22
Jun
17

Kenegarawanan : Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila

Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila

Advokasi Kejoangan45 :

Ilustrasi / Ist

SHNet – MERDEKA!

Mendampingi ‎strategi tentang Benteng Negara Pancasila Indonesia (BNPI)‎, June 17, 2017

http://sinarharapan.net/2017/06/benteng-negara-pancasila-indonesia-bnpi/‎

Maka *Pancasila Pengkokoh Konstitusi Indonesia (PPKI)* adalah sikap politik negara taktis seperti juga kiprah PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia 7 – 22 Agustus 1945) yang dikala kekuasaan vakum sejak 15 Agustus 1945 yang turut berkiprah Kejoangan45 mengantarkan Proklamasi Indonesia Merdeka 17 Agustus 1945 dan pengesahan Konstitusi Proklamasi (UUD 1945) 18 Agustus 1945 serta pembentukan2 Komite Nasional Indonesia, Partai Nasional Indonesia, Badan Keamanan Rakyat.

Kini PPKI 2017 diharapkan bisa jadi wahana kebersamaan dari/untuk/oleh  segenap anak bangsa Patriot Keutamaan Pancasila Indonesia yang berkesadaran dan berkeyakinan cukup mengakui Konstitusi Proklamasi (BRI Tahoen II No. 7, 18 Febroeari 1946 jo LNRI No. 75,1959) sebagai Konstitusi Pro Pancasila, seperti juga Dekrit Presiden 5 Juli 1959 (KepPres No.150 Tahun1959), mengingat bahwa kepentingan perbaikan beberapa indikator kenegaraan strategis penting segera dibenahi seperti ICOR (Incremental Capital Outflow Ratio), Gini Ratio, IPMI (Indeks Pembangunan Manusia Indonesia), IPKI (Indeks Persepsi Korupsi  Indonesia), IDSI (Indeks Daya Saing Indonesia) dlsb yang memburuk semasa siklus hidup rezim Konstitusi Reformasi (LNRI 11-14/2006 sesuai
http://ngada.org/ln/2006 )

Kebersamaan dan keserentakan Pemangku Kepentingan Pancasila Indonesia baik di jajaran penyelenggara negara maupun di masyarakat peduli pro bonum publicum sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat lagi ditunda-tunda, memperhatikan pula bahwa paham Kebangsaan Indonesia yang dideklarasi 28 Oktober 1928 perlu terpelihara baik. Adapun mekanisme semisal Badan Musyawarah Nasional PPKI sebetulnya dapat menjadi solusi bijak kelembagaan guna mengusung satu kesepakatan bersama Bangsa Indonesia memutuskan reaktivasi Konstitusi Proklamasi Pro Pancasila (BRI Th II, 1946 jo LNRI 75/1959) berdasar* *Sila-4 Pancasila, Kerakyatan Yang Dipimpin Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

‎Memperhatikan pula bahwa LNRI 14/2006 selain eksplisit Tanpa Pembukaan UUD 1945 juga tekstual mengandung pernyataan bertafsiran yang berketidakpastian seperti :

1) Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia menetapkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana telah diiubah dengan perubahan pertama, kedua, ketiga dan perubahan keempat ini adalah *Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959 serta dikukuhkan ‎ secara aklamasi pada tanggal 22 Juli 1959 oleh Dewan Perwakilan Rakyat*.

2) Pasal 8 Dengan ditetapkannya perubahan Undang-Undang Dasar ini, *Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal*.

Demikianlah selaku ikut mengemban Mukadimah KepPres 50/1984, Advokasi Kejoangan45 ini dirilis bertepatan pada HUT ke-56 Presiden Republik Indonesia ke-7 dan dengan penuh rasa tanggung jawab serta beriktikad baik,  dipersembahkan dan direkomendasikan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sekaligus dalam kesempatan yang baik di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini diucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438H dan Mohon Maaf Lahir Batin.

Jakarta Selatan, 21 Juni 2017

Tetap MERDEKA!
Pandji R Hadinoto
Ketua GPA45/DHD45 Jakarta
http://www.jakarta45.wordpress.com

Perjuangan ANTARA Menyiarkan Proklamasi

Jakarta (ANTARA News) – Okupasi penjajah Jepang, termasuk mengubah Kantor Berita Antara menjadi Domei Indonesia, masih meregang meski Hiroshima dan Nagasaki telah dibom atom tentara Sekutu pada 9 dan 14 Agustus 1945. Tetapi itulah pertanda kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II.

Para pejuang Indonesia pun tak menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memproklamasikan kemerdekaan terlebih janji manis Jepang untuk memberi kemerdekaan kepada Indonesia melalui pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai) bikinan Jepang pada 29 April 1945 yang bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito hanya isapan jempol.

Soekarno dan Hatta selaku pimpinan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Zyunbi Iinkai) serta mantan Ketua BPUPKI Radjiman Wedyodiningrat yang baru datang dari Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi pada 14 Agustus 1945 didesak Sutan Syahrir dan para pejuang muda lain seperti Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia.

Syahrir dan para pejuang lain meyakinkan Soekarno bahwa pertemuan di Dalat dan janji Jepang yang akan memberi kemerdekaan kepada Indonesia pada 24 Agustus 1945 hanya tipu muslihat Jepang.

Para pemuda pejuang itu sempat menculik Soekarno bersama istrinya Fatmawati dan anaknya Guntur, serta Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945.

Malam harinya Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Komandan Angkatan Darat Pemerintahan Militer Jepang di Hindia Belanda (Gunseikan) Letjen Moichiro Yamamoto di rumah Laksamana Maeda di Jalan Imam Bonjol Nomor 1.

Dari pertemuan dengan Yamamoto, Soekarno dan Hatta kian yakin bahwa Jepang telah menyerah kepada tentara Sekutu pimpinan Amerika Serikat dan tidak berwenang memberi kemerdekaan kepada Indonesia. Malam itu pula Soekarno, Hatta, Achmad Soebardjo, Soekarni, dan Sajuti Melik rapat merumuskan teks proklamasi. Sajuti menyalin dan mengetik teks proklamasi.Esok paginya pukul 10:00 WIB bertepatan dengan hari Jumat 17 Agustus 1945 Masehi atau 17 Ramadan 1365 Hijriah atau 17 Agustus 2605 Tahun Jepang, bertempat di kediamannya Jalan Pegangsaan Timur 56 Cikini Jakarta Pusat, Soekarno didampingi Hatta membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan RI.

“Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dll, diselenggarakan dengan cara saksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jakarta, hari 17, bulan 8, tahun 45. Atas nama Bangsa Indonesia Soekarno – Hatta”.

Ketika Soekarno-Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia, pemimpin Domei Indonesia Adam Malik dari tempat persembunyiannya di Bungur Besar menelepon Asa Bafagih dan mendiktekan bunyi teks proklamasi.

Adam Malik minta agar berita tersebut diteruskan kepada Pangulu Lubis untuk segera disiarkan tanpa izin Hodohan (sensor Jepang) sebagaimana biasanya.

Perintah Adam Malik itu dilaksanakan Pangulu Lubis dengan menyelipkan berita proklamasi diantara berita-berita yang telah disetujui Hodohan yang kemudian disiarkan melalui kawat (morce cast) oleh teknisi Indonesia, Markonis Wua, dengan diawasi Markonis Soegiarin.

Berita tersebut segera menyebar, dapat ditangkap di San Fransisco (AS) maupun di Australia.Pemerintah pendudukan Jepang gempar setelah mengetahui tersiarnya berita kemerdekaan RI.

Semua pagawai Jepang di Domei dimintai pertanggungjawaban. Domei segera membuat berita bantahan proklamasi dengan menyebutnya “salah”.

Mereka yang ditugaskan membuat bantahan adalah Sjamsuddin Sutan Makmur dan Rinto Alwi dibantu seorang Jepang bernama Tanabe. Dua orang Indonesia itu karena ditentang teman-temannya tidak bersedia membuat berita bantahan sehingga hanya Tanabe sendiri yang membuatnya dan Markonis Wau menyiarkan melalui kawat.

Berita proklamasi kemerdekaan itu kemudian diteruskan ke Radio Republik Indonesia (RRI) yang ketika itu juga dikuasai Jepang dengan nama Hoso Kyoku.

Jumat petang 17 Agustus 1945 seorang dari Domei masuk ke RRI dengan cara meloncat dari tembok belakang – karena di depan dijaga ketat oleh serdadu Jepang Kempetai. Ia memberikan secarik kertas dari Adam Malik kepada penyiar Jusuf Ronodipuro.

Secarik kertas itu berisi tulisan tangan Adam Malik dan tertulis “Harap berita terlampir disiarkan.” Lampiran berita yang dimaksud adalah naskah proklamasi yang sudah dibacakan Soekarno pada pukul 10 pagi.

Jusuf Ronodipuro menyiarkan teks proklamasi itu pada pukul 19:00 WIB dari studio siaran luar negeri yang tidak dijaga Kempetai.

Sama seperti di Antara, berita tersebut diselundupkan tanpa sepengetahuan Jepang disiarkan sehingga berita kemerdekaan tersebut semakin meluas jangkauannya, terbukti kemudian berita itu menjadi bahan percakapan dari mulut ke mulut.

Ihwal tersiarnya berita itu di RRI bermula dari inisiatif Syahrudin, seorang wartawan muda Antara di Domei yang menyampaikan berita itu kepada petugas radio Kartidjo Hardjomoeljo alias Tjepot yang lalu menghubungi Soendoro di kantor berita Domei karena ragu untuk menyiarkannya.

Setelah mendapat penjelasan dari Soendoro, maka berita proklamasi tersebut disiarkan.Berita itu membuat kaget penguasa Jepang. Setelah diselidiki diketahui bahwa asal berita tersebut adalah dari Domei.

Di Surabaya, berita kemerdekaan dari Domei Jakarta diterima Markonis Jacub dan diberikan kepada Raden Mas Bintarti dan wartawan Soetomo (Bung Tomo).Juga diteruskan kepada surat kabar Soeara Asia namun ketika hendak disiarkan datang berita bantahan yang dibuat Tanabe sehingga redaksi Soeara Asia bimbang.

Setelah mengecek situasi yang sebenarnya ke Jakarta melalui telepon redaksi Soeara Asia memutuskan tetap menurunkan berita tersebut. Mereka malah membuat selebaran-selebaran berita proklamasi serta menempelkan berita-berita itu dengan huruf-huruf besar di depan kantor Soeara Asia.

Merasa sudah merdeka, orang-orang Indonesia di Domei Surabaya menguasai peralatan Domei untuk memantau berita-berita, disamping untuk menyiarkan buletin Siaran Kilat tanpa mencantumkan nama Domei.

Kantor Domei Cabang Surabaya merupakan kantor cabang pertama yang melepaskan diri dari ikatan Domei Pusat Jakarta.Di Semarang, berita proklamasi dari Domei Jakarta diteruskan kepada penguasa tertinggi Indonesia di sana, Mr. Wongsonegoro yang saat itu menjabat Fuku Shuchookan (Wakil Residen Semarang). Berita itu dibacakan Wongsonegoro dalam sidang pleno dan mendapat tanggapan meriah lalu disebarluaskan kepada masyarakat sampai ada berita bantahan dari Domei.

Menyerahnya Jepang kepada Sekutu membuat orang-orang Jepang di Domei Semarang kehilangan gairah kerja. Sebaliknya orang-orang Indonesia sangat bergairah bahkan mengambil alih dan menguasai kantor berita Domei.

Ketika berita Proklamasi sampai di Bandung melalui “morse cast” dari Domei Jakarta, wartawan dan markonis Domei Bandung yang nasionalis terjegal saat akan menyebarkan berita gembira tersebut.

Jepang melarang penyebarannya karena berita tersebut dikirim dari Jakarta tanpa melalui izin Sendenbucho atau Kepala Barisan Propaganda Jepang.

Meski Jepang lebih ketat melakukan pengawasan terhadap penyebaran berita tersebut, berita proklamasi tetap dapat sampai ke meja redaksi surat kabar dan radio Jepang Bandung Hoso Kyoku atau Radio Nirom pada zaman Belanda, Harian Tjahaja dan Soeara Merdeka.

Kejadian serupa juga terjadi di Yogyakarta maupun di daerah-daerah lainnya. Semua merupakan perjuangan Antara dalam menyiarkan teks proklamasi.

Kantor Berita Antara sempat diganti oleh penjajah Jepang dengan nama Yashima (Semesta) pada 29 Mei 1942 tetapi nama itu hanya bertahan tiga bulan dan kemudian berganti nama lagi menjadi Domei Indonesia.

Nama Domei bertahan hingga 3 September 1945 dan sejak tanggal itu berganti nama kembali menjadi Antara.Berikut cuplikan beritanya.

“KANTOR BERITA INDONESIA ANTARA”

Mendjelma kembali ditengah-tengah masjarakat Republik Indonesia Merdeka.

Djakarta, Semendjak hari Senen tanggal 3 September mulai berkerdjalah kembali Kantor Berita Indonesia Antara, sementara untuk menjiarkan berita-berita dalam negeri kepada surat-surat kabar di Djawa.

Diharap tidak lama lagi kantor berita tersebut akan menjiarkan pula berita-berita luar negeri jang ditangkapnja dari berbagai kantor berita internasional.

Kantor berita ini berpusat di Djakarta dan mempunjai kantor-kantor tjabang di Bandung, Surabaja, Djogja, Semarang, sedangkan di tiap-tiap Kabupaten ada seorang Djuruwartanja.

Perhubungan dengan kepulauan Indonesia luar Djawa sedang diuasahakan setjepat mungkin.

Untuk sementara waktu alamat kantor pusatnja ialah: Kantor Berita Antara, Djalan Surja Timur I, Djakarta Raja.”

Manajemen Antara kemudian mengambil alih gedung Domei di Jalan Pos Utara yang masih dikuasai Jepang. Melalui perundingan yang alot, Jepang menyerahkan gedung tersebut untuk menghindari bentrokan karena massa yang sudah banyak berkumpul di luar gedung. Jepang kala itu tak lagi berdaya.(*)

Benteng Negara Pancasila Indonesia (BNPI) – SHNet

sinarharapan.net/2017/06/benteng-negara-pancasila-indonesia-bnpi/
4 hari yang lalu – Benteng Negara Pancasila Indonesia (BNPI) … *Bina Pancasila Untuk Praktek Konstitusi/Kebajikan Indonesia (BPUPKI)*, June 15, 2017.

Politik Ketahanan Pancasila Indonesia – SHNet

sinarharapan.net/2017/04/politik-ketahanan-pancasila-indonesia/
12 Apr 2017 – Petisi *Poilitik Kepemimpinan Pancasila Indonesia* ini penting guna merawat *Persatuan … Politik Konstitusi ProPancasila Indonesia [SinarHarapanNet, 27 Januari 2017] 9.10. … Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila.

– SHNet

sinarharapan.net/
Tradisi Idul Fitri di Indonesia: Pukul Manyapu (1). June 21, 2017 … Indonesia di Jalan Kalahkan Thailand. June 17 … Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila.

Saya Indonesia, Saya Pancasila, Rayakan Keberagaman! – SHNet

sinarharapan.net/2017/06/saya-indonesia-saya-pancasila-rayakan-keberagaman/
1 Jun 2017 – SHNet, JAKARTA – Semangat Pancasila kembali digaungkan di tengah sejumlah konflik sosial dan … pentingnya kita kembali kepada jati diri bangsa Indonesia yakni Pancasila. … Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila.
Loncat ke Rumusan VII: Konstitusi RISPendudukan wilayah Indonesia oleh NICA menjadikan wilayah Republik Indonesi semakin kecil dan terdesak.
8 Sep 2016 – MK Tegaskan Kedudukan Pancasila Dalam UUD 1945 … Mahkamah Konstitusi (MK) tidak dapat menerima pengujian Undang-Undang No. … Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia terdiri atas pembukaan dan …

Benarkah Indonesia Terpuruk Akibat Perpolitikan Rusak Pengkokoh …

bukunurarifinms.blogspot.com/2015/06/benarkah-indonesia-terpuruk-akibat.html
4 Jun 2015 – Konstitusi RIS ( Repubik Indonesia Serikat) menentukan bentuk negara serikat (federal) … Pancasila dan UUD 1945 adalah “Pseudo Ideologi”.
5 Mei 2017 – PATRIOTISME ROH INDONESIA MERDEKA 45 (PRIMER45) … Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Konstitusi Pro Pancasila UUD 1945 ….. pengkokoh kiprah Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia April 13, 2017 …

24 Apr 2017 – Apr 12, 2017 – Politik Ketahanan Pancasila Indonesia. … dipastikan pengkokoh kiprah Politik Kepemimpinan Persatuan Indonesia April 13, … bagi konstituen dan bagi kontestan seperti KOJA (Konstitusional, Jujur dan Adil).

 

Advertisements

0 Responses to “Kenegarawanan : Pancasila Pengkokoh Konstitusi Pancasila”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,306,712 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: