29
Dec
17

Kenegarawanan : GO TO BASIC, Pancasila Jatidiri Bangsa

Penegak Proklamasi

Advokasi Kejoangan45 :

GO TO BASIC, PANCASILA JATIDIRI BANGSA

MERDEKA!

Terdorong oleh komentar *Go To Basic kalau menghadapi masalah* [Fahrul, Juri Brunei Darussalam, Dankdut Academy 3 Asia, IndoSiarTV, 23 Desember 2017], maka Peringatan Indonesia Berdaulat 27 Desember 2017 ini adalah saat tepat tekadkan lebih kuat Go To Basic, Jatidiri Bangsa, terutama bagi Generasi Millenial yang ingin membuat sejarah menyongsong era Bonus Demografi 10-20 tahun kedepan.

Masalah yang kini dihadapi adalah lemahnya unjuk kerja 17 Penjuru Performa Kenegaraan Indonesia, 7 Agustus 2017

https://jakarta45.wordpress.com/17-penjuru-performa-kenegaraan-indonesia/

Situasi dan kondisi ‎diatas seperti juga telah ditandai Kompas 18 Desember 2017 bahwa 2 (dua) tahun terakhir ini Demokrasi Prosedural membaik dengan kesiapan masyarakat berpartisipasi di Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu Serentak 2019 yad. Namun Demokrasi Esensial sebaliknya memburuk‎ ditandai oleh Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yaitu 70,09/2016 menurun dari nilai 72,82/2016 dan 73,04/2014 [Badan Pusat Statistik]

Perlambatan dan stagnasi Demokratisasi itu terbentuk akibat buruknya kinerja daripada lembaga2 inti kenegaraan mengurus kewarganegaraan, hukum, tata kelola pemerintahan dan sistim keterwakilan.

‎Namun pemburukan IDI itu menurut pandangan dari Presidium Penegak Kemerdekaan Indonesia (PPKI 2017) adalah akibat fakta2 yang terjadi masif sebagai berikut :

1) Aktor dibalik Amandemen UUD 1999-2002 sesuai

https://www.citizenjournalism.online/2016/05/23/siapa-saja-dibalik-amandemen-uud-1945-yang-diresmikan-tahun-2002/

2) Konstitusi UUD Reformasi 1999-2002 Nir Pancasila [http://ngada.org/ln/2006‎ terunggah th 2010] tentang Lembaran Negara Tahun 2006 bahwa LNRI No 11, 12, 13, 14 / 13 Pebruari 2006 itu adalah eksplisit tidak memuat Pembukaan UUD 1945 sehingga terjadi kekosongan struktural konstitusional dari Pancasila yang berfungsi sebagai 1) Dasar Negara, 2) Ideologi Nasional, 3) Pandangan Hidup Bangsa, 4) Pemersatu Bangsa, 5) Falsafah Negara, dan 6) Sumber dari Segala Sumber Hukum yang sungguh berdampak Darurat Hukum Pancasila kini dan esok berkelanjutan, 7) Pengharmonisasi‎
7 Strategi Ketahanan Bangsa (StraHanSa) senantiasa terjaga baik dari situasi dan kondisi terburuk (Low Grade of Inferiority) seperti :
7.1‎ Kehidupan Keagamaan Tidak Rawan
‎7.2 Kehidupan Ideologis Tidak Retak
7.3‎ Kehidupan Politik Tidak Resah
7.4 Kehidupan Ekonomi Tidak Ganas
‎7.5 Kehidupan Sosial Budaya Tidak Pudar
7.6 Kehidupan HanKamNas Tidak Lengah
7.7 Kehidupan Ekologis Tidak Gersang

Oleh karena itulah Percepatan Perbaikan Kinerja Indonesia bijaknya dengan ‎kiprahkan Go To Basic melalui Tegakkan Orde Pancasila (TOP) dengan secara paralel perkuat fungsi2 peri kehidupan Pancasila tersebut diatas termasuk perkuatan benteng jatidiri bangsa Pancasila kontra aksi2 agresi nirmiliter asing terkini seperti promosi LGBT, penelitian ulang sejarah dekolonialisasi 1945-1949, dlsb.

Jakarta, 27 Desember 2017

Tetap MERDEKA,

Pandji R Hadinoto PPKI 2017
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Logo GPA45

Membangun Jati Diri Bangsa Yang Pancasila Dalam Perspektif Nasional

Drs. SETIA RAHENDRA, MSi

KEPALA KANTOR KESBANGPOL

KABUPATEN BANYUMAS

MEMBANGUN JATI DIRI BANGSA YANG PANCASILAIS DALAM PERSPEKTIF NASIONAL

SABANG-MERAUKE

DARI SABANG SAMPAI MERAUKE

BERJAJAR PULAU-PULAU

SAMBUNG MENYAMBUNG MENJADI SATU

ITULAH INDONESIA

INDONESIA TANAH AIRKU

AKU BERJANJI PADAMU

MENJUNJUNG TANAH AIRKU

TANAH AIRKU INDONESIA

JATI DIRI BANGSA INDONESIA

JATI : Pohon yang kayunya keras Ciri-ciri/gambaran atau keadaan seseorang atau suatu benda.

Identitas.

DIRI : Orang, Seorang, Badan

JATI DIRI : Keadaan Seseorang/ Profil

JATI DIRI BANGSA INDONESIA

Orang yang ramah, suka gotong royong, penuh toleransi.

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA RI

Pancasila dinyatakan sebagai ideologi negara Republik Indonesia dengan tujuan bahwa segala sesuatu dalam bidang pemerintahan ataupun semua yang berhubungan dengan hidup kenegaraan harus dilandasi dalam titik tolaknya, dibatasi dalam gerak pelaksanaannya, dan diarahkan dalam mencapai tujuannya dengan Pancasila (Bakry (1985).

FUNGSI UTAMA PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI

1. Pancasila sebagai Ideologi Persatuan

Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang heterogin, serba kemajemukan, terdiri dari berbagai suku bangsa. bersifat multi etnis, multi religius, dan multi ideologis.
menggalang persatuan dan kekuatan bangsa yang sangat dibutuhkan untuk mengawali penyelenggaraan negara. Dengan perkataan lain Nation and Character Building

Pancasila sebagai Ideologi Pembangunan, ukurannya:

terwujudnya kemajuan yang pesat,
kesejahteraan yang tinggi,
persatuan yang mantap dari seluruh rakyat Indonesia (Husodo, 2006)

INTI SILA 1

Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya. Dalam melaksanakan kemerdekaan beragama ini negara menghendaki adanya toleransi dari para pemeluk agama, sehingga tidak akan membenarkan adanya pemaksaan suatu agama kepada orang lain.

INTI SILA 2

Manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama hak dan kewajiban-kewajiban asasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama dan kepercayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkan sikap saling mencintai sesama manusiasikap tenggang rasa dan tepa selira, serta sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.

INTI SILA 3

Kesadaran akan adanya perbedaan-perbedaan di dalam masyarakat dan bangsa, menghidup-hidupkan perbedaan yang mempunyai daya penarik ke arah kerja sama dan kesatuan, dan mengusahakan peniadaan serta pengurangan perbedaan yang mungkin mengakibatkan suasana dan kekuatan tolak-menolak ke arah perselisihan, pertikaian dan perpecahan atas dasar kesadaran akan kebijaksanaan dan nilai-nilai hidup yang sewajarnya, lagi pula dengan kesediaan, kecakapan dan usaha untuksedapat-dapatnya melaksanakan pertalian kesatuan kebangsaan, mungkin mungkin menurut pedoman-pedoman majemuk tunggal bagi pengertian kebangsaan.

INTI SILA 4

Kalau kita mencari demokrasi hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politik-economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial (Bung Karno)

INTI SILA 5

Di dalam lapangan sosial ekonomi ada kebebasan dan kekuasaan perseorangan, dalam keseimbangan dengan sifat manusia sebagai sebagai makhluk ssosial, untuk mengusahakan dan memenuhi kebutuhan hidup, yang sesuai dengan sifat-sifat mutlak dari manusia sebagai individu.

INDONESIA TANAH AIR BETA

INDONESIA TANAH AIR BETA

PUSAKA ABADI NAN JAYA

INDONESIA SEJAK DULU KALA

SLALU DIPUJA-PUJA BANGSA

DI SANA TEMPAT LAHIR BETA

DIBELAI DIBESARKAN BUNDA

TEMPAT BERLINDUNG DI HARI TUA

SAMPAI AKHIR MENUTUP MATA

PENERAPAN NILAI NILAI PANCASILA DLAM KEHIDUPAN SEHARI HARI DI MASYARAKAT SUDAH TIDAK TERLIHAT LAGI JAMAN ORBA

PANCASILA DIJADIKAN MATA PELAJARAN PANCASILA JANGAN SAMPAI HILANG

UNSUR PEMBENTUKAN JATI DIRI :

1.SUKU BANGSA : BERMACAM MACAM ADA SEJAK LAHIR.

AGAMA : BERKEMBANG DAN DINAMIS DIAKUI/DIBINA OLEH PEMERINTAH.
KEBUDAYAAN
BAHASA : BAHASA DAERAH

BAHASA PERSATUAN.

JATI DIRI BANGSA INDONESIA YANG SESUNGGUHNYA

Tercermin pada perilaku masyara kat indonesia pada umumnya sesuai dengan nilai yang terkandung dalam Pancasila.

KONDISI JATI DIRI BANGSA INDONESIA SAAT INI

Kondisi jati diri bangsa indonesia saat ini dapat kita kaji dan identifi kasi dengan melihat perilaku dan kepribadian masyarakat indone sia pada umumnya tercermin pada tingkah laku masyarakat indonesia sehari-hari.

CARA MEMPERBAIKI JATI DIRI BANGSA INDONESIA

1.Ideologi Pancasila merupakan dasar negara yang mengakui dan mengagungkan keberadaan agama dalam.

2.Sesama umat beragama harus tolong menolong (tidak ada permusuhan)

3.Jangan menggunakan standar agama tertentu untuk dijadikan tolok ukur nilai moral bangsa indonesia.
Download Ppt disini……….

bela-pancasila-300x350

Pancasila sebagai Jati Diri Bangsa

Jatidiri bangsa adalah identitas suatu bangsa yang menjadi pemicu semangat kesinambungan hidup bangsa yang bersangkutan. “jatidiri bangsa Indonesia” adalah identitas bangsa Indonesia yang menjadi pemberi semangat demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Jatidiri bangsa Indonesia dapat diidentifikasikan melalui citra budaya dan peradaban bangsa Indonesia yang telah ada sebelum bangsa ini ada dan merdeka.

Pancasila sebagai jatidiri bangsa Indonesia. Pancasila adalah suatu filsafat yang merupakan fundamen pikiran, jiwa dan hasrat yang sedalam-dalamnya yang diatasnya didirikan gedung Indonesia merdeka yang kekal dan abadi. (Prof. Drs. Sunaryo Wreksosuhardjo, 2008). Dalam artian bahwa pancasilalah yang menjadi pondasi awal berdirinya bangsa yang memiliki cita-cita dan tujuan hidup yang sejalan dengan nilai-nilai yang ada sejak kemerdekaan bangsa Indonesia hingga hari ini.Oleh karena itu bangsa Indonesia berkewajiban mempertahankan kemurnian pancasila ditengah gencarnya arus globalisasi.

Faktanya hari ini pancasila sebagai jati diri bangsa semakin hilang dari kehidupan masyarakat Indonesia. Nilai-nilai pancasila seolah telah ditinggalkan masyarakat dalam menjalani kehidupan bernegara. Lebih fatalnya lagi jika di survey hampir sebagian masyarakat Indonesia yang tidak mengenal lambang maupun symbol dalam setiap sila pacasila.

Rasanya masih hangat dalam perbincangan masyarakat Indonesia tentang kasus Zaskia Gotik yang melakukan penghinaan terhadap Pancasila. Dalam pengakuannya Zaskia gotik mengakui bahwa dirinya tidak tahu mengenai lambang gambar masing-masing sila. (https://www.antarajateng.com).

Tidak bisa disalahkan seutuhnya mengingat latar belakang permasalahan tersebut bukan dikarenakan oleh dirinya melainkan kurangnya pendidikan dan penanaman nilai-nilai pancasila dalam kehidupan bangsa, dilihat saja hari ini pendidikan kewarganegaan tidaklah di anggap sebagai sesuatu yang penting dan bukan lagi sesuatu yang di anggap luar biasa. Sehingga tidak mengherankan masyarakat mulai memudarkan nilai-nilai pancasila, di tingkat lebih tinggi dalam system pemerintahan yang dijalani kini tidaklah sepenuhnya menggunakan pengamalan nilai-nilai pancasila.

Lalu dimana letak pancasila dari kehidupan bangsa hari ini??

Apakah pancasila hanya sebagai sebuah formalitas saja??

Ironis memang, kasus yang di alami Zaskia gotik. Sehingga perlunya perhatian pemerintah untuk mengevaluasi hal ini, karena jika dibiarkan seperti ini masih banyak lagi generasi yang jutru tidak akan mengenal identitas diri bangsanya.

Bukankah pancasila memiliki makna yang mendalam dalam tujuannya memajukan bangsa?? Mengapa justru pancasila terlupakan dalam kehidupan masyarakat??

Pancasila dan jatidiri adalah satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan dan terpisahkan. Perkembangan zaman seakan menyudutkan posisi pancasila dalam peranannya sebagai pedoman hidup bangsa yang meliputi segala aspek kehidupan bangsa. Oleh karenanya pr pemerintah untuk mulai mengembangkan strategi gitu, entah itu berupa sosialisasi pemahaman pancasila dalam masyarakat, mengembangkan kembali pendidikan yang berbasis kewargenegaraan menginggat dengan hal itu akan semakin memberikan pemahaman tentang batas-batas hak dan kewawijaban warganegara serta pendidikan pancasila ditanamkan sejak dini agar ketika di tempatkan pada posisi yang lebih tinggi mereka tau dan paham tentang identitas bangsanya. Sehingga dengan begitu kehidupan bangsa akan lebih terarah dan tetap berada dalam konteks dan koridor penjalanan nilai-nilai pancasila.

1. https://www.gudangpikiran.webbly.com/8/post/2012/12/ degradasi-jati-diri-bangsa.html

2. https://www.antarajateng.com

3. https://prezi.com

4. https://muringkay.blogspot.com/2012/10

Kongres Pemuda Indonesia

Pancasila Harus Jati Diri Bangsa Indonesia
Penulis Bid Jalasutra – 1 Oktober 2017

KORANBERNAS.ID — Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia. Karenanya Pancasila harus selalu jadi falsafah, ideologi dan alat pemersatu bangsa Indonesia.

“Pancasila merupakan pandangan hidup, dasar negara, dan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk,” ujar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Pemda Sleman, Minggu (01/10/2017).

Menurut Sultan, kondisi ini dapat terjadi karena didalam perjalanan sejarah dan adanya kompleksitas keberadaan bangsa Indonesia seperti adanya keragaman suku, agama, bahasa daerah, pulau, adat istiadat, kebiadaan budaya, serta warna kulit jauh berbeda satu sama lain tetapi mutlak harus dipersatukan melalui nilai dasar pancasila.

“Dalam rangka peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 DIY kali ini, maka kita dapat menggali kembali sejarah perkembangan bangsa yaitu bahwa tepatnya pada tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno telah mengusulkan dasar,” kata Sultan.

Dalam upacara yang dihadiri Ketua DPRD, Dandim 0732/Sleman, Wakapolres, PNS, TNI/Polri, dan siswa-siswi Kabupaten Sleman tersebut Sultan menjelaskan falsafah Negara Indonesia, yang istilahnya diperoleh dari ahli bahasa Muhamad Yamin sebagai Pancasila.

Selama itu pula Pancasila telah dipandang sebagai sistem filsafat, etika moral, politik, dan Ideologi Nasional. Namun kemudian pada 30 September 1965, muncullah awal dari Gerakan 30 September atau G 30 S PKI.

Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah Pancasila menjadi ideologi komunis.
Pada hari tersebut, ada 6 Jenderal dan beberapa orang lainnya telah dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat adanya kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan.

Selanjutnya pada 30 September dikenal sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September atau G 30 S PKI dan pada 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila untuk memperingati bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila, yang sakti dan tak tergantikan.

Selanjutnya pada tanggal 10 November 1986 Pancasila pertama kali diperkenalkan sebagai ideologi terbuka, di mana Pancasila dituntut untuk menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman yang senantiasa dinamis dengan tanpa mengesampingkan nilai-nilai dasarnya yang tetap.

Sultan menambahkan bahwa Tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini yaitu “Kerja Bersama Berlandaskan Pancasila Mewujudkan Masyarakat Adil dan Makmur”. Tema tersebut diharapkan dapat memberikan kesadaran bagi kita bersama untuk meresapi nilai-nilai luhur yang telah dirumuskan oleh para pendiri bangsa tersebut untuk dapat merekat erat sebagai kepribadian bangsa.

Masyarakat wajib untuk meningkatkan kewaspadaan nasional dan ketahanan mental ideologi Pancasila. Seperti halnya kewaspadaan tantangan globalisasi, liberalisasi dan postmodernisme.

Ditambahkan Sultan kemampuan menghadapi tantangan mendasar yang akan melanda kehidupan bangsa seperti sosial-ekonomi dan politik, bahkan mental dan moral bangsa. Hanya dengan keyakinan nasional inilah manusia Indonesia tegak dan tegar dengan keyakinannya yang benar dan terpercaya, bahwa sistem filsafat Pancasila sebagai bagian dari filsafat Timur, mengandung dan memancarkan identitas dan integritas martabatnya. (yve)

LABEL
Pancasila
sleman

Penelusuran yang terkait dengan go to basic pancasila jatidiri bangsa pandji hadinoto

contoh pancasila sebagai jati diri bangsa indonesia

5 jati diri bangsa indonesia

pengertian jati diri bangsa indonesia

contoh jati diri bangsa indonesia

pengertian jati diri bangsa menurut para ahli

apa sajakah jati diri khas yang dimiliki bangsa indonesia

unsur unsur jati diri bangsa indonesia

contoh jati diri bangsa dalam sila pancasila

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : GO TO BASIC, Pancasila Jatidiri Bangsa”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,519,032 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…
Advertisements

%d bloggers like this: