Archive for the 'Jiwa Semangat Nilai-nilai 45' Category



01
Jan
15

Kepresidenan : Kepala Staf, Luhut Panjaitan

Luhut Panjaitan: Kasih Waktu Beberapa Hari

Wednesday, 31 December 2014, 15:03 WIB

Antara/Andika Wahyu
Luhut Binsar Panjaitan.

Luhut Binsar Panjaitan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan sebagai kepala staf kepresidenan, Rabu (31/12). Kepala staf kepresidenan merupakan jabatan baru yang dibentuk oleh Presiden Jokowi.

Luhut dilantik langsung oleh Jokowi di Istana Negara dengan disaksikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri Kabinet Kerja. Mantan menteri perindustrian dan perdagangan di era presiden Gus Dur tersebut diangkat sebagai kepala staf kepresidenan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 148 P Tahun 2014.

Atas jabatan barunya itu, Luhut akan mendapatkan hak keuangan dan fasilitas lainnya setara dengan menteri. Luhut, yang ditemui usai pelantikan, mengaku belum mengetahui bentuk detail lembaga baru yang dipimpinnya tersebut. Termasuk soal berapa anggota Unit Kerja Staf Kepresidenan.

“Kasih waktu beberapa hari, nanti saya bisa komentar lebih banyak. Yang penting sebagai pembantu presiden saya akan melaksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mempercepat penterjemahan kenginan presiden,” ucap mantan dewan penasihat Tim Transisi Jokowi-JK tersebut.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menambahkan, sebagai kepala staf kepresidenan, Luhut bertugas memberikan informasi strategis serta membantu presiden merancang komunikasi politik, baik komunikasi antar lembaga maupun komunikasi publik.

Selain itu, kepala staf kepresidenan juga bertugas membantu presiden untuk mengidentifikasi isu-isu yang ada di masyarakat. “Nanti di dalamnya akan ada pejabat setingkat eselon dua, bisa terkait politik, isu strategis, dan ada juga yang akan membantu presiden melihat pencapaian, dan hasil pembangunan ke depan,” ujar Andi.

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, Unit Kerja Staf Kepresidenan berbeda dengan Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Bangunan (UKP4). Menurut dia, tak ada lagi UKP4. Sebab, beberapa fungsi UKP4 kini telah dilakukan Seskab dan kepala staf kepresidenan.

“Jadi ini bukan pengganti UKP4,” ujar mantan deputi Tim Transisi tersebut.

Sementara itu, lanjut Andi, ada beberapa bagian dari UKP4 yang dilebur ke lembaga lain, di antaranya Sistem Informasi Perizinan (SIP) akan dilebur menjadi National One Stop Service mulai Januari 2015. Adapun fungsi pengawasan dan evaluasi yang selama ini dilakukan UKP4 akan dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP

01
Jan
15

AIRASIA : Sonar KRI Bung Tomo Tangkap Badan Pesawat Dikedalaman 30 meter

Pesawat AirAsia QZ8501.
Rabu, 31/12/2014 16:51 WIB

Sonar KRI Bung Tomo Tangkap Badan Pesawat AirAsia di Kedalaman 30 Meter

Nur Khafifah – detikNews

Jakarta – Sonar KRI Bung Tomo menangkap badan pesawat AirAsia. Sonar itu berada di kedalaman air 30 meter. Lokasinya tak jauh berada di sekitar jenazah dan serpihan AirAsia yang mengambang di sekitar perairan Pangkalan Bun.

Seperti disampaikan Komandan Gugus Keamanan Laut Barat (Danguskamlabar) yang bertugas sebagai Komandan SAR Laut, Laksma Abdul Rasyid di atas KRI Banda Aceh kepada wartawan, Rabu (31/12/2014). Pada Selasa (30/12) pukul 20.35 WIB, KRI Bung Tomo menemukan kontak sonar.

“Diduga bangkai kapal AirAsia, di lokasi dekat dengan penemuan mayat,” jelas Abdul Rasyid.

KRI Banda Aceh juga sempat merapat ke sekitar lokasi, namun karena cuaca tak memungkinkan hanya melakukan pemantauan. Kini di lokasi di sekitar benda diduga bangkai kapal, KRI Banda Aceh lego jangkar.

“Berjarak sekitar 2 mile dari sini,” ujar dia.

Baca Juga

 

 

Tokoh Adat Dilibatkan Cari Air Asia di Alam Gaib

Selasa, 30 Desember 2014, 16:28 WIB

Komentar : 41
Theepochtimes
Pesawat AirAsia QZ8501.

Pesawat AirAsia QZ8501.

REPUBLIKA.CO.ID, MANGGAR — Sebelum Air Asia ditemukan, upaya pencarian dilakukan juga dengan melibatkan puluhan tokoh.

“Kami diundang untuk membantu melihat secara gaib keberadaan pesawat tersebut dan hasil penglihatan kami bahwa pesawat itu tenggelam di antara Pulau Long dan Nangka,” kata Ketua Adat Belitung Timur Mohammad Sai di Manggar, Selasa (30/12).

Pantauan Antara di Manggar, pada Senin (29/12), puluhan petinggi adat dari sejumlah desa dikumpulkan di rumah dinas Bupati Belitung Timur untuk melihat secara gaib keberadaan pesawat yang hilang kontak tersebut. Para tokoh adat itu berasal dari berbagai elemen dan unsur yaitu unsur air, angin, api, laut dan darat melakukan ritual dan doa bersama untuk mendapatkan petunjuk dari sang pencipta.

“Hasil penglihatan saya bahwa pesawat tersebut disambar induk kilat dan petir, pesawat itu hancur dan tenggelam di laut,” pendapatnya.

Dia menyatakan, untuk melihat keberadaan pesawat itu hanya meminta petunjuk dari Allah SWT bukan bersekutu dengan jin dan setan. “Kami berkumpul bukan melakukan ritual yang mengarah kepada sirik, tetapi hanya memadukan kemampuan tokoh adat secara gaib dengan kekuatan doa bersama agar diberi petunjuk keberadaan pesawat itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, upaya tersebut hanya bentuk bantuan kepada Tim SAR yang mungkin bisa dijadikan informasi untuk mencari titik hilangnya pesawat AirAsia. “Berbagai upaya dilakukan untuk mencari titik hilang kontak pesawat dan cara kami adalah dengan melakukan doa bersama untuk mendapatkan petunjuk dari penguasa langit dan bumi terkait keberadaan pesawat itu,” ujarnya.

TOP LIMA
Terpopuler

Kamis, 01 Januari 2015 , 06:55:00

Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio

 

Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio. Tampak Tim Pencarian AirAsia QZ8501. Foto Jawa Pos/JPNN.com
Pengakuan Pilot: Peralatan Usang, Andalkan Laporan Radio. Tampak Tim Pencarian AirAsia QZ8501. Foto Jawa Pos/JPNN.com

Demi mempertahankan pesawat tetap menerbangi koridor penerbangan pada jarak yang aman satu sama lain, ATC di Indonesia memberlakukan pemisahan prosedur dengan memanfaatkan laporan radio dari para pilot untuk menghitung posisi satu pesawat relatif terhadap posisi pesawat lainnya.

Prosedur itu menghabiskan waktu lebih lama ketimbang menggunakan radar canggih yang dioperasikan Singapura dan di mana pun di dunia, yang memungkinkan petugas ATC bisa dengan cepat memanfaatkan data radar yang dikirim balik dari semua pesawat yang berada di area terbang.

Kurangnya perlengkapan terkini dan kondisi cuaca yang tidak stabil ini pernah dikeluhkan para pilot dan pakar penerbangan ketika Boeing 737 Lion Air jatuh pada 2013 di Bali. Saat itu pilot melaporkan bahwa pesawatnya telah ditarik angin ke bawah ke laut yang jaraknya beberapa meter dari landas pacu.

Itu dianggap contoh klasik dari geseran angin yang adalah perubahan tiba-tiba pada kecepatan dan arah angin. Bandara-bandara di pulau-pulau terkenal di Asia Tenggara seperti Bali, Koh Samui, Langkawi dan Cebu, tidak memiliki perangkat pendeteksi geseran angin di darat yang sebenarnya membantu pilot saat mendarat dan tinggal landas.

Para pilot mengaku keputusan-keputusan sulit kerap muncul dari pengalaman.

“Menurut saya, jika saya tak mendapatkan izin (mengubah arah terbang) dan saat bersamaan ada cuaca buruk di depan, saya akan menyampingkan saja pesawat itu, baru setelahnya berurusan dengan pihak berwenang,” kata seorang mantan pilot SIA lainnya yang kini menjadi pilot pada maskapai Gulf. (indopos/reuters/jpnn)

01
Jan
15

MiGas : Rekomendasi Keberadaan PETRAL dan Harga BBM Bersubsidi

Lifting 1

Tim Reformasi Tata Kelola Migas: Rekomendasi Keberadaan PETRAL

 

1. Latar Belakang Pembentukan Petral

Pada 1969, Pertamina dan satu “interest group” Amerika Serikat mendirikan Perta Group dengan tujuan memasarkan minyak mentah dan produk minyak Pertamina di pasar Amerika Serikat. Petra Group—yang memulai kegiatan perdagangan minyak pada tahun 1972—terdiri dari Perta Oil Marketing Corporation Limited, perusahaan Bahama yang berkantor di Hong Kong, dan Perta Oil Marketing Corporation, perusahaan California yang menjalankan aktivitas keseharian di Amerika Serikat.
Pada tahun 1978 terjadi reorganisasi besar-besaran. Perusahaan yang berbasis di Bahama digantikan dengan Perta Oil Marketing Limited, perusahaan yang berbasis di Hong Kong. Pada September 1998, Pertamina mengambil alih seluruh saham Perta Group. Pada Maret 2001, atas persetujuan pemegang saham, perusahaan berubah nama menjadi Pertamina Energy Trading Limited (PETRAL) yang berperan sebagai trading and marketing armPertamina di pasar internasional.
Petral mendirikan anak perusahaan berbadan hukum dan berkedudukan di Singapura bernama Pertamina Energy Services Pte Limited (PES) pada tahun 1992 yang dibebani tugas melakukan perdagangan minyak mentah, produk minyak, dan petrokimia.
Pembentukan dan operasional Petra Group pada awalnya lebih diarahkan untuk pemasaran minyak bumi mengingat di masa itu Indonesia merupakan pengekspor netto (net exporter) minyak bumi dan masih menjadi anggota OPEC. Peranan minyak bumi juga masih sangat dominan baik sebagai sumber penerimaan devisa maupun sebagai sumber penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pembentukan dan operasional Petra Group tidak terlepas dari kepentingan elit penguasa Orde Baru untuk mendapatkan rente dari ekspor minyak bumi. Operasional Petra Group praktis hanya sebagai “agen penjualan” minyak bumi dari Indonesia. Proses pemburuan rente dari penjualan minyak tersebut melalui keikutsertaan kroni penguasa dalam kepemilikan Petra Group.
Produksi yang terus menurun sementara konsumsi meningkat tajam menyebabkan sejak 2003 konsumsi melebihi produksi dengan jurang yang kian menganga, yang harus ditutup dengan impor (Peraga 1). Sebelum 2003, defisit perdagangan bahan bakar minyak (BBM) masih dapat ditutupi oleh surplus perdagangan minyak mentah. Namun, setelah itu, defisit BBM tidak lagi dapat ditutupi oleh surplus minyak mentah, sehingga Indonesia mengalami defisit minyak total (minyak mentah dan BBM). Bahkan, sejak 2013, transaksi perdagangan minyak mentah mulai mengalami defisit (Peraga 2).
peraga 1peraga 2

2. Operasional Petral Dewasa Ini

Perubahan status Indonesia dari eksportir netto menjadi importir netto ternyata tidak mengubah peran Petra Group. Petra Group yang kemudian diubah namanya menjadi Petral dengan PES sebagai anak perusahaannya tetap hanya sebagai trading arms dengan tambahan fungsi sebagai “agen pengadaan” minyak bumi dan BBM. Mengingat kebutuhan BBM Indonesia yang relatif sangat besar dan Petral merupakan satu-satunya pihak yang ditunjuk sebagai penjual dan pembeli minyak mentah dan BBM, volume usaha Petral semakin membesar.
Petral berperan hanya sebagai “administrator tender”, tidak melakukan transaksi dengan dan ke pihak ketiga sehingga tidak dapat dikatakan sebagai perusahaan trading (tradingcompany). Petral tidak pernah bertransaksi di Platts Window Market (Bursa Minyak Singapura) karena tidak memiliki fisik barang. Oleh karena itu, Petral tidak memilikiprofessional trader dan sepenuhnya menjadi price taker.
Petral praktis tidak kunjung beranjak menjadi trading company. Petral tidak memilikiblending facilities sendiri, hanya menyewa dari pihak lain (Trafigura) di Tanjung Langsat Terminal, Malaysia. Karenanya Petral tidak mempunyai blending specialists, padahal punya kesempatan belajar dari kerja sama dengan Trafigura.
Pelaksanaan fungsi sebagai market intelligence oleh Petral tidak dilakukan dengan baik. Siapa pemasok sebenarnya dari minyak yang dibeli Petral dari national oil companies(NOCs) atau major oil companies (MOCs) tidak dipandang sebagai kewajiban Petral.

3. Tuntutan Perubahan Menghadapi Tantangan ke Depan

Berikut adalah berbagai perkembangan yang menuntut perubahan kebijakan dan pengelolaan ekspor dan impor minyak mentah dan BBM.
  1. Kebutuhan minyak mentah dan BBM semakin tidak dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri sehingga impor minyak mentah dan BBM cenderung meningkat. Kondisi tersebut menuntut kehadiran perusahaan perdagangan (trading company) minyak nasional yang dapat mendorong peningkatan efisiensi pengadaan minyak mentah dan BBM.
  2. Selama beberapa tahun terakhir muncul ketidakpercayaan masyarakat terhadap Petral dalam menjalankan fungsinya sebagai anak perusahaan negara yang ditunjuk untuk melakukan perdagangan minyak mentah dan produk minyak, khususnya dalam pengadaan BBM yang dari waktu ke waktu semakin meningkat cukup tajam;
  3. Peran Petral selama ini dipandang belum dapat memenuhi tuntutan efisiensi dalam pengadaan minyak mentah dan BBM. Petral dianggap cukup hanya berperan sebagaitrading arms atau buying agent Pertamina dan tidak perlu berkembang menjaditrading company karena dianggap akan membahayakan keamanan pasokan minyak (supply security).
  4. Indonesia merupakan konsumen minyak mentah dan BBM terbesar di kawasan Asia Tenggara, bahkan telah menjadi importir BBM terbesar di dunia. Kehadiran Petral di Singapura lewat anak perusahaannya, PES, sejatinya bisa meningkatkan posisi tawar Indonesia sebagai konsumen besar. Perannya yang sebatas administrator tender membuat efisiensi pengadaan minyak tak membaik. Sebagai contoh, untuk produk RON 88 yang mana Indonesia sebagai satu-satunya pembeli (monopsony), Petral tersudut di pasar Singapura sebagai price taker.

4. Temuan dan Penilaian Tim Reformasi Tata Kelola Migas

Sejak pembentukannya, Tim Reformasi Tata Kelola Migas (Tim) telah memperoleh berbagai temuan terkait dengan praktik usaha Petral.
  1. Petral mengklaim pengadaan minyak lambat laun sudah semakin banyak melaluinational oil companies (NOCs), bahkan sekarang sudah sepenuhnya dari NOC (Presentasi Petral di hadapan Tim). Dengan perubahan ini muncul kesan kuat mata rantai pengadaan minyak semakin pendek. Kenyataannya, NOCs yang memenangi tender pengadaan tidak selalu memasok minyaknya sendiri, bahkan kerap memperoleh minyak dari pihak lain. Praktik demikian dimungkinkan berdasarkan Persetujuan Direksi No. RRD-54/C00000/2012-SO Tanggal 4 Juni 2012 Huruf B nomor 1: “Pola pengadaan Minyak Mentah dan BBM melalui Petral/PES sebagai armlength Pertamina untuk pemenuhan kebutuhan nasional dilakukan melalui: a. NOC yang tidak terbatas hanya pada produksi sendiri; b. Produsen Minyak Mentah sebagaimajor share holder dan major oil company; c. Pemilik kilang BBM.” Tim menyimpulkan tidak banyak perubahan dalam praktik pengadaan minyak. Mata rantai pengadaan tidak mengalami perbaikan berarti.
  2. Tidak semua NOC merupakan produsen minyak atau memiliki ladang minyak. Salah satunya adalah Maldives NOC LTD (tertera dalam Daftar Mitra Usaha Petral). Berdasarkan Informasi yang diperoleh Tim, NOC tersebut beberapa kali digunakan sebagai “kedok” untuk memenuhi ketentuan pengadaan minyak oleh Petral.
  3. Hingga rekomendasi ini disusun, Tim belum memperoleh data pemasok akhir minyak mentah maupun BBM ke Data yang diperoleh dari Petral masih sebatas pemenang tender resmi yang mensyaratkan NOC. Petral tidak mempermasalahkan dari mana asal atau sumber minyak yang diperoleh NOC itu. Tim sudah meminta Petral memberikan data pemasok akhir pada pertemuan Tim dengan Pertamina dan Petral tanggal 17 Desember 2014.
  4. Tim menemukan pelaku pasar bertindak sebagai agent/arranger yang menggunakanfronting NOC PetroVietnam Oil Corporation (PV Oil) dalam pengadaan minyak mentah dari Nigeria. Padahal PV Oil tidak memiliki equity di blok minyak Escravos atau lainnya di Nigeria. Pemasok sebenarnya adalah Trafigura yang memiliki hak alokasi atas minyak Nigeria. Dengan demikian, mata rantai pengadaan minyak mentah dari Nigeria itu menjadi panjang walaupun menggunakan NOC.
  5. PTT (NOC Thailand) digunakan sebagai vehicle dalam pengadaan minyak mentah Azeri dari Azerbaijan. Muncul pertanyaan mengapa Petral tidak melakukan kontrak langsung dengan SOCAR Trading Singapore PTE LTD yang merupakan NOC Azerbaijan atau setidaknya mendalami mengapa NOC Azerbaijan itu tidak mengikuti tender pengadaan minyak mentah Azeri atau mengikuti tender tetapi kalah. Semakin dipertanyakan karena dalam pengadaan minyak mentah Azeri PTT kerap menang.
  6. Pada 2013, Petco Trading Labuan Company Limited, perusahaan trading milik NOC Petronas digunakan dalam pengadaan High Speed Diesel Fuel 0,35% Sulphur yang pengapalannya dilakukan HinLeongTrading (PTE) LTD atas nama Sinopec (Hong Kong) Petroleum Company Limited.
  7. Pada 2013, Petco Trading Labuan Company Limited digunakan sebagai NOC dalam pengadaan Gasoil 0,35% Sulphur yang pengapalannya dilakukan SK Energy Co., LTD atas nama SK Energy International PTE LTD.
  8. Pada 2013, Petco Trading Labuan Company Limited digunakan sebagai NOC pengadaan Jet/Kerosene yang pengapalannya dilakukan AVTTI atas nama Vitol Asia Pte Ltd.
  9. Pada 2013, Petco Trading Labuan Company Limited digunakan sebagai NOC dalam pengadaan Gasoil 0,35% Sulphur yang dilakukan oleh HinLeongTrading (PTE) LTD.
  10. Pada 2013, Petco Trading Labuan Company Limited digunakan sebagai NOC dalam pengadaan Gasoil 0,35% Sulphur yang dikirimkan oleh HinLeong Trading (PTE) LTD atas order Sinopec (Hong Kong) Petroleum Company Limited.
  11. Pada 2014, Petral melakukan beberapa pengadaan Gasoline 88 RON menggunakan kapal Akrotiri oleh Vopak atas pesanan Phillips 56 International Trading PTE LTD.
  12. Berdasarkan temuan Tim, beberapa pelaku di pasar minyak Singapura tidak melakukan penawaran langsung ke Petral karena spesifikasi produk (minyak mentah dan BBM) yang ditenderkan tidak lazim dalam usaha perminyakan, proses berbelit-belit, dan harus menghadapi pihak ketiga yang bertindak sebagai agent atau arranger. Namun, pelaku yang bersangkutan mengakui dengan terbuka mengapalkan minyak secara teratur ke Indonesia melalui trader.
  13. Tim menemukan indikasi kebocoran informasi mengenai spesifikasi produk danowner estimate sebelum tender berlangsung.
  14. Tim menemukan cukup banyak indikasi adanya kekuatan “tersembunyi” yang terlibat dalam proses tender oleh Petral.

5. Rekomendasi

Memerhatikan kondisi obyektif industri perminyakan dan kebutuhan BBM di dalam negeri, serta pentingnya perombakan kelembagaan dan personalia untuk menjaga dan meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas badan usaha milik negara, Tim merekomendasikan agar dilaksanakan langkah-langkah dan kebijakan terkait dengan keberadaan Petral sebagai berikut:
  1. Menata ulang seluruh proses dan kewenangan penjualan dan pengadaan minyak mentah dan BBM.
  2. Tender penjualan dan pengadaan impor minyak mentah dan BBM tidak lagi oleh Petral melainkan dilakukan oleh ISC (integrated supply chain) Pertamina:
    • Petral dapat menjadi salah satu peserta lelang pengadaan dan penjualan minyak mentah dan BBM yang dilaksanakan oleh ISC;
    • Petral mengefektifkan fungsinya dalam market intelligence di pasar minyak global dan regional sebagai masukan bagi ISC;
    • Penjualan dan pengadaan minyak mentah dan BBM oleh ISC dilakukan melalui proses tender terbuka dengan mengundang semua vendor terdaftar yang kredibel dan tidak terbatas pada NOC;
    • Tender penjualan dan pengadaan minyak mentah dan BBM dilakukan di Indonesia yang dilaksanakan oleh ISC Pertamina sehingga tunduk sepenuhnya pada hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Dengan begitu, auditor dan penegak hukum (BPK, KPK dan lain-lain) dapat menjalankan fungsinya secara optimal.
  3. Mengganti secepatnya manajemen Petral dan ISC dari tingkat pimpinan tertinggi hingga manajer.
  4. Menyusun roadmap menuju “world class oil trading company” oleh manajemen baru Petral serta mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan.
  5. Melakukan audit forensik agar segala proses yang terjadi di Petral menjadi terang benderang. Audit forensik agar dilakukan oleh institusi audit yang kompeten di Indonesia dan memiliki jangkauan kerja ke Singapura serta negara terkait lainnya. Hasil audit forensik bisa dijadikan sebagai pintu masuk membongkar potensi pidana, khususnya membongkar praktik mafia migas.

 Lifting 2

Rekomendasi Transparansi dan Penentuan Harga BBM Bersubsidi

Oleh: Tim Reformasi Tata Kelola Migas

Latar Belakang

Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi merupakan persoalan sensitif yang kerap memunculkan kontroversi, baik pro-kontra kenaikan maupun besaran kenaikannya. Kontroversi mengenai besaran kenaikan harga muncul karena informasi yang tidak lengkap mengenai bagaimana pemerintah menentukan harga patokan jenis-jenis BBM tertentu. Berkaitan dengan penurunan tajam harga minyak mentah di pasar dunia, muncul pertanyaan apakah benar pemerintah saat ini masih memberikan subsidi dalam harga BBM.
Walaupun tidak dipublikasikan secara terbuka, informasi mengenai formula perhitungan harga patokan dalam menentukan subsidi BBM tertentu sebenarnya dapat diketahui masyarakat. Untuk mengurangi kontroversi di masyarakat dan menjaga kredibilitas kebijakan pemerintah, perlu dibuat formula penentuan harga patokan yang lebih sederhana disertai penyediaan informasi lengkap berkaitan dengan harga patokan tersebut.
Dengan formula yang lebih sederhana, penentuan besaran subsidi BBM diharapkan menjadi lebih akurat dan akuntabel. Selain itu, masyarakat dapat membandingkan harga keekonomian BBM, termasuk untuk BBM non-subsidi. Di tengah keterbukaan dan akses informasi yang semakin luas, masyarakat pula dapat membandingkan harga BBM tertentu di dalam dan di luar negeri.
Selain soal perhitungan harga patokan, perubahan kebijakan subsidi BBM harus pula memerhatikan pentingnya efisiensi alokasi anggaran pemerintah dan pengembangan industri pengolahan minyak bumi di dalam negeri. Kebijakan subsidi BBM ke depan seyogyanya dapat menciptakan insentif bagi penghematan BBM oleh masyarakat dan peningkatan investasi pada industri pengilangan minyak di dalam negeri.

Penentuan Harga Patokan

Penentuan Harga Patokan BBM jenis tertentu sangat penting karena besaran subsidi BBM tergantung pada volume penggunaan BBM bersubsidi dan selisih antara harga patokan dengan harga jual sebelum pajak,
perhitungan_subsidi_bbm
yang mana, i terdiri dari Bensin Premium, Minyak Solar dan Minyak Tanah.
Harga Patokan (HP) dihitung berdasarkan rata-rata Harga Indeks Pasar (HIP) BBM yang bersangkutan pada periode satu bulan sebelumnya ditambah ongkos distribusi dan margin,
HPi = HIPi + αi
HIP mengacu pada harga transaksi di bursa Singapura (MoPS).
Sebagian besar kilang BBM di dalam negeri hanya dapat memproduksi Bensin Premium (RON 88), Minyak Solar (kandungan sulfur 0,35%) dan Minyak Tanah. Subsidi harga diberikan untuk BBM jenis tersebut. Karena itu, penentuan Harga Patokan untuk menghitung subsidi mengacu pada BBM jenis tersebut.
Mengingat di Bursa Singapura tidak tersedia kutipan harga untuk BBM jenis Bensin Premium (RON 88) dan Minyak Solar (kandungan sulfur 0,35%), HIP untuk kedua jenis BBM tersebut dihitung berdasarkan harga MOPS untuk jenis BBM yang spesifikasinya paling mendekati. Mengacu pada Kepmen ESDM No. 0219 K/12/MEM/2010 jo Kepmen ESDM No. 3784 K/12/MEM/2014, HIP untuk Bensin Premium, Minyak Solar dan Minyak Tanah masing-masing adalah
HIPBensin Premium = 0,9842 X MOPSMogas 92 
HIPMinyak Solar = 0,9967 X MOPSGasoil 0.25 sulfur 
HIPMinyak Tanah = MOPSJet kerosene 
Formula Harga Indeks Pasar di atas digunakan untuk perhitungan Harga Patokan baik bagi BBM yang diproduksi di kilang dalam negeri maupun yang berasal dari impor.[1]
Cacatan mengenai formula Harga Indeks Pasar:
  • Faktor pengali dalam formula perhitungan HIP berdasarkan data masa lalu yang sudah relatif lama sehingga tidak mencerminkan kondisi terkini. Faktor pengali untuk memperoleh HIP Bensin Premium dihitung berdasarkan penetapan pada 2007 dengan asumsi HPRon 88 = (0,8707 X MOPSMogas 92 + 0,1293 X MOPSNaphta ) + (US$0,5 X 0,36),yang mana, US$0,5 adalah blending cost per barrel dan 0,36 adalah porsi impor premium RON 88 dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2007.  Faktor pengali 0,9842 untuk Bensin Premium adalah nisbah antara Harga Patokan Bensin Premium (RON 88) dengan MOPS Mogas 92 pada formula di atas, dengan mengacu pada harga rerata MOPS Mogas 92 dan MOPS Naphta selama kurun waktu Januari 2004 – Desember 2006, yaitu asing-masing sebesar US$59,86 dan US$51.16.
  • Secara implisit, ada keharusan mem-blending bensin impor sehingga spesifikasinya sama dengan bensin premium (RON 88). Blending dilakukan lewat penambahan Naptha dengan persentase tertentu pada bensin yang kualitasnya lebih tinggi (misalnya Mogas 92) sehingga spesifikasinya sama dengan RON 88. Pada kondisi tertentu, blending untuk mendapatkan bensin RON88 dapat lebih mahal dari harga bensin dengan kualitas lebih tinggi. Pada keadaan seperti itu, importir akan menghindari blending, sehingga terjadi kasus product giveaways yakni tatkala penjual memasok bensin dengan kualitas lebih tinggi ketimbang spesifikasi yang dipesan pembeli. Kemungkinan ini juga bisa terjadi karena pencampuran tidak menggunakan RON 92 melainkan yang lebih rendah oktannya. Bagi pihak pencampur, jenis RON apa pun akan dijadikan campuran asalkan menghasilkan spesifikasi RON 88 sesuai pesanan.
  • Harga Indeks Pasar yang digunakan dalam menghitung Harga Patokan didasarkan pada benchmark yang bias. Indonesia adalah pembeli tunggal bensin RON 88, dengan volume pembelian jauh lebih besar dibandingkan dengan transaksi Mogas 92 di kawasan Asia Tenggara. Namun demikian, Indonesia tidak memiliki kekuatan dalam pembentukan harga MOPS untuk Mogas 92 yang menjadi benchmark harga bensin RON 88. Volume transaksi Mogas 92 di bursa Singapura relatif kecil—satu parcel kargo di Platts window sebesar 50 ribu atau 100 ribu barrel dan kadang-kadang hanya terjadi satu transaksi dalam satu hari. Peserta tender Mogas 92 di bursa Singapura adalah Trading companyrefiners atau National Oil Company yang memiliki kepentingan untuk ‘memasok’ bensin RON 88 ke Indonesia (Petral). Sementara itu, Petral sendiri tidak terlibat di pasar Mogas 92. Kondisi tersebut menyebabkan Petral hanya sebagai price taker dalam impor bensin RON 88 dan memungkinkan terjadinya kartel dalam proses pembentukan harga Mogas 92.

Prinsip Dasar

Prinsip dasar yang perlu diperhatikan dalam menentukan formula perhitungan harga patokan dan kebijakan subsidi BBM:
  • Menyediakan pilihan lebih baik bagi rakyat yang niscaya terbaik pula bagi perekonomian dalam bentuk eksternalitas positif sehingga bisa mengkalibrasi kenaikan ongkos pengadaan dan impor BBM tertentu akibat peningkatan kualitas BBM.
  • Formula yang sederhana dan mencerminkan keadaan sebenarnya lebih baik daripada perhitungan rumit dengan asumsi data yang sudah kedaluwarsa. Dengan begitu, perhitungan harga patokan lebih mencerminkan harga lewat mekanisme pasar yang betul-betul terjadi (riil), bersifat transparan dan akuntabel serta dapat mengurangi peluang terjadinya manipulasi dan pemburuan rente;
  • Perubahan formula harga patokan seyogyanya tidak menambah beban rakyat baik secara langsung maupun tidak langsung;
  • Formula perhitungan harga patokan menjadi lebih sederhana dan proses importasi BBM tidak memerlukan proses pencampuran (blending);
  • Kebijakan subsidi—termasuk perhitungan harga patokan BBM dan harga eceran (tidak termasuk pajak)—seyogyanya dapat mendorong masyarakat melakukan perubahan pola konsumsi BBM ke arah BBM yang lebih bermutu dan ramah lingkungan serta mendorong restrukturisasi industri perminyakan;
  • Perubahan kebijakan dapat diterapkan pada kondisi kapasitas dan kualitas infrastruktur kilang BBM yang ada di dalam negeri.

Kondisi Pendukung

Lingkungan strategis saat ini sangat mendukung bagi dilakukannya perubahan pada kebijakan subsidi BBM. Harga minyak mentah di pasar dunia sedang merosot tajam sehingga harga patokan untuk bensin premium sudah mendekati atau bahkan lebih tinggi dari harga eceran tanpa pajak. Momentum emas tersebut memberi peluang besar bagi dilakukannya reformasi kebijakan subsidi BBM. Perlu dipertimbangkan, misalnya, penerapan subsidi yang bersifat tetap sehingga mengurangi fluktuasi besaran APBN dan memberikan sumbangsih berarti bagi kestabilan makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi

Berikut adalah kebijakan yang direkomendasikan terkait dengan kebijakan subsidi dan perhitungan harga patokan BBM.
(1) Menghentikan impor RON 88 dan Gasoil 0,35% sulfur dan menggantikannya masing-masing dengan impor Mogas 92 dan Gasoil 0,25% sulfur.
(2) Produksi minyak solar oleh kilang di dalam negeri ditingkatkan kualitasnya sehingga setara dengan Gasoil 0,25% sulfur.
(3) Mengalihkan produksi kilang domestik dari bensin RON 88 menjadi bensin RON 92.
Dengan kebijakan di atas, formula perhitungan harga patokan menjadi lebih sederhana, yakni
Harga MOPSMogas92 + α untuk bensin dengan RON 92, dan
Harga MoPSGasoil 0,25% sulfur + α untuk miyak solar;
Benchmark yang digunakan dalam menghitung HIP menjadi lebih sesuai dengan dinamika pasar;
Dalam jangka pendek, impor Mogas 92 akan meningkat namun disertai penurunan impor RON 88. Dampak keseluruhannya, terutama dalam jangka panjang, diperkirakan bakal positif.
(4) Besaran subsidi bensin (RON 92) bersifat tetap, misalnya Rp 500 per liter
(5) Memerhatikan kebutuhan minyak solar untuk transportasi publik dan angkutan barang untuk kepentingan umum, kebijakan subsidi untuk minyak solar dapat tetap menggunakan pola penetapan harga.
(6) Pilihan kebijakan terkait dengan pengalihan produksi kilang domestik sehingga seluruhnya dapat memproduksi bensin RON 92:
  • Dilakukan pembaruan kilang domestik sehingga produksi Bensin RON 88 dapat digantikan dengan Bensin RON 92, dengan masa transisi selama waktu tertentu.
  • Pengelolaan fasilitas kilang TPPI diserahkan sepenuhnya kepada Pertamina untuk memungkinkan peningkatan produksi bensin RON 92 dapat dilakukan maksimal.
  • Selama masa transisi, produk RON 88 yang diproduksi dipasarkan di wilayah sekitar lokasi kilang atau diserahkan kepada kebijakan Pertamina;
  • Besaran subsidi per liter untuk RON 88 lebih kecil dari subsidi untuk Mogas92;
  • Fasilitasi pemerintah untuk mempercepat pembaruan dan perluasan fasilitas kilang;
  • Harga patokan Bensin RON 88 yang digunakan menggunakan HIP dengan formula perhitungan yang berlaku saat ini.
[1]  Ada tambahan Rp 20 per liter untuk harga patokan Bensin Premium dan Minyak Solar yang diproduksi kilang di dalam negeri.
Oil Gas

Harga Premium Ikuti Mekanisme Pasar, Pemerintah Dituding Langgar Konstitusi

Wednesday, 31 December 2014, 18:24 WIB
Republika/Yasin Habibi
Tahun 2015 Premium Tidak Bersubsidi: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU, Jakarta, Jumat (19/12).

Tahun 2015 Premium Tidak Bersubsidi: Petugas mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU, Jakarta, Jumat (19/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah tak lagi memberi subsidi pada bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium mulai 1 Januari 2015. Meskipun, pencabutan subsidi itu tidak serta merta membuat harga BBM naik.

Justru harga BBM yang baru lebih rendah dibanding sebelumnya. Karena harga minyak mentah dunia saat ini turun di level 53 dolar AS per barel.

Dengan tidak adanya subsidi dari pemerintah, maka harga BBM yang sebelumnya disubsidi kini akan mengikuti mekanisme pasar. Ketua Komisi VII DPR, Kardaya Warnika mengatakan, tindakan pemerintah itu bertentangan dengan konstitusi negara Indonesia.

Sebab, Mahkamah Konstitusi sudah mencabut beberapa pasal dalam UU Minyak dan Gas yang mengaitkan harga BBM dengan mekanisme pasar. “Pemerintah akan melanggar undang-undang dan konstitusi jika melepas harga BBM pada mekanisme pasar,” kata Kardaya pada Republika, Rabu (31/12).

Kalau pemerintah keras kepala ingin melepas harga BBM pada mekanisme pasar, imbuh Kardaya, sebaiknya bertanya pada MK terlebih dahulu. Karena keputusan MK ini sudah final dan tidak dapat ditawar-tawar.

Menurutnya, MK memang berkewajiban menjaga dan mengawal konstitusi tetap ditegakkan. Karenanya, dengan melepas pada mekanisme pasar, menunjukkan pemerintah belum melakukan kajian mendalam pada kebijakan harga BBM.

“Mungkin pemerintah lupa kalau ada keputusan MK itu atau ada yang tahu tapi bukan selevel menteri sehingga tidak berani menginformasikan,” imbuh politisi Partai Demokrat itu.

Kalau tetap bersikeras melepas harga BBM pada mekanisme pasar, maka pemerintah akan berhadapan dengan undang-undang. “Ini akan membuat kredibilitas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla anjlok,” tegas Kardaya.

01
Jan
15

PANDU INDONESIA : Kejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia 28 Desember 1945

Logo Pandu IndonesiaKejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia

Rabu, 31 Desember 2014 – 10:12 WIB

Suara Pembaca:
Kejuangan 45 Pandu Rakyat Indonesia

Menyusul seruan Piagam Karakter Pandu Indonesia 27 Desember 2014 [http://m.edisinews.com/berita-piagam-karakter-pandu-indonesia.html], maka pada 28 Desember 2014 yang lalu, alumni-alumni Pandu Rakyat Indonesia merayakan hari lahirnya yang ke 69 tahun di Ruang Serba Guna Rumah Sakit Jakarta, sekaligus mengajak rakyat Indonesia bertahun baru 2015 dengan menyegarkan kembali semangat kerakyatan dan kebangsaan Indonesia.

Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu dengan atribut kerakyatan dan kebangsaan itu tampaknya senada saja dengan semangat kerakyatan dan kebangsaan seperti Badan Keamanan Rakyat yang terbentuk pada 23 Agustus 1945 dan kemudian menjadi Tentara Rakyat Indonesia, lalu Tentara Republik Indonesia selanjutnya Tentara Nasional Indonesia sampai sekarang.

Terpilihnya tanggal 28 Desember 1945 itu diyakini terkait dengan tanggal 28 Oktober 1928 merujuk syair “Pandoe Iboekoe” pada lagu kebangsaan “Indonesia Raja” ciptaan komponis WR Soepratman yang kini telah didapuk sebagai Pahlawan Nasional dan bermakam di Kenjeran, Surabaya.

Pembentukan Pandu Rakyat Indonesia pada 28 Desember 1945 itu bertepatan dengan pasca the battle of Soerabaja Oktober 1945 sampai dengan Desember 1945, bersuasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, diyakini berkerangka ketahanan bangsa, bela negara dan kawal Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 serta kokohkan kiprah  konstitusi Undang Undang Dasar 18 Agustus 1945.

Pembentukan itu ditandai “Janji Ikatan Sakti” yakni 1) Melebur segenap Perkumpulan Kepanduan Indonesia dan dijadikan satu organisasi Kepanduan : Pandu Rakyat Indonesia, 2) Tidak akan menghidupkan lagi kepanduan yang lama, 3) Tanggal 28 Desember diakui sebagai Hari Pandu bagi seluruh Indonesia, 4) Mengganti setangan leher yang beraneka warna dengan warna Hitam.

Sejarah kemudian membuktikan bahwa berselang 5 (lima) tahun pertama, kinerja Pandu Rakyat Indonesia dikenali sebagai Pandu Pancasilais dimana menginduk dan bernaung banyak organisasi-organisasi kepanduan lokal.

Keterlibatan anggota-anggota Pandu Rakyat Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945-1949 ditandai signifikan seperti dalam bina teritorial misal peringatan 17 Agustus 1948 di Pegangsaan 56 Jakarta yang mengundang aksi Polisi Militer Belanda dan berdampak korban Pandu Indonesia tewas yaitu Soeprapto, serta sumber daya manusia Kejuangan 45.

Oleh karena itulah Pandu Rakyat Indonesia layak berkehormatan juga sebagai pelaku proaktif Kejuangan 45.

Jakarta, 1 Januari 2015
Pandji R Hadinoto
Anggota Badan Pembudayaan Kejuangan 45 dan eks anggota Pandu Rakyat Indonesia

Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
Berita Terkini
Kamis, 01 Januari 2015 18:39 WIB
Ekspor Non Migas Iran Melonjak
Kamis, 01 Januari 2015 17:48 WIB
Enam Bulan, Jokowi Harus Evaluasi Kinerja Menteri
Kamis, 01 Januari 2015 16:05 WIB
Harga BBM Turun, Kok Tarif Bus Ogah Ikutan Turun
Kamis, 01 Januari 2015 15:26 WIB
Fosil `Kingkong Jawa` Ditemukan di Tegal
Kamis, 01 Januari 2015 14:53 WIB
Alat Batu di Turki Ungkap Migrasi Manusia Purba
Rabu, 31 Desember 2014 23:14 WIB
Wagerup Klarifikasi Rumor Zlatan Ibrahimovic
Rabu, 31 Desember 2014 22:06 WIB
Harga Baru BBM, YLKI Minta Harga Dievaluasi
Rabu, 31 Desember 2014 21:27 WIB
Gareth Bale Tak Akan Hengkang dari Real Madrid

Sumber Berita: http://www.edisinews.com

http://edisinews.com/berita-kejuangan-45-pandu-rakyat-indonesia.html#ixzz3NZjXzQeT

Logo Pandu Indonesia

Piagam Karakter Pandu Indonesia

Jumat, 26 Desember 2014 – 13:49 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
Piagam Karakter Pandu Indonesia

Kini saat 65 tahun pengukuhan kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949, semakin disadari akan pentingnya kiprah Peradaban Kepulauan ber Wawasan Nusantara per Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 dan kesepahaman bahwa syair lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928” khususnya “Pandoe Iboekoe” melekat cita patriotisme dan tafsir-tafsir harfiah sebagai berikut :

1) “Pandoe” yang sebenarnya bermakna Pemula (Pengerak Mula), Perintis/Pelopor, dan Penuntun/Penyuluh yang intinya adalah Penunjuk/Penggembala Jalan Lurus bagi anak bangsa;

2) “Iboekoe” yang sebetulnya bermakna Tanah Air dalam konteks Ibu Pertiwi;
dimana kedua tafsir itu diyakini telah turut serta “menghantarkan” ke Proklamasi Indonesia Merdeka 17845, maka Piagam Karakter Pandu Indonesia ini ditujukan bagi perkuatan bina bangsa dan karakter ke-Indonesia-an guna ikut “menghantarkan” ke Indonesia Jaya 2045 (di saat 100 tahun Indonesia Merdeka 17845) berstrategi tatanilai “Tri Politika Indonesia Jaya 2045″ :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kelautan/Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,

2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,

3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku Pandu Indonesia baik nalariah maupun nuraniah, berhak dan berkewajiban budayakan selalu politik harmonisasi TRISTRATEGI bagi Bina Mental Kearifan Negarawan Kerakyatan yakni :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Praktek2 Hukum Negara, kerja lembaga2 tinggi negara dan lembaga2 negara/daerah prakarsa dan kiprah Pandu-pandu Indonesia Sejati oleh karenanya perlu senantiasa lakukan Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar senantiasa berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan ketahanan bangsa.

Sejarah bangsa mencatat bahwa istilah Pandu lahir berlatar nasionalisme digagas KH Agus Salim tahun 1928 saat Kongres SIAP (Serikat Islam Afdeling Padvinderij 1926) di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah, saat pemerintah kolonialis Hindia Belanda batasi gerak Padvinder Nasionalistik, dan riwayat kiprah lembaga kepanduan Indonesia antara lain :

1) Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) terbentuk 23 Mei 1928;

2) Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) terbentuk 13 September 1930 pasca dikumandangkannya lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928”

3) Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) terbentuk April 1938 yang berkinerja Perkemahan Kepanduan Indonesia Umum (PERKINO), Jogjakarta 19-23 Juli 1941;

4) Pandu Rakyat Indonesia (PRI) terbentuk pada 28 Desember 1945 saat Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia, Surakarta, 27-29 Desember 1945, dalam suasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, dikuatkan “Janji Ikatan Sakti” dan dikukuhkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag.A, 1 Pebruari 1947;

5) Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) berdiri 12 September 1951, penyelenggara Jambore Nasional, Ragunan, Pasar Minggu, 20 Agustus 1955;

6) Persatuan Kepanduan Putri Indonesia (PKPI) dan Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) terbentuk 1954, berkinerja perkemahan Desa Semanggi, Ciputat, 1959;

7) Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO), wadah federatif organisasi2 kepanduan;

8) Gerakan Praja Muda Karana (PRAMUKA) terbentuk per KepPres RI No 238/1961, 20 Mei 1961, peresmian 14 Agustus 1961.

Karakter Pandu Indonesia yang telah teruji ikut bekali pergerakan nasional dan bela negara ini adalah tatanilai kearifan lokal dan jatidiri kejuangan bangsa yang bijak terus dikobarkan guna pembangunan Indonesia Merdeka 17845 kiprahkan Pembukaan UUD 1945, sekaligus perkuat peta jalan Revolusi Mental Kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu kini saat strategis mantapkan kedaulatan Karakter Pandu Indonesia ditengah arus kuat regionalisasi (MEA 2015) bahkan globalisasi.

Jakarta, 27 Desember 2014
PokJa/Tim7 Pandu Indonesia (PanIndo):
1.Pandji R Hadinoto [PRI 1959-1961, Pramuka 1961-1967]
2.Ine Regina Murweni Oesman [PRI 1950-1960]
3.Royono Murad [Pramuka 1961-1967]
4.Pudjiono [KBI 1951-1961]
5.Sri Chandra Yasmina [Pramuka 1963-1966]
6.Driarbaningsih Soeleiman [PRI 1954-1960]
7.Bambang Soesijanto [Pramuka 1963-1968]
Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
27
Dec
14

Sejarah : misteri peradaban cina kuno

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/27/061631157/Misteri-Hilangnya-Peradaban-Cina-Kuno-Terkuak

Sabtu, 27 Desember 2014 | 03:09 WIB

Misteri Hilangnya Peradaban Cina Kuno Terkuak

Misteri           Hilangnya Peradaban Cina Kuno Terkuak

Patung perunggu peninggalan peradaban kuno Sanxingdui, Cina. (livescience)

TEMPO.CO, San Francisco – Sebuah penelitian mengungkap bahwa sebuah gempa bumi hampir 3.000 tahun yang lalu diduga menjadi penyebab hilangnya salah satu peradaban kuno Cina secara misterius.

Gempa besar itu diduga telah menyebabkan bencana tanah longsor, yang membendung sumber air utama budaya Sanxingdui dan mengalihkannya ke lokasi baru.

“Hal itu, pada gilirannya, telah memacu budaya Cina kuno tersebut untuk bergerak lebih dekat ke aliran sungai baru,” ujar salah satu penulis penelitian, Niannian Fan, peneliti ilmu sungai di Universitas Tsinghua di Chengdu, Cina, dalam pertemuan tahunan ke-47 American Geophysical Union di San Francisco, 18 Desember lalu, sebagaimana dikutip Live Science, Rabu, 24 Desember 2014.

Pada tahun 1929, seorang petani di Provinsi Sichuan menemukan batu giok dan batu artefak ketika memperbaiki selokan limbah yang berlokasi sekitar 24 mil (40 kilometer) dari Chengdu. Namun signifikansi temuan itu tidak dipahami sampai tahun 1986, ketika arkeolog menggali dua lubang harta Zaman Perunggu, seperti giok, sekitar 100 gading gajah, dan patung perunggu setinggi 8 kaki (2,4 meter).

“Temuan itu menunjukkan kemampuan teknis mengesankan yang tidak ditemukan di tempat lain di dunia pada saat itu,” kata Peter Keller, seorang ahli geologi dan presiden Bowers Museum di Santa Ana, California, yang saat ini menggelar pameran dari beberapa harta karun tersebut.

Harta, yang telah rusak dan terkubur seolah-olah mereka dikorbankan, itu berasal dari peradaban yang hilang yang sekarang dikenal sebagai Sanxingdui, sebuah kota bertembok di tepi Sungai Minjiang. “Ini adalah misteri besar,” kata Keller, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Arkeolog sekarang percaya bahwa budaya yang sengaja dibongkar sendiri itu berusia antara 3.000 dan 2.800 tahun yang lalu. “Penjelasan mengapa ia menghilang adalah perang dan banjir, tapi kedua alasan itu tidak terlalu meyakinkan,” kata Fan kepada Live Science.

Sekitar 14 tahun yang lalu, arkeolog menemukan sisa-sisa kota kuno lain yang disebut Jinsha dekat Chengdu. Situs Jinsha, meskipun tidak memiliki perunggu Sanxingdui, tapi memiliki mahkota emas dengan motif ukiran berupa ikan, panah, dan burung yang serupa dengan temuan tongkat emas di Sanxingdui, kata Keller. Hal itu membuat beberapa ahli percaya bahwa orang-orang dari Sanxingdui mungkin telah berpindah ke Jinsha.

Tapi mengapa hal itu tetap menjadi misteri? Fan dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah sebuah gempa bumi mungkin telah menyebabkan tanah longsor yang membendung sungai di pegunungan dan mengalihkannya ke Jinsha. Bencana itu mungkin telah mengurangi pasokan air Sanxingdui, memacu penduduknya untuk berpindah.

Lembah di mana Sanxingdui berada memiliki dataran banjir luas, dengan 7 kilometer dinding bertingkat tinggi yang tidak mungkin dipotong oleh sungai kecil yang sekarang melaluinya, kata Fan.

Beberapa catatan sejarah mendukung hipotesis mereka. Pada 1099 SM, penulis kuno mencatat gempa di ibu kota dinasti Zhou, di Provinsi Shaanxi, kata Fan. Meskipun tempat itu kira-kira 250 mil (400 kilometer) dari situs bersejarah Sanxingdui, kebudayaan terakhir itu tidak menuliskannya pada saat itu. “Sehingga mungkin episentrum gempa benar-benar dekat dengan Sanxingdui-tapi tidak tercatat,” kata Fan. Bukti geologi juga menunjukkan bahwa sebuah gempa bumi terjadi di wilayah itu antara 3.330 dan 2.200 tahun yang lalu, ia menambahkan.

Sekitar waktu yang sama, sedimen geologi menunjukkan banjir besar terjadi, dan dokumen Dinasti Han The Chronicles of the Kings of Shu mencatat banjir kuno mengalir dari gunung di tempat yang menunjukkan aliran yang dialihkan, kata Fan. Sekitar 800 tahun kemudian, warga Jinsha membangun dinding untuk mencegah banjir. Simak berita tekno lainnya di sini.

ERWIN Z. | LIVE SCIENCE

27
Dec
14

ethos : piagam karakter pandu indonesia

Piagam Karakter Pandu Indonesia

Jumat, 26 Desember 2014 – 13:49 WIB

Dr Ir Pandji R Hadinoto MH

Suara Pembaca:
Piagam Karakter Pandu Indonesia

Kini saat 65 tahun pengukuhan kedaulatan Indonesia 27 Desember 1949, semakin disadari akan pentingnya kiprah Peradaban Kepulauan ber Wawasan Nusantara per Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 dan kesepahaman bahwa syair lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928” khususnya “Pandoe Iboekoe” melekat cita patriotisme dan tafsir-tafsir harfiah sebagai berikut :

1) “Pandoe” yang sebenarnya bermakna Pemula (Pengerak Mula), Perintis/Pelopor, dan Penuntun/Penyuluh yang intinya adalah Penunjuk/Penggembala Jalan Lurus bagi anak bangsa;

2) “Iboekoe” yang sebetulnya bermakna Tanah Air dalam konteks Ibu Pertiwi;
dimana kedua tafsir itu diyakini telah turut serta “menghantarkan” ke Proklamasi Indonesia Merdeka 17845, maka Piagam Karakter Pandu Indonesia ini ditujukan bagi perkuatan bina bangsa dan karakter ke-Indonesia-an guna ikut “menghantarkan” ke Indonesia Jaya 2045 (di saat 100 tahun Indonesia Merdeka 17845) berstrategi tatanilai “Tri Politika Indonesia Jaya 2045″ :

1) Politik TRIKESRA Kesejahteraan Rakyat
berdasar potensi yang sejatinya dimiliki Indonesia yaitu a) Kelautan/Kemaritiman, b) Pangan Lokal, c) Energi Terbarukan,

2) Politik TRIKARYA yakni (a) Peningkatan Kecerdasan, (b) Pengentasan Kemiskinan, (c) Penegakan Kedaulatan Rakyat,

3) Politik TRICITA Kenegaraan yaitu a) Indonesia Mulia (2015-2025), b) Indonesia Bermartabat (2025-2035), c) Indonesia Sejahtera Lahir Batin (2035-2045)

Dan selaku Pandu Indonesia baik nalariah maupun nuraniah, berhak dan berkewajiban budayakan selalu politik harmonisasi TRISTRATEGI bagi Bina Mental Kearifan Negarawan Kerakyatan yakni :

(1) TRISAKTI yakni (a) Politik Berdaulat, (b) Ekonomi Berdikari, (c) Budaya Berkepribadian,
(2) TRIPAKTA atau TRI Politik Anti Korupsi Tanpa Akhir yaitu (a) Tidak Ingkari Janji Konstitusional, (b) Tidak Koruptif terhadap Pancasila & Pembukaan UUD45, (c) Tidak Korupsi APBN/APBD, Keuangan BUMN/BUMD dan Pajak, serta
(3) TRILOGI 17845 yaitu (a) 17 butir Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 / Roh Indonesia Merdeka, (b) 8 butir Kepemimpinan Hastabrata, (c) 45 butir Pengamalan Pancasila Tap MPRRI No XVIII/1998.

Praktek2 Hukum Negara, kerja lembaga2 tinggi negara dan lembaga2 negara/daerah prakarsa dan kiprah Pandu-pandu Indonesia Sejati oleh karenanya perlu senantiasa lakukan Tri Politika Indonesia Jaya 2045 dan Politik TriStrategi agar senantiasa berdaya guna optimal dalam praktek2 kenegaraan bagi kemashalatan masyarakat dan ketahanan bangsa.

Sejarah bangsa mencatat bahwa istilah Pandu lahir berlatar nasionalisme digagas KH Agus Salim tahun 1928 saat Kongres SIAP (Serikat Islam Afdeling Padvinderij 1926) di Banjarnegara, Banyumas, Jawa Tengah, saat pemerintah kolonialis Hindia Belanda batasi gerak Padvinder Nasionalistik, dan riwayat kiprah lembaga kepanduan Indonesia antara lain :

1) Persaudaraan Antara Pandu Indonesia (PAPI) terbentuk 23 Mei 1928;

2) Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI) terbentuk 13 September 1930 pasca dikumandangkannya lagu kebangsaan “Indonesia Raja 28 Oktober 1928”

3) Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia (BPPKI) terbentuk April 1938 yang berkinerja Perkemahan Kepanduan Indonesia Umum (PERKINO), Jogjakarta 19-23 Juli 1941;

4) Pandu Rakyat Indonesia (PRI) terbentuk pada 28 Desember 1945 saat Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia, Surakarta, 27-29 Desember 1945, dalam suasana batin Jiwa Semangat Nilai-nilai 45, dikuatkan “Janji Ikatan Sakti” dan dikukuhkan SK Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 93/Bag.A, 1 Pebruari 1947;

5) Ikatan Pandu Indonesia (IPINDO) berdiri 12 September 1951, penyelenggara Jambore Nasional, Ragunan, Pasar Minggu, 20 Agustus 1955;

6) Persatuan Kepanduan Putri Indonesia (PKPI) dan Perhimpunan Organisasi Pandu Putri Indonesia (POPPINDO) terbentuk 1954, berkinerja perkemahan Desa Semanggi, Ciputat, 1959;

7) Persatuan Kepanduan Indonesia (PERKINDO), wadah federatif organisasi2 kepanduan;

8) Gerakan Praja Muda Karana (PRAMUKA) terbentuk per KepPres RI No 238/1961, 20 Mei 1961, peresmian 14 Agustus 1961.

Karakter Pandu Indonesia yang telah teruji ikut bekali pergerakan nasional dan bela negara ini adalah tatanilai kearifan lokal dan jatidiri kejuangan bangsa yang bijak terus dikobarkan guna pembangunan Indonesia Merdeka 17845 kiprahkan Pembukaan UUD 1945, sekaligus perkuat peta jalan Revolusi Mental Kebangsaan Indonesia. Oleh karena itu kini saat strategis mantapkan kedaulatan Karakter Pandu Indonesia ditengah arus kuat regionalisasi (MEA 2015) bahkan globalisasi.

Jakarta, 27 Desember 2014
PokJa/Tim7 Pandu Indonesia (PanIndo):
1.Pandji R Hadinoto
[PRI 1959-1961, Pramuka 1961-1967]
2.Ine Regina Murweni Oesman [PRI 1950-1960]
3.Royono Murad [Pramuka 1961-1967]
4.Pudjiono [KBI 1951-1961]
5.Sri Chandra Yasmina [Pramuka 1963-1966]
6.Driarbaningsih Soeleiman [PRI 1954-1960]
7.Bambang Soesijanto [Pramuka 1963-1968]

Publikator :
Pandji R Hadinoto, BaMus NasPan45
Politisi Keadilan & Persatuan Indonesia
PARRINDO – Parlemen Rakyat Indonesia
PKP17845 – Poros Koalisi Proklamasi 17845
Editor www.jakarta45.wordpress.com

 

BERITA LAINNYA
27
Dec
14

migas : wong cilik premium, wong gede pertamax

Wong Cilik Pakai Premium, Wong Gede Melahap Pertamax

Dr Ir Pandji RHadinoto MH

Jakarta – Rekomendari Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang diketuai Faisal Basri yang mengusulkan impor Ron 88 untuk BBM bersubsidi dihentikan dan bakal digulirkan Menteri ESDM, memicu keras pro kontra. Pasalnya, semua minyak mentah yang akan diimpor nanti mengandung Ron 92. Artinya, tidak akan ada lagi biaya pengelolaan untuk merubah berbagai jenis Ron untuk minyak yang akan dipakai di dalam negeri selain Ron 92.

Terhadap sikap Faisal Basri Cs yang pro terhadap Ron 92 ini ditentang oleh Pengamat Asiosiasi EKonomi Polirik (AEPI) yang juga Peneliti senior The Indonesia for Global Justice (IGJ) Salamuddin Daeng yang Ron 88, sesuai argumentasi masing-masing.

Menanggapi hal ini, Pengamat Politik MiGas Parlemen Rakyat Indonesia (PARRINDO) Dr Ir Pandji R Hadinoto MH mengatakan, yang jelas secara teknis sebenarnya Motor 2 Tak cukuplah disuapi Ron 88 (Premium) dan Mobil layak melahap Ron 92 (Pertamax).

“Bilamana politik BBM tersebut di atas yang dijalankan maka produksi Ron 82 di dalam negeri dapat terus berlanjut berbasis minyak mentah dalam negeri dan konsumen Motor (wong cilik) terlindungi dari sisi harga BBM,” tegas Pandji Hadinoto di Jakarta, Kamis (25/12/2014).

“Sedangkan konsumen Mobil (wong gedean) dapat mutu BBM yang lebih sesuai dengan standar teknologi mesin terbaru Mobil yang berbasis Ron 92 impor,” tandasnya.

Selebihnya, lanjut Pandji, SPBU juga akan lebih mudah bekerja baik ketika melayani BBM Motor maupun saat pengisian BBM Mobil.

“Semoga polemik Ron 88 atau Ron 92 segera diakhiri karena masyarakat sudah muak dengan kegaduhan politik BBM ditengah meluasnya bencana alam di dalam negeri,” tandas Mantan Aktivis ITB ini.

Sebelumnya, Salamuddin Daeng menyerukan agar PT Pertamina harus segera mengurus paten produk Ron 88, mengingat BBM jenis premium ini merupakan produk asli Pertamina yang hanya dijual di pasar Indonesia. Dengan demikian maka premium tidak dapat dihapuskan begitu saja dari pasar, karena dilindungi oleh rezim Hak Kekayaan Intelectual dan UU paten sendiri.

“Mempatenkan Ron 88 mendesak untuk dilakukan dengan segera, mengigat adanya upaya Faisal Basri and the Genk untuk  menghapuskan Premium (Ron 88) sebagai strategi liberalisasi hilir migas. Genk ini hendak menjadi pemasok produk produk BBM impor yang saat berusaha mengambil alih pasar BBM Indonesia dari tangan Pertamina,” tegasnya, kemarin .

Ia pun menilai, upaya Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dipimpin Faisal Basri untuk melenyapkan produk unggulan Indonesia harus dilawan dengan cara cara legal yakni dengan mengurus paten atas produk ini. Mengigat Premium memiliki pangsa pasar sangat luas, keungulan dari sisi harga dan mendominasi pasar BBM dalam negeri.

“Meskipun Tim Reformasi Tata Kelola Migas di bawah kementrian ESDM  ini sebenarnya tidak berhak turut campur dalam masalah BUMN Pertamina, namun langkah mereka patut diwaspadai karena mangancam eksistensi produk nasional dan eksistensi BUMN,” tegas Pengamat AEPI yang juga Peneliti senior IGJ.

Salamuddin mengingatkan, jika Pertamina tidak segera mengurus Paten atas produk premium maka ke depan Pertamina akan terancam punah karena harus bersaing dengan perusahaan perusahaan raksasa multinasional seperti Exon, Chevron, TOTAL, Petronas, Petrochina, dll. Pertamina harus sigap menyelamatkan Premium sebagai produk Indonesia agar tetap dapat di jual di dalam negeri secara legal.

“Premium tidak ada bedanya dengan batik, rokok kretek, Teh Botol, yang harus diselamatkan sebagai kelompok produk nasional yang telah memperlihatkan kesanggupannya bersaing dengan produk produk impor di pasar dalam negeri,” tandasnya.  (Ars)

 

Ngotot Hapus Premium

Faisal Basri Sebut Ada Babi Hutan dan Gajah dalam Mafia Migas

Oleh Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN – Sabtu, 27 Desember 2014 – 12:40:50 WIB
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri bersikeras mengusulkan penghapusan premium. Dia menyebut langkahnya itu sebagai cara untuk memberantas babi hutan dan gajah bisnis hilir migas di Indonesia.
“Ini langkah terbaik untuk masyarakat. Ini dunia bukan surga. Lebih baik saya merugikan mafia migas, dibanding rakyat yang harus menanggungnya. Karena selama ini negara sudah dibuat rugi banyak oleh mafia migas ini,” kata Faisal Basri dalam diskusi ‘Selamat Tinggal Premium’ di warung daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (27/12/14).
Untuk itu, meski kebijakan tersebut menimbulkan pro dan kontra, Faisal Basri tetap akan mengusulkan Menteri ESDM Sudirman Said untuk menghapus premium. Sebagai gantinya masyarakat diberi pilihan agar mengonsumsi Pertamax.
Faisal Basri mengaku siap bila dipanggil oleh Komisi VII DPR untuk menjelaskan alasan penghapusan Premium dipasar produk BBM di tanah air. “Kita siap saja kapan pun. Tim ini dibentuk untuk menyelamatkan bangsa dari tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Faisal yang pernah mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta bersaing melawan Jokowi ini.
Minggu lalu, Faisal memaparkan usulan penghapusan BBM bersubsidi jenis premium (RON 88). Menurut dia, hanya Indonesia yang mengimpor dan mengonsumsi produk BBM jenis ini. Sehingga membuka terjadinya kartel dalam penentuan harga. Selain itu penetapan biaya subsidi dalam APBN tidak bisa akurat.(ris)
Baca Juga

Ini Sepuluh Cara Genjot Produksi Migas di Indonesia

Oleh Mandra Pradipta, TEROPONGSENAYAN – Rabu, 10 Desember 2014 – 16:53:20 WIB

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Sebetulnya banyak cara yang bisa dilakukan oleh pemerintah guna menggenjot produksi minyak mentah dan gas bumi di Indonesia. Menurut Indonesian Petroleum Association (IPA) ada sepuluh cara dan salah satunya adalah menghilangkan peraturan yang menghambat eksplorasi.

Direktur IPA Lukman Mahfoedz menyampaikan bahwa rekomendasi yang kedua yaitu perubahan pelayanan oleh birokrasi yang diniliai selama ini sangat rumit. Sedangkan yang ketiga penawaran kontrak yang lebih atraktif untuk menarik investor.

“Dari ke semua itu tentu bermuara pada rekomendasi yang keempat untuk mempercepat realisasi mega proyek dengan Chevron-IDD, Inpex Abadi Masela, BP Tangguh Train III dan Pertamina East Tuna,” kata Lukman Mahfoedz usai jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, kemarin.

Lebih lanjut Lukman mengungkapkan kalau perihal rekomendasi kelima dan keenam kaitannya sangat kuat. Diantaranya soal optimalisasi produksi berskala kecil dan penggunaan tekhnologi dilapangan migas yang sudah tua, guna meminimalisir gangguan di lapangan.

“Dan yang ketujuh itu menguatkan regulasi sekaligus penegakkan hukum terkait kegiatan operasi hulu migas. Serta kedelapan kami mengharapkan pemerintah menyederhanakan proses komersialisasi dan perijinan bagi pengusaha,” ujarnya.

Sementara itu untuk yang kesembilan Lukman mengharapkan PT Pertamina mampu mengupgrade kilang yang selama ini dinilai sudah tua, dan menjalankan Inpres No 22 Tahun 2012. “Saya optimis kita mencapai target produksi yang 1 juta barel perhari,” pungkasnya.(ris)




Blog Stats

  • 2,569,679 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 141 other followers