16
Feb
17

PILKADA DKI Jakarta : Real Quick Count MataRakyat

945-pasangan_cagub_dan_cawagub_toar_sandi-718x452

Ini Hasil Perhitungan Suara Pilkada Jakarta Versi MataRakyat

Kamis, 16 Feb 2017 | 11:15 WIB | Megapolitan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – MataRakyat berhasil mengumpulkan data (angka dan foto C1) dari 10.972 Tempat Pemungutan Suara (TPS) atau 84,3 persen dari 13.023 TPS yang ada di DKI Jakarta.

Dari pengumpulan data tersebut, diperoleh hasil, pasangan calon nomor urut 1 Agus-Sylvi memperoleh 786.292 suara atau 16,99 persen. Kemudian paslon nomor urut 2 Ahok-Djarot memperoleh 2.009.636 suara atau 43,43 persen dan paslon Anies-Sandi meraih 1.831.730 atau 39.58 persen.

Hendra Kendro, CEO inTouch Innovate Indonesia melalui pesan tertulisnya kepada netralnews.com, Kamis (16/2/2017) mengatakan bahwa data tersebut dikumpulkan dalam waktu enam jam sejak TPS ditutup.

“Mudah-mudahan tidak jauh berbeda dari hasil resmi KPU nanti,” katanya.

Menurutnya, secara ketepatan data masih harus menunggu hasil resmi KPU untuk bisa melakukan perbandingan, tapi setidaknya bisa dibandingkan dengan hasil dari lembaga survei yang hanya mengumpulkan data berdasarkan sampling.

Ia menerangkan, hasil perhitungan suara tersebut diperoleh dari 10.972 eSaksi relawan yang mengumpulkan data dari masing-masing TPS.

“Sebagai proyek pemilu pertama yang pernah kami lakukan, MataRakyat masih jauh dari sempurna, tapi kami sangat bangga telah dapat membuktikan bahwa dengan kerja keras kita bersama bisa mewujudkan partisipasi puluhan ribu masyarakat yang bersedia bekerja secara sukarela untuk tujuan membangun demokrasi yang jujur, adil dan transparan di negeri ini,” tuturnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada tim inTouch (Jakarta & Surabaya), teman-teman di ITTG, Micrsoft Indonesia, MetroTV dan semua mitra, sponsor dan relawan dan puluhan ribu eSaksi yg telah terlibat mulai dari konsep, pembangunan, sosialisasi sampai pelaksanaan proyek MataRakyat.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono
Ikuti perkembangan hasil untuk matarakyat.
Baca Juga
detikFinance

Pasar Modal Bisa Berkembang Asal Pilkada Tak Rusuh

detikFinance

Pilkada DKI 2 Putaran, Pengusaha Ingin Program Ekonomi Lebih Tajam

detikFinance

Pilkada DKI Menuju Putaran Ke-2, Dampaknya ke IHSG ?

detikFinance

Pilkada DKI Dua Putaran Buat Investor Wait And See

detikSport

Libur Pilkada, Menpora Ngumpul Bareng Keluarga dan Wartawan

detikHealth

Besok Ngantor Lagi, Lakukan Hal Ini untuk Kurangi Stres karena Pilkada

Intip Jessica Iskandar Nyoblos

Kamis 16 Feb 2017, 13:18 WIB

Kolom

Mengapa Ahok-Djarot Unggul di Pilgub DKI Putaran Pertama?

Rico Marbun – detikNews

Jakarta – Meski pemenang resmi Pilgub DKI baru akan ditetapkan awal Maret mendatang, sampai detik ini Ahok-Djarot telah dinyatakan unggul oleh seluruh lembaga survei melalui proses hitung cepat. Walau telah diduga sebelumnya, namun tetap saja, perolehan suara pasangan nomor 2 yang hampir mendekati 50% di tengah kasus hukum yang mendera dan kuatnya hantaman gelombang unjuk rasa, merupakan prestasi yang tidak boleh dianggap remeh.

Ahok-Djarot Raup Suara Mengambang, Suara Agus-Sylvi ke Anies-Sandi

Survei yang dilakukan Median tiga pekan lalu, menempatkan Ahok di urutan pertama dengan perolehan 29,8% suara, sementara berturut turut Anies-Sandi dengan 27,8% suara dan Agus–Sylvi 26,1%, dengan suara mengambang 16,3%. Jika ditotal suara Agus plus Anies, akan didapat suara kontra Ahok sebesar 53,9%.

Bandingkan dengan ‘quick count’. Mengutip salah satu lembaga survei, perolehan Agus dan Anies 39,91% plus 16,87% sama dengan 56,78% suara; 53,9% di survei banding 56,78%. Artinya suara kontra Ahok hanya memperoleh penambahan 2,88% dari undecided voters atau relatif tetap. Sementara Ahok-Djarot lompat jauh dengan mengambil 13,42% suara.

Data juga menunjukkan bahwa, suara Agus turun hampir 4% dan posisinya jatuh ke posisi terbawah setelah sebelumnya sempat memimpin pada bulan November. Di saat yang sama suara Anies terus mengalami kenaikan hingga posisi kedua dan hanya berselisih 2% dari suara Ahok. Artinya dengan jumlah suara gabungan Anies dan Agus relatif tetap, saat suara Agus turun, suara Anies naik.

Terbatasnya Pengaruh Politik Identitas

Mengapa di tengah terpaan demonstrasi 411, 212 dan 112 yang bisa mencapai jutaan orang, suara Ahok tetap signifikan? Data kami menunjukkan bahwa hanya 35% penduduk Jakarta yang menjadikan isu agama (identitas) sebagai rujukan utama dalam memilih pemimpin. Artinya pemilih konservatif banding pemilih modern 35:65.

Dari proporsi 35% tersebut, manuver Anies-Sandi jelang dan pasca aksi 212 yang lebih mendekat ke kanan, dengan ikut salat Subuh jelang aksi 212 dan bertemu Habib Rizieq, membuat pemilih konservatif di kubu Agus pindah ke kubu Anies. Data bulan Januari menunjukkan ada 35,5% responden yang menanggap kubu Anies lebih nampak dukungannya dalam gelombang aktifisme Islam dibanding dengan kubu Agus yang hanya 20,8%. Singkatnya Anies-Sandi dianggap lebih ‘hijau’ ketimbang Agus-Sylvie.

Pengaruh Debat Kandidat

Faktor kedua yang mempengaruhi lonjakan suara Ahok dan Anies ialah performa yang mumpuni di debat kandidat. Dari sekitar 43%-45% yang mengaku menonton debat kandidat pertama dan kedua, mayoritas menganggap Ahok – Djarot unggul. Ada 44,9% yang menganggap Ahok unggul di debat kandidat pertama dan 40,1% di debat kedua. Bandingkan dengan Anies 25,1% dan 31,3%. Sementara Agus harus puas di posisi ketiga dengan 15,9% dan 11%. Pemilih modern dan mengambang yang tidak terpengaruh dengan isu identitas jelas berduyun-duyun memilih Ahok dan Anies pasca debat.

Perang Isu Negatif dan Serangan Antasari

Ramainya isu negatif dalam Pilkada DKI kali ini, secara de facto jelas menjadi variabel yang tidak bisa dipandang enteng. Ada daftar panjang isu negatif yang saling adu kuat setahun belakangan. Dimulai dari reklamasi, audit BPK tentang RS Sumber Waras, aliran uang kepada relawan, penistaan agama, dugaan skandal korupsi hingga yang paling mutakhir tudingan Antasari terhadap SBY. Tidak berlebihan bila isu negatif jelas mempengaruhi naik turun suara 3 kandidat.

Mengapa dalam konteks perang isu, Ahok dan Anies bisa mengalami kenaikan suara dan Agus justru turun? Data menunjukkan justru di bulan-bulan terakhir jelang pencoblosan, publik lebih terpengaruh dengan isu negatif yang menerpa kubu Agus ketimbang kubu Ahok. Saat diajukan pertanyaan terbuka, apa berita negatif yang paling diingat seputar kandidat, ada 26,3% yang menyebut dugaan kasus yang membelit Sylviana Murni, pasangan Agus. Bandingkan dengan hanya 11,8% kasus penistaan yang sedang dalam masa persidangan. Anies? Relatif tidak ada.

Itulah mengapa total tone negatif tentang Anies paling rendah, hanya 20,3% ketimbang Agus 34,3% dan Ahok 23,3%. Apesnya lagi, di H-1 pencoblosan, bom isu terakhir dilepaskan oleh Antasari langsung kepada SBY. Walau sempat dibantah, damage has been done. Kerusakan jelas terjadi. Langkah Agus untuk lebih ke kanan dengan hadir di aksi 112 dan membawa jaringan ulama berangkat umrah, pupus diterpa isu negatif.

PR Besar Ahok-Djarot

Akankah Ahok-Djarot unggul lagi di putaran kedua mendatang? Ada satu pekerjaan rumah yang tersisa. Dari hitung cepat, kita tahu ada sekitar 43% pemilih Ahok versus 57% orang yang ingin mengganti Ahok (suara Agus plus Anies). Jika Ahok ingin menang, proporsi publik yang ingin mengganti petahana harus dikurangi. Kita lihat saja manuver 2 bulan ke depan.

*) Rico Marbun MSc adalah Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (MEDIAN), pengajar di Universitas Paramadina
*) Artikel ini adalah opini pribadi penulis, bukan merupakan pandangan redaksi detikcom.
(nwk/nwk)

Kamis 16 Feb 2017, 13:10 WIB

Mendagri: Saya Pertanggungjawabkan Kenapa Ahok Tak Diberhentikan

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Status Gubernur DKI Jakarta yang disandang oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi polemik karena saat ini dia juga menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan dirinya punya alasan kuat kenapa belum memberhentikan Ahok dari jabatan Gubernur DKI tersebut.

Tjahjo mengatakan, dirinya meyakini bahwa UU Pemda yang dikaitkan dengan status Ahok tersebut memiliki banyak tafsir. Hal itu menjadi alasan dirinya hingga kini belum memberhentikan Ahok dari jabatan Gubernur DKI.

“Saya meyakini bahwa antara UU Pemda dan dakwaan itu multitafsir, maka saya yakin betul saya pertanggungjawabkan kepada Pak Presiden apa yang saya putuskan untuk belum memberhentikan, belum loh ya, belum memberhentikan sementara ini karena multitafsir,” kata Tjahjo saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Tjahjo mengatakan, perbedaan pandangan mengenai UU Pemda tersebut adalah hal yang wajar. Untuk itu, dirinya telah mendatangi Mahkamah Agung (MA) untuk meminta fatwa mengenai polemik tersebut.

“MA belum membuat surat, tapi statement ketua kan sudah, itu urusan beda. Jadi apa yang sudah Pak Mendagri anggap benar, ya itu benar. Kalau saya begitu saja,” katanya.

Tjahjo pun menegaskan, dirinya tidak bisa memaksa MA untuk mengeluarkan fatwa tersebut.

“Fatwa MA itu kami tidak memaksakan MA mau buat fatwa atau tidak. Statement beliau kan sudah ada, menyerahkan sepenuhnya kepada Mendagri,” katanya.
(jor/erd)

Berita Terkait
Berita Terkait

Ini Penyebab Jumlah Suara Agus Jeblok

Rabu, 15 Februari 2017 | 22:21

INDOPOS.CO.ID- Hasil quick count Pilkada DKI dari sejumlah lembaga survei memperlihatkan paslon nomor urut tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan paslon nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat hanya terpaut angka tipis. Sebaliknya, paslon nomor urut satu Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni tertinggal cukup jauh dibandingkan perolehan suara dua paslon lainnya.

Dalam hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) misalnya, hingga pukul 16.47 WIB dengan data masuk mencapai 83,3 persen Anies-Sandi terpantau memperoleh 41,32 persen suara, sedikit unggul dari Ahok-Djarot yang mengumpulkan 41,01 persen suara.Sebaliknya, Agus-Sylvi yang sebelumnya kerap unggul dalam survei sejumlah lembaga hanya mampu mendapatkan 17,67 persen suara.

Hitung cepat JSI sendiri dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 330 TPS dari total 13.023 TPS di seluruh Ibu Kota, yang diambil secara acak dan proporsional dengan margin of error sebesar sekitar 1 persen. Rudi Ruswandi, Manajer Riset JSI mengungkapkan, dengan hasil quick count itu hampir dapat dipastikan tidak ada satu paslon yang mampu menang satu putaran.

“Kalau melihat kondisi begini, putaran kedua akan menjadi milik paslon nomor urut dua dan tiga. Tapi kami belum bisa memastikan siapa yang paling unggul dalam perolehan suara karena ini masih hitung cepat,” ujar Rudi saat merilis hasil quick count JSI di Hotel JS Luwansa, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/2) petang.

Rudi menerangkan, merosotnya perolehan suara paslon nomor satu yang sebaliknya diikuti dengan mencuatnya perolehan suara paslon nomor tiga disebabkan karena pemilih dua paslon itu saling berkaitan. Di sisi lain, perolehan suara Ahok-Djarot sejak awal selalu stabil, yakni di sekitar angka 30 persen karena mereka telah memiliki pemilih loyal.

“Di awal-awal pasangan nomor satu melejit, sekarang pasangan nomor tiga yang melejit. Ini karena pemilih paslon nomor satu dan paslon nomor tiga beririsan. Jadi ketika paslon nomor tiga naik, maka paslon nomor satu tergerus suaranya. Demikian juga sebaliknya. Yang punya pemilih solid itu paslon nomor dua,” tambah Rudi.

Naiknya suara Anies-Sandi saat hari pencoblosan itu, sambung Rudi, disebabkan semakin gencarnya intensitas kampanye yang dilakukan pasangan yang didukung Partai Gerindra dan PKS itu menjelang masa tenang. Sebaliknya, aktivitas Agus-Sylvi berkurang.

Selain itu, tambah Rudi, merosotnya suara Agus-Sylvi dan melejitnya suara Anies-Sandi juga berhubungan dengan penampilan para paslon dalam tiga kali debat kandidat. Seperti diketahui, paslon dua dan tiga dinilai unggul bergantian dalam debat, meninggalkan paslon nomor satu.

Rudi juga menyampaikan, hasil hitung cepat sementara itu juga menunjukkan bahwa isu agama tidak terlalu berpengaruh terhadap perolehan suara, karena menurutnya warga Jakarta adalah pemilih rasional. “Perselisihan antara Ahok dengan Ketua Umum MUI, Pak Ma’ruf Amin yang kemarin juga tidak terlalu berpengaruh,” ujar Rudi. (ibl)

Editor : Wahyu Sakti Awan
BERITA TERKAIT
  • *KPU DKI Jakarta Siapkan Putaran Dua

  • Boy Sadikin Buka Komunikasi Politik ke Partai Lain

  • Rendahnya Suara AHY Gara-Gara SBY Sering Galau di Twitter? Nih Penjelasan Ahlinya…

  • Nah Lho, Ternyata Banyak TPS di Jakarta Telat Dibuka

Komentar Ahok jika Masuk Putaran Kedua Pilkada DKI, Mengejutkan!

Rabu, 15 Februari 2017 | 20:48

INDOPOS.CO.ID – Hasil penghitungan cepat (quick count) Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Beberapa lembaga survei telah merilis hasil hitungan yang semuanya menunjukkan tak ada satu pun kandidat mencapai 50 persen suara rakyat.

Artinya, Pilkada DKI berpotensi masuk dua putaran kendati belum ada keputusan resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta. Hal itu pun diklaim Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Kalau lihat dari realcount, quick count kayaknya enggak ada pasangan yang berhasil raih 50 persen plus. Biasanya kalau real count kan sudah pasti,” ujarnya di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (15/2).

Menanggapi kemungkinan masuk dua putaran, pria yang karib disapa Ahok itu tak mau ambil pusing. Bahkan, saat ditanyai perihal strateginya di putaran kedua, dia enggan berkomentar. “Saya orang kerja enggak pikir strategi. Kalau strategi urusan partai politik dan tim pemenangan. Saya maunya kerja aja,” katanya.

Seperti diketahui, hasil quick count beberapa lembaga survei menempatkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di posisi pertama. Tempat kedua ditempati pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Serta duet Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berada di posisi buncit. (uya/JPG)

Advertisements

0 Responses to “PILKADA DKI Jakarta : Real Quick Count MataRakyat”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Blog Stats

  • 3,193,028 hits

Recent Comments

Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Kepemimpinan : Satrio Piningit…
Ratu Adil - 666 on Sejarah : Bangsa Lemuria, Lelu…

%d bloggers like this: