26
Jun
19

Kenegarawanan : Hari Nasional Irigasi Indonesia

Logo GPA45

Suara Warga45

3 JULI 2019 HARI NASIONAL IRIGASI INDONESIA KE-1

Kepada Yth Pemangku Kepentingan Pembangunan Irigasi di Indonesia,‎ berkerangka pembudayaan kejoangan45 dan terhenyak info rekan kami tentang kesulitan peroleh air bawah tanah di Trawas, kaki Gunung Pananggungan Barat, Mojokerto JaTim yang dikenali sebagai situs petilasan Airlangga [Kahuripan, Sidoarjo], pembangun jaringan Irigasi JaTim abad 11 Masehi, serta mengingat bahwa tanggal 3 Juli 2019 yang akan datang adalah 99 Tahun Pendidikan Teknik di Indonesia memperhatikan 3 Juli 1920‎ adalah peresmian Technische Hoogeschool (THS) di Bandung yang sekarang dikenali sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB) sejak 1959, maka kini adalah saat yang tepat menyatakan pentingnya Hari Nasional Irigasi Indonesia.

Pendirian THS ini adalah produk spirit Politik Etis yang dicanangkan Ratu Wilhelmina 17 September 1901 yang terjabarkan dalam Trilogi yakni Irigasi, Imigrasi dan Edukasi seperti digagas Conrad Thedore van Deventer dalam tulisan Ee Eeresschuld di majalah De Gids pada tahun 1899‎. Kelompok humanis penggerak Politik Etis bertambah terdiri dari jurnalis ESW Roorda van Eisinga, politisi Baron van Hoevel, jurnalis Pieter Brooshooft, termasuk Menteri JH Abendanon 1900-1905. Ber-turut2 tercatat berdiri sebagai berikut
1) STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen 1902, Batavia)
2) NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School 1913, Surabaya)
3) THS (Technische Hoogeschool 1920, Bandung)
4) TIB (Textiel Inrichting Bandoeng 1922, Bandung)
5) RHS (Recht Hoogeschool 1924, Batavia)
6) GHS (Geneeskundige Hoogeschool 1927, Batavia)
7) FLW (Fakulteit de Letterenen Wijsbegeste 1940, Batavia)
8) LBF (Landsbouwkundige Faculteit 1941, Bogor)

Ternyata keberadaan lembaga-lembaga pendidikan tinggi diatas seiringan dengan kehadiran pergerakan nasional sejak 1908 dan perintis kemerdekaan sejak 1928 menuju proklamasi bangsa Indonesia Merdeka 1945.

Historikal, Teknik Irigasi sebenarnya sudah dikembangkan sendiri oleh leluhur bangsa Indonesia sejak Mataram Kuno [abad 8M – 11M, JaTeng & JaTim], Kahuripan JaTim [abad 11M], Majapahit JaTim [abad 13M – 16M] dan seterusnya sehingga sebenarnya Teknik Irigasi sudah mentradisi sebagai Pilar Jatidiri Peradaban NusaJawa.

Politik Etis sendiri tidak terlepas daripada kritik Eduard Douwes Dekker (Multatuli, dari Lebak Banten) dalam karya tulis berjudul Max Havelaar‎ [1860] akibat dampak Politik Tanam Paksa Gubernur Jenderal Johanes van den Bosch [1830] pasca Perang Diponegoro [1825 – 1830] yang menggerus keuangan Hindia Belanda. Politik Tanam Paksa (Cultuurstelsel) itu memiskinkan rakyat NusaJawa, sebaliknya ‎memperkaya negara Belanda [1835 – 1940 Tahun Keemasan Belanda] apalagi lalu diberdayakan Politik Ekonomi Perkebunan Liberal melalui Nederlandsch Handel Maatschappij (NHM 1824), pengganti Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC 1602) pasca UU Agraria & UU Gula [1870].

Terobosan unjuk kerja ‎van den Bosch itu yang dinilai lebih kejam daripada VOC berbuah anugerah gelar Graaf [1839], dapat dimengerti karena pasca VOC bangkrut [1799] sebelumnya VOC dinasionalisasi Republik Batavia (negara Belanda yang didukung Napoleon Bonaparte, Perancis 1796 – 1814) plus didudukinya negeri Belanda oleh Perancis [1803 – 1815] sungguh berat bagi Belanda pulihkan ekonomi nasional negerinya itu.

Kedepan kini dikenali ancaman tantangan hambatan gangguan di sektor2 ketahanan Air, Pangan & Energi sehingga Teknik Irigasi Indonesia dipahami tetap jadi kebutuhan primer strategis bagi pengelolaan sumber-sumber daya Air, Pangan & Energi Terbarukan

Oleh karena itulah Hari Nasional Irigasi Indonesia penting dikiprahkan setiap tahun, dalam hal ini direkomendasi tiap tanggal 3 Juli semisal gelaran Kongres Nasional Irigasi Indonesia, agar pengembangan & pemberdayaan Teknik/Teknologi Irigasi Indonesia senantiasa terjaga optimal kinerjanya serta kepedulian masyarakat merata sekaligus menopang Visi Indonesia 2045 [rilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 8 Januari 2019]

Dengan iktikad baik, dalam kesempatan di angka 99 tahun pendidikan tinggi teknik sipil Irigasi Indonesia yang penuh kemuliaan dan keberkahan ini, ijinkanlah pula kami ‎turut mencanangkan Hari Nasional Irigasi Indonesia ke-1 bagi kemakmuran dan kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat Indonesia, Aamiin YRA.

Jakarta, 27 Juni 2019

Pandji R Hadinoto GPA45
KaWanPar DHD45 Jakarta
NRI 2001483370
Alumni ITB NIM 3268029
http://www.jakarta45.wordpress.com

Tembusan

Yth Rektorat ITB & ProDi Teknik Sipil ITB

Yth Rukun Ahli Teknik Sipil ITB68 :

1) Amrinsyah Nasution, 2) Ilyas Suratman, ‎3) Bachtiar Muin, 4) Djoenarsono Bardosono, 5) Uuy Juhana, 6) Yuyun Suwaryon, 7) Ridwan Tjahjawidya, 8) Zainal A Siregar, 9) Bambang Sri Tjahjono, 10) Jajang R Kertadjaja, 11) Aan Sasmita, 12) Fadjar M Tjaja, 13) Adiwidjaja, 14) Abdul Kahir, 15) Retno Indrawati, 16) Suprihat, 17) Frans S Sunito, 18) Andi H Sucipto, 19) Egon C Arifin

Yth KaSKOMEN Mahawarman JaBar

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : Hari Nasional Irigasi Indonesia”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,972,313 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements

%d bloggers like this: