Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



11
Sep
09

Terorisme : FBI Sia-siakan Peluang Tangkap Mohammed Atta

FBI Sia-siakan Peluang Tangkap Mohammed Atta
Jumat, 11 September 2009 | 11:26 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com-Pada malam delapan tahun peringatan serangan 9/11, seorang informan FBI yang menyusup dalam jaringan teroris di AS kepada ABC News mengatakan, FBI sebenarnya mempunyai peluang untuk menangkap Mohammed Atta, pimpinan lapangan serangan 9/11.

Namun, FBI menyia-nyiakan peluang itu karena lebih berkonsentrasi mengungkap jaringan lain.

Dalam wawancara eksklusif dengan ABC News, Kamis (10/9), mantan informan FBI, Elie Assaad, melihat Atta pada awal 2001. Saat itu, Assaad dikirim FBI untuk menyusup ke sebuah masjid kecil di pinggiran Miami. Atta di masjid itu bersama Adnan Shukrujumah, seorang anggota Al Qaeda yang kepalanya dihargai 5 juta dollar oleh pemerintah AS.

“Ada sesuatu yang salah dengan pria-pria ini,” kata Assaad (36), warga keturunan Lebanon yang berpura-pura menjadi seorang ekstremis Islam.

FBI awalnya menolak mengomentari pernyataan Assaad. Namun FBI kemudian memberikan pernyataan: “Penyelidikan 9/11 telah ditinjau ulang secara total oleh Komisi 9/11, Kongres dan lainnya. Klaim dalam laporan terbaru dan kesimpulan dalam berita ini tidak didukung bukti.”

Toh, Assaad bersikukuh ceritanya adalah fakta. Menurut Assaad, Shukrujumah yang ayahnya menjadi takmir masjid, mengundangnya datang ke rumah. Namun, FBI memerintahkan Assaad untuk menjauhi Shukrujumah. Sebaliknya, Assaad diperintahkan untuk melacak jaringan teroris lain.

Menurut mantan pejabat keamanan nasional AS Richard Clarke, yang kini menjadi konsultan ABC News, kasus ini adalah contoh bahwa sistem keamanan di AS tidak berjalan saat serangan 9/11 terjadi. “Jika sistemnya bekerja. Kita mungkin bisa mengidentifikasin orang-orang ini sebelum serangan,” katanya.


ONO
Sumber : ABCNews

11
Sep
09

Kewirausahaan : Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia Segera Dibentuk

Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia Segera Dibentuk
Kamis, 10 September 2009 | 20:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pendidikan kewirausahaan terus diintensifkan di perguruan tinggi. Sebanyak 1.317 dosen dari 317 perguruan tinggi dari seluruh Indonesia sudah dilatih.

Nantinya di kampus-kampus dibentuk pusat kewirausahaan. Masyarakat entrepreneur yang terbentuk di kampus-kampus itu diharapkan bersatu dalam Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia yang segera dibentuk. Tujuannya supaya persatuan itu dapat menjadi inspirator, katalisator dan agen perubahan untuk membangun dan memperluas masyarakat entrepreneur di Indonesia dengan cara saling berjejaring dan saling belajar antar pusat kewirausahaan dan individu pendidik entrepreneurship di seluruh Indonesia.

Hadir dalam acara pembentukan tim di Jakarta, Kamis (10/9), adalah Ciputra sebagai pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center dan penggagas terbentuknya Perkumpulan Entrepreneurship Center Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas Fasli Jalal, dan Hendarman Anwar, Direktur Kelembagaan Depdiknas.

Tim yang terbentuk bertugas untuk menyiapkan pembentukan persatuan entrepreneurship center Indonesia sekaligus menyiapkan seminar internasional entrepreneurship, pengiriman 20 dosen Indonesia ke Global Faculty Visitor Program oleh Kauffman Foundation di Amerika Serikat, partisipasi Indonesia di Global Entrepeneurship Week sebuah kegiatan global simultan dimana 88 negara secara simultan melakukan berbagai kegiatan promosi entrepreneurship di negara masing-masing pada 16-22 November.

Ciputra mengatakan untuk mewujudkan visi diatas diharapkan persatuan ini akan menjadi wadah untuk bertemu dan berjejaring, untuk pembinaan dan pengembangan anggota, baik dalam bentuk pelatihan maupun pemberian award, untuk menyalurkan aspirasi dan advokasi dan untuk mengembangkan sertifikasi pendidik entrepreneurship.

Fasli Jalal mengatakan kewirausahaan mesti menjadi perhatian serius untuk mengatasi pengangguran terdidik. Saat ini ada sekitar satu juta lulusan perguruan tinggi yang menganggur karena berharap mendapat pekerjaan, bukan mencari peluang untuk menciptkan pekerjaan.

Pelatihan dan pendidikan kewirausahaan yang dialami mahasiswa setidaknya dua tahun, kata Fasli, bisa menjadi bekal yang cukup untuk mempersipkan sarjana yang memiliki jiwa wirausaha. Pengalaman itu bisa mendorong mereka mampu membuat proposal program usaha yang baik yang dilirik bank untuk mendapatkan kucuran dana kredit usaha rakyat yang disediakan pemerintah.
ELN

11
Sep
09

Bangunan : Rumah Tahan Gempa dari Sengkang

Rumah Tahan Gempa dari Sengkang Benar
Jumat, 11 September 2009 | 09:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Betapa banyak rumah masyarakat yang rusak akibat gempa. Menilik musibah gempa Tasikmalaya pada 2 September 2009, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan, 67.760 rumah rusak berat dan 150.839 rumah rusak ringan hanya di beberapa wilayah Jawa Barat.

Hengki Wibowo Ashadi, pengajar di Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (10/9), mengatakan, membangun rumah tahan gempa tidak rumit, hanya menuntut pembentukan detail yang tepat di bagian-bagian tertentu.

”Membangun rumah tahan gempa tidak pula mahal. Pemilihan material bisa dimulai dari pemanfaatan reruntuhan batu bata bekas hingga penggunaan material ringan, seperti papan gabus untuk lapisan bagian dalam dinding dengan permukaannya dilapisi beton tipis,” kata Hengki, Kamis (10/9) di ruang kerjanya di Jakarta.

Hengki mengatakan, sebagian besar korban tewas akibat gempa adalah korban yang tertimpa bangunan. Untuk mengurangi risiko tersebut pada masa-masa mendatang, masyarakat yang tinggal di daerah rawan gempa patut mempertimbangkan metode-metode pembangunan rumah tahan gempa.

Berkaca dari gempa Tasikmalaya, sesuai laporan terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana, terdapat 80 orang tewas dan 47 orang dinyatakan hilang. Kemudian sebanyak 1.142 orang terluka. Ini sangat tragis. Andai saja bangunan rumah mereka tahan gempa.

Dari jumlah ribuan rumah penduduk yang rusak akibat gempa, ternyata masih ada data tambahan 1.193 unit bangunan sekolah rusak berat dan 1.664 unit sekolah rusak ringan. Ini menunjukkan, kalangan dunia pendidikan pun masih abai terhadap bangunan tahan gempa.

Sengkang yang benar

Hengki menuturkan, membuat rumah tahan gempa dengan bentuk yang lazim dibuat penduduk seperti sekarang itu mudah dan murah. Kuncinya pada detail penempatan dan pembuatan sengkang (ring pada balok) yang harus benar.

”Saya pernah menyurvei toko-toko bangunan yang menjual kerangka besi untuk balok-balok beton. Rata-rata penempatan posisi sengkang salah semua,” kata Hengki.

Posisi sengkang yang benar bertujuan supaya rumah yang dibangun nantinya tahan gempa. Sengkang yang benar mencermati kerapatan posisi sengkang di ujung-ujung setiap balok beton. Sengkang pada kedua ujung balok itu harus rapat.

Jarak kerapatan sengkang satu sama lain bisa sekitar 5 sentimeter. Namun, patokan yang benar, batu untuk campuran beton yang dipergunakan harus tak bisa lolos. Kalau ukuran kerikil batu sekitar 2 sentimeter, mau tak mau kerapatan sengkang tak lebih dari 2 sentimeter.

Untuk ketinggian rangkaian, posisi sengkang yang rapat itu ditetapkan dua kali lebar balok yang ingin dibentuk. Kalau lebar balok 20 sentimeter, rangkaian sengkang yang merapat di kedua ujung balok tersebut panjangnya harus 40 sentimeter.

”Posisi sengkang yang merapat di kedua ujung balok menjadi penahan gerakan gempa. Bentuk detail sengkang pada ujung balok beton ini yang paling penting, tetapi masih banyak diabaikan,” kata Hengki.

Berdasarkan survei ke toko-toko bangunan yang menjual sengkang, menurut Hengki, bentuk sengkang yang dijual di toko-toko bangunan itu rata-rata salah. ”Ujung besi sengkang yang salah itu posisinya tak dibelokkan ke tengah-tengah diagonal sengkang,” kata Hengki.

Ujung besi sengkang yang dibelokkan ke tengah diagonal berfungsi memberi kekuatan yang lebih untuk menahan gaya gempa.

Terkait dengan penguatan struktur tulang lainnya yang sering diabaikan masyarakat, lanjut Hengki, yaitu tidak ada penjangkaran pada sambungan balok beton vertikal dengan horizontal.

Penjangkaran atau pembelokan ujung besi balok horizontal ke bawah menempel besi balok vertikal itu memiliki rumus panjang 20 kali diameter besi yang digunakan. Kalau besi yang digunakan berdiameter 10 milimeter, penjangkarannya cukup dengan 200 milimeter.

Balok beton fleksibel

Metode lain membuat rumah tahan gempa adalah dengan pembentukan balok beton fleksibel. Balok beton fleksibel tidak menyatu dengan lapisan dinding, tetapi hanya dihubungkan dengan pelat baja.

”Ketika terjadi gempa, struktur balok beton fleksibel itu dibebaskan bergerak. Namun, lapisan dinding dipertahankan tidak bergerak supaya terhindar dari keretakan,” kata Hengki.

Pada prinsipnya, bangunan atau rumah tahan gempa itu menggunakan material yang ringan, tetapi kuat. Logikanya, ketika terpaksa harus runtuh akibat gempa, struktur bangunan dari material ringan itu tidak akan sampai mematikan.

”Di sinilah letak penting untuk kembali menengok cara-cara tradisional kita dalam mendirikan bangunan atau rumah dengan kayu dan bambu. Kemudian, atapnya berupa ijuk, dan sebagainya,” kata Hengki.

Pemilihan material seperti kayu dan bambu memenuhi unsur ringan dan kuat, seperti pembuatan dinding dengan gedek atau rajutan bilah bambu itu jelas akan membentuk lapisan dinding yang ringan dan ramah terhadap gempa.

Untuk menempuh kembali metode tradisional tersebut, Hengki mengatakan, langkah terpenting adalah membuat material yang lebih kuat dan tahan lama, seperti melapisi bambu dengan polimer.
NAW

11
Sep
09

Pertanian : Arahkan Subsidi pada Infrastruktur

PERTANIAN
Arahkan Subsidi pada Infrastruktur

Jumat, 11 September 2009 | 03:52 WIB

Jakarta, Kompas – Untuk membantu petani dalam jangka panjang, pemerintah sebaiknya memberikan dana subsidi untuk pembangunan infrastruktur pertanian.

Investasi dalam pembangunan infrastruktur pertanian akan jauh lebih bermanfaat ketimbang terus memberi subsidi yang bersifat sementara.

Direktur Program Pascasarjana Manajemen dan Bisnis Institut Pertanian Bogor Arief Daryanto mengungkapkan hal itu dalam diskusi bertajuk ”Productivity and Competitiveness” yang digelar Strategic Asia di Jakarta, Kamis (10/9).

Dalam APBN 2009, pemerintah mengalokasikan dana Rp 16,45 triliun untuk subsidi pupuk. Namun, untuk tahun 2010, subsidi pupuk turun menjadi Rp 11,29 triliun.

Selama ini subsidi pupuk diberikan langsung kepada produsen pupuk dalam bentuk subsidi gas. Namun, pada masa datang pemerintah akan memberikan subsidi langsung kepada petani.

”Investasi pada sarana kebutuhan pertanian publik akan memberikan keuntungan jangka panjang kepada masyarakat daripada subsidi yang bersifat temporer,” ujar Arief Daryanto.

Pembicara lain, Direktur Strategic Asia Indonesia Prabowo mengatakan, persoalan lain adalah ketimpangan antara perusahaan besar dan usaha kecil menengah.

Sementara perusahaan kelas menengah yang semestinya menjadi jembatan transformasi antara UKM dan perusahaan besar, jumlahnya relatif masih sedikit.

Oleh karena itu, ujar Prabowo, tantangan saat ini adalah bagaimana menciptakan lebih banyak perusahaan kelas menengah untuk mengisi ruang kosong yang ada sehingga sektor pertanian dapat menjadi lebih produktif dan kompetitif.

Investasi pertanian

Berdasarkan hasil penelitian di China, India, Thailand, Uganda, dan Vietnam, investasi pertanian untuk penelitian memberi hasil pengembalian tertinggi.

Misalnya, investasi untuk penelitian telah berhasil menaikkan nilai jual produk 12,6 dollar AS dari setiap 1 dollar AS dana yang dibelanjakan di Thailand.

Demikian pula di China yang berhasil mendapat nilai tambah 9,6 dollar AS, India 13,5 dollar AS, Thailand 12,6 dollar AS, Uganda 12,4 dollar AS, dan Vietnam 12,2 dollar AS.

Negara-negara tersebut tercatat memiliki komoditas pertanian unggulan dan mengekspornya ke berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan semakin kuat penelitian, semakin besar peluang petani menikmati nilai tambah produk pertanian.

Menurut Arief Daryanto, pemerintah harus mengambil peranan ini dengan meningkatkan investasi penelitian. Sektor lain, seperti pendidikan, listrik, telekomunikasi, jaringan jalan, dan irigasi, juga merupakan investasi yang penting untuk meningkatkan kualitas pertanian.

Pemerintah sebaiknya mulai berkonsentrasi mengembangkan beberapa hal ini ketimbang berpolemik soal subsidi pupuk atau harga. (ham)

11
Sep
09

Legislasi : Jangan Terburu-buru Selesaikan RUU Keistimewaan

YOGYAKARTA
Presiden: Jangan Terburu-buru Selesaikan RUU Keistimewaan

Jumat, 11 September 2009 | 03:26 WIB

Jakarta, Kompas – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta tidak dilakukan terburu-buru. Dengan demikian, prinsip sistem negara kesatuan, nilai-nilai demokrasi, serta nilai kesejarahan daerah itu sendiri dapat terakomodasi dengan tepat.

Presiden Yudhoyono menegaskan hal itu ketika membuka sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kamis (10/9).

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden merujuk pada munculnya desakan agar RUU Keistimewaan DI Yogyakarta disahkan sebelum masa bakti DPR periode 2004-2009 berakhir pada 30 September.

Presiden mengingatkan, Keputusan Presiden No 86/P Tahun 2008 telah memperpanjang masa jabatan Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam IX sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta. Masa perpanjangan tiga tahun itu dimaksudkan untuk memberikan waktu yang cukup bagi penyusunan UU Keistimewaan DI Yogyakarta.

Menurut Yudhoyono, tiga prinsip mesti mendasari RUU Keistimewaan DI Yogyakarta, yakni rujukan pada sistem negara kesatuan RI sebagai sistem yang berlaku nasional, keselarasan dengan nilai-nilai demokrasi, serta akomodasi terhadap keistimewaan atau kesejarahan Yogyakarta sendiri.

Presiden meyakini, masih cukup waktu untuk merumuskan rancangan UU yang akan secara tepat mewadahi ketiga prinsip tersebut. ”Inilah maksudnya mengapa kita perpanjang tiga tahun agar tidak terburu-buru. Kalau penetapan tiba-tiba dipaksakan, akan bertentangan dengan arus sejarah reformasi dan demokratisasi yang kita jalankan,” katanya.

Presiden mencontohkan, pemilihan presiden, wakil presiden, gubernur, bupati, wali kota yang sebelumnya tidak dilakukan secara langsung oleh rakyat telah disepakati dilakukan secara langsung. Pemilihan anggota parlemen pun tidak lagi memakai nomor urut, tetapi dengan suara terbanyak. Hakikat demokrasi, menurut Presiden, diperoleh ketika pemimpin politik ditentukan oleh rakyat, melalui pemilihan, baik secara langsung maupun melalui parlemen.

Terkait hal itu, Presiden memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk terus mengawal penyusunan rancangan UU Keistimewaan Yogyakarta tetap merujuk pada sistem nasional, mewadahi kekhasan daerah, tetapi tidak bertabrakan dengan nilai-nilai demokrasi yang tertuang pada konstitusi.

”Tidak boleh kita putuskan dalam suasana yang emosional, harus dipikirkan secara rasional. Tekan-menekan, desak mendesak, menjadi bertentangan dengan keinginan bersama dulu waktu saudara gubernur dan wakil gubernur saya terima dan keppres perpanjangan tiga tahun itu diterbitkan,” ujar Presiden.

Beberapa waktu lalu, mantan Presiden Abdurrahman Wahid menyatakan, pemerintah pusat seharusnya menghargai aspirasi masyarakat Yogyakarta tentang status keistimewaan DIY.

”Pemerintah ini, terutama eksekutif, menganggap bahwa keistimewaan Yogya tidak bisa dijalankan karena kalau diteruskan, berakibat sempitnya ruang gerak Yudhoyono,” ujar Gus Dur, akhir Agustus lalu. (DAY)

11
Sep
09

Bencana MiGas : Lumpur Lapindo, Polri Didesak Batalkan SP3

LUMPUR LAPINDO
Polri Didesak Batalkan SP3

Jumat, 11 September 2009 | 03:59 WIB

Jakarta, Kompas – Polri didesak mencabut surat perintah penghentian penyidikan perkara dugaan kelalaian dalam pengeboran sumur Banjar Panji 1 oleh PT Lapindo Brantas yang berujung pada semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur. Selain itu, Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri diminta segera menyelidiki ada tidaknya penyalahgunaan wewenang di Kepolisian Daerah Jawa Timur saat menangani kasus lumpur Lapindo.

”Keputusan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur (Jatim) mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), tanggal 17 Agustus lalu, amat mengecewakan korban lumpur,” demikian Komite Solidaritas Korban Lumpur Lapindo, Kamis (10/9) di Markas Besar (Mabes) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

”Kami juga mendesak Polri mengupayakan terobosan hukum,” ujar M Nizar, Ketua Paguyuban Warga Jatirejo, salah satu korban lumpur.

Menurut Hendrik Sirait, Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia Jakarta, meskipun korban lumpur Lapindo terbagi-bagi menjadi beberapa golongan dalam hal penerimaan ganti rugi dari PT Lapindo, tetapi tentang perkara pidana Lapindo mereka bersikap sama. ”Seluruh korban menghendaki perkara dugaan kelalaian pengeboran oleh Lapindo dapat terungkap hingga di pengadilan,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan itu, Wakil Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal (Pol) Sulistyo Ishak mengatakan, Polri telah berupaya maksimal menyidik kasus tersebut selama tiga tahun. Selama masa itu, berkas acara pemeriksaan perkara telah empat kali bolak-balik antara penyidik polisi dan jaksa penuntut umum. ”Terakhir kali dilimpahkan polisi ke kejaksaan, Maret 2009, pihak kejaksaan tetap tidak bersedia menerima dan menyatakan berkas tersebut lengkap,” papar Sulistyo.

Sejumlah saksi ahli yang dimintai keterangan oleh polisi memang menyebutkan, semburan lumpur panas di Sidoarjo itu diduga kuat akibat kelalaian dalam pengeboran sumur Banjar Panji 1.

”Tetapi, kejaksaan lalu meminta penyidik polisi juga meminta keterangan saksi ahli dari pihak Lapindo, yang ternyata meyakini, semburan lumpur merupakan bencana alam. Ketidaksesuaian keterangan saksi ahli itulah yang kemudian dijadikan alasan jaksa penuntut umum untuk menilai berkas pemeriksaan polisi belum memadai,” papar Sulistyo. (SF)

11
Sep
09

Lingkungan : DKI Wajibkan Bangunan Hijau

DKI Wajibkan Bangunan Hijau
Uji Coba Dilakukan di Balaikota DKI Jakarta

Jumat, 11 September 2009 | 04:12 WIB

Jakarta, Kompas – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan semua pengembang untuk menerapkan konsep bangunan hijau yang ramah lingkungan. Sebanyak 30 perusahaan properti besar di Jakarta menyanggupi kewajiban yang akan diberlakukan pada 2010 itu.

”Tahun depan, seluruh gedung tinggi di Jakarta harus menerapkan konsep green building (bangunan hijau) untuk mengurangi pemanasan bumi. Kewajiban itu akan ditetapkan dalam bentuk peraturan gubernur pada 2010,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Kamis (10/9) di Jakarta Pusat.

Konsep bangunan hijau adalah penghematan energi listrik dan air. Penghematan dapat dilakukan dengan mengatur arsitektur bangunan ataupun dengan pemasangan peralatan elektronik yang hemat listrik. Salah satunya adalah penggunaan lampu light emitting diode (LED) dan pembangkit listrik tenaga surya.

Penghematan air juga dilakukan dengan sistem penggunaan kembali, pendaurulangan, dan pengurangan pemakaian. Pembuatan biopori dan sumur resapan juga harus dilakukan untuk memperbesar daya serap air oleh tanah.

Konsep ini dapat menghemat listrik 30 persen sampai 50 persen, menghemat air 50 persen sampai 90 persen, dan mengurangi emisi karbon sampai 35 persen.

Selain menggandeng perusahaan properti, kata Fauzi, Pemprov DKI juga menggandeng lembaga keuangan untuk membiayai penerapan konsep itu. Penerapan konsep bangunan hijau membutuhkan investasi yang lebih mahal daripada dengan sistem konvensional. Namun, biaya operasional setiap bulan jauh lebih rendah.

Kepala Dinas Penertiban dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta Hari Sasongko Kushadi mengatakan, pihaknya sedang menyusun konsep detail bangunan hijau untuk diterapkan di Jakarta. Setelah selesai, konsep itu akan diuji coba di gedung-gedung milik pemerintah.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung DKI Jakarta Agus Subardono mengatakan, gedung Blok G Balaikota DKI Jakarta akan direnovasi sesuai konsep bangunan hijau, Oktober mendatang. Renovasi itu merupakan uji coba pertama sebelum diterapkan ke gedung-gedung pemerintah lainnya.

Perbaikan tahap awal difokuskan pada jaringan listrik bangunan. Semua alat elektronik akan diganti dengan yang hemat energi. Pada tahun berikutnya, perbaikan akan dilakukan pada sistem pengolahan air. Selama ini, gedung Pemprov DKI berlantai 23 ini masih menerapkan sistem pengolahan air yang konvensional.

Jika uji coba ini sukses, penerapan konsep bangunan hijau di gedung-gedung pemerintah lainnya bakal dilakukan bertahap pada tahun-tahun mendatang. Jika perlu, rumah susun yang dibangun pemerintah juga akan menerapkan konsep ini.

”Pergantian jaringan listrik dan air ini membutuhkan dana besar, tetapi bakal memangkas tagihan secara drastis,” kata Agus.

Hari Sasongko mengatakan, pada awal 2010, konsep bangunan hijau akan diterapkan di kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin. Pemilik gedung lama akan diminta mengubah instalasi jaringan listrik agar lebih hemat. Sistem penggunaan air juga akan dievaluasi agar lebih hemat.

Sementara bagi gedung baru konsep itu harus langsung diterapkan. Kewajiban penerapan akan menjadi bagian dalam izin mendirikan bangunan.

Untuk pengawasan dan pemeriksaan penerapan konsep itu, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Green Building Council Indonesia (GBCI) yang telah menyusun rating standar bangunan hijau. Jika konsep ini sudah diterima secara luas, Pemprov DKI Jakarta akan memberikan insentif bagi pengelola yang menerapkannya.

Pada tahap awal, GBCI sudah merangkul 30 pengembang besar, seperti Agung Podomoro, Ciputra, dan Sinar Mas, untuk turut menerapkan konsep bangunan hijau. Para pengembang itu diharapkan menjadi contoh bagi para pengembang lain untuk turut menerapkan konsep penghematan energi ini.

Ketua Core Founding Member GBCI Naning S Adiningsih Adiwoso mengatakan, pihaknya menggandeng para pengusaha properti agar dapat menghasilkan bangunan yang ramah lingkungan. Selanjutnya, GBCI juga akan menyosialisasikan konsep bangunan hijau ke para pengembang dan para pengelola gedung lainnya. (ECA)




Blog Stats

  • 2,481,921 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 139 other followers