Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



06
Jul
15

Kenegarawanan : Dekrit Pancasila 5 Juli 2015

KBP45

Suara Pembaca :

DEKRIT PANCASILA 5 Juli 2015

Memaknai peringatan Dekrit Presiden 5 juli 1959 tentang kembali ke Undang Undang Dasar 18 Agustus 1945, adalah bermakna pulalah ada Dekrit Pancasila 5 Juli 2015 tentang kembali tegakkan Ketuhanan Yang Maha Esa khususnya Firman Allah SWT QS 11 : 69-83, QS 35 : 11, QS 53 : 45-46, QS 75 : 37-39 diatas Hukum Buatan Manusia seperti Hak Azasi Manusia (HAM) terkait berita-berita sebagai berikut :

[18:10 03/07/2015] Maneger Nasution:
http://www.rmol.co/read/2015/07/03/208779/Perkawinan-Sejenis-Tidak-Sesuai-dengan-HAM-yang-Adil-dan-Beradab-

[18:14 03/07/2015] Maneger Nasution:
http://googleweblight.com/?lite_url=http://m.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/07/03/nqw4pw-komnas-ham-bantah-adakan-sidang-legalisasi-pernikahan-sejenis&ei=vlv3YKWL&lc=id-ID&s=1&m=972&ts=1435921974&sig=AG8Ucum5VFD5v-CUSTpTVx-BxlQln_EBVA

[18:15 03/07/2015] Maneger Nasution:
http://m.detik.com/news/berita/2959500/komnas-ham-perkawinan-sejenis-tak-sesuai-dengan-ham-yang-beradab

http://pribuminews.com/01/07/2015/ledek-penghalalan-lgbt-robert-mugabe-ajak-obama-menikah/

Jakarta 5 Juli 2015

Pandji R Hadinoto, KelBes Pejoang45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia PKPI
Editor http://www.jakarta45.wordpress.com

DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959

Pada 5 Juli 1959 pukul 17.00, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit yang diumumkan dalam upacara resmi di Istana Merdeka. Berikut ini teks Dekret Presiden (ejaan sesuai aslinya):

DEKRET PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG
TENTANG

KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945Dengan rachmat Tuhan Jang Maha Esa,KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANGDengan ini menjatakan dengan chidmat:

Bahwa andjuran Presiden dan Pemerintah untuk kembali kepada Undang-Undang Dasar 1945 jang disampaikan kepada segenap rakjat Indonesia dengan amanat Presiden pada tanggal 22 April 1959 tidak memperoleh keputusan dari Konstituante sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang Dasar Sementara;

Bahwa berhubung dengan pernjataan sebagian besar anggota-anggota Sidang Pembuat Undang-Undang Dasar untuk tidak lagi menghadiri sidang. Konstituante tidak mungkin lagi menjelesaikan tugas jang dipertjajakan oleh rakjat kepadanja;

Bahwa hal jang demikian menimbulkan keadaan-keadaan ketatanegaraan jang membahajakan persatuan dan keselamatan Negara, Nusa, dan Bangsa, serta merintangi pembangunan semesta untuk mencapai masjarakat jang adil makmur;

Bahwa dengan dukungan bagian terbesar rakjat Indonesia dan didorong oleh kejakinan kami sendiri, kami terpaksa menempuh satu-satunja djalan untuk menjelamatkan Negara Proklamasi;

Bahwa kami berkejakinan bahwa Piagam Djakarta tertanggal 22 Djuni 1945 mendjiwai Undang-Undang Dasar 1945 dan adalah merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan Konstitusi tersebut,

Maka atas dasar-dasar tersebut di atas,

KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANGMenetapkan pembubaran Konstituante;

Menetapkan Undang-Undang Dasar 1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia terhitung mulai hari tanggal penetapan dekrit ini dan tidak berlakunja lagi Undang-Undang Dasar Sementara.

Pembentukan Madjelis Permusjawaratan Rakyat Sementara, jang terdiri atas anggota-anggota Dewan Perwakilan Rakjat ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan serta pembentukan Dewan Pertimbangan Agung Sementara akan diselenggarakan dalam waktu sesingkat-singkatnja.

Ditetapkan di Djakarta pada tanggal 5 Djuli 1959
Atas nama Rakjat Indonesia
Presiden Republik Indonesia/Panglima Tertinggi Angkatan Perang

SOEKARNO

ISI DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959 LENGKAP

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 – Badan Konstituante yang dibentuk melalui pemilihan umum tahun 1955 dipersiapkan untuk merumuskan undang-undang dasar konstitusi yang baru sebagai pengganti UUDS 1950. Pada tanggal  20 November 1956 Dewan Konstituante memulai persidangannya dengan pidato pembukaan dari Presiden Soekarno. Sidang yang akan dilaksanakan oleh anggota-anogota Dewan Konstituante adalah untuk menyusun dan menetapkan Republik Indonesia tanpa adanya pembatasan kedaulatan. Sampai tahun 1959, Konstituante tidak pemah berhasil merumuskan undang-undang dasar baru.

Keadaan seperti itu semakin mengguncangkan situasi Indonesia. Bahkan masing-masing partai politik selalu berusaha untuk mengehalalkan segala cara agar tujuan partainya tercapai. Sementara sejak tahun 1956 situasi politik negara Indonesia semakin buruk dan kacau. Hal ini disebabkan karena daerah-daerah mulai bengolak, serta memperlihatkan gejala-gejala separatisme. Seperti pembentukan Dewan Banteng, Dewan Gajah, Dewan Manguni, Dewan Garuda. Dewan Lambung- Mangkurat dan lain sebagainya. Daerah-daerah yang bergeolak tidak mengakui pemerintah pusat, bahkan mereka membentuk pemerintahan sendiri.

Seperti Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia PRRI di Sumatra dan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) di Sulawesi Utara. Keadaan yang semakin bertambah kacau ini dapat membahayakan dan mengancam keutuhan negara dan bangsa Indonesia. Suasana semakin bertambah panas sementara itu, rakyat sudah tidak sabar lagi dan menginginkan agar pemerintah mengambil tindakan-tindakan yang bijaksana untuk mengatasi kemacetan sidang Konstituante. Namun Konstituante ternyata tidak dapat diharapkan lagi.

Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Kegagalan Konstituante dalam membuat undang-undang dasar baru, menyebabkan negara Indonesia dilanda kekalutaan konstitusional. Undang-undang dasar yang menjadi dasar hukum pelaksanaan pemerintahan negara belum berhasil dibuat, sedangkan Undang-Undang Dasar Sementara 1950 dengan sistem pemerintahan demokrasi liberal dianggap tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi situasi yang tidak menentu itu, pada bulan Februari 1957 Presiden Soekarno mengajukan suatu konsepsi.

Konsepsi Presiden menginginkan terbentuknya kabinet berkaki empat (yang terdiri dari empat partai terbesar seperti PNI, Masyumi NU, dan PKI) dan Dewan Nasional yang terdiri dari golongan fungsional yang berfungsi sebagai penasihat pemerintah. Ketua dewan dijabat oleh presiden sendiri. Konsepsi yang diajukan oleh Presiden Soekarno itu ternyata menimbulkan perdebatan. Berbagai argumen antara pro dan kontra muncul. Pihak yang menolak konsepsi itu menyatakan, perubahan yang mendasar dalam sistem kenegaraan hanya bisa dilaksakanakan oleh Konstituante.

Sebaliknya yang menerima konsepsi itu beranggapan bahwa krisis politik hanya bisa diatasi jika konsepsi itu dilaksanakan. Pada tanggal 22 April 1959, di depan sidang Konstituante Presiden Soekarno menganjurkan untuk kembali kepada UUD 1945 sebagai undang-undang dasar negara Republik Indonesia. Menanggapi pemyataan itu, pada tanggal 30 Mei 1959, Konstituante mengadakan sidang pemungutan suara. Hasil pemungutan suara itu menunjukkan bahwa mayoritas anggota Konstituante menginginkan berlakunya kembali UUD 1945 sebagai undang-undang dasar Republik Indonesia.

Namun jumlah anggota yang hadir tidak mencapai dua pertiga dari jumlah anggota Konstituante, seperti yang dipersyaratkan pada Pasal 137 UUDS 1950. Pemungutan suara diulang sampai dua kali. Pemungutan suara yang terakhir diselenggarakan pada tanggal 2 Juni 1959, tetapi juga mengalami kegagalan dan tidak dapat memenuhi dua pertiga dari jumlah suara yang dibutuhkan. Dengan demikian, sejak tanggal 3 Juni 1959 Konstituante mengadakan reses (istirahat). Untuk menghindari terjadinya bahaya yang disebabkan oleh kegiatan partai-partai politik maka pengumuman istirahat Konstituante diikuti dengan larangan dari Penguasa Perang Pusat untuk melakukan segala bentuk kegiatan politik.

Dalam situasi dan kondisi seperti itu, beberapa tokoh partai politik mengajukan usul kepada Presiden Soekarno agar mendekritkan berlakunya kembali UUD 1945 dan pembubaran Konstituante. Pemberlakuan kembali Undang-Undang Dasar 1945 merupakan langkah terbaik untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan nasional. Oleh karena itu, pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang berisi sebagai berikut.

  • Pembubaran Konstituante.
  • Beriakunya Kembali UUD 1945.
  • Tidak berlakunya UUDS 1950.
  • Pembentukan MPRS dan DPAS.

Dekrit Presiden mendapat dukungan penuh dari masyarakat Indone-sia, sedangkan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Kolonel A.H. Nasution mengeluarkan perintah harian kepada seluruh anggota TNI-AD untuk mengamankan Dekrit Presiden.

Dekrit Presiden 5 Juli 1959 Badan Konstituante yang dibentuk melalui pemilihan urnurn 1955, dipersiapkan untuk merumuskan UUD (konstitusi) baru sebagai pengganti UUDS 1950. Sejak tahun 1956 konstituante merumuskan UUD yang baru. Akan tetapi hingga tahun 1959 Badan Konstituante tidak pernah dapat merumuskan UUD yang baru. Dalam sidang-sidangnya, selalu diwarnai adanya benturan-benturan antara partai politik dan golongan, mereka lebih mementingkan kelompoknya sendiri sehingga mengabaikan kepentingan nasional. Kegagalan Konstituante merumuskan UUD sebagai pengganti UUDS 1950 menyebabkan negara dilanda kekalutan konstitusional, sehingga mengganggu dan membahayakan stabilitas Nasional dengan persatuan bangsa Indonesia. Pada tanggal 21 Februari 1957 Presiden Soekarno mengajukan gagasan yang dikenal dengan Konsepsi Soekarno, dengan isi pokoknya adalah sebagai berikut :

  • Sistem Demokrasi Parlementer secara berat tidak cocok dengan kepribadian bangsa  Indonesia, sehingga harus diganti dengan demokrasi terpimpin.
  • Dibentuk Kabinet Gotong Royong yang terdiri dari semua partai dan organisasi masyarakat lainnya.
  • Pembentukan Dewan Nasional yang terdiri dari golongan fungsional dalam masyarakat.

Dalam konsepsi ini presiden juga mengusulkan perlunya dibentuk kabinet ke empat yaitu PNI, Masyumi NU dan PKI. Beberapa partai seperti Masyumi, NU, PSII, Partai Katolik dan PIR tidak menyetujuinya karena perubahan sistem pemerintahan menjadi wewenang Badan Konstituante. Pada tanggal 25 April 1959 dihadapan sidang konstituante, Presiden Soekarno menganjurkan agar kembali kepada UUD 1945 Anjuran ini diperdebatkan dalam sidang konstituante, kemudian diputuskan untuk mengadakan pemungutar suara (voting). Sebagai gambaran hasil-hasil pemungutar suara waktu itu adalah sebagai berikut:

  • Pada tanggal 30 Mei 1959, 269 suara setuju dan 199 suara menolak
  • Pada tanggal 1 Juni 1959, 263 suara setuju dan 203 suara menolak
  • Pada tanggal 2 Juli 1959, 264 suara setuju dan 204 suara meniolak

Meskipun mayoritas suara setuju kembali pada UUD 1945, namun karena jumlahnya tidak mencukup dua pertiga anggota konstituante seperti yang diisyaratkan dalam pasal 137 UUDS 1950, maka tidak dapat diambil keputusan atas anjuran Bung Karno tersebut. Pada tanggal 3 Juni 1959 Badan Konstituante memasuki masa reses (Istirahat tidak mengadakan sidang) dengan batas waktu yang tidak ditentukan dan berbagai fraksi dalam konstituante menyatakar tidak akan menghadiri sidang. Sementara pada tanggal yang sama pemerintah mengeluarkan larangan kegiatan politik dengan peraturan nomor Prt/PEPERPU/040/1959. Kegagalan Badan Konstituante mencapai kesepakatan untuk kembali ke UUD 1945, masa reses yang tidak menentu dan pernyataan berbagai fraksi yang memboikot untuk menghadiri sidang, menyebabkan Presiden Soekarno mengambil langkah ­melalui Dekret Presiden 5 Juli 1959 isinya sebagai berikut :

  1. Pembubaran Badan Konstituante
  2. Berlakunya UUD 1945 dan tidak berlakunya UUDS 1950
  3. Pembentukan MPRS dan DPAS.[gs]
LATAR BELAKANG LAHIRNYA DEKRIT PRESIDEN 5 JULI 1959 A.
Latar Belakang
1. Kehidupan politik yang lebih sering dikarenakan sering jatuh bangunnya kabinet dan  persaingan partai politik yang semakin menajam.
2. Kegagalan konstituante dalam menyusun Undang-undang dasar
3. Terjadinya gangguan keamanan berupa pemberontakan bersenjata di daerah-daerah
B. Konsepsi
 Konsepsi Demokrasi terpimpin Presiden Soekarno yang disampaikan pada tanggal 21 Februari I957 berisi:
1. Bahwa Demokrasi Liberal secara barat tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia karena itu harus diganti dengan Demokrasi Terpimpin
2. Dibentuknya kabinet gotong royong yang terdiri dari wakil-wakil dari partai-partai ditambah dengan golongan fungsional. 3. Dibentuknya Dewan Nasional yang beranggotakan wakil-wakil partai dan golongan fungsional dari masyarakat
C. Keluarnya Dekrit
 Dekrit Presiden 5 Juli 1959, terdiri dari:
1. Tidak berlakunya UUDS 1950 dan berlakunya kembali UUD 1945.
2. Pembubaran Badan Konstitusional
3. Membentuk DPR sementara dan DPA sementara
D. Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin
1. Bentuk pemerintahan Presidensial Ir. Soekamo sebagai Presiden dan Perdana menteri dengan kabinetnya dinamakan Kabinet Kerja.
2. Pembentukkan MPR sementara dengan penetapan Presiden No. 2 tahun 1959. Keanggotaan MPRS terdiri dari 583 anggota DPR ditambah dengan utusan-utusan daerah dan 200 wakil-wakil golongan.
3. Pembentukkan DPR sementara berdasarkan penetapan Presiden No.3 tahun 1959 yang diketuai oleh Prcsiden dengan 45 orang anggotanya.
4. Pembentukkan Front Nasional melalui penetapan Prcsiden No.13 tahun 1959. tertanggal 31 Desember 1959. Tujuan Front Nasional adalah:
a. Menyelesaikan Revolusi Nasional  
b. Melaksanakan pembangunan semesta nasional
c. Mengembalikan Irian Barat dalam wilayah RI. Front Nasional banyak dimanfaatkan oleh PKI dan simpatisannya sebagai alat untuk mencapai tujuan  politiknya.
5. Pembentukkan DPRGR Presiden Soekarno pada 5 Maret 1959 melalui penetapan Presiden No.3 tahun 1959 membubarkan DPR hasil Pemilu sebagai gantinya melalui penetapan Presiden No.4 tahun I960 Presiden membentuk DPRGR yang keanggotaannya ditunjuk oleh Soekarno.
6. Manipol USDEK Manifesto politik Republik Indonesia (Manipol) adalah isi pidato Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1959. Atas usul DPA Manipol dijadikan GNHN dengan Ketetapan MNPRS No. 1 MPRS/I960, Menurut Presiden Soekano intisari dari Manipol ada lima yaitu : UUD 1945, Sosialisme Indonesia, Demokrasi Terpimpin, Ekonomi Terpimpin dan Kepribadian Indonesia. Disingkat menjadi USADEK. Berkembang pula ajaran Presiden Soekano yang dikenal dengan NASAKOM (Nasionalisme, Agama dan Komunis).
7. Berdasarkan Keputusan Presiden No.200 dan 201 tahun 1960 Presiden membubarkan Partai Masyumi dan PSI dengan alasan parea pemimpin partai tersebut mendukung  pemberontakan PRRI/Permesta.
E. Keadaan Ekonomi
Mengalami Krisis, terjadi kegagalan produksi hampir di semua sector. Pada tahun 1965 inflasi mencapai 65 %, kenaikan harga-harga antara 200-300 %. Hal ini disebabkan oleh
a). penanganan dan penyelesaian masalah ekonomi yang tidak rasional, lebih bersifat politis dan tidak terkontro.  
b). adanya proyek merealisasikan dan kontroversi.
F. Politik Luar Negeri
1. Indonesia berpartisipasi aktif dalam mcrintis pendirian Gerakan Non Blok sehingga terlaksana KTT Non Blok 1 di Beograd Yugoslavia pada tahun 1961.
2. Pelaksanaan politik luar negeri NEFO (New Emerging Forces). Politik NEFO-OLDEFO ditempuh Presiden Soekarno dengan Menlu Dr. Soebadrio bertujuan melakukan konfrontasi terhadap OLDEFO (Old Established Forces). Indonesia dan Negara-negara komunis termasuk Blok NEFO berhadapan dengan Negara-negara Eropa Barat dan Amerika yang termasuk Blok OLDEFO.
3. Konfrontasi dengan Malaysia, Presiden Soekarno mengumandangkan Dwi Komando Rakyat pada 3 Mei 1934 yang isinya (1) Perhebat Ketahanan Revolusi Indonesia
(2) Bantu perjuangan rakyat Malaysia membebaskan diri dari Nekolim Malaysia. Akibat Konfrontasi dengan Malaysia Indonesia menyatakan diri keluar dari PBB pada 7 Januari 1965.
PEMILU PERTAMA
 1. Pemilihan Umum (Pemilu) yang semula telah direncanakan akan dilaksanakan pada  bulan Januari 1946 belum terlaksana terus karena setelah Indonesia merdeka negara dihadapkan pada ancaman baik dari NICA maupun gangguan dari dalam negeri. Setelah kita berdaulat secara penuhpun Pemilu belum juga dapal dilaksanakan karena mengalami kesulitan untuk melaksanakanya akibat sering berganti-gantinya cabinet. Baru pada masa  pemerintahan kabinet Burhanudin Harahap Pemilu dapat dilaksanakan.
2. Sistem yang dipergunakan menurut UU No. 7 tahun 1953 adalah sistem proporsional dasar pemikirannya adalah untuk memberikan kesempatan kcpada partai-partai politik yang ada terutama partai politik kecil untuk memperoleh kursi di DPR dan Konstituante.
3. Dalam Pemilu I dilakukan dua kali pemungutan suara yakni :
a). untuk memilih anggota DPR dan
b). memilih Konstituante yang bertugas untuk menyusun Undang-Undang Dasar.
Kampanye Pemilu 1955 sudah dilakukan sejak kabinet Ali Sastroamidjojo
1 berkuasa atau dua tahun sebelum Pemilu dilaksanakan. Tema kampanye yang diketengahkan didominasi oleh perdebatan antara partai pemerintah dengan partai-partai oposisi dan  persoalan-persoalan mengenai ideology kepartaian. 5.Pada 29 September 1955 diselenggarakan Pemilu untuk memilih anggota DPR untuk diperebutkan 272 Kursi. Dengan perhitungan bahwa satu orang anggota DPR mewakili 300.000 orang penduduk. Pada tanggal 15 Desember 1955 diadakan Pemilu untuk memilih anggota Konstituante yang berjumlah 542 orang.
6.Dalam Pemilu 1 ini muncul empat partai politik yang meraih suara terbanyak yaitu :  Nama Partai Jumlah Kursi DPR Konstituante PNI 57 119 Masyumi 56 112  NU 45 91 PKI 45 80
KONFRENSI ASIA AFRIKA
 
 
Konferensi
 
Pendahuluan
 1. Konferensi Kolombo dilaksanakan pada 28 April– 20 Mei 1954. Membicarakan  perjuangan rakyat Vietnam melawan penjajahan Perancis.
2. Konferensi Bogor, dilaksanakan pada 28-29 Desember 1954. Tercapai kesatuan  pandangan untuk mengadakan Konferensi bangsa-bangsa Asia Afrika di Bandung.
 
 
Latar Belakang KAA
1.Terjadinya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur
2.Masih banyaknya Negara-negara di kawasan Asia Afrika yang belum merdeka
3.Lemahnya persatuan dan solidaritas antar negara-negara yang berkembang
Pelaksanaan KAA
1.Dilaksanakan dari tanggal 18-25 April 1955 di Bandung
2.Pembukaan KAA dimulai pukul 09.00 WIB tanggal I8 April 1955 di Gedung Merdeka Bandung oleh Presiden Soekarno.
3.Sidang-sidang selanjutnya dipimpin oleh Ketua Konferensi yakni Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo.
4.Peserta yang diundang sebanyak 30 negara yang hadir sebanyak 29 negara dari kawasan Asia Afrika.
5.Menghasilkan piagam yang disebut Dasa Sila Bandung (Bandung Declaration)
 
Pengaruh KAA
1.Mengilhami Negara-negara yang masih terjajah untuk memperjuangkan kemerdekaannya dan mempengaruhi pendapat internasional di PBB.
2.Meningikatnya kerjasama dan semangat solidaritas di kalangan bangsa-bangsa Asia Afrika
3.Mendasari terbentuknya Gerakan Non Blok
PROGRAM BENTENG
1.Pembatasan Impor dan pemberian lisensi bagi importir Indonesia
2.Pemberian kredit bagi importir Indonesia
3.Perusahaan Benteng harus memiliki modal minima 70% dari pengusaha pribumi
4.Import Benteng diseleksi melalui menteri perekonomian :
-Pengusaha Baru di sektor impor
-Mempunyai status hokum
-Modal minimal Rp.100 000 menjadi Rp.250.000 (1953)
-Mempunyai kantor dan pegawai yang memadai
Dua Fase Program Benteng Fase pertama,
masa kekuasaan tiga kabinet pertama yang terdiri dari golongan moderat (Masyumi, PNI danPSI)
1. Rasionalitas dan Realitas dalam merencanakan kebijakan
2. Efisiensi memperkecil pengeluaran dan anggaran belanja secara realitas
3. Konsolidasi Bank dan menggalakkan Koperasi 4. Pembangunan industri-Impor
Fase kedua
, terbentuknya kabinet yang didominasi oleh sayap nasionalis radikal dari PNl (Kabinet Ali Sastroamidjojo)
1.Menaikkan posisi Indonesia
2.Indonesiasi yang lebih tegas dengan menaikkan alokasi impor 80-90% dari hanya 37,9%.
3.Munculnya Model Ali Baba– Korupsi.
4.Pengangkatan pegawai negeri dari Jawa ditempatkan di luar Jawa.
5.Pcngusaha Benteng hanya 700 pada masa Kabinet Natsir Mulai tahun 1954 Infalasi meningkat tinggi, mata uang Indonesia mengalami peningkatan  jumlah yang tidak proposional. Nilai di pasar bebas merosot tajam, laju inflasi rata-rata Rp. 1140 terhadap Dolar AS menjadi Rp. 2350 pada bulan Juni 1953, Rp.2700 pada bulan Juni 1954 dan Rp.4600 pada bulan Juni 1955. Indeks harga dari 44 jenis barang impor di Jakarta meningkat sekitar 59,5%. Harga beras melonjak 42,3% antara bulan Agustus 1953-Juni 1955. Selain itu juga harga komoditi ekspor utama yaitu karet dan minyak. Banyaknya pasar gelap dan  pembiayaan Operasi Militer.
 
04
Jul
15

Pangan Sehat : Kurma Mengandung Karbohidrat Kompleks

Kenapa Rasulullah Makan Kurma Waktu Berbuka? (Pembahasan Ilmiah Secara Detail)

kenapa rasulullah menganjurkan makan kurma saat buka puasa

Bukan tanpa alasan ketika Rasulullah mengajarkan kita untuk berbuka puasa dengan kurma, melainkan karena ada hal yang Luar Biasa di dalamnya.

Sebagai salah satu contoh, menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam buku miliknya yaitu “Panduan Diet ala Rasulullah” menyatakan bahwa Tak jarang masyarakat melupakan betapa pentingnya kesehatan, padahal jika di umpamakan maka kesehatan itu seakan-akan menjadi mahkota teramat indah di atas kepala orang yang sehat, akan tetapi mahkota itu tidak bisa dilihat kecuali oleh orang yang sedang sakit.

Dengan mengikuti pola makan yang di anjurkan Rasul termasuk mengkonsumsi kurma saat berbuka puasa, terbukti kini beliau memiliki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar.

Karbohidrat Kompleks pada Kurma, Inilah alasan kenapa energi kita tahan lama

karbohidrat kompeks dalam kurma

Karbohidarat dibagi menjadi 2 :

Sederhana = Jenis karbohidrat yang memberi energi lebih cepat, lebih mudah dicerna, tapi energi tersebut cepat habis
Kompleks = Memiliki waktu pencernaan yang lebih lama karena sifatnya yang lebih rumit.

Dalam kurma terdapat Karbohidrat Kompleks, KH kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk diubah menjadi energi. Dengan demikian, makanan yang masuk dalam tubuh akan diproses secara perlahan dan tenaga yang terbentuk diperoleh sedikit demi sedikit. Sehingga kita tidak cepat lapar, selain itu energi tersedia dalam waktu yang lebih lama, cukup untuk aktivitas seharian penuh.

Sebaliknya, KH sederhana di proses dengan sangat cepat, menyediakan energi yang cepat pula, tapi akan cepat habis dalam waktu singkat sehingga kita mudah kehabisan tenaga dan lemas.

Kesimpulan:
Saat sahur makanlah makanan berkarbohidrat Kompleks, seperti kurma. Jangan mengkonsumsi KH sederhana karena membuat kita mudah kehabisan energi sehingga cepat lemas.

Kandungan  Kurma, Ada apa Saja ya?


Kandungan yang terkandung dalam 100 gr Kurma :

Karbohidrat 75 gr
Energi 323 kkal/100 gr
Fiber/serat 2,4 gr
Vitamin A 90 IU
Vitamin C 6,1 mg
Vitamin B1 93 mg
Vitamin B2 144 mg
Fosfor 63 mg
Protein 2,35 gr
Lemak 0,43 gr
Asam nikonat 2,2 mg
Zink 1,2 mg
Asam Folic 5,4 mikrog
kalium 52 mg.

Buah anjuran Rasul ini merupakan sumber mineral dan vitamin yang penting bagi tubuh seperti zat-zat yang saya tuliskan di atas, dengan demikian memakan kurma saat bulan ramadhan sama saja kita mengkonsumsi multivitamin yang bermanfaat setiap harinya. Menjadikan kita lebih bernergi, kuat, dan sehat, karena itulah sangat cocok bagi kita yang menjalani ibadah puasa.

Tahukah kamu? 
Fendy Susanto, STP, CPT, CFT seorang ahli gizi dari Nutrifood Research Center menyebutkan buah ini tidak mengandung lemak jenuh, kolesterol, serta sodium sehingga menjadi sumber serat yang teramat baik bagi tubuh kita.

Selain itu ada juga pemaparan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), bahwa buah ini mengandung polifenol lebih tinggi dari pada buah lain yang Anda konsumsi pada umumnya. Ini disebabkan karena tempatnya tumbuh merupakan tempat yang kering seperti gurun sehingga polifenol lebih banyak terbentuk.

kurma menangkal radikal bebas

Polifenol berfungsi sebagai antioksidan yang mampu menetralkan radikal bebas, radikal bebas sendiri memiliki efek merusak sel-sel dan jaringan dalam tubuh. Radikal bebas sangat banyak ditemukan pada asap rokok dan polusi kendaraan, jadi berbahaya ketika kita terkena radikal bebas seperti pada asap rokok dan asap kendaraan. Selain itu mengurangi resiko penyakit jantung, dan kanker Wah hebat sekali kurma itu :)

Tunggu, JANGAN Berbuka dengan yang MANIS!
lho tadi katanya buah kurma yang manis banyak manfaatnya? Iya, apa yang kamu baca memang benar, tapi baca dulu penjelasannya di bawah ini :
Kita memang di anjurkan mengkonsumsi kurma saat berbuka, namun tidak dengan makanan dengan rasa teramat manis. Buah anjuran Rasul ini memiliki rasa manis yang tidak berlebihan. Lalu apa yang terjadi jika kita mengkonsumsi makanan/minuman dengan rasa yang terlalu manis? Mari simak penjelasan berikut ini :
Tahukah kamu? insulin menurun secara drastis saat kita manjalankan shaum selama seharian.
Ketika makanan dengan rasa manis berlebihan diserap oleh tubuh kita, darah akan berusaha dengan cepat untuk memproduksi insulin dalam jumlah yang Besar. Tingginya kadar insulin membuat kerja pankreas menjadi lebih banyak. Butuh banyak energi dalam proses ini, sehingga konsentrasi energi pada tubuh akan lebih di fokuskan pada pembuatan insulin.

Jangan sampai puasa malah membuat kita jadi gendut

Setelah kadar insulin dan banyaknya gula sudah melewati batas yang dibutuhkan, maka gula akan dirubah oleh insulin menjadi glikogen, glikogen ini lalu akan disimpan ke dalam lemak di bawah kulit kita.
karena banyak makan gula berlebih
Jadi kalian jangan heran jika ada orang yang suka makan makanan manis saat berbuka puasa mudah mengalami penumpukan lemak terlebih pada perut dan juga pinggang. (Bagi yang cewek hati-hati sama menu buka puasa nya ya)
Namun berbeda dengan kurma segar
Rasa manis alami dalam buah-buahan yang tidak berlebih, serta serat yang tinggi memiliki keuntungan, yaitu ketika insulin dalam tubuh cukup rendah kemudian kita memakan ruthabh saat berbuka puasa, menjadikan tubuh mendapatkan asupan gula yang tidak berlebihan, lalu tubuh akan merespon dengan normal, dengan ini insulin yang sebelumnya rendah akan naik secara perlahan. Dengan begitu glikogen tidak langsung disimpan dan menjadikan lemak di bawah kulit.
Apa asupan tepat saat kita tidak memiliki Kurma?
Apabila tidak tersedia Ruthab, maka biasanya Rasulullah akan menggantinya dengan mengkonsumsi air. Air disini dimaksudkan ari putih atau air bening yang belum dicampur dengan sirup, teh, ataupun bahan lain. Kenapa Rasulullah mengganti dengan air?

Menurut penelitian, air putih berfungsi membuat saluran pencernaan kita menjadi siap untuk menerima makanan yang berat seperti nasi. Selain itu masih ada lagi manfaat lainnya, yaitu mempersiapkan usus untuk menyerap makanan dengan lebih optimal.

Kenapa lebih baik meminum air putih tanpa bahan tambahan seperti sirup? ini karena air putih memiliki kinerja yang lebih optimal dibandingkan dengan yang sudah dicampur bahan-bahan lain.
10 Khasiatnya, Sedikit Saja dari Sekian Banyak Manfaat
10 manfaat kurma
1. Tamr berfungsi menjadikan usus lebih kuat serta membantu saluran kencing lebih lancar (apabila kita rebus)
2. Ruthab memiliki pengaruh baik pada saat Ibu sedang melahirkan. Yaitu mengontrol laju gerak rahim serta menambah waktu sistolenya lebih lama (sistolenya yitu kontraksi jantung saat di pompa ke pembuluh nadi). Ruthab juga mencegah terjadinya pendarahan serta mempercepat pengembalian rahim seperti posisi semula, hal ini disebabkan oleh hormone oxytocine.
“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]
3. Terhadap penyakit gondok, dapat menenangkan syaraf terhadap kelenjar gondok
4. Mengandung vitamin A yang bagus untuk memelihara kelembaban serta kejelian mata, menguatkan kekuatan penglihatan, kekebalan infeksi, dan menenangkan sel syaraf.
5. Dapat mencegah stroke, karena mengandung zat berupa kalium tinggi yang dibutuhkan untuk mengatur denyut jantung, mengatur tekanan darah, dan mengatur konstraksi otot.Para peneliti menyebutkan, mengkonsumsi ekstra kalium dalam jumlah 400mg/hari dapat menurunkan kemungkinan terkena serangan stroke hingga 40%. Ini sama artinya ketika kita memakan Tamr sebanyak 65 gr (lima butir Tamr)
6. Sebagai penangkal racun karena mengandung vitokimia dan zat antioksidan, dengan cara memakan 7 butir kurma setiap harunya.
7. Sebagai sumber energi, yaitu sebanyak 323 kkal dalam 100gr
8. Mencegah terjadinya penyakit kanker usus besar, hal ini disebabkan karena terdapat kandungan serat tinggi sehingga membantu selaput lendir usus serta meningkatkan bahan kimia sehingga dapat mencegah kanker usus besar.
9. Sangat di anjurkan dijadikan menu berbuka puasa, karena membuat tubuh menghasilkan insuline secara perlahan
10. Terdapat karbohidrat kompleks, karena itu kita akan mendapatkan energi yang tahan lama.
Bagaimana Kalau Dijadikan Manisan?
Manisan yang ada di Indonesia ataupun dari hasil import dalam kemasan-kemasan biasanya bukan lagi sebagai “ruthab” hal ini karena sudah terjadi proses pengawetan serta ditambah gula sebagai bahan pengawetnya, karena sudah ditambahkan gula maka kandungan glukosa di dalamnya menjadi berlipat-lipat ganda.
Sepertinya cukup susah mencari manisan dari hasil import yang masih Asli belum ditambahkan gula di dalmnya.
Bijaknya, kita meneliti lebih dulu apakah sudah ditambah pengawet sehingga bertambah kadar gulanya atau belum.
Saya pernah mendengar cerita, ada teman yang pergi ke Timur Tengah. Dia mengatakan kalau memakan kurma “mentah” dengan jumlah banyak akan membuat perut melilit. Entah karena memang perutnya bermasalah atau memang terlalu banyak makan, tapi pastinya Rasulullah menyampaikan sunnah nya hanya memakan 3 butir saja sebagai pembuka.

Yang perlu digaris bawahi ialah, Rasul menyarankan kita makan kurma karena agar perut kita tidak kaget saat menerima makanan berat, serta tidak menjadi sakit perut karena ke kenyangan. Bukankah begitu sahabat Sejarah?

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” (Al-Ahzab [33]: 21).

Dulu umat muslim di dunia hanya mengikuti sunnah Rasul tanpa tahu sebenarnya apa manfaat yang terkandung di dalamnya dalam segi ilmu pengetahuan serta sains karena memang zaman dahulu ilmu pengetahuan tidak se maju seperti zaman sekarang

Namun seiring perkembangan zaman, sekarang banyak sekali penelitian yang membuktikan bahwa khasiat serta manfaat dalam buah kurma sangat besar, bahkan mungkin jika para umat muslim pada zaman dahulu tahu, pastilah keimanan mereka akan bertambah dan bertambah lagi karena tahu dan kagum setelah mengetahui manfaat buah manis yang satu ini.

Dan jika kalian tahu manfaat lainnya, bisa tulis di komentar yang ada di bawah.

Itulah yang bisa saya sampaikan, mohon SHARE ke teman-teman agar mereka juga tahu bagaimana Manfaat sebenarnya dari Kurma. Semoga artikel ini bermanfaat, apabila ada kesalahan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. :)
Salam Sejarah
04
Jul
15

Kecelakaan : Hercules Jatuh Karena Menyangkut Antena ?

Jumat, 03 Juli 2015 , 05:47:00

Hercules Jatuh Karena Menyangkut Antena ? Ini Beberapa Petunjuknya

JAKARTA – Aktivitas investigasi yang terus dilakukan tim dari TNI mulai menumukan tanda-tanda baru. Temuan adanya antena radio dilokasi jatuhnya pesawat hercules C-130 menimbulkan prediksi baru. Diduga, pesawat buatan Amerika itu menabrak tiang radio setinggi 25 meter yang berdiri dijarak 300 dari lokasi jatuhnya pesawat.

Kepala Pusat Penerangan TNI AU (Kapuspenau) Marsma Dwi Badarmanto membenarkan adanya laporan yang menyebutkan kemungkinan tersebut. Hanya saja dia menegaskan, hasil temuan tersebut bukanlah hasil final. “Ini baru dugaan awal saja, untuk bisa dipastikan itu penyebabnya (menabrak antena ,-red) masih jauh,” ujarnya ketika dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Dia menyebutkan, prediksi itu muncul setelah melihat posisi jatuhnya pesawat yang tengkurap. Diduga, pesawat jatuh dalam posisi miring. Dalam perjalanannya, prediksi tersebut diperkuat dengan adanya tiga temuan yang didapatkan tim investigasi.

Temuan pertama, adanya permintaan dari Pilot Kapten Sandy Permana yang meminta return to base. Dari situ bisa disimpulkan jika pilot mengetahui adanya kerusakan mesin. “Diduga mesin nomor empat yang mati,” ungkapnya.

Kedua, ada beberapa warga yang melihat pesawat terbang miring. Hal itu merupakan dampak matinya salah satu mesin pesawat. Terakhir, ditemukannya antena radio di lokasi. “Antena ini yang diduga mengakibatkan pesawat jatuh,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Dwi, secara teori, kerusakan yang terjadi di salah satu mesin pesawat masih memungkinkan pilot melakukan recovery. Hanya saja, hal itu urung dilakukan pilot, setelah pesawat terlanjur menabrak antena terlebih dahulu. “Kalau saja tidak menabrak, mungkin pilot masih bisa melakukan manuver,” ungkapnya.

Keyakinan Dwi tersebut didasarkan pada pengalaman yang dia ketahui. Menurutnya, kejadian matinya salah satu mesin pesawat pernah dialami beberapa penerbang. “Dan secara teori, kerusakan satu mesin masih bisa dilakukan,” ungkapnya.

Pendapat Dwi tersebut diamini pilot senior, Sumarwoto. Menurutnya, pesawat Hercules C-130 merupakan pesawat yang handal dan teruji. Bahkan, seandainya dua dari total empat mesin pesawatnya mati, pesawat tersebut masih bisa terbang. “Kalau cuma satu, ya jelas bisa sekali,”ujarnya.

Pria yang menerbangkan pesawat N-250 buatan Habibi tersebut menjelaskan, perusahaan yang membuat Hercules pernah melakukan uji coba. “Jadi pernah dicoba, mesin dimatikan satu, lalu dimatikan dua. Ternyata masih bisa, dan itu sudah disertifikasi,” imbuhnya.

Temuan baru tersebut membuat prediksi sebelumnya yang mengatakan pesawat jatuh karena over kapasitas terbantahkan. Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, penyebab over kapasitas tersebut tidak masuk akal. “Enggak, gak ada overkapasitas,” kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Mantan Pangdam Siliwangi tersebut menjelaskan, meski kapasitas normalnya 92 penumpang, spesifikasi pesawat Hercules C-130 itu sanggup mengangkat beban maksimal hingga 20 ton. Jadi, berdasarkan kalkulasi yang dilakukan TNI, beban angkutnya masih dibawa batas maksimal. “Wong cuma 134 orang kok,” imbuhnya.

Sementara terkait adanya warga sipil dalam pesawat Hercules, Moeldoko menganggap hal tersebut sebagai hal yang biasa. Pasalnya, selain fungsi kedinasan, salah satu fungsi alat angkut yang dimiliki TNI adalah kesejahteraan anggota. Hanya saja dia mengakui, dalam penerbangan kemarin ada beberapa case. “Salah satunya, kemarin ada anggota yang selain membawa keluarga juga membawa pembantu,” terangnya.

Lantas ketika ditanya, soal keberadaan sipil lainnya, Moeldoko enggan menjawab. Dia mengatakan, masih menunggu hasil diidentidikasi. Hanya saja dia menegaskan, keberadaan warga sipil selain anggota TNI merupakan hal yang terlarang. (far)

04
Jul
15

InfraWatch : Bangun Gedung Perkantoran Pakai Printer 3D

Dubai Bangun Gedung Perkantoran Pakai Printer 3D

By

on 04 Jul 2015 at 07:30 WIB

Liputan6.com, Dubai – Printer 3D kini tak hanya dimanfaatkan untuk membuat sebuah prototipe. Banyak orang kreatif yang menggunakan perangkat inovatif tersebut untuk berbagai hal, seperti membuat jantung buatan dan super car.

Bila sebelumnya salah satu perusahaan properti asal Tiongkok membuat sebagian material bangunan dengan printer 3D, kini pemerintah Dubai melakukan hal yang lebih `out of the box` dengan membuat seluruh bangunan menggunakan device tersebut.

United Arab Emirates National Innovation Committee mengumumkan sebuah proyek, dimana mereka akan membangun gedung perkantoran yang seluruhnya memanfaatkan teknologi printer 3D di Dubai.

Proyek ini akan dipimpin oleh sebuah perusahaan bernama Winsun global yang sebelumnya membangun seluruh gedung apartemen menggunakan alat cetak 3D.

Menariknya, tak hanya gedung yang akan dicetak menggunakan printer, tetapi furnitur yang ada di dalamnya juga bakal dicetak memakai perangkat canggih itu. Demikian seperti dikutip dari laman Ubergizmo, Sabtu (4/7/2015).

“Gedung ini akan menjadi kesaksian efisiensi dan kreativitas teknologi cetak 3D, yang kami percaya akan memainkan peran utama dalam membentuk sektor konstruksi dan desain. Kami akan menjadi pusat global untuk inovasi dan pencetakan 3D. Ini adalah langkah pertama dari banyak lagi yang akan datang,” kata Al Gergawi, Ketua Komite Inovasi Nasional UAE.

Untuk membuat impian ini menjadi kenyataan, printer 3D dengan tinggi 20 kaki atau sekitar 7 meter akan digunakan untuk membangun gedung berukuran 2.000 kaki persegi atau sekitar 610 meter persegi.

Dalam proses pembangunannya akan menggunakan material Special Reinforced Concrete, Fiber Reinforced Plastic, dan Glass Fiber Reinforced Gypsum.

Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waktu beberapa minggu dan diklaim dapat mengurangi biaya tenaga kerja sebanyak 50-80% dan mengurangi limbah konstruksi hingga 30-60%.

(isk/dew)

04
Jul
15

Sejarah : Abraham Lincoln Teladan Kepemimpinan Demokrasi

Jakarta45

Ketegasan Lincoln Pelajaran Demokrasi yang Mahal

Oleh: Dahlan Iskan

Menjadi Amerika yang hebat seperti sekarang ternyata juga tidak mudah. Bahkan, ketika negara itu sudah berumur 90 tahun (tahun ini negara kita berumur 70 tahun) masih mengalami guncangan yang nyaris membuat semuanya berantakan: perang sipil.

Itu terjadi gara-gara rakyat di tujuh negara bagian di wilayah selatan tidak puas atas kemenangan calon presiden Abraham Lincoln. Misi yang dibawa calon presiden itu dianggap tidak sejalan dengan aspirasi di tujuh negara bagian tersebut. Mereka menginginkan perbudakan tetap diperbolehkan. Sedang Lincoln sejak kampanye ingin mengakhiri perbudakan.

Waktu itu calon presidennya empat orang. Lincoln mendapat suara 1.866.000. Calon berikutnya mendapat 1.376.000 suara. Sedang dua lainnya mendapat 850.000 dan 560.000-an suara. Total pemilih baru 3.600.000-an. Pada 1861 itu, saat republik sudah berumur 90 tahun, perempuan masih belum boleh memiliki hak pilih. Demikian juga warga kulit hitam. Penduduk di 14 negara bagian juga belum punya hak pilih. Pada tahun itu, mereka belum menjadi negara bagian. Status Kansas, Colorado, Nevada, sampai Washington masih teritori.

Perjalanan menjadi sebuah negara demokrasi seperti sekarang ternyata tidak secepat yang kita perkirakan. Begitu bencinya terhadap presiden terpilih, tujuh negara bagian tersebut menyatakan memisahkan diri dari Amerika. Mereka membentuk negara sendiri dengan nama Confederate States of America atau disingkat Confederacy. Mereka juga memiliki bendera nasional tersendiri: merah disilang biru dengan bintang putih sebanyak tujuh di silang warna biru itu. Tapi, bendera tersebut kemudian diganti dan diganti lagi sampai tiga kali.

Bagi wilayah selatan, budak itu penting. Penghasilan pokok wilayah tersebut berasal dari kapas. Kebun kapas memerlukan banyak buruh. Tanpa buruh, perkebunan itu bisa lumpuh. Tapi, karena upah buruh itu amat murah, persaingan ekonomi menjadi tidak fair. Wilayah utara tidak menganut sistem perbudakan karena perbudakan dianggap melanggar moralitas dan ajaran agama.

Untuk melihat gambaran itu, minggu lalu saya ke Nashville di Tennessee. Saya ingin tahu mansion (rumah) presiden ketujuh Amerika yang dikelilingi perkebunan kapas seluas 150 hektare. Kini perkebunan tersebut menjadi taman hijau yang mengelilingi mansion-nya. Menurut catatan di situ, Jackson memiliki 300 budak.

Jackson kawin dengan seorang janda. Tapi, karena sang janda belum punya surat cerai, perkawinan itu diperbarui beberapa tahun kemudian. Dia pernah marah kepada mantan suami itu karena selalu mem-bully-nya. Jackson menulis surat, menantangnya untuk duel adu tembak. Meski lawannya dikenal sebagai jago tembak, Jackson minta dia menembak lebih dulu. Tembakan itu mengenai dada Jackson, tapi tidak membuatnya roboh. Giliran Jackson menembaknya: tewas.

Tujuh negara bagian di wilayah selatan (South Carolina, Florida, Mississippi, Alabama, Georgia, Texas, dan Louisiana) seperti itu semua. Karena perbudakan dilarang, mereka pilih mendirikan negara baru. Inisiatornya South Carolina. Proklamasi itu dilakukan setelah Lincoln terpilih, tapi sebelum dilantik.

Bahkan, ketika presiden terpilih itu dalam perjalanan menuju tempat pelantikan, seseorang berusaha membunuhnya. Waktu itu perjalanan kereta api dari kampungnya di Illinois ke Washington sudah tiba di Baltimore, tinggal satu jam lagi sampai Washington DC. Untuk keselamatannya, sisa perjalanan itu dilakukan secara rahasia.

Tapi, Lincoln tidak gentar. ”Saya pilih mati daripada berkompromi dengan mereka,” ujar Lincoln dalam satu pidato waktu itu.

Separatis di selatan itu dia nilai melanggar konstitusi dan harus dihadapi dengan tegas. Tidak ada negosiasi dan tidak ada kompromi. Maka, ketika tentara Confederacy mulai menyerang satu kota perbatasan di wilayah Union (istilah untuk wilayah Amerika yang tidak memisahkan diri), Lincoln mengerahkan pasukan habis-habisan.

Terjadilah perang sipil yang berlarut. Selama empat tahun. Korban luar biasa. Mencapai hampir 1,5 persen dari jumlah penduduk. Amerika ternyata pernah menempuh jalan yang begitu mahal untuk mempertahankan kesatuan wilayahnya. ”Kalau sekarang, 1,5 persen itu berarti 1,5 juta orang,” ujar ahli sejarah di Indiana yang saya ajak ngobrol bulan lalu.

Pada akhir masa jabatannya, popularitas Lincoln benar-benar merosot. Dia sendiri merasa tidak akan terpilih lagi. Sebulan sebelum pilpres, Lincoln seperti pasrah akan nasibnya, tapi tidak pasrah mengenai sikapnya terhadap para separatis. Bahkan, dia menegaskan akan meningkatkan serangan ke wilayah Confederacy di sisa masa jabatannya yang pendek. Termasuk akan memanfaatkan masa empat bulan antara terpilihnya presiden baru dan pelantikannya. Pokoknya, perang harus berakhir sebelum dia secara resmi turun dari Gedung Putih. Dan harus menang.

Peningkatan serangan itu membuat tentara Confederacy kian lemah. Lincoln ternyata kembali terpilih dengan kemenangan telak. Maka, kemenangan tentara Union menjadi kian nyata.

Kemenangan kembali Lincoln dan gelagat Confederacy yang akan kalah membuat seseorang yang sangat benci Lincoln berbuat nekat. Tepat sebulan setelah Lincoln dilantik untuk masa jabatan kedua, orang itu, John Wilkes Booth, menembaknya dari jarak dekat di bagian belakang kepala Lincoln. Tewas.

Malam itu Lincoln dan Wakil Presiden Johnson diagendakan nonton bersama di sebuah teater di Washington. Booth tahu tentang agenda itu. Dia pun ikut nonton dengan tujuan membunuh dua orang tersebut. Dia agak kecewa karena di detik terakhir, wakil presiden batal ikut nonton karena harus pergi ke rumah putranya. Saat pengawal bersenjata ingin minum kopi dengan cara meninggalkan balkon khusus tempat presiden menonton, Booth menyelinap. Dor! Lincoln dilarikan ke rumah sakit, tapi tidak tertolong.

Booth melarikan diri. Dia bersembunyi di daerah pertanian di Virginia. Ketika 14 hari kemudian diringkus, dia melawan. Lalu ditembak di daerah pertanian itu. Mati.

Lincoln sempat tahu bahwa Confederacy sudah menyerah total pada 6 April 1865, hanya seminggu sebelum penembakan itu terjadi. Rupanya, Booth sangat terpukul oleh penyerahan diri panglima Confederacy tersebut.

Ahli sejarah sepakat bahwa Lincoln adalah satu di antara tiga presiden terhebat yang dimiliki Amerika Serikat. Dia tegas dan menang. Bukan tegas tapi kalah. Atau menang tapi tidak tegas. Dia tercatat sebagai presiden yang mengatasi tiga krisis sekaligus: krisis moral (soal perbudakan), krisis konstitusi (soal pemisahan diri), dan krisis politik (melakukan manuver politik untuk berkelit dari kompromi).

Lincoln sebenarnya anak desa yang tidak memiliki pendidikan formal. Dia lahir di pedalaman Kentucky, lalu pindah ke pedalaman Illinois. Di sini, Lincoln muda jadi tukang belah kayu untuk membuat bantalan rel kereta api. Kemudian menjadi pengacara. Lalu menjadi politikus lokal. Setelah menjadi politikus nasional, akhirnya dia mencalonkan diri sebagai presiden.

Ketika berkampanye di Chicago, di wilayahnya, seorang gadis berumur sebelas tahun sangat bersimpati kepadanya. Gadis itu begitu iba saat melihat tubuh Lincoln yang kerempeng dan wajahnya yang tirus. ”Baiknya Anda memelihara jenggot. Agar tidak kelihatan tirus,” ujar gadis itu. Setelah dilantik menjadi presiden, Lincoln benar-benar memelihara jenggot. Sampai akhir hayatnya di usia 56 tahun.

Demokrasi ternyata begitu mahal, untuk Amerika sekalipun. Tapi, sejarah mencatat, segala pengorbanan itu membuahkan hasil. Amerika menjadi segara superpower seperti sekarang. (*)

Sumber:

https://dahlaniskan.wordpress.com/2015/04/27/ketegasan-lincoln-pelajaran-demokrasi-yang-mahal/

http://harian-oftheday.blogspot.com/

“…menyembah yang maha esa,
menghormati yang lebih tua,
menyayangi yang lebih muda,
mengasihi sesama…”

__._,_.___

Posted by: Ananto <pratikno.ananto@gmail.com>

04
Jul
15

Intelijen : BIN Akan Rekrut 1.000 Personel Baru

http://www.beritasatu.com/nasional/287728-bin-akan-rekrut-1000-personel-baru.html

Kamis, 02 Juli 2015 | 13:21

BIN Akan Rekrut 1.000 Personel Baru

Ilustrasi

Ilustrasi (Istimewa)

Jakarta – Usai menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengatakan bahwa BIN akan merekrut hingga 1000 personel baru. Hal tersebut dilakukan untuk menghadapi Pemilu serentak yang akan dimulai tahun ini.

“Satu tahun ini kita harus merekrut 1.000 orang terutama menghadapi Pemilu serentak. Kondisi itu harus bisa kita pantau sedini mungkin,” kata Sutiyoso di kompleks Kepresidenan, Jakarta, Kamis (2/7).

Saat ini jangkauan BIN kata dia harus ditingkatkan sebab satu anggota BIN harus bertanggung jawab pada isu di 3 kabupaten.

“Inilah yang (dilakukan) untuk menutupi itu,” kata dia lagi.

Setelah perekrutan, anggota BIN kata dia dilatih dan disekolahkan baik formal maupun nonformal baru diturunkan ke lapangan. Dalam pertemuan dengan Jokowi hari ini, presiden meminta agar kepala BIN yang baru bisa membenahi BIN khususnya masalah struktur organisasi.

“Kebutuhan kita kira-kira 5.000 lebih dan saat ini ada 1975 personel,” kata Sutiyoso lagi.

Selanjutnya presiden juga mengingatkan soal kualitas personel sesuai pembidangan sehingga diperlukan pendidikan dan pelatihan yang lebih mutakhir. Terakhir, Jokowi menyinggung soal perlengkapan yang dimiliki BIN khususnya terkait teknologi agar makin diperbaiki sehingga tidak ada lagi masalah penyadapan presiden dan pejabat negara.

“Teknologi komunikasi sudah sangat canggih. Kalau kita tidak punya alat super canggih kita akan jebol terus,” tambahnya

Ezra Sihite/MUT

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

04
Jul
15

Infrastructural Watch Indonesia : Dana Asing Rp 465,5 T

r

http://id.beritasatu.com/home/nilai-proyek-infrastruktur-yang-didanai-pinjaman-luar-negeri-capai-rp-4655-triliun/121242

Nilai Proyek Infrastruktur yang Didanai Pinjaman Luar Negeri Capai Rp 465,5 Triliun
Jumat, 3 Juli 2015 | 17:12

Proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: nusantarainfrastructure.com

Proyek infrastruktur. Foto ilustrasi: nusantarainfrastructure.com

Berita Terkait

  • Gapensi Harapkan Januari 2016 Semua Proyek Sudah Dimulai
  • Penyertaan Saham Masyarakat dalam Lahan Infrastruktur Butuh Legalitas
  • Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur
  • Kadin: Pembiayaan Proyek Infrastruktur Masih Minim
  • Percepatan Proyek Infrastruktur Butuh Payung Hukum

JAKARTA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional memastikan nilai proyek infrastruktur yang akan ditawarkan untuk didanai oleh pinjaman luar negeri senilai 35 miliar dolar AS atau Rp 465,5 triliun dari total nilai Rencana Pinjaman/Hibah Luar Negeri (DRPHLN) atau “Blue Book” 2015-2019 sebesar 38 miliar dolar AS.

“Untuk proyek infrastruktur, dari hasil perumusan, mencakup 92 persennya atau 35 miliar dolar AS,” kata Deputi Pendanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Wismana Adi Suryabrata di Jakarta, Jumat (3/7).

Wismana menjelaskan proyek infrastruktur itu mencakup proyek waduk, jalan, jembatan, pembangkit dan transmisi listrik, air minum, pengolahan sampah, dan juga beberapa infrastruktur sosial.

Sebagian besar, proyek infrastruktur dalam DRPHLN itu, atau 50 persennya di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Sisanya ditangani Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, dan beberapa kementerian teknis lainnya.

Dia menjelaskan, pemerintah cukup selektif memilih proyek yang dapat didanai pinjaman luar negeri. Selain proyek tersebut merupakan proyek prioritas yang membutuhkan kepastian keberlanjutan pembiayaan, pinjaman luar negeri juga dipertimbangkan terhadap proyek yang mayoritas menggunakan bahan baku impor.

Menurut Wismana, paling cepat semua proyek yang menggunakan pinjaman ini akan mulai dikerjakan tahun depan. Tahun ini, saat DRHPLN atau Blue Book itu dirilis, pemerintah akan menawarkan dahulu kepada mitra asing, baik itu lembaga multilateral maupun bilateral.

“Selanjutnya jika ada kecocokan, kita akan bicarakan lebih lanjut, eksekusi proyeknya paling cepat 2016,” kata dia.

Hingga saat ini, ujar Wismana, tiga lembaga multilateral yakni World Bank, Asian Development Bank dan Islamic Development Bank sudah melakukan penawaran untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia.

World Bank menjadi lembaga dengan penawaran terbesar yakni 14 miliar dolar AS. “Kedua ADB dan selanjutnya IDB,” kata dia seperti dikutip Antara.

IDB dalam kesepakatan kerja sama Kerangka Kemitraan Strategis Negara Anggota dengan Indonesia menawarkan pinjaman lima miliar dolar AS.

Selain tiga lembaga keuangan multilateral tersebut, tidak tertutup kemungkinan penawaran akan datang dari bank infrastruktur Asia yang digagas Tiongkok, yakni Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). (ID/ths)

__._,_.___

Posted by: “Sunny” <ambon@tele2.se>

Jakarta, Jubi/Antara – Pengamat ekonomi, Enny Sri Hartati, mempertanyakan skema dan sasaran masyarakat yang dituju pemerintah dalam rencana implementasi kerja sama pemerintah-swasta dan masyarakat, yang ditujukan untuk memudahkan pembebasan lahan.

Menurut Enny, di Jakarta, Jumat (19/6/2015), partisipasi masyarakat dalam bentuk penyertaan saham di lahan proyek infrastruktur, membutuhkan legalitas kedudukan masyarakat tersebut.

Dia mengatakan dari sejumlah regulasi terkait infrastruktur, legalitas kedudukan masyarakat tersebut harus berbentuk badan usaha.

Misalnya, dalam Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha Dalam Penyediaan Infrastruktur, disebutkan badan usaha yang bekerja sama dengan pemerintah, bisa berupa Perseroan Terbatas hingga Koperasi.

“Maka dari itu, apakah maksud wacana PPPP (public-private people partnership) ini , masyarakatnya dalam bentuk koperasi atau bagaimana,” kata Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) ini.

Menurut Enny, jika legalitas kedudukan masyarakat tersebut dapat ditetapkan, wacana penerapan PPPP tersebut cukup prospektif untuk membuat masyarakat partisipatif dalam proyek infrastruktur.

“Partisipatif itu dalam bentuk masyarakat bisa mengawasi manfaat dan kegunaan proyek infrastruktur ini. Selama ini, pembebasan lahan kepada masyarakat kan hanya dalam bentuk ganti rugi saja,” katanya.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Arifin Rudiyanto, mengatakan terdapat wacana improvisasi dari skema kerja sama pemerintah-swasta (public-private partnership), untuk melahirkan skema kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private people partnership/PPPP).

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagian berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” katanya.

Hingga saat ini, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan adalah besaran saham, komisi, dan besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut. (*)

Dewi Wulandari

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

Oleh : | Rabu, 17 Juni 2015 | 00:30 WIB

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

INILAHCOM, Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melontarkan wacana mengenai penerapan program kerja sama pemeritah-swasta-masyarakat, di mana masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut adalah wacana kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private-people partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.”Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagain berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas, Arifin Rudiyanto di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, kata dia, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkap dia.

Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, adalah besaran saham, komisi dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek ini berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Sebelumnya, dalam mengatasi kendala lahan, pemerintah telah mewacanakan pembentukan bank tanah (Land Bank).

Land Bank ini bertanggung jawab dalam pengadaan tanah untuk proyek-proyek pembangunan. Sederhananya, ketika proyek pembangunan siap direalisasikan, Land Bank telah meyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan tersebut, baik secara legal dan administrasi. [tar]

Rakyat Bisa Miliki Saham di Proyek Infrastruktur

Rubrik Infrastruktur

17 Juni 2015 08:44:00 WIB

WE Online, Jakarta – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melontarkan wacana mengenai penerapan program kerja sama pemeritah-swasta-masyarakat, di mana masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut adalah wacana kerja sama antara pemeritah-swasta-masyarakat (public-private-people partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagain berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas, Arifin Rudiyanto di Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini.

Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi NTB dan investor tersebut, kata dia, timbul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Kemungkinan di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkap dia.

Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, adalah besaran saham, komisi dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek ini berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Sebelumnya, dalam mengatasi kendala lahan, pemerintah telah mewacanakan pembentukan bank tanah (Land Bank).

Land Bank ini bertanggung jawab dalam pengadaan tanah untuk proyek-proyek pembangunan. Sederhananya, ketika proyek pembangunan siap direalisasikan, Land Bank telah meyiapkan lahan yang menjadi lokasi pembangunan tersebut, baik secara legal dan administrasi. (Ant)

Editor: cipto

Foto: Sufri Yuliardi

EKONOMI

Berandil dalam Proyek Infrastruktur
Rabu, 17 Juni 2015 Penulis: MI/ANASTASIA ARVIRANTY

KEMENTERIAN Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melontarkan wacana improvisasi program kerja sama pemerintah-swasta yang memungkinkan masyarakat dapat memiliki saham di lahan-lahan yang dijadikan lokasi pembangunan infrastruktur.

Program tersebut merupakan wacana kerja sama pemerintah-swasta-masyarakat (publicprivatepeople partnership/PPPP) yang merupakan perluasan dari skema kerja sama pemerintah-swasta.

“Jadi wacananya, tidak semua lahannya dibeli oleh swasta dari masyarakat, tapi sebagian berupa penyertaan saham. Ada sisi ekonomisnya, yakni dapat memberikan keuntungan kepada masyarakat,” kata Pelaksana Tugas Deputi Bidang Evaluasi Kinerja Pembangunan Bappenas Arifin Rudiyanto di Jakarta, kemarin.

Menurut dia, skema tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan yang kerap menghambat pembangunan infrastruktur selama ini. Wacana PPPP tersebut, kata dia, mengemuka dari rencana pengembangan pelabuhan oleh investor asal Jerman di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dari hasil pembicaraan antara pemerintah provinsi (pemprov) NTB dan investor tersebut, muncul usulan untuk menawarkan kepemilikan saham kepada masyarakat.

“Karena lahan yang dibutuhkan sangat luas, timbul keinginan agar rakyat setempat juga dapat ikut menikmati hasilnya. Mungkin di lahan itu juga dibangun industri pengolahan,” ungkapnya. Hingga saat ini, ujar dia, Pemprov NTB dan investor tersebut masih menyusun kerangka kerja untuk skema PPPP tersebut.

Hal-hal yang sedang dimatangkan, kata Arifin, ialah besaran saham, komisi, dan juga besaran investasi untuk proyek infrastruktur tersebut.

“Kebutuhan payung hukumnya juga sedang dibicarakan. Intinya agar semua pihak untung dalam pembebasan lahan untuk infrastruktur itu,” tutur dia.

Arifin mengharapkan jika proyek itu berhasil, skema PPPP dapat dikaji untuk diterapkan pada proyek-proyek infrastruktur dan lokasi lainnya.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Revrisond Baswir mengatakan wacana Bappenas itu perlu dipikirkan masak-masak agar tidak terjadi distorsi. Ia pun menekankan perlunya kejelasan siapa rakyat yang dimaksud.

“Pertama kali, harus jelas rakyatnya itu siapa. Saya rasa definisi rakyat di sini juga harus diklarifikasi,” kata dia saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Revrisond berharap skema yang kelak dihasilkan ialah yang betul-betul bisa menjangkau masyarakat kecil, bukan hanya yang menengah ke atas.

Merasa miskin
Dalam kesempatan terpisah, Chief Economist & Strategic Investments IGIco Advisory, Martin Panggabean meminta pemerintah mendorong belanja produktif, terutama yang berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur.

Menurutnya, dengan belanja pemerintah yang terealisasi, investor atau masyarakat akan lebih optimistis menanamkan modal mereka. Ujung-ujungnya, laju pertumbuhan ekonomi diharapkan mengencang.

Saat ini, ujar Martin, banyak orang tengah merasa miskin. Itulah yang menyebabkan permintaan akan barang dan jasa semakin menurun dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

“Konsumen harus merasa lebih kaya agar permintaan meningkat, kalau sekarang dengan pendapatan yang segitugitu saja tapi harga barang yang naik turun, kontraksi di perbankan, masyarakat jadi berubah sikap,” jelasnya. (Ant/Ire/E-2)




Blog Stats

  • 2,539,077 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers