Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



10
Sep
09

Bencana Alam : Gempa Terjadi Menerus karena Lempeng Cari Keseimbangan

Cari Keseimbangan

detikcom

detikcom – Rabu, September 9
Gempa Terjadi Menerus karena Lempeng Cari Keseimbangan

Gempa berkali-kali melanda Indonesia belakangan ini dalam waktu yang relatif dekat. Berawal di Tasikmalaya, Yogyakarta, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Toli-Toli, dan disusul Bengkulu, dengan kekuatan bervariasi. Mengapa gempa sering mampir?

“Indonesia ini kan wiayah pertemuan tektonik besar yaitu tempat pertemuan lempengan Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik yang bertemu di Laut Banda. Tempat pertemuan antarlempeng di sekitar itu berpotensi melepaskan energi yang kita sebut sebagai gempa,” ujar Kepala Balai Besar II BMKG yang membawahi Jawa, Sulawesi, Sumatera, dan Kalimantan, Suhardjono, ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (9/9/2009) pukul 09.00 WIB.

Suhardjono menuturkan, layaknya seperti bermain tarik tambang, maka jika salah satu tali putus maka yang lain akan mencari keseimbangan.

“Tempat pertemuan itu saling dorong-dorongan dan ketika terjadi pelepasan di satu lokasi, maka yang lain akan menuju ke keseimbangan yang baru dan akan bergerak terus sehingga berpengaruh ke pertemuan lempeng yang lain,” jelasnya.

Pelepasan energi itu, lanjut Suhardjono, sebenarnya terjadi setiap hari. “Kalau secara alami, Tasikmalaya migrate ke titik lain, ke Yogya, Bengkulu, Aceh, dan lain-lain selama flat bergerak terus,” ceritanya.

10
Sep
09

Haluan : 8 Pemuda Luar Biasa Yang Merubah Dunia

8 Pemuda Luar Biasa Yang Merubah Dunia

1. Mark Zuckerberg (kini 25 tahun/asal AS)
Ketika menciptakan situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg baru berusia 19 tahun. Ia membuat Facebook untuk membantu membangun jaringan sosial bagi remaja di kampusnya saat itu, Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Kini, Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar kedua setelah MySpace. Di bawah pimpinan Sang Penemu, situs ini terus tumbuh hari demi hari. Jutaan pengguna baru terus mendaftar setiap bulan!

2. Steve Shih Chen (31 tahun/Taiwan- AS), Jawed Karim (30 tahun/Jerman- AS), Chad Hurley (32 tahun/AS)
Keduanya adalah pencipta dari situs “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005. Ketika itu, Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun.

Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi (diambil alih kepemilikannya) oleh Google. Nilainya: 1,65 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun).

3. Jerry Yang (40 Tahun/Taiwan- AS) dan David Filo (42 tahun/AS)
Pada tahun 1995, kedua orang ini menemukan Yahoo!, situs mesin pencari kedua terbesar setelah Google. Saat itu, Jerry berusia 26 tahun dan Filo 28 tahun.

Tahun lalu, perusahaan raksasa Microsoft sempat ingin membeli Yahoo!. Nilai tawaran yang dibicarakan: 44,6 miliar dollar AS (Rp458,8 triliun). Rencana ini memang batal. Setelah itu, Microsoft dan Yahoo! tidak menampik mengenai kemungkinan kerja sama di masa mendatang.

4. Matt Mullenweg (25 tahun/AS)
Matt Mullenweg adalah pencipta situs penyedia blog gratisan: WordPress. Ia mulai baru berusia 19 tahun ketika mulai menciptakan cikal bakalnya.

WordPress menjadi tenar dalam waktu singkat. Alasannya, situs ini mudah dipakai dan selalu diperbarui. Hingga tahun 2008, tercatat ada 230 juta pengakses tetap dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang bisa dilihat. Lalu, ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan.
Matt, yang pernah datang ke Jakarta pada Januari 2009 ini mengatakan, ia tidak akan menjual WordPress ke perusahaan besar dengan harga’ selangit’. Ia juga bilang, tidak mencari keuntungan dari WordPress. Keuntungan sudah ia dapatkan dari beberapa perusahaan, yang dimilikinya.

5. Tom Anderson (38 tahun/Amerika Serikat)
Tom Anderson merilis MySpace pada bulan Agustus 2003. Ada kesimpang siuran data mengenai usianya saat itu, namun berbagai sumber menyebut Tom berusia kurang dari 30 tahun ketika menciptakan MySpace.

Saat ini, MySpace adalah salah satu situs jejaring sosial paling besar di dunia, yang bersaing ketat dengan Facebook. MySpace telah digunakan lebih dari 100 juta orang, dengan pengguna terbesar berasal dari kawasan Amerika Serikat.

Kelebihan MySpace terletak pada bidang musik. Ketika fasilitas musik terbaru (yaitu “audio streaming” gratis) diluncurkan pada 25 September 2008, hanya dalam beberapa hari saja, ada miliaran lagu yang didengarkan oleh para penggunanya. Kelebihan ini membuat banyak orang memperkirakan bahwa MySpace bisa mempengaruhi industri musik di internet.

6. Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)
Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun!

Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox.

Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya) . Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.

Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, “Dalam dunia 前pen Source’, posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan.”

7. Pierre Omidyar (41 tahun/Perancis- AS)
Pierre Omidyar merilis eBay pada 4 September 1995. Saat itu, usianya 28 tahun.

eBay adalah situs lelang online. Awalnya, Pierre membuat eBay untuk menolong seorang teman dekat yang ingin menjual sebuah produk. Namun, tak lama kemudian, eBay berkembang pesat menjadi lahan bisnis yang amat prospektif. Kini, eBay adalah situs lelang online terbesar di dunia.

Menurut Pierre, dalam sebuah wawancara, kesuksesan eBay tidak lepas dari dua hal. Pertama, kuatnya komunitas penjual dan pembeli, yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang. Kedua, nilai-nilai baik yang dianutnya. Dalam bisnis, eBay percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia itu baik dan setiap orang memiliki suatu keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu, eBay percaya bahwa kejujuran dan keterbukaan bisa membawa kebaikan pada diri manusia. Maka, aturan “emas” eBay adalah mengakui dan menghormati setiap orang sebagai individu yang unik. eBay pun berharap para anggotanya bisa mengikuti contoh yang diberikan.

8. Larry Page (36 tahun/AS) dan Sergey Brin (35 tahun/AS)
Keduanya merilis Google pada 4 September 1998. Saat itu, mereka baru berusia 25 tahun dan 24 tahun. “Kantor” pertama mereka adalah garasi.

Google, mesin pencari yang bisa menampilkan segala jenis informasi ini, disukai banyak orang – terutama para mahasiswa. Maka, hanya dalam tempo waktu beberapa tahun saja, Google bisa berkembang amat pesat dan meraup keuntungan miliaran dollar AS. Kini, Google bisa disebut sebagai mesin pencari nomor satu di dunia.

Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dalam menciptakan dan mengembangkan Google telah menjadi inspirasi bagi banyak orang muda di dunia ini, khususnya para penggemar teknologi informasi. Mereka berharap bisa membuat program baru yang berguna bagi masyarakat dunia dan menguntungkan dari segi finansial.

Agus ‘Kojiro’ Yoga
10
Sep
09

Perbankan : Sri Mulyani Kembali Didemo Soal Century

GB
Mahasiswa dari monitoring corruption group (moncong) Jakarta, berorasi di depan Kantor Menkeu, Jakarta.
Rabu 09/09/2009 15:25 WIB

Foto Bisnis

Demo Soal Century

Fotografer – Ramdhania El Hida

Mahasiswa dari monitoring corruption group Jakarta demo di Kantor Menkeu, Jakarta, Rabu (9/9). Mereka menyerukan Sri Mulyani sebagai gembong nomor satu di tanah air yang dianggap telah menjerumuskan Indonesia ke dalam neoliberalisme untuk merampok kekayaan Indonesia.

Foto Lain:

  • Fotolain
  • Fotolain
  • Fotolain
  • Fotolain
10
Sep
09

Perbankan : Pemerintah Digugat 4 Triliun Karena Century

GB
Tim Pengacara Rakyat (TPR) mendaftarkan gugatan ke PN Jakarta Selatan.
Rabu 09/09/2009 16:25 WIB

Foto Bisnis

PemerintahDigugat4T

Fotografer – Herdaru Purnomo

TPR mendaftarkan gugatan tentang perbuatan melawan hukum oleh pemerintah RI dimana Menkeu, Gubernur BI, LPS dan Presiden RI harus bertanggung jawab. Mereka menggugat ganti rugi sebesar Rp 4 triliun karena bailout Bank Century Rp 6,7 triliun.

Foto Lain:

  • Fotolain
  • Fotolain
  • Fotolain
10
Sep
09

Iklim : BPPT Ciptakan Hujan Buatan di 17 Wilayah

BPPT Ciptakan Hujan Buatan di 17 Wilayah
Rabu, 2 September 2009 | 07:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk menghadapi dampak kekeringan akibat gejala El Nino tahun ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi menciptakan hujan buatan di 17 wilayah yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Jawa. Sebanyak tiga pesawat terbang jenis Cassa 100 dioperasikan untuk pelayanan teknologi modifikasi cuaca sebesar Rp 110 juta per hari ini.

”Hari ini sudah dimulai untuk wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat dengan tujuan memadamkan kebakaran lahan dan hutan. Di wilayah itu sekarang ada sekitar 100 titik panas yang terpantau satelit,” kata Heru Widodo dari Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (31/8).

Menurut Heru, wilayah Kalimantan disusul Sumatera, terutama kawasan Riau, merupakan wilayah prioritas untuk menciptakan hujan buatan. Tujuannya untuk memadamkan titik-titik panas yang muncul kembali akhir-akhir ini.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada awal pekan ini hujan di beberapa wilayah Indonesia berkurang karena masa Osilasi Madden-Julian (MJO), yang menimbulkan hujan, sudah lewat. Selama dua pekan sebelumnya dampak MJO mendatangkan hujan, terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera, memadamkan titik-titik panas yang ada.

Osilasi MJO ini memiliki periode berulang 40-50 hari khusus di kawasan Samudra Hindia. Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG Edvin Aldrian mengatakan, fenomena MJO akan menghilang ketika El Nino menguat. Pada November 2009 dan Januari 2010, El Nino diprediksikan menguat, dan awal musim hujan 2009-2010 diperkirakan akan mundur.

Pompa tenaga surya

Secara terpisah, Deputi Peningkatan Infrastruktur pada Kementerian Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Agus Dasuki mengatakan, untuk mengatasi kekeringan di beberapa wilayah, pada tahun 2009 ditargetkan akan ada pemasangan pompa tenaga surya. Dua lokasi dari 11 lokasi pemasangan adalah Kulon Progo (Yogyakarta) dan Wonogiri (Jawa Tengah). Lokasi-lokasi lainnya berada di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, kemudian di beberapa wilayah Sulawesi.

”Pemasangan pompa tenaga surya ini hanya sedikit, hanya bersifat stimulan supaya dapat diikuti pemerintah daerah ataupun pihak-pihak lainnya untuk mengatasi kelangkaan air pada musim kemarau,” kata Agus.

Alokasi anggaran untuk sistem pompa tenaga surya beserta sistem distribusinya, menurut Agus, menelan biaya sampai Rp 1 miliar. Pompa tenaga surya diharapkan bisa untuk menaikkan air dari kedalaman tanah maksimal 90 meter dan menyuplai air bersih 20-60 meter kubik per hari.

Selain pompa tenaga surya yang menggunakan teknologi pengeboran tanah dan pemompaan air tersebut, menurut Agus, institusinya juga menerapkan teknologi pengolahan air sungai. Kemudian dengan pompa pula, air itu didistribusikan kepada masyarakat.

”Program pengolahan air sungai menjadi air bersih hanya dilaksanakan di Sorong, Papua Barat. Ini juga sebagai stimulan bagi wilayah lainnya untuk mengatasi kelangkaan air bersih,” ujar Agus Dasuki. (NAW)

Sumber : Kompas Cetak

10
Sep
09

Khazanah : Rihla, Catatan Perjalanan Petualang Agung

Rihla, Catatan Agung

By Republika Newsroom
Rabu, 09 September 2009 pukul 08:28:00

Rihla, Catatan Perjalanan Petualang Agung

Rihla. Inilah salah satu  buku legendaris yang mengisahkan perjalanan seorang petualang agung bernama Ibnu Battuta pada 1325 hingga 1354 M. Sejatinya, Rihla bukanlah  judul buku, tetapi hanya menggambarkan sebuah genre. Judul asli dari buku yang ditulis Ibnu Batutta itu adalah Tuhfat al-Nuzzar fi Ghara’ib al-Amsar wa-’Aja’ib al-Asfar.

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, Tuntutlah ilmu walaupun hingga ke negeri Cina. Islam memerintahkan umatnya untuk mencari ilmu pengetahuan, hingga ke tempat yang jauh sekalipun.  Terinspirasi hadis itu, Ibnu Battuta pun melakukan perjalanan untuk mencari pengalaman dan ilmu pengetahuan dan membentuk konsep  al-Rihla fi Talab al-’Ilm (Perjalanan untuk Mendapatkan Ilmu Pengetahuan).

Ibnu Battuta menghabiskan waktu  hingga 30 tahun untuk berpetualang dari satu negeri ke negeri lainnya. Hampir seluruh dunia telah dijelajahinya, meliputi; Afrika Utara, Afrika Barat, Eropa Selatan, Eropa Utara, Timur Tengah, Benua Hindia, India, Asia Tengah, juga Cina.

Bahkan, perjalanan yang dicapai  Ibnu Battuta itu mampu melewati rekor perjalanan yang ditorehkan Marco Polo. Ibnu Battuta menuliskan pengalaman perjalanannya dengan luar biasa. Ia menorehkan  kisah perjalanannya meliputi aspek geografi, politik, kepribadian, sejarah,  alam,  serta adat lokal setempat.

Pada zaman dulu, orang-orang melakukan perjalanan hanya untuk membuat peta sebagai penunjuk rute terbaik naik haji. Namun Ibn Battuta melakukan perjalanan bukan hanya untuk membuat rute naik haji saja. Hal ini yang menyebabkan konteks perjalanan yang dilaluinya menjadi lebih luas.

Rihla sendiri bisa dibilang merupakan buku berisi ingatan tentang perjalanan Ibnu Battuta, karena sejumlah catatan sejarah menyebutkan bahwa dia tidak pernah mengeluarkan catatannya selama melakukan perjalanan. Bahkan yang meminta Ibnu Battuta untuk menuangkan pengalamannya itu ke dalam sebuah buku justru Sultan Marinid Fez.

Sang sultan menilai perjalanan Ibnu Battuta mengandung begitu banyak kisah dan pengalaman berharga yang patut dijadikan pelajaran. Buku Rihla bisa disebut sebagai sejarah oral,  karena Ibnu Battuta dalam menuangkan pengalamannya dalam buku itu dengan cara mendiktekannya kepada penyair yang bekerja di Kerajaan Sultan Marinid Fez.

Dia mendiktekan pengalaman yang ditempuhnya selama 30 tahun itu dalam waktu dua tahun lebih, hingga akhirnya menjadi sebuah buku yang utuh. Ibnu Juzayy merupakan seorang penulis yang memberikan petunjuk penulisan Rihla dan juga yang mengedit buku tersebut. Ibnu Juzzay dengan gayanya berupaya menjadikan Rihla sebagai sebuah buku berkualitas yang mudah dipahami pembacanya.

Sejumlah orientalis di negara-negara Barat memang agak meragukan sejumlah tempat yang benar-benar dikunjungi oleh Ibnu Battuta, seperti perjalanannya menuju Sungai Volga, dari New Sarai ke Bulgaria, perjalanannya ke Sana’a di Yaman, perjalanannya dari Balkh ke Bistam di Khurasan, perjalanannya berkeliling Anatolia, serta petualangannyake Cina. Meskipun sejumlah orientalis Barat menganggap beberapa cerita itu adalah fiksi, tetapi Rihla memberikan banyak keterangan penting berbagai tempat pada abad ke-14.

Ibnu Battuta dalam mengadakan perjalanan ke tempat-tempat yang dilaluinya mengalami beberapa kali gegar buadaya atau  culture shock. Alasannya, budaya lokal setempat sungguh jauh berbeda dengan latar belakang dirinya yang cenderung menganut Islam ortodoks.

Saat bertemu dengan orang-orang Turki dan Mongolia yang berubah menjadi Islam, dia sangat terpesona dengan cara perempuan dari kedua etnis itu  dalam bertingkah laku. Menurutnya mereka sopan sekali. Namun dia terlihat begitu terkejut waktu melihat perempuan di salah satu wilayah Afrika di sekitar gurun Sahara dan perempuan di pulau Maldives yang memakai pakaian yang begitu terbuka.

Dalam perjalanannya, Ibnu Battuta juga sering mendapatkan berbagai macam hadiah karena status sosialnya yang dianggap tinggi olah para penguasa di wilayah yang dikunjunginya. Selama berabad-abad, bukunya menimbulkan keragu-raguan.

Baru pada awal tahun 1800, bukunya dipublikasikan di Jerman dan Inggris berdasarkan sebuah manuskrip yang ditemukan di Timur Tengah yang berisi dengan versi Rihla karangan Ibn Juzayy dalam bahasa Arab dalam bentuk karangan pendek.

Ketika tentara Prancis menyerang Aljazair pada 1830, mereka juga menemukan lima buah manuskrip di Konstantin yang berisi  versi menyeluruh dari buku Rihla. Lalu naskah-naskah tentang Rihla tersebut dibawa ke Bibliotheque Nationale di Paris dan dipelajari sarjana Perancis, Charles Defremery dan Beniamino Sanguinetti.

Pada 1853, mereka menerbitkan seri dari empat jilid berisi teks arab, catatan ekstensif dan sebuah terjemahan ke dalam bahasa Prancis. Hasil penerjemahan Defremery dan Sanguinetti dicetak dalam teks sekarang dan diterjemahkan ke banyak bahasa lainnya. Berkat  Rihla, Ibnu Battuta menjadi tokoh terkenal hingga saat ini.

Rohla terdiri dari 13 bab. Setiap bab mengisahkan perjalanan Ibnu Batutta. Bab pertama dimulai kisah perjalanannya dari  Maroko melintasi Afrika Utara dan petualangannya di Mesir tahun 1326.  Bab kedua, menceritakan petualangannya ke Suriah dan Palestina serta perngalamannya menunaikan Haji pada 1326.

Dalam bab ketiga,  Ibnu Batutta menyampaikan pengalamannya menjelajahi Persia dan Irak pada 1327.  Pengalamannya menyusuri Lautan Arab dan Afrika Timur selama dua tahun, dari 1328 – 1330 dituangkannya dalam bab empat. Pada bab kelima, ia berkisah tentang pengalamannya di Anatolia (Turki) pada  1330 hingga 1331.

Bab keenam, diisi dengan kisah perjalanannya ke Asia Selatan. Pada bab ketujuh, ia menuturkan tentang pengalamannya dengan penguasa Dinasti Islam di Delhi, India pada 1334 – 1341. Pada bab delapan, ia mengisahkan keberhasilannya meloloskan diri dari Delhi dan sampai di Srilanka pada 1342.  Pada 1345-1346, Ibnu Batutta dalam bab kesemnilan Rihla mengisahkan perjalannya ke Cina dan Nusantara.

Pada bab kesepuluh, ia memaparkan perjalannya kembali ke kampung halamannya di Maroko. Pengalamannya pada 1349 hingga 1350, dituliskan dalam bab sebelas tentang perjalanannya ke Andalusia. Pada bab ke-12, dia berkisah tentang petualangannya ke Afrika Barat. Sedangkan, pada bab ketigabelas mengisahkan tentang proses penulisan  Rihla.

Jejak Sang Petualang

Ibnu Battuta adalah seorang petualang yang terkenal  dengan berbagai macam kisah perjalanannya mengelilingi dunia. Dia dilahirkan pada sebuah keluarga sarjana Hukum Islam di Tangier, Maroko, pada 25 Februari 1304. Saat itu, Maroko dikuasai kekuasan Dinasti Marinid.

Sebagai seorang pemuda sekaligus pelajar yang sangat berbakat, dia juga telah menyelesaikan studinya di sekolah Sunni Maliki yang mengajarkan perihal hukum Islam yang dominan di Afrika Utara, pada saat itu.

PadaJuni 1325, ketika Ibnu Battuta genap berusia dua puluh satu tahun, dia melakukan perjalanan dari kota kelahirannya dengan tujuan pergi melaksanakan ibadah haji menuju ke Tanah Suci Makkah. Perjalanan tersebut berlangsung selama 16 bulan, tetapi dia rupanya tidakmelihat Maroko selama 24 tahun.

Perjalanan Ibnu Battuta menuju Mekah dilakukan melalui jalan darat. Dia berjalan menyusuri pantai Afrika Utara, lalu menyeberangi wilayah kekuasaan  Kesultanan Abd al-Wadid dan Hafsid. Rutenya melewati Tlemcen, Bejaia dan kemudian ke Tunisia di mana dia tinggal di wilayah tersebut selama dua bulan.

Guna menghindari berbagai macam risiko kejahatan seperti diserang para perampok, dia memilih untuk melakukan perjalanan dengan sebuah kafilah. Sehingga banyak orang yang ikut menemani perjalanannya. Di Sfax, Ibnu Battuta menikah untuk yang pertama kalinya dari beberapa kali pernikahan yang dilakukannya dalam perjalanan yang panjang.

Pada awal musim semi 1326, setelah Ibnu Battuta melakukan perjalanan sejauh lebih dari 3.500 km, dia mengunjungi Pelabuhan Iskandariyah, yang merupakan bagian dari Kerajaan Mamluk Bahri. Dia menghabiskan beberapa pekan mengunjungi situs-situs yang terdapat di wilayah tersebut dan kemudian menuju pedalaman wilayah tersebut.

Lalu dia menuju Kairo, kota penting yang besar dan ibukota Dinasti Mamluk, di Kairo dia tinggal selama sekitar sebulan. Dalam wilayah Mamluk, perjalanan relatif aman. Secara umum, terdapat tiga rute umum yang biasanya digunakan dari Kairo menuju ke Makkah. Ibnu Battuta memilih rute perjalanan ke Nil, kemudian ke timur lewat darat ke pelabuhan Laut Merah Aydhab.

Namun, ketika mendekati kota, ia dipaksa untuk kembali ke Kairo karena pemberontakan lokal. Kembali ke Kairo, dia mengambil rute lain menuju Makkah. Dia juga menuju Damaskus dan  bertemu dengan seorang laki-laki suci selama perjalanan pertamanya. Dia mengatakan, Ibnu Battuta hanya akan mencapai Makkah, setelah melakukan perjalanan melalui Suriah.

Lantaran melalui Suriah, dia bisa mengunjungi tempat-tempat suci sepanjang rute Hebron, Yerusalem, dan Betlehem. Dinasti Mamluk juga memastikan keamanan perjalan bagi orang-orang yang naik haji. Ibnu Battuta menghabiskan bulan Ramadan di Damaskus, lalu bergabung dengan kafilah perjalanan dari Damaskus ke Madinah, tempat pemakaman Nabi Muhammad.

Setelah empat hari, dia melanjutkan perjalanan ke Makkah. Di sana ia menyelesaikan ritual ibadah haji. Setelah itu dia memutuskan pulang ke tanah kelahirannya. Setelah Ibn Battuta menyelesaikan buku Rihla pada tahun 1355, dia diangkat menjadi hakim di Maroko. Lalu dia meninggal di Maroko pada 1368. dya/taq

10
Sep
09

Nasionalisme : DepLu Sesalkan Sweeping atas Warga Malaysia

SweepingWargaMalaysia

By Republika Newsroom
Rabu, 09 September 2009 pukul 18:50:00

Deplu Sesalkan Sweeping atas Warga Malaysia WORDPRESS.COMINDONESIA

JAKARTA–Departemen Luar Negeri Indonesia menyesalkan aksi sweeping terhadap warga Malaysia di Indonesia. Tindakan ini dilakukan oleh beberapa orang di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.

“Deplu mengecam tindakan sweeping ini karena tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga membahayakan pencitraan Indonesia di mata dunia internasional,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Rabu (9/9). Menurut dia, masyarakat Indonesia seharusnya menyikapi isu klaim kebudayaan Indonesia oleh Malaysia dengan kepala dingin dan tidak mudah terpancing emosi.

“Lebih baik memakai jalur diplomasi dan perundingan agar semua masalah bisa diselesaikan dengan cara damai,” tuturnya. Faiza juga mengharapkan agar aksi serupa tidak terjadi lagi.

Sejumlah media Malaysia sendiri memberitakan “sweeping” atau penyisiran warga Malaysia dilakukan dengan menggunakan bambu runcing oleh sekelompok orang di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Diberitakan juga rumah kontrakan mahasiswa Malaysia di Yogyakarta dilempari telur busuk oleh sekelompok orang yang berdemonstrasi akibat pemberitaan pers Indonesia yang menuduh Malaysia mengklaim tari Pendet Malaysia.

Sementara itu, Harian Malaysia UMNO membuat berita dengan mewawancarai warga Indonesia dari Riau, Sumatera Utara, Dumai, dan Sulawesi yang mengatakan bahwa yang melakukan demo anti-Malaysia hanyalah segelintir orang. Oleh sebab itu, diharapkan hal itu tidak terlalu ditanggapi serius karena tidak mewakili sikap rakyat Indonesia secara keseluruhan.

Merespon hal ini, Menteri Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Rais Yatim, mengimbau agar pemerintah dan rakyat Malaysia tidak melakukan demonstrasi di KBRI Kuala Lumpur sebagai balasan demo di kedutaan Malaysia di Jakarta. “Walaupun bendera Malaysia dibakar,  kedutaan kami dilempari telur dan batu, kami tidak akan membalas terhadap kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur,” kata Rais Yatim didampingi Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar di Kuala Lumpur.

Dia menyatakan Malaysia tidak ingin membalas sweeping dengan aksi serupa di negaranya. Hal ini karena Malaysia ingin terus menjalin hubungan baik dengan Indonesia. ant/rif




Blog Stats

  • 2,409,327 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 135 other followers