02
Jun
17

Korps Indonesia : Waspadailah OTB – Operator Tebar Bom

Waspadailah OTB – Operator Tebar Bom

Ist

SHNet – Peristiwa ledakan Bom di Terminal Kampung Melayu

http://m.tribunnews.com/nasional/2017/05/24/bom-meledak-dua-kali-di-sekitar-terminal-kampung-melayu

sungguh pertanda penting agar tingkatkan kewaspadaan bersama atas aksi2 Operator Tebar Bom sebagai tindakan teror destruktif terhadap 7 faktor2 Strategi Ketahanan Bangsa seperti dimaksudkan oleh Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845 sebagai berikut :

Politik Kemerdekaan Proklamasi Indonesia 17845

Dan paling tidak ada 7 (Tujuh) OTB – Organisasi Tanpa Bentuk lain yang juga penting diwaspadai sebagai basis aksi2 Operator Tebar Bom diatas yang mengancam NKRI dan jadi musuh bersama Bangsa Indonesia yaitu :

1. OTB Komunis
2. OTB Orang Orang tidak Beragama
3. OTB LGBT
4. OTB Para Pengkhianat Bangsa
5. OTB Para Munafikin
6. OTB Anti Pancasila 18 Agustus 1945.
7. OTB Para Oligarki Ekonomi

‎Serta produk Bom2 itu bisa variatif berwujud Konflik2 Horizontal dan Vertikal di semua dimensi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial, Budaya, Pertahanan, Keamanan baik sektoral maupun multi sektoral.

Oleh karena itulah langkah2 strategis dan taktis penting dibangun bersama berkait program2 dan aksi2 Kontra Operasi Rekayasa Perang Semesta (KORPS) oleh semua anak2 bangsa Indonesia yang peduli keutuhan NKRI.

Jakarta Selatan, 25 Mei 2017

KelBes Pejoang45,
Pandji R Hadinoto
KTA DHD45 Jakarta No CB.04.05.01866
PosKo45 GOR Bulungan, Kebayoran Baru
http://www.jakarta45.wordpress.com

TB Hasanuddin: Bom Kampung Melayu dan ISIS di Filiphina ada Korelasi

Foto: Ilustrasi (ist)

SHNet, Jakarta-Teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/05/2017) malam, yang menyebabkan tiga polisi meninggal dan dua orang yang diduga pelaku juga tewas diperkirakan ada korelasinya dari dampak darurat militer yang ditetapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Pulau Mindanao.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Tubagus Hasanuddin, kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao akibat baku tembak antara tentara dan kelompok ISIS di kota Marawi pada Selasa (23/5/2017) malam telah menyebabkan ruang gerak kelompok militan ISIS tersebut menjadi terbatas. Akibatnya, kelompok pendukung ISIS di Indonesia memunculkan eksistensinya, mengumumkan kepada dunia internasional bahwa ISIS ada juga di sini.

“Pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao oleh Presiden Duterte harus dicermati pemerintah Indonesia. Karena, kebijakan itu membuat ruang gerak pasukan ISIS semakin terbatas. Khawatirnya, mereka akan masuk ke Indonesia, mengingat Filipina berbatasan langsung dengan Indonesia,” ujar Hasanuddin dalam rilis yang diterima Redaksi, Kamis (25/5/2017).

Selain itu, lanjut Hasanuddin, kelompok militan ISIS di Filipina memiliki korelasi yang kuat dengan kelompok militan di Indonesia. Sehingga akan sangat mudah mendapatkan akses untuk masuk ke Indonesia.

“Indikasi adanya korelasi kelompok ISIS di Filipina dengan kelompok militan di Indonesia bisa dilihat dari adanya tiga WNI terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan bersenjata melawan militer Filipina di Pulau Mindanao pada April 2017 silam,” ungkap Hasanuddin.

Untuk itu, Hasanuddin menghimbau pemerintah untuk menjalankan empat langkah dalam mengantisipasi aksi teror yang dilakuan kelompok ISIS. Pertama, lanjut Hasanuddin, pihak imigrasi harus meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk wilayah Indonesia, dan juga warga negara Indonesia yang kembali ke Tanah Air.

“Pihak imigrasi harus meningkatkan pengawasan terhadap warga negara asing yang masuk Indonesia, dan WNI yang kembali ke Tanah Air,” ujar Hasanuddin yang juga mantan Sekretaris Militer ini.

Kedua, aparat intelijen harus aktif bekerjasama dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan wilayah, terutama lokasi yang patut dicurigai sebagai tempat persembunyian dan latihan perang para combatan ISIS.

“Apabila ada indikasi-indikasi yang kuat, segera kordinasi dengan aparat keamanan untuk segera dilakukan tindakan,” tutur Hasanuddin.

Kemudian, yang ketiga, sambung Hasanuddin, aparat keamanan harus aktif melakukan razia bahan-bahan kimia yang berpotensi bisa dijadikan bom.

“Lakukan sweeping bahan-bahan kimia yang berpotensi bisa dijadikan peledak,” kata Hasanuddin.

Keempat, imbuh Hasanuddin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera mengintruksikan semua unsur intelejen untuk melakukan operasi intelijen khusus untuk mengejar dan menangkap aktor-aktornya.

“Presiden harus memberikan intruksi untuk melakukan operasi intelijen khusus,” pungkas Hasanuddin.

Sebagaimana diketahui, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah memberlakukan darurat militer di Pulau Mindanao, Filipina selatan, menyusul pertempuran antara pasukan militer dan kelompok ISIS di Kota Marawi, Lanao del Sur, Filipina pada Selasa (23/5/2017).

Dalam pertempuran itu, Pemimpin Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon, tampak diantara 15 milisi pendukung ISIS saat baku tembak terjadi dengan pasukan militer Filipina.

Pada bentrokan bersenjata sebelumnya, tepatnya April 2017 silam, militer Filipina berhasil menewaskan puluhan simpatisan kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) tewas, dalam serangan besar-besaran di Pulau Mindanao. Diantara para korban, terdapat tiga warga Negara Indonesia, dan seorang warga Malaysia.

“Kami menewaskan 37 militan, 14 orang telah diidentifikasi dan 23 masih belum diketahui. Ada tiga warga Indonesia dan satu warga Malaysia,” kata Kepala Militer Nasional Jenderal Eduardo Ano di Manila, Selasa (25/4/2017).

Di Indonesia, aksi teror ‘bom bunuh diri’ kemudian terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (24/05/2017) malam, yang menyebabkan tiga polisi meninggal dan dua orang yang diduga pelaku tewas. Insiden berdarah itu terjadi sehari setelah Presiden Filipina menyatakan darurat militer di Pulau Mindanao. (Pri)

Filipina Memanas, TNI AD Tingkatkan Penjagaan di Wilayah Perbatasan Indonesia

Foto: Ilustrasi (ist)

SHNEt, Jakarta- TNI AD meningkatkan penjagaan celah-celah perbatasan Indonesia, menyusul memanasnya situasi di Filipina belakangan ini.

TNI AD mewaspadai dampak dari konflik kelompok militan terkait ISIS dan militer Filipina di Marawi, Filipina, agar efeknya tidak sampai mengganggu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kita waspada, harus siap siaga. Terlebih masuknya jaringan teror melalui celah-celah wilayah perbatasan NKRI,” ungkap KSAD Jenderal TNI Mulyono, di Markas Besar TNI AD di Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).

KSAD tidak menjelaskan berapa kesatuan dan jumlah Personil yang disiagakan di wilayah perbatasan NKRI, namun pimpinan tertinggi Angkatan Darat ini menegaskan, terkait situasi pertahanan dan keamanan tidak dapat dipungkiri bahwa aksi teroris muncul kapan saja dan di mana saj, TNI siap ikut mencegah munculnya jaringan kelompok teror baru.

“Antisipasi itu di manapun kita berada, karena kita tahu teroris akan muncul. Semua jajaran TNI AD harus waspada dan siap siaga untuk deteksi dini,” ujar dia, dikutip antaranews.

Berkaitan dengan peran TNI dalam penanggulangan terorisme, Mulyono menilai, prajurit TNI AD siap digerakkan. “Kalau TNI AD dilibatkan, ikut saja. Teroris di mana? Di hutan boleh. Tentara kan kalau di hutan makan saja. Tentara kalau di hutan itu seger kaya hari Raya Idul Fitri,” kata dia.

Hingga kini, militer dan aparat kepolisian Filipina baku tembak dengan sekelompok orang terkait ISIS di wilayah Marawi, Filipina. Bentrokan terjadi pada Selasa (23/5) waktu setempat, saat tentara Filipina melakukan penggerebekan terhadap kelompok militan Maute yang mengaitkan diri dengan kelompok radikal ISIS.

Militan Maute yang menguasai Kota Marawi dilaporkan berhasil mengambil alih sejumlah gedung dan membakar sekolah, gereja, juga fasilitas penahanan setempat. Militer Filipina masih berupaya membebaskan kota tersebut dari kepungan Maute.

Dalam wawancara dengan Radio DZMM, kemarin, Kolonel Edgar Arevalo dari militer Filipina mengatakan setelah tujuh hari berperang, jumlah korban meninggal dunia adalah 61 orang dari milisi Maute, 20 tentara pemerintah dan 19 warga sipil.

Arevalo menekankan bahwa rehabilitasi korban bukan prioritas militer karena militer fokus kepada melindungi penduduk dan membendung ancaman teror.

Sementara itu di kota Iligan, sekitar 38 km dari Marawi, penjagaan diperketat setelah muncul laporan bahwa milisi Maute menyamar sebagai penduduk biasa dengan berpura-pura menjadi pengungsi. (Pri)

 

Advertisements

0 Responses to “Korps Indonesia : Waspadailah OTB – Operator Tebar Bom”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,273,661 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: