03
Nov
18

Quality Management For Flight Operations

Logo Jakarta45

Suara Warga45

QUALITY MANAGEMENT FOR FLIGHT OPERATIONS

Kepada Yth Pemangku Kebijakan Penerbangan Indonesia

Terangkatnya Black Box Boeing 737 Max 8 Lion Air JT610 pada hari ‎Kamis 1 Nopember 2018 di laut pantai utara Rengasdengklok Krawang sungguh patut diapresiasi, berkat kerja keras dan kerjasama terbaik berbagai lembaga negara dan masyarakat peduli dibawah komando Basarnas .

Apresiasisi ini membersit pemikiran perlunya pengawasan berlapis berupa proses mekanisme pengendalian‎ mutu kelolaan operasi penerbangan yang kini dikatakan para pakar sebagai mesin terbang serba digital sehingga menuntut mutu operator pesawat terbang sebagai manager tidak saja selaku driver dan perawat pesawat terbang yang lebih berkemampuan luar biasa.

Quality Management System pernah kami kenali di tahun 1980an bagi kelolaan operasi produksi industri proses yang menurut kami konsepsinya dapat pula diterapkan kini bagi operasi mesin penerbangan serba digital ‎guna menambah lapisan kelolaan pemastian & kepastian terhadap produk kelolaan teknis dan non teknis daripada terapan standard operation procedures yang sedang dan akan diberlakukan.

Dengan demikian, kemajuan teknologi mesin terbang diimbangi pula dengan kemajuan sistim pengendalian operasi dan pemeliharaan/perawatan mesin terbang canggih itu sendiri agar selalu tercapai situasi dan kondisi bebas operasi terbang gagal dan fatal.

Pendapat diatas adalah dari pengamatanberita2 terkait dan telaah2 para pakar penerbangan di layar kaca, semoga lebih kurangnya bermanfaat bagi masukan kepada Yth Pemangku Kebijakan Penerbangan Indonesia.

Jakarta, 2 Nopember 2018

Salam Indonesia Jaya,

Pandji R Hadinoto
http://www.jakarta45.wordpress.com

Catatan :

http://pengertianmanagement.blogspot.com/2012/10/sistem-manajemen-mutu-quality.html

Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System)
Apakah Quality Management System itu?

Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System-QMS) menurut Gaspersz (2008:268) yaitu merupakan sekumpulan prosedur terdokumentasi dan praktek-praktek standar untuk manajemen sistem yang bertujuan menjamin kesesuaian dari suatu proses dan produk (barang atau jasa) terhadap kebutuhan persyaratan tertentu yang ditentukan oleh pelanggan dan organisasi. Gaspersz (2008:273) membagi Sistem Manajemen Mutu menjadi dua macam, yaitu Sistem Manajemen Mutu Informal dan Sistem Manajemen Mutu Formal.

Pada Sistem Manajemen Mutu Informal, setiap manajemen perusahaan bebas untuk menyusun atau membangun model Sistem Manajemen Mutu organisasi, tanpa perlu terikat kepada kriteria-kriteria formal yang telah ditetapkan oleh institusi formal. Dengan demikian berdasarkan pemahaman dan keyakinan pihak manajemen akan prinsip-prinsip manajemen mutu yang akan diterapkan dalam organisasi, kemudian disusun model sistem manajemen yang berlaku pada organisasi itu. Berbeda dengan Sistem Manajemen Mutu Informal, Sistem Manajemen Mutu Formal terikat kepada kriteria-kriteria formal yang telah ditetapkan oleh institusi penyusun model sistem manajemen mutu itu sendiri. Dengan demikian apabila manajemen suatu organisasi ingin mengadopsi model Sistem Manajemen Mutu Formal dan ingin memperoleh pengakuan bahwa organisasi itu telah berhasil menyusun model Sistem Manajemen Mutu Formal, maka manajemen organisasi harus bisa membuktikan kepada institusi formal yang menilai kelayakan penerapan model Sistem Manajemen Mutu Formal itu, untuk mendapatkan award atau penghargaan.

Sistem Manajemen Mutu Formal biasanya terdiri dari sebuah kerangka kerja yang memiliki nilai-nilai inti serta prinsip-prinsip keunggulan. Prinsip-prinsip ini merupakan landasan untuk membangun kerangka kerja, yang terdiri dari sejumlah penilaian kriteria dan item.

Sistem Manajemen Mutu Formal ada yang berlaku secara nasional (di suatu negara), regional, dan internasional. Sistem manajemen mutu formal yang berlaku secara nasional menurut Miguel (2005:36) mula-mula dikembangkan di Australia, Kanada, Jepang, dan Amerika Serikat, masing-masing berupa, Australian Business Excellence Award (ABEA), Canadian Quality Award (CQA), Deming Prize (DP), dan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA). Sistem manajemen mutu formal, yang berlaku secara regional adalah Asia Pasifik Quality Award (APQA), Iberoamerican Quality Award (IQA), dan European Quality Award (EQA). Sedangkan sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional menurut Gaspersz (2008:264) adalah ISO.

Hasil penelitian yang telah dilakukan Miguel (2005:38) setidaknya terdapat 76 Sistem Manajemen Mutu yang berlaku secara nasional pada masing-masing negara di seluruh dunia. Negara-negara tersebut mengadopsi salah satu atau kombinasi dari Sistem Manajemen Mutu European Quality Award, Deming Prize, dan Malcolm Baldrige National Quality Award. Sebanyak 68% dari negara-negara tersebut mengadopsi kerangka kerja Baldrige. Beberapa negara (misalnya Fiji dan Filipina) menggunakan Australian Business Excellence Award sebagai model referensi.

Article You May Be Interested In Reading : Sistem Manajemen Mutu (Quality Management System)

Advertisements

0 Responses to “Quality Management For Flight Operations”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,812,129 hits

Archives

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements

%d bloggers like this: