Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



05
Aug
17

Kenegarawanan : Ikon Jakarta Baru Isi Hasta Pangan Impor?

Suara Warga

‎Ikon Jakarta Baru Isi Hasta Pangan Impor?

Ilustrasi / antara

SHNet – Sungguh rasa superioritas ketika mendengarkan rencana Binamarga PemProp DKI Jakarta di El Hinta TV, Jumat siang 4 Agustus 2017, bahwa segmen Jl Jenderal Sudirman – Jl Thamrin setelah proyek-proyek mass transit siap beroperasi di tahun 2018, maka akan dibangun titik-titik layanan kuliner bagi kebutuhan para pengguna mass transit terutama pejalan kaki sepanjang trotoir yang dibangun lebar-lebar dan berhiaskan ikon senibudaya kearifan lokal itu.

Namun cukup kontradiksi juga bilamana kuliner-kuliner bernuansa kearifan lokal itu justru menghidupi pemasok-pemasok bahan pangan impor dan produsen pangan asing, bukan masyarakat produsen pangan lokal sendiri.

Hal ini perlu menjadi catatan sendiri saat tonggak sejarah 17 Agustus 17 diperingati bersamaan dengan peresmian Ikon Jembatan Semanggi-II oleh Presiden RI yang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Berkerangka Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 (JSN45), maka direkomendasikan agar segera diakhiri Supremasi Hasta Pangan Impor dibawah ini :

1). GULA DI IMPOR..
http://regional.kompas.com/read/2017/03/17/00244031/.2017.pemerintah.akan.impor.gula.1.juta.ton.lebih

2) GARAM DI IMPOR..
http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/07/27/otqltq384-mendag-izin-impor-garam-sudah-keluar‎

3) BAWANG PUTIH JUGA IMPOR

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3499630/kenapa-ri-masih-impor-bawang-putih-ini-kata-mendag

4) SINGKONGPUN MESTI DI IMPOR

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3508869/ratusan-ton-singkong-impor-masuk-ri-dalam-sebulan

5) BERAS IMPOR

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3448448/ri-impor-beras-di-awal-tahun-2017-paling-banyak-dari-pakistan

6) CABAI IMPOR

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3448120/ri-impor-8048-ton-cabai-januari-februari-2017-terbanyak-dari-india.

7) SAPI IMPOR.

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3507467/kementan-impor-sapi-bakalan-di-2017-baru-terealisasi-111886-ekor

8) CANGKULPUN MESTI IMPOR

https://m.detik.com/finance/berita-ekonomi-bisnis/3333706/ini-alasan-mendag-keluarkan-izin-impor-cangkul-dari-china‎

Politik Kedaulatan Pangan Indonesia bijaknya dapat sedemikian rupa terselenggara berimbang dengan Politik Keunggulan Prasarana Indonesia seperti penyediaan layanan transportasi ibukota yang kini terbilang superior itu.

Jakarta Selatan, 4 Agustus 2017
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Asal Istilah Pedagang Kaki Lima

Jakarta, 4 Agustus 1970 – Persoalan pedagang kaki lima akhir-kahir ini di masyarakat, terutama setelah keluarnya peraturan Gubernur DKI Ali Sadikin, yang melarang pedagang kecil itu berjualan dipinggir jalan protokol.

Akan tetapi darimana asalnya istilah pedagang kaki lima itu, masih banyak yang belum mengetahui secara pasti.

Istilah kaki lima itu timbulnya kira-kira pada awal abad ke-19 yang lalu yaitu ketika Gubernur Jenderal Inggris Raffles memerintah negeri ini.

IMG_0083

Raffles dalam rangka usahanya membangun Ibukota ini yang waktu itu bernama Betawi (Batavia) telah membuat jalan yang dilengkapi dengan jalur untuk orang berjalan kaki (trotoar) selebar 5 kaki.

Pedagang eceran yang berjualan diatas trotoar itu disebut pedagang 5 kaki yang kemudian disesuaikan dengan ejaan Betawi menjadi “Pedagang kaki lima”.

Kebenaran dari istilah itu masih dapat dicek pada emperan toko bangunan lama di Ibukota, ini dimana trotoarnya mempunyai lebar lima kaki atau kurang lebih 2 meter. (Ant)

 

Nasionalisme Generasi Millenial

Ilustrasi: Youthmanual

Oleh: Rudi Hartono*

SHNet, Depok – Tidak bisa dipungkiri, pemuda punya andil besar dalam menggerakkan lokomotif sejarah Indonesia. Banyak momentum sejarah yang menentukan lahir dan gerak maju bangsa ini lahir dari pergulatan kaum muda: Kebangkitan Nasional, Sumpah Pemuda, dan Proklamasi Kemerdekaan.

Mereka yang meracik gagasan nation di awal abad 20 kebanyakan adalah anak-anak muda berusia di bawah 30 tahun. Hanya Dr Wahidin Soedirohoesodo yang berusia sepuh: 56 tahun. Sisanya, seperti Tirto Adhi Suryo, Sutomo, Tjipto Mangungkusumo, Suwardi Suryaningrat, adalah anak-anak berusia 20-an tahun.

Tokoh pergerakan selanjutnya, yang membangun gerakan politik untuk memperjuangkan kemerdekaan, juga adalah anak-anak muda. Sukarno mendirikan PNI di usia 26 tahun. Tan Malaka menulis Menuju Indonesia Merdeka di usia 28 tahun. Sukarno menulis pidato terkenal, Indonesia Menggugat, pada usia 29 tahun. Sedangkan Mohammad Hatta menulis “Indonesia Merdeka” (Indonesia Vrij) di usia 26 tahun.

Begitu juga andil besar Sumpah Pemuda. Sumpah Pemuda bukan hanya kristalisasi dari tekad mendirikan satu nation bernama Indonesia, tetapi juga berhasil menerobos sekat-sekat etnosentrismeyang membelenggu pergerakan nasional.

Begitu juga Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Keberanian Sukarno-Hatta memproklamirkan Kemerdekaan di bawah ancaman Jepang tidak lepas dari dorongan dan sokongan anak-anak muda. Begitu juga dalam perjuangan mempertahankan Kemerdekaan: banyak diantara mereka yang berkalang tanah dalam perjuangan kemerdekaan adalah anak-anak muda.

Karena itu, apa yang diagung-agungkan sebagai “nasionalisme Indonesia” saat ini tidak lain adalah buah pikir anak-anak muda di permulaan abad 20. Juga karena peluh dan darah anak-anak muda.

Namun, seiring perjalanan waktu, peran pemuda dianggap meredup. Akibat kapitalisme, banyak pemuda yang tersesat di jalan yang salah: hedonisme, konsumerisme, hingga terjerat narkoba. Tidak sedikit juga yang terseret dalam bujuk rayu fundamentalisme dan terorisme. Tidak sedikit juga yang bersikap apatis di hadapan berbagai persoalan kebangsaan.

Tantangan zaman

Pertama, Kita hidup dalam dunia yang makin terglobalisasi. Orang menyebutnya “perkampungan global” (global village), yang menggerus batas-batas bangsa.

Bersamaan dengan itu, perkembangan teknologi informasi telah menggulung apa yang disebut “efek jarak jauh” (time-space distanciation). Bangsa-bangsa yang jauh di belahan dunia sana bisa menjadi sangat dekat di dunia maya.

Semua perkembangan baru ini berdampak pada konsep negara bangsa. Banyak intelektual yang menganggap bangsa sebagai “artefak sejarah”. Nasionalisme dianggap sebagai gagasan usang alias ketinggalan zaman.

Ini juga berefek pada anak-anak muda. Anak-anak muda yang lahir hari ini tentu punya imajinasi berbeda dengan anak-anak muda di permulaan abad 20. Dulu, karena efek jarak, ditambah persinggungan sejarah dan nasib, anak muda berimajinasi tentang sebuah komunitas bersama bernama bangsa—yang secara teritori berdekatan dan menyatu. Sekarang, ketika efek jarak menghilang, imajinasi anak muda adalah sebuah “dunia tanpa batas”.

Dahulu, di awal abad 20 itu, mediumnya adalah mesin cetak, yang memungkinkan perkembangan koran dan surat-menyurat. Dari situlah orang-orang yang terpisah jauh karena efek jarak saling berbagai pengalaman dan nasib.

Sekarang, dengan medium teknologi seluler dan internet, manusia dari belahan dunia manapun bisa berkomunikasi langsung dan bertatap wajah. Fenomena itu berpengaruh pada imajinasi dan pemahaman anak muda terhadap dunia mereka sekarang, termasuk soal bangsa.

Kedua, perkembangan teknologi informasi juga sarana bagi kapitalisme untuk menyebarkan penyakit masyarakat mereka: konsumerisme, individualisme, dan pornografi. Melalui kotak ajaib bernama televisi hingga gawai.

Kapitalisme lewat industri hiburan memborbardir kaum muda kita dengan gaya hidup yang selaras dengan kepentingan ekonomis mereka, yaitu melipatgandakan keuntungan. Anak muda dipaksa konsumtif, mengikuti style yang dipamerkan di film, musik, dan lain-lain, tanpa mempedulikan darimana mereka mendapatkan uangnya.

Kita tidak anti budaya luar. Hanya saja, meminjam bahasa Bapak Kemerdekaan Kuba, Jose Marti: “tidak soal yang dari luar tercangkokkan di tanah kami, asalkan batangnya tetap tumbuh dari tanah kami.”

Ketiga, teknologi informasi, khususnya internet, telah menjadi medium sirkulasi pusparagam ideologi. Tidak terkecuali ideologi yang mempromosikan kebencian berbasis suku, agama, ras, dan gender.

Bahkan kelompok teroris macam ISIS dan Al-Qaida piawai menggunakan internet untuk menyebarluaskan propaganda mereka. Tidak jarang, propaganda mereka nyangkut di kesadaran polos anak-anak muda.

Di sisi lain, kita punya permasalahan serius. Hingga 2016, diperkirakan 132 juta orang Indonesia sudah terhubung dengan internet. Sebanyak 65 juta diantaranya mengakses internet lewat smartphone.

Di sisi lain, minat baca manusia Indonesia termasuk terendah di dunia: peringkat 60 dari 61 negara yang disurvei oleh Central Connecticut State Univesity. Menurut Unesco, minat baca manusia Indonesia hanya 1:1000. Artinya, dari 1000 orang Indonesia, hanya 1 yang punya minat baca.

Artinya, dari sekitar 250 juta rakyat Indonesia, hanya 250.000 orang yang punya minat baca. Coba anda bayangkan, dari 132 juta pengguna internet, hanya 250 ribuan orang yang rajin menyentuh bacaan. Kurang baca berarti kurang pengetahuan. Padahal, pengetahuan yang luas merupakan benteng pertahanan paling efektif untuk memilah mana informasi yang benar dan mana yang palsu (hoax).

Nasib Nasionalisme Indonesia

Muncul pertanyaan, apakah dengan perkembangan dunia yang makin terglobalisasi, makin terasa serba dekat akibat perkembangan teknologi, nasionalisme Indonesia menjadi konsep politik yang usang?

Saya kira, nasionalisme yang merasa gagah dengan identitas yang eksklusif, seperti ras, suku, dan agama, tentu akan usang. Begitu juga dengan nasionalisme yang hanya mengankangi klaim teritorial.

Tetapi nasionalisme Indonesia berbeda. Sejak awal lahirnya, nasionalisme Indonesia berpijak pada nilai yang universal: kemanusiaan. Sukarno kerap mengutip Gandhi: “Nasionalismeku adalah kemanusiaan.”

Nasionalisme Indonesia menganggap nation Indonesia sebagai bagian dari keluarga dunia (persaudaraan umat manusia). Karena itu, nasionalisme Indonesia selalu berangkulan dengan semangat internasionalisme. Atau dalam bahasa Sukarno:  “Nasionalisme hanya bisa hidup subur di dalam taman sarinya internasionalisme. Internasionalisme hanya dapat hidup subur jikalau berakar di buminya nasionalisme.”

Bahwa perjuangan mewujudkan cita-cita nasional, yakni masyarakat adil dan makmur, beriringan jalan dengan perjuangan mewujudkan dunia baru tanpa ‘exploitation de l‘homme par l‘homme’ (penindasan manusia atas manusia) dan ‘exploitation de nation par nation’ (penindasan bangsa atas bangsa).

Tidak heran, dalam pembukaan UUD 1945, tujuan nasional Indonesia tidak hanya bicara dalam batas pagar Indonesia, yaitu “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.” Tetapi juga bicara tentang kebaikan dunia: “Ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.”

Jadi, betapa beruntungnya kita, bangsa Indonesia, diwarisi sebuah nasionalisme yang progressif.

Saya kira, menghadapi abad 21 ini, pemuda perlu dibangunkan kembali untuk menjadi “penyuluh” nasionalisme Indonesia. Untuk itu butuh beberapa langkah.

Pertama, perlu untuk memperdalam jiwa dan visi nasionalisme Indonesia yang humanis dan internasionalis.

Kedua, nasionalisme Indonesia perlu disosialisasikan seluas mungkin, baik sebagai pengetahuan maupun kesadaran, melalui pemanfaatan perangkat teknologi informasi.

Peran pemuda di Abad 21

Lalu, apa peran yang bisa dimainkan pemuda dalam merawat nasionalisme Indonesia?

Pertama, sebagai masyarakat sadar teknologi, pemuda bisa menjadi “cyber army” dalam menyebarluaskan gagasan-gagasan nasionalisme Indonesia yang progressif di jagad maya. Termasuk sebagai agen kontra-propaganda terhadap ideologi berbasis kebencian SARA dan terorisme yang mengancam NKRI.

Kedua, sebagai bagian dari “warga sosial”, pemuda bisa menjadi kelompok sosial yang aktif menggalang kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan kesadaran nasionalisme, perlunya merawat NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Ketiga, Pemuda adalah kelompok sosial yang relatif terdidik. Menurut data BPS tahun 2014, sebanyak43,78 persen pemuda Indonesia mengenyam pendidikan menengah ke atas. Dan hanya 4,67 persen yang tidak/belum tamat SD.

Disamping sebagai penyumbang gagasan bagi kemajuan bangsa, kaum muda bisa memperkaya gagasan-gagasan nasionalisme Indonesia, terutama dalam menyelaraskannya dengan semangat zaman.

Seperti dikatakan Sukarno: “Jangan bikin kepalamu menjadi perpustakaan. Pergunakan pengetahuanmu untuk diamalkan.”

Keempat, pemuda bisa menjadi kekuatan sosial yang mengawal setiap pemerintahan secara kritis. Di satu sisi, bisa memberikan sokongan ketika pemerintahan berjalan di atas Pancasila dan Konstitusi (UUD) 1945). Di sisi lain, bisa berdiri sebagai kekuatan kritis ketika pemerintahan terlihat melenceng dari mandat Rakyat, Pancasila dan UUD 1945.

Kelima, kaum muda bisa berada di garda depan dalam mempercepat terwujudnya cita-cita nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Misalnya melalui gerakan-gerakan pengajaran gratis kepada rakyat (sekolah gratis), gerakan literasi, dan pemberantasan buta-huruf ( masih ada 6 juta rakyat Indonesia yang buta huruf).

*Materi disampaikan pada acara Diskusi Publik “Partisipasi Pemuda Meningkatkan Kesatuan Bangsa” yang diselenggarakan di Gedung Perpustakaan Kota Depok, Minggu, 30 Juli 2017 Kerjasama antara Sinar Harapan Net dengan Kementerian Dalam Negeri. 

Nationalism Culturalism Faktor Penentu RRC Perdayai AS

Ilustrasi / zerohedge.com

Oleh: Aju

SHNet – Republik Rakyat Cina (RRC), satu-satunya negara di dunia yang menerapkan prinsip culturalism nationalism atau nasionalisasi kebudayaan, dengan menegaskan, seluruh keturunan etnis Tionghoa bermukim di seluruh dunia, otomatis sebagai warga negara tirai bambu itu.

Melalui program culturalism nationalism, RRC mengembangkan sayapnya di seluruh di dunia di bidang kebudayaan, ekonomi dan politik, dengan doktrin patuh kepada negara, hormat kepada orangtua dan menjunjung tinggi budaya leluhur.

RRC merupakan satu-satunya negara di dunia yang bisa menipu teknologi Amerika Serikat (AS), melalui berbagai langkah inovasi, sehingga sejak tahun 2005, dicatat sebagai negara terkaya di dunia.

Hanya dalam waktu 25 tahun, RRC, berhasil mematahkan hegemoni ekonomi AS yang diperjuangkan susah payah negara pamansam itu selama lebih dari dua abad.

Dulu, di era Perang Dingin, 1946 – 1991, untuk lepas dari kepongahan antar negara sosialis, Union of Soviet Socialist Republic (USSR) dan kini menjadi Federasi Rusia terhitung 25 Desember 1991, RRC meminta perlindungan AS.

RRC muak, dengan kepongahan USSR, karena tidak kunjung merealisasikan janji untuk membangun reaktor nuklir. Peluang ini, kemudian direbut AS, sehingga tahun 1964, RRC berhasil membangun reaktor nuklir, sehingga menjadi bangsa yang disegani dari peta kekuatan militer.

Sikap terbuka AS, sebagai negara liberalis, betul-betul dimanfaatkan RRC di dalam mendidik sumberdaya manusia. RRC tidak segan-segan berguru dengan AS di bidang teknologi, sehingga sekarang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi sulit ditandingi di seluruh dunia dengan kekuatan militer yang semakin seram.

Itulah sebabnya Direktur Cental Inteligence Agency (CIA), Mike Pompeo, memandang RRC ketimbang Federasi Rusia dan Iran sebagai ancaman terbesar dan jangka panjang bagi AS.

AS menilai Beijing memanfaatkan posisinya dalam daftar ancaman spymaster AS karena ekonomi dan populasinya lebih kuat ketimbang Federasi Rusia dan Iran.

Argumen CIA mengejutkan, karena selama ini Federasi Rusia selalu di peringkat atas sebagai negara yang jadi ancaman bagi Washington.

Kepada Washington Free Beacon, Pompeo menandai terorisme dan Korea Utara sebagai ancaman jangka pendek terbesar terhadap kepentingan keamanan AS. Namun, RRC, Federasi Rusia dan Iran secara berurutan dipilih sebagai ancaman terbesar jangka menengah dan jangka panjang.

”Sulit untuk memilih antara RRC, Federasi Rusia dan Iran untuk jujur dengan Anda. Saya kira jika saya harus memilihnya dengan hidung di atas yang lain, saya mungkin akan memilih RRC,” kata Pompeo kepada Bill Gertz, editor senior Washington Free Beacon, Kamis, 27 Juli 2017.

”Mereka memiliki ekonomi riil yang mereka bangun, tidak seperti Rusia yang hidup dan mati pada berapa barel minyak yang bisa mereka ambil dari tanah. Dan Iran yang turunan sektornya sangat mirip satu sama lain dan tidak dengan skala populasi RRC,” ujar Pompeo.

Pompeo mengatakan, strategi pertahanan Beijing dirancang untuk menghadapi AS. RRC dituding mungkin mencoba mencuri barang-barang AS memastikan negara tirai bamtu itu bisa mengalahkannya. Dan yang paling sering keduanya.

”Saya pikir sangat jelas ketika mereka memikirkan tempat mereka di dunia, mereka mengukur keberhasilan mereka dalam menempatkan diri mereka di dunia, di mana mereka ingin berhadapan dengan AS dan tidak melawan orang lain.”

Pompeoa menolak untuk mengomentari laporan bahwa sejak 2012 RRC telah mensponsori spionase ofensif di AS melalui kebijakan nationalism culturalism. Namun, Pompeo mengakui RRC melakukan “kampanye aktif” untuk hal itu.

”Ini dimulai dengan serangan komersial. Mencoba mencuri barang-barang kami. Itu berlangsung terus. Mereka selalu mencoba untuk mendapatkan sumber daya militer kami, program litbang kami dan sejenisnya. Jadi mereka punya sejarah panjang,” ujar Pompeo.

”Tapi juga kasus bahwa orang-orang RRC telah pindah ke tempat di mana mereka, menurut saya, melihat diri mereka sebagai negara adidaya. Karenanya, ingin melakukan program spionase versi mereka dengan cara yang mencerminkan statussuperpower mereka,” kata Pompeo.

AS dan RRC tetap tetap mempertahankan mitra perdagangan dan investasi, meski beberapa kali terlibat “pertengkaran”, termasuk dalam sengketa Laut Cina Selatan dan Laut China Timur.

Di forum internasional, RRC memang secara terbuka mengungkapkan ketidakberdayaan AS. Presiden RRC, Xi Jinping, mempersoalkan ketidakberdayaan AS, bekas guru negara tirai bambu itu di dalam menghadapi persaingan global.

Dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa, 17 Januari 2017, Xi Jinping mengkritik pedas Donald John Trump, Presiden AS yang dilantik Jumat, 20 Januari 2017, karena kebijakan proteksionisme di tengah-tengah globalisasi dalam segala bidang.

“Tidak ada pemenang dalam perang perdagangan (trade war),” kata Xi Jinping, dan disambut tepuk tangan riuh para pemimpin perusahaan, kepala negara dan pejabat yang menghadiri WEF.

“Globalisasi memang menciptakan masalah baru tetapi hal ini tidak bisa menjadi pembenaran untuk menghindari globalisasi ekonomi. Kita harus tetap berkomitmen menciptakan perdagangan bebas dan investasi, mendorong liberalisasi dengan cara membuka diri dan menolak proteksionisme,” kata Xi Jinping sebagaimana dilansir Agence France Presse (AFP).

Kuta Bataguh Benteng Kuno Suku Dayak di Kalimantan Tengah

Ilustrasi Kuala Kapuas / humabetang.web.id

Oleh: Aju

SHNet, PALANGKA RAYA – Kantor Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, telah mengusulkan sejumlah benteng kuno Suku Dayak Uud Danum dan Dayak Ngaju di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, Kabupaten Gunung Mas dan Kabupaten Katingan, dijadikan cagar budaya.

Benteng, baik dalam Bahasa Dayak Uud Danum maupun Dayak Ngaju disebut kuta. Sebuah rumah yang dijadikan tempat tinggal, tapi sekaligus sebagai benteng pertahanan. Kuta didisain berupa rumah panjang atau panggung, dikelilingi pagar terbuat dari kayu ulin (eusideroxylon zwageri) setinggi 7 meter ke atas.

“Benteng kuno atau kuta kuno ditemukan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Katingan, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, hasil ekspedisi 15 hari dalam Tahun Anggaran 2014,” kata Gauri Vidya Dhaneswara, anthropolog alumni Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, dalam keterangannya di Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimanan Tengah, Jumat, 28 Juli 2017.

Menurut Gauri, kuta ada di antaranya dibangun sekitar 400 Masehi atau 1.700 tahun di Tumbang Lahoi, Kecamatan Rungan, usia sekitar 125 tahun di Tumbang Pajange dan sekitar 600 tahun di Kecamatan Tewah. Sisa bangunan berupa rumah panjang tertata rapi, dikelilingi pagar tinggi, memperlihatkan arsitektur Suku Dayak yang sudah maju pada masa itu.

Dikatakan Gauri, penelusuran belasan unit kuta di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, mengacu kepada cerita lisan Suku Dayak Uud Danum dan Suku Dayak Ngaju. Cerita lisan itu dikenal dengan nama tatum.

Tatum menyebutkan, keberadaa kuta menjadi sangat penting pada masanya, untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Kekokohan dan ketenaran sebuah kuta, menggambarkan ketangguhan dan kesaktian penghuninya. Tiap kuta dihuni minimal 20 Kepala Keluarga (KK) dalam satu garis keturunan.

Kisah tatum menjadi sangat melegenda di Provinsi Kalimantan Tengah. Dua tokoh tatum cukup populer, yakni Tambun dan Bungai. Pada tahun 1958, nama keduanya diabadikan menjadi nama Komando Daerah Militer (Kodam) XI/Tambun Bungai di Palangka Raya hingga tahun 1974.

Keberadaan kuta (dalam Bahasa Dayak Uud Danum disebut Kuhtak), pertama kali diungkap dalam bentuk dokumen tertulis teolog berkebangsaan Jerman, Martin Georg Baier, 2009, “Dari Agama Politeisme ke Agama Ketuhanan Yang Maha Esa, Teologi Sistematika Agama Hindu Kaharingan: Pembahasan Kemajuan Iman dan Kehidupan Agamawi Agama Hindu Kaharingan.

Di halaman 144, Martin Georg Baier, menyebut nama salah satu kuta yaitu bataguh. Martin menduga Kuta Bataguh sebagai kota saingan dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. “Jadi pada ratusan tahun lalu tempat itu merupakan pusat perdagangan dan kebudayaan dari Suku Bangsa Dayak,” tulis Martin.

Kuta Bataguh, merupakan peninggalan benteng terdekat dari Palangka Raya, Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah. Kuta Bataguh (Pematang Sawang) berada di Desa Pulau Kupang, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.

Kuta Bataguh sekarang berupa reruntuhan dari satu kota luas yang sangat menarik, terletak sekitar delapan kilometer sebelah selatan dari Kuala Kapuas, setelah timur dari Pulau Kupang di kawasan Handel Alai dan Handel Kuta.

Tatum mengisahkan heroisme seorang gadis Suku Dayak bernama Nyai Undang, dengan dibantu dua jagoan, Tambun dan Bungai, beranggotakan 500 pasukan, mampu melumpuhkan 6 ribu pasukan Raja Sawang dari Solok, Philipina yang dikenal dengan pertempuan Kuta Bataguh di Pematang Sawang.

Dalam pertempuran Bungai memiliki nama samaran Andin Sindai, dan Tambun memiliki nama samaran Anak Tambun Tapak. Pertempuran mempertahankan Kuta Bataguh, menurut Tatum, merupakan pertarungan Nyai Undang melawan Raja Sawang dari Solok, Philipina.

Raja Sawang marah, lantaran sebelumnya salah satu saudara laki-lakinya dibunuh komunitas Suku Dayak di Kuta Bataguh, lantaran memaksa menikahi Nyai Undang yang dikenal berparas cantik dan kaya-raya.

Dari luar benteng, Panglima Latang, Wakil Raja Sawang mengatakan kedatangan mereka ke Kuta Bataguh untuk menghukum penduduk Kuta Bataguh, agar menyerah tanpa syarat.

Rambang, dari perwakilan Suku Dayak, secara damai mengajak untuk berunding serta terlebih dahulu ingin menjelaskan duduk perkaranya, namun ditolak dan mereka lalu kembali ke pencalangnya.

Puluhan pencalang mendekat ke tepi dan berlompatanlah ribuan orang bersenjatakan tombak, pedang dengan perisai tembaga:  lalu menaiki dinding benteng. Tetapi sampai di atas mereka disambut oleh sebuah mandau yang bagaikan menebas ilalang saja. Ada pula yang jatuh tanpa sempat berteriak lagi terkena anak sumpitan beracun.

Beratus-ratus orang memikul sepotong kayu bulat sebesar drum menumbuk pintu benteng berdentung bunyinya namun tidak dapat mereka hancurkan karena pintu benteng (kuta) itu dibuat dari kayu ulin dua jengkal tebalnya.

Sementara itu dari atas pintu, menurut Tatum, benteng dijatuhkan batu-batu sebesar buah kelapa disertai dengan hujan anak sumpitan beracun. Menjelang senja, mereka mundur kembali ke pencalangnya.

Saat itu juga pintu benteng dibuka, Rambang dan pasukannya mengamuk bagai air dari bendungan yang bobol. Tidak hanya itu, merekapun lalu menaiki pencalang-pencalang itu dan menenggelamkannya.

Nyai Undang berdampingan dengan tunangannya, Sangalang, turut berperang yang sengaja mencari Raja Sawang saja. Dengan rambut terurai akhirnya Nyai Undang bertemu juga dengan “Raja Sawang”.

Nyai Undang berhasil membunuh raja itu dan membayar sumpahnya ingin rambutnya berkeramas dengan darah Raja Sawang yang dianggapnya penyebab kematian ibunya.

Dapat dibayangkan betapa keadaan pertempuran itu, karena hanya dengan kekuatan sekitar  500 orang dapat mengalahkan 6 ribu orang lebih.

Dalam sejarah peradaban Suku Dayak Uud Danum dan Dayak Ngaju, dikenal dengan nama kolimoi dan tatum. Kolimoi usia peradabannya lebih tua dari tatum. Kolimoi, mengisahkan kehidupan manusia di alam gaib (khayangan), alam atas, bermukim di hutan belantara dan puncak-puncak bukit (puruk). Tatum mengisahkan peradaban manusia di alam bumi.

Dikisahkan, seseorang manusia perempuan yang hidup di alam bumi, bisa hamil dan punya anak, tanpa berhubungan seks, apabila sering berinteraksi dengan manusia berjenis kelamin laki-laki di alam gaib yang hidup di duni atas.

Penuturan kolimoi diekspresikan dengan bahasa sastra penuh makna, berkaitan satu sama lain, menyangkut pengungkapan, perilaku dan gaya hidup yang penuh kesantunan, kesopanan, serta rasa penuh hormat dan kujujuran kepada mohotarak danum diang (Yang Maha Kuasa).

Kolimoi menceritakan kehidupan manusia di alam gaib yang sangat patuh akan tradisi dan budaya leluhur. Kolimoi mengilustrasikan masing-masing tokoh memiliki kelebihan dan keunggulan masing-masing di jamannya, di dalam memberikan teladan  hidup bagi umat manusia di alam bumi.

Baik kolimoi maupun tatum, memiliki ratusan dan bahkan ribuan cerita menarik tentang kepahlawanan dan heroisme kehidupan di masa silam para tokoh Suku Dayak. Kolimoi dan tatum, biasanya dituturkan para penutur sastra lisan kalangan Suku Dayak, lebih dari satu malam, di tengah puluhan audiens, sepanjang malam suntuk.

Tatum menceritakan kehidupan manusia di alam bumi yang di dalam takaran tertentu, sangat sering berhubungan dengan manusia di alam gaib. Tatum menceritakan keberanian, kejujuran dan ketaatan terhadap adat-istiadat yang mesti diteladani generasi penerus yang dipertahankan sampai sekarang.

Tindak kekerasan yang sering mencuat di dalam tatum, seperti peperangan yang merenggut korban jiwa, lebih kepada implikasi interaksi sosial antar manusia Dayak, di mana salah satu pihak, dan atau pihak luar, terbukti melanggar etika, moral, kejujuran dan sopan-santun.

Tradisi menjunjung tinggi etika, moral, kejujuran, kesopanan, kesantunan, menjaga kelestarian alam sekitar, menghormati budaya leluhur, sebagian tertuang di dalam dogma atau doktrin Agama Kaharingan yang pemeluknya banyak di kalangan masyarakat Suku Dayak Uud Danum dan Dayak Ngajuk di Provinsi Kalimantan Tengah.

Tatum memiliki setidaknya 75 tokoh, berkait, beruntun, berkesinambungan satu sama lain. Di antara tokoh tatum yang sangat legendaris, yakni Bihing, Damang Sabang, Lambung, Sephung (Sam Hau Fung), Kolakang, Likai, Ekan, Sangen, Songalang (adik kandung Bungai)  bergelar Songalang Bio Hobuluk Bulo alias Bahkas Bajan Endas Nyalan, Nohoon Endas Mocon.

Arti gelar Songalang  adalah penjaga rumah agar terjamin kelestarian budaya, etika dan moral leluhur. Songalang diilustrasikan memiliki kesaktian dan yang lebih tinggi dari Bungai.

Tokoh laki-laki tatum lainnya, Damang Ahphui, Andin Amai Benang bergelar Lukun Olung Sahkau Bahtang, Kolatung Laung Penyang, Iman Tambun (tokoh manusia yang hidup di gua), Sabang Owah Olung Dahtah.

Kemudian, Sarun Nukan Olung Monyangan (selalu seorang diri jika mengayau bertujuan memotong kepala manusia), Basiu Anjuk Kuhung Bahtuk Dalang Patuk Kuhkoi Kaluk Balahaan Nuhkat Honjan Lunjan Depah Uhpah Nyandah (artinya seorang tabib yang kesohor dan sangat terkenal), Lako Amai Lebe Olung Dungan.

Tokoh tatum perempuan, Nyai Endas (istri Sephung), Tobalak, Menyuk, Buteu, Tibeu, Lucang, Lupung, Nyai Undang. Generasi tahtum berikutnya Tambun, Bungai, Karing (istri Bungai), Bulo (istri Tambun), Benang, Undang Inai Hemai bergelar Nyai Kajuk Tangik, Somulit Minak Lingut bergelar Babin Uud Nyahput Dumut.

Babin Uud Nyahput Dumut merupakan anak perempuan Sephung dari istrinya yang berasal dari orang Sungai Bohokam (Mahakam) di Provinsi Kalimantan Timur). Ada lagi tokoh lain bernama Komulung (adik Tambun).

Kolimoi dan tatum mengilustrasikan paling tidak ada empat tokoh fenomenal, yakni Kolakang, Sephung, Nyai Endas dan Buhkai. Kolakang lahir, tumbuh, berkembang, hingga meninggal dunia di Dusun Pojange, Desa Olung Monakon, Kecamatan Momaluh (Ambalau), Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Kolakang memiliki anak kandung hingga tiga puluh orang, karena terkena sumpah binatang kepiting yang sedang mengeram telur di dalam sungai permukaan dangkal. Lantaran haus, Kolakang tidak cermat meletakkan sumpitnya saat akan meminum air di sungai.

Mata sumpit Kolakang tumbang mengenai tubuh kepiting yang tengah mengeram. Sambil mengerang kesakitan terkena mata sumpit, makluk kepiting mengeluarkan sumpah bahwa kelak nanti Kolakang bakal memiliki banyak anak seperti dirinya.

Sephung diilustrasikan manusia perantau, pedagang dan jago mengawini perempuan cantik, kaya-raya dan sakti, karena setiap mengunjungi wilayah baru, selalu ada wanita muda yang dijadikan istri hingga punya anak.

Selain mengawini wanita cantik, kaya-raya dan sakti bernama Nyai Endas, jagoan Sephung diceritakan juga mengawini sejumlah perempuan pemilik tempayan antik, berparas cantik di wilayah pehuluan Sungai Bohokam (Mahakam).

Nyai Endas, selain kawin dengan Sephung, diceritakan pula pernah kawin dengan dua orang lelaki dari manusia alam gaib di dalam waktu yang berbeda, yakni Sahabung dan Kandang bergelar Lacan Oho Bobalo Bulo (raja langit berambut emas).

Perkawinan Nyai Endas dengan manusia alam gaib, berlangsung sebelum berkenalan dengan Sephung. Perkawinan Nyai Endas dengan Lacan Oho Bobalo Bulo berlangsung, pada saat Sephung merantau cukup lama.

Selama perantauannya pula, Sephung menikah dengan beberapa wanita lain di pehuluan Sungai Bohokam (Mahakam), Provinsi KalimantanTimur. Sungai Bokoham bermuara di Selat Makassar.

Tatum menyebut Sephung atau Sam Hau Phung berasal dari Macao, Republik Rakyat Cina (RRC) dan mendarat di Kalimantan lewat pantai Negara Bagian Sabah, Federasi Malaysia. Dari Sabah, Sephung melanjutkan perjalanan ke arah barat Kalimantan.

Tiba di wilayah Negara Bagian Sarawak, dekat Sabah, Sephung menemukan sungai yang dengan pemandangan yang sangat indah, dan belakangan dinamakannya, Sungai Miri.

Buhkai, selain menikah dengan lelaki alam bumi bernama Seluphui, diceritakan pula sebelumnya menikah dengan lelaki dari manusia alam gaib bernama Komanai Olung Sahai di pehuluan Sungai Pojange, Desa Olung Monakon, Kecamatan Sorabai (Serawai), Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Beberapa tahun menetap di Sungai Miri, Sarawak, Sephung mendengar di Olung Pojange, Desa Monakon, Kecamatan Momaluh (Ambalau), Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat, ada seorang perempuan sangat cantik bernama Nyai Endas.

Sephung langsung meluncur dari Sarawak, Malaysia, dan ternyata Nyai Endas, sudah pindah bersama keluarganya ke Olung Pojange, pehuluan Sungai Kahayan, Kabupaten Puruk Bulo (Gunung Mas), Provinsi Kalimantan Tengah.

Sephung meluncur ke Kalimantan Tengah dan berhasil menemui Nyai Endas di sebuah aliran sungai yang kelak dinamakan Miri. Itulah sebabnya di Kalimantan, Sungai Miri ada di dua tempat, yakni di Kalimantan Tengah dan Sarawak, sebuah pemberian nama berdasarkan petulangan asmara jagoan tukang kawin, Sephung.

Nama Bungai dimiliki oleh tiga orang. Pertama, Bungai keturunan biologis pasangan Sephung – Nyai Endas, asal Pojange, Desa Monakon, Kecamatan Momaluh (Ambalau), Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat.

Kedua, Bungai keturunan biologis dari Nyai Bolian, asal Pojange, Desa Monakon, Kecamatan Momaluh (Ambalau), Kabupaten Sintang.

Ketiga, Bungai keturunan biologis dari Nyai Maro, asal Pojange, Desa Monakon, Kecamatan Momaluh (Ambalau) yang lebih banyak menetap di Olung Mongilik (Tumbang Miri), Kecamatan Kahayan Hulu Utara, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah. (*)

Advertisements
28
Jul
17

Kenegarawanan : Politik Ketahanan ProPancasila Indonesia

Politik Ketahanan ProPancasila Indonesia

Ilustrasi / Ist

SHNet – Amandemen Konstitusi Proklamasi UUD 1945 pada tahun 1999, 2000, 2001, 2002 yang berujung LNRI No 11, 12, 13, 14 / 13 Pebruari 2006 yang ternyata Nir Pembukaan UUD 1945 alias Nir Sila-sila Pancasila [ http://ngada.org/ln/2006 , terunggah 2010 ]‎ sehingga ‎Kontra Superioritas UUD 1945 Pro Pancasila (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959), perlu diimbangi oleh *Politik Ketahanan ProPancasila Indonesia* yang bijaknya adalah dibangun bertumpu pada Indeks Ketahanan Indonesia, 1 Nopember 2016, sesuai

http://mediaindonesia.com/index.php/news/read/75086/indeks-ketahanan-indonesia-turun/2016-11-01  
Selanjutnya, menurut MenHan, ancaman non militerlah yang menjadi ancaman yang harus dihadapi sehari-hari. Ancaman ini merupakan ancaman nyata untuk saat ini.‎

‎http://sinarharapan.net/2017/07/waspada-ancaman-non-militer-karena-belum-ada-regulasinya/

Ancaman non militer tersebut menyangkut keamanan dan keselamatan kita bersama. Seperti 1) radikalisme, 2) terorisme, 3) penyalahgunaan narkoba, 4) wabah penyakit, 5) bencana alam, 6) pemberontakan dan 7) separatisme, 8) kegiatan spionase militer asing, 9) pencurian kekayaan alam, 10) ancaman siber yang dapat mengganggu keselamatan bangsa dan negara, 11) merusak perekonomian, serta 12) menghancurkan sistem jaringan obyek vital nasional dan atau 13) merusak jaringan pelayanan umum pemerintah.

Menurut almarhum HR Soeprapto, Ketua Umum Dewan Harian Nasional 45 / 1999-2009, Strategi Ketahanan Bangsa (StraHanSa) mencakupi 7 (tujuh) dimensi yaitu

1) Kehidupan Keagamaan Tidak Rawan
2) Kehidupan Ideologis Tidak Retak
3) Kehidupan Politik Tidak Resah
4) Kehidupan Ekonomi Tidak Ganas
5) Kehidupan Sosial Budaya Tidak Pudar
6) Kehidupan HanKamNas Tidak Lengah
7) Kehidupan Ekologis Tidak Gersang

Dalam pengertian kegiatan2 yang diindikasi sebagai Kontra StraHanSa, menurut hemat kami juga ‎adalah Ancaman Non Militer, seperti ‎ketiadaan/kekosongan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum pada tingkat Konstitusi Tertulis UUD NRI yang tentunya sedikit banyak sungguh berpengaruh kepada hadirnya Ancaman ketidakpastian Hukum dan seterusnya.‎

‎Lebih lanjut mengutip pernyataan Gubernur Lemhannas (Lembaga Ketahanan Nasional) Agus Widjojo, Indeks Ketahanan Nasional Indonesia pada kurun 2014-2015 mengalami penurunan, terutama terjadi pada Gatra Ideologi.

“Pada 2014 indeks Gatra Ideologi 2,30 menurun menjadi 2,23 di tahun 2015. Penurunan ketahanan tersebut disinyalir sebagai dampak dari globalisasi,” jelasnya dalam International Conference on Nusantara Philosophy di University Club UGM, Selasa (1/11).

Ia menambahkan, pada periode 2014-2015, sebanyak 12 provinsi mengalami pelemahan Ketahanan Ideologi. Dari 34 provinsi di Indonesia, hanya lima provinsi yang berada pada klasifikasi Cukup Tangguh. Selebihnya berada dalam klasifikasi Kurang Tangguh, kecuali Provinsi Kalimantan Utara yang belum dimasukkan dalam pengukuran.

Adapun dalam Indeks Kerapuhan, Indonesia ada di urutan ke-86 dari 178 negara yang disurvei oleh The Fund for Peace. Indonesia menyandang predikat Elevated Warning dan terancam akan masuk dalam kategori High Warning.

Karena itu, upaya penguatan Ketahanan Ideologi Pancasila penting dilakukan. Hal tersebut melalui penyempurnaan konsepsi yang menjangkau aspek implementasi konkret, juga melalui penguatan metode penyampaian Ideologi Pancasila dengan cara lebih luwes dengan relevansi kekinian.

Di samping itu, diikuti dengan penguatan kelembagaan, sinergi cara pandang politik, serta dukungan politik dan anggaran untuk membangun Ketahanan Ideologi Pancasila.
‎Menurut Presidium Pemangku Pancasila Konstitusional Indonesia (PPKI 2017), membangun Ketahanan Ideologi Pancasila itu dapat dilakukan dengan pemastian bahwa Pancasila terstruktur dalam Konstitusi UUD NRI sesuai Konstitusi Proklamasi / UUD 1945 [BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959]

Superioitas Konstitusi Proklamasi / UUD 1945‎ diyakini adalah syarat pokok perkuatan 1) IKNI (Indeks Ketahanan Nasional Indonesia) berikut perkuatan Piranti Kuantitatif Performa Indonesia lain yang diyakini sebagai andalan indikator “navigasi” kenegaraan seperti ‎2) ICOR (Incremental Capital Outflow Ratio), 3) IDSI (Indeks Daya Saing Indonesia), 4) IPMI (Indeks Pembangunan Manusia Indonesia), 5) IPKI (Indeks Persepsi Korupsi Indonesia) , 6) IKI (Indeks Kebahagiaan Indonesia), 7) Gini Ratio, 8) IPLI (Indeks Performa Logistik Indonesia), 9) IPII (Indeks Pembangunan Infrastruktur, 10) IKwI (Indeks Kewirausahaan Indonesia, 11) IInI (Indeks Inovasi Indonesia), 12) IPPI (Indeks Pelayanan Publik Indonesia), 13) IDI (Indeks Demokrasi Indonesia), 14) IKsI (Indeks Konstruksi Indonesia), 15) IHPBBB (Indeks Harga Perdagangan Besar Bahan Bangunan, 16) IHPB (Indeks Perdagangan Besar, 17) IKBI (Indeks Kemudahan Berusaha Indonesia)

Apalagi bersamaan dengan situasi dan kondisi seperti

1. Warga asing dari 169 negara bebas visa masuk ke Indonesia.

http://news.detik.com/berita/3141007/pemerintah-terapkan-bebas-visa-bagaimana-soal-keamanannya

2. Warga asing boleh miliki properti di Indonesia.

http://www.tribunnews.com/bisnis/2015/07/23/orang-asing-boleh-beli-properti-efektif-september-2015‎

3. Pihak asing boleh kuasai 100% industi gula dan karet di Indonesia.

http://www.merdeka.com/uang/pemerintah-persilakan-asing-kuasai-industri-gula-dan-karet.html

4. Asing boleh kuasai 100% saham restoran & perusahaan jalan.

http://www.merdeka.com/uang/asing-boleh-kuasai-saham-restoran-perusahaan-jalan-tol-100-persen.html

5. Asing boleh kuasai 85% saham modal ventura

http://keuangan.kontan.co.id/news/asing-boleh-kuasai-85-saham-modal-ventura

6. Asing bisa kuasai 100% saham di pembangkit listrik.

http://industri.kontan.co.id/news/asing-bisa-kuasai-100-saham-di-pembangkit-listrik

7. Asing boleh kuasai 100% usaha bioskop di Indonesia.

http://economy.okezone.com/read/2016/02/11/278/1309768/asing-boleh-kuasai-bioskop-100-saham-blitz-melonjak-24

8. Itu semua satu paket! Total ada 35 jenis usaha yg boleh dikuasai asing.

9. ASING BISA KUASAI 35 BIDANG USAHA DI INDONESIA

http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/16/02/12/o2fa485-asing-bisa-kuasai-penuh-35-bidang-usaha-di-indonesia

10. Asing Boleh Kuasai 7 Usaha Pariwisata

http://www.jawapos.com/read/2016/01/21/16210/asing-boleh-kuasai-7-usaha-pariwisata

11. Asing Bisa Kuasai Mayoritas Pengelolaan Tol, Bandara dan Pelabuhan.

http://katadata.co.id/berita/2016/02/01/asing-bisa-kuasai-mayoritas-pengelolaan-tol-bandara-pelabuhan‎

Sehingga oleh karena itu Politik Ketahanan ProPancasila Indonesia adalah mutlak jadi pilihan kebijakan publik kini dan esok, menimbang pula pernyataan Bung Karno bahwa Pancasila merupakan hogere optrekking (penarikan keatas) atau sublimasi dari gagasan2 baik sosialistik dan individualistik, sehingga Pancasila mampu akomodasi pikiran2 bersifat sosialistik dan individualistik, termasuk akomodasi gagasan2 sekularistik dan spiritualistik (Ketuhanan Yang Maha Esa). Bahkan diyakini Pancasila adalah satu2nya ideologi yang dapat menjadi opsi baru atau alternatif bagi ideologi dunia di masa depan yang mampu meredam pertentangan ideologi di dunia.

Tetap MERDEKA!

Jakarta, 27 Juli 2017

Presidium ‎PPKI 2017,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto

Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/politik-ketahanan-pancasila-indonesia/

Apr 12, 2017 – *KELIMA Strategi 7 (tujuh) Ketahanan Bangsa* [alm HR Soeprapto] yaitu 1. … Politik Konstitusi ProPancasila Indonesia [SinarHarapanNet, …

Politik Konstitusi Pro-Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/01/politik-konstitusi-pro-pancasila-indonesia/

Jan 27, 2017 – Politik Konstitusi Pro-Pancasila Indonesia … Politik Penghancuran melalui Strategi 7F : 1. … FOODS, melaui pelemahan ketahanan pangan. 3.

Jul 7, 2017 – PENGAKUAN KONSTITUSI PRO PANCASILA INDONESIA,MERDEKA ! July 4, 2017 0 … Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet.

Jan 27, 2017 – Politik Konstitusi Pro-Pancasila Indonesia January 27, 2017 ilustrasi / ist SHNet – Kepada … FOODS, melaui pelemahan ketahanan pangan. 3.

Jul 11, 2017 – Publikasi Kejoangan45 Prioritaskan Kebijakan ProPancasila Indonesia July 9, 2017 ilustrasi … Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet.

Jan 10, 2017 – Bela Negara untuk Warga Pro Pancasila. 10 Januari 2017 … Dinanti, Aturan Pelaksanaan Bela NegaraJanuari 16, 2017dalam “Politik” …

Politik | Bela Negara Harus Seizin Menteri Pertahanan

news.metrotvnews.com/politik/ybDea50k-bela-negara-harus-seizin-…Translate this page

Jan 10, 2017 – News Politik … bela negara harus dirumuskan oleh Dewan Ketahanan Nasional … Bela Negara Hanya untuk Masyarakat Pro Pancasila</i> …

ketahanan nasional dibidang ekonomi, pangan, politik – kaharudinsa

kaharudinsa.blogspot.com/…/ketahanan-nasional-dibidang-ekonom…

May 12, 2015 – Ketahanan Ekonomi diartikan sebagai kondisi dinamis kehidupan perekonomian bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan kekuatan …

Bela Negara untuk Warga Pro Pancasila – Kompas Print

print.kompas.com/…/Bela-Negara-untuk-Warga-Pro-Pancasila?utm…
26
Jul
17

Logistics Performance Index RI Jeblok, Infrastruktur Paling Memble

Home / Logistik / Supply Chain

Senin, 04 Juli 2016 10:38

Logistics Performance Index RI Jeblok, Infrastruktur Paling Memble

Hery Lazuardi

(repro)

JAKARTA – Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan perbaikan sektor logistik nasional guna mendongkrak Logistics Performance Index (LPI) yang berada di peringkat 63 dari 160 negara pada 2016.

Berdasarkan Laporan LPI 2016 yang diterbitkan Bank dunia, LPI Indonesia turun dari peringkat 53 dengan skor 3,08 pada 2014 menjadi 63 dengan skor 2,98 pada 2016. Penurunan skor LPI Indonesia terjadi pada hampir semua dimensi, kecuali international shipment dan tracking & tracing.

Dari enam dimensi LPI Indonesia 2016, tiga dimensi (kompetensi dan kualitas jasa logistik, tracking & tracing, dan timeliness) mempunyai skor di atas 3, sementara tiga dimensi lainnya (customs, infrastruktur, dan pengiriman internasional) di bawah 3.

Menurut Ketua Umum SCI Setijadi, salah satu dimensi yang perlu mendapatkan perhatian adalah infrastruktur yang mempunyai skor terendah, yaitu 2,65.

“Infrastruktur menjadi salah satu masalah utama di Indonesia, terutama menyangkut jumlah, kapasitas, dan penyebarannya,” katanya seperti dikutip dari situs resmi SCI, supplychainindonesia.com.

Kondisi infrastruktur Indonesia itu sesuai dengan The Global Competitiveness Report 2014-2015 yang dikeluarkan oleh World Economic Forum. Dalam laporan tersebut dapat dilihat perbandingan antara Indonesia dan Malaysia.

Infrastruktur Indonesia secara keseluruhan mendapatkan skor 4,2/peringkat 72, sedangkan Malaysia dengan skor 5,6/peringkat 20.

Secara rinci, Indonesia untuk kualitas jalan raya mendapatkan skor 3,9/peringkat 72 (Malaysia 5,6/19), kualitas infrastruktur rel kereta api skor 3,7/41 (Malaysia 5,0/12), kualitas infrastruktur pelabuhan skor 4/77 (Malaysia 5,6/19), dan kualitas infrastruktur transportasi udara skor 4,5/64 (Malaysia 5,7/19).

Oleh karena itu, tutur Setijadi, SCI mendorong pemerintah merealisasikan rencana pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas yang akan berdampak terhadap efisiensi logistik.

Namun, SCI mengingatkan pemerintah agar perbaikan sektor logistik dilakukan secara terencana dalam bentuk rencana induk (master plan), mencakup program dan langkah-langkah yang disusun secara sistematis berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada untuk memperbaiki dan mengembangkan sistem logistik nasional.

“Juga perlu dibentuk lembaga logistik nasional yang permanen untuk pengintegrasian dan pengkoordinasian lembaga dan program terkait perbaikan dan pengembangan sektor logistik, termasuk dalam peningkatan LPI Indonesia,” ujarnya.

LPI diterbitkan Bank Dunia secara berkala berdasarkan hasil survei kepada para profesional logistik di negara-negara wilayah operasinya.

LPI 2016 dilakukan di 160 negara berdasarkan enam dimensi, yaitu efisiensi customs & border management clearance, kualitas infrastruktur perdagangan dan transportasi, kemudahan pengaturan pengiriman internasional, kompetensi dan kualitas jasa logistik, kemampuan melakukan tracking & tracing, dan frekuensi pengiriman tepat waktu (timeliness).

LPI tidak menunjukkan secara eksplisit kondisi logistik suatu negara, termasuk biaya logistik. Namun, LPI dapat menggambarkan tingkat efisiensi dan efektivitas sektor logistik, terutama dalam pergerakan barang.

LPI 2016 menempatkan Jerman pada peringkat pertama dengan skor 4,23. Di antara negara-negara ASEAN, Indonesia berada pada posisi keempat.

Peringkat tertinggi adalah Singapura (peringkat 5), diikuti Malaysia (32), Thailand (45), Indonesia (63), Vietnam (64), Brunei Darussalam (70), Filipina (71), Kamboja (73), Myanmar (113), dan Laos (152). (hlz/hlz)

24
Jul
17

Kenegarawanan : Perangkat Pancasila Konstitusional Indonesia

Perangkat Pancasila Konstitusional Indonesia

Advokasi Kejoangan45

ilustrasi / ist

SHNet – Kepada Yth Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia

MERDEKA!

Khabar *Indonesia Peringkat Pertama Dalam Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Pemerintahnya*
‎[Jakarta 18 Juli 2017, Kepala Biro Pers, Media & Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin‎] sungguh pertanda cukup bahwa Performa Superioritas melekati Indonesia seperti juga keanggotaan di G20.

‎Namun alangkah bijaknya sekiranya kedua Performa Superioritas diatas dapat digunakan mengeliminasi Performa Inferioritas menjadi Performa Superioritas sbb

1)  ‎Fakta Inferioritas Konstitusi Reformasi LNRI No 11, 12, 13, 14 / 2006 yang eksplisit Nir Pembukaan UUD 1945‎ / Nir Sila-sila Pancasila [ http://ngada.org/ln/2006 , terunggah 2010 ]‎menjadi Perangkat Konstitusional Peradaban Indonesia yang Superior yakni UUD 1945 Pro Pancasila (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959)

2) Fakta Inferioritas ‎terkini Piranti Kuantitatif Performa Indonesia sebagai indikator “navigasi” lembaga kenegaraan seperti  1) ICOR (Incremental Capital Outflow Ratio), 2) IDSI (Indeks Daya Saing Indonesia), 3) IPMI (Indeks Pembangunan Manusia Indonesia), 4) IPKI (Indeks Persepsi Korupsi Indonesia) , 5) IKI (Indeks Kebahagiaan Indonesia), 6) IKNI (Indeks Ketahanan Nasional Indonesia) dan  7) Gini Ratio‎, menjadi Piranti Superior.

Dengan demikian, maka syarat cukup dan lengkap diatas akan lebih mampu menjadi bekal keberlanjutan peringkat pertama Kepercayaan Publik di kontes tahun 2017 ini dan tahun 2018 yang akan datang dan seterusnya. Memelihara kedudukan peringkat lazimnya juga bukan pekerjaan yang mudah, bukan?

Pengakuan Pemerintah atas Superioritas UUD 1945 Pro Pancasila (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959) pada saat Hari Konstitusi Pro Pancasila 18 Agustus 2017 yad adalah Peta Jalan (RoadMap) yang mulia bagi kerja3 pemeliharaan Peringkat Pertama itu, memperhatikan pula peristiwa Aksi PENGAKUAN KONSTITUSI PRO PANCASILA INDONESIA,MERDEKA ! 5 Juli 2017

https://mediarajawalinewsonline.com/pengakuan-konstitusi-pro-pancasila-indonesiamerdeka/embed/#?secret=enwfKVsfVI

‎Perangkat Pancasila Konstitusional Indonesia diyakini jadi modalitas terbaik bagi kerja3 pembekalan bagi perbaikan ke-7 Piranti Kuantitatif Performa Indonesia termaksud diatas menjadi Superior dan Keunggulan Kuantitatif bagi pencapaian Indonesia Jaya Sejahtera Lahir Bathin Tahun 2045 yad.

Presidium Pemangku Pancasila Konstitusional Indonesia (PPKI 2017) berharap Advokasi Kejoangan45 ini menjadi rekomendasi yang manfaat bagi penegakan Benteng Negara Pancasila Indonesia (BNPI)‎, June 17, 2017

http://sinarharapan.net/2017/06/benteng-negara-pancasila-indonesia-bnpi/

Jakarta, 22 Juli 2017

Presidium ‎PPKI 2017,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto

Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

21
Jul
17

Kenegarawanan : Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia

Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia

Advokasi Kejoangan45

ilustrasi / pkppwasbang.upi.edu

SHNet – MERDEKA!

Berpangkal keutamaan *Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845‎, March 15, 2017*, sebagaimana

http://sinarharapan.net/2017/03/politik-kemerdekaan-proklamasi-indonesia-17845/

‎Piranti Kuantitatif Performa Indonesia sebagai indikator “navigasi” lembaga kenegaraan seperti  1) ICOR (Incremental Capital Outflow Ratio), 2) IDSI (Indeks Daya Saing Indonesia), 3) IPMI (Indeks Pembangunan Manusia Indonesia), 4) IPKI (Indeks Persepsi Korupsi Indonesia) , 5) IKI (Indeks Kebahagiaan Indonesia), 6) IKNI (Indeks Ketahanan Nasional Indonesia) dan  7) Gini Ratio, beserta
Perangkat Konstitusional Peradaban Indonesia yakni Superioritas UUD 1945 Pro Pancasila (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959) adalah kini perlu diperkokoh segera sebagaimana mestinya
Program perkokohan itu antara lain direkomendasikan melalui pembudayaan perangkat *Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia* seperti Catatan sejak Abad 7 Masehi tentang ‎ *Panca Sila*‎ sebagai berikut :

*1. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa. (Qs al ikhlash:1)*

*2. Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah (Qs. An Nisa:135)*

*3. Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. (Qs. Al Hujurot:13)*

*4. sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; (Qs. Asy Syuro:38)*

*5. Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, (Qs. An Nahl:90)*

*PANCASILA*

*1. KETUHANAN YANG MAHA ESA*
Allah SWT berfirman:
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌ
“Katakanlah (Muhammad), *Dialah Allah, Yang Maha Esa* .”
(QS. Al-Ikhlas 112: Ayat 1)

*2. KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAB*
Allah SWT berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَآءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَ ۗ اِنْ يَّكُنْ غَنِيًّا اَوْ فَقِيْرًا فَاللّٰهُ اَوْلٰى بِهِمَا ۗ فَلَا تَتَّبِعُوا الْهَوٰٓى اَنْ تَعْدِلُوْا ۚ وَاِنْ تَلْوٗۤا اَوْ تُعْرِضُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! *Jadilah kamu penegak keadilan* , menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). *Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi* , maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 135)

*3. PERSATUAN INDONESIA*
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian *Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.* Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

*4. KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIJAKSANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN*
Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوْا الصَّلٰوةَ ۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْ ۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ
“dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan sholat, *sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka* ; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka,”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 38)

*5. KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA*
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَآىِٕ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
” *Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi bantuan kepada kerabat, dan Dia melarang (melakukan) perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran* ”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 90)

‎Tetap MERDEKA!
Jakarta, 20 Juli 2017
Presidium ‎PPKI 2017,
1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto
Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
21
Jul
17

Kenegarawanan : PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5)

Advokasi Kejoangan45

PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5)

ilustrasi / ist
SHNet – MERDEKA!
Mengingat pesan bijak _Salus populi suprema lex esto.__The safety of the people shall be the highest law._[Marcus Tullius Cicero]. Tujuan berdirinya negara adalah untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan mengusahakan kesejahteraan serta kemakmuran rakyat.

Keselamatan dan kemakmuran rakyat adalah tujuan utama bernegara. Untuk menjalankan negara diperlukan hukum dan perundangan. Cicero benar ketika berkata _Salus populi suprema lex esto_, keselamatan rakyat harusnya menjadi hukum tertinggi.

Demi KESELAMATAN RAKYAT BANYAK, NEGARA HARUS KUAT MENEGAKKAN HUKUM, dan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia jelas Pancasila yang adalah sumber daripada segala hukum itu oleh karenanya perlu tertegakkan di semua tingkatan pengaturan kebijakan publik bernegarabangsa.

‎Dan demi pengukuhan Pelayanan Publik Pro Pancasila (P4), July 12, 2017,

http://sinarharapan.net/2017/07/pelayanan-publik-pro-pancasila-p4/

Serta bagi penjabaran daripada Ketetapan MPRRI No 1/MPRRI/2003 tentang Pengamalan 45 Butir Pancasila
Berikut guna pemantapan daripada Pengakuan Konstitusi ProPancasila Indonesia, 5 Juli 2017, sebagaimana
Maka sebenarnya kini tibalah saatnya direkomendasikan penerbitan *PerPPU tentang Praktek Pelaksanaan Pengamalan Pembudayaan Pancasila (P5)*
Dengan demikian tekad menegakkan Pancasila Indonesia pada tanggal 1 Juni 2017 yang baru lalu, dapat lebih membumi dan mengakar searah dengan gerak kehidupan bernegarabangsa sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945 (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959)
Dalam kesempatan yang baik ini, Presidium Pemangku Pancasila Konstitusional Indonesia (PPKI 2017) berharap semoga Advokasi Kejoangan45 ini kiranya bermanfaat terbaik bagi Politik Kebijakan ProPancasila Indonesia 09/07/17 :
Tetap MERDEKA!
Jakarta,19 Juli 2017
Presidium ‎PPKI 2017,
1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto
Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta

Pengakuan Konstitusi Pro Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/07/pengakuan-konstitusi-pro-pancasila-indonesia/
4 Jul 2017 – Kepada Yth Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia, … MPRRI No 1/MPRRI/2003 tentang 45 Butir Pengamalan Pancasila, pada hari Rabu …. PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5).

Prioritaskan Kebijakan ProPancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/07/prioritaskan-kebijakan-propancasila-indonesia/
9 Jul 2017 – Sementara PENGAKUAN KONSTITUSI PRO PANCASILAPERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5).

Penguatan Pendidikan Karakter dan Ideologi Khilafah – SHNet

sinarharapan.net/2017/07/penguatan-pendidikan-karakter-dan-ideologi-khilafah/
1 Jul 2017 – UPK PIP bertugas memperkuat pengamalan Pancasila dalam … PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5).

Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/07/peradaban-pancasila-keutamaan-indonesia/
1 hari yang lalu – Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia. Advokasi …. PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5). July 18 …

Panglima TNI : Jangan Ikuti Kelompok Yang Ingin Ubah Pancasila …

sinarharapan.net/…/panglima-tni-jangan-ikuti-kelompok-yang-ingin-ubah-pancasila/
2 hari yang lalu – “Kalau ada kelompok/orang yang akan merubah Pancasila padahal dia juga … PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan …

Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/31475/

13 Apr 2017 – Peradaban Pancasila Keutamaan Indonesia … PERPPU Praktek Pelaksanaan Pengalaman Pembudayaan Pancasila (P5). July 18, 2017.

Heri Santoso | Koran Jakarta

13
Jul
17

Kenegarawanan : Pelayanan Publik Pro Pancasila (P4)

Publikasi Kejoangan45

Pelayanan Publik Pro Pancasila (P4)

ilustrasi / ist

SHNet – Kepada Yth Pemangku Pancasila Kepentingan Indonesia (PPKI)

Melengkapkan rekomendasi  *Prioritaskan Kebijakan ProPancasila Indonesia‎*, 7 Juli 2017, sebagaimana

https://mediarajawalinewsonline.com/prioritaskan-kebijakan-propancasila-indonesia/embed/#?secret=KPajZow1iU

Maka sebaliknya, masyarakat pengguna pelayanan publik direkomendasikan agar setiap saat berinteraksi dengan Penyelenggara Negara selaku penyedia pelayanan publik senantiasa bersedia mengingatkan pentingnya Pelayanan Publik Pro Pancasila (P4).

Rekomendasi ini juga dapat berwujud tampilan spanduk dan selebaran di pusat2 pelayanan publik serta diingatkan secara resmi di awal setiap temu2 pelayanan publik.

Rekomendasi ini diharapkan agar dikiprahkan Pemangku Pancasila Kepentingan Indonesia sejalan dengan

‎1) Catatan peran kesejarahan Sidang Kedua BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) 10 – 17 Juli 1945 yang berkiprah memantapkan kerja3 PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) 6 – 22 Agustus 1945.

2) UKP-PIP Siapkan Alat Ukur Implementasi Pancasila, Muhammad Ashari, 5 Juli 2017, sebagaimana

http://www.pikiran-rakyat.com/nasional/2017/07/05/ukp-pip-siapkan-alat-ukur-implementasi-pancasila-404516‎

3) Pendapat Pakar ikhwal kiprah Ekonomi‎ Inkonstitusional

Revrisond Baswir, SENIN, 1 OKTOBER 2012,

https://materikuliahfhunibraw.files.wordpress.com/2010/07/ekonomi-inkonstitusional.pdf‎

4) Strategi Ketahanan Bangsa (StraHanSa), sebagaimana
Politik Kokohkan Performa Indonesia,

Senin, 2 Januari 17

http://obsessionnews.com/politik-kokohkan-performa-indonesia/

5)‎ Lemhannas: Ketahanan Nasional Kurang Tangguh, Rabu 23 Nopember 2016, sebagaimana

http://www.beritasatu.com/hukum/400844-lemhannas-ketahanan-nasional-kurang-tangguh.html

Pelayanan Publik Pro Pancaila (P4) ini juga ditujukan bagi *Pancasila Perkokoh Koperasi Indonesia* sebagaimana amanat Penjelasan UUD 1945 Pro Pancasila (BRI Th II No 7, 1946 jo LNRI No 75/1959) Bab XIV Kesejahteraan Sosial

Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi, ekonomi produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang-seorang. Sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan. Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah KOPERASI.

Perekonomian berdasar atas DEMOKRASI EKONOMI, kemakmuran bagi semua orang! Sebab itu cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara. Kalau tidak, tampuk produksi jatuh ke tangan orang seorang yang berkuasa dan rakyat yang banyak ditindasinya.

Hanya perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak boleh ada ditangan orang-seorang.

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Selamat HARI KOPERASI NASIONAL 12 JULI 2017

Tetap MERDEKA!

‎Jakarta, 12 Juli 2017

Presidium ‎PPKI 2017,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Edos Chandra Firdaus, 3) Irwan Lubis, 4) Djoenarsono Bardosono, 5)  Tri S Boedjonagoro, 6) Sofyan Said, 7) Achmad Badawi, 8) ‎Ismail Syah Alam, 9) Setyo Wibowo, 10) Endri Hendra Permana, 11) Darmawan, 12) Letty Ismet, 13) Surya P Simatupang, 14) Zaenal Arifien, 15)  Eddy Soenarto, 16) Daniel M Rosyid, 17) Bambang Ariyanto

Publikator,
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta

Rembug Pelayanan Publik – Portal e-Journal Mahkamah Konstitusi

Pelayanan Publik yang tentunya sudah berasaskan demokrasi Pancasila. …. masyarakat menuju manajemen pelayanan publik yang lebih pro-pasar, sehingga.

Amanah Kapuas (Edisi ke-10) – Google Books Result

h-Lr ~laupun berbagai pengahargaan pelayanan publik dari Pemerintah Pusat … sesuai dengan nilai dasar Pancasila, sehat jasmani dan rohani, arr* ili r’ llill l,” … pelayanan publik secara pro aktif dan membuat pelayanan publik unggulan.

Jun 19, 2017 – M. Zainul Majdi menegaskan Pancasila merupakan model ideal untuk … Dialog yang mengusung tema: Radikalisme, Korupsi dan Pancasila tersebut juga … Bagaimana Pelayanan Publik oleh Pemerintah Provinsi NTB.

Membangun Kedaulatan Bangsa Berdasarkan Nilai-nilai Pancasila: …

Pro dan kontra yang muncul kemudian dengan adanya pembangunan ini dapat … laju pertumbuhan ekonomi serta pemenuhan fasilitas dan pelayanan publik …

May 18, 2017 – Pancasila Sebagai Ideologi : Quo Vadis Bhinneka Tunggal Ika dan Bingkai … Pemprov Jatim Terus Lakukan Inovasi Pelayanan Publik Pro Rakyat … publik yang pro rakyat, untuk memberikan bukti nyata pelayanan yang …

Apr 28, 2016 – Dalam rapat itu, Jokowi menginstruksikan semua pelayanan publik harus … Home · Berita · Daerah · Internasional · Fokus · Kolom · Wawancara · Pro Kontra · Infografis … “Presiden meminta semua pelayanan publik dilakukan transparan, … Jokowi: Tindak Tegas Komunisme dan Organisasi Anti-Pancasila …

May 31, 2017 – Akan tetapi bergeraknya pelayanan publik di era Ahok-Djarot tak dapat … yang modern nan humanis atau kota yang modern pro kapitalis atau yang lain. … Jokowi: Ada Sikap Intoleran yang Usung Ideologi Selain Pancasila.

JUMAT BERSIH DAN PRO NATURAL – PTUN Palangkaraya

ptun-palangkaraya.go.id/berita-jumat-bersih-dan-pro-natural.html

Apr 28, 2017 – … Palangkaraya mengadakan kegiatan rutin yang bertema “Jumat Bersih dan Pro Natural”. … Pengaduan Layanan Publik … Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017 Palangkaraya Humas … RAPAT BULANAN SOSIALISASI PELAYANAN PENGADILAN DAN SOSIALISASI RAPAT …

Cornelis :Tetap Pegang Teguh Pancasila – PPID Prov. Kalbar

ppid.kalbarprov.go.id/?public=berita&landing=2141



Blog Stats

  • 3,303,400 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…