Archive for the 'News' Category



19
Sep
10

Anti Kejahatan Komputer FBI

Rabu, 23/07/2008 05:48 WIB
Laporan dari AS
Bertemu Agen FBI Betulan
Nurul HidayatiNenden Novianti – detikNews


Steve dan peserta IVLP (Dok. detikcom)

Indianapolis – Saya mengenal sosok agen Federal Bureau of Investigation (FBI) dari film-film buatan Hollywood yang saya tonton sejak kecil. Gambaran yang terekam di kepala adalah petugas-petugas berambut cepak dengan senjata terkokang, mengenakan jaket hitam bertuliskan FBI di punggungnya. Adegan-adegan ketika mereka sedang menggeledah rumah orang yang dicurigai sebagai pelaku kejahatan, atau sedang menangkap tersangka, begitu membekas di ingatan hingga saya besar.

Akhirnya saya tadi bertemu langsung dengan seorang agen FBI betulan dalam diskusi mengenai kejahatan komputer (cyber crime) yang berlangsung di kantor Symphony Centre, East Washington Street, Indianapolis, ibukota negara bagian Indiana, AS, Senin 21 Juli 2008.

Steve M.Kelly, Supervisor Agen Khusus dari Squad C-2 yang menemui kami, para peserta International Visitor and Leadership Program (IVLP) yang diundang Deplu AS, rasanya lebih mirip seorang pengusaha atau eksekutif sebuah perusahaan.

Mengenakan setelan jas warna hitam, kemeja putih dan dasi merah, tubuhnya tampak tidak terlalu tinggi untuk ukuran orang bule. Wajahnya kelimis dengan rambut tercukur rapi, sambil tersenyum mengajak berkenalan. Tapi bila diteliti, yang membedakannya dari pengusaha atau eksekutif biasa, di pinggang kanannya terselip pistol.

Steve yang sudah 6 tahun menangani masalah kejahatan komputer di Indianapolis ini menjelaskan, bahwa ada empat area yang menjadi tanggung jawab timnya. Keempat area itu adalah penyusupan komputer, distribusi online pornografi anak, pelanggaran hak intelektual, internet fraud dan pencurian identitas yang dilakukan menggunakan komputer dan internet.

Dari keempat area itu,menurut Steve, masalah yang dampaknya paling merugikan lagi, korban adalah kejahatan pencurian identitas. “Pencurian identitas ini biasanya digunakan oleh si pencuri untuk mengambil kredit dari bank, membeli barang, dan menguras isi rekening bank pemilik identitas, kata agen yang berlatar pendidikan teknik sipil ini.

Sedangkan masalah lain yang cukup serius adalah distribusi pornografi anak-anak melalui internet. “Di Indianapolis ada banyak laki-laki kulit putih yang suka mendownload foto-foto atau video porno anak-anak,” katanya.

Sayangnya situs-situs itu sekarang cukup cerdas untuk tidak menempatkan hostingnya di Amerika Serikat, tapi di luar negeri. Karena bila perusahaan hosting yang digunakan situs-situs tersebut berada di Amerika, maka FBI berhak untuk menutup situs itu. Undang-undang di AS juga bisa menghukum orang-orang yang memiliki foto-foto atau video yang berisi pornografi anak.

Selain menangani kasus-kasus kejahatan komputer yang terjadi di Indianapolis dan negara bagian Indiana, Steve dan anggotanya juga menangani kasus-kasus berskala nasional bahkan internasional yang melibatkan kerjasama antarnegara. Seperti masalah terorisme yang menjadi prioritas utama pemerintah AS saat ini.

“Salah satu tugas kami juga mengawasi komunikasi yang dilakukan para teroris ini melalui internet. Pertukaran ide ataupun proses rekruitmen. Atau bahkan rencana penyerangan. Itu jadi prioritas tugas kami secara nasional untuk menjaga penyerangan terhadap sarana infrastruktur milik negara,” jelasnya.

Kejahatan lain yang dilakukan teroris, kata Steve, adalah mengubah tampilan depan sebuah website dan mengisinya dengan pesan-pesan yang ingin disampaikan para teroris tersebut.

Tak Mudah Menyadap

Meskipun begitu Steve dan koleganya di satu sisi lain harus menegakkan konstitusi, salah satunya Amandemen Pertama yang menjunjung tinggi kebebasan berbicara. Untuk bisa menyadap percakapan telepon atau membuka alamat email seseorang, FBI memerlukan persetujuan dari hakim.

“Kami harus mengisi formulir untuk menjelaskan kepada hakim alasan mengapa kami perlu melakukan penyadapan terhadap email dan percakapan telepon orang tersebut. Dan itu bukan prosedur yang mudah karena hakim merupakan bagian dari yudikatif, sedangkan FBI yang berada di bawah Departemen Keadilan merupakan bagian dari eksekutif. Hakim pun bisa menolak permintaan kami itu. Bila tak disetujui hakim, maka kami tak akan bisa melakukan penyadapan itu,” katanya.

Tim yang dipimpin Steve terdiri dari 12 orang agen yang bertugas secara penuh waktu, dan banyak informan yang tersebar di masyarakat dengan berbagai profesi. Misalnya politisi, pimpinan sebuah organisasi, pekerja media, mahasiswa, dan petugas yang bekerja untuk ISP.

“Kami merekrut orang-orang yang memiliki akses terhadap pelaku kejahatan untuk menjadi informan kami. Meskipun begitu untuk merekrut seorang wartawan atau politisi diperlukan persetujuan tingkat tinggi,” jelasnya.

Squad C-2 Agen Khusus untuk menangani kejahatan komputer ini dibentuk pada tahun 2002. “Kami mempekerjakan para ahli ilmu komputer dari berbagai universitas, ahli digital forensik, dan jaringan komputer, “paparnya.

Saat ini, kata Steve, di setiap kantor FBI wilayah negara bagian pasti ada 1 divisi khusus yang menangani kejahatan komputer. “Kecuali di kota-kota tertentu seperti Washington DC dan San Fransisco, kantor FBI setempat memiliki 5 divisi yang khusus kejahatan komputer,” ujar pria banyak tawa ini.

DVD Bajakan

Kejahatan komputer yang termasuk area penanganan Steve adalah pelanggaran hak cipta intelektual. “Sering terjadi film yang belum dirilis di bioskop, tapi sudah tayang di internet atau sudah ada DVD bajakannya yang beredar di kaki ima. Tentu saja ini sangat merugikan perusahaan film yang membuatnya, karena membuat mereka kehilangan potensi pendapatan yang cukup besar. Saya kira itu juga yang terjadi di Indonesia kan?” katanya.

Kejahatan di area ini juga berupa penyusupan ke jaringan komputer milik sebuah perusahaan dan mencuri data hasil riset atau pengembangan yang dilakukan perusahaan tersebut.

Internet fraud juga adalah hal yang cukup memusingkan Steve, karena sering terjadi kasus perusahaan online yang menerima pembayaran tapi tak mengirimkan barang yang sudah dibayar, atau pembeli yang membeli barang tapi kemudian membayarnya dengan cek palsu.

“Apa pun yang menghasilkan uang dari internet secara ilegal, dari hasil investigasi kami kebanyakan uang hasil kejahatan itu kemudian dikirim ke organisasi-organisasi kejahatan di Eropa Timur,” tutup Steve. (nrl/gah)

Advertisements
19
Sep
10

Kenegarawanan : Jiwa Kemerdekaan dan Kearifan Lokal

Jiwa Kemerdekaan

Suasana peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun ini terasa hambar, tanpa jiwa. Tidak bisa dikatakan karena bertepatan dengan bulan puasa, karena proklamasi kemerdekaan Indonesia sendiri bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 terdapat pengakuan yang penuh rasa syukur bahwa kemerdekaan Indonesia bisa dicapai “Atas berkat rahmat Allah yang Mahakuasa”. Dengan pengakuan ini, pemenuhan cita-cita kemerdekaan Indonesia untuk mewujudkan suatu kehidupan kebangsaan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur mengandung kewajiban moral.

Di bawah bimbingan moral Ketuhanan yang memimpin cita-cita negara kita, semua manusia dipandang setara dan bersaudara, yang mengandung keharusan untuk menghormati kemanusiaan universal serta mengembangkan tata pergaulan dunia yang adil dan beradab. Dalam ungkapan Hatta, “Pengakuan kepada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa mengajak manusia melaksanakan harmoni di dalam alam, dilakukan terutama dengan jalan memupuk persahabatan dan persaudaraan antara manusia dan bangsa.”

Penghayatan jiwa kemerdekaan seperti itulah yang melahirkan para pemimpin negara yang berjiwa besar di masa lalu, yang mampu mempertahankan kedaulatan bangsa. Sejarah mencatat, bagaimana delegasi Indonesia di bawah pimpinan Sutan Sjahrir berhasil meyakinkan Sidang Dewan Keamanan PBB di Lake Success, pada Agustus 1947, untuk mengakui eksistensi bangsa Indonesia, meskipun pada saat itu Indonesia belum menjadi anggota PBB.

Dengan penghayatan jiwa kemerdekaan itu pula, perlawanan gerilya kita, dengan alutsista yang terbatas bisa mengatasi agresi Belanda yang memaksanya kembali ke meja perundingan. Di bawah pimpinan Hatta, delegasi Indonesia ke Konferensi Meja Bundar berhasil pulang dengan membawa pengakuan kedaulatan bagi Indonesia pada Desember 1949.

Jiwa kemerdekaan itu juga yang membuat Indonesia berhasil memperjuangkan konsepsi negara kepulauan di PBB. Ketika kedaulatan Republik Indonesia dicapai, Indonesia belum menjadi negara kepulauan. Berdasarkan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie 1939, batas laut teritorial Indonesia hanya 3 mil dari garis pantai pulau, sehingga perairan di antara pulau-pulau yang jaraknya lebih dari 3 mil adalah laut internasional. Itu berarti, secara fisik lautan menjadi pemisah pulau-pulau Indonesia, yang bertentangan dengan konsepsi kewilayahan Indonesia yang tidak membedakan penguasaan antara laut dan darat (tanah-air).

Pada 13 Desember 1957, Pemerintah RI, melalui deklarasi Perdana Menteri Ir. Djuanda, mengklaim seluruh perairan antarpulau di Indonesia sebagai wilayah nasional. Dengan ini, Indonesia ingin memproklamasikan diri sebagai negara kepulauan, dengan upaya memperpanjang batas laut teritorial menjadi 12 mil dari pantai, yang kemudian diperjuangkan untuk mendapatkan pengakuan internasional di PBB.

Dengan perjuangan diplomasi dan penggalangan dukungan internasional, akhirnya Deklarasi Djuanda diterima dan ditetapkan di dalam Konvensi Hukum Laut PBB. Pada 1982 lahirlah konvensi kedua PBB tentang Hukum Laut, yang mengakui konsep negara kepulauan, sekaligus juga mengakui konsep zona ekonomi eksklusif (ZEE).

Dengan konvensi ini, Indonesia mendapat pengakuan dunia atas tambahan wilayah nasional sebesar 3,1 juta kilometer persegi wilayah perairan dari hanya 100.000 kilometer persegi warisan Hindia Belanda, ditambah dengan 2,7 juta kilometer persegi zona ekonomi eksklusif, yaitu bagian perairan internasional di mana Indonesia mempunyai hak berdaulat untuk memanfaatkan sumber daya alam, termasuk yang ada di dasar laut dan di bawahnya (Kusumaatmadja, 2005).

Sayang, prasyarat rohaniah jiwa kemerdekaan itu tidak dirawat secara kuat oleh generasi kepemimpinan bangsa selanjutnya. Kedaulatan Indonesia keluar cenderung melemah, ketika pilihan-pilihan ekonomi-politik kita tunduk pada dikte-dikte kekuatan asing. Kedaulatan Indonesia ke dalam melemah oleh ketidakmampuan negara melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Kekalahan diplomasi Indonesia dalam penyelesaian sengketa Sipadan menjadi bukti atas merosotnya jiwa kemerdekaan ini. Meskipun ada pengakuan terselubung bahwa Sipadan termasuk bagian Indonesia, namun dengan alasan bahwa Malaysia-lah yang aktif merawatnya, maka Sipadan pun melayang.

Hilangnya jiwa kemerdekaan membuat negara besar seperti Indonesia bisa dikecilkan oleh negara-negara kecil tetangganya. Aneka pelecehan terhadap para TKI, penyerobotan tapal batas, serta penistaan terhadap petugas Indonesia menunjukan secara nyata bahwa kehilangan terbesar Indonesia saat ini adalah hilangnya kebesaran jiwa para pemimpinnya.

Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-65 harus menjadi momen refleksi diri, tentang perlunya menghidupkan kembali jiwa kemerdekaan, dalam rangka memulihkan kebesaran jiwa para pemimpinnya, demi kebesaran bangsa.

Yudi Latif
Cendekiawan muslim
[Perspektif, Gatra Nomor 42 Beredar Kamis, 26 Agustus 2010]

Budaya Lokal Berperan di Minangkabau
Sabtu, 18 September 2010 | 08:19 WIB
akmal-nasir.blogspot.com
ilustrasi

PADANGPARIAMAN, KOMPAS.com–Kearifan budaya lokal berperan penting dalam pembangunan Sumber daya manusia (SDM) di Minangkabau (Sumbar).

“Kearifan lokal dapat dilaksanakan bila hak sifat istimewa nagari diberikan oleh negara kepada Minangkabau,” kata Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Sayuti Dt. Rajo Panghulu, pada Seminar Adat Minangkabau di Padangpariaman, Kamis.

Ia menjelaskan, kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas masyarakat lokal.

Dikatakannya, kearifan lokal di Minangkabau meliputi kebijakan setempat, pengetahuan setempat, dan kecerdasan setempat.

Kearifan lokal dapat dilaksanakan bila hak sifat istimewa nagari diberikan, di antaranya susunan asli di nagari, asal-usul di nagari, sistem kekerabatan, dan sistem hukum adat di nagari.

Menurut dia, bila poin-poin tersebut tidak dijelaskan dan diakui negara, maka Minangkabau hanya tinggal nama dan tidak lama lagi akan tenggelam ditelan kekuasaan globalisasi.

“Artinya, sifat istimewa nagari yang disebut dalam UUD ’45 pasal 18 huruf romawi II itu tidak terlaksana oleh negara,” katanya.

Ia menyimpulkan perlu dilakukan sosialisasi hak istimewa nagari diberikan oleh negara sesuai dengan ketentuan UUD 1945.

Sosialisasi dilakukan terhadap orang Minang di kampung halaman  maupun di rantau, termasuk kepada DPR-RI dan DPD RI yang mewakili Sumbar.

Persoalan ini, katanya, perlu disampaikan kepada pemerintah pusat, bahwa bila hak sifat istimewa nagari dapat diakui dan diberikan oleh negara, akan memperkuat NKRI.

Selain itu, pemerintah pusat perlu diyakinkan bahwa semakin diakui tradisi masyarakat lokal atau kearifan lokal akan semakin memperkuat Bhinneka Tunggal Ika.

Hasil penelitian menunjukkan, semakin kuat kearifan lokal, semakin tidak diperlukan regulasi dan tugas, demikian Sayuti Dt.Rajo Pangulu

Ribuan Warga Saksikan Adat “Pukul Sapu”
Sabtu, 18 September 2010 | 08:30 WIB
almascatie.wordpress.com
ilustrasi

AMBON, KOMPAS.com–Ribuan warga dari berbagai wilayah di Kota dan Pulau Ambon membanjiri desa Mamala dan Morela, Kecamatan Leihitu Pulau Ambon, Maluku Tengah, menyaksikan ritual adat “Pukul Sapu” yang digelar setiap 8 Syawal usai Idul Fitri.

Puluhan ribu Ambon maupun dari Masohi, ibukota Kabupaten Maluku Tengah, serta Pulau Haruku, Saparua dan Piru dan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian barat (SBB), turut hadir untuk menyaksikan ritual adat tahunan itu.

Ribuan warga sejak pagi hari telah mendatangani kedua desa yang letaknya sekitar 55 Kilometer sebelah Utara Pulau Ambon, menggunakan ratusan sepeda motor maupun mobil untuk menyaksikan ritual budaya tersebut.

Budaya adat pukul sapu dikedua desa yang memiliki hubungan darah dari satu leluhur dan dilakukan sejak abad 16 itu, menyedot perhatian sejumlah wisatawan nusantara yang secara kebetulan sedang berkunjung ke Ambon.

Beberapa wisatawan mancanegara, terutama dari Australia, Belanda yang kebetulan sedang berlibur di Ambon, juga terlihat hadir untuk menyaksikan atraksi saling memukul dengan lidi yang diambil dari batang daun pohon Aren itu.

Adat pukul sapu lidi dilakukan sedikitnya 40 pemuda tanggung dan telanjang dada tersebut dibagi dalam dua kelompok. Kedua kelompok dibedakan warna celana dan ikat kepalanya yakni berwarna merah untuk satu kelompok dan putih untuk kelompok lainnya.

Sehari sebelumnya para pemuda yang mengikutinya dikumpulkan dalam rumah adat masing-masing untuk dilakukan upacara adat, serta berdoa meminta pertolongan dan restu sang pencipta serta para leluhur agar memberkati mereka yang akan mengikuti ritual tersebut.

Dengan memegang dua ikat batangan lidi yang masih mentah, kedua regu kemudian saling berhadap-hadapan, sambil menunggu bunyi seruling yang ditiup pimpinan adat.

Saat seruling berbunyi kelompok bercelana merah memukul kelompok celana putih, begitu pun sebaliknya saat seruling dibunyikan, giliran kelompok bercelana putih yang melakukan serangan dan memukul kelompok celana merah.

Aksi saling memukul yang menimbulkan kengerian dan histeria penonton ini diiringi tabuhan rebana dan tifa, di mana dampaknya menambah semangat para pemain untuk saling memukul.

Pemuda itu masing-masing menggunakan dua hingga empat batang lidi ukuran lebih besar dua kali lipat dari sapu lidi biasa, terlihat memukul berkali-kali badan lawannya dengan sekuat tenaga, di mana area pukulan hanya dibatasi dari dada hingga ke perut.

Sabetan lidi yang mengenai badan lawan mengeluarkan bunyi cukup keras menyerupai lecutan cambuk, di mana tidak jarang tiga batang lidi yang digunakan sudah hancur hanya dalam dua atau tiga kali sabetan.

Pukulan lidi berkali-kali mengakibatkan guratan merah memanjang tubuh para pemain, serta kebanyakan mengeluarkan darah segar dan tidak jarang potongan batang lidi pun turut tertancap pada kulit dan luka di tubuh mereka.

Namun tidak sedikit pun terlihat atau terdengar erangan dan jeritan kesakitan para pemain akibat sabetan lidi, namun tetap tidak meninggal arena permainan.

Privatisasi BUMN Jangan Jadikan Kita ‘Jongos’ Asing

lokasi: Home / Berita / Ekonomi / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 19/09/2010 | 09:50 WIB Privatisasi BUMN Jangan Jadikan Kita 'Jongos' AsingJakarta – Anggota Badan Anggaran DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Privatisasi BUMN tidak boleh memperlemah ketahanan ekonomi nasional atau memperbesar ketergantungan kita pada asing. Privatisasi pun hendaknya memrioritaskan investor dalam negeri.

“Saya perlu menegaskan hal ini agar semua pihak mengawal dengan seksama rencana pemerintah merealisasikan privatisasi delapan BUMN pada semester ini. Kita semua harus kritis, mengingat privatisasi BUMN merupakan rekomendasi dari Structure Adjusment Program IMF yang sejak awal ditentang rakyat,” tandasnya dalam surat elektronik yang dikirimkan ke jakartapress.com, Minggu (19/9/2010).

Dikemukakan, dalam Program Tahunan Privatisasi (PTP) 2010 ini, pemerintah berencana memprivatisasi delapan BUMN dengan tiga opsi strtategi. Opsi IPO dengan target pelepasan saham rata-rata 30% pada PTPN III, IV, dan VII.

Opsi Divestasi melalui pendekatan strategic sales, dengan menjual100% saham pemerintah di PT. C. Phrimissima (52,79%), PT. Kertas Padalarang (48,54%) dan PT. Sarana Karya (100%). Sedangkan Opsi ketiga adalah Right Issue bagi 10,13 persen saham Bank Mandiri dan 18,10 persen saham Bank BNI.

“Saya tidak menentang privatisasi, tetapi pelepasan saham-saham BUMN harus ada urgensinya. Kalau hanya untuk memperkecil defisit APBN, alasan ini terlalu sederhana. Pemerintah justru harus kreatif mencari cara lain untuk menekan defisit APBN. Tak selamanya harus dengan cara menjual aset negara,” tegas Bambang Soesatyo.

“Saya dan juga banyak kalangan lainnya kurang nyaman dengan rencana privatisasi PTPN, Bank Mandiri dan Bank BNI. Dalam era sekarang, kita merasakan bahwa bank BUMN dan PTPN sangat strategis. Karenanya, dominasi pemilikan  negara selayaknya tetap dipertahankan,” tambah vokalis DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) ini.

Khusus bank BUMN, menurutnya, jika dominasi pemilikan negara diciutkan, maka fungsinya sebagai agen pembangunan akan berkurang. Padahal, lanjut dia, kita sangat mengandalkan fungsi intermediasi Bank BUMN untuk membangun kekuatan dunia usaha nasional. Karena itu, saya berharap pemerintah tidak ceroboh dalam privatisasi bank bumn.

“Dalam privatisasi PTPN, saya berharap pemerintah memberi prioritas bagi pemodal dalam negeri. Saya yakin, masih ada pemodal lokal yang berminat untuk investasi di sektor perkebunan. Pemerintah harus ingat bahwa rakyat tidak merasa nyaman karena banyak perkebunan besar dikuasai pemodal asing, khususnya investor dari Malaysia,” tutur pengurus KADIN Pusat ini. (ira)

19
Sep
10

Purbakala : Kapak Batu Kuno Ditemukan di Pagaralam

Kapak Batu Kuno Ditemukan di Pagaralam
Sabtu, 18 September 2010 | 08:42 WIB
history1978.wordpress.com
ilustrasi

PAGARALAM, SUMSEL, KOMPAS.com–Batu berbentuk kapak yang berumur diperkirakan ribuan tahun ditemukan di Dusun Talangjelatang, Kelurahan Sidorejo, Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, Jumat.

Kapak batu berukuran lebar dua dan empat cintimeter (cm) dengan panjang 10 cm dan berat 200 gram tersebut terbuat dari batu granit dengan warna hitan mengkilat keputih-putihan.

“Saat itu saya sedang menggali lubang untuk membuat bak penampungan air di halaman rumah, tapi secara tidak sengaja cangkul membentur benda keras, setelah digali lebih dalam lagi didapati batu berbentuk kapak, ” kata Pujiono  warga setemapt.

Ia mengatakan, kemudian batu tersebut dibersihkan dan dibawa ke rumah untuk disimpan, bentuknya mirip sekali dengan kapak yang terbuat dari besi. Ukurannya sisi kanan dua cm dan sisi kiri lima cm dan bagian bawah 10 cm dan tebalnya tiga dan satu cm.

“Pada saat itu saya sedang menggali lubang secara tidak sengaja cangkul membentur benda keras, setelah digali lebih dalam ternyata batu lonjong dan ada bagian pipih,” kata dia.

Semula hanya akan disingkirkan untuk meneruskan membuat lubang, tapi setelah diangkat ternyata batu tersebut terliahat aneh. Kalau diamati dari bentuknya memang terbuat dari batu, tapi bahan pembuatannya sulit didapat di daerah ini bahkan di Indonesia.

“Kalau kita bandingkan sama dengan batu granit yang biasanya didatangkan dari Turki atau Mesir. Kemudian bentuknya cukup unik dan pembuatannya sudah terlihat cukup rapi, sama halnya dengan kapak besi asli,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Senibudaya setempat Syafrudin, mengatakan, memang cukup banyak ditemukan berbagai peninggalan sejarah seperti acra, kubur batu dan kampung megalit di Pagaralam.

“Mengingat jumlahnya cukup banyak dan kendala yang dihadapi saat ini di Pagaralam belum memiliki musium, sehingga masih belum bisa menghimpun semua benda bersejarah tersebut,” kata dia.

Sementara itu Balai Arkeologi Palembang, Sumsel, Kristantina Indriastuti, mengatakan kalau melihat dari bentuk dan ciri-ciri kapak batu yang berhasil ditemukan warga diperkirakan umur 1.000-2.000 sebelum masehi (SM).Pengunaan benda itu pada masa kehidupan tahun sebelum Islam masuk ke Indonesia dan pada masa itu sudah masuk zama perunggu dan besi.

19
Sep
10

Kenegarawanan : Politik Korupsi dan/atau Korupsi Politik ?

Kasus Century Bisa Diungkap Pasca 2014

lokasi: Home / Berita / Politik / [sumber: Jakartapress.com]

Sabtu, 18/09/2010 | 13:27 WIB Kasus Century Bisa Diungkap Pasca 2014

Jakarta – Pengamat Universitas Nasional (Unas) Jakarta, Tubagus Januar Soemawinata menilai mubazier kalangan yang kini menuntut agar skandal bailout Bank Century diungkap untuk dituntaskan ke pengadilan. Sebab, kasus yang menelan uang negara Rp 6,7 triliun ini baru bisa diungkap pada saat turunya SBY dari jabatan Presiden. Itupun kalau Presiden yang terpilihd alam Pilpres 2014 nanti bukanlah ‘orangnya’ SBY.

“Sudah jadi rahasia umum, di negara kita ini politik sebagai panglima hukum. Sehingga, kasus-kasus yang melibatkan Istana atau rezim penguasa hanya akan baru bisa diungkap setelah presiden tidak menjabat lagi. Kini, kasus Century diduga menyeret lingkaran Istana, sehingga tak mungkin Persiden SBY mengungkapnya secara tuntas,” tegas Januar, Sabtu (18/9/2010).

Menurut Januar, skandal Century baru bisa diungkap sebelum 2014 apabila ada keajaiban, yakni SBY lengser sebelum masa akhir jabatannya akibat sesuatu hal. “Karena itu, saya menduga SBY akan bertahan sekuat tenaga dan menggunakan apapun cara untuk tetap berkuasa, dan menyiapkan ‘orangnya’ untuk menjadi Presiden priode lima tahun ke depan,” papar mantan aktivis ini.

Janur mengaku, ada kabar/isu yang beredar bahwa SBY sebenarnya menyiapkan istrinya, Ani Yudhoyno untuk maju menjadi calon presiden 2014 tetapi mendapat banyak penolakan (resistance) saat dicoba digulirkan ebberapa waktu lalu. Sebagai gantinya, dikabarkan SBY akan akan menyiapkan iparnya yang kini menjadi jenderal untuk maju di Pilpres 2014.

Sebagai calon Wapresnya pendampingnya, lanjut dia, akan memajukan Gamawan Fauzi yang kini sudah digembleng sebagai Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk belajar menguasai pemerintahan selama lima tahun. “Pasangan capres dari ipar SBY dan cawapres Gamawan Fauzi nanti akan didukung Partai Demokrat,” duga Januar yang juga paranoprmal asal Banten ini.

Secara terpisah, Ketua Majelis Pro DEM Beathor Suryadi menegmujkakan, kasus Century baru akan terbongkar lima tahun mendatang, setelah kabinet berganti. Sama halnya, ia pun menduga para kepala daerah, bupatri, walikota dan gubernur yang terlibat dugaan kasus korupsi baru dijadikan tersangka dan disidang ke pengadilan setelah tidak menjabat lagi.

Oleh karena itu, menurut dia, misalnya kasus dugaan korupsi Gubernur Sumatera Utara sekarang baru akan dijadikan tersangka dan disidang setelah selesai menjadi Gubernur nanti. “Sama halnya mantan Gubernur Jawa Barat Dani Setiawan, mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, disidang setelah tidak menjabat lagi. Itukah kesepakatan KPK?” paparnya.

Beathor mempertanyakan, keadilan harus ditegakkan tetapi apa maknanya apabila KPK masih bermain dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Ia mencontohkan, kasus Miranda Goletom mulai digoyang, 26 mantan anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR akan disidang saat Miranda tidak lagi menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). “Padahal, lima tahun dia (Miranda) menikmati full fasilitas,” tutur Ketua Majelis ProDEM.

“Ketika Nunun Nurbaetie menyatakan bahwa ‘niat’ nyogok DPR untuk memenangkan Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior BI, berarti kemenangan itu cacat hukum, apakah semua fasilitas dan kebijakan selama lima tahun itu juga batal? Dan Miranda dituntut untuk mengembalikan semua itu kepada negara, kan tidak? Lantas apa makna keadilan?” imbuhnya. (ARI)

Korupsi Kolisi Nepotisme akan terus subur makmur selama negeri dikuasai oleh para penerus yang dididik oleh Koruptor Agung

Terhadang Korupsi

Jum’at, 17 September 2010 | 16:40 WIB
IMF : Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terhadang Korupsi
Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn dan presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick saat jumpa pers mengenai krisis keuangan di kantor pusat IMF di Washington (13/10). Foto: AP/Jose Luis Magana
TEMPO Interaktif, Jakarta -Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pemerintah untuk menempatkan perang melawan korupsi di prioritas wahid, jika ingin tampil sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi moncer.

Menurut Laporan Stabilitas Sistem Keuangan IMF, Indonesia merupakan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan tumbuh 4,5 persen pada 2009. “Ketiga tercepat di kelompok G-20 dan mendorong percepatan ekonomi di tahun-tahun mendatang,” tulis laporan seperti dilansir AFP, Jumat (17/9). Indonesia juga dinilai menerapkan respons yang tepat dalam menanggulangi krisis 2008, termasuk reformasi struktural pasca era Soeharto.

Namun laporan yang terpampang di situs IMF itu mengatakan potensi Indonesia jadi kekuatan ekonomi regional terganggu korupsi dan lemahnya penegakan hukum. “Menangani kelemahan ini harus jadi prioritas pemerintah,” tulis laporan yang disusun bersama Bank Dunia itu.

Menurut Kepala Misi IMF di Indonesia, Thomas Rumbaugh, demokrasi yang diwarnai oligarki dan kolusi membuat Indonesia gagap dalam menghadapi globalisasi. “Seperti pelari maraton yang membawa beban 20 kilogram, Indonesia tertinggal dan tidak mampu mengejar,” katanya.

Menurutnya, ada baiknya pemerintah memiliki semacam desain yang melindungi kekayaan dan hak keistimewaan. “Bukan untuk mendukung kompetisi,” kata Rumbaugh.

Jika korupsi berhasil dihapus, bukan tidak mungkin Indonesia tampil sebagai kekuatan ekonomi di Asia Tenggara. Menurut IMF, negara ini memiliki segudang kekuatan, terutama basis konsumen yang masif dan kekayaan alam.

AFP | REZA M

NATO Alias Omong Kosong

lokasi: Home / Berita / OPINI / [sumber: Jakartapress.com]Selasa, 14/09/2010 | 09:26 WIB

NATO Alias Omong Kosong
Oleh: Tubagus Januar Soemawinata (Universitas Nasional)
NATO atau “No Action Talk Only” alias bicara tanpa tindakan atau omong kosong. Bahasa kerennya adalah omong doang atau disingkat omdo. Satu kata dan tindakan/perbuatan adalah sifat/sikap perilaku yang harus diteladani oleh pemimpin. Terlebih di era reformasi yang menutnut keterbukaan dan transparansi, akan ketahuan siapa pun pemimpin yang tergolong NATO. Pasalnya, pemimpin dituntut untuk bertindak, jangan omong doang. Taruhlah, janji kampanye seorang politisi, tentu ia akan dikejar terus oleh konstituennya. Demikian pula, janji kampanye Persiden, pasti akan membekas di benak rakyatnya yang suatu saat akan ditagih apabila rakyat merasa kehidupannya merana akibat janji pemimpin yang diharapkan tak kunjung tiba.

Ambil contoh, janji kampanye calon Persiden/Wapres pada 2009 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono, diantaranya adalah, pendidikan murah, peningkatan ekonomi hingga 7 persen, penurunan kemiskinan hingga 8-10 persen, peningkatan swadaya pangan, pertahanan dan keamanan yang handal, persenjataan yang baik, kesehatan, pembangunan yang merata hingga ke desa-desa, menjaga NKRI, peningkatan rumah susun dan rumah rakyat, meningkatkan pertanian, dan beberapa janji lain. SBY juga mengatakan semua itu bisa dilaksanakan dengan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab serta profesional yang tidak memperkaya diri sendiri atau keluarga menggunakan kekuasaan. Namun, apakah janji-janji tersebut akan ditepati atau janji hanya tinggal janji.

Yang lebih mengagetkan adalah janji Kampanye SBY-Boediono tentang ‘Supremasi Hukum’ terutama terkait pemberantasan korupsi di Indonesia yang sudah menggila dan menggurita. Pada Pilpres 2009, Capres yang diusung Partai Demokrat ini berjanji akan melaksanakan reformasi hukum, penegakan hukum yang adil, transparan dan tidak pandang bulu serta membangun budaya hokum. Apakah sekarang sudah diwujudkan oleh SBY? Jawabnya: belum! Buktinya, kalangan masyarakat khsuusnya LSM/aktivis antikorupsi kini masih tersu berteriak bahwa pembarantasan korupsi tebang pilih, SBY setengah hati memberantas korupsi, dan masih belum menuntaskan kasus-kasus besar yang merugikan uang negara triliuan rupiah.

Berbagai kalangan aktivis antikorupsi menilai, tidak ada pemberantasan kasus korupsi dalam setahun terakhir yang bisa dibanggakan, baik dari Kepolisian maupun Kejaksaan. Kasus-kasus korupsi di daerah pun masih banyak terjadi dan perkaranya masih belum tuntas semua. Yang saat ini terjadi adalah budaya pemberantasan korupsi dan semangat pemberantasan korupsi tidak ada lagi. Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta SBY harus bisa bertindak lebih tegas, jangan sampai pemerintah mengalami disorientasi dalam penegakan hukum. Sebab, dikhawatirkan empat tahun ke depan kita mengalami kemunduran, mengingat masih belum tuntasnya kasus rekending gednut sejumlah perwira tinggi Polri, kasus kriminalisasi pimpinan KPK yang melibatkan Anggodo, skandal Bank Century, dan lain sebagainya.

Ada penilain janji-janji kampanye SBY sama halnya bumbu penyedap dan hanya angin surga yang digulirkan menjadi iming-iming di negeri bedebah. Akibatnya, hanya masyarakat pendukungnya dan rakyat yang ‘terbohongi’ janji yang memilih kemenangan SBY. Kini, mereka wajib menagih janji, menuntut, menggugat dan mencambuk pemerinathan SBY yang ternyata tidak sesuai dnegan janji kampanye sang pemimpin dalam kampanye lalu. Hanya orang yang tidak memilih SBY yang tidak wajib untuk menagih janji, meski terenyuh melihat kesengsaraan rakyat yang berlanjut secara sistematis, masif dan terencana seperti dugaan penyelewengan bailout Bank Century. Janji kampanye SBY sudah bisa ditebak sejak awal, akan meleset karena dia tidak pernah menjelaskan cara mewujudkan janji-janji tersebut, termasuk sumber daya yang dimiliki. Dia hanya menyampaikan daftar janji. Terlebih lagi, kini menteri-menteri kabinet bukanlah figur-figur profesional di bidangnya, melainkan sekedar ‘titipan’ partai politik untuk memaku kursi kekuasaan sang presiden.

Padahal, kalau presiden merasa kedudukannya kuat karena dipilih secara langsung oleh rakyat dengan perolehan suara mayoritas, seharusnya tidak perlu takut digoyang oleh partai politik (parpol) mana pun. Kalau takut, maka sebenarnya ada apa? Sepanjang presiden masih punya rasa takut, maka dicurigai apakah kemenangan pemilu/pilpres lalu diraih dengan jujur atau curang sehingga tidak percaya diri? Tanpa memiliki niat, moral dan mental sebagai pemerintahan yang kuat dan bersih, maka tidak heran apabila pemberantasan korupsi dijadikan arena barter kasus dengan melakukan kongkalikong demi mempertahankan kekuasaan. Mestinya, pemimpin yang amanat dan bertanggungjawab, tentulah memegang erat sebuah janji yang mutlak dan pasti harus betul-betul dilaksanakan, sehingga membawa kemakmuran bagi rakyat indonesia. Kecuali pemimpin yang khianat dan munafik, gampang sekali mengikari janji. Salah satu cara agar semua janji kampanye bisa terwujud adalah dengan membangun pemerintahan yang kuat dan lebih banyak melibatkan orang-orang yang bersih dan profesional.

Kalau pemerintahan dibentuk hanya berdasarkan pembagian jatah partai, maka janji akan hanya tinggal janji. Misal dalam kampanye SBY menjanjikan pendidikan murah, tetapi sekarang ini justeru pendidikan termahal dibanding pada era pemerintahan sebelum-sebelumnya. Bahkan, masih banyak korupsi, suap dan katebelece di bidang pendidikan, akibat pengawasannya lemah. Ini sudah menjadi rahasia umum dan pejabat kita hendaknya jangan menutup mata dan berkilah dengan seribu alasan. Maka, rakyat bersiap-siaplah kecewa akibat hidup semakin sulit, harga-harga barang mahal, lowongan kerja tidak ada, orang miskin tambah banyak, investor asing pada kabur, pengangguran makin banyak, kriminalitas menjadi-jaidi dan meningkat dari segi kualitas maupun kuantitas, dan bahkan desintegrasi pun sudah mulai terlihat. Musibah dan bencana alam juga semakin banyak terjadi di wilayah negara kita. Apakah ini pertanda yang Maha Kuasa murka akibat pemimpin kita ingkar janji? Ataukah karena para pemimpin kita terjangkit budaya NATO (no action talking only) alias hanya janji-janji omong kosong untuk pemuas sesaat, tanpa tindakan nyata? (*)

18 September 2010

Era Hilangnya Etika Politik

  • Oleh Achmad Maulani

LAGI-LAGI Golkar menyulut kontroversi. Setelah usulan dana aspirasi Rp 15 miliar bagi setiap anggota Dewan per daerah pemilihan (dapil) kandas karena mendapat tentangan keras masyarakat, kini mereka partai berlambang beringin ini pun membungkusnya dengan nama lain. Agar tetap lolos dalam APBN 2011, usul kontroversial itu kini dimodifikasi. Namanya pun diubah menjadi dana pemaksimalan infrastruktur berdasar dapil.

Atas kengototan sebagian anggota DPR terkait usulan dana yang dibungkus atas nama dana aspirasi, tak ada kata lain selain bahwa parlemen memang keterlaluan. Hal tersebut juga menunjukkan hilangnya etika dan tumpulnya nalar dalam berpolitik. Nalar anggota Dewan dalam konteks ini memang telah tumpul. Ide tersebut jelas merupakan sesat pikir dalam alur demokrasi. Usulan itu juga bentuk telanjang perampasan uang negara atas nama pembinaan daerah pemilihan.

Jack Snyder, dalam bukunya Democratization and Nationalist Conflict (2000) mengatakan bahwa demokrasi ternyata memang bukan sekadar idealisme warung kopi, semuanya bisa lalu-lalang semaunya tanpa aturan. Bagi Snyder, demokrasi membutuhkan pengetahuan dan keterampilan berpolitik, serta rule of law yang jelas sehingga tidak memunculkan politikus-politikus murahan penggasak uang negara.

Secara yuridis ataupun etis, usulan dana aspirasi yang dibungkus dan dimodifikasi dengan nama apapun jelas menunjukkan kerancuan berpikir yang dapat merusak tatanan demokrasi dan mengacaukan struktur ketatanegaraan kita. Pertama; secara yuridis, ide tersebut menabrak UU Nomor 27 Tahun 2009 Pasal 71 tentang MPR, DPR, DPRD, dan DPD.

Pasal dalam UU tersebut secara gamblang menyatakan bahwa DPR bukanlah pelaksana program secara langsung. DPR hanyalah menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Karenanya, tuntutan dana aspirasi, dana pemaksimalan infrastruktur, atau apapun bentuknya sama artinya dengan mereka mengeksekusi program.

Kedua; secara etis. Seluruh kebijakan yang dilahirkan oleh negara, termasuk dalam hal ini DPR, harus meletakkan pembenaran etis sebagai dasar penting atas munculnya sebuah kebijakan. Pembenaran etis adalah bahwa jangan sampai setiap kebijakan negara, eksekutif ataupun legislatif, hanya mendapat pasokan dukungan dari segi-segi yang amat pragmatis.  Tak bisa disangkal, tuntutan dan upaya pengegolan dana aspirasi adalah bentuk pragmatisme parpol yang hendak mengaveling jatah anggaran demi melanggengkan mesin kekuasaan.
Harus Dibatalkan Parlemen sebagai institusi yang seharusnya mengemban peran etis untuk menyelamatkan komunitas rakyat yang kini tengah bertarung melawan ketidakadilan global dan ganasnya liberalisasi pasar justru mengalami pembusukan akibat absennya muatan filsafat politik dalam proses pengambilan kebijakan.

Nilai etis yang inheren dalam institusi negara semacam DPR mengharuskan ia melakukan tindakan protektif untuk menjaga agar rakyat yang tersisih dan terpinggirkan dari program pembangunan tidak sekarat dan mati secara perlahan-lahan. Bukan malah sebaliknya, merampok uang negara dengan politik muslihat yang menyebabkan wajah bangsa kehilangan elan etisnya.

Sebuah kebijakan akan kehilangan elan etisnya bila secara serampangan tidak mengindahkan kepentingan hajat hidup orang banyak (rakyat). Dalam konteks inilah saya kira tepat apa yang dikatakan Conhran dan Malone (1999) bahwa sebuah kebijakan, keputusan, atau tindakan negara yang didesain tidak untuk menyelamatkan persoalan rakyat tidak layak dipertahankan dan harus dibatalkan.

Dalam alur argumentasi seperti itu maka keberadaan partai politik yang seringkali hanya digunakan sebagai kendaraan mencapai tangga kekuasaan, untuk memperkaya diri, dan demi kepentingan yang amat pragmatis harus dibabat habis. Tanpa itu, keberadaan partai politik hanya akan memunculkan apa yang oleh Juan J Linz (2001) disebut sebagai demokrasi kaum penjahat.

Dalam kapasitasnya sebagai fungsi anggaran, DPR hanya membahas dan memberikan persetujuan atau tidak terhadap rancangan yang diajukan Presiden. DPR tidak memiliki instrumen perencanaan yang hal itu adalah domain pemerintah. Karena itu, usulan pengalokasian dana fasilitasi pembangunan dapil, dana pemaksimalan infrastruktur berdasar dapil, atau apapun namanya, yang bukan domain DPR jelas sebuah legalisasi korupsi. (10)

— Achmad Maulani, peneliti ekonomi politik pada Pusat Studi Asia Pasifik UGM

__._,_.___
Pejabat yang Korupsi Waktu, Akan Ditangkap!

lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]

Rabu, 15/09/2010 | 10:19 WIB Pejabat yang Korupsi Waktu, Akan Ditangkap!

Pejabat Korupsi Waktu Harus Mulai Ditangkap!

KALAU anggota DPR RI meminta kompleks gedung Dewan dilengkapi dengan spa dan mungkin juga opanti pijat dan karaoke, di negeri China  justeru para pejabat yang ke tempat spa di saat jam kerja ditangkap dan bahkan dipecat. Gerakan pemberantasan korupsi di China Utara menemukan setidaknya 300 pejabat lokal menyalahgunakan jam kerja mereka untuk beristirahat di tempat pijat, tempat pemandian dan karoke.

Seperti diberitakan media pemerintah pada Selasa (14/9), dari 296 pejabat yang tertangkap di provinsi Shanxi, 79 sudah diturunkan dari jabatannya atau dipecat, sementara yang sisanya juga mendapat hukuman, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua. Di antara para pejabat yang tertangkap, terdapat seorang polisi senior yang sedang menikmati layanan pijat di tempat pemandian dan seorang pejabat administrasi tingkat tinggi Rumah Sakit Shanxi sedang bermain mahyong di kedai teh.

Penumpasan itu oleh Partai Komunis tingkat provinsi itu dimulai pada 20 Agustus dengan penyidik yang langsung turun ke tempat-tempat hiburan, menurut laporan tersebut. Tempat pijat, rumah pemandian dan tempat karoke kerap menjadi tameng untuk praktek prostitusi di China. “Saat ini, tim kami dari provinsi Shanzi sebenarnya sudah baik, namun kami masih menghadapi sedikit masalah dengan cara mereka bekerja,” demiikian Xinhua mengutip pernyataan Yuan Chunqing, pejabat tinggi partai tingkat provinsi. “Masalah terbesar datang dari kegiatan senggang, makan, dan hiburan mereka,” ungkapnya.

Penyelidikan korupsi di China kerap menemukan kasus para pemimpin Partai Komunis ikut serta dalam aktivitas terlarang yang sering berhubungan dengan pemborosan uang publik dalam praktek prostitusi dan istri kedua. Li Yuanchao, salah seorang pemimpin partai, memperingatkan tahun lalu bahwa tindakan pendisiplinan akan dilakukan atas pejabat partai yang ketahuan mengunjungi “tempat vulgar” dan membayar wanita panggilan.

itulah tegasnya pemberantasan korupsi di negeri tirai bambu. jangankan korupsi duit negara triliun rupiah, rupiah satu sen pun di China akan diseret dan ditindak pidana. Tak hanya uang, pejabat dan birokrat korupsi waktu satu detik pun juga ditangkap. Di China secara tegas melarang aparat negara menggunakan jam kerja untuk dibuat kegiatan lain seperti ‘istirahat’ tempat spa dan panti pijat. Di sini, masih banyak pegawai negeri dan juga para pejabatnya yang keluar kantor di saat jam kerja hanya untuk kepentingan pribadi. Bahkan, pegawai negeri ‘kecilan‘ makan bakso di warung saat jam kerja.

Memang sudah waktunya di Indonesia diberlakukan tidnakan tegas untuk membernatas korupsi tanpa tebang pilih, apakah itu korupsi uang negara, korupsi waktu, korupsi fasilitas/barang milik kantor/negara ataupun penyalahgunaan jabatan, wewenang dan kekuasaan (abuse of power). Namun, hingga kini pemimpin kita terlihat maju mundur dalam pemberantasan korupsi tidak seusai dengan janji-janji kampanyenya. Terlebih lagi, jika sang pemimpin memilki masalah sendiri dengan kasus korpusi yang melibatkan kolega Istana, pasti dia akan sibuk menutup-nutupi dan melakukan barter kasus menghadapi pihak elit lain yang menggoyangnya. (Zaim)

Asyik Spa & Karaoke, 76 Pejabat Dipecat

lokasi: Home / Berita / FOKUS / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 14/09/2010 | 22:38 WIB Asyik Spa & Karaoke, 76 Pejabat Dipecat

China – Gerakan pemberantasan korupsi di China Utara menemukan setidaknya 300 pejabat lokal menyalahgunakan jam kerja mereka untuk beristirahat di tempat pijat, tempat pemandian dan karoke.

Seperti diberitakan media pemerintah pada Selasa (14/9), dari 296 pejabat yang tertangkap di provinsi Shanxi, 79 sudah diturunkan dari jabatannya atau dipecat, sementara yang sisanya juga mendapat hukuman, demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

Di antara para pejabat yang tertangkap, terdapat seorang polisi senior yang sedang menikmati layanan pijat di tempat pemandian dan seorang pejabat administrasi tingkat tinggi Rumah Sakit Shanxi sedang bermain mahyong di kedai teh.

Penumpasan itu oleh Partai Komunis tingkat provinsi itu dimulai pada 20 Agustus dengan penyidik yang langsung turun ke tempat-tempat hiburan, menurut laporan tersebut.

Tempat pijat, rumah pemandian dan tempat karoke kerap menjadi tameng untuk praktek prostitusi di China. “Saat ini, tim kami dari provinsi Shanzi sebenarnya sudah baik, namun kami masih menghadapi sedikit masalah dengan cara mereka bekerja,” demiikian Xinhua mengutip pernyataan Yuan Chunqing, pejabat tinggi partai tingkat provinsi.

“Masalah terbesar datang dari kegiatan senggang, makan, dan hiburan mereka,” ungkapnya.

Penyelidikan korupsi di China kerap menemukan kasus para pemimpin Partai Komunis ikut serta dalam aktivitas terlarang yang sering berhubungan dengan pemborosan uang publik dalam praktek prostitusi dan istri kedua.

Li Yuanchao, salah seorang pemimpin partai, memperingatkan tahun lalu bahwa tindakan pendisiplinan akan dilakukan atas pejabat partai yang ketahuan mengunjungi “tempat vulgar” dan membayar wanita panggilan. (*/xinhua/inc)

Komisi VII DPR Cium ‘Korupsi’ Data Minyak Mentah

lokasi: Home / Berita / Legislatif / [sumber: Jakartapress.com]

Kamis, 02/09/2010 | 14:55 WIB Komisi VII DPR Cium 'Korupsi' Data Minyak Mentah

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI Achmad Relyadi mencium adanya korupsi data minyak mentah yang dilakukan Badan Pelaksana Kegiatan usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) dan pemerintah karena adanya perbedaan jumlah lifting atau produksi minyak. Hal ini disebabkan adanya perbedaan data realisasi produksi minyak yang dimiliki pemerintah dan BP Migas dengan data riil di lapangan.

Dalam data  yang disampaikan pemerintah dan BP Migas, realisasi produksi sepanjang tahun ini mencapai 957.000 barel per hari. Sementara, temuan di lapangan, lifting minyak mencapai 960.824 barel per hari. “Kok bisa datanya berbeda? Data yang saya punya ini adalah data resmi,” ujar Achmad dalam rapat kerja Komisi VII DPR dengan Kepala BP Migas R Priyono dan Dirjen Migas Evita Herawati Legowo yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Zainuddin Amali (FPG) di gedung DPR, Kamis (2/9/2010).

Achmad meminta pemerintah dan BP Migas untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Menurutnya, jika memang benar terjadi maka akan membuat penerimaan negara akan berkurang sekitar 3.000 bph setiap harinya. “Saya minta penjelasan soal ini. Jangan sampai rakyat dibohongi,” tandas politisi PKS ini.

Pada kesempatan itu, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKS, Idris Luthfi juga mendesak BP Migas untuk meningkatkan target lifting minyak tahun 2011. “Pokoknya saya minta target lifiting itu naik. Minimal 980bph. Terserah bagaimana caranya, kalau tidak sanggup silakan mundur,” tegasnya.

Ia menyayangkan, sikap BP Migas yang terkesan tidak siap dalam membahas soal asumsi produksi migas dan harga minyak mentah Indonesia dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011, terbukti dengan data-data yang disampaikan sangat terbatas.

Karena itu, lanjut dia, DPR tidak perlu lagi mendengar lebih lanjut tentang masalah-masalah ataupun kendala-kendala apapun yang dihadapi. “Kami diberikan data sangat praktis, maka kami pun menggunakan bahasa politis. Kami hanya mau lifting itu naik,” paparnya.

Idris menilai, sejauh ini kinerja BP Migas hanya sebatas menjalankan tugas, tidak terobosan-terobosan yang menggembirakan ataupun strategi yang mumpuni. Selama ini yang ungkapkan hanya sebatas kendala ataupun faktor penghambat yang disebabkan oleh pihak lain.

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR lainnya dari Fraksi PKS, Sugihono  Karyosuwondo meminta BP Migas tegas kepada Exxon Mobil dan Blok Cepu, termasuk dalam hal pemberian sanksi. Pasalnya, kata dia kedua perusahaan minyak tersebut dinilai merupakan faktor yang ikut menentukan besaran lifting minyak.

“Jangan investor asing kita anak emaskan, sementara investor lokal harus tertatih. Tolong kami ingin mengetahui, sanksi apa yang sudah diberikan kepada mereka,” tutur dia. “Kalau Exxon Mobil dan Blok Cepu tidak bisa naikin hasil produksi, balikin saja ke Pertamina. Soal infrastruktur itu bukan alasan,” imbuhnya.

Dalam rapat yang membahas soal asumsi produksi migas dan harga minyak mentah Indonesia dalam rencana anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011 ini, Kepala BP Migas R Priyono dalam paparannya menyampaikan realisasi rata-rata poduksi minyak secara nasional hingga tanggal 26 Agustus 2010 mencapai 957.949 barel per hari.

Adapun lima kontraktor kontrak kerjasama yang memproduksi minyak paling besar yaitu Chevron Pasific Ind sebesar 373.418 bph, Pertamina sebanyak 130.309 bph, Total E&P Indonesie sebanyak 95.194 bph, ConocoPhillips sekitar 61.612 dan CNOOC SES Ltd sebanyak 41.258 bph.

Rata-rata Harga Minyak Indonesia Capai US$ 77,2 per barel
Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sepanjang bulan Januari-Agustus 2010 mencapai US$ 77,2 per barel. Rata-rata ICP hingga akhir tahun diperkirakan berada di bawah target dalam APBN-P 2010 sebesar US$ 80 per barel.

“Dengan kondisi saat ini, maka untuk realisasi ICP dari Desember 2009-November 2010 kami perkirakan masih sekitar US$ 78 per barel. Sepertinya  ICP sampai akhir tahun tidak mencapai US$ 80 per barel,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Evita Herawati Legowo dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Sementara untuk rata-rata ICP pada bulan Agustus 2010 sebesar US$ 75,97 per barel atau meningkat US$ 2,21 per barel dari US$ 73,75 per barel pada bulan Juli.

Sedangkan harga Minas/SLC mencapai US$ 77,83 per barel, naik US$ 2,73 per barel dari US$ 75,10 per barel pada bulan sebelumnya.

Peningkatan harga  minyak Indonesia pada bulan ini tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional yang diakibatkan oleh beberapa faktor, yaitu meningkatnya perkiraan permintaan minyak mentah dunia oleh beberapa lembaga analis pasar minyak sebagai berikut:

  • IEA (International Energy Agency) dalam laporan bulan Agustus 2010 memperkirakan permintaan minyak global untuk 2010 akan sebesar 0,08 juta barel per hari menjadi 86,6 juta barel per hari.
  • OPEC memperkirakan bahwa  permintaan minyak mentah global untuk tahun 2010 meningkat sebesar 0,14 juta barel per hari menjadi 85,5 juta barel per hari yang diakibatkan oleh peningkatan pertumbuhan sektor industri, transportasi dan petrokimia di negara-negara NON OECD terutama China, India, Timur Tengah, dan Amerika Latin.
  • CGES (Centre for Global energy Studies) memperkirakan permintaan minyak mentah global untuk tahun 2010 meningkat sebesar 1,5 juta barel per hari yang berasal dari peningkatan permintaan negara-negara Non OECD.

Faktor lainnya, menurut perkiraan IMF (International Monetary Fund) dan prognosa negara-negara OECD, aktivitas ekonomi global untuk 2010 diperkirakan akan meningkat sebesar 4,5% yang dihasilkan dari implementasi sejumlah kebijakan untuk mengembalikan stabilitas dan tingkat kepercayaan dunia usaha, terutama di wilayah Eropa.

Laporan aktivitas manufaktur yang positif di AS dan Eropa serta menguatnya bursa saham global mengindikasikan bahwa ekonomi global masih terus mengalami perbaikan dan semakin pulihnya perekonomian AS tercermin dari laporan Departemen Tenaga Kerja AS bahwa terjadi penurunan klaim tunjangan pengangguran sebesar 31.000 orang menjadi 473.000 orang.

Untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh faktor-faktor tersebut, juga dipicu oleh konsumsi minyak TEPCO (Tokyo Electric Power Co.)

epang yang meningkat sebesar 14,4% karena adanya peningkatan permintaan listrik di sektor industri serta peningkatan penggunaan pendingin ruangan akibat gelombang panas selama musim panas di Jepang serta pengoperasian kembali sejumlah kilang minyak dan penghentian operasi sejumlah reaktor nuklir di Jepang.

Berikut perkembangan rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Agustus 2010:

  • WTI (Nymex) naik US$ 0,28 per barel dari US$ 76,38 per barel menjadi US$ 76,67 per barel.
  • Brent (ICE) naik US$ 1,76 per barel dari US$ 75,35 per barel menjadi US$ 77,12 per barel.
  • Tapis (Platts) naik US$ 1,32 per barel dari US$ 77,58 per barel menjadi US$ 78,90 per barel.
  • Basket OPEC naik US$ 1,73 per barel dari US$ 72,51 per barel menjadi US$ 74,24 per barel.

(*/dtc/dpr.go.id)

Istri Eks Presiden Didesak Kembalikan Duit Korupsi

lokasi: Home / Berita / Tokoh / [sumber: Jakartapress.com]

Rabu, 15/09/2010 | 11:12 WIB Istri Eks Presiden Didesak Kembalikan Duit Korupsi

DUA dekade setelah kematian bekas Presiden Filipina Ferdinand Marcos, pengadilan kembali mengungkap korupsi yang dilakukan keluarga besarnya. Bahkan, istri Ferdinand Marcos, Imelda, didesak mengembalikan duit negara hampir 230 ribu dolar AS.

Pengadilan khusus anti ko­rupsi Filipina Sandiganbayan me­merintahkan bekas ibu negara Imel­da Marcos mengembalikan ri­buan dolar duit negara yang di­ambil suaminya semasa menjabat presiden. Pegawai pengadilan mengatakan, vonis ini telah di­ja­tuhkan pada 9 September tapi baru dipublikasi pekan ini.

“Kasus itu disidangkan saat ke­luarga Marcos ada di luar negeri. Sehingga, tidak ada kesempatan bagi mereka untuk mengajukan pem­belaan yang layak,” kata pe­ngacara Imelda Marcos, Robert Si­son, kemarin, seraya me­nam­bah­kan, kliennya berencana me­ngajukan banding.

Pengadilan Sandiganbayan me­nemukan bukti, Ferdinand Mar­cos memerintahkan kepala Oto­ritas Pangan Nasional men­transfer sejumlah dana ke reke­ningnya pada 1983, seperti dilansir situs RM. Ini ada­­lah salah satu dari sejumlah kasus yang harus dihadapi ke­luarga Marcos, 24 tahun setelah Ferdi­nand Marcos digulingkan.

Kekuasaan dua dekade Fer­dinand Marcos berakhir pada 1986. Dia lalu mengungsi ke AS. Ferdinand Marcos meninggal pada 1989 di Hawaii, AS. Imelda Marcos kembali ke Filipina pada 1991. Gagal dalam pemilihan pre­siden 1992, Imelda Marcos ber­hasil memenangi kursi DPR dalam pemilu Mei 2010. Anak­nya, yang juga diberi nama Fer­dinand Marcos, memenangkan kursi Senat.

Selama berkuasa sejak 1965 hingga 1986, Ferdinand Marcos, is­trinya dan semua anggota ke­luarga mereka, mengambil uang negara miliaran. Imelda Marcos sempat terkenal karena memiliki koleksi sepatu, dengan jumlah luar biasa banyak. Imelda Marcos divonis huku­man sembilan tahun penjara, da­lam suatu kasus per­kara korupsi. Na­mun, pengadilan banding me­m­batalkan vonis itu.

Sebelumnya pernah diberitakan, Imelda Marcos masih bermimpi ingin kembali berkuasa, namun kini dengan anaknya, Ferdinand Marcos Jr., sebagai presiden. “Ya, saya menyarankan dia. Saya mendesaknya untuk mencalonkan diri pada kedudukan tertinggi itu,” kata Imelda, 80 tahun, yang masih energik dan berdandan rapi kepada AFP ketika ditanya apakah dirinya ingin Marcos Jr. menjadi pemimpin negara Asia Tenggara itu, beberapa waktu lalu.

Marcos Jr. merupakan satu-satunya putra mendiang orang kuat Filipina, Ferdinand Marcos, yang telah menempa dirinya sebagai politisi sukses. Pria berusia 51 tahun itu pernah menjabat sebagai gubernur Filipina Utara, Provinsi Ilocos Norte, bekas daerah pertahanan ayahnya selama 12 tahun, dan kini sebagai anggota partai oposisi di Majelis Rendah. (*/RMOL/red)

ICW: Alasan Remisi Koruptor Tak Masuk Akal

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 12/09/2010 | 09:55 WIB ICW: Alasan Remisi Koruptor Tak Masuk Akal

Jakarta – Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai alasan yang diajukan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Patrialis Akbar untuk memberi remisi pada sejumlah terpidana kasus korupsi adalah tidak masuk akal.

Patrialis beralasan, koruptor yang mendapat pengurangan hukuman hanyalah yang telah memenuhi syarat berdasarkan peraturan perundang-undangan mengenai remisi, yaitu telah menjalani sepertiga masa hukumannya sesuai serta menunjukkan kelakuan baik.

“Kelakuan baik itu apa parameternya? Itu kan tidak terukur,” kata peneliti hukum ICW, Donal Fariz, Sabtu (11/9), seperti dilansir Tempo. Donal berpendapat, pengurangan hukuman yang diberikan pemerintah pada koruptor di hari Lebaran, walaupun jumlahnya tidak sebanyak di hari peringatan kemerdekaan, tetap menunjukkan inkonsistensi pemerintah terhadap agenda besar pemberantasan korupsi.

Berdasarkan data yang dimiliki ICW, 54,28 persen terpidana korupsi divonis bebas sepanjang semester I tahun ini. “Berarti yang tersisa tidak sampai separuhnya. Dan yang tidak sampai separuh itu juga akan mendapat pengurangan hukuman,” ujar Donal.

Donal mengatakan, jika pemerintah serius bermaksud memberi efek jera bagi para koruptor, seharusnya pengurangan hukuman dengan alasan apapun ditiadakan. “Karena ini extra ordinary crime, seharusnya perlakuannya juga extra ordinary,” paparnya.

Ia menambahkan, kritik publik terhadap “obral” remisi bagi koruptor menguji sensitivitas presiden. Sebab, presidenlah yang berwenang memberikan remisi. “Dikhawatirkan yang dekat dengan lingkungan presiden tidak takut melakukan korupsi. Toh nanti bisa mendapat remisi,” tandasnya. (*/Red)

Kasus Century Jadi Ajang Tawar Menawar Bagi Golkar?

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Selasa, 14/09/2010 | 05:25 WIB Kasus Century Jadi Ajang Tawar Menawar Bagi Golkar?

Jakarta – Partai Golkar mempertanyakan proses pengusutan Bank Century oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) yang hingga kini mandek. Partai berlambang pohon beringin ini menilai KPK tidak membuat skala prioritas dalam mengusut kasus korupsi. Sikap Golkar tersebut pun dipertanyakan, mengingat saat ini isu resuffle kabinet tengah mengemuka di publik.

“Ada apa ini? Jangan-jangan isu Bank Century ini akan menjadi ajang tawar menawar Golkar,” ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada wartawan usai nonton bareng film ‘Sang Pencerah‘ di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2010) malam.

Menurut Ray, isu Bank Century bisa menjadi nilai tukar bagi Golkar kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun Partai Demokrat. Mengingat skandal Bank Century akan menyeret sejumlah nama dari Kabinet SBY. “Di sisi lain kondisi Golkar sedang terhimpit oleh kasus suap BI. Kalau Golkar ditendang juga dari kabinet, habislah Golkar. Makanya isu Bank Century kembali dimunculkan agar Golkar tetap eksis di Kabinet,” terangnya.

Meski demikian Ray mengaku bila alasan yang diungkapkan Golkar terkait skandal Bank Century cukup rasional. Hal tersebut dikarenakan skandal tersebut merugikan keuangan negara hingga Rp 6,7 triliun. “Memang benar ada keputusan DPR agar kasus ini diusut, tapi apa motif Golkar di balik ini. Jangan sampai kasus ini kemudian dimanfaatkan oleh kepentingan politik praktis. Masyarakat juga ingin kasus ini diusut tuntas,” imbuhnya.

Secara terpisah, pengamat Univeristas Nasional (Unas) Jakartra, Tubagus Januar Soemawinata menduga, barter kasus atau bargaining (tawar menawar) penutupan kasus dengan kursi kekuasaan, masih marak meski pasca reformasi sudah berjalan satu dekade.

Oleh karena itu, lanjut Januar, perlu dilakukan lagi reformasi jilid dua atau revolusi untuk memberi pelajaran kepada para pejabat dan elit kekuasaan agar tidak seenaknya memegang amanat kepemimpinan di negara ini. “Rakyat tetap sengsara kehidupannya karena pejabat mengelola negara ini seenak udelnya sendiri akibat kepentingan mempertahankan kekuasaan dan memperkaya diri sendiri beserta koleganya,” ungkap mantan aktivis ini.

Januar mengingatkan, agar Presiden SBY tidak gampang melakukan barter kasus Century dengan kader Golkar ataupun politisi partai lainnya yang menjadi tersangka ataupun terduga terlibat kasus tindak pidana korupsi. “Kalau SBY melakukan tawar menawar untuk menutup kasus, maka citra SBY makin melorot ke dasar ‘neraka’. Sebaliknya, Ical jangan menutup-nutupi kasus korupsi yang melibatkan kadernya,” tutur para normal asal Banten ini.

Menurut Januar, model tawar menawar atau barter kasus antar elit politik dan rezim kekuasaan beserta kalangan pengusaha ‘hitam’, mengingkari Pancasila khususnya sila keadilan sosial bagi seluruh rkayat Indonesia. “Para pejabat berlaku curang dan menyalahgunakan kekuasaan, serta kongkalikong dengan pengusaha. Akibatnya, mereka tetap kaya, sedangkan rakyat yang jujur semakin melarat. Sekarang ini yang kaya makin jaya, yang miskin makin sengsara, akibat pemimpin tidak amanat dan tak profesional mengelola negara,” paparnya. (jpc/dtc/red)

Prof UGM Prihatin Maraknya Korupsi Pejabat Negara

lokasi: Home / Berita / Nasional / [sumber: Jakartapress.com]

Minggu, 08/08/2010 | 23:48 WIB Prof UGM Prihatin Maraknya Korupsi Pejabat Negara

Yogyakarta – Guru Besar Filsafat Pancasila Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Koento Wibisono mengaku prihatin terhadap kondisi bangsa dan negara dengan makin maraknya korupsi yang dilakukan oleh pejabat negara seiring ditangkapnya para mantan menteri, gubernur, dan bupati akibat perilaku korupsi yang dilakukan saat menjabat.

“Semakin lama makin carut marut. Uang negara semuanya habis untuk dikorupsi dan untuk pemilihan kepala daerah,” ujarnya di sela seminar memperingati hari ulang tahunnya ke-80, di Fakultas Filsafat UGM, Minggu (8/8).

Menurut Koento, kondisi bangsa semakin mengenaskan dengan banyaknya orang menyampaikan kritik tanpa pernah menawarkan solusi. Kondisi ini menandai demokrasi yang kini berlangsung belum menemukan bentuk.

“Orang melakukan kritik seenaknya tapi tidak menawarkan solusi. Pemerintah pun sering kedodoran menghadpai situasi yang begitu ruwet dengan ditangkapnya banyak pejabat negara atas kasus korupsi,” kata pria kelahiran 14 Agustus 1930.

Namun Koento tetap optimis demokrasi akan menemukan bentuknya seiring makin tingginya tingkat pendidikan dan pengetahuan masyarakat. “Dengan pengetahuan, orang bisa membedakan benar dan salah, serta tidak akan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan sesaat. Saya yakin demokrasi kita akan menjadi lebih baik,” ujar bapak dua anak itu.

Menyiasati situasi yang terjadi sekarang ini, Koento teringat pesan yang selalu disampaikan oleh guru sekaligus idolanya Prof Notonagoro. “Di setiap kesempatan, Prof Notonagoro selalu berpesan ‘Lantip Ing Panggrahita‘ artinya peka dan tajam dalam merasakan dan menyikapi keadaan,” ungkapnya. (Py)

2010-09-18 Aroma Suap Gedung Baru
Rumor Politik

Sikap ngotot Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR untuk terus mendorong pembangunan gedung baru DPR yang bernilai Rp 1,6 triliun, banyak mengundang tanda tanya, tidak saja dari kalangan luar tapi juga di internal DPR. Tidak sedikit yang memastikan bahwa “ada udang” di balik sikap tersebut.
Informasi yang diperoleh SP menyebutkan, sejumlah oknum di Setjen diduga telah menerima dana yang totalnya mencapai sekitar Rp 100 miliar terkait proyek pembangunan gedung baru tersebut. Dana itu disetor oleh para kontraktor yang dijanjikan bakal mendapat jatah kue proyek pembangunan gedung. Dana itu semacam uang muka dari para kontraktor kepada oknum-oknum yang terlibat dalam pengambilan keputusan di Setjen DPR.
“Dugaan penerimaan dana itu memang sulit dilacak, tetapi ada aliran dana kepada para pejabat tersebut. Kalau KPK berani coba saja lacak, pasti akan ketahuan siapa yang menerima,” ungkap sebuah sumber di Jakarta, Jumat (17/9).
Ia mengemukakan, ada banyak kontraktor yang bermain dalam pembangunan gedung tersebut. Tiap kontraktor berusaha untuk meloloskan usulannya. Supaya lolos, maka mau tidak mau mereka harus memberi jatah kepada para oknum pejabat di Setjen. “Ada lebih dari 10 orang yang menerima uang haram tersebut. Tiap orang mendapat jatah antara Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar,” tandasnya. [R-14/J11]

18
Sep
10

PusKesMas : 10 Cara Sehat Lahir dan Batin

Sabtu, 18/09/2010 08:09 WIB

Sehat Lahir Batin

Merry Wahyuningsih – detikHealth

img
(Foto: thinkstock)

Jakarta, Ada banyak cara untuk meraih kebahagiaan, termasuk sehat jasmani dan rohani. Tapi para ahli psikologi mengungkapkan ada beberapa cara sehat untuk meraih kebahagiaan lahir batin. Apa saja?

Semua orang pasti ingin sehat lahir batin sehingga dapat terbebas dari stres dan sakit. Perasaan emosional ini tidak hanya dipengaruhi oleh gen semata, tapi banyak hal lainnya yang bisa bikin bahagia.

Kebahagiaan adalah salah satu hal yang ingin dicapai oleh semua orang, tapi tanpa disadari banyak hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan suasana hati tersebut.

Psikolog Amerika telah menerbitkan sebuah laporan dalam jurnal The Psychological Science, yang mengungkapkan rahasia kebahagiaan dan mengelompokkannya dalam sepuluh faktor.

Selain itu, jurnal tersebut juga menunjukkan bahwa ada hal-hal kecil yang ternyata bisa menjadi kunci utama untuk merasakan kebahagiaan.

Hanya dengan kebahagiaan kecil ternyata dapat mengatasi berbagai macam penyakit dengan lebih cepat dan dapat memperpanjang waktu hidup bahkan hingga 7 tahun.

Dilansir dari GeniusBeauty, Sabtu (18/9/2010), berikut 10 faktor untuk meraih kebahagiaan yang :

  1. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain
  2. Menganalisa memori-memori yang menyenangkan
  3. Pujilah diri Anda sendiri
  4. Fokuslah pada sensasi yang menyenangkan
  5. Selalu berpikir positif dan berpikir bahwa Anda bisa melakukan hal dengan lebih baik
  6. Lakukan aktivitas yang Anda sukai
  7. Berpura-puralah bahagia meski sebenarnya Anda sedang tidak dalam suasana bahagia
  8. Rayakan momen besar dalam hidup Anda
  9. Jauhkan pikiran suram, ketakutan dan keraguan
  10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin

(mer/ir)

16
Sep
10

Kerukunan Umat Beragama : Kasus Bekasi sebuah Ujian

Insiden Ciketing

Antara

Antara –
KUIB Rekomendasikan Insiden Ciketing Dihentikan

Bekasi (ANTARA) – Kongres Umat Islam Kota Bekasi (KUIB) merekomendasikan agar kasus insiden bentrok di Ciketing Asem, Pondok Timur Indah Kota Bekasi yang mengakibatkan dua jemaat dan dua umat Muslim terluka dihentikan untuk meredam gejolak di masyarakat.

“Kasus tersebut bukan insiden penusukan tapi bentrokan saat ratusan jemaat berjalan kaki dari Jalan Puyuh Raya ke lokasi peribadatan berjarak tiga kilometer di perkampungan Muslim,” kata Sekretaris Presiden Kongres Umat Islam Bekasi Salih Mangara Sitompul, usai kongres, Minggu.

Kongres yang dihadiri Wali Kota Mochtar Mohamad dan Wakil Wali Kota Rahmad Effendi itu merekomendasikan dua hal, yaitu penghentian kasus dan pembebasan 10 orang yang dijadikan tersangka.

Kalaupun nantinya 10 orang umat Islam dilepaskan, setidaknya mereka bisa dikenakan status tahanan luar dengan jaminan dari seluruh pengurus kongres, katanya.

Ia menyatakan, ke-10 umat itu dijamin tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau melakukan tindakan pidana lain. Mereka yang dijadikan tersangka itu dibawa oleh umat Islam ke Polda untuk memberikan kesaksian.

Hasil rekomendasi kongres nantinya akan dituangkan dalam surat permohonan dua hal tersebut dan segera dikirim ke Polda Metro Jaya selaku penyidik, dengan tembusan ke Kapolri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Salih, permohonan penghentian perkara dan pembebasan tersangka bukan bermaksud tidak menghormati hukum tapi merupakan bentuk tanggung jawab seluruh umat Muslim Bekasi yang melihat perkara tersebut tidak berdiri sendiri.

Insiden penusukan, menurut pengacara yang juga ketua Ikatan Advokat Kota Bekasi itu hanyalah rentetan peristiwa sebelumnya. Setiap pekan 200 jemaat HKBP Pondok Timur Indah memaksa kebaktian di wilayah perkampungan Ciketing Asem, Mustika Jaya, meski telah ditolak warga.

Dalam kasus tersebut Asia Sihombing, pengurus gereja HKBP Pondok Timur Indah menderita luka sedalam empat sentimeter dan lebar satu sentimeter di bagian perut sebelah kanan sementara pendeta Luspida Simanjuntak, mengalami memar di pelipis bagian kiri.

“Insiden tersebut adalah bentrokan antara sembilan warga Muslim melawan ratusan jemaat HKBP. Tidak hanya jemaat HKBP yang menderita luka, dua dari sembilan orang yang ditahan juga cidera serius. Ade Firman, tulang tangan kirinya lepas dari siku karena dihantam batu. Ismail, kepalanya bocor akibat ditusuk payung salah seorang jemaat HKBP,” ujarnya.

Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (Bagasasi), Kota dan Kabupaten Bekasi, Ali Anwar menyatakan siap memberikan jaminan atas umat yang ditangkap tersebut bila nantinya dibebaskan bersyarat atau dikenakan tahanan luar.

“Kalau ada saudara kami yang terluka hati dan fisiknya, kewajiban kita membela dan melindungi mereka dan akan disiapkan laskar untuk mengawalnya,” ujarnya sambil menambahkan anggotanya makin solid dengan adanya peristiwa itu.

Minggu, 19/09/2010 16:06 WIB
Kutuk Kekerasan HKBP Ciketing, Glen Fredly Demo di Istana
Andri Haryanto – detikNews

Jakarta – Sekitar 200 orang dari Forum Solidaritas Kebebasan Beragama menggelar demonstrasi di depan Istana Presiden, Jl Medan Merdeka utara, Jakarta Pusat. Mereka mengutuk tindak kekerasan yang dilakukan terhadap jemaat Gereja HKBP di Ciketing, Bekasi.

Aksi tersebut dimulai sekitar pukul 14.00 WIB. Massa membawa berbagai poster yang intinya mengecam tindak kekerasan di Ciketing tersebut. Bunyi poster-poster tersebut antara lain adalah ‘Usut tuntas kekerasan HKBP Ciketing’, ‘Tolak kekerasan atas nama agama’ dan ‘Tindak tegas pelaku kekerasan atas nama agama’.

Dalam demonstrasi tersebut hadir juga penyanyi Glen Fredly. Glen mengkritik ketidakmampuan negara untuk menjamin kebebasan beragama warganya.

“Saya tegaskan negara telah gagal menjamin kebebasan beragama. Seharusnya negara bisa menjamin umatnya untuk bisa beribadat sesuai keyakinannya masing-masing,” katanya.

Selain Glen, masing-masing perwakilan dari berbagai agama seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha dan aliran kepercayaan menyampaikan orasinya. Mereka meminta agar setiap warga negara dilindungi haknya untuk beribadah.

“Kita di sini untuk keadilan yang selama ini keadilan itu terbenam oleh sikap diskriminatif,” ujar Romo Kristo Tara, salah seorang demonstran.

Para demonstran juga mendesak Presiden SBY untuk mengevaluasi peraturan yang bersifat diskriminatif seperti Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8/ 2006 dan Nomor 9/2006. Mereka juga meminta DPR memberikan perhatian serius terhadap pelanggaran kebebasan beragama.

(nal/nvt)

Baca juga :

Minggu, 19/09/2010 12:38 WIB
Jemaat HKBP Bekasi Tidak Beribadah di Ciketing
Nurvita Indarini – detikNews

Jakarta – Ratusan polisi berjaga di sekitar tempat ibadah mereka di Ciketing, Mustika Jaya, Bekasi. Karena itu para jemaat HKBP tidak beribadah di Ciketing.

“Di sana dijaga Pemkot Bekasi, Pemda Jawa Barat, dan ratusan polisi, pakai Brimob,” ujar Pendeta Erwin Marbun dari HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, saat dihubungi detikcom, Minggu (19/9/2010).

Karena penjagaan tersebut, ratusan jemaat tidak dapat beribadah di tempat tersebut. Akhirnya mereka memilih untuk berkumpul di Gereja Puyuh.

“Di sana sekitar 30 menit, terus bubar. Kami masih terus diupayakan untuk dievakuasi agar beribadah di bekas Gedung OPP, tapi jemaat tidak menyetujui,” sambung Erwin.

Menurut dia, jemaat enggan menggunakan bekas Gedung OPP karena tempat tersebut dinilai tidak layak. “Itu seperti membuang kami,” ucap dia.

Disampaikan dia, pada Senin besok akan ada pertemuan untuk mencari kesepakatan terkait tempat ibadah bagi jemaat HKBP. “Katanya sih kami mau diajak. Pertemuannya besok,” imbuhnya.

Sebelumnya, ibadah jemaat HKBP diminta untuk dipindahkan ke bekas Kantor OPP sebagai bentuk pengayoman terhadap umat Kristiani di Bekasi. Hal itu untuk menghindari adanya kekerasan terhadap jemaat seperti yang terjadi pekan lalu di mana anggota majelis HKBP Pondok Timur Indah menjadi korban penusukan saat akan beribadah.
(vit/ndr)

Baca juga :

Minggu, 19/09/2010 10:28 WIB
Dijaga 700 Polisi, Ciketing Kondusif, Jemaat HKBP Diminta Taati Kesepakatan
E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Situasi di sekitar Ciketing, Bekasi Timur kondusif. Pasca insiden penusukan jemaat HKBP pekan lalu, kini 900 petugas bersiaga di sekitar lokasi. 700 dari Polri dan 200 lainnya dari Satpol PP.

“Situasi masih kondusif. Kita harapkan agar jemaat tidak melakukan kegiatan di situ (Ciketing), diharapkan di gedung eks OPP,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar, Minggu (19/9/2010).

Boy menjelaskan, para jemaat HKBP memang tidak beribadah di Ciketing, mereka berkumpul di Gereja Puyuh, Pondok Timur Indah, Bekasi, yang berlokasi tidak jauh dari Ciketing.

“Saat ini kita masih dialog dengan jemaat agar tidak ke Ciketing. Ini langkah-langkah yang sudah dirapatkan berbagai unsur,” terangnya.

Polisi berharap para jemaat bisa menaati kesepakatan. “Bisa menaati apa yang sudah menjadi keputusan pihak pemerintah setempat,” tutupnya. (ndr/vit)

Minggu, 19/09/2010 06:24 WIB
Heryawan: Kalau Masih di Ciketing, Jemaat HKBP akan Dipindahkan
Rachmadin Ismail – detikNews

Jakarta – Jemaat HKBP hari ini akan tetap beribadah di Kampung Ciketing, Kelurahan Mustika Jaya, Kota Bekasi Timur, Jawa Barat. Jika itu tetap dilakukan, pemerintah kota Bekasi rencananya akan membujuk para jemaat agar mau pindah ke gedung sementara yang sudah ditentukan.

“Ini bukan pengusiran, tapi penyelesaian terhadap masalah yang dihadapi oleh kita bersama,” kata Gubernur Jabar Ahmad Heryawan kepada detikcom, Sabtu (18/9/2010) malam.

Heryawan meminta tidak ada kekerasan lagi yang terjadi pada hari ini. Pihaknya, lewat pemerintah kota Bekasi berjanji akan menyelesaikan masalah demi jaminan perlindungan seluruh umat beragama di Jawa Barat.

“Tentu tolong dimaknai usaha pemerintah Bekasi mewakili Pemda Jabar dan pemerintah pusat. Ini adalah upaya penyelesaian dan jaminan perlindungan umat beragama. Dalam logika kita pasti dibandingkan dengan ibadah di Ciketing akan lebih aman di kantor bekas OPP,” jelasnya.

Politisi PKS ini juga berharap semua berfikir dengan kepala dingin dan bebas provokasi. Kesepakatan yang sebelumnya sudah terjalin antara semua pihak diharapkan bisa ditaati.

“Saya gubernur semua umat. Tapi ini adalah langkah yang terbaik, mogon ditaati oleh semua pihak demi terlindunginya kerukunan umat beragama kita,” urainya.

Lebih lanjut Heryawan menegaskan, langkah pemindahan ibadah jemaat HKBP ke kantor bekas OPP adalah sebagai bentuk pengayoman terhadap umat kristiani di Bekasi. Pemerintah sudah berusaha untuk memberikan solusi sehingga diharapkan mampu berjalan dengan baik.

“Kita sudah bertemu untuk membangun kerukunan yang lebih baik lagi,” tutupnya.

(mad/mad)

Baca juga :

Rumah Ibadah

Antara

Antara – Jumat, 17 September
Ormas Islam Nilai PBM Masih Layak Dipertahankan

Bogor (ANTARA)-Peraturan Bersama Menteri atau PBM Agama dan Dalam Negeri No 9 tahun 2006 dan No 8 tahun 2006 tentang pendirian rumah ibadah dinilai kalangan ormas Islam di Kota Bogor, Jawa Barat, masih layak dipertahankan.

Sekretaris tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Zainullah di Bogor, Kamis mengatakan, PBM merupakan panduan dan rujukan yang tepat dalam mengelola kebijakan mengenai pendirian rumah ibadah.

“PBM dibuat berkat masukan semua majelis agama. PBM masih layak dipertahankan,” kata Zainullah.

Menurut Zainullah, kasus yang menimpa Gereja HKBP Bekasi tidak bisa dijadikan alasan untuk mencabut PBM.

“Kasus tersebut harus dikecualikan, karena PBM sudah sangat tepat sebagai panduan dalam mendirikan rumah ibadah. Kalau tidak ada PBM, dampaknya akan lebih berbahaya, karena bisa memicu konflik horizontal,” tegas Zainullah.

Oleh karena itu, PCNU Kota Bogor mendesak pemerintah agar tetap menjadikan PBM sebagai acuan dalam pendirian rumah ibadah.

“Kami menolak ide, wacana atau usulan pencabutan PBM, karena akan mengganggu kerukunan antar umat beragama,” paparnya.

Senada dengan Zainullah, Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor, Ade sarmili mengemukakan, PBM perlu dipertahankan sebagai payung bersama dalam membangun kerukunan antar umat beragama.

“Kejadian dalam sebuah daerah jangan menggugurkan sebuah produk hukum yang cukup baik. Cukup kejadian tersebut diselesaikan oleh polisi sesuai aturan hukum yang berlaku,” terangnya.

Dikatakannya, DMI Kota Bogot tidak sependapat dengan rencana pencabutan PBM. “Kami menolak rencana pencabutan PBM,” ujar Ade.

Wakil Sekretaris Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Cabang Kota Bogor Asep Burhanuddin menambahkan, pihaknya juga keberatan dengan usulan sejumlah pihak tentang pencabutan PBM.

“Kami keberatan dan menolak rencana pencabutan PBM. PBM sudah cukup baik sebagai payung hukum bersama pendirian rumah ibadah oleh agama manapun dan di daerah manapun di Indonesia,” ungkapnya.

Lokasi gereja HKBP

Jemaat HKBP melakukan protes di halaman Istana Merdeka
PEMERINTAH SIAPKAN LOKASI GEREJA HKBP

Kepolisian Republik Indonesia, pemerintah Jawa Barat, pemerintah kota Bekasi serta Departemen Agama mencapai kesepakatan untuk menyediakan tempat pembangunan gereja HKBP permanen dan tempat ibadah sementara, demkian Dirjen Bimas Kementrian Agama Nasaruddin Umar kepada BBC Indonesia.

Rapat dari berbagai instansi untuk mengambil keputusan itu dilakukan di Polda Metro Jaya.

”Dua lokasi baik yang sementara maupun yang permanen, tidak jauh dari dari tempat yang sekarang,” kata Nasaruddin Umar.

Walau instansi yang berembuk sudah mencapai kesepakatan, tetapi mereka masih akan membicarakan kesepakatan itu dengan pihak HKBP, masyarakat dan Menko Polhukam.

”Semoga semua sepakat dan Minggu (19/09) sudah disepakati,” tambah Nasaruddin Umar.

Lokasi yang ditawarkan menurut Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad, seperti dikutip berbagai media di Indonesia, ada dua.

“Untuk lokasi permanen, ada tanah seluas 2.500 meter persegi di dekat perumahan PT Timah Bekasi. lalu ada juga lahan seluas 1.984 meter persegi milik Strada yang nantinya bisa dibeli, yang lokasinya dekat dari sebelumnya,” kata Mochtar.

Mengenai kemungkinan ada lagi penolakan baik dari warga seputar lahan yang ditawarkan maupun oleh pihak HKBP sendiri, Nasarruddin Umar mengatakan bahwa dampak kejadian belakangan ini membuat semua pihak mengerti bahwa sikap saling tak mau mengalah akan merugikan semua pihak.

”Harus ada kerelaan dari kedua belah pihak dan jaminan ketegasan dari pemerintah setempat,” harap Nasaruddin Umar.

Muslim Bekasi Menuntut Keadilan Informasi

Friday, 17 September 2010 16:14 Nasional

Insiden tak cuma melukai dua jemaat HKBP Bekasi, tapi juga dua warga muslim, tapi mereka jadi tersangka

Hidayatullah.com–Ribuan muslim di Bekasi menuntut keadilan informasi. Mereka meminta diberi kesempatan yang sama untuk menjelaskan duduk persoalan insiden di Ciketing Asem Pondok Timur Indah, Bekasi.

“Kita ingin agar penyebab insiden di Ciketing Bekasi juga digali informasinya dari umat Islam, dan akar permasalahannya apa,” ujar Ustad Abdul Jalil dari Kongres Umat Islam Kota Bekasi, Jumat (17/7).

Menurut Abdul, insiden tak cuma melukai dua jemaat HKBP Bekasi, tapi juga dua warga muslim. Kepala mereka bocor. Mereka juga luka dalam di bagian tanga.

“Celakanya, keduanya tetap dijadikan tersangka,” terang Abdul.

Sementara itu Sekretaris Kongres Umat Islam Bekasi Shalih Mangara Sitompul, mempertanyakan sikap jemaat HKBP yang tak mau memindah lokasi peribadatan. Padahal lokasinya sudah disediakan.

Sebaliknya, tambah dia, di tengah suasana panas mereka justru melakukan iring-iringan sejauh tiga kilometer untuk beribadah dalam jumlah ratusan orang.

Peserta demo yang mengenakan ikat kepala putih itu bergerak dari Islamic Center dan melakukan long march menuju kantor Pemkot Bekasi dengan membawa spanduk besar “Wali Kota Bekasi Mencla Mencle”. [ant/hidayatullah.com]

Rabu, 15/09/2010 16:32 WIB
Pemkot Bekasi Sediakan Gedung Sementara untuk Jemaat HKBP
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

;
Jakarta – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengakomodir kepentingan jemaat Majelis Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Kota Bekasi, untuk beribadah. Pemkot Bekasi  menyediakan tempat ibadah sementara.

“Untuk gedung sementara akan dipakai bekas gedung organisasi Pemuda Pancasila, di Jl Khairul Anwar. Izinnya untuk dua tahun,” ujar Walikota Bekasi Mochtar Muhammad kepada wartawan usai bertemu dengan Gubernur Jawa Barat dan Kapolda Metro Jaya, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Selain menyediakan gedung sementara, Pemkot Bekasi juga menawarkan dua solusi permanen untuk jemaat HKBP. Pemkot Bekasi akan menyediakan lahan yang akan dibangun tempat beribadah bagi jemaat HKBP.

“Pertama kita sediakan tanah 2.500 m2 di daerah PT Timah, di sekitar perumahan milik Pemerintah Bekasi. Kedua kita sediakan lahan seluas 1.984 m2 milik Starda, bisa dibeli di daerah Mustika Sari. Ini yang kita tawarkan,” tambahnya.

Dua usulan solusi tersebut nantinya akan disampaikan kepada para jemaat HKBP dan warga di hadapan Menko Polhukam. Dengan diberikanya tempat ibadah sementara tersebut, jemaat HKBP pun diminta untuk tidak kembali beribadah di tempat semula.

“Tadi ada keputusan Gubernur, akan diberikan gedung sementara, kalau masih melakukan beribadah di sana dilarang,” ujarnya.

(her/nrl)

Baca juga :

Rumah Ibadah

Republika

Republika – Kamis, 16 September
Membangun Rumah Ibadah Harus Ikuti Aturan

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan, bangsa ini sangat beragam baik dari segi suku, agama dan ras sehingga perlu ada sikap saling menghargai kebhinekaan tersebut dengan cara mengikuti aturan yang ada. “Tanpa mengikuti aturan, semua pihak bisa bertindak sesukanya, maka yang muncul adalah kekacauan,” kata Marzuki di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan, semua pihak menghargai HAM dan kebhinekaan tapi juga harus mengikuti aturan. “Jika mau membangun rumah ibadah harus ikuti aturan. Aturan tersebut hendaknya dilaksanakan, karena jika tidak maka akan muncul masalah yang akan menimbulkan kekacauaan,” katanya. “Makanya untuk kasus di Bekasi itu ada saran dari kepolisian untuk segera mengajukan izin mencari lokasi tempat ibadah yang tetap supaya tidak ada politisasi,” ujar Marzuki menambahkan.

Menurut Marzuki, pembangunan rumah ibadah seharusnya dilihat dari segi kebutuhan. Jangan sampai di tengah lingkungan yang mayoritas penduduknya muslim dibangun sebuah gereja. Begitu juga sebaliknya, jangan sampai dibangun sebuah masjid yang sangat besar di tengah penduduk atau wilayah yang dihuni mayoritas non muslim.

“Saya mengharapkan agar kepolisian bisa bertindak dan menyelesaikan dengan seterang-terangnya dan menindak seluruh pelaku yang terkait, baik yang kriminal maupun yang memprovokasi masyarakat. Motifnya harus digali benar. Ini seperti halnya juga dengan SKB tiga menteri diperlukan agar jangan sampai muncul isu,” katanya.

Rabu, 15/09/2010 14:47 WIB
Ketua FPI Bekasi Jadi Tersangka ke-10 Insiden HKBP
Muhammad Taufiqqurahman – detikNews

Jakarta – Polisi menetapkan 10 orang sebagai tersangka insiden penusukan jemaat HKBP pada 12 September. Tersangka ke-10 adalah Ketua DPW FPI Bekasi Murhali Barda.

“Ketua DPW FPI Bekasi peningkatan statusnya menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar saat dihubungi wartawan, Rabu (15/9/2010).

Boy mengatakan, Murhali diduga melakukan penghasutan dan provokasi. Murhali dijerat pasal 160, 170, 35, 335 jo pasal 59 KUHP dengan ancaman hukuman penjara di atas 5 tahun penjara.

Pada Selasa sore kemarin, Murhali berinisiatif mendatangi Polda Metro Jaya untuk minta diperiksa. Dia datang bersama pengurus FPI bidang hukum, Munarman.

Selain Murhali, 9 tersangka lainnya adalah AF yang merupakan koordinator, lalu DTS, NN, KN, HK, HDN, PN, KA, dan ISM. Polisi menyebut mereka bukan anggota FPI.

Motif penusukan diduga karena warga kesal parkiran jemaat HKBP sering membuat macet lingkungan. Kekesalan pun bertambah saat jemaat HKBP konvoi dari rumah bekas kebaktian menuju ke lapangan kosong untuk kebaktian yang baru.
(gus/nrl)

Baca juga :

Selasa, 14/09/2010 17:36 WIB
Kapolda: Warga Kesal Parkiran Jemaat HKBP Buat Macet Jalanan
Fajar Pratama – detikNews


Jakarta – Motif penusukan jemaat HKBP di Bekasi ditegaskan polisi bukan karena faktor agama atau pelarangan beribadah. Penusukan dipicu karena kekesalan warga terhadap parkiran jemaat HKBP yang kerap membuat macet lingkungan sekitar karena menjadikan rumah tinggal sebagai tempat ibadah.

“Permasalahan ini dimulai dari adanya tempat tinggal rumah yang digunakan untuk kebaktian tepatnya di Jl Puyuh Raya, Mustika Jaya, Bekasi.  Warga mulai keberatan karena pada hari Minggu, motor maupun kendaraan lain dari jemaat sering membuat macet,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Timur Pradopo dalam jumpa pers di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (14/9/2010).

Timur menceritakan permasalahan ini sudah ditanggapi dari tingkat kelurahan hingga ke atas. Namun masalah terus berkembang dan belum ada solusi hingga dilakukan dua kali penyegelan oleh Pemkot Bekasi. Penyegelan dilakukan pada Maret 2010 dan 20 Juni 2010. Namun pada 11 Juli 2010, jemaat HKBP beralih melakukan kebaktian di sebuah tanah lapang yang jaraknya 3 Km dari rumah kebaktian yang sudah disegel sebelumnya.

“Jemaat HKBP melakukan konvoi dari rumah kebaktian yang disegel menuju ke lapangan. Masyarakat  saat itu melakukan penolakan,” jelasnya.

Sejak itu, Polres Bekasi melakukan pengamanan kebaktian di tanah kosong tersebut yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bekasi.  Hingga pada saat kejadian 12 September, kebaktian masih dikawal polisi meski hanya seorang anggota Polri yakni Briptu Galih Setyawan.  Polisi sebelumnya sudah menjelaskan kepada jemaat HKBP atas konvoi yang bisa menimbulkan gesekan sosial. Namun meski diberi peringatan, jemaat HKBP tetap melakukan konvoi tanggal 15 Agustus, 22 Agustus, dan 5 September.

“Dari 9 tersangka yang ada di kami, mereka merasa terprovokasi (melakukan penusukan). Akhirnya meletus kejadian itu  tanggal 12 September pukul 08.40 WIB,” ungkapnya.

Pada tanggal 12 September tersebut, konvoi berjalan dari rumah kebaktian menuju lapangan. Pengawalan Briptu Galih berada di depan rombongan jemaat HKBP. Tiba-tiba di tengah jalan, 4 orang masuk ke tengah konvoi dan menghalangi jalan rombongan dengan motor.

Melihat hal itu, bergegas, Briptu Galih menuju ke tengah-tengah rombongan jemaat HKBP. Keempat orang tak dikenal tersebut melarikan diri. Seorang jemaat bernama Asih tampak sudah berlumuran darah di bagian perutnya.

“Sesuai prosedur, Briptu Galih langsung memprioritaskan korban daripada mengejar pelaku. Korban dibawa ke klinik terdekat dengan menggunakan motor dan bantuan pendeta Lusfida,” imbuhnya.

Saat di perjalanan, pendeta Lusfida yang tengah memegang Asih di motor, tiba-tiba dipukul dengan kayu oleh seorang tak dikenal. “Kejadiannya cepat sekali. Ini peristiwa pidana,” tegasnya.

Timur menegaskan kejadian penusukan ini merupakan akumulasi dari ketidaknyamanan warga sekitar kebaktiian terhadap jemaat HKBP. “Tapi untuk motif selanjutnya akan kita kaji lebih dalam,” jelasnya.

(gus/ndr)

Kamis, 16/09/2010 20:44 WIB
SKB 2 Menteri Jangan Dicabut, Cukup Direvisi
Ayu Fitriana – detikNews


Jakarta – Surat Keputusan Bersama (SKB) 2 menteri (Mendagri dan Menag) diharapkan tidak dicabut. Sebaiknya, Surat Keputusan bersama tersebut harus direvisi.

“Sebaiknya peraturan itu direvisi saja, karena kalau sampai dicabut justru jadi masalah dalam kerukunan beragama,” kata Panglima Komando Laskar Islam (KLI) FPI, Munarman dalam Dialog Terbuka Mencari Solusi HKBP di Hotel Marcopollo, Jl Cik Ditiro, Kamis (16/9/2010).

Menurut Munarman, jika tidak ada peraturan, pembangunan rumah ibadah bisa menjadi masalah dalam kerukunan beragama.

“Bayangkan jika orang membangun rumah ibadah besar-besar di suatu daerah tanpa diatur. Itu kan juga tidak baik,” kata dia.

Pria yang juga pengacara FPI ini juga menambahkan, jika ada masalah dalam lahan untuk pembangunan rumah ibadah, pemerintah harus bisa memfasilitasinya.

“Pemerintah yang bertanggung jawab menyediakan dan mengatur itu,” ujarnya.

Senada dengan pernyataan Munarman, Sekjen Kongres Umat Islam Bekasi Shalih Mangara Sitompul juga mengatakan agar SKB 2 menteri jangan sampai dihapuskan.

“Yang harus kita pahami peraturan bersama menteri bukan cuma umat Islam saja. Kita semua butuh peraturan itu. Jangan sampai dicabut,” kata Shalih. (ayu/mok)

Baca juga :

Kamis, 16/09/2010 16:46 WIB
Insiden Berawal dari Pengendara Motor Tak Dikenal Senggol Jemaat HKBP
E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Insiden penusukan jemaat HKBP di Bekasi versi pengacara 9 tersangka dipicu dari seorang pengendara motor tak dikenal yang menyenggol salah seorang jemaat HKBP yang tengah berkonvoi. Keributan antara 9 tersangka yang saat itu ada di lokasi dengan para jemaat HKBP pun pecah.

“Di depan mereka (tersangka) ada pengendara motor tak dikenal. Motor itu menyenggol salah seorang jemaat HKBP kemudian diteriaki maling. Saat bersamaan ada mereka, HKBP lihat mereka pakai baju kok disimpulkan orang Islam. Bentrokan terjadi,” ujar pengacara tersangka, Shalih Mangara Sitompul, di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/9/2010).

Shalih menceritakan awalnya tersangka sedang ngumpul-ngumpul di daerah sekitar. Tersangka berkonvoi dan berpapasan dengan para jemaat HKBP yang juga tengah berkonvoi jalan kaki. Tersangka mengaku tidak ada maksud menghadang jemaat. Setiap minggu tersangka memang sering berkonvoi.

“Ya mereka berpapasan dan ada ketersinggunganlah,” jelasnya.

Menurut Shalih, tersangka juga ada yang mengalami luka-luka akibat keributan 12 September itu. “Adik-adik kita ini juga ada yang terluka. Ada yang kena batu dan dicokoki pipinya dengan paku payung,” jelasnya. Dia meminta agar kasus itu diusut polisi.

Shalih menuturkan, Ketua DPW FPI Bekasi Murhali Barda juga jadi tersangka karena diduga melakukan provokasi aksi protes, bukan provokasi penusukan jemaat. “Jadi SMS Murhali dikirim beberapa hari sebelumnya. Mereka menolak (rumah ibadah HKBP), itu ada dasarnya. Tindakan kriminal ini harus dilihat sebabnya kan ada rangkaian sebelumnya,” ujarnya.
(gus/nrl)

Baca juga :

Kamis, 16/09/2010 15:13 WIB
Warga Bekasi Minta HKBP Sesuaikan Diri dengan Budaya Setempat
E Mei Amelia R – detikNews

Jakarta – Pada prinsipnya warga Bekasi tidak menolak pendirian rumah ibadah oleh jemaat HKBP. Mereka hanya meminta proses pendirian rumah ibadah harus sesuai aturan. Pihak HKBP juga diharapkan menyesuaikan diri dengan budaya setempat.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Badan Kekeluargaan Masyarakat Bekasi (BKMB) Bhagasasi, Abdul Khoir, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (16/9/2010). Bersama sepuluh orang rekannya, Abdul Khoir menemui Kapolda Metro Jaya untuk meminta pengusutan tuntas kasus pembacokan yang menimpa salah seorang jemaat HKBP.

“Kami tidak keberatan HKBP mendirikan tempat ibadah, tapi kalau reseh ya nggak boleh. Seperti datang tengah malam lalu menyanyi genjrang-genjreng, warga yang istirahat kan jadi terganggu,” kata dia.

Abdul Khoir membenarkan, bahwa dari pihak HKBP sebelumnya sudah meminta persetujuan warga untuk mendirikan tempat ibadah. Tetapi, lanjutnya, data tersebut dimanipulasi sebab sebagian besar warga sebenarnya menolak.

“Yang jadi soal, dalam 1 RT bisa ada 2 HKBP. Mengapa tidak bersatu saja? Yang satu punya 10 jemaat, bikin gereja. Satunya lagi punya 15 jemaat, bikin gereja juga. Ketika pemerintah beri fasilitas satu tempat ibadah, mereka menolak dan maunya sendiri-sendiri,” papar Abdul Khoir.

Lebih lanjut, Abdul Khoir berharap jemaat HKBP bersedia menyesuaikan diri dengan kebudayaan setempat. Termasuk juga tidak memaksakan diri dan memanipulasi persetujuan masyarakat untuk pendirian tempat ibadah.

“Kami berkesimpulan ini bukan konflik agama, melainkan ada kekesalan dari dalam. Kita berharap HKBP mau kompromi dan ikuti budaya Bekasi. Kami tidak pernah ada masalah dengan gereja-gereja lain atau ribut dengan sekte lain, tetapi HKBP ini bandel,” pungkas Abdul Khoir.

(lh/djo)

Baca juga :

2010-09-17 Ketua DPR Dikecam Keras
dok sp
Hashim Djojohadikusumo

Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa di daerah mayoritas Islam jangan dibangun gereja menuai kecaman. Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo menyayangkan pernyataan yang dinilainya berpotensi mengancam keutuhan NKRI itu. “Apakah benar Ketua DPR menyatakan demikian. Saya pribadi merasa amat tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Kalau benar, perlu dikecam keras,” ucap Hashim dalam pesan singkatnya yang diterima SP di Jakarta, Jumat (17/9).
Menurutnya, bila pola pikir seperti itu yang berlaku, maka nantinya tidak tertutup kemungkinan di delapan provinsi dan banyak kabupaten yang mayoritas penduduknya non-muslim, masjid tidak boleh dibangun. “Bila itu yang terjadi, maka akan hancurlah negara Indonesia,” tegasnya.
Kecaman serupa dilontarkan tokoh buruh Muchtar Pakpahan. “Saya sangat menyayangkan komentar saudara Marzuki Alie yang Ketua DPR RI. Saudara Marzuki Alie harus membaca ulang bahwa NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita kebangsaan dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh Pasal 29 UUD 1945 ditambah Pasal 28E setelah diamandemen,” katanya dalam website:www.muchtarpakpahan.com.
Menurutnya, pernyataan Marzuki sangat membahayakan NKRI. “Bayangkan, bila dari Tapanuli Utara, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado, masjid diusir dan di seluruh Jawa gereja diusir. Saya pastikan NKRI akan pecah,” kata Muchtar seraya meminta Marzuki Alie melihat fakta bahwa di daerah Tapanuli masjid bisa berdiri di tengah- tengah daerah yang hampir 100% Kristen, dengan tidak berizin. “Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak dicabut, NKRI diambang pintu perpecahan,” tandasnya.
Terkait dengan itu, tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, kebebasan beragama dan hak menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi. “Negara harus menjamin dan mengamankan hak-hak dasar warga negara tersebut. Pengabaian hak-hak dasar tersebut merupakan pelanggaran terhadap konstitusi,” ujarnya.

Membantah
Sementara itu, Marzuki Alie membantah tuduhan bahwa dirinya memberi pernyataan di daerah mayoritas muslim tak boleh membangun gereja.
Tuduhan itu, katanya, adalah fitnah dan ingin mengadudomba dirinya dengan golongan masyarakat. “Itu fitnah, saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu, saya akan komplain kepada siapa yang menyebarkan fitnah tersebut,” tegasnya kepada SP di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (17/9) pagi.
Untuk itu, Marzuki menyatakan telah mengirim SMS kepada Mucthar Pakpahan menanyakan tuduhan itu, sekaligus menyatakan komplain bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Menurutnya, pernyataan yang benar disampaikannya adalah, kalau membangun sebuah rumah ibadah hendaknya dilakukan secara proporsional. Kalau warga jemaat di daerah/lokasi itu hanya terdapat 100 orang, maka rumah ibadah yang akan dibangun di tempat itu juga selayaknya untuk 100 orang saja. [J-11]

14
Sep
10

Hikmah Ramadhan 1431H

Mengenal Tiga Jenis Hati Manusia

Senin, 13 September 2010, 07:49 WIB

Mengenal Tiga Jenis Hati Manusia

ilustrasi

Oleh: Edi Muhtarom

Hati secara fisik berarti organ badan berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Kemudian secara psikis, hati bisa bermakna sebagai sesuatu yang terkandung di dalam tubuh dan menjadi tempat segala perasaan batin; senang, sedih, suka, benci, sabar, dendam, rasa pengertian, dsb.

Suasana hati ( mood) itu dapat mempengaruhi perilaku atau penampilan diri. Hati yang senang akan menampakkan keceriaan, hati yang sedih akan menampakkan kemurungan, hati yang benci akan menampakkan kesinisan bahkan bengis, dsb. Di sinilah perlu bimbingan bagi psikis hati. Dienul Islam –yang mengajarkan pola hidup sehat untuk santapan jasmani dan pola hidup takwa sebagai santapan rohani– membagi hati ke dalam tiga jenis.

Pertama, qalbun mayyitatau hati yang mati. Refleksi dari hati yang mati adalah sifat sombong dan meremehkan kebenaran. Inilah perilaku yang tercermin pada orang kafir. Ketertutupan dan kekerasan hatinya tidak akan bisa menerima cahaya kebenaran Islam.

Jenis hati yang kedua adalah qalbun maridl. Inilah hati yang sakit. Merasa sedang mencari jalan selamat, tapi sebenarnya celaka. Misalnya, ibadah diwarnai bid’ah atau me-nyelewengkan ayat-ayat Alquran menjadi mantra untuk pemenuhan hawa nafsu belaka.

Sifat munafik termasuk hati yang sakit ini. Sebagaimana firman Allah, yang artinya: ”Dan apabila mereka berjumpa dengan orang yang beriman, mereka berkata: ‘Kami telah beriman’. Tetapi apabila mereka kembali kepada setan-setan (para pemimpin) mereka, mereka berkata: ‘Sesungguhnya kami bersama kamu, kami hanya berolok-olok’.” (QS Al-Baqarah [2]: 14).

Ketiga, qalbun salim atau hati yang selamat. Ia selalu condong pada kebenaran dengan hanya mengikuti ajaran Islam berdasarkan Alquran dan hadis. Firman Allah SWT, yang artinya: ”Hanya ucapan orang-orang mukmin, yang apabila mereka diajak kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul memutuskan (perkara) di antara mereka, mereka berkata: ‘Kami mendengar dan kami taat’. Dan mereka itulah orangorang yang beruntung.” (QS An-Nur [24]: 51).

Dari uraian singkat di atas, mari kita introspeksi: di manakah posisi hati kita? Bertekadlah ‘pindah ke lain hati’ atau ‘hijrah hati’ — dari qalbun mayyitdan qalbun maridlke qalbun salim– untuk mendapat keridoan Allah SWT.

Red: irf

Tanda-tanda Mensyukuri Nikmat Allah

Ahad, 12 September 2010, 08:01 WIB

Nunu/Republika

Tanda-tanda Mensyukuri Nikmat Allah

Ilustrasi

oleh : Mukhyar Imran Lc

”Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya, jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu. Dan, jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’.” (QS Ibrahim [14]: 7).

Sudah seharusnya kita sebagai hamba bersyukur dengan nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Mulai dalam kandungan ibu sampai menjadi manusia yang bisa berpikir hingga kembali pada-Nya adalah nikmat Allah yang tidak terhingga. Mulai dari kesenangan hidup, rezeki, dan kasih sayangnya yang tak pernah putus.

Akankah kita mengingkari, menentang, melanggar, dan tidak mau mengabdikan diri kepada-Nya? Dari ayat di atas, kita dapat menarik hikmah bahwa bersyukur adalah sebuah jalan untuk mencari keridhaan-Nya. Sebaliknya, bila manusia mengingkari nikmat-Nya, bersiaplah menerima azab yang sangat pedih.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat dan anugerah yang diberikan Allah. Kita mesti bersyukur saat memperoleh kesenangan dan bersabar saat tertimpa musibah.

Rasulullah SAW bersabda, ”Perkara orang Mukmin itu mengagumkan. Sesungguhnya, semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang Mukmin. Bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya.” (HR Muslim No 5318).

Sesungguhnya, nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita sangat banyak jumlahnya dan tak terhingga. Semua yang diberikan itu, sekiranya  suatu saat Allah menagihnya, kita tidak akan sanggup untuk membayarnya. Sebab, nikmat itu diberikannya setiap saat dan tak pernah berhenti, mulai dari bangun tidur hingga kita tertidur lagi. Alangkah pengasih dan penyayangnya Allah kepada kita, umat manusia.

Allah SWT berfirman, ”Dan, Dia telah memberikanmu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan, jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS Ibrahim [14]: 34).

Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk bersyukur kepada manusia. Karena, syukur kepada manusia merupakan salah satu bentuk tanda syukur kepada Allah SWT. ”Siapa yang tidak pandai bersyukur (berterima kasih) kepada manusia, berarti ia belum bersyukur kepada Allah.” Abu Isa berkata, ”Ini adalah hadis hasan sahih.” (HR Tirmidzi No 1877).

Dengan memperbanyak syukur, manusia akan menyadari segala kelemahan dan kekurangannya di hadapan Allah. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur.

Red: irf

Tujuh Kriteria Hamba yang Saleh

Sabtu, 11 September 2010, 22:10 WIB

Tujuh Kriteria Hamba yang Saleh

Ilustrasi

Oleh: Muhammad Kosim MA

Setiap Muslim pasti menginginkan menjadi hamba yang saleh. Bahkan, sesudah kita berwudlu untuk menghadap dan berdialog dengan Allah (shalat), kita disunahkan berdoa kepada-Nya. Salah satu doa tersebut adalah ‘dan jadikanlah aku termasuk kelompok hamba-Mu yang saleh”. Jangankan sebagai manusia biasa, Nabi Ibrahim AS pun berdoa: “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh.” (QS Asy-Syu’ara [26]: 83).

Untuk menjadi hamba yang saleh, perlu diketahui kriteria hamba-hamba yang saleh tersebut. Dengan memahami kriteria tersebut, diharapkan kita berupaya untuk melakukannya sehingga di hadapan Allah kita termasuk dalam golongan hamba-hamba yang saleh.

Adapun kriteria hamba yang saleh, disebutkan oleh Allah dalam Alquran surah Ali Imran [3] ayat 113-114. Dalam ayat ini, disebutkan tujuh kriteria hamba yang saleh. Pertama, orang yang berlaku lurus (memiliki karakter istikamah). Yakni, teguh pendirian, konsisten, dan komitmen dalam meyakini dan melakukan kebenaran.

Kedua, senantiasa membaca ayat-ayat Allah, baik yang qauliyah (naqliyah), maupun ayat-ayat kauniyah (aqliyah). Ketiga, mereka yang senantiasa sujud di tengah keheningan malam, dengan melaksanakan shalat malam.

Keempat, beriman kepada Allah. Setiap perbuatan dan tingkah lakunya dilandasi dengan zikir (ingat) Allah.  Dengan demikian, zikir itu akan menjadi alat kontrol dan stabilitator baginya dari berbagai kemaksiatan dan dosa.

Kelima, beriman kepada hari akhir. Kehidupannya senantiasa beroritenasi akhirat dan jangka panjang. Ia mengisi waktunya dengan kegiatan positif yang bernilai ibadah.

Keenam, mengajak orang lain untuk berbuat baik dan menghindari kejahatan atau kemaksiatan. Ia harus menjadi teladan, sehingga orang lain bisa mengikutinya. Ketujuh, bersegera melakuan kegiatan positif. Hamba yang saleh tersebut senantiasa berlomba-lomba melakukan kebaikan yang dilandasi dengan keikhlasan karena untuk Allah SWT.

Tujuh karakter di atas merupakan karakter hamba yang saleh. Dari ayat ini pula dapat disimpulkan bahwa kesalehan tersebut mencakup dua hal, yaitu kesalehan ritual dan kesalehan sosial. Wallahu alam.

Red: irf

Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan

Kamis, 09 September 2010, 21:12 WIB

Dahsyatnya Kekuatan Saling Memaafkan

ilustrasi

Oleh Dr A Ilyas Ismail

Pada suatu hari, Abu Bakar As-Shiddiq bersumpah untuk tidak lagi membantu Misthah bin Atsatsah, salah seorang kerabatnya. Sebab, ia telah ikut menyebarkan berita bohong mengenai putrinya, Siti Aisyah. Namun, Allah SWT melarang sikap Abu Bakar itu dengan turunnya ayat ke-22 dari surah An-Nur.

“Janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan mem beri (bantuan) kepada kaum kerabat (nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berla pang dada. Apakah ka mu tidak ingin agar Allah meng ampunimu? Sesungguhnya, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nur [24]: 22).

Ayat ini mengajarkan kepada kaum Muslim agar melakukan (paling tidak) dua hal kepada orang yang pernah berbuat dosa. Pertama, al-afwu, yaitu mem beri maaf. Dalam bahasa Alquran, kata al-afwu, berarti ‘menghapus’ atau ‘menghilang kan luka-luka lama yang ada da lam hati’. Untuk itu, tidak disebut memberi maaf manakala ma sih tersisa ganjalan, apalagi dendam yang membara dalam hati.

Kedua, as-shafhu, yaitu berlapang dada. Kata as-shafhu berarti ‘irdhu as-syai’, yaitu permukaan atau dataran sesuatu yang menggambarkan kelapangan. Dari kata ini terbentuk kata mushafahah yang berarti bersalam-salaman, dan kata shafahat yang berarti lembaran-lembaran. Jadi, dengan as-shafhu, kita disuruh bersikap lapang dada untuk menutup lembaran-lembaran lama dan membuka serta mengisi lembaran yang baru.

Menurut pakar tafsir Al-Ashfahani, as-shafhu lebih tinggi nilainya dibanding al-afwu. Itu karena, pada al-afwu, boleh jadi ada sesuatu yang sulit dihapus dan dibersihkan, atau karena lembaran yang terkena noda. Meskipun sudah dibersihkan, ia tidak akan sebagus lembaran yang baru sama sekali.

Di samping dua hal, al-afwu dan as-shafhu, kepada orang yang bersalah itu, kita diminta pula berbuat baik dan terbaik ( ihsan). Ihsan itu bukan kebaikan biasa, akan tetapi keutamaan ( al-fadhl) yang sangat tinggi. Ia di atas kewajiban atau sesuatu yang seharusnya. Dicontohkan dalam perihal membayar hutang. Itu merupakan kewajiban, tetapi membebaskan piutang adalah keutamaan ( ihsan). Meminta maaf adalah kewajiban, tetapi memberikan maaf sebelum diminta adalah keutamaan ( ihsan).

Pada hari yang suci dan fitri ini, sudah selayaknya kita memulai hidup baru dengan memperkuat tali silaturahim, saling memaafkan, dan saling berbagi dalam kebaikan dan kebahagiaan. Itulah sesungguhnya jalan takwa yang harus kita budayakan dan berdayakan sepanjang hidup kita. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah beserta orangorang yang bertakwa dan orangorang yang berbuat kebaikan.” (QS Al-Nahl [16]: 128). Wallahu a’lam. Mohon maaf lahir dan batin.

Red: irf

Hikmah yang Mengiringi Zakat Fitrah

Rabu, 08 September 2010, 13:12 WIB

Yogi Ardhi/Republika

Hikmah yang Mengiringi Zakat Fitrah

Pembayaran zakat

Oleh Syahruddin El-Fikri

Ramadhan akan segera berlalu, seiring dengan terbenamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan. Disusul kemudian oleh lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menyambut datangnya hari kemenangan, Idul Fitri, pada 1 Syawal.

Kini, umat Islam berada di penghujung Ramadhan. Ada satu amalan yang diperintahkan oleh Rasul SAW agar umat Islam menutup Ramadhan menjadi lebih sempurna. Yakni, menunaikan zakat fitrah.

“Dari Ibnu Umar RA, sesungguhnya Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah pada bulan Ramadhan, satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum kepada setiap orang yang merdeka, hamba sahaya, laki-laki maupun perempuan dari kaum Muslimin.” (Nail al-Authar, Jilid IV hlm 181).

Zakat fitrah hukumnya wajib atas setiap pribadi Muslim, baik laki-laki ataupun perempuan, kaya atau miskin, merdeka atau hamba sahaya (budak), orang tua maupun anak-anak. Bahkan, Imam Ahmad bin Hanbal menganjurkan, janin yang masih dalam kandungan ibunya dan sudah berusia empat bulan, agar dikeluarkan zakat fitrahnya. Sebab, pada kandungan usia empat bulan, Allah telah meniupkan ruh kepada janin tersebut.

Menurut Yusuf al-Qaradhawi dalam kitabnya Fiqh az-Zakah, hikmah zakat fitrah itu sedikitnya ada dua macam. Yakni, membersihkan diri setiap Muslim, khususnya orang-orang yang berpuasa, dari perkataan yang kotor dan omongan yang tidak bermanfaat, serta memberikan makanan kepada orang-orang miskin. (HR Abu Dawud, Ibnu Majah, Daruquthni, dan Hakim).

Jadi, zakat fitrah itu adalah salah satu bentuk kepedulian sosial. Agama Islam mencela orang yang tidak memiliki kepedulian kepada orang miskin. Dan mereka itu dianggap sebagai pendusta agama. (QS Al-Ma’un [107]:1-3).

Zakat fitrah adalah penyempurna puasa seorang Muslim. Ibarat shalat fardhu, salah satu unsur diterimanya shalat adalah dengan wudhu. Maka, amal ibadah di bulan Ramadhan,  seperti Tarawih, membaca Alquran, sedekah, zikir, akan semakin baik dan lengkap, bila disempurnakan dengan zakat fitrah.

Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa segenap amal manusia, khususnya orang yang berpuasa, akan tergadai amalannya selama bulan Ramadhan, sebelum ia menunaikan zakat fitrah.

Untuk itu, Rasul SAW memerintahkan agar sebelum berlebaran, hendaknya segera tunaikan zakat fitrah. “Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah kepada setiap Muslim dan hendaknya ditunaikan sebelum orang pergi shalat Idul Fitri.” (HR Bukhari-Muslim).

Dan Rasul mengecam orang yang mengeluarkan zakat fitrah sesudah berlebaran. Sebab, hal itu bukan lagi zakat, melainkan sekadar sedekah biasa. Usman bin Affan RA, pernah mengeluarkan zakat fitrah sesudah shalat Idul Fitri, karena lupa. Lalu dia menggantinya dengan memberi makan fakir miskin dan memerdekakan seorang budak. Rasul SAW lalu menegurnya dan mengatakan bahwa zakat fitrah itu tidak bisa digantikan walau dengan memerdekakan seratus budak sekalipun. Wallahu a’lam.

Red: irf

Mengapa Kemaksiatan Masih Terjadi Saat Ramadhan?

Selasa, 07 September 2010, 17:25 WIB

Yogi Ardhi/Republika

Mengapa Kemaksiatan Masih Terjadi Saat Ramadhan?

ilustrasi

Oleh Prof Dr KH Achmad Satori Ismail

Ramadhan adalah bulan istimewa, karena banyak kemuliaan yang terdapat di dalamnya. Apakah karena berbagai keutamaan itu sehingga kita rajin beribadah di bulan Ramadhan? Tentu, bukan hanya itu. Amal ibadah yang dilaksanakan, insya Allah, semuanya dilandasi dengan niat tulus karena Allah.

Dalam salah satu riwayat, Rasul SAW mengatakan; bila Ramadhan tiba, maka pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat dan setan-setan dibelenggu, sehingga kita ringan bersedekah dan mudah menunaikan ibadah. Apakah karena setan yang dibelenggu, sehingga kita lebih cenderung untuk menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya?

Kalau setan diborgol, mengapa masih ada saja orang yang melakukan maksiat di bulan suci ini? Menurut sebagian ulama, makna ‘setan-setan dibelenggu’ itu adalah kiasan untuk menunjukkan bahwa orang yang berpuasa dengan benar, maka mereka tidak akan tergoda oleh berbagai rayuan setan dalam bentuk apa pun.

Karena semua pintu yang menjadi pintu masuk setan, telah ditutup rapat dalam diri orang yang berpuasa (shaim). Mulut mereka terjaga dari ghibah (mengumpat), namimah (adu domba), perkataan kotor, haram, menghina, maupun dosa mulut lainnya. Sebab, hal itu akan mengurangi pahala puasa. Perut juga dikunci rapat, karena ia menyadari bahwa dirinya bisa disiplin.

Begitu juga dengan nafsu syahwat ‘hewani’. Semuanya mampu terjaga dengan baik selama Ramadhan. Orang yang berpuasa, tentu tidak akan melakukan perbuatan dosa besar itu, seperti pelecehan seksual, perzinaan, dan lainnya.

Dengan janji Allah untuk melipatgandakan pahala ibadah umat Islam dan dibukakan baginya pintu ampunan, maka hal ini akan membuat setan dan kawannya menjadi kecewa, kurus kering, dan tak berdaya melihat balasan yang didapatkan umat Islam dari Allah SWT.

Tapi, mengapa masih ada kemaksiatan? Ada pendapat yang lebih kuat menjelaskan, bahwa setan yang dibelenggu di bulan Ramadhan itu adalah maradatus syayathin (gembong setan). Sedangkan setan yang kroco, lemah, dan kecil, dibiarkan berkeliaran dan berlomba untuk menggoda manusia yang lemah imannya, tanpa bosan.

Dalam konteks ini, orang yang melakukan dosa di bulan Ramadhan adalah orang lemah imannya yang gampang digelincirkan oleh setan rendahan  sehingga terseret ke lembah kemaksiatan. Nah bagaimana kalau bos-bos setan dilepas seusai Ramadhan?  Boleh jadi kemasiatan akan semakin merebak, dan upaya larangan atau pembatasan jam operasional bagi tempat hiburan berbasis masksiat pun akan dicabut.

Bila di bulan suci ini kita bisa rajin beribadah, getol sedekah, dan enggan bermaksiat, karena setan telah dibelenggu. Maka, bisakah setelah Ramadhan ibadah itu terus berlanjut pada bulan berikutnya, saat setan tak terbelenggu lagi? Semoga saja. Namun, bila itu terus mengumbar nafsu, berarti setannya masih ada dalam diri kita. Sebagai mukmin kita yakin bahwa kita bukanlah setan promotor kemaksiatan. Wallahu a’lam.

Red: irf

Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu

Senin, 06 September 2010, 18:52 WIB

Pandega/Republika

Amaliah Setelah Ramadhan Berlalu

Perbanyak ibadah di bulan puasa, ilustrasi

Oleh Rahmaji Asmuri

Ramadhan, bulan yang pernuh berkah, akan segera berakhir. Ia akan berganti dengan bulan Syawal, bulan peningkatan ibadah, sebagaimana makna Syawal, yaitu meningkat. Itu karena, telah melalui proses pembekalan dan pelatihan selama bulan Ramadhan.

Kehidupan religius selama Ramadhan hendaknya terus meningkat dan menjadi spirit dalam melaksanakan ajaran agama pada sebelas bulan berikutnya. Karena itu, setidaknya ada beberapa amaliah yang harus dipertahankan pasca-Ramadhan.

Pertama, puasa sunah. Puasa Syawal merupakan penyempurna puasa Ramadhan. “Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, ia seperti berpuasa satu tahun penuh.” (HR Muslim).

Kedua, shalat berjamaah. Bila di bulan Ramadhan kita senantiasa melaksanakan shalat berjamaah di masjid atau mushala, setidaknya itu bisa berlanjut pada bulan-bulan berikutnya. Minimal shalat Isya dan Subuh.

“Sesungguhnya, shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatanginya walaupun dengan merangkak.” (HR Bukhari Muslim). Lihat juga keterangan DR Raghib As-Sirjani dalam kitab Kaifa Nuhafidzu ‘Ala Shalatil Fajri.

Ketiga, qiyamullail. Shalat Tarawih pada bulan Ramadhan merupakan bagian dari shalat malam yang harus dilanjutkan pada bulan lainnya. “Rahmat Allah akan diturunkan ke bumi pada setiap malam ketika malam pada bulan Ramadhan tinggal sepertiga terakhir. Dia berkata, kemana hamba-Ku yang berdoa, akan Aku kabulkan doanya. Kemanakah hamba-Ku yang meminta, Aku akan penuhi permintaannya. Kemana pula hamba-Ku yang beristigfar, Aku akan ampuni dosanya.” (HR Bukhari Muslim).

Keempat, membaca Alquran. Kebiasaan tadarus Alquran hendaknya senantiasa bertambah sesudah Ramadhan. “Orang yang membaca Alquran dan ia mahir (membaca dengan tartil) akan bersama para malaikat yang mulia dan taat (di akhirat). Sedangkan, seseorang membaca Alquran dan ia merasa susah dalam membacanya, tetapi ia selalu berusaha, ia akan mendapat dua pahala.” (HR Bukhari Muslim).

Kelima, tidak berbohong. Orang yang berkata jujur pasti akan mendapatkan kebaikan. “Sesungguhnya, berkata jujur membawa kepada kebaikaan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan selalu berlaku jujur sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sesungguhnya, berbohong itu membawa kepada kejahatan dan sesungguhnya kejahatan itu membawa ke neraka. Seseorang akan selalu berdusta sehingga ia dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR Bukhari Muslim).

Keenam, gemar berinfak. “Perumpamaan orang yang menginfakan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai yang pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah [2]: 261). Wallahu a’lam.

Red: irf

Lima Rahasia di Balik Zakat

Ahad, 05 September 2010, 09:25 WIB

Yogi Ardhi/Republika

Lima Rahasia di Balik Zakat

Pembagian zakat, ilustrasi

oleh: Imam Nur Suharno

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyu cikan mereka dan mendoalah untuk mereka.” (At-Taubah [9]: 103). Zakat merupakan rukun Islam yang bercorak sosial-ekonomi. Selain itu, zakat merupakan pokok ajaran Islam sebagaimana syahadat, shalat, puasa, dan haji. Zakat juga merupakan ibadah berdimensi vertikal (hablum minallah) dan sekaligus horizontal (hablum minnas).

Zakat adalah kewajiban bagi setiap Muslim dalam bentuk mengeluarkan harta bagi orang orang yang telah memenuhi batas minimal harta (nishab) dan telah sampai pada batas kepemilikannya (haul) untuk diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (mustahik). Untuk mendorong kesadaran zakat, seseorang harus mengetahui rahasia di balik kewajiban zakat tersebut.

Pertama, zakat membersihkan jiwa dari sifat kikir. Kikir adalah tabiat manusia (Al-Ma’arij [70]: 19), yang harus diuji. Kikir merupakan salah satu sifat yang dapat merusak kehidupan manusia. “Tiga hal yang akan merusak manusia: kikir yang dituruti, hawa nafsu yang diikuti, dan manusia memandang hebat akan dirinya.” (HR Thabrani).

Kedua, mengobati hati dari cinta dunia. Terlalu larut dalam kecintaan dunia, dapat memalingkan jiwa dari kecintaan kepada Allah SWT dan takut akan akhirat. Zakat akan melatih seseorang mau untuk menandingi fitnah harta dan berinfak dengannya semata karena Allah SWT.

Ketiga, mengembangkan kekayaan batin. Seseorang yang mengeluarkan zakat akan menumbuhkan semangat optimistis dan menambah kekayaan jiwa. Dengan zakat berarti seseorang telah mampu mene kan sifat egoismenya.

Keempat, mengembangkan harta. Secara lahiriah, zakat mengurangi harta dengan mengeluarkan sebagiannya. Tetapi, orang yang mengerti tentang zakat akan memahami bahwa di balik pengurangan bersifat zahir, hakikatnya akan bertambah dan berkembang.
Sesungguhnya harta yang diberikan itu akan kembali berlipat ganda. (QS Arrum [30]: 39).

Kelima, menarik simpati masyarakat. Zakat dapat mengikat antara orang kaya dan masyarakatnya, dengan ikatan yang kuat, penuh kecintaan, persaudaraan, dan tolong-meno long. Apabila manusia mengetahui ada orang yang memberikan kebaikan, maka secara naluriah mereka akan senang, dan jiwa mereka pasti akan tertarik kepadanya.

“Secara otomatis hati akan tertarik untuk mencintai orang yang berbuat baik kepadanya dan membenci orang yang berbuat jahat kepadanya.” (HR Ibnu Adi). Untuk itu, kini saatnya umat Islam memberdayakan potensi zakat, terutama zakat mal, agar kehidupan bermasyarakat semakin baik guna mengurangi kesenjangan hidup antara si kaya dan si miskin. Wallahu a’lam.

Red: irf

Sebuah Renungan tentang Fikih Lingkungan

Sabtu, 04 September 2010, 17:22 WIB

Sebuah Renungan tentang Fikih Lingkungan

ilustrasi

Oleh Ahmad Fakhruddin

Tidak terasa kita sudah berada di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Kaum Muslimin berlomba meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadahnya di bulan yang bertabur pahala ini. Namun, yang terpenting adalah meraih gelar ketakwaan. (QS Al-Baqarah [2]: 183).

Tak berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi serta meninggalkan semua yang dilarang-Nya. Perintah dan larangan tidak hanya mengatur hubungan antarsesama manusia, tetapi juga hubungan manusia dengan lingkungan di sekitarnya.

Kerusakan lingkungan, baik di darat dan di laut, semuanya disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Mereka tidak mampu mengelola alam dan lingkungan yang telah diamanahkan. “Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.” (QS Al-Baqarah [2]: 11).

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (Al-A’raf [7]: 56).

Jelas bahwa pelestarian lingkungan merupakan amal kebaikan yang akan mendatangkan pahala dan keridhaan Allah SWT. Memelihara dan melestarikan lingkungan merupakan salah satu bentuk ketakwaan dalam menjalankan amanah dan perintah Allah. Umat manusia diperintahkan oleh Allah untuk menjaga kebersihan lingkungan agar memberikan manfaat dan keberkahan bagi mereka.

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS Al-A’raf [7]: 96).

Oleh karena itu, keberkahan-keberkahan dari langit dan bumi tersebut, yang berupa hujan dapat menyuburkan tanaman dan aneka barang tambang, yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia.

Red: irf

Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan

Jumat, 03 September 2010, 09:45 WIB

Pandega/Republika

Berbagai Pertanyaan di Pengujung Ramadhan

Perbanyak ibadah di bulan puasa, ilustrasi

Oleh Ustaz Muhammad Arifin Ilham

Kualitas amaliah kita kepada Allah SWT tidak diukur melalui jumlah, kuantitas, berat, dan ringannya ibadah. Akan tetapi, diukur oleh jiwa yang ikhlas. Keikhlasan itu hanya muncul dari jiwa yang zuhud, hati yang tidak dipenuhi oleh hasrat, kecuali hanya kepada Allah. Karena itu, walaupun kecil, sedikit, dan barangkali sepele, jika amaliah itu muncul dari jiwa yang zuhud, nilainya justru besar dan banyak.

Sebaliknya, jika amaliah itu dihitung dengan kuantitas, bahkan dilakukan oleh ribuan orang, tapi keikhlasan dan kezuhudan tidak tertanam dalam hatinya, sebanyak apa pun amaliah itu tetap dinilai kecil. Bagi seorang zahid, amaliah adalah sesuatu yang muncul dari jiwa yang kosong dan dari kepentingan nafsu duniawi. Karena itu, “Dua rakaat dari seorang alim yang zahid itu lebih dicintai oleh Allah daripada ibadah orang yang beribadah, tapi penuh ambisi duniawi,” terang Nabi Muhammad SAW sebagaimana diriwayatkan melalui Ibnu Mas’ud RA.

Dengan demikian, ukuran kualitas amal kita terletak dari keikhlasan dan kezuhudan meraih ridha Allah SWT dan surga-Nya. Nah, Ramadhan sebenarnya datang untuk meletakkan pemahaman kita dalam ‘halte’ ini. Kita berpuasa lalu berbuka. Kita tegakkan yang wajib, bahkan ditambah dengan yang sunah, tangan kita terbuka dan membentang sedekah, yang semua itu harus dikendarai dengan penuh keikhlasan dan kezuhudan sehingga akan mudah sampai pada terminal ridha dan surga-Nya.

Kini, secara perlahan, Ramadhan yang agung akan meninggalkan kita. Tinggal menghitung hari, kita akan menyelesaikan ibadah puasa dan setelah itu berlebaran. Lantas muncul pertanyaan, apa yang telah kita dapat selama bulan penuh rahmat dan ampunan ini? Apakah ada sesuatu yang baru dapat kita petik dari hikmah puasa yang bakal kita terapkan dalam kehidupan kita setelah Ramadhan? Apakah puasa kita kali ini tidak jauh beda dengan puasa-puasa sebelumnya?

Berbagai pertanyaan itu patut kita sampaikan dalam rangka merenungkan kembali apa yang telah kita lakukan selama menjalankan ibadah Ramadhan. Banyak yang mengatakan, kecenderungan kita lebih banyak melaksanakan ibadah puasa sebagai ritual rutin karena bulan Ramadhan akan selalu ditemui setiap tahun. Banyak orang berpuasa karena memang waktunya berpuasa. Kita berpuasa malah karena kebanyakan orang berpuasa. Artinya, puasa tidak lebih karena mengikuti tradisi.

Tentu saja kita semua tidak mau dituduh berpuasa karena mengikuti tradisi. Bagaimanapun, ada juga dalih bahwa kita berpuasa karena benar-benar mau mengikuti ajaran agama. Ada yang ingin kita kejar yaitu kesucian diri dan kemenangan. Ada yang ingin kita incar, yaitu menjadi manusia ikhlas, zuhud, dan istikamah dalam merangkai ketakwaan. Dalam takwa, ada keseriusan dan ketaatan. Berarti Ramadhan menempa kita untuk menjadi manusia yang serius dalam ketaatan kepada-Nya. Dengan demikian, kesucian diri itu akan kita dapatkan dan kemenangan pun bisa kita raih, yaitu kembali kepada kesucian dan meraih kemenangan di hari yang fitri.

Red: irf

Cermin Kedermawanan Abu Bakar Ashidiq

Rabu, 01 September 2010, 20:31 WIB

Cermin Kedermawanan Abu Bakar Ashidiq

zakat

Oleh Prof Nanat Fatah Nasir

Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. “Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?” tanya Umar. “Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar,” jawab sang khalifah.

Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, “Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah mengurus kekhalifahan.” Abu Bakar lalu bertanya, “Jika tak berdagang, bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?” Lalu Umar mengajak Abu Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal.

Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan. “Wahai istriku, aku tak punya uang,” kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar pun menyetujuinya.

Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul. “Wahai Abu Bakar belikan manisan dan ini uangnya,” ungkap sang istri memohon. Betapa kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli manisan. “Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari,” tutur Abu Bakar.

Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah. “Kembalikanlah barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan berkonsentrasi mengurus kekhalifahan,” ujarnya berwasiat.

Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada khalifah penggantinya. “Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima dari baitul mal,” kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, “Semoga Allah SWT merahmati ayahmu.”

Kisah yang tertulis kitab fadhailul ‘amal itu sarat akan makna dan pesan. Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.

Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.

Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Wallahu ‘alam.

BAZNAS menyempurnakan zakat Anda

Red: irf

Saat untuk Meraih Puncak Prestasi

Senin, 30 Agustus 2010, 09:43 WIB

Saat untuk Meraih Puncak Prestasi

ilustrasi

Oleh A Riawan Amin

Dalam perjalanan sejarah kaum Muslim, kita disajikan dengan beragam fenomena besar yang menunjukkan puncak kinerja dan produktivitas umat. Semua lintasan sejarah tersebut membuktikan bahwa betapa tingginya produktivitas kaum Muslim.

Menariknya, peristiwa-peristiwa tersebut terjadi pada bulan Ramadhan. Bulan yang sering dianggap sebagai bulan kelesuan fisik karena tak cukup terpenuhinya kebutuhannya pada siang hari. Perang Badar Al-Kubra (2 H), Fathu Makkah (8 H), Perang Tabuk (9 H), Penaklukan Spanyol di bawah pimpinan Thariq bin Ziyad dan Musa bin Nushair (92 H), Perang Ain Jaluth (657 H), atau-dalam konteks negara-peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI (1945 M).

Fenomena di atas membuktikan bahwa tak selamanya energi dan produktivitas seseorang berjalan linier dengan konsumsi jasmani. Justru-menurut para ahli-makan, minum, dan berhubungan seks berlebihan tanpa aturan dan disiplin adalah kontraproduktif. Alih-alih menjadikan seseorang semakin berprestasi dalam menunaikan pekerjaannya, malah mengakibatkan turunnya tingkat produktivitas.

Itulah sebabnya adalah tidak tepat menjustifikasi bulan Ramadhan sebagai penyebab turunnya tingkat produktivitas meski dalam praktik kemasyarakatan hal tersebut menjadi fenomena. Lihat saja di dunia pendidikan. Libur menjelang dan akhir Ramadhan. Belum lagi jam belajar-mengajar yang berkurang. Di dunia kerja pun demikian. Di banyak perusahaan, jam kerja mengalami diskon.

Dalam satu kesempatan, Syekh Abdul Fattah Allam, wakil syekh agung Al-Azhar, mengatakan bahwa tidak ada pertentangan antara Ramadhan dan urusan dunia modern. “Ketika Islam memerintahkan ibadah ini, (ibadah) tersebut untuk mendorong kami bekerja dan lebih maju serta tidak pernah dimaksudkan untuk menurunkan produktivitas,” katanya.

Sejatinya, turunnya produktivitas lebih disebabkan terjadinya pelemahan atau kekalahan mental (inhizamur ruh). Kondisi inilah yang sangat berkontribusi pada tingkat apatisme, loyo, dan jumud dalam beraktivitas. Ramadhan merupakan bulan ketika mental setiap Muslim dibangun dan ditata sehingga mencapai derajat terbaik, takwa.

Lebih dari itu, Ramadhan justru bulan yang dinanti-nantikan untuk memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap umat. Bagi yang memahami esensi dan urgensi Ramadhan, justru di sinilah semangat fastabiq al-khairat semakin ditumbuhsuburkan. Karena, sangat jelas Rasulullah SAW menyatakan, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” (HR Bukhari-Muslim).

Bahkan, amalan-amalan sunah yang dikerjakan pada Ramadhan pahalanya dianggap sama dengan mengerjakan amalan wajib (HR Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Wallahu A’lam.

Red: irf

Tiga Faktor Pengurang Nilai Puasa

Ahad, 29 Agustus 2010, 09:54 WIB

Republika

Tiga Faktor Pengurang Nilai Puasa

Ilustrasi

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Dalam sebuah hadis sahih, Rasulullah SAW menyatakan, banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak menghasilkan apa pun dari puasanya, selain lapar dan haus. (HR Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).

Hadis ini mengisyaratkan secara tegas bahwa hakikat shaum (puasa) itu, sesungguhnya, bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga. Akan tetapi, puasa adalah menahan diri dari ucapan dan perbuatan kotor yang merusak dan tidak bermanfaat. Termasuk juga kemampuan untuk mengendalikan diri terhadap cercaan dan makian orang lain. Itulah sebagian dari pesan Rasulullah SAW terhadap kaum Muslimin yang ingin puasanya diterima Allah SWT.

Pada umumnya, orang yang berpuasa mampu menahan diri dari makan dan minum, dari terbit fajar sampai terbenam matahari, sehingga puasanya sah secara hukum syariah. Akan tetapi, banyak yang tidak mampu (mungkin juga kita) mengendalikan diri dari hal-hal yang mereduksi, bahkan merusak pahala puasa yang kita lakukan.

Pertama, ghibah, menyebarkan keburukan orang lain, tanpa bermaksud untuk memperbaikinya. Hanya agar orang lain tahu bahwa seseorang itu memiliki aib dan keburukan yang disebarkan di televisi dan ditulis dalam surat kabar dan majalah, lalu semua orang mengetahuinya. Penyebar keburukan orang lain pahalanya akan mereduksi sekalipun ia melaksanakan puasa, bahkan mungkin hilang akibat perbuatan ghibah yang dilakukannya.

Kedua, memiliki pikiran-pikiran buruk dan jahat, dan berusaha melakukannya, seperti ingin memanfaatkan jabatan dan kedudukan untuk memperkaya diri, terus-menerus melakukan korupsi, mengurangi takaran dan timbangan, mempersulit orang lain, dan melakukan suap-menyuap. Jika hal itu semua dilakukan, perbuatan tersebut pun dapat mereduksi pahala puasa, bahkan juga dapat menghilangkan pahala serta nilai-nilai puasa itu sendiri.

Ketiga, sama sekali tidak memilik empati dan simpati terhadap penderitaan orang lain yang sedang mengalami kelaparan atau penderitaan, miskin, dan tidak memiliki apa-apa. Orang yang berpuasa, akan tetapi tetap berlaku kikir dan bakhil, nilai puasanya akan direduksi atau dihilangkan oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, marilah kita berpuasa dengan benar, baik secara lahiriah (tidak makan dan minum) maupun memuasakan hati dan pikiran kita dari hal-hal yang buruk. Latihlah pikiran dan hati kita untuk selalu lurus dan jernih, disertai dengan kepekaan sosial yang semakin tinggi. Berusahalah membantu orang-orang yang sedang mengalami kesulitan hidup. Wallahu a’lam bish-shawab.

BAZNAS menyempurnakan Zakat Anda

Red: irf

Keutamaan Memohon Ampunan

Jumat, 27 Agustus 2010, 09:59 WIB

Keutamaan Memohon Ampunan

Shalat

Oleh Syahruddin El-Fikri

Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam agar senantiasa memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan. Sebab, terdapat banyak keutamaan yang akan diperolehnya. Ibadah sunah menjadi bernilai fardhu, makan sahur merupakan berkah, bersedekah akan dilipatgandakan, membaca Alquran akan menjadi syafaat, dan beribadah pada malam Lailatul Qadar nilainya lebih baik daripada seribu bulan.

“Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan ampunan Allah. Bulan yang mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah yang paling utama. Malam-malamnya adalah yang paling utama. Waktu demi waktunya adalah yang paling utama.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Salah satu amalan yang disunahkan adalah memperbanyak ampunan dan tobat kepada Allah. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat.” (Al-Baqarah [2]: 222). “Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Rasulullah SAW membagi bulan Ramadhan itu menjadi tiga. Pertama, bulan rahmat pada 10 hari pertama (awwaluhu rahmah), bulan ampunan pada 10 hari kedua (wa awsathuhu maghfirah), dan bulan pelepasan dari siksa neraka pada 10 hari terakhir (wa akhiruhu itqun min an-nar).

Kini, kita semua telah berada pada 10 hari kedua Ramadhan. Inilah kesempatan bagi kita untuk terus memperbanyak amal ibadah, memohon ampunan kepada Allah, dan bertobat atas segala kesalahan dan kekhilafan. “Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya.” (QS at-Tahrim [66]: 8).

Tobat yang sebenarnya (taubatan nasuha) adalah berhenti melakukan dosa, menyesali perbuatan tersebut, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Rasulullah SAW adalah seorang hamba Allah yang paling mulia dan telah diampuni segala dosa-dosanya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang. Namun, beliau tetap memohon ampunan kepada Allah, sebagai wujud kecintaan dan syukurnya. “Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah dan mohon ampunlah kepada-Nya karena sesungguhnya aku saja setiap hari bertobat sebanyak 100 kali.” (HR Muslim).

“Sesungguhnya dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. (HR Ibnu Khuzaimah).

Banyak keutamaan bagi orang yang senantiasa memohon ampunan dan bertobat kepada Allah. Pertama, segala dosanya akan diampuni dan berubah menjadi kebaikan (QS Al-Furqan [25]: 70). Kedua, didoakan para malaikat (QS Al-Mu’min [40]: 7-8). Ketiga, menjadi penduduk surga. (QS Ali Imran [3]: 135-136). Keempat, diberikan nikmat yang baik, seperti panjang umur dan harta berlimpah. (QS Hud [11]: 3). Dan Allah berjanji akan mengampuni segala dosa hamba-hamba-Nya yang senantiasa memohon ampunan kepada-Nya. (QS Al-Baqarah [2]: 186).

Di bulan yang agung dan mulia ini, hendaknya kita senantiasa memperbanyak amal ibadah, sekaligus memohon ampunan atas segala kesalahan dan kekhilafan. Amien.

Red: irf

Teman Setia Orang Beriman Saat Ramadhan

Kamis, 26 Agustus 2010, 20:22 WIB

muslimdaily.net

Teman Setia Orang Beriman Saat Ramadhan

Alquran

Oleh Shohib Khoiri Lc

Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia. Padanya diturunkan Alquran. Karena itu,  Ramadhan disebut pula dengan bulannya Alquran (Syahrul Qur’an). Momentum Ramadhan hendaknya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah, termasuk membaca dan mengamalkan Alquran.

“Puasa dan Alquran akan memberikan syafaat kepada seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata, ”Wahai Tuhanku, aku telah menahannya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” Sedangkan Alquran berkata, ”Aku telah mencegahnya dari tidur malam, maka perkenankanlah aku memberikan syafaat kepadanya.” (HR Ahmad dan Al-Hakim).

Hadis di atas menjelaskan kepada kita bahwa shaum (puasa) dan Alquran dapat memberikan syafaat. Puasa memberikan syafaat karena dapat membendung syahwat seorang hamba, sedangkan Alquran memberikan syafaat karena ia telah mencegah seorang hamba dari tidur malam untuk bercengkrama dengannya.

Ramadhan seakan menjadi tempat untuk keduanya. Diwajibkan puasa satu bulan penuh sebagai madrasah untuk memperbaiki diri setelah sebelas bulan disibukkan oleh rutinitas dunia.

Alquran adalah bacaan yang menjadi teman setia bagi orang-orang beriman di saat-saat menjalankan ibadah puasa. Karenanya, Ramadhan adalah Syahrul Qur’an, bulan diturunkannya Alquran untuk pertama kali.

Jika melihat sejarah salafus saleh dalam berinteraksi dengan Alquran, akan didapati bahwa kita sangat jauh dibandingkan dengan mereka. Dalam sebuah riwayat disebutkan, Imam Abu Hanifah dalam hidupnya mampu mengkhatamkan Alquran sebanyak enam ribu kali.

Umar ibn Khathab mampu mengkhatamkan Alquran pada setiap malam, sampai-sampai putra beliau yang bernama Abdullah berkata, “Ayahkulah yang menjadi sebab turunnya ayat Allah. Ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?” Katakanlah, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar [39]: 9).

Usman ibn Affan mampu mengkhatamkan Alquran setiap harinya. Imam Syafii mengkhatamkan Alquran selama Ramadhan sebanyak enam puluh kali. Imam Qatadah mengkhatamkan Alquran setiap tujuh malam pada hari biasa dan setiap tiga malam pada bulan Ramadhan, sedangkan pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan beliau mengkhatamkan Alquran setiap malam. Imam Ahmad mengkhatamkan Alquran setiap pekannya.

Itulah gambaran hidup para salafus saleh yang hari-harinya tidak pernah lepas dari Alquran. Semoga kita mampu mencontoh apa yang telah mereka lakukan, yakni dengan menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Qur’an. “Sebaik-baiknya orang di antara kamu adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” (HR Bukhari). “Mereka Itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk itu.” (QS Al-An’am [6]: 90).

Red: irf

Belajar dari Puasanya Kupu-kupu

Rabu, 25 Agustus 2010, 10:47 WIB

ap

Belajar dari Puasanya Kupu-kupu

Kupu-kupu

Oleh H Jatiman Karim

Kupu-kupu adalah hewan yang sangat indah dan menarik. Sayapnya yang berwarna-warni dengan motif yang sangat rapi serta kelincahannya terbang dari satu bunga ke bunga yang lain, menjadi daya tarik bagi setiap orang untuk mengagumi makhluk ini.

Kupu-kupu tak hadir begitu saja ke muka bumi, tapi melalui proses metaformosis dari binatang yang bernama ulat. Menyebut namanya, mungkin ada sebagian orang yang jijik, geli, takut, penyebab kulit gatal, perusak tanaman, dan sebagainya. Ia begitu identik dengan sifat yang tidak baik. Hampir tak ada orang yang mau menyentuhnya.

Namun, ketika seekor ulat berubah menjadi kupu-kupu yang cantik dan indah, semua orang pun berusaha memilikinya dan bahkan mengaguminya. Mereka tak merasa takut dengan seekor kupu-kupu yang sesungguhnya berasal dari ulat. Itulah kupu-kupu. Hewan yang indah dan menarik. Makanannya pun bahan pilihan, dan selalu membantu proses penyerbukan tanaman.

Untuk menjadi kupu-kupu, ulat terlebih dahulu menjadi kepompong. Itulah sebuah metamorfosis, yang dalam bahasa manusianya sedang menjalani puasa, menjauhkan dari dari makan dan minum, menutup dirinya dari hiruk pikuk kehidupan dunia. Ia begitu mirip dengan cara kita beriktikaf, yaitu merenung diri dan melakukan pertobatan, sehingga keluar menjadi kupu-kupu yang indah, disayang semua orang dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi.

Itulah barangkali gambaran puasa Ramadhan yang diharapkan oleh Allah SWT terhadap orang-orang yang beriman. Kita, umat manusia yang banyak berbuat salah dandosa, hendaknya biasa belajar dari ulat dan mengubah diri menjadi manusia yang bertakwa dan disayang Allah SWT.

Tipe manusia yang disayang Allah itu adalah; pertama, orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati (tidak sombong) dan apabila orang jahil menyapa, mereka mengucapkan kata-kata yang baik. (QS Al-Furqan [25]: 63).

Demikianlah gambaran orang mukmin yang berpuasa, senantiasa menyebarkan kelembutan dan keindahan, serta tidak suka berbuat keonaran dan kerusakan, di manapun dia berada. Sebagaimana sifat kupu-kupu yang hinggap di sebuah dahan yang tak akan pernah ada yang patah sekecil apa pun dahan yang dihinggapinya.

Kedua, mereka yang senantiasa mendirikan shalat lima waktu dan shalat tahajjud di malam hari sebagai wujud syukur kepada Allah (Al-Furqan [25]: 64, 73). Seperti kupu-kupu, di manapun seorang mukmin berada, dia akan selalu melaksanakan perintah Allah, menebarkan kasih sayang, dan menolong orang lain. Sebab, ia menyadari bahwa sesungguhnya dirinya hanyalah seorang hamba yang juga tidak memiliki kemampuan apa-apa tanpa anugerah dari Allah SWT.

Ketiga, orang yang berhasil dalam pusanya, ia akan memilih  makanannya dari yang halal dan yang baik-baik saja, layaknya kupu-kupu yang hanya memilih sari madu bunga sebagai makanannya. Orang yang berpuasa dan mukmin sejati, akan senantiasa menjauhkan diri dari yang haram, seperti korupsi, mencuri, menipu, dan lainnya. (QS Al-Baqarah [2]: 168).

Red: irf

Menggapai Derajat Mental Malaikat

Selasa, 24 Agustus 2010, 11:22 WIB

Republika

Menggapai Derajat Mental Malaikat

ilustrasi

Oleh Dr A Ilyas Ismail MA

Ibadah puasa merupakan sarana latihan untuk pengembangan diri. Ulama besar dunia, Yusuf al-Qaradhawi, dalam bukunya Fiqh al-Shiyam, memandang puasa Ramadhan sebagai lembaga pendidikan par-excellent (madrasah mutamayyizah) yang dibuka oleh Allah SWT setiap tahun. Siapa yang mendaftar dan mengikuti “perkuliahan” dengan baik sesuai petunjuk Islam, ia akan lulus ujian dengan predikat “sukses besar”. Karena, tak ada keuntungan yang lebih besar ketimbang meraih ampunan Tuhan dan bebas dari siksa neraka.

Di antara hikmah paling penting ibadah puasa, bagi al-Qaradhawi, adalah pencucian atau peningkatan kualitas diri (tazkiyyat al-nafs). Puasa diharapkan dapat meninggikan kualitas jiwa dan mentalitas manusia sehingga ia menjadi manusia yang benar-benar tunduk dan menghambakan diri hanya kepada Allah SWT. Inilah potret manusia bertakwa yang ingin dicapai melalui ibadah puasa.

Dalam pemikiran Islam, jiwa atau mental (al-nafs) memiliki empat tingkatan mulai dari yang paling rendah hingga paling tinggi. Pertama, mental tumbuh-tumbuhan (nafs al-nabat). Wilayah kerja (domain) mental tumbuh-tumbuhan adalah makan dan minum. Manusia dengan mental ini tentu tidak dapat menjalankan ibadah puasa.

Kedua, jiwa binatang (nafs al-hayawan). Domain jiwa binatang adalah gerak, harakah (motion), memangsa, dan seksualitas. Jiwa binatang tidak mengenal rambu-rambu hukum. Yang kuat memangsa dan menerkam yang lemah. Inilah yang dinamakan hukum rimba. Manusia dengan mental ini juga tak dapat melaksanakan ibadah puasa.

Ketiga, jiwa manusia (nafs al-insan). Domain jiwa manusia adalah berpikir dan berprestasi. Jiwa ini jauh lebih tinggi dari dua jiwa terdahulu. Tapi, bukan tanpa kelemahan. Dalam berpikir dan mencapai prestasi, jiwa manusia sering diliputi penyakit sombong (kibr), serakah (al-thama`), serta dengki (al-hasad), dan iri hati (al-hiqd wa al-hasad).

Keempat, jiwa atau mental malaikat (nafs al-malakut). Domain mental ini adalah kebenaran dan kepatuhan yang tinggi kepada Allah SWT tanpa reserve. “Penjaganya ialah malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS Al-Tahrim [66]: 6).

Mental malakut, seperti dipaparkan di atas, merupakan mental yang paling tinggi. Ibadah puasa sesungguhnya dimaksudkan agar manusia memiliki semangat dan jiwa malakut ini. Ini tidak bermakna bahwa manusia harus bertransformasi (merubah bentuknya) menjadi malaikat. Tidak. Tapi, transformasi dalam arti peningkatan kualitas diri dengan semangat kebenaran (tahaqquq) dan pengabdian (ta`abbud) yang tinggi kepada Allah SWT. Wallahu a`lam.

Red: irf

Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Menjemput Rezeki

Senin, 23 Agustus 2010, 11:20 WIB

Nunu/Republika

Syarat yang Harus Dipenuhi untuk Menjemput Rezeki

ilustrasi

Oleh A Riawan Amin

Sejatinya, Allah SWT telah menjamin rezeki makhluknya. “Dan, tidak ada suatu binatang melata pun di bumi, melainkan Allah-lah yang akan memberi rezekinya.” (QS Hud [11]: 6).

Sumber rezeki sangatlah luas dan dalam. Seluas bentangan bumi dan kedalaman samudra. Sungguh, di setiap jengkal hamparan bumi dan laut terdapat rezeki yang bisa dikais. Permasalahannya, kerap kali manusia lebih berorientasi menunggu rezeki daripada menjemputnya. Lebih mementingkan selera pribadi dalam memilih sumber rezeki ketimbang merebut kesempatan di depan mata. Lebih mengutamakan cara yang cepat daripada berletih-letih dalam menggapainya.

Karena itu, Islam menekankan setiap Muslim agar menjemput rezeki dengan menggunakan semua potensi dan kekuatan yang dimilikinya. Yang pasti, dua kebaikan perlu diperhatikan. Pertama, rezeki yang didapatkan adalah yang baik. “Hai, orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian.” (QS Al-Baqarah [2]: 127).

Terkait ayat di atas, Ahmad Musthafa Al-Maraghi menyatakan betapa pentingnya seorang Muslim mengonsumsi makanan yang halal, bersih, dan lurus. Halal maksudnya adalah tidak mengandung kedurhakaan terhadap Allah SWT. Bersih bermakna tidak mengandung perkara yang melupakan Allah. Sedangkan, lurus berarti rezeki tersebut mampu menahan nafsu dan memelihara akal.

Kedua, untuk mendapatkan rezeki yang baik, hendaknya proses yang dilakukan dengan menggunakan cara-cara yang baik pula. Islam melarang segala bentuk upaya mendapatkan rezeki dengan cara-cara yang zalim (Al-Baqarah [2]: 279), riba (Al-Baqarah [2]: 278-279), judi (Al-Maidah [5]: 90), penipuan (gharar), suap (risywah), dan maksiat.

Mengapa Islam menekankan pentingnya rezeki yang halal? Karena, setiap asupan yang masuk ke dalam tubuh manusia akan memengaruhinya, baik secara fisik, emosional, psikologis, maupun spiritual.

Rezeki yang halal menghadirkan ketenangan jiwa. Hidup akan lebih terarah dan menjadikan pintu-pintu keberkahan terbuka semakin lebar. Selain itu, rezeki yang halal merupakan syarat diterimanya setiap doa oleh Allah SWT. Rezeki yang halal akan menciptakan tatanan mayarakat dan bangsa yang kuat.

Saat ini, sebagai bangsa dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sepatutnya kita tidak memfasilitasi setiap anak negeri mengais rezeki dengan cara-cara yang dilarang Allah SWT. Mengikuti arus global, kapitalisme, dan melupakan cara-cara nenek moyang dahulu melakukan aktivitas ekonomi. Yakni, sistem bagi hasil, maro, atau paron ditinggalkan. Manipulatif, spekulatif, dan ribawi dipraktikkan. Karena itu, kini, kita selalu berada dalam sistem ekonomi yang sangat rentan dan goyah. Krisis demi krisis selalu siap menerjang sepanjang waktu. Petaka demi petaka berlangsung di depan mata.

Kini, saatnya kita kembali kepada sistem yang berkeadilan dalam mencari rezeki dan berupaya meneguhkan kembali jati diri bangsa. Semua itu bermuara pada pentingnya rezeki yang halal. Wallahu  a’lam.

BAZNAS Menyempurnakan Zakat Anda

Red: irf

Cara Optimal Menundukkan Buaian Nafsu

Sabtu, 21 Agustus 2010, 20:03 WIB

Pandega/Republika

Cara Optimal Menundukkan Buaian Nafsu

ilustrasi

Oleh KH Didin Hafidhuddin

Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis dari Rasulullah SAW. “Bukanlah shaum itu semata-mata menahan lapar dan dahaga (pada siang hari), tetapi shaum itu sesungguhnya menahan diri dari ucapan dan perbuatan kotor dan merusak. Jika seseorang tiba-tiba mencelamu atau memarahimu (padahal engkau sedang berpuasa), katakanlah kepadanya, ‘Saya sedang berpuasa.'”

Sungguh luar biasa taujih (arahan) Rasul SAW tersebut. Nasihat di atas mengingatkan kita untuk memaknai hakikat ibadah shaum (puasa) selama ini. Shaum adalah imsak atau pengendalian diri yang sesungguhnya. Pengendalian diri untuk tidak makan, tidak minum, serta tidak mengumbar hawa nafsu melalui ucapan, pendengaran dan penglihatan, apalagi melalui pikiran.

Shaum adalah upaya pengendalian diri yang optimal. Jika seseorang mampu melaksanakannya, pasti ia termasuk orang-orang yang akan meraih kesuksesan dan keselamatan. Betapa tidak, secara empiris kita melihat orang yang berhasil dalam hidupnya, mereka adalah orang-orang yang mampu mengendalikan diri dalam menyikapi dan merespons segala sesuatu dengan baik. Orang yang mampu mengendalikan diri pasti tidak akan menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk meraih sesuatu yang diinginkannya, seperti jabatan dan harta.

Sebaliknya, orang yang tidak mampu mengendalikan diri pasti akan berbuat sesukanya. Ia tidak pernah memikirkan akibat dari perbuatannya. Ada kalanya melakukan pembohongan kepada publik atau menggunakan uang untuk meraih jabatan dan kedudukan (money politic). Itulah perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak pernah berpuasa dengan menghayati makna dan hakikatnya.

Berbagai masalah yang menimpa bangsa kita saat ini, seperti ekonomi, pendidikan, budaya, politik, dan bahkan akhlak, disebabkan ketidakmampuan kita dalam mengendalikan diri. Jadi, hal tersebut membiarkan hawa nafsu sebagai panglima kehidupan dan merendahkan fungsi serta peran hati nurani dan akal yang sehat.

Karena itu, mari kita jalani ibadah puasa dengan berusaha memuasakan seluruh anggota tubuh agar hakikat puasa, yaitu pengendalian diri, dapat kita raih dengan sebaik-baiknya. Wallahu a’lam.

BAZNAS Menyempurnakan Zakat Anda

Red: irf

Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga

Jumat, 20 Agustus 2010, 21:48 WIB

Rasulullah Mendengar Suara Langkah Bilal di Surga

Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Rasulullah mempunyai banyak sahabat yang turut serta dalam perjuangan menegakkan syariah Islam. Mereka bersama-sama dalam suka maupun duka. Para sahabat itu tak hanya berasal dari kalangan suku-suku Arab.

Mereka juga datang dari kalangan non-Arab, seperti halnya Bilal bin Rabah. Sebagai mana keturunan Afrika, Bilal memiliki postur tinggi, kurus, dan warna kulit hitam. Dia memiliki nama lengkap Bilal bin Rabah Al-Habasyi. Ia biasa dipanggil Abu Abdillah dan digelari Muadzdzin Ar-Rasul. Habasyah merupakan Ethiopia saat ini.

Ibunya adalah sahaya milik Umayyah bin Khalaf dari Bani Jumuh. Bilal menjadi budak mereka, hingga akhirnya ia mendengar tentang Islam. Tanpa ada keraguan, ia menemui Nabi dan mengikrarkan diri masuk Islam.

Umayyah bin Khalaf pernah menyiksanya dan membiarkannya di tengah gurun pasir selama beberapa hari. Di perutnya diikat sebuah batu besar dan lehernya diikat dengan tali. Lalu, orang-orang kafir menyuruh anak-anak mereka untuk menyeretnya di antara perbukitan Makkah.

Meski disiksa, keimanan Bilal tak pernah luntur. Saat dijemur di panas terik padang pasir, Bilal selalu mengucapkan ”Ahad-Ahad” dan menolak mengucapkan kata kufur. Abu Bakar lalu memerdekakannya. Saat itu Umar bin Khattab berujar,”Abu Bakar adalah seorang pemimpin (sayyid) kami, dan dia telah memerdekakan seorang pemimpin (sayyid) kami.”

Setelah hijrah, adzan disyariatkan. Lalu Bilal mengumandangkan adzan. Ia adalah muadzin pertama dalam Islam, karena ia memiliki suara yang bagus. Pada saat pembebasan kota Makkah, Rasulullah menyuruh Bilal untuk mengumandangkan adzan di belakang Ka’bah.

Adzan itu adalah adzan yang pertama dikumandangkan di Makkah. Pasca wafatnya Rasulullah, ia menolak untuk menjadi muadzdzin lagi karena tak sanggup menyebut nama Rasulullah dalam adzannya. Usai wafatnya Nabi, bahkan dia hanya sanggup melantunkan adzan selama tiga hari. Itu pun disertai tangisannya tatkala mengucapkan nama Rasulullah dalam adzan.

Ia juga pernah menjabat sebagai bendahara Rasulullah di Bait Al-Mal. Ia tidak pernah absen mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Tentang Bilal, Rasulullah SAW mengatakan,”Bilal adalah seorang penunggang kuda yang hebat dari kalangan Habasyah.” (Hadits Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibn Asakir)

Suatu ketika, selesai sholat Subuh, Rasulullah pernah bertanya kepada Bilal, ”Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling bermanfaat yang telah kamu lakukan setelah memeluk Islam. Karena semalam aku mendengar suara langkahmu di depanku di surga.”

Bilal menjawab, ”Aku tidak pernah melakukan suatu amalan yang paling bermanfaat setelah memeluk Islam selain aku selalu berwudhu dengan sempurna pada setiap malam dan siang, kemudian melakukan sholat sunat dengan wudhu itu sebanyak yang Allah kehendaki.” (Hadist riwayat Abu Hurairah ra)

BAZNAS Menyempurnakan Zakat Anda

Red: Budi Raharjo
Rep: Nidia Zuraya



Blog Stats

  • 3,948,294 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements