperbaiki

Pakar kuliner Sisca Soewitomo (kanan) bersama juru masak, Henry Alexie Bloem (kiri), memasak makanan dari hasil laut dalam acara Butik Kuliner Nusantara bertajuk “Pesona Racikan Hidangan Khas Sulawesi” di Hotel Clarion, Makassar, Sulsel, Rabu (27/3). Butik kuliner Nusantara digelar untuk mengangkat kembali berbagai hidangan tradisional Nusantara agar lebih dikenal secara luas oleh masyarakat. (FOTO ANTARA/Dewi Fajriani)

… masakan asli Indonesia di seluruh dunia tampilan dan promosinya masih kalah dari kuliner asal Thailand dan Jepang… “

 

Jakarta (ANTARA News) – Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, menyarankan para pengusaha makanan asli Nusantara di Indonesia dan seluruh dunia untuk memperbaiki tampilan produk agar mampu bertahan di pasar.

“Saya pernah ke London dan di sana ada restoran Minangkabau yang enak makanannya dan laris. Tapi belakangan resto itu tutup hanya karena tidak mampu eksis, karena tampilan makanannya kurang inovatif,” kata dia, di Jakarta, Rabu.

Dia katakan itu dalam acara penutupan Kompetisi Memasak Kuliner Indonesia dan Luv Indonesia Culinary (Luvinary), di kawasan Thamrin, Jakarta.Dia mengatakan terdapat kecenderungan para pengusaha kuliner yang menjajakan makanan asli Nusantara kurang memperhatikan desain tampilan makanan yang memiliki arti penting.”Tampilan makanan memiliki daya tarik bagi para pecinta kuliner. Untuk promosi makanan secara umum yang saya lihat adalah kita kurang memperhatikan aspek desain.””Bisa kita lihat kuliner dari Thailand; desainnya bagus. Terdapat kombinasi yang baik antara makanan yang enak tapi di mata bagus sehingga meningkatkan selera,” kata dia.

Senada dengan dia, koki Yono Purnomo mengatakan, tampilan makanan memiliki nilai penting dalam menarik minat para pecinta kuliner.

“Memang sejauh ini masakan asli Indonesia di seluruh dunia tampilan dan promosinya masih kalah dari kuliner asal Thailand dan Jepang,” kata dia.

“Kenapa tampilan itu penting? Kita sebagai penikmat makanan tentu hal pertama yang dilihat adalah tampilan makanan. Jika tampilannya menarik tentu bisa memancing selera siapa saja untuk memakannya,” kata Purnomo.Sebagai pengusaha kuliner di AS selama lebih dari 35 tahun, dia mengakui terdapat tantangan besar terkait promosi makanan Indonesia.”Promosi perlu digencarkan lagi. Perlu diingat jika tiga makanan Indonesia ternyata masuk dalam 20 besar makanan terlezat versi jajak pendapat CNN. Bahkan rendang ada di posisi pertama diikuti nasi goreng di peringkat dua dan sate ayam ada di urutan 19,” kata dia. 

Kuliner Indonesia ditargetkan sepopuler Thailand

Rabu, 4 Juni 2014 13:00 WIB | 2685 Views

Kuliner Indonesia ditargetkan sepopuler Thailand

Ilustrasi – Kuliner Indonesia, sate ayam. (FOTO ANTARA/Siswowidodo)

Untuk itu memang kuliner Indonesia perlu digencarkan lagi promosinya

 

Jakarta (ANTARA News) – Diaspora Indonesia menargetkan mampu mempopulerkan kuliner asli Indonesia yakni rendang, nasi goreng dan sate ayam sehingga pencitraanya mampu setara dengan makanan dari Thailand.

“Polling CNN menempatkan tiga masakan Indonesia sebagai makanan paling lezat di dunia, sayangnya masih belum sepopuler masakan dari Thailand dan Jepang,” kata Wahid Supriyadi, kepala Desk Diaspora Indonesia Kementerian Luar Negeri di kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, Indonesia kalah memulai dalam mempromosikan kulinernya di negara-negara dunia terutama di Barat.

Berdasarkan data CNN dari polling tentang makanan terlezat dunia, rendang berada di urutan pertama disusul nasi goreng di peringkat kedua sedangkan sate ayam ada di posisi 19.

“Untuk itu memang kuliner Indonesia perlu digencarkan lagi promosinya,” kata dia.

Diaspora Indonesia yang tinggal dan berdomisili di luar negeri telah mempromosikan kuliner-kuliner Indonesia lewat berbagai cara.

Sebagian dari mereka telah mendirikan restoran Indonesia di luar negeri, memperkenalkan kuliner Nusantara di hotel-hotel berbintang kelas dunia, memperkenalkan dan mengupayakan masuk serta tersedianya bumbu, rempah serta bahan makanan Indonesia.

“Biasanya, semakin banyak Diaspora Indonesia di suatu tempat, maka kemungkinan akan adanya restoran Indonesia di wilayah tersebut akan semakin besar,” kata dia.

Sebagai contoh, Diaspora Indonesia di Amerika Serikat tercatat sekitar dua ratus ribu orang yang terkonsentrasi di Los Angeles, San Fransisco dan New York. Namun jumlah restoran Indonesia di wilayah-wilayah itu belum sebanding dengan jumlah Diaspora Indonesia.

Wahid mengatakan Diaspora Indonesia adalah orang, warga negara, penduduk berikut keturunannya dari warga negara atau penduduk termasuk yang menikah dengan orang Indonesia.

Siapapun yang mencintai Indonesia dan bersedia untuk terlibat untuk memperluas jaringan koneksi, melipat gandakan peluang dan meningkatkan kemakmuran bersama untuk Indonesia juga tergolong sebagai Diaspora Indonesia, kata Wahid.

Editor: Fitri Supratiwi

COPYRIGHT © 2014

Indonesia bisa tiru cara Thailand promosikan kuliner

Kamis, 22 Mei 2014 13:18 WIB | 3966 Views

Beijing (ANTARA News) – Penulis dan pelopor pembentukan komunitas wisata boga Jalan Sutra, Bondan Winarno, mengatakan Indonesia bisa meniru cara Thailand mempromosikan kuliner untuk memperkenalkan khazanah makanan tradisional Tanah Air ke mancanegara.

Saat berbincang dengan Antara di Beijing, Rabu malam, Bondan menuturkan Thailand terbukti berhasil menduniakan makanan tradisionalnya dengan “Thai Kitchen to The World”, program promosi pariwisata lewat kuliner.

Langkah pemerintah dan pemangku kepentingan Thailand menggunakan kuliner sebagai media promosi sudah membuahkan hasil. Restoran-restoran Thailand kini bermunculan di berbagai belahan dunia.

“Dari target sekitar 10.000 restoran di seluruh dunia, kini hanya kurang dari lima tahun sejak program itu diluncurkan, telah ada 20 ribu restoran Thailand di selruh dunia,” kata Bondan, yang berada di Beijing untuk menghadiri penyerahan penghargaan Gourmand World Cookbook Awards.

“Sehingga, walau tak ke Thailand, orang-orang seluruh dunia dapat merasakan masakan Thailand. Orang London misalnya, jadi suka makan makanan Thailand. Lalu berpikir musim panas nanti mau liburan ke Thailand, sebab makan di tempat aslinya tentu lebih enak. Akhirnya jadi berdampak ke pariwisata,” jelas dia.

Indonesia, lanjut dia, punya lebih banyak ragam makanan dibandingkan negara Gajah Putih itu dan bisa menggunakan cara serupa untuk menduniakan kekayaan makanan tradisional Tanah Air.

“Di Sumatra ada masakan Padang, ada Minangkabau, yang ada pula masakan Kapau dan lainnya. Tiap daerah memiliki ragam kuliner yang berbeda,” katanya.

Menurut dia, pemerintah, swasta dan pengiat kuliner mesti segera menyatukan visi untuk membawa kuliner tradisional nusantara ke masyarakat internasional.

Pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait, lanjut dia, seharusnya sudah menajamkan visi dan menentukan arah promosi kuliner Indonesia.

“Ini memang perlu komitmen kuat dari semua pihak, tidak saja pemerintah, tetapi semua pemangku kepentingan terkait,” katanya.

“Indonesia telah menetapkan 30 ikon kuliner nusantara untuk dipromosikan ke mancanegara dan itu sangat baik… Namun kesatuan visi itu penting supaya promosi 30 ikon kuliner nusantara itu semakin maksimal hasil dan dampaknya bagi Indonesia,” katanya.

Penghargaan buku masakan

Bondan berada di Beijing untuk menerima Gourmand World Cookbook Awards untuk buku resepnya yang berjudul “100 Makanan Tradisional Indonesia, Mak Nyus”.

Dalam ajang penghargaan bagi buku kuliner terbaik ke-19 di Beijing, Tiongkok, yang berlangsung selama 20-21 Mei 2014 penulis buku memasak Indonesia Reno Andam Suri juga mendapat penghargaan khusus untuk buku “Rendang, Minang Legacy to The World”.

Sementara Dr Samuel Oetoro serta Erwin dan Jana Parengkuan mendapat penghargaan untuk buku “Smart Eating.”

Ajang penghargaan bagi para penerbit, penulis buku, jurnalis dan penggiat kuliner itu kali ini diikuti oleh sekitar 187 negara.

 

Editor: Maryati

COPYRIGHT © 2014

04
Jun
14

Energi : Defisit Pasokan Gas 20 Tahun Mendatang

Defisit Gas Mengancam RI 20 Tahun Mendatang Karena Rajin Ekspor

Dana Aditiasari – detikfinance

Jumat, 23/05/2014 16:56 WIB

Jakarta -Ketahanan energi menjadi salah satu fokus berbagai negara di
dunia. Salah satu topik utama yang sedang hangat dibicarakan adalah
penyediaan sumber energi di luar fosil.

Senior Vice President Gas and Power PT Pertamina (Persero) Salis S
Apriliani mengatakan, di masa depan, kebutuhan gas di Indonesia bakal naik
pesat, seiring menipisnya ketersediaan energi konvensional seperti minyak.

Saat ini memang konsumsi gas dalam negeri belum sebanyak produksi yang ada,
sehingga banyak yang diekspor. Namun untuk ke depan bila gas terus dikuras,
maka defisit gas mengancam Indonesia.

Menurut Salis, saat ini baru 50,3% gas yang diproduksi dikonsumsi di dalam
negeri. Sedangkan sisanya diekspor.

“Permintaan gas Indonesia akan meningkat hingga 4,8% per tahun dalam
rentang 2015-2025. Jadi 86% konsumsinya ada di Jawa. Indonesia akan defisit
gas terutama di Jawa Barat dan Sulawesi,” kata Salis pada acara The 38th
Indonesia Petroleum Association (IPA) Convex 2014, di JCC, Jakarta, Kamis
(22/5/2014).

Untuk itu, kata Salis, diperlukan adanya upaya-upaya lebih awal agar
lonjakan permintaan gas di masa depan tersebut dapat diantisipasi. Kuncinya
adalah keseimbangan antara permintaan dan penawaran.

“Yang dimaksud aman itu ya, antara permintaan dengan ketersediaannya itu
seimbang. Ya lebih sedikitlah supaya bisa aman. Jadi, bagaimana domestik
terpenuhi, secure dari luar juga harus terpenuhi. Maka harus diambil
langkah untuk mengantisipasi lonjakan permintaan gas dari dalam negeri,”
katanya.

http://finance.detik.com/read/2014/05/23/165652/2591070/1034/2/defisit-gas-mengancam-ri-20-tahun-mendatang-karena-rajin-ekspor

Defisit Gas Mengancam RI 20 Tahun Mendatang Karena Rajin Ekspor

Dana Aditiasari – detikfinance

Jumat, 23/05/2014 16:56 WIB

Langkah nyata yang dapat dilakukan untuk memenuhi ketersediaan gas
tersebut, lanjut dia, adalah dengan terus melakukan eksplorasi-eksplorasi
baru baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Selain itu, perlu juga
dipikirkan rencana untuk pemenuhan ketersediaan lewat skema Impor.

Berbagai negara memang tengah serius mengamankan ketersedian energi dalam
negerinya masing-masing. Bahkan, negara tetangga seperti Singapura rela
membeli gas dengan harga tinggi dari dalam negeri.

Untuk itu, Indonesia sebagai negara penghasil gas sebaiknya bijak
mengalokasikan gas hasil produksinya. Untuk itu, perlu adanya perubahan
paradigma, di mana Indonesia harus lebih bijak memanfaatkan sumber daya
gasnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ketimbang untuk melakukan
ekspor.

“Indonesia harus berubah dari LNG Seller (penjual LNG) menjadi LNG Buyer
(Pembeli LNG). Kan tadinya kita ekspor LNG, nah untuk memenuhi kebutuhan
itu maka perlu ada dilakukan impor. Harus ada perubahan paradigma yang
tadinya penjual, jadi pembeli. Itu kan beda. Strategi bisnisnya beda,”
tegasnya.

04
Jun
14

PARRINDO : Kenali Kekuatan BRAND Anda

LOGO PARRINDO

Sudah Kuatkah “Brand” Anda? Kenali Cirinya

Sabtu, 24 Mei 2014 | 17:20 WIB

KOMPAS.com – Kunci sukses brand, baik merek dagang maupun personal brand, tak hanya dipengaruhi keunikan atau inovasinya. Pakar Branding, Amalia Maulana, mengatakan, kekuatan suatu brand (merek dagang atau personal), punya pengaruh besar terhadap kesuksesan suatu produk atau seseorang dalam kariernya. Brand yang kuat akan lebih mampu bertahan dalam persaingan.

“Mereka sudah punya pengikut setianya sendiri. Sekalipun ada banyak saingan tapi pengikut setianya tidak akan berpaling dari brand Anda,” kata Amalia saat sharing session Brandmate: Mengubah Just Friend Menjadi Soulmate di Kantor Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).

Bagaimana dengan brand Anda? Sudahkah brand Anda dikenal dan melekat erat di pikiran orang lain? Kenali tanda-tanda brand yang kuat berikut ini:

1. Dikenal
Bila bicara merek dagang, sebuah brand yang kuat sudah pasti dikenal baik
oleh target konsumen yang ditentukannya.

“Setiap bisnis harus selalu memiliki target konsumen yang disasar sesuai
dengan jenis produk atau jasa yang dimilikinya. Oleh karenanya sangat
penting, brand Anda harus dikenal oleh target market Anda sendiri. Tidak
harus selalu dikenal semua lapisan yang penting pesan brand sudah sesuai
dengan target konsumen,” katanya.

Sementara jika bicara personal branding, bagaimana diri Anda dikenal oleh
orang-orang yang berhubungan dengan Anda dalam pekerjaan, kehidupan
pribadi, komunitas, keluarga, akan menentukan seberapa kuat sosok Anda ada dalam benak mereka.

2. Disukai
Setelah dikenal, sebuah brand yang kuat sudah pasti disukai. Amalia
mengatakan, brand yang disukai ini memiliki persepsi yang baik dan juga
memiliki citra yang baik di mata konsumennya, atau dipersepsikan oleh orang lain jika bicara personal brand.

Misalnya, sebuah produk minuman disukai karena memiliki kualitas baik dan konsisten menjaga kualitasnya tersebut, atau sebuah produk disukai karena kemasannya yang menarik. Sementara kalau bicara personal brand, bagaimana seseorang dikenal oleh banyak pihak dan ia juga disukai oleh semua orang.

3. Dipilih
Brand yang kuat pasti memiliki daya jual yang lebih tinggi dan menjadi
pilihan prioritas dibandingkan yang lainnya. Sekalipun banyak produk serupa yang ditawarkan di pasaran, konsumen tak akan berpaling ke brand lainnya.

“Ini adalah proses terberat dalam proses branding karena cukup sulit untuk
membuat konsumen mau memilih brand, kembali memilih dan tidak mau yang lain,” kata perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen di sekolah bisnis ini.

Sedangkan dalam personal branding, seseorang yang memiliki brand kuat, ia akan dengan mudahnya dipilih karena kualitas yang dimilikinya. Jangan heran bila ada atasan yang hanya mempercayakan satu orang saja dalam menjalankan tugas tertentu, atau saat wawancara kerja, seseorang dengan personal brand yang kuat akan lebih mudah menarik perhatian dan mendapatkan pekerjaan dalam waktu singkat. Perusahaan takkan lama memutuskan untuk merekrut seseorang dengan personal brand yang kuat.

4. Memiliki brand ambassador
Sebuah brand akan menjadi sangat kuat ketika memiliki brand ambassador.
Hanya saja brand ambassador ini bukanlah sosok selebriti yang didapuk untuk mewakili brand. Brand ambassador yang dimaksud adalah seorang konsumen setia yang sudah kenal baik dengan brand yang tanpa disadari akan mengajak orang-orang lain untuk ikut memilih brand Anda.

“Konsumen setia itu akan memberi referensi kepada orang lain untuk ikut
memilih brand Anda karena dianggap memiliki banyak kelebihan dibanding
brand lain,” ujarnya.

Dalam personal branding, brand ambassador adalah mereka, teman, keluarga, kolega yang selalu bicara positif tentang Anda bahkan merekomendasikan Anda pada setiap kesempatan.

5. Memiliki brand guardian
“Pencapaian terbesar sebuah brand adalah memiliki brand guardian atau
kelompok pembelanya,” kata Amalia.

Kelompok pembela ini akan dengan sukarela membantu brand Anda ketika
menghadapi masalah brand.

Jadi, kalau sebuah merek dagang mendapatkan kesan negatif dari sebagian
konsumen, maka konsumen lain (brand guardian) akan membelanya. Sedangkan dalam personal branding, kalau ada pihak tertentu yang menjelekkan nama Anda dan merusak reputasi, selalu akan ada orang-orang (brand guardian) yang menyelamatkan reputasi Anda karena mereka bicara tulus mengenai siapa Anda yang dikenal baik oleh mereka.

Bagaimana, sudah kuatkah brand Anda?

Penulis : Christina Andhika Setyanti
Editor : Wardah Fajri

04
Jun
14

Perdagangan : CEPA ditengah Nasionalisme

Al Faqir Ilmi alfaqirilmi@yahoo.com [ppiindia]

To
Today at 1:34 PM

 

Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia – Uni Eropa (CEPA) Di Tengah Propganda Nasionalisme Ekonomi Menjelang Pemilihan Presiden 2014

2 days ago in news Leave a comment
Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Pemerintahan SBY secara mengejutkan mengambil kebijakan untuk tidak memperbaharui Perjanjian Kerjasama Investasi Bilateral (Bilateral Investment Treaty/BIT) antara Indonesia dengan Belanda. Tidak hanya itu, pemerintah juga akan mengevaluasi sedikitnya 67 BIT yang sebelumnya sudah ditandatangani.
BIT adalah perjanjian perlindungan Investasi tingkat tinggi, yang melindungi investor asing dari segala bentuk nasionalisasi, kerugian, dan gangguan politik lainnya.
Sebagai mana di release sebuah media eropa yang menyatakan bahwa “According to the Netherlands Embassy in Jakarta, Indonesia has informed the Netherlands that it has decided to terminate the Bilateral Investment Treaty between the two nations from 1 July 2015. The Embassy also states that “the Indonesian Government has mentioned it intends to terminate all of its 67 bilateral investment treaties.“(www.lexology.com)
Reaksi pemerintah oleh banyak kalangan dipandang sebagai respon atas maraknya gugatan terhadap Indonesia dengan menggunakan BIT. Sebelumnya pemerintah digugat Churcill Mining 2 miliar dolar ke ICSID menggunkan BIT Indonesia – United Kingdom (UK). ICSID telah memutuskan Indonesia akan membayar ganti rugi kepada Churchill Mining senilai 1,05 miliar US dolar termasuk bunga. Selain itu terdapat beberapa gugatan lainnya yang dilakukan oleh perusahaan asing ke pengadilan arbitrase International Centre for Settlement of Investment Dispute (ICSID).
Apa konsekuensi dari pembatalan BIT? Tentu, akan berimplikasi luas terhadap berbagai perjanjian internasional lainnya, terutama yang membuat klausul tentang Bab Investasi (Investment Chapter). Salahsatunya adalah perjanjian antara Indonesia – European Union (EU). Perjanjian yang dikenal denganComprehenship Economic Partnership Agreement (CEPA), memasukkan BIT sebagai bagian utama dari perjanjian.
Langkah yang diambil pemerintahan SBY di akhir masa jabatannya ini patut direspon mengingat akan membawa konsekuensi pada pemerintahan berikutnya. Sikap ini mestinya ditindak lanjuti oleh pemerintahan yang akan dihasilkan setelah Pilpres 2014 mendatang. Namun tampaknya sikap pemerintahan SBY tersebut belum diketahui atau dimengerti oleh para kandidat yang bertarung dalam pemilu 2014 mendatang.
Sementara isu utama yang diusung oleh para kandidat pasangan Capres Cawapres dalam pemilu 2014 adalah tema-tema nasionalisme. Kandidat Jokowi-JK menyebutkan dalam visi misi mereka tentang gagasan utama pemerintahannya ke depan untuk mengusung Trisakti (mengambil dari gagasan nasionalismenya Soekarno Proklamator RI) meskipun dalam uraiannya masih sangat sumir.
Sementara pasangan Prabowo-Hatta Rajasa juga mengusung gagasan nasionalisme,
namun dalam urian visi misi juga tidak secara tegas menyebutkan operasionalisasinya. Apa yang ditawarkan oleh pasangan Capres Cawapres tampaknya lebih merupakan strategi sales marketing dalam rangka pemenangan Pilpres ditengah menguatnya isu nasionalisme beberapa tahun terahir.
Dalam pandangan IGJ sedikitnya ada 3 hal yang menjadi penghambat terwujudnya nasionalisme Indonesia saat ini yaitu ; (1) berbagai perjanjian internasional yang mengikat (legally binding) termasuk perjanjian CEPA. (2) Berbagai peraturan perundangan yang lahir dalam era reformasi seperti UUPM, UU Sektor Migas, Energi, UU Sektor Keuangan dan Perbankan, UU sektor Pertanian, Perburuhan, UU tentang Pemerintahan Daerah, belakangan UU Pengelolaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Seluruh UU yang lahir dalam era reformasi tidak lain adalah pelembagaan kepentingan
dominasi modal asing dalam ekonomi nasional.
Lalu, (3) adalah berbagai kontrak penjualan kekayaan alam dan kontrak dalam penguasaan kekayaan alam, seperti Kontrak Karya (KK), kontrak kerjasama migas (KKS), kontrak kerja batubara, HGU, HPH, dll, yang telah diserahkan pemerintah kepada investor untuk dikuasai dalam jangka waktu yang cukup lama.
Langkah nasionalisasi dalam berbagai sektor ekonomi sebagaimana amanat UUD 1945 asli, tentu akan menimbulkan konsekuensi gugatan arbitrase internasional oleh perusahaan-perusahaan swasta melalui peradilan internasional sebagaimana yang ditelah disepakati dalam perjanjian internasional. Kecendrungan pemerintah Indonesia untuk membuat perjanjian secara brutal akan menjadi hambatan bagi terwujudnya kedaualatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Terkait itu Indonesia for Global Justice (IGJ) sejak tahun 2011 lalu telah melakukan riset dan monitoring terkait perjanjian CEPA dan menemukan banyak indikasi bahwa perjanjian ini akan membawa kerugian yang besar bagi ekonomi Indonesia. Sejak dimulainya perundingan melalui Partnership Co-operation Agreement/PCA (2009) dan Rekomendasi Joint Study Group (2011) antara pemerintah Indonesia dan EU menunjukkan bahwa arah perjanjian ini merupakan terjemahan dari seluruh kepentingan EU di Indonesia. Sebaliknya, tanpa membawa kepentingan Indonesia terhadap EU.
Perjanjian perdagangan bebas dalam kerangka CEPA merupakan perjanjian ekonomi yang bersifat menyeluruh (comprehensive) meliputi isue investasi, perdagangan, jasa-jasa dan Intelectual Property Right (IPR). Perjanjian ini merupakan bentuk penyerahan kedaualatan Indonesia kepada rezim internasional dan menyerahkan konflik akibat ketidak adilan ekonomi yang terjadi pada hukum hukum internasional. Para Capres tidak dalam kapasitas pemahaman yang cukup memadai terkait dengan konsekuensi perjanjian internasional semacam ini. Sehinga visi misi yang bombastis terlihat bak “sales marketing” semata.
Jakarta, 29 Mei 2014
Lampiran – Lampiran
A. Kasus Gugatan terhadap Indonesia dalam ICSID
  1. Planet Mining Pty. Ltd. v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/12/40, December 26, 2012.
  2. Churchill Mining PLC v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/12/14, June 22, 2012,
  3. Rafat Ali Rizvi v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/11/13, May 19, 2011
  4. Cemex Asia Holdings Ltd. v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/04/3, Claimant brought a claim for USD 400 Million in damages under the 1987 ASEAN Agreement for the Promotion and Protection of Investments against the Indonesian government for blocking investment in an Indonesian firm. The case was eventually settled., January 27, 2004
  5. Amco Asia Corporation, et al. v. Republic of Indonesia, ICSID Case No. ARB/81/1, February 27, 1981, Dispute arose out of the implementation of an agreement for the construction and management of a hotel/office complex in Jakarta for the duration of 30 years. In 1980, PT Wisma, an Indonesian company under the guidance of the Indonesian government, forcibly took over management of the hotel. In 1980, the Indonesian government revoked Amco’s license to engage in business ventures in Indonesia. In 1984, the tribunal rendered a decision in favor of the claimants that granted USD 3.2 Million in damages plus interest from date of request for arbitration. This award was annulled in 1986 and resubmitted to arbitration in 1987. In its 1990 decision, the second tribunal found that the takeover of the hotel and the revocation of the license had been internationally unlawful acts attributable to Indonesia. It then proceeded to award a discretionary lump sum of USD 10 Thousand for the general disturbance that occurred in April – July 1980 as well as the amount of USD 2.696 Million including 6% in simple interest as damages.
  6. Hesham T. M. Al Warraq v. Republic of Indonesia, case Century
  7. Government of the Province of East Kalimantan v. PT Kaltim Prima Coal and others, ICSID Case No. ARB/07/3, January 18, 2007
B. Fasilitas Investasi dalam CEPA
  1. Pra-pendirian/fasilitasi ; dimana Pembatasan kepemilikan asing: sehingga semua persyaratan ambang batas ekuitas dan joint venture dipandang penanam modal sebagai hambatan dalam melakukan bisnis. Dikatakan bahwa investor asing lebih senang jika mampu mengendalikan investasi mereka. Jika perusahaan asing tidak dapat memiliki kepemilikan mayoritas, perusahaan tersebut tidak bisa melakukan investasi sesuai kehendak mereka. Oleh karena itu, mereka tidak akan menanamkan modal dengan cara yang sama seperti di negara lain yang memungkinkan hal tersebut. Perusahaan tidak akan melakukan transfer teknologi ataupun pengetahuan dan cara pengerjaan, juga keahlian in-houseperusahaan yang lainnya, karena tidak ingin berisiko kehilangan aset penting mereka di perusahaan.
  2. Persyaratan konten lokal: Perusahaan global kerap memiliki strategi produk global yang diciptakan sebelum memasuki suatu pasar spesifik. Jika persyaratan konten lokal yang ditentukan oleh negara terlalu ketat hingga perusahaan perlu untuk memodifikasi produksinya atau rantai suplainya, hal ini dianggap sebagai disinsentif untuk menanam modal di pasar tersebut. secara umum persyaratan lokal konten lebih banyak dikaitkan dengan masalah infrastruktur.
  3. Iklim perpajakan: Dari perspektif Kelompok Visi, penanam modal Indonesia dan UE akan memetik keuntungan dari perjanjian yang transparan, dan dapat diprediksi dengan semua negara-negara UE. Sebenarnya Indonesia telah meratifikasi Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda, dengan 19 dari 27 Negara Anggota UE.
  4. Perlindungan Investasi Pasca-pendirian ; Perjanjian Investasi Bilateral ini memberikan perlindungan hukum untuk fase investasi pasca-pendirian. Elemen-elemen dari perjanjian ini meliputi jaminan hukum untuk: 1) Perjanjian Non-diskriminasi, 2). Nasionalisasi/ ekspropriasi, 3) Kompensasi atas kerugian. 4) Subrogasi, 5). Transfer 6). Penyelesaian sengketa.
  1. C. Perjanian BIT Indonesia Belanda
Ketentuan
Keterangan
Pengertian/definisi Berisi definisi investasi, hak yang diperoleh, termasuk pengakuan haki, konsesi, dan prospek sumber daya alam, kewarganegaran dan kewilayahan.
Promosi dan perlindungan investasi Kerangka hukum yang menjamin keuntungan dan melindungi dari berbagai faktor baik dari dalam negara maupund ari luar.
Ketentuan perlakuan non-diskriminasi (Most Favoured Nation) Memberikan perlakukan tanpa diskriminasi baik dengan perusahaan dalam negeri maupun perusahan negara lain, termasuk keamanan fisik, penerapan pajak, dan perlakuan khusus.
Perpajakan Insentif pajak, penghindaran pajak berganda, dan pajak yang bersifat timbal balik
Pengambilalihan aset oleh negara (expropriation) Kopensasi atas perampasan hak secara langsung atau tidak langsung, tindakan nasionalisasi, diambil alih atau mengalami tindakan yang berakibat sama dengan nasionalisasi atau pengambilalihan.
Kompensasi atas kerugian (Compensation for Losses) Kompensasi atau ganti rugi yang adil dan rasional atas kerugian akibat perang atau konflik bersenjata lainnya, revolusi, negara dalam keadaaan darurat, pemberontakan, kerusuhan atau huru hara.
Transfer Kebebasan melakukan transfer dalam mata uang yang bebas, seperti laba, bunga, dividen dan penghasilan lainnya; dana yang diperlukan
untuk akuisisi bahan baku atau bahan pembantu, semi-fabrikasi atau selesai produk, atau untuk mengganti aset modal guna melindungi kesinambungan penanaman modal, dana tambahan yang diperlukan untuk pengembangan penanaman modal, dana pembayaran kembali pinjaman, royalti atau biaya, pendapatan perorangan, hasil penjualan atau likuidasi dari penanaman modal, kompensasi atas kerugian dan kompensasi atas pengambilalihan.
Subrogasi Jaminan atas resiko usaha dan asuransi
Penyelesaian sengketa antara pihak-pihak terkait Mekanisme penyelesaian sengketa
01
Jun
14

PARRINDO : Deklarasi Parlemen Rakyat Indonesia

LOGO PARRINDO

Dideklarasikan, Parlemen Rakyat Indonesia 

Minggu, 01 Juni 2014 – 10:12 WIB

Pandji R Hadinoto

Jakarta – Parlemen Rakyat Indonesia (PARINDO) dideklarasikan di Jakarta pada 1 Juni 2014. Organisasi ini akan berperan sebagai wadah terbuka bagi akomodasi aspirasi seluruh rakyat Indonesia yang peduli untuk turut bekerja secara sukarela bagi kemitraaan kerja-kerja politik nasional secara substansial independen ; legislasi, pengawasan terhadap eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta perencanaan anggaran negara dan daerah.

“Prakarsa ini adalah bentuk tanggung-jawab rakyat dan warganegara Indonesia sekaligus selaku perangkat kontrol sosial-politik terhadap tiga (3) pilar eksekutif, legislatif dan yudikatif secara substansial guna peningkatan kinerja ketiga (3) pilar itu sendiri, dan berjiwa politik dan kebudayaan TRILOGI Negarawan 17 Agustus 1945 yang  bersemangatkan Pancasila dan Koalisi Kerakyatan,” jelas Jurubicara PARRINDO, Dr Ir Padji R Hadinoto MH di Jakarta, Minggu (1/6/2014).

Para deklarator PARRINDO terdiri dari DR Ir Pandji R Hadinoto MH, DR Greg Wisnu Rosariastoko, Ir Omar Samuel Ratulangi, Muhammad Nur Lapong SH, Lasman Siahaan SH MH, Ki Bondan Kasiman, Budhy Waluyo SH MH, Cuk Conk Narasipati SH MH, Hari Setiawan SH, Beatrice L Iskandar, DR Hotner Tampubolon SE MA, H Jailani SH, Teddy Syamsuri, Binsar Effendi, Muslim Arbi, Harry Suharjo, Dipl Ing Erwin Broto Amidarmo.

Pendirian PARRINDO disebutkan, dalam rangka mencapai budi pekerti luhur ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, dan demi  mengembangkan pembinaan karakter bangsa Indonesia Mulia (2015-2025), Indonesia Bermartabat (2025-2035), dan Indonesia Sejahtera (2035-2045), menuju kepada Indonesia Jaya maka peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni 2014 ini merupakan momentum yang tepat bagi bangsa Indonesia untuk meningkatkan kinerja dan bekerja untuk kehidupan rakyat yang lebih bermutu.

Selanjutnya, menyikapi situasi dan kondisi penyelenggaraan negara dan pemerintahan dewasa ini, khususnya di bidang intra legislator struktural yang perlu diperkuat dengan ekstra legislator fungsional agar melahirkan pengkayaan pikiran, pandangan, dan pendapat yang lebih terpadu dan menyeluruh dari rakyat dan warganegara Indonesia yang mempunyai tugas mengemban amanat Pembukaan dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar tahun 1945 serta Penjelasan UUD 1945 dengan sebaik-baiknya.

“Didorong oleh pandangan dan tujuan yang luhur tersebut maka kami yang bertandatangan dibawah ini berprakarsa untuk membentuk dan mendeklarasikan “Parlemen Rakyat Indonesia” yang disingkat PARRINDO,” tandas Pandji membacakan deklarasi PARRINDO. (ira)

 

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-dideklarasikan-parlemen-rakyat-indonesia-.html#ixzz33ONNYPSL

Demokrasi Dikorupsi

Oleh: Bambang Widjojanto

Pemilu legislatif dipastikan akan usai sepenuhnya. Kini KPU tengah menyelesaikan penghitungan jumlah suara. Suara sumbang kian santer terucap karena adanya sinyalemen soal kecurangan pada pemilu.

Yang sangat mengkhawatirkan, kecurangan itu dilakukan sebagian peserta dan penyelenggara pemilu yang sebagiannya juga melibatkan pemilih. Lebih-lebih bila kecurangan itu didasarkan atas sikap dan perilaku koruptif dan kolusif. Semua itu dipastikan kelak berujung pada kualitas legitimasi hasil pemilu dan akhirnya akan berakibat pada kapasitas kinerja dan spiritualitas para legislator terpilih.

Ada keniscayaan, tidak ada demokrasi beserta prosesnya yang tidak memerlukan partai, parlemen, anggota parlemen, dan proses pemilihan legislatif. Pokok substansi masalahnya adalah pertama, apakah ada partai yang berkhidmat secara amanah pada maksud kehadirannya?

Kedua, seberapa banyak anggota parlemen yang memahami makna parlare secara utuh, tidak sekadar ”representasi atau hak untuk bicara”, tetapi sungguh-sungguh memperjuangkan kepentingan fundamental rakyat pada daerah pemilihannya.

Ketiga, adakah proses timbal balik yang diakomodasi oleh sistem pemilihan yang akuntabel di mana pemilih punya pengetahuan dan kesadaran atas siapa yang layak dipilihnya serta si calon legislator memang pihak yang punya kompetensi, ”kewarasan”, taklik pada alasan dan tujuan untuk apa dia dipilih.

Kejujuran dan keberanian

Hal penting lain yang diperlukan dalam berdemokrasi, apakah kita mempunyai kejujuran dan keberanian menentukan sejauh mana level demokratisasi yang kini tengah ditempuh. Ini penting dilakukan agar kita dapat menentukan langkah dan strategi untuk berupaya terus-menerus memperbaiki bahkan meningkatkan kualitas demokratisasi Indonesia.

Korupsi harus dimaknai sebagaimana arti sejatinya, sesuai dengan asal katanya, corruptio, yang secara umum dimaknai sebagai suatu tindakan yang bersifat buruk, curang, busuk, dan memutar balik. Ada cukup banyak studi dan tulisan yang mengkaji demokrasi dan korupsi, tetapi sedikit sekali yang memberikan fokus pada korupsi di dalam proses demokrasi itu sendiri. Definisi minimalis mengenai demokrasi adalah suatu sistem yang dilembagakan di mana rakyat mengekspresikan preferensinya melalui pemilihan umum (Shumpeter, 1950 dalam Working Paper, Does Democracy Reduce Corruption?, Ivar Kolstad & Arne Wiig, 2011, CHR Institute).

Korupsi demokrasi acap kali terjadi pada fase awal pelembagaan dan konsolidasi demokrasi. Salah satu ciri dari korupsi demokrasi adalah tindakan exclusion dari ”penguasa” atas keterlibatan publik, kepentingan, dan norma yang ada dalam masyarakat dalam membuat kebijakan dan mengambil keputusan. Setidaknya, ada tiga jenis korupsi yang terjadi dalam proses demokrasi di Indonesia bila menggunakan makna korupsi tersebut di atas.

Pertama, korupsi di dalam partai. Partai sebagai suatu instrumen penting dalam proses demokrasi mempunyai kedudukan yang sangat strategis untuk menentukan kualitas demokratisasi. Tingkat kualitas koruptif dan kolusif partai dalam pemilu dapat dilihat pada tahap awal dari sejauh mana partai memiliki indikator, sistem yang transparan dan akuntabel dalam menentukan siapa yang layak dicalonkan, di mana daerah pemilihannya, serta urutan peringkat nomor urut calon.

Oleh karena itu, sebelum ada perbaikan sistem, tidaklah bisa disalahkan bila ada calon legislator yang ”banyak bicara dan omong kosong”, tidak ada prestasinya, dan bahkan diindikasikan berperilaku koruptif ternyata tetap terpilih lagi dan orang yang baik, berdedikasi, serta relatif bersih malah tersingkir dan tidak terpilih.

Ketiga, korupsi kewenangan konstitusional. Yang agak mengkhawatirkan sekali, di tengah fakta bahwa anggota parlemen dihasilkan dari sistem yang masih ”bermasalah” di atas, ada intensi yang tak terbantahkan. Terjadi apa yang disebut sebagai tendensi legislative heavy. Ada cukup banyak kewenangan eksekutif yang ”diambil alih” parlemen yang berpotensi menyebabkan terjadinya absolutisme kekuasaan di tangan legislatif.

Tiada kewenangan konstitusional

Lihat saja, misalnya, perekrutan pejabat publik dan penyelenggara negara juga dilakukan oleh parlemen kendati tidak ada kewenangan konstitusional yang secara eksplisit memberikan mandat itu. Padahal, sudah ada panitia seleksi yang justru telah melibatkan unsur masyarakat dan mendorong keterlibatan publik lebih luas untuk terlibat dalam perekrutan itu. Kita pernah mempunyai pengalaman ketika terjadi pemusatan kekuasaan atau executive heavy yang pada akhirnya menjadi cikal bakal perilaku koruptif dan kolusif dari kekuasaan.

Semoga saja kita punya keberanian menyatakan bahwa demokrasi telah dikorupsi. Lalu, yang jauh lebih penting lagi, ada kesadaran dan upaya strategis melakukan perbaikan yang dimulai dengan kajian menentukan di titik dan tahap mana saja tingkat kerawanan perilaku koruptif dan kolusif berpotensi terjadi dalam proses demokrasi. Juga penting untuk terus menghidupkan optimisme bahwa selalu ada ruang dan kesempatan bisa membangun kemaslahatan kendati di jalan terjal dan berliku sekalipun. []

KOMPAS, 14 Mei 2014
Bambang Widjojanto ; Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi

69 Tahun Lahirnya Pancasila, RI Terjajah di Bawah Rezim Neolib

Minggu, 01 Juni 2014 – 11:34 WIB

Jakarta – Pada momentum 1 Juni 2014 ini sebagai peringatan 69 tahun lahirnya Pancasila 1 Juni–Soekarno, kita diingatkan kembali oleh pidato Bung Karno di depan BPUPKI, yang kemudian dikenang sebagai hari lahirnya Pancasila. Pancasila lahir dari konteks ”masyarakat yang ingin keluar dari belenggu penjajahan”, membentuk nasion Indonesia, untuk kebangsaan Indonesia, dalam kebangsaan Indonesia yang hidup dengan perikemanusiaan, permufakatan, untuk sociale rechtvaardigheid (keadilan sosial): untuk Ketuhanan.

“Jelas bahwa para pendiri bangsa selain ingin memperjuangkan sebuah Republik yang lepas dari jeratan imperialisme kolonial, juga terbebas dari sistem ekonomi kapitalisme dan politik liberal!” ungkap Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra Saputra, Minggu (1/6/2014).

Namun setelah 69 tahun sejak Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 (Lahirnya Pancasila), lanjutnya, di bawah rejim Nekolim-Neoliberalisme SBY-Boediono keinginan masyarakat Indonesia keluar dari belenggu penjajahan agar sejahtera, ternyata masih jauh dari harapan. “Sejak berkuasanya rejim ORBA-Soeharto, rakyat Indonesia dijerumuskan ke dalam penjajahan gaya baru kapitalisme-imperialisme (Nekolim), ‘Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia’ lenyap dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap Lamen.

“Sistem ekonomi politik di negeri ini pun semakin menjadi liberal (demokrasi liberal), rakyat tidak ter-urus. Akhirnya muncul istilah autopilot, dimana negara dan bangsa berjalan sendiri-sendiri tanpa Pancasila sebagi pedoman acuan dalam berbangsa dan bernegara. Sehingga yang akan terjadi negara ini menjadi negeri autopilot dengan pola ekonomi dikontrol oleh pemilik modal dan kekuatan asing,” bebernya.

Ia pun memaparkan, pada hari lahirnya Pancasila 1 Juni–Soekarno, di tahun 2014 ini, liberalisasi sangat massif di segala aspek kehidupan berbangsa-bernegara dan bermasyarakat melalui politik, ekonomi, dan sosial-budaya, tidak ada lagi jaminan dari negara untuk hidup berdemokrasi Pancasila, bertoleransi dengan nilai-nilai Pancasila.

“Arah kebijakan ekonomi dan politik negara–pemerintah semakin menjauhkan negeri ini dari semangat dan cita-cita Pancasila; dengan kualitas hidup rakyat yang semakin rendah, bertambahnya jumlah angka kemiskinan dan pengangguran. 69 tahun Pancasila 1 Juni–Soekarno ditandai dengan semakin abai-nya peran dan tanggungjawab negara-pemerintah kepada rakyat nya,” ungkapnya pula.

Lamen mengingatkan, jika kita tapak-tilas Pancasila 1 Juni; bahwa bagi Soekarno, supaya perjuangan bangsa Indonesia tidak melenceng dari tujuan, maka kehidupan berbangsa harus diberi ‘pandangan hidup’. “Ia harus menjadi leitstar, bintang penuntun arah, bagi perjuangan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai landasan hidup bernegara dan bermasyarakat itulah yang utama dikemukakan oleh Bung Karno untuk pendirian Republik Indonesia yang merdeka,” tandas Ketua LMND.

“Pancasila menjadi alat persatuan untuk melawan kekuatan anti penjajahan dan bagaimana memandang dan menjalani hidup bernegara dan bermasyarakat,” tambahnya.

Mental Inlander

Lebih lanjut, Lamen menegaskan  bahwa menjelang Pilpres 2014, di akhir masa pemerintahan Nekolim-Neolib SBY-Boediono (2004-2014), dimana kehidupan rakyat Indonesia seakan dikembalikan ke era kolonial pra-kemerdekaan, hingga saat ini secara mendasar tidak juga memperlihatkan perbaikan kemajuan dan kesejahteraan hidup.

“Kekuasaannya masih akan terus saja melanggengkan keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, dan mentalitas inlander suatu bangsa,” ungkap Aktivis LMND.

Untuk itu, menurutnya, bangsa Indonesia membutuhkan persatuan kekuatan rakyat untuk berjuang melawan penjajahan gaya baru neoliberalisme, dan mengembalikan cita-cita politik Pancasila 1 Juni–Soekarno ke alam pemikiran dan tindakan rakyat Indonesia.

“Maka LMND menegaskan bahwa jalan untuk bangkit berdaulat dan mandiri dari keterpurukan saat ini dengan perjuangan  melawan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, dan berjuang mengembalikan kembali kedaulatan nasional atas Sumber Daya Alam dan Sumber-Sumber Kehidupan Rakyat Indonesia serta menegakkan penegakkan HAM dan Demokrasi di Indonesia!” serunya. (ren)

 

BERITA LAINNYA

Sumber Berita: http://www.edisinews.com


http://www.edisinews.com/berita-69-tahun-lahirnya-pancasila-ri-terjajah-di-bawah-rezim-neolib.html#ixzz33OOdO5Xh

 

Deklarasi WR Soepratman Bapak Pandu Indonesia Raya 1928

Jumat, 30 Mei 2014 – 00:12 WIB

Surabaya – Dalam rangka turut mendukung HarKitNas 20Mei14 dan wacana Propinsi Surabaya Raya, Jaringan Aspirasi Pandu Republik Indonesia (JAPRI) besama Wisata Indonesia Raya (WIRA) pada Kamis (29/5/2014) pukul 9.00 WIB menggelar acara deklarasi pahlawan nasonal WR Soepratman sebagai Bapak Pandu Indonesia Raya 1928.

Pendiri Pimpinan Pusat JAPRI, Dr Ir Pandji R Hadinoto MH mengatakan, semangat acara ini adalah perubahan pola pikir ‘memerintah’ ke ‘memandu’ rakyat bersama sahabat-sahabat Kaum Nasionalis Pancasila Indonesia berkerangka bina budaya karakter negara bangsa Indonesia berdasar amanat Penjelasan UUD 1945.

Deklarasi Pahlawan Nasional Wage Rudolf Soepratman Pandu Indonesia Raya 1928 dibarengi dengan acara Ziarahi Taman Makam Pahlawan Nasional WR Soepratman, Surabaya, serta Menyanyikan 3 (tiga) kuplet Indonesia Raya versi 1928.

Acara tersebut dihadiri juga oleh eksponen-eksponen Gerakan Rakyat Nasionalis Indonesia (GRNI) dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang, Senyor dan Senyorita Alumni serta Badan Pengurus Gerakan Mahasiswa Surabaya (GMS) dan Pimpinan Koran Jatim. (ira)

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Minggu, 01 Juni 2014 17:21 WIB
Jerman Tertinggal Dari Brasil
Minggu, 01 Juni 2014 16:51 WIB
Dewi Perssik Tetap Cantik Meski Jarang Mandi
Minggu, 01 Juni 2014 15:39 WIB
Operasi Mobud Latgab TNI Digelar di Situbondo
Minggu, 01 Juni 2014 15:13 WIB
Dapat Nomor 2, Jokowi: Simbol Keseimbangan
Minggu, 01 Juni 2014 14:05 WIB
Angkatan 66 Anggap Prabowo Penerus Gadjah Mada
Kurs Valuta Asing
KURS    JUAL    BELI
USD 11690.00 11650.00
SGD 9334.20 9284.20
EUR 15939.30 15839.30
AUD 10907.70 10827.70
Prakiraan Cuaca

28°C

  • JAKARTA
  • PARTLY CLOUDY
  • NE 4.83 KM/H

http://edisinews.com/berita-deklarasi-wr-soepratman-bapak-pandu-indonesia-raya-1928.html#ixzz33OPTXtyx




Blog Stats

  • 3,121,272 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…