Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



17
May
15

Kepemimpinan : Menebak Arah Sabda Sultan HB X

ina-flag

Menebak Arah Sabda Sultan HB X
Oleh: J Kristiadi

Salah satu karya monumental bangsa Indonesia dalam membangun tatanan kekuasaan yang berkedaulatan rakyat adalah memadukan antara demokrasi dan tradisi aristokrasi. Kedua fenomena yang secara filosofi berseberangan itu dapat membaur dalam wujud tata kelola pemerintahan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Menautkan perangkat nilai-nilai yang secara diametral bertentangan adalah tidak mudah. Diperlukan jiwa besar dan niat luhur semua pemangku kepentingan, terutama masyarakat sipil, untuk menyamakan persepsi sehingga melahirkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tugas berat tetapi mulia ini sebagian besar dipikul oleh Sultan Hamengku Bawono X sebagai tokoh sentral, baik karena kedudukan formalnya sebagai gubernur maupun posisinya sebagai raja. Dalam mengelola pemerintahan, Sultan HB X diharapkan dapat menyinergikan antara nilai-nilai adiluhung aristokrasi dan rasionalitas publik yang menjadi basis tatanan kekuasaan yang demokratis.

Tugas dan tanggung jawab tersebut di respons dengan sangat antusias oleh Sultan HB X sebagaimana dipaparkan dalam visi, misi, dan program calon gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2012-2017 pada Rapat Paripurna DPRD DIY, 21 september 2012. Intinya, Sultan HB X bertekad membangkitkan kembali Peradaban Unggul Yogyakarta dan Nusantara melalui Renaisans Budaya yang memuat landasan idiil-filosofis Hamemayu-Hayuning Bawono, yang secara konseptual mengatur harmoni hubungan dan tata laku antar-sesama rakyat, antara warga masyarakat dan lingkungan, serta antara insan dan Tuhan Yang Maha Pencipta dengan mengacu pada undang-undang yang berlaku.

Namun, memadukan tradisi aristokrasi dan demokrasi bukan urusan yang sederhana. Kendala utama adalah mengenai konsep dan sumber kekuasaan aristokrasi yang didasarkan atas ”wahyu” dan keturunan dengan konsep dan sumber kekuasaan demokrasi yang didasarkan ideologi sebagai hasil dari pemikiran yang rasional.

Oleh karena itu, agar asas demokrasi dan prinsip kedaulatan rakyat sejalan dengan nilai-nilai aristokrasi, Pasal 43 UU Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, menugaskan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY, antara lain, pertama, melakukan penyempurnaan dan penyesuaian peraturan di lingkungan (paugeran internal) kasultanan dan kadipaten. Kedua, mengumumkan kepada masyarakat hasil penyempurnaan dan penyesuaian peraturan itu.

Dalam melaksanakan tugas UU itu, Sultan HB X mengeluarkan sabda sebagai dhawuh kepada para kerabat keraton. Dalam perspektif tradisi keraton, dhawuh datang melalui bisikan (wangsit), dapat pula berupa sasmito (isyarat) dari para leluhur yang harus ditaati. Kemampuan menangkap dhawuh diperoleh sebagai hasil sinergi antara ketajaman intuisi, olah batin, dan olah rasa yang dilakukan terus-menerus. Oleh karena itu, sabda tidak dapat dibantah dan hanya dapat dilaksanakan serta tidak diperdebatkan, terlebih kalau melulu mengandalkan rasionalitas. Sabda tersebut adalah: (1) kata Buwono menjadi Bawono; (2) Gelar Khalifatullah dihilangkan; (3) kata kaping Sedoso diganti menjadi kaping Sepuluh; (4) Mengubah Perjanjian pendiri Mataram antara Ki Ageng Giring dan Ki Ageng Pemanahan; (5) menyempurnakan Keris Kiai Ageng Kopek dengan Kiai Ageng Joko Piturun.

Sementara itu, perspektif publik dan sementara anggota kerabat keraton melihat dari sisi rasional. Wajar jika sabda sulit mereka pahami dan memicu kontroversi. Sebagian publik khawatir sabda tersebut justru dapat memerosotkan wibawa keraton. Namun, tidak sedikit sepaham, sabda dianggap bagian dari reformasi paugeran keraton karena tuntutan modernisasi dan perintah UU.

Namun, yang lebih memprihatinkan beberapa adik Sultan HB X melakukan perlawanan meskipun hal itu dilakukan dengan sangat hati-hati dan santun. Mungkin mereka menganggap sabda Sultan HB X berkorelasi dengan suksesi internal keraton. Kecurigaan bertambah besar dosisnya setelah Sultan HB X mengganti nama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun menjadi GKR Mangkubumi. Secara tradisional sebutan tersebut diperuntukkan bagi ”Putra Mahkota”. Namun, Sultan XB X menegaskan dengan pergantian nama itu belum tentu putri sulungnya akan menggantikan dirinya.

Oleh karena itu, agar kontroversi sabda mereda dan tidak menjadi bola liar serta tidak menjadi tontonan yang tidak sedap bagi publik, seyogianya reformasi paugeran dilakukan secara terbuka dan melibatkan secara aktif para kerabat keraton. Masyarakat merasa malu kalau para panutannya yang berpegang tradisi keutamaan adiluhung bertengkar, terutama kalau memperebutkan kedudukan.

Agar reformasi paugeran yang merupakan bagian dari keistimewaan yang dilandasi oleh cita-cita mulia, para pemimpin hendaknya selalu mengingat pitutur luhur agar terbebas dari: (1) godaan mengejar pangkat untuk sarana memuas kekuasaan, klubuking iwak ing kedhung (menggeleparnya ikan di kolam); (2) harta kekayaan, kencringing ringgit (gemerincingnya uang ringgit), serta (3) godaan wanita, gebyaring wentis kuning (berkilaunya betis kuning).

Berbekal niat mulia serta ajaran luhur para leluhur serta waspada terhadap godaan di atas, arah reformasi paugeran akan menuju terwujudnya masyarakat yang berbudaya, sejahtera, makmur serta berkeadilan. []

Kompas, 12 Mei 2015
J Kristiadi, Peneliti Senior CSIS


17
May
15

Hukum Negara : Penyebar Isu Yang Rugikan Negara Bisa Dipidana

Jakarta45

http://nasional.kompas.com/read/2015/05/13/02053651/Penyebar.Isu.yang.Rugikan.Negara.Bisa.Dipidana

Penyebar Isu Yang Rugikan Negara Bisa Dipidana

Rabu, 13 Mei 2015 | 02:05 WIB

alt

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Pengamat pencucian uang, Yenti Garnasih.

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com– Pakar hukum tindak pidana pencucian uang Yenti Garnasih menyatakan penyebar isu korupsi proyek “Swap Mitratel” yang berdampak terhadap menurunnya nilai saham PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk, dapat dipenjarakan.

“Jika menyebarkan isu dan menimbulkan kerugian negara tidak bisa didiamkan (bisa diproses hukum),” kata Yenti saat dihubungi di Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Yenti mengungkapkan oknum yang menyebarkan isu hingga menyebabkan kerugian negara seperti kasus saham Telkom dapat dikenakan pasal berkaitan dengan “barang siapa yang menerbitkan sesuatu diduga menimbulkan keonaran saja bisa dipidana“.

Ahli hukum dari Universitas Trisakti itu mencontohkan Pemerintah Amerika Serikat dapat menghukum orang yang menyebarkan kebohongan hingga merugikan negara, bahkan dikenakan tindak pidana korupsi.

Berdasarkan kitab undang-undang hukum pidana (KUHP), Yenti menyatakan penyebar informasi tidak benar dapat dijerat penegak hukum.

“Apalagi ada pihak yang diuntungkan hingga menyebabkan saham Telkom turun,” ujar Yenti.

Sebelumnya, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi mengaku telah mengaudit proyek swap mitratel antara PT Telkom dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).

Achsanul menegaskan proses kerja sama tersebut berjalan normal dan tidak bermasalah maupun menimbulkan kerugian negara.

Achsanul mempermasalahkan pemberitaan negatif soal proses kerja sama itu yang dianggap negatif karena berdampak terhadap kerugian negara dengan menurunnya nilai saham Telkom.

Editor : Fidel Ali Permana
Sumber : Antara

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

17
May
15

Perekonomian : Inflasi dan Daya Beli Konsumen

KBP45

http://sinarharapan.co/news/read/150515054/keyakinan-konsumen-terus-turun

Keyakinan Konsumen Terus Turun

Terdengar menggelikan ketika dalam situasi seperti ini pemerintah justru menaikkan target penerimaan pajaknya 43 persen.

15 Mei 2015 18:52 Editorial dibaca: 164

inShare

Ist / Dok

Inflasi dan daya beli konsumen.

SENTIMEN negatif mulai menjalar di kalangan konsumen, yang memengaruhi optimisme mereka, dalam memandang perkembangan ekonomi ke depan. Indikator itu tidak bisa dipandang sebelah mata karena bisa makin berkembang dan berubah menjadi pesimisme yang meluas.
Penurunan keyakinan konsumen tersebut tercermin dari hasil survei yang dilakukan bank Indonesia (BI). Dalam publikasinya pekan lalu, BI mencatat penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) pada April 2015, sebanyak 9,5 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan IKK tersebut berlanjut dari bulan Maret, namun angkanya lebih besar. Pada Maret, tercatat penurunan IKK sebesar 3,3 poin.

Pelemahan tersebut berkaitan dengan kedua komponen pembentuknya, yaitu Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) saat ini dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK),  yang masing-masing turun 8,6 poin dan 10,3 poin dari bulan sebelumnya. Hal yang lebih mengejutkan adalah bertambah luasnya sebaran kota-kota yang mengelami penurunan IKK, yang kini menjadi 16 kota.
Hasil survei ini mengindikasikan melemahnya optimisme konsumen kita, terhadap keberhasilan pemerintah menangani berbagai masalah ekonomi karena pendekatan yang dilakukan kurang berhasil. Tentu saja kita tidak menginginkan melemahnya sikap optimistis itu meluas karena bisa berubah menjadi apatisme dan penurunan kepercayaan terhadap pemerintah.
Namun, data itu memperkuat hasil temuan dan indikator yang terpapar sebelumnya, seperti penurunan indeks manufaktur yang terus turun selama beberapa bulan terakhir. Data yang lebih mengejutkan adalah kegagalan kita mencapai target pertumbuhan ekonomi, yang ternyata hanya 4,7 persen, jauh di bawah sasaran kuartal pertama tahun ini.
Meski pemerintah masih optimistis akan terjadi dorongan kinerja ekonomi mulai kuartal II, banyak kalangan masih menyangsikannya karena beberapa persoalan mendasar belum bisa dikelola dengan baik. Pemerintah masih belum mampu menggenjot anggarannya untuk membiayai pos-pos prioritasnya, karena penerimaan pajaknya juga tidak mencapai target. Ditambah neraca transaksi berjalan yang masih terus defisit, belum terlihat faktor pendongkrak pertumbuhan yang akan memperbaiki kinerja dalam kuartal ini.
Kita justru patut mempertanyakan kinerja pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi, yang tampaknya tidak memiliki arah dan program yang jelas. Setelah tahun lalu gagal mencapai sasaran pertumbuhan ekonomi, mestinya pemerintah melakukan terobosan dan koreksi agar trend penurunan bisa dihentikan. Hal ini tidak bisa dilakukan hanya dengan gebrakan-gebrakan yang sporadis, tetapi melalui perencanaan yang berkelanjutan.
Kita memang mencatat ada terobosan dalam kebijakan investasi dengan memudahkan dan mempercepat proses perizinan, namun masih harus ditunggu bagaimana realisasinya di lapangan. Selain itu, aplikasi investasi sering mengecoh karena angkanya sangat besar namun pelaksanaan lambat. Hal itu terbukti dari besarnya proyek-proyek yang mangkrak, bahkan menurut data BKPM beberapa waktu lalu, berbagai proyek yang nilai keseluruhan mencapai Rp 1.000 triliun, tak jelas pelaporannya berlanjut atau tidak.
Maka bila berbagai data dan indikator okonomi tidak menggembirakan, jangan disikapi secara biasa-biasa saja. Itu semestinya dipersepsi sebagai sinyal negatif yang harus diwaspadai. Pemerintah harus lebih berhati-hati dalam menetapkan kebijakannya agar tidak berdampak negatif terjadap dunia usaha. Salah satu contoh sederhana bisa dikemukakan di sini, misalnya pelarangan rapat di hotel bagi PNS, ternyata memukul bisnis perhotelan serta perbankan yang selama ini mengucurkan kredit kepada pengusaha perhotelan.
Kita juga mencatat keluhan Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI) mengenai dampak pelarangan transhipment di laut. Secara jangka panjang bisa saja kebijakan tersebut berdampak positif, yaitu terpeliharanya populasi ikan di perairan kita. Namun, kita juga harus mendengarkan keluhan pengusaha, misalnya perkiraan ATLI, bahwa akibat kebijakan tersebut terdapat enam dari 13 Unit Pengolahan Ikan berbasis tuna akan kesulitan bahan baku, kecuali memenuhinya dari impor.
Kiranya kita patut memperhatikan catatan lapangan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), yang memperlihatkan pelambatan kegiatan bisnis hampir di semua sektor riil. Ia mengatakan situasi tersebut membuat para pengusaha khawatir. Bahkan di industri otomotif, sektor yang menjadi andalan Indonesia itu ikut turun 20 persen, sektor perhotelan turun 40 persen, dan industri makanan-minuman juga turun 10 persen.
Terdengar menggelikan ketika dalam situasi seperti ini pemerintah justru menaikkan target penerimaan pajaknya 43 persen.

“Kami setuju ambisi besar itu, tapi langkahnya seperti apa. Saya sudah sampaikan, target pajak itu tak masuk akal,” kata Ketua Apindo, Haryadi B Sukamdani, beberapa waktu lalu.
Kita meminta pemerintah melakukan melakukan langkah-langkah tepat untuk mendorong iklim usaha tetap bergairah, ekonomi tumbuh, sekaligus menjaga agar tidak terkontraksi. Banyak hal harus dilakukan untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif, termasuk pentingnya menjaga stabilitas politik dan kepastian hukum.

Bila salah pengelolaan, momentum bisa lepas dan rakyat juga yang menanggung bebannya.

Kita harus menjaga agar kepercayaan konsumen tetap tinggi dan ekspektasi mereka pun optimistis. Naik-turunnya kepercayaan konsumen berpengaruh terhadap belanja masyarakat, yang berdampak lebih jauh ke pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus mampu merebut kembali kepercayaan konsumen, melalui kerja keras dan kesediaan berkorban lebih besar. (*)
Sumber : Sinar Harapan

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

17
May
15

Infrastruktur : Jakarta Gawat Darurat LaLin Macet

Jakarta Gawat Darurat LaLin Macet
Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Jakarta, Obsessionnews – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014 tersisa lebih dari 40% sehingga boleh jadi proyek-proyek prasarana jalan dan jembatan seperti Mass Rapid Transportation dan Jalan Layang kini di 2015 digeber serentak.

“Dampaknya yang kini terasa adalah lalulintas kota terjebak macet berat apalagi kalau ada kecelakaan lalulintas berat, even-even internasional dan vooriijder pejabat tinggi,” ungkap Koordinator Infrastructural Watch Indonesia (IWI) Dr Ir Pandji R Hadinoto MH kepada Obsessionnews, Senin (11/5/2015).

macet

Pandji Hadinoto menegaskan, kemacetan lalulintas kota itu terjadi karena banyak ‘bootlenecks’ akibat 3-4 jalur jalan tersempitkan jadi 1-2 jalur jalan saja tanpa ketersediaan jalur pengganti sementara.

“Hal ketiadaan jalur pengganti sementara ini seharusnya tidak perlu terjadi bila saja dipersiapkan terlebih dahulu berdasarkan studi kelayakan lingkungan konstruksi yang baik,” tandas mantan Aktivis ITB ini.

macet jakarta

Yang jelas, lanjut Pandji, dampak kemacetan lalulintas berat itu adalah peningkatan drastis konsumsi bahan bakar minyak yang sia-sia alias pemborosan struktural, dan hal ini pasti bertentangan dengan politik penghematan bahan bakar minyak.

“Bahkan justru turut meningkatkan boroskan devisa negara padahal pembiayaan proyek-proyek infrastruktur membutuhkan pendanaan yang signifikan,” ungkapnya.

“Kontroversi ini, masih bisa diminimalisir asalkan ada niat politik paralel dilakukan segera konstruksi tambahan berupa jalur-jalur pengganti sementara dengan menggeser trotoar, utilitas telepon dan tiang listrik, serta menebang pohon-pohon pelindung kota,” tutur Pandji. (Asma)

17
May
15

PusKesMas : Begini Cara Mencegah Batu Ginjal

Logo Mapindo

http://ambonekspres.com/2015/05/13/begini-cara-mencegah-batu-ginjal/

13 May, 2015

Kesehatan

Begini Cara Mencegah Batu Ginjal

Semua orang pasti ingin terhindar dari penyakit batu ginjal. Pasalnya, batu ginjal sangat berbahaya bagi kesehatan. Ketika batu ginjal membesar dan terjebak di saluran kemih, hal itu bisa menyebabkan sakit parah, membatasi aliran urin dan berpotensi menyebabkan infeksi, Berikut tips mencegah batu ginjal

  1. Tetap terhidrasi

“Penyebab terbesar dari batu ginjal adalah dehidrasi. Mineral dari makanan yang kita makan, seperti kalsium, oxylate, fosfat atau asam urat, mengkristal ketika tidak ada cukup cairan dalam tubuh untuk mencairkan mereka,” kata direktur endourologi, Dr. Julio Davalos, seperti dilansir laman Fox News, Senin (11/5).

Pasien dengan riwayat batu ginjal perlu mengonsumsi sekitar tiga liter cairan setiap harinya, sebaiknya air putih. Urine yang berwarna gelap merupakan tanda dehidrasi dan pasien yang sehat menghasilkan sekitar setengah galon urin setiap hari.

  1. Mengurangi garam
    Diet tinggi natrium bisa memicu batu ginjal karena meningkatkan jumlah kalsium dalam urin Anda. Jika Anda memiliki sejarah batu ginjal, sebaiknya menjaga asupan natrium kurang dari 1.500 mg per hari dengan menghilangkan makanan olahan dan menghindari menggunakan garam meja saat makan.
  2. Kalsium
    Davalos mengatakan, salah satu mitos terbesar tentang batu ginjal adalah terlalu banyak susu, seperti susu, keju dan es krim. Meskipun sebagian besar batu ginjal disebabkan oleh kalsium, Anda tidak harus menghilangkan kalsium dari diet.

Menurut rekomendasi dari National Institutes of Health, orang dewasa yang sehat harus mengonsumsi 1.000 sampai 1.300 mg kalsium per hari. Namun, jika Anda memiliki riwayat batu ginjal, dokter mungkin merekomendasikan asupan kalsium hanya sekitar 800 mg.

  1. Protein
    Makan diet tinggi protein hewani seperti daging merah, unggas dan telur bisa meningkatkan tingkat asam urat dalam tubuh, yang telah terbukti bisa menyebabkan batu ginjal. Makanan ini juga mengurangi sitrat, zat kimia dalam urin yang membantu mencegah batu dari pembentukan. (fny/jpnn)

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

http://www.beritasatu.com/kesehatan/273961-5-makanan-ini-bikin-berat-badan-naik.html

Kamis, 14 Mei 2015 | 16:06

5 Makanan Ini Bikin Berat Badan Naik

Ikan Salmon

Ikan Salmon (Fitsugar)

Saat sebagian orang terobsesi menurunkan berat badan, sebagian yang lain sibuk melakukan hal sebaliknya. Mereka ingin punya tubuh yang lebih berisi.

Jangan dikira menaikkan berat badan lebih mudah. Nia, remaja 19 tahun, sudah mencoba segala cara. Namun, bobotnya masih tetap di angka 42 kilogram.

Enggak tahu ya apa yang salah. Rasanya saya sudah makan yang banyak, tidur cukup, tapi masih saja kurus,” katanya kepada Beritasatu.com, Kamis (14/5).

Bagi Anda yang memiliki masalah serupa, tak ada salahnya mulai rutin mengonsumsi beberapa jenis makanan berikut.

  1. Ikan salmon
    Ikan ini mengandung protein dalam jumlah yang tinggi. Makan dua porsi salmon sehari dapat membantu menaikkan berat badan.
  2. Selai kacang
    Kandungan 192 kalori di dalamnya membuat nutrisi tubuh tercukupi. Apalagi, selai kacang juga kaya protein yang mampu menguatkan massa otot.
  3. Telur rebus
    Telur mengandung protein, vitamin, dan zat gizi lengkap yang diperlukan bagi tubuh. Anda yang ingin lebih berisi, konsumsi sedikitnya dua butir telur sehari.
  4. Pisang
    Konsumsi pisang tiga kali sehari dipercaya meningkatkan berat badan dalam waktu yang cepat.
  5. Dada ayam
    Bagian dada adalah yang paling sehat dari ayam. Bagian ini memiliki kandungan lemak yang tidak berbahaya bagi sel tubuh.

Firda Puri Agustine/FIR

Times of India

+++++

http://www.beritasatu.com/kesehatan/273930-4-jenis-lemak-pada-makanan-yang-perlu-anda-tahu.html

Kamis, 14 Mei 2015 | 12:04

4 Jenis Lemak pada Makanan yang Perlu Anda Tahu

Ilustrasi makanan berlemak

Ilustrasi makanan berlemak (Istimewa)

Jakarta – Tidak semua lemak yang dikonsumsi dapat meningkatkan kolesterol ‘jahat’ di dalam darah. Ada juga yang justru bisa menurunkan kolesterol ‘jahat’ dan meningkatkan kolesterol ‘baik’.

Menurut Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Fiastuti Witjaksono, efek yang ditimbulkan dari lemak tersebut sangat bergantung pada jenis lemak serta cara pengolahannya.

“Lemak itu tidak hanya yang berbentuk cair seperti minyak, tapi juga berbentuk padat seperti daging merah atau kuning telor,” kata Fiastuti di Jakarta, baru-baru ini.

Ada empat jenis lemak dengan fungsi yang berbeda-beda. Pertama adalah lemak jenuh yang banyak terdapat pada minyak kelapa, minyak kelapa sawit, lemak hewani, kulit ayam, serta produk susu full cream.

“Asupan lemak jenuh harus kurang dari tujuh persen dari kalori total perhari. Karena jenis lemak ini dapat meningkatkan kolesterol total dan kolesterol jahat,” ujarnya.

Kedua adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada kacang-kacangan, buah zaitun, alpukat, minyak kanola, minyak zaitun, serta minyak jagung. “Lemak ini berfungsi menurunkan kolesterol jahat dan membantuk meningkatkan kolesterol baik,” katanya.

Ketiga, lemak trans yang terbentuk akibat proses hidrogenasi (pemanasan dengan hidrogen pada suhu tinggi untuk membekukan minyak). Lemak ini terjadi pada proses perubahan dari cair ke padat untuk membuat minyak jadi lebih awet.

Lemak trans sering dijumpai pada margarin, salad dressing, crakers, dan fast food. “Walaupun bisa memberikan rasa, namun jenis lemak ini juga bisa meningkatkan kolesterol jahat,” ujarnya.

Jenis lemak keempat adalah kolesterol yang sering dijumpai pada lemak daging, unggas, kuning telur, jeroan, udang, dan cumi. Kolesterol merupakan bagian dari sel dan berfungsi untuk membentuk vitamin D serta hormon.

Berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan, seluruh jenis lemak tersebut hanya boleh dikonsumsi sebanyak 67 gram atau lima lima sendok makan per hari. Namun, konsumsinya juga tidak boleh kurang karena lemak sebetulnya memiliki fungsi sebagai cadangan energi serta sebagai bantalan dan pelindung berbagai organ penting.

“Lemak sangat dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan vitamin A, D, E dan K,” katanya.

Herman/FIR

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

Kesehatan & Seksualitas
Cegah Kanker dengan Rajin Bersihkan Rumah
 
Danar Widiyanto | Selasa, 12 Mei 2015 | 22:11 WIB |
FAKTOR gaya hidup seperti malas gerak dan merokok bisa menghancurkan beberapa kehidupan Anda. Seperti diagnosis kanker.
Namun, masih ada banyak langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk melawan kanker dan mengurangi risiko penyakit mematikan. World Cancer Research Fund pun membuat daftar perubahan sehari-hari yang secara dramatis dapat membantu mencegah risiko tersebut.
Beberapa rekomendasi mereka, mulai dari memilih jenis makanan ringan, memilih rempah-rempah daripada garam, bahkan seperti lebih banyak melakukan pekerjaan rumah tangga untuk membantu mencegah kanker. Berikut penjelasannya, seperti dilansir dari Dailymail, Selasa (12/5/2015).
Melakukan pekerjaan rumah tangga
Bahkan kebiasaan sederhana seperti menyapu dan mengepel lantai dapat mencegah kanker. Penelitian menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik, berperan langsung dalam mencegah kanker seperti kanker usus besar dan payudara.
Meski penelitian lebih lanjut masih dilakukan, sejauh ini ilmuwan menemukan bahwa aktivitas fisik mengurangi risiko kanker dengan menjaga kadar hormon tetap sehat.
Mengunyah wortel lebih banyak
Tidak ada yang salah dengan mengemil, terlebih bila pilihan yang dipilih benar. Makan 100 kalori lebih dari yang dibutuhkan setiap hari saja dapat menyumbang kenaikan berat badan hingga lima kilogram setiap tahunnya.
Seperti yang kita ketahui, memiliki berat badan berlebih atau obesitas berhubungan dengan 10 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, dan liver. Untuk mencegah obesitas Anda tidak perlu melupakan camilan, tinggal memilih camilan sehat seperti wortel.
Ganti garam dengan rempah-rempah
Makan terlalu banyak makanan mengandung garam dapat meningkatkan tekanan darah, juga risiko kanker lambung. Para ilmuwan percaya ini karena garam dapat merusak dinding lambung. Peneliti menyarankan agar kita lebih memilih rempah-rempah sebagai bumbu untuk menambah rasa.
Bawang, lemon, lada hitam, cabai bubuk, jahe, dan rempah herbal lainnya bisa Anda tambahkan untuk menambah rasa pada masakan dengan cepat dan mudah.
Makan hanya sayuran sekali seminggu
Telah ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa makan daging merah meningkatkan risiko kanker usus besar. Haem atau zat yang memberi warna merah pada daging dikatakan bisa merusak dinding usus besar.
Saat daging merah ini disajikan bersama konsumsi rokok, tambahan garam, atau bahan pengawet lainnya, senyawa penyebab kanker dapat terbentuk. Satu cara untuk mencegah ini adalah dengan mencoba sehari diet tanpa daging merah, gantikan dengan ikan atau cobalah menjadi vegetarian. (*)
04
May
15

Kenegarawanan : Politik Karakter Sumber Daya Manusia

Politik Karakter Sumber Daya Manusia
Minggu, 03 Mei 2015 – 01:02 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
POLITIK KARAKTER SUMBER DAYA MANUSIA

Di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015 ini, semakin disadari bahwa Sumber Daya Manusia diakui jadi faktor kunci bagi pemberdayaan Sumber-sumber Daya Alam dan kiprah Poliitik, Ekonomi, Sosial Budaya, Pertahanan Keamanan bertujuan kelola pembangunan masyarakat, bangsa dan negara, apalagi menuju Bonus Demografi 2030 kearah Indonesia Jaya 2045.

Oleh karena itulah manusia berkepentingan Mengenal Jati Diri sebagaimana sabda Rasulallah “Man `Arafa Nafsahu Faqad Arafa Rabbhu” yang artinya Kenalilah Dirimu agar engkau mengenal Tuhanmu.

Salah satu metoda Kenalilah Dirimu itu adalah seperti Petunjuk Karakter Pribadi Insani dari Al Qur`an, temuan alm Lukman AQ Sumabrata yakni Karakter Diri Dibalik Juz Al Qur`an yang dideskripsi sebagai berikut :

JUZ 1 Melayani dan dilayani

JUZ 2 Jaga penampilan dan temperamental

JUZ 3 Pandai berargumen dan bijaksana mengambil keputusan

JUZ 4 Realistis dan perayu

JUZ 5 Feminin dan suka mengungkit

JUZ 6 Pandai memanjakan orang dan susah diatur

JUZ 7 Solidaritas tinggi dan pendendam sejati

JUZ 8 Konsekuen dan bicara seenaknya

JUZ 9 Berempati tinggi dan bicara seenaknya

JUZ10 Tidak Ceroboh dan materialistik

JUZ11 Mudah terpengaruh dan mudah bergaul

JUZ12 Pandai menyimpan rahasia dan merasa paling bisa

JUZ13 Teguh pendirian dan susah menerima nasihat

JUZ14 Keras kepala namun peduli sesama

JUZ15 Selalu optimis dan pemberontak

JUZ16 Sabar, mandiri, tertutup dan pendendam

JUZ17 Perfeksionis, berani tampil beda dan suka memaksakan keinginan

JUZ18 Gemar menolong, tulus, jeli melihat kesalahan dan banyak pertimbangan

JUZ19 Suka berkomentar dan tak kenal kata menyerah

JUZ20 Ngeyel, mudah panik, sangat komitmen dan jeli menangkap peluang

JUZ21 Arogan tapi sabar, tak mau mengalah tapi bijaksana

JUZ22 Ingin selalu menonjol, susah meninggalkan masa lalu, optimis dan kreatif

JUZ23 Manja, libido tinggi, konseptual dan komunikatif

JUZ24 Gemar mencela, membentuk orang sesuai keinginannya, peduli sesama, tegas dan pantang menarik omongan

JUZ25 Cinta keindahan, negosiator handal, namun egois dan pandai berkelit

JUZ26 Cermat konsisten namun kaku dan tak mau mengalah

JUZ27 Ulet, mandiri namun sombong dan sulit memaafkan

JUZ28 Egois, materialistis, suka mengatur tapi tak mau diatur, disiplin, tegas dan tak mudah putus asa

JUZ29 Jagonya strategi, gemar menolong, suka memaksakan diri dan ingin menang sendiri

JUZ30 Pandai memahami orang lain, dinamis, ingin menang sendiri dan merasa paling benar.

Selain Kenalilah Diri diatas yang sebenarnya strategis bagi ide Revolusi Mental yang dilontarkan Presiden JokoWi pada tahun 2014, tampaknya masih perlu juga adanya pendampingan oleh Revolusi Karakter Bangsa menurut pemikiran M Soeparno [ISBN 929-161-567-6, Januari 2006] yang beridealisasi capaian sebagai berikut :

1) Bangsa Indonesia adalah manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, patuh kepada hukum, perundang-undangan serta peraturan yang berlaku;

2) Bangsa Indonesia adalah manusia yang bangga sebagai warga negara Indonesia serta mencintai Tanah Air dan Bangsanya, berbudi pekerti baik, siap membela negara dan bangsa demi tegaknya negara Republik Indonesia;

3) Bangsa Indonesia didalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa adalah manusia yang memiliki jiwa kebersamaaan, gotong royong, toleransi serta anti segala bentuk kekerasan;

4) Bangsa Indonesia adalah manusia yang berbadan sehat, bersih, hemat, jujur, tertib, cermat, rajin, tepat waktu serta berdisiplin tinggi;

5) Bangsa Indonesia adalah manusia yang memiliki kemauan belajar dengan jangkauan masa depan, penuh inisiatif, kreativitas, inovasi yang dilandasi dedikasi yang tinggi demi kemajuan, pengabdian dan manfaat bagi kehidupan dirinya, bangsa dan negaranya serta umat manusia.

Pendampingan itu beralasan merujuk QS An-Nisa 9 yaitu “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang (bangsa) yang meninggalkan di belakang mereka anak-anak (generasi) yang lemah yang mereka khawatirkan kesejahteraannya (lahir dan batin) Maka hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”

Dengan pendampingan ini diharapkan Revolusi Mental tidak berganti makna jadi Revolusi “mental” (bouncing) kearah pro degradasi karakter bangsa seperti yang kini malah terindikasi di banyak tayangan layar kaca dan terberitakan di media-media cetak dan sosial elektronik.

Rekomendasi langkah pendampingan lain adalah memperbanyak pelantunan Hymne Pramuka yakni “Kami PRAMUKA Indonesia, Manusia Pancasila, Satyaku kudharmakan, Dharmaku kubaktikan, Agar jaya Indonesia, Indonesia tanah air ku, Kami jadi PANDUMU” di berbagai agenda kepemudaan, selain gerakan SAVE INDONESIA budayakan  http://m.edisinews.com/berita-piagam-karakter-pandu-indonesia.html.

Salam 5 Jari, Salam Pancasila

Jakarta, 2 Mei 2015

Pandji R Hadinoto, KBP45 KelBes Pejoang45

Pembudaya Jiwa Semangat Nilai-nilai 45
Pengamal Pancasila Tap MPRRI XVIII/1998
Editor www.jakarta45.wordpress.com

BERITA LAINNYA
Pendidikan Karakter dan Bonus Demografi
Oleh: A. Helmy Faishal Zaini

2015 Indonesia mulai menapaki tahun bonus demografi. Tahun yang dinanti-nanti. Sebab pada momentum inilah Indonesia tidak boleh alpa. Bonus demografi bisa berari berkah jika kita berhasil mengelolanya, namun juga sebaliknya, ia bisa bisa bermakna bencana jika kita tidak berhasil maramu dan menghadapinya, sebagaimana yang terjadi pada Afrika selatan dalam kurun waktu 1960-2000.

Bonus demografi adalah momentum di saat 100 orang yang berusia produktif (15-16 tahun) menanggung kurang dari 50 orang dengan usia yang sudah tidak produktif. Di Indonesia sendiri diperkirakan mengalami puncak momentum bonus demografi pada kurun tahun 2028-2031. Pada kurun tahun itu 100 orang usia produktif menaggung 4,9 orang dengan usia tidak produktif lagi.

Setidaknya, ada tiga syarat utama untuk memeroleh keberkahan bonus demografi, yakni dengan cara investasi di bidang pendidikan, kesehatan, dan juga lapangan kerja. Ketiga aspek tersebut sesungguhnya adalah aspek primer yang menjadi basic need kehidupan sehari-hari manusia.

Pada tulisan singkat ini saya ingin berkonsentrasi pada bidang pendidikan dalam bingkai merespon bonus demografi. Sebab, bagaimanapun juga pendidikan adalah tulang punggung utama serta tonggak kemajuan sebuah bangsa.

Sampai saat ini pendidikan memang sudah mendapat alokasi 20 persen dana APBN. Alokasi anggaran yang bisa dibilang lumayan. Namun, dengan besaran dana seperti itu tidak berarti langsung menjamin meningkatnya kualitas pendidikan kita. Ada banyak persoalan yang masih menghiasi dunia pendidikan. Terutama sekali adalah soal implementasi pendidikan karakter.

Sebagaimana diamanatkan oleh tujuan pendidikan nasional yang dituangkan dalam UU no 20 tahun 2003 bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didikagar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkahlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dari tujuan yang panjang tersebut sesungguhnya bisa kita sarikan dan ringkas, secara herarkis menurut saya, menjadi tiga tujuan besar saja yakni: berimlu, bertkwa, dan juga berakhlak mulia. Adapun selain ketiga sifat dan sikap di atas, sesungguhnya hanya merupakan derivat dari sikap fundamental yang tiga itu saja.

Lalu apakah peserta didik kita hari ini sudah mampu memenuhi ketiga kriteria yang termaktub dalam tujuan pendidikan nasional tersebut? Pertanyaan ini penting kita urai untuk bisa mengukur tingkat keberhasilan tujuan pendidikan dan untuk lebih jauh lagi dalam rangka merespon bonus demografi.

Pertama aspek ilmu. Aspek ini menurut saya merupakan motif utama tujuan orang dalam menempuh pendidikan. Ilmu yang saya maksud di sini bukanlah dalam pengertian ilmu pengetahuan, namun lebih dari itu ilmu yang merupakan “kelanjutan sikap” yang didasarkan pada pengetahuan itu sendiri.

Katakanlah sebagai ilustrasi, untuk sebilah pedang, data mengenai bahan pembuatan, tahun pembuatan, tingkat ketebalan serta siapa saja yang pernah terhunus olehnya adalah pengetahuan yang berisi seperangkat data mengenai pedang itu sendiri. Adapun ilmu adalah tindakan atas pedang yang diambil oleh seorang yang berpengetahuan tadi. Pedang tersebut mau bermanfaat atau bermudarat, tergantung ilmu yang dimiliki oleh pemilik pedangnyanya.

Persoalnnya kemudian adalah nyatanya sampai hari ini kita masih kabur dalam mendefnisikan apa yang dimaksud dengan ilmu itu sendiri. Hal itu terbukti dengan misalnya ukuran pintar dan tidaknya peserta didik dalam dunia pendidikan hari ini masih menggunakan penilaian yang sifatnya pengukur pengatuan, bukan ilmu. Labih dominan mengukur kognisi dibandingkan afeksi atau bahkan psikomotor.

Kealpaan dalam memaknai ilmu yang hanya diartikan sebagai sebatas pengetahuan tersebut membuat fenomena yang kita temukan hari ini yang melanda peserta didik menjadi lumrah adanya. Corat-corat, pesta bikini, dan juga sejumlah tindakan dekaden lainnya.

Kedua pada aspek ketakwaan. Istilah takwa dalam kamus diartikan sebagai terpeliharanya diri untuk tetap taat melaksanakan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya (KBBI: 2008). Beralaskan dari pengertian tersebut bisa dikatakan bahwa perwujudan takwa adalah sikap ketertundukan dalam menjalankan peritah Tuhan dan menjauhi segala larangan. Artinya takwa adalah dimensi afeksi dan psikomotor.

Parameter untuk mengukur sikap ketakwaan seorang sesungguhnya bisa dilihat dari sikap dan perilakunya (akhlak mulia). Bagaimanapun juga akhlak mulia, yang merupakan keturunan sah dari sikap ketakwaan adalah alat yang paling sah untuk mengukur sikap ketakwaan.

Urgensi Pendidikan Karakter

Banyak persoalan yang harus segera kita selesaikan dalam rangka menyembut momentum bonus demografi terutama dalam bidang akhlak dan perilaku ini. Nah pada momen seperti inilah sesungguhnya kita menyadari betapa pentingnya pendidikan karakter.

Thomas Lickona (2013) dalam Educating for Character mengatakan bahwa pendidikan karakter bertujuan agar peserta didik memiliki moral action, bukan hafalan definisi tentang moral, namun lebih kepada tentang bagaimana nilai moral tersebut muncul dalam perilaku. Untuk mencapai tahapan moral action peserta didik harus melewati tahapan moral knowing (pengethauan akan moral) dan moral feeling (kedasaran akan moral) terdahulu.

Lebih jauh ia juga mengatakan bahwa setidaknya ada lima tanda kehancuran sebuah bangsa yang berdampak pada karakter peserta didik. Pertama, meningkatnya kekerasan di kalangan remaja. Kedua, penggunaaan bahasa dan kata-kata yang buruk. Ketiga, pedoman moral baik dan buruk semakin kabur. Keempat, etos kerja menurun. Kelima, ketidakjujuran dan rasa saling curiga antara sesama semakin membudaya.

Lima tanda yang diungkapkan oleh Lickona tersebut sampai hari ini masih banyak kita temui menghiasi dunia pendidikan Indonesia. Oleh karenanya dalam momentum menyambut bonus demografi ini revitalisasi pendidikan karakter adalah persoalan yang tidak bisa dikesampingkan adanya jika kita tidak ingin keberkahan bonus demografi ini menjadi sesuatu yang sia-sia belaka atau bahkan malah menjadi bencana. []

A. Helmy Faishal Zaini, Ketua Fraksi PKB DPR dan Anggota Komisi X DPR

Situasi Ekonomi-Politik Kini Kacau, ARM Se-Indonesia Akan Bergerak!
Rabu, 11 Maret 2015 – 09:14 WIB

Jakarta – Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Moh Jumhur Hidayat menilai dalam beberapa waktu terakhir ini, keadaan ekonomi politik Indonesia terasa semakin tidak menentu sehigga kurang memberi harapan perbaikan ke depan.

“Bahkan sebaliknya, semakin menimbulkan kekhawatiran berupa gejolak politik akibat sengketa berlarut beberapa partai politik (parpol) serta ‘marahnya’ rakyat dan civil society akibat naiknya harga-harga dan berkurangnya rasa aman, serta berlarutnya konflik KPK-Polri,” paparnya di Jakarta, Selasa (10/3/2015).

Bahkan, lanjutnya, pihak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan klaim 67% Koalisi Merah Putih di DPR akan segera mengadakan hak angket yang bisa berujung pada “Jatuhnya Presiden Jokowi”.

“Tentunya ini bukan peristiwa biasa dan oleh karena itu para pimpinan gerakan ARM baik di pusat maupun di daerah agar terus mencermati keadaan, berkonsolidasi internal dan mengintensifkan komuniasi dengan segenap kekuatan rakyat,” tegas Jumhur yang juga aktivis gerakan buruh.

Sehubungan dengan hal ini pula, lanjut Jumhur, dirinya ingin manyampaikan bahwa perjuangan ARM adalah perjuangan bersama rakyat. “Karena itu kita harus lebih wapada dan benar-benar mendengar apa kehendak rakyat yang menjadi binaan kita masing-masing di berbagai sektor dan daerah!” seru mantan Aktivis ITB yang dipenjara 3 tahun oleh rezim Orde Baru di LP Nusakambangan ini.

Terkait dengan ini pula, lanjut Jumhur, melalui jaringan komunikasi yg ada, kita bisa bertukar informasi shg sewaktu-waktu bisa mengambil sikap bersama secara serentak demi ikut menyelamatkan jalannya kehidupan berbangsa dan bernegara.

Jumhur menyerukan kepada para Pimpinan Serikat Buruh, Aktivis Gerakan Pedagang Kaki Lima, Miskin Kota dan Serikat Petani, serta Pimpinan OKP khususnya yang berkoordinasi dalam Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) untuk bergerak bersama. “Selamat berjuang!” seru Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Maritim Indonesia (FSPMI) dan Ketua Pembina Gerakan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermido) ini. (ira)

28
Apr
15

Politika Bung Hatta : Inilah Tiga Akar Sosialisme Indonesia

Nasionalis 45

Minggu, 26 April 2015 | 16:41 WIB 

Bung Hatta1 (2)Di masa Orde Baru, sosialisme sebagai sebuah gagasan dan gerakan politik diharamkan. Jangankan itu, pendiskusian yang berbau sosialisme bisa berbuntut buih.

Perilaku rezim Orba memang ahistoris. Mereka lupa, ajaran sosialisme punya akar yang kuat di Indonesia. Hampir semua pendiri bangsa Indonesia, seperti Soekarno, Hatta, dan Sjahrir, terpengaruh oleh ajaran marxisme dan sosialisme.

Tidak heran, di masa pergerakan anti-kolonialisme, cita-cita sosialisme mengendap dalam sanubari kaum pergerakan. Meskipun dengan penyebutan yang bermacam-macam, seperti ‘masyarakat adil dan makmur’ dan ‘sama rata, sama rasa’.

Sakit kuatnya pengaruh sosialisme itu, hampir semua pendiri bangsa Indonesia, termasuk Bung Hatta yang dicap moderat, mengakui bahwa hari depan revolusi Indonesia adalah sosialisme, yaitu sosialisme Indonesia.

Di tahun 1957, di depan mahasiswa Universitas Sun Yat Sen, Tiongkok, Bung Hatta memberi jawaban. Menurutnya, sosialisme Indonesia dibentuk oleh tiga akar yang kuat.

Pertama, pengaruh literatur sosialisme barat, terutama yang terkait dengan tuntutan atas persamaan dan persaudaraan manusia melalui penghapusan masyarakat berkelas.

Ajaran Karl Marx, yang disebut marxisme, membantu kaum pergerakan Indonesia kala itu dalam membaca dan mengenali keadaan, menyingkap akar persoalan ketertindasan rakyat, dan menemukan jalan keluar atas penindasan yang dialami oleh rakyat tersebut.

“Maka dengan bantuan pendapat Marx dan Engels itu, tergambarlah dalam kalbu pemuda dan pelajar Indonesia dahulu suatu bentuk sosialisme Indonesia, yang sesuai dengan perkembangan dan struktur masyarakat Indonesia sendiri,” kata Bung Hatta.

Kedua, ajaran agama Islam yang mengajarkan nilai-nilai persamaan, persaudaraan, perikemanusiaan, dan keadilan sosial. Islam, kata Bung Hatta, menyokong persamaan dan persaudaraan seluruh umat manusia di muka bumi ini.

Karena itu, islam sangat sejalan dengan ide-ide sosialisme. Hanya saja, kata Bung Karno, spirit yang menggerakkan sosialisme barat dan Islam cukup berbeda. Sosialisme barat digerakkan oleh keadaan material, yakni struktur sosial dengan pertentangan kelas di dalamnya. Sedangkan Islam digerakkan oleh semangat pengabdian kepada Allah SWT. “Bagi Islam, sosialisme di dalam masyarakat adalah kewajiban hidupnya, suruhan Yang Maha Kuasa, yang tidak dapat diingkarinya,” kata Bung Hatta.

Ketiga, corak kolektif di dalam masyarakat desa Indonesia yang asli. Dalam masyarakat desa yang asli, kata Bung Hatta, berlaku kepemilikan bersama atas tanah sebagai alat produksi terpenting dalam struktur masyarakat agraris.

Semangat kolektifisme juga terpancang melalui semangat kerjasama dan tolong-menolong dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan, seperti menggarap sawah, memotong padi, membuat rumah, mengantar jenazah ke kubur, membuat pengairan, dan lain-lain.

Menariknya, ungkap Bung Hatta, semangat tolong-menolong dan gotong-royong bukan hanya dalam urusan kepentingan umum, seperti membuat jalan atau pengairan, melainkan juga dalam urusan-urusan private, seperti membuat rumah dan mengantar mayat ke kubur.

“Dalam masyarakat Indonesia yang asli tidak ada pemisahan yang tegas antara apa yang dikatakan urusan publik dan private, seperti yang berlaku di dalam masyarakat yang berdasarkan individualisme,” terangnya.

Di samping itu, lanjut Bung Hatta, masyarakat desa Indonesia juga mengenal demokrasi kolektif, yaitu proses pengambilan keputusan yang melibatkan seluruh rakyat di desa. Tentunya melalui jalan musyawarah dan mufakat.

Tiga hal di atas, menurut Bung Hatta, yang membentuk corak sosialisme Indonesia. Lantas, muncul sebuah pertanyaan: seperti apa sosialisme Indonesia dalam bayangan Bung Hatta?

Ia memberi jawaban sederhana: “sebuah masyakarat yang adil dan makmur, yang terbebas dari kemiskinan dan kesengsaraan hidup, dimana produksi dilakukan oleh orang banyak untuk orang banyak, atas dasar usaha bersama, di bawah pimpinan badan-badan masyarakat yang bertanggung-jawab kepada masyarakat.”

Kita boleh tidak setuju dengan defenisi tersebut. Tapi, Bung Hatta punya keyakinan tersendiri.  Dia bilang,“jalan ke sosialisme tidaklah satu, melainkan berbagai macam, sesuai dengan sejarah, pengalaman dan peradaban bangsa masing-masing dan juga dengan struktur negerinya.”

Rudi Hartono




Blog Stats

  • 2,490,199 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 139 other followers