Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



09
Oct
16

Kenegarawanan : KAWAL KEHORMATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

logo-mkrri

Suara Warga :

KAWAL KEHORMATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Perubahan (Amandemen) UUD 18 Agustus 1945 sebanyak 4 (empat) kali jadi Risalah Paripurna (RP) MPRRI tahun-tahun 1999, 2000, 2001 dan 2002, realitanya diketahui terpublikasi sebagai LNRI berNomor-nomor 11/2006, 12/2006, 13/2006 dan 14/2006, adalah pertanda sebetulnya telah terjadi Bencana/Kecelakaan Konstitusi berakibat a.l. PEMILU 2004, 2009 dan 2014 terselenggara berpayungkan RP termaksud diatas sebagai perangkat politik hukum nasional penggerak penyelenggaraan negara.

Ketidaksempurnaan atau kecacatan berkas politik hukum RP tersebut diatas jelas dan tegas menunjukkan bahwa kedudukan hukum formalnya lebih rendah daripada KepPres No 150/1959 berLNRI No 75 tahun 1959 tentang Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Kembali Ke UUD 1945.

Mengingat juga Suara Warga : Maklumat Badan Permusyawaratan Urusan Penegakan Konstitusi Indonesia (BPUPKI)  MERDEKA ! [ http://www.repelita.com/suara-warga-maklumat-badan-permusyawaratan-urusan-penegakan-konstitusi-indonesia-bpupki-merdeka/ via @RepelitaOnline ], maka Bencana/Kecelakaan Konstitusional termaksud diatas tidak bisa dibiarkan terus berlangsung lanjut karena selain berkait dengan kontra daulat rakyat Indonesia juga bertautan erat dengan kontra KEHORMATAN rakyat Indonesia selaku pemilik syah tanah air dan udara Indonesia.

Adalah satu KEHORMATAN paripurna ketika operasi negara diselenggarakan berdasar Konstitusi Tertulis yang hukum formalnya paripurna apalagi berstatus sebagai statuta pendirian Negara Republik Indonesia (NRI), daripada berdasar Risalah-risalah Paripurna apalagi baru dihukum-formalkan 4 (empat) tahun kemudian, itupun tidak dalam satu naskah pemberkasan sebagaimana mestinya

Cukup sudah 18 (delapan belas) tahun usia Reformasi yang penuh variasi ketidakpastian dan kehinaan/ketidakhormatan bahkan banyak yang berpendapat telah terjadi kebablasan/kemudharatan. Oleh karena itu saatnya kini kita KAWAL KEHORMATAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA dengan Aksi Refungsikan UUD 18 Agustus 1945 jo KepPres No 150/1959 serta mari kita kampanyekan bersama bahwa Pro Adendum adalah jauh lebih mantab bagi keberadaan Jatidiri Konstitusi Pendirian NRI daripada Pro Amandemen yang jusru mengubur Jatidiri Konstitusi Pendirian NRI itu.  .

Jakarta, 7 Oktober 2016.

Presidium BPUPKI

Pandji R Hadinoto, Ka DHD45 Jakarta
MKRRI Majelis Kehormatan Rakyat RI
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Saatnya Revolusi Daulat Rakyat Kelola SDA dan Ekonomi!

Saatnya Revolusi Daulat Rakyat Kelola SDA dan Ekonomi!
Pandji R Hadinoto.

Jakarta, Obsessionnews – Demi Kehormatan Rakyat Indonesia kini saatnya dilakukan Revolusi Daulat Rakyat kelola usaha sumber daya alam dan sumber daya ekonomi di bumi persada Indonesia yang de jure adalah milik rakyat Indonesia sesuai Pasal 33 UUD 18Aug45 khususnya ayat (3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

“Revolusi dimaksud adalah dengan selalu memperhitungkan deposit sumber daya energi dan sumber daya mineral serta sumber daya ekonomi lain seperti pasar, bisnis, tanah, prasarana dan sarana yang telah tersedia sebagai pendukung kelolaan berwujud penempatan modal usaha,” tegas Ketua MKRRI (Majelis Kehormatan Rakyat Republik Indonesia) Dr Ir Pandji R Hadinoto MH, Minggu (29/11/2015).

“Dalam kasus Freeport, Menko Rizal Ramli telah berpendapat bahwa deposit terduga 16 juta kilogram emas yang layak, patut dan benar adanya itu, menurut pendapat kami harus diperhitungkan sebagai modal usaha di pihak rakyat sebagai pemilik sumber daya alam disamping penempatan modal oleh baik operator swasta asing maupun lokal,” tandasnya.

Pandji menambahkan, keterwakilan modal usaha sumber daya alam itu diatur perundang-undangan atas nama BUMN Khusus dan/atau BUMD Khusus setempat. Demikian pula pada kasus Newmont dimana sudah diungkap niat dari pengusaha nasional Arifin Panigoro selaku operator swasta ingin mengakuisisi 76 persen saham Newmont di ruang publik yang dapat ditafsirkan layak telah termasuk memperhitungkan deposit sumber daya alam setempat.

“Adapun ratio struktur penyahaman yang logis menjadi 70-80 persen atas nama kepemilikan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lokal lain itu dan operator swasta baik asing maupun nasional/lokal adalah 20-30 persen dengan pembagian yang disepakati diantara kedua belah pihak operator swasta terkait,” paparnya.

Begitu juga, lanjut Pandji, seharusnya pengaturan saham usaha semisal Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, 20 persen swasta asing pemasok teknologi rolling stock dan 80 persen swasta nasional BUMN yang milik rakyat, bukan 40 persen vs 60 persen, mengingat kepemilikan lahan dan potensi bisnis, pasar serta daya dukung prasarana dan sarana lokal yang telah tersedia.
“Penalaran ini dapat diperluas bahwa beban terdampak bagi Kota Bandung seperti dikeluhkan Walikota Bandung itu perlu dikompensasi dengan pemberian saham bagi kepentingan wargakota Bandung (misal dipangku BUMK Khusus) di usaha Kereta Api Cepat itu. Begitu juga bagi warga kota-kota lain yang diduga terbebani secara sosial budaya terdampak potensi kontraproduktif proyek Kereta Api Cepat tersebut,” tuturnya.

“Ajakan kami, mari bersama kita kawal dan jaga sebaik-baiknya Kehormatan Rakyat Republik Indonesia demi Kemerdekaan dan Kedaulatan substansiil sehingga Ketahanan Bangsa dapat senantiasa terpenuhi sebagaimana mestinya!” serunya. (Red)

06
Oct
16

Politik PilGub : Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Cagub Wajib Paparkan Politik Pembangunan DKI

Suara Warga:
Paparkan Politik Pembangunan Jakarta

Kepada Pasangan-pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubenur DKI Jakarta selayaknya tidak saja kampanye fisikal di lapangan untuk merebut perhatian populis tetapi juga kampanyekan Politik Pembangunan Jakarta (PolBangJak) versi masing-masing mengelola persoalan-persoalan atau fakta–fakta terkini DKI Jakarta per Data Laporan Pemerintah Pusat (butir 1-8) sebagai berikut :

1) Pertumbuhan Ekonomi turun 0.16%,

2) Inflasi naik 0.95%.

3) Gini Ratio naik 7.20%,

4) Penduduk Miskin naik 3.72%,

5) Akuntabilitas PemDa hanya 58.57%, berada diperingkat ke 18 dari 34 propinsi,

6) Realisasi Pendapatan Daerah cuma 66.8% urutan terbawah dari seluruh propinsi.

7) Penyerapan APBD terburuk se Indonesia hanya 59.32%.

8) Peningkatan Index Pembangunan Manusia hanya 0.31 nomor 1 dari bawah dari 34 propinsi se Indonesia

9) Pembinaan Kemasyarakatan Ibukota yang secara kualitatif dirasakan masih belum optimal, baik sarana maupun prasarana

Adu Paparan Publik tentang Politik Nawacita Jakarta diatas tentunya akan memudahkan wargakota gunakan hak pilih terbaiknya.

Jakarta, 4 Oktober 2016

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Suara Warga : Uji Jiwa Kenegarawanan PasLon PilGub DKI Jakarta 2017

148
Share on Facebook
Tweet on Twitter

 

Suara Warga :

Uji Jiwa Kenegarawanan PasLon PilGub DKI Jakarta 2017

Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna.  [ http://www.repelita.com/pusaka-bangsa-indonesia-jatidiri-paripurna/ via @RepelitaOnline ] wajib dipedomani oleh ketiga PasLon PilGub DKI Jakarta 2017 mengingat analisa keterkaitan erat dengan kontestasi PilPres 2019 yad,

Kepiawaian penghayatan seutuhnya ke 9 Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) sebagai pedoman Jatidiri Paripurna oleh ketiga PasLon penting diketahui oleh masyarakat pemilih ibukota sebagai syarat Sehat Jiwa Kenegarawanan melengkapi syarat kelolosan Sehat Badaniah & Rohaniah.

Unjuk kepiawaian Jiwa Kenegarawanan ini wajib dikomunikasikan dua arah melalui dialog2 publik terbuka sebagai ajang uji kemampuan masing2 PasLon.

Demikian rekomendasi ini dipublikasikan guna kemashalatan warga bersama.

Jakarta, 26 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45),

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Jiwa Kenegarawanan Cagub DKI Harus Diuji

Jiwa Kenegarawanan Cagub DKI Harus Diuji

Jakarta – Ketua DHD45 Jakarta Dr Ir Pandji R Hadinoto MH menegaskan, Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna wajib dipedomani oleh ketiga pasangan calon (Paslon) gubernur dan wakil gubernur (cagub dan cawagub) DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 mengingat analisa keterkaitan erat dengan kontestasi PilPres 2019 yang akan datang.

Pusaka yang fundamental bagi bina karakter negarabangsa dan Strategi Ketahanan Bangsa agar juga berpedoman Pusaka Bangsa Indonesia (2004) sebagai Jatidiri Paripurna yakni: (1) Sang Saka Merah Putih, (2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika, (3) Sumpah Pemuda, (4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, (5) Pancasila, (6) Proklamasi Indonesia Merdeka, (7) Undang Undang Dasar 1945, (8) Wawasan Nusantara, (9) Jiwa, Semangat, Nilai-nilai 45.

“Kepiawaian penghayatan seutuhnya ke 9 Pusaka Bangsa Indonesia (PBI) sebagai pedoman Jatidiri Paripurna oleh ketiga PasLon penting diketahui oleh masyarakat pemilih ibukota sebagai syarat Sehat Jiwa Kenegarawanan melengkapi syarat kelolosan Sehat Badaniah dan Rohaniah,” tandas Pandji R hadinoto, Senin (26/9/2016).

“Unjuk kepiawaian Jiwa Kenegarawanan ini wajib dikomunikasikan dua arah melalui dialog2 publik terbuka sebagai ajang uji kemampuan masaing-masing PasLon,” tambahnya. (Red)

kartunama GP45

RESOLUSI JATIDIRI KONSTITUSI INDONESIA

Suara Warga :

RESOLUSI JATIDIRI KONSTITUSI INDONESIA

Kepada Yang Terhormat Para Pemangku Penyelenggara Negara, di bulan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 ini dan dalam rangka Hari Konstitusi Indonesia 18 Agustus 2016 yang akan datang, saatnya
kini lebih meneguhkan Visi Indonesia yakni Bersatu, Merdeka, Berdaulat, Adil, Makmur dan perkuatan Misi Indonesia yaitu
1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
2) Memajukan kesejahteraan umum.
3) Mencerdaskan kehiduoan bangsa .
4) Ikut melaksanakan kettertiban dunia yang berdasarkan Kemerdekaan, perdamaian Abadi dan Keadilan Sosial,

Maka untuk mengantisipasi situasi dan kondisi krisis multi dimensional kedepan yang diduga dapat lebih parah, maka agar kehadiran pemangku pemerintahan dapat lebih mantap dirasakan pro pelayanan kepentingan rakyat banyak (pro bonum publicum), sangat disarankan dapat dilakukan sebagai berikut :

1) Penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Refungsi Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 150 Tahun 1959, Dekrit Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang tentang Kembali Kepada Undang-Undang Dasar 1945 [Lembaran Negara Republik Indonesia No.75, 1959], atau

2) Penerbitan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tentang Refungsi Keputusan Presiden Republik Indonesia No 150 Tahun 1959 termaksud diatas, serta merta mendapuk dirinya selaku Lembaga Tertinggi Negara.

Saran termaksud diatas diajukan mengingat
Opini-opini / Advokasi Publik terkait seperti :

1) tentang PRO ADENDUM SELAMATKAN JATIDIRI INDONESIA [7 Agustus 2016]
http://www.repelita.com/pro-adendum-selamatkan-jatidiri-indonesia/
via @RepelitaOnline

2) tentang “Aksi Presidensiil Transisi 15th Kedepan” [29 Juli 2016]
http://www.repelita.com/aksi-presidensiil-transisi-15th-kedepan/ via @RepelitaOnline

3) tentang “Seruan Tolak Amandemen-5 UUD 2002” [21 Juli 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-seruan-tolak-amandemen-5-uud-2002/
via @RepelitaOnline

4) tentang RESOLUSI DAULAT RAKYAT, MERDEKA !! [20 Juli 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-resolusi-daulat-rakyat-merdeka/
via @RepelitaOnline

5) tentang PETISI KEMBALI KE DEKRIT PRESIDEN 5 Juli 1959 [12 Juni 2016]
http://www.repelita.com/suara-warga-petisi-kembali-ke-dekrit-presiden-5-juli-1959/
via @RepelitaOnline

6) tentang Deklarasi Konstitusi Pro Pancasila [1 Juni 2016]
https://obsessionnews.com/perpres-hari-lahir-pancasila-1-juni-1945-disambut-baik/

7) tentang Piagam Roh Indonesia Merdeka 45 (PRIMER45) [17 Mei 2016]
https://obsessionnews.com/primer45-piagam-roh-indonesia-merdeka-45/

Selain memperhatikan tentang Kebijakan Diskresi Kepemerintahan yang terhimpun di www.jakarta45.wordpress.com seperti :
Menurut Pasal 1 Angka 9 UU 30/2014, diskresi adalah keputusan dan/atau tindakan yang ditetapkan dan/atau dilakukan oleh pejabat pemerintahan untuk mengatasi persoalan konkret yang dihadapi dalam penyelenggaraan pemerintahan dalam hal peraturan perundang-undangan yang memberikan pilihan, tidak mengatur, tidak lengkap atau tidak jelas, dan/atau adanya stagnasi pemerintahan.

Besar harapan kami, prakarsa Resolusi Jatidiri Konstitusi Indonesia yang diajukan dalam suasana kebatinan iktikad baik ini dapat diterima sebagai Advokasi Publik dengan se-bijak2nya dan menjadi rujukan bagi pembentukan Politik Hukum Nasional yang tepat-guna bagi upaya2 peluncuran “roket” pertumbuhan pembangunan nasional Indonesia demi tumpuan kekokohan NKRI agar kelak dapat melewati perioda bonus demografi Indonesia tahun 2030 dan menggapai kejayaan Indonesia tahun 2045 dengan se-baik2nya.

Dan adalah jadi satu keyakinan tersendiri bahwa perbaikan Sistim HULU Bernegara melalui Resolusi jatidiri Konstitusi Indonesia ini dapat dilakukan secara damai dan aman serta kelak akan berbuah pelurusan bagi Sistim HILIR Bernegara agar senantiasa dapat terkendali optimal.

Akhirul kata, pilihan Politik Hukum Nasional Pro Adendum Selamatkan Jatidiri Indonesia [www.repelita.com tgl 7Aug16] adalah pilihan yang lebih struktural mantap/ampuh bagi upaya2 atasi kirisis multi dimensional /
sikon kedaruratan nasional kini dan esok akibat diterapkannya Pro 4 (empat) Amandemen Batang Tubuh UUD 1945 yg terbukti sudah 14 (empat belas) tahun mengGUSUR Jatidiri Konstitusi Indonesia sbg Akta Pendirian Negara Republik Indonesia.

Jakarta, 9 Agustus 2016

Generasi Penerus Angkatan 45,

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Parah! Lagi-Lagi Ahok Lecehkan Al-Quran

Parah! Lagi-Lagi Ahok Lecehkan Al-Quran
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Jakarta, Obsessionnews.com – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali melontarkan perkataan yang menyakiti umat Islam. Kali ini, Ahok melecehkan kitab suci umat Islam, Al-Quran.

Pernyataan Ahok yang dinilai melecehkan tersebut ramai jadi perbincangan netizen sejak seminggu terakhir.

Sebuah potongan video yang diunggah akun Lawan Ahok di Youtube pada Rabu (5/10/2016), menampilkan Ahok yang mengatakan bahwa Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam.

“Kalau Bapak ibu gak bisa pilih saya, karena dibohongin dengan surat Al Maidah 51, macem macem itu. Itu hak Bapak-Ibu. Kalo bapak ibu merasa gak milih neh karena saya takut neraka, dibodohin gitu… ya gapapa,” kata Ahok di hadapan masyarakat Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Sontak, pernyataan Ahok yang beredar secara viral itu pun langsung menuai kecaman keras dari netizen, terutama yang beragama Islam.

Bahkan sebuah petisi dibuat Irfan Noviandana di portal change.org mengajak masyarakat untuk mengajukan tuntutan atas pelecehan yang dilakukan Ahok. Hingga siang ini, telah ada 9.075 orang yang turut membubuhkan tanda tangan mendukung petisi tersebut.

Sebelumnya, tayangan video di Youtube berdurasi lebih dari 1 jam memuat pernyataan pelecehan Ahok tersebut. Namun sejak Kamis (6/10/2016) ini, video yang diunggah Pemprov DKI itu telah dihapus. (Fath)

Menakar Kekuatan Dua Paslon Penantang Ahok

23 September 2016 18:47:58Diperbarui: 26 September 2016 07:10:20Dibaca : Komentar : Nilai :
Menakar Kekuatan Dua Paslon Penantang Ahok
Dua Paslon – Sumber Gambar: wikimedia.org, komunitasamam.files.wordpress.com, wikimedia.org, detikone.com

Setelah pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mendaftar di KPUD DKI Jakarta dengan diusung empat parpol, PDI-P, Hanura, Golkar, dan Nasdem pada 21 September 2016, hari ini (23/09/2016) giliran dua pasangan calon lainnya mendaftar di KPUD DKI.

Pertama, pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno mendaftar dengan diusung dua parpol, Gerindra dan PKS.

Kedua, pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni mendaftar dengan diusung empat parpol, Demokrat, PPP, PKB, dan PAN.

Berikut ini adalah perbandingan kedua pasangan calon tersebut.

Agus (38) dan Sylviana (57)

Selama ini Agus Harimurti Yudhoyono hanya dikenal sebagai seorang mayor infanteri yang putra sulung Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Majunya Agus untuk ikut berebut kursi DKI-1 cukup mengejutkan karena selama ini ia berada di luar radar pengamat dan lembaga survei politik. Selain itu, ia harus mengundurkan diri dari TNI AD yang berarti menghentikan karir militernya yang selama ini berjalan mulus dan bersinar.

Mengingat bahwa ia adalah putra mahkota SBY, maka diharapkan SBY dan Partai Demokrat akan all-out menyukseskan jalannya menuju DKI-1. Juga diharapkan SBY akan merupakan mentor, konsultan, dan fasilitator kegiatan politiknya.

Banyak orang masih terkesan akan kepiawaian SBY dalam memenangi Pilpres 2004 dan 2009 serta Pileg 2009, tapi masa keemasan itu sudah lewat dengan makin maju dan cerdasnya masyarakat Indonesia berdemokrasi. Ditambah, banyak kader puncak Partai Demokrat yang terlibat korupsi dan yang paling parah adalah partainya tidak berhasil menyediakan kader-kadernya untuk bisa menjadi capres atau cawapres pada Pilpres 2014. Sehingga bisa disimpulkan bahwa SBY sudah tidak sakti lagi. Kini dalam Pilgub DKI 2017 ia mengusung anak sulungnya sebagai cagub yang merupakan suatu blunder politik yang serius.

Kelemahan Agus di bidang pemerintahan daerah dan birokrasi diharapkan bisa ditutup oleh Sylviana sebagai wakilnya yang punya pengalaman dan kemampuan di bidang itu secara mumpuni. Namun hal itu tidak menolong banyak karena pengaruh elektabilitas calon gubernur dalam pilgub adalah dominan, katakanlah 70-80%, sementara pengaruh dari calon wakilnya adalah sekitar 20-30% saja. Selain itu, untuk urusan yang disebutkan di atas akan dibantu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) dan para asistennya.

Nilai plus dari Sylviana adalah bahwa ia seorang wanita pertama sebagai calon gubernur/wakil gubernur di DKI Jakarta, dan ia adalah seorang Betawi asli yang merupakan tokoh masyarakat dan banyak berorganisasi.

Dari ketiga pasangan calon, pasangan Agus-Sylviana ini adalah yang terlemah, diprediksi hanya akan memperoleh suara 20-30% dalam putaran pertama.

Anies (47) dan Sandiaga (47)

Pasangan ini sama-sama tidak punya pengalaman sebagai kandidat dalam pemilu, juga dalam birokrasi dan pemerintahan daerah. Hanya Anies yang pernah menjadi menteri meskipun tidak sampai dua tahun, dan pernah menjadi anggota tim sukses Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014.

Kelebihan dari pasangan ini adalah memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup diperhitungkan meskipun belum bisa menyamai Ahok.

Anies sudah dikenal karena ikut konvensi Partai Demokrat 2013-2014 dan menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016.

Sementara itu Sandiaga Uno adalah seorang pengusaha yang sukses dan memiliki dana yang relatif kuat, serta sudah cukup lama menyosialisasikan kandidasinya.

Menariknya, pasangan calon ini dikenal santun. Anies adalah calon yang cerdas dan intelektual. Sayangnya Sandiaga dinilai kurang tegas dan kurang percaya diri.

Satu hal yang perlu diingat dari kedua parpol pengusung Anies-Sandiaga ini adalah militansi mereka. Hanya Gerindra dan PKS lah yang kompak setia sampai saat ini mempertahankan panji-panji kubu Koalisi Merah Putih (KMP) tanpa tergiur oleh iming-iming kursi atau apa pun.

Diprediksi, pasangan ini akan memperoleh suara 30-35% dan bisa maju ke putaran kedua, menghadapi pasangan Ahok-Djarot yang diprediksi akan memperoleh suara 40-45% dalam putaran pertama.

Jadi pertarungan ketiga pasangan calon kali ini akan seru dan bagus buat para pemilih karena adanya pilihan-pilihan yang cukup beragam dan menarik.

— •oo 00 O 00 oo• —


04
Oct
16

Politik : Maklumat Badan Permusyawaratan Urusan Penegakan Konstitusi Indonesia (BPUPKI)

Suara Warga : Maklumat Badan Permusyawaratan Urusan Penegakan Konstitusi Indonesia (BPUPKI) MERDEKA !

 

Suara Warga :

MAKLUMAT BADAN PERMUSYAWARATAN URUSAN PENEGAKAN KONSTITUSI INDONESIA (BPUPKI)

MERDEKA !

Kepedulian tentang penegakan Jatidiri Paripurna 9 Pusaka Bangsa Indonesia [ http://www.repelita.com/pusaka-bangsa-indonesia-jatidiri-paripurna/ ] saat 56 tahun Pidato Presiden Republik Indonesia, PYM Soekarno, di Sidang PBB berjudul To Build The World A New yang disambut baik oleh para pemimpin negara-negara anggota PBB
telah semangati Majelis Kehormatan Rakyat Republik Indonesia (MKRRI) prakarsai BPUPKI (Badan Permusyawaratan Urusan Penegakan Konstitusi Indonesia) menjelang peringatan 71 tahun TKR (Tentara Keamanan Rakyat) 5 Oktober 1945.

Menimbang aksi agresi Sekutu akhir bulan September 1945 ke wilayah Indonesia maka pemerintah harus bertindak cepat untuk amankan keadaan dengan meningkatkan, fungsi Badan KEAMANAN Rakyat (BKR) yang  dibentuk dalam rapat PPKI 22 Agustus 1945  melalui Maklumat Pemerintah tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Kemudian ditingkatkan lagi menjadi Tentara KESELAMATAN Rakyat per Penetapan Pemerintah No 2/SD 1946 pada 7 Januari 1946 guna perluasaan fungsi ketentaraan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan rakyat.

Analog dengan situasi dan kondisi terkini, Keamanan dan Keselamatan adalah tetap penting dipraktekkan agar Konstitusi UUD 1945 dapat selalu terjaga kokoh dari aksi2 agresi nir-militer konsitusional terkait peran sebagai payung politik hukum nasional utama yang harus utuh bersama ke-8 Pusaka Bangsa Indonesia lainnya.

Demikianlah Maklumat ini dipublikasikan untuk dapat kiranya diindahkan sebaik-baiknya oleh segenap elemen-elemen masyarakat bela tanah air Indonesia.

Tetap MERDEKA !

Jakarta, 30 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45,

1) Pandji R Hadinoto, 2) Lasman Siahaan, 3) Darmawan, 4) Djoenarsono Bardosono, 5) Din Syafaruddin Osman, 6) Letty, 7) Moerjono, 8) Hans Suta Widhya, 9) Cuk Conk Narasipati

Publikator :

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

kartunama GP45

Sejarah Tentara Nasional Indonesia

Sejarah Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibentuk melalui perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dari ancaman Belanda yang ingin kembali berkuasa menjajah Indonesia melalui kekerasan senjata. TNI pada awalnya merupakan organisasi yang bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR, Badan Keamanan Rakyat adalah suatu badan yang dibentuk untuk melakukan tugas pemeliharaan keamanan bersama-sama dengan rakyat dan jawatan-jawatan negara. BKR dibentuk oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI dalam sidangnya pada tanggal 22 Agustus 1945 dan diumumkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 23 Agustus 1945).

Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1945 menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR, per maklumat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia,TKR dibentuk dari hasil peningkatan fungsi Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sudah ada sebelumnya dan tentara intinya diambil dari bekas PETA).

Selanjutnya diubah kembali menjadi Tentara Keselamatan Rakyat (TKR, 7 Januari 1946, untuk memperluas fungsi ketentaraan dalam mempertahankan kemerdekaan dan menjaga keamanan rakyat Indonesia, pemerintah Indonesia kemudian mengganti nama Tentara Keamanan Rakyat menjadi Tentara Keselamatan Rakyat pada tanggal 7 Januari 1946 berdasarkan Penetapan Pemerintah No.2/SD 1946)

Kemudian menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI, 26 Januari 1946, per Penetapan Pemerintah No.4/SD tahun 1946).

Pada masa mempertahankan kemerdekaan ini, banyak rakyat Indonesia membentuk laskar-laskar perjuangan sendiri atau badan perjuangan rakyat. Usaha pemerintah Indonesia untuk menyempurnakan tentara kebangsaan terus berjalan, sambil bertempur dan berjuang untuk menegakkan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Untuk mempersatukan dua kekuatan bersenjata yaitu TRI sebagai tentara regular dan badan-badan perjuangan rakyat, maka pada tanggal 3 Juni 1947 Presiden Soekarno mengesahkan berdirinya Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi.

Setelah Konferensi Meja Bundar (KMB) pada bulan Desember 1949, Indonesia berubah menjadi negara federasi dengan nama Republik Indonesia Serikat (RIS). Sejalan dengan itu maka dibentuk pula Angkatan Perang RIS (APRIS) yang merupakan gabungan antara TNI dan KNIL. Pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS dibubarkan dan Indonesia kembali menjadi negera kesatuan, sehingga APRIS berganti nama menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia (APRI).

Pada tahun 1962, dilakukan upaya penyatuan antara angkatan perang dengan kepolisian negara menjadi sebuah organisasi yang bernama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Penyatuan satu komando ini dilakukan dengan tujuan untuk mencapai tingkat efektifitas dan efisiensi dalam melaksanakan perannya dan menjauhkan pengaruh dari kelompok politik tertentu.

Pada tahun 1998 terjadi perubahan situasi politik di Indonesia. Perubahan tersebut berpengaruh juga terhadap keberadaan ABRI. Pada tanggal 1 April 1999 TNI dan Polri secara resmi dipisah menjadi institusi yang berdiri sendiri. Sebutan ABRI sebagai tentara dikembalikan menjadi TNI, sehingga Panglima ABRI menjadi Panglima TNI.

 

Jakarta, 5 Oktober 2016

 

Pandji R Hadinoto / Ketua, Generasi Penerus Angkatan 45 / DHD45 Jakarta

21
Sep
16

Patriotisme : Rapat Raksasa Tambaksari Surabaya 21Sep45

Rapat Raksasa 21 September 1945 Di Lapangan Tambaksari Surabaya Mengapa Hilang dari Sejarah Perjuangan Arek-Arek Surabaya?

Rapat Raksasa 21 September 1945

Di Lapangan Tambaksari Surabaya

 Yousri Nur RA_Hitam_MP

Mengapa Hilang dari Sejarah Perjuangan Arek-Arek Surabaya?

 

Oleh: HM Yousri Nur Raja Agam

 

SETELAH peristiwa bersejarah “insiden bendera” di Hotel Yamato tanggal 19 September 1945, pemuda pejuang dan rakyat terus-menerus menunggu perkembangan. Suasana tanggal 20 September 1945, kelihatan ramai membicarakan rencana Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksari, Surabaya, 21 September 1945.

Beberapa posko dan kantor pemuda, di antaranya di Markas PRI (Pemuda Republik Indonesia) di Wilhelmina Princesslaan atau Jalan Tidar menyelenggarakan rapat merencanakan rapat raksasa di Tambaksari. Selain itu, rapat KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Surabaya yang berlangsung di GNI (Gedung Nasional Indonesia) di Jalan Bubutan, juga membicarakan tentang rencana Rapat Raksasa di Tambaksari.

Rapat Raksasa ini awalnya digerakkan oleh Pemuda Minyak yang sudah membentuk panitia sebanyak 20 orang.  Begitu ada keputusan menyetujui rapat raksasa di Tambaksari, S.Kasman dan kawan-kawannya menggerakkan truk-truk pengangkut pegawai menuju Tambaksari. Bahkan di antaranya, truk tanki juga dijadikan alat angkut massa.

Rapat raksasa seperti di Surabaya tanggal 21 September 1945 ini sebelumnya  juga sudah berlangsung di Lapangan Ikada (kemudian bernama Lapangan Banteng) Jakarta tanggal 19 September 1945. Beberapa pemuda yang dikenal sebagai anggota GBT (gerakan bawah tanah) juga mempersiapkan mobil berpengeras suara, “berhallo-hallo” keliling kampung di dalam Kota Surabaya.

Para pemuda Indonesia yang sudah terbakar semangat “merdeka” setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, terus berusaha menyebarluaskan informasi itu secara langsung kepada rakyat. Walaupun kabar tentang kemerdekaan ini sudah disebarluaskan melalui mediamassa — radio dan suratkabar — namun belum semua penduduk mengetahui, sebab berita itu masih dari mulut ke mulut.

Begitu ada kabar yang disebarkan melalui mobil pengeras suara yang “berhallo-hallo” keliling kota masuk ke kampung-kampung, rakyat berduyun-duyun menuju Tambaksari. Apalagi disiarkan, dalam rapat raksasa itu akan berpidato para petinggi negeri ini. Acara rapat raksasa yang direncanakan dimulai pukul 15.00 atau jam tiga sore itu, telah ramai sejak pukul satu siang.

Pengerahan massa rakyat  dilaksanakan kelompok pemuda pejuang yang bergerak “di bawah tanah”. Demikian istilah yang digunakan untuk kegiatan secara diam-diam atau tersamar. Dengan berbagai agitasi dan propaganda yang dilakukan, ternyata hal ini benar-benar menarik masyarakat untuk datang ke Lapangan Tambaksari.

Selain berjalan kaki, bersepeda, naik beca, ada juga yang naik truk yang sebelumnya dirampas dari pos dan markas tentara Jepang. Bahkan ada pula pemilik truk yang memperbolehkan truknya dipakai pemuda untuk ke Lapangan Tambaksari.

Rakyat yang datang ke Lapangan Tambaksari itu  juga mendapat selebaran dan pamflet yang dibagi-bagikan melalui mobil berpengeras suara. Selebaran itu dicetak di beberapa percetakan yang biasanya mencetak suratkabar. Truk-truk yang membawa massa rakyat ke Lapangan Tambaksari juga ditempeli berbagai pamflet dan poster. Di samping itu ada pula yang ditulis dengan cat berupa kalimat yang membakar semangat.

Tidak hanya dalam Bahasa Indonesia, tulis Des Alwi dalam bukunya Pertempuran Surabaya November 1945. Ada yang ditulis dengan Bahasa Inggris, Bahasa Belanda dan juga Bahasa Perancis. Misalnya: Milik RI, Down with Colonialism, Soekarno-Hatta Yes! NICA No, Let Freedom ring all over the World. Bahasa Perancis juga ada selogan yang terinspirasi dari Revolusi Perancis, misalnya: Liberte, Egalite, Fraternite yang artinya kebebasan, persamaan, persaudaraan. Di samping disebarkan kepada masyarakat, juga banyak yang ditempelkan di dinding-dinding gedung yang sebelumnya dikuasai Jepang, kereta api dan truk maupun mobil-mobil yang ada waktu itu.

Para pemuda yang aktif sebagai panitia dalam penyelenggaraan Rapat Raksasa ini, pengurus PRI (Pemuda Republik Indonesia), antara lain: Hasan, Soemarsono, Soerjono, Dimjati, Hassanoesi, Abdoel Madjid, Pohan, Soemarno, Karjono,  Abdoel Sjoekoer dan Koesnadi.           Puncak keberhasilan menghimpun massa itu, salah satu yang perlu dicatat adalah inisiatif Hassanoesi yang mengerahkan turk-truk dan mobil hasil rampasan dari Jepang. Massa rakyat berebut naik truk dan mobil yang menuju Tambaksari.

Rapat raksasa itu bertujuan untuk meningkatkan semangat massa rakyat agar lebih berani berkorban demi mempertahankan  proklamasi kemerdekaan.  Di samping itu, juga perlu dipupuk rasa persatuan dan bertekad bulat menghadapi segala kemungkinan yang akan datang. Untuk mempertahankan kemerdekaan itu, dicanangkan tekad yang berbunyi: “Merdeka atau Mati”.

Dihadiri Residen Sudirman

Tepat pukul 16.00, Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksari dimulai. Acara dibuka dengan pidato pengantar oleh Ketua BKR Surabaya Abdoel Wahab. Berturut-turut kemudian pidato yang membangkitkan semangat disampaikan oleh Residen Sudirman, Soemarsono, Lukitaningsih, Abdoel Sjoekoer, Sapia dan Koenadi.

Semua pembicara mendapat sambutan sangat meriah, tulis Des Alwi. Bahkan ada seorang tokoh PRI-Simpang dengan pidato berapi-api melontarkan secara ekspresif hal-hal yang tersimpan dalam lubuk hatinya, sehingga bisa memuaskan perasaan arek-arek Suroboyo.

Sekembalinya dari menghadiri Rapat Raksasa di Tambaksari itu. semangat rakyat berkobar-kobar, berikut datangnya keberanian untuk segera bergerak mempertahankan kemerdekaan. Kesimpulan tersebut sangat tepat, karena para pemuda tersebut sebelumnya tidak pernah minta izin kepada penguasa Jepang untuk menyelenggarakan Rapat raksasa itu. Persitiwa itu bagaikan bensin, sehingga api yang sudah panas semakin membara. Sekaligus bisa memperkuat keyakinan para pemuda bahwa sisa-sisa kekuasaan pasukan pendudukan Jepang harus dibongkar sampai ke akar-akarnya.

Massa pemuda juga meningkatkan aksinya dengan merobek-robek poster Jepang berisi larangan mengeluarkan pendapat, baik secara lisan maupun tulisan. Gerakan protes semacam ini kemudian berkembang menjadi aksi massal. Poster-poster Jepang diganti dengan plakat buatan anak-anak muda itu sendiri.

Ditangkap Kempetai

Lukitaningsih, wartawati Lembaga Kantor Berita Antara yang juga ketua Pemuda Puteri, merupakan satu-satunya tokoh pejuang wanita yang ikut pidato dalam Rapat Raksasa di Tambaksasi 21 September 1945. Di dalam buku Seribu Wajah Wanita Pejuang dalam Kancah Revolusi ’45, Lukitaningsih mengungkapkan, bahwa para pemimpin  pemuda dengan tegas bergantian pidato untuk membakar semangat juang. Tiada lain tujuannya, agar pemuda-pemuda dan rakyat tetap bersatu padu dan tetap mempertahankan berkibarnya sang merah-putih untuk selama-lamanya.

Selaku ketua Pemuda Puteri, ulas Lukitaningsih, ia mengetahui bahwa saat Rapat Raksasa berlangsung, pasukan Kempetai (Polisi Militer Jepang) bersenjata lengkap bersiaga di sekeliling lapangan Tambaksari. Mereka menempatkan truk, panser dan tank-tanknya. Begitu acara selesai sekitar pukul 19.00, sebelas orang yang dianggap tokoh ditangkap. “Termasuk saya, digiring masuk kendaraan Kempetai dan dibawa ke markasnya di bekas kantor Raad van Justitie (Pengadilan Tinggi zaman Belanda) — yang sekarang sudah hancur dan di tempat itu didirikan Tugu Pahlawan.

Sejak ditangkap, kami yang sebelas orang itu ditempatkan di sebuah ruangan besar, kata Lukitaningsih. Kami menunggu nasib, entah mau diapakan. Yang jelas, Kempetai itu tersohor kekejamannya. Menurut cerita, jarang orang yang tertangkap di situ akan keluar hidup-hidup. Dengan penuh kesadaran akan hal itu, jiwa muda kami tidak gentar, hanya pasrah kepada Tuhan yang Maha Esa. Apa yang terjadi tidak kami pikirkan lagi.

Kami menunggu sambil berbincang-bincang, bagaimana kalau kami ditembak mati, bagaimana dengan teman-teman selanjutnya.Apabila selamat bagaimana strategi perjuangan kami selanjutnya. Pokoknya kami pertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia, kata Lukitaningsih yang kemudian dikenal dengan nama Hj.Lukitaningsih Irsan Radjamin.. Selain sebagai wartawati dan redaktur senior di LKBN Antara di Jakarta, Lukitaningsih menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Wirawati Catur Panca, yakni organisasi para perempuan pejuang kemerdekaan RI.

Sekitar tengah malam pintu ruangan tempat kami disekap dibuka. Tampak beberapa pejabat pemerintahan dan tokoh pejuang datang untuk membebaskan kami. Ternyata setelah mengetahui sebelas orang disekap di markas Kempetai, para petinggi pemerintahan dan pejuang berusaha menghubungi pimpinan Kempetai. Kepada pimpinan tentara Jepang di Surabaya dikatakan, bahwa yang disekap itu adalah pemimpin pemuda Surabaya. Apabila mereka tidak dibebaskan, maka massa rakyat dan pemuda Surabaya akan menyerbu markas Kempetai.

Peristiwa itu merupakan modal yang sangat berarti untuk lebih mempersiapkan segenap lapisan pemuda dan rakyat. Kita harus siap mengadakan perlawanan kepada siapapun  yang akan menginjak-injak kehormatan bangsa, ujar menantu Radjamin Nasution — Walikota Surabaya yang pertama sejak zaman Jepang dan Indonesia merdeka itu.

Sejarah yang dilupakan

Kendati “Rapat Raksasa” tanggal 21 September 1945 ini merupakan  peristiwa bersejarah yang luar biasa, namun hampir tidak pernah menjadi bahan pembicaraan dalam sejarah perjuangan arek-arek Surabaya. Padahal puluhan ribu rakyat Surabaya berduyun-duyun menghadiri acara di lapangan sepakbola yang sekarang bernama Stadion Gelora 10 November di Jalan Tambaksari Surabaya. Konon kabarnya, ada masalah politis di balik peristwa itu.

Roeslan Abdulgani yang lebih akrab disapa Cak Ruslan dalam suatu wawancara khusus dengan penulis, mengakui adanya Rapat Raksasa di lapangan sepakbola  Tambaksari itu. “Saya memang tidak hadir, karena pada hari yang sama ada rapat KNID (Komite Nasional Indonesia Daerah) Surabaya di GNI (Gedung Nasional Indonesia) Jalan Bubutan. Rapat membicarakan berbagai taktik dan cara menghadapi tentara Sekutu yang datang melucuti serdadu Jepang”. Pada hari yang sama ujar Cak Ruslan, ia mengobarkan semangat juang para pemuda dan menanamkan rasa permusuhan terhadap tentara Sekutu.

Namun lain lagi, yang diungkapkan dalam buku Hasil Survey Sejarah Kepahlawanan  Kota Surabaya, 1974, pada halaman 60, disebutkan bahwa panitia mendatangi Cak Ruslan untuk memimpin rapat raksasa di Tambaksari itu. Ternyata, Cak Ruslan tidak bersedia memimpin rapat raksasa itu. Cak Ruslan khawatir, kalau rapat raksasa yang juga disebut “rapat samudra” itu dilaksanakan, terjadi bentrok dengan tentara Jepang yang sudah siaga.

Menurut S.Kasman, Cak Ruslan yang ditemui oleh Sumarsono, Kuslan dan Djamal, menyatakan ketidak bersediaan Cak Ruslan, karena menghendaki  rapat raksasa itu memperoleh izin dari pihak Jepang yang masih diberi kewenangan. Ternyata para pemuda itu tidak mau minta izin dan mengambil keputusan tetap mengadakan rapat raksasa tanpa kehadiran Cak Ruslan.

Dalam buku yang diterbitkan Bapparda (Badan Pengembangan Pariwisata Daerah) Kota Surabaya itu, disebutkan saat itu semangat pemuda sudah meluap dan diarahkan kepada penguasa Jepang. Panitia Setiakawan Warga Sosialis Surabaya dalam buku In Memorium Djohan Sjahroezah, menyebutkan bahwa, waktu itu sudah ada rencana setelah rapat raksasa rakyat akan digerakkan melucuti senjata tentara Jepang.

Memang, begitu rapat raksasa selesai menjelang Maghrib, sekitar 150 ribu lebih rakyat berduyun-duyun keluar lapangan Tambaksari. Di antaranya ada yang beraksi merobek berbagai poster dan tempelan yang disebar oleh tentara Jepang. Beberapa mobil milik tentara Jepang diambilalih dan dibawa ke markas pemuda pejuang.

Nah, mengapa peristiwa besar yang disebut Rapat Raksasa di Lapangan Tambaksasi tanggal 21 September 1945 itu seolah-olah lenyap dari sejarah perjuangan Arek-arek Surabaya?

21
Sep
16

POLITIK : REVOLUSI KONSTITUSI REFUNGSIKAN UUD 18 AGUSTUS 1945 JO KEPPRES NO 150/1959

Suara Warga :

REVOLUSI KONSTITUSI REFUNGSIKAN UUD 18 AGUSTUS 1945 JO KEPPRES NO 150/1959

REVOLUSI KONSTITUSI tepat ditekadkan saat peringati 71 Tahun Rapat Raksasa Tambaksari 21 September 1945 oleh Arek-arek Surabaya pasca peristiwa penggantian bendera TriWarna dengan DwiWarna 19 September 1945 yang diakui sebagai pencetus pertempuran Surabaya 3 (tiga) minggu yang kini didapuk sebagai Hari Pahlawan 10 Nopember 1945.

REVOLUSI KONSTITUSI disingkat RevKon itu layak digelar demi keutuhan praktek Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna [ http://www.repelita.com/pusaka-bangsa-indonesia-jatidiri-paripurna/ via @RepelitaOnline ]

RevKon itu patut dilaksanakan menimbang Catatan Advokat.Syarifuddin Simbolon, SH [http://rayaindonesia.blogspot.co.id/2016/07/uud-1945-tgl18-agustus-1945-adalah.html], sebagai berikut :

1) UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959 adalah WUJUD NKRI sebagai Subjek Hukum badan hukum pendukung Hak dan Kewajiban (Rechts persoon).

2) Oleh karena itu menurut Hukumnya, mengubah dan atau mengamandemen UUD 1945 berarti telah mengubah NKRI.

3) Dengan perkataan lain amandemen/perubahan UUD 1999-2002 merupakan
penjajahan atau aneksasi atau invasi atau agressi terhadap NKRI (UUD 1945 tgl.18 Agustus 1945 jo.5 Juli 1959).

RevKon itu pantas digerakkan sebagai konsekuensi logis daripada pasca SOMASI Ke-3 Tanggal 16 September 2016 kepada MPRRI tentang RESOLUSI 4 Juli 2016 Kembali Ke UUD 18 Agustus 1945 jo KepPres No 150/1959.

RevKon ini penting didukung segenap warga Republik Indonesia guna penyelamatan dan keselamatan negarabangsa Indonesia dari rongrongan kepentingan2 anti Jatidiri Paripuna 9 Pusaka Bangsa Indonesia.

Jakarta, 21 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45),

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

Pembentukan Konstitusi

Pembentukan konstitusi atau undang-undang dasar pada setiap negara berbeda-beda. Ada yang sengaja dibentuk, ada yang secara revolusi, pemberian dari penguasa, maupun dengan cara evolusi. Dalam hal ini terdapat beberapa pembentukan konstitusi yang antara lain sebagai berikut :
  1. Konstitusi yang pembentukannya sengaja dibentuk berarti pembuatan UUD dilakukan setelah negara tersebut berdiri.
  2. Konstitusi yang pembentukannya secara revolusi berarti pemerintahan yang baru terbentuk dari hasil revolusi membuat UUD setelah mendapat persetujuan rakyat atau dengan cara permusyawaratan.
  3. Konstitusi yang pembentukannya secara pemberian dari penguasa, dalam misalnya, seorang raja memberikan UUD kepada rakyatnya atau jika seorang raja mendapat tekanan dan khawatir akan timbul revolusi sehingga dibuatlah UUD yang dapat membatasi kekuasaan raja.
  4. Konstitusi yang pembentukannya secara evolusi berarti pembuatan UUD didasarkan pada adanya perubahan-perubahan secara perlahan-lahan sehingga UUD yang lama menjadi tidak berlaku lagi.
Macam-macam Konstitusi  pada dasarnya dapat dibedakan dalam dua macam yaitu sebagai berikut :
1. Konstitusi Tertulis
Konstitusi tertulis, yaitu suatu naskah yang menjabarkan (menjelaskan) kerangka dan tugas-tugas pokok dari badan-badan pemerintahan serta menentukan cara kerja dari badan-badan pemerintahan tersebut. Konstitusi tertulis ini dikenal dengan sebutan undang-undang dasar.
2. Konstitusi tidak tertulis
Konstitusi tidak tertulis, merupakan suatu aturan yang tidak tertulis yang ada dan dipelihara dalam praktik penyelenggaraan negara di suatu negara. Konstitusi tidak tertulis ini dikenal dengan sebutan konvensi.
Unsur-unsur yang harus dimuat di dalam konstitusi menurut pendapat Lohman (dalam Farida Indrati Suprapto) adalah
  • konstitusi sebagai perwujudan kontak sosial, yaitu merupakan perjanjian dari kesepakatan antara warga negara dengan pemerintah;
  • konstitusi sebagai penjamin hak asasi manusia, yaitu merupakan penentu hak dan kewajiban warga negara dan badan-badan pemerintah;
  • konstitusi sebagai forma regiments, yaitu merupakan kerangka pembangunan pemerintah.
Menurut pendapat dari C.F. Strong (dalam Miriam Budiardjo: 1985), suatu konstitusi dapat bersifat kaku atau bisa juga supel tergantung pada apakah prosedur untuk mengubah konstitusi itu sudah sama dengan prosedur membuat undang-undang di negara yang bersangkutan atau belum. Dengan demikian, sifat dari konstitusi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu
  • konstitusi yang bersifat kaku (rigid), hanya dapat diubah melalui prosedur yang berbeda dengan prosedur membuat undang-undang pada negara yang bersangkutan;
  • konstitusi yang bersifat supel (flexible), sifat supel disini diartikan bahwa konstitusi dapat diubah melalui prosedur yang sama dengan prosedur membuat undang-undang pada negara yang bersangkutan.
19
Sep
16

Politik Kebangsaan : Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna

Logo Bulat GPA45

Suara Warga

Pusaka Bangsa Indonesia Jatidiri Paripurna

Kepada Yth Kaum Peduli NegaraBangsa, seiring Aksi Pemerintahan Bela Negara
[ http://nusantaranews.co/publikasi-tradisi-permudah-rakyat-melakukan-kontrol-kinerja-pemerintah/ ] dan setelah menyimak aksi Direktorat Sejarah KemDikBud peringati Rapat Raksasa IKADA (kini Silang MoNas) 19 September 1945 di Museum Naskah Proklamasi 18 September 2016, maka kini dirasa perlu sarankan topik Jatidiri Bangsa Indonesia yang fundamental bagi bina karakter negarabangsa dan Strategi Ketahanan Bangsa agar juga berpedoman Pusaka Bangsa Indonesia (2004) sebagai Jatidiri Paripurna yakni :

1) Sang Saka Merah Putih (1292)
2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika (1365)
3) Sumpah Pemuda (1928)
4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (1928)
5) Pancasila (1945)
6) Proklamasi Indonesia Merdeka (1945)
7) Undang Undang Dasar (1945)
8) Wawasan Nusantara (1957)
9) Jiwa, Semangat, Nilai-nilai 45 (1988)

Topik diatas relevan dipertautkan dengan 71 tahun Rapat Raksasa IKADA (kini Silang MoNas) pada tanggal 19 September 1945 yaitu unjuk bela Proklamasi Indonesia Medeka 17 Agustus 1945 oleh rakyat Djakarta yang a.l. dipelopori Commite van Actie, Jl Menteng 31 (kini Gedung Joang45) dan sentra2 Patriot Jakarta (PaJak) lain seperti Barisan Banteng, milisi ex PETA, jaringan mahasiswa kedokteran Jl Prapatan 10, kaum Pemuda Senen, dlsb.

Besar harapan kami, dengan menimbang saran diatas, komponen-komponen Agen Pembangunan selalu secara optimal mampu seutuhnya memerdekakan diri beraktualisasi Jatidiri Paripurna tersebut diatas.

Dalam kesempatan ini perlu dirujukkan juga pendapat dari praktisi hukum Advokat Syarifuddin Sihombing SH yaitu a.l. bahwa UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1945 itulah WUJUD NKRI. Jika hendak mengamankan/menjaga keselamatan, keberadaan, kedaulatan NKRI maka BERJUANGLAH AGAR UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1945 tertegakkan/terfungsikan. Menurut Hukum dan Ilmu Hukum, negara itu merupakan subjek Hukum badan hukum (Rechts persoon) yg keberadaanya ada pada UUD nya atau AKTA PENDIRIAN pd perusahaan PT. Tanpa UUD/Akta Pendirian itu TIDAK ADA negara/PT. Itulah antara lain bedanya manusia sebagai subjek Hukum dengan badan hukum. Manusia ada dengan lahirnya raga manusia itu. Sedangkan negara/PT ada apabila ada UUD atau Akta Pendirian (plus syarat2nya). Amandemen UUD 1945 tgl.18.8.1945 jo.5.7.1959 merupakan INVASI, AGRESSI atau Penjajahan terhadap NKRI.

Demikian disampaikan dengan iktikad baik, semoga Suara Warga ini manfaat hendaknya

Jakarta, 17 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45,

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

PANCASILA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA INDONESIA | CANDRA …

research.amikom.ac.id › Home › 2011 › CANDRA PURNAMATranslate this page
by FC PURNAMA – ‎2011 – ‎Related articles

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung, wereldbeschouwing, wereld en levens …

Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia_pendidikan pancasila …

a32120887.blogspot.com/…/pancasila-sebagai-jati-diribangsa.htmlTranslate this page

Jun 21, 2013 – Peranan Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa Indonesia. Disusun Oleh : Fityanul Arifin (A32120887). POLITEKNIK NEGERI JEMBER.

BAB II JATI DIRI BANGSA | onli sun – Academia.edu

BAB II BAB II J ATI DIRI BANGSA J ATI DIRI BANGSA INDONESIA INDONESIA TERJADI PERGESERAN TERJADI PERGESERAN JATI DIRI BANGSA …

Pancasila Sebagai Jati diri Bangsa Indonesia – informasi dunia maya

muringkay.blogspot.com/…/pancasila-sebagai-jati-diribangsa.htmlTranslate this page

Oct 8, 2012 – Yang dimaksud jati diri bangsa adalah pandangan hidup yang berkembang didalam masyarakat yang menjadi kesepakatan bersama, berisi …

You visited this page on 8/27/16.

Sebutkan dan jelaskan 6 pembentuk jati diri bangsa indonesia …

Jul 8, 2015 – Pancasila. Pancasila merupakan landasan falsafah bangsa Indonesia. Ideologi yang dianut oleh bangsa Indonesia ialah Pancasila, semua …

Membangun Jati Diri Bangsa Yang Pancasila Dalam Perspektif …

kesbangpol.banyumaskab.go.id/page/18088/membangun-jati-diriTranslate this page

Drs. SETIA RAHENDRA, MSi. KEPALA KANTOR KESBANGPOL. KABUPATEN BANYUMAS. MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA YANG PANCASILAIS DALAM …

Bahasa sebagai Jati Diri Bangsa – Badan Pengembangan dan …

badanbahasa.kemdikbud.go.id/lamanbahasa/artikel/321Translate this page

Jati diri—atau yang lazim juga disebut identitas—merupakan ciri khas yang menandai seseorang, sekelompok orang, atau suatu bangsa. Jika ciri khas itu …

You visited this page on 8/27/16.

PANCASILA JATI DIRI BANGSA INDONESIA | Lembaga Pengkajian …

Mar 23, 2009 – BAB I PANCASILA JATIDIRI BANGSA INDONESIA A. Pengantar alam upaya untuk membahas dan memahami Pancasila sebagai jatidiri …

Jati Diri Bangsa Sebagai Perwujudan Pancasila | my words

trisnasunawar.blogspot.com/…/normal-0-false-false-false-in-x-none…Translate this page

Nov 27, 2012 – Makalah ini memuat tentang “Jati Diri Bangsa Sebagai Perwujudan Pancasila” yang secara tidak sengaja diberikan oleh guru kami. Penyusun …

Logo Segilima GPA45

Rapat Raksasa Lapangan Ikada – Wikipedia bahasa Indonesia …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada …

sejarah kita: PERISTIWA SEJARAH LOKAL 19 SEPTEMBER 1945

sejarahkita.blogspot.com/…/peristiwa-sejarah-lokal-19september.ht…Translate this page

Jun 10, 2006 – Pada tgl 19 September 1945 mulai pukul 10.00 pagi bertempat … yaitu berlangsungnya “Rapat Raksasa Ikada” yang penyelenggaraannya …

Rapat Raksasa IKADA – Jakartapedia

jakartapedia.bpadjakarta.net/index.php/Rapat_Raksasa_IKADATranslate this page

Satu bulan setelah Republik Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tepatnya pada 19 September 1945, Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 …

Sep 3, 2008 – Uploaded by swaramuslim

Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung Karno …

Makna Penting Diselenggarakannya Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

May 20, 2015 – ASTALOG.COM – Dalam rangka memperingati 1 bulan terjadinya proklamasi kemerdekaan Indonesia, maka pada tanggal 19 September 1945 …

Nasionalisme : Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945 | Jakarta 45

Sep 18, 2009 – Peristiwa Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945 Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana …

Arti Penting Rapat Raksasa di Lapangan Ikada Jakarta | Azanul Ahyan

Jan 16, 2016 – Di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) pada tanggal 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori Komite Van Aksi.

Dari Rapat Raksasa Ikada hingga Perobekan Bendera di Surabaya …

news.okezone.com/…/19/…/dari-rapatraksasaikada-hingga-perobe…Translate this page

Sep 19, 2015 – 19 September 1945, terjadi dua momen penting, baik di Jakarta dan ujung … Menilik peristiwa rapat raksasa di Ikada, gelaran itu merupakan …

Rapat Ikada Membulatkan Tekad Untuk Merdeka | Pusaka Indonesia

http://www.pusakaindonesia.org/rapatikada-membulatkan-tekad-untuk-…Translate this page

Sep 13, 2014 – Rapat Raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta terjadi pada 19 September 1945,dipelopori Komite Van Aksi. Lapangan …

Jelaskan makna dari rapat raksasa di lapangan ikada

brainly.co.id › Sekolah Menengah Pertama › IpsTranslate this page

Feb 14, 2014 – Ahirnya pada tanggal 19. September 1945 tiba juga. Sejak pagi hari rakyat yang sudah yakin akan diadakan rapat raksasa tersebut sejak …

Ikada, Rapat Raksasa – Jakarta.go.id • Detail | Encyclopedia

Peristiwa penting pada tanggal 19 September 1945, berupa rapat raksasa di Lapangan Ikada, sekarang jadi Lapangan Monas. Pada waktu itu pemerintah RI …

May 22, 2014 – 3 posts – ‎1 author

Pada tanggal 19 Agustus 1945 para pemuda Jakarta yang dipelopori oleh Komite Aksi Menteng 31 merencanakan menggerakan aksi massa …

May 18, 2013 – a. mengusir jepang dari indonesia b. meyakinkan kepada Jepang bahwa Indonesia telah merdeka c. mengambil alih kekuasaan dari tangan …

aii’s blog: Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

aiisblog.blogspot.com/2009/…/rapatraksasa-di-lapangan-ikada.htm…

May 28, 2009 – Mereka berkumpul di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) dalam rapat akbar pada tanggal 19 September 1945. Rakyat ingin menyatakan …

A r i e f a f r o: Sejarah Jakarta (Rapat raksasa di lap. Ikada)

hidayatramadhan.blogspot.com/…/sejarah-jakarta-rapatraksasa-di-l…

Dec 6, 2011 – ini seputar lapangan ikada sih. Tanggal 19 September 1945 pemerintah mengadakan rapat penting di lapangan Ikada. itu merupakan bukti …

BLOG SEJARAH UM: PERTEMUAN KETIGA

historianum.blogspot.com/2010/03/pertemuan-ketiga.html

Mar 5, 2010 – Pada tanggal 5 September 1945, di Yoyagyakarta Sri Sultan … Rapat raksasa Ikada diselenggarakan pada tanggal 19 September 1945 dan …

Jun 23, 2016 – Rapat raksasa di Lapangan IKADA terjadi pada tanggal 19 September 1945. Tujuan dari rapat di lapangan IKADA adalah mempertemukan …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada – Catatan-Catatan Anton DH …

anton-djakarta.blogspot.com/…/rapatraksasa-lapangan-ikada.html

Nov 22, 2011 – Mengungkap Rapat Ikada : Ketika Tan Malaka Menguji Kekuatan Sukarno Peristiwa Lapangan Ikada 19 September 1945, bukan semata-mata …

Rapat Raksasa DiLapangan Ikada | Buih Kata

buihkata.blogspot.com/2014/…/rapatraksasa-dilapangan-ikada.htm…

Rapat Raksasa Dilapangan Ikada. Rapat Raksasa Ikada terjadi pada tanggal 19 september 1945 dilapangan Ikada (lapangan monas). Latar belakang Rapat …

NO_K@: SEJARAH

zizkagusmidarti.blogspot.com/2011/11/sejarah_13.html

Nov 13, 2011 – Makna yang sangat besar pada Rapat raksasa di Lapangan Ikada : a. … Pada tanggal 19 september 1945 segelintir orang belanda bekas …

Dukungan Spontan Terhadap Proklamasi | All About Our World

jihanryanandha.blogspot.com/…/dukungan-spontan-terhadap-prokl…Translate this page

Feb 6, 2012 – Pada 2 September 1945 memberikan dukungan terhadap negara … dalam rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945.

sejarahuntukkemanusiaan: PERISTIWA IKADA

belajarsejarahuntukkemanusiaan.blogspot.com/…/materi-kelas-xii-i…Translate this page

Feb 9, 2012 – RAPAT SAMUDRA TANGGAL 19 SEPTEMBER 1945 DI … tersebut maka diputuskanlah untuk mengadakan rapat raksasa di Lapangan Ikada …

Komite van aksi dan lahirnya badan-badan perjuangan | Guru Sejarah

http://www.gurusejarah.com › Sejarah Kemerdekaan › Sejarah Kls XITranslate this page

Pada 2 September 1945 memberbagi dukungan terhadap negara kesatuan RI … dalam rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945.

Yang Terlupakan: Rapat Raksasa Tambaksari (21 September 1945)

Menurut Soemarsono, sebelum tanggal 19 September 1945, Aidit datang ke … Rapat Raksasa di Lapangan Ikada Jakarta pada tanggal 19 September 1945 …

Kantor Berita ANTARA peringati 70 tahun Rapat Raksasa Ikada …

Sep 19, 2015 – Salah satu adegan film rapat Raksasa Ikada, yang diputar di Galeri Foto … Rapat Raksasa Lapangan Ikada pada 19 September 1945.

“Rapat Raksasa Ikada” Bangkitkan Nasionalisme & Patriotisme …

Sep 20, 2015 – Jakarta, Aktual.com — Pagi-pagi sekali sejak pukul 05.00 WIB pada 19 September 1945 para pemuda telah mendatangi Lapangan Ikada …

Peringatan Rapat Raksasa Ikada – Memoir Princesse

memoirprincesse.livejournal.com/60581.htmlTranslate this page

Peringatan Rapat Raksasa Ikada. Sep. 20th, 2010 at 11:02 PM … Pada tanggal 19 September 1945 pukul 10.00 pagi bertempat di Gedung KNIP Lapangan …

[PDF]Rapat raksasa di lapangan IKADA 19 September 1945 pemuda dan …

lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-20156796.pdfTranslate this page

Perpustakaan Universitas Indonesia >> UI – Skripsi. (Membership). Rapat raksasa di lapangan IKADA 19 September 1945 pemuda dan masalahnya. Hairkoto …

Rapat raksasa IKADA, 19 September 1945: (mengkaji hikmah dan …

https://books.google.com/…/Rapat_raksasa_IKADA_19_SeptemberTranslate this page

Rapat raksasa IKADA, 19 September 1945: (mengkaji hikmah dan daya getarnya terhadap perjuangan untuk menegakkan, mengisi dan mewujudkan cita-cita …

Catalog Record: Rapat raksasa IKADA, 19 September 1945 :… | Hathi …

Rapat raksasa IKADA, 19 September 1945 : (mengkaji hikmah dan daya getarnya terhadap perjuangan untuk menegakkan, mengisi dan mewujudkan cita-cita …

Rapat Raksasa Ikada, 19 September 1945 : mengkaji hikmah dan …

Rapat Raksasa Ikada, 19 September 1945 : mengkaji hikmah dan daya getarnya terhadap perjuangan untuk menegakkan, mengisi dan mewujudkan cita-cita …

Rapat raksasa menyambut Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan …

onesearch.perpusnas.go.id/…/IOS2789-oai:dev2.pnri.go.id:kepusta…

Perpustakaan Nasional RI 2006-05-06 12:47:29 Rapat raksasa menyambut Proklamasi Kemerdekaan RI di lapangan Ikada Jakarta 19 September 1945 …

Presiden Soekarno pada rapat raksasa di lapangan Ikada tgl. 19 …

onesearch.id/Record/IOS1-INLIS000000000110444Translate this page

Presiden Soekarno pada rapat raksasa di lapangan Ikada tgl. 19 September 1945 untuk menjambut proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Saved in: …

Kebulatan Tekad Rapat Raksasa Ikada has 0 reviews: Published 1987 by Dinas Museum dan Sejarah DKI Jakarta, 75 pages, Paperback.

“Selamat Datang di Website SD Plus Hang Tuah 1 Jakarta”. Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. 11.24 Sejarah. An error occurred.

Citra Anggraini: PERISTIWA KEMERDEKAAN INDONESIA

canggraini.blogspot.com/…/peristiwa-rengasdengklok-peristiwa.ht…

Aug 2, 2013 – Pada tengah malam menjelang tanggal 16 Agustus 1945, kalangan pemuda ….. Rapat raksasa di Lapangan Ikada pada tanggal 19 September …

Perayaan Sebulan Proklamasi: Rapat Raksasa di Lapangan Ikada

kangroedy.blogspot.com/…/perayaan-sebulan-proklamasi-rapat.ht…

Sep 23, 2010 – Pada 19 September 1945, dihelat rapat raksasa di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta)—kini lapangan luas di pojok timur Monas—untuk …

Ahok Pimpin Upacara Rapat Raksasa Ikada di Irti Monas – Poskota …

poskotanews.com/…/19/ahok-pimpin-upacara-rapatraksasaikada-…

6 hours ago – Peringatan rapat raksasa Ikada dilakukan setiap tanggal 19 September. Pada tahun 1945, para pemuda dan mahasiswa menjadi penggerak …

AMIN HIDAYAT CENTER: DUKUNGAN TERHADAP PROKLAMASI

aminhidayatcenter.blogspot.com/…/dukungan-terhadap-proklamasi…

Mar 27, 2013 – Rapat Ikada dihadiri oleh Presiden Soekarno dan Wakil Presiden … diambil dari rapat raksasa di lapangan Ikada tanggal 19 September 1945:.

(3) Rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945 merupakan bukti dan perwujudan yang nyata bahwa Negara dan Pemerintahan …

Aster Kasdam Jaya Hadiri Peringatan Rapat Raksasa IKADA | Tentara …

http://www.tniad.mil.id › Kotama › Kodam Jaya

Sep 20, 2014 – “Peristiwa penting pada tanggal 19 September 1945 ini, berupa rapat raksasa di Lapangan Ikada, sekarang jadi Lapangan Monas.

Kebulatan tekad rapat raksasa IKADA / peristiwa 19 September 1945 …

nla.gov.au/anbd.bib-an7156309

1987, Indonesian, Book, Illustrated edition: Kebulatan tekad rapat raksasa IKADA / peristiwa 19 September 1945. Get this edition …

proklamasi dan terbentuknya nkri – forum sejarah/ips terpadu

widhisejarahblog.blogspot.com/…/proklamasi-dan-terbentuknya-nk…

Oct 11, 2010 – Rapat Raksasa di Lapangan Ikada,. Pada tanggal 19 September 1945 di lapangan Ikada diselenggarakan rapat untuk menyambut proklamasi …

Video Pembelajaran IPS Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada …

videolagu.mobi/video?…Video%20Pembelajaran%20IPS%20Peristi…

Video Video Pembelajaran IPS Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 3GP, MP4, FLV, HD Free Download – Download Video Video …

PDS berdiri sejak 2001 dengan prinsip; ‘Damai Negeriku, Sejahtera Bangsaku’ Ijin Parpol … Rapat Raksasa di Stadion Ikada dan Kelanjutan Perjuangan …. Rapat raksasa 19 September 1945 selain membangkitkan semangat rakyat, juga …

Sukses Ujian Nasional SD/MI 2014 – Page 202 – Google Books Result

Drs. Joko Untoro, ‎Sandy Fahamsyah, S.Si, ‎Endro W. S.Si – 2013 – ‎Education

19. 20. 22. 23. 21. Pembahasan: Fatmawati adalah istri Presiden 24. … B Pembahasan: Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat …

Knowledge is Powerful: Dukungan Spontan Terhadap Proklamasi …

anfaleseven.blogspot.co.id/…/dukungan-spontan-terhadap-proklam…

Sep 16, 2012 – Pada 2 September 1945 memberikan dukungan terhadap negara … dalam rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September 1945.

Sep 20, 2015 – GFJA Putarkan Film “Rapat Raksasa IKADA 1945″. Minggu … 70 Tahun Peristiwa Rapat Raksasa Ikada yang jatuh pada 19 September 1945.

maulidya lestari

maulidyalestari.blogspot.com/

Mar 20, 2012 – Rapat Raksasa Dilapangan Ikada. tanggal 19 september 1945 diselenggarakan rapat di Lapangan Ikada (sekarang lapangan monas). Rapat …

Sep 18, 2015 – Pada tanggal 19 September 1945, ribuan rakyat berkumpul untuk memperingati … Rapat Raksasa Lapangan Ikatan Atletik Djakarta (Ikada) di …

Kawanan Tan Malaka dan Aksi Penggelapan 19 September – m.jpnn …

m.jpnn.com/…/Kawanan-Tan-Malaka-dan-Aksi-Penggelapan-19S

2 days ago – 19 SEPTEMBER 1945. Saat kaum republiken menggelar rapat raksasa di Lapangan Ikada, sekelompok orang melakukan aksi penggelapan …

Yuk, bertualang ke museum di Jakarta – Google Books Result

2011 – ‎Museums

… persiapan kemerdekaan rapat raksasa IKADA. Lainnya, divisualkan dalam bentuk diorama. Diorama Bung Karno berpidato pada tanggal 19 September 1945 …

Sep 21, 2015 – Sep 21, 2015 11:59. SHARE. Facebook · Twitter. Ilustrasi rapat Ikada. … dalam mengenang 70 tahun rapat raksasa Ikada 19 September 1945 …

Be Smart Ilmu Pengetahuan Sosial – Page 19 – Google Books Result

Pada 19 September 1945, para pemuda mengerahkan massa untuk menghadiri rapat raksasa di lapangan Ikada Jakarta yang dihadiri oleh presiden dan wakil …

Menguak misteri sejarah – Page 145 – Google Books Result

Asvi Warman Adam – 2010 – ‎Historiography

Setamat SMP di Cirebon ia libur panjang puasa akhir Juli 1945 di rumah … rapat raksasa di Ikada (sekarang lapangan Monas) tanggal 19 September 1945. Dok …

Pemda DKI Upacara Peringatan Hari Rapat Raksasa IKADA – Warta DKI

wartadki.com/berita-3813-pemda-dki-upacara-peringatan-hari-rapa

Kategori DKI Jaya | Senin, 21 September 2015 , 11:29:44 WIB | Penulis. … pendiri bangsa saat digelar Rapat Raksasa IKADA pada 19 September 1945 lalu.

Feb 11, 2016 – Pada tanggal 19 September 1945, dilangsungkan rapat raksasa di Lapangan Ikada-Jakarta. Rapat itu terlaksana atas prakarsa dari para …

Foke Pimpin Peringatan Rapat Ikada Di Monas – Kompas.com

megapolitan.kompas.com/…/19/…/Foke.Pimpin.Peringatan.Rapat.I

Sep 19, 2012 – Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pertama kali digelar pada 19 September 1945. Penyelenggaraan rapat dipersiapkan dan dilaksanakan …

Sejarawan Belanda Harry Poeze jadi Pembicara Peringatan Peristiwa …

harianhaluan.com/…/sejarawan-belanda-harry-poeze-jadi-pembicar…

4 days ago – … jadi Pembicara Peringatan Peristiwa 19 September 1945 di Jakarta … Rapat Raksasa 19 September 1945 di Lapangan Ikada Jakarta.

Θ Rapat raksasa IKADA 19 September 1945 Θ : Sumber: 50 Tahun Indonesia Merdeka September, para pemuda di Jakarta mengambil alih kekuasaan atas …

Video Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September …

wapwonz.xyz/video-peristiwa-rapatraksasa-di-lapangan-ikada19september1945.ht…
Video Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 Free Download 3GP, MP4, HD, AVI, MKV, FLV, Free Download Peristiwa Rapat …

Sep 19, 2014 – Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat dan …

Peristiwa-Rapat-Raksasa-di-Lapangan-Ikada-19-September-1945 …

tel1winner.com/…/index.php?…RapatRaksasaIkada19Septemb

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung …

Book Title : Rapat raksasa IKADA 19 September 1945 ♧ Name Author : R. Soeprapto ♢Text Language : id Sentences ∞ Launching : 1986 ◊ Info ISBN Link : …

Ebook Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945 as PDF Download …

http://www.download4referencebook.com/…/rapatraksasaikada19septTranslate this page

Book Title : Rapat raksasa IKADA 19 September 1945 ♧ Name Author : R. Soeprapto ♢Text Language : id Sentences ∞ Launching : 1986 ◊ Info ISBN Link : …

Rapat Ikada, Ahok: Harus Ada Tokoh Yang Tak Munafik …

nusantaranews.co/rapatikada-ahok-harus-ada-tokoh-yang-tak-mun…

3 hours ago – Peringatan rapat raksasa Ikada dilakukan setiap tanggal 19 September. Pada tahun 1945, para pemuda dan mahasiswa menjadi penggerak …

Sep 19, 2013 – Rapat raksasa Ikada, 19 September 1945, sebagai manifestasi, Persatuan dan Kebulatan Tekad Bangsa Indonesia, mengisi kemerdekaan …

2. Rapat raksasa di lapangan Ikada (19 September 1945). Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan tanggal 17 Agustus 1945, pada 19 …

Berikut kejadian kejadian yang terjadi tanggal 19 September. 1926 – Peresmian … 1945 – Penyelenggaraan Rapat Raksasa di Lapangan IKADA (Gambir).

Sep 19, 2015 – 19 September adalah hari ke-262 (hari ke-263 dalam tahun kabisat) dalam … 1945 – Penyelenggaraan Rapat Raksasa di Lapangan IKADA.

PERISTIWA IKADA oleh Koes Pratomo Wongsoyudo – Pandji …

pandji.com/ikada/Translate this page

Apr 18, 2010 – di Gedung Bacterioral Institue , pada tgl 15 Agustus 1945 ,yaitu : … Rapat ini akan diadakan pasda tgl 19 September `45 ,di lapangan IKADA yang … sekali ini, mengeluarkan keputusan menentang Rapat Raksasa di Ikada.

Koleksi Diorama Museum Penerangan TMII

muspen.kominfo.go.id/…/216-koleksi-diorama-museum-peneranga…Translate this page

5. RAPAT RAKSASA DILAPANGAN IKADA. Dengan gagah berani dan semangat pantang menyarah juru film dan juru foto, pada tanggal 19 September 1945 …

betawi dan proklamasi – Kampung Betawi

kampungbetawi.com/tabe-2/betawi-dan-proklamasi/Translate this page

Pemuda Betawi, Mufreni Mu’min, pada tanggal 19 September 1945 menggelar rapat raksasa menyambut kemerdekaan di lapangan Ikada. Semua rakyat …

Rangkuman IPS Sejarah Kelas 8 smt 2 – Scribd

Untuk merealisasi janji tersebut, maka tanggal 1 Maret 1945 Jepang ….. adanya rapat raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945, di Surabaya tepatnya di …

Universitas Jember Harry A. Poeze : Yakin Makam Tan Malaka di …

Pada masa-masa menjelang dan sesudah proklamasi 17 Agustus 1945, Tan Malaka … Soekarno saat rapat raksasa di lapangan Ikada 19 September 1945.

Sejarah Dinomorduakan | Republika Online

2 hours ago – Diskusi mengenai peristiwa Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) merupakan … dalam peristiwa 19 September atau rapat raksasa di Lapangan Ikada.

Historia | Kronika September

historia.id/kronikaTranslate this page

19 September 1945. atas prakarsa pemuda-mahasiswa diselenggarakan Rapat Raksasa Ikada sebagai suatu pernyataan bangsa Indonesia untuk menentukan …

Tan Malaka, Agustus 1945 dan Revolusi Indonesia | Tan Malaka …

tanmalaka.id › Serba-SerbiTranslate this page

Aug 23, 2016 – Tan Malaka juga aktif di balik Rapat Raksasa 19 September 1945 di Lapangan Ikada (Lapangan Banteng). Rapat rakyat Jabodetabek dihadiri …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

Jun 24, 2016

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945.

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 by …

cyberspaceandtime.com/?k1yrzJoGqP0.videoTranslate this page

Feb 29, 2016 – Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung Karno bertindak selaku perdana menteri dan …

peristiwa rapat raksasa di lapangan ikada 19 september 1945 – WN …

https://search.wn.com/?…rapat+raksasaikada+19+september+194Translate this page

Perjalanan sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak terlepas dari peristiwa Rapat Raksasa di lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) 68 …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 …

id.popularvideos.top/watch/r2zKK0ht1CETranslate this page

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 video. dari milyaran gunawan arfahsyad 3 years ago. 822 views. 1 suka 0 tidak suka.

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

tinytu.be/w/FuW6m9XeYMcTranslate this page

Title: Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. Views: 176 Like: 0 Dislike: 0. Duration: 3:18 Published: 2 years ago Author: channel

Rapat-raksasa-di-lapangan-ikada-pada-19-september-1945

Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada 19 September 1945 This channel specifically for sharing of the history of Indonesia and the world that is solely to make …

About: Rapat Raksasa Lapangan Ikada – dbpedia-id

id.dbpedia.org/page/Rapat_Raksasa_Lapangan_IkadaTranslate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada …

Pengesahan APBD Tak Dapat Ditandatangani Plt Gubernur

Senin, 19 September 2016 | 14:56 WIB | Megapolitan … peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016).

Rapat raksasa di lapangan ikada – Dig Sites Value

getdigsitevalue.net/w/rapatraksasa-di-lapangan-ikadaTranslate this page

Nasionalisme : Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945 -. Sep 18, 2009 · Bagaimana pengaruh rapat raksasa di lapangan Ikada pada tanggal 19 September …

Download Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa Di …

indonesiandj.com/…/lagu-dan-hiburan-indonesia-peristiwa-rapatraTranslate this page

Download Lagu Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945.Mp3 Download Full Album Gratis Terbaru 2016.

“Bung Karno dalam Rapat Raksasa Lapangan Ikada 19 September …

May 15, 2014 – “Bung Karno dalam Rapat Raksasa Lapangan Ikada 19 September 1945” karya Herri Soedjarwanto (2014).. baca kisah sejarahnya di …

Play – Peristiwa-rapat-raksasa-di-lapangan-ikada-19-september-1945

play.tojsiab.com/azF5cnpKb0dxUDAzTranslate this page

Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung Karno bertindak selaku perdana menteri dan sejumlah pemuka …

Adhi on Twitter: “Penampakan Tan Malaka di Rapat Raksasa 19 …

Penampakan Tan Malaka di Rapat Raksasa 19 September 1945 di Lapangan IKADA cc: @GhaziiTApic.twitter.com/tOjNw28IsG. Retweets 2; Like 1; Fauzan …

Jelaskan makna yang dapat diambil dari rapat raksasa dilapangan …

gurupintar.com › Forums › Pelajaran › IPS

Aug 2, 2015 – … dari rapat raksasa dilapangan ikada 19 september 1945: mempertemukan pemerintahan republik indonesia dengan rakyat indonesia. rapat …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

tubidy.so/…/peristiwa-rapatraksasa-di-lapangan-ikada19septembeTranslate this page

Download Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 video as HD, mp4 & 3gp from Tubidy.

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

youtube5download.top/convert.php?v=k1yrzJoGqP0

youtube.com/watch?v=k1yrzJoGqP0 Convert & Download Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 Youtube video in MP3, FLV, MP4, …

Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa, Download mp3 for free on … Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945.

Bupati : Semangat Hari Rapat Raksasa Ikada Tidak Boleh Mati

beritapulauseribu.com/…/berita-bupati–semangat-hari-rapatraksas

Sep 21, 2015 – Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945 seyogyanya dimaknai dengan khidmat dan spirit pantang menyerah. “Semangat Ikada tidak boleh …

Kebulatan tekad rapat raksasa IKADA (eBook, 1987) [WorldCat.org]

http://www.worldcat.org/title/kebulatan…rapatraksasaikada/…/64424644…Translate this page

Kebulatan tekad rapat raksasa IKADA. [Jakarta Raya (Indonesia). Dinas Museum … Federation, December 2002. Responsibility: peristiwa 19 September 1945.

Call Number. UDC: 93;DDC: 959.803. impresum. Jakarta [id] : Pemprov DKI Jakarta. Dinas Museum dan Sejarah, 1997. Deskripsi. xiii, 75 hlm.: ilus.; 21 cm.

10 hours ago – Peristiwa 1926 – Peresmian Stadion San Siro di Milan. 1945 – Penyelenggaraan Rapat Raksasa di Lapangan IKADA (Gambir). 1945

Sep 19, 2015 – HARI ini 70 tahun yang lampau, terlecut dua peristiwa monumental yang jadi bagian penting sejarah republik ini. 19 September 1945, terjadi …

Foke: Rapat Raksasa Ikada Jadi Momentum Kebangkitan Jakarta

indonesiarayanews.com/…/19/…/news-politik-keamanan-09-19-201…Translate this page

Sep 19, 2012 – IRNewscom | Jakarta: SEJARAH mencatat rapat raksasa di Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945. Saat itu Presiden Soekarno …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ Kelas-reguler-siang-stiemb – Kuliah …

kelas-reguler-siang-stiemb.kuliah-karyawan.id/…/RapatRaksasa-La…

Rapat Raksasa Lapangan Ikada, Kelas-reguler-siang-stiemb … proklamasi kemerdekaan Di, 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori.

RakyatMerdeka Online – Bingkisan untuk Bang Foke

Sep 24, 2007 – … pesan Kejuangan�45 yang strategik bagi Bina Patriot Bangsa dari Peringatan Rapat Raksasa IKADA 19 September 1945 sebagai berikut :

Rapat Raksasa Lapangan Ikada | www.kota-probolinggo.web.id …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Mengenang Kembali Rapat Raksasa Ikada. [Opini]. Mengenang … Jepang terhadap rakyat yang dilakukan pada 19 September 1945. Apakah yang kami dapat …

Dari Rapat Raksasa Ikada hingga Perobekan Bendera di Surabaya …

news.babe.co.id/4131795Translate this page

Sep 19, 2015 – HARI ini 70 tahun yang lampau, terlecut dua peristiwa monumental yang jadi bagian penting sejarah republik ini. 19 September 1945, terjadi …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ Tempat-wisata-seluruh-negara …

tempat-wisata-seluruh-negara.unija.ac.id/…/Rapat-Umum-Ikada_10…

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Dilapangan Ikada – Free HD video download – hdking …

hdking.me/video/rapatraksasa-dilapangan-ikada

Rapat Raksasa Dilapangan Ikada – Video Download. Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. by swaramuslim. IMS – Rapat raksasa di …

Lapangan Ikada – Cangkok

cangkok.co.uk/…/search.php?…lapangan%20ikada

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada …

Politik Indonesia – Nusantara > Peringatan Rapat Ikada Digelar di …

politikindonesia.com/index.php?k=nusantara&i…RapatIkada

Sep 20, 2010 – Politikindonesia – Hari ini, Senin (20/09) Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) memimpin rapat raksasa Ikada 19 September 1945 di …

Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa Di … – Music

autonet.club/…/lagu-dan-hiburan-indonesia-peristiwa-rapatraksasa

Free Download Mp3 Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945. We don’t retailer information on our web …

Sep 22, 2015 – Bupati Pulau Seribu Menjadi Inspektur Upacara Rapat Raksasa Ikada … 70 tahun Hari Rapat Raksasa Ikada 19 September 1945, seyogyanya …

Foto Rapat Raksasa di Lapangan Ikada – Sistem Registrasi Koleksi …

cagarbudaya.kemdikbud.go.id/…/Foto-RapatRaksasa-di-Lapangan…

Fungsi Koleksi, : Umur Koleksi, : Pada tanggal 19 September 1945 diadakan rapat raksasa di Lapangan Ikada yang dihadiri oleh Presiden Soekarno …

Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 …

Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 – Vido1 is the best way of watch share upload download videos. We provide the best quality …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada pusat-ensiklopedi-bebas-q.unkris.my …

pusat-ensiklopedi-bebas-q.unkris.my.id/…/Rapat-Umum-Ikada_10…

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Upacara Mempringati Hari Rapat Raksasa IKADA di Halaman Kantor …

jakartafire.net/…/upacara-mempringati-hari-rapatraksasaikada-di-…Translate this page

Sep 21, 2015 – Upacara Mempringati Hari Rapat Raksasa IKADA di Halaman Kantor … tahun lalu, yaitu Rapat Raksasa IKADA tanggal 19 September 1945 di …

Rapat Raksasa Ikada, Peringatan Tahunan Jakarta – Detik.com

news.detik.com/…/rapatraksasaikada-peringatan-tahunan-jakartaTranslate this page

Sep 20, 2010 – Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pertama kali digelar pada 19 September 1945. Penyelenggaraan rapat dipersiapkan dan dilaksanakan …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada Sombu-village – Konsultan …

sombu-village.konsultan-pendidikan.web.id/…/RapatRaksasa-Lapa…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa – Download …

musiclagubaru.xyz/…/lagu-dan-hiburan-indonesia-peristiwa-rapatr

LAGU DAN HIBURAN INDONESIA Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. Download dan simpan Lagu Lagu Dan Hiburan Indonesia …

Dialog Kebangsaan Ikada, Tan Malaka Syuhada dan Waliyullah …

beritasumbar.com › NasionalTranslate this page

Rapat raksasa lapangan Ikada dalam rangka memperingati satu bulan … Harry Poeze jadi Pembicara Peringatan Peristiwa 19 September 1945 di Jakarta.

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ Sosial ~ Pusat Jurnal Bebas

profesor.sosial.org/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_prof…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ z.karya.us ~ Pusat Ensiklopedi Dunia

z.karya.us/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_z-karya.htm…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ 17-februari.stti.ac.id ~ Pusat Studi …

17-februari.stti.ac.id/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_stt…Translate this page

Lapangan Ikada Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi, dengan dipelopori para … Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada burundi.gilland.asia Pusat …

burundi.gilland.asia/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_stt…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ Indonesian Encyclopedia ~ S1 …

s1-farmasi.kurikulum.org/…/rapat-umum-IKADA_100112_s1-far…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada Cayene – Fantasi Indonesian …

cayene.fantasi.biz/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_stti_…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Sukarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam …

Rapat Raksasa Lapangan Ikada | Kendal – Kpt | Free Encyclopedia

kendal.kpt.co.id/…/RapatRaksasa-Lapangan-Ikada_100112_stieni…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada, Kendal – Kpt. Di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati bulan, Djakarta Jakarta pada tanggal 19 September 1945.

Rapat Raksasa Lapangan Ikada ~ www.neptunus.web.id …

http://www.neptunus.web.id/…/Rapat-Umum-Ikada_100112_unkris_nept…Translate this page

Rapat Raksasa Lapangan Ikada, http://www.neptunus.web.id. Rapat … pada tanggal 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori Komite Van Aksi.

AGENDA ACARA GFJA SABTU, 19/9/2015 | Mosista Pambudi | LinkedIn

Sep 18, 2015 – AGENDA ACARA GFJA SABTU, 19/9/2015 … mengenang 70 tahun peristiwa Rapat Raksasa Ikada yang terjadi pada 19 September 1945.

Rapat Raksasa 19 September 1945 | Yunieka

yunieka.blogspot.hk/2007/…/rapatraksasa19september1945.htm…

Sep 13, 2007 – Film ini merupakan sebagian footage dari film yang dibuat oleh Berita Film Indonesia (BFI) sebagai news reel pada tanggal 19 September …

1945. Penyelenggaraan Rapat Raksasa di Lapangan IKADA (Gambir). 1945. Insiden Hotel … Sosial Budaya — Senin, 19 September 2016 | 11:24. Kecemasan …

Indonesia Trending Topics – News Detail Page – Ahok Sebut Akar …

jakarta-jakarta.com/…/ahok-sebut-akar-masalah-bangsa-adalah-kor…

Dia membahasnya ketika menjadi inspektur dalam upacara Hari Rapat Raksasa Ikada tahun 2016 di Lapangan Eks Irti Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9).

Menurutnya 19 September merupakan sebuah refleksi perjuangan… … pemuda yang mengadakan rapat raksasa di lapangan Ikada yang sekarang disebut … ujar Triana dalam Dialog Kebangsaan Peristiwa 19 September 1945, Massa Aksi …

Direct Download Ims Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada Mp4, Mp3 …

girlviral.com/video/search/?q=ims–rapatraksasa-di-lapangan-ikada
Video Pembelajaran IPS Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945, Title: Video Pembelajaran IPS Peristiwa Rapat Raksasa di …
http://regional.kompas.com/read/2016/09/19/15371791/aparat.kembali. … Rapat Raksasa Ikada tahun 2016 di Lapabgan Eks Irti Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/9/2016). … Nibras Nada Nailufar Berebut kaos di acara rapat akbar Forum RT/RW …. peristiwa pertempuran hebat di Surabaya pada 19 September 1945 silam, …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. Download Play … Peristiwa Surabaya 10 Nopember 1945. Download Play …

Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945

wapitu.net/…/peristiwa_rapat_raksasa_di_lapangan_ikada_19_septe

Download Video Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 Dengan Format MP4 3GP FLV WEBM Gratis.

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

wapwon.cc/video/…RapatRaksasa-di…Ikada19Septe/k1yrzJoGqP…Translate this page

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945. Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 Free …

Aug 30, 2014 – Play, watch and download Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 video (Duration: 03:18), you can convert to mp3, …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 Free …

Aug 30, 2014 – Play, watch and download Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945 video (Duration: 03:18), you can convert to mp3, …

Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 Mp3 …

lagumedia.com/…/peristiwa-rapatraksasa-di-lapangan-ikada19sepTranslate this page

Terimakasih Telah Mendownload Lagu Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 Mp3 Download, Untuk Melihat Lagu Lainnya silahkan …

LAGU DAN HIBURAN INDONESIA PERISTIWA RAPAT RAKSASA DI …

Free Download Album Mp3 Lagu Dan Hiburan Indonesia Peristiwa Rapat Raksasa Di Lapangan Ikada 19 September 1945 Gratis hanya di http://www.stafaboy.com, …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

wapmon.com › VideosTranslate this page

Sep 3, 2008 – Kabinet pertama (Presidensiel) baru terbentuk pada tanggal 5 September 1945 dimana Bung Karno bertindak selaku perdana menteri dan …

Download Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September …

movies.forumspotz.net/…rapatraksasaikada19september1945/…Translate this page

Click Here To Join Our BBM Channel For Latest News & Entertainment Updates – C002A1CB3. Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September …

Peristiwa Rapat Raksasa di Lapangan Ikada 19 September 1945

youtube-downloader-mp3.com/watch-peristiwa-rapatraksasa-di-lap…Translate this page

Sejarah Bung Karno & Indonesia · Sejarah Indonesia: 17 Abad Kekuasaan di Nusantara · Kumpulan Dokumentasi Sejarah Indonesia · JOKOWI “Habibie …








15
Sep
16

Bina Karakter : Berjoang Unjuk Misi Negara (BUMN)

IMG-20160217-WA059

Suara Warga

Berjoang Unjuk Misi Negara (BUMN)

Kepada Yth Pimpinan BUMN se Indonesia, seiring Aksi Pemerintahan Bela Negara
[ http://nusantaranews.co/publikasi-tradisi-permudah-rakyat-melakukan-kontrol-kinerja-pemerintah/ ] dan setelah dengan seksama menyimak beberapa suara keprihatinan kelolaan BUMN oleh Pimpinan FSP BUMN Bersatu, maka dirasa perlu sarankan topik Jatidiri Bangsa Indonesia yang fundamental bagi pembangunan karakter bangsa dan Strategi Ketahanan Bangsa, untuk dapat dipedomani oleh Pengurus dan Karyawan BUMN se Indonesia, seperti Pusaka Bangsa Indonesia (2004) sebagai berikut :

1) Sang Saka Merah Putih (1292)
2) Sesanti Bhinneka Tunggal Ika (1365)
3) Sumpah Pemuda (1928)
4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya (1928)
5) Pancasila (1945)
6) Proklamasi Indonesia Merdeka (1945)
7) Undang Undang Dasar (1945)
8) Wawasan Nusantara (1957)
9) Jiwa, Semangat, Nilai-nilai 45 (1988)

Topik diatas relevan dipertautkan dengan
71 tahun Rapat Raksasa IKADA (kini Silang MoNas) pada tanggal 19 September 1945 yaitu unjuk bela Proklamasi Indonesia Medeka 17 Agustus 1945 oleh rakyat Djakarta yang dipelopori Commite van Actie dari Jl Menteng 31 (kini Gedung Joang45).

Besar harapan kami, dengan menimbang saran diatas, BUMN se Indonesia juga berbekal kinerja sebagai komponen Agen Pembangunan yang senantiasa Berjoang Unjuk Misi Negara secara optimal sehingga mampu memerdekakan diri dari variasi tindakan2 mengarah kerugian negara.

Demikian disampaikan dengan iktikad baik, semoga suara warga ini dipertimbangkan sebagaimana baiknya, sekaligus nyatakan bahwa GPA45 siap bekerjasama dengan FSP BUMN Bersatu.

Jakarta, 15 September 2016

Generasi Penerus Angkatan 45 (GPA45),

Pandji R Hadinoto, Ketua DHD45 Jkt
KBP45 KelBes Pejoang45
Editor www.jakarta45.wordpress.com

Bina Karakter Bangsa

Pembinaan

KARAKTER BANGSA

I. PENDAHULUAN

1. Konstatasi Masalah/Latar Belakang

Sejak tahun 1997 bangsa Indonesia mengalami krisis moneter yang mewabah menjadi krisis multidimensional, yang bermuara pada krisis moral, krisis kepercayaan diri, sehingga merasa malu menunjukkan apalagi memamerkan jatidiri sebagai bangsa Indonesia. Imij yang berkembang dalam masyarakat luas, bahkan masyarakat internasional, bahwa Indonesia adalah negara yang terkorup di dunia, bahwa Indonesia merupakan sarang teror, bahwa Indonesia merupakan negara yang kacau, tidak aman sehingga perlu dihindari dari berbagai kegiatan; dan masih banyak lagi predikat yang mengerikan ditumpahkan kepada bangsa Indonesia. Mengapa sampai terjadi semacam ini.

Sudah saatnya kita secara jujur mencoba untuk mengetahui mengapa sampai terjadi hal tersebut. Suatu dugaan yang dapat dipercaya bahwa kita dewasa ini tidak mengenal lagi siapa diri kita, sehingga tidak memiliki suatu pegangan dalam bersikap dan bertingkah laku, khususnya dalam menghadapi globalisasi yang sedang melanda dunia. Ibarat suatu bahtera di tengah lautan, tidak memahami bahtera yang kita kemudikan, tidak mengetahui kemampuan dan sifat-sifat bahtera yang kita ada di dalamnya, sehingga tidak memiliki gambaran bagaimana membawa bahtera ini dalam mengarungi samudra dan dalam menghadapi gelombang yang menerpanya.

Bila kita tengok sejenak perkembangan sejarah bangsa sejak bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan, suatu ketika kita merasa bangga sebagai bangsa Indonesia sebagai akibat prestasi dan penghargaan yang diberikan kepada bangsa Indonesia. Pada masa pemerintahan presiden Soekarno, bangsa Indonesia pernah mengalami masa-masa di mana bangsa Indonesia diperhitungkan dalam percaturan dunia. Gerakan non-blok yang merupakan suatu gerakan untuk mengimbangi tarikan ke kanan dan ke kiri dilahirkan di Indonesia. Prestasi puncak perbulutangkisan dimulai sejak masa itu. Bila kita berkunjung ke Timur Tengah, bila mengatakan dari Indonesia segera di kenal negara yang dipimpin oleh seorang tokoh yang bernama Soekarno, dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang dapat dibanggakan pada masa itu.

Pada masa pemerintahan presiden Soeharto banyak pula prestasi-prestasi yang dapat dibanggakan. Income per capita dapat ditingkatkan sehingga mencapai sekitar $ 1000.- dari sekitar $ 100.- dalam waktu sekitar 30 tahun. Bangsa Indonesia mendapatkan berbagai penghargaan internasional. Pada waktu pemerintahan presiden Soeharto bangsa Indonesia dapat meraih medali emas dalam olimpiade dunia, bahkan di kawasan Asia Tenggara bangsa Indonesia diperhitungkan sebagai pimpinannya. Namun sekali lagi mengapa memasuki abad ke 21 bangsa Indonesia demikian terpuruk sehingga tidak berani untuk menunjukkan jatidirinya.

Apakah hal ini merupakan sisa-sisa peninggalan masa penjajahan yang memandang rendah terhadap dirinya sendiri, dan memuja-muja pihak lain yang dinilainya lebih hebat. Minderwaardigheidscomplex masih merasuk dalam diri bangsa Indonesia, sehingga semboyan yang selalu didengung-dengungkan oleh Presiden Soekarno :”ini dadaku, mana dadamu,” sudah hilang dari perbendaharaan budaya bangsa. Bukti menunjukkan bahwa sebagian masyarakat masih lebih mengagung-agungkan budaya, sistem, dan pola tata-laku kehidupan berbangsa dan bernegara dari negara lain. Kita mengimpor dengan serta merta demokrasi yang diterapkan di negara lain; kita memperjuangkan hak asasi manusia untuk kepentingan pihak lain, dan masih banyak lagi hal- hal yang merupakan pencerminan perilaku sebagai kaki-tangan penjajah.

Bila kita renungkan dengan tenang dan mendalam, terjadinya ambisi suatu golongan masyarakat yang menginginkan untuk memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, terjadinya KKN, sikap dan perbuatan yang kurang terpuji, tiada lain karena mereka telah kehilangan jatidiri sebagai bangsa Indonesia. Rasa kebangsaan dan kesatuan yang lemah, kepentingan diri sendiri dan kepentingan golongan lebih menonjol, perilaku yang mencerminkan kebebasan tanpa kendali, kesemuanya itu tiada lain karena karakter bangsa yang luntur.

Demikian pula apabila kita secara jujur mengkaji terjadinya keterpurukan bangsa, khususnya dalam bidang politik dan ekonomi, maka semuanya itu bermuara pada sebab yakni keruntuhan moral dan jatidiri bangsa. Oleh karena itu satu-satunya jalan untuk mengatasi segala keterpurukan bangsa ini tiada lain adalah dengan mengadakan pembinaan kembali karakter dan jatidiri bangsa.

Dalam mencari solusi terhadap situasi yang memprihatinkan ini tidak perlu kita mencari siapa yang salah, tidak perlu kita mencari kambing hitam, tetapi yang perlu kita cari adalah bagaimana sikap kita menghadapi situasi tersebut dan bagaimana langkah arif bijaksana segera diambil dalam mengantisipasi situasi tersebut.

2. Dasar Hukum Pembinaan Karakter Bangsa

Berikut disampaikan berbagai peraturan perundang-undangan sebagai landasan pelaksanaan pembinaan dan pembangunan karakter bangsa.

a. Undang-Undang Dasar 1945, pasal 31 ayat (3) menyebutkan :”Pemerintah mengusahakan dan mneyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”

b. Undang-undang No. 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3 menyebutkan :”Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Mahas Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”

c. Ketetapan MPR RI No.VI/MPR/2001, tentang Etika Kehidupan Bernegara, menetapkan :”Pokok-pokok, arah kebijakan dan kaidah pelaksanaan etika kehidupan bernegara, serta merekomendasikan kepada Presiden Republik Indonesia dan lembaga-lembaga tinggi negara serta masyarakat untuk melaksanakan ketetapan tersebut sebagai salah satu acuan dasar dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa.”

d. Pada waktu Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Kehidupan Bernegara (LPPKB) menghadap Bapak Presiden R.I. pada tanggal 22 Pebruari 2005, Bapak Presiden memberikan pesan kepada LPPKB agar menyampaikan suatu gagasan mengenai “Membangun Kembali Bangsa Indonesia,” dengan jalan membangun moral dan karakter bangsa, dengan mengutamakan (a) nation and character building, (b) pembangunan konstitusionalisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan (c) mengembangkan etika kehidupan bernegara, dengan tidak meninggalkan jatidiri bangsa.

Peraturan perundang-undangan tersebut di atas dan pengarahan Bapak Presiden merupakan landasan yang kuat bagi usaha membanguan karakter bangsa. Dalam menghadapi gerakan globalisasi, pembangunan karakter bangsa harus segera dilaksanakan dan tidak dapat ditunda-tunda lagi, apabila kita ingin menjadi peserta aktif dalam gerak dan laju globalisasi.

3. Sejarah Pembinaan Karakter Bangsa Indonesia

Ada baiknya kalau secara sepintas diungkap usaha yang telah dilakukan bangsa Indonesia dalam membangun karakter warga negaranya, nation and character building, sejak proklamasi proklamasi kemerdekaan hingga kini, untuk dapat dijadikan bahan banding dalam rangka menentukan strategi pembangunan karakter bangsa masa kini dan di masa yang akan datang.

Pada masa pemerintahannya, Bung Karno begitu terobsesi dengan suatu gerakan atau usaha pembangunan karakter bangsa, yang diberi nama “Nation and Character Building.” Bung Karno menyadari bahwa sebagai akibat dijajah oleh Belanda selama sekitar tiga abad, terbentuklah karakter rakyat yang disebut “abdikrat,” meminjam istilah dari Verhaar dalam bukunya Identitas Manusia. Rakyat merasa dirinya sebagai kawulo dalem atau abdi raja yang mampunya sekedar “nyadong dawuh,” suatu penyerahan diri secara total kepada raja. Sebagai akibat terbentuk rakyat tanpa keberdayaan diri serta tidak memiliki kepercayaan diri atau self confidence. Memasuki alam kemerdekaan watak yang terbentuk pada rakyat sebagai akibat penjajahan tersebut harus dikikis habis. Rakyat harus berjiwa merdeka, berani berkata “ini dadaku, mana dadamu,” berani menentang musuh revolusi, yakni kapitalisme dan imperialisme.

Dalam beberapa hal ternyata Bung Karno berhasil dalam usaha Nation and Character Building. Rakyat mulai menyadari bahwa dirinya merupakan warga bangsa dari suatu negara yang besar yang bernama Indonesia yang wilayahnya terbentang di antara dua samudra besar dan dua benua. Rakyat dari Sabang sampai Merauke merasa terikat dalam suatu negara bangsa, dan rakyat merasa bangga sebagai bangsa Indonesia, dalam batas-batas tertentu. Rakyat berani berkata :”Go to hell with your aids.”

Usaha Nation and Character Building diteruskan pada masa pemerintahan Pak Harto. Bila pada pemerintahan Bung Karno kebanggaan rakyat sebagai bangsa Indonesia lebih bersifat politis, maka pada masa pemerintahan Pak Harto diusahakan mengisi kebanggaan dalam arti nyata. Rakyat harus kecukupan pangan, sandang dan papan, rakyat harus pandai dan sehat, income per capita rakyat harus tinggi, rakyat harus kerja keras, sehingga lebih bertitik berat pada sisi ekonomi. Rakyat akan dapat membusungkan dadanya, berani berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan bangsa lain apabila didukung dengan kondisi perekonomian yang handal. Sementara itu watak bangsa harus dibangun dengan bersendi pada adat budaya bangsa. Berkembanglah gerakan Penghayatan dan Pengamalan Pancasila. Rakyat dididik untuk dapat menyadari akan hak dan kewajibannya sebagai warga-bangsa dan warga-dunia, dan mampu untuk mengaktualisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Memasuki era reformasi negara dan pemerintah belum sempat untuk membangun karakter bangsa. Guyuran globalisasi yang demikian deras, dalam situasi rakyat yang belum siap, berakibat globalisasi meluncur tanpa kendali dan tanpa saringan dengan sepatutnya, berakibat rakyat terbawa arus kebebasan dan individualisme. Watak bangsa terjerembab ke dalam titik nadir, seperti materialistis, individualistis, hedonistis, mementingkan diri sendiri, lunturnya wawasan kebangsaan dan sebagainya. Oleh karena itu sudah waktunya, dan tidak dapat ditunda-tunda lagi, karakter bangsa perlu dan harus dibangun, sehingga bangsa Indonesia menjadi bangsa yang memiliki harga diri, percaya diri, serta mampu bersaing dengan bangsa lain utamanya dengan negara tetangga, dalam berbagai aspek kehidupan dunia.

Suatu negara-bangsa yang ingin sukses dalam membawa diri, harus berpendirian yang kokoh dan kuat, memiliki belief system yang dapat dipertanggung jawabkan, dan dengan penuh kesadaran berusaha untuk mengaktualisasikan belief system tersebut dalam realitas. Success is our right. So, be ourself, begitulah ungkapan orang bijak, maka kenali karakter bangsamu bila anda ingin sukses.

II. PENGERTIAN KARAKTER BANGSA

A. PENGERTIAN KARAKTER PADA UMUMNYA

Karakter sering diberi padanan kata watak, tabiat, perangai atau akhlak. Dalam bahasa Inggris character diberi arti a distinctive differentiating mark, tanda yang membedakan secara tersendiri. Karakter adalah keakuan rohaniah, het geestelijk ik, yang nampak dalam keseluruhan sikap dan perilaku, yang dipengaruhi oleh bakat, atau potensi dalam diri dan lingkungan. Karakter secara harfiah adalah stempel, atau yang tercetak, yang terbentuk dipengaruhi oleh faktor endogeen/dalam diri dan faktor exogeen/luar diri. Sebagai contoh rakyat Indonesia semula dikenal bersikap ramah, memiliki hospitalitas yang tinggi, suka membantu dan peduli terhadap lingkungan, dan sikap baik yang lain; dewasa ini telah luntur tergerus arus global, berubah menjadi sikap yang kurang terpuji, seperti mementingkan diri sendiri, mencaci maki pihak lain, mencari kesalahan pihak lain, tidak bersahabat dan sebagainya. Karakter dapat berubah akibat pengaruh lingkungan, oleh karena itu perlu usaha membangun karakter dan menjaganya agar tidak terpengaruh oleh hal-hal yang menyesatkan dan menjerumuskan.

Dalam ilmu karakter atau karakterologi, karakter diberi arti gerak-gerik, tingkah laku, amal perbuatan, cara bersikap hidup yang tetap yang berakar di dalam jiwa seseorang, yang menyebabkan orang itu dalam keseluruhannya berlainan dari orang yang lain. Karakter dalam bahasa Arab disebut tabiat, dalam bahasa Indonesia disebut “watak” yang berarti perangai batin, yang bermakna bentuk pribadi, tingkah laku atau budi pekerti.

Akhlak menurut istilah agama berarti sikap yang digerakkan oleh jiwa yang menimbulkan tindakan dan perbuatan manusia, baik terhadap Tuhan, terhadap sesama manusia, terhadap dirinya sendiri ataupun terhadap makhluk lainnya, sesuai dengan kitab suci.

Istilah karakter, akhlak sangat dekat dengan istilah ethos dan moral. Ethika berasal dari kata Yunani “ethos” yang berarti “adat kebiasaan” sama dengan istilah moral yang bermakna “tata susila” atau “tata krama”. Ilmu akhlak, ethika/moral dan karakter yang disebut ethika merupakan salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan dan memperlajari gerak-gerik jiwa, sikap dan tingkah laku yang baik dan buruk, yang terpuji dan tercela, yang bersumber dari dorongan rohani atau jiwanya.

Ada ahli yang berpendapat bahwa manusia tercipta dalam perbedaan secara individual, hal ini nampak dalam tingkat kecerdasan, dalam kemampuan ungkapan emosional dan manifestasi kemauan. Manusia juga dibekali oleh Tuhan dengan kemampuan untuk membedakan yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk, meski ukuran benar-salah dan baik-buruk mengalami perkembangan sesuai dengan pertumbuhan yang dialami oleh manusia dan tantangan zamannya. Dengan demikian moral dan karakter pada manusia melekat secara kodrati, namun selalu mengalami perkembangan sesuai dengan pertumbuhan dan tantangan yang dihadapi. Karakter merupakan jatidiri individu, suatu kualitas yang menentukan suatu individu atau entitas, sedemikian rupa sehingga diakui sebagai suatu pribadi yang membedakan dengan individu atau entitas lain. Kualitas yang menggambarkan suatu jatidiri bersifat unik, khas, yang mencerminkan pribadi individu atau entitas dimaksud, yang akan selalu nampak secara konsisten dalam sikap dan perilaku individu atau entitas dalam menghadapi setiap permasalahan.

Meskipun demikian karakter mengandung nilai-nilai dasar yang bersifat universal, yang ingin diwujudkan dalam bersikap dan bertingkah laku, serta kompetensi-kompetensi yang perlu dikembangkan dan direalisasikan.

Nilai-nilai dasar yang perlu dikembangkan di antaranya adalah : keadilan, kebenaran, kebijaksanaan, kejujuran, keberadaban, kebebasan, kesetaraan, kesejahteraan, ketaqwaan, keimanan, kesabaran, keikhlasan/ridho, amanah, kecintaan/kasih sayang, kebersamaan, kesetia-kawanan, rendah hati, kedamaian, bekerja keras, kesederhanaan, kebersamaan, kepatuhan, pengendalian diri, tenggang rasa, gotong royong, kepedulian serta menjauhi sifat iri dan dengki. Nilai-nilai tersebut perlu difahami maknanya dan diwujudkan dalam kenyataan.

Sedang kompetensi yang perlu dikembangkan di antaranya berupa kemampuan untuk bertanggung jawab, terbuka, transparans, akuntabel, bersaing, ambeg parama arta, mengemukakan gagasan dan aspirasi secara etis, pengambilan keputusan, mengatasi konflik, mengimplementasikan keputusan, mendahulukan kepentingan umum dari pada kepentingan pribadi, lebih suka memberi dari pada meminta, mengakui kesalahan dan meminta maaf, merasa malu dalam berbuat yang nista, rela berkorban untuk kepentingan bersama.

Karakter yang merupakan jatidiri manusia yang mengalami perkembangan sebagai akibat pengaruh luar perlu dikembangkan dan dibangun. Oleh karena itu pembinaan karakter merupakan kewajiban manusia agar generasi penerus memiliki karakter seperti yang diharapkan oleh masyarakat tempat individu akan hidup dalam membawa diri menuju sukses.

B. PENGERTIAN KARAKTER BANGSA INDONESIA

Masih terdapat pandangan yang kontroversial mengenai karakter bangsa. Ada yang berpendapat bahwa karakter bangsa itu tidak ada. Dengan maraknya globalisasi, eksistensi negara-bangsa saja diragukan, oleh karena itu tidak perlu, atau tidak ada manfaatnya untuk membahas karakter bangsa. Namun di sisi lain di belahan dunia ini masih saja terjadi perjuangan sekelompok ummat manusia untuk menuntut diakuinya sebagai suatu bangsa. Suatu contoh yang mencolok mata adalah perjuangan masyarakat Yahudi dan Palestina, yang sama-sama keturunan dari seorang nabi masih berebut untuk mendirikan negara-bangsa masing-masing. Contoh yang lain adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada tahun 1950 anggotanya baru sekitar 50 negara, sekarang sudah sekitar 200 negara.

Masing-masing negara-bangsa tersebut menunjukkan jatidirinya, yang dapat dilihat dari sikap dan perilakunya, cara untuk menghadapi permasalahan, bahasa ibunya, adat budaya dan sebagainya. Dari realitas tersebut kami beranggapan bahwa karakter bangsa itu ada. Karakter bangsa inilah yang membedakan bangsa yang satu dengan yang lain dilihat dari cara bersikap dan bertingkah laku. Karakter bangsa merupakan belief system yang telah terpatri dalam sanubari bangsa, yang merupakan hasil perpaduan dari faktor endogen bangsa dan faktor eksogen berupa tantangan yang dihadapi oleh bangsa yang bersangkutan. Karena faktor endogen bangsa dan faktor eksogen yang dihadapi oleh masing-masing bangsa berbeda, maka merupakan suatu keniscayaan terbentuknya karakter bangsa.

Membina karakter bangsa bertujuan agar bangsa yang bersangkutan mampu bersikap dan bertingkah laku dengan sepatutnya sehingga mampu mengantar bangsa menuju kesuksesan hidup. Kesuksesan hidup suatu bangsa tergantung bagaimana bangsa tersebut dapat membawa diri sesuai dengan cita-cita yang didambakannya, serta mampu untuk mengantisipasi secara tepat tantangan zaman. Dengan demikian sumber karakter adalah belief system yang telah terpatri dalam sanubari bangsa, serta tantangan dari luar sehingga akan membentuk sikap dan perilaku yang akan mengantar bangsa mencapai kehidupan yang sukses. Bagi bangsa Indonesia belief system ini tiada lain adalah Pancasila yang di dalamnya terdapat konsep, prinsip dan nilai yang merupakan faktor endogen bangsa Indonesia dalam membentuk karakternya. Dalam rangka memahami karakter bangsa maka perlu difahami konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

1. Konsep yang terdapat dalam Pancasila

a. Konsep tentang Hakikat Existensi Manusia

Konsep tentang hakikat existensi manusia ini menduduki posisi sangat sentral, karena tanpa mengetahui hakikat existensi manusia, kita tidak mungkin memahami dan mampu mendudukkan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya. Konsep yang lain merupakan derivasi dari konsep pokok ini. Existensi manusia tidak terlepas dari existensi alam semesta. Oleh karena itu untuk memahami hakikat existensi manusia perlu memahami hakikat existensi alam semesta.

Existensi Alam Semesta (Konsep MEAS – Abdulkadir Besar)

1) Terdapat tiga tesis ontologik dalam memahami hakikat alam semesta, sebagai berikut:

a) Dalam alam semesta tidak ada satu fenomena yang mandiri, berdiri sendiri terpelas dari fenomena lain;

b) Ada itu bermakna memberi, hal ini merupakan suatu evidensi;

c) Suatu pendapat adalah benar, hanya apabila ia bersamaan dengan segenap relasi yang berkaitan dengannya.

2) Manusia ada, sebagai suatu fenomena, selalu dalam relasi dengan fenomena yang lain. Ia tidak berdiri sendiri, tetapi selalu terikat dengan fenomena lain dalam suatu integritas.

3) Relasi ini menampakkan diri dalam bentuk suatu interaksi saling memberi antar fenomena, yang berfungsi terciptanya sesuatu yang baru (novum). Sehingga suatu totalitas antar fenomena memiliki makna lebih dari keseluruhan kumpulan fenomena tersebut. Dalam alam semesta, fenomena yang berelasi ekuivalen merakit diri secara organik memunculkan jenjang baru yang integral.

4) Pemeliharaan existensi alam semesta dimungkinkan adanya relasi kendali a-simetrik, yang didorong oleh energi yang terkandung pada setiap fenomena sesuai dengan fungsi dari setiap fenomena. Rakitan fenomena yang berenergi, yang berjenjang ke atas dan ke bawah tak terhingga itulah yang memungkinkan alam semesta exis.

5) Ada adalah memberi dengan asumpsi bahwa fenomena yang diberi akhirnya dapat melaksanakan hakikat existensinya, yakni memberi pada fenomena yang lain.

6) Hakikat existensi manusia bersifat becoming, yang akan mengalami perkembangan dengan lingkungannya. (Soerjanto).

Dari thesa-thesa yang dikemukakan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hakikat existensi manusia adalah dalam kebersamaan, dan adanya saling ketergantungan. Terjadi proses interaksi antar unsur kehidupan bersama. Pancasila memberikan arahan bahwa existensi manusia selalu dalam relasi dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dengan masyarakat dan negara-bangsanya dan dengan dunia serta alam semesta.

Berpegang pada konsep tersebut di atas, bangsa Indonesia memiliki karakter, bahwa dalam membawa diri manusia harus selalu sadar dan mendudukkan diri sebagai makhluk Tuhan, manusia wajib berusaha, tetapi selalu ridho terhadap apapun yang telah ditentukan oleh Tuhan, selalu menjaga keseimbangan dan harmoni, kebersamaan dengan makhluk ciptaan Tuhan yang lain, dan selalu mengusahakan terjadinya kelestarian lingkungannya. Manusia harus merasa sejahtera sebagai makhluk pemberi daripada sebagai makhluk peminta-minta.

Keterangan : MEAS singkatan Mantikan Existensi Alam Semesta

b. Konsep Pluralistik

Pancasila mengandung konsep kehidupan yang pluralistik baik ditinjau dari keanekaragaman suku bangsa, etnik, agama, maupun adat budaya. Sesuai dengan konsep bhinneka tunggal ika, maka dalam keanekaragaman ini terdapat common denominator. Bung Karno menyebutnya sebagai de grootste gemene deler dan de kleinste gemene veelvoud.(persekutuan pembagi terbesar dan persekutuan kelipatan terkecil). Dengan kata lain bahwa keanekaragaman ini bukan sebagai sumber perpecahan, disintegrasi, tetapi terikat dalam persatuan dan kesatuan. Dalam memberi makna akan bhinneka tunggal ika perlu diusahakan terjadinya keseimbangan antara keanekaragaman dan kesatuan, antara kepentingan pusat dan daerah. Keadilan akan terwujud bila pluralitas didudukkan secara proporsional dalam keseimbangan.

Dari pandangan konsep pluralistik tersebut di atas maka Pancasila tidak sefaham dengan asas individualisme dan pluralisme yang mengagung-agungkan kepentingan pribadi, dan bahwa yang penting dalam kehidupan adalah terpenuhinya kepentingan pribadi. Pancasila mendudukkan pribadi sesuai dengan harkat dan martabat manusia dalam hidup kebersamaan, dan memandang sifat pluralistik masyarakat dalam persatuan dan kesatuan bangsa.

Konsep pluralistik merupakan salah satu unsur karakter bangsa, yang akan nampak dalam sikap dan perilaku bangsa; bahwa seseorang dalam mengejar cita-cita harus menghormati pula cita-cita yang dituntut oleh pihak lain. Dapat saja cita-cita yang kita tuntut berbeda dengan cita-cita yang dituntut oleh pihak lain. Bahkan mungkin suatu perkara kita pandang sebagai suatu kebaikan dan keadilan, memberikan kenikmatan pada kita, dipandang oleh pihak lain sebagai keburukan dan kenestapaan.

c. Konsep Harmoni atau Keselarasan

Alam semesta tertata dalam keselarasan, masing-masing unsur yang membentuk alam semesta berelasi dalam harmoni, sehingga terjamin kelestarian. Setiap unsur yang terdapat dalam alam semesta memiliki fungsi sesuai dengan kodrat bawaannya. Kewajiban setiap unsur tersebut adalah merealisasikan fungsi yang diembannya. Setiap unsur alam semesta dalam merealisasikan fungsinya, memanifestasikan potensi yang menjadi bekal pada lingkungannya. Dengan menunaikan kewajiban yang menjadi fungsinya maka tiap-tiap unsur memperoleh hak yang sepadan dengan fungsi yang diembannya. Terjadilah keserasian antara kewajiban dan hak, antara kewajiban asasi dan hak asasi.

Apabila masing-masing unsur dalam alam semesta ini telah menunaikan fungsinya secara tepat dan benar, maka akan terjadi ketertiban, keteraturan, ketenteraman dan kedamaian. Yang terasa adalah adanya kenikmatan dalam tata hubungan.

Demikianlah, apabila antara individu, masyarakat, negara-bangsa dan dunia dapat menempatkan diri secara tepat dan benar dalam tata hubungan sesuai dengan potensi alami yang dibawanya, maka akan tercipta harmoni atau keselarasan. Kekuatan yang menjadi modal dari setiap unsur bukan saling beradu untuk mencari menangnya sendiri, tetapi berpadu menjadi kekuatan yang sinerjik. Yang akan terasa adalah kenikmatan dalam kehidupan. Keserakahan tidak terjadi, pemerasan antar unsur tidak nampak, dengan demikian keadilan dan kesejahteraan akan terwujud. Perlu dicatat bahwa konsep harmoni bukan suatu konsep yang statis, beku, tetapi merupakan konsep yang dinamis. Konsep harmoni ini mewarnai karakter bangsa kita.

d. Konsep Gotong Royong dan Kekeluargaan

Dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945 di depan BPUPKI, Ir Soekarno di ataranya mengemukakan tentang dasar negara sebagai berikut:

“Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga, dan yang tiga menjadi satu, maka dapatlah saya, satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan Gotong Royong. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong! Alangkah hebatnya! Negara Gotong Royong.”

“Gotong Royong adalah faham yang dinamis, lebih dinamis dari kekeluargaan, saudara-saudara. Kekeluargaan adalah faham yang statis, tetapi gotong royong menggambarkan satu usaha, satu amal, satu pekerjaan, yang dinamakan anggota yang terhormat Soekarjo satu karyo, satu gawe. Marilah kita menyelesaikan karyo, gawe, pekerjaan, amal ini, bersama-sama. Gotong royong adalah pembantingan-tulang bersama, pemerasan keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Holopis kuntul baris buat kepentingan bersama. Itulah Gotong Royong.”

“Prinsip Gotong Royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya, antara yang Islam dan yang Kristen, antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yang menjadi bangsa Indonesia.”

Demikianlah pandangan Ir. Soekarno mengenai konsep gotong royong yang beliau sebut sebagai suatu prinsip. Gotong royong adalah konsep dalam hidup bermasyarakat yang menggambarkan adanya bentuk kerjasama dengan ciri sebagai berikut :

1) Semua yang terlibat dalam kehidupan bersama, memberikan saham sesuai dengan kemampuan masing-masing dalam mencapai tujuan bersama. Masing-masing bekerja dengan sepenuh hati dalam kerja sama tersebut.

2) Hasil kerja sama ini adalah untuk kepentingan bersama, kebahagiaan bersama.

3) Dalam gotong royong tidak terjadi exploitation de ‘l homme par ‘l homme.

Faham kekeluargaan merupakan faham yang berkembang pada bangsa Timur termasuk Indonesia. Dapat kita amati faham kekeluargaan ini di India, Cina, dan Jepang. Salah satu ciri faham kekeluargaan ini adalah adanya penghormatan dan penghargaan pada orang tua, guru dan figur yang dipandang sebagai sesepuh, yang secara prerogatif memiliki hak-hak tertentu (termanifestasi dalam penghormatan orang tua, voorouder verering). Dengan faham kekeluargaan diharapkan terjadinya keselarasan dan keserasian dalam hidup bersama; kepentingan keluarga lebih utama dari kepentingan pribadi. Pandangan semacam ini yang sering menimbulkan pertentangan antara res privata dengan res publika. Dalam kehidupan yang bersendi kekeluargaan tidak membedakan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum, karena setiap pribadi dalam keluarga itu adalah keluarga itu sendiri. Paham kekeluargaan memang bukan faham individualisme yang mementingkan kepentingan individu di atas kepentingan umum. Paham kekeluargaan memberikan nuansa terhadap karakter bangsa, meskipun akhir-akhir ini faham kekeluargaan mengalami distorsi diakibatkan oleh maraknya faham individualisme yang kaku.

e. Konsep Integralist

Faham integralistik bermula timbuldari gagasan DR. Soepomo yang disampaikan di depan Sidang BPUPKI pada tanggal 30 Mei 1945. Konsep yang diajukan oleh DR.Soepomo ini kemudian terdapat dalam Penjelasan UUD 1945 dengan rumusan sebagai berikut:

“ Negara –begitu bunyinya- melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan berdasar atas persatuan dengan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan pembukaan ini diterima aliran pengertian negara persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya. Jadi negara mengatasi segala paham golongan, mengatasi segala paham perorangan. Negara, menurut pengertian pembukaan itu menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa Indonesia seluruhnya. Inilah suatu dasar negara yang tidak boleh dilupakan.”

Catatan: Dengan perubahan UUD 1945, Penjelasan UUD 1945, tidak merupakan bagian UUD 1945 lagi.

Namun sebagai penjelasan terhadap Pembukaan UUD 1945, kami pandang bermakna penting.

Aliran pengertian negara persatuan seperti yang dimaksud dalam Penjelasan UUD 1945 ini tiada lain adalah faham integralistik seperti yang dimaksud dalam pidato DR. Soepomo di depan BPUPKI, suatu faham yang mengatasi faham individualisme atau perorangan maupun faham kolektivisme atau faham golongan. Seluruh komponen yang terlibat dalam kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara membentuk suatu kesatuan yang integral.

Konsep integralistik ini dikembangkan oleh Abdulkadir Besar, di antaranya sebagai berikut:

1) Antara negara dan rakyat terjalin oleh relasi saling tergantung. Interaksi saling-memberi antargolongan yang ada dalam masyarakat melahirkan negara; sebaliknya negara dengan relasi kendali a-simetriknya menyelenggarakan pengetahuan yang menjamin berlangsungnya interaksi saling memberi.

2) Anggota masyarakat memandang negara sebagai dirinya sendiri yang secara kodrati berelasi saling tergantung; sebaliknya negara memandang warganegaranya sebagai sumber genetik dirinya.

3) Antara rakyat dan negara tidak terdapat perbedaan kepentingan.

4) Yang berdaulat adalah seluruh rakyat bukan individu.

5) Kebebasan manusia adalah kebebasan relasional.

6) Putusan yang akan diberlakukan pada seluruh rakyat sewajarnya melalui proses musyawarah untuk mufakat.

f. Konsep Kerakyatan

Kerakyatan atau demokrasi adalah suatu konsep yang terjabar dari suatu pandangan bahwa kedaulatan dalam hidup bernegara terletak di tangan rakyat, sehingga kekuasaan dan kewenangan yang diperlukan dalam mengatur suatu pemerintahan bersumber atau berasal dari rakyat. Persoalan yang timbul adalah bagaimana tata cara penyaluran kedaulatan yang ada pada rakyat sampai berupa kewenangan untuk memerintah. Lembaga negara apa saja yang diperlukan untuk merealisasikan kedaulatan rakyat tersebut, serta bagaimana tata kerja antar lembaga agar kedaulatan yang terletak di tangan rakyat tersebut dapat terealisasi dengan sepatutnya. Di samping itu bagaimana keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dapat ditentukan sehingga dapat terwujud keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

Abdulkadir Besar menyatakan tentang kerakyatan atau demokrasi ini sebagai berikut:

1) Yang berdaulat adalah seluruh rakyat bukan individu;

2) Kebebasan manusia adalah kebebasan-relasional;

3) Untuk mendapatkan putusan yang akan diberlakukan pada seluruh rakyat sewajarnya melalui proses musyawarah untuk mufakat;

4) Dengan prinsip saling memberi bermakna ikhlas mengakui kebenaran orang lain, berpasangan dengan berani mengakui kesalahan atau kekhilafan sendiri;

5) Dengan berlangsungnya interaksi saling-memberi antar pendapat yang berbeda muncullah novum yang berupa pendapat terbaik dari sejumlah pendapat yang berbeda mengenai hal yang sama;

6) Selanjutnya dikemukakan bahwa kerakyatan adalah berasa, berfikir, bersikap, dan kesediaan berbuat sesuai dengan keinsyafan keadilan rakyat.

g. Konsep Kebangsaan

Rakyat Indonesia mengaku sebagai suatu bangsa yang berkembang sejak permulaan abad ke-20. Memang ada yang berpendapat bahwa perjuangan kebangsaan telah terjadi pada zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit. Pendapat tersebut mungkin bersifat sangat politis. Menurut konsep akademik, perjuangan rakyat untuk mewujudkan suatu bangsa baru bermula dengan lahirnya pergerakan nasional Budhi Oetomo, pada tahun 1908, yang dipandang sebagai tonggak sejarah (corner stone) kebangkitan bangsa Indonesia. Perjuangan ini mengkristal menjadi suatu sumpah yang diucapkan oleh para pemuda pada tahun 1928, dengan menyatakan bahwa rakyat yang terserak dari Sabang sampai Merauke adalah suatu bangsa yang bernama Indonesia. Sumpah tersebut menjadi suatu kenyataan dengan diproklamasikannya Negara Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, suatu negara-bangsa yang berwujud Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tekad rakyat ini mengandung konsekuensi bahwa kepentingan negara-bangsa didudukkan di atas kepentingan pribadi dan golongan. Suatu keputusan bangsa memiliki kedudukan di atas kepentingan golongan dan pribadi. Tekad ini memerlukan pengorbanan, apalagi di masa sedang menggebu-gebunya perjuangan untuk menegakkan hak asasi manusia. Penegakan hak asasi manusia tidak perlu dipertentangkan dengan kepentingan negara-bangsa, karena rakyat itulah bangsa itu sendiri. Rakyat tidak terpisahkan dari negara-bangsanya. Suatu konsep yang berusaha untuk menciptakan polarisasi antara individu dan negara-bangsanya adalah suatu konsep yang tidak sesuai dengan konsep negara persatuan.

Mengenai konsep kebangsaan ini Sri Sultan H.B.X menyatakan sebagai berikut: “Karena itu kebangsaan Indonesia yang berideologikan Pancasila harus bersifat inklusif serta egalitarian dalam bidang politik, budaya dan ekonomi yang dapat diwujudkan dan dipelihara secara dinamis, bila terdapat distribusi kekuasaan yang relatif seimbang di antara semua unsur bangsa pendukungnya.”

Konsep kebangsaan dewasa ini memerlukan pemikiran secara lebih cermat dan mendalam khususnya dalam menghadapi tantangan global dan disintegrasi bangsa. Tanpa adanya konsep yang kuat mengenai kebangsaan, kehancuran negara-bangsa telah ada di depan mata, baik berupa leburnya negara-bangsa yang tidak memiliki harga diri lagi dalam dunia global, maupun akan terpecah belahnya negara-bangsa menjadi negara negara kecil.

2, Prinsip dan Nilai dalam Pancasila

Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam pidatonya pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyebut sila-sila dalam Pancasila itu adalah prinsip. Pancasila disebut sebagai the five principles. Oleh karena itu untuk memahami prinsip yang terkandung dalam Pancasila perlu difahami makna dari sila-sila Pancasila.

Sebagai konsekuensi logis dari axioma Ketuhanan Yang Maha Esa, maka lahirlah suatu pengakuan bahwa alam semesta, termasuk manusia, adalah ciptaan Tuhan, dan Tuhan telah mengaturnya dengan hukum-hukum yang pasti.

Di samping itu Tuhan juga telah menyediakan segala hal yang diperlukan untuk memelihara kelangsungan eksistensi ciptaanNya, serta dengan membekali dengan kompetensi-kompetensi tertentu pada makhlukNya, maka sudah sewajarnya bila manusia patuh dan tunduk kepadaNya.

Eksistensi segala unsur yang tergelar di alam semesta ini memiliki fungsinya sendiri-sendiri sesuai dengan yang digariskan oleh Tuhan. Bahwa segala unsur yang terdapat di alam jagad raya ini memiliki saling ketergantungan yang membentuk suatu ekosistem yang harmonis. Masing-masing memiliki peran dan kedudukan dalam menjaga kelestarian alam semesta. Pengingkaran akan fungsi yang diemban oleh masing-masing unsur akan mengganggu keseimbangan dan harmoni. Namun di sisi lain Tuhan juga membekali manusia dengan kemampuan untuk berfikir, merasakan dan berkemauan. Kemampuan-kemampuan ini berkembang lebih lajut menjadi kemampuan untuk berbicara dan berkomunikasi, kemampuan bermasyarakat dan sebagainya. Untuk dapat mengembangkan kemampuan-kemampuan tersebut Tuhan juga mengaruniai manusia suatu hak yang disebut kebebasan. Berbagai pihak beranggapan bahwa hak harus dituntut karena hak ini berkaitan dengan kepemilikan yang hakiki, lupa bahwa sebenarnya hak adalah suatu kualitas etis atau moral yang diharapkan dapat membentuk suatu kesantunan moral yang ideal.

Dengan keTuhanan Yang Maha Esa dimaksudkan bahwa manusia sadar dan yakin bahwa dirinya merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang berbudi luhur, yang patuh pada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkanNya. Suatu ikhtiar sebagai upaya untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik yang merupakan implementasi kebebasan, dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan. Segala upaya yang dilakukan oleh manusia tidak dibenarkan bertentangan dengan apa yang menjadi misi manusia dengan kelahirannya di dunia. Tindakan yang mengarah pada perusakan, penghancuran adalah bertentangan dengan misi yang diemban oleh manusia. Yang dipergunakan sebagai acuan tiada lain adalah memayu hayuning bawono, mengusahakan agar alam selalu dalam keadaan yang paling kondusif bagi kelestariannya.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang tinggi martabatnya. Manusia dibekali oleh Tuhan dengan kemampuan untuk membedakan yang benar dan salah, yang baik dan yang buruk, yang adil dan zalim, dsb. Manusia selalu mengusahakan yang terbaik bagi dirinya, menghendaki perlakuan yang adil. Untuk mencapai hal tersebut manusia berusaha untuk menciptakan pola-pola fikir dan tindak yang bermanfaat bagi dirinya tanpa merugikan atau mengganggu pihak lain. Manusia didudukkan dalam kesetaraan; hak-haknya dihormati tanpa mengabaikan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang wajib mengemban fungsi yang dilimpahkan oleh Tuhan kepadanya. Manusia didudukkan sesuai dengan harkat dan martabatnya sesuai dengan bekal-bekal dan kemampuan-kemampuan yang dikaruniakan oleh Tuhan. Hanya dengan cara demikian maka manusia diperlakukan dengan sepatutnya secara beradab.

Persatuan Indonesia

Dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, manusia akan berhadapan dengan manusia lain sebagai individu, dengan berbagai jenis kelompok atau golongan, dengan suatu kelompok khusus yang disebut negara-bangsa, dan dengan masyarakat dunia. Dalam hubungan ini pasti akan timbul kepentingan-kepentingan tertentu, dan masing-masing unsur berusaha untuk menonjolkan dan memperjuangkan kepentingannya. Bagi bangsa Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila, berusaha untuk mendudukkan setiap unsur pada peran dan fungsinya secara selaras atau harmonis. Yang diutamakan bukan kepentingan masing-masing unsur namun terpenuhinya kepentingan dari semua unsur yang terlibat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adalah wajar bila dalam hidup berbangsa dan bernegara kita sebagai warga negara-bangsa menyerahkan sebagian dari kepentingan dan kebebasan kita demi persatuan dan kesatuan, kelestarian dan kebesaran negara-bangsa. Sebagai contoh adalah dipandang wajar suatu negara-bangsa menuntut pemuda-pemudanya untuk mengambil bagian dalam pertahanan negara, seperti bentuk wajib militer. Bahkan ada suatu negara-bangsa yang terpaksa mengambil tindakan secara tegas bagi warganegaranya yang menolak wajib militer tersebut. Tanpa menyerahkan sebagian dari kepentingan dan kebebasan individu tidak mungkin terbentuk suatu masyarakat yang disebut negara-bangsa.

Karakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusya- wratan/ Perwakilan

Dewasa ini negara-negara di dunia sedang dilanda oleh demam demokrasi. Masing-masing negara berusaha untuk membuktikan dirinya sebagai negara demokrasi. Namun bila kita cermati, maka pelaksanaan demokrasi di berbagai negara tersebut berbeda-beda. Tidaklah salah bila UNESCO berkesimpulan bahwa idee demokrasi dianggap ambiguous, atau memiliki dua makna. Terdapat ambiguity atau ketaktentuan dalam sekurang-kurangnya dua segi, yakni mengenai lembaga-lembaga atau cara-cara yang dipergunakan untuk melaksanakan idee demokrasi ini, dan mengenai latar belakang kultural dan historis yang mempengaruhi istilah, idee dan praktek demokrasi. Oleh karena itu suatu negara-bangsa yang ingin memberikan makna demokrasi sesuai landasan filsafat yang dianutnya dan mendasarkan diri pada sejarah perkembangan bangsanya dipandang wajar-wajar saja. Bahkan memaksakan suatu sistem demokrasi yang diterapkan pada suatu negara-bangsa tertentu untuk diterapkan pada negara lain yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda dipandang suatu pelanggaran hak asasi. Oleh karena dipandang sah-sah saja bila bangsa Indonesia memiliki konsep demokrasi sesuai dengan dasar filsafat negara-bangsanya dan latar belakang budayanya, yakni kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, yang diterapkan melalui lembaga-lembaga negara yang disepakati oleh the founding fathers.

Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia dalam mendirikan negara adalah kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada maknanya suatu kesejahteraan hanya untuk sebagian kecil dari rayat Indonesia, karena akhirnya yang tidak memperoleh kesejahteraan ini akan menjadi beban dan tanggungan. Oleh karena itu konsep keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan suatu prinsip yang dapat dipertanggung jawabkan sebagai penterjemahan dari fahan kebersamaan dan faham persatuan dan kesatuan.

Nampak dengan jelas betapa benar dan tepatnya prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila, bahwa prinsip-prinsip tersebut merupakan prinsip yang didambakan oleh bangsa-bangsa di dunia, merupakan prinsip-prinsip kehidupan universal, yakni prinsip religiositas, humanitas, nasionalitas, sovereinitas, dan sosialitas yang disesuaikan dengan tantangan lingkungan adat budaya dan tantangan zaman. Prinsip-prinsip tersebut merupakan belief system yang membentuk karakter bangsa Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya untuk memahaminya, serta untuk menerapkan dalam kehidupan nyata Oleh karena itu kita perlu membina karakter bangsa Indonesia berdasar Pancasila.

III. PEDOMAN PEMBINAAN KARAKTER BANGSA

1. Tujuan Pembinaan Karakter Bangsa

Tujuan yang hendak dicapai oleh bangsa Indonesia dalam malaksanakan pembinaan karakter bangsa adalah:

a. Meningkatkan dan mengokohkan semangat religiositas bangsa;.

b. Menambah kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia;

c. Menjamin terlaksananya pluralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara;

d. Memantapkan wawasan, rasa dan semangat kebangsaan;

e. Menjunjung tinggi hak asasi manusia dan hukum;

f. Mengembangkan musyawarah untuk mencapai mufakat;

g. Mengembangkan nilai dan kompetensi karakter pribadi dan bangsa;

h. Meningkatkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Sedangkan hasil yang hendak dicapai dalam pembinaan karakter bangsa adalah terciptanya masyarakat yang bersikap dan bertingkah laku secara santun berdasar Pancasila. Diharapkan agar perilaku warga negara baik dalam aspek politik, ekonomi, maupun sosial budaya mengacu pada konsep, prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila. Secara rinci dapat digambarkan bahwa pembinaan karakter bangsa tersebut untuk dapat menghasilkan warganegara yang memiliki:

1. Keimanan dan ketaqwaan yang kuat terhadap Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama masing-masing, dan dapat bersikap secara tepat dan baik dalam menghadapi pluralitas agama yang terdapat di Indonesia.

2. Sikap dan tingkah laku yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, dengan mendudukan hak asasi manusia secara proporsional sesuai dengan konsep dan prinsip yang terkandung dalam Pancasila.

3. Semangat kebangsaan yang tinggi, sehingga selalu menjunjung tinggi existensi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepentingan pribadi dan golongan selalu diselaraskan dengan kepentingan negara-bangsa.

4. Pengetahuan, sikap, perilaku dan kemampuan dalam menerapkan demokrasi yang bersendi pada prinsip dan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

5. Sikap, perilaku dan kemampuan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

6. Kesadaran untuk mengembangkan nilai dan kompetensi universal karakter warganegara.

2. Sasaran Pembinaan Karakter Bangsa

Target audience atau sasaran pembinaan karakter bangsa adalah seluruh warga negara Indonesia, namun kalau sasaran ini kita patok sebagai sasaran kegiatan program pembangunan moral dan karakter bangsa akan menjadi sangat ambisius. Oleh karena itu perlu dipilih sasaran yang memiliki multiplyer effect, sehingga tidak perlu keseluruhan warga negara digarap, karena akan merupakan beban kerja yang luar biasa. Target audience yang sangat strategis justru para elit, masyarakat golongan menengah ke atas yang sangat peduli terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Warganegara pada umumnya akan mengikuti apa yang berkembang di lingkungan para elit. Pendekatan top down approach ini membutuhkan waktu yang lama merembesnya ke bawah, oleh karena itu perlu pula diterapkan bottom up approach dengan memanfaatkan lembaga PKK, Organisasi Kemasyarakatan dan Organisasi Politik.

3. Materi Pembinaan Karakter Bangsa

Materi pembinaan karakter bangsa adalah Pancasila dan bagaimana implementasinya dalam segala aspek kehidupan. Secara rinci materi pembinaan dapat digambarkan sebagai berikut:

a. Konsep, prinsip, dan nilai yang terdapat dalam Pancasila. Bahan ini untuk mendalami hakikat atau esensi Pancasila.

b. Pancasila jatidiri bangsa. Bahan ini ditujukan untuk mendalami karakter bangsa, sehingga warganegara faham siapa dirinya dalam menghadapi bangsa-bangsa lain di dunia.

c. Pancasila sebagai perjanjian luhur/kontrak sosial bangsa yang memiliki kadar kebenaran.

d. Pancasila dasar negara.

e. Pancasila ideologi bangsa.

f. Pancasila pandangan hidup masyarakat.

g. Pancasila merupakan ligatur atau pemersatu bangsa. Bahan nomor 4,5,6, dan 7 untuk menunjukkan berbagai fungsi Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

h. Implementasi Pancasila dalam kehidupan politik.

i. Implementasi Pancasila dalam kehidupan ekonomi.

j. Implementasi pancasila dalam kehidupan sosial budaya.

k. Implementasi Pancasila dalam kehidupan keamanan nasional.

l. Sikap dan perilaku berdasar Pancasila dengan mengembangkan nilai dan kompetensi yang bersifat universal.

4. Metoda Pembinaan Karakter Bangsa

Metoda utama pembinaan karakter bangsa bagi kelompok elit adalah diskusi dan dialog, dengan mengangkat tema aktual dan kontekstual. Lecturing dimanfaatkan sebagai introduksi terhadap konsep yang perlu difahami dalam menerapkan Pancasila dalam kasus-kasus tertentu. Untuk mempercepat sosialisasi dapat dimanfaatkan berbagai media tulis maupun elektronik. Sedang pembinaan lewat PKK diberikan contoh-contoh konkrit, dan membahas kejadian-kejadian yang terjadi dalam masyarakat.

5. Struktur Pembinaan Karakter Bangsa

a. Penyelenggaraan pembinaan karakter bangsa dilakukan secara berkesinambaungan dan terjadual pada setiap kelompok/organisasi/ departemen/ instansi dan sebagainya. Teknis penyelenggaraannya perlu disusun dalam bendtuk Panduan Penyelenggaraan Pembinaan Karakter Bangsa.

b. Perlu dikembangan pelaksana pembinaan, yang berfungsi sebagai fasilitator dalam diskusi dan dialog. Untuk keperluan itu diperlukan training bagi para fasilitator. Di samping itu diperlukan para pakar yang diharapkan dapat menyelenggarakan komunikasi dialogis dengan berbagai media, seperti surat kabar, radio dan tv.

IV. IMPLEMENTASI PEMBINAAN KARAKTER BANGSA

1. Pelaksanaan

Pelaksanaan pembinaan karakter bangsa diselenggarakan oleh lembaga swasta, LSM bekerja sama dengan pemerintah. Perlu disusun suatu organi- sasi/kepanitiaan yang khusus melaksanakan pembinaan karakter bangsa di lembaga/instansi masing-masing, secara tentatif terdiri atas Penanggungjawab, Ketua, Sekretaris dan Seksi-seksi yang diperlukan.

2. Pengawasan

Agar penyelenggaraan dan pelaksanaan mencapai hasil yang diharapkan, maka perlu dilakukan pengawasan oleh masing-masing pimpinan lembaga/instansi, dengan cara melakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi. Koordinasi dilakukan dengan lembaga/instansi pemerintah dan lembaga yang terkait dengan pembinaan karakter bangsa di Pusat maupun di Daerah. Monmitoring dilskuksn terhsdsp penyelenggaraan dan pelaksanaan pembinaan karakter bangsa dasn terhadap pesertanya untuk mengetahui apakah ada hambatan dalam pelaksanaannya dan sejauh mana pemahaman dan perubahan sikap para peserta. Sedang evaluasi dilakukan untuk menilai:

a. Apakah penyelenggaraan dan pelakswanaannya sudah tepat dan berhasil.

b. Apakah para pelaksanan pembinaan karakter bangsa sudah baik dan berkualitas dalam melaksanakan tugas.

c. Apakah para pesertanya sudah memahami serta bersikap dan berperilaku yang lebih baik.

V. PENUTUP

Demikianlah naskah ini disusun dan disajikan dalam garis besar pembinaan karakter bangsa, yang memerlukan tanggapan, masukan dan pengolahan lebih lanjut. Naskah ini dilampiri dengan Bahan Dasar Pengembangan Materi Pembinaan Karakter Bangsa, yang terdiri dari: A. Karakter yang baik, B. Karakter yang buruk.

Lampiran

Sejauh mengenai materi Pancasila telah diterbitkan buku Pedoman Umum Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara yang dapat dijadikan rujukan utama bagi penyiapan materi no. a – k. Namun bagi penyiapan materi no. l perlu dikembangkan secara khusus. Berikut disampaikan suatu contoh mengenai bahan dasar pemahaman “keadilan dan kebenaran.”

1. Adil
“Adil” dapat diberi makna sesuai dengan berbagai pandangan, namun secara umum diberi makna “menempatkan suatu perkara, atau hal ihwal dengan sepatutnya dan pada tempatnya.” Ada pula yang memberikan makna adil “memberikan apa yang menjadi haknya.” Pendapat terakhir ini berasal dari pandangan Romawi Kuno yang menyatakan: “berikan kepada setiap orang, apa yang ia punya, tribuere suum cuique.” Timbul pertanyaan apa yang dimaksud dengan “pada tempatnya dan sepatutnya,” serta apa makna :”yang menjadi haknya.” Dalam memberikan makna terhadap makna adil orang dapat mengacu pada firman Tuhan (kitabullah/ilahiah), dapat dengan mengacu pada yang ditunjukkan oleh Tuhan pada hukum-hukum yang tergelar dalam alam semesta (kauniah), dapat berdasar pada olah fikir atau konstruksi nalar manusia (ilmiah dan legal), dapat pula berdasar pada kesepakatan yang dihasilkan oleh masyarakat (mufakat). Akan terjadi kesulitan dalam memberikan makna “adil” apabila terjadi perbedaan makna yang dikemukakan oleh berbagai sudut pandang tersebut.

Suatu contoh misalnya hubungan “kawulo-gusti”, hubungan yang a-simetrik dalam tatanan pada masa berkembangnya sistem kerajaan dalam pemerintahan, dianggap sebagai suatu keadilan, namun dengan berkembngnya konsep kesetaraan dalam tata-hubungan maka konsep tersebut dipandang tidak adil. Demikian pula hubungan antara kyai-santri, yang menciptakan situasi ketergantungan total dan sifat powerless pada santri adalah dipandang adil, sedang ditinjau dari konsep demokrasi dinilai tidak sepatutnya; dan masih banyak lagi contoh-contoh yang lain.

Dengan maraknya gerakan hak asasi manusia, maka tidak menghargai kebebasan dan kesetaraan dalam hal-hal tertentu dinilai tidak adil. Tidak memberikan kebebasan dalam berpikir dan mengemukakan pendapat, menentukan pilihan terhadap agama yang diyakininya, menentukan pilihan hidupnya, dinilai tidak adil. Dan masih banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan implementasi hak asasi manusia yang harus ditaati apabila ingin dikatakan bertindak adil.

Adil merupakan tindak keutamaan dalam hidup manusia yang harus dijunjung tinggi. Adil merupakan komoditas berkaitan dengan kehidupan manusia yang selalu menjadi dambaan untuk dapat diwujudkan. Seseorang sanggup untuk mengorbankan dirinya demi terwujudnya keadilan. Seorang dengan rela menabrakkan dirinya dengan menggendong amunisi pada obyek tertentu demi menuntut keadilan, sesuai dengan konsep keadilan yang diterimanya.

Begitu banyak pengertian keadilan sesuai dengan pandangan dan perhatian seseorang. Ada yang berpendapat bahwa keadilan bersifat komutatif suatu pengertian keadilan dalam kaitan hubungan antar manusia sesama, berkaitan dengan hak milik, dengan tugas dan kewajiban dalam berbagai hubungan, dan sebagainya. Ada yang memberikan makna adil dalam pengertian distributif, yakni kesamaan dalam perolehan terhadap materi atau pelayanan. Ada pula yang memberikan makna adil dalam pengertian legal, sesuai dengan hukum yang berlaku. Akhirnya manusia beranggapan bahwa keadilan bersifat relatif, sehingga masing-masing berusaha untuk memberikan makna adil sesuai dengan belief system yang dianutnya. Bagi bangsa Indonesia belief system tersebut adalah Pancasila, sehingga suatu keadaan dinilai adil apabila mencerminkan prinsip yang terkandung dalam Pancasila.

2. Benar

Memberikan makna “benar” sama saja sulitnya seperti halnya memberi makna “adil”. Secara umum “benar” dapat diberi makna “kesesuaian, ketaatan, atau kepatuhan suatu pernyataan dengan norma yang telah ditetapkan.” Norma tersebut dapat bersumber dari firman Tuhan (religius), atau norma yang merupakan hasil perenungan manusia (filsafati), konstruksi nalar manusia (ilmiah), atau norma yang dikembangkan dari kesepakatan masyarakat. Sama halnya dalam menentukan keadilan bagi suatu kasus, dalam menentukan kebenaran dapat saja terjadi dispute karena terdapatnya berbagai ukuran atau norma yang dipergunakan. Permasalahan yang timbul adalah bagaimana memadukan berbagai norma tersebut sehingga tidak perlu terjadi pemaknaan yang mengundang pertentangan. Pancasila memberikan ukuran tersendiri terhadap makna benar, yakni sesuatu yang benar adalah sesuai dan tidak bertentangan dengan firman Tuhan. Sesuatu yang benar sesuai dengan keluhuran harkat dan martabat manusia. Sesuatu yang benar mengutamakan persatuan dan kesatuan, kesepakatan bersama, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Demikian dalam garis besar program pembangunan karakter bangsa, yang memerlukan pengolahan lebih lanjut.

Jakarta, 1 Maret 2005
TEAM LPPKB




Blog Stats

  • 3,064,316 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…