21
Oct
19

Kenegarawanan : Mekarsari Rekomendasi RenStra 45 / 19Okt19

dhn-451

REKOMENDASI POKOK2 RENSTRA
RaKerDa DHD45 Jakarta 12Nop19

Tema : MEKARSARI Menguatkan Karakter Bangsa Republik Indonesia

Kompatibilitas : Pembangunan Sumber Daya Manusia [Pidato Presiden 20Okt19]

PAKET ARAHAN-B / 19Okt19

Aspirasi DHC45 JakSel ke RaKerDa DHD45 Jakarta 12Nop19

TuPokSi : Pemangku Joang45

Visi : Indonesia 2045 BPPN 8Jan19

Misi : Pembudayaan Kejoangan45

Orientasi Misi : StraHanSa

*Strategi Ketahanan Bangsa* [H.R. Soeprapto, KetUm DHN45 2001-09] kini dan esok yang perlu dicermati berkelanjutan berkait Kehidupan-kehidupan
1) Keagamaan tidak Rawan
2) Ideologi tidak Retak
3) Politis tidak Resah
4) Ekonomis tidak Ganas
5) Sosial Budaya tidak Pudar
6) HanKamNas tidak Lengah
7) Ekologis tidak Gersang

1) Viralkan

1.1 mp3 Mars Angkatan45

1.2 mp3 Pejoang45

Konteks : StraHanSa-5

2) Kampanyekan

2.1 Nawa Sumpah Pemuda 2015
Konteks : StraHanSa-3

https://jakarta45.wordpress.com/2015/11/19/nawa-sumpah-pemuda-2015-surabaya/amp/

2.2 Konstitusi Pro Pancasila
[1Jun16]
Konteks : StraHanSa-2, 4

2.3 17 Wisata Joang45 JaBoDeTaBek
[17Apr19]
Konteks : StraHanSa-5

2.4 17 Pusaka Bangsa Indonesia
[17Jul19]
Konteks : StraHanSa-5

https://jakarta45.wordpress.com/2019/07/17/kenegarawanan-17-pusaka-bangsa-indonesia/amp/

2.5 PANDEKAR Indonesia
Konteks : StraHanSa-2, 4

PANCASILA Merdekakan Rakyat (PANDEKAR) INDONESIA

https://jakarta45.wordpress.com/2019/09/27/kenegarawanan-pandekar-indonesia/amp/

2.6 Cultural Quotient 17845 PRIMER
Konteks : StraHanSa-5

*Sistim Kecerdasan Budaya 17845 Penjuru PRIMER Pejoang Republik Indonesia Merdeka Menapaki Visi Indonesia 2045 [Rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8Jan19]*

https://jakarta45.wordpress.com/2019/10/06/cultural-quotient-17845-primer-pejoang-republik-indonesia-merdeka/amp/

2.7 Peduli Lingkungan Hidup
Konteks : StraHanSa-7

3. Kiprahkan DikLat Kompetensi
Konteks : StraHanSa-5

4. Kelola Arsip45 u/ ANRI
Konteks : StraHanSa-5

5. TMP45 u/ GPA45
Konteks : StraHanSa-5

6. RUU Badan Pembudayaan
Kejoangan45

7. Pemugaran Rumah Dr Moewardi
Konteks : StraHanSa-5

8. Replika Rumah Proklamasi 17845
Konteks : StraHanSa-5

9. Rilis Tahunan Penjuru Performa
Kenegaraan Indonesia
Konteks : StraHanSa-3

Silahkan dilanjutkan daftarnya, nanti 27Okt19 juga dibahas bersama lagi

9Okt19@prh/rev17Okt19

*PAKET ARAHAN-A / 18Des18*

ASPIRASI DHC45 JakSel

GENERASI PENERUS ANGKATAN 45 (GPA45) ANTISIPASI PERANG NIRMILITER ABAD 21

PREPOSISI‎ Peran *GPA45* sesuai penegasan pada Anggaran Dasar Badan Pembudayaan Kejoangan 45 Musyawarah Nasional XII/2006 adalah komitmen terhadap cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan tidak mengkhianatinya serta secara sadar ikut mengamalkan dan menggelorakan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai Kejoangan45.

Dalam pengertian tersebut, maka bijaklah dirujuk juga Materi Pendukung Pembudayaan ‎Jiwa, Semangat, Nilai-Nilai Kejoangan 45 [DHN45, 20 Mei 2005] dan Pedoman Umum Pelestarian Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 45 [DHN45, 1995] terutama ketika menghadapi situasi dan kondisi peningkatan Ancaman Tantangan Hambatan Gangguan (ATHG) terekspos oleh intensitas Perang Nir Militer seperti Proxy War / Asymetric War oleh pihak2 kontra Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Kesadaran yang merata dan mendalam tentang peran JSN45 oleh para peserta MusDa DKI DHD45 Jakarta 17 Desember 2018 menjanjikan komitmen yang tinggi untuk senantiasa dikomunikasikan kepada masyarakat luas sebagai salah satu pembekalan bagi Ketahanan Nasional (TanNas) terutama dalam menjembatani penguatan bagi kesadaran nasional generasi milenialis NKRI

‎Peran serta GPA45 memperkuat kesadaran nasional ini semoga antisipatif terhadap proyeksi bonus demografi 2030an yang akan datang [KesBangPol DKI Jakarta, 17 Desember 2018] .

Untuk memperkuat motivasi GPA45 berkiprah, maka diperlukan dukungan berupa ‎ BINA KADER‎ GPA45 yang meliputi dan tidak terbatas seperti

1) Program Komunikator JSN45 diaktivasi kembali cakupi
juga Bela Negara / TanNas / KeIndonesiaan / Karakter Bangsa berarahan Bina Komponen Pendukung dan/atau Komponen Cadangan UU Pertahanan Negara

2) Program ‎Bambu Kuning GPA45

3) P‎rogram Baju Seragam GPA45

4) Program Plakat Rumah GPA45

5) Pusat Pendidikan & Latihan Khusus GPA45

Sementara itu dukungan BINA ORGANISASI akan juga memantapkan kiprah GPA45 seperti

1) Program Joangkan Aktivasi UUD45 LNRI 75/1959 +. Adendum2nya sesuai keperluan NKRI kini & esok

2) Program Insentif GPA45 seperti potongan2‎ bagi PBB, Perjalanan Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat Terbang dan Bis Antar Kota dan Kartu Diskon Belanja serta Kartu Sehat

3) Program Perempuan / Sosial Budaya seperti pengkayaan masyarakat pencinta‎ Kuliner lokal

‎4) Program Kepemudaan seperti‎ Peringatan Hari2 Nasional dan Lomba2 Kreatifitas

‎5) Program Kebangsaan seperti Forum Group Discussion dan Pendataan potensi GP45 dari KelBes Pejoang45

Selebihnya dengan terpilihnya kepengurusan DHD45 Jakarta 2018-2023 diharaphan budaya keorganisasian membaik dan lebih berdaya bagi kepentingan publik.

Jakarta, 18 Desember 2018

Salam Joang45,

Pandji R Hadinoto
DHC45 Jakarta Selatan
http://www.jakarta45.wordpress.comh

PANITIA PERUMUS REKOMENDASI RENCANA STRATEGIS DHD45 Jakarta

DHC45 JakSel, 19 Oktober 2019

01) Pandji R Hadinoto *
02) Darmawan *
03) Letty Ismet D *
04) Tjitrawati Hendraningrat *
05) Edos C Firdaus **
06) Trie Erniyati **
07) Sigid Sonhadi **
08) Riyoko Gunandi *
09) Raharjo **
10) Endang Raharjo *
11) Rosmiyati **
12) Umi Lestari **
13) Suta Widhya **
14) Wiwik Maskat **
15) Arnez N Santoso *
16) Sylvia Soeprapto *
17) Robert Sinaga **
18) Fenny Luckyharti **
19) S Helmi **

Catatan :
* Fungsionaris WanPar DHD45 Jkt
** Partisipan TJ45 / DHC45 JakSel

PIDATO PRESIDEN RI
PADA SIDANG PARIPURNA MPR RI
DALAM RANGKA
PELANTIKAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TERPILIH
PERIODE 2019-2024
Jakarta, 20 Oktober 2019

Bismillahirrahmanirrahim…
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam Sejahtera Bagi Kita Semua,
Om Swastyastu, Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Yang saya hormati para Pimpinan dan seluruh anggota MPR RI;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr KH Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia;
Yang saya hormati Ibu Hj Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Prof Dr Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia;
Yang saya hormati Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia;

Yang mulia yang saya hormati kepala negara dan pemerintahan serta utusan khusus dari negara-negara sahabat;
Yang saya hormati para pimpinan lembaga-lembaga tinggi negara;
Dan tentu saja, sahabat baik saya, Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno, para tamu yang saya hormati;
Bapak, Ibu, Saudara-Saudara sebangsa dan se-Tanah Air,
Mimpi kita, cita-cita kita, di tahun 2045, pada satu abad Indonesia merdeka, mestinya Insya Allah Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah, Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp 27 juta per kapita per bulan.
Itulah target kita. Itulah target kita bersama.
Mimpi kita di tahun 2045, Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 7 triliun dollar AS dan Indonesia sudah masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kita harus menuju ke sana.
Kita sudah hitung-hitung, kita sudah kalkulasi. Target tersebut sangat masuk akal dan sangat memungkinkan untuk kita capai.
Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang kompetitif, kita harus terus
mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru.
Namun, semua itu tidak datang otomatis. Tidak datang dengan mudah. Harus disertai kerja keras dan kita harus kerja cepat. Harus disertai kerja-kerja bangsa kita yang produktif.
Dalam dunia yang penuh risiko, yang sangat dinamis, dan yang sangat kompetitif, kita harus terus mengembangkan cara-cara baru, nilai-nilai baru. Jangan sampai kita terjebak dalam rutinitas yang monoton.
Harusnya, inovasi bukan hanya pengetahuan. Inovasi adalah budaya.
Ini cerita sedikit. Lima tahun yang lalu, tahun pertama saya di istana, saya mengundang pejabat dan masyarakat untuk halal-bihalal. Protokol meminta saya untuk berdiri di titik itu, saya ikut. Tahun pertama, saya ikut.
Tahun kedua, ada halal-bihalal lagi. Protokol meminta saya berdiri di titik yang sama, di titik itu lagi.
Langsung saya bisik-bisik, saya bilang ke Mensesneg, “Pak, ayo kita pindah lokasi. Kalau kita tidak pindah, ini akan menjadi kebiasaan, di titik itu lagi. Dan itu akan dianggap sebagai aturan. Dan kalau diteruskan bahkan nantinya akan dijadikan seperti undang-undang.” Duduknya apa, berdirinya di situ terus. Ini yang namanya monoton dan rutinitas.
Sekali lagi, mendobrak rutinitas adalah satu hal dan meningkatkan produktivitas adalah hal lain yang menjadi prioritas kita. Jangan lagi kerja kita berorientasi pada proses, tapi harus berorientasi pada hasil, hasil yang nyata.
Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi itu menjamin agar manfaat program dirasakan oleh masyarakat.
Saya sering mengingatkan kepada para menteri, tugas kita bukan hanya membuat dan melaksanakan kebijakan, tetapi tugas kita adalah membuat masyarakat menikmati pelayanan, menikmati pembangunan.
Sering kali birokrasi melaporkan bahwa program sudah dijalankan, anggaran telah dibelanjakan, dan laporan akuntabilitas telah selesai.
Kalau ditanya, jawabnya “Programnya sudah terlaksana, Pak.” Tetapi, setelah dicek di lapangan, setelah saya tanya ke rakyat, ternyata masyarakat belum menerima manfaat. Ternyata rakyat belum merasakan hasilnya.
Sekali lagi, yang utama itu bukan prosesnya. Yang utama itu adalah hasilnya.
Dan cara mengeceknya itu mudah. Lihat saja ketika kita mengirim pesan melalui SMS atau WA. Di situ ada sent, artinya telah terkirim. Ada delivered, artinya telah diterima. Tugas kita itu menjamin delivered, bukan hanya menjamin sent.
Dan saya tidak mau birokrasi pekerjaannya hanya sending-sending saja. Saya minta dan akan saya paksa bahwa tugas birokrasi adalah making delivered. Tugas birokrasi kita itu menjamin agar manfaat program itu dirasakan oleh masyarakat.

Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya banggakan,
Potensi kita untuk keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah sangat besar. Saat ini, kita sedang berada di puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif jauh lebih tinggi dibandingkan usia tidak produktif.
Ini adalah tantangan besar dan sekaligus juga sebuah kesempatan besar. Ini menjadi masalah besar jika kita tidak mampu menyediakan lapangan kerja.
Tapi akan menjadi kesempatan besar, peluang besar, jika kita mampu membangun SDM yang unggul. Dan dengan didukung oleh ekosistem politik yang kondusif dan didukung oleh ekosistem ekonomi yang kondusif.
Oleh karena itu, lima tahun ke depan yang ingin kita kerjakan:
Yang pertama, pembangunan SDM. Pembangunan SDM akan menjadi prioritas utama kita.
Membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis. Membangun SDM yang terampil, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Mengundang talenta-talenta global untuk bekerja sama dengan kita.
Itu pun, tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Cara-cara baru harus dikembangkan. Kita perlu endowment fund yang besar untuk manajemen SDM kita.
Kerja sama dengan industri juga penting dioptimalkan. Dan juga penggunaan teknologi yang mempermudah jangkauan ke seluruh pelosok negeri.
Yang kedua, pembangunan infrastruktur akan kita lanjutkan.
Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mempermudah akses ke kawasan wisata, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat.
Yang ketiga, segala bentuk kendala regulasi harus kita sederhanakan, harus kita potong, harus kita pangkas.
Pemerintah akan mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar. Yang pertama, UU Cipta Lapangan Kerja. Yang kedua, UU Pemberdayaan UMKM.
Masing-masing UU tersebut akan menjadi omnibus law, yaitu satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.
Puluhan UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja langsung direvisi sekaligus. Puluhan UU yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi sekaligus.
Yang keempat, penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran.
Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan. Prosedur yang panjang harus dipotong.
Birokrasi yang panjang harus kita pangkas. Eselonisasi harus disederhanakan. Eselon I, eselon II, eselon III, eselon IV, apa enggak kebanyakan?
Saya akan minta untuk disederhanakan menjadi 2 level saja, diganti dengan jabatan fungsional yang menghargai keahlian, menghargai kompetensi.
Saya juga minta kepada para menteri, para pejabat, para birokrat, agar serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.
Bagi yang tidak serius, saya tidak akan memberi ampun. Saya pastikan, sakali lagi saya pastikan, pasti saya copot.
Pada akhirnya, yang kelima adalah transformasi ekonomi.
Kita harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran bangsa, demi keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Para hadirin dan seluruh rakyat Indonesia yang saya muliakan,
Pada kesempatan yang bersejarah ini, perkenankan saya atas nama pribadi, atas nama Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, dan atas nama seluruh rakyat Indonesia, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Bapak Drs Muhammad Jusuf Kalla yang telah bahu-membahu menjalankan pemerintahan selama 5 tahun terakhir.
Ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada seluruh lembaga-lembaga negara, kepada jajaran aparat pemerintah, TNI dan Polri, serta seluruh komponen bangsa yang turut mengawal pemerintahan selama 5 tahun ini, sehingga dapat berjalan dengan baik.
Mengakhiri pidato ini, saya mengajak baapak, ibu, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air untuk bersama-sama berkomitmen:
Pura babbara’ sompekku…
Pura tangkisi’ golikku…
Layarku sudah terkembang…
Kemudiku sudah terpasang…
Kita bersama, menuju Indonesia maju!!!
Terima kasih,
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Semoga Tuhan Memberkati,
Om Shanti Shanti Shanti Om,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Jokowi Sampaikan 5 Program Kerja di Pidato Pelantikan Presiden
Tempo.co Amirullah
Diterbitkan : 16.38, 20/10/2019

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan pidato usai dilantik di gedung MPR, pada Ahad, 20 Oktober 2019. Ia membeberkan lima program yang akan dikerjakannya bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

“Pertama, pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi prioritas utama kita, membangun SDM yang pekerja keras, yang dinamis,” kata Jokowi.

Program kedua yang Jokowi utarakan adalah meneruskan pembangunan infrastruktur. “Infrastruktur yang menghubungkan kawasan produksi dengan kawasan distribusi, yang mendongkrak lapangan kerja baru, yang mengakselerasi nilai tambah perekonomian rakyat,” ucap dia.

Ketiga, Jokowi juga akan fokus menyederhanakan segala regulasi. Ia pun bakal mengajak DPR untuk menerbitkan dua undang-undang besar, yakni UU Cipta Lapangan Kerja dan UU Pemberdayaan UMKM.

Nantinya, kata Jokowi, masing-masing UU itu akan menjadi omnibus law, di aman satu UU yang sekaligus merevisi beberapa UU, bahkan puluhan UU.
“UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja, langsung direvisi sekaligus, yang menghambat pengembangan UMKM juga akan langsung direvisi,” kata Jokowi.

Hal keempat yang Jokowi akan kerjakan adalah penyederhanaan birokrasi. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja bakal diprioritaskan.
“Prosedur yang panjang harus dipotong, birokrasi yang panjang harus kita pangkas,” ucap Jokowi. Ia bahkan mengancam akan pecat menteri-menterinya nanti jika tidak serius menjamin tercapainya tujuan program pembangunan.

Kelima adalah transformasi ekonomi. Jokowi berpesan Indonesia harus bertransformasi dari ketergantungan pada sumber daya alam menjadi daya saing manufaktur dan jasa modern, yang mempunyai nilai tambah tinggi bagi kemakmuran.


0 Responses to “Kenegarawanan : Mekarsari Rekomendasi RenStra 45 / 19Okt19”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 4,028,396 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: